Tag Archives: aset kripto

Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

Bitcoin (BTC), raja mata uang kripto, kembali menjadi sorotan pasar setelah harganya mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga BTC saat ini berada di kisaran $111.733,97, turun -0,28% dari hari sebelumnya.

Meski penurunan tampak kecil dalam skala harian, tren jangka pendek menunjukkan sinyal yang lebih mengkhawatirkan: Bitcoin melemah -4,86% dalam sepekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di level $2,22 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $49 miliar.

Angka-angka ini menegaskan bahwa meski harga menurun, aktivitas perdagangan tetap tinggi yang menandakan ketidakpastian besar di kalangan investor.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Seberapa Serius Penurunan Ini?

Jika ditarik ke belakang, performa Bitcoin dalam 30 dan 90 hari terakhir masih menunjukkan sisi positif.

Dalam 30 hari terakhir, BTC naik +1,58%, sementara dalam 90 hari terakhir tumbuh +3,92%.

Namun, data 60 hari terakhir memperlihatkan penurunan cukup tajam sebesar -5,44%, yang menjadi indikasi volatilitas masih sangat tinggi.

Di sisi teknikal, pergerakan BTC dalam 24 jam terakhir mencatat level terendah di $111.682,34 dan tertinggi di $113.986,27. Jarak yang cukup lebar ini menunjukkan volatilitas intraday yang signifikan.

Lebih jauh lagi, bila dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa ($124.457,12), harga Bitcoin saat ini masih terpaut sekitar 10% lebih rendah.

Pertanyaan besarnya: apakah ini tanda awal tren bearish yang lebih dalam, atau justru fase konsolidasi sebelum kenaikan berikutnya?

Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

  1. Kondisi Makroekonomi Global
    Gejolak pasar saham global, kenaikan suku bunga di beberapa negara, serta ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama yang menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka di aset volatil seperti Bitcoin.
  2. Pengambilan Keuntungan oleh Investor
    Setelah sempat menyentuh level di atas US$113.000, banyak investor jangka pendek melakukan aksi profit-taking. Tekanan jual ini menciptakan arus keluar likuiditas yang cukup besar dan menekan harga.
  3. Volatilitas Pasar Kripto Secara Umum
    Penurunan harga altcoin besar seperti Ethereum dan BNB juga ikut menyeret sentimen pasar. Karena Bitcoin sering menjadi indikator utama, tekanan pada altcoin bisa memperkuat tren negatif di BTC.
  4. Sentimen Regulasi
    Perdebatan mengenai regulasi kripto di Amerika Serikat dan Eropa membuat sebagian investor ragu. Ketidakjelasan aturan masih menjadi “bayangan gelap” yang menahan pertumbuhan harga Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?

Meski saat ini Bitcoin berada dalam tekanan, sejumlah analis melihat ada peluang rebound dalam jangka menengah.

Jika BTC mampu bertahan di atas level $111.000 sebagai support psikologis, maka ada potensi harga kembali menguji area resistance di kisaran $114.000 – $115.000.

Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan support $111.000 ditembus, maka Bitcoin berpotensi turun ke level berikutnya di sekitar $108.000 – $109.000.

Faktor yang bisa menjadi katalis pemulihan antara lain:

  • Masuknya investor institusional baru melalui produk-produk ETF Bitcoin yang semakin populer.
  • Peningkatan adopsi dalam ekosistem pembayaran dan DeFi.
  • Stabilitas makroekonomi, khususnya bila bank sentral melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga: Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Penurunan harga Bitcoin ke level $111.733,97 bukanlah sekadar angka statistik, melainkan cerminan sentimen pasar yang sedang rapuh.

Tekanan global, aksi jual investor, hingga faktor regulasi membentuk badai yang menekan BTC. Namun, sejarah telah membuktikan bahwa Bitcoin kerap mampu bangkit setelah periode koreksi tajam.

Kini, pasar berada di persimpangan jalan: apakah Bitcoin akan melanjutkan penurunannya menuju level support baru, atau justru bangkit dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa?

Satu hal yang pasti, volatilitas tetap menjadi sahabat sekaligus musuh bagi investor kripto. Bagi mereka yang berani mengambil risiko, momen seperti ini bisa menjadi peluang emas.

Tetapi, bagi yang kurang siap menghadapi gejolak harga, kehati-hatian adalah kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gawat! Harga Bitcoin Terjebak di $112 Ribu, Apakah Ini Akhir dari Reli?

Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya sebagai aset kripto terbesar dunia.

Per hari ini, Rabu (24/9), Tokocrypto mencatat harga Bitcoin berada di level $112,171.57 per BTC, menandai kenaikan tipis sebesar +0.08% dalam 24 jam terakhir.

Meski pergerakannya terbilang stabil, aset digital ini tetap menjadi sorotan utama para investor global karena kapitalisasi pasarnya yang mencapai $2,235.06 miliar USD, menjadikannya penguasa tak tergoyahkan di posisi nomor satu dalam ekosistem kripto.

Performa Harga Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111,535.57 sebagai titik terendah hingga $113,351.91 sebagai titik tertinggi.

Meski fluktuasi ini tergolong wajar, volatilitas tetap menjadi karakteristik utama aset digital ini. Adapun rekor tertinggi Bitcoin masih bertengger di level $124,457.12, sehingga harga saat ini masih sekitar 10% di bawah puncaknya.

Secara historis, data perbandingan harga menunjukkan dinamika yang menarik:

  • Hari ini: naik tipis $85.70 (+0.08%)
  • 30 hari terakhir: turun $1,208.90 (-1.07%)
  • 60 hari terakhir: terkoreksi $5,397.11 (-4.59%)
  • 90 hari terakhir: justru menguat $4,460.72 (+4.14%)

Tren ini menegaskan bahwa meski jangka pendek cenderung melemah, Bitcoin tetap menunjukkan potensi pemulihan di horizon menengah.

Posisi Fundamental

Pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada di angka 19.93 juta BTC, atau sekitar 94.88% dari total maksimum 21 juta BTC yang dapat ditambang.

Dengan keterbatasan suplai ini, banyak analis menilai Bitcoin tetap memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam terakhir mencapai $46.17 miliar USD, mencerminkan tingginya minat pasar sekalipun kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.

Proyeksi Harga Bitcoin

Beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak dalam kisaran $110,000–$115,000 dalam waktu dekat, dengan catatan volatilitas masih mungkin menekan harga ke bawah.

Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta regulasi kripto global akan sangat menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dalam jangka menengah hingga panjang, Bitcoin tetap dipandang memiliki potensi bullish, terutama dengan mendekatnya halving berikutnya yang historisnya sering menjadi katalis kenaikan harga signifikan.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai koreksi jangka pendek yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saran bagi Investor

Bagi investor baru, kondisi harga saat ini bisa dianggap sebagai momen akumulasi hati-hati. Dengan posisi Bitcoin yang masih jauh di bawah rekor tertingginya, peluang profit jangka panjang tetap terbuka.

Namun, penting untuk memperhatikan prinsip manajemen risiko karena pergerakan harga Bitcoin sering kali tidak terduga.

Untuk investor berpengalaman, strategi dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pilihan bijak. Dengan membeli Bitcoin secara bertahap dalam jumlah tetap, risiko volatilitas harian dapat diminimalkan.

Di sisi lain, trader jangka pendek mungkin dapat memanfaatkan fluktuasi harian antara level support di sekitar $111,000 dan resistance di kisaran $113,500.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Bitcoin kembali menunjukkan posisinya sebagai aset dominan di dunia kripto dengan kapitalisasi pasar yang menembus lebih dari $2.2 triliun USD.

Meski kenaikan harga harian relatif kecil, potensi jangka panjangnya tetap menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, ditambah momentum fundamental seperti halving yang akan datang, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, volatilitas jangka pendek tak bisa diabaikan, sehingga investor diingatkan untuk selalu disiplin dalam strategi, baik dalam investasi jangka panjang maupun trading harian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto Segera Masuk Dana Pensiun di AS, Peluang Emas Investor?

Para legislator di Kongres AS sedang mengupayakan agar Securities and Exchange Commission (SEC) memperluas aturan pensiun 401(k) untuk mengizinkan aset kripto, seperti Bitcoin, sebagai pilihan investasi.

Gerakan ini berasal dari eksekutif order yang ditandatangani Donald Trump pada 7 Agustus tahun ini, yang menginstruksikan regulator agar merombak regulasi plan pensiun agar memungkinkan alokasi ke kripto.

Anggota Kongres seperti French Hill, Ann Wagner, dan Warren Davidson menjadi pengusung utama inisiatif ini.

Mereka meminta SEC untuk menindaklanjuti eksekutif order tersebut dan memperjelas aturan agar peserta 401(k) bisa memilih kripto sebagai bagian dari alokasi aset mereka.

Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

Eksekutif Order dan Tekanan Regulasi

Perintah eksekutif (executive order) dari Trump memerintahkan agar perubahan regulasi dilakukan sehingga peserta 401(k) memiliki akses ke investasi kripto.

Regulasi pensiun ini sebelumnya sangat dibatasi — pilihan aset biasanya mencakup saham, obligasi, dan investasi tradisional lainnya.

Dengan order ini, muncul tuntutan agar pengaturan fidusia (fiduciary rules) dan regulasi keuangan terkait diubah agar mengakomodasi aset digital.

Legislator yang mendorong hal ini menyampaikan bahwa akses ke apa yang mereka sebut sebagai “sound money” seperti Bitcoin melalui kendaraan pensiun adalah sesuatu yang telah lama tertunda.

Menurut laporan Coincu pada Selasa (23/9), mereka menganggap bahwa regulasi saat ini belum mengimbangi inovasi dan permintaan publik.

Potensi Dampak terhadap Pasar & Pensiun

Jika SEC menyetujui perubahan regulasi, konsekuensinya akan dua arah:

Aliran Modal ke Kripto
Rencana pensiun 401(k) melibatkan miliaran dolar di AS. Apabila aturan berubah dan peserta mulai memasukkan kripto ke dalam portofolio pensiun mereka, bisa terjadi aliran modal yang signifikan ke aset seperti Bitcoin. Hal ini akan memperkuat legitimasi kripto di mata investor institusi dan publik secara umum.

Perubahan Paradigma Pensiun
Tradisionalnya, portofolio pensiun difokuskan pada aset yang dianggap aman atau stabil—saham blue chip, obligasi pemerintah, reksa dana yang konservatif.

Masuknya kripto akan menyebabkan diversifikasi yang lebih besar, tetapi juga membawa risiko yang lebih tinggi: volatilitas, regulasi yang tidak pasti, dan isu keamanan aset digital.

Peserta pensiun dan manajer dana pensiun akan perlu mempertimbangkan risiko-risiko ini secara matang.

Tantangan Utama & Masalah yang Harus Diselesaikan

Meskipun niatnya muncul dari parlementer yang cukup berpengalaman, ada sejumlah hambatan yang harus diatasi:

  • Regulasi Fidusia: SEC dan pelaku pasar pensiun harus mengklarifikasi kewajiban fiduciary mereka jika aset yang sangat fluktuatif seperti kripto menjadi bagian dari pilihan investasi. Bagaimana tanggung jawab jika nilai aset merosot tajam?
  • Keamanan & Custody: Penyimpanan aman (custody) kripto adalah isu besar—bagaimana dana pensiun bisa menjamin keamanan penyimpanan aset digital, pelindung dari hack, penipuan, kehilangan kunci pribadi, dll.
  • Volatilitas & Risiko Likuiditas: Krisis pasar dan fluktuasi ekstrem bisa memperparah risiko. Aset tradisional memiliki rekam jejak yang lebih panjang dalam menghadapi kondisi pasar buruk.
  • Penerimaan Institusional & Infrastruktur: Meskipun ada langkah menuju adopsi institusional, beberapa entitas keuangan dan perusahaan asuransi masih ragu-ragu untuk menyediakan layanan investasi kripto dalam rencana pensiun karena regulasi yang belum jelas dan isu tatakelola.

Pandangan Para Legislator & Pelaku Pasar

Warren Davidson, salah satu pengusul, secara terbuka menyebut bahwa akses ke kripto melalui rencana pensiun adalah sebuah langkah yang “terlambat diterapkan”.

Baginya, ini adalah bagian dari demokratisasi keuangan: memberikan warga biasa kesempatan yang sama dengan investor institusi dalam memilih alokasi investasi mereka.

Dalam riset Coincu, mereka memperkirakan bahwa apabila regulasi berubah, pengaruhnya tidak hanya terhadap Bitcoin, tetapi juga memperkuat posisi kripto secara umum di pasar keuangan, termasuk dalam produk-produk institusional dan regulasi fiduciary.

Berpotensi Terwujud?

Walau permintaan dan momentum cukup kuat, apakah SEC akan segera merombak regulasi 401(k) untuk memasukkan kripto? Beberapa faktor yang bisa mendorongnya:

  • Tekanan politik dari legislator yang memiliki basis pemilih yang mendukung kripto.
  • Komunitas kripto dan investor ritel yang semakin vokal soal kebutuhan akan akses investasi kripto melalui jalur formal dan pensiun.
  • Perubahan regulasi yang lebih luas di sektor keuangan digital yang membuat kripto menjadi bagian dari diskusi regulasi fiskal, pajak, dan pasar modal.

Namun, hambatan besar masih nyata: regulator khawatir dengan risiko bagi investor ritel, ketidakpastian hukum, kurangnya standarisasi penyimpanan kripto, dan potensi kerugian.

Baca Juga: Menanti Upaya SEC Membuka Pintu Besar untuk Revolusi Kripto

SEC mungkin memilih pendekatan hati-hati, mulai dengan persyaratan keamanan dan kewajiban pelaporan yang ketat, atau membatasi bagian kripto dalam portofolio sebagai persentase kecil saja.

Usulan agar SEC mengizinkan kripto dalam rencana pensiun 401(k) adalah salah satu langkah paling signifikan menuju resmi dan mainstream-nya aset digital di AS.

Bila terealisasi, ini bukan hanya akan membawa aliran modal besar ke pasar kripto, tetapi juga mengubah cara banyak orang memandang dan menyusun masa depan keuangan mereka.

Tetapi, seperti semua inisiatif regulasi yang melibatkan teknologi baru dan aset berisiko tinggi, kesuksesan tergantung pada bagaimana detail aturan dibuat — dari keamanan hingga transparansi hingga proteksi investor.

Nantikan apakah SEC akan menjawab seruan legislator dengan langkah konkrit ataukah isu-isu ini akan menghasilkan kompromi yang setengah hati.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Kabar buruk menghampiri para investor aset digital. Pasalnya, harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (22/9), harga BTC saat ini berada di level $114,340.36 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,278.04 miliar.

Kemudian dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi -1,14%, dengan volume perdagangan sebesar $27,18 miliar. Angka ini menandai penurunan harian sebesar $1,319.29 (-1,14%), serta penurunan mingguan -0,97%.

Dalam jangka waktu 30 hari, BTC turun -1,25%, bahkan lebih dalam di 60 hari terakhir dengan koreksi -3,97%.

Meski demikian, jika melihat pergerakan 90 hari, Bitcoin masih membukukan kenaikan +8,81%, mencerminkan bahwa tren bullish jangka menengah belum sepenuhnya.

Baca Juga: Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Alasan Harga Bitcoin Turun

Hasil minor yang didapatkan oleh Raja aset digital ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir, diantaranya:

  1. Koreksi Pasar Global
    Pasar keuangan global tengah menghadapi tekanan dari ketidakpastian makroekonomi, termasuk kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi yang dipertahankan The Fed. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto.
  2. Minimnya Volume Perdagangan
    Volume perdagangan BTC dalam 24 jam terakhir berada di kisaran $27 miliar, relatif rendah dibanding periode volatil sebelumnya. Minimnya likuiditas sering kali menjadi sinyal lemahnya minat beli sehingga harga lebih mudah terdorong turun.
  3. Tekanan Jangka Pendek dari Whale
    Aktivitas penjualan dari investor besar (whales) turut menambah tekanan. Setiap aksi ambil untung di area $115K tampaknya menjadi penghalang Bitcoin untuk melanjutkan reli.
  4. Keterkaitan dengan Altcoin
    Pasar altcoin yang juga mengalami koreksi memberikan efek domino terhadap BTC. Sebagai aset kripto utama, arah Bitcoin biasanya sangat berkorelasi dengan performa altcoin besar.

Gambaran Teknis: Level Penting BTC

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat titik terendah di $114,237.21 dan tertinggi di $115,901.09. Angka ini menunjukkan rentang perdagangan yang cukup sempit, menandakan fase konsolidasi.

Support kuat diperkirakan berada di kisaran $113K – $114K. Jika level ini ditembus, BTC berpotensi turun ke bawah $112K.

Resistance terdekat ada di $116K – $117K, yang menjadi kunci bagi Bitcoin untuk memulihkan tren bullish jangka pendek.

Sedangkan rekor tertinggi Bitcoin masih tercatat di $124,457.12, yang kini menjadi target jangka menengah apabila sentimen positif kembali.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun koreksi jangka pendek sedang berlangsung, prospek jangka menengah dan panjang BTC masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa Bitcoin bisa kembali pulih:

  1. Adopsi Institusional Terus Meningkat
    Masuknya institusi besar ke dalam pasar kripto, termasuk melalui produk ETF Bitcoin spot, terus mendorong legitimasi aset digital ini. Arus modal institusional dapat memperkuat harga dalam jangka panjang.
  2. Halving Efek Masih Berlanjut
    Halving Bitcoin terakhir masih berpotensi memberikan efek bullish dalam beberapa bulan ke depan. Secara historis, periode setelah halving sering diikuti kenaikan signifikan.
  3. Narasi Safe Haven
    Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Bitcoin semakin dipandang sebagai “emas digital”. Permintaan dari investor ritel maupun korporasi bisa meningkat seiring kebutuhan diversifikasi aset.
  4. Tren Teknologi dan Regulasi
    Dukungan regulasi di beberapa negara besar serta adopsi blockchain untuk infrastruktur keuangan dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Konsolidasi Sebelum Pergerakan Besar

Penurunan Bitcoin ke level $114 ribu saat ini bisa dipandang sebagai fase konsolidasi alami setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir. Meski sentimen jangka pendek masih tertekan, indikator fundamental menunjukkan bahwa BTC belum kehilangan momentumnya.

Jika BTC mampu bertahan di atas $114 ribu dan menembus resistance $116 ribu, potensi reli menuju $120 ribu terbuka lebar. Namun, bila support jebol, investor harus waspada dengan risiko koreksi lebih dalam ke bawah $112 ribu.

Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, sementara bagi trader, volatilitas saat ini menjadi ajang untuk mencari momentum breakout berikutnya.

Satu hal yang pasti: Bitcoin masih menjadi pusat perhatian dunia kripto, dan setiap pergerakannya tetap memegang kunci arah pasar aset digital global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tarik-ulur harga yang ketat.

Data terbaru di Tokocrypto pada Minggu (21/9) memperlihatkan bahwa harga BTC berada di level $115,610.52 per koin, nyaris tidak bergerak dengan penurunan tipis -0,04% dalam 24 jam terakhir.

Meski koreksi harian terlihat kecil, dinamika pasar kripto saat ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Bitcoin sedang bersiap melanjutkan reli, atau justru terancam koreksi lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harian: Stabil tapi Rawan

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $115,519.08 (terendah) hingga $116,191.15 (tertinggi).

Rentang ini cukup sempit, menandakan adanya fase konsolidasi. Dengan kapitalisasi pasar $2,303.34 miliar USD dan volume perdagangan harian $23.27 miliar, BTC tetap menjadi jangkar utama industri kripto.

Namun, penurunan volume perdagangan juga bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang menahan diri, menunggu katalis besar berikutnya.

Tren Jangka Pendek dan Menengah

Jika melihat riwayat harga, Bitcoin masih memperlihatkan performa campuran:

  • Harian: turun tipis -0,04%
  • 7 hari terakhir: melemah -0,19%
  • 30 hari terakhir: naik +2,42%
  • 60 hari terakhir: terkoreksi -2,73%
  • 90 hari terakhir: menguat signifikan +13,86%

Artinya, meski jangka pendek memperlihatkan sedikit pelemahan, secara jangka menengah tren masih cenderung positif.

BTC berhasil mempertahankan posisi kuat di atas $115.000, bahkan setelah sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Alasan Harga Bitcoin Menurun

Beberapa faktor utama yang mendorong pelemahan tipis BTC hari ini antara lain:

  1. Likuiditas Pasar Menyusut
    Volume perdagangan harian yang menurun ke $23,27 miliar menunjukkan berkurangnya minat beli. Investor cenderung wait and see menjelang data ekonomi global baru.
  2. Tekanan Makroekonomi
    Ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Jangka Pendek
    Setelah reli panjang dalam 90 hari terakhir yang mengangkat BTC lebih dari +13%, aksi ambil untung (profit-taking) dari investor jangka pendek mulai terlihat.
  4. Level Psikologis $120,000
    Gagalnya BTC menembus kembali resistance kuat di sekitar $120,000 membuat pasar sedikit kehilangan momentum, sehingga harga bergerak datar.

Analisis Pasar dan Proyeksi Harga

Dengan 19,92 juta BTC yang sudah beredar atau sekitar 94,87% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin langka.

Namun, kelangkaan ini justru memperbesar spekulasi dan volatilitas harga.

  • Skenario Bullish:
    Jika BTC mampu bertahan di atas support $115,000, peluang untuk kembali menguji level $118,000 hingga $120,000 masih terbuka. Katalis positif seperti arus masuk dana institusi atau sentimen regulasi yang lebih ramah dapat mendorong reli lebih lanjut.
  • Skenario Bearish:
    Jika harga tembus di bawah $114,500, pasar bisa menyaksikan koreksi yang lebih dalam, dengan target berikutnya di kisaran $110,000. Sentimen negatif dari ekonomi global atau tekanan regulasi bisa memperkuat skenario ini.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Bitcoin di Persimpangan Jalan

Meski terlihat stabil di $115,610, kondisi pasar Bitcoin saat ini sedang berada di persimpangan.

Investor dihadapkan pada dilema: apakah menunggu momentum bullish baru atau bersiap menghadapi koreksi jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,3 triliun, BTC tetap menjadi jangkar industri kripto. Namun, arah selanjutnya sangat ditentukan oleh kekuatan pembeli menghadapi tekanan global.

Satu hal yang pasti: volatilitas tetap menjadi “jiwa” Bitcoin. Dan seperti biasa, pasar bisa berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

Intinya, Bitcoin hari ini seolah tampak tenang di permukaan, tetapi potensi gelombang besar bisa segera datang.

Apakah akan mengarah ke reli baru atau koreksi lebih dalam, investor perlu bersiap sejak sekarang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!

Di saat mayoritas mata uang kripto mengalami fluktuasi moderat, Lista (LISTA) justru tampil mengejutkan.

Dalam 24 jam terakhir, harga LISTA melonjak +27.22%, menjadikannya salah satu aset dengan performa harian terbaik di pasar.

Harga LISTA saat ini tercatat di $0.370322 per (LISTA/USD), dengan kapitalisasi pasar mencapai $90.98 juta dan volume perdagangan harian yang luar biasa tinggi sebesar $246.01 juta.

Bahkan dalam sekejap, altcoin ini menyedot perhatian para trader dan analis.

Baca Juga: Binance Megadrop Sambut Lista DAO, Harga Diramal 11 USDT

Data Harga LISTA Hari Ini

Informasi Nilai
Harga Saat Ini $0.370322
Kenaikan 24 Jam +27.22%
Perubahan 7 Hari +36.92%
Perubahan 30 Hari +30.08%
Perubahan 90 Hari +93.06%
Kapitalisasi Pasar $90.98 juta
Volume Perdagangan (24 jam) $246.01 juta
Sirkulasi Pasokan 245.68 juta
Total Pasokan Maksimum 800 juta
Peringkat Popularitas #406

Faktor Pendorong Lonjakan Harga LISTA

Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi pendorong utama reli LISTA kali ini:

1. Minat Spekulatif yang Kuat

Kenaikan volume perdagangan yang mencapai hampir 3x lipat dari market cap-nya menunjukkan aktivitas spekulatif yang intens. Trader tampaknya melihat potensi jangka pendek dari pergerakan harga yang volatil namun menjanjikan.

2. Listing di Platform Besar (Kemungkinan)

Lonjakan seperti ini sering kali dikaitkan dengan berita listing di bursa kripto ternama. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, rumor mengenai integrasi LISTA ke dalam ekosistem bursa besar beredar di komunitas.

3. Tokenomics yang Terkontrol

Dengan sirkulasi saat ini sekitar 30.71% dari total pasokan maksimum, investor melihat ruang pertumbuhan yang sehat.

Kapitalisasi pasar yang masih di bawah $100 juta menjadikannya altcoin dengan potensi pertumbuhan eksplosif.

4. FOMO dan Momentum Sosial

Dengan performa luar biasa dalam 90 hari terakhir (+93%), banyak trader eceran yang mulai mengalami FOMO (Fear of Missing Out), memperkuat tekanan beli dan mendongkrak harga lebih tinggi.

Pergerakan harga Lista (LISTA/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Lista (LISTA/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

🔮 Prospek LISTA ke Depan – Masih Bisa Naik Lagi?

Melihat tren dan volume saat ini, LISTA masih memiliki ruang untuk pertumbuhan, terutama jika:

  • Ada konfirmasi kerja sama strategis atau listing resmi.
  • Adopsi teknologinya meningkat di ekosistem DeFi atau NFT.
  • Tekanan beli jangka pendek terus berlanjut hingga menembus level resistensi berikutnya di sekitar $0.40 – $0.45.

Namun, penting untuk dicatat bahwa lonjakan harga yang tajam sering diikuti dengan koreksi sehat. Investor disarankan untuk berhati-hati dan tidak terjebak euforia.

Baca Juga: Menyelami Lista (LISTA): Masa Depan Keuangan Terdesentralisasi (DeFi)

Permata Baru atau Sekadar Hype?

Dengan kenaikan hampir 100% hanya dalam 90 hari saja, Lista menunjukkan bahwa ia bukan sekadar “koin iseng” semata.

Meski masih tergolong kecil dibanding proyek besar lain, potensi pertumbuhan LISTA yang didukung volume dan minat pasar yang besar, patut untuk diperhatikan.

Apakah LISTA akan jadi altcoin besar berikutnya atau hanya gemerlap sesaat? Satu hal pasti: pasar sedang memperhatikannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Heboh! Bitmine Digital Borong 18.000 Ethereum, Punya Total $2,17 Juta!

BitMine Immersion Holdings membeli 15.427 ETH senilai sekitar $69 juta pada hari Sabtu melalui Galaxy Digital.

Data on-chain menunjukkan perusahaan treasury tersebut memegang sekitar 2,1 juta Ethereum senilai sekitar $9,6 miliar pada harga saat ini.

Data dari Arkham Intelligence menunjukkan serangkaian transaksi blockchain besar, termasuk 3.247 ETH senilai $14,55 juta, 3.258 ETH senilai $14,6 juta, 4.494 ETH senilai $20,06 juta, dan 4.428 ETH senilai $19,77 juta.

Data tersebut menunjukkan transfer OTC yang terkoordinasi, yang memungkinkan perusahaan treasury mengakumulasi ETH dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga pasar terbuka.

Baca Juga: Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

Transaksi Bertahap

Menurut laporan Cryptopolitan pada Minggu (21/9), BitMine telah mengakumulasi Ethereum secara agresif yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu terakhir, dengan ETH menyumbang hampir seluruh portofolionya yang mencapai $9,6 miliar.

Perusahaan ini memiliki token lain dalam neracanya, termasuk kepemilikan kecil MKR dan sejumlah token eksperimental lainnya yang nilainya hanya beberapa ribu dolar.

Perusahaan perbendaharaan Ethereum ini juga menerima 46.255 ETH senilai $201 juta dari dompet BitGo minggu lalu di tiga alamat.

Lalu pada awal bulan ini, BitMine menambahkan 80.325 ETH senilai sekitar $358 juta dari FalconX dan Galaxy Digital.

Dengan demikian, BitMine memimpin kelompok perusahaan treasury Ethereum, diikuti oleh SharpLink dengan 837.230 ETH senilai sekitar $3,74 miliar.

Treasury Coinbase berada di 136.782 ETH, sementara Yayasan Ethereum memegang sekitar 225.000 ETH.

Lebih Baik Daripada Bitcoin dan Solana

Di sisi lain, data CoinGecko menunjukkan bahwa entitas korporat dan institusional kini secara kolektif memegang sekitar 3,5 juta ETH senilai sekitar $15,73 miliar.

Pada hari Selasa, kepala riset aset digital global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, mengatakan bahwa Ethereum dapat muncul sebagai pemenang terbesar dari kebangkitan perbendaharaan aset digital (DAT).

Ia meyakini bahwa blockchain proof-of-stake aset digital tersebut berada pada posisi yang lebih baik daripada Bitcoin maupun Solana.

DAT Ethereum Dapatkan Momentum Akumulasi ETH

Kendrick juga menyebutkan bahwa ia khawatir tentang nasib perusahaan-perusahaan treasury kripto karena penurunan nilai pasar terhadap nilai aset bersih (mNAV). Ia yakin bahwa entitas Ethereum memiliki peluang lebih baik untuk berhasil. 

Pejabat bank tersebut mengatakan ia memperkirakan ETH akan memiliki mNAV yang lebih tinggi karena peluang staking-nya, yang memungkinkan perusahaan menghasilkan imbal hasil dari aset yang mereka miliki. Ia berpendapat bahwa DAT ETH dapat menangkap imbal hasil staking ETH sebesar 3%.

“Saya pikir DAT ETH memiliki probabilitas tertinggi untuk berkelanjutan, sehingga pembelian ETH melalui DAT dapat terus berlanjut dengan cepat. BitMine, SharpLink, dan Ether Machine semuanya penting,” tambah Kendrick.

Baca Juga: Harga Ethereum Sentuh $4,579, Sinyal Bullish Kian Menguat

Di sisi lain, Tom Lee dari BitMine memperkirakan bahwa imbal hasil staking akan menambah 0,6% dari nilai aset minimum (MNAV) DAT ETH saja.

Kendrick juga berpendapat bahwa DAT Ethereum memiliki potensi lebih besar karena memiliki peluang untuk lebih mapan sebelum aturan baru Nasdaq yang mewajibkan perusahaan untuk meminta persetujuan pemegang saham sebelum membentuk treasury kripto.

Ia mencatat bahwa BitMine tidak diperdagangkan di bursa saham dan strateginya telah disetujui terlebih dahulu oleh para pemegang saham.

Kuasai Sirkulasi ETH

Sementara itu, peneliti Standard Chartered tersebut menambahkan bahwa DAT Ethereum telah membeli lebih dari 2,6% dari seluruh ETH yang beredar sejak Juni.

Ia juga mencatat bahwa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) ETH spot telah membeli tambahan 2,3% selama periode yang sama, membantu aset digital tersebut mencapai rekor tertinggi baru di $4.955 pada 24 Agustus. Menurut laporan tersebut, BitMine sendiri menargetkan 5% dari sirkulasi ETH.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali mengalami tekanan harga di tengah volatilitas pasar.

Data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (20/9) menunjukkan bahwa BTC diperdagangkan di level $115,517.04 per koin, mencatat penurunan sebesar -1,28% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar senilai $2,301,48 miliar USD, Bitcoin tetap memimpin pasar kripto global, namun tren penurunan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar fluktuasi jangka pendek, atau tanda dimulainya fase koreksi yang lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harga Bitcoin: Antara Resistensi dan Tekanan Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $115,141.82 (terendah) hingga $117,140.42 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas harian yang cukup ketat, dengan tekanan jual mendominasi.

Meski harga saat ini masih jauh di atas level psikologis $100,000, tren penurunan kecil tetapi konsisten dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran investor.

Secara mingguan, BTC mengalami penurunan -0,36%, memperlihatkan adanya hambatan pertumbuhan meski kapitalisasi pasar tetap solid.

Riwayat Harga 30–90 Hari: Naik-Turun dalam Gelombang Pasar

  • 30 hari terakhir: BTC justru sempat menguat +1,34%, menandakan adanya sentimen positif di awal bulan.
  • 60 hari terakhir: harga terkoreksi -1,44%, menunjukkan pola sideways dengan kecenderungan lemah.
  • 90 hari terakhir: BTC masih unggul +12,88%, membuktikan bahwa dalam jangka menengah tren masih berada di wilayah bullish.

Dengan pola ini, terlihat jelas bahwa pasar sedang berada di fase tarik ulur antara dorongan naik jangka menengah dan tekanan koreksi jangka pendek.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rekor Tertinggi Jadi Tolok Ukur

Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Penurunan saat ini sebesar hampir 7% dari ATH menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pasar kesulitan menembus kembali level tersebut.

Para analis menilai, jika BTC terus gagal melewati level resistance di atas $120,000, koreksi yang lebih dalam bisa saja terjadi.

Faktor yang Memengaruhi Penurunan

  1. Likuiditas Menurun
    Volume perdagangan harian BTC kini berada di angka $37,20 miliar, lebih rendah dibandingkan beberapa pekan lalu. Turunnya volume ini menandakan melemahnya minat beli, sehingga penjual lebih dominan.
  2. Ketidakpastian Makroekonomi
    Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakstabilan ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Pasar
    Walau optimisme jangka panjang masih kuat, berita-berita regulasi dan aksi ambil untung dari investor besar bisa memicu koreksi singkat.

Analisis Pasar

Dengan suplai beredar mencapai 19,92 juta BTC atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

Namun, kondisi ini tidak selalu membuat harga stabil. Justru, semakin dekat dengan batas suplai maksimal, volatilitas bisa meningkat akibat spekulasi.

Bagi investor jangka panjang (HODLers), penurunan -1,28% dalam sehari hanyalah “riak kecil” di lautan tren besar.

Namun, bagi trader jangka pendek, pergerakan harga ini adalah sinyal waspada bahwa pasar bisa saja bergerak lebih tajam dalam beberapa hari mendatang.

Prospek ke Depan

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $115,000, ada peluang untuk kembali menguji resistance di $118,000–$120,000.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah $114,000, tren bearish jangka pendek bisa menguat dan membawa BTC mendekati $110,000.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Koreksi atau Awal Aksi Jual Besar?

Harga Bitcoin saat ini memperlihatkan dinamika khas pasar kripto: volatil, penuh kejutan, dan sarat spekulasi.

Penurunan -1,28% dalam 24 jam terakhir belum bisa disebut sebagai tren bearish yang besar, tetapi cukup untuk memunculkan keraguan di kalangan investor.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih menjadi jangkar utama industri kripto. Namun, perjalanan menuju ATH baru mungkin akan penuh tantangan.

Investor perlu mencermati level support dan resistance kunci, serta mengantisipasi faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi arah harga dalam waktu dekat.

Meski Bitcoin tergelincir tipis, magnet utamanya sebagai “emas digital” belum luntur.

Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda sebelum reli besar berikutnya, atau awal dari penurunan panjang? Pasar akan segera menjawabnya.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Setelah mengalami kenaikan beberapa saat, harga Bitcoin (BTC) dipaksa turun ke level $116,950.01 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,329.99 miliar USD.

Meski secara jangka panjang Bitcoin masih berada pada tren positif, dalam 24 jam terakhir harga mengalami koreksi tipis sebesar -0.26%.

Koreksi ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada pada fase konsolidasi setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di $124,457.12.

Dalam rentang 24 jam terakhir, pergerakan BTC cukup terbatas, dengan level terendah di $116,695.89 dan tertinggi di $117,911.79.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Analisis Posisi Pasar Bitcoin

Saat ini, Bitcoin masih berada di peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan total kapitalisasi $2,33 triliun USD, Bitcoin menguasai hampir 50% dari total pasar kripto secara global.

Namun, data pergerakan harga terbaru memperlihatkan adanya fase tarik-ulur antara buyer dan seller.

Di satu sisi, investor ritel masih optimis pada potensi jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value).

Namun di sisi lainnya, tekanan makroekonomi justru membuat momentum bullish sedikit tertahan.

Faktor yang Menurunkan Harga Bitcoin

1. Tekanan dari Kebijakan The Fed

Penurunan tipis BTC dalam beberapa hari terakhir tidak bisa dilepaskan dari kebijakan moneter Amerika Serikat.

The Federal Reserve baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 bps, namun masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap inflasi.

Ketidakpastian arah kebijakan ini membuat investor lebih berhati-hati, khususnya mereka yang mengelola portofolio besar.

2. Aksi Ambil Untung di Level Rekor

Setelah Bitcoin mencatat rekor tertinggi baru di atas $124 ribu, banyak investor jangka pendek melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Hal ini wajar terjadi dalam pasar yang sangat volatil, dan biasanya menjadi bagian dari siklus alami koreksi.

3. Tekanan dari Pasar Tradisional

Selain faktor internal kripto, kondisi pasar saham global yang berfluktuasi juga memengaruhi.

Risiko resesi ringan di AS serta ketidakpastian geopolitik membuat beberapa investor lebih memilih aset aman seperti emas dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto.

4. Tingginya Aktivitas Derivatif

Data on-chain juga memperlihatkan tingginya volume perdagangan derivatif, termasuk futures dan opsi. Saat leverage terlalu tinggi, pergerakan harga cenderung lebih liar, sehingga koreksi tajam bisa terjadi dalam waktu singkat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meski ada penurunan jangka pendek, banyak analis melihat posisi Bitcoin saat ini sebagai fase konsolidasi sehat.

Selama harga Bitcoin tetap bertahan di atas level psikologis $110.000, tren bullish jangka menengah masih terjaga.

Beberapa faktor yang bisa menjadi katalis positif ke depan:

  • Adopsi institusional meningkat: ETF Bitcoin spot yang terus mengalirkan dana baru.
  • Momentum halving 2024 yang masih berpengaruh: Sejarah menunjukkan harga BTC cenderung naik dalam 12–18 bulan setelah halving.
  • Pelonggaran moneter global: Jika bank sentral semakin agresif menurunkan suku bunga, Bitcoin bisa diuntungkan sebagai aset dengan pasokan terbatas.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Harga Bitcoin di level $116.950 saat ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, namun tren jangka panjang tetap terjaga.

Penurunan -0.26% dalam 24 jam terakhir mencerminkan fase konsolidasi wajar setelah reli panjang.

Investor disarankan tetap waspada pada volatilitas jangka pendek, terutama terkait keputusan makroekonomi global.

Namun bagi investor jangka panjang, level saat ini masih dianggap menarik untuk akumulasi bertahap.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap kokoh di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih memegang status sebagai raja aset digital, dan konsolidasi ini bisa menjadi batu loncatan menuju reli berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali mencuri perhatian pelaku pasar.

Per hari ini, Jumat (19/9), harga Ethereum tercatat di $4,535.64 per (ETH/USD) dengan kapitalisasi pasar $547.47 miliar USD.

Meski mengalami penurunan tipis sebesar -0.69% dalam 24 jam terakhir, ETH masih bertahan di level atas $4,500, sebuah zona psikologis yang cukup krusial bagi pergerakan harga jangka pendek.

Volume perdagangan harian Ethereum mencapai $31.61 miliar, mencerminkan tingginya aktivitas pasar meski investor sedang berhati-hati menghadapi volatilitas.

Dengan jumlah sirkulasi 120.70 juta ETH, Ethereum tetap berada di posisi 2 aset kripto paling populer di dunia.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

Performa Harga dalam 90 Hari Terakhir

Jika menilik data historis, Ethereum menunjukkan performa impresif dalam beberapa bulan terakhir:

  • 30 Hari: naik +8.39% atau sekitar $351.40.
  • 60 Hari: menguat +19.63% atau $744.67.
  • 90 Hari: melonjak tajam +87.03% atau lebih dari $2,100.

Namun, dalam jangka pendek harga mengalami sedikit koreksi.

Hari ini, ETH turun sebesar -0.7%, atau sekitar $32.12. Sementara dalam sepekan terakhir, ETH nyaris stagnan dengan koreksi -0.12%.

Dengan level terendah 24 jam di $4,531.67 dan tertinggi di $4,636.98, Ethereum bergerak dalam kisaran sempit, menandakan fase konsolidasi sebelum kemungkinan pergerakan besar berikutnya.

Faktor Penurunan Harga Ethereum

Meski koreksi ETH hanya tipis, ada beberapa faktor yang memicu tekanan jual di pasar:

  1. Sentimen Global terhadap Bitcoin
    Sebagai aset kripto terbesar kedua, Ethereum kerap bergerak mengikuti arah Bitcoin. Dengan harga BTC yang sedang terkoreksi di bawah rekor tertinggi, investor cenderung melakukan aksi ambil untung di ETH juga.
  2. Penguatan Dolar AS
    Kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang masih ketat dalam mengendalikan inflasi mendorong penguatan dolar. Kondisi ini membuat aset berisiko seperti kripto sedikit tertekan.
  3. Profit Taking Pasca Reli Besar
    Dalam 90 hari terakhir, ETH sudah melonjak hampir 90%. Tidak heran jika sebagian investor memilih mengamankan keuntungan, sehingga memicu koreksi harga.
  4. Tingginya Gas Fee
    Salah satu isu klasik Ethereum adalah biaya transaksi (gas fee) yang kembali naik seiring meningkatnya aktivitas DeFi dan NFT. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sebagian pengguna, meskipun solusi jangka panjang melalui Ethereum 2.0 dan lapisan kedua (L2) terus dikembangkan.

Prospek & Prediksi Harga Ethereum

Meskipun terkoreksi, prospek Ethereum tetap positif. Beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong harga ke depan antara lain:

  • Adopsi DeFi & NFT: Ethereum masih menjadi tulang punggung ekosistem keuangan terdesentralisasi dan pasar NFT global.
  • Pengembangan Ethereum 2.0: Transisi menuju mekanisme proof-of-stake (PoS) penuh akan meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi energi.
  • Institusional Interest: Minat investor institusional terhadap ETH terus meningkat, terutama melalui produk ETF berbasis Ethereum yang mulai dilirik.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Beberapa analis memperkirakan bahwa jika ETH mampu menembus resistensi $4,600 – $4,700, maka peluang untuk kembali menguji rekor tertinggi sepanjang masa di $4,953.73 sangat terbuka.

Bahkan, dalam jangka menengah, ETH diproyeksikan bisa menembus $5,500 hingga $6,000 seiring dengan pertumbuhan ekosistem blockchain.

Namun, jika tekanan jual masih berlanjut, support terdekat ETH berada di kisaran $4,400. Apabila level ini ditembus, ETH berpotensi turun lebih dalam ke area $4,200.

Baca Juga: Ethereum Anjlok 2,7%, Antara Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Besar

Koreksi tipis Ethereum saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi setelah reli besar dalam tiga bulan terakhir.

Meski ada tekanan dari faktor eksternal seperti sentimen global dan penguatan dolar AS, fundamental Ethereum tetap solid.

Dengan adopsi ekosistem yang terus meningkat, inovasi teknologi yang berlanjut, serta dukungan investor institusional, Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto paling menjanjikan untuk jangka panjang.

Bagi investor, fase koreksi harga Ethereum ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi, sambil tetap memperhatikan level support dan resistensi kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com