Terungkap Lewat Riset, Ini Alasan Minum Air Putih Bantu Turunkan Berat Badan


Jakarta

Memiliki tubuh yang ideal dan sehat merupakan impian banyak orang. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkannya, yakni berolahraga, mengatur pola makan, dan mengurangi asupan kalori.

Selain ketiga hal tersebut, ternyata mengonsumsi air putih juga dapat membantu menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara minum air putih dengan penurunan berat badan. Kok bisa? Dikutip dari Medical news Today, ini lima alasannya.

1. Air Putih Membantu Membuang Kotoran dari Tubuh

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka kotoran seperti urine atau feses tidak dapat dibuang secara optimal. Oleh karena itu, air berfungsi untuk membantu ginjal menyaring racun dan limbah, sedangkan organ tubuh mempertahankan nutrisi penting dan elektrolit.


Dehidrasi pun bisa menyebabkan tinja yang keras atau kental, serta sembelit. Minum air putih secara rutin membantu kotoran bergerak dengan melunakkan, atau melonggarkan tinja yang mengeras tersebut.

Minum air putih juga membantu tubuh agar pulih dari masalah pencernaan, seperti diare dan gangguan pencernaan. Seseorang yang terhidrasi dengan baik dapat menghindari penumpukan sisa-sisa makanan yang menyebabkan naiknya berat badan.

Hal serupa juga diungkapkan dengan temuan studi 2014. Dalam studi tersebut, 50 wanita yang kelebihan berat badan meminum 500 ml air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam. Hal ini dilakukan selama 8 minggu berturut-turut.

Hasilnya, para partisipan studi tersebut mengalami penurunan berat badan, lemak tubuh, dan indeks massa tubuh (BMI). Mereka juga melaporkan adanya penekanan nafsu makan. Sebuah penelitian dari tahun sebelumnya membuahkan hasil serupa.

2. Minum Air Putih Membantu Membakar Kalori

Manfaat minum air putih lainnya adalah dapat membantu membakar kalori. Hal itu terbukti dalam studi tahun 2014, ketika 12 orang diminta untuk minum 500 ml air dingin dan suhu kamar.

Hasilnya menunjukkan, peserta membakar antara 2 hingga 3 persen lebih banyak kalori dari biasanya, dalam 90 menit setelah minum air. Sehingga, bisa menurunkan berat badan.

3. Mengurangi Asupan Kalori Cair

Kalori cair banyak terdapat dalam minuman bersoda, jus, kopi atau teh manis dengan tambahan gula.

Jika ingin menurunkan berat badan, penting untuk mengganti minuman berkalori tinggi dengan air putih, maupun minuman tanpa kalori lainnya, seperti teh herbal, yang mungkin memiliki manfaat menurunkan berat badan jangka panjang.

Penelitian tahun 2015 menemukan, wanita yang minum 250 mL air setelah makan siang setiap hari, menurunkan berat badan sebesar 13,6 persen lebih banyak.

4. Air Putih Dapat Membakar Lemak

Air sangat diperlukan untuk membakar lemak di tubuh, yang termasuk faktor penting dalam menurunkan berat badan. Sebab, tanpa air tubuh tidak bisa memetabolisme lemak atau karbohidrat yang tersimpan dengan baik.

Adapun proses metabolisme lemak disebut dengan lipolisis. Langkah pertama dari proses tersebut adalah hidrolisis, terjadi ketika molekul air berinteraksi dengan trigliserida (lemak) untuk membuat gliserol serta asam lemak.

Karenanya, minum cukup air sangat penting untuk membakar lemak dari makanan dan minuman, serta lemak yang disimpan. Menurut sebuah tinjauan ilmiah di tahun 2016, meningkatnya asupan air menyebabkan peningkatan lipolisis, dan hilangnya lemak melalui riset pada hewan.

5. Mengoptimalkan Manfaat Olahraga

Manfaat minum air putih selanjutnya adalah membantu otot, jaringan ikat, dan persendian untuk bergerak dengan benar. Cairan ini juga membantu paru-paru, jantung, dan organ lain untuk bekerja secara efektif saat mereka meningkatkan aktivitas selama berolahraga.

Sebagaimana diketahui salah satu komponen terpenting dari setiap rencana penurunan berat badan adalah olahraga. Maka dari itu, menjaga tubuh menerima air yang cukup merupakan upaya untuk mempercepat menurunkan berat badan.

Terhidrasi dengan baik disebut bisa mengurangi risiko kram otot dan kelelahan, yang berpotensi mengganggu aktivitas fisik.

NEXT: Berapa banyak air putih yang direkomendasikan dalam sehari?

Sejauh ini tidak ada rekomendasi standar mengenai berapa banyak air yang harus diminum. Hal ini dikarenakan beberapa orang membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit air, bergantung pada berbagai faktor, seperti:

  • Tingkat aktivitas
  • Usia
  • Ukuran badan
  • Suhu
  • Kelembaban
  • Paparan sinar matahari
  • Status kesehatan

Meski begitu, National Academy of Medicine (NAM) Amerika Serikat merekomendasikan asupan air bagi pria dan wanita per harinya, yaitu:

  • Sebanyak 2.700 mL/hari untuk wanita dewasa
  • Sebanyak 3.700 mL/hari untuk pria dewasa

(suc/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

Jakarta

Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

1. Kurang tidur

Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

2. Makan terlalu cepat

Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

3. Kurang minum

Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

4. Sering stres

Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

5. Keseringan duduk

Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

6. Makan sambil ditemani gadget

Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

6 Makanan Berkalori Tinggi yang Bisa Bikin Diet Gagal Total

Jakarta

Makanan berkalori tinggi jika dikonsumsi bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet. Dikutip dari laman Medical News Today, kalori adalah satuan yang menunjukkan jumlah energi yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman. Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang cukup agar bisa beraktivitas setiap harinya.

Kendati demikian, terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Ketika mengonsumsi kalori melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan berat badan meningkat dan membuat perut terlihat buncit.

Makanan Berkalori Tinggi yang Harus Dihindari

Sebagian besar program diet berfokus pada membatasi asupan kalori harian guna membantu proses menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berkalori tinggi. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ulasannya.


1. Roti tawar

Roti tawar merupakan salah satu makanan yang sering disantap saat sarapan. Biasanya, roti tawar terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan.

Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi saat sedang diet lantaran mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu, tepung gandum halus tersebut juga tidak memiliki kandungan serat, protein, serta nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh saat sedang diet.

2. Es krim

Camilan lezat satu ini termasuk makanan berkalori tinggi yang harus dihindari saat sedang diet. Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, es krim juga mengandung lemak yang tentunya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan.

3. Buah kering

Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan mesin pengering maupun bantuan sinar matahari. Meski terbuat dari buah segar, buah kering tidak bisa menggantikan manfaat yang dimiliki oleh buah aslinya.

Selain memiliki kandungan air yang lebih sedikit, buah kering cenderung memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Tak hanya itu, buah kering juga memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi. Alhasil, kalori dalam buah kering jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar meskipun dalam takaran yang sama. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet ya.

4. Pizza

Pizza adalah makanan tinggi kalori yang betul-betul harus dijauhi saat sedang melakukan diet. Pizza terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian ditambahkan dengan beraneka topping seperti peperoni, keju, mayonaise, saus, dan lain sebagainya.

Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat pizza menjadi makanan dengan kalori yang sangat tinggi. Bahkan, satu slice pizza saja bisa memiliki 285-300 kalori. Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi pizza saat sedang diet.

5. Keripik kentang

Keripik kentang memang memiliki bentuk yang tipis, tapi di balik penampilannya camilan favorit ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Proses memasak secara digoreng juga membuat keripik kentang memiliki kadar lemak sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

Tak hanya itu, keripik kentang juga kerap ditambahkan dengan garam sebagai penyedap rasa. Akibatnya, camilan ini dapat dengan mudah menggagalkan diet dan membuat berat badan membengkak.

6. Cokelat

Kebanyakan jenis cokelat mengandung gula tambahan dan lemak yang cukup tinggi. Sehingga, mengonsumsi terlalu banyak cokelat dapat membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan hingga bahkan memicu sejumlah penyakit kardiovaskular.

Tapi perlu diingat, beberapa jenis cokelat tertentu dapat membantu menurunkan berat badan. Misalnya, cokelat hitam atau dark chocolate yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu menekan rasa lapar. Kendati demikian, cokelat hitam juga memiliki kandungan gula dan lemak sehingga konsumsinya harus tetap dibatasi.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

Jakarta

Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

1. Tidak mengonsumsi cukup protein

Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

2. Kurang berolahraga

Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

3. Mengonsumsi minuman manis

Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

4. Tidur tidak teratur

Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

5. Kurang minum air putih

Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Nia Ramadhani Curhat Sukses Pangkas BB 28 Kg Dalam 6 Bulan, Ini Dietnya


Jakarta

Penampilan artis Nia Ramadhani kerap mencuri perhatian warganet. Pasalnya, Nia mampu menjaga tubuhnya tetap langsing meski sudah memiliki 3 anak.

Di media sosial, beredar soal diet yang memang dijalani Nia untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal. Dalam sebuah video di YouTube miliknya, ia mengaku sempat naik 28 kg setelah melahirkan anak-anaknya.

Namun, dengan rutin menjalani diet ia mampu memangkas berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan. Tentunya, hal itu tidak didapatkannya secara instan.


Seperti apa sih diet yang dijalani Nia Ramadhani?

Dalam video tersebut, Nia mengungkapkan selama diet mengurangi asupan nasi. Ia hanya rutin mengkonsumsi telur dan hanya makan nasi di siang hari.

“Kan lu lihat sendiri perjuangan gue, makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” beber Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).

“Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” lanjutnya.

Meski menjalani diet, Nia mengaku tetap makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Hanya saja, di sela-sela waktu makan itu ia tidak mengkonsumsi makanan apapun.

Dengan pola diet yang dijalaninya selama 6 bulan, Nia berhasil memangkas berat badannya hingga 28 kg.

“Jadi, dalam sehari itu tetap tiga kali makannya. Tapi, di sela-sela ini nggak boleh makan sama sekali,” kata Nia.

“Tapi, dengan itu 28 kg gue hilang dalam 6 bulan. Lama juga ya,” sambung dia.

Tak hanya membatasi makanan yang dikonsumsi, saat menjalani diet Nia juga berusaha untuk tidak ngemil. Menurutnya, itu adalah tantangan yang paling sulit selama menjalani diet.

Nia mengaku harus menahan keinginannya untuk ngemil di sore hari, tepat di sela-sela waktu makannya.

“Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” pungkasnya.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Nia Ramadhani Turun 28 Kg dalam 6 Bulan, Masih Makan Nasi Nggak Ya?


Jakarta

Nia Ramadhani belakangan menjadi perbincangan warganet yang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 28 kg. Itu dilakukannya selama enam bulan pasca melahirkan.

Dalam video di YouTube miliknya, Nia mengungkapkan dirinya tetap makan tiga kali sehari saat menjalani diet tersebut. Namun, makanan yang dikonsumsinya tetap harus diperhatikan.

“Makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” kata Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


“Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” sambung dia.

Meski menjalani diet yang cukup ketat, Nia berusaha tetap makan tiga kali dalam sehari. Namun, hal yang paling sulit untuknya adalah menahan keinginan untuk ngemil.

Selama jeda waktu makan itu, Nia mengaku tidak mengkonsumsi makanan apapun. Terlebih di sore hari, menurutnya itu adalah waktu yang paling sulit untuk tidak ngemil.

“Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” ungkapnya.

Melihat pola diet yang dijalani Nia, ini hampir mirip seperti tips diet yang disetujui para ahli dan sains untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Berikut beberapa tips diet yang bisa dicoba dari para ahli, dikutip dari Everyday Health:

Jangan Skip Sarapan!

Konselor dan konsultan nutrisi di Boston, Lainey Yourkin, mengatakan sarapan adalah awal yang penting saat menjalani diet. Menu yang disarankan adalah makanan yang berprotein tinggi untuk mencegah keinginan untuk ngemil.

“Coba terapkan 15 hingga 25 gram protein saat sarapan. Protein dicerna secara perlahan dan menekan hormon rasa lapar, membantu tetap kenyang. Selain itu, sarapan berprotein tinggi membantu mengekang keinginan ngemil di kemudian hari,” jelas Yourkin.

“Kombinasikan makanan berprotein dengan serat dan lemak sehat, seperti dua butir telur dengan roti gandum utuh dan alpukat, atau wafel beku berprotein tinggi dengan kacang-kacangan, buah beri, dan sedikit sirup maple,” sambungnya.

Harus Ada Protein Tiap Kali Makan

Christine M Palumbo, RDN, konsultan nutrisi dari Naperville, Illinois, mengungkapkan seseorang yang diet harus mengkonsumsi makanan kaya protein setiap kali makan. Hal ini dapat membantu mengurangi berat badan berlebih.

“Protein memperlambat proses pencernaan dan berdampak positif pada hormon rasa lapar. Protein juga mampu mencegah rasa lapar lebih baik dibandingkan karbohidrat,” katanya.

“Makanan kaya protein termasuk quinoa, edamame, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, telur, yogurt, keju, tahu, unggas, ikan, dan daging.”

Tetap Terhidrasi

Konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite, Megan Casper RDN, mengungkapkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum dua gelas air sebelum makan, akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak.

“Tips sederhana ini bekerja dalam dua cara. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” jelas Megan Casper.

Penuhi Asupan Buah-buahan

Personal trainer bersertifikat dan juru bicara media nasional dari Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Boston, Sue-Ellen Anderson Haynes, RDN, CDCES, mengatakan buah juga sangat penting dikonsumsi saat menjalani diet.

Pasalnya, buah rendah akan kalori dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti antioksidan dan serat. Selain menambah kebutuhan asupan, ini juga membuat menu diet menjadi lebih bervariasi.

Jangan Sampai Lewati Jam Makan

Ahli gizi dan diet di Texas, AS, Angela Lemond, menegaskan bahwa diet yang sehat adalah dengan tetap makan teratur. Sebab, tubuh tetap memerlukan energi untuk bisa beraktivitas.

“Tubuh kita mengetahui makanan apa yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi, dan kita akan lebih menginginkannya. Hargai rasa lapar Anda dan jangan biarkan tubuh Anda berpikir bahwa ia sedang kelaparan,” tuturnya.

Makan dengan Perlahan

Pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis di praktik swasta di New York City Janet Zinn mengatakan cara makan juga bisa berpengaruh pada diet yang dijalani. Ia selalu meminta kliennya untuk belajar makan secara perlahan atau tidak terburu-buru.

“Saya menyarankan mereka untuk mengunyah perlahan, menelan hanya ketika semua makanan sudah dikunyah, dan ulangi. Perlu waktu untuk mengetahui bahwa kita kenyang,” jelas Zinn.

“Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan tetapi juga memberi kita isyarat kenyang yang lebih baik,” pungkasnya.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Tantangan Berat Nia Ramadhani saat Diet, Bukan karena Batasi Nasi

Jakarta

Artis Nia Ramadhani curhat soal diet yang sempat dijalaninya pasca melahirkan. Saat itu, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan.

Selain mengkonsumsi dua butir telur setiap paginya, ia juga masih tetap makan nasi untuk makan siang dan buah alpukat untuk sesi sore. Namun, ada tantangan yang menurutnya sangat sulit untuk ditahan selama diet, yakni kebiasaan nyemil.

“Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” bebernya dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


Ngemil memang menjadi salah satu kegiatan yang harus dibatasi selama menjalani diet. Makanan yang dikonsumsi setiap harinya haruslah seimbang dan tetap memberikan energi untuk tubuh.

Selain ngemil, ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar ternyata bisa menggagalkan diet yang dikutip dari Everyday Health. Kira-kira apa saja ya?

Sering Skip Sarapan

Ternyata, sering nggak sarapan malah bisa menggagalkan diet lho. Pakar diet di Amerika, Jessica Crandall, RD, mengatakan saat melewati sarapan akan membuat metabolisme tubuh melambat.

Menurutnya, sarapan itu sangat penting karena akan memberikan tambahan energi yang perlu dikonsumsi sepajang hari. Tanpa bahan bakar ini, kemungkinan besar seseorang bisa makan dalam jumlah lebih banyak nantinya.

Kebiasaan Ngemil

Seperti yang diungkapkan Nia Ramadhani, saat ia menjalani diet hal yang paling sulit untuk ditahan adalah kebiasaan ngemil. Seringkali camilan yang dikonsumsi berkalori tinggi dan penuh dengan karbohidrat kosong.

Sebuah studi baru-baru ini di University of North Carolina menemukan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak. Semakin sering mengkonsumsi junk food yang tidak sehat, termasuk keripik asin, soda, dan permen.

Makan Terlalu Cepat

Punya kebiasaan makan terlalu cepat juga ternyata bisa menggagalkan diet. Saat makan terlalu cepat, saat ngemil maupun makan, itu tidak akan memberikan waktu bagi otak untuk merasakan perut.

Otak tidak akan memberikan sinyal kenyang sampai sekitar 15 hingga 20 menit setelah mulai makan. Jika sering menghabiskan makanan dalam 10 menit atau kurang, seseorang bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Dalam sebuah penelitian terhadap 3.200 pria dan wanita, peneliti Jepang menemukan bahwa makan terlalu cepat sangat terkait dengan kelebihan berat badan.

Terlalu Banyak Konsumsi Junk Food

Salah satu musuh terbesar seseorang yang sedang menjalani program diet adalah junk food. Terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan membuat lemak terus tertimbun di perut.

Sebab, sebagian besar junk food mengandung kalori yang jumlahnya melebihi kebutuhan sehari-hari.

Kebanyakan Konsumsi Snack Sehat

Dikutip dari laman Eat This, nurtisionis Marissa West mengatakan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak snack sehat juga bisa menggagalkan diet. Beberapa makanan sehat memiliki jumlah kalori yang tinggi, terlebih dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

“Meskipun almond dan alpukat adalah superfood yang sehat, mereka tetap padat kalori, sehingga mungkin untuk menambah kalori harian jika Anda tidak berpegang pada ukuran porsi camilan sehat yang tepat, terutama yang dikemas dalam tas,” kata West.

“Saya selalu menyarankan klien untuk meninjau ukuran porsi camilan mereka, lalu meletakkan camilannya , dan terakhir simpan tasnya untuk menghindari hal ini terjadi.”

Sering Ganti Olahraga

Terlalu sering berganti-ganti jenis olahraga juga ternyata berpengaruh pada kesuksesan diet. Itu membuat perubahan yang sudah ada tidak bisa terlihat.

“Berubah dari satu latihan ke latihan terdengar bagus secara teori, tetapi pada akhirnya bisa menjadi kekacauan dari penurunan berat badan secara konsisten,” jelas West.

“Aturan praktis yang baik adalah memberikan program latihan apa pun yang Anda coba selama satu bulan untuk melihat apakah ada perubahan dan kemajuan yang terjadi. Kemajuan tidak harus segera menurunkan berat badan, itu bisa diukur dengan cara lain, seperti menyelesaikan lebih banyak repetisi dari gerakan tertentu atau melakukan push-up atau berlari lebih cepat,” jelasnya.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

5 Cara Hilangkan Lemak Perut yang Membandel, Bikin Hidup Lebih Sehat

Jakarta

Memiliki perut yang ramping tidak hanya membuat penampilan terlihat lebih menarik, tetapi juga sehat secara fisik dan jauh dari penyakit sehingga umur menjadi lebih panjang

Pasalnya, seseorang dengan lingkar pinggang yang lebih besar kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker. Menurunkan berat badan, khususnya lemak perut, juga meningkatkan fungsi pembuluh darah dan kualitas tidur.

Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, berikut adalah 8 cara menghilangkan lemak perut dan hidup lebih sehat.


1. Batasi karbohidrat, bukan lemak

Para peneliti Johns Hopkins membandingkan efek penurunan berat badan melalui diet rendah karbohidrat dengan diet rendah lemak selama enam bulan. Mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat memangkas lebih banyak berat badan. Selain itu, manfaat tambahan dari diet rendah karbohidrat adalah diet ini menghasilkan penurunan berat badan yang lebih berkualitas.

2. Pikirkan rencana makan, bukan diet

Pada akhirnya, seseorang harus memilih rencana makan sehat yang dapat dipatuhi. Manfaat dari pendekatan rendah karbohidrat adalah bahwa pendekatan ini tidak menghitung kalori, tetapi hanya melibatkan pembelajaran tentang pilihan makanan yang lebih baik. Misalnya, mengalihkan makanan yang tinggi karbohidrat dan gula ke makanan yang berserat tinggi.

3. Aktif bergerak

Aktivitas fisik membantu membakar lemak perut. Olahraga tampaknya bekerja secara khusus pada lemak perut karena mengurangi tingkat sirkulasi insulin, yang sebaliknya akan memberi sinyal kepada tubuh untuk menyimpan lemak, dan menyebabkan hati menggunakan asam lemak, terutama yang berada di sekitar penumpukan lemak perut.

Jumlah olahraga yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan tergantung pada tujuan kebugaran seseorang. Bagi kebanyakan orang, olahraga ini mencakup 30 hingga 60 menit dengan intensitas sedang hingga berat hampir setiap hari.

4. Angkat beban

Menambah latihan kekuatan (strength training) ke dalam latihan aerobik dapat membantu membangun massa otot tanpa lemak. Hal ini membuat seseorang membakar lebih banyak kalori sepanjang hari, baik saat beristirahat maupun saat berolahraga.

5. Hindari makanan olahan

Bahan-bahan dalam makanan kemasan dan makanan ringan sering kali mengandung lemak trans, gula tambahan, dan garam atau natrium tambahan. Tika hal tersebut membuat seseorang sulit menurunkan berat badan.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

6 Makanan Paling Gampang Bikin Perut Buncit, Awas Gagal Diet!

Jakarta

Siapa sih yang tak mau memiliki bentuk tubuh yang ideal alias body goals? Untuk mewujudkan itu semua, tak sedikit orang yang rela menjalani program diet yang sangat ketat lho.

Misalnya, dengan mengonsumsi makanan diet untuk menggantikan sumber asupan sehari-hari. Banyak yang mengira makanan diet seperti protein shake atau protein bar merupakan asupan alternatif yang dapat membantu menghilangkan perut buncit. Tapi terkadang, makanan-makanan tersebut malah bisa menjadi ‘biang kerok’ yang menggagalkan diet loh. Kok bisa?

Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa saja mengandung bahan yang malah membuat gemuk, seperti gula dan lain sebagainya. Lantas, apa saja sih makanan diet yang bisa menggagalkan usah menghilangkan perut buncit tersebut?


1. Protein Shake

Protein merupakan asupan penting bagi orang yang menjalani diet. Pasalnya, protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil atau makan berlebih.

Nah, tak jarang orang yang sedang diet memenuhi kebutuhan proteinnya dengan mengonsumsi protein shake. Meski sebagian besar protein shake bernutrisi dan menyehatkan, ada juga beberapa protein shake yang tinggi gula dan kalori. Karena praktis dikonsumsi, protein shake juga cenderung diminum beberapa kali dalam sehari. Alhasil, tubuh malah bisa kelebihan gula dan kalori.

2. Protein Bar

Selain protein shake, protein bar juga menjadi salah satu makanan diet yang harus dipilih dengan teliti. Alasannya pun sama, karena beberapa jenis protein bar mengandung kalori dan gula yang justru bisa menggagalkan usaha untuk menghilangkan perut buncit.

3. Yogurt Rendah Lemak

Yogurt rendah lemak memang merupakan camilan ideal bagi orang yang sedang diet. Namun, tak jarang yogurt rendah lemak mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk memberikan rasa yang lezat.

Kandungan lemak memang amat memengaruhi rasa dari yogurt. Semakin rendah kadar lemaknya, maka semakin hambar pula rasa yogurt tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa yogurt rendah lemak yang menambahkan gula untuk menghasilkan rasa manis. Yogurt seperti inilah yang bisa menggagalkan diet, jadi telitilah sebelum memilih ya.

4. Sereal Rendah Kalori

Orang yang sedang diet memang harus benar-benar memerhatikan asupan kalori hariannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang rendah kalori, seperti sereal.

Kendati demikian, ada banyak sereal rendah kalori yang mengandung gula atau pemanis tambahan untuk memberikan rasa yang enak. Selain itu, sereal rendah kalori umumnya mengandung protein dan lemak sehat yang sedikit, sehingga tidak bisa membuat kenyang dalam waktu yang lama.

5. Buah Kering

Buah kering merupakan camilan yang cukup sering dikonsumsi oleh orang yang sedang diet. Sama seperti buah segar, buah kering juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Namun karena ukurannya yang lebih kecil, serta rasanya yang cenderung lebih manis dibanding buah segar biasa, orang-orang gampang ‘bablas’ saat mengonsumsi buah kering.

Terlebih, satu porsi buah kering memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih banyak dibanding buah segar dalam jumlah yang sama. Karena itu, batasilah konsumsi buah kering agar tidak mengganggu program diet.

6. Kopi

Kopi memang menjadi salah satu minuman yang bisa memberikan energi bagi orang-orang yang sedang diet. Tapi, beberapa jenis kopi tertentu malah bisa memberikan efek yang berbalik dan menggagalkan diet loh.

Misalnya, kopi rasa (flavoured coffee) seperti latte, frappe, atau cappucino. Alasannya pun jelas, karena jenis kopi tersebut cenderung memiliki kandungan gula dan kalori tinggi yang bisa menggagalkan upaya menghilangkan perut buncit.

Karena itu, tetaplah mengonsumsi kopi hitam tanpa gula agar program diet tetap berjalan dengan lancar.

Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Banyak Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik’:

[Gambas:Video 20detik]

(ath/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

5 Kebiasaan Simpel Pagi Hari yang Bisa Pangkas Perut Buncit

Jakarta

Bagi sebagian orang, memiliki perut buncit adalah sesuatu yang cukup mengganggu. Selain bisa memengaruhi penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, berat badan yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko berbagai macam penyakit.

Karena itu, tidak heran jika orang-orang terus mencari cara menghilangkan perut buncit. Apalagi jika cara tersebut praktis, murah, dan gampang untuk dilakukan.

Kabar baiknya, menghilangkan perut buncit memang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan, perut buncit yang mengganggu penampilan bisa dipangkas dengan sejumlah kebiasaan simpel di pagi hari. Apa saja?


Kebiasaan Pagi Hari untuk Menghilangkan Perut Buncit

1. Timbang Berat Badan

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa menimbang berat badan setiap pagi membantu menghilangkan perut buncit? Dikutip dari WebMD, menimbang berat badan setiap pagi bisa membuat seseorang lebih termotivasi dan konsisten menjalani kebiasaan sehat untuk menurunkan berat badan.

Pasalnya, menimbang berat badan setelah buang air kecil di pagi hari lebih baik dibanding waktu lainnya. Tubuh akan memproses makanan dan minuman saat tidur, sehingga ketika bangun di pagi hari perut akan relatif kosong. Alhasil, menimbang berat badan di pagi hari akan memberikan hasil yang lebih akurat.

2. Minum Air Putih

Mengonsumsi air putih, terutama air hangat, ternyata memiliki dampak yang besar untuk menghilangkan perut buncit. Air hangat dapat merangsang sistem pencernaan dan membuatnya tetap aktif. Hal ini tentunya dapat meningkatkan sistem metabolisme yang memainkan peran penting dalam menurunkan berat badan dan memangkas perut buncit.

3. Berolahraga Sebelum Sarapan

Ternyata, waktu ideal untuk berolahraga di pagi hari adalah setelah bangun tidur dan sebelum sarapan. Kenapa?

Menurut sebuah penelitian, berolahraga dengan perut kosong memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan timbunan lemak sebagai sumber energi. Inilah alasan mengapa berolahraga sebelum sarapan lebih efektif untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

4. Sarapan Tinggi Protein

Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting yang memberikan energi bagi tubuh agar bisa beraktivitas. Nah, alih-alih mengonsumsi makanan dengan kabohidrat tinggi saat sarapan, perbanyaklah asupan protein untuk membantu menurunkan berat badan.

Pasalnya, makanan yang kaya akan protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi kebiasaan ngemil.

5. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Berjemur beberapa menit di bawah sinar matahari pagi ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan loh. Menurut sebuah penelitian, paparan sinar matahari di waktu tertentu dapat berdampak pada penurunan berat badan.

Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari juga bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Beberapa studi menyebutkan vitamin D dapat membantu mengurangi serta mencegah kenaikan berat badan.

(ath/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera