Tag Archives: solana

Bitcoin, Solana, dan BNB: Trio Kripto Paling Hot di Maret 2025

Di tengah pasar kripto yang dinamis, platform X menjadi barometer utama untuk melihat aset digital yang sedang menjadi perbincangan hangat.

Hingga 15 Maret 2025, tiga nama besar mendominasi diskusi: Bitcoin (BTC), Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB). Ketiganya menarik perhatian karena momentum pasar yang kuat dan faktor-faktor unik yang membuatnya semakin relevan di tahun ini. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai ketiga aset tersebut dan mengapa mereka menjadi pusat perhatian.

Bitcoin: Raja Kripto yang Tak Tergoyahkan

Sebagai aset kripto pertama dan paling dominan, Bitcoin terus membuktikan posisinya sebagai penyimpan nilai global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Setelah mencetak rekor baru dengan melampaui harga $100.000 dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian, terutama karena kebijakan pemerintahan Trump yang lebih ramah terhadap kripto. Isu mengenai potensi cadangan Bitcoin di Amerika Serikat serta strategi akumulasi yang dilakukan oleh negara-negara seperti El Salvador semakin memperkuat Bitcoin sebagai aset yang memiliki dampak geopolitik.

Namun, tidak semua perjalanan Bitcoin mulus. Setelah menyentuh level tertinggi, BTC mengalami koreksi dan diperdagangkan di angka $84.340 per 15 Maret 2025. Meski demikian, optimisme tetap tinggi, dengan banyak analis yang memprediksi potensi kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Solana: Altcoin yang Bersinar di Tahun 2025

Solana terus menjadi salah satu altcoin dengan pertumbuhan paling mengesankan.

Dilaporkan Ecoinomist, keunggulan teknologinya, seperti kemampuan menangani 65.000 transaksi per detik dengan biaya transaksi yang sangat rendah, membuatnya semakin diminati oleh komunitas kripto. Ekosistem DeFi Solana yang terus berkembang, termasuk munculnya proyek-proyek inovatif mulai dari koin meme hingga decentralized exchanges (DEX), semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu aset paling menjanjikan di tahun ini.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Popularitas Solana juga didorong oleh para pengembang dan pedagang yang melihat potensinya dalam membentuk masa depan keuangan terdesentralisasi. Dengan semua faktor ini, tidak mengherankan jika Solana menjadi topik utama di X dan menjadi salah satu kripto yang paling banyak dibicarakan pada bulan Maret.

BNB: Kekuatan di Balik Ekosistem Binance

Binance Coin (BNB) melengkapi trio kripto yang sedang tren di bulan Maret berkat peran strategisnya dalam ekosistem Binance.

Sebagai token utilitas yang digunakan untuk berbagai layanan dalam platform Binance, BNB menawarkan banyak keuntungan bagi penggunanya, seperti diskon biaya perdagangan, hadiah staking, hingga manfaat dalam berbagai aplikasi Web3.

Pergerakan harga BNB (BNB/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga BNB (BNB/USDT) pada Minggu, 16 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sejak diluncurkan pada 2017, BNB telah mengalami kenaikan harga yang luar biasa, mencapai $547 pada Maret 2025. Stabilitas dan utilitasnya yang tinggi menjadikan BNB pilihan menarik bagi investor yang mencari aset dengan fundamental kuat dalam pasar yang penuh spekulasi.

Faktor X: Mengapa Bitcoin, Solana, dan BNB?

Ketiga aset ini berhasil mendominasi perbincangan karena kombinasi dari berbagai faktor kunci:

  • Bitcoin: Memiliki warisan sebagai aset digital pertama dan paling kuat dalam hal kapitalisasi pasar.
  • Solana: Menawarkan inovasi dan efisiensi tinggi yang menarik bagi pengembang dan pengguna DeFi.
  • BNB: Memiliki utilitas luas dalam ekosistem Binance, menjadikannya pilihan praktis bagi banyak investor.

Diskusi di X mencerminkan preferensi pasar terhadap stabilitas, kecepatan, dan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Volume perdagangan Bitcoin, total value locked (TVL) dalam DeFi Solana, serta ekspansi ekosistem Binance semakin memperkuat tren positif ketiga aset ini.

Apa Selanjutnya?

Tren kripto di bulan Maret menunjukkan bahwa pergerakan pasar masih sangat dinamis. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi dalam waktu dekat meliputi:

  • Bitcoin bisa mencapai $150.000 jika adopsi institusional dan regulasi yang mendukung terus berkembang.
  • Tren koin meme dan proyek DeFi di Solana bisa melahirkan bintang baru dalam dunia kripto.
  • BNB bisa semakin memperkuat posisinya seiring dengan pertumbuhan Binance dan adopsi Web3 yang lebih luas.

X akan tetap menjadi sumber utama untuk melacak tren ini dan mengidentifikasi peluang besar berikutnya dalam dunia kripto. Jika Anda ingin tetap terdepan dalam perkembangan pasar, terus pantau diskusi dan analisis terbaru mengenai aset digital yang sedang naik daun!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solayer (LAYER): Token Layer-2 Solana Naik 41% di Tengah Pasar Lesu

Di tengah tren penurunan pasar kripto, salah satu proyek Layer-2 Solana, Solayer (LAYER), justru mencatat lonjakan harga yang signifikan.

Dilaporkan Dailyhold, Dalam satu minggu terakhir, harga token ini naik lebih dari 41%, didorong oleh serangkaian pencatatan di berbagai bursa kripto.

Apa Itu Solayer (LAYER)?

Solayer adalah jaringan blockchain yang dikembangkan untuk mendukung throughput tinggi dengan latensi mendekati nol. Proyek ini mengklaim mampu menangani hingga 1 juta transaksi per detik (TPS), menjadikannya salah satu solusi penskalaan tercepat di ekosistem Solana.

Menurut tim pengembangnya, Solayer dirancang khusus untuk membantu pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps) meningkatkan performa mereka di jaringan Solana. Protokol ini tidak hanya meningkatkan kecepatan akses jaringan tetapi juga mengurangi biaya transaksi hingga 50 kali lipat.

Kenaikan Harga dan Pencatatan di Bursa

Token asli Solayer, LAYER, mengalami kenaikan harga dari $0,857 menjadi $1,21 hanya dalam satu minggu. Dalam 24 jam terakhir saja, harga token ini naik lebih dari 18%. Meskipun demikian, harga LAYER masih berada di bawah rekor tertingginya di $1,41, yang dicapai tak lama setelah peluncurannya pada bulan Februari.

Sejak debutnya, LAYER telah mendapatkan perhatian dari berbagai bursa kripto global. Bursa seperti Bitget (Singapura), MEXC (Seychelles), Kraken (AS), dan HashKey Global (Hong Kong) telah menambahkan token ini ke dalam daftar perdagangan mereka. Pencatatan di berbagai platform ini semakin meningkatkan eksposur dan likuiditas LAYER di pasar.

Masa Depan Solayer

Dengan teknologi canggih dan keunggulan dalam kecepatan serta biaya transaksi, Solayer berpotensi menjadi salah satu solusi Layer-2 terkemuka di ekosistem Solana. Lonjakan harga yang terjadi baru-baru ini mencerminkan optimisme pasar terhadap proyek ini, meskipun volatilitas masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh para investor.

Seiring dengan pertumbuhan ekosistem Solana, akankah Solayer mampu mempertahankan momentumnya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Jaringan Solana Anjlok, Apa Dampaknya?

Dalam beberapa minggu terakhir, ekosistem Solana mengalami penurunan aktivitas yang signifikan.

Penurunan ini tidak hanya berdampak pada keterlibatan pengguna, tetapi juga mengakibatkan total nilai terkunci (TVL) anjlok ke level terendah sejak awal tahun. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai kepercayaan investor terhadap jaringan dan potensi penurunan harga SOL lebih lanjut.

Pengguna Aktif Solana Turun 35%

Dilaporkan BeInCrypto, berdasarkan data dari Artemis, jumlah alamat harian yang menyelesaikan setidaknya satu transaksi di jaringan Solana telah turun hingga 35% dalam 30 hari terakhir. Saat ini, hanya sekitar 4,08 juta alamat yang aktif di blockchain Layer-1 tersebut.

Penurunan jumlah alamat aktif harian ini menjadi indikator utama melemahnya adopsi Solana. Banyak pengguna yang tampaknya mulai beralih ke blockchain lain yang menawarkan pengalaman lebih menarik atau biaya transaksi lebih rendah. Selain itu, rendahnya keterlibatan ini berdampak langsung pada jumlah transaksi harian, yang juga mengalami penurunan sebesar 18% dalam periode yang sama.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak pada DeFi dan TVL Solana

Minimnya partisipasi pengguna menyebabkan likuiditas di berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) berbasis Solana semakin berkurang. Hal ini tercermin dari anjloknya total nilai terkunci (TVL) di jaringan, yang kini berada di angka $6,69 miliar, level terendah sejak awal tahun.

TVL yang terus menurun menunjukkan rendahnya kepercayaan investor terhadap ekosistem Solana. Banyak pengguna yang memilih menarik dananya dari berbagai protokol DeFi, menyebabkan likuiditas semakin menipis. Dalam jangka panjang, tren ini dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap harga SOL jika tidak ada pemulihan signifikan dalam waktu dekat.

Ancaman Penurunan Harga SOL

Seiring dengan melemahnya permintaan dan keterlibatan jaringan yang menurun, harga SOL juga mengalami tekanan besar. Dalam 30 hari terakhir, harga SOL telah turun sekitar 35%, dengan nilai perdagangan saat ini di sekitar $124,86.

Berdasarkan analisis teknikal, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) SOL berada pada angka 36,91—menunjukkan dominasi aksi jual di pasar. Jika tekanan jual terus berlanjut, harga SOL berpotensi turun ke level support utama di $120,72. Jika level ini gagal bertahan, SOL bisa jatuh lebih dalam hingga ke $108,43.

Namun, jika sentimen pasar berubah menjadi lebih bullish, ada kemungkinan SOL bisa mengalami pemulihan dan naik kembali ke level $136,62.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis: Solana Berpotensi Naik dengan Pengurangan Inflasi dan ETF

Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah seorang analis terkemuka menyampaikan pandangan optimis terhadap masa depan aset kripto ini.

Dalam sebuah video terbaru, analis dengan nama samaran InvestAnswers mengungkapkan kepada 563.000 pelanggan YouTube-nya bahwa prospek bullish Solana semakin kuat berkat usulan pengurangan inflasi yang signifikan.

Pengurangan Inflasi Hingga 80%

Proposal yang sedang dipertimbangkan akan memangkas tingkat inflasi Solana dari sekitar 4,8% menjadi hanya 0,86%. Jika pemungutan suara ini lolos pada akhir Epoch 755, maka Solana akan menjadi salah satu aset layer-1 dengan inflasi terendah di industri kripto. Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini memiliki tingkat inflasi sebesar 0,85%.

Dilaporkan Dailyhodl, Epoch sendiri merupakan periode tetap dalam jaringan Solana di mana berbagai keputusan penting seperti tata kelola dan peningkatan protokol dibuat. Jika pemangkasan inflasi ini disetujui, Solana akan semakin menarik bagi investor yang mencari aset kripto dengan pasokan yang lebih stabil dan tahan inflasi.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Potensial ETF Solana

Selain pengurangan inflasi, faktor lain yang dapat mendorong harga Solana lebih tinggi adalah potensi disetujuinya ETF spot Solana oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). InvestAnswers menyoroti bahwa jika ETF ini terealisasi, permintaan terhadap SOL bisa melonjak drastis.

“Jika ETF Solana hadir, banyak yang akan dipertaruhkan. Dengan berkurangnya jumlah token yang beredar di bursa, kita bisa melihat lonjakan harga yang signifikan,” ujar InvestAnswers.

Dampak pada Staking Rewards

Salah satu kekhawatiran yang muncul dari pengurangan inflasi adalah potensi penurunan imbalan staking. Namun, InvestAnswers menilai bahwa apresiasi harga SOL akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan keuntungan staking jangka pendek.

“Bayangkan apakah Anda lebih memilih SOL tetap di harga $120 dengan imbalan staking 6-8% per tahun, atau Anda ingin harga SOL naik dua kali lipat menjadi $240? Jawabannya tentu Anda ingin aset tersebut berlipat ganda karena itu akan memberikan keuntungan yang lebih besar,” jelasnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alameda Pindahkan Token Solana ke Wallet Terkait FTX

Alameda Research kembali menjadi sorotan setelah melakukan unstake dalam jumlah besar terhadap token Solana dan mentransfernya ke beberapa dompet yang terkait dengan FTX.

Mengutip laman Coinpaprika pada Jumat (14/3), meski pergerakan ini cukup signifikan, harga Solana tetap stabil di tengah kondisi pasar kripto yang lesu.

Data on-chain menunjukkan bahwa token yang diunstake didistribusikan ke 38 dompet yang terhubung dengan FTX, melanjutkan pola serupa dalam transaksi sebelumnya oleh Alameda.

Dampak Pergerakan Alameda terhadap Pasar Kripto

Biasanya, transfer aset dalam jumlah besar oleh Alameda berdampak signifikan pada harga aset kripto.

Sebagai contoh, saat perusahaan ini memindahkan Ethereum pada awal 2024, harga ETH melonjak dua digit. Namun, dalam kasus Solana kali ini, dampaknya hampir tidak terasa.

Meski sempat mengalami sedikit penurunan dan lonjakan singkat sebelum pengumuman, harga Solana tetap dalam kisaran stabil tanpa fluktuasi berarti.

Spekulasi di Balik Pergerakan Token Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 14 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Alasan pasti di balik langkah Alameda ini masih belum jelas. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi aset FTX yang sedang berlangsung.

Bulan lalu, FTX memulai tahap pertama pengembalian dana kepada kreditur, sementara awal bulan ini, pertukaran tersebut kembali membuka sejumlah besar token Solana.

Jika transfer Alameda terkait dengan proses ini, kemungkinan besar langkah ini dilakukan untuk membantu pemulihan dana bagi para pengguna yang terkena dampak kebangkrutan FTX.

Sentimen Pasar Kripto yang Bearish

Meskipun Alameda telah memindahkan sejumlah besar token Solana, permintaan terhadap aset ini diperkirakan tidak akan mengalami perubahan besar.

Sentimen pasar kripto saat ini berada dalam kondisi ketakutan ekstrem, menyebabkan banyak investor menarik dananya dari aset utama.

Dengan kondisi ini, aksi Alameda hanya menjadi bagian kecil dari dinamika pasar yang lebih besar.

Regulasi dan Tren Pasar Lebih Berpengaruh pada Solana

Investor terus mengamati perkembangan lebih lanjut terkait Solana dan dampaknya terhadap pasar.

Namun, dalam situasi saat ini, faktor yang lebih dominan dalam menentukan pergerakan harga Solana adalah regulasi dan tren makroekonomi dibandingkan dengan transfer token oleh Alameda.

Dengan begitu, para pemegang Solana disarankan untuk tetap memperhatikan faktor eksternal yang lebih luas dalam mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Franklin Templeton Ajukan ETF Solana, Langkah Besar Industri Kripto

Franklin Templeton, salah satu manajer aset terbesar di dunia, kembali membuat gebrakan di industri kripto, khususnya untuk Solana. Hanya sehari setelah mengajukan Exchange-Traded Fund (ETF) untuk XRP, perusahaan ini kini resmi mengajukan ETF untuk Solana (SOL) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 12 Maret 2025. Jika disetujui, ETF ini akan menjadi salah satu pencapaian besar dalam evolusi investasi aset digital.

Tren ETF Kripto yang Kian Meluas

Dilaporkan The Street, ETF kripto adalah dana investasi yang mencerminkan kinerja aset kripto tertentu. Saham dari ETF ini diperdagangkan di bursa saham tradisional, membuatnya lebih mudah diakses oleh investor institusional maupun ritel yang ingin berinvestasi dalam kripto tanpa harus langsung membeli dan menyimpan aset digital tersebut.

Sejak SEC menyetujui ETF Bitcoin dan Ethereum pada tahun lalu, gelombang pengajuan ETF untuk aset kripto lainnya terus meningkat. Di bawah pemerintahan baru yang lebih terbuka terhadap inovasi digital, beberapa altcoin seperti SOL, XRP, dan DOGE mulai mendapatkan perhatian lebih sebagai kandidat ETF berikutnya.

Optimisme Pasar dan Tantangan Regulasi

Meskipun SEC belum memberikan keputusan atas pengajuan ETF Solana dan XRP ini, para ahli tetap optimis. James Seyffart, seorang analis ETF terkemuka, menyebut bahwa penundaan ini adalah prosedur standar. Ia juga menegaskan bahwa peluang persetujuan ETF tersebut cukup tinggi, mengingat batas waktu keputusan terakhir SEC adalah Oktober 2025.

Langkah Franklin Templeton ini juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam manajemen aset digital. Sebelumnya, perusahaan ini telah meluncurkan ETF Bitcoin spot pada Januari 2024 dan ETF Ethereum spot pada Juli 2024. Kini, dengan fokus pada altcoin seperti Solana dan XRP, Franklin Templeton semakin memperluas cakupan investasi kriptonya.

Dampak bagi Industri Kripto

Jika ETF Solana ini disetujui, bukan hanya Franklin Templeton yang akan mendapat keuntungan, tetapi juga seluruh ekosistem kripto. Persetujuan ETF ini dapat meningkatkan legitimasi dan kepercayaan terhadap Solana sebagai aset investasi, menarik lebih banyak investor institusional ke dalam pasar kripto.

Selain itu, tren pengajuan ETF altcoin ini juga mencerminkan perubahan dalam lanskap regulasi kripto yang semakin matang. Dengan semakin banyaknya ETF berbasis kripto yang mendapatkan persetujuan, industri ini berpotensi berkembang lebih pesat dan menjadi bagian yang lebih besar dari sistem keuangan global.

Dengan perkembangan ini, industri kripto kini memasuki babak baru yang menjanjikan, di mana investasi dalam aset digital semakin mudah, aman, dan diakui secara luas oleh pasar keuangan tradisional.

Harga Solana (SOL) naik ke $124.44 atau sekitar Rp2,042,151.24, mencatat kenaikan +2.08% dalam 24 jam terakhir. Selama periode ini, SOL mencapai harga tertinggi $131.33 dan terendah $121.44. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar 4,171,724.22 SOL atau setara $523,563,812.46 USDT.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Solana VanEck Terdaftar di Delaware, tapi Harga SOL Turun

Solana semakin menunjukkan potensinya di dunia investasi tradisional! VanEck, salah satu perusahaan manajemen aset terbesar, baru saja mendaftarkan ETF Solana di Delaware.

Dilaporkan Cryptotimes, langkah ini bisa menjadi titik awal bagi adopsi Solana yang lebih luas di kalangan investor tradisional yang ingin merambah dunia kripto, tidak hanya terbatas pada Bitcoin.

ETF Solana: Langkah Maju untuk Adopsi Kripto?

Dengan pendaftaran ETF ini, Solana berpeluang menjadi aset yang lebih mudah diakses oleh investor institusional.

Sejak Januari 2024, ketika ETF Bitcoin spot pertama disetujui, semakin banyak aset kripto yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pengakuan serupa. Setelah Ethereum menyusul dengan ETF-nya sendiri, kini Solana dan XRP menjadi pesaing utama dalam mendapatkan persetujuan serupa.

Harga SOL Terjun Bebas, Ada Apa?

Sayangnya, meskipun ada kabar positif dari pendaftaran ETF ini, harga SOL justru mengalami penurunan signifikan. Dalam 24 jam terakhir, harga SOL turun hampir 10%, diperdagangkan di bawah $120.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pada saat penulisan, SOL berada di angka $116,78 dengan kapitalisasi pasar sekitar $59,44 miliar, menurut data CoinMarketCap.

Penurunan ini sejalan dengan aksi jual besar-besaran di pasar kripto, yang juga mempengaruhi aset lain seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP yang mengalami penurunan sekitar 5%. Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah kurangnya daya tarik dari rencana cadangan kripto Trump serta berita pembukaan token baru yang menambah tekanan pada harga SOL dalam sebulan terakhir.

Perjalanan Harga SOL: Dari Puncak ke Volatilitas

Sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $294,33 pada 19 Januari, harga SOL telah anjlok lebih dari 60%.

Volatilitas ini semakin diperparah dengan penurunan harga Bitcoin yang kini berada di bawah $80.000, kembali ke level sebelum pemilihan umum AS.

Meski begitu, dengan meningkatnya minat investor institusional terhadap kripto dan peluang Solana untuk mendapatkan ETF spot, masih ada harapan bagi SOL untuk bangkit. Apakah langkah VanEck ini akan menjadi katalis positif bagi harga SOL ke depannya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Nyata di Balik Anjloknya Pasar Kripto Senilai $1,2 Triliun

Pasar kripto mengalami penurunan tajam dengan total kehilangan nilai mencapai $1,2 triliun.

Menurut laporan Thecoinrepublic pada Selasa (11/3), Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang paling terdampak, kehilangan lebih dari 50% sejak Desember lalu.

Fenomena ini juga mempengaruhi pasar saham, dengan total gabungan kehilangan nilai mencapai $5,5 triliun dalam dua bulan terakhir.

Ethereum dan Bitcoin Terimbas Volatilitas Pasar

Pada puncak volatilitas, harga Ethereum sempat turun di bawah $2.000, menandai titik terendah baru bagi aset digital ini.

Bitcoin (BTC) juga mengalami penurunan harga signifikan, dengan nilai saat ini berada di angka $78.220, turun 5,92% dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Ethereum berada di $1.901,36 setelah mengalami penurunan 5,45%. Altcoin lain, seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), juga mengalami penurunan harga besar-besaran.

Cardano mencatatkan penurunan paling tajam sebesar 6,18%. Sementara Solana mengalami likuidasi terbesar dengan nilai mencapai $34 juta dalam sehari.

Bahkan, dalam 14 hari terakhir, Ethereum mengalami penurunan lebih dari 14% meskipun adanya produk ETF spot yang seharusnya meningkatkan arus masuk modal.

Faktor Penyebab Penurunan Pasar Kripto

Analis dari The Kobeissi Letter mengungkapkan bahwa penurunan pasar ini sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian ekonomi yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan Donald Trump.

Pada 1 Februari 2025, perang dagang yang semakin memanas menambah tekanan pada pasar keuangan global.

Selain itu, perubahan sentimen investor menjadi faktor utama lainnya. Hanya dalam hitungan hari, pasar berpindah dari kondisi “keserakahan ekstrem” menjadi “ketakutan ekstrem”.

Tren ini juga diperburuk oleh penurunan signifikan dalam investasi pada saham-saham Magnificent 7, yang berimbas langsung pada pasar kripto.

Likuidasi besar-besaran juga terjadi, dengan total $828 juta dilikuidasi dalam 24 jam terakhir dari lebih dari 268.000 trader.

Ethereum menjadi salah satu aset yang paling terdampak dengan likuidasi senilai $197,18 juta.

Strategi Pasar Kripto 2025

Meskipun pasar masih dalam tekanan bearish, beberapa analis melihat peluang bagi investor yang berani mengambil risiko.

The Kobeissi Letter menyatakan bahwa ada pergeseran posisi di pasar yang bisa dimanfaatkan.

Indeks Volatilitas (VIX) yang meningkat lebih dari 70% dalam sebulan terakhir menjadi indikator adanya potensi pemulihan.

Indeks Dow Jones diperkirakan akan mengalami kenaikan minimal 1.000 poin dalam waktu dekat.

Mengingat korelasinya dengan pasar kripto, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan besar juga akan mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, meskipun pasar kripto saat ini mengalami tekanan besar, peluang untuk pemulihan tetap ada bagi investor yang mampu mengantisipasi perubahan tren dengan strategi yang tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendapatan Solana Anjlok 90% dari Puncak Januari

Pendapatan jaringan Solana mengalami penurunan drastis hingga 90% dari puncaknya pada Januari, kembali ke level yang tidak terlihat sejak September seperti dilaporkan oleh Thedefiant pada Selasa (11/3)

Hal ini terjadi akibat meredanya siklus memecoin yang sebelumnya mendorong aktivitas transaksi di jaringan ini.

Dampak Anjloknya Pasar Memecoin

Selama dua minggu terakhir, pendapatan jaringan Solana rata-rata hanya mencapai $4 juta per minggu. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode 13 hingga 27 Januari.

Kala itu, Solana menghasilkan $38,5 juta per minggu akibat lonjakan popularitas memecoin seperti TRUMP.

Penurunan ini berkaitan langsung dengan berkurangnya biaya transaksi yang dikumpulkan oleh jaringan.

Dalam dua minggu terakhir, total biaya transaksi hanya mencapai $8 juta, menjadi periode terendah sejak September.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 11 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Pendapatan

Meredanya pasar memecoin disebabkan oleh kejatuhan beberapa proyek besar yang sebelumnya mendominasi, seperti TRUMP, serta beberapa skema penipuan seperti LIBRA, MELANIA, dan ENRON.

Awalnya, memecoin menarik banyak likuiditas dan mendorong aktivitas perdagangan, tetapi setelah runtuhnya proyek-proyek tersebut, kepercayaan terhadap pasar memecoin menghilang sepenuhnya.

Selain itu, volatilitas pasar kripto secara umum turut berkontribusi terhadap penurunan ini.

Harga Bitcoin (BTC) saat ini turun menjadi $78.000, atau hampir 30% lebih rendah dari rekor tertingginya di $109.000.

Solana Masih Lebih Baik Dibandingkan Musim Panas 2024

Meskipun terjadi penurunan drastis, pendapatan Solana saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan akhir musim panas 2024.

Pada periode 19 Agustus hingga 16 September, jaringan ini hanya menghasilkan kurang dari $2 juta per minggu.

Harga SOL Juga Turun

Tidak hanya pendapatan, harga token SOL juga mengalami penurunan signifikan. Dari puncaknya di $295 pada 19 Januari, harga SOL kini turun 60% menjadi $117.

Faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah aksi jual besar-besaran di pasar kripto serta pembukaan token investor yang dimulai pada 1 Maret.

Sementara itu, memecoin di jaringan Solana mengalami penurunan yang lebih parah. Beberapa memecoin yang sempat mendominasi pasar seperti FARTCOIN, GOAT, dan ARC kini telah anjlok antara 85% hingga 95% dari puncaknya di kuartal keempat 2024.

Seorang kontributor MegaEth dengan nama 0xBreadGuy mengomentari situasi ini di media sosial X.

Menurutnya, euforia keuntungan besar dari memecoin membuat banyak investor mengabaikan risiko pasar.

Namun, dengan hancurnya proyek seperti MELANIA dan LIBRA, selera risiko di pasar memecoin juga ikut menghilang.

Penurunan tajam ini menunjukkan bagaimana siklus spekulatif dapat mempengaruhi pendapatan jaringan blockchain.

Kini, komunitas Solana harus mencari narasi baru untuk menghidupkan kembali ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tertekan: Penurunan Harga dan Dampak Meme Coin Mania

Sejak awal tahun 2025, Solana (SOL) mengalami penurunan nilai hampir 29%. Meskipun berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan likuiditas dan memasukkan SOL ke dalam Daftar Cadangan Aset Digital AS, harga altcoin ini tetap tertekan.

Menurut laporan Crypto Intelligence, kondisi ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh altcoin dalam menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar kripto.

Cadangan Aset Digital AS: Pedang Bermata Dua?

Presiden Donald Trump mengumumkan penyertaan Solana, Cardano (ADA), dan XRP ke dalam Cadangan Aset Digital AS sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi negara dalam ekosistem kripto.

Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tarik pasar Solana, tetapi dampak positif yang diantisipasi belum terlihat. Beberapa analis menilai bahwa pendekatan pasif pemerintah—mengandalkan aset yang disita alih-alih partisipasi aktif di pasar—membuat minat investor tetap rendah.

Lonjakan Likuiditas Tak Mampu Dongkrak Harga SOL

Sejak 1 Januari 2025, pasar kripto menerima suntikan lebih dari $9,5 miliar stablecoin USD Coin (USDC) untuk meningkatkan likuiditas.

Sayangnya, aliran dana besar ini tidak berhasil mendongkrak harga Solana. Data menunjukkan bahwa sebagian besar likuiditas baru ini justru dialihkan ke memecoin, yang membatasi dampak positif pada SOL.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Memecoin Mania dan Dampaknya pada Solana

Peluncuran token Official Trump (TRUMP) menciptakan gelombang baru dalam pasar kripto, tetapi dengan konsekuensi tak terduga bagi Solana.

Sejak token TRUMP diperkenalkan, harga SOL anjlok 49% dari $261 pada 18 Januari menjadi $133 pada 9 Maret. Antusiasme terhadap token baru ini mendorong investor untuk menjual aset kripto lain, termasuk Solana, demi mendapatkan keuntungan dari tren baru. Pergeseran investasi ini memperburuk tekanan jual pada SOL.

Investor Beralih ke Aset yang Lebih Aman

Tidak hanya Solana yang tertekan, tetapi pasar kripto secara keseluruhan juga mengalami penurunan. Sejak awal 2025, total kapitalisasi pasar turun hampir 17%. Solana mengalami arus keluar dana lebih dari $485 juta hanya dalam bulan Februari.

Investor kini mengalokasikan modal mereka ke aset yang dianggap lebih stabil, seperti Ethereum, Arbitrum, dan Binance Smart Chain (BNB Chain). Tren ini menegaskan bahwa pelarian ke aset yang lebih aman menjadi strategi utama di tengah ketidakpastian pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com