Tag Archives: aset kripto

Ethereum Alami Lonjakan Aktivitas Institusional dan Metode On-Chain, Tanda Bullish?

Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat pada awal Mei 2025, didorong oleh peningkatan signifikan dalam aktivitas institusional dan metrik on-chain.

Meskipun harga ETH sempat mengalami tekanan pada kuartal pertama tahun ini, data terbaru menunjukkan bahwa struktur pasar mulai mengarah ke tren bullish, memberikan harapan baru bagi investor dan pelaku pasar.

Peningkatan Aktivitas Institusional

Salah satu faktor utama yang mendorong optimisme di pasar Ethereum adalah meningkatnya partisipasi dari institusi keuangan besar.

Perusahaan-perusahaan seperti BlackRock, Fidelity, dan Deutsche Bank telah menunjukkan minat yang lebih besar terhadap Ethereum, baik melalui peluncuran produk investasi berbasis ETH maupun integrasi teknologi blockchain Ethereum ke dalam layanan mereka.

Misalnya, Deutsche Bank meluncurkan jaringan rollup Layer 2 menggunakan ZKsync untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan, sementara Sony memperkenalkan Soneium, Layer 2 Ethereum yang fokus pada sektor gaming dan hiburan.

Selain itu, peluncuran ETF Ethereum oleh perusahaan-perusahaan besar telah menarik arus masuk modal yang signifikan.

Pada hari pertama perdagangan, ETF Ethereum yang dikelola oleh BlackRock, Bitwise Investments, dan Fidelity Capital berhasil mengumpulkan dana sebesar $267 juta, $204 juta, dan $71 juta secara berturut-turut, menunjukkan minat yang kuat dari investor institusional.

Baca Juga: Ethereum R1: Solusi Layer-2 Baru Tanpa Token untuk Skalabilitas

Metrik On-Chain Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Menurut laporan Coincontractdaily pada Sabtu (3/4), Data on-chain terbaru juga mendukung narasi bullish untuk Ethereum.

Jumlah alamat aktif harian meningkat sebesar 9,5%, mencapai 1,2 juta pada akhir April 2025, menandakan peningkatan partisipasi pengguna dalam jaringan Ethereum.

Selain itu, volume perdagangan harian ETH mengalami kenaikan sebesar 6,28%, dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari $16 miliar, mencerminkan minat yang tinggi dari investor terhadap aset ini.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas staking juga menjadi indikator positif yang mendukung Ethereum.

Deposit staking ETH meningkat sebesar 7,8% dalam sebulan terakhir, dengan lebih dari 32 juta ETH terkunci dalam kontrak staking, menunjukkan kepercayaan jangka panjang dari pemegang ETH terhadap jaringan Ethereum.

Struktur Pasar Mengarah ke Tren Bullish

Secara teknikal, Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan harga sebelumnya.

Harga Ethereum berhasil menembus level resistensi penting dan saat ini diperdagangkan di atas $1.800.

Indikator teknikal seperti RSI dan MACD menunjukkan momentum positif, dengan RSI memberikan sinyal beli dan MACD mencapai level tertinggi sejak November 2024.

Meskipun demikian, penting bagi investor untuk mencatat bahwa pasar masih menghadapi tantangan.

Penurunan aktivitas jaringan dan biaya transaksi yang lebih rendah dapat menunjukkan penurunan permintaan untuk layanan berbasis Ethereum.

Selain itu, tren inflasi pasokan ETH, dengan tingkat penerbitan tahunan sebesar 945.000 ETH, dapat memberikan tekanan ke bawah pada harga jika permintaan jaringan tidak meningkat seiring waktu.

Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, didorong oleh peningkatan aktivitas institusional dan metrik on-chain yang positif.

Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti penurunan aktivitas jaringan dan tekanan inflasi pasokan, struktur pasar saat ini mengarah ke tren bullish.

Dengan dukungan dari institusi keuangan besar dan peningkatan partisipasi pengguna, Ethereum berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhannya dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Mendekati $100.000: Lebih dari $3 Miliar Posisi Short Terancam Likuidasi

Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan dengan pergerakan positifnya yang mendekati ambang psikologis $100.000.

Pada 2 Mei 2025, harga BTC tercatat sekitar $97.000, hanya terpaut 3,14% dari target tersebut.

Kenaikan ini menempatkan lebih dari $3,36 miliar posisi short dalam risiko likuidasi, menurut data dari CoinGlass.

Potensi Short Squeeze Besar

Jika BTC berhasil menembus $100.000, diperkirakan akan terjadi short squeeze besar-besaran.

Dalam skenario ini, trader yang memegang posisi short akan dipaksa untuk membeli kembali BTC guna menutup posisi mereka, yang dapat mendorong harga naik lebih lanjut.

Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, seperti pada November 2021 ketika BTC melonjak dari $76.000 ke $81.000 akibat likuidasi posisi short senilai $1 miliar.

Baca Juga: 10+ Faktor Penentu Harga Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

Risiko di Kedua Sisi Pasar

Menariknya, risiko likuidasi tidak hanya mengintai posisi short.

Penurunan harga BTC sebesar 3,07% ke $93.973 juga dapat memicu likuidasi posisi long dengan nilai yang sama, yaitu sekitar $3,36 miliar.

Hal ini menunjukkan tingginya leverage di pasar kripto saat ini, di mana pergerakan harga kecil dapat berdampak besar pada posisi trader.

Level Kritis dan Sentimen Pasar

Data dari peta likuidasi CoinGlass mengidentifikasi level resistensi berikutnya di $97.828, hanya 0,9% di atas harga saat ini.

Jika BTC menembus level ini, kemungkinan besar akan menguji $100.000. Sebaliknya, penurunan ke bawah $95.000, terutama mendekati $93.000, dapat menyebabkan likuidasi posisi long sekitar $60 juta.

Sentimen pasar saat ini menunjukkan dominasi momentum bullish, didorong oleh permintaan institusional dan arus masuk ke ETF Bitcoin.

Misalnya, iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) mencatat arus masuk sebesar $1,5 miliar dalam seminggu terakhir, menunjukkan minat yang kuat dari investor institusional.

Implikasi bagi Trader dan Investor

Bagi trader, situasi ini menuntut kewaspadaan yang cukup tinggi.

Penggunaan leverage yang berlebihan dapat meningkatkan risiko likuidasi, terutama dalam kondisi volatilitas tinggi.

Disarankan untuk menetapkan stop-loss yang ketat dan memantau level harga kritis seperti $98.000 dan $100.000.

Bagi investor jangka panjang, pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang cepat dan sering kali dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek.

Meskipun potensi keuntungan besar, risiko kerugian juga signifikan, terutama bagi mereka yang tidak memahami mekanisme leverage dan likuidasi.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $97.000, Level Tertinggi Sejak Koreksi Februari

Bitcoin berada di ambang tonggak sejarah baru dengan mendekati harga $100.000. Namun, di balik euforia ini, terdapat risiko besar bagi posisi short senilai lebih dari $3 miliar yang dapat dilikuidasi jika ambang ini terlampaui.

Trader dan investor harus tetap waspada, memahami risiko yang ada, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi portofolio mereka dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kantongi Lisensi DFSA, Ripple Siap Ekspansi ke Timur Tengah

Ripple, perusahaan teknologi blockchain asal San Francisco, telah mencapai tonggak penting dengan memperoleh lisensi dari Dubai Financial Services Authority (DFSA) untuk menyediakan layanan pembayaran kripto yang diatur di Dubai International Financial Centre (DIFC).

Dengan persetujuan ini, Ripple menjadi penyedia pembayaran berbasis blockchain pertama yang dilisensikan oleh DFSA, membuka akses ke pasar perdagangan internasional senilai lebih dari $400 miliar dan pasar remitansi lintas batas senilai $40 miliar di Uni Emirat Arab (UEA).

Memperkuat Kehadiran di Timur Tengah

Sejak mendirikan kantor regionalnya di DIFC pada tahun 2020, Ripple telah memperluas jangkauannya di Timur Tengah.

Saat ini, sekitar 20% dari basis pelanggan global Ripple berasal dari wilayah ini, mencerminkan permintaan yang meningkat untuk solusi pembayaran lintas batas yang efisien dan transparan.

Brad Garlinghouse, CEO Ripple, menyatakan bahwa industri kripto sedang memasuki periode pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh kejelasan regulasi yang lebih besar dan adopsi institusional yang meningkat.

Dia memuji UEA atas pendekatannya yang progresif dalam mendukung inovasi teknologi dan kripto.

Menyediakan Solusi Pembayaran yang Efisien

Lisensi DFSA memungkinkan Ripple untuk menawarkan produk pembayaran globalnya yang berfokus pada kepatuhan kepada bisnis di UEA.

Solusi ini dirancang untuk mengatasi tantangan dalam sistem pembayaran lintas batas tradisional, seperti biaya tinggi, waktu penyelesaian yang lama, dan kurangnya transparansi.

Dengan menggunakan teknologi blockchain, Ripple bertujuan untuk menyediakan transaksi yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih transparan bagi institusi keuangan dan bisnis di wilayah tersebut.

Baca Juga: Transfer 1 Miliar XRP oleh Ripple Picu Spekulasi Kenaikan Harga

Adopsi Aset Digital di Timur Tengah

Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Timur Tengah menunjukkan minat yang kuat terhadap solusi aset digital.

Survei yang dilakukan oleh Ripple pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa 64% pemimpin keuangan di Timur Tengah dan Afrika (MEA) melihat kecepatan pembayaran dan waktu penyelesaian sebagai nilai utama dari penggunaan mata uang berbasis blockchain dalam bisnis pembayaran lintas batas mereka.

Selain itu, 40% perusahaan keuangan dan perusahaan di wilayah MEA telah menggunakan solusi kustodi aset digital, dengan 56% lainnya berencana untuk mengimplementasikannya dalam tiga tahun ke depan.

Hal ini menunjukkan permintaan yang meningkat untuk solusi aset digital tingkat institusional di wilayah tersebut.

Integrasi Stablecoin RLUSD

Untuk mendukung layanan pembayarannya, Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, yang dirancang untuk memberikan stabilitas dan kepatuhan dalam transaksi.

RLUSD telah terintegrasi ke dalam solusi pembayaran Ripple, memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran stablecoin yang cepat dan aman.

Stablecoin ini juga mendukung integrasi ke dalam protokol DeFi, memungkinkan institusi tradisional untuk mengakses peluang dalam ekosistem aset digital dengan aman.

Masa Depan Ripple di UEA dan MEASA

Dengan lisensi DFSA, Ripple siap untuk memperluas layanannya di wilayah Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA).

Arif Amiri, CEO Otoritas DIFC, menyatakan bahwa pencapaian ini tidak hanya menyoroti komitmen mereka untuk mendorong inovasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru bagi Ripple di seluruh wilayah dan sekitarnya.

Lisensi ini juga memperkuat posisi Dubai sebagai pusat keuangan global yang mendukung adopsi teknologi blockchain dan aset digital.

Dengan lebih dari 60 lisensi yang dimiliki di seluruh dunia, termasuk persetujuan dari Otoritas Moneter Singapura, Departemen Layanan Keuangan New York, dan Uni Eropa, Ripple berada dalam posisi yang baik untuk mendorong gelombang adopsi blockchain perusahaan berikutnya secara global.

Dengan langkah strategis ini, Ripple memperkuat komitmennya untuk menyediakan solusi pembayaran yang efisien dan inovatif di pasar global, khususnya di wilayah Timur Tengah yang menunjukkan pertumbuhan pesat dalam adopsi teknologi keuangan digital.

Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama: Akhir Pertarungan Hukum XRP?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Worldcoin Diluncurkan di AS dengan Pemindaian Mata dan Kartu Visa

Worldcoin, proyek identitas digital berbasis biometrik yang didirikan oleh CEO OpenAI Sam Altman, resmi diluncurkan di Amerika Serikat pada 1 Mei 2025.

Dengan menggunakan perangkat pemindai iris berbentuk bola yang disebut “Orb”, Worldcoin bertujuan untuk menciptakan sistem verifikasi identitas global yang aman dan terdesentralisasi.

Peluncuran ini mencakup enam kota besar: Atlanta, Austin, Los Angeles, Miami, Nashville, dan San Francisco.

Teknologi Orb dan Verifikasi Identitas

Inti dari proyek Worldcoin adalah perangkat Orb yang memindai iris pengguna untuk menghasilkan identitas digital unik yang disimpan di blockchain.

Setelah verifikasi, pengguna menerima token WLD dan “World ID” yang dapat digunakan untuk autentikasi di berbagai platform digital, seperti Minecraft, Reddit, dan Telegram.

Perangkat Orb ini dirancang untuk memastikan bahwa identitas digital yang dihasilkan benar-benar unik dan tidak dapat dipalsukan, membantu membedakan manusia dari bot di dunia digital yang semakin dipenuhi oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga: Sam Altman dan Elon Musk Picu Kontroversi, Harga Token AI Naik

Integrasi dengan Keuangan Tradisional

Untuk menjembatani dunia kripto dengan sistem keuangan tradisional, Worldcoin bekerja sama dengan Visa untuk meluncurkan kartu debit yang memungkinkan konversi token WLD ke mata uang fiat saat transaksi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kegunaan Worldcoin dalam transaksi sehari-hari.

Selain itu, aplikasi World App yang mendukung Worldcoin menawarkan berbagai fitur, termasuk transaksi kripto, pesan instan, dan integrasi dengan perusahaan seperti Stripe, Match Group, dan Razer.

Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.
Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.

Tantangan Privasi dan Regulasi

Meskipun memiliki ambisi besar, Worldcoin menghadapi tantangan terkait privasi dan regulasi.

Beberapa negara, termasuk Spanyol, Prancis, dan Korea Selatan, telah menangguhkan operasi Worldcoin karena kekhawatiran tentang pengumpulan data biometrik dan keamanan informasi pribadi.

Di Amerika Serikat, peluncuran Worldcoin mendapat sambutan yang lebih positif, meskipun negara bagian New York tetap mengecualikan proyek ini karena alasan regulasi.

Visi Masa Depan

Sam Altman membayangkan Worldcoin sebagai solusi untuk tantangan identitas digital di era kecerdasan buatan.

Dengan menciptakan sistem identitas yang dapat dipercaya, Worldcoin bertujuan untuk mendukung konsep pendapatan dasar universal dan memastikan bahwa manusia dapat dibedakan dari AI dalam interaksi digital.

Perusahaan berencana untuk membangun pabrik Orb di Richardson, Texas, dan mendistribusikan 7.500 perangkat Orb di seluruh Amerika Serikat pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: Token AI Meroket di Tengah Kemunduran DeepSeek

Peluncuran Worldcoin di Amerika Serikat menandai langkah signifikan dalam upaya menciptakan sistem identitas digital global yang aman dan terdesentralisasi.

Dengan teknologi pemindai iris dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional, Worldcoin berpotensi merevolusi cara kita memverifikasi identitas dan melakukan transaksi di dunia digital.

Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi tantangan privasi dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor: Strategy Untung $5,8 Miliar dari Bitcoin

Michael Saylor, pendiri dan Chairman Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), kembali menjadi sorotan setelah perusahaan melaporkan keuntungan signifikan dari investasi Bitcoin pada kuartal pertama 2025.

Meskipun mengalami kerugian bersih sebesar $4,22 miliar akibat penurunan nilai pasar Bitcoin, Strategy mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka melalui penawaran saham senilai $21 miliar.

Keuntungan Besar dari Investasi Bitcoin

Pada kuartal pertama 2025, Strategy mencatat keuntungan sebesar $5,8 miliar dari investasi Bitcoin mereka.

Perusahaan ini memegang 553.555 Bitcoin, yang bernilai sekitar $37,9 miliar pada akhir April 2025.

Kenaikan harga Bitcoin pasca pemilihan presiden AS pada November 2024, di mana Donald Trump terpilih kembali, mendorong harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi.

Namun, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump menyebabkan ketidakstabilan pasar global, yang berdampak pada penurunan nilai aset kripto.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC

Perubahan dalam Akuntansi dan Dampaknya

Strategy mengadopsi aturan akuntansi baru yang memungkinkan perusahaan untuk mencatat nilai wajar dari kepemilikan aset digital mereka.

Dengan demikian, nilai Bitcoin yang dimiliki dicatat berdasarkan harga pasar pada akhir kuartal, yaitu $82.445 per Bitcoin.

Perubahan ini menyebabkan perusahaan melaporkan kerugian tidak terealisasi sebesar $5,91 miliar pada kuartal tersebut.

Rencana Ekspansi Melalui Penawaran Saham

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Strategy mengumumkan penawaran saham senilai $21 miliar.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin, memperkuat posisi perusahaan sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.

Langkah ini mencerminkan keyakinan Saylor terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai.

Dampak pada Harga Saham dan Pasar

Meskipun melaporkan kerugian besar, saham Strategy mengalami kenaikan sebesar 32% sejak awal tahun 2025, mengungguli penurunan hampir 6% pada indeks Nasdaq 100.

Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar kripto untuk keuntungan jangka panjang.

Tren Adopsi Bitcoin oleh Perusahaan Lain

Langkah Strategy juga diikuti oleh perusahaan lain seperti GameStop, yang mengumumkan adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan perusahaan.

Tren ini menunjukkan peningkatan minat perusahaan dalam diversifikasi aset dan perlindungan terhadap inflasi melalui investasi dalam aset digital.

Dengan hasil ini, strategi agresif Michael Saylor dalam mengakumulasi Bitcoin melalui Strategy menunjukkan keyakinan kuat terhadap masa depan aset digital ini.

Meskipun menghadapi tantangan volatilitas pasar dan perubahan regulasi, pendekatan ini dapat memberikan keuntungan signifikan jika harga Bitcoin terus meningkat.

Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan strategi ini dan dampaknya terhadap pasar keuangan secara keseluruhan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solusi Layer-2 Baru Tanpa Token untuk Skalabilitas

Ethereum terus bertransformasi. Teranyar, sekelompok pengembang independen memperkenalkan solusi layer-2 (L2) yang mereka beri nama Ethereum R1.

Berbeda dari L2 tradisional, Ethereum R1 menolak penggunaan token asli, pendanaan ventura, atau struktur tata kelola terpusat.

Proyek ini sepenuhnya bergantung pada donasi dan bertujuan untuk menghadirkan skalabilitas yang netral dan terdesentralisasi bagi jaringan Ethereum.

Mengapa Ethereum R1 Berbeda?

Dalam pengumuman resminya, tim pengembang Ethereum R1 menyatakan bahwa sebagian besar solusi L2 saat ini lebih mirip dengan blockchain layer-1 (L1) baru daripada solusi skalabilitas untuk Ethereum.

Mereka menyoroti adanya alokasi token pribadi, tata kelola yang tidak transparan, dan kontrol terpusat sebagai masalah utama.

Ethereum R1 hadir sebagai alternatif yang “sederhana, dapat diganti, dan bebas dari ketergantungan terpusat atau tata kelola yang berisiko,” dengan fokus pada netralitas yang kredibel, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor.

Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

Latar Belakang: Penurunan Pendapatan Layer-1 Ethereum

Peluncuran Ethereum R1 terjadi di tengah kekhawatiran komunitas terhadap arah perkembangan solusi L2 yang ada.

Setelah pembaruan Dencun pada Maret 2024, biaya transaksi di jaringan Ethereum menurun drastis, menyebabkan pendapatan layer-1 turun hingga 99% pada September 2024.

Pada April 2025, biaya transaksi rata-rata mencapai titik terendah dalam lima tahun, sekitar $0,16 per transaksi, akibat menurunnya permintaan ruang blok di layer-1.

Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa pertumbuhan L2 yang pesat dapat mengorbankan keberlanjutan layer-1 Ethereum.

Namun, pendukung L2 berpendapat bahwa pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar bagi pengguna.

Reaksi Komunitas dan Dampak Potensial

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum R1 mendapat perhatian sebagai upaya untuk mengembalikan prinsip-prinsip awal Ethereum, seperti desentralisasi dan transparansi.

Dengan tidak adanya token atau pendanaan ventura, proyek ini berupaya menghindari konflik kepentingan dan fokus pada kontribusi komunitas.

Namun, keberhasilan Ethereum R1 akan sangat bergantung pada dukungan komunitas dan adopsi oleh pengembang serta pengguna.

Tanpa insentif finansial seperti token, proyek ini menghadapi tantangan dalam menarik partisipasi dan mempertahankan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan demikian, Ethereum R1 memperkenalkan pendekatan baru dalam solusi skalabilitas Ethereum dengan menekankan pada netralitas, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor tanpa bergantung pada token atau pendanaan ventura.

Meskipun menghadapi tantangan dalam adopsi dan keberlanjutan, proyek ini mencerminkan upaya untuk menjaga integritas dan prinsip dasar ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Naik 10% Dalam Sepekan, Tapi Kekuatan Tren Mulai Melemah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fartcoin (FART) Melonjak 500%, Bagaimana Prospek di Mei 2025?

Dalam dunia kripto yang penuh kejutan, Fartcoin (FART) tiba-tiba menjadi sorotan setelah harganya meledak 500% dalam seminggu.

Namun, dibalik kenaikan spektakuler ini, analis memperingatkan adanya pola teknis rising wedge yang bisa mengubah arah tren menjadi bencana.

Bagaimana sebuah koin dengan nama tak biasa ini bisa naik drastis, dan apa ancaman yang mengintai? Simak analisis lengkapnya.

Apa Itu Fartcoin (FART)?

Fartcoin adalah aset kripto berbasis meme yang terinspirasi dari budaya internet dan lelucon seputar “suara tidak sopan”.

Dibangun di jaringan Ethereum (ERC-20), FART tidak menawarkan utilitas teknis serius seperti kebanyakan proyek blockchain.

Alih-alih sebagai lelucon semata, koin ini mengandalkan daya tarik komunitas, viralitas, dan sentimen spekulatif.

Sejak diluncurkan, FART sempat dianggap sebagai lelucon belaka, tetapi lonjakan harga baru-baru ini membuatnya masuk radar trader pemula yang ingin mencoba peruntungan.

Kenaikan 500%: Apakah Hanya Hype Semata?

Pada akhir April 2025, harga Fartcoin tiba-tiba meroket dari level $0,000012 menjadi $0,000075 dalam tujuh hari, mencetak keuntungan lebih dari 500%.

Lonjakan ini didorong oleh gelombang pembelian agresif dari komunitas retail, terutama di platform seperti Reddit dan Twitter (X), di mana tagar #FARTCOIN menjadi trending.

Beberapa akun influencer kripto juga turut memicu euphoria dengan menyebut FART sebagai “meme coin terbaru yang harus dimiliki”.

Volume perdagangan FART di bursa seperti Uniswap dan MEXC pun melonjak hingga $12 juta per hari, angka yang sangat besar untuk aset berkapitalisasi pasar kecil (sekitar $7 juta).

Namun, banyak analis menilai kenaikan ini tidak didukung faktor fundamental dan hanya murni permainan spekulasi. Tidak ada perkembangan teknologi atau kemitraan yang diumumkan tim.

Baca Juga: Fartcoin Naik Peringkat 5 Top Memecoin, Salip Bonk Dekati TRUMP

Pola Rising Wedge: Ancaman Bearish Mengintai

Meski harga FART sedang “naik daun”, analisis teknikal mengisyaratkan risiko besar. Pola grafik rising wedge terlihat jelas pada pergerakan FART sejak pertengahan April.

Pola ini terbentuk ketika harga bergerak dalam kisaran sempit yang mengerucut ke atas, biasanya diikuti oleh penurunan tajam setelah breakout ke bawah.

Menurut pakar analisis teknis, akurasi pola rising wedge dalam memprediksi reversal bearish mencapai 70-80%.

Jika pola ini terkonfirmasi, FART berpotensi terjun ke level $0,00002 (penurunan ~70%) pada Mei 2024. Beberapa level support kritis yang perlu diwaspadai adalah $0,00004 (support psikologis) dan $0,000025 (bekas resistance sebelumnya).

Faktor Risiko: Mengapa FART Bisa Jatuh?

Selain pola teknis yang bearish, beberapa faktor fundamental turut memperkuat potensi penurunan FART:

  1. Ketergantungan pada Hype: Nilai FART sepenuhnya bergantung pada viralitas, yang mudah menguap begitu komunitas kehilangan minat.
  2. Konsentrasi Kepemilikan: Laporan on-chain menunjukkan bahwa 40% pasokan FART dikuasai oleh 10 dompet saja, meningkatkan risiko dump besar-besaran.
  3. Regulasi Mematikan: Otoritas keuangan global semakin ketat mengawasi aset kripto spekulatif, dan proyek seperti FART rentan menjadi sasaran.

Respons Komunitas dan Masa Depan FART

Komunitas FART di Discord dan Telegram tetap optimis. Mereka percaya bahwa kolaborasi dengan proyek meme lain atau pencatatan di bursa besar seperti Binance bisa memicu rally lanjutan.

Namun, tim pengembang FART belum memberikan roadmap jelas, dan website resminya lebih banyak menampilkan konten humor ketimbang rencana teknis.

Sejarah juga tidak berpihak pada FART. Banyak meme coin seperti Squid Game Token (SQUID) atau WhopperCoin (WHOP) pernah mengalami pump serupa, hanya untuk hancur beberapa minggu kemudian.

Jangan Terjebak Euphoria

Meski harga FART meroket secara instan, namun para investor dianjurkan untuk tetap waspada dengan memikirkan beberapa pertimbangan:

  1. Selalu Lakukan Risiko Manajemen: Alokasikan hanya dana “siap hilang” untuk aset spekulatif seperti FART.
  2. Waspadai Pola Teknis: Pola seperti rising wedge atau head and shoulders sering menjadi sinyal exit bagi trader berpengalaman.
  3. Jangan FOMO: Membeli aset di puncak hype adalah resep cepat untuk rugi.

Apakah FART Akan Bertahan atau Sekadar Jadi ‘Kentut’ Pasar?

Fartcoin adalah contoh sempurna dari volatilitas ekstrem dan risiko investasi di aset kripto tanpa fundamental.

Meski rally 500% menarik perhatian, ancaman pola rising wedge dan ketidakpastian regulasi bisa mengubah FART menjadi “kentut” yang cepat menghilang.

Bagi trader, Mei 2025 akan menjadi bulan penentuan. Apakah FART mampu mempertahankan momentum, atau justru menjadi koreksi berdarah?

Satu hal yang pasti: dalam pasar kripto, tidak ada yang abadi, terutama untuk proyek yang mengandalkan lelucon.

Baca Juga: Fartcoin di Ambang $1! Analis Ungkap Skenario Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Token MOVE Anjlok, Coinbase Putuskan Delisting

Token Movement (MOVE), aset digital yang pernah menjadi sorotan di platform Coinbase, kini menghadapi ujian berat.

Pada pekan ini, harga token MOVE terjun bebas ke level all-time low (rekor terendah sepanjang masa) menyusul keputusan Coinbase untuk menghentikan pencatatannya (delist) dari bursa.

Langkah ini memicu gelombang ketidakpastian di kalangan investor dan mempertanyakan masa depan proyek tersebut. Berikut analisis mendalam tentang situasi yang sedang berkembang ini.

Napak Tilas Token Movement (MOVE)

Movement adalah proyek blockchain yang mengusung visi meningkatkan skalabilitas dan interoperabilitas jaringan melalui teknologi modular blockchain.

Token MOVE dirancang sebagai bagian dari ekosistem yang bertujuan memfasilitasi transaksi cepat dengan biaya rendah.

Sejak diluncurkan, proyek ini sempat menarik perhatian investor karena janji inovasinya, terutama setelah terdaftar di Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

Namun sayangnya, popularitasnya perlahan meredup seiring dengan kinerja harga yang stagnan.

Harga MOVE Anjlok, Coinbase Putuskan Delist

Menurut laporan Decrypt pada Jumat (2/5), harga MOVE turun lebih dari 98% dari puncaknya pada 2023.

Pada Juni 2024, token ini mencapai rekor terendah di kisaran $0,008, jauh dari harga tertingginya yang pernah menyentuh $0,45.

Penurunan drastis ini terjadi bersamaan dengan pengumuman resmi Coinbase pada 25 Juni 2024 bahwa mereka akan menghentikan perdagangan MOVE mulai 3 Juli 2025.

Pergerakan harga Movement (MOVE/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Movement (MOVE/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Coinbase menjelaskan keputusan ini melalui kriteria kepatuhan yang ketat. Aset kripto yang tidak lagi memenuhi standar likuiditas, volume perdagangan, atau kualitas proyek akan dihapus dari platform.

MOVE dianggap gagal memenuhi beberapa parameter tersebut, terutama setelah aktivitas perdagangannya terus merosot dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Apa Itu Token Unlock? Ini Pengaruhnya Terhadap Harga Crypto

Dampak pada Investor dan Reaksi Pasar

Keputusan delist Coinbase langsung memicu reaksi negatif di pasar. Dalam 24 jam setelah pengumuman, harga MOVE kembali turun lebih dari 40%, memperparah kerugian investor yang sudah terjebak dalam tren bearish.

Banyak pemegang token mengungkapkan kekecewaan di media sosial, menyebut proyek ini sebagai “investasi gagal” atau bahkan “rug pull”.

Beberapa analis menyoroti kurangnya perkembangan teknis dari tim Movement sebagai penyebab utama kegagalan.

Masa Depan Movement: Apakah Masih Ada Harapan?

Setelah delisting dari Coinbase, likuiditas MOVE diprediksi semakin menyusut. Bursa lain seperti KuCoin dan Gate.io masih mencantumkan token ini, tetapi volume perdagangannya sangat rendah.

Tim pengembang Movement belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pemulihan, meski komunitas mendesak mereka untuk mengambil langkah darurat seperti token burning atau pembaruan protokol.

Namun, sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa proyek yang di-delist dari bursa besar seperti Coinbase jarang mampu bangkit.

Contohnya, token seperti Rari Capital (RGT) atau DFI Money (YFII) tetap terpuruk setelah dihapus dari platform utama.

Ingatkan Investor Kripto

Kasus Movement menjadi pengingat akan risiko berinvestasi dalam aset kripto berkapitalisasi kecil (low-cap). Beberapa poin penting yang bisa dipetik:

  1. Likuiditas adalah Kunci: Proyek dengan volume perdagangan rendah rentan terhadap volatilitas ekstrem dan delisting.
  2. Pantau Perkembangan Tim: Ketidakaktifan pengembang atau kurangnya transparansi adalah red flag.
  3. Diversifikasi Portofolio: Hindari menaruh dana besar dalam aset berisiko tinggi tanpa riset mendalam.

Kejatuhan Movement (MOVE) mencerminkan dinamika keras pasar kripto, di mana proyek inovatif sekalipun bisa gagal jika tidak didukung eksekusi yang solid.

Keputusan Coinbase untuk delist semakin mempertegas betapa pentingnya faktor kepercayaan dan kinerja dalam industri ini.

Bagi investor, ini adalah momen untuk lebih selektif dan mengutamakan aset dengan fundamental kuat serta tim yang terbukti berkontribusi aktif.

Sementara itu, nasib MOVE masih menggantung. Apakah tim akan melakukan comeback atau token ini akhirnya tenggelam dalam daftar “kripto mati”? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Baca Juga: Coinbase Tingkatkan Batas Pinjaman Berbasis BTC Hingga $1 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Coinbase Tingkatkan Batas Pinjaman Berbasis BTC Hingga $1 Juta

Coinbase, salah satu platform pertukaran kripto terbesar di dunia, telah meningkatkan batas pinjaman berbasis Bitcoin (BTC) hingga $1 juta dalam bentuk stablecoin USDC.

Langkah ini diambil setelah melihat pertumbuhan signifikan dalam layanan pinjaman tersebut, dengan total originasi mencapai $130 juta sepanjang tahun 2025.

Apa Itu Pinjaman Kripto Berbasis BTC?

Pinjaman kripto memungkinkan pengguna untuk meminjam USDC dengan menjaminkan Bitcoin mereka sebagai agunan.

Layanan ini difasilitasi melalui integrasi Coinbase dengan protokol pinjaman on-chain Morpho di jaringan Base.

Lebih lanjut, pengguna dapat mengakses layanan ini langsung melalui antarmuka Coinbase.

Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC

Detail Pinjaman

Pergerakan harga Circle (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
  • Batas Pinjaman: Hingga $1.000.000 USDC, tergantung pada jumlah BTC yang dijaminkan.
  • Rasio Loan-to-Value (LTV): Menentukan seberapa besar pinjaman dibandingkan dengan nilai agunan. Jika LTV mencapai 86%, agunan dapat dilikuidasi untuk melunasi pinjaman ditambah biaya penalti sebesar 4,38% dari Morpho.
  • Proses Kolateralisasi: BTC yang dijaminkan akan dikonversi menjadi cbBTC dan disimpan dalam kontrak pintar Morpho.

Dampak dan Prospek

Peningkatan batas pinjaman ini mencerminkan permintaan yang tinggi terhadap layanan pinjaman kripto, terutama di kalangan pengguna yang ingin memanfaatkan nilai BTC mereka tanpa harus menjualnya.

Dengan integrasi teknologi DeFi dan peningkatan batas pinjaman, Coinbase menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan keuangan inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar kripto yang berkembang pesat.

Langkah ini juga menandai kemajuan signifikan dalam adopsi layanan keuangan berbasis kripto, memberikan alternatif baru bagi pengguna untuk mengakses likuiditas tanpa harus melepaskan aset digital mereka.

Baca Juga: Infini Neobank Diretas, $49,5 Juta USDC Raib


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bullish atau Koreksi Harga?

Di awal Mei 2025, komunitas kripto menyoroti SUI, token asli dari jaringan Sui Network, yang mengalami unlock sebesar 74 juta token senilai sekitar $265 juta.

Meskipun unlock token sering kali menimbulkan tekanan jual, SUI menunjukkan performa yang kuat dengan peningkatan volume perdagangan dan aktivitas institusional yang signifikan.

Kinerja Harga dan Indikator Teknis

Pada akhir April, harga SUI mencapai $3,39, mengalami penurunan 5,67% dalam 24 jam terakhir.

Namun, token ini berhasil menembus level resistensi penting di $3,30. Indikator teknis menunjukkan tren bullish yang berkelanjutan:

  • Relative Strength Index (RSI): Berdiri di angka 78, menandakan kondisi overbought.
  • Moving Average Convergence Divergence (MACD): Mendukung momentum beli yang kuat.

Harga SUI mendekati level resistensi psikologis di $4,00, yang dapat menarik volume perdagangan lebih besar jika berhasil ditembus.

Baca Juga: SUI Melejit 63% dalam Seminggu, Apakah Tren Ini Bisa Bertahan?

Aktivitas Whale dan Pertumbuhan DeFi

Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam dua hari terakhir, terjadi transaksi besar oleh investor institusional:

  • 28 April: Pembelian SUI senilai $2,59 juta pada harga $3,6379.
  • 27 April: Pembelian SUI senilai $2,21 juta pada harga $3,6314.

Setiap pembelian besar ini diikuti oleh pergerakan harga positif, menunjukkan ekspektasi kenaikan harga lebih lanjut oleh investor besar.

Selain itu, ekosistem DeFi SUI menunjukkan pertumbuhan pesat:

  • Total Value Locked (TVL): Meningkat 40% dalam sebulan terakhir, mencapai $1,735 miliar.
  • Volume DEX Harian: Mencapai sekitar $500 juta.

Data ini mencerminkan kepercayaan investor yang kuat terhadap jaringan Sui.

Dampak Potensial dari Unlock Token

Unlock token sebesar 74 juta SUI pada 1 Mei dapat mempengaruhi dinamika pasar:

  • Tekanan Jual: Peningkatan pasokan dapat menyebabkan penurunan harga sementara.
  • Minat Pembeli Baru: Jika permintaan tetap kuat, harga dapat stabil atau bahkan meningkat.

Keseimbangan antara pasokan baru dan permintaan pasar akan menentukan arah harga SUI dalam jangka pendek.

Prediksi dan Strategi Investor

Para analis memperkirakan bahwa jika SUI berhasil menembus dan bertahan di atas $4,00, tren bullish dapat berlanjut. Namun, investor disarankan untuk:

  • Memantau Volume Perdagangan: Volume tinggi dapat mengindikasikan minat beli yang kuat.
  • Mengamati Indikator Teknis: Perubahan pada RSI dan MACD dapat memberikan sinyal perubahan tren.
  • Memperhatikan Aktivitas Whale: Transaksi besar dapat mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan.

Dengan demikian, SUI menghadapi momen penting dengan unlock token besar pada 1 Mei 2025.

Meskipun ada potensi tekanan jual, indikator teknis yang kuat, aktivitas institusional yang meningkat, dan pertumbuhan ekosistem DeFi menunjukkan bahwa SUI memiliki dasar yang solid untuk mempertahankan atau bahkan melanjutkan tren bullish-nya.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara cermat untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Baca Juga: Canary Capital Ajukan ETF, Harga Token SUI Naik 8%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com