Category Archives: Tokocrypto

Harga Bitcoin Melonjak Menyusul Bertambahnya Pasokan USDT (Tether) US$300 Juta

Harga Bitcoin (BTC) melonjak 7,16 persen dalam 24 jam terakhir di kisaran US$6.691. Penguatan itu menyusul bertambahnya pasokan USDT (Tether) US$300 juta ke dalam pasar aset kripto secara global pada pekan lalu. Menurut Whale Alerts, pada hari kemarin saja, sekitar US$60 juta USDT sudah diterbitkan.
Bitcoin naik lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir. Sumber: Cryptocompare.

Pasokan besar sebelumnya terjadi pada pekan lalu. Pada 30 Maret 2020, US$120 juta USDT diterbitkan, mengikuti US$120 juta pada 26 Maret 2020. Secara total, US$300 juta USDT diterbitkan dalam seminggu terakhir.

Penerbitan USDT oleh perusahaan Tether yang lebih banyak ke dalam pasar adalah respons semakin banyak permintaan terhadap stablecoin bernilai dolar AS itu.

Decrypt sebelumnya telah melaporkan tentang hubung kait antara pergerakan harga Bitcoin dengan pasokan USDT yang bertambah.

Menurut Digital Assets Data kala itu, bahwa pasokan USDT yang lebih sedikit justru berdampak lebih besar terhadap pasar, daripada yang sebaliknya.

“Penambahan pasokan USDT pada prinsipnya berdampak nyata pada dinamika pasar aset kripto, khususnya Bitcoin. Tetapi berikutnya mungkin berbeda atau tidak seperti yang kami harapkan sebelumnya,” kata Ryan Alfred, Presiden Digital Assets Data.

Perusahaan swasta Tether bukanlah satu-satunya pihak yang membanjiri pasar dengan stablecoin bernilai dolar. Dolar sesungguhnya juga digelontorkan dalam jumlah masif oleh Bank Sentral AS alias The Fed, yakni US$1 juta per detik. Para pengamat berpendapat, itu sangat baik bagi Bitcoin karena bisa mendorong permintaan terhadap Raja Aset Kripto itu. [Decrypt/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

BTS Masuk Kripto Lewat Penjualan NFT, Digidoy Kebut Kreasi NFT Sendiri

BTS sah masuk ke dunia kripto lewat penjualan gambar berwujud NFT alias non-fungible token. Berkat kerjasama dengan bursa kripto Upbit di Korea Selatan, kelak penggemar BTS di seluruh dunia bisa membeli gambar mereka dan bisa menjual lagi dengan harga yang lebih mahal. Sementara itu di Medan, Indonesia, Digidoy Comics ngebut menerbitkan NFT tambahan karya mereka sendiri.

Hal itu disampaikan langsung oleh Hybe, perusahaan agensi di balik BTS. Hybe telah menandatangani kerjasama itu dengan Upbit, bursa kripto berskala global asal Korea Selatan.

 Baca jugaPentingnya Strategi Fibonacci Dalam Trading Crypto

BTS Masuk Kripto Lewat NFT

“Selain beragam gambar-gambar keren, video apik, novel hingga game bertema BTS akan dijual dalam bentuk NFT,” dilansir dari video Hybe di Youtube belum lama ini.

Niatan akuisisi itu tertera di laman situs Komisi Sekuritas dan Bursa Korsel, terkait langkah akuisisi saham oleh Hybe di Dunamu, perusahaan di balik bursa kripto Upbit. Hasil akuisisi itu adalah usaha patungan antara kedua perusahaan.

“Hybe akan membeli 2,5 persen saham di Dunamu, senilai US$423,1 juta,” sebut Hybe dilansir dari Techcrunch, Kamis (4/11/2021).

Pendiri Hybe, Bang Si-hyuk mengatakan, bahwa tujuan penerbitan NFT adalah untuk menyediakan kepemilikan kartu foto yang aman dan memungkinkan mereka untuk dikumpulkan, dipertukarkan, dan ditampilkan di komunitas penggemar global di mana alih-alih satu foto, dapat diubah menjadi kartu foto digital dengan gambar dan suara bergerak.

Megabintang K-pop hanyalah yang terbaru dalam daftar musisi besar yang terus bertambah untuk menerbitkan NFT mereka sendiri karena teknologi semakin menyebar ke arus utama.

Pada September, superstar rap Doja Cat mengeluarkan koleksi NFT-nya sendiri di blockchain Tezos.

Artis lain yang merilis NFT mereka sendiri termasuk Katy Perry , Eminem, The Weekend, Grimes, Kings of Leon, dan Aphex Twin.

Di ranah game, NFT kian popular lewat game Axie Infinity. Bahkan Ubisoft berencana membuat game serupa.

Baca juga : Gurih! Pasar Kripto di India dan Pakistan Naik Hingga 600 Persen

NFT Asli Indonesia oleh Digidoy

Sementara itu di Indonesia, geliat NFT semakin menggejala. Salah satunya adalah Digidoy Comics asal Medan, Indonesia.

Debut awalnya sudah dimulai sejak tahun lalu lewat sejumlah NFT di DaVinci. Bahkan beberapa hari terakhir, Digidoy sudah menerbitkan beragam NFT di unik di OpenSea.

Menurut M. Arief Siregar, salah seorang pendiri Digidoy Comics, pihaknya tidak hanya menerbitkan NFT karya sendiri, melainkan membantu menerbitkan NFT perusahaan-perusahaan ternama.

“Bagi kami NFT adalah ranah dan sarana terbaru bagi pegiat dunia seni visual untuk menjangkau klien yang lebih luas. Berkat teknologi smart contract dan blockchain yang senyawa di NFT, seniman digital lebih mudah untuk melacak hasil penjualannya,” kata Arief di Medan, Kamis (4/11/2021).

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kode Sumber Bitcoin Akan Disimpan di Kutub Utara, Demi Cucu dan Cicit Kita

Perusahaan GitHub, milik raksasa Microsoft, berencana menyimpan cadangan kode sumber (source code) Bitcoin di bawah gunung es di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara. Kode itu dijamin aman hingga 1000 tahun lamanya untuk anak cucu dan cicit kita. Proyek dimulai akhir April 2020.

Langkah itu adalah bagian dari GitHub Archive Program, di mana semua “snapshot” kode sumber yang tersimpan di servermilik GitHub sejak 2 Februari 2020 akan dibuatkan cadangannya. Semua disimpan ke gulungan film sepanjang 1 kilometer, secara berkala.

Untuk memuluskan proyek itu, GitHub berkerjasama dengan Software Heritage Foundation, Arctic World Archive dan Oxford University’s Bodleian Library. Penyimpanan kode dibantu secara khusus oleh perusahaan asal Norwegia, Piql.

Gulungan film akan disimpan di sebuah wadah baja, kemudian diletakkan di bawah tanah sedalam 250 meter.

Kebetulan di Svalbard itu terdapat sebuah bekas tambang batubara. Posisinya pun tak jauh dari Global Seed Vault, yang merupakan tempat penyimpanan cadangan ribuan jenis bibit tanaman.

Proyek ambisius GitHub dan Global Seed Vault kurang lebih serupa, yakni demi mengantisipasi manakala bumi terjadi perang nuklir yang maha kacau atau mungkin asteroid yang mengancam kehidupan manusia.

Global Seed Vault di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara.

Bagi GitHub, sumber kode Bitcoin penting dibuatkan cadangannya, karena skenario terburuk terhadap Bumi di masa depan, bisa memusnahkan kode sumber Bitcoin yang tersimpan secara elektronis di ribuan komputer di dunia saat ini, termasuk di GitHub.

Selain kode sumber Bitcoin, kode sumber protokol Lightning Network juga akan disimpan di tempat yang sama, selain kode sumber Dogecoin dan Ethereum. Yayasan Internet Archive dan Yayasan Long Now mendukung upaya itu, termasuk sejumlah ilmuwan dan sejarawan.

Ratusan kode sumber yang disertakan dalam GitHub Archive Program.

“Saya pikir ada kemungkinan bahwa di masa depan, catatan elektronis [file kode sumber Bitcoin-Red] akan hilang. Jelas sangat rapuh. Melestarikan beberapa hal ke dalam bentuk hard copy, pasti sangat membantu,” kata Wladimir van der Laan, lead developer Bitcoin.

Sejumlah batasan
Namun demikian ada sejumlah batasan yang mungkin ditemui atas langkah itu. Kata Van der Laan, dari sudut pandang programer di masa depan, katakanlah lebih dari 100 tahun dari sekarang, kode sumber seperti itu mungkin tak cukup istimewa, karena perlu konteks khusus.

Jason Teutsch Pendiri Ethereum Truebit berpendapat serupa. Menurutnya, harus disertakan pula penjelasan dan konteks atas kode sumber itu, yakni meliputi catatan sosial, ekonomi, peraturan dan beraneka penelitian yang menggambarkan motivasi dan sumber daya.

“Pun pada akhirnya pengembangan terhadap sumber kode, akhirnya menjadi lebih penting daripada kode itu sendiri,” katanya. [Coindesk/Bitcoinnews/Cointelegraph/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

Ethereum dan sejumlah altcoin berbasi desentralisasi finansial (DeFI) kian digandrungi oleh investor institusional. Hal ini tercermin dari hasil kajian Genesis dalam laporannya bertajuk Q3 2021 – Market Observation Report.

Laporan tersebut menyoroti aktivitas dari ketertarikan investor institusional pada produk Ethereum karena mereka kini sudah melirik dan menggunakan aplikasi Dapps. Seperti yang kita ketahui, jaringan Ethereum saat ini masih menjadi raja dari platform-platform atau aplikasi Dapps.

“ETH mendapatkan permintaan yang lebih besar karena institusi crypto-native mengadopsi DeFi,” tulis laporan tersebut.

Baca jugaShiba Inu Masih Merajai Jumlah Holder Terbanyak di Jaringan Ethereum

Ethereum saat ini diperdagangkan di harga $4,728.17. Selama 7 hari terakhir ETH naik sebesar 9,3%. Dominasinya pun tercatat terus mengalami peningkatan, saat ini dominasi ETH berada di level 19,5%. Di bulan November 2021, ETH telah mencetak harga tertinggi baru sepanjang masa.

Baca jugaBTS Masuk Kripto Lewat Penjualan NFT, Digidoy Kebut Kreasi NFT Sendiri

Tren Bitcoin Menurun di Kalangan Investor Institusional

Laporan tersebut pun mencatat bahwa tren permintaan investor institusional pada Bitcoin di kuartal 3 2021 cenderung menurun.

Hal tersebut dipengaruhi oleh tindakan keras China terhadap crypto baru-baru ini. Kebijakan negeri tirai bambu tersebut menyebabkan pergeseran minat investor institusional pada aset digital, yang akibatnya membuat Bitcoin kurang menarik bagi pedagang besar tersebut.

Selain itu, Genesis mencatat saat ini telah terlihat adanya perubahan struktural yang signifikan di pasar crypto. Salah satunya adalah berkurangnya minat pasar pada spot market.

“Pada Q1 2021, Genesis pertama kali mencatat penurunan signifikan dalam bobot BTC dalam keseluruhan portofolio kami karena relatif kurangnya peluang perdagangan dalam mata uang BTC. Sementara ini berhenti di Q2, itu dilanjutkan pada kuartal ketiga karena inversi premium GBTC yang berkelanjutan dan perataan kurva dasar, “tulis laporan tersebut.

sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Waves Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto

Jakarta, 12 Agustus 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia resmi memperdagangkan token Waves (WAVES)

“Kami menyadari bahwa platform Waves melalui ekosistem DApps yang berkembang telah sukses sebagai salah satu pemimpin pasar dalam ekosistem blockchain global. Kami dengan senang hati menyambut kehadiran token Waves di ekosistem Tokocrypto”, kata Kai, CEO & Co-Founder Tokocrypto. 

Waves adalah salah satu platform blockchain yang memungkinkan pengguna untuk membuat aset digital internal, menyimpan atau menukar token, bertransaksi dengan cepat dan aman. Baru-baru ini, Waves berhasil membuat terobosan baru dengan meluncurkan Neutrino, protokol stablecoin algoritmik sebagai inisiatif terdepan mereka di sektor keuangan terdesentralisasi. 

Saat ini, Token Waves sudah dapat diperjualbelikan di platform Tokocrypto pada pukul 10.00 WIB dan dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun (USDT).

Baca Juga: Decentralized Finance: Tantangan dan Peluang


Tentang Waves

Waves adalah platform blockchain publik yang didirikan pada tahun 2016 dengan misi untuk menumbuhkan kembali DNA kewirausahaan di seluruh dunia dengan menyediakan infrastruktur bersama, menawarkan alat yang mudah digunakan dan sangat fungsional untuk membuat teknologi blockchain tersedia bagi semua orang atau organisasi. Waves terdiri dari 100 pengembang perangkat lunak profesional, pakar bisnis dan marketing yang berbasis di Moscow. 

Selengkapnya baca disini

Tentang Tokocrypto

Tokocrypto adalah pedagang asset kripto No.1 di Indonesia yang terpercaya. Kami adalah pedagang asset kripto pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).  

Didirikan pada akhir tahun 2017, Tokocrypto bekerjasama dengan Binance, pedagang asset kripto terbesar di dunia untuk memperbaharui platform kami menjadi Tokocrypto v2.0 dengan keamanan dan teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan user mengakses finansial mereka dengan cara yang efisien, transparan dan terukur, tentunya dengan jaminan keamanan dan likuiditas tingkat industri.

Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita tentang teknologi blockchain, melalui kolaborasi erat dengan komunitas blockchain, universitas, dan pemerintah di Indonesia dan Asia Tenggara. 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Bull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

Ethereum alami bull run dan naik 57% sejak awal Oktober, sementara Bitcoin membengkak sekitar 50%.

Kemarin, Ethereum mencapai harga tertingginya sepanjang masa secara singkat melewati $4.700 pada 8 November 2021. Dan tepat hari ini, Bitcoin menyusul rekor tersebut.

Mengapa Tren Bull Run Terus Terjadi?

Kejayaan baru kembali terlihat oleh jaringan Ethereum. Hal ini meliputi keuntungan besar lebih 800% dari tahun ke tahun, yang sebelumnya $567 pada November 2020, kemudian meroket menjadi $4.757 pada hari Senin kemarin.

Namun, keuntungan Bitcoin selama periode yang sama juga tidak kalah memukau. Dari yang sebelumnya diperdagangkan di harga $18.000, berhasil meroket menjadi hampir 1 miliar hari ini.

Analis Kyle Rodda, mengatakan inflasi dan penurunan produksi telah menarik perhatian trader untuk membeli aset emas dan cryptocurrency karena mereka tidak membayar kupon.

Baca jugaBinance Smart Chain Lampaui 1,5 Miliar Transaksi!

Rodda menambahkan, bahwa meningkatnya minat di antara lembaga keuangan dan kurangnya penegakan oleh regulator juga telah berkontribusi pada tren bullish dalam cryptocurrency akhir-akhir ini.

Sampai saat ini, Bitcoin masih menjadi mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Namun, banyak analis yang percaya jika kemajuan pesat dari ETH sebenarnya memiliki kesempatan untuk melampaui mata uang kripto raksasa tersebut.

Pada Minggu malam, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai $554,5 miliar. Ya, masih sekitar setengah dari $1,226 triliun milik Bitcoin.

Tetapi, jika dilihat dari tren dan teknologi, tampaknya dalam jangka panjang ETH akan meroket setelah naik 31% selama sebulan terakhir dan 535% selama tahun ini.

Saat beradaptasi dengan situasi baru yang lebih cepat daripada yang lain, Ethereum telah memulai tren baru di dunia kripto, dengan DeFi atau keuangan terdesentralisasi yang jaringan miliki.

Ini adalah jenis keuangan berbasis blockchain yang melewati perantara keuangan pusat yang digunakan dalam perbankan atau regulasi.

Alasan lain untuk kenaikan Ethereum yang terus-menerus adalah karena token non-fungible (NFT) yang menyimpan catatan kepemilikan untuk barang-barang seperti seni online.

NFT di jaringan Ethereum telah menyaksikan lonjakan aktivitas dengan penjualan token dengan rekor $69 juta di Christie’s Maret ini.

Baca jugaEthereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

Akankah Ethereum Menggantikan Bitcoin pada 2022?

Tidak ada yang pasti di dunia ini, termasuk ruang cryptocurrency yang menyuguhkan banyak fenomena tak terduga sepanjang tahun ini.

Meski begitu, Ethereum sepertinya tetap baik-baik saja. Mungkin cukup untuk mendefinisikan realitas baru di pasar crypto.

Ethereum meluncurkan peningkatan gradasi bulan lalu yang disebut Altair. Pada tahun depan, Ethereum dikabarkan untuk sepenuhnya beralih ke model Proof of Stake (PoS). Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dari mekanisme Proof of Work (PoW) yang ada.

Cryptocurrency terbesar kedua tersebut bermaksud untuk bergabung dengan Beacon Chain, blockchain PoS baru yang akan mendukung sistem Ethereum 2.0 yang baru.

Karena inovasi positif tersebut, membuat banyak pakar crypto memperkirakan masa depan paling cerah aset cryptocurrency ada pada Ethereum

Rahul Rai, manajer dana lindung nilai kripto, mungkin terdengar lebih ambisius dan agresif karena meyakini ETH bisa menyalip BTC sebagai mata uang kripto teratas sekitar pertengahan tahun depan.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Menguat, Mulai Bull di $8.000

Bitcoin menutup pekan ini dengan naik 15,4% pada $6.775, mengawali hari dengan 6% dan terus bergerak meningkat menembus angka $7.000 hingga mencapai harga tertinggi $7.300Melihat kinerja ini dibandingkan dengan rekan-rekan Bitcoin, seperti Ether (ETH) dan EOS, mereka membubukan peningkatan sebanyak 16% selama 24 jam terakhir. Akibatnya dominasi Bitcoin turun 1.5% menjadi 65%.

Total kapitalisasi pasar cryptocurrency menembus level $200 Miliar, menembus resistensi diagonal sejak Febuari ketika nilai total pasar secara singkat menyentuh $300 Miliar.

Pasar cryptocurrency secara keseluruhan naik 86% dari posisi terendahnya, sedikit di atas $100 Miliar tetapi masih turun 30% dari nilai tertinggi tahun 2020. Hal ini menyoroti volatilitas di pasar selama beberapa minggu terakhir.

Grafik Mingguan Bitcoin

Bitcoin menutup minggu kemarin dengan bullish candle yang besar, hal itu terjadi setelah muncul minat beli pada Moving Average Mingguan ke 200. Moving Average Mingguan ke 100 berhenti melaju di $7.000 tetapi indeks osilator Schoastic yang relatif kuat berhasil melewati bullish dan memperlihatkan momentum yang masih mendukung adanya bull.

Walau volume perdagangan terus menurun, tetapi jumlahnya masih lebih tinggi dari rata-rata biasanya. Pada konteks tersebut, dapat terlihat bahwa minat beli minggu lalu serupa dengan yang terlihat pada Oktober 2019 ketika Bitcoin melambung dari $7.200 menjadi $10.400. Hal ini menunjukan bahwa masih ada minat beli yang kuat di pasar.

Penggunaan di atas Moving Average Mingguan ke 100 adalah sekelompok resistensi, bersamaan dengan itu, Moving Average Mingguan ke 20 biasanya yang menentukan apakah Bitcoin berada dalam pasar bullish atau bearish. Selain itu, rata-rata pergerakan 100 dan 200 minggu berada di area ini. Keduanya telah memainkan peran penting sebagai resistensi di masa lalu.

Di antara pergerakan rata-rata terdapat titik pivot tahunan pada $8.100, jadi jika bull mereka baru bisa melanjutkan pergerakan melalui pergerakan rata-rata 100 minggu, dan hanya ada sedikit resistensi di atas $7.000.

Baca juga: Harga Bitcoin Rebound ke $6.000, Trader Incar Gap di Pasar Berjangka

Grafik Harian Bitcoin

Seperti yang ditunjukkan pada grafik harian, Bitcoin menembus level rangetertinggi perdagangan sebelumnya. Serta, Moving Average Mingguan ke 100 mencapai titik kontrol pada $6.600. Indikator MACD menunjukkan kelanjutan tren yang terlihat jelas menuju ke sisi atas dan hampir melewati garis nol yang berarti Exponential Moving Average (EMA) ke-12 dan 26 ada pada harga yang akan menembus bullish pada grafik harian.

Jika Bitcoin dapat menutup hari pada $7.200, hal itu sangat jelas menandakan bahwa akan ada bulls yang keberadaanya dalam kendali penuh setelah adanya penentu posisi dengan niali yang lebih tinggi dan diberpengaruh kesuksesan mencapai posisi terendah yang nialinya juga lebih tinggi. Hal ini mengisyaratkan perjalanan yang jelas hingga resitensi berada di sekitar $8.000.

Grafik 4-Jam Bitcoin

Grafik 4 jam menunjukan harga Bitcoin saat ini melintas di Moving AverageMingguan ke-100 yang telah memberikan perlawanan di puncak rangeperdagangan. Volume Profile Visible Range (VPVR) juga menunjukan ada sangat sedikit volume yang diperdagangkan di zona $7.850 di mana Moving Everage Mingguan ke 20 berada.

Indikator MACD berhasil melewati bullish dan mencetak nilai tertinggi yang lebih tinggi lagi pada histogramnya yang mengindikasikan momentum harga tetap sebelum terjadinya bullish.

Selain itu, indikator Aliran Uang Chaikin (CMF) yang mengamati jumlah volume Aliran Uang selama 20 periode terakhir menunjukkan bahwa ada perbedaan bullish dalam volume yang mengindikasikan tekanan beli yang cukup relatif.

Melihat Kedepan

Terlihat jelas price action saat ini berada pada sedikit minat jual-beli masih memegang kendali. Trader yang telah untung berada pada posisi jual jangka pendek atau posisi mengecilkan range perdagangan dan tampaknya mereka melihat hanya ada sedikit pasokan pada harga atas.

CME Commitment of Traders melaporkan pada tanggal 3 April lalu, trader berukuran institusional mengurangi posisi jual bersih mereka di pasar.

Sementara pasar ekonomi global terus menghadapi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait dengan kebijakan moneter, Bitcoin dapat membuktikan diri sebagai kendaraan untuk melindungi dari risiko inflasi dan counterparty yang hadir dalam waktu yang lama. $8.000 adalah level kunci yang perlu dipertimbangkan untuk diposisikan kembali ketika melakukan bull agar pasar dapat kembali ke posisi bull market.

Meski sebentar lagi, pasar akan menghadapi halving dan sedikitnya penjualan pada harga saat ini, Bitcoin terus memperlihatkan peran sebagai resistensi utama. Walau begitu pemulihan cepat dari posisi $4.000, kondisi pasar akan tetap goyah untuk masuk kembali pada bull.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Saat Pandemi, Apa Pilihannya yang Terbaik?

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri pada masyarakat Indonesia soal mengelola keuangan. Investasi saat pandemi jadi cara pengelolaan keuangan yang banyak diminati belakangan ini.

Bahkan, menurut studi dari Investor Global Schroders 2021, di 32 lokasi global terdapat sejumlah 46 persen atau hampir setengah dari investor yang berusia 18-37 tahun menyimpan dananya untuk diinvestasikan lebih banyak setelah pembatasan sosial dicabut.

Investasi dinilai sangat berguna untuk masa mendatang, terutama jika kembali datang masa-masa tidak pasti seperti pandemi ini. Selain itu, berinvestasi juga melatih diri agar cerdas dalam mengelola keuangan.

Apakah kamu juga tertarik investasi saat pandemi? Lalu apa saja investasi yang cocok saat pandemi dan bagaimana cara berinvestasi secara aman saat pandemi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca jugaInilah Tips Sebelum Memulai Investasi bagi Anak Muda

Alasan pentingnya investasi saat pandemi

Di tengah pandemi, banyak orang yang mengalami ketidakpastian soal pekerjaan dan pendapatan. Investasi menjadi penting karena bisa digunakan sebagai alternatif pendapatan selama pandemi Covid-19.

Hasil riset Danareksa Research Institute menyebutkan, sebanyak 33,33 persen responden beralasan memulai investasi selama pandemi karena berharap menjadi alternatif pendapatan.

Ada dua alasan lainnya yang mendorong masyarakat berinvestasi saat pandemi, yakni kelebihan dana, berharap imbal hasil besar, serta akses investasi yang kini lebih mudah.

Selain itu, investasi juga tidak luput dari perekonomian Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia disebutkan mencakup tiga komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, sektor bisnis untuk investasi, dan juga ekspor impor dalam sektor luar negeri.

Jika ada penurunan pada salah satu komponen, maka akan terjadi penurunan pada dua komponen yang lain. Di sini peran investasi jadi penting untuk pemulihan ekonomi di Indonesia, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

Sebab, investasi berupa penanaman modal meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis dan nantinya juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Investasi juga dapat dilakukan dalam berbagai cara, bisa melalui peningkatan kemampuan diri, peningkatan pemahaman akan instrumen investasi, dan juga peningkatan imunitas diri kita.

Punya investasi dalam bentuk asuransi kesehatan juga bisa menjadi salah satu pilihan, apalagi kini banyak asuransi yang memberikan proteksi kesehatan lengkap dengan biaya terjangkau. Kamu bisa temukan asuransi kesehatan terbaik mulai Rp50 ribuan hanya di Lifepal!

Baca juga4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

Investasi yang cocok saat pandemi

Lantas, apa saja investasi yang cocok saat pandemi? Ada banyak sekali instrumen investasi yang dapat dieksplor, mulai investasi saham, emas, properti, emas, obligasi, asuransi seperti asuransi mobil dan jiwa unit link, atau bahkan cryptocurrency yang kini sedang naik daun.

Kamu bisa mencoba lima investasi terbaik saat pandemi berikut ini:

1. Properti
Investasi properti tanah dan bangunan memiliki nilai investasi jangka panjang yang cukup tinggi, mengingat nilai jual tanah yang meningkat tiap tahunnya.

Mengapa harus investasi properti? Saat pandemi, banyak pemilik properti yang menawarkan harga menarik, bahkan ada yang memberikan penawaran khusus.

Meski minat investor terhadap investasi menurun, namun justru bisa dilihat sebagai kesempatan menjadikan investasi masa depan. Terutama jika perekonomian kembali pulih nanti.

2. Emas
Investasi emas masih terbukti cukup menguntungkan, sebab nilainya yang mengalami peningkatan dan tingkat likuiditasnya yang sangat tinggi.

Investasi emas juga minim risiko dan tahan dari fluktuasi inflasi. Tentunya aman bagi kamu yang ingin memiliki investasi yang mudah ditukarkan jadi uang tunai sewaktu-waktu.

3. Obligasi
Obligasi milik pemerintah biasanya memiliki bunga yang menjadi kewajiban pinjaman. Umumnya obligasi memiliki jangka waktu investasi yang cukup panjang, bisa mencapai 10 tahun.

4. Saham
Saham bisa jadi pilihan investasi jangka panjang dengan keuntungan yang cukup besar. Saham belakangan jadi favorit para investor muda dalam mengelola keuangan.

Nilai saham dapat naik, bahkan secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang. Investasi saham kini sering dibarengi dengan aset kripto yang cukup populer karena dinilai menguntungkan.

5. Reksa dana
Reksa dana merupakan investasi jangka panjang yang cocok untuk pemula, terutama bagi kamu yang belum benar-benar memahami instrumen lainnya seperti saham. Dalam reksa dana, kamu akan dibantu dengan manajer investasi dalam memilih saham terbaik.
Tips mudah berinvestasi saat pandemi.

Baca jugaYuk, Simak Perbedaan Reksa Dana dan Crypto Sebelum Investasi!

Tertarik untuk mulai berinvestasi? Nah, sebelum kamu mulai mencoba investasi saat pandemi, ada pentingnya untuk mengetahui tips-tips berikut ini:

1. Pilih investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang umumnya tidak akan terpengaruh kondisi saat ini, sehingga dalam beberapa waktu ke depan, investasi yang kamu jalan bisa mengalami kenaikan.

Namun, hindari menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat untuk melakukan investasi jangka panjang, ya!

2. Pilih investasi yang aman
Jangan sampai kamu terkecoh dengan investasi bodong. Hanya karena suatu investasi sedang naik daun atau menjanjikan keuntungan bombastis, lantas kamu langsung mempercayakan seluruh investasimu pada instrumen tersebut.

Pilihlah investasi saat pandemi yang aman, terutama dari inflasi. Semakin naik inflasi, maka uang yang ada di tabungan bisa tergerus oleh bunga berjumlah fantastis.

3. Lakukan riset
Kalau kamu sudah menentukan jenis investasi saat pandemi yang ingin dilakukan, jangan lupa untuk lakukan riset mendalam. Pelajari seluk-beluk instrumen yang kamu pilih, seperti untung-ruginya, kesulitan, keunggulan, kekurangan, tingkat risikonya dan lainnya.

4. Alokasikan ke beberapa instrumen
Jangan terpaku dengan satu jenis instrumen saja, namun coba alokasikan dana ke beberapa jenis instrumen.

Hal ini penting sebab dapat mengurangi risiko terjadinya kemungkinan buruk yang memengaruhi salah satu aset investasi, sehingga kamu tidak akan khawatir semua aset milikmu akan mengalami kerugian.

5. Monitor secara berkala
Jangan lupa untuk terus lakukan monitor secara berkala, pantau peluang investasi yang dapat dilakukan dari hari ke hari. Sehingga kamu bisa lebih berhati-hati dan dapat mengatur strategi ke depan apabila terjadi risiko pada investasi yang kamu miliki.

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk memulai investasi saat pandemi? Jangan lupa, tidak perlu ikut-ikutan tren dalam berinvestasi dan tidak membekali diri dengan ilmu yang cukup. Selamat berinvestasi!

Catatan Penulis
Tips ini dibuat oleh Frieda Isyana, Content Writer di Lifepal. Segala informasi yang ada pada artikel ini dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika mengambil, menyadur, atau mengutip informasi di artikel ini diharapkan memberi link ke https://lifepal.co.id/asuransi/mobil/ agar memudahkan pembaca mendapatkan informasi selengkapnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $7.200, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Mayoritas trader tampaknya yakin harga Bitcoin kemungkinan akan mencapai harga retest di $7.700 dalam waktu dekat.

BTC saat ini menunggu harga seperti harga pembukaan tahunannya lalu dan kenaikan harga ke $7.700. Hal tersebut nantinya memungkinkan dominasi cryptocurrency untuk menguji reversal point yang krusial dalam memicu rally ke $10.500 seperti awal tahun ini.

Ketika Bitcoin menggambarkan pola head and shoulders yang tidak jelas pada bulan Desember 2019 lalu, level $7.700 menjadi neckline dari seluruh formasi. Dan pada akhirnya, Bitcoin naik hingga $10.500 pada 13 Febuari dalam rally yang diperpanjang.

Salah satu trader yang beroperasi di bawah nama alias Thrillmex mengatakan celah CME ada pada $8.400 dan merupakan area yang sama yang ditandai oleh analis teknis terkenal PentarhUdi pada awal Maret kemarin.Di tanggal 20 Maret, ketika harga Bitcoin masih diperdagangkan pada kisaran $5.200, PentarhUdi memperkirakan BTC akan pulih hingga $8.500. Level tersebut adalah level moving average mingguan sederhana dengan signifikansi historisnya.Baca juga: Harga Bitcoin Menguat, Mulai Bull di $8.000

PentarhUdi sebelumnya berkata:

“Harga ini harus naik dari Simple Moving Average(SMA) 200 Minggu ($5.200) hingga SMA 200 Hari ($8.500). Putusnya garis tren atas mengingatkan pada hasil hipotesis bearish dari ide-ide yang dikemukakan sebelumnya.”

Perbedaan dalam pemulihan Bitcoin yang terjadi baru-baru ini di luar harga $7.100 adalah momentum kenaikan harga yang didukung juga dengan kenaikan volume. Rally sebelumnya mengindikasikan penurunan volume, yang biasanya menunjukkan breakout palsu.

Dalam pergerakan jangka pendek, trader dapat mempertimbangkan empat skenario berikut:

  • Bitcoin berkisar antara $7.300 hingga $7.700 sebelum mogok di level Fibonacci $5.300
  • Bitcoin menembus harga hingga $8.200 mengikuti tren naik saat ini
  • Bitcoin menolak area resistensi di $7.700 hingga $7.900 untuk retest titik dukungan yang lebih rendah dalam kisaran $4.000 hingga $5.000
  • Bitcoin mencapai nilai tertingginya $8.400 hingga $9.000 menutup celah CME dan level kunci Moving Average Mingguan Sederhana

Bear dan Bull Akan Bertempur Selama Seminggu Kedepan

Skenario bearish BTC jangka pendek berada pada posisi time frame candleyang lebih tinggi, seperti candle mingguan, ditutup pada posisi di bawah $6.900 dan cenderung melanjutkan tren ke arah penurunan.

Trader Cryptocurrency, Scoot Melker berkata:

 “Jika Anda bear, titik merah adalah tempat yang jelas untuk mengambil posisi jangka pendek. Jika Anda bull, tingkatkan kembali ke titik hijau, itu tampak seperti area masuk yang bagus.”

Dengan pergerakan harga menuju posisi tutup candle mingguan di atas $7.000, pandangan umum pada perkembangan BTC setidaknya dalam jangka pendek, akan ada retest di $7.300 dan mungkin kenaikan yang diperpanjang hingga $7.700.

Ketika harga Bitcoin didorong naik jauh lebih tinggi, lebih dari 10 altcoin terkemuka juga mengikuti kenaikan tersebut. Misalnya, Ether (ETH) menguat 4,41%, Bitcoin Cash (BCH) naik 4,57% dan Chainlink (LINK) bertambah menjadi 12,92%.Kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $201,4 Miliar dan tingkat dominasi Bitcoin mencapai 64,2%.Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Fitur TKO Lock Kembali Hadir di Tokocrypto

Tokocrypto, pedagang aset kripto No.1 di Indonesia kembali menghadirkan salah satu fitur favoritnya, yaitu TKO Lock yang sudah mulai bisa dinikmati user Tokocrypto sejak Rabu, 27 Oktober kemarin. 

“Kami sangat senang akhirnya dapat menghadirkan kembali fitur favorit para Tokonauts. Ternyata kehadiran fitur TKO Lock telah menarik minat masyarakat Indonesia untuk mengenal dan menjadi bagian dari revolusi blockchain bersama Tokocrypto”, kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para user Tokocrypto untuk mendapat hadiah atas kepemilikan TKO tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto. 

TKO lock memungkinkan para pemegang token TKO untuk memiliki reward hanya dengan mengunci TKO dalam beberapa pilihan interval waktu tertentu, yaitu 7 hari, 30 hari hingga 60 hari. Hadiahnya pun berbeda untuk tiap opsi waktu kunci yang diberikan. 

“Program TKO lock memiliki kuota terbatas. Para Hodler TKO sebaiknya bergegas untuk memanfaatkan dan tidak melewatkan kesempatan ini”, sambung Kai. 

Baca Juga: Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

Dalam waktu dekat, TKO token juga akan memasuki fase token burn yang rutin dilakukan setiap quarter. Pada Q4 ini, fase burn akan dimulai tanggal 5 – 10 November 2021. Ini akan menjadi kali kedua TKO burn, sejak dilakukan pertama kali sekitar bulan Juli 2021 lalu dengan membakar TKO senilai 300,000 USD atau sekitar 4,3 Miliar Rupiah. 

TKO burn akan memainkan peran besar dalam pengelolaan tingkat inflasi token. Aset kripto besar seperti ETH dan BNB pun misalnya, melakukan pembakaran token sebagai bagian dari struktur tokenomi masing-masing. 

“Fase TKO burn dapat dijadikan kesempatan bagi para user untuk mengakumulasi kepemilikan TKO nya. Token burn akan kami lakukan rutin setiap quarter demi mempertahankan tingkat inflasi TKO sebagai kelanjutan dari kebijakan kami dalam rangka mengoptimalkan nilai dan potensi TKO Token”, tutup Kai.



Sumber : news.tokocrypto.com