Tag Archives: erasmus mundus

Beasiswa Erasmus Mundus MAPP Buka Pendaftaran, Kuliah S2 di 4 Kampus


Jakarta

Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy (MAPP) membuka pendaftaran beasiswa untuk calon mahasiswa 2026. Beasiswa yang disediakan di Erasmus Mundus MAPP merupakan bagian dari program beasiswa Erasmus Mundus Joint Master (EMJM) 2026.

Beasiswa EMJM adalah beasiswa bersama pada program-program yang digelar konsorsium institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara di Eropa dan luar Eropa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi calon pelajar asal negara dunia ketiga untuk studi jenjang magister (S2).

Konsorsium adalah kelompok yang terdiri dari setidaknya 3 institusi pendidikan di 3 negara Eropa yang diseleksi oleh Komisi Eropa (European Communion), badan eksekutif Uni Eropa.


Pada beasiswa Erasmus Mundus MAPP, konsorsium dan perkuliahan digelar oleh Central European University (CEU), Austria; International Institute of Social Studies, Belanda; Institut Barcelona D’Estudis Internacionals, Spanyol; dan University of York, Inggris.

Penerima beasiswa akan belajar tentang kebijakan publik global dan Eropa, ekonomi politik dan pembangunan, serta tata kelola dan pembangunan. Setiap semester, mahasiswa akan menjalani mobilisasi ke kampus selanjutnya.

Beasiswa Erasmus Mundus MAPP

Berikut komponen beasiswa Erasmus Mundus MAPP yang disokong melalui program beasiswa EMJM:

  • Pembebasan uang kuliah penuh
  • Tunjangan 1.400 euro (Rp 26,8 juta) per bulan atau setara dengan 33.600 euro (Rp 644,63 juta) selama 24 bulan untuk membantu kebutuhan biaya perjalanan, visa, kedatangan, biaya hidup, dan biaya lain-lain.

Jadwal Beasiswa Erasmus Mundus MAPP

Jadwal beasiswa EMJM berbeda-beda sesuai program studi. Berikut jadwal beasiswa untuk Erasmus Mundus MAPP.

  • Pendaftaran: hingga 10 Desember 2025 pukul 23.59 CET (11 Desember 2025 pukul 4.59 WIB)
  • Pengumuman hasil seleksi termasuk beasiswa EMJM gelombang 1: 14 April 2026
  • Batas waktu sanggah hasil seleksi: 20 April 2026
  • Batas waktu pengiriman transkrip akademik: 31 Juli 2026

Syarat Erasmus Mundus MAPP

  • Lulusan S1 minimal dalam 3 tahun dari perguruan tinggi yang terakreditasi
  • IPK minimal 3,17 dari 4,00; B+, atau yang setara
  • Boleh melamar jika sudah pernah memperoleh gelar magister dengan syarat IPK minimal 3,17 dari skala 4,00, tetapi diutamakan belum pernah S2
  • Menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan batas skor:
    – TOEFL iBT: 95
    – IELTS: 7
    – Cambridge C2: C2 atau lebih tinggi
    – Cambridge C1 Advanced: C1 atau lebih tinggi
    – Duolingo English Test: 130 atau lebih
  • Batas waktu berlaku skor bahasa Inggris yakni 2 tahun untuk TOEFL, IELTS, dan Duolingo; serta 5 tahun untuk Cambridge
  • Diutamakan memiliki pengalaman kerja relevan, tetapi tidak wajib
  • Tidak menggunakan AI dalam menyusun motivation letter.

Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran beasiswa Erasmus Mundus MAPP 2026 bisa diakses di https://www.mundusmapp.org/ dan https://bit.ly/ErasmusCatalogue. Semoga bermanfaat, detikers!

(twu/nah)

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(
“https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer

8 Beasiswa ke Luar Negeri yang Tak Wajib Pulang, Ada Korea hingga Negara di Eropa



Jakarta

Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan merupakan salah satu beasiswa yang sangat diminati di Indonesia. Beasiswa ini menawarkan kesempatan bagi para penerima untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 secara gratis, baik di dalam maupun luar negeri.

Hanya saja dalam persyaratannya, LPDP mewajibkan adanya kontribusi alumni atau kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh alumni setelah lulus studi.

Alumni yang telah menyelesaikan studi wajib berkontribusi dan berada secara fisik di Indonesia, sekurang-kurangnya dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n+1) secara berturut-turut.


Namun baru-baru ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro memberikan pernyataan bahwa alumni beasiswa LPDP tidak wajib kembali ke Indonesia.

Sebenarnya kamu yang punya impian melanjutkan studi ke luar negeri tapi khawatir dengan syarat harus kembali ke Indonesia setelah lulus tak perlu bergantung pada beasiswa LPDP.

Nyatanya, ada banyak beasiswa yang tidak mengharuskan penerimanya untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi. Beasiswa apa saja yang memberikan kebebasan ini? Simak informasi lengkapnya di artikel ini!

9 Beasiswa Tak Wajib Pulang ke Indonesia

1. Türkiye Burslari Scholarship

Beasiswa Türkiye Burslari adalah beasiswa yang ditawarkan oleh presidency for Turks Abroad and related Communities (YTB) untuk program pendidikan mulai dari S1, S2, S3, penelitian hingga kursus bahasa Turki.

Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta penempatan di universitas Turki. Beasiswa ini bekerja sama dengan berbagai institusi, seperti YÖK hingga Kementerian Luar Negeri Turki dan telah memberangkatkan ribuan mahasiswa dari 178 negara di seluruh dunia.

Link laman Beasiswa Türkiye Burslari di sini.

2. Global Korean Scholarship (GKS)

Global Korean Scholarship (GKS) yang sebelumnya dikenal dengan nama Korea Global Scholarship (KGSP) adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh NIIED (National Institute for International Education) yang merupakan sebuah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di Korea, mulai dari program D2 (Associate Degree), S1, S2, hingga S3.

Syarat Pendaftaran GKS

  • Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.
  • Berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1).
  • Pelamar harus berusia dibawah 40 tahun pada saat masuk untuk jenjang S2 dan S3.
  • Pelamar harus telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal pada tingkat dasar, menengah, atas (S1) pada tanggal kedatangan.
  • Pelamar memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir.
  • Telah memiliki gelar Sarjana atau Magister pada tanggal kedatangan (S2 dan S3)
  • Pelamar yang sebelumnya pernah mengikuti program sarjana, magister, atau program doktor di Korea tidak dapat mendaftar untuk program ini. Namun, mantan sarjana KGSP atau saat ini yang memiliki nilai keseluruhan 90% atau lebih dan telah mencapai TOPIK level 5 atau lebih tinggi dapat mendaftar kembali ke program ini sekali melalui jalur kedutaan atau universitas.

3. Ministry of Education (MoE) Taiwan

Ministry of Education (MoE) Taiwan adalah program beasiswa dari Pemerintah Republik China (ROC) Taiwan yang tersedia selama 4 tahun untuk program sarjana, 2 tahun untuk program magister, dan 4 tahun untuk program doktor. Jika ingin mengajukan beasiswa ini, pelamar harus mengirimkan aplikasi ke misi luar negeri Republik of China (ROC) dan mendaftar secara terpisah ke universitas atau perguruan tinggi di Taiwan.

4. SISGP Swedia

Swedia Institute Scholarship for Global Professionals (SISGP) adalah program beasiswa penuh yang disediakan oleh pemerintah Swedia bagi mahasiswa internasional yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan Magister (S2) di universitas-universitas terkemuka di Swedia.

Syarat Pendaftaran:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Sudah mendaftar dan sudah diterima di salah satu universitas
  • Bukti pengalaman kerja minimal 3.000 jam dari maksimal tiga organisasi/perusahaan
  • CV maksimal 3 halaman
  • Surat referensi sesuai format SI dari dua orang berbeda, salah satunya harus dari atasan tempat bekerja
  • Salinan paspor
  • Motivation letter (diisi di formulir aplikasi)

5. MEXT Scholarship

MEXT Scholarship atau Monbukagakusho adalah program beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Jepang untuk mendukung mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi di universitas-universitas di Jepang. Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Seni, dan Teknologi (Monbukagakusho).

Syarat Pendaftaran

  • Maksimal berusia 34 tahun pada tanggal 1 April 2025 (lahir pada atau setelah 2 April 1990)
  • lulusan D4/ S1/ S2
  • Memilih bidang studi yang sama dengan jenjang pendidikan sebelumnya
  • IPK akhir jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3.2
  • Memiliki salah satu sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang dengan skor minimal;
  • Sehat secara jasmani dan rohani
  • Bersedia belajar bahasa Jepang bagi yang belum menguasai bahasa Jepang
  • Selain itu, pelamar juga diwajibkan memenuhi persyaratan akademik yang tercantum dalam dokumen resmi.

Informasi selengkapnya di sini.

6. Stipendium Hungariucum Scholarship

Beasiswa Stipendium Hungaricum adalah program beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Hungaria bagi mahasiswa internasional berprestasi untuk melanjutkan studi di Hungaria. Program yang dimulai pada tahun 2013 ini diawasi oleh Kementerian Luar Negeri dan perdagangan yang dikelola oleh Tempus Public Foundation.

Saat ini, beasiswa Stipendium Hungaricum telah bekerjasama dengan lebih dari 90 negara di lima benua, termasuk Indonesia. Setiap tahun, Pemerintah Hungaria menawarkan sekitar 800 beasiswa penuh untuk berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari S1, S2, S3, hingga kuliah paruh waktu.

7. Erasmus Mundus Scholarship

Beasiswa Erasmus Mundus yang dikenal juga dengan Erasmus+, adalah program pendanaan dari uni Eropa yang mendukung kegiatan pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga di institusi pendidikan Eropa.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan studi pascasarjana di berbagai universitas di Eropa. Indonesia sendiri masuk dalam sepuluh besar negara penerima beasiswa ini.

8. MFA Scholarship

Ministry of Foreign Affairs Scholarships for non-EU citizens adalah program beasiswa pemerintah Rumania yang ditawarkan oleh Kementerian Luar Negeri kepada warga negara non-Uni Eropa yang memiliki prestasi akademik.

Beasiswa ini terbuka untuk program studi di berbagai bidang, kecuali kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi.

(pal/pal)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5