Tag Archives: btc

Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai USD 1,5 Juta pada 2030

Harga Bitcoin menembus level psikologis USD 100.000 dan diperdagangkan pada USD 100.511,22 pada Kamis (8/5), naik 4,5% menurut data Coin Metrics. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari proyeksi dua tokoh keuangan terkemuka yang memperkirakan lonjakan harga Bitcoin akan terus berlanjut.

Dilaporkan Coindoo, CEO ARK Invest, Cathie Wood, menegaskan kembali proyeksi jangka panjang bahwa harga Bitcoin bisa mencapai antara USD 700.000 hingga USD 1,5 juta pada tahun 2030.

Menurut Wood, proyeksi ini didasarkan pada pertumbuhan adopsi institusional yang masih dalam tahap awal, potensi Bitcoin menggantikan emas sebagai penyimpan nilai, pasokan yang semakin terbatas, dan peningkatan penggunaan di pasar negara berkembang.

“Investor institusional baru hampir tidak bergerak sejauh ini. Kami pikir kami masih harus menempuh perjalanan panjang,” kata Wood.

Target Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 12-16 Mei 2025: Selalu Cenderung Terlambat Seminggu by Hoteliercrypto

Sementara itu, analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menyebut target sebelumnya sebesar USD 120.000 pada kuartal kedua 2025 kini “terlihat terlalu rendah.”

Dalam email kepada klien, Kendrick mengungkapkan bahwa faktor arus modal institusional menjadi pendorong utama kenaikan harga Bitcoin, termasuk arus masuk lebih dari USD 5,3 miliar ke ETF Bitcoin spot AS dalam tiga minggu terakhir.

Kendrick juga mengungkapkan beberapa investor besar yang memperkuat eksposur terhadap Bitcoin, di antaranya:

  • MicroStrategy yang kembali menambah kepemilikan BTC,
  • Dana kekayaan negara Abu Dhabi yang memegang ETF Bitcoin IBIT milik BlackRock,
  • Bank Nasional Swiss yang membeli saham MicroStrategy.

“Ceritanya kini semua tentang arus masuk. Dan arus itu datang dalam berbagai bentuk,” kata Kendrick.

Sebelumnya, Kendrick memperkirakan Bitcoin akan mencapai USD 200.000 pada akhir 2025, didorong oleh realokasi aset strategis dan akumulasi oleh investor besar atau “whale.”

Baca juga: 10 Institusi Besar Dunia dengan Investasi Bitcoin Terbesar, Siapa Saja Mereka?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arthur Hayes: Bitcoin Siap Melonjak karena Kebijakan The Fed

Mantan CEO BitMEX dan tokoh kripto ternama, Arthur Hayes, menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin siap mencetak rekor harga baru tahun ini. Dalam wawancara di ajang Token2049 di Dubai pekan lalu, Hayes memperkirakan BTC bisa melesat hingga $150.000 sebelum altcoin turut mengekor dalam reli pasar.

Menurut Hayes, kondisi saat ini sangat mendukung kenaikan aset berisiko seperti Bitcoin, terutama karena kebijakan moneter Amerika Serikat. Ia menilai Federal Reserve tak akan punya banyak pilihan selain terus mencetak uang sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.

“Saya rasa situasinya sangat mirip dengan periode kuartal ketiga 2022 sampai awal 2025,” ujarnya kepada kanal YouTube Crypto Banter. “Ada ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan di pasar. Dan seperti biasa, otoritas moneter di AS akan kembali mencetak uang untuk menghadapinya.”

Bitcoin Sebagai Pelindung Nilai

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Rentan Fluktuasi, Bitcoin Berada di Persimpangan Penting

Dilaporkan Decrypt, bagi banyak pendukung Bitcoin, kondisi seperti ini justru menjadi peluang. Mereka melihat BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelonggaran moneter yang agresif. Tren historis menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung menguat saat suku bunga diturunkan dan likuiditas pasar ditingkatkan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran $96.230, naik sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir berdasarkan data dari CoinGecko. Kenaikan ini terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Dorong Pasar Kripto

Masuknya dana investasi baru juga terus mendorong pasar kripto sejak ETF Bitcoin pertama disetujui awal tahun lalu. Instrumen ini memungkinkan masyarakat umum membeli eksposur terhadap BTC melalui pasar saham tradisional.

Hayes, yang menerima pengampunan dari Presiden Donald Trump pada Maret lalu, juga menyebut bahwa Ethereum dan Solana berpotensi mengikuti jejak Bitcoin dalam tren penguatan akhir tahun ini.

Namun, ia juga mengakui bahwa prediksi jangka pendeknya tidak selalu tepat. Tahun lalu, Hayes secara jujur menyebut kemampuan peramalannya “cukup buruk”—jadi, meski optimisme tinggi, tetap ada ruang untuk kehati-hatian.

Baca juga: Analisis Harga Bitcoin: Momentum Bullish Masih Terjaga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Selalu Cenderung Terlambat Seminggu by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Prediksi kita minggu ini cenderung akurat dan Bitcoin mau mengikuti garis kurang lebih:

Secara data, saya tahu prediksi FOMC cut belum benar, tetapi itu menjadikan case Bitcoin naik semakin menjelaskan bahwa Fed tidak punya amunisi lagi menahan keringnya liquidity. 

Pasar Tiongkok dan Jepang yang libur hari Senin menjadi alasan merahnya Bitcoin di pagi hari, sekarang kita dapat ilmu baru bahwa Jika dua pasar itu libur, Bitcoin Merah pada jam Asia, dan hari Selasa hanya pasar Jepang yang libur, tetap menjadi waktu penahan tetapi tidak sebesar ketika Pasar Tiongkok libur.

RRP yang terus naik dalam 3 hari menjadi penahan dan dapat diikutkan teori seperti Bitcoin naik 2x turun 1x maka RRP naik 3 hari turun 3 hari. 3 harinya sudah yaitu Senin, Selasa dan Rabu, maka dapat diprediksi Kamis, Jumat dan Senin Bitcoin hijau pada jam RRP keluar. Namun itu adalah rekaan secara umum berdasarkan pengalaman saya, tentu tidak berjalan selalu seperti itu, namun secara umum begitu.

Claim data hari ini akan turun namun tetap tinggi, jika diatas 230K serta angka 241K dirubah menjadi 242K, itu memberikan kelegaan bahwa Bitcoin esok pagi akan closing hijau. Sedangkan Esok Jumat dan Sabtu akan didominasi data Tiongkok. 

Silahkan Subscribe di X untuk kelengkapan data Tiongkok karena yang di Trakteer hanya khusus data Amerika Serikat.

Data Minggu Depan

Sekarang mari kita lihat data minggu depan

Senin, 12 Mei 2025

Tidak ada data

Walaupun tidak ada data, saya Prediksi RRP di dini hari akan turun. Sehingga kira-kira begini candle Hari Senin:

Selasa, 13 Mei 2025

20.30 WITA – Inflasi AS (CPI)

Powell telah berkata bahwa inflasi masih tinggi. Powell ingin mengingatkan bahwa Fed tidak bisa potong suku bunga jika Inflasi masih diatas 2%, sedangkan Bitcoin membaca Fed belum akan mampu mengembalikan inflasi ke 2% dan akan memotong suku bunga walau inflasi belum tercapai.

Itulah pesan kenaikan Bitcoin, yaitu uang dollar akan semakin kehilangan daya beli (buying power) apalagi uang Lira Turki yang dipandang sebagai meme koin. Udah jangan melebar kemana-mana diskusinya.

Kira-kira begini candle hari Selasa:

Powell mengatakan Inflation somewhat elevated, Unmich pun memprediksi inflasi jangka panjang capai 6.5%. Tetapi dalam pidato kemarin saat FOMC saya berpikir bahwa terlalu tidak pintarlah kita jika mempercayai Powell itu berkata Dovish. Powell mengakui bahwa jika Tariff Tinggi dapat mengangkat inflasi, tetapi itu kan jangka panjang bukan jangka pendek. Kalimat itu sudah terus dikatakan dari 2023 dan Inflasi berhasil turun.

Saya yakin dilapangan memang inflasi naik, tetapi secara angka inflasi pasti dilaporkan turun dulu. Fed harus menepati mandatnya yang independen dengan mengembalikan inflasi ke 2% dulu. Sedangkan Trump menurunkan inflasi dengan mendeportasi imigran yang pernah tercatat sebagai NFP di masa Biden.

Inflasi dapat diturunkan jika liquidity naik karena market capnya naik, karena market capnya ga naik, hodlernya yang dikurangi agar gaji orang yang ada naik. 😆😆😆 Seperti perusahaan, untuk menaikan gaji karyawan maka omset harus dinaikkan, itulah sehatnya.

Tetapi karena karyawan minta gaji disaat kondisi pabrik sepi begini, ya udah kurangi ajah karyawannya, maka Perusahaan punya budget menaikkan gaji karyawan dari karyawan yang dideportasi negara. Hahaha, cuma AS yang bisa gitu. 

Rabu, 14 Mei 2025

Tidak ada data hari Rabu dibarengin RRP yang naik, saya kira normal jika Bitcoin woles doji disini:

Kamis, 15 Mei 2025

20.30 WITA – PPI AS

CPI adalah inflasi ke Konsumen sedangkan PPI adalah inflasi ke Produsen. CPI boleh-boleh saja naik tapi PPI akan turun karena Pabriknya sepi, harga barang bisa naik tapi yang beli berkurang.

Ditambah Pelabuhan yang kosong, dan Impor yang turun, inflasi pabrik turun bukan karena harga bahan baku turun tapi karena produksi pabrik berkurang. Tetapi dalam kamus Fed turunnya inflasi Pabrik adalah bagus. Soal rakyat ga bekerja dan cuan pabrik tipis tetaplah dominan inflasi prioritasnya

– Retail Sales

Retail sales bulan lalu naik 1.5%. Tahu apa sebabnya?

Ingat cerita saya tentang Hyundae?

Saat ada pengenaan Tariff di AS, pemimpin penjualan sales mengatakan pada Sales Executivenya di showroom untuk mengatakan kepada calon customernya bahwa harga mobil akan naik 2x lipat karena Tariff akan menaikan Impor. Maka belilah sekarang….. 😆😆😆😆

22.00 WITA -NAHB INDEX

Rumah adalah sumber pendanaan Pemerintah, dari cicilan rumah rakyatlah pemerintah menyelipkan hutang negara yang dibuat oleh pemerintah untuk foya-foya di hotel luhuri, termasuk mendanai Perang oleh Pentagon. 

National Association of House Builder (NAHB) adalah index untuk mengukur pembangunan rumah baru, jika naik maka DXY naik tetapi kenaikan DXY oleh pembangunan rumah tidaklah perlu dikhawatirkan karena artinya utang pemerintah akan naik lagi. 

Maksudnya Bitcoin akan koreksi tetapi koreksinya itu sementara saja. Kenaikan harga rumah memang tanda ekonomi membaik tetapi itu juga tanda inflasi akan naik lagi.
Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jumat, 16 Mei 2025

20.30 WITA – Housing Starts

Housing starts adalah jumlah rumah baru yang dibangun jika jumlah rumahnya naik maka semakin banyak orang KPR, rumah adalah kantong-kantong inflasi. Jika Housing starts naik maka DXY naik.

Jika NAHB naik maka Housing Starts naik. Pengumuman Trump tentang sesuatu yang besar soal Tariff dapat diartikan kembalinya liquidity ke pasar setelah menghilang beberapa bulan. Boleh jadi lewat plafon utang yang dinaikkan.

22.00 WITA- Unmich Inflation

University of Michigan Inflation prediction adalah prediksi inflasi yang dikeluarkan oleh kampus dan cenderung akurat. Angka 6.5% sudah tinggi, seharusnya mereda dulu. Tetapi saya belum melihat usaha Fed meredakan inflasi jika suku bunga belum dinaikkan. Jumat akan berakhir doji walaupun naik dulu.

Kira-kira Candle hari Jumat begini: 

Terimakasih sudah membaca, semua analisa saya hanyalah berdasarkan pengetahuan terbaik yang saya punya, tidak ada jaminan bahwa analisa ini akan benar walau sebelumnya pernah benar. Trada tidak boleh menjadikan saya acuan membeli apalagi mendasarkan keputusan keuangan.

Saya bukanlah pegawai Fed, ataupun orang yang punya kapasitas mengenai ekonomi negara didunia. Tetaplah analisa sendiri dan janganlah percaya pada analisa sendiri juga. Ini bukanlah nasehat keuangan namun hanyalah nasehat hiburan.

Baca juga: Bitcoin Bisa Tembus $138.000 dalam 3 Bulan? Ini Kata Analis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Ethereum Bakal Deja Vu Kalahkan Bitcoin?

Ethereum (ETH) saat ini menunjukkan tanda-tanda undervaluasi signifikan dibandingkan dengan Bitcoin (BTC).

Hal ini mencerminkan kondisi serupa yang pernah terjadi pada tahun 2019 sebelum ETH mengalami lonjakan harga besar-besaran.

Namun, apakah sejarah ini akan terulang kembali?

Rasio ETH/BTC Menunjukkan Undervaluasi

Rasio ETH/BTC, yang membandingkan nilai pasar Ethereum terhadap Bitcoin, telah mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir, berada di sekitar 0,019.

Level ini terakhir terlihat pada September 2019, tepat sebelum ETH mengalami kenaikan harga sebesar 450% dalam setahun berikutnya.

Analisis dari CryptoQuant menunjukkan bahwa rasio Market Value to Realized Value (MVRV) ETH/BTC juga berada pada zona undervaluasi yang signifikan, mengindikasikan potensi Ethereum untuk mengungguli Bitcoin dalam waktu dekat.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Upgrade Pectra Ethereum Berhasil, Kapan Harga ETH Bereaksi?

Tantangan yang Dihadapi Ethereum

Meskipun indikator teknikal menunjukkan potensi kenaikan, Ethereum menghadapi beberapa tantangan fundamental:

  • Tekanan Pasokan: Total pasokan ETH telah mencapai rekor tertinggi, melebihi 120,7 juta ETH. Penurunan aktivitas pembakaran token menyebabkan pasokan tidak lagi berkurang, meningkatkan tekanan jual.
  • Aktivitas Jaringan Stagnan: Sejak 2021, pertumbuhan pengguna aktif dan jumlah transaksi di jaringan Ethereum tidak menunjukkan peningkatan signifikan, menunjukkan adopsi yang stagnan.
  • Permintaan Institusional Melemah: Minat institusi terhadap ETH menurun, terlihat dari perlambatan pertumbuhan staking dan penurunan kepemilikan ETH dalam produk investasi.

Potensi Pemulihan

Meskipun menghadapi tantangan, ada beberapa indikator yang menunjukkan potensi pemulihan:

  • Penarikan Besar dari Bursa: Baru-baru ini, lebih dari 85.000 ETH ditarik dari Binance, salah satu penarikan terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Historisnya, penarikan besar dari bursa sering kali mendahului kenaikan harga karena berkurangnya tekanan jual.
  • Peningkatan Harga Pasca Upgrade: Setelah upgrade Pectra, ETH mengalami kenaikan harga sebesar 2,7%, menunjukkan respons positif pasar terhadap peningkatan jaringan.

Ethereum menunjukkan tanda-tanda undervaluasi signifikan dibandingkan Bitcoin, mirip dengan kondisi pada tahun 2019 sebelum ETH mengalami lonjakan harga besar.

Namun, tantangan fundamental seperti tekanan pasokan, aktivitas jaringan yang stagnan, dan menurunnya minat institusional dapat menghambat potensi pemulihan.

Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dan memantau perkembangan pasar secara cermat sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga: Fase Konsolidasi, Ethereum Gagal Tembus Level Resistensi $1.874


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Harga Bitcoin: Momentum Bullish Masih Terjaga

Harga Bitcoin terus diperdagangkan tepat di bawah level resistensi $96K, berkonsolidasi setelah reli tajamnya pada akhir April. Harga saat ini berada dalam kisaran sempit sementara pasar mencerna keuntungan baru-baru ini.

Meskipun menunjukkan ketahanan di level $94.000 pada 5 Mei, sebagian pelaku pasar merasa kecewa karena arus masuk dana institusional belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum naik. Namun, sejumlah indikator tetap menunjukkan bahwa potensi rekor harga tertinggi baru Bitcoin di tahun 2025 masih terbuka lebar.

Dominasi Bitcoin

Dominasi Bitcoin terhadap pasar kripto secara keseluruhan kini menyentuh 70%, tertinggi sejak Januari 2021. Ini terjadi di tengah banyaknya peluncuran token-token baru, termasuk dari proyek besar seperti SUI, Toncoin (TON), PI, Official Trump (TRUMP), Bittensor (TAO), Ethena (ENA), dan Celestia (TIA). Dominasi yang tinggi ini menandakan minat terhadap altcoin berisiko lebih rendah, terutama dari investor baru.

Data juga menunjukkan ETF Bitcoin spot berhasil mencatat arus masuk bersih sebesar $4,5 miliar antara 22 April hingga 2 Mei. Selain itu, minat terhadap kontrak futures Bitcoin meningkat tajam, mencerminkan tingginya keterlibatan investor institusional — baik untuk tujuan lindung nilai maupun spekulasi bullish.

Berdasarkan data dari CoinGlass, total open interest (kontrak terbuka) di pasar futures Bitcoin telah mencapai 669.090 BTC, naik 21% sejak 5 Maret. Bahkan setelah harga BTC sempat jatuh di bawah $75.000 pada awal April, minat terhadap posisi leverage tetap tinggi. Khusus di Chicago Mercantile Exchange (CME), nilai open interest mencapai lebih dari $13,5 miliar, yang menjadi sinyal kuat akan permintaan dari institusi.

Hambatan BTC

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Bitcoin Mendekati $100.000: Lebih dari $3 Miliar Posisi Short Terancam Likuidasi

Meski begitu, ada beberapa hambatan yang membuat Bitcoin sulit menembus level $100.000. Salah satunya adalah kekecewaan investor terhadap lambatnya perkembangan RUU Cadangan Bitcoin Strategis AS yang diumumkan pada 6 Maret, tanpa kejelasan soal kepemilikan BTC pemerintah maupun rencana pembelian lebih lanjut. Beberapa inisiatif serupa di tingkat negara bagian, seperti di Arizona, juga mengalami kegagalan.

Di sisi lain, aset seperti emas menunjukkan performa yang lebih kuat. Dalam tiga bulan terakhir, emas naik 16%, sementara Bitcoin turun 5% dan indeks S&P 500 terkoreksi 6,5%. Situasi ini memunculkan kembali keraguan atas peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai yang tidak berkorelasi, terutama saat sentimen ekonomi global memburuk. Ketegangan perang dagang global mendorong investor beralih ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi dan kas.

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $94.000 terasa ironis, mengingat perusahaan Strategy — yang dipimpin Michael Saylor — mengumumkan pembelian 1.895 BTC pada 5 Mei. Mereka juga menggandakan rencana pengumpulan modal dengan target hingga $84 miliar pada 1 Mei, untuk mendukung akuisisi BTC berikutnya. Langkah ini sedikit meredakan kekhawatiran investor terkait kapasitas pendanaan perusahaan.

Untuk mendorong Bitcoin ke level tertinggi baru, faktor eksternal seperti membaiknya hubungan dagang AS-Tiongkok bisa menjadi kunci. Ketegangan tarif selama ini telah menekan minat risiko investor secara global. Namun secara fundamental, sejumlah elemen pendukung untuk Bitcoin kembali menembus angka $100.000 tampaknya sudah mulai terbentuk.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Token Babylon dan Babylon Genesis Network: Solusi Staking Bitcoin

Bitcoin yang merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi sebagian besar kapital yang ada, tidak dimanfaatkan dan tidak bergerak. 

Atas masalah ini, Babylon hadir sebagai solusi staking Bitcoin yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan staking tanpa harus melakukan bridging atau wrapping terlebih dahulu.

Apa Itu Babylon Genesis Network?

Babylon Genesis Network adalah jaringan blockchain yang berfungsi sebagai Bitcoin Secured Network (BSN). Dibangun di atas Cosmos SDK, jaringan ini memungkinkan Bitcoin digunakan untuk mengamankan Proof-of-Stake (PoS) chains dan aplikasi terdesentralisasi tanpa perlu proses bridging atau wrapping.

Dengan pendekatan ini, Babylon membuka potensi baru Bitcoin di luar fungsi tradisionalnya sebagai store of value.

Apa Masalah yang Coba Dipecahkan oleh Babylon? 

Jika kamu sering menggunakan platform DeFi, pasti sudah tidak asing lagi dengan Wrapped BTC (WBTC) yang digunakan untuk membawa Bitcoin ke ekosistem lain. Namun, wrapped tokens seperti ini memiliki risiko tersendiri karena bergantung pada mekanisme bridging yang rentan terhadap eksploitasi.

Babylon hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Protokol ini memungkinkan Bitcoin berpartisipasi langsung dalam keamanan jaringan Proof-of-Stake (PoS) melalui staking tanpa perlu bridging atau wrapping. Dengan begitu, Bitcoin tetap aman di jaringannya sendiri namun tetap bisa memberikan nilai lebih sebagai penyedia keamanan bagi ekosistem blockchain lainnya.

Fase Pengembangan Babylon Genesis Network

Gambar fase pengembangan Babylon Genesis Network. Sumber: babylonlabs.

Babylon Genesis Network akan melalui tiga tahap utama dalam pengembangannya, masing-masing dirancang untuk meningkatkan integrasi Bitcoin dalam ekosistem Proof-of-Stake (PoS) dan memperluas fungsinya sebagai aset keamanan. 

Tahap 1: Bitcoin Locking Phase

Pada tahap awal ini, Babylon memperkenalkan Bitcoin Staking Protocol, memungkinkan pemilik BTC untuk staking tanpa perlu bridging atau wrapping.

Tahap 2: Babylon Genesis

Tahap ini menandai peluncuran jaringan Babylon Genesis, sebuah Bitcoin Secured Network (BSN) yang berfungsi sebagai penghubung antara Bitcoin dan Proof-of-Stake (PoS) chains (control plane) untuk keamanan dan likuiditas

Tahap 3: Multi-Staking & Ekspansi BSN

Layer 1 dan rollup dapat terhubung dan menjadi Bitcoin Secured Networks. Babylon Genesis juga berfungsi sebagai pusat keamanan dan likuiditas Bitcoin melalui trustless bridges dan multi-staking.

Apa itu Token Babylon (BABY)?

Babylon Token (BABY) adalah native token dari Babylon Genesis Network yang digunakan untuk biaya transaksi, voting tata kelola, dan fungsi keamanan dalam ekosistem.

Fungsi Utama Token BABY

  1. Gas & Transaksi: Digunakan untuk membayar biaya transaksi dan eksekusi smart contract di jaringan Babylon.
  2. Governance: Memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan protokol.
  3. Staking & Keamanan: Digunakan dalam model dual staking bersama BTC untuk memperkuat keamanan jaringan.

Model Dual Staking

Babylon Genesis mengadopsi model dual staking yang melibatkan BTC dan BABY:

  • Staker BTC: Menyediakan keamanan melalui staking BTC secara self-custodial.
  • Staker BABY: Berperan dalam konsensus dan governance jaringan.

Kedua jenis staking ini memingkinkan pengguna untuk menerima reward dalam bentuk token BABY, dan menciptakan insentif jangka panjang untuk partisipasi aktif dalam ekosistem.

Tokenomics Token Babylon (BABY)

Ringkasan Token

Gambar distribusi token Babylon. Sumber: babylonlabs.
  • Nama Token: BABY
  • Total Pasokan Awal: 10.000.000.000 BABY
  • Denominasi: 1 BABY = 1.000.000 ubbn (6 desimal)
  • Tingkat Inflasi: 8% per tahun
    • 4% untuk reward staking BTC
    • 4% untuk reward staking BABY
  • Governance: On-chain melalui voting token BABY (staker BTC tidak dapat berpartisipasi)

Distribusi Token BABY

Kategori Alokasi (BABY) Alokasi (%) Vesting Unlocking
Community Incentives 1.500.000.000 15% Tidak Sepenuhnya terbuka
Ecosystem Building 1.800.000.000 18% Tidak Bertahap 3 tahun
R&D + Operations 1.800.000.000 18% Tidak Bertahap 3 tahun
Early Private Investors 3.050.000.000 30.5% Tidak Bertahap 3 tahun
Team 1.500.000.000 15% Ya, 4 tahun Bertahap 4 tahun
Advisors 350.000.000 3.5% Ya Bertahap 4 tahun

Jadwal Token Unlock Babylon

Gambar jadwal token unlock dari tokeb Babylon (BABY). Sumber: babylonlabs.

Distribusi token BABY dirancang untuk dilakukan secara bertahap selama 4 tahun guna menghindari tekanan jual yang besar di pasar. 

Sebagian besar token, terutama yang dialokasikan untuk investor dan tim, tidak dapat dijual atau digunakan segera, karena akan dibuka secara bertahap sesuai jadwal vesting yang telah ditentukan.

Kenapa Babylon Menarik?

Babylon menarik karena memungkinkan Bitcoin digunakan lebih luas, tidak hanya sebagai aset store of value

Dengan staking langsung tanpa bridging, pengguna bisa mendapatkan imbal hasil, sehingga secara tidak langsung bisa memperluas fungsi Bitcoin dalam ekosistem kripto.

Di Mana Bisa Beli Token Babylon (BABY)?

Babylon (BABY) tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto dengan minimal deposit hanya mulai dari Rp20.000.

Pembelian Babylon bisa dilakukan melalui Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan BABY/USDT, lalu menempatkan order pembelian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber: Babylon Bitcoin Staking Protocol Overview, Babylon BTC Staking Litepaper



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Modal Masuk $19 Miliar, Bitcoin Pulihkan Pasar

Dalam sebulan terakhir, pasar kripto mengalami pemulihan signifikan, dengan Bitcoin sebagai pemimpin utama.

Data on-chain menunjukkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan telah menerima arus masuk modal bersih hampir $19 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset digital.

Arus Masuk Modal Kripto: Indikator Pemulihan Pasar

Analis kripto terkemuka, Ali Martinez, melalui platform X (sebelumnya Twitter), mengungkapkan bahwa arus masuk modal bersih selama 30 hari terakhir mencapai hampir $19 miliar.

Angka ini mencakup peningkatan kapitalisasi realisasi (Realized Cap) Bitcoin dan Ethereum sebesar $12,58 miliar, serta peningkatan kapitalisasi pasar stablecoin sebesar $6,19 miliar.

Realized Cap adalah metrik yang menghitung total nilai dari semua koin berdasarkan harga saat terakhir berpindah tangan, memberikan gambaran lebih akurat tentang jumlah modal yang benar-benar diinvestasikan dalam aset tersebut.

Sementara itu, untuk stablecoin, perubahan kapitalisasi pasar mencerminkan arus masuk atau keluar modal, karena nilainya yang stabil terhadap mata uang fiat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $97.000, Namun Aktivitas Jaringan Melemah

Bitcoin: Katalis Utama Pemulihan Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 6 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin, sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, memainkan peran sentral dalam pemulihan ini.

Kenaikan harga Bitcoin telah menarik kembali minat investor institusional dan ritel, yang sebelumnya sempat menurun akibat volatilitas pasar.

Peningkatan arus masuk modal menunjukkan bahwa investor kembali melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global.

Ethereum dan Stablecoin: Pendukung Keseimbangan Pasar

Selain Bitcoin, Ethereum juga menunjukkan peningkatan kapitalisasi realisasi yang signifikan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistemnya, termasuk aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Stablecoin, seperti USDT dan USDC, mengalami peningkatan kapitalisasi pasar sebesar $6,19 miliar, menandakan bahwa investor memanfaatkan aset ini sebagai tempat berlindung sementara atau sebagai alat transaksi dalam ekosistem kripto.

Implikasi bagi Investor dan Pasar Kripto

Arus masuk modal sebesar $19 miliar dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pasar kripto sedang memasuki fase akumulasi, di mana investor mulai mengumpulkan aset dengan harapan kenaikan harga di masa depan.

Hal ini dapat menjadi sinyal positif bagi investor yang mempertimbangkan untuk masuk atau menambah posisi dalam portofolio kripto mereka.

Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Diversifikasi portofolio dan manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang cepat berubah.

Baca Juga: Rentan Fluktuasi, Bitcoin Berada di Persimpangan Penting

Pemulihan Bitcoin yang didukung oleh arus masuk modal hampir $19 miliar menandakan kembalinya kepercayaan investor terhadap pasar kripto.

Dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai pemimpin, serta stablecoin sebagai penyeimbang, pasar kripto menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dan potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan melakukan strategi investasi yang bijak untuk memanfaatkan momentum positif ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $97.000, Namun Aktivitas Jaringan Melemah

Harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini mencapai nilai tertinggi sepanjang masa sebesar $97.000, menandai tonggak penting dalam perjalanannya sebagai aset digital terkemuka.

Namun, di balik lonjakan harga ini, terdapat fenomena yang membingungkan: aktivitas jaringan Bitcoin justru mengalami penurunan.

Data menunjukkan bahwa meskipun harga melonjak, metrik on-chain seperti jumlah alamat aktif dan volume transaksi tidak menunjukkan peningkatan yang sebanding.

Enam Faktor Penyebab Melemahnya Aktivitas Jaringan Bitcoin

Menurut analisis dari AMBCrypto, terdapat enam alasan utama yang menjelaskan mengapa aktivitas jaringan Bitcoin tidak sejalan dengan lonjakan harganya:

Pergerakan harga  Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
  1. Dominasi Investasi Institusional dan ETF
    Kenaikan harga Bitcoin saat ini lebih didorong oleh masuknya dana dari institusi besar melalui produk seperti Spot ETF. Perusahaan seperti MicroStrategy dan BlackRock terus menambah kepemilikan mereka, yang meningkatkan harga tanpa meningkatkan aktivitas transaksi di jaringan utama.
  2. Volatilitas Harga yang Rendah
    Setelah periode konsolidasi antara $92.000 dan $95.000, volatilitas harga Bitcoin menurun. Kondisi ini membuat banyak pemegang memilih untuk menahan aset mereka, mengurangi jumlah transaksi on-chain.
  3. Volume Pertukaran yang Tidak Alami
    Beberapa volume perdagangan di bursa tampaknya meningkat secara artifisial, menciptakan ilusi aktivitas yang tinggi. Namun, ini tidak mencerminkan peningkatan penggunaan jaringan secara nyata.
  4. Migrasi Aktivitas ke Jaringan Lain
    Pengguna dan pengembang semakin banyak beralih ke jaringan lain seperti Ethereum, Solana, dan Base untuk aktivitas DeFi, staking, dan perdagangan memecoin. Hal ini menyebabkan penurunan aktivitas di jaringan Bitcoin.
  5. Penurunan Penggunaan Sebagai Alat Pembayaran
    Bitcoin semakin jarang digunakan untuk transaksi sehari-hari, mengurangi peran awalnya sebagai mata uang digital dan lebih dianggap sebagai aset investasi.
  6. Peningkatan Adopsi Layer-2 seperti Lightning Network
    Dengan semakin banyak transaksi yang berpindah ke solusi Layer-2 seperti Lightning Network, aktivitas di jaringan utama Bitcoin tampak menurun.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 5 Mei 2025: Bitcoin Incar level $95.000

Implikasi bagi Investor dan Masa Depan Bitcoin

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah lonjakan harga Bitcoin mencerminkan pertumbuhan yang sehat atau hanya didorong oleh spekulasi?

Penurunan aktivitas jaringan dapat menjadi indikator bahwa adopsi dan penggunaan nyata Bitcoin tidak sejalan dengan kenaikan harganya.

Jika tren ini berlanjut, ada risiko bahwa harga Bitcoin dapat mengalami koreksi untuk mencerminkan fundamental jaringan yang sebenarnya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penurunan aktivitas on-chain tidak selalu negatif.

Peningkatan penggunaan solusi Layer-2 menunjukkan bahwa ekosistem Bitcoin sedang berkembang dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Selain itu, minat institusional yang tinggi dapat memberikan stabilitas dan legitimasi jangka panjang bagi Bitcoin sebagai aset investasi.

Kenaikan harga Bitcoin hingga $97.000 merupakan pencapaian yang signifikan, namun penurunan aktivitas jaringan menunjukkan bahwa pertumbuhan ini tidak sepenuhnya didukung oleh penggunaan nyata.

Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor fundamental ini dalam membuat keputusan investasi.

Sementara itu, perkembangan teknologi seperti Lightning Network dan meningkatnya minat institusional dapat memainkan peran penting dalam menentukan arah masa depan Bitcoin.

Baca Juga: Rentan Fluktuasi, Bitcoin Berada di Persimpangan Penting


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rentan Fluktuasi, Bitcoin Berada di Persimpangan Penting

Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian investor global setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar $95.993, dengan fluktuasi harian antara $95.728 hingga $96.497.

Meskipun terjadi sedikit penurunan sebesar 0,00339%, sentimen pasar tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Momentum Kenaikan dan Faktor Pendorong

Dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin menunjukkan tren kenaikan yang kuat, dengan harga mencapai puncak tertinggi dalam dua bulan terakhir di atas $97.000.

Menurut laporan News BTC pada Minggu (4/5), kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor:

  • Adopsi Institusional: Laporan bahwa Morgan Stanley berencana menambahkan perdagangan kripto spot ke platform E*Trade-nya telah meningkatkan kepercayaan investor.
  • Pembelian Korporat: Strategi MicroStrategy untuk membeli lebih banyak BTC melalui penawaran ekuitas sebesar $21 miliar menunjukkan kepercayaan korporat terhadap aset ini.
  • Perkembangan Geopolitik: Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS dan China mendorong investor mencari aset lindung nilai, dengan Bitcoin menjadi pilihan utama.

Baca Juga: Harga Bitcoin Mendekati $100.000: Lebih dari $3 Miliar Posisi Short Terancam Likuidasi

Analisis Teknis: Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 4 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 4 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analis pasar menyoroti beberapa level harga penting yang dapat menentukan arah pergerakan BTC selanjutnya:

  • Resistensi Utama: Level psikologis $100.000 menjadi target utama. Jika berhasil ditembus, BTC berpotensi menuju $107.000, yang merupakan puncak sebelumnya pada Desember dan Januari.
  • Dukungan Kuat: Di sisi bawah, $92.000 dan $85.000 dianggap sebagai level dukungan penting. Penurunan di bawah level ini dapat memicu tekanan jual lebih lanjut.

Indikator Teknis dan Sentimen Pasar

Dengan kondisi tersebut, indikator teknis praktis menunjukkan momentum bullish yang kuat:

  • RSI (Relative Strength Index): RSI berada di atas 50, menandakan kekuatan tren naik.
  • Volume Perdagangan: Meskipun harga naik, volume perdagangan tetap di bawah rata-rata, menunjukkan bahwa beberapa pelaku pasar mungkin masih berhati-hati.

Prediksi dan Prospek Masa Depan

Beberapa analis optimis terhadap prospek jangka panjang BTC:

  • Target Harga: Prediksi harga Bitcoin mencapai $150.000 mulai muncul, didukung oleh adopsi institusional dan minat investor ritel yang meningkat.
  • Stabilitas Pasar: Selama BTC tetap di atas level dukungan kunci, tren naik diperkirakan akan berlanjut.

Bitcoin berada di persimpangan penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Dengan dukungan dari faktor fundamental dan teknis, BTC memiliki potensi untuk mencapai level tertinggi baru.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memantau level harga kunci untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $97.000, Level Tertinggi Sejak Koreksi Februari


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Mendekati $100.000: Lebih dari $3 Miliar Posisi Short Terancam Likuidasi

Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan dengan pergerakan positifnya yang mendekati ambang psikologis $100.000.

Pada 2 Mei 2025, harga BTC tercatat sekitar $97.000, hanya terpaut 3,14% dari target tersebut.

Kenaikan ini menempatkan lebih dari $3,36 miliar posisi short dalam risiko likuidasi, menurut data dari CoinGlass.

Potensi Short Squeeze Besar

Jika BTC berhasil menembus $100.000, diperkirakan akan terjadi short squeeze besar-besaran.

Dalam skenario ini, trader yang memegang posisi short akan dipaksa untuk membeli kembali BTC guna menutup posisi mereka, yang dapat mendorong harga naik lebih lanjut.

Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, seperti pada November 2021 ketika BTC melonjak dari $76.000 ke $81.000 akibat likuidasi posisi short senilai $1 miliar.

Baca Juga: 10+ Faktor Penentu Harga Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

Risiko di Kedua Sisi Pasar

Menariknya, risiko likuidasi tidak hanya mengintai posisi short.

Penurunan harga BTC sebesar 3,07% ke $93.973 juga dapat memicu likuidasi posisi long dengan nilai yang sama, yaitu sekitar $3,36 miliar.

Hal ini menunjukkan tingginya leverage di pasar kripto saat ini, di mana pergerakan harga kecil dapat berdampak besar pada posisi trader.

Level Kritis dan Sentimen Pasar

Data dari peta likuidasi CoinGlass mengidentifikasi level resistensi berikutnya di $97.828, hanya 0,9% di atas harga saat ini.

Jika BTC menembus level ini, kemungkinan besar akan menguji $100.000. Sebaliknya, penurunan ke bawah $95.000, terutama mendekati $93.000, dapat menyebabkan likuidasi posisi long sekitar $60 juta.

Sentimen pasar saat ini menunjukkan dominasi momentum bullish, didorong oleh permintaan institusional dan arus masuk ke ETF Bitcoin.

Misalnya, iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) mencatat arus masuk sebesar $1,5 miliar dalam seminggu terakhir, menunjukkan minat yang kuat dari investor institusional.

Implikasi bagi Trader dan Investor

Bagi trader, situasi ini menuntut kewaspadaan yang cukup tinggi.

Penggunaan leverage yang berlebihan dapat meningkatkan risiko likuidasi, terutama dalam kondisi volatilitas tinggi.

Disarankan untuk menetapkan stop-loss yang ketat dan memantau level harga kritis seperti $98.000 dan $100.000.

Bagi investor jangka panjang, pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang cepat dan sering kali dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek.

Meskipun potensi keuntungan besar, risiko kerugian juga signifikan, terutama bagi mereka yang tidak memahami mekanisme leverage dan likuidasi.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $97.000, Level Tertinggi Sejak Koreksi Februari

Bitcoin berada di ambang tonggak sejarah baru dengan mendekati harga $100.000. Namun, di balik euforia ini, terdapat risiko besar bagi posisi short senilai lebih dari $3 miliar yang dapat dilikuidasi jika ambang ini terlampaui.

Trader dan investor harus tetap waspada, memahami risiko yang ada, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi portofolio mereka dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com