Tag Archives: jarak

Jarak Pandang yang Nyaman buat Nonton Berdasarkan Ukuran TV



Jakarta

TV merupakan salah satu peralatan elektronik yang sering ditemui di rumah-rumah. Tak heran, menonton TV memang kegiatan yang cocok untuk bersantai di rumah.

Namun, penempatan TV di dalam ruangan pun perlu kamu perhatikan, lho. Pasalnya, jarak pandang saat menonton TV bisa mempengaruhi kenyamanan.

Nah, kamu bisa menentukan jarak pandang berdasarkan ukuran TV. Biasanya semakin jauh tempat kamu duduk dari TV, maka semakin besar TV-nya. Selain nonton jadi lebih nyaman, kamu bisa memilih ukuran TV yang pas dengan ruang yang kamu punya.


Lalu, berapa jarak pandang untuk menonton TV berdasarkan ukurannya? Yuk, simak caranya penjelasannya berikut ini dikutip dari Herne Bay Domestics, Rabu (21/8/2024).

Sebelumnya, kamu harus tahu dulu arti ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran yang disebutkan oleh produsen diukur dari sudut ke sudut secara diagonal, termasuk rangka luar TV.

Jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai area TV. Sementara untuk kamar tidur, kamu bisa mengukur jarak antara tempat TV dan bantal.

Nah, untuk menentukan jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV, kamu bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

Sebaliknya, kamu juga bisa menghitung jarak antara tempat duduk dan TV, lalu dibagi dua. Hasil perhitungan itu adalah ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

Misalkan, kamu punya TV berukuran 55 inci, maka jarak pandang yang pas adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
32 1,63
40 2
43 2,18
48 2,44
49 2,49
50 2,54
55 2,79
58 2,96
65 3,3
70 3,55
75 3,81
77 3,91
82 4,16

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Jarak Paling Ideal Pasang Saklar, Rumah yang Sering Kebanjiran Wajib Tahu!



Jakarta

Saklar adalan perangkat listrik yang pasti ditemui di setiap rumah. Fungsi paling umum yang sering ditemui di rumah adalah untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Penasaran nggak sih, untuk pemasangan saklar di rumah di mana lokasi paling ideal?

Menurut Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, Ranu Scarvia Ria Fitri tinggi pemasangan saklar sekitar 90 cm dari lantai. Jarak pemasangan setinggi ini juga aman untuk rumah yang kerap diterjang banjir.

“Rumah kita yang kita bangun itu di daerah banjir, artinya saklar harus di atas minimal 90 cm dari lantai,” kata Ranu dalam acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).


Untuk saklar di kamar tidur, Ranu menyebutkan biasanya posisinya berada di samping pintu masuk. Lokasi ini dirasa ideal karena mudah dijangkau.

Selain itu, dia juga ikut membahas mengenai penempatan stop kontak yang kerap berada di samping saklar. Menurutnya peletakkan perangkat listrik seperti ini tidak wajib, itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jadi saklar tempatnya dengan stok kontak itu juga tidak. Itu kadang sudah kebiasaan. Kebiasaan ada stop kontak, ada saklar sebelahnya. Jadi tidak diharuskan,” tegasnya.

Lalu, dia juga membantah anggapan adanya stop kontak di samping tempat tidur dapat menyebabkan radiasi berbahaya kepada penghuninya. Menurutnya itu tidak mempengaruhi bagi orang yang berada di dekatnya.

“Tidak ada aturannya stop kontak tidak boleh di dekat tempat tidur,” ujarnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Cara Mudah Menentukan Ukuran Rolling Door dengan Tepat


Jakarta

Rolling door merupakan pintu yang memiliki sistem buka-tutup dengan cara digulir oleh bantuan rel. Daun pintunya yang berdimensi besar didorong secara horizontal.

Jenis pintu ini biasanya digunakan pada garasi rumah, kios, maupun bangunan toko. Rolling door umumnya terbuat dari aluminium dan baja, lalu lebarnya dapat disesuaikan dengan lebar bidang bukaan.

Perlu diketahui, memasang rolling door tak semudah seperti memasang pintu konvensional pada umumnya. Harus dilakukan perhitungan yang matang agar rolling door dapat dibuka dan ditutup secara benar.


Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran rolling door? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Menentukan Ukuran Rolling Door

Sebelum memasang rolling door, perlu dilakukan perhitungan agar pintu bisa terpasang dengan tepat dan berfungsi secara baik. Mengutip situs Ideal Door Garage Doors, berikut cara menentukan ukuran rolling door:

1. Ukur Sisi Dinding

Langkah yang pertama adalah dengan mengukur sisi dinding. Fungsinya untuk mengukur tempat koil pintu akan dipasang.

2. Ukur Lebar Pembukaan Pintu

Hitung lebar pembukaan pintu dengan tepat. Pastikan dihitung secara akurat agar rolling door dapat ditutup dengan sempurna.

3. Ukur Tinggi Pembukaan Pintu

Karena rolling door dibuka ke atas, maka hitung juga tinggi pembukaannya. Sesuaikan ukuran rolling door dengan cara menghitung lebar x tinggi.

4. Ukur Ruang Kepala

Selain itu, pastikan juga kamu mengukur bagian ruang kepala. Ukur jarak antara bagian atas rolling door dan langit-langit rumah. Pastikan menghitungnya secara benar agar pintu tidak menabrak langit-langit saat dibuka.

Tips Memilih Rolling Door yang Tepat

Selain menentukan ukuran rolling door, detikers juga perlu memilih rolling door yang tepat. Berikut sejumlah tipsnya yang dirangkum dari catatan detikProperti:

1. Pilih Rolling Door Sesuai Kebutuhan

Sebelum memilih rolling door, pastikan kamu sudah mengetahui pintu apa yang dibutuhkan. Rolling door tersedia dengan berbagai bahan material dan ukuran.

Jika kamu membutuhkannya untuk tujuan bisnis dengan memasangnya di ruko atau kios, pastikan pilih rolling door yang punya fitur unggulan dan kualitas tinggi. Hal ini demi memberikan keamanan ekstra.

2. Pilih Penyedia yang Handal

Selain itu, pilih penyedia rolling door yang handal dan terpercaya. Pilih penyedia yang memiliki reputasi baik dan sudah dikenal luas. Hal ini penting agar kamu bisa mendapatkan kualitas rolling door terbaik dengan harga yang sesuai.

3. Merawat Rolling Door Secara Rutin

Tips yang terakhir adalah selalu merawat rolling door secara rutin. Karena rolling door umumnya terbuat dari alumunium, besi, atau baja, maka harus dilakukan perawatan agar tidak mudah berkarat.

Perlu diingat, rolling door yang sudah berkarat lebih rentan macet saat digunakan. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan perawatan dengan memberikan lapisan anti karat di rolling door.

Itu dia cara mudah menentukan ukuran rolling door agar sesuai. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dibuka 1 April, Kuliah S1-S3 Dalam dan Luar Negeri


Jakarta

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 akan dibuka pada 1 Maret 2025 oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag). Penerima beasiswa dapat studi di jenjang S1, S2, atau S3 di dalam atau luar negeri dengan pembiayaan penuh (fully funded).

Sekretaris Jenderal Kemenag Prof Phil Kamaruddin Amin MA PhD mengatakan, BIB adalah beasiswa kolaborasi Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Kementerian Agama pada bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, dan keagamaan.

“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, tanpa terkendala biaya,” kata Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (20/3/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag.


Jenis Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori mengatakan jenis BIB 2025 terdiri dari beasiswa umum, beasiswa prestasi, dan beasiswa target. Beasiswa umum adalah beasiswa reguler bagi keluarga besar Kemenag, baik santri, siswa, mahasiswa, guru, ustadz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kementerian Agama.

Beasiswa prestasi BIB 2025 adalah beasiswa bagi calon pendaftar berprestasi akademik dan nonakademik. Prestasi yang dapat disertakan pada pendaftaran antara lain tahfidz Al-Qur’an dan juara olimpiade tingkat nasional atau internasional.

Beasiswa target BIB 2025 adalah beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

Syarat Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Berikut sejumlah persyaratan yang perlu diketahui dan segera disiapkan peserta dari sekarang:

  • Usia maksimal 40 tahun untuk pendaftar S2 dan 45 tahun untuk pendaftar S3
  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL)
  • Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus
  • Bagian dari Keluarga Besar Kemententerian Agama, baik santri, siswa, mahasiswa, guru, ustadz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag
  • Memenuhi persyaratan administrasi lainnya.

Informasi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 lebih lanjut dapat dipantau di laman www.beasiswa.kemenag.go.id.

(twu/nwy)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin

Begini Cara Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik



Jakarta

Sebuah mobil listrik saat ini diklaim oleh pabrikannya memiliki jarak tempuh yang jauh saat baterai terisi penuh. Namun, jarak tempuh itu akan lebih maksimal kalau pengendaranya menerapkan teknik berkendara yang benar.

Product Expert Hyundai Motors Indonesia Bonar Pakpahan mengatakan, ada beberapa tips untuk memaksimalkan daya jangkau mobil listrik. Pertama, hindari akselerasi dan deselerasi mendadak.

“Selain dari aspek keselamatan, dengan menghindari akselerasi maupun deselerasi mendadak, itu kita bisa memberikan kesempatan kepada si mobil untuk bisa menghemat penggunaan energinya. Jadi ketika kita akselerasi, kalau kita menekan pedal akselerator dengan cepat dan dalam, tentu aja motor listriknya akan meminta energi listrik dari baterainya dalam jumlah yang besar,” kata Bonar di sela-sela media test drive Hyundai Kona Electric ke Semarang, Rabu (2/10/2024).


“Begitu juga pada saat deselerasi, ketika deselerasi itu dilakukan dalam tempo yang cepat, mobil menjadi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan regeneratif braking. Regeneratif braking adalah sebuah kondisi di mana mobil itu bisa meng-capture atau menangkap kembali energi yang harusnya terbuang dikonversi menjadi energi listrik untuk bisa disimpan ke dalam baterai,” sambungnya.

Selain itu, pengendara juga harus memanfaatkan momentum. Selalu perhatikan arus lalu lintas. Dengan begitu, kita harus tahu kapan harus mengerem dan menambah kecepatan sehingga tidak melakukan akselerasi atau deselerasi mendadak.

“Jadi dengan kita memperhatikan traffic flow atau arus lalu lintas di sekitar kita, driving management atau manajemen mengemudi kita itu bisa kita atur sedemikian rupa untuk memaksimalkan jarak tempuh atau meminimalkan penggunaan energi listrik,” kata Bonar.

Berikutnya, hindari melakukan pengisian daya gadget atau alat elektronik yang tidak perlu. Memang, di Kona Electric ini sudah dilengkapi dengan fitur Vehicle 2 Load (V2L) sehingga daya listriknya bisa dimanfaatkan untuk beragam kegunaan.

“Tapi kalau misalnya (baterai) laptop masih penuh, tidak perlu di-charge. Ya, karena bagaimanapun juga meskipun kita menghadirkan fitur-fitur di dalam kendaraan seperti USB charger dan seterusnya, pada akhirnya mereka tetap menggunakan energi listrik yang ujung-ujungnya akan terambil dari baterainya,” jelas Bonar.

Kemudian, tutup jendela agar meminimalkan hambatan udara. Gunakan mode sirkulasi AC sehingga AC tidak terlalu kerja berat.

“Karena kalau kita mengambil udara dari luar berarti kita nanti juga akan meminta sistem AC untuk mendinginkan atau memanaskan udara dari luar tersebut. Dan itu juga membutuhkan energi,” katanya.

Untuk memaksimalkan daya tempuh mobil listrik, lebih disarankan menggunakan Eco Mode, kecepatan maksimal 90 km/jam, dan menggunakan AC dengan temperatur 17 derajat celcius dengan fan speed atau kecepatan kipas 1. Penggunaan AC dengan fan speed 1 diyakini lebih irit energi ketimbang fan speed di atasnya.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com