Pasar kripto hari ini, Senin (7/7), fokus pada tiga katalis utama minggu ini, termasuk berakhirnya tarif Trump dan risalah FOMC, bisa dorong Bitcoin naik meski masih di bawah $111.900.
Sementara itu, Bonk melonjak lima hari beruntun, dan Aptos jadi sorotan karena unlock token $50 juta. Di sisi lain, Solana bergerak sideways namun pemegang jangka panjang tetap optimis. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
3 Top Katalis untuk Bitcoin dan Altcoin Minggu Ini
Tarif Trump berakhir 9 Juli, pengaruhi pasar saham dan kripto.
Risalah FOMC Rabu (9/7), reaksi Bitcoin dan altcoin.
BTC berpotensi naik, meski di bawah $111.900.
Kripto Utama Minggu ini: Bonk, Aptos
Bonk, meme coin Solana, terus melonjak lima hari beruntun, mencapai level tertinggi sejak 23 Mei.
Harga Bonk berpotensi naik ke $0,00003453 (titik retracement 50%).
Aptos, jaringan layer-1, akan jadi sorotan karena membuka token senilai $50 juta.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin hanya berjarak sekitar 2% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) pada perdagangan Senin (7/7), dengan sentimen pasar semakin bullish menjelang tenggat waktu tarif perdagangan Amerika Serikat pada 9 Juli. Sementara itu, dukungan dari tokoh teknologi Elon Musk dan dimulainya “Pekan Kripto” di Washington DC turut memperkuat potensi reli harga.
Target ATH Baru di Tengah Ketidakpastian Tarif
Markus Thielen, Kepala Riset di 10x Research, menyatakan bahwa Bitcoin berpotensi mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu dekat. “Bitcoin kemungkinan akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa minggu ini atau minggu depan,” ujarnya kepada Cointelegraph. Menurut Thielen, pasar tampak mengabaikan risiko tarif dan justru mulai menunjukkan penguatan pasca libur 4 Juli.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/IDR) pada Senin, 7 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tanggal 9 Juli menjadi batas waktu penting, menandai berakhirnya masa jeda 90 hari atas tarif timbal balik yang diberlakukan oleh AS. Jika kebijakan tarif kembali ditunda, hal ini bisa diartikan sebagai sinyal dovish dari pemerintah dan mendorong peningkatan selera risiko di pasar, termasuk aset kripto.
Analis UBS Global Wealth Management menambahkan bahwa “penundaan tarif akan ditafsirkan sebagai keengganan untuk memberlakukannya, dan itu akan mendukung risk appetite.”
Dilaporkan Cointelegraph, John Bollinger, pencipta indikator teknikal Bollinger Bands, mengatakan bahwa “Bitcoin tampaknya bersiap untuk kenaikan.” Sinyal ini diperkuat oleh komentar dari Henrik Andersson, Chief Investment Officer di Apollo Capital, yang menyebut bahwa minggu ini berpotensi menjadi periode yang volatil namun menjanjikan.
“Kami yakin ada peluang bagus bahwa AS akan menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan UE minggu ini,” kata Andersson. Ia juga menyoroti bahwa Elon Musk kembali menyebut Bitcoin dalam cuitannya di X, menandakan kemungkinan kembalinya minat sang miliarder terhadap aset kripto ini.
“Setiap volatilitas penurunan minggu ini bisa menjadi peluang beli yang bagus menjelang ‘Crypto Week’ di Washington DC,” tambahnya.
Bitcoin looks to be setting up for an upside breakout. $BTCUSD More as the week gets going.
Kapitalisasi Pasar Melonjak, Altcoin Siap Mengikuti
Pasar kripto secara keseluruhan juga mulai menunjukkan reli yang solid. Jeff Mei, Head of Operations di BTSE, mencatat bahwa pasar telah mulai pulih setelah kekhawatiran terkait tenggat waktu tarif mereda. “Jika kita melihat angka ekonomi yang positif pada Selasa, maka kemungkinan pasar akan terus menguat,” ujarnya.
Menurut data dari CoinGecko, pasar kripto berhasil menambahkan lebih dari $50 miliar dalam kapitalisasi selama 24 jam terakhir, menyusul akhir pekan yang relatif datar.
Di sisi lain, Nick Ruck dari LVRG Research melihat potensi altseason. “Pedagang kemungkinan akan mulai mencari altcoin untuk potensi kenaikan, terutama dengan ekspektasi volatilitas yang lebih tinggi di paruh kedua 2025,” jelasnya.
Sementara itu, Eugene Cheung dari platform OSL menambahkan, “Kami optimis bahwa lebih banyak investor akan beralih ke Bitcoin dan Ethereum sebagai lindung nilai terhadap volatilitas makro dan potensi kenaikan inflasi, di tengah sinyal dari The Fed terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga.”
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai 4 strategi yang bisa digunakan untuk melakukan trading aset crypto, ke empat strategi tersebut adalah Trend-Following, MeanReversion, Sentiment Based, dan High-Frequency Trading.
Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana contoh penerapan strategi tersebut pada 4 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni Bitcoin dan Ethereum.
Trend Following (Mengikuti Tren Pasar)
Dalam strategi trend following, AI bisa kamu gunakan sebagai alat untuk membantu mengenali pergerakan harga secara umum, seperti tren naik (bullish) atau turun (bearish).
Beberapa indikator teknikal bisa kamu berikan pada AI sebagai bahan analisis, contohnya AI bisa memantau moving average (MA)—seperti jika harga BTC melintasi MA 50-hari ke atas MA 200-hari, AI dapat memberikan sinyal posisi beli dan tetap memantau hingga tren melemah. Strategi ini akan sangat efektif saat pasar sedang berapa pada tren naik atau turun yang kuat.
Mean Reversion (Membeli di Harga Overbought atau Oversold )
Contoh overbought dan oversold BTC dan ETH melalui AI.
Bagi kamu yang sering melakukan swing trading, mencari level harga jenuh beli (Overbought) dan jenuh jual (Oversold) adalah salah satu kunci untuk mendapatkan profit maksimal, untuk itu AI bisa kamu jadikan cara untuk melakukan screening awal tanpa harus membuka chart terlebih dahulu berdasarkan time frame tertentu.
Saat BTC atau ETH berada di level harga Overbought atau Oversold, AI dapat memberikan sinyal beli atau jual dengan ekspektasi harga akan kembali ke rata-rata. Strategi ini cocok untuk kondisi pasar sideways.
AI bisa kamu gunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi sentimen yang ada di pasar, khususnya di media sosial.
Jika kamu ingin melakukan trading aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin dan Ethereum, cara ini akan sangat membantu, karena dengan semakin banyak banyak investor yang tau dan terlibat percakapan maka akan semakin banyak data yang bisa dianalisis.
Kamu bisa menggunakan AI seperti Santiment.net untuk analisis yang mendalam, atau sesimpel menggunakan Grok.com untuk analsis sentimen harian.
Apakah AI Bisa Digunakan Sebagai Alat Trading Otomatis?
✅ Bisa, tapi kebanyakan dari AI trading ini berbayar.
AI memang bisa digunakan untuk trading otomatis, baik untuk Bitcoin, Ethereum, maupun aset kripto lainnya. Namun, sebagian besar platform AI trading tidak gratis. Umumnya, pengguna harus membayar:
Selain itu, menggunakan dompet kripto yang terhubung langsung dengan AI trading bot melalui API dapat menimbulkan risiko tinggi. Sebab ketika bot memiliki akses penuh untuk mengeksekusi order, potensi kerugian meningkat—terutama jika terjadi kesalahan algoritma, bug, atau bahkan peretasan pada platform yang digunakan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Ingin membaca tren pasar kripto dengan lebih akurat dan adaptif? Tiga indikator berbasis AI dari LuxAlgo ini menggabungkan analisis teknikal dengan machine learning untuk membantu kamu mengenali arah tren, kekuatan sinyal, dan potensi pembalikan harga secara real-time lho!
Ketiga indikator yang akan dibahas adalah SuperTrend AI, AI Channels, dan Clustering Oscillator— Untuk tools yang kamu butuhkan, kamu hanya membutuhkan TradingView.
Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman.
Indikator SuperTrend AI (Clustering)
Indikator ini merupakan indikator teknikal yang menggabungkan SuperTrend dengan teknik machine learning bernama K-Means Clustering dengan tujuan membuat sinyal trading yang lebih adaptif dan cerdas berdasarkan performa historis.
Gambar penggunaan indikator SuperTrend AI.
Bagaimana Cara Menggunakannya?
Garis SuperTrend = Arah Tren + Support/Resistance
Jika harga berada di atas garis, tren dianggap naik (bullish) dan jika harga berada di bawah garis, tren dianggap turun (bearish).
Garis ini juga bisa digunakan sebagai trailing stop atau support/resistance dinamis.
Angka 0–5 = Kekuatan Sinyal
Setiap sinyal dilabeli angka dari 0 sampai 5 dan Semakin tinggi angkanya, maka semakin kuat sinyal tren tersebut.
Nilai
Pengertian
0–1
Sinyal lemah / potensi reversal
2–3
Sinyal sedang / perlu konfirmasi
4–5
Sinyal kuat / tren dominan
Cluster = Kualitas Sinyal
AI membagi sinyal ke dalam 3 kelompok (cluster):
Best: sinyal paling andal
Average: sinyal sedang
Worst: sinyal lemah
Kamu bisa memilih ingin menggunakan sinyal dari cluster mana di pengaturan (default: Best).
Pengaturan
Nama Pengaturan
Fungsi
ATR Length
Seberapa sensitif garis tren terhadap volatilitas
Factor Range
Rentang sensitivitas SuperTrend
Performance Memory
Seberapa jauh data historis memengaruhi sinyal
From Cluster
Pilih sinyal dari cluster terbaik, rata-rata, atau terburuk
Berbeda dari channel biasa (seperti Bollinger Bands), indikator ini mengelompokkan harga historis ke dalam beberapa cluster, lalu menghitung batas atas dan bawah berdasarkan rata-rata (centroid) dari kelompok harga tertinggi dan terendah.
Indikator ini menggunakan machine learning (K-Means Clustering) untuk membuat channel harga otomatis.
Indikator ini dapat membantu kamu dalam:
Menentukan arah tren
Melihat potensi breakout
Mengukur volatilitas pasar
Gambar penggunaan indikator AI Channels.
Bagaimana Cara Menggunakannya?
Channel Atas & Bawah = Batas Tren
Harga menembus batas atas → sinyal potensi uptrend
Harga menembus batas bawah → sinyal potensi downtrend
Lebar Area = Volatilitas
Semakin lebar area channel, semakin tinggi penyebaran harga dalam cluster → artinya pasar sedang volatile
Semakin sempit, pasar cenderung stabil
Pengaturan
Nama Pengaturan
Fungsi
Window Size
Jumlah candle terakhir yang dianalisis (semakin besar = tren jangka panjang)
Clusters
Jumlah kelompok harga (semakin banyak = channel lebih lebar & adaptif)
Denoise Channels
Menghaluskan garis channel agar tidak terlalu “berisik”
As Trailing Stop
Mengubah channel menjadi trailing stop otomatis
Max Iteration Steps
Jumlah iterasi untuk menemukan centroid terbaik (pengaruh ke kecepatan)
Indikator ini merupakan sebuah oscillator yang menampilkan nilai bullish, rata-rata, dan paling bearish, yang diperoleh dari berbagai versi selisih antara indikator SuperTrend dari LuxAlgo.
Fungsinya untuk:
Mengukur arah dan kekuatan tren
Menampilkan sinyal bullish, bearish, dan netral secara bersamaan
Mengidentifikasi potensi reversal atau retracement
Gambar penggunaan indikator Clustering Oscillator AI.
Bagaimana Cara Menggunakannya?
Indikator
Fungsi
Bullish Output
Garis tertinggi → sinyal tren naik paling kuat
Bearish Output
Garis terendah → sinyal tren turun paling kuat
Consensus
Garis tengah → sinyal utama, menunjukkan arah tren secara umum
Titik biru (Bullish)
Titik biru merupakan cluster bullish
Titik merah (Bearish)
Titik merah merupakan cluster bearish
Interpretasi
Consensus > 0 → tren naik (bullish)
Consensus < 0 → tren turun (bearish)
Bearish Output > 0 saat Consensus > 0 → tren naik sangat kuat
Bullish Output < 0 saat Consensus < 0 → tren turun sangat kuat
Jika Cluster Bullish dan Bearish saling bertolak belakang, itu menandakan tren yang kuat
Jika Consensus naik tapi Cluster Bullish turun, bisa jadi sinyal retracement atau reversal
Pengaturan
Pengaturan
Fungsi
ATR Length
Periode ATR untuk menghitung SuperTrend
Factor Range
Rentang nilai faktor (min–max) untuk variasi SuperTrend
Step
Jarak antar faktor (semakin kecil = lebih banyak variasi SuperTrend)
Smooth
Menghaluskan garis output agar lebih mudah dibaca
Max Iteration Steps
Jumlah maksimum iterasi untuk menemukan cluster terbaik
Historical Bars
Seberapa jauh data historis yang digunakan untuk perhitungan
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pergerakan besar Bitcoin senilai $8,6 miliar yang terjadi pada Kamis lalu menjadi sorotan utama di industri kripto. Namun, perusahaan intelijen blockchain Arkham meyakinkan bahwa tidak ada indikasi aksi jual dari transfer masif tersebut, meskipun spekulasi tetap berkembang.
Dalam laporan resminya di platform X (dulu Twitter), Arkham menjelaskan bahwa delapan dompet berbeda memindahkan masing-masing 10.000 BTC — atau total sekitar Rp 1,09 triliun — untuk pertama kalinya sejak lebih dari 14 tahun lalu. Transfer ini kemungkinan besar terkait dengan peningkatan dompet lama ke format SegWit Asli (native SegWit), yang menawarkan keamanan lebih baik dan efisiensi biaya transaksi yang lebih tinggi.
“Tidak ada indikasi bahwa paus ini menjual Bitcoin,” tulis Arkham.
Dilaporkan Cointelegraph, Arkham juga mencatat bahwa semua Bitcoin tersebut sebelumnya disimpan pada 2 April atau 4 Mei 2011, dan belum pernah disentuh sejak saat itu hingga akhirnya dipindahkan ke delapan dompet baru. Sejauh ini, tidak ada pergerakan lanjutan dari dompet baru tersebut.
Namun, tidak semua pihak sepenuhnya tenang. 10x Research, sebuah firma riset blockchain, menyebut bahwa meskipun belum ada tanda-tanda likuidasi, ada kecenderungan pemegang awal perlahan menjual kepemilikannya kepada ETF spot dan institusi keuangan sejak beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Conor Grogan, Kepala Produk di Coinbase, menyoroti kemungkinan yang lebih ekstrem: bahwa transfer ini bisa saja hasil dari peretasan. Jika benar, ini berpotensi menjadi pencurian terbesar dalam sejarah.
“Jika benar (sekali lagi, saya berspekulasi di sini), ini akan menjadi pencurian terbesar dalam sejarah manusia,” kata Grogan di X.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tokoh Melihat Pergerakan Bitcoin
Tanggapan dari tokoh industri pun bermunculan. Mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, merespons santai dan bahkan bercanda bahwa dirinya masuk ke dunia kripto “terlambat” setelah melihat para pemilik Bitcoin sejak 2011 dengan tenang memindahkan aset yang dulu dibeli hanya seharga $0,1 per koin.
Sementara spekulasi terus bermunculan, belum ada bukti konkret bahwa transfer tersebut merupakan bagian dari aktivitas penjualan ataupun aksi peretasan. Untuk saat ini, industri kripto hanya bisa menunggu dan mengamati apakah dompet-dompet baru ini akan tetap tenang atau mulai melakukan pergerakan signifikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menandatangani rancangan undang-undang (RUU) pajak dan belanja “Big and Beautiful” menjadi undang-undang pada 4 Juli 2025. Keputusan ini langsung memicu perhatian luas, terutama dari kalangan pelaku pasar kripto, karena potensi dampaknya terhadap regulasi dan aliran investasi di sektor aset digital.
Dilaporkan Coincu, RUU tersebut sebelumnya lolos di DPR AS dengan margin tipis, yakni 218 suara berbanding 214, setelah sebelumnya disahkan oleh Senat pada awal bulan ini. Undang-undang baru ini mencakup pemotongan bantuan federal dan peningkatan beban utang negara, serta sejumlah kebijakan perpajakan yang kontroversial—terutama yang menyasar pemotongan pajak untuk kalangan atas dan korporasi besar.
Implikasi untuk Pasar Kripto
Salah satu dampak utama dari pengesahan RUU ini adalah potensi pembukaan jalur masuk bagi investor institusional ke pasar kripto. Beberapa pihak memandang bahwa kebijakan pajak pro-bisnis dan pendekatan regulasi yang lebih fleksibel terhadap aset digital dapat mempercepat adopsi kripto di kalangan lembaga keuangan besar.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan Trump Media & Technology Group, yang belakangan ini aktif mengeksplorasi aset digital. Dukungan dari Trump terhadap inisiatif berbasis blockchain diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekosistem kripto secara lebih luas.
Di sisi lain, muncul juga kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat memperbesar kesenjangan ekonomi serta menciptakan ketidakstabilan fiskal. Namun bagi komunitas kripto, perubahan ini justru dapat menciptakan peluang investasi baru, terutama jika digabungkan dengan momentum kenaikan harga aset digital seperti Bitcoin.
Volatilitas dan Respons Pasar
Pasar kripto mulai menunjukkan respons terhadap perkembangan ini. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah meningkatnya diskusi seputar Housecoin, token bertema politik yang mencerminkan respons investor ritel terhadap dinamika kebijakan pemerintah. Volatilitas Bitcoin dan aset kripto lainnya pun diperkirakan akan meningkat seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan Trump selanjutnya.
Saat ini, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level $108.120,80 dengan kapitalisasi pasar sebesar $2,15 triliun. Bitcoin masih mendominasi pasar dengan pangsa sebesar 64,65% dan telah mengalami lonjakan harga sebesar 37,94% dalam 90 hari terakhir, menurut data CoinMarketCap.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 6 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergeseran besar dalam kebijakan pajak AS bukanlah hal baru. Pada 2017, reformasi pajak besar-besaran yang juga diprakarsai oleh Trump sempat berdampak signifikan terhadap sentimen risiko di pasar, termasuk pasar kripto. Perubahan kebijakan fiskal terbukti mampu memicu volatilitas harga, khususnya untuk aset seperti BTC dan ETH.
Dukungan Retoris dari Trump
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menekankan pentingnya pendekatan regulasi yang mendorong inovasi. “Kami percaya bahwa pendekatan regulasi yang baik dapat menghasilkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi investor AS,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan administrasi Trump yang cenderung pro-teknologi dan pasar terbuka, sesuatu yang dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri kripto ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan setelah transfer besar-besaran sebesar 80.000 BTC, setara sekitar $8,6 miliar, dari dompet whale yang telah lama tidak aktif. Meski sempat tertekan hingga ke kisaran $107.000, sinyal pemulihan masih terlihat dengan target resistance berada di level $110.000.
Dilaporkan Cointelegraph, pergerakan ini menjadi salah satu transfer harian terbesar dari koin yang telah disimpan lebih dari satu dekade. Menurut Arkham Intelligence, koin-koin tersebut yang diyakini milik penambang awal, dipindahkan melalui empat transaksi terpisah pada Jumat pagi dan seluruhnya dialihkan ke dompet baru pada pukul 15:00 UTC.
Whale tersebut diketahui menguasai total 161.326 BTC atau sekitar $17,4 miliar, dengan 80.000 BTC telah ditransfer dan sisanya masih tersimpan.
Transfer besar ini sempat memicu tekanan jual, membuat BTC ditutup di kisaran $107.000 pada Jumat. Namun hingga Sabtu pagi, harga perlahan pulih ke level $108.196 meski masih turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.
Data dari Coinglass menunjukkan adanya klaster likuiditas yang signifikan di sekitar harga $110.567. Klaster ini kerap menjadi target pergerakan harga karena potensi likuidasi besar, dan bisa mendorong reli jangka pendek jika momentum bullish menguat.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pedagang Berjangka Masih Optimis
Tingkat pendanaan BTC tetap positif di level 0,006%, menunjukkan bahwa pedagang berjangka tetap mempertahankan posisi beli. Sentimen ini menjadi indikator bahwa pelaku pasar masih percaya pada potensi kenaikan jangka menengah hingga panjang, meski ada tekanan dari pergerakan whale.
Tingkat pendanaan positif berarti posisi long membayar posisi short—suatu sinyal bahwa ekspektasi harga BTC tetap naik.
Arah Pergerakan Harga Selanjutnya
Meskipun aksi jual sempat menekan harga, indikator teknikal menunjukkan bahwa BTC masih memiliki peluang untuk menguji level resistance di $109.267 dan bahkan berpotensi menembus ke $110.442.
Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, BTC berpotensi turun ke level support di $106.259. Tekanan lebih lanjut bisa membawa harga ke level yang lebih rendah lagi di $103.952.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Analisa kita minggu ini cukup akurat, walau terus ada kesalahan tetapi juga ada ilmu baru yang terus saya temukan. Saya yakin 10 tahun lagi semua ilmu dapat saya praktekan.
Secara data:
1. Manufacturing PMI Tiongkok naik. ✅
2. Caixin Manufacturing PMI Tiongkok naik. ✅
3. Powell Dovish. ✅
4. Jolts saya prediksi turun dan DXY turun, actualnya salah tetapi DXY nya benar, tansa bahwa laporan Jolts naik adalah tidak akurat.✅
5. ADP saya prediksi naik walau ragu karena tidak masuk akal untuk turun setelah angkanya 37K dan ternyata actuanya turun -33K 😂😂😂😂. Tentu DXY rungkad✅
6. NFP saya prediksi naik7. Factory Order saya prediksi naik Namun engan tetap mengacu DXY turun.
Data Minggu Depan
Mari kita bedah data minggu depan, pada dasarnya minggu ini tidak ada data besar. Yang artinya Bitcoin masuk minggu tenang. Minggu tenang artinya bukan minggu koreksi. Minggu tenang adalah artinya mata lebih banyak tertuju ke Altcoin.
Senin, 7 July 2025
22.00 WITA – Conference Board Employment Index
Conference Board Consumer Confidence mengukur kepercayaan diri belanja masyarakat kalau Conference Board Employee Trends mengukur trend jumlah pegawai. Kita dapat Jumlah lowongan naik karena diijinkannya imigran gelap kerja dibidang pertanian dan pariwisata (Jolts), lalu disambung Jumlah Karyawan Swasta minus (-33K), dibarengi NFP nanti malam yang saya prediksi naik tapi semu namun forecast ajah udah minus, maka saya prediksi CB Employee Trend Index turun. Apa ga horor jika NFP turun? Resesi dong ini.
Jika CB Employee Trend Index ini turun maka artinya jumlah hodler dollar turun sehingga DXY turun, kira-kira begini candlenya:
Selasa, 8 July 2025
– 23.30 WITA – FX reserve USD Tiongkok
Saya terus mencurigai kenapa Perang Iran isreal yang menaikan harga minyak tidak membuat DXY naik, saya tahu pasar mengharapkan Undang-Undang Baru, dan saya temukan fakta bahwa kas Kemenkeu AS terus naik, kas yang sebelumnya hanya sampai 26 Juli 2025 sekarang bertambah hingga mampu bertahan 8 Agustus 2025.
Di tengah keterbatasan menerbitkan hutang, nyatanya AS belum berhenti belanja. Maka saya pikir, tidak hanya AS yang ingin DXY melemah namun juga Tiongkok. Tiongkok membensini ekonominya yang deflasi dengan menjual UST dan membeli cadangan devisa Emas dengan menjual dollarnya. Jadi saya menjadi lebih tenang saat saya mendengar Iran dan isreal berkemungkinan perang kembali.
Ketenangan itu bisa didapatkan dengan subscribe X hoteliercrypto agar lebih damai setelah melihat logika saya menganalisa:
Jika USD Forex Tiongkok turun maka DXY akan turun karena dunia melihat alternatif masa depan selain berpihak pada AS. Dunia akan mulai mengganti dollarnya dengan Emas serta mencari cara untuk trading dengan Tiongkok agar punya alasan untuk meng-hodl Yuan sebagai Cadangan Devisa.
Jika Tiongkok maju maka AS mundur, jika AS maju maka Tiongkok tak bisa maju, karena bumi ini satu, clientnya satu. Tidak perlu punya mesin cuci 2 dirumah satu made in AS dan Satu lagi made in Tiongkok, buat apa? Sama juga dengan Mobil. Bagaimana perusahaan barat tidak rungkat jika Mobil Tiongkok berharga separuh dari mobil barat dengan fitur lebih lengkap? Juga gengsi yang rontok karena ternyata semua mobil barat juga made in Tiongkok?
Maka jika inflasi Tiongkok naik artinya ekonomi Tiongkok mulai tumbuh dan pelemahan DXY akan berlanjut karena untuk mencegah pertumbuhan Tiongkok DXY harus dilemahkan agar ekspor barangnya tetap laku. DXY lemah saja, barang made in Tiongkok lebih murah, apalagi jika DXY kuat.
Inflasi memang tidaklah baik tetapi tidak ada pertumbuhan tanpa inflasi, Tiongkok yang terus mengalami Deflasi adalah sesuatu yang direncanakan, bukan sesuatu tanpa kendali. Prediksi saya Inflasi Tiongkok naik, kira-kira begini candle hari Rabu:
Kamis, 11 Juli 2025
20.30 WITA – Claim data
Kita dapati Jumlah Lowongan(Jolts) naik namun hanya karena ilegal imigran kerja di hotel, lalu Jumlah Karyawan Swasta minus -33K (ADP) ditambah jumlah total pegawai yang meragukan (NFP) maka sangat aneh jika laporan pengangguran mingguan turun (claim data). Maka saya prediksi claim data akan naik berikut continuing claimnya.
Jika claim data naik maka DXY turun karena claim data adalah beban candle sedangkan ADP dan NFP adalah dollar hodler. Kira-kira begini candle hari Kamis:
Mohon maaf garisnya ngga sampai, tetapi saya prediksi Bitcoin naik jika claim data naik. Hari Rabu akan saya perbarui.
Jumat, 12 Juli 2025
02.00 WITA – Federal Balance
Jika Federal Fed Budget balance minus atau jatuh maka DXY turun, jika Federal Fed Budget Balance naik maka DXY menguat. Apa bisa lebih menguat lagi? Selama higher for longer ya ini belum terpenuhi.
Candlenya akan saya update lagi hari Rabu karena keterbatasan garis.
Terimakasih sudah membaca. Semua analisa saya adalah berkutat dengan jika DXY naik maka Bitcoin turun, sehingga yang saya bedah adalah komponen penguat DXY bukan komponen jual beli Bitcoin. Garis yang saya buat bukanlah arah pasti Bitcoin kemana, sangat tidak mungkin saya bisa tahu Bitcoin kemana kecuali kekanan. Maka itu garis itu memang dibuat untuk salah, karena maksud dari garis itu adalah untuk mengetahui efek perilisan data terhadap gerak Bitcoin bukan memprediksi harga Bitcoin naik keberapa.
Jika data bagus tetapi Bitcoin naik, artinya duitnya ngga ada. Tetaplah analisa sendiri jangan nebeng nasib, karena nasib saya juga belum tentu jelas. Semua yang saya lakukan bukanlah nasehat keuangan melainkan nasehat hiburan. Menjadikan saya acuan jual beli adalah salah karena sudah pasti sangkut, saya tidak trading future dan tidak mengajak untuk jual beli. Lengkaplah cara saya ngeles.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Kenaikan harga Bitcoin (BTC) mungkin hanya menyisakan waktu dua hingga tiga bulan lagi, menurut analis kripto populer Rekt Capital. Ia memperingatkan bahwa meskipun terdapat optimisme terhadap potensi siklus pasar yang lebih panjang, investor tidak boleh mengabaikan pola historis yang telah terbukti sebelumnya.
Dalam sebuah video pada Kamis lalu, Rekt Capital menjelaskan bahwa jika pola yang terjadi pada siklus tahun 2020 kembali terulang, maka puncak pasar bullishBitcoin kemungkinan akan terjadi pada Oktober 2025, atau sekitar 550 hari setelah peristiwa halving pada April lalu.
“Itu berarti kita berpotensi punya waktu dua hingga tiga bulan lagi dalam pasar yang sedang naik daun ini,” ujar Rekt Capital.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 4 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut Cointelegraph, Rekt juga menyoroti bahwa saat ini banyak pelaku pasar lebih memilih untuk mengabaikan metrik klasik seperti siklus halving, dan malah mengikuti narasi baru seperti korelasi antara Bitcoin dan pasokan uang global (M2). Ia menilai pendekatan tersebut lebih bersifat emosional dan berisiko.
“Banyak orang senang membuang prinsip-prinsip yang telah teruji waktu, padahal sangat penting untuk mengandalkan metrik semacam ini,” ujarnya. “Melihat metrik baru merupakan reaksi impulsif.”
Meski begitu, sebagian analis menilai bahwa siklus halving kini kurang relevan, mengingat adanya lonjakan adopsi institusional terhadap Bitcoin yang tidak terlihat pada siklus sebelumnya.
Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, menilai bahwa pasar saat ini telah melampaui dinamika sebelumnya. Ia mengatakan pada Kamis lalu bahwa tingginya arus investor telah mengubah pola harga pasca-halving yang biasa terjadi.
Standard Chartered sebelumnya memproyeksikan harga BTC akan mencapai $200.000 pada akhir 2025 — proyeksi yang juga didukung oleh perusahaan manajemen kekayaan Bernstein. Sementara itu, Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, bahkan memperkirakan harga Bitcoin bisa menyentuh $250.000.
Per hari ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $109.155, atau hanya 2,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $111.970, berdasarkan data CoinMarketCap. Selama 30 hari terakhir, BTC telah mencatatkan kenaikan sekitar 3,5%.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Di tengah hiruk-pikuk dunia crypto yang terfokus pada harga, Solana (SOL) meluncur bak meteor pada tahun ini.
Menyita perhatian dengan dominasi jaringan dan volume DEX yang memecahkan rekor. Apa yang membuat Solana begitu dahsyat? Simak ulasan lengkapnya!
Aktivitas Jaringan Meledak 100% YOY
Laporan terbaru menyebut bahwa aktivitas jaringan Solana melonjak lebih dari 100% secara tahunan, mengalahkan Ethereum dan Bitcoin dalam hal volume transaksi dan nilai ekonomi real (real economic value).
Puncaknya terjadi di bulan Januari lalu, ketika transaksi harian menembus $56 juta, melampaui gabungan Ethereum dan Bitcoin.
Teknologi Proof of History (PoH) dan blok waktu sub-detik memungkinkan lebih dari 160 juta transaksi per hari, tanpa sekalipun mengalami downtime sejak awal tahun 2024.
Dengan update konsensus “Alpenglow” yang sedang diuji, finalitas transaksi akan makin cepat, bahkan turun hampir separuh lagi.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 4 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meta-data dari Helius dan Coin World memperlihatkan bahwa di bulan Juni, volume trading di DEX Solana menembus $64,1 miliar, mengungguli Ethereum di peringkat kedua.
Dominasi ini bukan sekali dua kali; sejak Oktober 2024, Solana selalu unggul dalam metrik REV dan volume DEX.
Laporan H1 2025 menunjukkan total Real Economic Value (REV) Solana mencapai $551 juta, didukung dominasi Jito, menyumbang 42–66% dari total REV bulanan.
TVL dan DApps: DeFi di Level Berikutnya
DeFi di Solana makin kinclong—with TVL mendekati $9 miliar, menempatkannya di urutan kedua di bawah Ethereum.
Platform seperti Jupiter memimpin perdagangan derivatif on-chain, sementara bot trading menangani setengah swap yang terjadi.
Stablecoin yang beredar di Solana melonjak hingga $11,7 miliar, dengan USDC dari Circle meneribitkan $1,75 miliar hanya di bulan Mei.
Ini menegaskan bahwa penggunaan nyata (real-world usage) mulai merambah ke sektor logistik, tokenisasi aset, hingga aplikasi mobile seperti Helium dan Hivemapper.
MEV & Jito: Ekosistem Mapan dan Menguntungkan
Jito memegang peranan utama dalam ekosistem, mendukung liquid staking senilai $2,4 miliar dan menyumbang besar untuk pendapatan validator lewat optimalisasi MEV (Miner/Maximum Extractable Value).
Para pengguna rela membayar “tip” ekstra demi kecepatan eksekusi, sementara biaya dasar tetap sangat rendah.
Apa Artinya untuk Investor & Developer?
Investor: Solana kini bukan hanya hype semata. Aktivitas tinggi, volume DEX besar, dan adopsi stablecoin masuk kategori fundamental kuat. Jika tren ini terbukti berkelanjutan, SOL bisa jadi aset defensif di masa depan.
Developer: Infrastruktur ultra-cepat dan ekosistem DeFi yang berkembang pesat membuat Solana semakin menarik untuk membangun aplikasi dan layanan baru terutama menjelang upgrade Alpenglow.
Trader: Likuiditas yang besar di DEX dan bot trading aktif memberi peluang strategi frekuensi tinggi, tetapi awasi juga gejolak dan regulasi yang mungkin muncul.
Tantangan & Risiko di Horizon
Harga Belum Menyusul Volume Anehnya, meski volume tinggi, harga SOL belum loncat signifikan. Pada Juni, harga turun ~15% sejak pertengahan bulan, menunjukkan disparitas antara aktivitas on-chain dan sentimen pasar.
Kompetisi dari Ethereum & Layer‑2 Meskipun Solana unggul, Ethereum tetap memakai ekosistem luas dan dukungan institution, plus layer‑2 seperti Arbitrum semakin matang. Persistensi persaingan ini harus diperhatikan.
Isu Teknologi & Regulasi Meski jarang mengalami downtime, outage besar masa lalu masih membayang. Selain itu, kemungkinan regulasi untuk stablecoin atau interoperability dapat memicu pergolakan.
Solana telah membuktikan diri sebagai “Game Changer” di 2025, melampaui Ethereum & Bitcoin dalam hal aktivitas dApps, kinerja jaringan, dan volume DEX.
Dengan TVL dan stablecoin yang melambung tinggi, didukung inovasi konsensus dan MEV cerdas dari Jito, ia bukan sekadar blockchain kelas dua.
Namun para pelaku pasar harus tetap waspada: harga SOL tampak belum mengejar performa teknisnya, dan persaingan serta regulasi bisa jadi faktor pelemah.
Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin tahun ini Solana akan merebut lebih banyak pangsa pasar DeFi, bahkan mempertimbangkan skenario bullish jangka menengah. Tapi bagi investor baru, timing masuk (buy-in) dan manajemen risiko tetap krusial.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.