Tag Archives: solana

Harga Solana Anjlok 40%, Bisakah Pulih Sebelum Token Unlock di Maret?

Solana (SOL) tengah mengalami tekanan besar di pasar kripto, dengan harga turun hingga 40% sejak Januari.

Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor utama, termasuk dampak memecoin, menurunnya volume perdagangan di platform DEX (Decentralized Exchange), serta pembukaan 11,2 juta token yang akan terjadi pada 1 Maret.

Apakah Solana bisa bangkit dari keterpurukan ini?

Harga SOL Terus Tertekan

Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di angka $169,03, mencerminkan penurunan drastis dari puncaknya pada Januari.

Dalam satu minggu terakhir saja, SOL telah mengalami penurunan 10%, menandakan kepercayaan investor terhadap aset ini semakin melemah.

Selain itu, volume perdagangan Solana di DEX juga merosot tajam. Volume perdagangan 24 jam terakhir mencapai $2,932 miliar, sementara total mingguan hanya $24,89 miliar—turun sekitar 20,57% dalam tujuh hari terakhir.

Penurunan ini menunjukkan minat terhadap Solana mulai berkurang di kalangan investor dan trader.

Pergerakan SOL/USDT. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan SOL/USDT. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Skandal Memecoin LIBRA

Salah satu faktor utama yang menekan harga SOL adalah skandal memecoin LIBRA. Token ini awalnya dipromosikan oleh Presiden Argentina, Javier Milei, dan sempat mencapai kapitalisasi pasar hingga $4,56 miliar.

Namun, dalam hitungan jam, nilainya anjlok lebih dari 94% akibat dugaan “rug pull”—di mana pengembang menarik likuiditas dan meninggalkan investor dengan aset yang tidak berharga.

Menurut laporan AMBcrypto, Kejadian ini telah memicu gugatan hukum terhadap Presiden Milei dan meningkatkan pengawasan terhadap proyek memecoin di pasar kripto. Ketidakpastian ini semakin memperburuk sentimen terhadap Solana, mengingat banyak memecoin berbasis di ekosistemnya.

Pembukaan Token SOL di 1 Maret: Ancaman Tambahan?

Salah satu peristiwa yang paling dinantikan—dan ditakuti—oleh investor Solana adalah pembukaan 11,2 juta token SOL pada 1 Maret.

Token-token ini sebelumnya dijual dalam proses kebangkrutan FTX dan dimiliki oleh investor besar seperti Galaxy, Pantera, dan Figure.

Ketika token-token ini akhirnya dibuka, ada kemungkinan besar akan terjadi aksi jual besar-besaran, yang dapat semakin menekan harga SOL.

Dengan tekanan yang sudah ada dari memecoin dan penurunan volume DEX, pelepasan token ini bisa menjadi pemicu penurunan lebih lanjut bagi Solana.

Apa yang Bisa Dilakukan Solana?

Meskipun situasi saat ini tampak sulit, ada beberapa faktor yang dapat membantu Solana bangkit:

  • Adopsi DeFi yang Lebih Luas: Meskipun platform seperti Raydium dan Orca mengalami penurunan volume, Meteora mencatat peningkatan 23,75%. Jika proyek DeFi lain di ekosistem Solana dapat menarik minat pengguna, ini bisa membantu memperbaiki sentimen pasar.
  • Pemulihan Kepercayaan Investor: Solana perlu mengatasi dampak skandal memecoin dan membangun kembali kepercayaan komunitas kripto.
  • Strategi Pengelolaan Pasar: Jika investor besar memilih untuk menjual token secara bertahap daripada langsung, tekanan jual bisa diminimalkan.

Namun, hingga ada perkembangan positif yang signifikan, Solana masih berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Apakah SOL bisa pulih sebelum 1 Maret? Semua bergantung pada bagaimana pasar merespons dan apakah ekosistemnya dapat menarik kembali investor.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

11,2 Juta Token Solana Bakal Dilelang FTX

FTX, bursa kripto yang sudah tutup pada tahun 2022 lalu, akan membuka lelang 11,2 juta token Solana (SOL) pada 1 Maret 2025.

Dilansir dari Cryptopolitan pada Selasa (18/2), nilai aset tersebut mencapai sekitar USD 2,06 miliar atau setara Rp 33,5 triliun.

Lelang ini juga mengikuti serangkaian lelang kebangkrutan FTX, yang di mana 41 juta SOL telah dijual. Pembukaan lelang ini terjadi di tengah proses pengembalian dana kreditor yang dimulai pada 18 Februari 2025.

Lelang SOL dan Keuntungan Investor BesarDalam tiga lelang yang dilakukan FTX, Galaxy Digital menjadi pembeli terbesar dengan akuisisi 25,52 juta SOL seharga USD 64 atau setara Rp 1,1 juta per token.

Seiring kenaikan harga Solana sejak kebangkrutan FTX, investasi Galaxy kini menghasilkan keuntungan sekitar 187%. Selain itu, Pantera dan konsorsiumnya memperoleh 13,67 juta SOL dengan harga USD 95 atau setara Rp 1,5 juta per token, sehingga memberikan keuntungan sekitar 93%.

Pembeli lainnya mendapatkan 1,8 juta SOL dengan harga USD 102 atau setara Rp 1,6 juta, yang masih menghasilkan laba 80%.

Pembayaran Kreditor FTX DimulaiProses pengembalian dana untuk kreditor FTX resmi dimulai pada 18 Februari 2025. Tahap pertama mencakup pembayaran senilai USD 1,2 miliar (Rp 19,5 triliun) kepada akun dengan klaim di bawah USD 50.000 (Rp 813 juta).

Kreditor yang memiliki klaim lebih besar berpotensi mendapatkan 175% dari klaim awal mereka dalam tahap berikutnya pada kuartal kedua 2025.

BitGo, perusahaan kustodian kripto, ditunjuk untuk menangani distribusi dana. Skema pembayaran ini merupakan bagian dari rencana reorganisasi FTX yang mulai berlaku pada 3 Januari 2025, dengan batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan seluruh pembayaran.

Kontroversi Harga Kredit yang Dinilai Tidak Adil

Komunitas kripto mengkritik mekanisme pembayaran FTX karena menggunakan harga aset dari November 2022, saat bursa ini bangkrut.

Misalnya, harga Bitcoin saat ini mencapai USD 97.988 (Rp 1,5 miliar), jauh di atas batas pengembalian USD 20.000 (Rp 325 juta) yang ditetapkan FTX.

Hal ini menyebabkan banyak pemegang Bitcoin merasa kehilangan potensi keuntungan besar. Hal serupa terjadi pada Solana, yang telah melonjak drastis lebih dari 700% sejak FTX bangkrut, dari harga sekitar USD 22 (Rp 357 ribu) menjadi lebih dari USD 180 (Rp 2,9 juta).

Para kreditor menilai sistem ini tidak adil karena mereka tidak bisa menikmati kenaikan harga aset yang mereka simpan di FTX sebelum kebangkrutannya.

Dampak Kebangkrutan FTX dan Hukuman Sam Bankman-Fried

Kebangkrutan FTX pada 2022 menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah kripto. Investigasi mengungkap kesalahan manajemen dan penipuan besar-besaran, yang berujung pada hukuman 25 tahun penjara bagi pendiri FTX, Sam Bankman-Fried.

Sam dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan kejahatan keuangan, termasuk penipuan dan pencucian uang. Beberapa pihak percaya bahwa Bankman-Fried menggunakan pengaruhnya untuk melobi pejabat tinggi guna menghindari penangkapan.

Bahkan, kabarnya orang tuanya telah bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk meminta pengampunan dari Presiden Donald Trump.

Dengan unlock besar-besaran Solana oleh FTX ini, pasar kripto kemungkinan akan melihat volatilitas tinggi, terutama bagi investor yang telah mengamati perkembangan harga SOL sejak kebangkrutan FTX.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Alasan Harga Solana Melonjak ke ATH Baru

Harga Solana (SOL) kembali mencetak titik tertinggi sepanjang masa (ATH), didorong oleh berbagai faktor seperti pertumbuhan ekosistem, permintaan pasar yang meningkat, dan antisipasi persetujuan ETF berbasis Solana. Kenaikan ini menarik perhatian luas dari investor, baik individu maupun institusional, dan memantapkan posisi Solana sebagai salah satu aset kripto yang paling menarik di pasar saat ini.

Faktor Pendorong Lonjakan Harga Solana

1. Pertumbuhan Ekosistem dan Reli Koin Meme

Dalam beberapa pekan terakhir, ekosistem Solana mencatat pertumbuhan signifikan, terutama di sektor koin meme. Salah satu katalis utama adalah koin meme Official Trump, yang diperkenalkan oleh Presiden terpilih Donald Trump, berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar $5,5 miliar. Popularitas dan reli koin meme ini meningkatkan daya tarik ekosistem Solana secara keseluruhan, mendorong arus masuk investasi yang besar ke SOL.

2. Infrastruktur Teknologi yang Unggul

Keunggulan teknologi Solana, termasuk kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya operasional yang rendah, terus menjadi daya tarik utama bagi pengguna. Dalam sepekan terakhir saja, jaringan Decentralized Exchange (DEX) Solana memproses transaksi senilai $36,2 miliar. Efisiensi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap ekosistem Solana.

3. Antisipasi Persetujuan ETF Berbasis Solana

Optimisme terhadap potensi persetujuan ETF berbasis Solana juga memainkan peran penting dalam lonjakan harga. Jajak pendapat Polymarket menunjukkan probabilitas persetujuan sebesar 77% berdasarkan kerangka regulasi saat ini. Jika ETF ini disetujui, diperkirakan dapat menarik arus masuk investasi institusional antara $3 miliar hingga $6 miliar. Likuiditas tambahan ini akan memperkuat kedalaman pasar dan mendukung kenaikan harga SOL lebih lanjut.

Posisi Strategis Solana di Pasar

Pergerakan harga Solana.
Pergerakan harga Solana.

Sebagai salah satu alternatif cepat dan murah untuk Ethereum, Solana terus memantapkan posisinya di pasar kripto. Selain itu, keterlibatan aktif dalam sektor NFT dengan volume penjualan bulanan yang signifikan menunjukkan daya tarik Solana yang beragam. Inovasi berkelanjutan dalam ekosistemnya menjadikan Solana sebagai platform yang menarik bagi berbagai jenis investor.

Prediksi Harga Solana ke Depan

Menyusul reli koin meme, analis memperkirakan harga SOL dapat mencapai $300. Penembusan dari pola descending wedge, sebuah indikator bullish, menjadi sinyal positif untuk kenaikan harga lebih lanjut. Analis juga mencatat dua pantulan support utama yang membantu SOL melewati level resistance $230. Volume perdagangan yang meningkat tajam mendukung sentimen bullish ini.

Pada saat artikel ini ditulis, Solana diperdagangkan di harga $254,35, mencatat kenaikan mingguan sebesar 36,40%. Kapitalisasi pasar SOL mencapai $123,76 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam yang melonjak sebesar 295,32% menjadi $19,85 miliar. Data ini mencerminkan minat yang terus meningkat dari investor terhadap Solana.

Dengan pertumbuhan ekosistem yang kuat, inovasi teknologi, dan sentimen positif dari potensi persetujuan ETF, Solana berada dalam posisi strategis untuk mempertahankan momentum bullish-nya. Jika tren ini berlanjut, SOL dapat segera mencetak rekor harga baru, memperkuat perannya sebagai salah satu aset kripto paling diminati di pasar.

Baca juga: Tren Bitcoin 20-24 Januari 2025: Masuk Minggu Tenang by Hoteliercrypto


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Proyek Menarik Solana yang Tidak Boleh Dilewatkan di 2025!

Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun yang menarik bagi ekosistem Solana, dengan berbagai proyek inovatif yang siap meraih kesuksesan.

Beberapa project berikut ini tidak boleh kamu lewatkan karena berpotensi memberikan keuntungan hingga airdrop!

Jupiter

Jupuary merupakan event yang diselenggarakan oleh Jupiter, Jupiter adalah salah satu proyek terpenting di ekosistem Solana yang berfungsi sebagai agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX). Platform ini secara cerdas mengumpulkan dan menggabungkan likuiditas dari berbagai DEX di Solana, memungkinkan pengguna mendapatkan rate pertukaran token yang paling menguntungkan.

Dikutip dari laman CoinGecko, Jupuary menjadi acara airdrop tahunan Jupiter untuk token tata kelola mereka, JUP. Jupuary pertama terjadi pada Januari 2024 di mana mereka melakukan airdrop satu miliar token JUP senilai lebih dari satu miliar dolar ke lebih dari satu juta dompet kripto.

Jupuary dijadwalkan terjadi setiap bulan Januari, dengan tim awalnya merencanakan 3 Jupuary lagi. Saat ini, hanya Jupuary 2025 dan 2026 yang dikonfirmasi.

Untuk berpartisipasi dalam event Jupuary di tahun 2025, salah satu caranya adalah dengan memperbesar volume trading kamu di DEX Jupiter melalui link berikut.

Grass

GRASS merupakan proyek yang berfokus pada pengembangan AI dengan teknologi node web scraping pada layer 2 di blockchain Solana.

Grass memungkinkan bisnis dan lembaga penelitian terverifikasi untuk memberikan imbalan langsung kepada pengguna atas bandwidth yang disediakan, yang akan membantu mereka meningkatkan produk dan layanan mereka. Privasi kamu tetap terjaga, karena data pribadi tidak akan dibagikan.

Baca juga: GRASS Airdrop, Cara Ikut Serta dan Syarat Kelayakan

Sebelumnya Grass telah sukses merilis airdrop nya pada stage pertama, dengan pencapaian yang mengesankan dimana mencatat sebanyak 2.8 juta pengguna tersebar di 190 negara, menjadikannya airdrop dengan distribusi terluas di ekosistem Solana.

Platform ini berhasil mengumpulkan 100TB data web setiap harinya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Stage 2 Grass Network akan membawa sejumlah inovasi menarik dengan memperkenalkan berbagai rewards dan produk baru yang menggembirakan.

Beberapa fitur unggulan yang akan diluncurkan meliputi Live Context Retrieval (LCR), perangkat keras khusus, serta aplikasi mobile Grass yang ditunggu-tunggu pengguna, ditambah sejumlah fitur tambahan yang masih dirahasiakan. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar Grass Network untuk membangun ekosistem yang memungkinkan setiap pencarian web dapat dirutekan melalui jaringannya, sehingga memberikan pengguna kendali penuh atas data dan pengalaman browsing mereka. Dengan bermodalkan kesuksesan Stage 1 yang telah membangun pondasi kokoh, Grass Network kini siap melangkah lebih jauh dalam pengembangan dan ekspansi platformnya.

Jika kamu ingin mencoba mengikuti proyek Grass Stage 2, kamu hanya cukup memasang extension Google Chrome melalui laman resmi Grass di sini.

Render

Render yang sebelumnya berada pada jaringan Ethereum, melakukan migrasi ke Solana, sehingga dapat memberikan akses yang lebih cepat dan murah, menunjukkan potensi yang sulit diabaikan.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, platform ini memungkinkan akses rendering yang lebih cepat dengan biaya lebih rendah.

Para operator node dapat menyewakan daya komputasi GPU mereka kepada seniman yang membutuhkan, menciptakan hubungan menguntungkan dalam industri kreatif digital.

Render Network telah mendapatkan adopsi yang luas dalam berbagai industri, termasuk efek visual, produksi virtual, desain produk, arsitektur, simulasi, dan visualisasi.

Penggunaan Render juga berkembang dalam augmented reality (AR), game, dan kecerdasan buatan (AI). Dari laman resminya, Render menyebut bahwa mereka sudah terintegrasi dengan software editing seperti Cinema 4D, Blender, Houdini, Unreal Engine, dan masih banyak lagi.

Render memiliki dukungan dari team profesional yang berpengalaman dari sektor grafis 3D dan blockchain. Pendiri dan CEO Render adalah Jules Urbach, yang juga pendiri dan CEO OTOY, perusahaan grafis yang menyediakan solusi rendering untuk studio dan seniman Hollywood. Dengan hype narasi AI dan use case yang real, Render bisa jadi salah satu aset kripto yang bisa kamu pantau di 2025.

Ketiga proyek yang berada di jaringan Solana ini bisa memberikan potensi keuntungan, namun perlu diingat bahwa setiap investasi di dunia kripto memiliki risiko tinggi.

Pastikan untuk selalu melakukan riset mendalam (DYOR) dan jangan menginvestasikan dana lebih dari yang kamu mampu untuk kehilangan.

Jika kamu ingin memiliki ketiga proyek di atas dalam bentuk aset kripto, kamu bisa membelinya menggunakan fitur Jual/Beli di Tokocrypto, tanpa harus membayar biaya trading.


DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





Sumber : news.tokocrypto.com

4 Aset Kripto Bullish yang Layak Dipantau di 2025

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi investor kripto yang mencari peluang besar di tengah tren pasar yang kembali menguat.

Empat aset kripto bullish berikut: BlockDAG (BDAG), SUI, Solana (SOL), dan Bitget Token (BGB), menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan berkat inovasi teknologi, dukungan komunitas, dan strategi ekspansi yang agresif.

1. BlockDAG (BDAG): Pemain Baru dengan Potensi ROI 2.400%+

BlockDAG menjadi sorotan utama di 2025 dengan presale yang telah mengumpulkan lebih dari $267 juta dan menjual lebih dari 21,2 miliar koin BDAG.

Dengan harga presale tetap di $0,0020 hingga 13 Juni dan target harga peluncuran di $0,05, investor awal berpotensi meraih keuntungan hingga 2.400%.

Baca Juga: Apakah Koin PEPE Siap Melaju ke Level Bullish Baru di $0,000025?

Proyek ini mengusung arsitektur Layer-1 dengan struktur Directed Acyclic Graph (DAG) yang memungkinkan skalabilitas tinggi dan efisiensi transaksi.

BlockDAG juga telah mengonfirmasi kemitraan dengan bursa besar seperti MEXC, BitMart, dan LBank, serta merencanakan peluncuran mainnet dan pengumuman 20 listing tambahan pada 13 Juni mendatang.

Sui Network

2. SUI: Ekosistem DeFi yang Berkembang Pesat

SUI menunjukkan pertumbuhan yang kuat di 2025, dengan harga yang diperkirakan mencapai $5,05 menjelang akhir tahun.

Faktor pendorong utama termasuk ekspansi DeFi yang stabil dan adopsi stablecoin.

Token ini terdaftar di bursa besar seperti Binance, Coinbase, dan Kraken, dengan volume perdagangan harian yang signifikan, mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi.

Solana

3. Solana (SOL): Infrastruktur Cepat dan Efisien

Solana terus memperkuat posisinya sebagai salah satu blockchain tercepat dan paling efisien.

Prediksi harga untuk akhir 2025 menunjukkan potensi kenaikan hingga $194,97, dengan ROI kumulatif sekitar 13,41%.

Dengan ekosistem yang luas mencakup NFT, DeFi, dan aplikasi Web3, serta dukungan dari komunitas pengembang yang aktif, Solana tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari proyek dengan fundamental kuat.

4. Bitget Token (BGB): Token Bursa dengan Momentum Kuat

Bitget Token, token asli dari bursa Bitget, menunjukkan performa yang solid dengan volume perdagangan harian mencapai $150 juta.

Prediksi harga untuk 2025 berada di kisaran $6,79 hingga $7,79, didukung oleh pertumbuhan platform yang berkelanjutan dan roadmap keterlibatan jangka panjang.

Sebagai token utilitas bursa, BGB menawarkan berbagai manfaat bagi pengguna, termasuk diskon biaya perdagangan dan akses ke fitur eksklusif, menjadikannya aset menarik bagi investor yang ingin terlibat dalam ekosistem perdagangan kripto.

Baca Juga: Market Sinyal Harian Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 26 Mei 2025

Keempat aset kripto ini: BlockDAG, SUI, Solana, dan Bitget Token menawarkan peluang investasi yang menarik di 2025, masing-masing dengan keunggulan unik:

  • BlockDAG: Potensi ROI tinggi dan teknologi inovatif.
  • SUI: Pertumbuhan ekosistem DeFi yang kuat.
  • Solana: Infrastruktur blockchain cepat dan efisien.
  • Bitget Token: Utilitas bursa dengan momentum pasar yang solid.

Investor yang mencari diversifikasi portofolio dan eksposur terhadap proyek-proyek dengan fundamental kuat dapat mempertimbangkan keempat aset ini sebagai bagian dari strategi investasi mereka di tahun 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kraken, Backed, dan Solana Hadirkan Saham AS Tokenisasi Global

Kraken resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Backed dan Solana Foundation dalam peluncuran xStocks, sebuah inisiatif yang menghadirkan ekuitas AS dalam format tokenisasi berbasis blockchain. Melalui platform ini, investor global dapat mengakses saham-saham Amerika dalam bentuk token SPL di jaringan Solana.

Langkah ini menandai upaya serius untuk membuka akses yang lebih luas terhadap investasi saham dengan memanfaatkan teknologi blockchain demi menghadirkan pengalaman perdagangan yang lebih terbuka, instan, dan efisien. Peluncuran xStocks ditargetkan terutama untuk pasar di luar Amerika Serikat, mencakup wilayah Eropa, Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Transformasi Investasi Tradisional lewat Blockchain

Menurut laporan Coincu, xStocks merepresentasikan pergeseran paradigma dalam cara masyarakat berinvestasi di saham. Dengan tokenisasi, saham-saham AS dapat diperdagangkan secara real-time, di luar sistem keuangan konvensional. Mark Greenberg dari Kraken menyatakan:

“Kami membayangkan ulang bagaimana investasi ekuitas seharusnya berjalan dan merespons meningkatnya permintaan akan solusi alternatif dari para investor global.”

Backed juga menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah besar menuju adopsi massal sekuritas tokenisasi, yang dapat mendorong peningkatan volume transaksi dan likuiditas di ekosistem Solana.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: WalletConnect Perluas Ekosistem ke Solana: Luncurkan Token WCT

Solana dan Masa Depan Aset Dunia Nyata dalam Blockchain

Popularitas konsep tokenisasi terus meningkat karena memungkinkan kepemilikan fraksional dan peningkatan likuiditas, terutama di pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dengan peluncuran xStocks, peran Solana semakin menonjol sebagai fondasi teknologi dalam tokenisasi aset dunia nyata. Hal ini mengingatkan pada upaya serupa yang pernah dilakukan oleh FTX dan Binance. Saat ini, token SOL diperdagangkan di harga $172,00 dengan kapitalisasi pasar sebesar $89,49 miliar. Meski turun 1,67% dalam 24 jam terakhir, SOL mencatatkan kenaikan 13,76% dalam 30 hari terakhir. Namun, volume perdagangan harian mengalami penurunan sebesar 55,57%, mencerminkan fluktuasi minat pasar.

Menurut analisis Coincu, peluncuran xStocks diperkirakan akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai regulasi sekuritas tokenisasi, khususnya terkait integrasi dengan dunia DeFi. Jika berhasil, ini bisa menempatkan Solana sebagai blockchain pilihan untuk penerbitan aset dunia nyata yang terregulasi—dan menjadi acuan bagi proyek serupa di seluruh dunia.

Baca juga: Kalshi Kini Terima Setoran Solana Setelah Tambahkan Dukungan Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aliran Dana Tembus $785 Juta

Ethereum kembali menjadi sorotan setelah peluncuran peningkatan jaringan (upgrade) terbarunya, Pectra, pada 7 Mei 2025.

Peningkatan ini telah mendorong aliran dana masuk ke produk investasi kripto mencapai $785 juta dalam sepekan, menandai pemulihan penuh dari penarikan dana sebesar $7 miliar yang terjadi antara Februari dan Maret lalu.

Upgrade Pectra: Langkah Besar Menuju Masa Depan Ethereum

Pectra merupakan gabungan dari dua pembaruan besar, yaitu lapisan eksekusi Prague dan lapisan konsensus Electra, yang mencakup 11 Ethereum Improvement Proposals (EIPs).

Beberapa fitur utama dari peningkatan ini meliputi:

  • EIP-7702: Memperkenalkan akun pintar (smart accounts) yang memungkinkan dompet pengguna berfungsi seperti kontrak pintar, membuka jalan bagi abstraksi akun.
  • EIP-7251: Meningkatkan batas saldo efektif maksimum untuk validator dari 32 ETH menjadi 2.048 ETH, memungkinkan efisiensi yang lebih besar dalam staking.
  • EIP-6110: Mempercepat proses aktivasi validator dengan mengurangi waktu tunggu dari sekitar 12 jam menjadi sekitar 13 menit.

Peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas, efisiensi, dan pengalaman pengguna di jaringan Ethereum, serta mempersiapkan infrastruktur untuk adopsi yang lebih luas di masa depan.

Baca Juga: Whale Beraksi, Harga Ethereum Berpotensi Kembali ke $2.600

Dampak Positif terhadap Aliran Dana dan Kepercayaan Investor

Menurut laporan CoinShares, Ethereum mencatatkan aliran dana masuk sebesar $205 juta dalam sepekan setelah peluncuran Pectra, meningkat tajam dari $1,5 juta pada minggu sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Ethereum.

Secara keseluruhan, produk investasi kripto mencatatkan aliran dana masuk sebesar $785 juta dalam sepekan, dengan Amerika Serikat memimpin sebesar $681 juta, diikuti oleh Jerman ($86,3 juta) dan Hong Kong ($24,2 juta).

Pergerakan harga Ethereum (ETHUSDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETHUSDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun peningkatan Pectra membawa banyak perbaikan, harga Ether (ETH) masih mengalami tekanan.

Sejak awal tahun 2025, ETH telah turun sekitar 45,5%, sementara Bitcoin naik 3,6% dalam periode yang sama.

Beberapa analis menyoroti bahwa Ethereum masih menghadapi tantangan dalam hal kecepatan dan biaya transaksi dibandingkan dengan pesaing seperti Solana.

Namun, dengan total nilai terkunci (TVL) sebesar $51,9 miliar dan dominasi dalam aktivitas kontrak pintar, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem aplikasi terdesentralisasi.

Baca Juga: Ethereum Catat Rekor Volume Stablecoin $908 Miliar

Peningkatan Pectra menandai langkah penting dalam evolusi Ethereum, memperkuat fondasi jaringan untuk pertumbuhan dan adopsi di masa depan.

Meskipun tantangan masih ada, respons positif dari investor menunjukkan optimisme terhadap arah yang diambil Ethereum.

Dengan terus berinovasi dan meningkatkan infrastruktur, Ethereum berpotensi memperkuat posisinya sebagai platform utama dalam dunia kripto dan teknologi blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

WalletConnect Perluas Ekosistem ke Solana: Luncurkan Token WCT

WalletConnect, protokol yang menghubungkan dompet kripto dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps), telah resmi meluncurkan token WCT (WalletConnect Token) di jaringan Solana.

Langkah ini menandai ekspansi multichain WalletConnect setelah hadir di Ethereum dan Optimism.

Sebagai bagian dari peluncuran ini, WalletConnect Foundation akan mendistribusikan 5 juta token WCT kepada pengguna aktif Solana melalui mitra ekosistem seperti Phantom, Jupiter, Backpack, dan Solflare.

Integrasi dengan Solana dan Teknologi Wormhole

Peluncuran WCT di Solana memanfaatkan kerangka kerja Native Token Transfers (NTT) dari Wormhole, memungkinkan token WCT untuk berpindah secara native antara Ethereum, Optimism, dan Solana tanpa perlu wrapping.

Hal ini meningkatkan likuiditas dan integritas token di seluruh jaringan, serta memperkuat interoperabilitas antar blockchain.

Pergerakan harga WalletConnect (WCT/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga WalletConnect (WCT/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Solana dan R3 Berkolaborasi, Buka Era Baru Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Airdrop 5 Juta WCT untuk Pengguna Aktif Solana

Sebagai bagian dari strategi adopsi, WalletConnect Foundation akan mendistribusikan 5 juta token WCT kepada pengguna aktif Solana.

Distribusi ini akan dilakukan melalui mitra ekosistem seperti Phantom, Jupiter, Backpack, dan Solflare.

Token WCT memiliki peran penting dalam ekosistem WalletConnect, termasuk untuk staking, governance, dan pembayaran biaya transaksi di masa depan.

Dengan peluncuran di Solana, WalletConnect berharap dapat menjangkau basis pengguna yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi dalam ekosistemnya.

Peran WCT dalam Ekosistem WalletConnect

Token WCT dirancang untuk menjadi tulang punggung ekosistem WalletConnect. Selain digunakan untuk staking dan governance, WCT juga akan digunakan untuk pembayaran biaya transaksi dan insentif lainnya di masa depan.

Dengan peluncuran di Solana, WalletConnect berharap dapat menjangkau basis pengguna yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi dalam ekosistemnya.

Langkah Strategis Menuju Ekosistem Multichain

Pendiri dan direktur WalletConnect, Pedro Gomes, menyatakan bahwa peluncuran WCT di Solana merupakan bagian dari upaya WalletConnect untuk menjadi protokol yang agnostik terhadap blockchain.

Setelah sebelumnya berfokus pada Ethereum, WalletConnect kini berupaya memperluas jangkauannya ke berbagai jaringan blockchain untuk meningkatkan interoperabilitas dan adopsi pengguna.

Dampak terhadap Ekosistem Solana

Integrasi WalletConnect dan peluncuran WCT di Solana diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi ekosistem Solana.

Dengan adanya insentif berupa airdrop, diharapkan akan terjadi peningkatan aktivitas pengguna dan likuiditas di jaringan Solana.

Selain itu, kolaborasi dengan dompet populer seperti Phantom dan Solflare dapat memperkuat posisi Solana sebagai salah satu jaringan blockchain terdepan dalam hal adopsi dan inovasi.

Baca Juga: Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

Peluncuran token WCT di Solana dan distribusi airdrop 5 juta token merupakan langkah strategis WalletConnect dalam memperluas ekosistemnya dan meningkatkan adopsi pengguna.

Dengan memanfaatkan teknologi Wormhole dan berkolaborasi dengan mitra ekosistem Solana, WalletConnect menunjukkan komitmennya untuk menjadi protokol multichain yang inklusif dan inovatif.

Bagi pengguna dan pengembang, ini merupakan peluang untuk berpartisipasi dalam ekosistem yang berkembang dan memanfaatkan berbagai fitur yang ditawarkan oleh WalletConnect dan Solana.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kalshi Kini Terima Setoran Solana Setelah Tambahkan Dukungan Bitcoin

Platform pasar prediksi teregulasi, Kalshi, kembali memperluas jangkauan layanan kriptonya. Setelah sebelumnya menghadirkan opsi setoran Bitcoin pada awal April, kini Kalshi juga menerima setoran menggunakan Solana (SOL). Pengumuman ini disampaikan perusahaan melalui akun X resmi mereka pada hari Jumat.

Menurut laporan Cryptobriefing, Kalshi, yang berada di bawah regulasi CFTC (Commodity Futures Trading Commission), memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil dari berbagai peristiwa dunia nyata. Awalnya, Kalshi hanya menyediakan USD Coin (USDC) sebagai satu-satunya opsi setoran kripto.

Namun, dengan bertambahnya dukungan terhadap Bitcoin dan kini Solana, Kalshi memperkuat upaya untuk menjaring pengguna yang lebih akrab dengan aset digital. Semua setoran kripto dikonversi ke dolar AS secara otomatis melalui layanan pihak ketiga, Zero Hash, yang juga menjamin keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

Volume Transaksi

Penambahan aset ini juga diharapkan dapat mendorong volume transaksi dalam berbagai kontrak terkait kripto yang ditawarkan Kalshi. Platform ini menyediakan ratusan pasar prediksi di 12 kategori utama, termasuk lebih dari 50 pasar khusus kripto yang mencakup prediksi harga Bitcoin, kebijakan legislatif, hingga milestone adopsi teknologi blockchain.

Langkah strategis Kalshi ini hadir seiring dengan kerja sama terbaru bersama World App, memungkinkan pengguna untuk mengakses pasar prediksi teregulasi langsung dari aplikasi tersebut serta melakukan pendanaan menggunakan token Worldcoin (WLD).

Tak hanya itu, Kalshi juga menggandeng perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, untuk menghadirkan fitur prediksi berbasis kecerdasan buatan. Melalui kemitraan ini, xAI akan menyediakan analisis berita dan data historis guna mendukung pengguna dalam mengambil keputusan pada kontrak berbasis peristiwa, seperti kebijakan bank sentral, pemilu, dan dinamika geopolitik global.

Dengan berbagai inovasi ini, Kalshi semakin mempertegas posisinya sebagai pelopor pasar prediksi teregulasi yang terintegrasi dengan ekosistem aset digital.

Baca juga: Solana Mobile Rilis Arsitektur dan Token SKR untuk Seeker


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana dan R3 Berkolaborasi, Buka Era Baru Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Solana kembali menjadi sorotan dalam dunia blockchain setelah menjalin kemitraan strategis dengan R3, perusahaan pengembang teknologi blockchain asal Inggris.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam adopsi blockchain publik oleh institusi keuangan tradisional, dengan tujuan membawa lebih dari $10 miliar aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) ke jaringan Solana.

Baca Juga: SEC Tunda Keputusan ETF Solana: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Kemitraan Strategis: R3 dan Solana

R3, yang dikenal dengan platform blockchain privatnya, Corda, telah lama melayani institusi keuangan besar seperti HSBC, Bank of America, Euroclear, dan Otoritas Moneter Singapura.

Melalui kemitraan ini, R3 akan mengintegrasikan platform Corda dengan jaringan publik Solana, memungkinkan klien mereka untuk memilih antara menggunakan blockchain privat atau publik sesuai kebutuhan mereka.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Solana Foundation akan melakukan investasi ke R3, dan presidennya, Lily Liu, akan bergabung dalam dewan direksi R3.

Langkah ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk mendorong adopsi blockchain publik dalam sektor keuangan tradisional.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Mengapa Solana?

Solana dipilih oleh R3 setelah evaluasi menyeluruh terhadap protokol terdesentralisasi. Beberapa alasan utama pemilihan ini meliputi:

  • Kecepatan dan Skalabilitas: Solana mampu memproses ribuan transaksi per detik dengan biaya yang sangat rendah.
  • Ekosistem Pengembang yang Kuat: Solana memiliki komunitas pengembang yang aktif dan terus berkembang, mendukung inovasi berkelanjutan.
  • Hubungan dengan Institusi Keuangan: Solana telah bekerja sama dengan institusi keuangan besar seperti BlackRock dan Franklin Templeton dalam proyek tokenisasi aset.

Implikasi bagi Industri Keuangan

Tokenisasi aset dunia nyata menawarkan berbagai manfaat bagi industri keuangan, termasuk:

  • Akses Pasar yang Lebih Luas: Investor dapat mengakses berbagai jenis aset dengan lebih mudah dan efisien.
  • Penyelesaian Transaksi yang Lebih Cepat: Blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi hampir secara real-time, mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi.
  • Pengurangan Biaya Operasional: Dengan otomatisasi dan transparansi yang ditawarkan oleh blockchain, biaya administrasi dan operasional dapat ditekan.

Larry Fink, CEO BlackRock, menyebut tokenisasi sebagai “generasi berikutnya” untuk pasar keuangan, menyoroti potensi besar teknologi ini dalam merevolusi cara kerja pasar modal.

Baca Juga: Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

Masa Depan Tokenisasi dan Blockchain Publik

Kemitraan antara R3 dan Solana mencerminkan perubahan paradigma dalam industri keuangan, di mana institusi tradisional mulai mengadopsi teknologi blockchain publik untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Dengan lebih dari $10 miliar aset yang akan ditokenisasi melalui kemitraan ini, Solana diposisikan sebagai pemain utama dalam ekosistem tokenisasi aset dunia nyata.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa blockchain publik seperti Solana kini dianggap cukup matang dan aman untuk digunakan dalam operasi keuangan skala besar.

Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara R3 dan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi keuangan, membuka jalan bagi integrasi lebih lanjut antara dunia keuangan tradisional dan inovasi teknologi blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com