Tag Archives: btc

Tren Bitcoin 11-15 Agustus 2025: Waktunya TP-TP Sangkut

Garis kita belum sesuai, Bitcoin masih sangkut, setidaknya minggu ini ada satu TP yaitu OG. Jika kita punya 11 Koin, paling minimal kemungkinan TP 1 koin per bulan masih besar, ditabung di Swiss Bank pun tak akan dapat 20% dalam setahun. Apalagi jika dibelanjakan.

Sangkut adalah cara berhemat dari godaan Setan Belanja dan hutang yang bayarnya 3 tahun. Maka itu tidak boleh menggunakan uang yang tidak mendamaikan jika dibutuhkan, tidak boleh pakai kartu kredit, tidak boleh pakai hutang, tidak boleh pakai uang nikah, tidak boleh pakai SPP, Kuliah, karena sangkut itu bisa 8 bulan lebih. 

Secara data:

1. Factory order jatuh

2. Trade balance AS naik

3. RRP turun

4. Trade Balance Tiongkok naik

5. Claim data naik 

6. CPI Tiongkok naik

Data-data ini adalah kepastian makanan Bitcoin. Melihat data adalah melihat jumlah makanan Bitcoin sehingga mengerti arah kemana Bitcoin secara garis besar. Bitcoin naik saat jumlah edar uang naik, Bitcoin turun saat jumlah edar uang turun. Jumlah edar uang naik saat data tidak baik yaitu data ekonomi turun, Jumlah edar uang turun saat data ekonomi naik. Bitcoin naik saat data ekonomi membaik tetapi Jumlah edar uang naik. Bitcoin turun saat data ekonomi turun dan jumlah edar uang turun yang artinya liquidity mengering atau resesi. 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin 11 Agustus 2025

Tak ada data

Jika tak ada data, maka sentimennya hanya tertinggal RRP. Tetapi hari Selasa adalah perilisan data CPI, sehingga saya percaya Pasar akan menunggu CPI. Maka Senin adalah woles. Dan wolesnya cenderung Merah

Selasa, 12 Agustus 2025

20.30 WITA – CPI Amerika Serikat

Inflasi AS akan naik alasannya efek Tariff, juga penguatan DXY yang sempat kembali ke 100, menurut saya DXY akan naik tetapi hanya pump and dump. Kenaikan DXY dicegah oleh menurunnya demand surat utang (UST) juga wacana RRP ke nol. Berdasarkan prediksi Bank of America, Fed tak akan potong suku bunga, tetapi dengan beban kerugian capai seperempat Trilyun, Fed dipandang juga tak punya amunisi untuk hawkish

Kira-kira begini candle hari Selasa: Dump and pump akan terjadi, Dump saat teport di rilis karena inflasi naik membuat pasar berpikir Fed semakin tak akan melonggarkan kebijakan moneter, dan Pump setelah tengah malam saat Market mencerna bahwa Fed tak punya amunisi.

Rabu, 13 Agustus 2025

Tak ada data dan waktunya Bitcoin woles

Kamis, 14 Agustus 2025 

20.30 WITA Producer Price Index (PPI)

CPI adalah inflasi ke konsumen dan PPI adalah inflasi ke produsen. Jika PPI naik maka artinya inflasi naik. Fed lebih cenderung Suka melihat PPI daripada CPI. CPI naik seharusnya dibarengi dengan PPI naik. Tetapi bulan lalu saat CPI naik, PPI turun menjadi tanda bahwa pabrik-pabrik sedang berjuang bertahan hidup.

Jika PPI naik maka DXY naik tetapi PPI yang naik dibarengi dengan utang yang naik adalah bodong. Bayangin ajah itu GDP naik, inflasi naik dan hutang naik. 😄😄😄😄 . Kira-kira begini candle hari Kamis: 

Jumat, 15 Agustus 2025

20.30 WITA – Retail Sales AS

Retail sales adalah data Belanja Masyarakat AS yang dibagi dua, Kartu dan Tunai, yang Tunai lupakan, yang kartu dianalisa Bank. Jika Retail Sales naik maka DXY naik, dan hasilnya pasti naik karena harga barang naik. Sehingga nampak bahwa Belanja Masyarakat naik.

Padahal Rakyat belanja dan hidup dari bulan ke bulan lewat kartu kredit, buktinya Bunga Kartu Kredit naik, Buy Now Pay Later naik, hutang naik, dan investasi asing belum menghasilkan. 
Saat Laporan Retail sales keluar DXY naik dan Bitcoin turun

22.00 WITA – Unmich 1 Year Inflation Expectation

Pada Jam 22.00 Laporan Unmich saya prediksi naik. Tapi saya punya catatan disini, semenjak Unmich melaporkan Inflasi bisa capai 6.6%, terdapat sentimen dari Fed dan dari pemerintah seakan-akan Unmich adalah pesanan Demokrat. Menurut saya jika independen, Unmich tahu bahwa inflasi akan naik, alasannya Suku Bunga di 4,5%, RRP akan ke nol, M2 Supply ATH dan tariff membensini Inflasi, saya pikir seharusnya Unmich naik.

 Bagaimana cara tahu Unmich akurat atau tidak? jika Unmich dilaporkan turun maka seharusnya DXY naik karena Fed dipandang benar dalam menahan suku bunga. Jika Unmich Turun lalu DXY ikut turun, artinya Fed lebih dekat dengan potong suku bunga, padahal bulan lalu Unmich Turun dan Fed tetap menahan suku bunga, DXY naik ke 100 sebelum akhirnya rontok ke 98. Intinya jika Unmich Naik dan Bitcoin naik, berarti Fed tak punya amunisi.

Kira-kira begini candle hari Jumat:

Terimakasih sudah membaca, kita akan punya beberapa koin TP-TP dibulan agustus ini. Alasannya, Volume Bitcoin yang turun dan dijual oleh asset management akan berpindah ke Ethereum. Infrastruktur yang sedang dibangun akan membuat Ethereum semakin seksi untuk dinvestasi. Yang karena fungsinya, altcoin berfundamental akan naik. SEMANGAT. 

Ini adalah garis salah:

Saya pertontonkan agar orang tahu bahwa saya manusia biasa penuh salah, sehingga menjadikan saya acuan jual beli adalah salah, karena pasti rugi dan sangkut. Peringatan ini sudah tegas dan terus saya ulang-ulang.

Maka jika ada yang membeli dan menjual karena saya, tidak boleh menyalahkan saya, karena saya sudah bilang dari awal jika saya banyak salah. Maka itu tetaplah analisa sendiri, dan jangan sekali-sekali nebeng nasib. Saya hanya menggunakan hak saya bebas berpendapat yang tentu ini bukan nasehat keuangan. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish?

Bitcoin (BTC), raja mata uang kripto, kembali menunjukkan dominasinya di pasar dengan harga terbaru yang menyentuh $116.737,50 per BTC, atau mencatat kenaikan +1,88% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $2,32 triliun USD dan volume perdagangan harian mencapai $66,25 miliar USD, BTC tetap kokoh di puncak sebagai aset digital nomor satu di dunia.

Kinerja Jangka Pendek hingga Panjang: Stabilitas yang Kian Percaya Diri

Dalam satu hari terakhir, BTC menguat $2.157,61 atau +1,88%, mengindikasikan sentimen pasar yang mulai positif kembali.

Dalam 30 hari terakhir, harga melonjak +7,67%, diikuti tren menguat +10,40% dalam 60 hari, dan bahkan +13,14% dalam 90 hari terakhir.

Meski dalam hitungan jam sempat turun tipis -0,02%, data ini menunjukkan pergerakan harga yang sehat dan konsisten, berbeda dengan fluktuasi ekstrem yang kerap terjadi di pasar kripto pada tahun-tahun sebelumnya.

 Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 8 Agustus 2025: Bitcoin Kembali Naik Karena Trump

Rentang Harga & Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga Bitcoin bergerak di kisaran $114.279,71 hingga $117.689,20.

Angka ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa $123.091,61, namun tren penguatan yang stabil membuka peluang bagi BTC untuk kembali menguji level tersebut.

Dengan sirkulasi pasokan 19,90 juta BTC atau 94,78% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan pasokan menjadi faktor fundamental yang memperkuat narasi bullish jangka panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan BTC

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga BTC kali ini antara lain:

  1. Sentimen Pasar Positif – Optimisme terhadap ekonomi global dan pelonggaran kebijakan moneter di beberapa negara mulai mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.
  2. Minat Institusional – Laporan terbaru menunjukkan meningkatnya permintaan BTC dari perusahaan investasi dan pengelola dana besar, terutama terkait potensi adopsi ETF spot Bitcoin di lebih banyak wilayah.
  3. Kelangkaan Pasokan – Dengan hampir seluruh BTC telah beredar, tekanan jual semakin terbatas, sementara permintaan terus meningkat.
  4. Halving yang Mendekat – Meski belum terjadi, halving berikutnya menjadi katalis jangka menengah yang mulai diperhitungkan oleh pasar.

Kapitalisasi & Likuiditas Tinggi

Nilai kapitalisasi pasar BTC kini mencapai $2,32 triliun, hampir menyamai nilai perusahaan-perusahaan raksasa global di sektor teknologi.

Sementara itu, volume perdagangan yang tinggi menunjukkan tingginya likuiditas, sehingga memudahkan investor untuk keluar-masuk pasar tanpa perbedaan harga yang signifikan.

Prospek Ke Depan: Potensi Menembus ATH

Jika tren positif ini berlanjut, BTC berpeluang menguji kembali level $120.000 dalam waktu dekat, sebelum akhirnya mencoba menembus ATH di $123.091,61.

Namun, analis mengingatkan adanya “resistance kuat” di kisaran $118.000 – $120.000, yang bisa memicu aksi ambil untung sementara.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi momentum akumulasi sebelum potensi reli besar di akhir tahun.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat di Atas $114k, Awal dari Bull Run Selanjutnya?

Dengan semua indikator fundamental dan teknikal yang mengarah positif, Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya bukan sekadar tren sesaat, melainkan aset digital dengan daya tarik jangka panjang yang solid.

Jika level resistance berhasil ditembus, kita bisa saja menyaksikan sejarah baru di pasar kripto dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Stabil di Atas $116.000, Pasar Menanti Pemicu Kenaikan

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan ketangguhan di pasar kripto global.

Pada perdagangan hari ini, harga BTC tercatat di $116.712,06 per koin, dengan kapitalisasi pasar menyentuh $2,32 triliun USD.

Meskipun kenaikan dalam 24 jam terakhir hanya +0,16%, pergerakan harga ini tetap menjadi sorotan para investor karena BTC mampu bertahan di level psikologis penting di atas $116.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish Menuju Rekor Baru?

Konsolidasi di Tengah Pasar yang Positif

Data perdagangan menunjukkan volume harian Bitcoin mencapai $56,87 miliar USD, menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski pergerakan harga relatif stabil.

Dalam 7 hari terakhir, BTC masih mencatatkan kenaikan +2,42%, sementara dalam jangka 90 hari, aset kripto terbesar di dunia ini telah menguat +12,36%.

Di sisi lain, level tertinggi harian tercatat di $117.304,66, sementara level terendah berada di $115.917,46.

Meskipun masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $123.091,61, tren jangka menengah menunjukkan potensi pergerakan positif jika sentimen pasar tetap kondusif.

Pasokan yang Kian Menipis

Dengan sirkulasi pasokan sebesar 19,90 juta BTC atau 94,78% dari total maksimum 21 juta BTC, ketersediaan Bitcoin di pasar semakin terbatas.

Fenomena kelangkaan ini menjadi salah satu faktor pendukung harga yang terus menguat dalam jangka panjang.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,44 triliun USD, menandakan potensi nilai BTC jika semua pasokan telah beredar.

Hal ini sering menjadi acuan para analis untuk mengukur prospek pertumbuhan aset di masa depan.

Kinerja Bulanan Masih Positif

Jika dilihat dari pergerakan harga dalam 30–90 hari terakhir, Bitcoin mengalami peningkatan yang konsisten:

  • 30 hari terakhir: +$5.406,90 (+4,86%)
  • 60 hari terakhir: +$7.298,78 (+6,68%)
  • 90 hari terakhir: +$12.827,72 (+12,36%)

Kenaikan ini menunjukkan adanya kepercayaan investor yang cukup kuat, meski pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian dari sisi regulasi dan kondisi makroekonomi global.

Faktor yang Menggerakkan Pasar

Beberapa faktor yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini antara lain:

  1. Sentimen Positif dari Pasar Global – Kinerja pasar saham yang menguat memberi efek psikologis positif pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Adopsi Institusional – Semakin banyak perusahaan dan institusi keuangan besar yang mengintegrasikan BTC dalam portofolionya.
  3. Kebijakan Moneter – Ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga di beberapa negara membuat investor melirik aset alternatif seperti kripto.
  4. Kelangkaan Pasokan – Mendekatnya angka maksimum suplai Bitcoin menjadi katalis jangka panjang.

Tantangan dan Hambatan

Meski outlook jangka panjang Bitcoin cenderung positif, hambatan tetap ada. Tekanan regulasi di beberapa negara masih menjadi ancaman.

Selain itu, volatilitas yang tinggi membuat BTC rentan terhadap aksi ambil untung (profit-taking) ketika harga mendekati rekor tertingginya.

Prospek ke Depan

Banyak analis memprediksi bahwa jika Bitcoin mampu menembus kembali level $120.000, jalan menuju rekor tertinggi baru akan terbuka lebar.

Namun, BTC harus mampu menembus level resistensi kuat yang saat ini berada di kisaran $118.000 – $119.500.

Baca Juga: Tren Bitcoin 11-15 Agustus 2025: Waktunya TP-TP Sangkut

Jika sentimen pasar tetap positif dan faktor fundamental seperti kelangkaan pasokan serta adopsi institusional terus menguat, Bitcoin berpotensi mengakhiri kuartal ini di level yang lebih tinggi.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada, Bitcoin masih memegang peran utama sebagai aset kripto paling dominan di dunia, sekaligus menjadi barometer sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Kembali Menguat di Atas $114k, Awal dari Bull Run Selanjutnya?

Bitcoin (BTC), raja aset kripto, kembali menunjukkan kekuatannya di pasar dengan mencatat harga $114,494.00 per BTC, mengalami kenaikan sebesar +0.79% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.27 triliun USD, Bitcoin tetap menjadi aset digital nomor satu dan menjadi tolok ukur dominan untuk seluruh pasar kripto.

Kinerja harian ini memperlihatkan bahwa, meski pasar kripto masih fluktuatif, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama para investor institusional dan ritel dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tertahan di $113 Ribu

Performa BTC dalam 90 Hari Terakhir

Selama tiga bulan terakhir, Bitcoin terus menunjukkan pertumbuhan stabil:

  • 30 hari terakhir: +6.2% (kenaikan $6.679,69)
  • 60 hari terakhir: +8.54% (kenaikan $9.007,26)
  • 90 hari terakhir: +11.53% (kenaikan $11.832,66)

Kenaikan ini terjadi meskipun sempat ada koreksi minor, seperti yang terlihat dalam data 7 hari terakhir yang menunjukkan penurunan -3.33%. Namun, tren umum tetap menunjukkan pemulihan dan akumulasi.

Dinamika Harga Harian

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran yang cukup stabil:

  • Tertinggi: $115,737.83
  • Terendah: $113,372.25

Harga saat ini juga hanya berjarak sekitar $8.600 dari rekor tertinggi sepanjang masa di level $123,091.61, yang dicapai pada awal tahun ini.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar bisa jadi sedang dalam fase konsolidasi sebelum mendorong harga lebih tinggi lagi.

Data Pasar Bitcoin

  • Kapitalisasi pasar: $2.27 triliun
  • Volume perdagangan 24 jam: $55.99 miliar
  • Jumlah BTC beredar: 19.90 juta dari total maksimal 21 juta (sekitar 94.78% sudah ditambang)
  • Kapitalisasi pasar terdilusi penuh: $2.40 triliun

Dominasi Bitcoin di pasar tetap tak tertandingi. Fakta bahwa hampir seluruh pasokan maksimal telah ditambang menunjukkan kelangkaan semakin tinggi, yang dapat mendorong harga dalam jangka panjang seiring meningkatnya permintaan.

Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan BTC

1. Institusionalisasi Pasar

Semakin banyak perusahaan publik dan institusi keuangan besar mulai menyimpan Bitcoin dalam neraca mereka sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas mata uang fiat.

2. Minat Terhadap ETF Bitcoin

Setelah disahkannya beberapa ETF Bitcoin spot di berbagai negara, minat terhadap aset ini semakin luas. Aksesibilitas menjadi lebih mudah, bahkan untuk investor konvensional.

3. Pasokan Terbatas & Halving

Dengan semakin mendekatnya Bitcoin halving berikutnya (diperkirakan terjadi pada April 2026), antisipasi pasar terhadap pengurangan pasokan menyebabkan banyak pihak mulai melakukan akumulasi sejak dini.

Apakah Saatnya FOMO atau Tetap Waspada?

Meski banyak analis percaya bahwa Bitcoin masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar menuju akhir tahun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati.

Koreksi harga dalam jangka pendek sangat mungkin terjadi, terutama mengingat volatilitas pasar yang tinggi dan pengaruh makroekonomi global.

Namun demikian, tren jangka menengah hingga panjang tetap bullish. Selama Bitcoin dapat mempertahankan posisi di atas level psikologis $110.000, potensi untuk menembus ATH (All-Time High) kembali sangat terbuka.

Baca Juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Kinerja Bitcoin saat ini menunjukkan kekuatan fundamental yang solid. Dengan harga saat ini di kisaran $114.494, Bitcoin bukan hanya bertahan dari tekanan pasar, melainkan juga menunjukkan tanda-tanda awal fase bullish baru.

Para investor, baik ritel maupun institusi, tampaknya melihat ini sebagai sinyal positif bahwa Bitcoin tetap menjadi aset digital paling menjanjikan untuk masa depan.

Apakah ini awal dari reli besar selanjutnya? Hanya waktu dan arus modal yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip Saat Harga Bitcoin Turun?

Meskipun terdengar sederhana, nyatanya strategi buy the dip tidak semudah yang dibayangkan. Salah membeli di saat pasar harga bearish misalnya, bisa terjebak dalam tren harga yang terus menurun.

Artikel ini akan membahas kapan waktu terbaik untuk buy the dip saat harga Bitcoin turun, kenapa tidak semua penurunan layak dibeli, dan tentu saja, bagaimana cara menentukan waktu terbaik untuk masuk pasar saat Bitcoin sedang ‘dip’.

Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip?

Membeli saat terjadi penurunan atau buy the dip tidak berarti kamu langsung membeli tanpa memperhatikan indikator lain seperti teknikal dan berita yang sedang menjadi narasi dominan.

Waktu terbaik buy the dip adalah ketika harga turun dalam konteks koreksi — namun, masih bullish dalam time frame yang besar. Sebab, koreksi biasanya terjadi dalam tren naik, dan harga turun sementara sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Jika harga sedang dalam tren (bearish), melakukan buy the dip justru bisa membuat posisi trading kamu terjebak dalam posisi rugi (floating loss: kerugian sementara yang belum terealisasi) karena karena dalam time frame jangka panjang harga terus mengalami penurunan.

Baca juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Buy the Dip ≠ Asal Beli Waktu Koreksi

Banyak pemula salah kaprah dalam memahami strategi Buy the Dip dan mengira bahwa selama harga turun — bahkan hanya 2–3% itu artinya saat yang tepat untuk membeli. Padahal, tidak semua penurunan adalah “dip” yang ideal.

Sebelum membeli kamu perlu mengetahui kondisi pasar secara keseluruhan dan melakukan analisa baik secara teknikal atau fundamental. Tanpa analisa ini kamu bisa saja malah membeli di tengah penurunan yang lebih dalam atau bahkan di awal fase bear market.

Cobalah mulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini sebelum melakukan pembelian:

  • Apakah penurunan ini wajar dan hanya sekadar koreksi sehat?
  • Apakah ini hasil dari panic sell jangka pendek atau dapat menjadi penurunan jangka panjang?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa pasar akan pulih, atau justru akan semakin tertekan?
  • Apa yang menyebabkan penurunan?
  • Apakah secara time frame besar harga mengalami kenaikan?
  • Apakah kamu punya rencana entry, exit, dan stop loss yang matang?
  • Serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan fundamental, berita, dan teknikal.

Indikator untuk Menentukan Waktu Buy the Dip 

Saat harga Bitcoin turun, tidak semua penurunan layak dibeli. Berikut indikator sederhana yang bisa membantu kamu menentukan waktu terbaik:

1. RSI (Relative Strength Index) di Bawah 30

RSI mengukur kekuatan momentum harga. Jika RSI Bitcoin berada di bawah 30, ini menandakan kondisi oversold—sinyal untuk potensi rebound.

2. Area Level Support

Cek grafik pergerakan harga dan identifikasi zona support historis. Jika harga menyentuh titik ini dan mulai membentuk pola pantulan (reversal), itu bisa jadi momen strategis untuk buy the dip.

3. Moving Average

Indikator MA bisa kamu gunakan membantu kamu menentukan waktu buy the dip, contohnya ketika harga Bitcoin terkoreksi menyentuh garis MA200, sering dianggap undervalued dan pas untuk buy the dip.

4. Fear and Greed Index

Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI) atau Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

3 Momen yang Pas untuk Buy the Dip

1. Saat Terjadi Panic Selling

Saat pasar panik dan harga aset jatuh drastis, banyak investor menjual karena ketakutan, bukan karena analisis. Tapi justru di momen seperti ini, banyak orang menjual dengan harga undervalued—jangan lupa gunakan indikator seperti RSI, EMA, atau Fibonacci untuk mengidentifikasi titik masuk yang ideal.

2. Di Fase Konsolidasi Setelah Dump Besar

Setelah penurunan ekstrem, harga biasanya masuk fase tenang (sideways). Ini waktu yang bagus untuk mulai membeli bertahap menggunakan strategi DCA (Dollar-Cost Averaging).

3. Setelah Konfirmasi Reversal

Alih-alih menebak dan mencoba membeli di harga bottom, tunggu sinyal konfirmasi—seperti candlestick bullish engulfing, breakout dari zona resistance kecil, atau kenaikan RSI. Ini lebih aman daripada menebak dip yang ternyata masih turun lagi.

Tools dan Aplikasi yang Kamu Gunakan untuk Buy the Dip

Tools Kegunaan
Tokocrypto Fitur alert harga dan beli dengan 0% trading fee
CoinMarketCap Data harga dan volume pasar
Whale Alert Update terbaru dari pergerakan whale
TradingView Analisa teknikal lengkap dan indikator kustom
CoinGlass Pantau sentimen melalui Fear & Greed Index

Baca juga: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

Tips Tambahan untuk Buy the Dip

  • Jangan pakai seluruh modal sekaligus, usahakan beli bertahap saat harga terus turun dengan metode DCA.
  • Pakai alert otomatis, seperti yang ada di aplikasi Tokocrypto agar kamu tidak melewatkan momen penting.
  • Gabungkan analisa teknikal dan sentimen dan jangan hanya mengandalkan satu pendekatan.
  • Tentukan level cut loss, jangan terbawa emosi dan berharap harga akan pulih selalu.
  • Gunakan fitur seperti Beli/Jual di Tokocrypto yang memungkinkan kamu transaksi kripto instan dengan 0% biaya trading.
Klik gambar untuk mulai investasi dengan deposit mulai dari Rp50.000!

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tertahan di $113 Ribu

Meski mengalami koreksi ringan dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) tetap berada di atas level psikologis penting $113.000.

Di tengah volatilitas pasar kripto global, stabilitas relatif ini menunjukkan bahwa BTC masih memiliki daya tarik kuat sebagai aset digital utama dunia.

Harga Bitcoin saat ini berada di angka $113.494, turun 0,69% dalam 24 jam terakhir. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, BTC justru menunjukkan tren naik yang konsisten, dengan lonjakan +3,53% dalam 30 hari terakhir dan +14,83% dalam 90 hari terakhir.

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa investor jangka menengah hingga panjang tetap percaya pada prospek cerah Bitcoin.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 6 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 6 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 6 Agustus 2025: Bitcoin Bakal Koreksi, Sebelum Naik

Kapitalisasi Pasar Tembus $2,25 Triliun

Bitcoin terus mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto nomor satu, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,25 triliun.

Ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan pasar terhadap BTC sebagai penyimpan nilai digital. Dengan jumlah sirkulasi saat ini sekitar 19,90 juta BTC dari total maksimum 21 juta, pasokan Bitcoin semakin langka, memperkuat statusnya sebagai “emas digital.”

Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $60,16 miliar.

Meskipun harga bergerak melemah, tingginya volume perdagangan menunjukkan bahwa pasar tetap aktif, baik dari sisi investor ritel maupun institusional.

Ini menjadi pertanda bahwa Bitcoin masih memiliki likuiditas tinggi dan dipandang sebagai aset yang layak untuk diperdagangkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam 24 jam terakhir, harga terendah BTC tercatat di $112.701,11, sementara level tertingginya berada di $115.093,61.

Meskipun ada fluktuasi dalam kisaran harga yang cukup sempit, investor tetap waspada terhadap potensi breakout atau breakdown dalam waktu dekat.

Rekor Tertinggi Semakin Dekat

Meskipun belum berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang berada di kisaran $123.091,61, harga saat ini relatif mendekati level tersebut.

Jika tren positif ini terus berlanjut dan sentimen pasar kembali pulih pasca volatilitas, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mencetak rekor baru sebelum akhir tahun.

Beberapa analis percaya bahwa halving Bitcoin yang terjadi beberapa waktu lalu masih belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.

Dengan pasokan baru yang berkurang dan permintaan yang terus tumbuh, terutama dari ETF Bitcoin spot dan adopsi institusional, tekanan naik terhadap harga menjadi sangat mungkin.

Apa yang Menahan Kenaikan Saat Ini?

Meskipun fundamental Bitcoin kuat, ada beberapa faktor yang menahan lajunya untuk menembus rekor baru:

  1. Ketidakpastian Regulasi Global – Regulasi kripto di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, masih menjadi sorotan utama. Kebijakan yang tidak konsisten dapat membuat investor menahan diri.
  2. Koreksi Teknis – Setelah kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, wajar jika pasar melakukan koreksi untuk mencari level support baru sebelum melanjutkan tren naik.
  3. Sentimen Makroekonomi – Faktor seperti inflasi global, suku bunga bank sentral, dan ketegangan geopolitik turut memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 5 Agustus 2025: Bitcoin Targetkan $116k, Tercapai?

Secara keseluruhan, meskipun harga Bitcoin mengalami sedikit penurunan harian, performanya dalam jangka menengah tetap impresif.

Dengan kapitalisasi pasar yang kokoh, volume perdagangan tinggi, dan pasokan yang semakin langka, Bitcoin masih menjadi primadona dalam dunia aset digital.

Investor jangka panjang yang memegang Bitcoin sejak awal tahun telah melihat pertumbuhan nilai yang luar biasa.

Untuk ke depannya, dukungan institusi, perkembangan ETF, dan narasi Bitcoin sebagai pelindung nilai akan menjadi kunci utama dalam menentukan arah harga BTC.

Apakah kita akan melihat Bitcoin menembus $120.000 dalam waktu dekat? Dengan dinamika pasar yang semakin mendukung, tampaknya hanya masalah waktu sebelum BTC mencetak rekor baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Pernah dengar istilah buy the dip tapi belum mengerti apa maksudnya? Berikut penjelasan dan contoh dari buy the dip yang bisa kamu lakukan, terutama untuk pemula.

Apa itu Buy the Dip?

Buy the Dip adalah ketika kamu melakukan pembelian aset investasi disaat harga mengalami penurunan yang cukup tajam, dengan tujuan mengantisipasi adanya pembalikan harga sehingga pembelian tadi bisa jadi profit.

Gambar contoh buy the dip di pasar bullish.

Membeli dengan strategi buy the dip disaat harga mengalami penurunan dapat menguntungkan, jika secara jangka panjang aset tersebut mengalami kenaikan positif (bullish).

Namun, strategi buy the dip ini juga bisa merugikan jika secara jangka panjang performa aset tersebut mengalami penurunan (bearish).

Gambar contoh buy the dip di pasar bearish.

Nah dari kedua skenario diatas sudah tahu kan, kapan waktu yang cocok untuk menggunakan strategi buy the dip? Yakni saat harga aset mengalami kenaikan dalam jangka panjang atau saat pasar sedang bullish.

Baca juga: BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

Mengapa Banyak Trader Menggunakan Strategi Ini?

Optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang: Banyak orang percaya bahwa harga Bitcoin akan terus naik dalam jangka panjang.

Psikologi pasar: Ketika harga turun tajam, trading yang yakin dengan potensi jangka panjang melihatnya sebagai momen ‘diskon’.

Tren historis: Secara historis, Bitcoin sering kali mengalami pemulihan yang signifikan setelah penurunan drastis.

Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

Bagaimana Cara untuk ‘Buy the Dip’ di Bitcoin

Untuk menerapkan strategi ini, kamu tidak bisa hanya mengandalkan insting. Kamu perlu memahami pergerakan harga, analisis teknikal, dan berita pasar.

Menganalisis Grafik Harga Bitcoin

Grafik adalah sahabat terbaik trader. Kamu bisa melihat support dan resistance, mengenali pola penurunan yang wajar atau justru tanda-tanda tren bearish panjang. Pengetahuan ini membantu kamu menghindari membeli terlalu cepat.

Menggunakan Indikator Teknikal

Selain support dan resistance, kamu bisa menggunakan indikator teknikal seperti RSI, MA, bollinger bands, dan indikator teknikal lainnya yang bisa memberikan gambaran lebih lengkap sebelum memutuskan untuk beli saat harga turun.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

Contoh Buy the Dip dengan Relative Strength Index

Mari kita bayangkan kamu sedang memantau pergerakan harga Bitcoin, dan kamu tertarik membeli saat terjadi koreksi. Untuk menentukan apakah saat itu adalah “dip” yang ideal, kamu bisa menggunakan RSI sebagai panduan seperti gambar di bawah ini:

Gambar contoh buy the dip dengan RSI.

Nah jika dilihat dari contoh grafik harga di atas, RSI bisa kamu jadikan panduan untuk buy the dip. Sebab, setiap kali RSI menyentuh <30 harga terbilang mengalami jenuh jual (over sold) sehingga berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Bagaimana Tampilkan Relative Strength Index (RSI) di Aplikasi Tokocrypto?

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
  2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
  3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
  4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
  5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

Risiko yang Perlu Diketahui Pemula Saat Buy the Dip

Buy the dip bukan tanpa risiko, pola seperti False Dip dan Dead Cat Bounce bisa saja terjadi lho!

  • False Dip: Penurunan harga sementara yang diikuti oleh penurunan lebih dalam lagi.
  • Dead Cat Bounce: Pemulihan kecil yang menipu sebelum tren turun berlanjut.

Baca juga: Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

Tips Buy the Dip yang Aman dan Efektif untuk Pemula

Agar strategi ini tidak jadi bumerang, berikut dua tips yang bisa kamu pertimbangkan:

Dollar-Cost Averaging (DCA)

Daripada membeli dalam jumlah besar sekaligus, belilah Bitcoin secara bertahap. Ini membantu mengurangi risiko membeli di titik puncak dan membuat kamu tetap konsisten berinvestasi.

Kamu bisa gunakan fitur DCA dengan beberapa langkah mudah di aplikasi atau beli dengan fitur 0% trading fee di Tokocrypto.

Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!

Tentukan Batas Risiko

Untuk menghindari kerugian yang semakin dalam karena harga yang terus menurun saat kamu melakukan buy the dip, tentukan batas risiko seperti cut loss untuk memposisikanmasuk ulang setelah harga benar-benar siap untuk memantul.

Pantau Berita dan Faktor Fundamental Bitcoin

Pastikan penurunan harga tidak disebabkan oleh perubahan besar dan hanya disebabkan oleh sentimen sementara.

FAQ Seputar Strategi Buy the Dip

1. Apakah strategi Buy the Dip bisa untuk jangka pendek?
Strategi buy the dip bisa kamu gunakan untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan memanfaatkan pantulan harga.

2. Apa indikator terbaik untuk mendeteksi “dip”?
RSI, Moving Average, dan Fear & Greed Index bisa membantu. Tapi tetap perlu mempertimbangkan konteks berita dan sentimen pasar.

3. Apakah saya harus menunggu penurunan besar baru membeli?
Tidak selalu. Semua kembali lagi pada analisa yang kamu miliki.

4. Buy the Dip bisa gagal?
Bisa. Terutama jika harga terus turun atau ada perubahan fundamental besar. Karena itu penting tidak all-in dalam satu waktu dan lakukan DCA.

5. Strategi ini cocok untuk pemula?
Cocok, jika dilakukan dengan analisa pasar dan disertai strategi DCA.

6. Apakah harus selalu membeli saat Fear Index rendah?
Tidak harus, tapi Fear Index bisa membantu menilai psikologi pasar dan mencari peluang beli.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terkoreksi ke Level $114.000, Bitcoin Tetap Perkasa

Meskipun mengalami sedikit koreksi dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) masih menunjukkan ketangguhan sebagai aset digital utama dunia.

Harga BTC saat ini berada di angka $114.268,79 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,27 triliun, mempertahankan dominasinya di pasar kripto global.

Dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $55 miliar, Bitcoin menandai kehadirannya sebagai aset dengan likuiditas tinggi, meskipun mengalami penurunan harga harian sebesar 0,28%.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Cek Harga Bitcoin Hari Ini

Koreksi Jangka Pendek, Tren Jangka Panjang Masih Naik

Dalam waktu satu jam terakhir, harga BTC hanya turun tipis sebesar 0,04%, mengindikasikan stabilisasi setelah aksi ambil untung (profit-taking) oleh investor jangka pendek.

Namun, jika dilihat dari data historis selama 90 hari, Bitcoin masih berada dalam tren naik:

  • 30 hari terakhir: Naik $6.224,35 (+5,76%)
  • 60 hari terakhir: Naik $11.668,69 (+11,37%)
  • 90 hari terakhir: Naik $17.679,31 (+18,30%)

Dengan demikian, koreksi saat ini lebih bersifat sementara, terutama karena pasar sedang mengalami konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru di $123.091,61 beberapa minggu lalu.

Fundamental Tetap Kuat: Dominasi dan Sirkulasi

Bitcoin tetap berada di posisi pertama dalam daftar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Dengan pasokan yang beredar sebanyak 19,90 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, berarti 94,77% dari total pasokan sudah beredar di pasar.

Hal ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin yang mendorong nilai jangka panjangnya.

Adapun kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) menyentuh angka $2,399 triliun, menjadi indikator seberapa besar nilai pasar jika seluruh Bitcoin telah ditambang.

Volatilitas Sepekan: Penurunan Bertahap

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat penurunan sebesar 3,69%, mencerminkan adanya tekanan pasar, baik dari faktor makroekonomi global maupun sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga dari The Fed.

Ini bisa menjadi sinyal konsolidasi sebelum potensi breakout berikutnya. Sementara itu, harga harian menunjukkan fluktuasi di antara:

  • Tertinggi 24 jam: $115.729,47
  • Terendah 24 jam: $114.133,93

Range harga ini relatif sempit, mengindikasikan akumulasi posisi oleh pelaku pasar besar (whales) atau institusi yang menanti momentum baru.

Faktor Pemicu Pergerakan Harga

Beberapa faktor yang turut memengaruhi fluktuasi harga Bitcoin saat ini antara lain:

  1. Ketidakpastian Ekonomi Global
    Inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral memicu kehati-hatian investor dalam masuk ke aset berisiko.
  2. Adopsi Institusional yang Berlanjut
    Meskipun volatilitas meningkat, institusi besar seperti BlackRock, Fidelity, dan Citigroup terus menunjukkan ketertarikan terhadap Bitcoin dan aset kripto melalui ETF dan produk tokenisasi.
  3. Tekanan dari Regulasi
    Perdebatan soal regulasi stablecoin dan aset digital di AS dan Eropa masih menjadi sorotan, mempengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.

Perspektif Analis: Apakah Bitcoin Akan Pulih?

Para analis sepakat bahwa koreksi saat ini adalah bagian dari dinamika pasar alami setelah reli besar-besaran.

Dengan dasar teknikal dan fundamental yang tetap kuat, banyak pihak memprediksi bahwa Bitcoin berpotensi rebound kembali ke atas $120.000 dalam beberapa minggu ke depan, terutama jika ada pemicu makro yang mendukung seperti:

  • Persetujuan ETF Bitcoin Spot tambahan di Asia dan Amerika Selatan
  • Penurunan suku bunga oleh The Fed
  • Sentimen pasar saham yang kembali positif

Baca Juga: Koreksi Berlalu, Harga Bitcoin Hari Ini Naik ke Level $114K

Koreksi jangka pendek Bitcoin hingga ke level $114 ribu justru dilihat oleh sebagian investor sebagai peluang akumulasi.

Dengan lebih dari 94% total pasokan telah beredar, dan meningkatnya adopsi institusional, Bitcoin tetap menjadi aset kripto unggulan dalam portofolio investor jangka panjang.

Jika volatilitas adalah harga yang harus dibayar untuk peluang pertumbuhan luar biasa, maka Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai salah satu aset digital paling tahan uji dalam sejarah pasar keuangan modern.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Berlalu, Harga Bitcoin Hari Ini Naik ke Level $114K

Pasar kripto kembali bergairah. Bitcoin (BTC), sang raja aset digital, menunjukkan performa impresif dalam beberapa pekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran $114,242.22 per BTC.

Meski sempat mengalami fluktuasi, BTC terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa, bahkan mendekati rekor tertingginya yang berada di level $123,091.61.

Kenaikan harga Bitcoin terbaru sebesar +0.66% dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif bagi para investor, terutama karena pasar global masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi. Lalu, apa saja faktor yang mendorong penguatan ini?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 4 Agustus 2025: Bitcoin Melemah, Bisa Turun Lagi?

Dominasi Pasar yang Tak Tertandingi

Bitcoin saat ini masih memegang posisi teratas sebagai aset kripto nomor satu di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar yang menyentuh $2,273.60 miliar.

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir juga cukup besar, yakni $47.66 miliar, menunjukkan minat tinggi dari para pelaku pasar.

Dengan jumlah sirkulasi sebesar 19.90 juta BTC, yang merupakan 94.77% dari total maksimum 21 juta BTC, semakin terbatasnya suplai menjadi katalis utama dalam mengerek harga.

Fenomena kelangkaan ini akan terus berperan penting menjelang Bitcoin Halving berikutnya.

Tren Positif dalam Jangka Menengah

Data historis menunjukkan bahwa harga Bitcoin dalam 90 hari terakhir telah melonjak sebesar +20.94%, setara dengan kenaikan hampir $20.000 sejak tiga bulan lalu.

Bahkan dalam jangka 60 hari dan 30 hari terakhir, masing-masing mencatatkan kenaikan +9.25% dan +5.49%.

Angka-angka ini mencerminkan tren bullish jangka menengah yang solid, meskipun penurunan mingguan sebesar -4.42% mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kripto.

Titik Teknis: Terendah & Tertinggi

Dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh titik terendah di angka $113,462.81 dan tertinggi di $114,984.20, menandakan adanya pergerakan harga yang aktif namun masih dalam rentang stabil.

Level ini menjadi area penting bagi para trader teknikal dalam menentukan titik support dan resistance jangka pendek.

Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Beberapa faktor makro dan mikro turut berperan dalam lonjakan harga Bitcoin kali ini:

  1. Adopsi Institusional
    Semakin banyak institusi keuangan besar, seperti BlackRock dan Fidelity, yang melirik Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
  2. Minat terhadap ETF Bitcoin Spot
    Persetujuan ETF Bitcoin Spot oleh berbagai regulator telah mendorong arus dana masuk ke dalam pasar secara signifikan, memberikan likuiditas dan legitimasi lebih besar terhadap BTC.
  3. Ekspektasi Halving 2026
    Meskipun masih dua tahun lagi, pasar sudah mulai memposisikan diri menyambut Halving, sebuah mekanisme penurunan reward penambangan yang secara historis mendorong harga BTC naik.
  4. Ketidakpastian Ekonomi Global
    Ketegangan geopolitik, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, serta kebijakan suku bunga yang fluktuatif membuat banyak investor mencari alternatif aset, dan Bitcoin menjadi salah satu pilihan utama.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meskipun sentimen pasar membaik, tantangan tetap ada. Tekanan regulasi dari beberapa negara besar, isu keamanan, serta manipulasi pasar adalah beberapa faktor yang dapat menahan laju kenaikan harga.

Selain itu, koreksi jangka pendek, seperti yang terlihat dari penurunan harga mingguan, bisa dimanfaatkan oleh investor ritel maupun institusional untuk melakukan profit taking.

Baca Juga: Pencurian Bitcoin $14,5 Miliar Terungkap Setelah 5 Tahun

Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini sedang berada dalam momentum positif yang didorong oleh kombinasi faktor teknikal, makroekonomi, dan sentimen pasar.

Dengan harga yang kini mendekati $115.000, tidak menutup kemungkinan bahwa rekor harga baru akan tercapai dalam waktu dekat, terutama jika tren akumulasi institusional terus berlanjut.

Bagi investor, ini bisa menjadi momen untuk memperkuat strategi jangka panjang atau melakukan evaluasi ulang terhadap portofolio.

Namun yang pasti, Bitcoin sekali lagi membuktikan bahwa ia masih menjadi poros utama dalam ekosistem kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terkoreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $113 Ribu

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar setelah mencatatkan harga $113,460.24 per BTC pada perdagangan hari ini.

Meski mengalami sedikit koreksi sebesar -0.39% dalam 24 jam terakhir, kripto nomor satu dunia ini tetap berada di jalur bullish dengan pertumbuhan signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2.25 triliun, mempertegas dominasinya di industri aset digital global.

Baca Juga: Efek Data Pekerjaan AS: Harga Bitcoin Terjun ke $113.000

Pergerakan Harga: Fluktuasi Ringan, Tapi Tetap Kuat

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $111,943.80 hingga $114,006.44.

Penurunan $447.82 atau sekitar -0.39% secara harian menunjukkan adanya tekanan jual, namun dalam konteks pasar kripto yang sangat volatil, angka ini masih tergolong stabil.

Secara mingguan, BTC mengalami penurunan sebesar -4.04%, namun jika melihat data 30, 60, hingga 90 hari terakhir, tren jangka menengah justru menunjukkan penguatan:

  • 30 hari: +3.95% (+$4,313.40)
  • 60 hari: +7.55% (+$7,970.63)
  • 90 hari: +20.31% (+$19,157.76)

Kenaikan dalam tiga bulan terakhir mengindikasikan adanya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang BTC, meski koreksi mingguan menjadi alarm untuk potensi konsolidasi harga.

Kapitalisasi dan Volume: Likuiditas Tinggi Tetap Terjaga

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.25 triliun, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan. Volume perdagangan harian mencapai $58.45 miliar, menandakan tingginya aktivitas jual beli yang terjadi dalam ekosistem BTC.

Menariknya, sirkulasi suplai saat ini sudah mencapai 19.90 juta BTC atau 94.77% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta BTC.

Ini berarti ruang pertumbuhan pasokan baru sangat terbatas, yang secara teori bisa meningkatkan tekanan harga ke atas dalam jangka panjang karena kelangkaan.

Rekor Tertinggi dan Potensi Selanjutnya

Rekor harga tertinggi Bitcoin tercatat di level $123,091.61. Saat ini, harga BTC masih terpaut sekitar 8% dari level tersebut.

Dengan tekanan inflasi global yang masih menghantui dan kebijakan moneter yang cenderung longgar dari beberapa bank sentral, BTC bisa menjadi alternatif lindung nilai (hedging) bagi investor, mirip dengan emas digital.

Sentimen Pasar: Konsolidasi Sehat atau Awal Koreksi?

Koreksi harga dalam jangka pendek bisa dianggap sebagai fase konsolidasi yang sehat sebelum kemungkinan reli lanjutan. Namun, pelaku pasar perlu memperhatikan sentimen global seperti:

  • Kebijakan suku bunga The Fed
  • Data inflasi AS
  • Adopsi institusional dan perkembangan regulasi
  • Kepercayaan investor retail

Jika faktor-faktor ini mendukung, maka bukan tidak mungkin BTC akan kembali mencoba menembus ATH (All Time High) dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke $115 Ribu: Koreksi atau Awal Badai?

Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini menunjukkan kekuatan fundamental yang kuat meski mengalami penurunan minor.

Dengan harga berada di atas $113 ribu dan tren jangka menengah yang masih naik, investor jangka panjang tetap memiliki alasan untuk optimis. Namun, waspadai fluktuasi harian dan faktor eksternal yang dapat memengaruhi volatilitas pasar.

Bitcoin mungkin sedang “beristirahat”, tapi dalam dunia kripto, istirahat sering kali hanya pendahulu dari lompatan besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com