Tag Archives: altcoin

Funding Rate ETH Negatif, Tanda Bearish Kembali Menguasai?

Harga Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan setelah sejumlah indikator pasar derivatif menunjukkan sinyal bearish. Salah satu indikator utama, yakni funding rate pada kontrak perpetual futures, baru-baru ini berbalik menjadi negatif, yang menandakan meningkatnya minat trader untuk membuka posisi short.

Dalam beberapa pekan terakhir, ETH juga kesulitan mempertahankan harga di atas level US$2.100. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis apakah pasar kembali dikuasai oleh sentimen bearish.

Funding Rate ETH Berbalik Negatif

Data pasar derivatif menunjukkan bahwa funding rate kontrak perpetual Ethereum turun ke wilayah negatif. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa lebih banyak trader yang mengambil posisi short dibanding posisi long.

Selain itu, funding rate juga berada di bawah kisaran netral sekitar 6% hingga 12% selama sebulan terakhir. Hal ini mencerminkan rendahnya minat trader untuk membuka posisi bullish dengan leverage.

Tekanan ini terjadi setelah harga ETH turun sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Penurunan aktivitas jaringan juga turut memengaruhi sentimen pasar.

Aktivitas Jaringan Ethereum Melambat

Pendapatan biaya transaksi pada jaringan Ethereum juga mengalami penurunan signifikan. Dalam satu bulan terakhir, biaya transaksi mingguan di layer utama Ethereum hanya rata-rata sekitar US$2,3 juta.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan puncak sekitar US$8 juta yang tercatat pada awal Februari.

Sementara itu, jumlah transaksi selama tujuh hari terakhir relatif stabil di sekitar 14 juta transaksi. Namun fokus industri pada solusi skalabilitas layer-2 belum berhasil mendorong permintaan baru terhadap token Ether.

Baca juga: Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

ETF Ethereum Catat Arus Keluar

Tekanan terhadap harga ETH juga terlihat dari arus dana keluar pada produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ether.

Dalam periode Kamis hingga Senin, ETF Ethereum mencatat arus keluar bersih sekitar US$225 juta. Angka ini berbalik arah setelah sebelumnya mencatat arus masuk sebesar US$169 juta.

Permintaan institusional dinilai masih tertahan karena imbal hasil staking Ethereum sekitar 2,8% dianggap kurang menarik dibandingkan beberapa produk stablecoin yang menawarkan imbal hasil sekitar 3,75%.

Sinyal Campuran dari Pasar Opsi

Meski demikian, data dari pasar opsi menunjukkan gambaran yang sedikit lebih seimbang.

Indikator delta skew untuk opsi ETH masih berada di kisaran netral antara -6% hingga +6%. Opsi jual diperdagangkan dengan premi sekitar 7% dibandingkan opsi beli, yang menunjukkan sebagian investor masih mempertahankan pandangan optimistis.

Selain itu, Ethereum masih mempertahankan total nilai terkunci (TVL) sekitar US$56 miliar, yang hingga kini belum mampu disaingi oleh blockchain lain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, funding rate negatif penting karena menunjukkan tekanan psikologis pasar sedang condong ke sisi bearish.

“Namun kondisi seperti ini juga bisa menjadi bahan bakar short squeeze jika harga ETH berhasil bertahan dan mendorong likuidasi posisi short, sehingga pasar tetap berada di zona yang rapuh tapi berpotensi sangat volatil,” analisanya.

Upgrade Ethereum Belum Dorong Permintaan

Dilaporkan Cointelegraph, pengembangan jaringan Ethereum terus berjalan, termasuk rencana peningkatan keamanan wallet dan fleksibilitas pembayaran biaya transaksi.

Salah satu pembaruan yang direncanakan adalah implementasi account abstraction yang memungkinkan wallet berfungsi sebagai smart account serta mendukung sistem pembayaran gas dengan token selain ETH.

Namun sejauh ini, rencana pengembangan tersebut belum mampu memicu peningkatan permintaan signifikan terhadap Ether.

Secara keseluruhan, kombinasi data derivatif dan aktivitas jaringan menunjukkan bahwa pasar masih belum memiliki keyakinan kuat untuk mendorong ETH menembus level US$2.200 dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pola Aneh di Grafik Solana, Harga SOL Bisa Meledak ke $100?

Pergerakan harga Solana (SOL) saat ini berada dalam fase ketidakpastian setelah munculnya pola teknikal yang dikenal sebagai “megaphone pattern” pada grafik harga. Pola ini sering menandakan potensi pergerakan harga besar, namun belum memberikan arah yang jelas apakah akan naik atau turun.

Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$87, dengan sejumlah indikator menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish yang membuat pasar berada dalam fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

Lonjakan Alamat Baru di Jaringan Solana

Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan jaringan Solana mencatat sekitar 1,1 juta alamat baru dalam 24 jam terakhir. Peningkatan ini menunjukkan adanya aktivitas baru di jaringan dan potensi masuknya pengguna baru.

Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan perlambatan. Rata-rata alamat baru bulanan memang masih berada di atas rata-rata tahunan, tetapi tren tersebut mulai menurun.

Jika rata-rata bulanan turun di bawah rata-rata tahunan, hal ini dapat menandakan melemahnya aktivitas ekosistem Solana dan penurunan tingkat adopsi jaringan.

Zona Supply dan Demand Tumpang Tindih

Analisis Cost Basis Distribution (CBD) Heatmap menunjukkan adanya tumpang tindih antara zona supply dan demand pada harga Solana saat ini.

Artinya, banyak investor membeli SOL pada harga rendah, tetapi pada saat yang sama area tersebut juga menjadi zona penjualan bagi pemegang lain.

Kondisi ini membuat harga Solana terjebak dalam rentang konsolidasi yang sempit dan sulit menembus level penting.

Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pemegang aset memilih mempertahankan posisi atau mulai melakukan aksi jual.

Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

Sinyal Arus Dana Masuk

Meski pasar masih belum menunjukkan arah yang jelas, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di atas level nol.

Posisi ini menunjukkan adanya arus dana yang masuk ke Solana, yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Jika momentum beli berlanjut, harga SOL berpotensi naik dari level saat ini menuju sekitar US$92.

Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal bullish utama pada gambar datang dari Chaikin Money Flow yang sudah berada di atas nol, menandakan arus modal mulai masuk ke SOL dan membuka peluang breakout jika harga mampu menembus area US$87 lalu US$92.

“Namun risikonya juga jelas: jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah US$77, setup bullish ini bisa gagal total dan mengubah struktur menjadi breakdown menuju support yang lebih rendah,” tuturnya.

Target Harga Solana

Jika Solana berhasil menembus dan bertahan di atas level US$92, pasar berpotensi melihat pergerakan menuju sekitar US$97. Dalam skenario yang lebih kuat, kenaikan tersebut dapat membuka peluang menuju area psikologis US$100.

Namun risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah level support sekitar US$81, Solana berpotensi melemah ke US$77.

Penurunan tersebut akan membatalkan skenario bullish dan menandakan kembalinya tren penurunan pada aset kripto tersebut.

Dengan pola megaphone yang masih terbentuk, arah pergerakan Solana dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dan masuknya arus dana baru ke pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Starknet Rilis STRK20 untuk Stablecoin Privasi L2

Ekosistem layer-2 Ethereum kembali mencatat perkembangan baru.

Protokol Starknet dilaporkan akan menerapkan framework baru bernama STRK20, yang memungkinkan penerbitan stablecoin berfokus privasi serta berbagai aset digital lainnya di dalam jaringannya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Starknet untuk memperluas utilitas jaringan layer-2 miliknya, tidak hanya sebagai solusi scaling untuk Ethereum, tetapi juga sebagai platform yang mendukung inovasi di bidang aset digital privat dan programmable finance.

Framework tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pengembang, institusi, maupun penerbit aset digital untuk membangun produk berbasis privasi di atas infrastruktur Starknet.

Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

STRK20 Perluas Fungsi Starknet

Menurut laporan The Block, Framework STRK20 dirancang untuk memberikan standar baru dalam penerbitan aset digital di jaringan Starknet.

Melalui standar ini, berbagai pihak dapat menerbitkan stablecoin maupun token lainnya dengan fitur privasi yang lebih kuat.

Selama ini, sebagian besar stablecoin yang beredar di ekosistem kripto bersifat transparan karena semua transaksi dapat dilihat secara publik di blockchain.

Meski transparansi ini menjadi salah satu keunggulan teknologi blockchain, beberapa institusi dan pengguna juga membutuhkan lapisan privasi tambahan, terutama untuk transaksi bernilai besar atau penggunaan di sektor keuangan tertentu.

Dengan hadirnya STRK20, Starknet berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan menyediakan standar teknis yang memungkinkan aset digital tetap programmable namun lebih menjaga privasi transaksi.

Inisiatif ini juga menandai upaya Starknet untuk memperluas fokus pengembangan dari sekadar meningkatkan skalabilitas Ethereum menjadi ekosistem yang mendukung lebih banyak use case finansial berbasis blockchain.

Dorong Narasi Baru di Ekosistem Layer-2

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran framework STRK20 berpotensi menjadi katalis naratif baru bagi Starknet di tengah kompetisi ketat antar jaringan layer-2.

Mereka menilai bahwa integrasi antara teknologi privasi, stablecoin, dan pengembangan use case finansial dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi ekosistem tersebut.

“Untuk Starknet, framework seperti ini bisa menjadi katalis naratif yang kuat karena menghubungkan tema privasi, stablecoin, dan ekspansi use case ke satu payung produk. Namun nilai jangka panjangnya tetap bergantung pada seberapa cepat framework ini diadopsi oleh issuer dan protokol, karena tanpa penggunaan riil, pembaruan teknis mudah berhenti sebagai headline tanpa dampak besar ke STRK,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi teknologi saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kripto.

Adopsi nyata dari pengembang dan pengguna tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sebuah framework baru.

Persaingan Layer-2 Semakin Ketat

Langkah Starknet ini juga muncul di tengah meningkatnya persaingan di sektor layer-2 Ethereum, yang saat ini diisi oleh berbagai proyek besar yang menawarkan solusi skalabilitas dan fitur tambahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan layer-2 tidak hanya berlomba meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi biaya, tetapi juga mulai menghadirkan fitur-fitur baru seperti privacy layer, modular blockchain, hingga programmable assets.

Dengan memperkenalkan STRK20, Starknet berusaha memperkuat posisinya sebagai salah satu platform yang tidak hanya fokus pada performa jaringan, tetapi juga inovasi produk finansial berbasis blockchain.

Jika framework ini berhasil menarik minat pengembang dan penerbit stablecoin, Starknet berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan aset digital privat di ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Transaksi Meningkat, Harga Starknet (STRK) Melonjak 26,7%

Masa Depan STRK20 Bergantung pada Adopsi

Meski membawa potensi besar, keberhasilan STRK20 tetap akan ditentukan oleh seberapa cepat standar ini diadopsi oleh issuer stablecoin, proyek DeFi, dan protokol lainnya.

Tanpa penggunaan nyata, inovasi teknis sering kali hanya menjadi pengumuman yang menarik perhatian pasar dalam jangka pendek tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem.

Namun jika berhasil diimplementasikan secara luas, STRK20 dapat membuka jalan bagi generasi baru stablecoin dan aset digital privat yang tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum.

Bagi Starknet, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berkembang dari sekadar solusi scaling menjadi platform infrastruktur keuangan digital yang lebih lengkap, yang menggabungkan skalabilitas, privasi, dan fleksibilitas pengembangan aplikasi blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pudgy Penguins Luncurkan Game Baru Bergaya Club Penguin

Proyek NFT populer Pudgy Penguins kembali menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan pengalaman game terbaru yang disebut sebagai momen “Club Penguin”-nya.

Game ini dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah pengguna, menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan tanpa terlalu menonjolkan unsur kripto secara langsung.

Langkah ini mencerminkan perubahan strategi di industri Web3 gaming, di mana banyak proyek mulai memahami bahwa adopsi massal kemungkinan besar datang dari pengalaman hiburan yang familiar, bukan dari jargon blockchain yang rumit.

Dengan konsep tersebut, Pudgy Penguins berupaya membawa brand NFT mereka lebih dekat ke pasar konsumen yang lebih luas.

Baca Juga: Pudgy Penguins Gandeng Visa? Bocoran Kartu Kredit Bareng KAST

Menghadirkan Game yang Terasa “Bukan Crypto”

Menurut laporan Coindesk, game baru dari Pudgy Penguins dirancang agar pemain dapat menikmati pengalaman sosial dan hiburan seperti game online klasik.

Pendekatan ini mengingatkan pada Club Penguin, game sosial berbasis dunia virtual yang pernah sangat populer di kalangan pemain muda.

Dalam game tersebut, pemain dapat menjelajahi dunia virtual, berinteraksi dengan karakter penguin, serta menikmati berbagai aktivitas yang bersifat kasual dan sosial.

Menariknya, elemen kripto tidak ditempatkan sebagai fokus utama pengalaman bermain.

Sebaliknya, fitur blockchain berada di belakang layar sehingga pemain yang tidak familiar dengan teknologi tersebut tetap bisa menikmati game dengan mudah.

Pendekatan ini menjadi bagian dari tren baru di industri Web3, di mana pengembang mulai menempatkan pengalaman pengguna (user experience) sebagai prioritas utama.

Strategi Baru Proyek NFT Menuju Pasar Mainstream

Peluncuran game ini juga mencerminkan evolusi strategi proyek NFT.

Jika pada fase awal banyak proyek lebih menekankan aspek koleksi digital, kini semakin banyak yang berusaha mengubah intellectual property (IP) kripto menjadi produk hiburan nyata.

Dengan memanfaatkan karakter penguin ikoniknya, Pudgy Penguins berusaha membangun ekosistem brand yang lebih luas—mulai dari koleksi NFT hingga game dan produk konsumen.

Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk menarik pengguna baru yang mungkin belum familiar dengan teknologi blockchain atau aset digital.

Alih-alih mempromosikan fitur kripto secara langsung, proyek ini memilih untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang menarik terlebih dahulu, sementara teknologi blockchain berperan sebagai infrastruktur pendukung.

Potensi Dampak bagi Ekosistem Token PENGU

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah Pudgy Penguins meluncurkan game dengan pendekatan ramah pengguna dapat menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan ekosistemnya.

Mereka menilai bahwa keberhasilan game ini berpotensi membawa proyek tersebut keluar dari lingkaran komunitas NFT tradisional.

“Bagi Pudgy Penguins, langkah ini penting karena membuka jalur ekspansi brand ke arah consumer crypto yang lebih matang. Jika game ini berhasil menarik pengguna di luar komunitas NFT murni, PENGU bisa mendapat dorongan naratif sebagai salah satu proyek yang benar-benar mampu menerjemahkan IP crypto menjadi produk hiburan yang lebih mainstream,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Komentar ini menyoroti bagaimana proyek NFT kini semakin fokus pada membangun produk yang dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas, bukan hanya kolektor NFT.

Tren Baru di Industri Web3 Gaming

Peluncuran game Pudgy Penguins juga mencerminkan perubahan paradigma dalam industri game berbasis blockchain.

Pada beberapa tahun lalu, banyak game kripto lebih menonjolkan konsep play-to-earn, di mana pemain fokus pada potensi keuntungan finansial.

Namun model tersebut sering kali menghadapi tantangan karena kurangnya pengalaman bermain yang menarik.

Kini, banyak pengembang mulai beralih ke konsep “fun-first gaming”, yaitu menghadirkan game yang benar-benar menyenangkan terlebih dahulu sebelum memperkenalkan elemen ekonomi kripto.

Pendekatan ini diyakini lebih berkelanjutan karena pemain akan bertahan di dalam ekosistem bukan hanya karena insentif finansial, tetapi juga karena pengalaman bermain yang menarik dan komunitas yang aktif.

Baca Juga: Harga PENGU Hari Ini Melonjak 24%: Pudgy Penguins Catat Reli Besar

Masa Depan Pudgy Penguins di Industri Web3

Jika game baru ini berhasil menarik pengguna dari luar komunitas kripto, Pudgy Penguins berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu brand NFT paling sukses dalam mengembangkan produk hiburan berbasis Web3.

Keberhasilan tersebut juga dapat membuka peluang ekspansi lebih luas, termasuk kolaborasi dengan industri game, media, hingga produk konsumen lainnya.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah ini menjadi sinyal bahwa masa depan adopsi Web3 kemungkinan besar akan datang melalui produk yang terasa familiar bagi pengguna, bukan melalui pendekatan teknologi yang terlalu kompleks.

Dengan strategi yang lebih berorientasi pada pengalaman pengguna, Pudgy Penguins mencoba membuktikan bahwa NFT dan blockchain dapat diintegrasikan secara alami ke dalam dunia hiburan digital mainstream.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otorita__$$_s Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI

Ekosistem blockchain kembali mencatat perkembangan baru di persimpangan teknologi kripto dan kecerdasan buatan.

Berdasarkan laporan BeInCrypto, jaringan TRON resmi bergabung dengan Agentic AI Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem agentic AI.

Kolaborasi ini bertujuan membangun payment rails atau infrastruktur pembayaran khusus untuk AI agent, yang memungkinkan sistem kecerdasan buatan melakukan transaksi secara otomatis di jaringan blockchain.

Langkah tersebut menempatkan TRON pada titik pertemuan dua narasi teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat, yaitu blockchain dan agentic AI.

Dengan memanfaatkan jaringan blockchain, transaksi antar mesin atau machine-to-machine payments berpotensi menjadi lebih efisien, transparan, dan otomatis.

Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

Menghubungkan Blockchain dan Agentic AI

Konsep agentic AI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang dapat bertindak secara otonom untuk menyelesaikan berbagai tugas, termasuk melakukan transaksi digital tanpa intervensi manusia secara langsung.

Dalam skenario ini, AI agent dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membeli layanan digital, membayar data yang dibutuhkan, atau berinteraksi dengan sistem lain secara otomatis.

Melalui kolaborasi dengan Agentic AI Foundation, TRON ingin memposisikan infrastrukturnya sebagai jaringan pembayaran yang dapat digunakan oleh AI agent untuk bertransaksi secara mandiri.

Blockchain dinilai cocok untuk kebutuhan tersebut karena menyediakan sistem pembayaran global yang transparan, terdesentralisasi, dan dapat diprogram.

Hal ini membuka peluang munculnya ekosistem baru di mana transaksi tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh mesin.

Potensi Use Case Pembayaran Mesin-ke-Mesin

Dengan dukungan teknologi blockchain, pembayaran antar AI agent dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

Dalam jangka panjang, konsep ini berpotensi menciptakan berbagai use case baru.

Misalnya, AI agent dapat secara otomatis membeli data untuk pelatihan model AI, membayar akses API, atau melakukan transaksi layanan digital lainnya tanpa memerlukan perantara manusia.

Selain itu, sistem pembayaran berbasis blockchain juga dapat membantu mengatasi masalah klasik dalam ekonomi digital, seperti biaya transaksi tinggi, keterbatasan pembayaran lintas negara, dan kebutuhan otomatisasi pembayaran mikro (micropayments).

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, model ini berpotensi menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi digital di masa depan.

Narasi Baru bagi Ekosistem TRX

Kolaborasi dengan Agentic AI Foundation juga membuka peluang bagi token TRX, aset kripto utama di jaringan TRON, untuk mendapatkan sentimen baru di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi antara blockchain dan AI saat ini menjadi salah satu tema yang banyak menarik perhatian investor kripto.

“Secara naratif, ini bisa menjadi bahan bakar sentimen baru untuk TRX karena pasar sedang sensitif terhadap tema AI. Namun nilai nyatanya tetap bergantung pada apakah TRON mampu mengubah headline kemitraan ini menjadi integrasi produk, aktivitas onchain, dan use case pembayaran agentic yang benar-benar dipakai, bukan sekadar tempelan buzzword,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa meskipun narasi AI dapat meningkatkan perhatian pasar, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada implementasi nyata di ekosistem blockchain.

Persaingan Infrastruktur Blockchain untuk AI

Langkah TRON ini juga menunjukkan meningkatnya minat proyek blockchain untuk masuk ke sektor AI infrastructure.

Beberapa jaringan blockchain saat ini mulai mengembangkan solusi yang memungkinkan integrasi dengan teknologi AI, baik untuk pengolahan data, otomatisasi kontrak pintar, maupun pembayaran digital.

Dengan bergabungnya TRON dalam Agentic AI Foundation, proyek ini mencoba memperkuat posisinya sebagai platform yang relevan bagi ekosistem teknologi masa depan, khususnya dalam bidang pembayaran otomatis.

Jika integrasi ini berkembang menjadi produk nyata, TRON dapat menjadi salah satu jaringan yang menyediakan fondasi finansial bagi interaksi ekonomi antar AI agent.

Baca Juga: PumpSwap: Likuiditas Lintas Rantai Bersama TRON dan pump.fun

Masa Depan Pembayaran Otonom di Blockchain

Kolaborasi antara TRON dan Agentic AI Foundation menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dan AI dapat saling melengkapi.

Blockchain menyediakan infrastruktur transaksi yang aman dan transparan, sementara AI menghadirkan kemampuan otomatisasi yang memungkinkan sistem digital beroperasi secara mandiri.

Namun seperti banyak inovasi di industri kripto, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada tingkat adopsi di dunia nyata.

Jika TRON mampu mengembangkan integrasi produk yang nyata dan mendorong aktivitas on-chain yang signifikan, jaringan ini berpotensi memainkan peran penting dalam ekonomi digital berbasis AI di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

Harga Pi Network (PI) menunjukkan performa kuat dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Token ini tercatat naik sekitar 7,26% ke level $0,232, bahkan ketika pasar kripto secara keseluruhan justru bergerak sedikit melemah.

Kenaikan ini membuat Pi Network mengungguli performa pasar kripto yang lebih luas, yang dalam periode yang sama mengalami penurunan kapitalisasi sekitar 0,69%.

Sementara itu, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar juga tercatat turun sekitar 0,79%.

Meski tidak didorong oleh pengumuman besar atau perkembangan ekosistem tertentu, lonjakan harga PI tampaknya dipicu oleh tekanan beli spekulatif dan momentum trading dari para pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

Lonjakan Volume Dorong Momentum Harga

Salah satu indikator utama yang mendukung kenaikan harga PI adalah lonjakan aktivitas perdagangan.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Rabu (11/3), volume perdagangan Pi Network dalam 24 jam terakhir tercatat naik sekitar 10,97% menjadi $37,8 juta.

Peningkatan ini menunjukkan adanya minat beli baru dari trader yang mencoba memanfaatkan momentum kenaikan harga.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika sebuah aset kripto mulai menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam periode sebelumnya.

Dalam kasus Pi Network, harga token ini memang telah menunjukkan performa yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam tujuh hari terakhir, PI mencatat kenaikan sekitar 36,83%, sementara dalam 30 hari terakhir lonjakannya mencapai sekitar 59,62%.

Kenaikan yang cukup tajam ini sering kali menarik trader momentum yang mencari peluang keuntungan jangka pendek.

Tidak Ada Katalis Fundamental yang Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meskipun harga PI mengalami lonjakan signifikan, tidak ditemukan katalis fundamental khusus yang secara langsung mendorong pergerakan ini.

Tidak ada pengumuman besar terkait pengembangan ekosistem, pembaruan teknologi, maupun aktivitas pasar derivatif yang biasanya dapat menjadi pemicu lonjakan harga.

Dengan demikian, pergerakan harga PI saat ini lebih mencerminkan aliran modal spekulatif yang bersifat spesifik terhadap aset tersebut, bukan karena faktor eksternal atau tren sektor tertentu.

Memang, indeks Altcoin Season Index tercatat meningkat sekitar 12,5% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan adanya rotasi modal ke beberapa altcoin.

Namun tren tersebut bersifat luas dan tidak secara langsung menjelaskan lonjakan harga Pi Network.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, Pi Network saat ini mendekati beberapa zona harga penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Zona $0,24 hingga $0,25 menjadi area resistance terdekat yang berpotensi menahan kenaikan harga setelah reli kuat dalam beberapa minggu terakhir.

Jika tekanan beli tetap tinggi dan harga mampu bertahan di atas support $0,22, maka PI berpeluang menguji kembali area $0,25 dalam jangka pendek.

Namun jika momentum mulai melemah dan harga turun di bawah $0,22, pasar berpotensi melihat koreksi menuju level psikologis $0,20.

Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat bergantung pada kekuatan volume perdagangan dan apakah minat beli tetap terjaga.

Sentimen Pasar Masih Dalam Zona Fear

Selain faktor teknikal, sentimen pasar kripto secara umum juga masih relatif berhati-hati.

Saat ini, Crypto Fear & Greed Index berada di level 25, yang menempatkan pasar dalam kategori “Fear” atau ketakutan.

Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko, terutama terhadap aset kripto dengan volatilitas tinggi.

Namun, jika indeks tersebut mulai bergerak keluar dari zona Fear menuju kondisi yang lebih netral, minat terhadap altcoin seperti Pi Network berpotensi meningkat.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Dalam jangka pendek, tren harga Pi Network dapat dikatakan cenderung bullish namun masih rentan volatilitas.

Reli harga yang terjadi tanpa katalis fundamental sering kali dipicu oleh momentum pasar yang bisa berubah dengan cepat.

Oleh karena itu, keberlanjutan kenaikan harga PI akan sangat bergantung pada apakah volume perdagangan tetap tinggi dan minat beli terus bertahan.

Jika PI mampu bertahan di atas level $0,22 dan mempertahankan momentum volume, peluang untuk menguji resistance $0,25 masih terbuka.

Namun, investor juga perlu mewaspadai kemungkinan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, Pi Network kemungkinan akan bergerak dalam rentang volatil antara $0,22 hingga $0,25 sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

Kapitalisasi pasar stablecoin kembali mencetak rekor baru pada Maret 2026, menembus angka US$313 miliar. Meski sering dianggap sebagai “dry powder” atau likuiditas siap pakai untuk membeli aset kripto, data terbaru menunjukkan dana tersebut belum sepenuhnya mengalir ke pasar kripto.

Dikutip BeInCrypto, lonjakan kapitalisasi stablecoin terjadi di tengah volatilitas pasar kripto dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang membuat investor cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Kapitalisasi Stablecoin Capai Rekor Tertinggi

Data dari DefiLlama menunjukkan total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai lebih dari US$313 miliar pada 8 Maret 2026. Angka tersebut menandai level tertinggi sepanjang sejarah bagi sektor stablecoin.

Secara keseluruhan, kapitalisasi stablecoin meningkat sekitar 1,8% sejak awal tahun 2026. Dalam ekosistem kripto, stablecoin biasanya berfungsi sebagai mata uang dasar untuk aktivitas perdagangan dan sering dianggap sebagai indikator likuiditas yang siap masuk ke pasar aset digital.

Ketika pasokan stablecoin meningkat, banyak analis biasanya menilai kondisi tersebut sebagai tanda masuknya modal baru yang berpotensi mendorong pembelian kripto.

Namun dalam situasi saat ini, peningkatan pasokan stablecoin tidak sepenuhnya mencerminkan arus dana ke pasar kripto.

Arus Dana ke Bursa Kripto Masih Negatif

Menurut analis on-chain Darkfost, aliran stablecoin ke bursa kripto terpusat (CEX) masih menunjukkan tren negatif sejak awal 2026.

Di antara platform besar, Binance mencatat arus keluar stablecoin sekitar US$2 miliar per bulan. Bitfinex juga mengalami arus keluar sekitar US$336 juta.

Meski begitu, laju arus keluar tersebut mulai melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada pertengahan Februari, arus keluar Binance tercatat mencapai sekitar US$6,7 miliar.

Data ini menunjukkan bahwa sebagian likuiditas stablecoin tidak mengalir ke aktivitas perdagangan kripto, melainkan bergerak ke penggunaan lain di luar pasar aset digital.

Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasinya penting: likuiditas memang ada, tetapi belum tentu siap diputar ke aset berisiko.

“Selama stablecoin lebih banyak diparkir untuk settlement, pembayaran, atau menunggu momentum, pasar crypto bisa tetap terlihat lesu meski basis likuiditas terus tumbuh—artinya masalahnya bukan ketiadaan uang, melainkan rendahnya conviction untuk melakukan risk deployment,” ucapnya.

Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

Stablecoin Digunakan di Luar Perdagangan Kripto

Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin saat ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya penggunaan aset tersebut dalam sektor keuangan digital yang lebih luas.

Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meningkatnya peran stablecoin dalam pembayaran lintas negara. Stablecoin dinilai mampu mengatasi hambatan yang sering muncul dalam sistem pembayaran tradisional.

Survei yang dilakukan oleh BVNK terhadap 4.658 responden di 15 negara menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna, pembayaran dalam bentuk stablecoin bahkan dapat mencapai sekitar sepertiga dari total pendapatan tahunan mereka.

Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) serta berbagai aktivitas ekonomi digital lainnya.

Penggunaan stablecoin kini juga meluas ke sektor baru, termasuk perdagangan saham yang ditokenisasi, lindung nilai terhadap inflasi di negara tertentu, hingga investasi pada infrastruktur komputasi seperti GPU untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Potensi Peran Stablecoin dalam Ekonomi Digital

Sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan juga mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin.

Circle Internet Group dan Stripe, misalnya, tengah mengembangkan sistem pembayaran yang memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom melakukan transaksi menggunakan stablecoin.

Beberapa analis menilai perkembangan ini dapat membuka pasar baru yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan stablecoin hanya untuk perdagangan kripto.

Volume penyelesaian transaksi stablecoin secara global bahkan diperkirakan telah mencapai sekitar US$46 triliun per tahun.

Meski demikian, sebagian analis berpendapat bahwa jika likuiditas stablecoin yang saat ini mengalir ke berbagai sektor tersebut kembali ke pasar kripto, hal itu dapat menjadi katalis penting bagi pemulihan pasar aset digital di masa mendatang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

Harga Ethereum (ETH) kembali bertahan di atas level psikologis US$2.000 di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif. Data terbaru menunjukkan lonjakan posisi leverage dan arus dana ke bursa derivatif, yang memicu spekulasi bahwa trader sedang membidik likuiditas short di atas harga saat ini.

Pada perdagangan terbaru, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.059 setelah sempat menguji area resistensi dalam kisaran US$2.000. Aktivitas derivatif yang meningkat menunjukkan potensi volatilitas lebih tinggi dalam waktu dekat.

Arus Dana Derivatif Meningkat

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan bursa derivatif mencatat arus masuk bersih sekitar 110.343 ETH pada 7 Maret. Lonjakan ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2026.

Pergerakan serupa sebelumnya terjadi pada 6 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan harga ETH sekitar 13% dari titik terendah tahunan di US$1.736.

Namun dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan arus dana ke bursa derivatif juga sering diikuti periode volatilitas tajam atau koreksi jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, area di atas harga saat ini tampak penuh dengan likuiditas short yang bisa menjadi bahan bakar rally jangka pendek jika ditembus.

“Namun selama penembusan itu belum dikonfirmasi dengan volume dan momentum yang kuat, ETH tetap berada di fase rawan fakeout antara squeeze teknikal dan tekanan tren yang belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

Baca juga: Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Rasio Leverage Sentuh Rekor

Selain arus masuk dana, rasio leverage Ether juga meningkat ke level tertinggi baru di sekitar 0,78.

Indikator ini mengukur perbandingan antara open interest di pasar derivatif dengan cadangan ETH di bursa. Nilai yang tinggi menunjukkan semakin banyak trader menggunakan dana pinjaman untuk membuka posisi.

Kondisi ini biasanya memperbesar potensi pergerakan harga karena likuidasi posisi leverage dapat terjadi secara berantai jika harga bergerak tajam.

Zona Likuiditas di Atas Harga

Secara teknikal, ETH saat ini masih bergerak dalam rentang bulanan antara sekitar US$1.800 hingga US$2.000 setelah mengalami penolakan di sekitar US$2.150 pada pekan lalu.

Grafik jangka pendek menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah harga sempat menyentuh area likuiditas di sekitar US$1.908.

Saat ini perhatian pasar tertuju pada zona suplai antara US$2.050 hingga US$2.100. Jika ETH berhasil menembus area ini dan menjadikannya sebagai support baru, peluang kenaikan lebih lanjut terbuka.

Data dari CoinGlass juga menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang cukup besar di atas harga saat ini.

Sekitar US$273 juta posisi short terakumulasi di sekitar level US$2.030. Zona tersebut sering menjadi target pergerakan harga karena likuidasi posisi short dapat memicu pembelian paksa yang mempercepat kenaikan harga.

Level Kunci ETH

Analis kripto Cyril-DeFi menyebut area US$1.900 hingga US$2.000 sebagai level penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Menurutnya, dalam beberapa siklus sebelumnya, setiap kali harga ETH menyentuh garis tren naik jangka panjang di area tersebut, pasar cenderung mengalami rebound yang kuat.

Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut dan menembus area resistensi di atasnya, target berikutnya yang mulai diperhatikan pasar berada di sekitar US$2.150 hingga US$2.500.

Namun dengan tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif, pergerakan harga Ether juga berpotensi menjadi lebih volatil dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

$50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

XRP kembali berada di bawah tekanan setelah data on-chain menunjukkan sebagian besar pemegang token tersebut masih berada dalam posisi rugi. Kondisi ini membuat reli harga sulit berlanjut karena banyak investor cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka.

Data terbaru menunjukkan sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada di posisi rugi secara tidak terealisasi, menandakan tekanan jual yang masih cukup besar di pasar.

Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Rugi

Menurut data Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP saat ini berada dalam kondisi rugi berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dihitung dalam nilai dolar, kerugian tidak terealisasi tersebut mencapai sekitar US$50,8 miliar.

Situasi ini membuat banyak pemegang aset berada “di bawah air” atau membeli pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Ketika harga mencoba naik, sebagian investor cenderung menjual untuk mengurangi kerugian atau keluar mendekati titik impas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP kesulitan mempertahankan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Sepanjang tahun ini, harga XRP telah turun sekitar 26% dan merosot sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat turun dari sekitar US$1,37 ke US$1,33 sebelum kembali stabil di kisaran US$1,35.

Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Level $1,44 Jadi Batas Penting Pasar

Dilaporkan Crypto Slate, salah satu level yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$1,44, yang merupakan realized price XRP atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi.

Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

Indikator lain juga menunjukkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase kerugian. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP masih berada di bawah angka 1, yang berarti koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

Selain itu, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah.

“Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound,” jelasnya.

Tekanan Jual Masih Dominan

Di sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir.

Data SoSoValue menunjukkan produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, produk investasi XRP juga mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini menurut CoinShares.

Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga menurun. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025.

Penurunan open interest biasanya menandakan trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur terhadap aset tersebut.

Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda melambat.

Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

Di saat yang sama, jumlah wallet yang aktif melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025.

Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

Dengan kombinasi pasokan yang masih banyak berada dalam posisi rugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang menurun, XRP saat ini berada dalam fase yang menantang.

Meski demikian, reli harga tetap memungkinkan terjadi jika permintaan baru mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

Produk ETF spot Solana kembali menjadi sorotan setelah tetap mencatat arus dana masuk meski harga SOL masih berada dalam tekanan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di pasar: dari mana sebenarnya permintaan terhadap ETF Solana berasal saat aset dasarnya justru melemah?

Sejak awal tahun, harga Solana tercatat turun lebih dari 31%. Bahkan sejak ETF Solana diluncurkan pada Juli 2025, harga SOL telah merosot sekitar 57%. Meski begitu, produk ETF berbasis Solana tetap mampu menarik minat investor.

ETF Solana Tetap Catat Arus Dana

Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut ETF spot Solana telah mengumpulkan arus masuk sekitar US$1,5 miliar sejak peluncurannya. Menurutnya, angka ini tergolong kuat jika mempertimbangkan kondisi harga SOL yang terus melemah.

Balchunas menilai, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar Solana dibandingkan Bitcoin, arus masuk ke ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar. Angka tersebut bahkan disebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan ETF Bitcoin pada tahap peluncuran yang sebanding.

Ia menilai kondisi ini tidak lazim karena ETF yang diluncurkan saat aset dasarnya sedang turun tajam biasanya sulit mempertahankan inflow dalam jangka panjang.

Namun tren positif itu mulai menunjukkan gangguan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, ETF Solana mencatat arus keluar berturut-turut dengan total hampir US$16 juta. Ini menjadi streak arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diperdagangkan. Meski demikian, total inflow kumulatif masih berada di sekitar US$955,5 juta.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan pasar, divergensi seperti ini menarik karena mengisyaratkan bahwa lemahnya harga belum tentu berarti minat benar-benar hilang.

“Jika arus permintaan terstruktur ini berlanjut sementara tekanan jual spot mereda, SOL bisa membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat, meski dalam jangka pendek pasar masih akan tetap sensitif terhadap volatilitas dan rotasi likuiditas,” analisanya.

Baca juga: Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

Investor Institusi atau Sekadar Perpindahan Aset?

Di tengah perdebatan pasar, analis riset senior Bloomberg Intelligence, James Seyffart, mengatakan basis investor ETF Solana mencakup sejumlah institusi besar, termasuk market maker dan dana investasi kripto.

Beberapa nama yang disebut memiliki alokasi besar di produk ini antara lain Electric Capital, Goldman Sachs, Multicoin Capital, dan Morgan Stanley. Seyffart menilai hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar arus dana memang berasal dari investor institusional.

Ia juga menepis anggapan bahwa arus masuk ETF didorong terutama oleh basis trade atau arbitrase antara pasar futures dan spot. Menurutnya, basis Solana sepanjang 2026 relatif rendah, sehingga kecil kemungkinan strategi itu menjadi pendorong utama.

Namun tidak semua analis sepakat. Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman, berpendapat bahwa inflow tersebut bisa jadi bukan pembelian baru, melainkan hasil in-kind swap dari pemegang SOL lama yang hanya memindahkan eksposurnya ke bentuk ETF.

Seyffart mengakui bahwa modal awal dan sebagian inflow awal kemungkinan memang berasal dari perpindahan eksposur semacam itu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak seluruh arus dana berasal dari swap dan masih ada pembelian riil yang cukup signifikan.

Tekanan Pasar Masih Membayangi

Pergerakan ETF Solana juga tidak terlepas dari kondisi pasar global yang sedang dibayangi sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik. Tekanan ini turut memengaruhi aset kripto lain dan pasar ekuitas.

Dalam periode yang sama, ETF Ethereum dan XRP juga mengalami tiga hari arus keluar berturut-turut. Sementara itu, ETF Bitcoin justru mencatat inflow sebesar US$167,03 juta pada 9 Maret, setelah sempat mengalami dua hari arus keluar.

Meski pasar masih bergejolak, harga Solana pada 10 Maret tercatat naik hampir 4% dalam sehari ke kisaran US$86,7. Kenaikan ini memberi sedikit ruang optimisme, meski belum cukup untuk membalikkan tren turun yang terjadi sejak awal tahun.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah pemulihan harga SOL dapat kembali mendorong arus dana segar ke ETF, atau justru tekanan keluar masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com