Category Archives: Beasiswa

Kemenag Sediakan 80 Beasiswa bagi Mahasiswa Konghucu, Bisa untuk 2 Prodi Ini



Jakarta

Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini menyediakan sebanyak 80 beasiswa, khusus bagi mahasiswa yang beragama Konghucu.

“Tahun 2024 ini Kementerian Agama siapkan 80 beasiswa untuk S1 prodi Pendidikan Agama Konghucu dan prodi Komunikasi dan Penyiaran Konghucu,” terang Kepala Pusat Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu, Susari dalam laman Kemenag, dikutip pada Rabu (24/1/2024).

Susari mengatakan pengadaan beasiswa ini telah dilakukan sejak tahun 2020. Gunanya untuk meningkatkan minat umat Konghucu untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang keagamaan dan pendidikan.


“Beasiswa bagi mahasiswa tersebut untuk memenuhi kebutuhan guru agama Konghucu yang memiliki kualifikasi dengan standar yang dibutuhkan,” tuturnya.

“Kami terus sosialisasikan kepada umat Konghucu yang ingin melanjutkan studi S1 di kedua prodi tersebut, kita berikan beasiswa tahun ini, supaya guru dan penyuluh nanti kualifikasinya sesuai standar yang diharapkan,” lanjut Susari.

Dalam sosialisasi beasiswa mahasiswa Konghucu ini, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki berharap para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa menjadi penyuluh agama-agama di lingkungan Kemenag. Selain itu, mereka diharapkan menjadi insan yang dapat menjalankan tugas dan fungsinya.

“Pemerintah berharap para ASN atau penyuluh agama mampu menjadi insan yang menerapkan konsep Islam rahmatan lil alamin. Terlebih saat ini mendekati momen peristiwa politik yaitu Pemilu pada Februari mendatang,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia membutuhkan duta moderasi beragama. Dengan begitu, anak muda bisa lebih menghindari sikap hegemonik dan sebagainya.

“Jadilah duta-duta moderasi beragama minimal dalam lingkungan dan keluarga terdekat, jauhi sikap-sikap hegemonik dan sikap yang paling benar sendiri,” pesannya.

Kampus Penerima Beasiswa Konghucu

Jika melihat data tahun 2022 dan 2023, mahasiswa penerima beasiswa Konghucu ini berkuliah di Sekolah Tinggi Konghucu Indonesia (STIKIN) Purwokerto. Kampus tersebut merupakan institusi pendidikan tinggi Konghucu pertama di Indonesia.

STIKIN berada di bawah pengelolaan Yayasan Rajawali Putra Banyumas. Lokasi STKIN terdapat di jalan Sunan Bonang Nomor 121, Kembaran Purwokerto, Jawa Tengah.

Melansir laman resminya, saat ini STIKIN hanya mempunyai satu prodi yakni S1 Pendidikan Agama Khonghucu. Prodi tersebut pada 2022 telah mendapatkan akreditasi “Baik” dari BAN-PT.

(cyu/nwk)



Sumber : www.detik.com

Link Pendaftaran KIP Kuliah 2024 beserta Kemungkinan Pengumuman Jadwal Seleksi



Jakarta

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) menjadi salah satu program yang ditunggu pembukaan pendaftarannya di Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024. Namun kapan dan melalui link yang mana pendaftarannya akan dibuka?

Pada dasarnya, KIP Kuliah merupakan program utama yang ada di bawah Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pendaftarannya dilakukan secara daring melalui link https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

Sedangkan terkait jadwal, mengutip Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka 2023, Rabu (24/1/2024) dijelaskan bila pendaftaran dilakukan bersamaan dengan jadwal penyelenggaraan SNPMB 2024 di setiap jalur seleksinya.


Seperti yang diketahui, saat ini proses seleksi SNPMB memasuki tahap registrasi akun yang digunakan untuk mendaftar SNBP dan SNBT 2024. Nantinya pendaftaran jalur pertama secara prestasi/SNBP akan dimulai pada 14 Februari 2024.

Sehingga kemungkinan pendaftaran KIP Kuliah 2024 juga akan dimulai pada 14 Februari 2024 hingga sepanjang tahun hingga jalur penerimaan UTBK-SNBT dan jalur mandiri. Setiap h-1 pendaftaran di setiap jalur penerimaan detikers bisa mengunjungi laman KIP Kuliah untuk mendapat informasi terbarunya.

Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2024

1. Lulusan SMA/SMK/sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus dua tahun sebelumnya. Dengan demikian, peserta yang bisa mendaftar tahun ini adalah lulusan 2024, 2023, dan 2022.

2. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik S1 atau Vokasi.

3. Pendaftaran bisa untuk penerimaan mahasiswa baru di PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.

4. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, yang dibuktikan dengan:

  • Mahasiswa pemegang atau pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) pendidikan menengah.
  • Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima program bantuan sosial yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial seperti Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), dan Bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
  • Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil ketiga Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  • Mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan.

5. Pertimbangan khusus bisa dilakukan dengan mendukung bukti dokumen yang sah, seperti:

  • Bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak Rp 4 juta setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
  • Bukti keluarga miskin dalam bentuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pemerintah, minimum tingkat desa/kelurahan untuk menyatakan kondisi suatu keluarga yang termasuk golongan miskin atau tidak mampu.

Demikianlah informasi terbaru terkait link pendaftaran KIP Kuliah 2024 yang akan dibuka sebentar lagi. Jika kamu salah satu camaba yang akan mendaftar program ini, yuk segera persiapkan diri dan semoga berhasil!

(det/nwy)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Non-Gelar Bahasa Arab di Kuwait University 2024 Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar



Jakarta

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait membuka pendaftaran beasiswa untuk program non-gelar bahasa Arab di Kuwait University tahun ajaran 2024/2025. Untuk diingat, beasiswa ini mengusung program non-gelar, sehingga ketika selesai peserta tidak mendapatkan gelar apapun dari Kuwait University.

Diketahui, program beasiswa yang diadakan setiap tahun ini merupakan hasil kerjasama KBRI Kuwait dan Pemerintah Kuwait melalui cq Ministry of Foreign Affairs (MoFA). Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan dokumen persyaratan yang ditentukan melalui email tertera paling lambat hingga 9 Februari 2024 pukul 24.00 waktu Kuwait.

Nantinya, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat pendanaan. Seperti biaya tiket, biaya pendidikan, asrama, hingga jaminan konsumsi selama program berlangsung.


Berminat untuk mendaftar? Berikut informasi lengkapnya dikutip dari postingan Instagram KBRI Kuwait, Rabu (24/1/2024).

Syarat Beasiswa Program Bahasa Kuwait University

Syarat Umum

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Minimal lulusan SMA/Sederajat
  3. Nilai Ijazah minimal 90 bagi lulusan SMA
  4. Berusia 18-27 tahun per 1 Juni 2024
  5. Berdedikasi tinggi dan bersedia mengikuti program bahasa Arab selama 3 semester di Kuwait University
  6. Bersedia mematuhi kurikulum, aturan belajar, dan asrama di Kuwait University

Dokumen Pendaftaran

  1. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pendaftar sesuai dengan format yang ditentukan
  2. Lampiran CV dengan format yang ditentukan
  3. Hasil scan KTP dan Paspor RI dengan masa berlaku minimal 6 bulan
  4. Hasil Scan Ijazah dan transkrip nilai dari SMA/sederajat hingga ijazah pendidikan terakhir
  5. Pas foto berwarna dengan ukuran 4 x 6 cm dengan latar belakang biru
  6. Untuk contoh CV dan Surat Pernyataan, detikers bisa melihatnya di sini.

Cara Mendaftar Beasiswa Program Bahasa Kuwait University

Seluruh dokumen pendaftaran dikirimkan secara daring kepada KBRI Kuwait untuk seleksi tahap 1 melalui e-mail pensosbudkwt2022@gmail.com paling lambat 9 Februari 2024 pukul 24.00 waktu Kuwait.

Bila detikers lolos tahap administrasi tahap 1, nantinya akan dihubungi oleh tim seleksi dan diwajibkan mengirimkan dokumen sebagai berikut:

1. Ijazah pendidikan yang diterjemahkan tersumpah bahasa Arab dan dilegalisir oleh Kedubes Kuwait di Jakarta.

2. SKCK terjemahan tersumpah bahasa Arab yang dilegalisir oleh Kedubes Kuwait di Jakarta.

3. Hasil tes kesehatan dari rumah sakit berlisensi GAMCA yang juga dilegalisir oleh Kedubes Kuwait di Jakarta.

Terkait informasi pendaftaran lebih lanjut detikers bisa mengakses Instagram resmi Kedubes Kuwait @indonesiainkuwait, ya. Buruan daftar dan semoga berhasil detikers!

(det/pal)



Sumber : www.detik.com

Mau Kuliah Gratis 1 Semester di UGM dan Unair? Mahasiswa Seluruh Indonesia Bisa Daftar



Jakarta

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) membuka kesempatan untuk kuliah gratis selama satu semester secara daring. Pendaftaran dapat dilakukan melalui bit.ly/FS-BATCH9 hingga 14 Februari 2024.

Program yang bekerja sama dengan FutureSkills ini memungkinkan mahasiswa seluruh Indonesia untuk merasakan kuliah di UGM dan Unair pada lima mata kuliah.

Kelimanya yaitu Sociopreneurship, Future Leader and Organization, Green Planet and Future Living, Ekonomi Digital dan Teknologi Informasi, serta Ekonomi Koperasi dan Kewirausahaan.


Untuk mengenal lebih jauh terkait program ini, berikut informasi selengkapnya dikutip dari laman FutureSkills, Kamis (25/1/2024).

Skema Perkuliahan Daring FutureSkills x UGM-Unair

1. Skema Reguler

  • Skema reguler berisi 8 pertemuan perkuliahan yang dilaksanakan oleh mitra, peserta juga akan dibekali mentorship bersama FutureSkills.
  • Akan ada project akhir yang diberikan oleh mitra.
  • Pengerjaan tugas akhir dilaksanakan selama 1 minggu.
  • Laporan pelaksanaan project dapat berupa presentasi atau pengumpulan tugas.
  • Penilaian oleh mitra dilakukan pada minggu berikutnya.

2. Skema Magang

  • Perkuliahan dilakukan dalam 12 pertemuan dan diakhiri dengan magang.
  • Program magang dapat dilaksanakan secara daring maupun luring.
  • Laporan pelaksanaan magang dapat berupa persentasi atau pengumpulan tugas.

Manfaat Perkuliahan Daring FutureSkills x UGM-Unair

  • Kuliah gratis bersama ahli industri dan komunitas tingkat nasional.
  • Kuliah bisa dikonversi menjadi setara 3 SKS di kampus asal mahasiswa.
  • Kesempatan untuk direkrut oleh mitra penyelenggara kelas.
  • Peluang magang pada mitra penyelenggara kelas di akhir kegiatan.
  • Sertifikat di akhir perkuliahan yang diakui industri.

Jadwal Seleksi

  • Pendaftaran: hingga 14 Februari
  • Seleksi peserta oleh mitra: 12-16 Februari 2024
  • Kelas perdana: 1 Maret 2024
  • Perkuliahan-Project Akhir: 3 Maret-1 Juni 2024

Pada dasarnya program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia, tetapi setiap mata kuliah nantinya akan memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi peserta. Jadi pastikan hal ini dan cek masing-masing kelas di laman bit.ly/FS-BATCH9 ya, selamat mendaftar detikers!

(det/nwy)



Sumber : www.detik.com

4 Jenis Beasiswa Pemprov DKI Jakarta, Ada Buat Siswa-Mahasiswa



Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan beasiswa bagi warga DKI Jakarta usia sekolah atau 6-21 tahun hingga yang berstatus mahasiswa untuk menempuh Pendidikan Program Diploma/Sarjana (Jenjang D3, D4, dan S1) sampai selesai dan tepat waktu.

Kepala Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta Waluyo Hadi mengenalkan empat jenis beasiswa yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Beasiswa tersebut ada yang berlaku bagi siswa hingga mahasiswa.

“Bantuan ini untuk memastikan warga Jakarta usia sekolah wajib bersekolah. UPT kami diberikan tugas tidak ada warga Jakarta yang berusia sekolah tidak bersekolah. Oleh karena itu, program-program yang kami kelola punya pagu anggaran yang fantastis,” ujarnya dalam acara Kongres Beasiswa Indonesia 3 Tahun 2024, di Auditorium Perpusnas, Jakarta Pusat pada Kamis (25/1/2024).


1. Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus

KJP Plus adalah bantuan pendidikan yang bisa diterima pelajar di DKI Jakarta dengan syarat-syarat tertentu. Bantuan ini memiliki dasar hukum Pergub No. 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan.

Besaran Bantuan KJP Plus

1. SD/MI

  • Biaya Rutin: Rp 135 ribu/bulan
  • Biaya Berkala: Rp 115 ribu/bulan
  • Total Besaran Dana: Rp 250 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SD/MI Swasta 6 bulan: Rp 130 bulan

2. SMP/MTs

  • Biaya Rutin: Rp 185 ribu/bulan
  • Biaya Berkala: Rp 170 ribu/bulan
  • Total Besaran Dana: Rp 300 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SMP/MTs Swasta 6 bulan: Rp 170 ribu/bulan

3. SMA/MA

  • Biaya Rutin: Rp 235 ribu/bulan
  • Biaya Berkala: Rp 185 ribu/bulan
  • Total Besaran Dana: Rp 420 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SMA/MA Swasta 6 bulan: Rp 290 ribu/bulan

4. SMK

  • Biaya Rutin: Rp 235 ribu/bulan
  • Biaya Berkala: Rp 215 ribu/bulan
  • Total Besaran Dana: Rp 450 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SMK Swasta 6 bulan: Rp 240 ribu/bulan

5. PKBM

  • Biaya Rutin: 185 ribu/bulan
  • Biaya Berkala: Rp 115 ribu/bulan
  • Total Besaran Dana: RP 300 ribu/bulan

Persyaratan Umum Penerima KJP Plus

  • Peserta didik dengan usia 6-21 tahun
  • Terdaftar sebagai peserta didik pada satuan pendidikan atau swasta di DKI Jakarta
  • Memiliki NIK sebagai penduduk DKI Jakarta dan berdomisili di DKI Jakarta
  • Memenuhi kriteria khusus sebagai penerima bantuan sosial

Persyaratan Khusus Penerima KJP Plus

  • Terdaftar dalam DTKS Daerah
  • Anak panti sosial, penyandang disabilitas, dan anak penyandang disabilitas
  • Anak pengemudi Jaklingko yang mengemudikan Mikrotrans berdasarkan SK Kepala Dinas Perhubungan
  • Anak penerima Kartu Pekerja Jakarta berdasarkan SK Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi
  • Mendapatkan surat rekomendasi dari Lurah untuk ATS yang akan mendaftarkan diri ke satuan pendidikan
  • Peserta didik Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) dengan masa kursus minimal 6 bulan

2. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)

KJMU merupakan program bantuan untuk meningkatkan mutu pendidikan mahasiswa D3, D4, maupun S1. Penerima bantuan ini akan dipastikan bisa menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Besaran bantuan ini yakni Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester. Dana yang diterima nantinya bisa digunakan mahasiswa untuk keperluan bayar UKT dan biaya pendukung personal.

Persyaratan Penerima KJMU

  • Berdomisili dan memiliki KTP serta KK DKI Jakarta
    terdaftar dalam DTKS, DTKS Daerah dan/atau warga DKI binaan sosial pada panti sosial Dinas Sosial
  • Tidak menerima beasiswa/bantuan pendidikan lain yang bersumber dari APBN atau APBD
  • Bagi calon mahasiswa diharuskan menempuh pendidikan di sekolah negeri/swasta DKI Jakarta, dinyatakan lulus di PTN (Indonesia) atau PTS (di Jakarta) yang berakreditasi A/Unggul
  • Bagi yang telah menjadi mahasiswa maksimal semester 6 dan kuliah di PTN (Indonesia) atau PTS (di Jakarta) yang terakreditasi A/Unggul

3. Bantuan Pendidikan Masuk Sekolah (BPMS)

BPMS ini berlaku bagi calon peserta didik baru. Tidak untuk siswa di sekolah negeri DKI Jakarta, tetapi bantuan ini berlaku bagi siswa di sekolah swasta.

Besaran Bantuan

1. Sekolah/Madrasah Swasta

  • SD/MI: Rp 1 juta
  • SMP/MTs/SMPLB/ Rp 1,5 juta
  • SMA/MA/SMALB: Rp 2,5 juta
  • SMK: Rp 2,5 juta

2. Sekolah/Madrasah Swasta Peserta PPDB Bersama

  • SMA Klaster I: Rp 3 juta
  • SMA Klaster II: Rp 7 juta
  • SMA Klaster III: Rp 10 juta
  • SMK Klaster I: Rp 3 juta
  • SMK Klaster II: Rp 7 juta
  • SMK Klaster III: Rp 10 juta

Persyaratan Penerima Beasiswa BPMS

  • Siswa di sekolah swasta Jakarta berusia 6-21 tahun
  • Berdomisili di Jakarta dibuktikan oleh KK
  • Termasuk dalam kategori dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam DTKS, anak panti sosial, penyandang disabilitas, anak dari pengemudi Jaklingko yang mengemudikan Mikrotrans, anak dari penerima Kartu Pekerja Jakarta, anak tidak sekolah (ATS) yang sudah kembali ke sekolah, atau anak yang mengikuti PPDB Bersama

4. Beasiswa Pendidikan Anak Nakes

Beasiswa ini diperuntukkan khusus bagi pelajar di Jakarta yang merupakan anak dari tenaga kesehatan. Penerima beasiswa ini mulai dari siswa PAUD hingga mahasiswa.

Bantuan dari beasiswa memiliki besaran (per tahun) yakni:

  • PAUD: Rp 6 juta
  • SD/MI/sederajat: Rp 9 juta
  • SMP/MTs/sederajat: Rp 12 juta
  • SMA//sederajat: 15 juta
  • SMK: Rp 17 juta
  • Kampus S1: Rp 20 juta

Itulah beberapa beasiswa yang bisa dicoba oleh siswa hingga mahasiswa yang tinggal di DKI Jakarta. Selamat mencoba.

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Tak Perlu Setop Alokasi Dana LPDP, Dana IKN Bisa untuk Bantu Riset



Jakarta

Baru-baru ini, ramai isu alokasi APBN untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan disetop. Hal tersebut ramai usai Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Jokowi ingin menambahkan anggaran untuk keperluan riset. Ia memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

“Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tetapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi dalam CNN Indonesia dikutip Kamis (25/1/2024).


Isu tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Muhadjir menyatakan, pemerintah akan mengkaji ulang mengenai penghentian ini.

“Mungkin kita setop dulu. Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” katanya.

Dana tersebut akan dialihkan ke pengembangan riset sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Adapun penyaluran Beasiswa LPDP tetap berlanjut menggunakan dana abadi sebesar Rp136 triliun.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

DPR Tanggapi Penghentian Dana LPDP

Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes mempertanyakan penghentian alokasi dana LPDP. Menurutnya, riset merupakan hal yang penting tetapi tidak cocok jika harus mengorbankan dana LPDP.

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting dan relevan untuk membiayai sarjana-sarjana kita agar memiliki kemampuan riset,” ungkap Fahmy dalam lama Komisi DPR RI, Kamis (25/1/2024).

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting,” imbuhnya.

Sarankan Alokasi IKN Untuk Dana Riset

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS itu mengusulkan agar alokasi anggaran untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan alutsista dialihkan untuk alokasi riset dan pengembangan pendidikan dibandingkan menghentikan dan mengalihkan alokasi LPDP.

“Menghapus dana LPDP, sama saja dengan mengebiri anak-anak bangsa. Dana riset kita sangat kurang. (Maka) ambil dari alokasi anggaran pembangunan yang tidak atau belum perlu, semisal proyek IKN atau efisiensi dana, seperti anggaran pembelian alutsista bekas, yang konon sangat boros dan kemahalan,” ujarnya.

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Cek 3 Jenis Beasiswa di Unair, Terbuka Bagi Camaba-Hafidz



Jakarta

Proses seleksi penerimaan mahasiswa baru 2024 telah dimulai termasuk di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Selain menentukan pilihan program studi, biasanya calon mahasiswa baru juga akan mencari tahu beasiswa apa saja yang tersedia di kampus.

Dikutip dari laman Unair, ada beragam beasiswa baik dari pemerintah maupun pihak swasta yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Tak hanya itu, Unair juga membuka beasiswa langsung dari kampus.

Untuk lebih lengkapnya, simak informasi berikut ini.


3 Jenis Beasiswa Unair

1. Beasiswa Pemerintah

Salah satu beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh calon mahasiswa Unair adalah beasiswa pemerintah. Direktur Kemahasiswaan Unair, Prof M Hadi Shubhan, menyatakan salah satunya adalah beasiswa KIP Kuliah.

“Terdapat beasiswa dari pemerintah, misalnya beasiswa Unggulan dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah,” ujarnya dalam laman Unair, Kamis (25/1/2024).

KIP-Kuliah adalah beasiswa yang ditujukan bagi camaba yang berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu. Beasiswa ini juga merupakan salah satu beasiswa yang membuka kuota terbanyak bagi camaba.

“Beasiswa yang paling mudah sekali adalah beasiswa KIP-Kuliah karena hanya perlu mendaftar di laman yang tersedia. Beasiswa ini untuk mahasiswa yang punya SKTM atau KKS (Kartu Keluarga Sejahtera),” terangnya.

Di samping KIP Kuliah, pemerintah juga menyediakan Beasiswa Unggulan serta beasiswa dari pemerintah daerah. Beberapa beasiswa tersebut antara lain adalah beasiswa Pemuda Tangguh Pemerintah Kota Surabaya, beasiswa KJMU (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta), dan Jabar Future Leadership Scholarship (JFLS).

2. Beasiswa Mitra

Beasiswa Mitra merupakan beasiswa dari mitra yang bekerja sama dengan Unair. Mitra tersebut antara lain berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun korporasi swasta.

Beberapa beasiswa dari BUMN seperti BRI SMART, Beasiswa Bank Indonesia skema unggulan dan reguler, dan Beasiswa Bank Syariah Indonesia. Kemudian beasiswa dari korporasi dan lembaga swasta yaitu Bakti BCA, Beasiswa Pertamina, Beasiswa VDMI, Djarum Bhakti Pendidikan, Beasiswa BAZNAS Nasional, dan Yayasan Karya Salemba Empat.

Pendaftaran beasiswa tersebut biasanya terlaksana minimal setelah dua semester perkuliahan. Hal ini karena beasiswa mitra memerlukan persyaratan khusus, misalnya prestasi, capaian nilai, hingga keaktifan organisasi.

3. Beasiswa Unair

Terakhir, Unair juga membuka beasiswa sendiri. Pemberian beasiswa tersebut khusus bagi para penghafal kitab suci semua agama yang ingin melanjutkan pendidikan di Unair.

“Kemudian juga ada beasiswa untuk tahfidz Al-Qur’an. Mereka yang hafal minimal lima juz akan bebas uang kuliah tunggal (UKT). Beasiswa ini juga berlaku bagi penghafal kitab suci dari agama lainnya,” tuturnya.

Dengan adanya beragam beasiswa di Unair, Prof Hadi berharap calon mahasiswa tidak lagi takut untuk berkuliah.

“Tidak ada alasan untuk tidak kuliah, baik itu alasan finansial atau yang lainnya. Jadi, para calon mahasiswa jangan berputus asa,” pungkasnya.

Informasi mengenai beasiswa di Unair dapat kamu akses melalui https://kemahasiswaan.unair.ac.id/tentang-beasiswa/ atau media sosial Instagram @ditmawa.unair.

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com

Batas Usia Beasiswa LPDP S2-S3 Maksimal Berapa? Cek Syaratnya di Sini


Jakarta

Batas usia beasiswa LPDP 2024 untuk jenjang S2 dan S3 berbeda-beda tergantung kategori beasiswanya. Batas usia ini menjadi penting untuk diperhatikan sebagai syarat pendaftar beasiswa.

Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibagi ke dalam empat kategori yaitu beasiswa targeted, afirmasi, umum, dan kolaborasi. Keempat kategori ini dibedakan atas penerima beasiswa serta syarat usia maksimalnya.

Untuk melihat jenis-jenis atau kategori beasiswa LPDP bisa cek DI SINI.


Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar beasiswa LPDP untuk S2-S3, yuk simak syarat batas usianya berikut ini.

Batas Usia Beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3:

1. Batas Usia Beasiswa LPDP Reguler

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

2. Batas Usia Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

3. Batas Usia Beasiswa LPDP Parsial

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

4. Batas Usia Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

Pendaftar S2: 42 tahun

Pendaftar S3: 47 tahun

5. Batas Usia Beasiswa LPDP Prasejahtera

Pendaftar S2: 42 tahun

6. Batas Usia Beasiswa LPDP Putra-putri Papua

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

7. Batas Usia Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

8. Batas Usia Beasiswa LPDP Pendidikan Kader Ulama

Pendaftar S2: 40 tahun

Pendaftar S3: 45 tahun

9. Batas Usia Beasiswa LPDP PNS, TNI, Polri

Pendaftar PNS S2: 37 tahun

Pendaftar PNS S3: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S2: 40 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S3: 45 tahun

10. Batas Usia Beasiswa LPDP Kewirausahaan

Pendaftar S2: 35 tahun

11. Batas Usia Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

Pendaftar spesialis: 35 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

Pendaftar subspesialis: 45 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

12. Batas Usia Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

Pendaftar S3 Jalur Fast Track: 25 tahun

Pendaftar S3: 27 tahun

13. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

Pendaftar non-CPNS dan non-PNS: 35 tahun

Pendaftar PNS: 27 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

14. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

15. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master

Pendaftar umum: 37 tahun

Pendaftar PNS: 37 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

16. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri: 45 tahun

17. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

18. Batas Usia Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

19. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

Batas usia pendaftar beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3 dihitung per 31 Desember 2024. Untuk perhitungannya, misal pada beasiswa dengan syarat batas usia 35 tahun, maka pendaftar yang berusia 35 tahun lebih 6 bulan tetap masih bisa mendaftar.

Jadi, semoga berhasil untuk LPDP 2024 detikers!

(faz/nwy)



Sumber : www.detik.com

Siap-siap! Yayasan Alumni IPB Targetkan Beasiswa Rp 6 Miliar untuk Tahun 2024



Jakarta

Yayasan Alumni IPB menyiapkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk disalurkan kepada mahasiswa IPB sebagai beasiswa tahun 2024. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris YAPI, Fia Sufianti dalam Kongres Beasiswa Indonesia 3, di Auditorium Perpusnas, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).

Dalam presentasinya, Fia menunjukkan bahwa YAPI tahun ini mempunyai target beasiswa sebesar Rp 6 miliar bagi 500 penerima. Kemudian, ditargetkan juga tahun 2025 sebesar Rp 9 miliar untuk 750 penerima dan Rp 12 miliar pada 2026 untuk 1.000 penerima.

“IPB mendapat amanah dari pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah bisa berkuliah di IPB,” ujar Fia di Auditorium Perpusnas, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).


Fia bercerita komitmen alumni IPB menyediakan beasiswa ini berawal dari cerita beberapa mahasiswa yang pulang setelah daftar ulang karena uang yang dibawanya tidak mencukupi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Atas masalah tersebut, alumni berdiskusi dan mengumpulkan dana untuk membantu mahasiswa yang terkendala tersebut.

“100 alumni berkolaborasi untuk mengumpulkan dana dan terkumpul dalam waktu dua minggu sebanyak Rp 1,5 miliar dan itu digunakan untuk memanggil kembali orang-orang yang sudah pulang,” tuturnya.

Fia menambahkan beasiswa yang disediakan YAPI saat ini tidak hanya dalam berbentuk uang untuk biaya pendidikan per semester, tetapi juga berupa pelatihan soft skill kepada para penerima manfaat.

“Di YAPI tidak hanya diberikan UKT, tapi kami secara kontinyu akan memberikan pelatihan soft skill untuk menjadi pemimpin yang baik dan sebagainya. Jadi, keluar dari IPB maka rekan-rekan yang dibiayai oleh YAPI sudah bisa siap untuk menghadapi dunia nyata kerja yang sesungguhnya,” kata Fia.

Program Orang Tua Asuh

YAPI juga memberikan kesempatan bagi para alumni IPB yang ingin ikut serta sebagai donatur personal dengan bergabung ke dalam program Orang Tua Asuh. Program Orang Tua Asuh ini terdiri atas dua jenis yakni Paket Bisa 1 (sumbangan Rp 6 juta untuk 1 semester) dan Paket Bisa 2 (sumbangan Rp 12 juta untuk 2 semester).

“Jadi orang tua asuh ini seperti ibu bapak yang menyediakan pendanaan UKT, misalnya beliau ada yang mau tiga mahasiswa perikanan yang UKT nya maksimal Rp 6 juta, saya bayarkan dari semester 1 sampai lulus,” kata Fia.

Setelah dana dari Orang Tua Asuh ini terkumpul, YAPI kemudian mengolahnya. Lalu, YAPI akan memberikannya ke pihak IPB untuk disalurkan kepada mahasiswa yang sesuai dengan kategori penerima beasiswa YAPI.

“Ada juga orang tua asuh yang boleh dengan program satu tahun misalnya, jadi kita terima juga,” ujar Fia.

Jenis Beasiswa YAPI

1. Beasiswa Leader Mandiri: Beasiswa untuk calon leader agar kuliah tidak terputus
2. Beasiswa Leader Prestatif: Beasiswa apresiasi untuk calon leader yang berprestasi
3. Beasiswa Khusus: Apresiasi untuk calon leader dengan persyaratan khusus

(cyu/cyu)



Sumber : www.detik.com

Komisi X DPR Tolak Penghentian Sementara Dana LPDP



Jakarta

Komisi X DPR RI tegas menolak penghentian sementara alokasi dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Alih-alih menghentikan, kuota beasiswa dinilai perlu ditambah.

“Kami menolak penghentian kucuran dana APBN untuk LPDP. Dalam pandangan kami justru kucuran dana untuk LPDP ditambah agar kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini makin banyak,” tutur Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dalam laman DPR RI dikutip Senin (29/1/2024).

Penambahan kuota ini perlu diupayakan lantaran Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hanya ada 10,15 persen penduduk Indonesia yang mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.


Ia menyebutkan, faktor tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi adalah penyebab utama APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah.

“Kami menilai pemerintah harus mulai memikirkan langkah terobosan untuk meningkatkan peluang bagi peserta didik Indonesia agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bisa jadi dengan menggunakan manfaat dana abadi pendidikan,” ujarnya.

Nilai Pengalihan Dana Tidak Masuk Akal

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara alokasi LPDP tidak memiliki argumentasi yang kuat. Pengalihan dana untuk pengembangan riset itu dinilai tidak masuk akal.

Mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Ledia menerangkan bahwa Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mengalokasikan dana abadi riset. Maka, alokasi anggaran pendidikan untuk beasiswa dan alokasi dana abadi riset telah ditetapkan secara terpisah.

“Ini kan tidak jelas arahnya mau ke mana. Jangan-jangan nanti alokasinya untuk membiayai riset asal-asalan saja. Jika dana beasiswa ditarik ke dana abadi riset, tidak realistis. Pemerintah ini seharusnya membuat kebijakan anggaran pendidikan yang sistematis dan terukur,” ucap Ledia.

Politisi Fraksi PKS itu pun menegaskan jika pemerintah ingin menguatkan sektor riset seharusnya bukan mengalihkan anggaran LPDP, melainkan harus menyusun rencana induk riset nasional. Langkah ini, baginya, krusial karena akan menentukan prioritas program-program riset yang akan diupayakan oleh negara.

“Jika tidak didasarkan pada rencana induk riset nasional, semua (anggaran) akan menjadi sia-sia, mubazir,” ungkapnya.

(nir/nir)



Sumber : www.detik.com