Tag Archives: bitcoin

Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kenaikan tipis namun signifikan di tengah tekanan pasar yang cukup tinggi.

Berdasarkan data terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $108,976.17 per BTC, naik 0.32% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menandai adanya sinyal pemulihan jangka pendek meskipun dalam periode 30 hari terakhir harga masih mencatat penurunan sebesar -5.55%.

Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $2.17 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $44.40 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar global.

Dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19.91 juta BTC, atau sekitar 94.83% dari total suplai.

Fakta ini semakin menegaskan kelangkaan Bitcoin yang kian dekat dengan status aset digital paling terbatas di dunia.

Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Sinyal Pemulihan Setelah Tekanan Mingguan

Meski kenaikan harga harian terbilang tipis, pergerakan positif ini penting karena datang setelah Bitcoin mengalami tren menurun selama sepekan terakhir, yakni -5.15%.

Perlu dicatat, dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin juga sempat terkoreksi cukup dalam hingga -6,402.35 dolar (-5.55%).

Namun, pergerakan positif harian menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Investor tampak mulai melakukan aksi beli kembali di kisaran support $108,000 hingga $109,000.

Level ini menjadi penting karena jika mampu dipertahankan, peluang untuk menguji kembali resistance psikologis di level $110,000 terbuka lebar.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu kenaikan Bitcoin meski dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian:

  1. Aksi Beli Investor Institusional
    Volume perdagangan yang tetap tinggi, lebih dari $44 miliar dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan adanya aktivitas besar dari investor institusional. Lembaga keuangan besar yang memanfaatkan momen koreksi harga untuk akumulasi kembali memberi dorongan pada stabilitas pasar.
  2. Optimisme Terhadap ETF Bitcoin Spot
    Kehadiran ETF Bitcoin spot di berbagai negara masih menjadi katalis penting. Meski volatilitas tetap tinggi, ketersediaan instrumen investasi yang lebih mudah diakses oleh investor ritel maupun institusional memperkuat prospek jangka panjang Bitcoin.
  3. Sentimen Global terhadap Inflasi dan Suku Bunga
    Pasar tradisional saat ini sedang menanti kepastian kebijakan moneter global. Ekspektasi bahwa bank sentral besar, termasuk The Federal Reserve, akan menahan kenaikan suku bunga memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk kembali naik.
  4. Kelangkaan Pasokan dan Momentum Halving
    Dengan suplai yang sudah beredar mencapai 94.83%, ruang ketersediaan Bitcoin semakin sempit. Hal ini diperkuat dengan siklus halving yang akan datang, yang secara historis selalu menjadi katalis kenaikan harga besar dalam jangka menengah hingga panjang.

Risiko yang Masih Menghantui

Meski ada tanda-tanda positif, Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Beberapa faktor yang masih berpotensi menghambat laju kenaikan antara lain:

  • Koreksi lanjutan setelah kenaikan singkat, karena pasar kripto dikenal dengan volatilitas tinggi.
  • Ketidakpastian regulasi global, terutama dari Amerika Serikat yang terus memperketat pengawasan industri aset digital.
  • Tekanan ekonomi makro, seperti potensi resesi atau krisis geopolitik, yang bisa memicu investor beralih kembali ke aset aman seperti emas dan obligasi.

Prospek Jangka Pendek Bitcoin

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support di kisaran $108,000, peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area $110,000–$112,000 terbuka lebar.

Sebaliknya, jika gagal menahan tekanan jual, harga bisa kembali tertekan menuju area $106,000.

Namun secara jangka panjang, faktor fundamental seperti kelangkaan pasokan, dukungan institusional, serta penerimaan global terhadap aset digital masih menjadi katalis utama yang mendukung potensi kenaikan lebih besar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Kenaikan tipis Bitcoin hari ini menjadi sinyal penting bahwa aset kripto terbesar ini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah tekanan pasar.

Dukungan institusional, optimisme terhadap ETF, serta momentum kelangkaan pasokan menjadi faktor kunci yang membuat Bitcoin tetap kokoh di atas level $100,000.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2.17 triliun, Bitcoin bukan hanya sekadar aset digital, melainkan instrumen finansial global yang terus membentuk arah ekonomi digital masa depan.

Lonjakan harga kali ini bisa jadi hanya awal dari pergerakan lebih besar yang akan datang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sentimen Buy The Dip Meledak, Pasar Kripto Siap Terjun Lebih Dalam

Kalimat “buy the dip” semakin sering bertebaran di media sosial menyusul penurunan Bitcoin sekitar 5% dalam sepekan terakhir.

Namun menurut platform analitik sentimen pasar Santiment, lonjakan ini bukanlah sinyal bullish, melainkan bisa menandakan kemungkinan tekanan harga lebih lanjut.

Santiment mengingatkan bahwa pasar biasanya mencapai titik terendah ketika ketakutan mendominasi dan minat beli menghilang.

Sebaliknya, lonjakan wacana “buy the dip” justru sering muncul saat sebagian besar investor retail mulai merasa nyaman kembali suasana yang cenderung muncul sebelum koreksi lebih lanjut terjadi.

Dengan kapitalisasi total pasar kripto menyusut sekitar 6,18% dalam seminggu dan Bitcoin anjlok ke kisaran $108.748, mental investor tampak mulai goyah saat banyak yang mencoba mencari harga masuk.

Baca Juga: Fear and Greed Index Turun ke 39! Pasar Kripto Panik

Sentimen bergeser ke “Altcoin Season”? Waspada dulu

Meski sejumlah analis dan trader mencermati potensi datangnya “altcoin season”, didukung oleh indikator seperti Altcoin Season Index yang menembus angka 60/100.

Meski begitu, ini bukan jaminan bahwa pasar siap reli. Seorang trader bahkan menyebut altcoin saat ini “paling oversold dalam sejarah,” yang secara historis bisa jadi titik balik besar.

Faktor eksternal pendukung moment, tapi jangan terlena

Selain kondisi internal pasar, sentimen ini juga diperkuat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

CME FedWatch menyebut ada peluang 86,4% Fed bakal pangkas suku bunga di September. Langkah seperti ini biasanya menaikkan minat modal ke aset berisiko termasuk kripto.

Namun, Santiment sekaligus memperingatkan bahwa ini bukan alasan untuk terburu melakukan pembelian. Banyak trader ritel tergoda oleh sentimen positif, tetapi secara historis, pasar umumnya bergerak berlawanan ketika optimisme massal mulai muncul.

Baca Juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?

Fenomena meningkatnya percakapan “buy the dip” di media sosial bisa jadi lampu merah dalam diskursus psikologi pasar: bukan tanda outlet bullish, tapi potensi masa konsolidasi atau koreksi lebih lanjut.

Ini mengindikasikan bahwa keterlibatan ritel dalam FOMO bisa memperbesar risiko gelombang penjualan berikutnya.

Investor sebaiknya bersabar dan memperhatikan data fundamental dan on-chain, daripada sekadar mengikuti hype.

Momentum altcoin mungkin menjanjikan, tapi menanti data lebih valid sebelum membeli sangatlah dianjurkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dominance Turun ke 57%, Ethereum Kian Tancap Gigi

Bitcoin (BTC) masih menjadi ikon utama pasar kripto, tetapi dominasinya perlahan mulai terkikis. Pangsa pasar BTC yang sempat bertengger di atas 65% pada akhir Juni kini merosot ke kisaran 57–58% per akhir Agustus 2025, menurut data terbaru. Penurunan ini menandakan pergeseran arus modal yang semakin kuat ke altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Hyperliquid (HLP).

Ethereum & Hyperliquid Jadi Penantang Serius

Ethereum semakin mengukuhkan statusnya sebagai aset alternatif utama. Pasar berjangka dan opsi ETH mencatat rekor volume perdagangan baru, menunjukkan minat investor institusional maupun ritel yang mulai lebih condong ke ETH dibanding BTC.

Sementara itu, Hyperliquid (HLP) mencatat lonjakan luar biasa. Volume spot harian platform ini menembus $3,4 miliar, menjadikannya salah satu pusat perdagangan BTC terbesar. Bahkan, volume bulanan Hyperliquid telah melampaui Robinhood selama tiga bulan berturut-turut, sebuah capaian yang mempertegas pergeseran besar dalam ekosistem likuiditas kripto.

Musim Altcoin Mulai Berkembang

Merosotnya dominasi Bitcoin memperkuat keyakinan bahwa altseason berikutnya tengah berkembang. ETH dan HLP telah membuktikan posisinya sebagai pilihan utama, namun muncul pula Remittix (RTX) sebagai kandidat baru yang siap menarik perhatian investor.

Berbeda dari altcoin yang sekadar mengandalkan hype, Remittix memiliki fondasi utilitas dunia nyata, akses bursa yang semakin luas, peluncuran produk nyata, serta kampanye komunitas berskala besar. Faktor-faktor ini membuat RTX dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga pencipta nilai jangka panjang melalui adopsi global.

Data Terbaru Dominasi Bitcoin

Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
  • Bitcoin: 57,1% (turun dari 65,1% di Juni 2025)
  • Ethereum: 14,3% (naik dari 11,8% bulan lalu)
  • Altcoin lain: 28,6%

Jika dibandingkan dengan posisi terendah tahunan pada Desember 2024 (53,9%), dominasi BTC masih relatif tinggi, namun tren pelemahannya kini semakin jelas.

Apa Artinya Bagi Pasar?

Menurunnya dominasi Bitcoin biasanya menandakan meningkatnya spekulasi pada altcoin. Investor cenderung mengalihkan modal ke aset lain dengan potensi keuntungan lebih besar. Namun, tren ini juga membawa risiko volatilitas yang lebih tinggi.

Dengan kondisi saat ini, pasar tampaknya sedang menuju fase di mana Ethereum, Hyperliquid, dan bahkan proyek baru seperti Remittix bisa menjadi motor utama pertumbuhan, sementara Bitcoin berperan sebagai aset lindung nilai utama.

Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Bitcoin, raja aset kripto, kembali menunjukkan volatilitasnya setelah turun ke level $108.507,44 per BTC.

Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi $2,16 triliun, meski masih mendominasi lebih dari 50% pangsa pasar kripto global.

Bahkan dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi -2,78% dengan volume perdagangan mencapai $80,73 miliar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Tekanan Jangka Pendek Menahan Laju Bitcoin

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $107.444 – $111.580. Koreksi tajam ini menambah daftar kerugian dalam sepekan terakhir, di mana harga sudah jatuh -6,25%.

Jika ditarik lebih panjang, Bitcoin kehilangan -8,45% dalam 30 hari terakhir, meski masih mencatat pertumbuhan tipis +1,4% dalam 60 hari dan +3,63% dalam 90 hari.

Performa ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka panjang Bitcoin masih positif, sentimen jangka pendek investor sedang tertekan.

Level tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 kini semakin menjauh dari jangkauan.

Grafik di atas menunjukkan simulasi pergerakan harga Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Terlihat bahwa setelah sempat menembus level $118.522 sebulan lalu, harga BTC kini turun ke sekitar $108.507 akibat tekanan jual dan sentimen pasar yang melemah.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

  1. Likuiditas Menyusut di Tengah Ketidakpastian Global
    Salah satu alasan utama penurunan harga Bitcoin adalah penurunan likuiditas pasar. Dengan meningkatnya suku bunga global dan ketatnya likuiditas dolar AS, investor cenderung menahan modal mereka, termasuk pada aset berisiko tinggi seperti kripto.
  2. Tekanan dari Pasar Derivatif
    Data on-chain menunjukkan lonjakan likuidasi posisi long dalam perdagangan derivatif. Saat harga Bitcoin menembus level teknikal tertentu, gelombang stop-loss dan margin call otomatis terpicu, yang semakin mempercepat penurunan harga.
  3. Ketidakpastian Regulasi
    Regulasi yang belum sepenuhnya jelas di Amerika Serikat, terutama terkait ETF spot Bitcoin dan peraturan pajak aset digital, menambah kekhawatiran investor. Beberapa investor institusional memilih melakukan aksi ambil untung sambil menunggu kepastian hukum yang lebih jelas.
  4. Profit Taking Pasca Lonjakan Harga
    Bitcoin sempat mencatatkan rekor tertinggi di $124.457,12 beberapa bulan lalu. Kenaikan besar tersebut mendorong sebagian investor untuk mengunci keuntungan. Tekanan jual yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir masih menjadi efek domino dari aksi profit taking tersebut.

Apakah Bitcoin Kehilangan Dominasi?

Meskipun harganya turun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar $2,16 triliun, menguasai hampir separuh kapitalisasi total pasar kripto global.

Namun, penurunan harga ini memberi ruang bagi altcoin untuk mengambil panggung. Beberapa altcoin justru mencatat kenaikan signifikan, didorong narasi sektor AI, DeFi, hingga ekosistem Solana.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Indikator On-Chain Masih Memberikan Harapan

Di balik tekanan jangka pendek, data on-chain memperlihatkan tanda-tanda positif:

  • Jumlah Bitcoin yang disimpan di bursa terus menurun, menunjukkan investor lebih banyak memindahkan aset mereka ke cold wallet. Hal ini biasanya menandakan keyakinan jangka panjang.
  • Hashrate jaringan Bitcoin tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan para penambang terhadap masa depan ekosistem.
  • Permintaan ETF spot Bitcoin meski fluktuatif, masih menjadi pendorong utama arus masuk institusional.

Hal ini menunjukkan bahwa meski harga jangka pendek tertekan, fondasi Bitcoin tetap kuat.

Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

Penurunan harga Bitcoin ke level $108 ribu adalah sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi.

Tekanan dari likuidasi derivatif, aksi profit taking, serta ketidakpastian regulasi masih menjadi faktor utama pelemahan harga.

Namun, secara fundamental, Bitcoin tetap kokoh dengan sirkulasi 19,91 juta BTC atau sekitar 94,83% dari total suplai maksimal 21 juta BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

Faktor kelangkaan ini membuat Bitcoin masih dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh banyak investor.

Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan berhati-hati terhadap fluktuasi jangka pendek, namun tetap memperhatikan indikator fundamental yang menunjukkan kekuatan Bitcoin dalam jangka panjang.

Dengan penurunan harga yang cukup tajam, Bitcoin kembali mengingatkan dunia bahwa volatilitas adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan aset kripto terbesar ini.

Bagi trader, ini bisa menjadi peluang, sementara bagi investor jangka panjang, koreksi semacam ini sering dianggap sebagai kesempatan untuk akumulasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Teratas di Pasar Layer 1, Ungguli Solana dan Bitcoin

Pasar blockchain Layer 1 terus menunjukkan dinamika yang menarik, dengan total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) mencapai $135,1 miliar meski mengalami penurunan -2,5% dalam 24 jam terakhir.

Dilaporkan Coingecko, dari jumlah tersebut, Ethereum masih mendominasi dengan pangsa pasar terbesar, diikuti oleh Solana, Bitcoin, BNB Smart Chain, dan TRON.

Ethereum Tetap di Puncak

Ethereum menempati posisi pertama dengan TVL $92,1 miliar, setara dengan 68,16% dominasi pasar. Volume perdagangan harian Ethereum tercatat sekitar $2,64 miliar dengan lebih dari 5.200 aset kripto yang berjalan di ekosistemnya. Kekuatan ini menunjukkan bahwa Ethereum tetap menjadi pusat utama aktivitas DeFi dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Solana Perkuat Posisi Kedua

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

Di posisi kedua, Solana mencatat TVL $11,63 miliar dengan dominasi 8,61% dari total pasar. Volume perdagangan hariannya bahkan lebih tinggi dari Ethereum, mencapai $9,83 miliar, dengan lebih dari 4.600 aset kripto yang mendukung ekosistemnya. Dalam 30 hari terakhir, Solana menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,9%, menandakan adopsi yang semakin meningkat.

Bitcoin dan Ekspansi Ordinals

Meskipun Bitcoin bukan platform smart contract utama, TVL-nya mencapai $7,97 miliar atau 5,90% dominasi pasar. Dukungan inovasi seperti Ordinals dan Runes membuat aktivitas ekosistem Bitcoin semakin variatif. Dalam 30 hari terakhir, TVL Bitcoin naik 15,8%, menegaskan daya tariknya di luar sekadar aset penyimpan nilai.

BNB Smart Chain dan TRON Ikut Bersaing

BNB Smart Chain menempati peringkat keempat dengan TVL $7,55 miliar (5,59% dominasi). Ekosistemnya masih ramai dengan lebih dari 3.000 aset kripto aktif dan volume perdagangan harian sekitar $7,88 miliar.

Sementara itu, TRON mengamankan posisi kelima dengan TVL $6,14 miliar (4,55% dominasi). Meski volume perdagangan hariannya relatif kecil di angka $101 juta, TRON tetap menjadi salah satu jaringan dengan basis pengguna stabil.

Secara keseluruhan, pasar Layer 1 tetap terkonsentrasi pada Ethereum sebagai pemimpin, diikuti oleh pertumbuhan agresif Solana dan peningkatan ekosistem Bitcoin. Dengan total TVL lebih dari $135 miliar, persaingan antar blockchain besar terus menjadi sorotan, terutama di tengah perkembangan aplikasi DeFi, NFT, dan inovasi on-chain lainnya.

Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Demo Memanas, Pasar Kripto Indonesia Ikut Terseret Arus Ketidakpastian

Gelombang aksi massa alias demo yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025 di beberapa titik strategis Indonesia rupanya tak hanya menyedot perhatian publik, tetapi juga mengguncang sentimen pasar keuangan.

Tak terkecuali bagi pasar kripto dalam negeri, yang menunjukkan pergerakan negatif pada mayoritas aset digital sepanjang 24 jam terakhir.

Data terbaru perdagangan kripto di Tokocrypto pada Jumat (29/8) memperlihatkan sebagian besar aset berada di zona merah.

Bitcoin (BTC/IDR) misalnya, turun -2,20% ke level Rp 1,803 miliar dengan volume perdagangan Rp 19,4 miliar.

Harga Ethereum (ETH/IDR) bahkan lebih dalam terkoreksi -4,76% ke Rp 71,44 juta, sedangkan XRP/IDR jatuh -3,99% ke Rp 47.070.

Baca Juga: Calon DK OJK Pengawas Kripto Uji Kelayakan di DPR RI

Aksi Massa dan Dampak Psikologis Investor

Sebagaimana dikutip dari CNBC, Aksi demo yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah itu memanas, sehingga menimbulkan kericuhan di beberapa titik.

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian politik yang berdampak langsung pada psikologis investor.

Dalam situasi seperti ini, banyak pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap kali gejolak sosial-politik meningkat, investor cenderung bersikap hati-hati.

Dalam kasus hari ini, volume perdagangan di sejumlah aset memang masih tinggi, tetapi tekanan jual lebih dominan.

Contohnya Solana (SOL/IDR) turun -1,75% ke Rp 3,412 juta, sementara Dogecoin (DOGE/IDR) anjlok -3,48% ke Rp 3.510.

Aset Stabil Lebih Diminati

Menariknya, pergerakan USDT/IDR (Tether) justru mencatatkan kenaikan +0,81% ke Rp 16.450.

Hal ini menandakan adanya peralihan dana ke aset yang dianggap lebih stabil. Fenomena “flight to safety” ini memperlihatkan investor domestik mencoba menahan risiko dengan menyimpan modal di stablecoin.

Selain USDT, hanya segelintir koin yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis. POL/IDR misalnya, naik +1,25% ke Rp 4.022 dan POPCAT/IDR menguat +0,57%.

Namun, kenaikan tersebut lebih bersifat teknikal ketimbang fundamental, mengingat arus sentimen pasar masih negatif.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Koreksi Lebar pada Aset Menengah

Sejumlah altcoin lapis dua justru mengalami koreksi tajam. SPX/IDR turun drastis -9,76%, menjadi salah satu penurunan terdalam hari ini.

ADA/IDR merosot -4,67% ke Rp 13.480, sementara AVAX/IDR terkoreksi -4,09% ke Rp 388.200.

Penurunan ini menunjukkan betapa rentannya aset menengah terhadap guncangan eksternal, apalagi ketika faktor domestik berperan besar.

Prospek Pasar dalam Jangka Pendek

Ketidakpastian akibat situasi politik saat ini bisa menjadi faktor dominan dalam pergerakan kripto domestik.

Meski pasar global relatif stabil, pasar lokal cenderung lebih sensitif terhadap isu-isu sosial dan politik di dalam negeri.

Jika kondisi demo terus berlanjut, tekanan jual berpotensi semakin dalam, terutama pada aset dengan kapitalisasi menengah ke bawah.

Namun, investor jangka panjang bisa memandang situasi ini sebagai peluang untuk akumulasi, mengingat fundamental aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum masih solid secara global.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 29 Agustus 2025: Bitcoin Bertahan di $112.000

Demo yang memanas dalam beberapa hari terakhir kembali mengingatkan bahwa pasar kripto Indonesia tidak bergerak dalam ruang hampa.

Sentimen politik, sosial, dan keamanan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi psikologis investor.

Dengan mayoritas aset bergerak turun, sementara stablecoin seperti USDT justru naik, terlihat jelas bahwa investor tengah berlindung sambil menunggu kepastian.

Ke depan, keseimbangan antara stabilitas politik dan arah regulasi kripto akan menjadi faktor penentu apakah pasar bisa pulih lebih cepat, atau justru tertekan lebih lama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali mengalami tekanan pada perdagangan terbaru.

Berdasarkan data pasar di platform Tokocrypto pada Jumat (29/8), harga BTC saat ini berada di kisaran $110,076.47 per BTC, dengan kapitalisasi pasar sekitar $2,191.96 miliar dan volume perdagangan 24 jam mencapai $60.96 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun -2.69%, sementara secara mingguan juga terkoreksi sekitar -2.47%.

Meskipun masih jauh di atas titik terendah tahunan, tren koreksi ini menimbulkan pertanyaan: mengapa Bitcoin melemah setelah berhasil menembus rekor harga $124,457.12?

Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

Tekanan dari Faktor Makroekonomi

Salah satu faktor utama penurunan harga Bitcoin berasal dari kondisi makroekonomi global.

Data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level ketat.

Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko tinggi seperti kripto.

Ketika dolar AS menguat, banyak pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit-taking) pada Bitcoin yang sebelumnya sudah melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini tercermin pada data 30 hari terakhir, di mana BTC anjlok -6.69%, menandakan tekanan jual masih kuat.

Aksi Ambil Untung Pasca Rekor Tertinggi

Bitcoin sempat mencatat rekor harga tertinggi baru di $124,457.12, sebuah pencapaian bersejarah yang menegaskan dominasi aset ini di pasar kripto.

Namun, kenaikan tajam tersebut memicu aksi ambil untung dari para investor besar (whales).

Dalam perdagangan terbaru, harga BTC turun hampir $2,976.31 (hari ini saja -2.63%), yang menegaskan tren koreksi sehat setelah reli panjang.

Pergerakan ini dianggap wajar dalam siklus pasar kripto, di mana fase euforia biasanya diikuti dengan konsolidasi untuk menemukan level keseimbangan baru.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dinamika Pasar Kripto: Volatilitas Masih Tinggi

Walau Bitcoin sedang terkoreksi, likuiditas pasar masih terjaga dengan volume perdagangan harian di atas $60 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap BTC tetap besar, meskipun investor lebih selektif dalam mengambil posisi.

Selain itu, volatilitas pasar yang tetap tinggi dengan pergerakan harga harian yang cukup lebar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $109,912.61 hingga $113,450.08.

Bagi trader jangka pendek, kondisi ini membuka peluang spekulasi, tetapi bagi investor jangka panjang, situasi ini menuntut kesabaran ekstra.

Keterbatasan Pasokan: Sentimen Jangka Panjang Masih Kuat

Meski saat ini harga terkoreksi, fundamental Bitcoin masih sangat kuat. Dengan jumlah sirkulasi 19.91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, tingkat kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

94.82% dari total pasokan sudah beredar, sehingga ruang pertumbuhan di masa depan masih terbuka lebar.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,315.65 miliar, mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset digital paling bernilai.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak analis tetap optimistis bahwa koreksi harga kali ini hanyalah fase konsolidasi sebelum tren naik berikutnya.

Baca Juga: Sentimen Pasar Berbalik Positif, Bitcoin Kembali Perkasa

Turun untuk Bangkit Kembali

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $110 ribu lebih merupakan respons pasar terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter global dan aksi ambil untung investor besar.

Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan optimisme, terutama dengan semakin dekatnya Bitcoin pada batas maksimal pasokan yang tidak bisa ditambah lagi.

Dengan volatilitas yang tinggi, pasar kripto tetap menyimpan peluang sekaligus risiko. Bagi investor, memahami siklus konsolidasi seperti sekarang ini sangat penting untuk menentukan strategi yang tepat.

Pada akhirnya, koreksi yang terjadi saat ini bisa menjadi pijakan untuk pertumbuhan lebih besar di masa depan.

Pergerakan Bitcoin:

  • Harga Saat Ini: $110,076.47 (-2.69% 24 jam)
  • Kapitalisasi Pasar: $2.191 T
  • Volume Perdagangan: $60.96 Miliar
  • Rekor Tertinggi: $124,457.12
  • Perubahan 30 Hari: -6.69%
  • Sirkulasi: 19.91M BTC (94.82% dari total maksimum)

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 25-29 Agustus 2025: Pump Bitcoin Back!!

Prediksi kita minggu ini salah telak, saya prediksi naik, actualnya turun. Padahal secara data, semua angka mendukung Bitcoin untuk naik: 

Secara data:

1. NAHB turun ❌ padahal saya prediksi naik. Jika saat naik saja saya prediksi DXY naik semu, kenapa NAHB turun, DXY naik? 😅

2. Housing Starts naik.✅ Sesuai Prediksi dan kecurigaan kita kenaikan didominasi oleh multi-family unit adalah akurat. Tetapi bukankah semakin aneh jika Index Kontraktor Rumah turun (NAHB) tetapi pembangunan rumah baru naik? 🤣🤣🤣 semakin kacau ngga tuh datanya. 

3. China Loan Prime Rate tetap di 3% ✅. Dan Bitcoin hijau sesuai jam-jaman di subs

4. Jackson Hole Symposium Meeting Dovish

5. Claim data naik

6. S&P Global Manufacturing PMI turun

7. Existing Home Sales naik 

8. CPI Jepang tetap di 3.3% 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan, pada dasarnya Minggu depan adalah akhir bulan. Pada H-3 Akhir bulan biasanya RRP cenderung naik, tetapi karena RRP sisa 35 Milyar dollar, boleh jadi tak akan terlalu berarti, mungkin hanya 1 hari di tanggal 29 Agustus 2025 yang akan spike besar. 

Senin, 25 Agustus 2025

22.00 WITA – NEW HOME SALES

Kita dapati NAHB turun dan Housing Starts naik dikarenakan Multi-Family unit, jadi sebenernya aslinya turun juga, karena Rumah kan dihitu 1 keluarga satu rumah. Kan namanya Kartu Keluar bukan Kartu Banyak Keluarga, definisinya dirubah oleh pemerintah.

Sehingga kita anggap Housing Starts turun. Maka jika NAHB turun, Housing Starts turun, Existing Home Sales stuck dan Perusahaan bangkrut naik, gimana cara New Home sales naik? Siapa yang beli? 

Maka saya Prediksi New Home Sales turun, kalau sampai naik, harus dibedah siapa yang beli, at the end of the day, kenaika jumlah pembelian rumah baru adalah menguatkan dollar karena KPR adalah sumber pendanaan pemerintah, Pemerintah mencetak uang dari harga rumah yang naik. Maka jika New Home Sales turun DXY juga ikutan turun. Kira-kira begini candle hari Senin:

Selasa, 26 Agutus 2025

20.30 WITA – Durable Good Order

Duranble Good Order adalah Belanja Masyarakat Barang Tahan Lama seperti Kulkas, TV, Furniture juga Mobil, sayangnya juga dimasukkan Belanja Pertahanan Kementrian Pertahanan. Kita dapati berita bahwa Iran terus mempersiapkan diri perang isreal, Pengiriman kapal perang ke Venezuela untuk pemberantasan Narkoba dan disetujuinya Belanja Pertahanan Eropa dari AS dengan mark up 10%, pada intinya yang nampak hanyalah pucuk gunung es, yang dibelakang itu belanja pertahanan semua negara meningkat apalagi di Timur Tengah setelah pidator provokasi Netanyahu tentang isreal Raya.

Tambah belanja lah semua negara itu, sehingga saya prediksi Durable Good Order akan naik. Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, karena pada dasarnya bisnis utama AS adalah senjata alutsista, AS bukanlah mesin produksi seperti Tiongkok yang memproduksi segalanya, banyak dari barang AS adalah impor. AS punya anggaran belanja tanpa batas karena dollar dipakai sebagai alat transaksi dan cadangan devisa semua negara, itulah sebabnya Trump mengatakan Jika Dollar tidak dipakai lagi adalah sama dengan kalah perang dunia:

21.00 WITA – House Price Index

Salah satu penyebab rumah semakin sedikit laku adalah karena harganya yang naik terus. Kita mencicil rumah yang harganya naik terus dengan nilai uang yang turun terus dan gaji yang kenaikannya lebih lambat dari kenaikan inflasi dan harga barang.

Mampus ngga hidup begini? Apakah jika suku bunga turun, harga rumah turun? Oh tentu tidak, apakah jika pembeli rumah menurun karena Gen Z tidak mau mencicil rumah maka harga rumah turun? Oh tentu tidak. Harga rumah akan naik terus walau tidak ada yang beli sekalipun karena rumah adalah giffen goods. Cara tahunya? M2 Supply naik lagi: 

22.00 WITA – CB Consumer Confidence

Magic bukan sihir, hahahha saya yang tiap hari meng-update pengetahuan saya tentang keadaan ekonomi AS itu berasa familiar, Pemerintahnya ngomong apa, rakyatnya ngomong apa. Secara logika CB Consumer Confidence atau Kepercayaan diri Belanja Masyarakat seharusnya rontok, faktanya retail Sales dibawah bulan laku, perusahaan yang mengajukan pailit tertinggi bahkan lebih tinggi dari saat pandemi, penjual rumah lebih banyak daripada pembeli rumah, dan yang beli adalah usia 70 Tahun keatas.

Maka secara logika CB Consumer Confidence harusnya turun. Tapi saya mau inverse saja, saya prediksi naik. Alasannya Presiden Trump telah mengganti kepala BLS yang baru dan selalu menggaungkan jika inflasi masih ok. Tidak ada alasan logis, hanya inverse saja karena keadaan sudah tidak ada yang masuk akal. Maka jika CB Consumer Confidence naik DXY naik dan Bitcoin turun. Kira-kira begini Candle-nya hari Selasa:

Rabu, 27 Agustus 2025

02.00 WITA – M2 Supply 

M2 Supply bulan lalu capai ATH dan bulan Juli yang dilaporkan di Agustus juga akan capai ATH lagi. Apa dong alasan saya harus bearish?Tetapi pengaruh M2 Supply adalah 1 Tahun+, jadi hari Rabu dapat dihitung sebagai tidak ada data. Kira-kira begini candle hari Rabu:

Kamis, 28 Agustus 2025

20.30 WITA – GDP

GDP AS bulan lalu naik. Hahaha ketawain ajah, yang penting ingat rumusnya, jika GDP naik maka inflasi naik karena dalam pertumbuhan GDP tidak disematkan pertumbuhan utang. Utangnya ATH lalu GDP naik, bodong lah itu kayak gaji naik 5% tapi harga barang naik 30%.

 22.00 WITA – Pending Home Sales

Pending Home sales saya prediksi naik. Pending Home Sales adalah rumah yang sudah dibeli tapi belu selesai pembayarannya belum final, baru tanda-tangan kontrak, belum DP. Jika Pending Home Sales naik maka DXY naik, tapi karena ga masuk akal saya tidak memprediksi DXY naik: 

Jumat, 29 Agustus 2025

20.30 PCE Price Index

PCE saya prediksi naik alasannya inflasi naik. Sehingga dipandang Fed belum akan potong suku bunga. Namun Pidato Powell di Simposium Jackson hole akan dovish karena Temanya telah mengangkat pasar buruh. Pada keadaan normal jika ini bukan hari terakhir di akhir bulan, saya akan memprediksi Bitcoin naik.

Tetapi karena ini hari terakhir RRP di akhir bulan yang cenderung naik. Saya akan prediksi Bitcoin koreksi dulu dan pump di h+1 Setelah laporan PCE. Fed telah kalah perang dengan inflasi, dan inflasi standar baru akan dipatok 3%, di banyak negara, Pajak akan naik dimana-mana dan daya beli akan turun. 

22.00 WITA – Unmich 1 Year Inflation Expectation

Uninversity of Michigan inflation expectation 1 Tahun saya prediksi naik. Karena memang nyatanya jumlah edar uang naik. Maka jika Unmich naik DXY akan naik. 
Kira-kira begini candle hari Jumat:

Terimakasih sudah membaca. 

Ingat, semua tulisan saya hanyalah fiksi dengan didukung oleh data yang fiksi juga. Setiap data adalah bahan untuk konten, sehingga prediksi ini pastilah mengada-ada. Saya bukanlah ekonom juga tidak mengerti ekonomi yang sulit ini, karena itu menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan diperlukan analisa sendiri agar tidak tersesat. Dengan klausa ini saya bisa nge-les karena ini bukan nasehat keuangan. Tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 1-5 September 2025: September Bearish?

Artikel kita minggu ini salah telak. Ingat, artikelnya selalu kecepetan seminggu, sehingga toleransinya adalah lagging 1-2 minggu

Secara data:

1. New Home Sales dilaporkan turun, tetapi angka sebelum diedit naik. 😂😂😂😂. Prediksi saya New Home Sales naik dan DXY naik ✅

2. Consumer Confidence turun, tetapi angka sebelumnya naik. 😂😂😂😂

DXY Turun

3. House Price Index di edit turun. 

4. Claim data juga diedit

5. GDP pun diedit

6. PCE gimana tuh bacanya 😂😂😂😂

Ooh Hi Antoni EJ, How are you?

Ternyata Antek orang dalam juga hahahaha

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 1 September 2025

08.30 WITA – Jibun PMI Manufacturing Jepang

09.45 WITA – CAIXIN Manufacturing PMI

Status Jepang dan Tiongkok adalah sama dengan Tiongkok dan AS. Jika Jepang maju maka Tiongkok ngga bisa maju dan jika Tiongkok maju maka Jepang mundur. Jika PMI Jepang naik maka PMI Tiongkok turun, Jika PMI Manufacturing Tiongkok naik maka punya Jepang turun. Dikala pasar AS libur begini, maka Hijaunya di pagi hari lalu woles di malam hari
-PASAR AS LIBUR-

Kira-kira Begini Candle hari Senin:

Minggu depan naik karena kepastian bahwa RRP turun diawal bulan

Selasa, 2 September 2025

21.45- WITA – S&P Manufacturing PMI

22.00 WITA – ISM Manufacturing PMI

Apa beda Manufacturing S&P 500 dan ISM Manufacturing PMI?Perbedaannya adalah pada daftar perusahaannya dan metodenya. S&P berjumlah 500 perusahaan Standar & Poor yang terdaftar di bursa Efek sedangkan ISM dilakukan berdasarkan Daftar perusahaan yang lebih luas lagi. 

Jika PMI manufacturing data naik maka DXY naik, Jika PMI Manufacturing turun maka DXY turun. Melihat Consumer Confidence yang turun serta harga rumah yang turun, maka saya prediksi Manufacturing PMI AS turun dan DXY turun. Kira-kira begini Candle Selasa:

Rabu, 3 September 2025

22.00 WITA – FACTORY ORDER

Factory order adalah pesanan inden pabrik didalamnya ada pesanan TV, Kulkas, Furniture juga mobil, sehingga Factory Order naik membuat DXY naik karena ekonomi bergerak. Kita dapati Durable Good Order naik dan Retail Sales naik, maka saya prediksi Factory order naik dan DXY naik.

– Jolts (Jumlah Lowongan Pekerjaan)

Jolts adalah Jumlah Lowongan dan pergantian karyawan, kita dapat claim data terus membaik dan penganguran turun. Jadi saya prediksi Jolts naik dan DXY naik, Bitcoin koreksi tipis disini:

 

Kamis, 4 September 2025

20.15 WITA – ADP 

Kita dapati Durable Good Order naik, Factory Order saya prediksi naik dan Jolts juga saya prediksi naik, maka tentu saya akan prediksi jumlah karyawan swasta naik juga (ADP) sejalan dengan pernyataan Trump:

20.30 WITA – Claim data 

Saya prediksi Jumlah Claim data akan tetap stabil dan ADP naik, maka DXY juga naik sehingga Bitcoin koreksi lagi:

Jum’at, 5 September 2025

20.30 WITA – Non Farming Payroll

Presiden Trump memecat kepala BLS dan menggantikannya dengan Antoni EJ. Pertanyaan saya sederhana, tidak mungkin Antoni merilis angka yang tidak menaikkan popularitas Trump, dan Trump tidak mau DXY kuat, tetapi memprediksi NFP turun yang sudah di 73K adalah salah. 😅😅😅😅 Bisa dipecat lagi nanti Antoni.

Namun demikian NFP tidak boleh menguatkan DXY karena aturan umumnya adalah NFP naik DXY naik. Bagaimana caranya NFP naik tapi DXY turun?

Yang harus dilaporkan adalah NFP naik, Pegawai pemerintah turun, pegawai swasta naik, pegawai tetap naik dan pegawai paruh waktu turun Tetapi magic bukan sihir, DXY tidak naik?

Bagaimana caranya? Hahaha itu seperti menugaskan pemerintah menaikan harga gabah tapi harga beras tidak boleh naik. 

Powell sudah mengatakan bahwa September akan didukung potong suku bunga. Sehingga saya prediksi walaupun NFP naik, maka DXY turun, boleh jadi dengan cara mengubah angka 73K naik dan NFP hari Jumat tidak jauh-jauh dari editan 73K. Sehingga terlihat membaik namun masih kurang yang akhirnya dapat merangsang stimulus. Kira-kira begini candle-nya:

Terimakasih sudah membaca.

Garis kuning itu adalah jejak kesalahan saya dalam memprediksi, sehingga terbukti bahwa analisa saya cenderung salah. Jika analisa yang salah ini dijadikan acuan jual beli, ya kalian yang salah, saya membuat artikel ini untuk memprediksi kesalahan bukan untuk mencari kebenaran, dengan mengetahui salamya dimana maka kita tahu yang benar bagaiman tetapi tetap sangkut. Tetaplah analisa sendiri, dan jangan nebeng nasib, karena 93ribu orang ternyata tidak membuktikan analisa saya bagus juga alasannya ini bukanlah nasihat keuangan. 

Camkan itu baik-baik bapak muda. Anakmu baru SD kelas dua.

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Riset Kripto 25-29 Agustus 2025: Altcoin Mengungguli Kenaikan Bitcoin

Riset kripto ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai referensi bagi investor dan pelaku pasar untuk memahami dinamika terbaru dalam ekonomi global maupun industri kripto.

Melalui analisis komprehensif yang mencakup data makroekonomi, pergerakan pasar kripto, serta berbagai peristiwa penting di ekosistem blockchain, laporan ini bertujuan memberikan gambaran mendalam tentang tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.

Dengan komitmen menghadirkan informasi akurat dan relevan, tim Research Tokocrypto berharap laporan ini dapat membantu pembaca membuat keputusan yang lebih tepat di tengah perubahan pasar yang cepat.

Fokus Utama

  1. Makroekonomi Global
    • Utang nasional Amerika Serikat telah melonjak sebesar $1 triliun, totalnya mendekati ke angka $38 triliun dan memicu kekhawatiran ketidakstabilan fiskal.
    • Bank investasi Morgan Stanley memperkirakan The Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September
    • Ketua The Fed Jerome Powell pada 27 Agustus mengindikasikan penyesuaian suku bunga selanjutnya kemungkinan hanya akan “sederhana” (modest) karena ekspektasi aktivitas ekonomi yang stabil.
  2. Makroekonomi Nasional
    • Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumpulkan Rp40,02 triliun dari pajak kripto hingga fintech lainnya per 31 Juli 2025. Dari jumlah tersebut, pajak kripto menyumbang Rp1,55 triliun sejak 2022.
    • Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memangkas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan Rupiah di bank umum sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. 
    • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat dengan DPR, membantah tuduhan manipulasi data terkait angka pertumbuhan ekonomi Kuartal II sebesar 5,12% dan data kemiskinan.
  3. Performa Pasar Kripto
    • Market cap turun ke $3.86 triliun (-0.6%), CMC 100 Index menurun ke $238.21 (-0.93%)., sementara Fear & Greed Index berada di 47 (Neutral), mencerminkan sentimen pasar sudah mulai optimis sejalan dengan kenaikan harga Bitcoin.
    • Altcoin Season Index berada di 46/100, menunjukkan dominasi Bitcoin mulai melemah dan altcoin sudah menunjukkan dominasi dalam kenaikan.
    • Narrative utama: Sektor Generative AI, AI & Big Data, dan DeFAI menunjukkan kenaikan signifikan, menandakan adanya momentum kuat pada narasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. 
  4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
    • BTC berada di titik krusial, apabila Rebound maka diprediksi akan naik hingga  Fibonacci 2.618 ($134.348). Jika breakdown maka bisa turun hingga Fibonacci 0.236 (101,445.8) yang menjadi titik terendah sebelumnya. 
    • Token Unlock: COCA dan Sleepless AI → Risiko distribusi tinggi minggu ini.
    • BTC: Cumulative LTH Realized Profit (Bull Market) → Menunjukkan LTH secara konsisten menjual ke pasar yang sedang naik (strength selling).

📌 Kesimpulan: Pantau sektor Generative AI, AI & Big Data, dan DeFAI yang dominan minggu ini. Hindari entry jangka pendek pada token dengan unlock >10% tanpa katalis atau dukungan locking. Gunakan teknikal dari unlock menengah untuk akumulasi proyek berkualitas seperti SUI dan Ethena. Disiplin risiko karena kenaikan Bitcoin belum menunjukkan adanya indikasi antara rebound atau breakdown dari  previous resistance become supportnya.

Makroekonomi Global

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
  • Utang nasional Amerika Serikat telah melonjak sebesar $1 triliun, totalnya mendekati ke angka $38 triliun dan memicu kekhawatiran ketidakstabilan fiskal.
  • Bank investasi Barclays menyatakan bahwa ekonomi AS kemungkinan telah memasuki “kondisi mandek” (stall state), dengan risiko resesi dalam dua tahun ke depan kini mencapai 50%.
  • Presiden Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook atas tuduhan pelanggaran hipotek. Cook membantah dan menyatakan bahwa presiden “tidak memiliki wewenang untuk melakukannya” dan ia akan terus menjalankan tugasnya. 
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
  • Bank investasi Morgan Stanley memperkirakan The Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September
  • Ketua The Fed Jerome Powell pada 27 Agustus mengindikasikan penyesuaian suku bunga selanjutnya kemungkinan hanya akan “sederhana” (modest) karena ekspektasi aktivitas ekonomi yang stabil.

Makroekonomi Nasional

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
  • Bank Indonesia menyatakan nilai transaksi mata uang lokal (LCT) dengan Jepang mencapai US$5,1 miliar. Bersamaan dengan itu, BI juga meluncurkan QRIS lintas batas Indonesia-Jepang untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.
  • Kementerian Keuangan Sri Mulyani berpendapat rasio pajak Indonesia tampak rendah karena tidak memasukkan pajak daerah
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumpulkan Rp40,02 triliun dari pajak kripto hingga fintech lainnya per 31 Juli 2025. Dari jumlah tersebut, pajak kripto menyumbang Rp1,55 triliun sejak 2022.
  • Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memangkas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan Rupiah di bank umum sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. 
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat dengan DPR, membantah tuduhan manipulasi data terkait angka pertumbuhan ekonomi Kuartal II sebesar 5,12% dan data kemiskinan.

Kalender Makroekonomi

25 Aug 2025 U.S. New Home Sales U.S. New Home Sales (Penjualan Rumah Baru AS)Actual: 652KForecast: 635KPrevious: 656K→ Angka penjualan rumah baru yang lebih baik dari perkiraan ini, meskipun sedikit turun dari bulan sebelumnya, menunjukkan bahwa permintaan di pasar perumahan tetap kuat. Ini adalah sinyal yang sedikit hawkish, yang dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
26 Aug 2025 U.S. Durable Goods Orders MoM U.S. Durable Goods Orders MoM (Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulanan)Actual: -2.8%Forecast: -3.8%Previous: -9.3% → Kontraksi pada pesanan barang tahan lama tidak separah yang ditakutkan, menunjukkan sedikit ketahanan di sektor manufaktur. Meskipun masih negatif, hasil yang lebih baik dari perkiraan ini adalah sinyal yang sedikit hawkish, yang dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
26 Aug 2025 U.S. CB Consumer Confidence U.S. CB Consumer Confidence (Kepercayaan Konsumen Conference Board AS)Actual: 97.4Forecast: 96.4Previous: 98.7 → Kepercayaan konsumen yang lebih kuat dari perkiraan ini, meskipun turun dari level sebelumnya, menunjukkan sentimen rumah tangga yang relatif tangguh. Ini adalah sinyal hawkish yang dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk segera memangkas suku bunga
28 Aug 2025 U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ U.S. Gross Domestic Product (GDP) QoQ (Produk Domestik Bruto (PDB) AS Kuartalan)Actual: –Forecast: 3.0%Previous: -0.5%→ Jika data PDB AS lebih kuat dari perkiraan (3,0%), ini akan menjadi sinyal hawkish yang sangat negatif bagi kripto karena akan menunda ekspektasi pemotongan suku bunga, namun jika hasilnya lebih lemah, ini akan menjadi sinyal dovish yang positif karena akan menjaga harapan tersebut tetap hidup.
29 Aug 2025 U.S. PCE price index U.S. PCE price index MoM (Indeks Harga PCE AS Bulanan)Actual: –Forecast: 0.3%Previous: 0.3%→ Jika data Inflasi PCE Inti (Core PCE) lebih dingin dari perkiraan, ini akan menjadi sinyal dovish yang sangat positif bagi kripto karena akan mengunci ekspektasi penurunan suku bunga, namun jika hasilnya lebih panas dari perkiraan (0,3%), ini akan menjadi sinyal hawkish yang sangat negatif yang akan menghancurkan harapan tersebut.
Kesimpulan Data makroekonomi AS sangat beragam: sektor perumahan dan konsumen menunjukkan kekuatan (hawkish), sementara data manufaktur dan jasa yang terlihat sebelumnya menunjukkan perlambatan. Sinyal campuran ini menciptakan ketidakpastian tinggi dan berpotensi menyebabkan volatilitas pasar sambil menunda ekspektasi pemotongan suku bunga

Perkembangan Regulasi Kripto

etf xrp
ETF XRP
  • Eksekutif Citi, Ronit Ghose, memperingatkan bahwa stablecoin yang memberikan imbal hasil (yield) dapat memicu gelombang besar aliran dana keluar dari simpanan bank, menyamakannya dengan ledakan reksa dana pasar uang pada tahun 1980-an
  • Prospek persetujuan ETF XRP spot telah meningkat secara signifikan setelah pengajuan S-1 dari Bitwise, Franklin Templeton, serta Grayscale pada hari yang sama.
  • Federasi Bursa Efek Dunia (WFE) mewakili bursa saham global mendesak regulator sekuritas untuk menindak tegas saham yang ditokenisasi.
  • Bursa kripto Kraken telah bertemu dengan Satuan Tugas Kripto SEC untuk membahas proposal sistem perdagangan yang ditokenisasi dan regulasi untuk aset tradisional yang ditokenisasi.
  • Jaksa federal AS secara resmi mengajukan banding atas hukuman “waktu yang telah dijalani” (time served) kepada Sergei Potapenko dan Ivan Turõgin, dua pendiri skema Ponzi crypto mining HashFlare senilai $577 juta.

Adopsi Kripto oleh Institusi

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) gugatan kasus Ripple. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
  • Firma investasi VanEck telah mengajukan proposal ke SEC untuk ETF Solana pertama yang sepenuhnya menjalni proyek liquid staking token (LST), yaitu JitoSOL.
  • Perusahaan publik Sharps Technology (STSS) mendapatkan pendanaan private placement sebesar $400 juta untuk membentuk perbendaharaan aset digital yang berfokus pada Solana (SOL).
  • Manajer aset Bitwise telah mengajukan proposal ke SEC untuk meluncurkan ETF Chainlink (LINK) spot pertama di AS.
  • Firma investasi Canary Capital telah mengajukan proposal ke SEC  untuk meluncurkan ETF meme coin TRUMP.
  • Trump Media dan Crypto.com bermitra untuk mengintegrasikan token Cronos (CRO) sebagai token utilitas inti di Truth Social. Sebagai bagian dari kesepakatan, Trump Media juga akan membeli CRO senilai $105 juta.

Performa Pasar Kripto Mingguan

Dalam tujuh hari terakhir, pasar kripto mengalami lonjakan harga yang signifikan, dengan beberapa token dan sektor mencatatkan peningkatan yang luar biasa. NMR memimpin dengan kenaikan +180%, diikuti OMI (+126%), WCRO(+79.96%), dan VVS(+75.58%), menandakan rotasi minat ke token berkapitalisasi kecil hingga menengah.

Di sisi sektor, lonjakan dipimpin oleh Generative AI (+83.73%), disusul AI & Big Data (+43.16%), DeFAI (+27.60%), MVB (+22.77%), dan CEX (+19.90%) menunjukkan momentum sektor beragam yang kuat.

📈 Highlights:

  • NMR memimpin dengan kenaikan harga yang sangat tajam (+180%), menunjukkan daya tarik besar dari investor terhadap token ini dalam seminggu terakhir.
  • OMI (+126%) dan WCRO(+79.96%) memperlihatkan bahwa token dengan kapitalisasi pasar yang kecil ke menengah masih mampu memberikan imbal hasil yang signifikan bagi para investor.
  • Di sektor, Generative AI (+83.73%), AI & Big Data (+43.16%), dan DeFAI (+27.60%) mendominasi, mengindikasikan bahwa sektor AI seperti ekosistem terkait semakin menarik minat pasar. Di siis lain, MVB (+22.77%) dan CEX (+19.90%) tetap atraktif seiring narasi MVB dalam ekosistem BNB dan Centralize Exchange menarik minat retail.

Pergerakan Harga Bitcoin

Daily Chart Bitcoin. Source: Tradingview (28 Aug 2025)
Daily Chart Bitcoin. Source: Tradingview (28 Aug 2025)

Pada minggu sebelumnya harga BTC diprediksi akan gagal dari reli pada zona distribusi Po3 dan hanya liquidation sweep yang terbukti benar. Pada timeframe daily, harga Bitcoin menurun previous resistance become supportnya hingga menyentuh Fibonacci 0.886-0.786 ($110.424-$109.043).

Pada zona ini, harga terlihat sedang di titik krusial antara Rebound atau Breakdown yang dapat dilihat dari indikator Ichimoku Cloud yang menunjukkan harga ada di titik Cloudnya. Apabila rebound maka diprediksi akan naik hingga  Fibonacci 2.618 ($134.348), tetapi apabila breakdown dan membentuk Lower High dan tidak bisa membuat Higher High dari Liquidation Sweep sebelumnya maka bisa turun hingga Fibonacci 0.236 (101,445.8) yang menjadi titik terendah sebelumnya. 

Sedangkan pada timeframe weekly, harga Bitcoin berada di bawah garis Kijun Sen berwarna biru yang menandakan adanya pelemahan dalam tren naik dan di bawah Fibonacci 0.236 (112,695.5) yang ditarik dari titik terendah mingguannya hingga tertinggi pada saat liquidation sweep.

Apabila tidak ada konfirmasi kenaikan di atasnya, maka dikhawatirkan Bitcoin breakdown dari previous resistance become supportnya dan mengalami retracement hingga Fibonacci 0.5 (99,497.7) dalam jangka panjang secara weekly. Oleh karena itu, perlu waspada resiko dan manajemen kapital karena ketika Bitcoin turun 1%, altcoin bisa lebih dalam sebanyak 10% 

Daily:

  • BTC berada di titik krusial, apabila Rebound maka diprediksi akan naik hingga  Fibonacci 2.618 ($134.348). Jika breakdown maka bisa turun hingga Fibonacci 0.236 (101,445.8) yang menjadi titik terendah sebelumnya. 

Weekly:

  • Bitcoin dikhawatirkan breakdown dari previous resistance become supportnya dan mengalami retracement hingga Fibonacci 0.5 (99,497.7) dalam jangka panjang secara weekly apabila tidak rebound di titik saat ini.

🔭 Short-Term Projection:

Bullish Case:

  • Jika Bitcoin mengonfirmasi adanya penguatan di titik harga saat ini,  maka diprediksi akan naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348)

⚠️ Bearish Case:Jika harga Bitcoin membentuk Lower High dan tidak bisa membuat Higher High dari Liquidation Sweep sebelumnya maka bisa turun hingga Fibonacci 0.236 (101,445.8) yang menjadi titik terendah sebelumnya.

Analisis Data On-Chain Bitcoin

Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week BTC: Total Transaction Fees
Data source: CoinGlass (28 Aug 2025) Data source: Glassnode(25 Aug 2025)
Berdasarkan heatmap likuidasi Binance selama seminggu terakhir, harga Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi yang terjepit di antara dua zona likuiditas yang sangat padat.

Di sisi atas, terdapat tumpukan likuidasi posisi short yang signifikan di sekitar area $112.500-$114.000, sementara di sisi bawah, likuidasi posisi long menanti di level $110.000 dan $108.000.

Zona likuidasi short terdekat ➜ Berada di level $112.500-$113.000, berpotensi menjadi “magnet” harga ke atas dalam jangka pendek.

Zona likuidasi long di bawah ➜ Terkonsentrasi kuat di sekitar $110.000 dan $108.000, yang bertindak sebagai support sekaligus target jika terjadi penurunan.

🔍 Insight:Harga cenderung “berburu” likuiditas ➜ Pergerakan selanjutnya kemungkinan besar akan menyapu salah satu zona (atas atau bawah) untuk memicu likuidasi berantai sebelum tren yang lebih jelas terbentuk.

Harga Bitcoin mendekati rekor tertinggi, tetapi biaya transaksinya justru anjlok. Ini disebabkan permintaan institusional dipenuhi via ETF (off-chain) dan ritel bermigrasi ke blockchain lain, sehingga valuasi harga kini terpisah dari kepadatan aktivitas on-chain.

Harga BTC di puncak ➜ Biaya transaksi di dasar, menandakan putusnya korelasi antara valuasi dan aktivitas jaringan.

Permintaan diserap ETF & L1 lain ➜ Mengurangi kepadatan dan kompetisi di jaringan utama Bitcoin.

🔍 Insight:Peran Bitcoin berubah ➜ Kini menjadi akses utama untuk transaksi raksasa yang penting, bukan lagi untuk transaksi kecil sehari-hari.

Biaya transaksi rendah bukan lagi sinyal bearish ➜ Relevansi metrik ini untuk menunjukkan adopsi ritel di Bitcoin telah menurun

Bitcoin: Accumulation vs. Distribution by all cohorts (60D) BTC: Cumulative LTH Realized Profit (Bull Market)
Data source: Cryptoquant (26 Aug 2025) Data source: Glassnode (27 Aug 2025)
Koreksi harga Bitcoin di bawah $111.000 menyoroti adanya dinamika yang kontras antar kelompok investor.

Data on-chain secara visual mengonfirmasi bahwa super whale (dompet >10k BTC) tengah melakukan distribusi, sementara di sisi lain, kelompok whale (1k-10k BTC) dan investor ritel justru secara agresif mengakumulasi pasokan yang dijual.

Distribusi oleh super whale (>10k BTC) ➜ Tekanan jual datang dari kelompok pemegang terbesar, menciptakan likuiditas di pasar.

Akumulasi kuat dari whale (1k-10k BTC) & ritel ➜ Menunjukkan kepercayaan tinggi dari kelompok ini untuk “membeli saat turun” (buy the dip).

🔍 Insight:Terjadi transfer kepemilikan ➜ BTC berpindah dari segelintir entitas raksasa ke kelompok investor yang lebih luas, yang berpotensi memperkuat struktur pasar untuk jangka panjang.

Aktivitas ambil untung (profit taking) oleh Pemegang Jangka Panjang (LTH) pada siklus kali ini telah mencapai level historis. Data menunjukkan LTH telah merealisasikan keuntungan kumulatif sebesar 3,27 juta BTC.

Angka ini secara signifikan telah melampaui total keuntungan pada siklus 2021 dan merupakan yang tertinggi kedua sepanjang sejarah, menandakan tekanan distribusi yang kuat dari para investor veteran.

Realisasi profit 3,27 juta BTC ➜ Menunjukkan LTH secara konsisten menjual ke pasar yang sedang naik (strength selling).

Siklus saat ini telah lampaui 2021 ➜ Skala profit taking kali ini lebih besar dibandingkan keseluruhan periode bull run sebelumnya.

🔍 Insight:Daya permintaan pasar sangat kuat ➜ Permintaan baru dan partisipan pasar lainnya terbukti mampu menyerap tekanan jual masif dari LTH tanpa meruntuhkan tren naik.

Altcoin Update

Perkembangan Proyek Altcoin

Bio Protocol ($BIO) pada 25 Agustus memulai “Ignition Sale” untuk token baru dari proyek Aubrai ($AUBRAI) di launchpad-nya.

Raksasa keuangan Jepang, SBI Group, telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Chainlink untuk mengembangkan alat kripto bagi perbankan di Jepang dan Asia-Pasifik.

Penyedia infrastruktur rollup, Caldera, meluncurkan “Portal Ekosistem” baru. Platform data ini dirancang untuk memberikan gambaran yang transparan dan komprehensif tentang seluruh aktivitas di ekosistem Caldera.

Bursa kripto Gemini, telah meluncurkan kartu kredit baru yang memberikan imbalan (rewards) dalam bentuk token XRP. Kartu ini merupakan perpanjangan dari kemitraan Gemini dengan Ripple yang menawarkan hingga 4% cashback dalam bentuk XRP untuk kategori pengeluaran sehari-hari dan dikreditkan secara instan setelah transaksi.

Rumor di komunitas kripto menguat bahwa Ripple (XRP) sedang mengembangkan solusi oracle-nya sendiri yang dirancang untuk mengambil data langsung dari buku besar (ledger) perbankan.

Analisis On Chain Altcoin

Data on-chain dari akhir pekan menunjukkan aktivitas whale yang beragam: beberapa investor merealisasikan keuntungan pada altcoin, seperti LINK, AERO, dan BIO, sementara yang lain secara agresif mengakumulasi aset-aset utama, seperti Bitcoin dan Ethereum.

Data on-chain dari Bubblemaps dilaporkan telah secara konklusif membuktikan bahwa Hayden Davis, seorang promotor yang terkait dengan penipuan LIBRA sebelumnya, terlibat langsung dalam “snipe” peluncuran meme coin YZY milik Kanye West, yang membuatnya menghasilkan $12 juta.

Bursa derivatif terdesentralisasi, Hyperliquid, berdasarkan data on-chain untuk ketiga kalinya secara berturut-turut berhasil melampaui volume perdagangan bulanan dari platform pialang ritel raksasa, Robinhood.

Jaringan Sui telah mencatat lonjakan aktivitas on-chain yang eksplosif dengan volume transfer stablecoin melampaui $100 miliar di bulan Agustus, hal ini melampaui para pesaing utamanya.

Data on-chain dari Bubble Map untuk Avalanche (AVAX) menunjukkan aktivitas spekulatif yang bullish dengan data on-chain yang menunjukkan arus masuk stablecoin sebesar $150 juta ke ekosistem Avalanche yang melampaui Solana

Token Unlock

Memasuki minggu pertama bulan September 2025, pada periode 01-07 September pasar kripto diramaikan oleh agenda pelepasan token dari 21 proyek. Momen seperti ini krusial untuk dicermati karena penambahan suplai token ke sirkulasi dapat menguji keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar.

Aksi ambil untung (profit-taking), terutama dari investor awal, seringkali menjadi pemicu volatilitas harga, sehingga para pelaku pasar disarankan untuk waspada dan mempersiapkan strategi.

🔍 Highlight Unlock

  • 🔺 Unlock Besar (>10% dari Suplai Beredar):
    Proyek yang masuk dalam kategori ini adalah COCA (~15.2%) dan Sleepless AI (~13.9%). Pelepasan token dalam skala masif seperti ini berpotensi besar menciptakan tekanan jual yang kuat. Pelaku pasar perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya koreksi harga yang signifikan di sekitar tanggal unlock.
  • 🟡 Unlock Menengah (5–10%):
    Di kategori menengah, terdapat Hooked Protocol (~5.75%), Everclear (~5.34%), dan Tokencrypto (~5.89%). Meskipun dampaknya tidak seekstrem kategori pertama, unlock ini tetap dapat menciptakan riak dan fluktuasi harga dalam jangka pendek. Potensi volatilitasnya bisa menjadi pedang bermata dua: risiko bagi pemegang aset, sekaligus peluang bagi trader aktif.
  • 🟢 Unlock Ringan (<5%):
    Sebagian besar proyek minggu ini, seperti Sui (~1.62%), Immutable (~1.28%), Ethena (~1.42%), Maverick (~2.25%), CUDOS (~4.92%), dan lainnya, melakukan unlock dalam skala kecil. Pelepasan ini seringkali merupakan bagian dari unlock terjadwal dan dampaknya terhadap harga pasar diperkirakan akan sangat terbatas atau bahkan tidak terasa.

💡 Analisis untuk Investor/Trader:

  • Untuk unlock skala besar (>10%), seperti COCA dan Sleepless AI. Strategi yang lebih bijak mungkin adalah wait and see. Menunggu hingga tekanan jual mereda bisa memberikan titik masuk (entry point) yang lebih baik setelah harga stabil.
  • Unlock skala menengah, seperti Hooked Protocol, dll. Dapat membuka jendela untuk strategi perdagangan jangka pendek. Memanfaatkan gejolak harga yang mungkin terjadi bisa menjadi peluang, tetapi tetap memerlukan manajemen risiko yang ketat.
  • Unlock skala kecil, seperti SUI. Umumnya tidak terlalu memengaruhi keputusan trading jangka pendek. Bagi investor jangka panjang, momen ini justru bisa dianggap sebagai non-event atau kesempatan untuk melakukan akumulasi jika terjadi sedikit penurunan harga.

Proyeksi & Analisis

Pasar kripto tercatat mengalami penurunan tipis dengan kapitalisasi pasar mencapai $3.86 triliun (-0.6%), sementara CoinMarketCap 100 Index naik hingga ke $238.21 (-0.93%). Penurunan ini sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin yang gagal reli di zona Distribusi Po3.

Kini CMC Altcoin Season Index berada di angka 46/100, menandakan bahwa dominasi Bitcoin masih sedikit kuat dan altcoin mulai menunjukkan kenaikan dalam trennya. Fear & Greed Index berada di angka 47 (Neutral), angka yang menunjukkan adanya pelemahan  di pasar akibat dari menurunnya harga Bitcoin yang gagal reli di zona Distribusi Po3.

🔮Outlook Minggu Depan:

BTC saat ini breakdown dari range box dan menunjukkan adanya indikasi Po3

  • Bullish case: Jika Bitcoin mengkonfirmasi adanya higher high yang baru dan tidak melakukan liquidation sweep, maka harga Bitcoin pada Po3 berpotensi naik hingga Fibonacci 2.618 ($134.348). 
  • Bearish case: Jika harga Bitcoin hanya melakukan liquidation sweep pada higher highnya yang terbaru, maka reli Bitcoin pada Po3 bisa saja gagal.

Zona likuidasi & teknikal:

  • Zona likuidasi short terdekat ➜ Berada di level $112.500-$113.000, berpotensi menjadi “magnet” harga ke atas dalam jangka pendek. 
  • Zona likuidasi long di bawah ➜ Terkonsentrasi kuat di sekitar $110.000 dan $108.000, yang bertindak sebagai support sekaligus target jika terjadi penurunan.

Narrative dominan:

  • Sektor Generative AI, AI & Big Data, dan DeFAI menunjukkan kenaikan signifikan, menandakan adanya momentum kuat pada narasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. 
  • NMR memimpin dengan kenaikan harga (+180%). Disusul oleh OMI (+126%) dan WCRO (+79.96%).

On-chain Insight & Derivatif:

  • BTC: Total Transaction Fees → Permintaan ritel di jaringan utama sangat rendah.
  • Bitcoin: Accumulation vs Distribution by Cohorts → Whale (>10k BTC) melakukan distribusi.
  • BTC: Cumulative LTH Realized Profit → Investor veteran (LTH) merealisasikan profit.

Pantau sektor DeSci, Four.Meme, Fan Token, dan Sports yang dominan minggu ini. Hindari entry jangka pendek pada token dengan unlock >10% tanpa katalis atau dukungan locking. Gunakan teknikal dari unlock menengah untuk akumulasi proyek berkualitas seperti zkSync dan Solv Protocol. Disiplin risiko karena kenaikan Bitcoin bisa saja hanya Liquidity Sweep pada Higher High sebelumnya yang menjadi manipulasi bagi banyak retail dan kehilangan profit yang belum direalisasikan (Take Profit).

Edukasi Kripto 

Token Unlock 101: Risiko, Peluang, dan Strategi Investor

Menjaga Uang Kripto Aman dari Peretas
Ilustrasi token unlock.

Apa itu Token Unlock? 🤔
Token unlock adalah pelepasan token yang sebelumnya “terkunci” (untuk tim, investor, ekosistem, komunitas) ke peredaran sesuai jadwal vesting. Tujuannya: mencegah dump awal, memberi insentif jangka panjang, dan menata distribusi kepemilikan.

Bagaimana Cara Kerjanya? ⚙️

  • Cliff: periode awal tanpa pelepasan apa pun, lalu rilis pertama.
  • Vesting: setelah cliff, token rilis linear (tiap hari/bulan) atau periodik (mingguan/bulanan/kuartalan).
  • Alokasi: biasanya untuk tim, investor, treasury/ekosistem, liquidity mining, airdrop, atau foundation.
  • Otomatis/protokol vs. multisig: sebagian via kontrak pintar, sebagian perlu persetujuan dompet multisig.

Dampak Umum di Pasar 📈📉

  • Jangka pendek: volatilitas meningkat menjelang/tepat saat unlock (ekspektasi vs realita).
  • Jangka menengah: jika token disalurkan ke ekosistem dan mendorong aktivitas, bisa netral/positif.
  • Kondisi pasar (likuiditas, sentimen) sangat menentukan arah reaksi.

Risiko & Salah Kaprah ⚠️

  • “Setiap unlock pasti bearish” ❌ — konteks penting: siapa penerima, ukuran relatif, dan likuiditas.
  • Overhang: unlock besar untuk tim/investor saat volume tipis → tekanan jual meningkat.
  • High FDV, low float: sensitif terhadap suplai baru.
  • Sell the news bisa terjadi, tapi tak wajib—tergantung arus dan eksekusi distribusi.

Tips Praktis untuk Investor 🧭

  • Cek jadwal & tipe vesting (cliff vs linear/periodik).
  • Profil penerima: tim/investor awal vs. ekosistem/komunitas (alokasi ke growth cenderung kurang menekan).
  • Pantau on-chain & bursa: deposit ke exchange, dompet tim, multisig, dan pengumuman resmi.
  • Strategi: pertimbangkan DCA, ukur posisi, hindari FOMO; rencanakan sebelum tanggal kunci.

Kesimpulan ✅
Token unlock adalah bagian alami siklus hidup proyek yang menambah float dan bisa memicu volatilitas. Dampaknya tidak selalu negatif—kuncinya ada pada ukuran relatif, penerima, dan kondisi pasar. Pahami jadwalnya, pantau aliran token, dan kelola risiko dengan disiplin agar keputusan tetap objektif. 🚀

Pengumuman Tokocrypto

Tokocrypto Umumkan Listing Enam Token Baru dan Gelar KEBUT 7th Anniversary dengan Hadiah Rp70 Juta

Tokocrypto kembali menghadirkan inovasi bagi para pengguna dengan menambahkan enam aset kripto terbaru ke dalam platform sekaligus meluncurkan event spesial ulang tahun ke-7.

Pada 27 Agustus 2025, lima token resmi tersedia untuk diperdagangkan, yaitu Horizen (ZEN), Chainbase (C), Caldera (ERA), Mubarak (MUBARAK), dan Treehouse (TREE). Seluruh aset tersebut hadir dengan pasangan USDT dan USDC mulai pukul 15:00 WIB.

Selanjutnya, 28 Agustus 2025, Tokocrypto juga menambahkan Plume Network (PLUME) dengan pasangan PLUME/USDT dan PLUME/USDC, mulai pukul 15:00 WIB.

Selain penambahan aset baru, Tokocrypto merayakan ulang tahun ke-7 dengan program KEBUT Anniversary berhadiah total hingga Rp70 juta. Event ini berlangsung dari 29 Agustus 2025 pukul 18:00 WIB hingga 19 September 2025 pukul 23:59 WIB.

Pengguna cukup menyelesaikan verifikasi level 1 dan melakukan trading minimal Rp500.000 untuk mendapatkan tiket undian, berlaku kelipatan. Tokocrypto juga memberikan double tiket untuk pasangan tertentu seperti ZEN, C, ERA, MUBARAK, dan PLUME, serta setiap akhir pekan. Bagi 200 pengguna baru yang melakukan trading pertama, tersedia hadiah tambahan Rp50.000.

Pemenang akan dipilih secara acak melalui sistem luckydraw, dengan nilai hadiah yang semakin besar sesuai jumlah peserta yang bergabung.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com