Tag Archives: aset kripto

Harga Bitcoin Melonjak ke $120 Ribu, Menuju ATH Baru

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto dengan menembus level $120,074.64 pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2.39 triliun, sementara volume perdagangan harian berada di kisaran $67.65 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC menguat +1.05%, dengan kisaran pergerakan harian antara $118,383.16 hingga $121,086.41.

Lonjakan harga ini memperpanjang tren positif Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari, BTC mencatat kenaikan +7.98%, sementara dalam 90 hari terakhir bahkan melesat +11.10%.

Performa ini mendekatkan BTC ke level rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar $124,457.12, yang semakin mungkin dicapai dalam waktu dekat.

Baca Juga: Melambung Tinggi! Bitcoin Capai $118 Ribu, Sinyal Bull Run Mendekat?

Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin

Beberapa faktor kunci mendorong penguatan harga Bitcoin:

  1. Arus Masuk ETF Spot Bitcoin
    ETF berbasis Bitcoin semakin populer di kalangan investor institusional. Lonjakan arus masuk dana ke ETF ini memberikan dorongan likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap BTC sebagai aset lindung nilai.
  2. Sentimen Makroekonomi
    Inflasi global yang masih tinggi membuat investor mencari alternatif aset penyimpan nilai. Bitcoin dianggap sebagai “emas digital” dan menjadi pilihan utama, terutama saat dolar AS menunjukkan volatilitas.
  3. Keterbatasan Pasokan
    Dengan jumlah sirkulasi 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin semakin terasa. Faktor ini memperkuat narasi kelangkaan dan memicu tekanan beli.
  4. Optimisme Pasar Menjelang Halving
    Meskipun halving berikutnya masih beberapa bulan lagi, pasar mulai mengantisipasi efek jangka panjangnya. Sejarah menunjukkan harga BTC cenderung melonjak signifikan pasca-halving karena suplai baru berkurang.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknikal Bitcoin

Secara teknikal, Bitcoin saat ini menunjukkan momentum bullish yang solid:

  • Support utama berada di sekitar $118,000, yang menjadi level pertahanan kuat jika terjadi koreksi.
  • Resistance terdekat ada di $121,500, jika berhasil ditembus maka BTC berpotensi menargetkan rekor ATH di kisaran $124,000 – $125,000.
  • Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di zona mendekati overbought, menandakan adanya peluang koreksi kecil sebelum melanjutkan kenaikan.
  • Moving Average (MA50 dan MA200) menunjukkan pola golden cross yang memperkuat tren bullish jangka menengah.

Grafik di atas menunjukkan analisis teknikal simulasi Bitcoin dengan area support di $118,000, resistance di $121,500, dan All-Time High (ATH) di $124,457.

Saat ini tren harga masih bullish dengan potensi uji resistance, dan jika breakout berhasil, peluang menuju ATH terbuka lebar.

Dengan tren ini, BTC masih berpotensi melakukan konsolidasi singkat sebelum melanjutkan reli ke level rekor.

Proyeksi Bitcoin ke Depan

Jika momentum positif terus berlanjut, beberapa skenario pergerakan harga BTC ke depan adalah:

  • Bullish Scenario:
    Apabila BTC berhasil menembus resistance $121,500, target berikutnya ada di $124,000 – $125,000 yang merupakan rekor tertinggi. Jika level ini ditembus dengan volume besar, harga BTC berpotensi menuju $130,000 dalam kuartal mendatang.
  • Bearish Scenario:
    Jika terjadi koreksi, BTC diperkirakan akan menguji kembali support di $118,000. Apabila level ini ditembus, koreksi lebih dalam ke $115,000 masih mungkin terjadi, namun tren jangka menengah tetap bullish.
  • Mid-Term Outlook:
    Selama kapitalisasi pasar tetap bertahan di atas $2.3 triliun dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin diperkirakan akan tetap dalam tren naik menuju pencapaian ATH baru.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Naik Lagi! Sinyal Pemulihan Besar di Depan Mata?

Kenaikan harga Bitcoin ke level $120 ribu menunjukkan kekuatan momentum bullish yang terus menguat di pasar kripto. Dukungan dari faktor makroekonomi, arus masuk ETF, serta ekspektasi halving menjadi katalis utama bagi reli harga.

Secara teknikal, BTC berpeluang besar menguji dan menembus level ATH $124,457.12 dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap koreksi jangka pendek yang sehat sebelum reli lebih lanjut.

Dengan kondisi pasar saat ini, Bitcoin semakin kokoh memantapkan diri sebagai aset digital utama dengan prospek cerah di tahun mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Melambung Tinggi! Bitcoin Capai $118 Ribu, Sinyal Bull Run Mendekat?

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak reli impresif dengan menembus level $118,851.19 per BTC pada perdagangan terbaru.

Kenaikan ini menandai lonjakan +4,01% dalam 24 jam terakhir, serta membawa kapitalisasi pasar Bitcoin ke $2,368 triliun.

Volume perdagangan juga melonjak signifikan, mencapai $76,39 miliar dalam 24 jam, menegaskan bahwa aset kripto terbesar di dunia ini masih menjadi pusat perhatian investor global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Tembus $114 Ribu, Prediksi BTC Siap ATH?

Reli Bitcoin Menggeliat: Data Pergerakan Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $114,146.92 (terendah) hingga $119,453.67 (tertinggi).

Angka ini hanya sedikit di bawah rekor tertingginya di $124,457.12, yang menandakan ruang reli masih sangat terbuka.

Ditinjau secara mingguan, harga Bitcoin sudah naik +5,53%, sementara secara bulanan mencatat kenaikan +7,85%.

Jika ditarik ke periode lebih panjang, dalam 90 hari terakhir, Bitcoin sudah menguat +8,95%, menegaskan tren bullish jangka menengah mulai terbentuk.

Dengan jumlah pasokan beredar sebanyak 19,93 juta BTC atau sekitar 94,9% dari total maksimal 21 juta BTC, faktor kelangkaan semakin memperkuat sentimen bullish di kalangan investor.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya bahkan menyentuh $2,499 triliun, memperlihatkan potensi valuasi jangka panjang yang masih besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mendorong Lonjakan Harga Bitcoin

Beberapa faktor utama diyakini menjadi pendorong kenaikan harga Bitcoin saat ini:

  1. Sentimen Positif Global terhadap Aset Kripto
    Ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi pelemahan dolar AS dan suku bunga yang cenderung lebih rendah, membuat investor melirik aset lindung nilai seperti Bitcoin.
  2. Institusional Interest yang Menguat
    Masuknya dana besar dari institusi ke pasar kripto, terutama melalui instrumen seperti ETF Bitcoin, mendorong likuiditas dan kepercayaan pasar. Hal ini terlihat dari volume perdagangan tinggi dalam 24 jam terakhir.
  3. Kelangkaan Pasokan Menjelang Halving
    Dengan total pasokan yang mendekati 95% dari maksimum, narasi kelangkaan semakin kuat. Halving berikutnya yang akan memangkas imbalan blok penambang, diperkirakan semakin memperketat pasokan BTC di pasar.
  4. Minat Investor Ritel yang Kembali Menguat
    Tren pencarian Bitcoin di mesin pencari global meningkat, menandakan antusiasme publik mulai pulih setelah sempat tertekan di periode bear market.

Analisis Teknikal Bitcoin

Indikator Level Harga (USD) Keterangan
Support 1 $114,000 Area penahan terkuat saat ini
Support 2 $110,500 Support jangka menengah
Resistance 1 $120,000 Batas psikologis utama
Resistance 2 $124,500 Rekor tertinggi sebelumnya
Moving Average (50D) $113,200 Tren masih bullish
Moving Average (200D) $109,800 Konfirmasi tren jangka panjang
RSI (14D) 68 Mendekati overbought

Analisis ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang kenaikan menuju $120 ribu – $124 ribu. Namun jika terjadi koreksi, level $114 ribu akan menjadi penahan utama yang harus dijaga.

Proyeksi Harga Bitcoin: Ke Mana Arah Selanjutnya?

Dengan harga saat ini mendekati $119 ribu, banyak analis melihat Bitcoin berada di jalur menuju rekor tertinggi baru di atas $124 ribu.

Jika momentum positif terus terjaga, target jangka pendek yang realistis berada di kisaran $125 ribu – $130 ribu.

Untuk jangka menengah, potensi penguatan lebih tinggi terbuka apabila arus dana institusional terus mengalir dan adopsi global terhadap kripto semakin masif.

Beberapa analis bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa menembus level $150 ribu dalam 6–12 bulan mendatang, terutama jika halving berikutnya benar-benar memicu kelangkaan pasokan yang lebih ekstrem.

Namun, investor juga perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi sehat setelah reli cepat. Level support kuat saat ini diperkirakan berada di sekitar $114 ribu, sementara resistance berikutnya berada di area $120 ribu – $124 ribu.

Baca Juga: Starknet Bikin Geger! Bitcoin Kini Bisa Staking di Jaringan Layer-2

Bitcoin Masuki Fase Bullish Baru?

Kenaikan harga Bitcoin ke level $118 ribu menjadi sinyal kuat bahwa aset digital ini sedang memasuki fase bullish yang lebih kokoh.

Dengan dukungan dari faktor fundamental seperti kelangkaan pasokan, meningkatnya permintaan institusional, dan ketidakpastian ekonomi global, peluang reli jangka panjang semakin besar.

Meski begitu, volatilitas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar kripto. Investor disarankan untuk mengatur strategi dengan manajemen risiko yang baik sambil memantau level support dan resistance kunci.

Jika tren positif ini terus berlanjut, tahun 2025 bisa menjadi salah satu periode paling monumental dalam sejarah perjalanan Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Hari Ini Tembus $114 Ribu, Prediksi BTC Siap ATH?

Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian dunia keuangan setelah harganya bertahan kokoh di level enam digit.

Untuk diketahui, harga Bitcoin saat ini tercatat di $114,390.64 per BTC, dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,279.60 miliar USD.

Meski secara harian mengalami sedikit koreksi sebesar -0.03%, tren jangka menengah dan panjang menunjukkan momentum positif yang terus menguat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke $113.700: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Kinerja Harga: Stabil Namun Mengarah Naik

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin mencatat lonjakan harga sebesar $6,917.80 atau +6.43%, memperlihatkan bahwa meskipun volatilitas harian tetap ada, arah pergerakan pasar masih condong ke atas.

Pada periode 60 hari, kenaikan lebih terbatas di angka +0.57%, tetapi data 90 hari menunjukkan penguatan +5.29%, mempertegas bahwa BTC masih berada dalam fase bullish.

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $112,740.56 (terendah) hingga $114,746.53 (tertinggi).

Meski sempat terkoreksi tipis dalam satu pekan terakhir, BTC masih bertahan dekat rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12.

Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.93 juta BTC atau 94.9% dari total pasokan maksimum, kelangkaan (scarcity) menjadi faktor fundamental yang terus memperkuat daya tarik aset ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Utama Kenaikan Bitcoin

  1. Arus Masuk Dana Institusional melalui ETF
    Lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir tak lepas dari derasnya arus modal institusional ke produk-produk ETF kripto. Dengan regulasi yang kian ramah, investor institusi semakin percaya diri menempatkan dana mereka di BTC sebagai lindung nilai (hedging) sekaligus aset investasi jangka panjang.
  2. Kesadaran Pasar Akan Kelangkaan BTC
    Dengan total suplai yang hampir mencapai batas maksimum, pasar semakin menyadari pentingnya memiliki BTC sebelum pasokan habis. Faktor ini diperkuat oleh aksi penarikan Bitcoin dari bursa ke wallet pribadi, tanda bahwa investor lebih memilih menyimpannya ketimbang menjual.
  3. Stabilitas Ekonomi Global dan Inflasi
    Ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi mata uang fiat membuat banyak investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin, dengan sifat desentralisasi dan keterbatasan pasokannya, menjadi alternatif utama selain emas.
  4. Momentum Psikologis Menjelang Halving
    Walau halving Bitcoin berikutnya masih beberapa bulan lagi, antisipasi pasar sudah terasa. Secara historis, periode menjelang halving selalu mendorong harga naik karena ekspektasi penurunan suplai baru.

Prospek Bitcoin: Menembus Rekor Baru?

Dengan harga saat ini yang sudah mendekati $115,000, banyak analis memprediksi Bitcoin siap menguji kembali level tertingginya di $124,457.12.

Jika momentum bullish tetap terjaga, level psikologis $130,000 bukan mustahil tercapai sebelum akhir tahun. Namun, proyeksi ini tetap dibayangi risiko:

  • Kebijakan Moneter Global: Jika bank sentral memperketat suku bunga, aset berisiko seperti kripto bisa tertekan.
  • Regulasi: Walau tren saat ini cenderung positif, potensi aturan baru yang terlalu ketat dapat menimbulkan volatilitas jangka pendek.
  • Sentimen Pasar: Seperti biasa, berita makroekonomi, geopolitik, atau insiden besar di industri kripto bisa memicu aksi jual mendadak.

Meski begitu, arah jangka panjang tampak jelas. Bitcoin semakin diterima sebagai bagian dari portofolio investasi global, baik oleh ritel maupun institusi.

Dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $57.82 miliar USD, likuiditas pasar tetap terjaga, memperlihatkan minat yang masih tinggi terhadap aset digital terbesar ini.

Baca Juga: Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Bitcoin saat ini berada di fase krusial. Koreksi harian kecil bukanlah sinyal pelemahan, melainkan bagian alami dari siklus pasar.

Dengan dukungan arus masuk ETF, meningkatnya adopsi institusional, dan faktor fundamental berupa kelangkaan, BTC diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang.

Apabila momentum bullish berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mencetak rekor harga baru, sekaligus mempertegas posisinya sebagai aset digital paling berpengaruh di dunia.

Kuartal IV 2025 bisa menjadi panggung sejarah bagi BTC untuk melangkah lebih jauh, dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen utama dalam sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Naik ke $113.700: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Bitcoin kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto dengan kenaikan harga signifikan.

Berdasarkan data terbaru, harga BTC hari ini berada di kisaran $113.705,35 per BTC, naik sekitar +1,73% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini menyentuh $2,26 triliun USD, mempertegas posisinya sebagai aset digital terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Baca Juga: Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Pergerakan Harga Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111.860 hingga $114.836, mendekati level psikologis $115.000.

Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124.457, tren bullish jangka pendek menunjukkan minat beli yang kuat.

  • Perubahan harian: +$1.987,58 (+1,78%)
  • Perubahan 30 hari: +$5.130,70 (+4,72%)
  • Perubahan 90 hari: +$6.656,47 (+6,21%)

Kenaikan ini menandai pemulihan Bitcoin setelah sempat terkoreksi pada periode 60 hari lalu, di mana harga turun sekitar -0,84%.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

1. Optimisme Pasar Global

Investor kembali menunjukkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah adanya sinyal positif dari pasar keuangan global. Sentimen ini turut mendorong aliran modal masuk ke Bitcoin sebagai aset utama dalam ekosistem kripto.

2. Dominasi Institusional

ETF Bitcoin spot yang diluncurkan pada awal tahun terus menarik arus masuk modal. Produk keuangan ini memudahkan investor institusional untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa harus memegang aset fisiknya.

Data terbaru menunjukkan lonjakan volume transaksi ETF Bitcoin, menjadi salah satu katalis penguatan harga.

3. Keterbatasan Pasokan

Dengan 19,93 juta BTC yang telah beredar dari total maksimum 21 juta BTC, ketersediaan Bitcoin semakin langka.

Hal ini menjadi faktor fundamental yang selalu menopang nilai BTC dalam jangka panjang. Investor menilai kelangkaan ini sebagai aset lindung nilai, mirip dengan emas, terutama ketika inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

4. Kondisi Pasar Kripto Lebih Stabil

Meskipun volatilitas masih ada, pasar kripto relatif lebih stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks Fear and Greed untuk kripto menunjukkan pergeseran ke arah “Greed” (optimisme), mengindikasikan bahwa investor semakin percaya diri untuk kembali masuk ke pasar.

5. Tekanan Likuiditas Altcoin

Banyak investor memilih Bitcoin sebagai aset “safe haven” di dunia kripto dibanding altcoin yang cenderung lebih fluktuatif. Perpindahan modal ini juga ikut memperkuat harga BTC dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak dan Prospek ke Depan

Kenaikan Bitcoin ke level $113.700 memberikan beberapa sinyal penting:

  1. Level Support Baru
    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $113.000, maka area ini bisa menjadi level support yang kuat untuk kenaikan lebih lanjut menuju $118.000 – $120.000.
  2. Potensi Uji ATH
    Rekor tertinggi Bitcoin masih berada di $124.457. Dengan tren saat ini dan masuknya arus dana baru dari investor institusional, potensi untuk kembali menguji rekor tersebut semakin terbuka.
  3. Risiko Koreksi
    Meski tren saat ini cenderung bullish, pasar kripto tetap rawan koreksi mendadak. Volatilitas jangka pendek, tekanan regulasi, maupun pergerakan makroekonomi global bisa memicu aksi ambil untung (profit-taking).
  4. Faktor Halving
    Halving Bitcoin berikutnya, yang diperkirakan terjadi pada 2028, masih menjadi faktor psikologis yang diperhitungkan. Sejarah mencatat, periode pasca-halving seringkali memicu tren bullish jangka panjang.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Crash! Bitcoin Siap Bangkit Lagi?

Kenaikan harga Bitcoin menuju $113.700 memperlihatkan bahwa minat investor terhadap aset kripto terbesar ini tetap tinggi.

Kombinasi antara optimisme pasar global, dukungan institusional melalui ETF, serta sifat kelangkaan Bitcoin membuat BTC semakin kokoh sebagai aset digital utama.

Bagi investor, momentum ini bisa menjadi peluang untuk masuk atau memperkuat posisi, meskipun tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Dengan tren yang masih positif, Bitcoin berpeluang menguji kembali level tertinggi sepanjang masanya dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: 

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Pasar kripto kembali bergairah setelah Bitcoin (BTC), sang raja aset digital, menunjukkan penguatan harga signifikan dalam 24 jam terakhir.

Per Senin ini, harga Bitcoin tercatat di level $111,752.94 per BTC, naik +2.04% dibandingkan sehari sebelumnya.

Lonjakan ini langsung memberi sinyal positif bagi pasar yang dalam beberapa minggu terakhir lebih banyak diwarnai sentimen bearish.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,226.95 miliar USD dan volume perdagangan harian sebesar $37.10 miliar USD, Bitcoin kembali menegaskan dominasinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, pertanyaannya: apa yang menjadi pendorong kenaikan harga kali ini, dan bagaimana proyeksi BTC ke depannya?

Baca Juga: Altseason di Depan Mata? Dominasi Bitcoin Runtuh Lagi

Kenaikan Harga Bitcoin Hari Ini

Berdasarkan data pasar:

  • Harga BTC saat ini: $111,752.94
  • Kenaikan 24 jam: +$2,235.30 (+2.04%)
  • Kapitalisasi pasar: $2.22 triliun
  • Volume perdagangan: $37.10 miliar
  • Sirkulasi pasokan: 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan +3.24%, meskipun masih dibayangi koreksi -5.63% dalam 60 hari terakhir. Namun, jika ditarik ke horizon 90 hari, BTC tetap berada di jalur hijau dengan kenaikan +4.23%.

Pergerakan harian menunjukkan volatilitas sehat, dengan terendah 24 jam di $109,236.95 dan tertinggi $112,375.48. Angka ini memberi ruang bagi spekulasi bahwa level support baru mungkin terbentuk di kisaran $110,000.

Faktor Pendorong Kenaikan BTC

Beberapa faktor kunci yang memengaruhi reli harga Bitcoin kali ini antara lain:

  1. Pemulihan Sentimen Pasar
    Setelah beberapa hari tekanan jual, investor tampaknya kembali masuk ke pasar, terutama didorong oleh ekspektasi bahwa koreksi jangka menengah sudah mendekati titik jenuh.
  2. Likuiditas yang Menguat
    Volume perdagangan harian sebesar $37 miliar menunjukkan adanya arus masuk modal yang cukup besar. Lonjakan ini sering kali menjadi sinyal awal pergerakan bullish lebih panjang.
  3. Dukungan Fundamental
    Narasi jangka panjang Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan aset digital paling aman terus mendukung permintaan, terutama di kalangan investor institusional.
  4. Spekulasi Pra-Halving
    Meski halving berikutnya masih beberapa bulan lagi, sejarah menunjukkan bahwa periode pra-halving biasanya diwarnai oleh akumulasi besar-besaran yang sering memicu tren naik.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga Bitcoin

Kenaikan harga 2% dalam sehari memang memberi optimisme, namun bagaimana gambaran jangka pendek dan panjangnya?

  • Jangka Pendek (1–2 minggu):
    Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa menguji resistance kuat di kisaran $115,000–$118,000. Namun, jika gagal menembus, potensi konsolidasi kembali ke level $110,000 sangat mungkin terjadi.
  • Jangka Menengah (1–3 bulan):
    Dengan tren makro yang mulai membaik, BTC berpotensi mencoba mendekati $120,000. Level ini krusial karena cukup dekat dengan rekor tertinggi $124,457.12.
  • Jangka Panjang:
    Faktor halving, pertumbuhan adopsi institusional, dan meningkatnya adopsi aset kripto global menjadi katalis utama. Jika ketiganya bergerak selaras, Bitcoin berpotensi menembus rekor tertingginya dan membuka jalan menuju $130,000 atau lebih.

Baca Juga: Bitcoin Melemah ke $109 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Kenaikan +2% dalam 24 jam mungkin terlihat kecil, tetapi dalam konteks Bitcoin yang bernilai lebih dari $111,000, pergerakan ini mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih.

Lonjakan volume perdagangan dan sentimen positif menjadi sinyal bahwa tren bearish beberapa minggu terakhir mungkin mulai berbalik.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan. Investor diimbau untuk selalu memperhatikan level support dan resistance penting sebelum mengambil keputusan.

Saat ini, Bitcoin kembali menjadi sorotan utama pasar kripto. Jika momentum ini bisa bertahan, BTC mungkin sedang bersiap menuju reli besar berikutnya yang bisa mengguncang pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

Swift telah memilih Linea yang dikembangkan oleh Consensys untuk menguji coba transisinya dari pengiriman pesan antarbank tradisional ke komunikasi berbasis blockchain, menurut laporan The Big Whale.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan konsorsium perbankan global memilih jaringan lapisan-2 Ethereum setelah berbulan-bulan negosiasi untuk menguji bagaimana pengiriman pesan on-chain antarbank dapat menggantikan infrastruktur terpusat saat ini.

Lebih dari selusin bank akan berpartisipasi dalam uji coba ini, termasuk BNP Paribas dan BNY Mellon , dengan uji coba menguji transisi pengiriman pesan dan integrasi stablecoin.

“Proyek ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk terwujud, tetapi menjanjikan transformasi teknologi besar bagi industri pembayaran antarbank internasional,” kata seorang sumber di salah satu bank, sebagaimana dikutip dari Cryptoslate pada Minggu (28/9).

Baca Juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

Harga token asli Linea melonjak 10,6% dari $0,02544 menjadi $0,02814 dalam waktu satu jam setelah pengumuman. Saat berita ini ditulis, LINEA diperdagangkan pada harga $0,02806.

Pemilihan ini menandai masuknya Swift ke teknologi blockchain, menyusul pengumuman inisiatif aset digital pada September 2024 .

Pengumuman tersebut mengutip rencana untuk menguji transaksi Pengiriman – Pembayaran dan Pembayaran – Pembayaran multi-buku besar, yang menargetkan pasar aset token, yang diperkirakan akan mencapai $30 triliun pada tahun 2034.

Alasan Pemilihan Jaringan

Sumber itu mengatakan Swift memilih Linea secara khusus karena fitur kerahasiaan transaksinya, yang memanfaatkan bukti kriptografi canggih.

Konsorsium perbankan membutuhkan solusi blockchain yang menjaga perlindungan data dan kepatuhan peraturan, sekaligus menawarkan kecepatan, transparansi, dan kemampuan pemrograman yang lebih baik daripada metode pemrosesan pembayaran tradisional.

Dikembangkan oleh Consensys, Linea berfokus pada transaksi yang menjaga privasi melalui bukti tanpa pengetahuan, yang menjawab kebutuhan bank untuk menyelaraskan manfaat blockchain dengan kerangka kerja regulasi yang ada.

Koneksi jaringan ke Ethereum menyediakan infrastruktur yang mapan sementara teknologi lapisan-2 mengurangi biaya transaksi.

Swift menghubungkan lebih dari 11.000 lembaga keuangan di seluruh dunia melalui sistem pengiriman pesannya, memproses miliaran instruksi pembayaran setiap tahunnya.

Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

Fase Uji Coba

Arsitektur saat ini bergantung pada beberapa relai dan infrastruktur terpusat, yang menciptakan ketergantungan operasional yang dapat disederhanakan oleh teknologi blockchain.

Swift telah maju melalui berbagai eksperimen blockchain sejak mengumumkan strategi aset digitalnya.

Organisasi ini telah meluncurkan uji coba aset digital langsung di Amerika Utara, Eropa, dan Asia pada Oktober 2024 dan menyelesaikan uji coba penyelesaian dana tokenisasi dengan UBS Asset Management dan Chainlink pada November tahun yang sama.

Proyek percontohan Linea dibangun di atas upaya integrasi blockchain Swift yang lebih luas, yang mencakup partisipasi dalam Proyek Agora Bank for International Settlements dan kolaborasi dengan inisiatif mata uang digital bank sentral.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Melemah ke $109 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah setelah sempat mencatat kenaikan tipis di awal pekan.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (28/9), harga Bitcoin berada di level $109.414,48 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,18 triliun.

Angka ini menandai penurunan sekitar 0,31% dalam 24 jam terakhir, sementara pergerakan mingguan menunjukkan koreksi lebih tajam di kisaran -5,38%.

Meskipun koreksi ini relatif kecil dalam hitungan harian, tren konsolidasi yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir membuat para pelaku pasar bertanya-tanya: apakah ini sekadar retracement sehat atau sinyal awal tekanan lebih lanjut?

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

Performa Jangka Pendek hingga Menengah

Jika ditarik dalam periode lebih panjang, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan pola yang campuran:

  • 30 hari terakhir: turun -1,64%
  • 60 hari terakhir: turun -7,23%
  • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan tipis +1,03%

Data ini memperlihatkan bahwa, meski Bitcoin masih mampu bertahan di atas level psikologis $100.000, tren jangka menengahnya cenderung melemah.

Hal ini menegaskan adanya fase konsolidasi setelah harga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 beberapa waktu lalu.

Tekanan dari Pasar Global

Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi arah pergerakan Bitcoin:

  1. Kebijakan moneter global
    Bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, masih mempertahankan nada hati-hati dalam suku bunga. Hal ini membuat investor institusional cenderung menahan diri dari masuk lebih agresif ke aset berisiko seperti kripto.
  2. Sentimen makroekonomi
    Ketidakpastian pasar ekuitas dan gejolak harga energi juga memengaruhi arus modal global. Saat volatilitas meningkat, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, sehingga arus dana ke Bitcoin ikut tertekan.
  3. Volume perdagangan yang mengecil
    Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan BTC tercatat hanya $25,03 miliar, turun signifikan dibanding rata-rata bulanan. Penurunan volume ini biasanya menjadi sinyal pasar sedang wait and see.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Level Support dan Resistance

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran $109.000 – $110.000. Level support kuat saat ini diperkirakan berada di $108.000, sedangkan resistance terdekat ada di sekitar $112.000.

Jika support ditembus, peluang koreksi lebih dalam ke kisaran $105.000 terbuka. Sebaliknya, bila mampu menembus resistance, Bitcoin berpotensi kembali menguji level $115.000.


Prospek ke Depan

Meski harga saat ini menunjukkan pelemahan, prospek jangka panjang Bitcoin masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa banyak analis tetap optimis:

  • Faktor Halving: Peristiwa Bitcoin Halving terakhir yang terjadi awal tahun masih diharapkan memberi dorongan kenaikan harga dalam 12–18 bulan ke depan, seiring menurunnya suplai koin baru.
  • Adopsi institusional: Minat perusahaan besar dan lembaga keuangan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai inflasi dan diversifikasi portofolio semakin kuat. Produk ETF Bitcoin yang kian diterima di pasar tradisional juga memberi likuiditas tambahan.
  • Narasi aset digital global: Dengan semakin rapuhnya sistem keuangan tradisional, Bitcoin terus dipandang sebagai alternatif penyimpan nilai di luar sistem perbankan.

Baca Juga: Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

Koreksi terbaru Bitcoin menegaskan bahwa aset digital terbesar dunia ini masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah lonjakan harga besar beberapa bulan lalu.

Dengan harga saat ini di sekitar $109.000, Bitcoin masih jauh di atas level psikologis $100.000, meski juga belum mampu menembus kembali rekor tertinggi.

Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, terutama dengan prospek Halving dan adopsi institusional yang masih menjadi katalis utama.

Namun, untuk jangka pendek, volatilitas tetap tinggi, sehingga disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kejutan! AEVO Meroket, Sinyal Kebangkitan Pasar Derivatif Kripto

Pasar kripto kembali memberikan kejutan. Kali ini giliran AEVO, token yang relatif baru namun memiliki utilitas kuat di sektor derivatif kripto, mencatat lonjakan harga signifikan.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga AEVO melonjak 33,35%, diperdagangkan di kisaran $0,1303 per token.

Kenaikan ini membuat perhatian investor ritel maupun institusi kembali tertuju pada proyek yang sebelumnya sempat redup setelah mencetak harga tertingginya di $3,86.

Baca Juga: Kenal Kripto Aevo (AEVO): Inovasi di Dunia Derivatif Terdesentralisasi

Performa Terkini AEVO

Data perdagangan menunjukkan bahwa AEVO mencatat kapitalisasi pasar sekitar $119,17 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $936,76 juta.

Angka ini terlihat sangat besar jika dibandingkan dengan market cap-nya. Hal ini menandakan meningkatnya minat beli dan aktivitas spekulasi di pasar.

Dalam 24 jam terakhir, AEVO bergerak di antara $0,0972 (level terendah) hingga $0,1432 (level tertinggi), memperlihatkan volatilitas yang cukup tinggi.

Meski masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $3,86, kenaikan 33% sehari memberikan sinyal bahwa token ini kembali hidup di radar investor.

Penyebab Lonjakan Harga AEVO

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan kenaikan drastis harga AEVO:

  1. Peningkatan Aktivitas Derivatif
    AEVO terintegrasi dengan platform derivatif yang fokus pada opsi (options) dan futures aset kripto. Ketika minat terhadap produk turunan meningkat, permintaan AEVO sebagai token ekosistem juga ikut terdongkrak.
  2. Lonjakan Volume Perdagangan
    Volume harian hampir $1 miliar menandakan adanya aliran modal besar yang masuk. Lonjakan volume seringkali mendahului pergerakan harga signifikan karena menandakan kepercayaan pasar sedang meningkat.
  3. Sentimen Pasar Kripto yang Lebih Positif
    Meskipun Bitcoin baru saja terkoreksi, beberapa altcoin dengan utilitas nyata justru mendapat aliran dana dari investor yang mencari peluang jangka pendek. AEVO termasuk dalam kelompok ini.
  4. Spekulasi Jangka Pendek
    Harga AEVO yang jauh di bawah all-time high membuat token ini menarik bagi trader momentum. Dengan potensi “diskon” lebih dari 95% dari puncaknya, banyak pelaku pasar melihat peluang untuk mengambil keuntungan dari pergerakan jangka pendek.
Pergerakan harga Aevo (AEVO/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aevo (AEVO/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek AEVO ke Depan

Meski kenaikan 33% dalam sehari sangat mengesankan, prospek jangka menengah hingga panjang AEVO perlu dianalisis secara hati-hati.

  1. Peluang
    • Utilitas Ekosistem: AEVO berada di sektor derivatif kripto yang semakin populer, terutama setelah adopsi produk opsi Bitcoin dan Ethereum oleh trader institusional.
    • Potensi Rebound: Jika tren volume tetap tinggi, harga AEVO bisa mencoba menembus level psikologis baru di $0,20 dalam waktu dekat.
    • Adopsi Lebih Luas: Jika tim pengembang AEVO mampu memperluas integrasi platform dan menarik lebih banyak pengguna, prospek fundamentalnya akan semakin solid.
  2. Tantangan
    • Volatilitas Ekstrem: Lonjakan harga cepat sering kali diikuti dengan aksi ambil untung (profit taking) yang menekan harga kembali.
    • Persaingan Ketat: AEVO bersaing dengan proyek besar di sektor derivatif kripto seperti dYdX dan GMX yang sudah lebih mapan.
    • Kurangnya Data Fundamental: Informasi terkait pasokan sirkulasi penuh, tokenomics, dan roadmap pengembangan AEVO masih terbatas, sehingga menambah ketidakpastian bagi investor jangka panjang.

Analisis Teknis Singkat

Secara teknis, level support terdekat AEVO kini berada di sekitar $0,10, sedangkan resistance kuat ada di kisaran $0,15 – $0,16.

Jika volume tetap terjaga, breakout di atas resistance ini bisa membuka jalan menuju target jangka pendek di $0,20 – $0,25.

Namun, jika gagal mempertahankan momentum, AEVO berisiko kembali turun mendekati area $0,09.

Baca Juga: Penyebab Harga Kripto Hari Ini Bisa Naik atau Turun dan Alasannya

Kenaikan 33% dalam 24 jam menjadikan AEVO salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar kripto saat ini. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya volume perdagangan, spekulasi investor, dan potensi utilitas di sektor derivatif kripto.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Dengan volatilitas tinggi dan informasi fundamental yang masih terbatas, pergerakan harga AEVO bisa berbalik arah dengan cepat.

Meski demikian, bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi, AEVO menawarkan peluang menarik sebagai salah satu aset dengan potensi pertumbuhan cepat di tengah dinamisnya pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Setelah melewati fase koreksi beruntun dalam beberapa minggu terakhir, harga aset digital terbesar ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Per 25 September 2025, harga Bitcoin tercatat di level $109,676.58 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,185.50 miliar USD.

Lonjakan sebesar +0.33% dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal positif yang dinantikan oleh para pelaku pasar, meskipun volatilitas masih membayangi.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Anjlok, Apakah Bitcoin Siap Balik Arah?

Dinamika Harga: Dari Koreksi ke Pemulihan

Dalam sebulan terakhir, Bitcoin sempat mengalami tekanan yang cukup signifikan.

Jika dibandingkan dengan periode 30 hari lalu, harga BTC masih melemah -2.69%, bahkan dalam 60 hari terakhir penurunan lebih dalam tercatat -7.54%. Namun, data 90 hari memperlihatkan tren yang lebih sehat, dengan kenaikan sekitar +2.24%.

Dengan pergerakan harga yang fluktuatif ini, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang berada di $124,457.12, tetapi mulai menjauh dari titik terendah dalam 24 jam terakhir di $108,728.98 menuju ke level tertinggi $110,359.19.

Pergerakan intraday ini menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai kembali masuk ke pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mendorong Peningkatan Bitcoin

Beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong kebangkitan harga Bitcoin antara lain:

  1. Stabilitas Pasar Pasca Koreksi
    Investor tampaknya melihat level koreksi terakhir sebagai area akumulasi yang menarik. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya volume perdagangan harian sebesar $54 miliar, menandakan adanya minat baru yang masuk ke pasar.
  2. Ketahanan Fundamental Bitcoin
    Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta, Bitcoin semakin mendekati kelangkaan pasokan. Kondisi ini secara jangka panjang memberi tekanan positif pada harga karena faktor penawaran yang terbatas.
  3. Likuiditas Tinggi dan Kapitalisasi Pasar Solid
    Kapitalisasi pasar Bitcoin yang masih bertengger di atas $2 triliun menjadi bukti kuat bahwa aset ini tetap menjadi pilihan utama investor institusional maupun ritel. Bahkan ketika pasar kripto lain menunjukkan tren melemah, BTC tetap menjadi jangkar stabilitas.

Prospek Jangka Pendek dan Panjang

Meskipun dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih mencatatkan penurunan -5.13%, momentum kecil yang terjadi dalam 24 jam terakhir menjadi indikasi bahwa fase koreksi mulai berkurang.

Jika BTC mampu menembus level resistensi psikologis di atas $110,000, maka peluang menuju kisaran $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu mendatang terbuka lebar.

Namun, jika gagal bertahan di atas $108,000, risiko penurunan lanjutan menuju level support kuat di $105,000 masih perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, pergerakan dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga AS dan arus masuk modal dari institusi.

Dalam jangka panjang, prospek Bitcoin masih tetap bullish. Faktor halving yang semakin dekat, meningkatnya adopsi institusional, serta status Bitcoin sebagai “emas digital” dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, menjadi landasan optimisme banyak analis.

Baca Juga: Gawat! Harga Bitcoin Anjlok Terus, $100 Ribu Tinggal Kenangan?

Oleh sebab itu, kenaikan tipis Bitcoin di tengah tekanan pasar saat ini memberi sinyal titik balik penting bagi para investor.

Meskipun tren jangka pendek masih penuh tantangan, fundamental Bitcoin yang kuat dan posisinya sebagai aset digital utama memberi keyakinan bahwa BTC akan terus menjadi pusat perhatian.

Pasar saat ini sedang menguji kesabaran investor: apakah BTC akan benar-benar keluar dari fase koreksi menuju tren bullish baru, atau hanya sekadar rebound sementara. Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin menuju rekor harga baru masih jauh dari kata selesai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gawat! Harga Bitcoin Anjlok Terus, $100 Ribu Tinggal Kenangan?

Bitcoin kembali memasuki fase koreksi setelah harga anjlok ke level $109,622.36 per BTC.

Angka ini mencerminkan penurunan sebesar -2,87% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar turun ke $2,18 triliun USD.

Dalam seminggu terakhir, Bitcoin bahkan sudah melemah -6,45%, memperlihatkan tekanan jual yang semakin nyata di pasar kripto global.

Meskipun koreksi harga bukan hal baru dalam perjalanan Bitcoin, skala penurunannya kali ini memicu spekulasi apakah ini hanyalah “nafas panjang” sebelum reli berikutnya atau tanda awal tren bearish yang lebih serius.

Baca Juga: Panik Melanda! Crypto Fear and Greed Index Turun, Bitcoin Terjun Lagi

Tekanan Jangka Pendek

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Kebijakan Suku Bunga The Fed
    Investor global tengah menantikan arah kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat terkait suku bunga. Ekspektasi terhadap suku bunga yang tetap tinggi membuat pasar risk-on, termasuk kripto, mengalami tekanan. Modal besar lebih memilih aset aman seperti obligasi, alih-alih menaruh dana pada instrumen berisiko tinggi.
  2. Tekanan Jual dari Whale dan Institusi
    Data on-chain menunjukkan adanya pergerakan signifikan dari dompet whale ke bursa. Lonjakan volume perdagangan harian hingga $74,79 miliar USD memberi indikasi bahwa sebagian besar transaksi didominasi aksi jual, bukan akumulasi.
  3. Ketidakpastian Regulasi Global
    Meski adopsi kripto kian meluas, isu regulasi masih menghantui pasar. Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga beberapa negara Asia tengah memperketat aturan terkait stablecoin, pertukaran aset digital, hingga pajak kripto. Hal ini membuat investor ritel ragu untuk masuk lebih dalam.

Koreksi Masih dalam Batas Wajar

Jika dilihat dari tren harga dalam 90 hari terakhir, Bitcoin masih mencatatkan kenaikan +2,3%.

Namun, dalam 60 hari terakhir, penurunan sudah mencapai -8,29%, menandakan tren bearish jangka menengah sedang terbentuk.

Level support kuat saat ini berada di kisaran $108,500 – $109,000. Jika Bitcoin gagal mempertahankan area ini, potensi pelemahan lebih dalam menuju $105,000 bahkan $100,000 bukan hal yang mustahil.

Sebaliknya, untuk kembali bullish, Bitcoin perlu menembus kembali level $113,000 – $115,000. Sayangnya, dengan tekanan makro yang masih tinggi, peluang rebound dalam waktu dekat tampak terbatas.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga ke Depan: Risiko vs Harapan

  1. Jangka Pendek (1–4 Minggu ke Depan)
    Sentimen negatif dari makro ekonomi dan aksi jual investor besar berpotensi membuat Bitcoin terus bergerak sideways hingga bearish. Harga bisa tetap berada di kisaran $108,000 – $112,000.
  2. Jangka Menengah (1–3 Bulan)
    Jika The Fed mulai memberi sinyal pelonggaran suku bunga, Bitcoin bisa mendapatkan dorongan untuk pulih. Target harga optimistis berada di sekitar $118,000 – $120,000, sementara skenario terburuknya bisa kembali menguji $100,000.
  3. Jangka Panjang (Akhir Tahun)
    Faktor fundamental Bitcoin masih sangat kuat, terutama dengan keterbatasan suplai maksimum 21 juta BTC dan semakin dekatnya siklus pasca-halving. Selama adopsi institusi terus meningkat, harga Bitcoin masih punya peluang mencetak rekor baru di atas $124,000, meski jalannya akan penuh liku.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Penurunan harga Bitcoin ke level $109 ribu mencerminkan kombinasi faktor makroekonomi, aksi jual investor besar, dan ketidakpastian regulasi.

Walau terlihat mengkhawatirkan, koreksi ini masih dalam pola alami pasar kripto yang memang sangat volatil.

Bagi investor jangka panjang, fase ini bisa dilihat sebagai momen akumulasi dengan strategi hati-hati.

Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tinggi justru bisa menghadirkan risiko besar bila tidak disertai manajemen risiko yang tepat.

Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin tidak pernah datar. Dari setiap koreksi, selalu ada peluang baru—baik untuk penguatan fundamental maupun pergeseran tren harga ke level berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com