Tag Archives: solana

Waspada! Validator Solana Raup $1,3 Juta Karena Sandwich Attack

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di jaringan Solana. Seorang validator yang tidak bertanggung jawab dilaporkan berhasil meraup $1,3 juta (sekitar Rp 20 miliar) dalam satu bulan dengan memanfaatkan teknik serangan sandwich, sebuah eksploitasi canggih yang merugikan pengguna DeFi.

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi, dan apa dampaknya bagi keamanan ekosistem Solana?

Apa Itu Sandwich Attack?

Serangan sandwich adalah bentuk front-running di bursa terdesentralisasi (DEX), di mana pelaku mengeksploitasi urutan transaksi untuk mengambil keuntungan ilegal.

Mekanismenya dimulai dengan mendeteksi transaksi pengguna. Pelaku memantau transaksi besar yang akan dieksekusi, misalnya pembelian token.

Jika tahap pertama berjalan mulus, pelaku melanjutkannya pada fase Place Order, baik sebelum dan sesudah transaksi.

Pelaku membeli token tersebut sebelum transaksi pengguna yang mendorong harga naik, lalu menjualnya setelah transaksi pengguna selesai (harga turun akibat likuiditas tersedot).

Ladang cuan haram pelaku datang berkat profit dari selisih harga. Keuntungan diambil dari selisih harga yang dimanipulasi, sementara pengguna mengalami slippage tinggi atau kerugian tak terduga.

Modus Oknum Validator

Menurut laporan Finbold pada Selasa (25/3), validator ini memanfaatkan posisinya dalam jaringan Solana untuk memonitor transaksi pengguna.

Sebagai validator, ia memiliki akses ke mempool (antrian transaksi) dan mengidentifikasi transaksi besar yang rentan.

Dengan MEV (Miner Extractable Value), ia mengatur ulang urutan transaksi untuk mengeksekusi serangan sandwich.

Kemudian dalam 30 hari, serangan ini ditaksir menghasilkan $1,3 juta dari ratusan korban, terutama pengguna DEX seperti Raydium dan Orca.

Dampak pada Pengguna dan Jaringan Solana

Akibat ulah oknum tersebut, kerugian pengguna ditaksir mencapai 15–20% per transaksi akibat slippage dan harga yang dimanipulasi.

Insiden ini juga mencoreng reputasi dan kredibilitas Solana sebagai jaringan DeFi yang cepat dan murah.

Dengan sistem Solana saat ini, risiko terjadinya MEV semakin meningkat. Validator nakal semakin kreatif mengeksploitasi kelemahan protokol, terutama di jaringan dengan throughput tinggi seperti Solana.

Untuk menghindari kejadian serupa, investor diharapkan untuk membatasi Ukuran transaksi. Hindari transaksi besar di DEX untuk mengurangi risiko jadi target.

Gunakan juga Limit Order. Pasalnya, fitur ini membantu membatasi slippage meski harga berfluktuasi.

Tak kalah penting, pilih platform terpercaya yang mengutamakan DEX dengan sistem proteksi MEV seperti 1inch atau CowSwap.

Masa Depan DeFi: Bisakah Serangan Dicegah?

Insiden ini membuktikan bahwa MEV masih jadi ancaman serius di DeFi. Meski Solana dikenal dengan kecepatan dan biaya rendah, keamanan tetap menjadi tantangan.

Langkah kolaboratif antara pengembang, validator, dan komunitas diperlukan untuk meningkatkan Audit Smart Contract; menerapkan standar kode Etik untuk validator; dan edukasi pengguna tentang Risiko MEV.

Meski DeFi menawarkan kebebasan finansial, risiko eksploitasi seperti serangan sandwich selalu mengintai. Selalu lakukan riset sebelum bertransaksi, dan pantau update keamanan dari platform yang digunakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP, SOL, DOGE Kini Diterima oleh Perusahaan Real Estat Besar Jepang

Open House Group, salah satu perusahaan real estat terbesar di Jepang yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo, kini menerima XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) sebagai alat pembayaran. Dengan langkah ini, Open House menambah daftar mata uang kripto yang diterima setelah sebelumnya hanya mendukung Bitcoin dan Ethereum.

Dilaporkan U Today, keputusan ini diumumkan melalui siaran pers perusahaan dan dikonfirmasi oleh Emi Yoshikawa, mantan Wakil Presiden Ripple, dalam unggahan di media sosial. Ia menyoroti bahwa langkah ini merupakan pencapaian besar bagi industri kripto, terutama dalam sektor transaksi bernilai tinggi.

Dalam upaya mempermudah pembelian properti bagi pelanggan global, Open House Global—situs portal perusahaan—kini menyediakan informasi pembayaran kripto serta dukungan multibahasa untuk pertanyaan pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi investor internasional dalam kepemilikan properti di Jepang.

Mendorong Adopsi Kripto dalam Transaksi Besar

Dengan keputusan ini, Open House menetapkan preseden baru bagi penggunaan kripto dalam transaksi bernilai tinggi di Jepang. Langkah ini juga berpotensi mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi mata uang digital sebagai opsi pembayaran yang sah.

XRP saat ini merupakan mata uang kripto terbesar keempat dengan kapitalisasi pasar mencapai $138,42 miliar dan harga $2,38. Sementara itu, Solana (SOL) menempati posisi keenam dengan kapitalisasi pasar $66,1 miliar dan harga $130, serta Dogecoin (DOGE) berada di peringkat kedelapan dengan kapitalisasi pasar $24,9 miliar dan harga $0,168.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran, industri ini terus menunjukkan pertumbuhan dan relevansinya dalam ekosistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Solana Futures Kini Hadir di Wall Street, Harga SOL Menuju $150?

Solana semakin mendapatkan perhatian di pasar kripto dengan kehadiran produk ETF Berjangka (Futures ETF) pertamanya di Amerika Serikat.

Menurut laporan The Coin Republic, peluncuran ini, investor institusional di Wall Street kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan eksposur terhadap SOL.

Volatility Shares Memimpin Inovasi ETF Solana

Volatility Shares LLC telah meluncurkan Solana Futures ETF, menjadikannya yang pertama di AS. Produk ini dirancang untuk menarik minat investor ritel maupun institusional yang ingin berinvestasi dalam kripto dengan risiko yang lebih terkelola.

Langkah ini menjadi bagian dari tren yang berkembang di mana semakin banyak investor Wall Street mulai mencari diversifikasi investasi di luar Bitcoin dan Ethereum. Menurut Eric Balchunas, Analis Senior ETF Bloomberg, peluncuran ini merupakan sinyal kuat bahwa pasar semakin terbuka terhadap aset digital alternatif.

Dua ETF Solana Futures: SOLZ dan SOLT

Volatility Shares memperkenalkan dua jenis ETF Solana Futures yang akan diperdagangkan dengan kode saham SOLZ dan SOLT:

  • SOLZ: ETF ini melacak kontrak berjangka Solana secara standar.
  • SOLT: Versi leverage yang memberikan eksposur dua kali lipat terhadap pergerakan harga SOL.

Kedua ETF ini memiliki rasio biaya masing-masing sebesar 0,95% dan 1,85%. CEO Volatility Shares, Justin Young, menyatakan bahwa peluncuran ini bertepatan dengan momentum optimisme terhadap inovasi mata uang kripto di AS. Ia juga menekankan bahwa pemerintahan saat ini tampaknya menyadari pentingnya menjaga posisi AS dalam kepemimpinan teknologi finansial global.

Coinbase Ikut Memperluas Produk Solana Futures

Tak hanya Volatility Shares, Coinbase juga telah mengajukan proposal serupa kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) untuk meluncurkan produk Solana Futures. Produk ini dijadwalkan akan mulai diperdagangkan pada 18 Februari 2025 dan dirancang untuk memenuhi permintaan pasar institusional dan ritel.

Coinbase Derivatives telah menyiapkan berbagai langkah manajemen risiko, termasuk, pengendalian risiko harga, batas posisi maksimal 3.500 kontrak, dan mekanisme penyelesaian harian untuk menjaga stabilitas pasar.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Reaksi Harga SOL: Menuju $150?

Berita peluncuran ETF Berjangka Solana langsung berdampak pada harga SOL. Setelah pengumuman, harga SOL melonjak 7,06% ke level $132,68 dengan volume perdagangan mencapai $3,24 miliar setelah kenaikan 27,16% dalam 24 jam.

Namun, beberapa jam kemudian, harga SOL terkoreksi sebesar 0,69% ke $126,36, dengan volume perdagangan turun lebih dari 37%. Meskipun demikian, investor tetap optimis terhadap tren jangka panjang SOL.

Analis memperkirakan bahwa level resistensi di $140 bisa segera ditembus, membuka potensi kenaikan hingga $178 dalam jangka pendek. Bahkan, beberapa analis lebih optimis dengan target harga hingga $3.800 dalam skenario bullish ekstrem.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana di Persimpangan: Penembusan atau Koreksi Lebih Dalam?

Harga Solana (SOL) menghadapi tantangan besar untuk bertahan di atas $130. Dalam sebulan terakhir, SOL turun hingga 36%, mencerminkan tekanan jual yang masih kuat.

Dilaporkan The Coin Republic, aktivitas paus mulai meningkat, tetapi belum kembali ke level tertingginya, sementara Total Value Locked (TVL) tetap di bawah $7 miliar, menunjukkan kehati-hatian investor dalam ekosistem Solana.

TVL Solana: Indikator Sentimen Pasar

Salah satu indikator utama yang mencerminkan sentimen pasar adalah TVL. Menurut data dari DeFiLlama, saat ini TVL Solana berada di angka $6,72 miliar. Sejak 23 Februari, angka ini terus berfluktuasi dan belum mampu menembus kembali level $10 miliar, yang menunjukkan masih terbatasnya arus masuk modal ke sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Puncak tertinggi TVL Solana tahun ini terjadi pada 18 Januari dengan nilai $14,24 miliar, namun setelah itu mengalami tren penurunan stabil, menandakan investor masih berhati-hati.

Aktivitas Whale Solana

Di sisi lain, data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah paus Solana—alamat yang memiliki setidaknya 10.000 SOL—mengalami sedikit peningkatan. Dalam dua hari terakhir, jumlahnya bertambah dari 5.008 menjadi 5.031, tetapi masih di bawah level tertinggi pada 3 Maret lalu yang mencapai 5.053.

Meskipun ini menunjukkan adanya minat akumulasi, tren yang tidak konsisten membuat gambaran pasar tetap tidak pasti. Jika jumlah paus terus bertambah secara signifikan, ini bisa menjadi sinyal bullish bagi SOL.

Prospek Pergerakan Harga Solana

Saat ini, SOL bergerak dalam kisaran yang cukup sempit dengan support utama di $120,76 dan resistensi di $131. Jika SOL tidak mampu bertahan di atas support ini, ada risiko penurunan lebih lanjut hingga $112. Sebaliknya, jika mampu menembus $131, harga berpotensi melanjutkan kenaikan hingga $152,90, dengan target berikutnya di $179,85 jika momentum bullish semakin kuat.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan harga Solana akan sangat dipengaruhi oleh tren pasar yang lebih luas dan sentimen investor. Dengan TVL yang masih berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatannya serta akumulasi paus yang belum mencapai level puncak sebelumnya, pasar masih berada dalam fase transisi.

Para trader dan investor perlu memantau level support dan resistensi dengan cermat untuk mengantisipasi arah pergerakan berikutnya. Apakah SOL mampu keluar dari kisaran ini atau justru akan mengalami koreksi lebih dalam? Jawabannya akan segera terungkap dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pump.fun Luncurkan DEX Sendiri, Dunia Memecoin Semakin Panas

Pump.fun resmi meluncurkan decentralized exchange (DEX) bernama PumpSwap, menggantikan Raydium sebagai platform utama perdagangan memecoin Solana.

Mengutip laman Bankless pada Jumat (21/3), langkah ini memperketat persaingan dalam ekosistem DeFi Solana, yang semakin dipenuhi oleh proyek memecoin.

Revolusi Perdagangan Memecoin di PumpSwap

Mulai 20 Maret, setiap memecoin yang berhasil mengumpulkan likuiditas di Pump.fun akan langsung bermigrasi ke PumpSwap.

Sebelumnya, token-token ini dipindahkan ke Raydium, DEX yang telah lama mendominasi perdagangan memecoin di jaringan Solana.

Pump.fun menyatakan bahwa PumpSwap bekerja mirip dengan Raydium V4 dan Uniswap V2, tetapi dengan sistem yang lebih sederhana.

Migrasi token kini berlangsung instan dan tanpa biaya, mengurangi hambatan bagi pengguna baru.

Persaingan Semakin Memanas

Peluncuran PumpSwap terjadi hanya beberapa hari setelah Raydium mengumumkan rencana untuk meluncurkan LaunchLab, sebuah platform khusus untuk memecoin yang akan bersaing langsung dengan Pump.fun.

Selain Raydium, platform lain seperti Daos.fun, GoFundMeme, dan Pumpkin juga berusaha merebut pangsa pasar memecoin Solana.

Fitur Baru untuk Kreator Memecoin

PumpSwap juga mengadopsi salah satu fitur andalan GoFundMeme, yaitu pembagian pendapatan dengan kreator memecoin.

Sejumlah persentase dari pendapatan protokol akan diberikan kepada para kreator, bertujuan untuk meningkatkan kualitas proyek yang diluncurkan.

Jika strategi ini berhasil, jutaan dolar dapat digunakan untuk mendukung komunitas kreator dan memperkuat ekosistem memecoin.

Penurunan Aktivitas Memecoin

Meski persaingan semakin ketat, aktivitas memecoin di Solana mengalami penurunan sejak Januari 2024.

Laporan menunjukkan bahwa peluncuran memecoin di Pump.fun turun hingga 80% sejak puncaknya pada Januari.

Pendapatan harian dari biaya transaksi di Pump.fun juga turun dari lebih dari $4 juta pada Januari menjadi sekitar $1 juta pada pertengahan Maret.

Namun, meski terjadi penurunan, memecoin tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem Solana.

Total nilai yang terkunci (TVL) di jaringan ini melonjak dari $1,4 miliar menjadi lebih dari $9 miliar sepanjang 2024.

Masa Depan Memecoin di Solana

Dengan munculnya berbagai pesaing dan inovasi baru, masa depan memecoin di Solana tampak semakin dinamis.

PumpSwap hadir sebagai alternatif bagi trader memecoin, sementara Raydium dan platform lainnya terus beradaptasi dengan tren pasar.

Apakah persaingan ini akan membawa dampak positif bagi komunitas memecoin, atau justru menciptakan fragmentasi ekosistem?

Yang pasti, dunia memecoin di Solana semakin panas, seperti pisang (banana) yang matang di bawah sinar matahari!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Berjangka Solana Diluncurkan, Membuka Peluang ETF Spot

Peluncuran ETF berjangka Solana oleh Volatility Shares menjadi momen penting bagi industri kripto. Dengan mulai diperdagangkannya ETF ini besok, langkah menuju ETF spot Solana semakin nyata.

Dilaporkan Cryptobriefing, setelah mendapatkan persetujuan pencatatan dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) pada Februari lalu, Volatility Shares akhirnya siap meluncurkan dua produk ETF berjangka Solana:

  • Volatility Shares Solana ETF (SOLZ), yang melacak kontrak berjangka Solana.
  • Volatility Shares 2X Solana ETF (SOLT), yang menawarkan eksposur leverage dua kali lipat.

Kedua ETF ini memiliki rasio biaya masing-masing 0,95% dan 1,85%.

Meningkatnya Optimisme Pasar

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Peluncuran ETF ini mengikuti pola yang sebelumnya terjadi pada Bitcoin dan Ether, di mana ETF berjangka lebih dulu mendapatkan persetujuan sebelum ETF spot. Ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ETF spot Solana juga akan segera menyusul.

Menurut analis dari Bloomberg Intelligence, ada peluang sebesar 75% bahwa ETF spot Solana akan disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada tahun ini.

“Peluncuran kami datang di tengah optimisme baru terhadap inovasi kripto di AS,” ujar Justin Young, CEO Volatility Shares.

Dampak Terhadap Solana

Solana sendiri telah mengalami perjalanan yang penuh tantangan. Setelah sempat terpuruk akibat runtuhnya FTX pada 2022, kini aset dengan nilai pasar sekitar $67 miliar ini mulai kembali menarik perhatian investor. Meskipun begitu, harga SOL masih mengalami penurunan sekitar 30% sepanjang tahun ini dan saat ini diperdagangkan di kisaran $130.

Beberapa manajer aset besar seperti Franklin Templeton, Grayscale, VanEck, 21Shares, Bitwise, dan Canary juga telah mengajukan permohonan untuk ETF spot Solana. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto ini.

Peluncuran ETF berjangka Solana adalah langkah besar dalam ekosistem investasi kripto. Jika tren yang terjadi pada Bitcoin dan Ether berulang, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita akan melihat ETF spot Solana resmi disetujui, membuka lebih banyak peluang bagi investor dan memperkuat legitimasi Solana di pasar keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Raydium Basisi Solana Siapkan Saingan Pump.fun Ramaikan Memecoin

Bursa terdesentralisasi berbasis Solana, Raydium, tengah menyiapkan langkah besar untuk bersaing dengan Pump.fun, platform yang tengah naik daun di dunia memecoin.

Dilaporkan The Block, langkah ini datang setelah Pump.fun diketahui sedang mengembangkan pembuat pasar otomatis (AMM) sendiri, yang berpotensi menggantikan peran Raydium dalam ekosistemnya.

Persaingan Baru di Dunia Memecoin

Raydium berencana meluncurkan platform baru bernama “LaunchLab,” yang pada dasarnya adalah versi kompetitif dari Pump.fun dengan beberapa fitur tambahan.

Seperti Pump.fun, LaunchLab akan menggunakan kurva ikatan logaritmik, tetapi dengan keunggulan tambahan, yaitu memungkinkan UI pihak ketiga untuk menetapkan biaya dan memberikan akses langsung ke kumpulan likuiditas Raydium. Proyek ini dikabarkan telah dikembangkan selama beberapa bulan.

Keputusan Raydium untuk menciptakan pesaing ini cukup strategis, mengingat lebih dari 35% pendapatannya berasal dari transaksi yang dilakukan melalui Pump.fun.

Sejak awal 2024, Pump.fun telah menjadi platform favorit bagi para trader dan kreator token karena memungkinkan siapa saja untuk membuat memecoin dengan mudah. Popularitas ini membuat Pump.fun mampu menarik kapitalisasi pasar yang signifikan bagi token-token yang dibuat di sana.

Raydium Tetap Unggul di DeFi

Sebagai salah satu bursa terdesentralisasi terbesar di ekosistem Solana, Raydium mencatat pendapatan luar biasa dari layanan swap-nya.

Pada tahun 2024 saja, Raydium berhasil menghasilkan sekitar $154 juta dari transaksi swap dan kini memiliki pendapatan harian mendekati $1 juta. Keberhasilan ini membuat Raydium menjadi salah satu platform kunci dalam dunia DeFi.

Namun, dengan semakin berkembangnya Pump.fun dan rencananya untuk meluncurkan token asli, Raydium tampaknya ingin memastikan posisinya tetap dominan dengan menghadirkan LaunchLab sebagai alternatif yang lebih menarik bagi komunitas memecoin.

Dampak terhadap Ekosistem Solana

Dengan persaingan yang semakin ketat antara Raydium dan Pump.fun, ekosistem Solana kemungkinan akan semakin dinamis. Jika LaunchLab berhasil menarik minat pengguna, Raydium dapat mempertahankan dominasinya dalam perdagangan token berbasis Solana. Di sisi lain, jika Pump.fun tetap unggul dengan inovasinya, maka pengguna akan memiliki lebih banyak pilihan dalam menciptakan dan memperdagangkan token di jaringan Solana.

Sementara itu, token asli Raydium (RAY) mengalami kenaikan lebih dari 5% dan kini diperdagangkan di sekitar $1,67. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif strategi baru yang diambil Raydium dalam menghadapi persaingan dengan Pump.fun.

Dengan perkembangan ini, para penggemar crypto dan DeFi akan terus memantau bagaimana persaingan ini berkembang dan bagaimana inovasi dari kedua platform akan membentuk masa depan perdagangan memecoin di blockchain Solana.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Anjlok Hingga Rp36 Juta, Bagaimana Caranya Bangkit?

Harga Ethereum (ETH) kembali anjlok dengan penurunan yang cukup signifikan setelah jatuh di bawah $2.200 (Rp 36 juta) pada 9 Maret.

Berdasarkan pantauan dari Cointelegraph pada Rabu (19/3), Altcoin ini turun 14% sepanjang bulan, jauh lebih buruk dibandingkan dengan penurunan pasar kripto yang hanya 4%.

Salah satu faktor utama di balik pelemahan ini adalah penurunan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Ethereum.

Penurunan Aktivitas DEX Ethereum

Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan DEX di jaringan Ethereum turun sebesar 34%.

Penurunan ini juga berdampak pada solusi layer-2 Ethereum seperti Base, Arbitrum, dan Polygon.

Meskipun beberapa blockchain lain seperti Solana dan SUI juga mengalami penurunan, jaringan BNB Chain justru mengalami lonjakan volume sebesar 27%, sementara Canto melonjak 445%.

Ethereum mengalami penurunan signifikan dalam beberapa platform, termasuk Maverick Protocol yang turun 85% dan DODO yang turun 46%.

Selain itu, PancakeSwap di jaringan BNB Chain mencatatkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan Uniswap, yang merupakan DEX utama di ekosistem Ethereum.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Total Value Locked (TVL) Masih Dominan, Tapi Mulai Menyusut

Ethereum masih memimpin dalam total nilai terkunci (TVL) dengan $47,2 miliar. Namun, TVL Ethereum mengalami penurunan sebesar 9% dalam satu minggu.

Sementara BNB Chain justru mengalami peningkatan 6%. Beberapa proyek besar di Ethereum juga mengalami penurunan signifikan, seperti Stargate Finance yang turun 11%, Maker yang turun 9%, dan Spark yang turun 6%.

Minat Institusional Menurun

Selain penurunan aktivitas di DEX dan TVL, Ethereum juga menghadapi penurunan minat dari investor institusional.

Premi tahunan untuk kontrak berjangka Ethereum turun di bawah 5%, menandakan lemahnya permintaan dari trader bullish.

Selain itu, sejak 5 Maret, ETF Ethereum mengalami arus keluar bersih sebesar $293 juta, yang semakin memperlihatkan menurunnya kepercayaan investor besar.

Persaingan Ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid

Ethereum kini menghadapi persaingan ketat dari jaringan lain seperti Solana dan Tron. Kedua jaringan ini telah mengumpulkan stablecoin senilai $75 miliar berkat biaya transaksi yang lebih rendah.

Selain itu, Solana semakin menguat di sektor memecoin setelah peluncuran token TRUMP. Di sisi lain, Hyperliquid memperkenalkan blockchain mereka sendiri untuk pasar perpetual futures, semakin menekan dominasi Ethereum.

Pentingnya Upgrade ‘Pectra’ bagi Ethereum

Untuk kembali menarik minat investor dan trader, Ethereum harus membuktikan keunggulannya dibandingkan kompetitor.

Salah satu langkah yang dapat membantu adalah upgrade ‘Pectra’ yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan adopsi pengguna.

Jika tidak ada keunggulan kompetitif yang jelas, Ethereum mungkin akan terus kehilangan pangsa pasar terhadap rival-rivalnya yang semakin agresif.

Ethereum saat ini menghadapi tantangan besar dengan penurunan harga ETH, volume DEX, dan minat institusional.

Meskipun masih mendominasi dalam hal total value locked, persaingan ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid membuat masa depan Ethereum tidak pasti.

Upgrade ‘Pectra’ bisa menjadi peluang untuk mengembalikan daya saing Ethereum, tetapi tanpa adopsi yang kuat, Ethereum berisiko tertinggal di pasar kripto yang semakin dinamis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5, Bisa Terjadi Lonjakan Harga?

Solana baru saja merayakan ulang tahunnya yang kelima dengan fenomena yang mencuri perhatian—volatilitas ekstrem pada USDT yang berjalan di jaringan blockchain-nya.

Dilaporkan BeInCrypto, studi terbaru dari platform solusi pembayaran Web3, Mercuryo, mengungkap bahwa aktivitas perdagangan USDT di Solana mengalami fluktuasi tajam, mencerminkan minat spekulatif yang sangat tinggi terhadap jaringan ini.

Volatilitas USDT Solana: Apa yang Terjadi?

Solana, yang kini menjadi salah satu blockchain terbesar di dunia, terus menarik minat pedagang kripto. Blok genesisnya pertama kali ditambang pada 16 Maret 2020, dan dalam perayaan tonggak sejarah ini, Mercuryo melakukan penelitian mendalam mengenai volatilitas transaksi di jaringan tersebut.

Menurut laporan Mercuryo, volatilitas USDT di Solana telah mencapai tingkat “ekstrem” sepanjang tahun 2025. Greg Waisman, Co-founder dan COO Mercuryo, menyatakan bahwa peningkatan besar dalam aktivitas perdagangan USDT di Solana mencerminkan ledakan minat terhadap peluang spekulasi yang tersedia di ekosistem ini.

“Kami telah melihat tingkat aktivitas perdagangan yang luar biasa dalam jaringan Solana selama 12 bulan terakhir, dan ulang tahunnya yang kelima semakin menggarisbawahi daya tariknya bagi para pedagang kripto di seluruh dunia,” ungkap Waisman.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Lonjakan Perdagangan USDT: Naik-Turun yang Tajam

Dalam dua bulan pertama tahun 2025 saja, volatilitas USDT Solana mengalami lima kali lonjakan signifikan. Volume perdagangan harian token ini berfluktuasi dengan dramatis, terdiri dari tiga lonjakan besar dan dua penurunan yang relatif lebih kecil.

  • Pada 13 Januari 2025, volume perdagangan USDT melonjak sebesar 100%.
  • Seminggu kemudian, aktivitas ini anjlok hingga 63%.
  • Pada 27 Januari, volume kembali melesat hingga 129%.

Meskipun dua kali mengalami penurunan sebesar 60% – 70%, lonjakan berikutnya mencapai angka 100% hingga 137%, mencerminkan pergerakan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya di jaringan blockchain mana pun.

Ledakan Koin Meme dan Pengaruhnya terhadap Solana

Salah satu faktor utama yang mendorong volatilitas ekstrem ini adalah ledakan popularitas koin meme di ekosistem Solana. Mercuryo menyoroti bahwa platform seperti Pump.fun telah memicu peningkatan minat perdagangan yang luar biasa, bahkan dalam beberapa kesempatan berhasil melampaui volume perdagangan Ethereum.

Selama lima tahun terakhir, jaringan Solana telah memproses lebih dari 408 miliar transaksi dan menangani nilai hampir $1 triliun di bursa terdesentralisasi. Meski pertumbuhannya cukup stabil sejak 2023, volatilitas arus masuk modal tetap menjadi tantangan tersendiri.

Apa Artinya bagi Masa Depan Solana?

Fluktuasi harga Solana dan volume perdagangan yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa Solana masih menjadi pusat perhatian dalam dunia kripto.

Meskipun volatilitas ini membawa risiko, ia juga mencerminkan minat dan likuiditas yang tinggi di jaringan ini. Dengan pertumbuhan yang pesat dalam lima tahun terakhir, Solana tampaknya siap untuk terus berkembang dan memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem kripto global.

Seiring dengan meningkatnya daya tariknya di kalangan pedagang dan investor, akan menarik untuk melihat bagaimana Solana akan menghadapi tantangan volatilitas ini dan apakah ia dapat terus mempertahankan momentumnya di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5: Potensi Harga SOL ke Depan?

Solana, salah satu blockchain terbesar di dunia, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5 pada Minggu lalu.

Dilaporkan The Block, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, Solana telah mengalami banyak perkembangan signifikan selama perjalanannya. Namun, di tengah perayaan ini, aktivitas jaringan justru mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Penurunan Aktivitas di Jaringan Solana

Sejak mencapai puncak jumlah alamat aktif pada November lalu, aktivitas pengguna di jaringan Solana terus mengalami penurunan setiap bulannya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap hal ini adalah menurunnya popularitas Pump.fun, platform peluncuran memecoin yang sempat mengalami lonjakan pertumbuhan luar biasa sejak debutnya pada Mei 2024.

Pump.fun, yang pernah mencapai pendapatan kumulatif sebesar $100 juta hanya dalam 217 hari, kini mengalami kemerosotan akibat beberapa skandal memecoin yang mengguncang dunia kripto.

Salah satunya bahkan melibatkan Presiden Argentina, yang berujung pada seruan pemakzulan. Akibatnya, jumlah token yang berhasil lolos ke Raydium dari platform ini mencapai titik terendah pada hari Sabtu, hanya 0,66%.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kebangkitan Harga SOL dan Tantangan Masa Lalu

Meski aktivitas pengguna menurun, harga SOL—token asli Solana—justru mengalami pemulihan besar. Setelah anjlok di bawah $10 akibat runtuhnya bursa kripto FTX pada November 2022, harga SOL kembali naik dan sempat menyentuh level tertinggi tahun 2022 sebelum kembali stabil di sekitar $127.

Salah satu pendiri Solana, Raj Gokal, menyebut kejatuhan FTX sebagai “momen krusial” bagi Solana. Meski sempat mengalami tekanan besar, blockchain ini berhasil bertahan dan terus berinovasi untuk meningkatkan daya saingnya di industri kripto.

Firedancer: Masa Depan Cerah untuk Solana

Salah satu inovasi yang sangat dinantikan dari Solana adalah peluncuran klien Firedancer dari Jump Crypto. Klien ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan dengan mempercepat pemrosesan transaksi serta meningkatkan ketahanan terhadap ancaman dan gangguan.

Saat ini, Firedancer masih dalam tahap uji coba dan diperkirakan akan dirilis secara penuh tahun ini. Dengan peningkatan ini, Solana menargetkan untuk mencapai kecepatan hingga 1 juta transaksi per detik (TPS), menjadikannya salah satu blockchain tercepat di dunia.

Potensi Masuk ETF dan Prospek Masa Depan

Selain inovasi teknologinya, Solana juga berpotensi masuk dalam Exchange-Traded Fund (ETF) pada tahun 2024.

Beberapa manajer aset telah mengajukan proposal untuk memasukkan SOL ke dalam dana investasi mereka. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan adopsi Solana di pasar keuangan tradisional.

Meskipun mengalami pasang surut, Solana tetap menunjukkan daya tahannya di industri kripto. Dengan inovasi seperti Firedancer dan kemungkinan masuk ETF, masa depan blockchain ini tampak semakin menjanjikan. Kini, para investor dan komunitas Solana menantikan perkembangan lebih lanjut yang akan menentukan arah pertumbuhan jaringan ini dalam beberapa tahun ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com