Jakarta –
Rasa manis pada makanan dan minuman memang memberikan kesenangan tersendiri. Namun, di balik itu bisa berisiko bagi kesehatan. Begini cara menikmatinya agar tak membahayakan kesehatan.
Mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa memperbaiki suasana hati. Itu karena gula berperan melepaskan hormon dopamin dan nucleus accumbens pada otak, sehingga memberi rasa bahagia.
Namun, di balik kenikmatan sesaat itu, terdapat banyak dampak negatif pada kesehatan yang bisa berakibat fatal dalam jangka waktu lama. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak penelitian di dunia.
Dikutip dari India Today (18/07/24), berikut penjelasan seputar konsumsi makanan dan minuman manis.
1. Hal yang dialami tubuh saat mengonsumsi gula
Ilustrasi berbagai jenis gula Foto: Freepik/azerbaijan_stockers |
Ahli gizi Ritika Samaddar dari Rumah Sakit Max Super Speciality di Delhi, India mengatakan bahwa saat mengonsumsi gula, gula akan dicerna dan dipecah menjadi glukosa yang diserap oleh darah.
“Glukosa meningkatkan kadar gula darah dan juga menyebabkan pelepasan insulin, sehingga glukosa dapat diserap oleh otot untuk menghasilkan energi,” tutur Ritika Samaddar.
Sementara itu, asupan gula berlebihan dapat menyebabkan banyak risiko. Mulai dari perlemakan hati, resistensi insulin, sindrom metabolik, dan penambahan berat badan.
2. Adakah gula yang menyehatkan?
Ahli gizi bernama Veena V dari Rumah Sakit Aster Whitefield, Bengaluru menyarankan untuk selalu memilih gula alami, seperti fruktosa yang banyak terdapat pada buah dan sayur.
Jika dikonsumsi dalam bentuk makanan utuh, fruktosa mengandung serat, vitamin, dan mineral. Nutrisi tersebut dapat mengurangi beberapa efek negatif yang ditimbulkan karena gula.
Cara lainnya bisa juga memilih sumber laktosa, yang ditemukan dalam kandungan susu. Laktosa dipecah menjadi glukosa dan galaktosa di dalam tubuh. Juga ada sukrosa yang terdapat pada beberapa sayuran.
“Meskipun semua gula pada akhirnya berubah menjadi glukosa, gula alami cenderung menjadi pilihan yang lebih baik karena nutrisi tambahan dan tingkat penyerapan yang lebih lambat,” tutur Kanikka Malhotra.
Sementara itu, ahli gizi Salini Somasundar mengatakan bahwa gula merah merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan gula putih rafinasi. Itu karena diproses dengan cara alami untuk menjaga nutrisi alami tebu, termasuk vitamin dan mineral.
“Gula kelapa yang berasal dari pucuk bunga pohon kelapa dan gula aren yang terbuat dari getah pohon enau juga merupakan pilihan yang baik,” lanjutnya.
Waktu terbaik untuk makan makanan manis ada di halaman selanjutnya.
3. Waktu terbaik mengonsumsi makanan manis
Ilustrasi gula Foto: Getty Images/hoozone |
Beberapa ahli gizi punya tips tersendiri untuk menghindari dampak negatif mengonsumsi gula. Ahli gizi Ritika Samaddar menyarankan untuk lebih memilih gula alami.
Di sisi lain, ahli gizi Kanikka Malhotra, menyarankan untuk memadukan protein, serat, dan lemak sehat saat mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula.
“Jika harus mengonsumsi gula, kamu bisa menikmatinya setelah berolahraga atau menambahkannya ke makan siang, tetapi harus dalam jumlah yang sangat sedikit,” tuturnya.
Ahli gizi Salini Somasundar berpendapat serupa. Ia mengatakan bahwa menikmati dessert atau minuman manis di jam makan siang adalah waktu terbaik.
“Karena di waktu tersebut, kamu masih punya banyak waktu untuk membakar kalori sepanjang sisa hari tersebut,” tuturnya.
4. Jangan makan manis pagi hari
Lebih lanjut, Salini juga menyarankan untuk tidak makan dan minum manis di pagi hari karena dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Saat tubuh terbangun dari kondisi puasa semalam, tubuh menjadi lebih sensitif terdapat karbohidrat.
Hal ini membuat gula menjadi pilihan yang buruk bagi tubuh di pagi hari. Namun, ahli gizi Veena V menyarankan untuk mengonsumsi sedikit gula sebelum olahraga untuk memberikan energi.
“Ini dapat bermanfaat untuk daya tahan dan kinerja, terutama untuk aktivitas berintensitas tinggi atau berkepanjangan,” tutur Veena V.
5. Hindari makan manis sebelum tidur
Ilustrasi gula pasir. Foto: Pixabay/congerdesign |
Para ahli menyebutkan bahwa sebaiknya menghindari makanan manis sebelum tidur. Saat kamu tidur, tubuh akan secara alami dapat memperlambat banyak proses, termasuk metabolisme.
Ini berarti tubuh tidak bekerja keras untuk membakar aliran gula yang manis. Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Meskipun lonjakan awal mungkin membuat tubuh merasa lebih terjaga.
Selain itu, makan dan minuman gula sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur.
(raf/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Berhenti Makan Sayur dan Buah, Wanita Ini Sukses Turun BB 13 Kg Jakarta – Putuskan untuk berhenti makan sayuran dan buah-buahan, wanita ini mengaku lebih sehat. Bahkan ia berhasil menurunkan berat badan. Banyak program diet yang kini mendapatkan banyak perhatian. Tren hidup sehat yang kian meningkat membuat banyak orang lebih giat melakukan diet untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Salah satunya ada diet karnivora yang fokus di menu makanan berbasis produk hewani. Pada diet yang satu ini pelakunya disarankan mengonsumsi banyak daging dan produk dari hewan. Daging sapi, ayam, dan atau ikan harus selalu ada dalam setiap menu makan.
Berbeda dengan diet keto, diet karnivora memangkas habis asupan karbohidrat. Bahkan hingga beberapa makanan alami seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Menurut Cleveland Clinic, pola diet ini dapat mempercepat penurunan berat badan, meningkatkan suasana hati, hingga memperbaiki keseimbangan gula darah. Dalam pemahamannya, diet karnivora menyebut karbohidrat yang tidak dibakar akan menumpuk menjadi lemak berbeda dengan protein. Dilansir dari Mirror UK (23/04), seorang dokter wanita bernama Dr Sarah Zalfidar mengaku jauh lebih sehat dan tubuhnya lebih ramping usai berhenti makan buah dan sayuran.
Ia mengikuti pola diet karnivora dan hanya makan daging, susu, telur sampai ikan. Wanita berusia 37 tahun ini mulai berhenti makan sayur dan buah di tahun 2017, awalnya ia hanya melakukan diet keto dengan memotong asupan karbohidrat. Akan tetapi karena tubuhnya tak kuat dengan efek dari diet keto, akhirnya mulai mencari pola diet yang paling baik dan sehat untuknya. Ia juga mempelajari tentang potensi racun atau toxin dari tumbuhan seperti sayuran, buah dan biji-bijian. “Selama belasan tahun menyelami dunia edukasi di bidang gizi, tidak ada satupun profesor atau mentor yang menyebut bahwa tumbuhan bisa beracun. Bagaimana jika buah dan sayuran yang selama ini kita makan sebenarnya berbahaya?” jelas Sarah. Sarah mengungkapkan bahwa diet karnivora ini sebenarnya diet yang cukup natural untuk manusia. Gen di tubuh manusia bekerja dengan baik jika diasupi protein dan lemak dari hewan. Setiap harinya Sarah rutin menyantap daging merah, ikan, telur dan olahan susu. Sang suami yang ikut menjalani pola diet ini mengaku bahwa nyeri pada tulang punggungnya berkurang hanya dengan berhenti makan sayur bayam, sehingga Sarah semakin yakin bahwa keputusan untuk berhenti makan sayur dan buah baik untuk keluarganya.
“Saya kini terbiasa makan daging merah, misalnya brisket, daging sapi cincang, ribeye steak, daging sapi panggang, perut babi, iga babi sampai daging babi suwir. Daging kalkun dan telur juga saya makan,” ungkapnya yang juga memasukan seafood ke dalam menu sehari-harinya. Selain merasa lebih sehat, jerawat pada kulitnya juga sembuh setelah jalani diet karnivora. Ditambah berat badannya turun sebanyak 13,6 kg setelah berhenti makan sayur dan buah. “Sekarang belanja bahkan makanan saya lebih hemat dari sebelumnya. Orang berpikir makan daging itu mahal, padahal itu kalau kita beli daging premium. Tapi misalnya beli daging sapi yang biasa, itu jauh lebih murah,” pungkas Sarah. (sob/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Stop! 7 Mitos Populer Tentang Makanan yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya Jakarta – Tak semuanya mitos seputar makanan dan nutrisi benar adanya. Banyak mitos yang menyesatkan dan justru membawa efek samping untuk tubuh. Dilansir dari DailyMailUK (24/07/2025), menurut Lynne Murphy, ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, banyak orang terus-menerus dibanjiri informasi makanan dan nutrisi yang saling bertentangan. Sayangnya banyak mitos makanan populer yang justru keliru dan sering membuat orang terkecoh. “Tidak ada rumus yang cocok untuk pola makan semua orang. Apa yang berhasil bagi satu orang bisa berdampak buruk bagi yang lain,” jelasnya. Faktor usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga genetik, semuanya mempengaruhi respons tubuh terhadap makanan.
Jadi pola makan jangka panjang seperti apa yang sebaiknya diikuti? Murphy menyarankan untuk kembali ke dasar, perbanyak makan sayur, hindari makanan olahan dan perhatikan bagaimana tubuh merespons makanan. Murphy juga mengungkap tujuh mitos seputar makanan yang sering dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari mitos jangan makan lemak dan karbohidrat saat diet, sampai mitos seputar gula dan jus buah. Berikut ini 5 mitos makanan yang tak lagi perlu dipercaya: 1. Lemak Itu Buruk
Banyak orang masih percaya lemak adalah musuh utama dalam menurunkan berat badan. Namun menurut Murphy, anggapan ini tidak hanya keliru tetapi juga bisa membahayakan kesehatan. “Menghindari semua jenis lemak justru salah satu hal terburuk untuk tubuh” jelasnya. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sangat penting. Lemak sehat memberikan energi lebih banyak daripada karbohidrat dan protein, serta mendukung fungsi otak. Pada wanita, lemak sehat juga membantu produksi hormon yang sehat. Murphy menekankan yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, seperti yang ditemukan dalam kue, gorengan, dan makanan olahan. “Jenis-jenis lemak inilah yang meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelasnya. 2. Makanan Bebas Gluten Lebih SehatAda kecenderungan orang untuk membeli semua produk makanan bebas gluten karena dianggap lebih sehat. Namun Murphy mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berdampak buruk bagi berat badan. “Kecuali seseorang memiliki penyakit celiac atau alergi dan sensitif pada gluten, makanan bebas gluten tidak otomatis lebih sehat,” ujarnya. Produk pengganti gluten sering kali justru mengandung lebih banyak gula, kalori dan bahan tambahan untuk meniru rasa serta tekstur makanan normal. Murphy menambahkan, “Saya sering melihat orang beralih ke biskuit gluten-free karena merasa itu pilihan yang sehat, padahal justru mengandung lebih banyak kalori dan gizi yang lebih rendah daripada versi biasa. Kalau tidak perlu, tetap konsumsi yang biasa saja, itu lebih baik untuk tubuh dan berat badan.” tuturnya. 3. Jus Membantu Detox
Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Sayangnya ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang. “Hati dan ginjal seseorang sudah sangat efektif membersihkan tubuh dari racun. Orang-orang tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli jus mahal,” jelas Murphy. Selain itu yang lebih merugikan, proses juicing atau jus justru menghilangkan serat bermanfaat dari buah dan sayur, belum lagi kandungan gula tambahan di dalamnya. “Saat seseorang membuat jus apel, yang diminum pada dasarnya adalah air gula rasa apel, tanpa serat yang biasanya memperlambat penyerapan gula,” kata Murphy. Akibatnya terjadi lonjakan gula darah yang drastis, yang jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. 4. Karbohidrat Bikin GemukBanyak orang menjalani diet ketat dan menyingkirkan semua jenis karbohidrat seperti roti dan pasta. Padahal menurut Murphy, ini adalah kesalahpahaman besar. “Karbohidrat bukanlah musuh. Penambahan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tidak peduli apakah kalorinya berasal dari karbohidrat, protein, atau lemak.” jelasnya. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Masalahnya bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi. “Pilihlah karbohidrat utuh seperti roti gandum, bukan versi roti putih yang sudah jadi makanan olahan. Selain memberi energi, Anda juga akan mendapatkan manfaat serat, pencernaan yang lebih baik, dan kadar kolesterol yang lebih stabil,” katanya. 5. Gula Alami Lebih Baik daripada Gula Biasa
Banyak orang berpikir bahwa gula alami dianggap lebih sehat dari gula atau pemanis tambahan. Menurut Murphy, pernyataan itu menyesatkan. “Memang sumber gula alami sering disertai serat dan nutrisi tambahan, tetapi tubuh setiap orang tetap memproses gula dengan cara yang sama, terlepas dari asalnya,” jelasnya. Baik gula alami dari madu maupun apel, semuanya tetap memicu kenaikan kadar gula darah seperti halnya gula putih. “Banyak orang berpikir mereka bisa makan pemanis alami sebanyak mungkin, padahal tubuh tidak bisa membedakan antara madu dan gula putih setelah dicerna,” katanya. ” Menurutnya kedua jenis gula ini tetap membawa risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. 6. Pengaruh Pola Makan pada MetabolismeBeberapa orang meyakini bahwa makan dengan porsi sesikit tapi sering dapat menjaga metabolisme tetap aktif. Namun menurut Murphy, ini hanyalah mitos yang sudah lama dibantah secara ilmiah. “Gagasan bahwa makan sering bisa membuat metabolisme lebih aktif ini sudah terbukti keliru. Metabolisme Anda tidak akan melambat secara signifikan hanya karena seseorang tidak makan setiap beberapa jam sekali ,” lanjutnya. Faktanya beberapa orang justru merasa lebih baik dengan pola makan yang lebih jarang namun lebih besar porsinya. “Tubuh seseorang mampu bertahan beberapa jam tanpa makan tanpa mengalami penurunan fungsi metabolisme. Yang penting adalah makan saat benar-benar lapar dan menikmati makanan yang bernutrisi dan gizi seimbang,” saran Murphy. 7. Makanan Rendah Lemak Lebih Sehat
Seperti anggapan tentang gluten-free, banyak yang mengira produk makanan rendah lemak selalu lebih sehat. Padahal Murphy menyebutkan ketika lemak dihilangkan dari makanan, produsen seringkali menambahkan gula, garam, atau bahan buatan agar tetap terasa enak. “Ini bisa membuat makanan versi rendah lemak justru lebih buruk daripada versi aslinya,” jelasnya. “Yoghurt rendah lemak yang penuh dengan gula tambahan justru tidak memberikan manfaat seperti yoghurt penuh lemak tanpa pemanis.” sambungnya. Intinya tidak semua label makanan rendah lemak berarti lebih sehat. Namun yang perlu dilakukan adalah membaca label dengan teliti sebelum membelinya. (sob/dfl) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Jakarta – Banyak mitos seputar diet yang kerap salah dan tak sepenuhnya benar. Seperti mitos karbo bikin gemuk hingga konsumsi gula yang tak disarankan saat diet. Di tengah maraknya informasi soal kesehatan di media sosial, banyak orang kebingungan membedakan mana saran gizi yang benar dan mana yang menyesatkan. Dilansir dari BBC (19/06), Tai Ibitoye, ahli gizi terdaftar sekaligus dosen di bidang nutrisi dan diet, ia membagikan lima mitos diet paling umum yang sering ia dengar dari pasien hingga di acara kesehatan. Ternyata tak semua mitos diet dibenarkan, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Berikut lima penjelasannya: 1. Karbohidrat Bikin Gemuk
Anggapan ini keliru. Karbohidrat dalam 1 gram hanya mengandung 4 kalori, jauh lebih rendah dibanding lemak yang memiliki 9 kalori per 1 gram. Memang benar bahwa menghindari karbohidrat bisa menurunkan berat badan, tetapi yang hilang adalah cairan tubuh bukan lemak. Selain itu, diet ekstrem yang mengeliminasi satu kelompok makanan biasanya tidak sehat dan tak berkelanjutan, efeknya bisa membuat berat badan kembali naik. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan penting untuk fungsi metabolisme. Komite Penasihat Ilmiah Nutrisi di Inggris bahkan merekomendasikan agar 50% asupan energi harian berasal dari karbohidrat. Solusinya bukan menghindari, melainkan memilih jenis karbohidrat yang lebih sehat seperti roti gandum utuh, pasta gandum, nasi merah, sayuran, buah, serta kentang dengan kulitnya. 2. Bahaya Konsumsi Gula
Banyak orang salah kaprah soal gula dalam buah. Padahal gula alami seperti fruktosa dalam buah berbeda dari gula tambahan. Penelitian yang mengaitkan fruktosa dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah umumnya berfokus pada sirup jagung fruktosa tinggi, bukan fruktosa alami dalam buah utuh. Gula dalam buah tidak termasuk dalam kategori “gula bebas” yang perlu dibatasi. Justru, konsumsi buah dan sayuran terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Buah juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan fitokimia yang penting bagi kesehatan. Dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur setiap hari. Jus buah hanya dihitung satu porsi, berapapun banyaknya, karena proses pengolahan menghilangkan sebagian besar serat. 3. Diet Detoks ‘Menetralkan’ Tubuh
Mitos detoks tubuh lewat jus atau makanan khusus sering dilakukan banyak orang setelah makan secara berlebihan, seperti saat liburan. Namun faktanya, tubuh manusia dirancang dengan sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan saluran pencernaan.Kecuali jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu. Jadi sebenarnya tidak ada makanan, minuman, atau suplemen khusus yang dibutuhkan untuk membersihkan racun. Banyak diet detoks justru berisiko karena bersifat ekstrem dan minim bukti ilmiah. Meskipun ada saran positif seperti memperbanyak buah dan sayur serta mengurangi asupan lemak jenuh dan gula, anjuran menghindari makanan tertentu secara total bisa menimbulkan seseorang jadi kekurangan nutrisi. Pola makan seimbang, tidur cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan olahraga rutin lebih efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dibandingkan mengikuti diet detoks. 4. Produk Vegetarian Lebih Sehat
Tidak semua makanan berlabel vegan atau vegetarian otomatis sehat. Banyak produk nabati yang sudah diproses dan tinggi lemak jenuh, garam, atau gula. Misalnya, es krim vegan bisa memiliki kadar gula setara dengan es krim susu. Beberapa pengganti daging seperti sosis atau burger berbahan kedelai memang kaya protein, tetapi sering kali tinggi garam dan lemak. Karena itu penting untuk membaca label nutrisi dan memperhatikan cara pengolahan makanan, seperti menghindari metode menggoreng atau tambahan bahan tinggi lemak. Diet vegetarian atau vegan yang terencana dengan baik memang dapat mendukung kesehatan, tetapi bukan berarti semua produk nabati bisa dikonsumsi tanpa batas. 5. Produk Susu Tidak Dibutuhkan dalam Diet
Produk susu sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Kandungan gizinya sangat lengkap mulai dari protein, kalsium, yodium, fosfor, kalium, hingga vitamin B. Beberapa produk susu fermentasi seperti yoghurt probiotik dan kefir juga mengandung bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Meski mengandung laktosa (gula alami dalam susu), jenis gula ini tidak termasuk dalam kategori gula bebas yang perlu dibatasi karena hadir bersama nutrisi penting lain dalam satu paket. Kecuali seseorang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu, selebihnya tidak ada alasan untuk menghilangkan produk susu dari pola makan. Namun, jika memilih untuk tidak mengonsumsi produk susu, misalnya karena menjalani pola makan vegan dan sebagainya, maka perlu memastikan asupan nutrisi penggantinya tetap terpenuhi. Pilihlah produk pengganti susu yang telah diperkaya dengan zat gizi penting seperti yodium, kalsium, dan vitamin B. (sob/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Wanita Sukses Turun BB hingga 38 Kg Gegara Berhenti Makan Roti Jakarta – Wanita ini sukses menurunkan berat badan sampai puluhan kilogram. Kondisi ini bisa dicapai usai dirinyaberhenti makan roti dan mengganti pola makannya menjadi lebih sehat. Ellie Crabtree, perempuan asal Cumbria, Inggris, berhasil menurunkan berat badan hampir 40 kilogram hanya dalam beberapa bulan. Keberhasilannya dimulai dari satu keputusan sederhana yaitu berhenti makan roti. Keputusan itu diambil setelah masa sulit yang dihadapi wanita berusia 22 tahun tersebut pada 2022. Dilansir dari DailyMailUK (03/06), saat itu sang ayah, Geoff, didiagnosis menderita kanker tulang stadium akhir.
Dalam kondisi emosional yang tidak stabil, Ellie menjadikan makanan sebagai pelarian. Ia sering melewatkan sarapan dan menggantinya dengan makan roti dalam jumlah banyak. Kadang Ellie bisa menghabiskan setengah bungkus roti ukuran besar dalam sekali makan. Terkadang ia menyantap roti dengan menu-menu Chinese food yang dipesannya. Begitu juga dengan cokelat dan makanan cepat saji lainnya, sehingga berat badannya melonjak drastis sampai 30 kg dalam setahun.
Kesadaran untuk berubah muncul setelah ia merasa tak nyaman melihat foto terakhir bersama sang ayah. Seusai kepergian sang ayah di September 2023, Ellie mulai menerapkan pola makan defisit kalori. “Saat itu saya melihat foto terakhir dengan ayah saya. Saya bahkan tidak mau melihat diri saya di foto itu. Saya berpikir bahwa saya harus berubah,” ungkap Ellie. Dari sana ia mengubah pola makannya menjadi makanan tinggi protein seperti oat, yoghurt, telur, ayam, keju cottage, dan salad. Ia juga mulai rutin berolahraga hingga berat badannya turun sampai 25 kilogram dan setelah itu bergabung ke gym (pusat kebugaran).
Ia kemudian menantang dirinya untuk ikut kompetisi binaraga dan berhasil menurunkan 13 kilogram lagi. Meski sempat mengalami tekanan mental karena diet dan latihan ketat, Ellie kini menjalani hidup dengan pola diet dan pola makan yang lebih seimbang. Berat badannya stabil di angka 66 kilogram dan kini ia bekerja sebagai pelatih penurunan berat badan. Menurut Ellie, keputusan berhenti makan roti bukan sekadar soal menurunkan angka di timbangan, melainkan bagian dari proses menyembuhkan diri dari kebiasaan makan emosional. Ia kini fokus membantu perempuan lain untuk mencapai berat badan sehat tanpa harus diet ekstrem dan menghindari semua makanan. (sob/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Keren! Wanita Ini Sukses Turun BB 60 Kg dalam 1 Tahun Jakarta – Seorang wanita membagikan kisah sukses menjalani diet ketat. Selama setahun, wanita berbobot 150 kilogram ini berhasil menurunkan berat badan hingga 60 kilogram. Tubuh langsing ideal memang dambaan semua wanita di dunia. Oleh karena itu, banyak wanita yang mati-matian menurunkan berat badan dengan menjalani berbagai metode diet. Mulai dari menurunkan berat badan dengan cara membatasi asupan kalori, hanya mengonsumsi sayuran, dan metode lainnya. Kunci keberhasilan diet ini adalah harus dilakukan secara konsisten.
Dilansir dari Food NDTV (29/1/2025), seorang wanita bernama Rajii Ghanghas asal India membagikan kisah suksesnya menurunkan berat badan. Ghanghas menerapkan diet itu selama 1 tahun dan konsisten. Awalnya, bobot Ghanhas mencapai 150 kilogram. Namun, setelah menerapkan diet yang konsisten ia berhasil menurunkan berat badan sebanyak 60 kilogram. Kini, bobot tubuhnya hanya sekitar 90 kilogram.
Ghanghas bertekad menurunkan berat badan karena menyadari kesehatannya terancam. Kini ia divonis berada dalam tahap pradiabetes dan alami keseimbangan hormonal. Ia juga mengungkapkan bahwa tubuhnya mudah merasa lelah dan penampilannya buruk. “Saya tidak apa-apa jika tidak cantik, tapi saya tidak bisa kalau sampai mati,” ungkap Ghanghas. Ghanghas mengatur pola makan setiap hari. Mulai dari asupan sarapan, makan siang, hingga rutinitas racikan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Berikut pola makan yang diterapkan oleh Ghanghas:
1. Minuman pagi: Ghanghas selalu mengonsumsi minuman detoks. Racikannya terbuat dari rempah-rempah khas India, seperti rebusan fenugreek dan biji karom. 2. Sarapan: poha (olahan nasi India) yang disajikan dengan sayuran dan dadih (olahan yogurt). 3. Makan siang: overnight oats (oat yang didiamkan semalaman). 4. Makan malam: sandwich isi sayuran panggang. 5. Camilan sore: salad jagung dan teh hijau. 6. Minuman sebelum tidur: minuman detoks. Ghanghas memulai dietnya pada awal 2024 dan masih terus berjalan hingga sekarang. Pada 2025, ia bertekad untuk menjadi lebih bugar dan sehat. (yms/adr) |
![]() |
||||||||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Sup Panjang Umur Jadi Rahasia Warga ‘Blue Zone’ yang Berusia 100 Tahun Jakarta – Pola makan dan pemilihan makanan sangat berpengaruh pada kesehatan. Bagi warga ‘Blue Zone’, sup ini jadi rahasia panjang umur mereka. ‘Blue Zone’ atau ‘Zona Biru’ adalah istilah yang tidak asing bagi orang-orang yang berusaha menguak rahasia panjang umur. Banyak yang percaya, penduduk Zona Biru memegang kunci di balik hidup sehat dan umur yang panjang. Istilah Zona Biru pertama kali diperkenalkan oleh peneliti sekaligus penjelajah, Dan Buettner. Zona Biru merupakan sebutan yang digunakan Buettner untuk lima kawasan di dunia yang penduduknya memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibanding rata-rata. Adapun kelima kawasan tersebut antara lain Okinawa (Jepang), Ikaria (Yunani), Nicoya (Kosta Rika), Sardinia (Italia), dan Loma Linda (California, AS).
Buettner pun telah menghabiskan lebih dari 20 tahun hidup bersama masyarakat Zona Biru dan mencari tahu apa yang membuat mereka bisa hidup sehat dan panjang umur. Ternyata, salah satu rahasianya ada pada pola makan sehari-hari yang diadopsi oleh orang-orang tersebut. Dilansir dari Mirror UK (01/25), kawasan Zona Biru di Ikaria, Yunani, punya resep sup panjang umur yang terdiri dari aneka sayuran dan kacang-kacangan. Sup ini tidak menggunakan daging hewan sama sekali, karena lebih mengutamakan bahan makanan yang masih segar. Salah satunya ada bawang merah, bawang putih, fennel (adas), tomat dan juga kacang jenis black eyed peas atau dikenal juga dengan nama kacang tunggak. Cara membuatnya cukup gampang, beberapa peneliti menyarankan untuk menumis bawang dengan sayur adas sampai layu, kemudian tambahan kacang, pasta tomat, tomat segar dan air sampai bagian kacang terendam kemudian masak selama 40-60 menit. Untuk memperkuat rasanya bisa tambahan garam dan daun dill sebelum sup matang.
Kombinasi sup inilah yang dipuji oleh berbagai ahli kesehatan karena dianggap sehat dan jadi rahasia panjang umur warga Ikaria. “Sup ini diolah dari tumbuhan dan kacang-kacangan, bahan seperti kacang tunggak dan sayuran lainnya merupakan sumber serat dan nutrisi penting untuk tubuh. Bagi saya, makanan yang kaya serat dan rendah lemak ini memiliki manfaat yang positif untuk kesehatan tubuh,” tutur Helen Bell, selaku ahli nutiris di Help & Advice. Lebih lanjut Helen menyorot kacang tunggak yang kaya akan serat sehingga bisa menjaga kelancaran sistem pencernaan. Tambahan lainnya, kacang ini membuat tubuh terasa kenyang lebih lama dankaya akan kandungan mineral seperti asam folat dan zat besi. “Meski sup ini tak bisa menjamin seseorang jadi panjang umur, tapi saya percaya makanan yang berasal dari tumbuhan ini bisa berkontribusi pada kehidupan yang sehat dan panjang umur. Setelah melihat pola hidup warga di Zona Biru, kita bisa melihat bahwa pemilihan pola makan, aktivitas sampai eratnya hubungan sosial memainkan peran penting pada kehidupan mereka,” pungkas Helen. (sob/sob) 5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Jakarta – Kopi memang mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman ini. Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari. Selain itu daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.
Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya. Salah satunya ada anjuran bagi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak dianjurkan untuk minum kopi. Dilansir dari Eat This (07/01), berikut penjelasannya: 1. Orang dengan Penderita IBS
Ahli gizi diet ternama yang berbasis di Seattle, Washington, AS, Angel Planells menjelaskan, orang yang tidak dianjurkan minum kopi adalah mereka yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS). “Kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare, gejala utama sindrom iritasi usus besar (atau IBS),” katanya. Oleh karena itu, pengidap sindrom iritasi usus besar, dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein 2. Orang yang Memiliki GERD
orang yang tidak disarankan untuk minum kopi berlebih atau harus membatasi asupan kopinya adalah pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kafein dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara esofagus dan lambung. Hal ini dapat menyebabkan isi asam lambung masuk ke kerongkongan, sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman. “Jika Anda mengidap GERD, lihat apakah beralih ke kopi tanpa kafein bisa membantu,” ungkap ahli diet Sue Heikkinen. 3. Orang dengan Glaukoma
Kopi juga tak dianjurkan untuk mengidap glaukoma atau kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata. Biasanya, kerusakan saraf mata tersebut terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata. “Tekanan intraokular meningkat pada pengidap glaukoma saat mengonsumsi kopi, jadi disarankan untuk membatasi atau menghindari asupannya, namun diperlukan lebih banyak penelitian,” kata Planells. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai, meminum kafein dalam jumlah besar meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang memiliki kecenderungan peningkatan tekanan mata. 4. Anak-anak
Kafein dapat menimbulkan efek samping yang lebih nyata dan serius pada anak-anak. Asupan berlebih dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, terutama pada balita, adalah bahwa kopi dapat menutupi isyarat rasa lapar, sehingga balita mungkin tidak akan merasa lapar. Selain itu, perlu diingat bahwa kopi cukup asam, sehingga dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Menurut beberapa penelitian kopi baru aman dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas tentunya dengan porsi kopi yang berbeda dengan orang dewasa. 5. Wanita Hamil dan Menyusui
American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram (kira-kira setara dengan dua cangkir kopi) setiap hari untuk meminimalkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah. Namun, ulasan pada 2020 yang diterbitkan di British Journal of Medicine menyatakan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Wanita hamil harus mendiskusikan asupan kafeinnya dengan dokter. Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Ini karena kafein bersifat stimulan dan diuretik. Juga, ibu menyusui dapat berisiko mengalami dehidrasi akibat dari minum kopi. (sob/odi) Nekat! YouTuber Ini Eksperimen Makan 1.000 Butir Telur Sebulan Jakarta – YouTuber ini bagikan video menarik seputar eksperimennya. Ia menyantap 1.000 telur dalam satu bulan untuk melihat perubahan di tubuhnya. Di YouTube kini banyak orang membagikan konten menarik yang berkaitan dengan eksperimen pola makan sampai gaya hidup sehat. Salah satunya YouTuber bernama Joseph Everett yang tinggal di Tokyo, Jepang. Dilansir dari DailyMailUK (12/02), YouTuber yang aktif membagikan video olahraga dan pola makan sehatnya ini melakukan eksperimen makan 1.000 telur dalam waktu sebulan.
Ia ingin membuktikan apakah klaim seputar telur bisa meningkatkan dan membentuk otot di tubuh itu benar atau tidak. Karena banyak binaragawan yang menyebut bahwa mereka lebih suka makan telur dibandingkan menggunakan steroid yang berbahaya.
Sebelum menerapkan pola makan telur ini, lebih dulu Everett mengukur berat badannya, termasuk data seputar performa olahraganya mulai dari angkat beban sampai squat. Ia juga melakukan tes darah, tes produksi testosterone, hingga kadar kolestrol. Setiap harinya ia mengonsumsi 30 butir telur dengan diimbangi beberapa makanan lain, seperti semangkuk nasi, daging sapi, yogurt porsi kecil, buah-buahan dan madu. Saat ingin ngemil, Everett lebih memilih menyantap protein bar. Everett memperkirakan total kalori yang dikonsumsinya mencapai sekitar 3.300 hingga 3.700 kalori per hari. Nilai ini jauh melebihi 2.500 kalori yang umumnya disarankan untuk pria.
Telur memang dikenal sebagai sumber protein yang sangat baik untuk pembentukan otot. Selain itu, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti kalsium untuk kesehatan tulang, zat besi, zinc, dan kalium. “30 telur memberi saya 190 gram protein, memenuhi kebutuhan harian vitamin A, 120 persen dari kebutuhan vitamin D, serta banyak vitamin B,” ungkap Everett. Setelah menyantap 1.000 telur dalam waktu sebulan, ternyata data menunjukkan bahwa dia mengalami kenaikan berat badan dan massa otot sebanyak 6 kg dari berat badan awal 78 kg. Performanya saat olahraga juga meningkat pesat, Everett dengan mudah melakukan angkat beban di atas 20 kg dari sebelumnya. Untuk kesehatannya juga tak terganggu. Kandungan darah sampai kolestrolnya masih normal.
Selain itu, hasilnya juga menunjukkan penurunan kadar lemak berbahaya dalam darah yang disebut trigliserida, yang bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Walau hasil dari eksperimen ini memang cukup memuaskan untuk performa stamina dan ototnya, akan tetapi Everett menekankan bahwa ada risiko lonjakan kolestrol yang tinggi dari pola makan ini. Apalagi menurut National Health Service (NHS), pria dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram lemak jenuh per hari. Jumlah berlebih bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan penyakit terkait obesitas, seperti penyakit jantung. Everett sempat mengalami sembelit pada hari ke-20 eksperimennya ini. Ia sulit buang air besar hingga membuat perutnya kram. Untungnya masalah ini berangsur membaik setelah ia mulai mengonsumsi telur yang dimasak. Di akhir eksperimennya, Everett mengaku ia masih belum yakin apakah hasil makan telur ini lebih bagus dari suntikan steroid untuk otot. Namun ia menambahkan bahwa mungkin ia akan menerapkan pola makan ini lagi untuk menambah massa otot. Beberapa ahli kesehatan sebelumnya menyarankan untuk membatasi konsumsi telur menjadi 3 hingga 4 butir per minggu, berdasarkan penelitian yang menyarankan bahwa telur mengandung kadar kolesterol tinggi yang bisa memicu masalah jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi telur secara moderat, sekitar satu butir per hari, dalam diet yang seimbang tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. (sob/odi) 8 Manfaat Minum Air Rebusan Jahe, Ampuh Hangatkan Tubuh
Jakarta – Air rebusan jahe merupakan salah satu minuman herbal yang populer di masyarakat. Salah satu khasiatnya adalah mampu menghangatkan badan. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, jahe juga dapat diramu menjadi minuman herbal yang berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Khasiat jahe umumnya berasal dari nutrisi yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Lantas, apa saja manfaat minum air rebusan jahe bagi tubuh? Simak pembahasannya dalam artikel ini.
Manfaat Minum Air Rebusan JaheAda beberapa manfaat dari mengkonsumsi air rebusan jahe untuk tubuh. Mengutip situs Web MD dan Healthline, berikut sejumlah manfaatnya: 1. Mengatasi Gangguan PencernaanManfaat yang pertama adalah dapat mengatasi gangguan pada sistem pencernaan. Studi yang dipublikasikan di Journal of Gastroenterology and Hepatology mengungkapkan, jahe dapat mempercepat pengosongan perut dan melancarkan laju makanan di usus, sehingga dapat mencegah munculnya masalah pencernaan, seperti kembung. Selain itu, air jahe juga dapat membantu merangsang pencernaan dan meredakan rasa tidak nyaman di perut. 2. Memperkuat Sistem Imun TubuhJahe dikenal mengandung antioksidan tinggi yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidannya juga berperan penting dalam melindungi tubuh dari stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Bagi yang sedang menjalani diet, disarankan untuk mengkonsumsi air rebusan jahe secara rutin. Sebab, jahe disebut dapat membantu mengendalikan nafsu makan sehingga tidak mudah merasa lapar. Namun, sebaiknya diimbangi juga dengan menjaga pola makan sehat dan rutin olahraga agar efektif menurunkan berat badan. 4. Menghangatkan BadanKetika cuaca sedang dingin, salah satu cara untuk menghangatkan tubuh adalah dengan minum air jahe panas. Kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghasilkan sensasi panas di tubuh. Sebuah penelitian dari Food and Agriculture Organization of the United Nations mengungkapkan, jahe dapat meningkatkan suhu tubuh manusia secara signifikan. 5. Mengurangi PeradanganManfaat air rebusan jahe berikutnya adalah dapat mengurangi peradangan, seperti radang sendi atau nyeri punggung bawah. Hal ini berkat kandungan zat antiinflamasi dalam jahe, seperti shogaol dan gingerol. Sedikit informasi, shogaol dan gingerol memiliki efek antiradang yang mampu meredakan rasa sakit secara alami. 6. Mengurangi Nyeri HaidZat antiinflamasi pada jahe ternyata juga dapat mengurangi rasa nyeri akibat menstruasi. Zat tersebut diyakini mampu mengurangi peradangan penyebab nyeri sekaligus mengurangi produksi senyawa yang memicu kontraksi rahim saat haid. 7. Melancarkan Peredaran DarahGingerol yang terdapat dalam jahe bersifat antikoagulan, sehingga dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah di dalam tubuh. Jika terjadi penggumpalan darah, hal itu bisa memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung. 8. Menghaluskan KulitManfaat air rebusan jahe yang terakhir adalah dapat menghaluskan kulit. Kandungan zat antioksidan pada jahe dipercaya dapat meningkatkan produksi kolagen, meminimalisir terjadinya kerusakan kulit, dan mencegah peradangan. Kandungan antioksidan dalam jahe juga dapat mencegah penuaan pada kulit, sehingga tetap terlihat awet muda meski usia bertambah. (ilf/fds) الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين |


































