Tag Archives: solana

Harga XRP Tetap Anjlok Meski Ada Kabar Positif: Apa yang Terjadi?

Pada tahun ini, XRP menghadapi dua perkembangan besar yang seharusnya mendorong harga naik secara signifikan.

Namun, kenyataannya, harga XRP justru stagnan dan bahkan menurun dibandingkan dengan pasar kripto secara umum.

Artikel ini akan membahas dua peristiwa penting tersebut dan mengapa harga XRP tidak merespons sebagaimana mestinya.

Baca Juga: SEC Tunda Keputusan ETF XRP dan Dogecoin: Apa Dampaknya?

Dua Katalis Positif Besar untuk XRP

  1. Pencalonan XRP sebagai Cadangan Aset Digital AS
    Pada 6 Maret 2025, XRP diumumkan sebagai kandidat untuk “Cadangan Aset Digital” oleh pemerintah Amerika Serikat. Langkah ini dianggap sebagai pengakuan resmi terhadap XRP sebagai aset digital yang layak untuk disimpan sebagai cadangan nasional, sebuah pencapaian besar bagi komunitas XRP.
  2. Penyelesaian Gugatan Ripple dengan SEC
    Pada 8 Mei 2025, Ripple Labs mencapai penyelesaian dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) atas gugatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Penyelesaian ini mengakhiri ketidakpastian hukum yang membayangi XRP dan membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas.

Harga XRP Tetap Lesu

Meskipun dua peristiwa di atas seharusnya menjadi katalis positif, harga XRP justru mengalami penurunan sekitar 6% dalam tiga bulan terakhir hingga 22 Mei 2025.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan meningkat sebesar 10% pada periode yang sama.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apa Penyebabnya?

  1. Spekulasi Leverage yang Tinggi
    Minat terhadap kontrak berjangka XRP meningkat tajam, dengan open interest mencapai 923 juta XRP pada 22 Mei 2025, naik 31% dari dua minggu sebelumnya. Namun, peningkatan ini tidak selalu mencerminkan sentimen positif, karena kontrak berjangka dapat digunakan untuk spekulasi harga naik maupun turun. Tingkat pendanaan tahunan juga melonjak hingga 19%, menunjukkan biaya tinggi bagi posisi long dan potensi tekanan jual.
  2. Ketidakpastian Regulasi
    Meskipun penyelesaian dengan SEC telah dicapai, Ripple masih menghadapi tantangan dalam menjalin hubungan dengan pembuat kebijakan. Senator Cynthia Lummis, ketua Subkomite Perbankan Senat untuk Aset Digital, menolak pertemuan dengan Ripple, yang menimbulkan kekhawatiran tentang dukungan legislatif terhadap XRP.

Harapan ke Depan

Meskipun saat ini harga XRP belum menunjukkan respons positif terhadap perkembangan besar, ada potensi untuk kenaikan di masa depan.

Beberapa analis memperkirakan harga XRP bisa mencapai $3,50 atau lebih, terutama jika leverage digunakan secara bijak dan regulasi menjadi lebih mendukung.

Selain itu, peluncuran ETF berjangka XRP di NASDAQ oleh Volatility Shares menunjukkan minat institusional yang meningkat terhadap XRP.

Dua peristiwa besar pada tahun 2025 seharusnya menjadi pendorong kuat bagi harga XRP.

Namun, kombinasi spekulasi leverage yang tinggi dan ketidakpastian regulasi membuat harga tetap stagnan.

Investor dan pengamat pasar berharap bahwa dengan meningkatnya minat institusional dan klarifikasi regulasi, XRP akan segera menunjukkan kinerja yang lebih baik di pasar kripto.

Baca Juga: VolatilityShares Luncurkan ETF Futures XRP Pertama di AS


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Mobile Rilis Arsitektur dan Token SKR untuk Seeker

Solana Mobile, anak perusahaan dari Solana Labs, mengumumkan peluncuran arsitektur baru yang sepenuhnya terdesentralisasi bernama TEEPIN (Trusted Execution Environment Platform Infrastructure Network) dan token ekosistem baru bernama SKR.

Keduanya akan diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran ponsel pintar generasi kedua mereka, Seeker, yang dijadwalkan mulai dikirimkan pada 4 Agustus 2025.

TEEPIN: Arsitektur Terdesentralisasi untuk Ekosistem Mobile

TEEPIN dirancang sebagai kerangka kerja tiga lapis, yaitu perangkat keras, platform, dan jaringan, yang memungkinkan pengguna, pengembang, dan produsen perangkat untuk berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan tanpa kepercayaan (trustless).

Anatoly Yakovenko, CEO Solana Labs, menyatakan bahwa TEEPIN adalah “evolusi berikutnya dalam mobile,” di mana kepercayaan tidak diberikan oleh otoritas pusat, tetapi diverifikasi melalui kriptografi.

Baca Juga: Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

Token SKR: Mendorong Kepemilikan dan Partisipasi dalam Ekosistem

Sementara itu, Cointelegraph melaporkan pada Kamis (22/5) bahwa Solana Mobile juga memperkenalkan SKR, token asli dari ekosistem mobile mereka.

Emmett Hollyer, General Manager Solana Mobile, menjelaskan bahwa SKR akan mengubah model bisnis mobile tradisional dengan memberikan kepemilikan nyata kepada para pemangku kepentingan dalam platform.

Token ini dirancang untuk mendukung ekonomi, insentif, dan kepemilikan di seluruh ekosistem, serta menyelaraskan pengguna, pengembang, dan produsen perangkat keras dalam pertumbuhan ekosistem mobile Web3.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seeker: Ponsel Pintar Generasi Kedua dengan Fitur Web3

Sekadar informasi, Seeker adalah ponsel pintar Android generasi kedua dari Solana Mobile, setelah peluncuran Saga pada April 2023.

Perangkat ini telah terjual sebanyak 150.000 unit melalui dua fase penjualan: Founder Window dengan harga $450 dan Early Adopter Window seharga $500.

Dengan asumsi harga terendah, Solana Mobile diperkirakan menghasilkan pendapatan kotor minimal $67,5 juta dari penjualan perangkat ini.

Seeker dilengkapi dengan berbagai fitur Web3, termasuk SeekerID, SeedVault Wallet, dan versi terbaru dari Solana dApp Store.

Setiap perangkat juga menghasilkan Genesis Token yang tidak dapat dipindahtangankan, memberikan akses eksklusif ke pengalaman on-chain di seluruh ekosistem Solana.

Spesifikasi Teknis Seeker

  • Prosesor: MediaTek Dimensity 7300 (Octa-core)
  • RAM: 8 GB
  • Penyimpanan: 128 GB (UFS 3.1)
  • Layar: 6,36″ AMOLED, resolusi 2670×1200 piksel, refresh rate 120 Hz
  • Baterai: 4500 mAh dengan dukungan pengisian nirkabel
  • Konektivitas: Dukungan 5G, 1 Nano SIM + 1 eSIM
  • Fitur Keamanan: Sensor sidik jari terintegrasi dengan tombol daya.

Membangun Ekosistem Mobile Web3 yang Terbuka

Dengan peluncuran TEEPIN dan token SKR, Solana Mobile bertujuan untuk menciptakan ekosistem mobile Web3 yang terbuka dan terdesentralisasi.

Hollyer menekankan bahwa token SKR akan didistribusikan langsung kepada pengembang dan pengguna untuk partisipasi dalam ekosistem, memungkinkan mereka menjadi pengelola aktif dari infrastruktur digital yang dimiliki bersama.

Yakovenko menambahkan bahwa tujuan mereka adalah membangun ekosistem mobile kelas atas yang dapat bersaing dengan Google dan Apple, dengan crypto sebagai pendorong utama.

Baca Juga: Meme Coin Pacu Pendapatan Solana hingga $1,2 Miliar

Secara keseluruhan, peluncuran Seeker, bersama dengan arsitektur TEEPIN dan token SKR, menandai langkah signifikan dalam upaya Solana Mobile untuk merevolusi industri mobile dengan pendekatan yang terdesentralisasi dan berfokus pada komunitas.

Dengan memberikan kepemilikan dan insentif kepada pengguna, pengembang, dan produsen perangkat, Solana Mobile berupaya menciptakan ekosistem mobile Web3 yang inklusif dan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

Chainlink resmi meluncurkan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) di jaringan utama Solana, menjadikannya blockchain non-EVM pertama yang mengintegrasikan protokol ini.

Langkah ini membuka akses ke lebih dari $19 miliar aset lintas rantai, memperkuat posisi Solana dalam ekosistem DeFi dan memperluas potensi penggunaan CCIP di luar Ethereum dan EVM lainnya.

Apa Itu CCIP dan Mengapa Ini Penting?

CCIP adalah protokol interoperabilitas lintas rantai yang memungkinkan transfer token, pesan, dan data antar blockchain secara aman dan terprogram.

Dibangun di atas jaringan oracle Chainlink yang teruji, CCIP menawarkan keamanan tingkat tinggi dengan sistem manajemen risiko terdesentralisasi yang memantau dan mengurangi potensi ancaman secara real-time.

Dengan integrasi CCIP, Solana kini dapat berkomunikasi langsung dengan blockchain lain, memungkinkan pengembang untuk menciptakan aplikasi lintas rantai yang lebih kompleks dan efisien.

Fitur ini juga mendukung token lintas rantai (Cross-Chain Tokens/CCTs) yang memungkinkan transfer aset tanpa slippage dan kontrol penuh bagi pengembang atas logika implementasi dan batasan lintas rantai.

Baca Juga: Solayer (LAYER): Tingkatkan Efisiensi Solana Lewat Staking Cerdas

Dampak terhadap Ekosistem Solana

Integrasi CCIP di Solana membuka peluang baru bagi ekosistem DeFi dan NFT di blockchain ini.

Dengan akses ke aset lintas rantai, pengguna dapat melakukan staking, yield farming, dan perdagangan lintas rantai dengan lebih mudah.

Selain itu, pengembang dapat membangun aplikasi yang menggabungkan kecepatan dan biaya rendah Solana dengan likuiditas dan fungsionalitas dari blockchain lain.

Solana menjadi blockchain non-EVM pertama yang mengadopsi CCIP, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan interoperabilitas dan mendukung pengembangan aplikasi lintas rantai.

Langkah ini juga menempatkan Solana sejajar dengan blockchain besar lainnya dalam hal kemampuan interoperabilitas.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Masa Depan dan Kesempatan bagi Pengembang

Dengan lebih dari 50 blockchain yang kini mendukung CCIP, termasuk 15 yang menjadikannya infrastruktur lintas rantai utama mereka, Chainlink terus memperluas jangkauan protokol ini.

Integrasi dengan Solana menambah dimensi baru bagi pengembang yang ingin menciptakan aplikasi lintas rantai yang efisien dan aman.

Fitur seperti token lintas rantai dan transfer token terprogram memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi yang lebih kompleks dan terintegrasi.

Bagi pengembang di Indonesia, ini adalah kesempatan untuk memanfaatkan teknologi terbaru dalam membangun aplikasi blockchain yang inovatif.

Dengan memahami dan mengimplementasikan CCIP, pengembang dapat menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan pasar global dan berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem blockchain di Indonesia.

Baca Juga: SEC Tunda Keputusan ETF Solana: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Peluncuran Chainlink CCIP di Solana menandai tonggak penting dalam evolusi interoperabilitas blockchain.

Dengan membuka akses ke aset lintas rantai dan memungkinkan pengembangan aplikasi lintas rantai yang lebih kompleks, CCIP memperkuat posisi Solana dalam ekosistem DeFi dan NFT.

Bagi pengembang, ini adalah peluang untuk memanfaatkan teknologi terbaru dalam menciptakan aplikasi yang inovatif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem blockchain.

Dengan terus berkembangnya dukungan untuk CCIP di berbagai blockchain, masa depan interoperabilitas lintas rantai semakin cerah, membuka jalan bagi ekosistem blockchain yang lebih terintegrasi dan efisien


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kembali menunda keputusan atas permohonan exchange-traded fund (ETF) berbasis Solana (SOL) yang diajukan oleh 21Shares dan Bitwise.

Penundaan ini mencerminkan pendekatan hati-hati SEC terhadap produk investasi berbasis aset kripto, terutama yang berkaitan dengan Solana.

Mengapa SEC Menunda?

SEC menyatakan bahwa mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi apakah perubahan aturan yang diusulkan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bursa Efek, khususnya Pasal 6(b)(5), yang menekankan perlunya mencegah praktik penipuan dan manipulatif serta melindungi kepentingan investor dan publik.

Bitwise pertama kali mengajukan proposal ETF Solana pada Januari 2025 melalui BZX Exchange, sementara 21Shares, yang sebelumnya telah meluncurkan ETF Bitcoin dan Ethereum, juga mengajukan permohonan serupa.

Namun, Coinjournal melaporkan pada Selasa (20/5), bahwa hingga kini, belum ada ETF berbasis Solana yang disetujui di AS.

Baca Juga: Meme Coin Pacu Pendapatan Solana hingga $1,2 Miliar

Pembukaan Periode Komentar Publik

Sebagai bagian dari proses evaluasi, SEC membuka periode komentar publik untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait proposal ETF Solana ini.

Langkah tersebut memungkinkan investor, pelaku industri, dan masyarakat umum untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai potensi risiko dan manfaat dari ETF berbasis Solana.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Optimisme di Kalangan Analis

Meskipun terjadi penundaan, beberapa analis tetap optimis terhadap kemungkinan persetujuan ETF Solana di masa depan.

Analis Bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas, memperkirakan ada peluang sebesar 70% bahwa ETF Solana akan disetujui di AS pada tahun 2025.

Permintaan institusional terhadap produk investasi berbasis Solana juga menunjukkan tren positif.

Selain 21Shares dan Bitwise, perusahaan besar seperti VanEck dan Franklin Templeton telah mengajukan permohonan ETF Solana, mencerminkan minat yang kuat terhadap eksposur terhadap aset kripto ini dalam kerangka regulasi yang jelas.

Dampak terhadap Pasar Solana

Penundaan keputusan SEC ini memberikan dampak terhadap harga dan sentimen pasar Solana.

Harga Solana saat ini berada di kisaran $170, mengalami fluktuasi seiring dengan ketidakpastian regulasi.

Namun, peluncuran kontrak berjangka Solana oleh CME Group pada Maret 2025 memberikan alternatif bagi investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap SOL dalam kerangka regulasi yang ada.

Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Penundaan keputusan SEC terhadap ETF Solana mencerminkan pendekatan hati-hati regulator terhadap produk investasi berbasis aset kripto.

Meskipun demikian, minat yang kuat dari pelaku industri dan investor institusional menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk semacam ini tetap tinggi.

Dengan dibukanya periode komentar publik, ada peluang bagi komunitas kripto untuk berkontribusi dalam membentuk arah regulasi di masa depan.

Bagi investor dan pelaku pasar, penting untuk terus memantau perkembangan regulasi dan memahami implikasinya terhadap strategi investasi mereka.

Sementara itu, diversifikasi portofolio dan pendekatan investasi yang bijaksana tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar aset kripto yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi ROI 1747%, Solana dan BNB Unggulan

Dalam lanskap kripto yang dinamis, tiga aset digital menonjol di radar investor: Web3 AI, Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB).

Ketiganya menunjukkan momentum kuat, namun Web3 AI menarik perhatian khusus dengan potensi pengembalian investasi (ROI) sebesar 1747% dari harga presale saat ini hingga harga listing yang telah ditentukan.

Web3 AI: Kombinasi AI dan Keamanan dalam Dunia Kripto

Web3 AI adalah platform yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan alat-alat kripto untuk memberikan solusi praktis bagi investor dan trader.

Dengan 12 alat berbasis AI, termasuk bot perdagangan otomatis, detektor penipuan DeFi, dan alat manajemen portofolio, platform ini dirancang untuk menyederhanakan aktivitas kripto sehari-hari.

Baca Juga: Volume DEX BNB Chain Tembus Tertinggi dalam 3 Bulan, Salip Ethereum

Keamanan menjadi prioritas utama Web3 AI. Setiap kontrak pintar akan diaudit oleh pihak ketiga, dan platform ini akan menggunakan AI untuk mendeteksi perilaku tidak biasa yang dapat menandakan eksploitasi.

Selain itu, fitur-fitur seperti API terenkripsi dan otentikasi multi-faktor untuk koneksi dompet akan diterapkan.

Dalam presale tahap ke-5, token $WAI ditawarkan dengan harga $0.000365, dengan harga listing yang telah ditentukan sebesar $0.005242.

Menurut laporan Crypto Economy pada Selasa (20/5), hal ini memberikan potensi ROI sebesar 1747% bagi investor awal.

Struktur tokenomics Web3 AI juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, dengan alokasi 50% untuk pembeli presale, 25% untuk likuiditas dan dukungan ekosistem, 20% untuk hadiah staking dan insentif komunitas, serta 5% untuk tim dengan mekanisme vesting.

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solana (SOL): Pertumbuhan Ekosistem dan Momentum Harga

Solana menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, dengan harga meningkat dari $94 menjadi lebih dari $180.

Aktivitas di jaringan Solana juga meningkat, dengan total nilai terkunci (TVL) mendekati $10 miliar dan volume stablecoin melebihi $12 miliar.

Pada tahun 2025, Solana menghasilkan $710 juta dalam biaya transaksi, melampaui Ethereum yang menghasilkan $616 juta.

Analis memperkirakan bahwa jika momentum ini berlanjut, SOL dapat mencapai level harga $166 dalam jangka pendek, dengan potensi mencapai $300 dalam jangka panjang

Binance Coin (BNB): Breakout Harga dan Peningkatan Aktivitas Jaringan

BNB baru-baru ini mengalami breakout dari pola segitiga simetris, menunjukkan kekuatan tren yang diperbarui. Selama BNB mempertahankan dukungan di sekitar $645, target harga $700 kini dipertimbangkan.

Peningkatan aktivitas di Binance Smart Chain, didorong oleh pengurangan biaya gas sebesar 90%, telah meningkatkan aktivitas di platform DeFi dan NFT.

Selain itu, likuidasi posisi short senilai $3 juta pada awal Mei telah membuka jalan bagi pergerakan harga yang lebih kuat.

Baca Juga: SEC Tunda Keputusan ETF Solana: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Web3 AI menawarkan kombinasi unik antara utilitas dunia nyata, keamanan yang ditingkatkan, dan potensi ROI yang signifikan.

Sementara Solana dan BNB menunjukkan kekuatan dalam harga dan ekosistem mereka, Web3 AI memberikan proposisi nilai yang menarik bagi investor yang mencari peluang di tahap awal dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Dengan lebih dari $4 juta telah dikumpulkan dalam presale dan peluncuran alat-alat AI yang direncanakan bersamaan dengan listing token, Web3 AI siap untuk menjadi pemain utama di pasar kripto tahun 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meme Coin Pacu Pendapatan Solana hingga $1,2 Miliar

Solana (SOL) mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya dalam 12 bulan terakhir dengan pendapatan aplikasi mencapai $1,2 miliar pada Kuartal I 2025, meningkat 20% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Lonjakan ini didorong oleh aktivitas intensif di bulan Januari, yang menyumbang hampir 60% dari total pendapatan kuartal tersebut.

Pump.fun dan Phantom Pimpin Kontribusi Pendapatan

Platform peluncuran meme coin, Pump.fun, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan sebesar $257 juta.

Diikuti oleh dompet kripto Phantom yang menghasilkan $164 juta, dan Photon dengan $122 juta.

Aplikasi lain seperti Bullx dan Jupiter juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, masing-masing mencatatkan pendapatan $87 juta dan $80 juta.

Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Penurunan TVL DeFi dan Lonjakan Kapitalisasi Stablecoin

Meskipun pendapatan aplikasi meningkat, total nilai terkunci (TVL) dalam sektor DeFi di Solana mengalami penurunan sebesar 64% menjadi $6,6 miliar.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan ini melonjak 145% menjadi $12,5 miliar, didorong oleh peluncuran meme coin seperti TRUMP pada 17 Januari.

USDC mencatat pertumbuhan 148% menjadi $9,7 miliar, sementara USDT naik 154% menjadi $2,3 miliar.

Volume DEX Meningkat dan Dominasi Raydium

Volume perdagangan harian rata-rata di bursa terdesentralisasi (DEX) Solana meningkat 41% menjadi $4,6 miliar, dipicu oleh spekulasi meme coin pasca peluncuran token TRUMP.

Raydium memimpin dengan volume harian rata-rata $2 miliar dan pangsa pasar 43%. Orca dan Meteora juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan volume masing-masing sebesar 45% dan 3047% secara kuartalan.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rasio Penangkapan Pendapatan Aplikasi Meningkat

Rasio Penangkapan Pendapatan Aplikasi (App RCR) Solana meningkat dari 117,6% menjadi 142,8% secara kuartalan.

Artinya, untuk setiap $1 yang dibelanjakan dalam biaya transaksi, aplikasi di jaringan Solana menghasilkan $1,43 dalam pendapatan, menunjukkan efisiensi monetisasi yang tinggi.

Harga SOL Naik 24% dalam 30 Hari Terakhir

Harga SOL saat ini berada di sekitar $166,88, mencatat kenaikan 24% dalam 30 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar mencapai $86,59 miliar dengan volume perdagangan harian sebesar $3,59 miliar.

Baca Juga: DeFi Development Corp. dan Bonk Kolaborasi Strategis di Solana

Kinerja luar biasa Solana pada Kuartal I 2025 menunjukkan kekuatan ekosistemnya dalam menghadapi dinamika pasar.

Meskipun sektor DeFi mengalami penurunan, lonjakan aktivitas meme coin dan stablecoin menunjukkan pergeseran minat investor.

Dengan efisiensi monetisasi yang meningkat dan pertumbuhan aplikasi yang signifikan, Solana berada dalam posisi strategis untuk mempertahankan momentum positifnya di kuartal-kuartal mendatang.




Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Solana (SOL) kembali menjadi sorotan di pasar kripto setelah mengalami peningkatan permintaan dan arus modal positif.

Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa setelah mengalami arus keluar kapitalisasi realisasi selama beberapa bulan, arus modal 30 hari SOL kini berbalik positif, tumbuh pada tingkat stabil sekitar 4–5%.

Pertumbuhan ini sebanding dengan yang diamati pada XRP, mengindikasikan permintaan baru yang masuk ke ekosistem Solana.

Level Harga Kritis dan Potensi Tren Bullish

Saat ini, SOL diperdagangkan di atas zona permintaan penting, menunjukkan kekuatan dengan bertahan di atas level $170.

Namun, untuk mengonfirmasi kelanjutan reli bullish yang berkelanjutan, SOL harus menembus dan menutup secara meyakinkan di atas level resistensi $185.

Wilayah ini telah bertindak sebagai batas atas yang kuat dalam aksi harga baru-baru ini, dan merebutnya kembali kemungkinan akan membuka momentum yang dibutuhkan untuk keuntungan lebih lanjut.

Reli saat ini di pasar kripto yang lebih luas, termasuk Bitcoin dan Ethereum, telah memicu optimisme bahwa fase bullish yang lebih besar mungkin sedang berlangsung.

Bagi Solana, ini bisa menandai awal dari pembalikan tren yang kuat setelah berbulan-bulan volatilitas dan ketidakpastian.

Data on-chain mendukung kasus bullish ini, dengan arus modal yang kembali positif menunjukkan kepercayaan investor yang diperbarui dan permintaan baru dalam ekosistem Solana.

Baca Juga: Solana Siap Kejutan, Bitcoin Melonjak, Shiba Inu di Ujung Tanduk

Pandangan Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Meskipun ada tanda-tanda positif, beberapa analis memperingatkan bahwa Solana mungkin mengalami overheat dalam jangka pendek setelah lonjakan harga baru-baru ini.

Mereka menyarankan kehati-hatian, mengingat potensi retracement jika SOL gagal mempertahankan level dukungan kritis.

Namun, jika SOL berhasil bertahan di atas $170 dan menembus resistensi $185, ini bisa memicu breakout agresif dan memimpin sektor altcoin menuju kenaikan lebih lanjut.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kesimpulan

Dengan arus modal yang kembali positif dan permintaan yang diperbarui, harga Solana menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren bullish.

Namun, keberhasilan jangka pendek akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menembus level resistensi kunci dan mempertahankan dukungan yang ada.

Investor dan trader disarankan untuk memantau pergerakan harga dengan cermat dalam beberapa hari mendatang, karena ini dapat menentukan arah tren Solana di masa depan.

Baca Juga: Solana Catat Rekor Baru: Volume DEX Mingguan Tembus $22,39 Miliar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

DeFi Development Corp. dan Bonk Kolaborasi Strategis di Solana

DeFi Development Corp. (DFDV), perusahaan teknologi properti berbasis kecerdasan buatan yang terdaftar di Nasdaq, mengumumkan kolaborasi dengan Bonk (BONK), salah satu memecoin terkemuka di jaringan Solana.

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur jaringan Solana melalui pengelolaan bersama node validator dan strategi pembakaran token BONK.

Kolaborasi untuk Memperkuat Jaringan Solana

DFDV dan Bonk akan bekerja sama dalam mengelola node validator Solana, dengan tujuan meningkatkan jumlah stake yang didelegasikan dan berbagi imbalan yang diperoleh.

DFDV akan menangani operasional harian node validator, sementara Bonk akan berperan dalam mempromosikan node tersebut dan melibatkan komunitasnya untuk menarik lebih banyak stake.

“DFDV dan BONK adalah pemimpin di kategori masing-masing. Dengan bergabung, kami dapat memanfaatkan posisi unik dan kesadaran merek satu sama lain,” ujar Parker White, CIO dan COO DeFi Development Corp.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

Strategi Pembakaran Token BONK

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, sebagian dari imbalan yang diperoleh dari node validator akan digunakan oleh Bonk untuk membeli dan membakar token BONK.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pasokan token dan berpotensi meningkatkan nilai token BONK di pasar.

“Kemitraan validator ini adalah langkah alami dalam misi Bonk untuk memberdayakan komunitas kami dan mempercepat adopsi Solana,” kata Nom, kontributor inti Bonk sebagaimana dikutip dari Decrypt pada Minggu (18/5).

Pertumbuhan Aset dan Harga Saham DFDV

DFDV telah secara agresif memperluas kepemilikan aset digitalnya, dengan membeli lebih dari 172.000 SOL awal pekan ini, meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari $100 juta dalam bentuk Solana.

Sebagai hasil dari strategi ini dan kolaborasi dengan Bonk, harga saham DFDV melonjak lebih dari 74% pada hari Jumat, mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar $156,99.

Secara keseluruhan, saham DFDV telah meningkat lebih dari 3.100% sepanjang tahun ini.

Langkah Strategis Menuju Desentralisasi

Kolaborasi antara DFDV dan Bonk mencerminkan tren yang berkembang di mana perusahaan tradisional dan proyek kripto bekerja sama untuk memperkuat infrastruktur blockchain.

Dengan menggabungkan sumber daya dan komunitas, kedua entitas ini berharap dapat mempercepat adopsi Solana dan menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan.

“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur terdesentralisasi Solana, tetapi juga menciptakan standar baru tentang bagaimana token komunitas dapat berkembang dan mempertahankan ekosistem mereka,” tambah Nom.

Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Kolaborasi antara DeFi Development Corp. dan Bonk menandai langkah penting dalam integrasi antara perusahaan tradisional dan proyek kripto.

Dengan fokus pada penguatan jaringan Solana dan strategi pembakaran token, kemitraan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

Alchemy, platform pengembangan blockchain yang sering disebut sebagai “AWS-nya blockchain,” baru-baru ini mengakuisisi DexterLab, penyedia infrastruktur utama dalam ekosistem Solana.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas penawaran layanan Solana tingkat perusahaan dari Alchemy, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang lebih kuat dan efisien di jaringan Solana.

Meskipun detail keuangan dari akuisisi ini tidak diungkapkan, dampaknya terhadap ekosistem Solana diperkirakan akan signifikan.

Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Peran Kunci DexterLab dalam Ekosistem Solana

DexterLab memainkan peran penting dalam infrastruktur Solana dengan menyediakan layanan web3 terkelola yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang ingin memantau dan berinteraksi dengan ekosistem Solana.

Layanan ini mencakup berbagai alat penting, termasuk API data mentah, umpan data waktu nyata, dan akses ke blok mentah. Layanan ini sangat penting mengingat volume data yang dihasilkan oleh ekosistem Solana Virtual Machine (SVM), yang mencapai sekitar 1 terabyte per hari.

Volume data yang besar ini menghadirkan tantangan bagi layanan RPC konvensional, yang seringkali kesulitan untuk menangani permintaan data dengan latensi rendah.

Untuk mengatasi tantangan ini, DexterLab menggunakan jaringan pusat data yang tersebar di seluruh dunia.

Infrastruktur ini memungkinkan DexterLab untuk menawarkan latensi yang jauh lebih rendah untuk kueri data, memastikan bahwa perusahaan dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien.

Dengan kata lain, DexterLab menyediakan “jalan tol” informasi untuk ekosistem Solana, memungkinkan data mengalir dengan lancar dan cepat.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Akuisisi terhadap Ekosistem Solana

Akuisisi DexterLab oleh Alchemy dipandang sebagai langkah strategis yang akan memperkuat posisi Alchemy dalam ekosistem Solana yang berkembang pesat.

Solana telah mengalami lonjakan popularitas baru-baru ini, sebagian didorong oleh keberhasilan aplikasi konsumen seperti Pump.fun, yang memanfaatkan desain blockchain Solana yang sangat scalable.

Skalabilitas ini memungkinkan Solana untuk menangani volume transaksi yang jauh lebih tinggi daripada banyak blockchain lainnya, menjadikannya pilihan yang menarik untuk aplikasi yang membutuhkan throughput tinggi dan biaya rendah.

Dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya mereka, Alchemy dan DexterLab bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur Solana dan mempercepat inovasi di seluruh ekosistem.

Alchemy, yang sebelumnya berfokus pada solusi untuk Ethereum dan jaringan berbasis EVM, sekarang dapat memanfaatkan keahlian DexterLab untuk menawarkan solusi yang lebih komprehensif untuk pengembang Solana.

Akuisisi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengembang dan proyek ke ekosistem Solana, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut.

Alchemy: “AWS-nya Blockchain”

Alchemy telah memantapkan dirinya sebagai platform pengembangan blockchain terkemuka, menyediakan berbagai alat dan infrastruktur yang menyederhanakan proses pembuatan, penskalaan, dan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan protokol blockchain.

Sejak didirikan, Alchemy telah fokus pada penyediaan solusi untuk Ethereum dan jaringan berbasis EVM.

Dengan akuisisi DexterLab, Alchemy memperluas jangkauannya ke ekosistem Solana, yang semakin penting dalam lanskap blockchain.

Baca Juga: Solana Catat Rekor Baru: Volume DEX Mingguan Tembus $22,39 Miliar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Siap Kejutan, Bitcoin Melonjak, Shiba Inu di Ujung Tanduk

Pasar kripto saat ini mengalami penurunan cepat yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak segera ditanggapi oleh para pelaku pasar. Bagaimana potensi Solana, Bitcoin, dan Shiba Inu?

Namun, di balik gejolak ini, terdapat beberapa aset yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan besar — baik ke atas maupun ke bawah.

Solana (SOL): Siap Melejit?

Dilaporkan U Today, Solana menjadi salah satu aset dengan potensi pertumbuhan paling menjanjikan dalam siklus pasar saat ini. Setelah periode panjang konsolidasi antara harga $120–$130, SOL berhasil menembus berbagai level teknikal penting dan kini diperdagangkan di kisaran $178.

Momentum jangka pendek Solana bahkan telah melampaui tren menengah, seperti yang tercermin dari pergerakan rata-rata eksponensial (EMA). EMA 26 telah melintasi EMA 50 dan EMA 100 — sinyal klasik menuju potensi lonjakan harga. Jika pola ini terus berlanjut, harga SOL diprediksi dapat menembus angka psikologis $200 dalam waktu dekat.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Catat Rekor Baru: Volume DEX Mingguan Tembus $22,39 Miliar

SOL juga berhasil menembus EMA 200, yang sebelumnya menjadi hambatan besar selama beberapa bulan terakhir. Kini, level ini berfungsi sebagai support yang kuat dan menjadi fondasi untuk tren naik jangka panjang. Dukungan volume yang solid pada setiap reli juga menunjukkan permintaan organik, bukan semata-mata spekulasi.

Meski indikator RSI sudah mendekati area jenuh beli, belum ada tanda-tanda koreksi besar secara statistik. Jika momentum tetap terjaga, harga $200 tampak realistis dan bisa memicu gelombang minat baru dari investor ritel.

Bitcoin (BTC): Target Berikutnya di Depan Mata

Bitcoin tampaknya tengah mengumpulkan kekuatan untuk reli berikutnya. Harga BTC saat ini bertengger di sekitar $103.800 — tepat di bawah resistensi $104.000 dan sedikit di atas level kritis $103.500. Level ini bisa menjadi kunci perubahan arah pasar.

Pergerakan teknikal juga mendukung narasi bullish. EMA 50 perlahan melintasi EMA 100, sebuah formasi yang biasanya menjadi sinyal lanjutan tren naik. EMA 26 pun bertindak sebagai support dinamis, mempertahankan kekuatan reli yang terjadi sebelumnya.

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $103.500 dengan dukungan volume yang kuat, potensi untuk menguji level tertinggi sepanjang masa di $109.000 terbuka lebar. RSI masih berada di bawah zona jenuh beli, memberikan ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Data volume juga menunjukkan bahwa pembeli masih aktif mendominasi pasar.

Shiba Inu (SHIB): Di Ambang Sukses atau Koreksi?

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 15 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 15 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, Shiba Inu (SHIB) tengah berada di titik kritis. Saat ini, harga SHIB bergerak di bawah EMA 200 — level resistensi historis yang kerap menentukan arah tren jangka panjang. Setelah sempat naik dari $0,000012 ke $0,000017, kini SHIB kembali melemah ke kisaran $0,0000157.

Penurunan volume dan RSI yang mulai turun dari wilayah jenuh beli menunjukkan mulai memudarnya sentimen bullish. Jika SHIB gagal menembus dan bertahan di atas EMA 200, risiko koreksi ke kisaran $0,0000145 hingga $0,0000139 cukup besar.

Namun, jika pasar kembali mendukung dan SHIB mampu menembus level resistensi ini, harga berpotensi naik ke kisaran $0,0000185–$0,000019 untuk menguji ulang swing high terakhir.

Saat ini, SHIB berada di persimpangan penting. Arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada respons pasar terhadap EMA 200 — apakah menjadi batu loncatan untuk reli lebih lanjut atau titik awal dari penurunan tajam.

Baca juga:


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com