Tag Archives: lpdp

8 Kampus Korsel yang Bisa Dipilih Pelamar Beasiswa LPDP



Jakarta

Korea Selatan (Korsel) memang masyhur sebagai negara industri baik itu bidang hiburan maupun teknologi. Ternyata negara ini juga menyimpan potensi dalam bidang pendidikan. Sejumlah kampus di Negeri Ginseng ini menjadi tujuan para pelajar internasional untuk melanjutkan studi.

Nah, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan baru saja membuka pendaftaran beasiswa tahap 1 2024 pada Kamis (11/1/2024) lalu. Para pelamar beasiswa reguler dan parsial bisa memilih untuk melanjutkan studi master dan doktor di berbagai negara termasuk di Korsel.

Korsel memang menyediakan kampus dengan kualitas terbaik. Beberapa universitas di negara tersebut masuk dalam peringkat 100 besar dunia. Tertarik menjadikan Korsel sebagai destinasi melanjutkan studi?


Berikut informasi kampus di Korsel yang bisa dipilih pelamar beasiswa LPDP 2024. Semua program studi tersedia di kampus-kampus tersebut, kecuali di Kyung Hee University pelamar hanya bisa memilih Telecommunication Engineering.

1. Seoul National University (SNU)

Seoul National University (SNU)Kampus Gwanak Seoul National University (SNU), Korea Selatan Foto: Dok. SNU

SNU merupakan kampus paling prestisius di Korea Selatan. Universitas ini didirikan pada 1946 dengan menggabungkan 10 institusi pendidikan tinggi.

Kampus yang menduduki peringkat ke-62 versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024 ini menggelar 106 program studi master dan 107 program doktor.

Saat ini, SNU memiliki hampir 3.000 mahasiswa internasional. Siapkah kamu bergabung dengan kampus peringkat ke-13 di Asia ini?

2. Yonsei University Korea Selatan

Kampus peringkat ke-76 dunia ini merupakan institusi pendidikan Barat pertama di Korea yang didirikan pada tahun 1885. Saat ini, Yonsei University yang merupakan kampus swasta di Korsel memiliki hampir 5 ribu mahasiswa asing.

3. KAIST – Korea Advanced Institute of Science & Technology

KAIST didirikan pada 1971 sebagai institusi sains dan teknik berorientasi penelitian pertama di Korea Selatan.

Reputasi KAIST berkembang pesat dengan diakui secara luas sebagai salah satu universitas terbaik di Korea dan dinobatkan sebagai universitas paling inovatif di kawasan Asia-Pasifik.

Kampus ini menduduki peringkat ke-18 di Asia dan peringkat ke-83 dunia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024.

Salah satu proyek penelitian yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah para peneliti mengembangkan sistem transportasi listrik, di mana kendaraan mendapatkan daya dari kabel di bawah jalan melalui pengisian daya magnetis non-kontak.

4. Sungkyunkwan University (SKKU)

Kampus peringkat 145 dunia ini merupakan institusi pendidikan tinggi yang telah berdiri selama lebih dari enam abad. SKKU didirikan sebagai akademi kerajaan Konfusianisme pada 1398 pada awal Dinasti Joseon.

Kampus Sungkyunkwan University, Korea SelatanKampus Sungkyunkwan University, Korea Selatan Foto: Dok. SKKU

Nama “Sungkyunkwan” identik dengan tradisi dan inovasi. Arti harafiah dari nama universitas ini adalah, “Sebuah institusi untuk membangun masyarakat yang harmonis dari umat manusia yang tercerahkan.”

5. Pohang University of Science And Technology (POSTECH) All Subject

POSTECH adalah universitas swasta Korea Selatan yang didedikasikan untuk bidang teknik dan sains. Kampus ini menduduki peringkat ke-149 versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024.

6. Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST)

Sejak dibuka pada tahun 2009, UNIST telah berkembang menjadi universitas kelas dunia, dengan reputasi yang berkembang pesat dalam penelitian dan dampaknya pada berbagai bidang. Kini UNIST menduduki peringkat ke-199 dunia.

UNIST adalah satu-satunya universitas di Korea Selatan yang 100% perkuliahannya dilakukan dalam bahasa Inggris.

7. Korea University

Kampus Korea UniversityKampus Korea University Foto: Dok. Korea University

Korea University adalah kampus pertama di Korea yang didanai dan dikelola sendiri oleh warga Korea. Universitas ini didirikan pada tahun 1905 oleh Lee Young-Ik, Bendahara Rumah Tangga Kerajaan.

Kampus dengan peringkat 201-250 dunia ini memiliki hampir 5 ribu mahasiswa asing.

8. Kyung Hee University

Kyung Hee University didirikan pada tahun 1949. Universitas ini menduduki peringkat 251-300 Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024. Khusus untuk kampus ini program studi yang bisa dituju hanya Telecommunication Engineering.

(pal/nwk)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Membuat CV untuk Daftar Beasiswa LPDP ala Harvard University



Jakarta

Curriculum Vitae atau CV adalah salah satu berkas wajib pendaftar beasiswa LPDP. CV berisikan pengalaman akademik, penelitian, hingga publikasi ilmiah pelamar.

Sebuah CV sangat penting dalam melamar beasiswa karena secara tidak langsung menggambarkan profil diri pelamar. CV yang baik dan sesuai akan memperbesar peluang pelamar lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Oleh karena itu, pelamar beasiswa LPDP perlu untuk memperhatikan isi CV sebelum melamar. Mengutip postingan Instagram @lpdp_ri, berikut adalah tips membuat CV dari Pusat Pengembangan Karier Harvard University. Yuk simak!


Tips Membuat CV untuk Daftar Beasiswa LPDP

1. Perhatikan Bahasa

Gaya bahasa yang dipakai dalam membuat CV sangat berpengaruh pada pemahaman pembaca. Pelamar harus menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti.

Bahasa yang dipakai harus spesifik atau tidak terlalu umum dan menggunakan kalimat aktif. Selain itu, bahasa yang digunakan lebih baik lugas dan berbasis fakta untuk memudahkan dibaca secara cepat.

2. Ketahui Kesalahan Umum

Untuk membuat CV lebih sempurna, detikers bisa mencari tahu kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang untuk menghindari melakukan hal serupa. Misalnya spelling dan grammar errors, melewatkan email, dan nomor kontak, hingga isi CV yang tidak terstruktur.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah jangan membuat sebuah CV untuk berbagai tujuan. Alangkah lebih baik membuat CV sesuai kebutuhan karena CV untuk melamar beasiswa akan berbeda dengan CV untuk melamar pekerjaan.

3. Pastikan Format Sudah Benar

Isi konten memang sangat penting karena berisi informasi dan fakta soal diri. Akan tetapi, format penulisan CV pun juga ikut penting karena berpengaruh pada kenyamanan pembaca.

CV harus dibuat dengan format yang konsisten baik hurufnya atau spasi yang digunakan. Selain itu, perhatikan juga format file CV sesuai dengan permintaan recruiter atau penyedia beasiswa.

4. Tulis Informasi Secara Berurutan

Membaca informasi yang teratur dan berurutan akan lebih memudahkan recruiter atau penyeleksi beasiswa. Pastikan informasi dibuat dengan reverse chronological order atau informasi/pengalaman terbaru ditulis lebih dahulu.

Jangan lupa untuk mencantumkan juga informasi lisensi, pencapaian, penghargaan, sertifikasi, atau informasi lain yang relevan dengan tujuan CV.

Struktur CV yang umum digunakan biasanya ditulis dengan informasi sebagai berikut:

  • Personal information: berisikan nama lengkap, nomor kontak, dan alamat email
  • Summary: berisikan pengalaman, skill, dan pencapaian
  • Education: berisikan tahun belajar, nama sekolah dan gelar yang didapat, atau informasi lain yang mendukung seperti beasiswa, penghargaan, sertifikat, atau kursus yang relevan
  • Work experience: berisikan tahun bekerja, tempat bekerja, keterangan peran/tanggung jawab pekerjaan, pencapaian terbaik selama bekerja, dan pengalaman lain seperti part time atau volunteer

5. Hindari Kata-kata Tidak Penting

CV yang baik berisikan informasi yang efektif. Artinya, kata-kata yang tidak penting tak perlu dimasukkan ke dalam CV.

detikers disarankan menghindari penggunaan kata ganti orang seperti saya, menggunakan singkatan, menulis dengan gaya naratif, menggunakan bahasa gaul atau sehari-hari, menyertakan gambar, mencantumkan kontak referensi atau mencantumkan usia dan jenis kelamin.

Nah, itulah beberapa tips membuat CV untuk melamar beasiswa LPDP. Semoga bermanfaat ya.

(cyu/nwy)



Sumber : www.detik.com

LPDP Tidak Disetop, Hanya Akan Diperluas



Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto tegaskan dana LPDP yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dihentikan, melainkan diperluas.

Airlangga menyebut opsi pemanfaatan dana LPDP akan diperluas untuk pelatihan, seperti Prakerja. Di samping itu juga untuk tourism fund atau dana abadi pariwisata yang rencananya akan dibentuk dan dikelola LPDP.

“(Program maupun sumber) LPDP tidak disetop. Hanya LPDP akan diperluas,” ujar Airlangga di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat pada Selasa (23/1/2024), dikutip dari detikFinance.


Airlangga mengatakan Indonesia juga butuh pelatihan, di samping pendidikan.

“Jadi pelatihannya dibuka juga dengan LPDP. Sedang dilakukan revisi. Ditambah lagi sebetulnya di situ akan ada penugasan untuk mendukung pariwisata. Jadi ada pengelolaan dana abadi untuk pariwisata,” ungkapnya.

Sebelumnya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebut pemerintah tengah mengkaji pilihan untuk menghentikan pasokan dana ke LPDP. Sejauh ini dana abadi yang dikelola LPDP telah menyentuh Rp 139 triliun.

Menurutnya anggaran pendidikan akan fokus dipakai untuk membenahi sektor pendidikan, mulai riset sampai pengembangan perguruan tinggi.

“Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” jelas Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Selasa (16/1/2024).

Wacana penghentian sementara beasiswa LPDP bermula dari Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya pada 15 Januari 2024 yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Pada forum ini, Jokowi menyorot minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan S2 dan S3 di Indonesia. Jokowi ingin menambahkan dana riset.

(nah/nwk)



Sumber : www.detik.com

Tak Perlu Setop Alokasi Dana LPDP, Dana IKN Bisa untuk Bantu Riset



Jakarta

Baru-baru ini, ramai isu alokasi APBN untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan disetop. Hal tersebut ramai usai Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Jokowi ingin menambahkan anggaran untuk keperluan riset. Ia memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

“Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tetapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi dalam CNN Indonesia dikutip Kamis (25/1/2024).


Isu tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Muhadjir menyatakan, pemerintah akan mengkaji ulang mengenai penghentian ini.

“Mungkin kita setop dulu. Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” katanya.

Dana tersebut akan dialihkan ke pengembangan riset sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Adapun penyaluran Beasiswa LPDP tetap berlanjut menggunakan dana abadi sebesar Rp136 triliun.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

DPR Tanggapi Penghentian Dana LPDP

Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes mempertanyakan penghentian alokasi dana LPDP. Menurutnya, riset merupakan hal yang penting tetapi tidak cocok jika harus mengorbankan dana LPDP.

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting dan relevan untuk membiayai sarjana-sarjana kita agar memiliki kemampuan riset,” ungkap Fahmy dalam lama Komisi DPR RI, Kamis (25/1/2024).

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting,” imbuhnya.

Sarankan Alokasi IKN Untuk Dana Riset

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS itu mengusulkan agar alokasi anggaran untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan alutsista dialihkan untuk alokasi riset dan pengembangan pendidikan dibandingkan menghentikan dan mengalihkan alokasi LPDP.

“Menghapus dana LPDP, sama saja dengan mengebiri anak-anak bangsa. Dana riset kita sangat kurang. (Maka) ambil dari alokasi anggaran pembangunan yang tidak atau belum perlu, semisal proyek IKN atau efisiensi dana, seperti anggaran pembelian alutsista bekas, yang konon sangat boros dan kemahalan,” ujarnya.

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Batas Usia Beasiswa LPDP S2-S3 Maksimal Berapa? Cek Syaratnya di Sini


Jakarta

Batas usia beasiswa LPDP 2024 untuk jenjang S2 dan S3 berbeda-beda tergantung kategori beasiswanya. Batas usia ini menjadi penting untuk diperhatikan sebagai syarat pendaftar beasiswa.

Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibagi ke dalam empat kategori yaitu beasiswa targeted, afirmasi, umum, dan kolaborasi. Keempat kategori ini dibedakan atas penerima beasiswa serta syarat usia maksimalnya.

Untuk melihat jenis-jenis atau kategori beasiswa LPDP bisa cek DI SINI.


Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar beasiswa LPDP untuk S2-S3, yuk simak syarat batas usianya berikut ini.

Batas Usia Beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3:

1. Batas Usia Beasiswa LPDP Reguler

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

2. Batas Usia Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

3. Batas Usia Beasiswa LPDP Parsial

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

4. Batas Usia Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

Pendaftar S2: 42 tahun

Pendaftar S3: 47 tahun

5. Batas Usia Beasiswa LPDP Prasejahtera

Pendaftar S2: 42 tahun

6. Batas Usia Beasiswa LPDP Putra-putri Papua

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

7. Batas Usia Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

8. Batas Usia Beasiswa LPDP Pendidikan Kader Ulama

Pendaftar S2: 40 tahun

Pendaftar S3: 45 tahun

9. Batas Usia Beasiswa LPDP PNS, TNI, Polri

Pendaftar PNS S2: 37 tahun

Pendaftar PNS S3: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S2: 40 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S3: 45 tahun

10. Batas Usia Beasiswa LPDP Kewirausahaan

Pendaftar S2: 35 tahun

11. Batas Usia Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

Pendaftar spesialis: 35 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

Pendaftar subspesialis: 45 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

12. Batas Usia Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

Pendaftar S3 Jalur Fast Track: 25 tahun

Pendaftar S3: 27 tahun

13. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

Pendaftar non-CPNS dan non-PNS: 35 tahun

Pendaftar PNS: 27 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

14. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

15. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master

Pendaftar umum: 37 tahun

Pendaftar PNS: 37 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

16. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri: 45 tahun

17. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

18. Batas Usia Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

19. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

Batas usia pendaftar beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3 dihitung per 31 Desember 2024. Untuk perhitungannya, misal pada beasiswa dengan syarat batas usia 35 tahun, maka pendaftar yang berusia 35 tahun lebih 6 bulan tetap masih bisa mendaftar.

Jadi, semoga berhasil untuk LPDP 2024 detikers!

(faz/nwy)



Sumber : www.detik.com

Komisi X DPR Tolak Penghentian Sementara Dana LPDP



Jakarta

Komisi X DPR RI tegas menolak penghentian sementara alokasi dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Alih-alih menghentikan, kuota beasiswa dinilai perlu ditambah.

“Kami menolak penghentian kucuran dana APBN untuk LPDP. Dalam pandangan kami justru kucuran dana untuk LPDP ditambah agar kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini makin banyak,” tutur Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dalam laman DPR RI dikutip Senin (29/1/2024).

Penambahan kuota ini perlu diupayakan lantaran Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hanya ada 10,15 persen penduduk Indonesia yang mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.


Ia menyebutkan, faktor tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi adalah penyebab utama APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah.

“Kami menilai pemerintah harus mulai memikirkan langkah terobosan untuk meningkatkan peluang bagi peserta didik Indonesia agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bisa jadi dengan menggunakan manfaat dana abadi pendidikan,” ujarnya.

Nilai Pengalihan Dana Tidak Masuk Akal

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara alokasi LPDP tidak memiliki argumentasi yang kuat. Pengalihan dana untuk pengembangan riset itu dinilai tidak masuk akal.

Mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Ledia menerangkan bahwa Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mengalokasikan dana abadi riset. Maka, alokasi anggaran pendidikan untuk beasiswa dan alokasi dana abadi riset telah ditetapkan secara terpisah.

“Ini kan tidak jelas arahnya mau ke mana. Jangan-jangan nanti alokasinya untuk membiayai riset asal-asalan saja. Jika dana beasiswa ditarik ke dana abadi riset, tidak realistis. Pemerintah ini seharusnya membuat kebijakan anggaran pendidikan yang sistematis dan terukur,” ucap Ledia.

Politisi Fraksi PKS itu pun menegaskan jika pemerintah ingin menguatkan sektor riset seharusnya bukan mengalihkan anggaran LPDP, melainkan harus menyusun rencana induk riset nasional. Langkah ini, baginya, krusial karena akan menentukan prioritas program-program riset yang akan diupayakan oleh negara.

“Jika tidak didasarkan pada rencana induk riset nasional, semua (anggaran) akan menjadi sia-sia, mubazir,” ungkapnya.

(nir/nir)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa S3 Doktor Talenta Riset Nasional BRIN 2024 Dibuka, Cek Infonya!



Jakarta

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran beasiswa jenjang doktor (S3) hingga 12 Februari 2024 pada laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.

Bertajuk Beasiswa Doktor untuk Talenta Riset Nasional BRIN, membuka kesempatan untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki minat riset di bidang keanekaragaman hayati, nuklir, penerbangan dan antariksa, serta maritim diperkenankan mendaftar. Termasuk detikers yang berstatus mahasiswa yang tengah menempuh studi, PNS, Prajurit TNI, dan anggota Polri.

Nantinya awardee akan mendapatkan manfaat beasiswa dana pendidikan dan dana pendukung yang didalamnya termasuk biaya hidup bulanan. Siap mendaftar? Berikut informasi lengkapnya dikutip dari laman resmi LPDP, Senin (29/1/2024).


Skema Beasiswa LPDP x BRIN 2024

1. Beasiswa ini diberikan untuk jenjang pendidikan:

  • Lulusan Sarjana (S1)/Diploma empat (D4) untuk program doktor jalur fast track dengan menggunakan LoA Unconditional program doktor dengan durasi studi paling lama 60 bulan.
  • Lulusan magister (S2) untuk program doktor satu gelar (single degree) dengan ruasi studi paling lama 48 bulan.

2. Pendaftar beasiswa yang telah mempunyai dan mengunggah LoA Unconditional wajib memilih 1 kampus tujuan.

3. Program studi tujuan Beasiswa BRIN ditentukan sebagai berikut:

  • Penerbangan dan Antariksa (Riset Teknologi Satelit dan Avionics)
  • Teknologi Laut Dalam Maritim (Riset Teknologi Laut Dalam)
  • Pemanfaatan Biodiversitas Maju (Riset Genomic, Omics, Bioinformatika, Rekayasa Genetika)
  • Radiasi dan Teknologi Nuklir (Riset Teknologi Siklotron dan Fusi)

Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP x BRIN 2024

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Telah menyelesaikan studi sesuai skema yang ditentukan
  3. Pendaftar telah menyelesaikan S3 tidak diizinkan mendaftar pada program ini.
  4. Pendaftar lulusan dokter spesialis atau dokter subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai bukti pemenuhan syarat IPK masing-masing program.
  5. Pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan konversi IPK.
  6. Mahasiswa yang tengah menempuh studi (ongoing) diperkenankan mendaftar dengan ketentuan yang ditentukan.
  7. Mahasiswa yang tidak menyelesaikan studi pada program magister atau doktor diperkenankan mendaftar di jenjang studi yang sama dengan melampirkan surat pemberhentian sebagai mahasiswa.
  8. Melampirkan surat rekomendasi sesuai dengan persyaratan masing-masing program.
  9. PNS, CPNS, TNI, Polri diperkenankan mendaftar dengan melampirkan surat usulan/rekomendasi dari pejabat yang membidangi SDM.
  10. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.
  11. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler.
  12. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP.
  13. Menulis profil diri termasuk riwayat yang tidak diselesaikan.
  14. Menulis komitmen untuk kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
  15. Menulis proposal penelitian.

Komponen Dana Beasiswa LPDP x Brin 2024

1. Dana Pendidikan, termasuk:

  • Pendaftaran
  • SPP/Tuition Fee
  • Tunjangan buku
  • Penelitian disertasi
  • Seminar internasional
  • Publikasi Jurnal Internasional

2. Dana Pendukung, termasuk

  • Transportasi
  • Aplikasi Visa
  • Asuransi kesehatan
  • Dana kedatangan
  • Dana hidup bulanan
  • Dana lomba internasional
  • Dana tunjangan keluarga
  • Dana keadaan darurat.

Untuk informasi lebih lanjut terkait beasiswa LPDP x Brin 2024 ini, detikers bisa melihatnya di sini. Semoga berhasil detikers!

(det/nwy)



Sumber : www.detik.com

Status Mahasiswa Aktif Kini Bisa Daftar LPDP, Tapi Begini Ketentuannya


Jakarta

Pendaftaran Beasiswa LPDP masih berlangsung hingga 12 Februari 2024. Pada tahun sebelumnya, mahasiswa on going (yang masih berstatus aktif sebagai mahasiswa) tidak bisa mendaftar.

Sementara aturan tersebut pada tahun ini diubah. Saat ini mahasiswa on going diizinkan untuk mendaftar Beasiswa LPDP. Meski demikian, ada ketentuan untuk hal ini.

Ketentuan Mahasiswa ‘On Going’ Pendaftar LPDP

Dikutip dari unggahan akun resmi LPDP RI di Instgram, berikut ini aturan mahasiswa berstatus aktif utnuk mendaftar LPDP:

  • Mendaftar di program studi atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda dari yang tengah ditempuh.
  • Wajib membuat dan menandatangani surat pengunduran diri dari kampus yang sudah ditempuh dan menyerahkannya ke LPDP paling lambat 2 pekan setelah dinyatakan lulus seleksi substansi.
  • Wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi atau perguruan tinggi yang tengah ditempuh sebelum menandatangani surat pernyataan penerima beasiswa.
  • Pendaftar on going yang bersangkutan belum menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sebelum pengumuman seleksi substansi.

Jadwal Beasiswa LPDP 2024

Tahap 1

  1. Pendaftaran: 11 Januari 2024
  2. Seleksi administrasi: 15 Februari 2024
  3. Pengumuman seleksi administrasi: 1 Maret 2024
  4. Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 2 Maret 2024
  5. Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 4 Maret 2024
  6. Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 14 Maret 2024
  7. Seleksi bakat skolastik: 18 Maret 2024
  8. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 27 Maret 2024
  9. Seleksi substansi: 2 April 2024
  10. Pengumuman hasil seleksi substansi: 10 Januari 2024

Tahap 2

  1. Pendaftaran: 19 Juni 2024
  2. Seleksi administrasi: 22 Juli 2024
  3. Pengumuman seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
  4. Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024
  5. Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024
  6. Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
  7. Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024
  8. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
  9. Seleksi substansi: 10 September 2024
  10. Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

4 Hal yang Sering Bikin Gagal di Seleksi Administrasi LPDP



Jakarta

Seleksi administrasi merupakan tahap awal dalam seleksi Beasiswa LPDP. Dalam prosesnya, ada empat hal yang sering bikin gagal dalam tahap ini.

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa pascasarjana yang diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Mencakup biaya pendidikan dan tunjangan, beasiswa ini kerap menjadi incaran pemburu beasiswa Indonesia.

Agar siap mengikuti seleksi LPDP. Simak yuk empat hal yang sering bikin gagal dalam seleksi administrasi LPDP dilansir dari Instagram resmi @lpdp_ri.


4 Hal yang Sering Bikin Gagal di Seleksi Administrasi LPDP

1. Surat Rekomendasi

  • Tidak sesuai standar/format yang disediakan LPDP
  • Dibuat lebih dari satu tahun
  • Surat rekomendasi dengan offline form tidak ditandatangani oleh pemberi rekomendasi
  • Surat rekomendasi bukan ditujukan untuk Beasiswa LPDP

2. Sertifikat Bahasa Inggris

  • Skor kurang dari yang dipersyaratkan
  • Sertifikat bahasa berupa prediction test
  • Tidak terverifikasi keasliannya pada portal resmi lembaga penerbit sertifikat bahasa
  • Telah kedaluwarsa atau melebihi batas waktu 2 tahun dari tahun pendaftaran

3. Letter of Acceptance

  • Tidak mencantumkan tanggal intake atau mulai studi
  • Pilihan prodi dan/atau perguruan tinggi di luar daftar LPDP, namun tidak melampirkan dokumen bukti pendukung
  • LoA masih bersifat conditional
  • Tidak melampirkan surat keterangan defer (tunda studi) bagi LoA yang tanggal intake lebih cepat dari ketentuan LPDP
  • LoA yang dilampirkan berbeda dengan tujuan studi yang diinput dalam aplikasi pendaftaran

4. Surat Usulan bagi pendaftar PNS/TNI/POLRI

  • Pejabat yang mengesahkan surat usulan bukan Pejabat Eselon II sesuai ketentuan LPDP
  • Surat usulan tidak mencantumkan informasi nama dan NIP pendaftar
  • Surat usulan bukan ditujukan untuk beasiswa LPDP

Itulah empat hal yang sering bikin gagal di seleksi administrasi LPDP. Jangan sampai terjadi di kamu, ya!

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Hasil Seleksi Administrasi LPDP 2024 Tahap 1 Diumumkan Hari Ini, Yuk Cek!



Jakarta

Pengumuman hasil seleksi administrasi beasiswa LPDP 2024 Tahap 1 diumumkan hari ini, Jumat (1/3/2024). Detikers bisa melihatnya di laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.

Bagi pelamar yang tidak dinyatakan lolos seleksi, LPDP memberikan kesempatan untuk melakukan sanggah. Masa sanggah dibuka pada 1-2 Maret 2024.

Sanggah sendiri merupakan sarana bagi pelamar yang ingin menyanggah alasan ketidaklulusan. Sanggah hasil seleksi administrasi Beasiswa LPDP khususnya berkaitan dengan ketidaksesuaian dokumen atau informasi yang disyaratkan, sebagaimana dijelaskan dalam unggahan Instagram @lpdp_ri, dikutip pada Jumat (1/3/2024).


Bagaimana cara cek pengumuman beserta cara sanggahnya? Berikut langkahnya!

Cara Cek Pengumuman Beasiswa LPDP 2024

  1. Buka laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Masuk menggunakan username dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya
  3. Klik ‘Login’
  4. Hasil pengumuman akan muncul di layar

Cara Sanggah Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP 2024

Saat melakukan sanggah, pelamar akan diminta untuk menjelaskan benar-benar informasi atau dokumen yang telah diunggah. Pelamar bisa meminta koreksi kembali terhadap tim verifikator atas kesalahan dasar yang membuatnya tidak dinyatakan lulus.

Berikut cara melakukan sanggah hasil seleksi administrasi beasiswa LPDP 2024 Tahap 1:

  1. Buka laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Cek hasil administrasi
  3. Pengumuman akan muncul dan menyatakan pelamar lulus atau tidak. Jika dinyatakan tidak lulus dan ingin melakukan sanggah, klik ‘Sanggah Hasil Seleksi Administrasi’
  4. Tuliskan sanggahan di dalam kotak yang disediakan
  5. Sanggahan ditulis minimal dalam 100 karakter dan tak lebih dari 100 kata
  6. Untuk dapat dinyatakan lulus, maka seluruh sanggahan harus disetujui
  7. Sanggah bukan sarana untuk mengusulkan atau melengkapi dokumen yang belum dicukupi saat pendaftaran

Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2024 Tahap 1

  • Pendaftaran: 11 Januari-12 Februari 2024
  • Seleksi administrasi: 15-28 Februari 2024
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 1 Maret 2024
  • Pengajuan sanggah: 2-3 Maret 2023
  • Pengumuman hasil sanggah: 14 Maret 2024
  • Seleksi bakat skolastik: 18-22 Maret 2024
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 27 Maret 2024
  • Seleksi substansi: 2 April-31 Mei 2024
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 10 Juni 2024
  • Periode perkuliahan paling cepat: Juli 2024

Bagaimana, detikers dinyatakan lolos seleksi, tidak? Jika tidak, yuk segera lakukan sanggah untuk mendapatkan hasil yang terbaik!

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com