Tag Archives: bitcoin

Tren Bitcoin 8-12 September 2025: CPI Kuncinya, Berikut Bocorannya

Inilah arti dari Prediksi Kecepetan Seminggu: 

Prediksi saya tidak memprediksi market lagging berapa hari, karena data saya update-nya setiap hari. Saya sadari pasar perlu waktu mencerna, tetapi saya belum mampu mempertimbangkan berapa lama waktu yang diperlukan pasar untuk mencerna.
Secara data:

1. Manufacturing PMI Jepang turun dan Tiongkok Naik.

2. Manufacturing PMI AS turun

3. Factory Order naik

4. Jolts naik ❌ Actualnya turun

5. Claim data Stabil ❌

6. ADP naik ❌

7. NFP naik tapi DXY Dump

Tentang Jolts, Claim data, ADP dan NFP yang tidak sesuai prediksi, pada dasarnya logika saya juga menyetujui bahwa seharusnya data pekerjaan tidak naik, terlihat dari PMI yang turun, Retail sales yang dibawah forecast dan data perumahan yang minus, saya sengaja menginverse data karena dimasa yang lalu data ini selalu digocek: 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Minggu, 7 September 2025

23.00 WITA – FX Reserve Tiongkok

Directionnya adalah dedolarisasi, dan Tiongkok adalah Pemilik UST terbesar didunia ke-2 setelah Jepang, lalu Tiongkok jual beberapa, sehingga sekarang Tiongkok adalah pemilik UST terbesar ke-3 didunia.

Apapun yang terjadi pada Cadev USD Tiongkok ini saya curiga, jika naik artinya Tiongkok menerbitkan surat utang dalam bentuk dollar, Seperti yang dilakukannya di Saudi, untuk memodali rencananya membangun Belt Road Initiative dengan memberikan pinjam pada negara-negara yang membutuhkan namun dengan syarat mengembalikannya dalam bentuk Yuan, sehingga pelan-pelan Cadev negara itu berubah dari Dollar ke Yuan. 

Namun jika Cadev ini turun, saya mencurigai Tiongkok sudah memulai dedolarisasi dengan menjual cadev-nya untuk membeli emas sehingga DXY terus menguat agar inflasi AS tidak turun. Either way, isi otak saya adalah curiga hahahaha, Karena Tiongkok terlalu pinter bagi saya untuk memprediksi.

Senin, 8 September 2025

08.00 WITA – GDP Jepang

Kita dapati Money Supply Jepang -4.1%, Jika GDP naik maka inflasi naik. karena Money Supply-nya minus, saya prediksi GDP Jepang tidak naik, tetap di 0.3% bahkan boleh jadi turun. Jika GDP Jepang turun, Bitcoin naik, karena itu artinya diperlukan inflasi agar GDPnya naik, itu sebabnya mereka berjibaku mendatangkan imigran karena orang lokalnya tidak konsumtif. 

22.00 WITA – Conference Board Employment Trend Index

Saya sebenarnya heran juga, Berita yang dirilis adalah, Tingkat kebangkrutan Perusahaan di AS melebihi Kopid dan PHK massal dimana-mana dari microsoft hinggal Chonoco Phillips, tetapi claim data menunjukkan kestabilan dan Conference Board Employment Index stabil. Ini siapa yang bohong? Media? atau data? cara tahunya adalah dari kekuatan DXY. DXY yang tidak mampu naik mengatakan yang bohong adalah Data. 

22.00 WITA – Trade Balance Tiongkok

Rumusnya tetap sama, jika AS maju maka Tiongkok tidak bisa maju, jika Trade balance Tiongkok naik maka artinya pasar AS di makan Tiongkok sehingga DXY tak dapat menguat. Menurut saya dengan parade militer pamer kekuatan, Tiongkok tidak akan memperkenankan trade balance ini negatif. 

Kira-kira begini candle hari Senin: 

Selasa, 9 September 2025

Tidak ada data.

Rabu, 10 September 2025

10.30 WITA – CPI Tiongkok

Seperti kita ketahui, Program stimulus Tiongkok telah cair diberbagai sector ditandai dengan Manufacturing PMI yang membaik, Jumlah edar uang naik dan berbagai data positif, sehingga logis jika saya prediksi bahwa inflasi Tiongkok naik. Maka jika Inflasi Tiongkok naik, Bitcoin naik. 

20.30 WITA – PPI AS

Producer Price Index adalah inflasi terhadap Produsen yang jika naik artinya DXY naik karena Personal Consumption Expenditure (PCE) naik, sehingga Fed diprediksi akan mengetatkan kebijakan moneter. Pertanyaan Saya sederhana, apa jadinya jika inflasi naik, tapi Fed sudah tak punya amunisi karena suku bunga masih 4.5% dan RRP sudah hampir ke nol? 

Bitcoin naik kan? Tapi karena ini h-1 CPI, Bitcoin koreksi dulu karena pasar wait n see

Kamis, 11 September 2025

20.30 WITA – CPI AS

Mata uang adalah alat kontrol kekuasaan kerajaan atau negara. Jika CPI Tiongkok naik maka Tiongkok sedang menyedot liquidity asing termasuk dollar dengan cara memproduksi barang murah agar memakan pasar AS. Jika inflasi CPI AS tidak naik maka barang-barang made in USA semakin tidak laku, itu sebabnya Trump terus ngotot untuk potong suku bunga, karena satu-satunya menyelamatkan negara adalah dengan memperbaiki ekonomi. Tetapi jika ekonominya tidak membaik karena barangnya mahal, darimana pemerintah dapat uang? Apa yang terjadi jika Inflasi AS naik dan Fed tak punya Amunisi?

Bitcoin naik kan? 

Jumat, 12 September 2025

22.00 WITA – Unmich 1 Year inflation report

Unmich adalah prediksi inflasi AS oleh University of Michigan, jika Unmich naik maka DXY naik. 

Prediksi saya Unmich naik dong, kan CPI naik. Kalau Unmich sampai turun, apakah ada ketakutan dengan Trump?

Kita itu kan hanya punya dua pilihan kesalahan:

Pilihan Pertama:

Data Bagus Bitcoin turun

Data Jelek Bitcoin naik

Ini adalah masa Quantitative Tightening

Pilihan Kedua:

Data Bagus Bitcoin naik

Data Jelek Bitcoin turun

Ini adalah masa Quantitative Easing

Pada dasarnya makanan Bitcoin adalah uang yang dicetak bukan karena keringat orang bekerja tetapi karena uang yang dicetak dari angin (out of thin air)

Terimakasih telah membaca.

Ingat, tujuan saya membuat tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan, dengan membuat kesalahan maka saya mengerti kebenarannya dimana, market hanya bergerak dua arah, naik dan turun, jika datanya mencerminkan keadaan lapangan maka duitnya naik, jika datanya tidak mencerminkan lapangan maka Bitcoinnya yang naik. Sehingga menjadikan saya acuan jual beli adalah salah, karena yang saya analisa adalah kesalahan, bukan kebenaran. Sehingga ini semua bukanlah nasehat keuangan. Sesungguhnya yang menemani adalah kalian, kalian menemanin saya, bukan saya menemanin kalian, karena saya sedang menemani Bitcoin

By The way, saya sudah menemukan clue dan relasi antara suntikan PBOC dan Bitcoin sehingga dalam seminggu saya benar memprediksi jam Bitcoin saat pasar Asia Buka:

Terimakasih sudah subscribe di X.

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

Dunia kripto kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, perusahaan-perusahaan publik resmi menguasai lebih dari 1.000.000 Bitcoin, sebuah pencapaian monumental yang menandai semakin dalamnya adopsi institusional terhadap Bitcoin.

Menurut data BitcoinTreasuries.net, jumlah kepemilikan kolektif ini menegaskan posisi Bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulatif, melainkan strategi keuangan utama bagi perusahaan global lintas sektor.

MicroStrategy Jadi Raja Bitcoin Korporasi

Di urutan teratas, MicroStrategy (MSTR) kembali memimpin dengan 636.505 BTC, angka yang sulit disaingi. Disusul oleh Marathon Holdings (MARA) dengan 50.639 BTC, serta perusahaan investasi kripto XXII yang mengamankan 43.514 BTC.

Selain itu, daftar “whale” korporasi juga diisi oleh:

  • Bitcoin Standard Treasury – 30.021 BTC
  • Bullish – 30.000 BTC
  • Metaplanet – 24.000 BTC
  • Tesla – 11.509 BTC
  • Coinbase – 11.776 BTC
  • Block Inc. – 8.692 BTC

Fakta bahwa raksasa teknologi seperti Tesla, Coinbase, dan Block masih mempertahankan eksposurnya, menegaskan BTC telah masuk dalam kategori aset cadangan strategis, setara dengan emas.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Dari Lindung Nilai Hingga Taruhan Masa Depan

Fenomena ini menunjukkan perubahan paradigma besar: perusahaan tidak hanya menyimpan BTC sebagai perlindungan terhadap inflasi, tetapi juga sebagai taruhan jangka panjang atas masa depan uang terdesentralisasi.

Sektor teknologi, pertambangan, keuangan, bahkan layanan kesehatan ikut serta dalam tren akumulasi Bitcoin—mencerminkan keyakinan luas bahwa BTC akan terus memainkan peran penting di era digital.

Momentum Menjelang Halving & ETF

Tonggak ini hadir di tengah meningkatnya spekulasi pasar menjelang halving Bitcoin berikutnya dan potensi arus masuk dana institusional melalui ETF serta produk investasi tradisional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan lebih dari 1 juta BTC terkunci di neraca perusahaan publik, pasokan yang tersedia bagi investor ritel semakin terbatas. Dampaknya? Volatilitas bisa meningkat tajam—dan tekanan harga ke atas menjadi tak terelakkan.

Era Baru: Perusahaan vs Negara?

Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil ke depan kita menyaksikan perusahaan publik bersaing dengan negara dan sovereign wealth fund untuk menguasai Bitcoin.

Sejarah mungkin akan mencatat pencapaian hari ini sebagai titik balik besar, saat Bitcoin benar-benar naik kelas menjadi aset cadangan digital global.

Baca juga: Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pergerakan positif dengan menembus level $111,593.22 per BTC pada perdagangan terbaru.

Kapitalisasi pasar sang raja kripto kini mencapai $2,222.53 miliar USD, mempertegas dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia.

Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami kenaikan +0.8%, sementara volume perdagangan harian tetap solid di kisaran $63.08 miliar USD.

Lonjakan harga ini kembali menegaskan tren bullish yang sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun pergerakan Bitcoin masih diwarnai volatilitas.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Periode

  • Hari ini: naik +0.86% atau $946.97.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi -2.07% atau turun $2,360.16.
  • 60 hari terakhir: naik +2.26% atau $2,461.94.
  • 90 hari terakhir: mencatatkan kenaikan lebih signifikan +6.35% atau $6,668.08.

Dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 10% di bawah level puncaknya.

Namun, tren penguatan jangka menengah hingga panjang masih terjaga, didukung oleh faktor fundamental dan makroekonomi.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Keterbatasan Pasokan (Scarcity)

Perlu diketahui, Bitcoin saat ini memiliki 19.92 juta BTC yang sudah beredar, atau 94.84% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan menjadi faktor utama yang terus mendorong harga naik.

Hal ini semakin diperkuat oleh antisipasi terhadap halving berikutnya, yang akan memangkas reward penambang menjadi setengah, otomatis memperketat suplai baru.

2. Minat Institusional Semakin Menguat

Lonjakan harga BTC tak lepas dari meningkatnya partisipasi institusi keuangan besar.

Sejumlah manajer aset global dan perusahaan investasi kini semakin gencar menawarkan produk berbasis Bitcoin, terutama ETF spot yang telah disetujui di berbagai yurisdiksi.

Masuknya modal institusi membuat pergerakan BTC lebih stabil sekaligus menambah legitimasi di mata investor ritel.

3. Sentimen Pasar yang Bullish

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (digital gold).

Lonjakan harga emas ke level tertinggi juga ikut mendorong minat terhadap BTC, karena investor mencari instrumen aman sekaligus berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Likuiditas dan Aktivitas Pasar yang Tinggi

Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $63 miliar, pasar Bitcoin tetap likuid.

Ketersediaan likuiditas ini mempercepat pergerakan harga ketika terjadi lonjakan permintaan. Perdagangan derivatif seperti futures dan options juga berperan dalam mendorong spekulasi harga ke level yang lebih tinggi.

5. Optimisme Terhadap Ekosistem Kripto

Ekosistem blockchain dan kripto terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga RWA (Real World Assets). Bitcoin, sebagai aset kripto paling populer, mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekosistem ini karena dianggap sebagai aset dasar dan tolok ukur utama dalam industri.

Tren Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjutan Bullish?

Meski mengalami kenaikan, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam range yang cukup ketat dengan level support di sekitar $109,000 dan resistance kuat mendekati $112,000.

Jika berhasil menembus level psikologis tersebut, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju $115,000 hingga $120,000.

Namun, perlu diingat bahwa volatilitas tetap tinggi. Koreksi jangka pendek bukan hal yang mengejutkan, terutama mengingat pergerakan harga kripto sangat dipengaruhi sentimen global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

Harga Bitcoin yang kini bertengger di $111,593 menegaskan bahwa tren bullish masih dominan meski sempat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Faktor keterbatasan suplai, meningkatnya minat institusional, serta optimisme investor terhadap ekosistem kripto menjadi pendorong utama penguatan BTC.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun USD, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital nomor satu yang tidak tergoyahkan.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali menguji rekor tertingginya di $124,457 dalam waktu dekat.

Dengan demikian, Bitcoin kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar aset spekulatif, melainkan simbol keuangan digital masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Dominasi Bitcoin di pasar kripto terus mengalami pelemahan, turun dari puncak 62% menjadi 55%. Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi investor, karena biasanya penurunan dominasi Bitcoin membuka jalan bagi rotasi modal ke altcoin, terutama aset besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

Dominasi Bitcoin sendiri merupakan ukuran kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar kripto. Angka ini sering digunakan sebagai barometer apakah pasar lebih condong ke arah aset “safe haven” seperti Bitcoin atau mulai mencari peluang berisiko lebih tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar di altcoin.

Ethereum dan Solana Menjadi Sorotan

Dilaporkan The Block, penurunan 700 basis poin dari puncak siklus tahun ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi altcoin menjelang kuartal keempat 2025. Ethereum dan Solana sudah menunjukkan tanda-tanda minat baru, baik dari investor institusional maupun ritel. Salah satu faktor yang mendorong adalah meningkatnya perhatian terhadap digital asset treasury (DAT), di mana berbagai tim berupaya mengumpulkan modal serta membeli aset melalui entitas yang diperdagangkan secara publik.

Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.
Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.

Jika menengok siklus sebelumnya pada 2021–2022, dominasi Bitcoin sempat turun hingga di bawah 40%. Kondisi itu memicu reli besar altcoin, sehingga saat ini banyak analis melihat peluang serupa dapat kembali terjadi apabila pasar terus mendukung aset berisiko.

Pasar dalam Fase Transisi

Dengan dominasi Bitcoin yang kini berada di level 55%, pasar dianggap berada pada fase transisi. Artinya, altcoin bisa mulai membangun momentum tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sentimen spekulatif ekstrem. Namun, ada faktor penting yang perlu diawasi: apakah altcoin benar-benar mampu menarik permintaan pasar spot, bukan hanya dorongan sesaat dari perdagangan derivatif.

Potensi masuknya modal institusional dalam jumlah besar melalui produk ETF dan treasury aset digital bisa menjadi katalis utama. Pertanyaannya, apakah aliran dana tersebut akan mendorong pembelian langsung token sehingga mampu memberikan apresiasi harga yang berkelanjutan bagi altcoin.

Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terseret Tekanan Pasar Global, Harga Bitcoin Turun dari Level Tertinggi

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah sempat bertahan di atas level psikologis penting.

Data terbaru menunjukkan harga BTC hari ini berada di kisaran $110,686.04 per BTC, turun -0.43% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini cukup signifikan mengingat Bitcoin sebelumnya sempat menembus level $112,600.22 sebelum terkoreksi.

Kapitalisasi pasar kini tercatat sebesar $2,204.35 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $57.04 miliar USD.

Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan sirkulasi 19.92 juta BTC, gejolak pasar global terus memberikan tekanan terhadap pergerakan harganya.

Baca Juga: Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

1. Koreksi Pasar Setelah Reli Singkat

Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam 60 dan 90 hari terakhir dengan persentase masing-masing +2.62% dan +7.05%.

Namun, dalam 30 hari terakhir, BTC terkoreksi -3.1%, menandakan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor yang sudah menikmati lonjakan harga sebelumnya.

Koreksi alami ini sering terjadi setelah Bitcoin menyentuh resistance kuat.

2. Tekanan dari Sentimen Makroekonomi

Kondisi global juga ikut berperan dalam penurunan harga BTC.

Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Bitcoin, meskipun disebut sebagai emas digital, masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

3. Penurunan Volume dan Likuiditas

Meskipun volume perdagangan harian cukup tinggi, data menunjukkan adanya penurunan minat beli dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Bitcoin sempat mengalami penurunan -2.06% dalam 7 hari terakhir, yang menunjukkan melemahnya momentum bullish.

4. Tekanan dari Level Psikologis

Bitcoin masih tertahan jauh dari rekor tertingginya di level $124,457.12.

Penurunan ini membuat para trader jangka pendek lebih berhati-hati, mengingat volatilitas semakin tinggi.

Level psikologis $110,000 menjadi support kuat, namun jika jebol, BTC berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran $108,000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi bagi Investor

  1. Investor Jangka Panjang
    Bagi holder Bitcoin jangka panjang, penurunan saat ini masih dianggap wajar. Dengan sirkulasi hampir mencapai batas maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang tetap menjadi daya tarik.
  2. Trader Jangka Pendek
    Trader perlu memperhatikan level support dan resistance. Penembusan ke bawah $110,000 dapat memicu aksi jual lebih lanjut, sementara pemulihan di atas $112,000 dapat membuka peluang rebound.
  3. Pasar Kripto Secara Keseluruhan
    Sebagai aset utama, pergerakan Bitcoin memengaruhi altcoin. Penurunan BTC sering kali menyeret altcoin ke zona merah, sehingga manajemen risiko menjadi sangat penting bagi investor.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Bitcoin hari ini menunjukkan pelemahan dengan harga berada di $110,686.04, turun sekitar -0.22% dalam 24 jam terakhir.

Tekanan dari faktor makroekonomi, aksi ambil untung, serta melemahnya momentum bullish menjadi penyebab utama koreksi harga.

Meski begitu, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat dengan keterbatasan suplai dan semakin besarnya adopsi global.

Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek namun tidak menutup mata terhadap potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di masa depan.

Saat pasar berada dalam fase konsolidasi, strategi diversifikasi dan disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 3 September 2025: Awas Ketinggalan! BTC Tembus $111K

Pasar kripto hari ini, Rabu (3/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin kembali naik ke level $111.000 seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dengan investor menanti data pekerjaan AS sebagai konfirmasi arah pasar.

Sementara itu di tengah sentimen positif ini, tiga altcoin diprediksi mencetak rekor baru di September 2025: Ethereum berpotensi menembus $5.000, XRP bisa naik ke $3,66, sementara Tron menargetkan ATH $0,45 jika support $0,33 bertahan. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Harga Bitcoin Kembali ke $111.000 karena Spekulasi The Fed

  • Bitcoin naik di atas $111.000 pada hari Rabu (3/9), investor mulai akumulasi.
  • Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga.
  • Investor kini menantikan data pekerjaan AS untuk konfirmasi.

Tiga Altcoin Diprediksi Capai ATH di September 2025

  • Ethereum bisa melewati $5.000 dan capai rekor tertinggi baru di September 2025.
  • XRP bisa naik ke $3,66 jika sentimen pasar tetap positif.
  • Tron menargetkan rekor tertinggi $0,45, tetapi harus mempertahankan dukungan di $0,33.

Pendaftaran Tanding Trading Komunitas Vol. 2 RESMI DIBUKA!

Akankah Harga XRP Naik Karena Peluang Persetujuan ETF Capai 87%?

  • Harga XRP mungkin akan pulih karena peluang persetujuan ETF spot meningkat.
  • SEC telah menetapkan batas waktu persetujuan ETF pada Oktober.
  • Analisis teknis memprediksi kenaikan XRP dalam beberapa minggu mendatang.

Seberapa Tinggi Bitcoin Bisa Naik Setelah Emas Capai Rekor?

  • Bitcoin bisa naik ke $140.000 jika ikuti tren emas.
  • Setelah emas puncak, Bitcoin naik 145%-304% dalam setahun.
  • Bitcoin bisa capai $400.000 jika tren emas terulang.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar keuangan global setelah mencatatkan kenaikan harga dan diperdagangkan di level $111,030.09 per BTC.

Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $2,211.20 miliar USD dan volume perdagangan harian lebih dari $72 miliar USD, aset kripto nomor satu ini menunjukkan bahwa kekuatannya masih belum tergoyahkan.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar +0.76%, meski secara mingguan tercatat sedikit terkoreksi -0.12%.

Pergerakan harga ini mengindikasikan adanya kombinasi faktor teknikal, fundamental, serta sentimen global yang terus mengerek antusiasme investor.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Dukungan Fundamental yang Menguatkan

Salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin adalah stabilitas fundamental pasar kripto.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimal 21 juta BTC, Bitcoin kini memiliki jumlah sirkulasi 19.92 juta BTC atau setara 94.84% dari total pasokan.

Kondisi ini menimbulkan persepsi kelangkaan (scarcity) yang memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Selain itu, meningkatnya likuiditas pasar menjadi faktor penting. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir melonjak ke angka $73.57 miliar USD, menandakan adanya minat beli yang kuat dari investor institusional maupun ritel.

Lonjakan ini biasanya menjadi katalis bagi pergerakan harga menuju tren positif.

Faktor Teknis Beri Sinyal Bullish

Dari sisi teknikal, Bitcoin menunjukkan pola yang mendukung kenaikan harga.

Dalam 90 hari terakhir, BTC berhasil menambah nilai sekitar +5.73%, dengan kenaikan paling signifikan terjadi dalam rentang dua bulan terakhir sebesar +2.5%.

Level terendah dalam 24 jam terakhir berada di $108,454.03, sementara level tertinggi menembus $111,782.28. Range harga ini menunjukkan volatilitas sehat yang kerap muncul menjelang potensi breakout lebih besar.

Jika momentum bullish berlanjut, pasar melihat adanya peluang Bitcoin untuk kembali menguji level resistance kuat di $115,000 sebelum mendekati rekor tertingginya di $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen Global Berperan Besar

Selain faktor teknikal, sentimen makroekonomi juga memainkan peranan besar. Ketidakpastian di pasar tradisional, terutama kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, mendorong investor melirik aset alternatif seperti Bitcoin.

Di sisi lain, meningkatnya adopsi institusional terhadap Bitcoin juga memberikan dorongan signifikan.

Beberapa laporan terbaru menunjukkan semakin banyak perusahaan keuangan besar yang meningkatkan eksposur mereka pada BTC, baik melalui ETF spot, produk derivatif, maupun penyimpanan aset langsung.

Regulasi yang mulai lebih jelas di sejumlah negara juga memberikan kepercayaan lebih kepada investor.

Pasar menilai bahwa Bitcoin kini tidak lagi dipandang hanya sebagai aset spekulatif, melainkan sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang yang sah.

Momentum Bullish Jangka Pendek

Kenaikan harga Bitcoin hari ini tidak bisa dilepaskan dari pola akumulasi investor besar (whale).

Aktivitas dompet besar yang menambah kepemilikan dalam jumlah signifikan belakangan ini memperkuat keyakinan bahwa tren naik akan berlanjut.

Jika pola ini berlanjut, Bitcoin diperkirakan akan tetap berada di atas level psikologis $110,000. Konsolidasi di zona ini justru bisa menjadi landasan untuk reli berikutnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Bitcoin Masih Jadi Raja Pasar Kripto

Dengan harga yang kini berada di $111,030.09, Bitcoin menunjukkan kekuatannya sebagai pemimpin pasar kripto.

Kombinasi faktor fundamental berupa kelangkaan pasokan, likuiditas tinggi, dukungan regulasi, hingga sentimen makro yang mendukung, menjadi alasan kuat di balik lonjakan harga hari ini.

Meski volatilitas tetap menjadi ciri khasnya, arah pergerakan harga Bitcoin saat ini cenderung menuju bullish.

Para analis memperkirakan momentum ini dapat membawa BTC kembali menantang level rekor sebelumnya, sekaligus memperkuat statusnya sebagai aset digital paling berpengaruh di dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

Setelah merosot dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin (BTC) akhirnya menemukan kembali momentum untuk menaikkan harganya di pasar kripto.

Hingga artikel ini ditayangkan, Tokocrypto mencatat bahwa harga Bitcoin telah menyentuh level $110,288.49 per BTC, atau meningkat +2,69% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin bertengger di $2,196 miliar, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Meski belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, tren positif ini memperlihatkan betapa kuatnya fundamental Bitcoin dalam menghadapi dinamika pasar global.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $107,271.18 hingga $110,578.45, menunjukkan volatilitas sehat namun tetap dalam tren kenaikan.

Data historis juga mengungkapkan bahwa meski sempat terkoreksi -2,75% dalam 30 hari terakhir, Bitcoin kembali menunjukkan pemulihan dengan kenaikan +1,16% dalam 60 hari dan +4,53% dalam 90 hari terakhir.

Dengan pasokan sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, semakin jelas bahwa kelangkaan aset ini terus menjadi daya tarik investor global.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor besar yang mendukung pergerakan ini:

  1. Institusionalisasi dan Adopsi Global
    Bitcoin semakin diadopsi oleh lembaga keuangan besar. Masuknya ETF Bitcoin spot di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat, mendorong arus modal baru yang lebih stabil. Dengan adanya instrumen keuangan berbasis Bitcoin yang legal dan terdaftar, investor institusi kini memiliki jalur yang lebih aman untuk masuk ke pasar kripto.
  2. Likuiditas Tinggi dan Volume Perdagangan Besar
    Volume perdagangan 24 jam mencapai $67,76 miliar, menandakan arus transaksi yang sangat aktif. Likuiditas tinggi ini memberikan stabilitas tambahan dan mengurangi risiko gejolak harga ekstrem, sekaligus memperkuat sentimen positif pelaku pasar.
  3. Tekanan Inflasi dan Kebijakan Moneter Global
    Kekhawatiran terhadap inflasi global dan kebijakan bank sentral yang masih ketat membuat investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin, yang dikenal sebagai “emas digital”, kembali dilirik sebagai alternatif untuk melindungi portofolio dari pelemahan mata uang fiat.
  4. Narasi Kelangkaan dan Fase Pra-Halving
    Dengan tingkat sirkulasi mencapai 94,83% dari total maksimum, pasar semakin sadar bahwa kelangkaan Bitcoin akan memainkan peran penting. Halving berikutnya yang semakin dekat membuat ekspektasi harga melonjak karena suplai baru semakin terbatas.
  5. Sentimen Pasar dan Psikologi Investor
    Meski pergerakan 7 hari terakhir hanya mencatatkan kenaikan tipis +0,13%, kenaikan dalam 24 jam terakhir memberikan dorongan psikologis besar. Investor ritel mulai kembali percaya diri, sementara pelaku institusi semakin menegaskan posisinya.

Antara Reli dan Koreksi: Jalan Panjang Bitcoin

Meskipin reli saat ini menimbulkan euforia, namun investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan penurunan kecil sebesar -0,02%, tanda bahwa volatilitas tetap ada.

Namun, tren jangka menengah hingga panjang masih positif, dengan dukungan fundamental yang solid dan sentimen global yang mendukung adopsi kripto.

Prospek ke Depan

Jika tren kenaikan ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level $115,000 dalam waktu dekat sebelum bergerak menuju rekor tertinggi baru.

Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,19 triliun dan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai $2,316 triliun, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset kripto dominan yang tidak tertandingi.

Investor melihat kombinasi antara adopsi global, keterbatasan pasokan, serta legitimasi regulasi yang semakin jelas sebagai bahan bakar utama reli ini.

Sementara itu, analisis on-chain juga menunjukkan peningkatan aktivitas wallet besar (whale) yang kembali melakukan akumulasi, menandakan keyakinan terhadap potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Kenaikan harga Bitcoin menuju level $110,000 bukan sekadar pergerakan teknikal, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental yang solid: adopsi institusional, narasi kelangkaan, serta sentimen global yang mendukung aset digital ini sebagai instrumen lindung nilai.

Meski potensi koreksi tetap ada, arah jangka panjang Bitcoin masih sangat menjanjikan.

Reli terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto sedang memasuki fase baru, di mana Bitcoin semakin diakui sebagai aset kelas dunia yang tahan terhadap gejolak ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 September 2025: Bitcoin Beranjak ke Level $109K

Pasar kripto hari ini, Selasa (2/9) diramaikan dengan kabar harga Bitcoin melonjak ke $109.000 setelah kabar India menawarkan penghapusan tarif barang AS sebagai respons terhadap kebijakan Trump, menambah optimisme di pasar kripto.

Di sisi lain, tiga altcoin masuk watchlist awal September: CFX dengan hard fork 3.0.1 yang berpotensi mendorong harga, ONDO yang bisa pulih lewat pengumuman penting meski hadapi death cross. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

India Tawarkan Pemotongan TarifBarang AS, Harga BTC Melonjak

  • Trump mengatakan India menawarkan untuk menghapus tarif barang-barang AS.
  • Ini adalah respons atas tarif 50% yang dikenakan AS pada barang India.
  • Harga Bitcoin (BTC) mencapai $109.000 setelah kabar ini.

Tiga Altcoin Watchlist di Awal September 2025

  • CFX akan hard fork 3.0.1, berpotensi dorong harga di atas $0,200.
  • ONDO hadapi Death Cross, tapi pengumuman 3 September bisa memulihkan harga ke $1,076.
  • IMX menguji support $0,498. Token unlock senilai $12 juta berisiko turunkan harga ke $0,432 jika permintaan kurang.

Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

Empat Peristiwa Ekonomi AS Akan Pengaruhi Kripto di Minggu Ini

  • Rabu: Data JOLTS yang kuat bisa tekan Bitcoin karena potensi kenaikan suku bunga Fed.
  • Kamis: Laporan ADP rendah bisa menguntungkan kripto.
  • Jumat: Data pekerjaan diprediksi moderat, berpotensi dorong harapan penurunan suku bunga.

WLFI yang Didukung Trump Mulai Diperdagangkan di Bursa Global

  • Koin DeFi yang terkait dengan keluarga Trump kini terdaftar di bursa global.
  • WLFI dan stablecoin USD1-nya terdaftar di Binance dan Upbit.
  • Harga koin menunjukkan pelemahan, meski investor awal raup untung besar.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Durasi pemulihan harga Bitcoin (BTC) rupanya hanya berlangsung singkat. Setelah sempat naik tipis, raja dari seluruh aset kripto itu kembali menunjukkan volatilitasnya.

Pada perdagangan terbaru, harga BTC tercatat berada di level $107,323.60 per BTC, mengalami penurunan -1.39% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka $2,137.29 miliar USD, dengan volume perdagangan harian yang relatif tinggi mencapai $51.23 miliar USD.

Koreksi ini menempatkan Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, meskipun tetap bertahan sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Tren Pergerakan Harga BTC

Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren fluktuatif:

  • Hari ini: turun -1.39% atau -$1,515.21.
  • 30 hari terakhir: anjlok -5.87% atau sekitar -$6,689.97.
  • 60 hari terakhir: masih melemah tipis -1.49%.
  • 90 hari terakhir: justru mencatat kenaikan +1.9%, menandakan ada fase rebound di periode sebelumnya.

Kendati harga sempat menguat di kuartal lalu, tekanan jual kembali membayangi BTC dalam beberapa minggu terakhir.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Ada sejumlah alasan yang mendorong koreksi harga Bitcoin saat ini:

  1. Tekanan Likuiditas Global
    Kenaikan suku bunga acuan dari bank sentral di beberapa negara besar membuat investor lebih berhati-hati. Likuiditas yang ketat mendorong investor melepas aset berisiko, termasuk Bitcoin.
  2. Tekanan Teknis Pasar
    Dengan harga yang sempat menyentuh level psikologis di atas $109,000, banyak trader jangka pendek memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking). Hal ini menimbulkan tekanan jual yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir.
  3. Ketidakpastian Regulasi
    Pasar kripto masih dibayangi berbagai isu regulasi. Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia terus memperketat aturan main industri kripto. Setiap kebijakan baru sering kali menimbulkan kepanikan sesaat di kalangan investor.
  4. Sentimen Negatif dari Altcoin
    Beberapa altcoin besar, termasuk Ethereum (ETH), juga mengalami penurunan. Efek domino ini ikut menarik Bitcoin ke bawah karena korelasi yang cukup erat di antara aset kripto papan atas.

BTC Masih Perkasa

Meski harga BTC terkoreksi, data pasar menunjukkan Bitcoin masih mendominasi:

  • Sirkulasi pasokan: 19.91 juta BTC, atau 94.83% dari total maksimum 21 juta BTC.
  • Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya: mencapai $2,253.35 miliar USD.
  • Volume perdagangan 24 jam: tinggi, di kisaran $52 miliar USD, menunjukkan pasar masih aktif dan likuid.

Angka-angka ini mengindikasikan bahwa meski harga terkoreksi, minat investor terhadap Bitcoin tetap kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Jangka Pendek

Jika harga tidak mampu bertahan di atas level support $107,000, Bitcoin berisiko melanjutkan penurunan ke kisaran $105,000–$103,000.

Namun, jika mampu rebound dan menembus kembali resistance di $109,000, peluang untuk kembali menguji level psikologis $110,000 masih terbuka lebar.

Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Koreksi Bitcoin kali ini mempertegas sifat volatilitas yang melekat pada aset kripto. Meskipun BTC tengah berada dalam fase penurunan, fundamentalnya tetap kuat sebagai aset digital paling langka dengan pasokan terbatas.

Investor jangka panjang biasanya melihat koreksi seperti ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek harus lebih waspada terhadap pergerakan harga yang cepat.

Bitcoin masih menjadi pusat perhatian global, dan setiap pergerakannya selalu membawa dampak besar bagi seluruh ekosistem kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com