Pasar kripto hari ini, Sabtu (29/8) diramaikan oleh kabar Bitcoin bertahan di sekitar $112.000 meski aksi jual besar dari investor, dengan peluang tren naik jika mampu menembus resistansi $117.500.
Sementara itu, Tiger Research bahkan memperkirakan BTC bisa melonjak hingga $190.000 pada kuartal ini, didorong investor institusi dan dana pensiun AS, meski volatilitas global tetap jadi risiko. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Harga Bitcoin Naik Dekati $113K meski Investor Besar Menjual Aset
Bitcoin bertahan di $112K saat investor menjual aset mereka.
Agar tren naik berlanjut, BTC/USD harus melewati $117.500.
BTC berhasil melawan aksi jual besar, namun kenaikan lebih lanjut tergantung pada penembusan resistansi di $117.500.
Bitcoin Diperkirakan Mencapai $190K Kuartal Ini
Tiger Research prediksi BTC naik 67% hingga $190K di Q3 2025
Kenaikan didorong oleh investor besar dan dana pensiun AS.
Prospek Bitcoin kuat, namun ekonomi global dan volatilitas perlu diwaspadai.
TKO Launchdrop Total Hadiah Rp100JUTA Dimulai!!!
XRP Bisa Mencapai $5 di September Karena Pola Grafik Bullish
Harga XRP diprediksi naik tajam bulan depan, didorong pola grafik yang menguntungkan.
XRP Ledger diminati untuk RWA karena banyak pengembang bergabung.
Stablecoin Ripple USD populer, dengan aset hampir $700 juta.
Ethereum Unggul dari Bitcoin Berkat ETF dan Sentimen Bullish
ETF Ethereum menarik $1,8 miliar, jauh melampaui Bitcoin.
ETH naik 7% saat BTC turun, didukung optimisme trader.
Arus masuk ETF menunjukkan ETH bisa naik ke $4.957, tapi bisa turun ke $4.221.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali dipenuhi optimisme setelah Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, mencatat kenaikan tipis namun berarti.
Saat ini, harga Bitcoin di Tokocrypto pada Kamis (28/8) berada di level $111.558,89 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,22 triliun.
Meski kenaikan harian hanya sebesar +0,23%, pergerakan ini dianggap penting karena menandakan adanya dorongan baru setelah periode volatilitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 28 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Berdasarkan data, dalam 24 jam terakhir Bitcoin diperdagangkan di kisaran $110.398,26 (terendah) hingga $112.619,42 (tertinggi).
Angka ini cukup stabil jika dibandingkan dengan koreksi besar yang terjadi beberapa pekan lalu. Dari sisi performa jangka pendek:
Hari ini: Naik $656,66 (+0,59%)
7 hari terakhir: Turun -2,33%
30 hari terakhir: Turun -5,59%
60 hari terakhir: Naik +4,16%
90 hari terakhir: Naik +5,48%
Kendati sempat mengalami tekanan, BTC masih jauh di atas titik psikologis $100.000, dengan rekor tertinggi yang tercatat di $124.457,12.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga BTC
Beberapa faktor utama diyakini berperan dalam mendorong harga Bitcoin ke zona positif:
1. Minat Institusional yang Terus Meningkat
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa perusahaan investasi besar, termasuk manajer aset global, terus memperkuat posisinya di Bitcoin.
Produk ETF berbasis Bitcoin spot yang diluncurkan sebelumnya masih mencatat arus masuk modal yang konsisten. Lonjakan permintaan dari institusi ini memberikan dasar kuat bagi harga BTC.
2. Keterbatasan Pasokan dan Narasi “Digital Gold”
Dengan sirkulasi Bitcoin saat ini mencapai 19,91 juta BTC (94,82% dari total maksimum 21 juta), investor semakin sadar akan kelangkaan aset ini.
Faktor keterbatasan suplai yang dipadukan dengan narasi “emas digital” membuat BTC tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
3. Sentimen Makroekonomi Global
Stabilnya suku bunga The Fed serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter pada tahun depan menjadi angin segar bagi pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Dolar AS yang mulai melemah juga turut mendorong investor global melirik Bitcoin sebagai alternatif penyimpanan nilai.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah altcoin mengalami volatilitas lebih tinggi.
Hal ini membuat sebagian investor memindahkan modalnya kembali ke Bitcoin, yang dianggap lebih stabil dan aman dibanding aset kripto lainnya.
Analisis Pasar
Kenaikan tipis yang dialami Bitcoin saat ini bukan sekadar angka kecil, melainkan sinyal bahwa pasar sedang memasuki fase akumulasi.
Investor besar cenderung memanfaatkan harga yang masih di bawah rekor tertinggi (ATH) untuk menambah portofolio.
Dengan volume perdagangan harian mencapai $61,64 miliar, aktivitas pasar BTC masih sangat likuid. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat beli meskipun sentimen pasar belum sepenuhnya bullish.
Beberapa analis bahkan melihat level $110.000 sebagai support kuat. Jika BTC mampu bertahan di atas level ini dalam beberapa minggu ke depan, peluang untuk kembali menguji level $120.000 terbuka lebar.
Kenaikan harga Bitcoin hari ini mungkin terlihat tipis, namun secara fundamental memberikan sinyal kuat bahwa pasar sedang mempersiapkan fase pertumbuhan baru.
Kombinasi faktor permintaan institusional, kelangkaan suplai, serta sentimen makroekonomi yang membaik membuat BTC tetap berada di jalur bullish jangka menengah hingga panjang.
Bagi investor, kondisi saat ini bisa menjadi momen untuk menimbang strategi akumulasi, mengingat Bitcoin masih jauh dari puncak harga tertingginya.
Jika tren positif berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin segera kembali mendekati atau bahkan melampaui rekor $124.457 yang pernah dicapai sebelumnya.
Dengan demikian, meski kenaikan 0,23% terlihat kecil, dampaknya cukup besar dalam menjaga kepercayaan pasar.
Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya sebagai aset kripto utama yang tetap menjadi magnet di dunia investasi global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Kamis (28/8) diramaikan oleh kabar CRO mencatat lonjakan 50% usai kesepakatan akuisisi Trump Media senilai $200 juta, dengan prospek hingga 2026 yang akan sangat dipengaruhi roadmap Cronos dan permintaan ETF.
Di sisi lain, Bitcoin berhasil pulih ke atas $111.000 setelah tekanan jual mereda, ditopang menurunnya pasokan siap jual yang memperkuat peluang tren naik jangka menengah. Tak kalah menarik, whale kripto terlihat aktif mengakumulasi Arbitrum (ARB), Uniswap (UNI), dan PEPE, menunjukkan keyakinan pada potensi kenaikan harga di bulan September. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Skenario CRO Pasca Kesepakatan Media Trump
CRO melonjak 50% karena akuisisi Trump Media $200 juta.
Prospek CRO 2026 dipengaruhi roadmap Cronos dan ETF.
Skenario mulai dari pertumbuhan moderat hingga lonjakan besar, tergantung pendanaan dan permintaan ETF.
Bitcoin Menguat, Analis Memperkirakan Kenaikan Lebih Lanjut
Harga Bitcoin pulih ke lebih dari $111.000 setelah sempat turun pada Selasa.
Arus masuk valuta asing turun, menandakan tekanan jual berkurang dan memicu pemulihan.
Pasokan Bitcoin yang siap jual menurun, sinyal positif untuk tren naik jangka menengah.
Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp50 JUTA?!
Whale Kripto Membeli Apa di Bulan September?
Whale mengakumulasi Arbitrum (ARB), Uniswap (UNI), dan PEPE untuk potensi keuntungan.
Sejak 24 Agustus, whale beli 2,1 juta token ARB, menargetkan kenaikan ke $0,62.
whale tingkatkan kepemilikan UNI 4%, PEPE dibeli 2,18 miliar token, tunjukkan keyakinan akan kenaikan harga.
Ethereum Ttargetkan Kenaikan, Tom Lee Prediksi Harga $5.500
Tom Lee: ETH bisa capai $5.500, lalu $10.000–$12.000 akhir tahun, berkat investasi institusi.
BitMine jadi penyimpan ETH terbesar, picu krisis pasokan karena saldo bursa rendah.
Rasio ETH/BTC dipantau analis, berpotensi memicu lonjakan harga Ethereum selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin masih mencatatkan koreksi sekitar -6% atau setara dengan penurunan $7.105.
Namun dalam rentang waktu 60 hingga 90 hari, tren justru masih menunjukkan kenaikan positif, masing-masing +3,81% dan +2,81%.
Artinya, meskipun volatilitas masih tinggi, BTC tetap menjaga momentumnya di level psikologis $110.000 ke atas.
Rekor tertinggi Bitcoin sebelumnya berada di $124,457.12, sehingga harga hari ini masih sekitar 10% di bawah puncaknya.
Meski begitu, level support di kisaran $109.000 tampak kuat bertahan, dan pergerakan menuju area $112.000–$113.000 memberi sinyal potensi konsolidasi bullish dalam jangka pendek.
Analisis Kenaikan Bitcoin
Kenaikan Bitcoin dalam 24 jam terakhir dapat dikaitkan dengan beberapa faktor:
Pemulihan Tekanan Jual Setelah sempat turun beruntun sepanjang bulan lalu, pasar mulai melihat potensi oversold pada BTC. Koreksi -6% dalam 30 hari memberi ruang bagi rebound teknikal, yang akhirnya memicu aliran modal baru dari investor jangka pendek maupun institusional.
Optimisme Makroekonomi Pasar global merespons positif data ekonomi Amerika Serikat yang lebih stabil serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sentimen ini membuat investor kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, sebagai alternatif lindung nilai.
Keterbatasan Pasokan Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari total maksimum 21 juta, suplai Bitcoin semakin ketat. Hal ini diperkuat oleh aktivitas hodler jangka panjang yang tetap mengunci BTC mereka, sehingga mengurangi tekanan jual di pasar spot.
Kenaikan Aktivitas Institusional Laporan terbaru menunjukkan peningkatan arus masuk ke produk investasi berbasis Bitcoin. Hal ini memperkuat narasi bahwa meskipun volatil, BTC masih dipandang sebagai aset kelas atas dengan likuiditas tinggi di pasar kripto.
Risiko yang Masih Membayangi
Meskipun pergerakan harga saat ini mengarah positif, risiko koreksi belum sepenuhnya hilang. Beberapa faktor yang patut diwaspadai antara lain:
Volatilitas Pasar Global: Perubahan mendadak dalam kebijakan suku bunga atau gejolak geopolitik masih bisa memengaruhi harga BTC.
Tekanan dari Level Resistance: BTC masih harus menembus kisaran $112.500–$115.000 untuk memastikan tren bullish berlanjut. Jika gagal, risiko pullback ke bawah $110.000 kembali terbuka.
Dominasi Investor Besar (Whale): Aktivitas jual-beli masif dari dompet whale masih bisa mengguncang pergerakan jangka pendek.
Prospek Jangka Pendek dan Menengah
Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan menguji kembali level resistance terdekat di sekitar $112.400.
Jika berhasil ditembus dengan volume besar, BTC berpeluang mengincar target $115.000–$118.000. Sebaliknya, jika momentum melemah, BTC kemungkinan akan berkonsolidasi di rentang $109.000–$111.000.
Untuk jangka menengah, tren masih ditopang oleh narasi “emas digital” dan keterbatasan suplai. Hal ini diperkuat oleh kapitalisasi pasar yang terus mendominasi seluruh ekosistem kripto, tetap berada di posisi #1 dengan pangsa pasar terbesar.
Kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal positif bagi pasar setelah periode tekanan yang cukup panjang.
Meski belum menembus rekor tertinggi baru, BTC kembali menunjukkan ketahanan dan daya tariknya di tengah ketidakpastian global.
Kombinasi sentimen makro, faktor teknikal, dan keterbatasan suplai membuat prospek jangka menengahnya masih bullish, meskipun investor tetap harus waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Rabu (27/8) diramaikan oleh kabar Bitcoin kembali naik ke atas $111.000 setelah sempat turun di bawah $109.000, dengan jumlah alamat besar mencetak rekor baru, sementara target $125.000 berpotensi memicu kerugian besar bagi posisi short.
Sementara itu, menjelang potensi pemangkasan suku bunga September, XRP stabil di $3 dengan peluang reli, SEI bisa menembus $0,36 menuju $0,44, dan SKALE menunjukkan akumulasi yang positif. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Kembali Naik di atas $111.000, Apa Selanjutnya?
Bitcoin naik kembali ke $111.000 setelah turun di bawah $109 ribu.
Alamat yang menyimpan lebih dari 100 #Bitcoin mencapai rekor tertinggi.
Jika BTC capai $125.000, lebih dari $15,6 miliar kerugian akan menimpa posisi short.
Tiga Koin AS yang Potensial Jelang Pemangkasan Suku Bunga September
XRP stabil di $3, dan bisa naik jika pemotongan suku bunga September mendongkrak likuiditas.
Pelaku pasar SEI kembali mengendalikan pergerakan. Jika harga menembus $0,36, target berikutnya adalah $0,44.
Akumulasi SKALE meningkat, menandakan potensi kenaikan harga yang kuat.
Promo Gajian!! Deposit di Tokocrypto Dapat Cashback
Analis Rekomendasi Token Ini untuk Masuk Daftar Pantauan
Analis Michael Van De Poppe soroti Wormhole & Ether.Fi sebagai altcoin menjanjikan di sektor DePIN, infra, dan DeFi.
Wormhole berupaya pulih setelah turun, sementara Ether.Fi menunjukkan tren positif.
Token derivatif melonjak akibat kesuksesan Hyperliquid, memicu optimisme di sektor DeFi.
Whale Membeli Saat Harga Turun, meski Ada Likuidasi Hampir $1 Miliar
Market cap kripto anjlok 3,83% yang memicu likuidasi besar.
Solana (SOL) turun 10,75%, tapi investor beli BTC dan ETH.
Investor tetap optimistis dan melakukan aksi beli saat harga turun.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali menghadapi tekanan setelah harganya turun ke level $109,899.29 per BTC.
Dalam 24 jam terakhir, harga BTC tercatat turun -3,1%, dengan kapitalisasi pasar menyusut ke $2,188.27 miliar dan volume perdagangan harian mencapai $89,75 miliar.
Koreksi ini menjadi perhatian investor karena terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi di $124,457.12, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pasar kripto sedang berada pada fase konsolidasi alami atau menuju tren bearish jangka menengah.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam beberapa periode terakhir, BTC menunjukkan fluktuasi harga yang cukup signifikan:
Harian: turun $3,393.23 (-2,99%)
30 hari: turun $8,356.86 (-7,07%)
60 hari: naik $2,476.92 (+2,31%)
90 hari: naik $1,142.34 (+1,05%)
Sementara dalam tujuh hari terakhir, BTC mencatat penurunan -4,71%, mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup kuat pasca reli menuju all-time high.
Analisis Penyebab Penurunan
Aksi Ambil Untung (Profit-Taking) Lonjakan harga Bitcoin hingga menembus level tertinggi sepanjang masa memicu aksi ambil untung dari investor besar maupun ritel. Banyak pelaku pasar memilih mengunci keuntungan, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan jual dan mempercepat koreksi harga.
Ketidakpastian Kebijakan Moneter The Fed Sentimen global terhadap aset berisiko, termasuk kripto, masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera menurunkan suku bunga membuat investor cenderung berhati-hati. Penguatan dolar AS yang berkelanjutan juga menjadi faktor eksternal yang menekan harga BTC.
Kondisi Likuiditas Pasar Dengan volume perdagangan harian mencapai hampir $90 miliar, pasar tampak aktif, namun ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran memperlihatkan lemahnya minat beli di level atas. Likuiditas yang tidak stabil membuat Bitcoin lebih rentan terhadap koreksi mendadak.
Koreksi Pasar Kripto Secara Keseluruhan Penurunan Bitcoin juga sejalan dengan tren melemahnya altcoin. Ketika BTC mengalami tekanan, banyak altcoin mencatat penurunan lebih tajam. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pasar kripto secara umum sedang mengalami fase penyesuaian harga.
Level Teknis Penting
Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada di zona konsolidasi antara $108,000 – $113,000. Jika support kuat di level $108,000 berhasil bertahan, peluang rebound tetap terbuka.
Namun, jika level ini ditembus, BTC bisa melanjutkan pelemahannya menuju $105,000 sebagai support psikologis berikutnya.
Di sisi lain, untuk kembali ke tren bullish, BTC harus menembus resistance di sekitar $113,500 – $115,000 dengan volume perdagangan yang lebih kuat.
Fundamental Jangka Panjang
Meskipun volatilitas jangka pendek menimbulkan kekhawatiran, fundamental Bitcoin tetap kokoh. Dari total maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar 19,91 juta BTC atau sekitar 94,82% dari pasokan.
Faktor kelangkaan ini terus memperkuat argumen bahwa Bitcoin memiliki nilai jangka panjang sebagai aset lindung nilai digital.
Selain itu, adopsi institusional yang semakin meluas, perkembangan regulasi, serta meningkatnya minat terhadap Bitcoin sebagai aset alternatif menghadapi inflasi menjadi katalis positif yang berpotensi mendukung harga di masa depan.
Secara keseluruhan, penurunan harga Bitcoin saat ini lebih disebabkan oleh kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi: mulai dari aksi ambil untung, ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve, hingga penguatan dolar AS.
Walau tekanan jangka pendek masih terasa, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat berkat sifatnya yang langka dan semakin diterima secara global.
Investor disarankan untuk mencermati level support penting, menjaga manajemen risiko, serta memperhatikan perkembangan kebijakan moneter AS yang masih menjadi faktor penentu utama pergerakan pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Selasa (26/8) diramaikan oleh kabar Bitcoin menghadapi koreksi di tengah arus keluar ETF lebih dari $1 miliar, dengan tekanan dari aksi ambil untung, inflasi, dan kebijakan The Fed, meski pembelian saat harga turun serta adopsi di Hong Kong memberi sedikit dukungan.
Sementara itu, tiga altcoin menarik untuk akhir Agustus adalah Chainlink di $24,4 berkat kemitraan baru, Cardano di $0,85 dengan potensi kenaikan jika ada katalis positif, serta Curve DAO di $0,828 yang terpengaruh jadwal halving. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Koreksi BTC di Tengah Arus Keluar ETF Lebih dari $1 Miliar
Likuidasi besar membuka peluang Bitcoin koreksi lanjutan.
Investor mengambil untung, sementara akumulasi institusi melemah.
The Fed dan inflasi menekan harga, tapi pembelian saat turun dan adopsi kripto Hong Kong membantu.
Tiga Altcoin Menarik untuk Akhir Agustus 2025
Chainlink (LINK) berada di $24,4. Kemitraan baru bisa mendorongnya naik, tetapi risiko penurunan tetap ada.
Cardano (ADA) stabil di $0,85, dengan potensi naik jika ada laporan positif.
Curve DAO (CRV) di $0,828. Halving dapat menaikkan harga, namun ada risiko penurunan.
Promo Gajian!! Deposit di Tokocrypto Dapat Cashback
Sinyal Ekonomi AS Penting untuk Kripto Minggu Ini
Penurunan keyakinan konsumen AS bisa menekan harga Bitcoin dan Ethereum.
Klaim pengangguran awal memengaruhi kebijakan The Fed dan likuiditas pasar kripto.
Data inflasi PCE dapat membentuk daya tarik BTC sebagai lindung nilai jangka panjang.
Investor Institusional Dorong Arus Keluar ETF Kripto, ETH Jadi Fokus
ETF kripto mengalami penarikan dana sebesar $1,43 miliar akibat pesimisme suku bunga.
Ethereum menarik lebih banyak investasi ETF daripada Bitcoin, terutama dari institusi.
Pasar masih bergejolak, sulit diprediksi meski ada tanda-tanda perbaikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali menunjukkan koreksi setelah beberapa pekan terakhir bertahan di level tinggi.
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (25/8), harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $113,241.51 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,254.77 miliar.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan -1,6%, disertai volume perdagangan harian sebesar $75.77 miliar.
Kinerja Harga Terkini
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di $111,060.54 sebelum kembali menguat tipis, sementara level tertinggi harian tercatat $115,226.44.
Meski koreksi saat ini masih relatif kecil, pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat Bitcoin belum berhasil menembus kembali rekor tertingginya di $124,457.12.
Jika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.
Dalam 30 hari terakhir, BTC mencatat koreksi sebesar -3,88%, sementara dalam 60 hari terakhir justru mengalami kenaikan +4,72%.
Adapun dalam kurun 90 hari, Bitcoin tetap berada di zona hijau dengan penguatan +3,7%. Data ini menggambarkan bahwa meskipun terjadi koreksi jangka pendek, tren menengah masih menunjukkan stabilitas.
Penyebab Penurunan Harga
Beberapa faktor utama menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:
Tekanan Makroekonomi Global Sentimen pasar global saat ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Walaupun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga di akhir tahun, pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati membuat investor bersikap defensif. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini membuat pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
Pengambilan Keuntungan (Profit-Taking) Setelah Bitcoin menyentuh level mendekati $115 ribu, banyak investor jangka pendek memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung. Hal ini mendorong tekanan jual dalam jangka pendek sehingga harga terkoreksi.
Fluktuasi Volume Perdagangan Meski volume perdagangan harian cukup tinggi, sekitar $75 miliar, fluktuasi signifikan pada arus masuk dan keluar dana dari bursa kripto turut memperlebar volatilitas harga. Investor institusional yang biasanya menahan harga tetap stabil, cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.
Faktor Teknis Dari sisi teknikal, Bitcoin gagal menembus resistensi kuat di level $115 ribu–$116 ribu. Kegagalan ini memicu sinyal jual di kalangan trader, sehingga harga kembali terkoreksi ke bawah $113 ribu.
Posisi Bitcoin di Pasar Kripto
Meskipun tengah mengalami tekanan, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto terbesar dengan pangsa pasar 94,82% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,91 juta BTC, sehingga ruang pertumbuhan suplai semakin terbatas.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin yang menyentuh $2,248.97 miliar menegaskan dominasinya dibandingkan aset kripto lainnya.
Koreksi harga dalam jangka pendek belum mampu menggoyahkan posisi BTC sebagai barometer utama kesehatan pasar kripto global.
Prospek ke Depan
Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas tinggi seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan dinamika makroekonomi global.
Jika suku bunga benar-benar diturunkan pada kuartal akhir 2025, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi aset kripto.
Namun, investor juga perlu mewaspadai faktor teknikal, di mana level $111 ribu menjadi support penting yang harus dijaga.
Jika level ini ditembus, koreksi lebih dalam dapat terjadi. Sebaliknya, jika Bitcoin berhasil menembus kembali level $115 ribu, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka.
Penurunan harga Bitcoin saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian kebijakan moneter AS dan aksi ambil untung investor.
Meski demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai terbatas, kapitalisasi pasar besar, dan minat investor institusional yang masih tinggi.
Dengan harga saat ini di kisaran $113 ribu, Bitcoin tetap berada pada level yang kuat secara historis, hanya terpaut sekitar 9% dari rekor tertingginya.
Koreksi jangka pendek dapat dilihat sebagai fase konsolidasi alami sebelum potensi pergerakan baru dalam beberapa bulan ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Senin (25/8) diramaikan oleh kabar Bitcoin turun di bawah $113.000 setelah reli pasca pidato Powell di Jackson Hole mereda, dipicu arus keluar ETF dan fokus investor beralih ke data inflasi PCE Agustus.
Sementara itu, Ethereum berpotensi menembus $5.000 setelah whale mengakumulasi 350.000 ETH, dengan syarat mampu bertahan di $4.610 dan melewati $4.948. Di Tokocrypto, pengguna bisa ikut seru-seruan Main Game TAP-TAP dengan hadiah total Rp50 juta. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Turun di Bawah $113.000 Setelah Reli Pasca Fed Berakhir
Pidato Powell di Jackson Hole tingkatkan kepercayaan dan ekspektasi pemotongan suku bunga September.
Bitcoin bergejolak karena arus keluar ETF, sementara Ethereum melonjak 9% menarik pembeli institusional.
Fokus pasar minggu ini pada data inflasi PCE Agustus yang akan memengaruhi keputusan Fed.
Akankah Ethereum Tembus $5.000?
Whale mengumpulkan 350.000 ETH, mendukung kenaikan.
Aktivitas naik, tapi penurunan tampaknya terbatas.
ETH harus bertahan di $4.610. Jika tembus $4.948, bisa naik ke $5.000.
Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp50 JUTA?!
🇮🇩 MERDEKA BLAST & EARN 🇮🇩 Tap-tap & jadi juara, total hadiah IDR50Juta* siap nunggu kamu! 🇮🇩🔥
Join game Merdeka Blast & Earn, kumpulin poin sebanyak-banyaknya dalam 30 detik!!!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dari sisi historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, tetapi harga saat ini tetap berada di atas rata-rata support kuat jangka menengah.
Secara sirkulasi, sudah beredar 19,91 juta BTC, atau sekitar 94,81% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, sehingga ketersediaan pasokan semakin terbatas dan menjadi salah satu faktor fundamental penguat nilai BTC dalam jangka panjang.
Analisis Pergerakan Harga
Jika dilihat dari data perbandingan waktu:
Hari ini: turun –0,68% atau sekitar $787,40
30 hari terakhir: turun tipis -0,27%
60 hari terakhir: naik +8,07% atau sekitar $8,588,07
90 hari terakhir: naik +4,81% atau sekitar $5,272,45
Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan terbaru hanyalah bagian dari koreksi sehat setelah kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir.
Meski tren jangka pendek melemah, Bitcoin masih dalam jalur pertumbuhan positif dalam horizon menengah.
Selain itu, dalam rentang 7 hari terakhir, BTC mencatat penurunan -2,67%, sejalan dengan pola koreksi pasar kripto global.
Hal ini turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sikap kebijakan moneter Federal Reserve, volatilitas di pasar saham, serta arus keluar dari instrumen investasi berbasis kripto.
Penyebab Penurunan Harga Bitcoin
Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab koreksi harga Bitcoin saat ini:
Sinyal Kebijakan Federal Reserve Pernyataan dari pejabat Fed di simposium Jackson Hole pekan ini kembali menimbulkan ketidakpastian. Meskipun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga pada kuartal mendatang, investor masih berhati-hati karena inflasi Amerika Serikat belum sepenuhnya terkendali. Sentimen ini membuat sebagian investor mengambil posisi wait and see, menekan permintaan aset kripto.
Aksi Ambil Untung Investor Setelah lonjakan harga yang cukup tajam dalam dua bulan terakhir, sebagian investor cenderung melakukan profit-taking. Tekanan jual ini menahan laju kenaikan BTC, terutama ketika mendekati level resistance psikologis di sekitar $115–$116 ribu.
Rotasi Modal ke Altcoin Dominasi pasar Bitcoin sempat menurun karena investor beralih ke altcoin, terutama Ethereum (ETH) yang mencatat arus masuk besar melalui ETF spot. Pergerakan modal ini mengurangi momentum bullish BTC dalam jangka pendek.
Volatilitas Global dan Risiko Geopolitik Faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga minyak, dan tren pasar saham global juga berperan menekan selera risiko investor. Bitcoin sebagai aset berisiko sering kali terpengaruh oleh perubahan sentimen ini.
Prospek ke Depan: Antara Konsolidasi dan Momentum Baru
Meskipun harga saat ini menunjukkan tren koreksi, Bitcoin tetap memiliki prospek yang solid dalam jangka menengah dan panjang.
Faktor kelangkaan pasokan, dengan hanya tersisa sekitar 1,09 juta BTC yang belum beredar, terus menjadi pendorong fundamental utama.
Selain itu, semakin luasnya adopsi institusional melalui instrumen seperti ETF Bitcoin spot, serta penerimaan kripto oleh perusahaan besar, berpotensi menjadi katalis baru untuk reli harga di masa depan.
Selama BTC mampu bertahan di atas support $112.000–$114.000, peluang untuk kembali menguji level $120.000 masih terbuka.
Koreksi Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.
Meski dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan moneter Fed dan rotasi modal ke altcoin, fundamental BTC tetap kokoh.
Dengan pasokan yang semakin terbatas dan arus adopsi yang terus berkembang, Bitcoin masih berpotensi menembus level tertinggi barunya dalam beberapa bulan mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.