Analis Satoshi Labs, Josef Tetek, berkata Bitcoin (BTC) menawarkan investor jalur investasi terbaik untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, selama disimpan secara mandiri. Dilansir dari Forkast, Tetek memberikan analisa soal investasi Bitcoin dan inflasi.
Inflasi di Uni Eropa menembus rekor 8,1 persen pada bulan Mei, sementara inflasi di AS mencapai rekor 40 tahun setinggi 9,1 persen. Asia Pasifik mulai menyusul dan mengalami inflasi rata-rata 4,5 persen antara Januari dan Maret 2022.
Penyebab inflasi adalah harga kebutuhan pokok dan BBM yang meningkat disertai permasalahan rantai pasokan. Inflasi diperkirakan bertambah parah dengan adanya konflik Rusia Ukraina serta keberlanjutan pandemi COVID-19.
Selain itu, inflasi terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral. Di tengah kondisi pasar yang melesu dikarenakan inflasi, Bitcoin bisa menjadi instrumen investasi yang aman.
Kebijakan moneter bertujuan memicu inflasi melalui pencetakan uang (quantitave easing) dan menjaga tingkat suku bunga dekat nol persen.
Setelah berjalan, mengendalikan inflasi bukan hal mudah. Selama berdekade, mandat utama bank sentral adalah menjaga kestabilan harga dan tingkat inflasi tahunan pada angka dua persen.
Tetapi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (FED) mengubah sikap terhadap inflasi. The Fed memakai strategi inflasi fleksibel sedangkan ECB mengabaikan mandat kestabilan harga tersebut.
Kebijakan yang dianut saat ini untuk menghindari keruntuhan pasar modal dan kebangkrutan karena inflasi liar adalah memicu kepailitan halus melalui pelemahan mata uang. Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi penabung, pekerja upah dan pensiunan sebab daya beli melemah.
Investasi Bitcoin untuk Jangka Panjang
Bitcoin merupakan aset yang aman dari pelemahan daya beli akibat kebijakan moneter. Bitcoin memiliki karakteristik uang yang kuat, yaitu tahan lama, dapat dibagi, mudah dipindahkan dan diverifikasi.
Bitcoin dapat disimpan secara aman oleh individu demi menjamin kekayaan yang didapat melalui kerja terlindungi dari pelemahan mata uang dan inflasi.
Demi mencapai tujuan tersebut, penyimpanan Bitcoin secara mandiri sangat penting. Beragam kasus seperti Celsius Network, perusahaan peminjaman kripto, membekukan penarikan nasabah dengan dalih kondisi pasar yang ekstrim.
Bitcoin milik nasabah yang disimpan pada bursa sentralistik seperti Coinbase atau platform seperti Celsius diambil alih perusahaan ketika masalah mulai bermunculan. Investor dapat menyimpan Bitcoin secara mandiri memakai hardware wallet.
Kendati demikian, Bitcoin mengalami periode volatilitas tinggi dan tren bearish. Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan Bitcoin menjadi standar moneter global yang netral.
Dengan mempertimbangkan faktor bear market, Bitcoin menjadi pilihan investasi konservatif bagi investor yang ingin menumbuhkan kekayaan secara jangka panjang. [ed]
Pergerakan market aset kripto kini sedang anomali. Nilai Bitcoin kembali naik di atas US$ 20.000, meskipun ada pembacaan inflasi AS yang semakin panas. Apa penyebabnya?
Harga Bitcoin (BTC) terpantau melonjak lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam hari dan mendapatkan kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000. Padahal, BTC sempet turun US$ 800 dalam beberapa menit saat data inflasi AS untuk Juni melonjak hingga 9,1% jauh di atas perkiraan.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan banyak investor yang berekspektasi bahwa angka inflasi AS yang tinggi untuk bulan Juni akan mendorong The Fed menjadi lebih agresif dalam pengetatan kondisi moneter untuk memperlambat kenaikan inflasi. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.
“Indeks saham AS mengakhiri sesi lebih rendah, sehingga kenaikan Bitcoin memicu beberapa kritik, karena tidak biasa hal ini terjadi. Biasanya, berita buruk bagi ekonomi dan pasar akan menekan harga Bitcoin dan kripto lainnya,” kata Afid.
Dari laporan trio indeks saham AS melemah di perdagangan Rabu (14/7), tercatat, nilai indeks Nasdaq melemah 0,1%, sementara nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing turun 0,5% dan 0,7%. Ini akibat inflasi AS tahunan telah capai 9,1% pada Juni.
Sementara, kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh aset kripto. Terpantau di situs CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
Ethereum (ETH) bahkan naik sampai 5,29% ke US$ 1.115,08 sehari terakhir. Altcoin lain juga tak kalah perkasa. Misalnya nilai Solana (SOL), Cardano (ADA) dan BNB naik lebih dari 3%.
“Penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Pasalnya, melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi,” jelas Afid.
Lebih lanjut, jika The Fed mengambil langkah tersebut, tentu selera risiko investor perlahan akan pudar. Namun, kali ini, situasi market malah terbalik.
“Bisa jadi investor kripto mulai acuh terhadap data inflasi AS dan tetap ingin Bitcoin berada di kisaran level support-nya di US$ 19.000-US$ 20.000. Di samping itu, banyak whales yang melakukan buy the dip dan mengaitkan kondisi market kripto yang mulai kondusif,” ungkap Afid.
Sentimen Positif Market Kripto
Sentimen positif lain di ekosistem kripto yang membuat market kembali tumbuh datang dari beberapa kabar, mulai dari Binance yang menyelesaikan burn periode triwulanan ke-20 dari token aslinya, BNB sekitar hampir 1,96 juta BNB (sekitar US$ 444,6 juta).
Selain itu, ada Polygon Network yang memperluas cakupan infrastruktur web3 miliknya dengan Walt Disney Company. Dampaknya nilai Polygon (MATIC) meroket 18,39% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, platform Celsius dikabarkan juga telah melunasi utangnya kepada platform keuangan terdesentralisasi, Aave.
Pergerakan aset kripto masih tak berdaya pada Rabu (13/7) siang. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut dan investor mulai khawatir dengan tekanan data inflasi AS yang diprediksi semakin tinggi.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak terjerembab ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya stablecoin Tether (USDT) dan Binance USD (BUSD) yang masih bergerak hijau.
Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 2,21% ke US$ 19.497 per keping dalam sehari terakhir. Sementara, nasib Ethereum (ETH) lebih buruk, turun 3,26% ke US$ 1.055 di waktu yang sama. Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami penurunan masing-masing 3,87%, 2,24% dan 2,85%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat banyak investor kripto yang kurang bersemangat untuk melakukan aksi beli. Secara umum, mereka tampaknya masih menghindari pasar kripto menyusul redupnya selera risiko investasi di aset berisiko.
“Sejak awal pekan lalu, banyak investor yang memilih jaga jarak dari market untuk mengantisipasi data inflasi AS pada Juni yang akan dirilis pada hari ini. Kemudian, penguatan nilai Dolar AS tampaknya juga masih menekan kinerja market kripto keseluruhan untuk beberapa hari mendatang,” kata Afid.
Afid menerangkan kenaikan nilai Dolar AS tentu akan membuat investor merasa lebih untung untuk menyimpan uang tunai ketimbang mengoleksi aset kripto. Hasilnya, investor akan semakin getol melakukan aksi jual. Di samping itu, investor sepertinya bakal terus melirik ke Dolar AS setelah melihat paritas antara mata uang Euro dan Dolar AS kini sudah mencapai 1:1.
“Kenaikan permintaan Dolar AS yang kencang tentu akan menghantam harga aset kripto. Apalagi, beberapa analisis menunjukkan bahwa laju Dolar AS kini punya korelasi negatif yang sangat kuat dengan laju harga aset kripto,” ujarnya.
Selain itu, sentimen negatif lainnya juga datang dari pemerintah negara bagian AS, California, tengah menginvestigasi beberapa platform pinjam meminjam aset kripto menyusul aksi penghentian withdrawals dan transfer antar pengguna yang dilakukan secara sepihak.
Di samping perkara makroekonomi, kinerja pasar kripto juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain, seperti dari Uniswap yang melaporkan terjadinya serangan phishing.
Awan mendung tampaknya masih akan menyelimuti market kripto sepanjang pekan ini. Salah satu faktor besarnya adalah perilisan data inflasi AS untuk bulan Juni yang diumumkan pada Rabu (13/7) waktu setempat.
Sejauh ini, banyak analis yang memprediksi bahwa AS telah mencatat inflasi tahunan sekitar 8,7-8,8% pada bulan Juni lalu. Jika nantinya data inflasi AS pada Juni sesuai dengan prediksi tersebut, maka investor harus siap-siap melihat nilai Dolar AS yang semakin meroket dan kripto terpuruk.
“Data inflasi yang terus meninggi tentu akan direspons keras oleh The Fed dengan pengetatan suku bunga acuan. Peningkatannya bisa sangat agresif. Khawatirnya akan memukul market kripto dengan keras. Hal tersebut tentu akan membuat investor kabur dan memilih mengamankan asetnya ke aset safe haven seperti Dolar AS dan obligasi,” terang Afid.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Di sisi lain, dua bank sentral di Asia Pasifik menaikkan suku bunga 50bps hari Rabu (13/7) ini. Bank Sentral Korea (BoK) menaikkan suku bunga 50bps ke 2,25%. Sementara Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) juga menaikkan suku bunga 50bps ke 2,5%.
Sementara itu dari analisis pergerakan Bitcoin secara garis besar masih berada pada area konsolidasi dengan area harga US$ 23.268-US$ 17.557. Data ini belum mempertimbangkan imbas dari perilisan data inflasi AS bulan Juni nantinya.
Saat artikel ini dibuat harga Bitcoin terkonfirmasi kembali bergerak dibawah EMA20 yaitu berada pada harga US$ 19.515. Apabila pada titik tersebut tidak dapat menahan laju penurunan harga Bitcoin, maka kemungkinan harga Bitcoin akan terkoreksi dan menyentuh support di kisaran harga US$ 18.605-US$ 17.305.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearishdi pekan ketiga bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Polygon (MATIC)
Analisis teknikal Polygon (MATIC).
Polygon (MATIC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan ketiga Juli 2022 ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa ada lebih dari 48 proyek yang dulu berjalan di blockchain Terra telah dimigrasikan bersama ke ekosistem Polygon.
“Langkah itu menarik. Karena Polygon bekerja sama dengan berbagai proyek Terra untuk membantu mereka bermigrasi dengan cepat ke jaringan blockchain mereka. Itu disambut baik oleh para pengembang dan komunitas,” kata Afid.
Lebih lanjut, dari analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,55 masih terjaga, MATIC dapat naik hingga US$ 0,67 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 4.427.205.447. Jumlah koin yang beredar 8.006.803.853 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.
2. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan Vasil Hardfork yang dijadwalkan untuk ditayangkan di mainnet sekitar akhir bulan ini
Afid mengatakan Cardano masih memiliki kesempatan untuk mengambil kembali apa yang hilang dari kepercayaan para investor, asalkan Vasil benar-benar membawa perubahan.
“Vasil Hardfork adalah update besar dalam jaringan Cardano yang akan berdampak pada stabilitas dan konektivitas jaringan secara keseluruhan. Hal tersebut akan meningkatkan sentimen positif pada pergerakan ADA dan mengembalikan kepercayaan investornya. Cardano juga tidak kehilangan popularitasnya berkat potensi besar dan peta jalan untuk pengembangan,” ujar Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,42 masih terjaga, ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,46 atau naik 11% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.329.294.670. Jumlah koin yang beredar 33.739.028.516 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup signifikan. Afid melihat kabar The Sandbox yang menjalin kemitraan dengan bank Korea Selatan, Hana Bank, untuk masuk ke proyek metaverse sebagai mitra global bikin harga SAND merangkak naik.
“Metaverse telah terbukti menjadi peluang yang sangat beragam bagi lembaga keuangan. Hal itu yang dilihat dari KEB Hana Bank untuk kerja sama dengan The Sandbox. Sebelumnya, Sandbox telah bermitra dengan taman hiburan terbesar di Korea Selatan, LOTTE WORLD,” tutur Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada $ 1 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju US$ 1,24 atau naik 16 % dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #35, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.405.447.753. Jumlah koin yang beredar 1.258.626.081 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.
4. Aave (AAVE)
Analisis teknikal Aave (AAVE).
Aave adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto. Sentimen positif untuk AAVE datang dari kabar bahwa Aave berencana untuk meluncurkan stablecoin yang akan menyaingi MakerDAO DAI. Menurut laporan, stablecoin baru Aave akan diberi nama GHO.
“Pergerakan AAVE bakal disambut baik oleh investor setelah adanya rencana merilis stablecoin baru yang didesentralisasi dan didukung jaminan, asli dari ekosistem Aave,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkonsolidasi dan dapat bergerak naik menuju US$ 82,5 atau naik 22% dari harga US$ 70,6 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #46, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 981.728.198. Jumlah koin yang beredar 13.915.774 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.
5. Ethereum (ETH)
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum menjadi satu-satunya kripto big cap yang diperkirakan akan bullish pekan ini. Afid melihat adanya event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli mendatang. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.
“Sudah jelas mungkin akan ada pembahasan untuk komunitas Ethereum, di mana semua mata tertuju pada penggabungan yang akan menggantikan protokol proof-of-work dengan proof-of-stake, yang memungkinkan pengurangan energi potensial sebesar 99,95%. Nilai ETH kemungkinan naik dengan “Buy the rumor, sell the news”,” ungkap Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.270 atau naik 19% dari US$ 1.060 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 128.851.877.834. Jumlah koin yang beredar 121.524.783 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Voyager Token adalah broker yang memberi investor titik akses tepercaya dan aman ke perdagangan aset kripto. Voyager dibangun untuk melayani investor ritel dan institusional dengan solusi instan untuk memperdagangkan aset kripto.
Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini sehingga bisa dikatakan akan masuk fase bearish. Ini masih berkaitan dengan perusahaan pialang dan pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital (VOYG) yang mengajukan proses kebangkrutan pada 6 Juli 2022 setelah dana lindung nilai yang sekarang tidak berfungsi, karena Three Arrows Capital (3AC) gagal membayar pinjaman senilai lebih dari US$ 650 juta.
“VGX telah mengikuti garis resistensi yang menurun. VGX telah jatuh sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa US$ 5,91 pada 23 November. Pergerakan ke bawah sejauh ini menyebabkan harga terendah sepanjang masa sebesar US$ 0,179 pada 6 Juli,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai VGX kemungkinan besar akan terkoresksi lebih lanjut dan dapat bergerak turun menuju US$ 0,300 atau anjlok 32% dari harga US$ 0,445 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #176, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 102.008.555. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.
2. REI Network (REI)
Analisis teknikal REI Network (REI).
REI Network dikembangkan untuk tren evolusi Blockchain, untuk mencapai kerangka kerja jaringan yang ringan, kompatibel dengan EVM, kinerja lebih tinggi dan tanpa biaya. Afid melihat REI relatif lebih fluktuatif daripada sejumlah aset kripto di market dalam beberapa hari belakangan ini.
“REI punya potensi untuk bearish dalam pekan ini. Harga REI Network diperdagangkan mendekati resistance. Dengan dukungan pada US$ 0,03209 dan resistance ditetapkan pada US$ 0,03544. Ini memposisikan REI Network dengan potensi tekanan jual dalam waktu dekat ke depan,” terang Afid.
Peringkat REI di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #352, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 50.149.309. Jumlah koin yang beredar 950.000.000 koin REI dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Helium (HNT)
Analisis teknikal Helium (HNT).
Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bearish pada pekan ini.
Menurutnya sentimen buruk dari kabar jaringan IoT blockchain Helium ditutup selama sekitar 4 jam karena pemadaman validator dari pembaruan software, sehingga menyebabkan finalitas transaksi tertunda.
“Dampak dari pemadaman itu nilai Helium anjlok. HNT turun 4,1% selama 24 jam terakhir, diperdagangan pada US$ 8,66. Ini turun 84% dari tertinggi sepanjang masa saat ATH di November 2021 lalu,” ungkap Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan turun lagi sebesar 19% dari harga US$ 8,70 ke US$ 7,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola reserved cup and handle yang menjadi sinyal bearish.
Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.057.694.969. Jumlah koin yang beredar 121.695.579 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.
Uniswap (UNI) potensi masuk zona bearish-nya pada pekan ini. Sentimen negatif datang, pasca laporan penipuan phishing yang menawarkan airdrop palsu berhasil merampok dana pengguna Uniswap hampir US$ 8 juta.
Penipuan phishing ini menjanjikan airdrop gratis sebesar 400 token UNI (senilai sekitar US$ 2.200). Pengguna diminta untuk menghubungkan dompet kripto mereka dan menandatangani transaksi untuk mengklaim airdrop berbahaya. Alhasil, sentimen buruk terus berlanjut.
“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa terjun dari harga US$ 5,6 ke US$ 4,30 atau turun 16%. UNI belum bisa lepas dari tekan kabar miring mengenai token nativenya yang ternyata digunakan untuk penipuan,” ungkap Afid.
Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.106.521.469. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 734.135.451 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.
5. WINkLink (WIN)
Analisis teknikal WINkLink (WIN).
WINkLink adalah proyek oracle terdesentralisasi yang berjalan di jaringan TRON, menyediakan data on-chain yang stabil dan andal ke berbagai ekosistem DeFi. WIN kemungkinan besar akan masuk fase bearish pada pekan ini.
“WIN sudah membentuk overbought dengan kenaikan 15% dalam 24 jam terakhir. Titik jenuh ini akan membuat WIN harganya terkoreksi. Kemungkinan ada penurunan sekitar 10% dari harga US$ 0,0001239 ke US$ 0,0001198 dalam waktu dekat,” ungkap Afid.
Peringkat WIN di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 119.628.342. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 961.737.300.000 koin WIN dan maksimal pasokan 999.000.000.000 koin WIN.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Salah satu analis ternama di dunia kripto bernama Michaël van de Poppe menyatakan melalui Twitter bahwa Bitcoin pekan ini akan naik tinggi.
Menurutnya, pekan ini akan terjadi apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir karena harga telah mencapai daerah batas bawah yang kuat setelah koreksi di akhir pekan. Berikut analisisnya.
Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi
Michaël van de Poppe memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mengalami apresiasi signifikan bahkan mencapai apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir.
Ia membuat pernyataan tersebut melalui Twitter pribadinya dimana prediksinya didasari oleh kondisi pasar saat ini.
Ia menyatakan bahwa saat ini Bitcoin memperlihatkan potensi apresiasi akibat analisis teknikal serta faktor sentimen berita yang sedang sepi, yang menurutnya menjadi pertanda adanya ruang gerak naik karena tidak ada gangguan berita.
The markets are showing higher timeframe bullish divergences and the sentiment is the same as on a funeral.
A recipe for a reversal is there, and it can accelerate quite fast.
Invest when nobody is interested. Sell when everyone is interested.
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) July 9, 2022
Ia merasa investasi harus dilakukan saat tidak ada yang tertarik, merujuk pada kondisi seperti saat ini, di mana tidak banyak berita dan sentimen yang menarik.
Menurutnya saat ini juga terlihat ada tanda bullish divergence yaitu kondisi dimana indikator volume bergerak berbeda dengan arah harga.
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) July 10, 2022
Ia juga menyatakan bahwa saat ini Bitcoin telah menutup cela atau gap yang ada di pasar derivatif yaitu kontrak futures tradisional CME dan membuat cela baru.
Umumnya suatu cela akan selalu ditutup oleh candlestick baru sehingga membuat potensi adanya pergergerakan arah harga baru.
Poppe menandakan apresiasi ini terjadi bersama dengan harga Bitcoin yang telah kembali menyentuh batas bawah yang kuat sehingga potensi apresiasi menjadi semakin besar.
Analisis Onchain Mendukung
Terdapat beberapa analis yang setuju dengan pernyataannya bahwa Bitcoin masih memiliki harapan untuk naik.
Mayoritas analis tersebut mendasarkan potensi apresiasi ini dari dua indikator data onchain yaitu Bitcoin MVRV Z-Score dan Bitcoin Reserve Risk.
Data Bitcoin Reserve Risk
Kedua data ini memperlihatkan daerah harga Bitcoin yang dianggap baik untuk mulai menjual atau membeli dimana zona merah adalah daerah yang tepat untuk menjual, dan zona hijau tepat untuk membeli.
Data Reserve Risk mengukur kepercayaan investor jangka panjang serta mengukur rasio risiko dan keuntungan yang akan didapatkan oleh investor jika membeli pada saat itu.
Zona merah menandakan risiko sedang terlalu tinggi dibanding potensi keuntungan, sedangkan zona hijau menandakan risiko sedang rendah dibanding potensi keuntungan yang akan didapatkan jika membeli.
Data Bitcoin MVRV Z-Score
Data MVRV Z-Score melihat harga Bitcoin saat ini relatif terhadap harga aslinya. Zona merah menandakan bahwa harga saat ini sedang terlalu mahal dan zona hijau menandakan saat ini harga sedang murah.
Saat ini kedua indikator tersebut sedang berada di zona hijau namun dalam jangka waktu yang panjang.
Sehingga walau menandakan pergerakan potensi positif, kedua data ini tidak mendukung secara langsung prediksi dari Poppe, karena prediksinya menggunakan jangka waktu pendek, yaitu satu pekan.
Sentimen Negatif Membuat Keraguan
Analisis dari Poppe mendapatkan banyak tanggapan dari pasar karena membawa harapan bahwa adanya potensi keuntungan.
Tapi masih ada beberapa investor dan trader yang memberi tanggapan negatif karena adanya sentimen negatif yang beredar di pasar.
Dua sentimen negatif besar yang saat ini sedang membuat banyak investor serta trader ragu adalah kabar dari kasus Mt. Gox dan Celsius.
Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar 142.000 BTC yang siap dijual dari program pemulihan korban Mt. Gox, salah satu kasus peretasan Bitcoin terbesar dalam sejarah yang menghilangkan 700.000 BTC.
142.000 BTC tersebut dikabarkan akan dijual untuk ganti rugi para korban peretasan bursa Mt. Gox di tahun 2011 hingga 2014.
Saat ini masih belum pasti apakah semua akan dijual atau hanya sebagian, karena korban mendapat pilihan untuk menerima ganti rugi dalam Bitcoin, Bitcoin Cash, atau uang fiat.
Selain itu, ganti rugi ini baru akan terjadi pada Agustus 2022, sehingga masih ada kekhawatiran harapan investor terkait kenaikan harga Bitcoin.
Sentimen negatif kedua yang juga masih menggantung investor kondisi Celsius yang dikabarkan memiliki US$ 531 Juta dalam Wrapped Bitcoin (WBTC) yang siap dijual.
Kemungkinan besar WBTC tersebut akan dijual untuk mengganti rugi dan membayar utang kepada kreditur dan investor Celsius. Jika benar dijual maka akan terjadi koreksi yang relatif besar dan prediksi Poppe akan salah.
Terkait tanggapan dari investor dan trader, salah satu trader di Twitter memberikan pandangannya mengapa kemungkinan besar Poppe akan salah.
Analisis Harga dari Trader @CryptoTony_
Trader dengan Twitter @CryptoTony_ memberikan pandangan dimana Bitcoin dapat turun hingga mencapai US$ 15.000 jika terdapat sentimen negatif.
Untuk saat ini masih belum diketahui mana prediksi yang benar, karena biasanya setiap hari Senin pasar crypto cenderung memiliki volatilitas yang tinggi.
Tapi investor dan trader perlu berhati-hati dan tidak tergiring opini serta tetap berpegang teguh pada rencana dan manajemen risiko masing-masing.
Pengguna Binance menginginkan exchange aset kripto tersebut untuk mempertahankan layanan bebas transaksi untuk Bitcoin. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil jajak pendapat atau polling yang baru-baru ini dilakukan oleh CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) di Twitter.
Dalam polling itu, CZ menanyakan apakah pengguna ingin Binance mempertahankan perdagangan tanpa biaya, sambil menunjukkan risiko terkait.
Hasinya, dari 47.753 responden, sebanyak 65,9% menyatakan ingin melanjutkan transaksi gratis terlepas dari risiko yang melekat. Hal ini tidak mengejutkan mengingat fakta bahwa pedagang kripto biasanya ingin menghilangkan biaya transaksi.
0 fee trading @binance creates a few problems, wash trading, VIP tiers, etc. A thread 👇
Sementara, transaksi gratis dapat menarik lebih banyak perdagangan ke Binance, itu juga dapat memengaruhi pendapatannya. Binance adalah pertukaran kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.
Terlepas dari banyak keuntungan seputar perdagangan tanpa biaya, CZ menyebutkan ada kerugiannya dalam sistem termasuk wash trading.
Zhao mencatat bahwa pelanggan dapat menggunakan wash trading untuk mengakses tingkat VIP bursa, akibatnya tingkat utilitas VIP untuk mendapatkan biaya perdagangan menjadi lebih rendah.
Wash trading adalah tindakan di mana seorang trader kripto bertransaksi dengan wallet lain yang dikendalikan oleh mereka sendiri. Ini biasanya merupakan upaya untuk memanipulasi pasar dan memberi kesan permintaan.
Zhao mengatakan Binance untuk melakukan beberapa prosedur keamanan yang lebih baik. Prosedur ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi perdagangan ilegal.
Tanggapan Investor
Pendiri XCAD Network, sebuah platform Watch2Earn, Oliver Bell, menyambut baik perkembangan tersebut.
Dia mengatakan jika hasil polling yang menyatakan sebagian besar pengguna Binance menginginkan transaksi gratis dikabulkan, maka akan menarik dan mendorong pengguna baru masuk industri kripto. Dia mengatakan lebih lanjut memang ada kekuarangannya, namun kelebihannya lebih banyak atau dominan.
Namun, pengguna Twitter lain dengan moniker @VolatilityRob menanyakan apa efek perdagangan tanpa biaya di pasar jika “kekuatan pasar yang signifikan” memutuskan untuk membuang aset mereka. Dia menyertakan hasil screen shot aturan soal persaingan harga yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Salah satunya menyatakan UE akan memonitor dan menginvestigasi pratik-praktik yang anti-kompetsi.
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.
Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.
“Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.
Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading feeBitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.
Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.
Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di linkini dan TKO Trading Fee di linkini.
Pergerakan market aset kripto pada hari Senin (11/7) terpantau tertekan. Padahal di pekan lalu, nilai sejumlah kripto cukup memuaskan dan nyaman di zona hijau. Apa yang menyebabkan market kembali tertekan?
Melansir situs CoinMarketCap, Senin (4/7) pukul 11.00 WIB, ada 10 aset kripto big cap kompak anjlok ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) turun 3,21% ke US$ 20.607 per keping dalam sehari terakhir.
Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,08% ke level US$ 1.153. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 4,29, 2,97%, 3,83% dan 3,62%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini anjlok salah satunya disebabkan oleh data ketenagakerjaan AS terbaru. Selain itu, banyak investor yang terlihat buru-buru menjual asetnya dan melakukan aksi ambil untung setelah melihat aset kripto reli di akhir pekan lalu.
“Investor menjadi ragu-ragu kembali melakukan aksi beli, setelah melihat data ketenagakerjaan AS terbaru, di mana tingkat pengangguran bulan Juni sebesar 3,6%, tidak berubah dari Mei lalu dan sesuai dengan perkiraan. Data tersebut bisa mendorong The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi untuk meredam inflasi,” kata Afid.
Menurut Afid, efek dominonya kenaikan suku bunga acuan The Fed akan meningkatkan tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Hasilnya, selera investor kripto dan saham juga bisa semakin pudar, sehingga menyebabkan penurunan nilai.
Sentimen Makroekonomi Masih Tinggi
Afid memprediksi sepanjang pekan ini, tampaknya investor akan memilih wait and see menanti perilisan data inflasi AS bulan Juni pada Rabu (13/7) mendatang. Implikasinya, market kripto kemungkinan masih bakal bergerak sideways atau stagnan sepanjang pekan ini.
“Mengingat tekanan makroekonomi masih cukup tinggi pekan ini, maka investor bisa berharap bahwa harga-harga aset kripto akan melakukan retest level support-nya berulang kali. Sepertinya, penguatan Bitcoin akan sangat rapuh,” jelas Afid.
Sejatinya, nilai Bitcoin belum mencapai titik bottom yang sebenarnya, yakni di kisaran US$ 11.000 hingga US$ 12.000 per keping. Level support utama BTC masih di US$ 17.000, jika Bitcoin jatuh lebih dalam, akan menjadi sinyal yang kuat menuju titik bottom dalam waktu dekat.
Oleh karenanya, Afid menyarankan investor tidak perlu panik dan tetap tenang untuk mengatur strategi investasinya menggunakan Dollar Cost Averaging (DCA) karena kondisi yang belum stabil.
Menjelang akhir pekan, market kripto tampak membuat hati investor senang. Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan, karena mampu melewati level psikologisnya di atas US$ 20.000, setelah alami penurunan yang berat.
Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 21.943 atau melonjak 7,91% dalam 7 hari terakhir.
Altcoin lainnya tidak kalah sumringah. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 14,01% ke US$ 1.248 sepekan terakhir. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bahkan naik lebih dari 6%. Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) meroket lebih dari 5% seminggu terakhir.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari risalah yang dikeluarkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/7) lalu. Investor mengamati reaksi pasar terhadap risalah terbaru tersebut, namun tampaknya berdampak baik bagi market.
“Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC, sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan market kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir,” kata Afid.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.
Penguatan harga aset kripto juga datang dari sentimen positif dari Ethereum yang sukses merapungkan uji coba The Merge terbarunya di jaringan uji coba bernama Sepolia. Kesuksesan ini akan mendekatkan jaringan Ethereum mengubah algoritma konsensusnya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS).
Ada pula kabar dari Celsius yang telah membayar utangnya ke platform Maker sebesar US$ 440 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas Celsius sudah membaik setelah menghentikan proses penarikan (withdrawals) pada dua pekan lalu.
Selain itu, investor juga masih melakukan strategi buy the dip memanfaatkan situasi makroekonomi yang sedang mereda. Terlihat dari data on-chain exchange terjadi sedikit lonjakan yang menimbulkan harga terkonsolidasi.
“Market secara keseluruhan masih di masa konsolidasi. Dari data on-chain, aktivitas trading Bitcoin, dari trading volume, long term holder mulai beli. Dari sisi market sekitar 200-400 hari sebelum halving akan ada sedikit koreksi. Kita masih ada di bear market, belum ada tanda-tande reversal,” jelasnya.
Afid juga mewanti-wanti akan terjadi bull trap. Investor harus masih menunggu data pekerjaan (Nonfarm Payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Dua data tersebut seharusnya menandakan laju inflasi dan apakah The Fed terus agresif menaikkan suku bunga ketika pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 26-27 Juli mendatang.
“Perilisan data NFP AS akhir pekan ini bisa saja membuat harga aset kripto putar balik. Dari data historisnya, pergerakan harga aset kripto selalu kembali lesu setiap ada perilisan data makroekonomi terbaru yang negatif. Kalau, Bitcoin untuk memulai fase bullish harus menembus harga di atas US$ 23.000, untuk saat ini tren harian masih turun,” pungkas Afid.
Situasi market aset kripto masih dalam tekanan memasuki kuartal III 2022. Kapitalisasi pasar atau market cap kripto kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market.
Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler sejagat pun mengalami penurunan hingga 70% saat bear market ini. Bitcoin pernah mencapai All Time High (ATH) dengan harga hingga US$ 68.789 pada bulan November 2021.
Melihat kondisi market yang bearish dan ingin menciptakan peluang yang besar untuk para investor mendapatkan untung, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairingfiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.
Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.
“Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.
Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.
Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.
Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di linkini dan TKO Trading Fee di linkini.
Bitcoin (BTC) akhirnya kembali meluncur ke titik pivot penting di harga $ 30.000 per keping, setelah reli singkat awal pekan ini menjadi sekitar $ 31.700. Ternyata pergerakan Bitcoin ini masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif.
Aset kripto terbesar sejagat itu baru-baru ini berpindah tangan sekitar $ 30,100, turun 3,31% pada Kamis (9/6) pukul 9.00 WIB yang terpantau di CoinMarketCap. Sementara, nilai Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun 1,4% menjadi $ 1.788.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan Bitcoin masih sangat bergantung dengan kemungkinan hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada hari Kamis ini. Dan, ada kemungkinan bank sentral di luar Federal Reserve AS mungkin mulai memegang kendali atas pasar.
“Investor masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal melakukan aksi jual dengan agresif. Pasalnya, mereka mengantisipasi hasil rapat Bank Sentral Eropa hari ini dan perilisan inflasi AS Mei keesokannya,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid menerangkan, ketika bank sentral mulai menaikkan suku bunga, secara teoritis membuat investor akan menahan uang mereka karena lebih menarik dibandingkan masuk ke investasi yang berisiko, seperti kripto.
Hal tersebut bisa berimplikasi pada Bitcoin karena harganya biasanya dalam mata uang dolar AS, dan trennya sering kali bertepatan dengan pergerakan greenback versus mata uang regional utama.
“Jika Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya, maka The Fed pun kemungkinan bakal ikutan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan agresif menaikkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan nilai Dolar AS,” jelasnya.
Aset berisiko dipandang tidak menarik di mata investor dan membeli aset kripto menjadi lebih mahal, mengingat harganya selalu diukur dalam denominasi dolar AS. Faktor makroekonomi sangat mempengaruhi keputusan investor institusi untuk keluar-masuk pasar kripto. Dengan demikian, ada kemungkinan harga aset kripto bakal kembali berbalik arah dalam beberapa waktu mendatang.
Regulasi aset kripto dan angka ekonomi yang lemah jelas membebani sentimen investor dan data derivatif menunjukkan investor Bitcoin menghindari posisi long leverage, ditambah mereka enggan mengambil risiko penurunan.
Saat ini, jelas bahwa kondisi bear market menetapkan $ 32.000 sebagai level resistance dan penurunan berulang ke level $ 28.200 kemungkinan akan berlanjut.
Market aset kripto ternyata bergerak positif pasca, Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin alias kenaikan tertinggi sejak tahun 1994. Satu yang mengejutkan, harga Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 20.000, kini bergerak agresif menuju zona hijau.
Melansir CoinMarketCap pada Kamis (16/6) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik 1,57% dalam sehari terakhir menjadi di US$ 22.594. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) juga naik 1,18% ke US$ 1.232 di waktu yang sama.
Performa mengejutkan dari sejumlah altcoin, seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) kompak meroket lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Altcoin yang menjadi juara adalah Aragon (ANT) yang meluncur 53,99% dalam sehari terakhir. Selain itu, terdapat pula Basic Attention Token (BAT) yang tumbuh 24,05% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak positif dari keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi AS yang terus meninggi. Selain itu, investor menangkap kebijakan The Fed ini hanya berdampak sementara, sehingga market kembali bergairah, seperti saham dan kripto.
“Peningkatan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang dialami oleh investor selama enam hari terakhir. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena dalam market ada istilah “sell on rumor buy on news.” Karena ekspektasi suku bunga naik 75 basis poin dan ternyata terjadi, maka investor jual dulu dan beli setelah udah benar naik 75 basis poin,” jelas Afid.
Kenaikan atau rebound pada market kripto bisa saja tidak terjadi, jika The Fed menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, karena investor yang terlanjur melakukan aksi jual, tidak akan kembali beli. Hal ini terjadi ketika pengumuman data inflasi AS pada Jumat (10/5) lalu, investor tidak melakukan aksi beli karena salah prediksi, yang diperkirakan akan turun, tetapi malah meninggi.
Investor juga perlahan tenang setelah ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka hanya akan mengerek suku bunga acuan dengan kencang pada saaat tertentu saja. Akibatnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut hanya untuk sementara dan tidak berencana mengerek suku bunganya secara agresif di jangka panjang.
“Sinyal terkait kepastian kebijakan moneter tersebut menuntun pelaku pasar kembali ke market kripto dan meninggalkan aset berpendapatan tetap. Aset digital secara signifikan berkorelasi dengan pasar keuangan AS dalam beberapa bulan terakhir, yang keduanya terus melemah,” tutur Afid.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.
Proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum Setelah Rebound
Gerakan rebound ini mungkin hanya sementara, sentimen negatif masih membayangi market kripto. Seperti, Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan untuk mempertimbangkan masalah pasar yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya pinjaman di antara negara-negara berutang di benua itu.
Sementara itu, industri kripto terus memperhitungkan dampak dari Celsius dan runtuhnya stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA bulan lalu.
Jika, bear market masih terus berlanjut harga Bitcoin bisa turun dari zona overhead ini dan mencoba untuk melanjutkan tren dengan menarik pasangan di bawah US$ 20.000. Jika berhasil turun, harga BTC bisa ke level support berikutnya di US$ 17.500 dan kemudian US$ 16.000.
Sementara, Ethereum bisa menembus di bawahUS $ 1.000, ini akan menandakan dimulainya kembali tren turun. ETH kemudian bisa turun ke US$ 900 di mana pembeli akan kembali mencoba menahan penurunan.