Tag Archives: altcoin

Melihat Efek Real Harga di Balik Dinner with Turbo Ke-16

Proyek memecoin berbasis kecerdasan buatan (AI) yang fenomenal, Turbo, kembali menyapa komunitasnya melalui gelaran rutin “Dinner with Turbo” episode ke-16.

Acara yang dilangsungkan secara live di platform X (dahulu Twitter) melalui StreamYard ini menjadi magnet bagi para pegiat kripto yang mencari bocoran alpha sharing dan wawasan terbaru langsung dari pusat komunitas.

Berbeda dengan konferensi pengembang yang kaku, Dinner with Turbo dikemas dengan nuansa yang lebih santai namun padat informasi.

Menurut laporan Coinmarketcal, Fokus utama dari sesi ini adalah memperkuat interaksi antar anggota komunitas dan mendistribusikan narasi-narasi terbaru yang tengah berkembang di ekosistem Turbo.

Baca Juga: TURBO Melonjak 24%, Reli Kuat Berkat Volume Perdagangan Meluap

Menonjolkan Kekuatan Komunitas dan Alpha Sharing

Dalam dunia memecoin, kekuatan komunitas adalah segalanya. Turbo memahami betul dinamika ini dengan konsisten menggelar sesi berbagi.

Episode ke-16 ini menekankan pada distribusi narasi, di mana para pemegang token (holders) dan penggemar dapat mendengar langsung visi jangka pendek serta tren yang sedang diikuti oleh proyek ini.

Meskipun acara ini dinanti-nantikan, para pengamat pasar menyarankan investor untuk melihat event ini dengan perspektif yang jernih.

Event ini lebih condong sebagai wadah penguatan basis pendukung daripada panggung untuk pengumuman teknis yang revolusioner.

Waspadai Efek Spekulatif

Menanggapi rutinnya agenda Dinner with Turbo, Tim Research Tokocrypto memberikan catatan penting terkait dampaknya terhadap volatilitas harga token TURBO di pasar.

Menurut mereka, investor perlu membedakan antara “sentimen sosial” dan “perubahan fundamental”.

“Untuk TURBO, event seperti ini lebih berfungsi sebagai bahan bakar social buzz ketimbang katalis struktural. Jika muncul hype atau narasi menarik, harga bisa saja bergerak secara intraday, tetapi tanpa katalis konkret seperti listing, burn, upgrade, atau roadmap baru, efeknya cenderung spekulatif dan mudah memudar,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun interaksi komunitas sangat krusial untuk menjaga loyalitas pemegang aset, pergerakan harga yang berkelanjutan biasanya membutuhkan pemicu yang lebih padat, seperti integrasi teknologi baru atau pengumuman kemitraan strategis yang berdampak langsung pada kelangkaan atau kegunaan token.

Strategi Intraday bagi Trader

Bagi para trader harian (intraday), sesi seperti Dinner with Turbo tetap memberikan peluang. Narasi menarik yang dilemparkan selama sesi live sering kali memicu lonjakan volume perdagangan singkat di bursa.

Namun, mengingat sifatnya yang lebih ke arah social buzz, risiko koreksi cepat ( retracement) selalu mengintai segera setelah euforia mereda.

Saat ini, pasar kripto secara keseluruhan memang sangat sensitif terhadap narasi-narasi kecil yang berkembang di media sosial.

Turbo, sebagai salah satu pelopor memecoin yang lahir dari eksperimen ChatGPT, memiliki keunggulan dalam menciptakan percakapan yang organik.

Baca Juga: Naik 269% Sehari, Token AI Meme TURBO Tetap Jawara Rp2,7 Triliun!

Menanti Katalis Konkret

Secara keseluruhan, episode ke-16 dari Dinner with Turbo sukses menjaga api semangat komunitas tetap menyala.

Namun, bagi mereka yang mengharapkan lonjakan harga yang permanen atau breakout dari struktur harga jangka panjang, nampaknya harus bersabar menunggu pengumuman yang lebih fundamental.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gandeng Webacy, Velvet Capital Perkuat Keamanan Aset

Di tengah dinamika pasar kripto yang terus bergejolak di awal tahun 2026, Velvet Capital, protokol sistem operasi DeFAI (Decentralized Finance + AI), mengumumkan kolaborasi komunitas bersama Webacy.

Kedua proyek ini akan menggelar sesi Community X Space bertajuk diskusi volatilitas pasar, integrasi portofolio, dan pemanfaatan alat peringatan dini (alert tools) untuk para trader.

Acara ini menarik perhatian karena mempertemukan keahlian Velvet dalam manajemen portofolio berbasis AI dengan infrastruktur keamanan siber milik Webacy.

Selain berbagi wawasan (insight), sesi ini juga menyediakan insentif partisipasi kecil bagi anggota komunitas yang aktif bergabung dalam diskusi.

Baca Juga: Tren Baru di Kripto: Token DeFAI Masuk Radar Investor Global

Sinergi Keamanan dan Strategi DeFAI

Menurut laporan Coinmarketcal, fokus utama dari pertemuan digital ini adalah menjawab keresahan pengguna terkait volatilitas pasar yang ekstrem.

Webacy, yang dikenal dengan solusi real-time risk alerts, akan memaparkan bagaimana integrasi teknologi mereka ke dalam platform Velvet dapat membantu pengguna mendeteksi ancaman seperti honeypot atau unlocked liquidity sebelum melakukan eksekusi strategi.

Bagi Velvet Capital, langkah ini memperkuat posisinya sebagai “Operating System” untuk DeFi yang tidak hanya menawarkan efisiensi melalui intent-based trading, tetapi juga lapisan keamanan tambahan bagi para penggunanya.

Fokus pada Engagement, Bukan Repricing

Meskipun kolaborasi ini membawa sentimen positif bagi ekosistem, para pengamat pasar menyarankan investor untuk tetap moderat dalam menanggapi dampaknya terhadap harga token VELVET.

Tim Research Tokocrypto memberikan pandangan kritis mengenai signifikansi event ini terhadap valuasi pasar.

Mereka menilai bahwa kegiatan ini lebih merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun loyalitas pengguna daripada pemicu kenaikan harga instan.

“Katalis seperti ini biasanya lebih cocok dibaca sebagai event marketing-komunitas daripada pendorong repricing besar untuk VELVET. Selama tidak ada pengumuman konkret soal tokenomics, listing, integrasi besar, atau produk baru yang material, dampaknya kemungkinan terbatas pada lonjakan atensi sosial dan spekulasi jangka pendek,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Analisis ini mengingatkan pelaku pasar bahwa dalam fase “social buzz”, harga aset cenderung bergerak berdasarkan narasi sementara yang mudah memudar jika tidak diikuti oleh pembaruan fundamental yang mengubah struktur ekonomi token tersebut.

Menimbang Prospek VELVET di Kuartal I 2026

Hingga saat ini, VELVET telah menunjukkan performa yang cukup stabil di beberapa bursa utama.

Dengan adanya airdrop fase kedua dan program cashback fee yang baru saja diluncurkan pada Februari lalu, proyek ini sebenarnya memiliki dasar fundamental yang kuat.

Namun, sesi X Space bersama Webacy ini lebih berfungsi sebagai distribusi awareness kepada publik yang lebih luas mengenai fitur-fitur keamanan yang sudah terintegrasi.

Bagi komunitas, insentif “Gems” yang ditawarkan menjadi daya tarik tambahan, namun bagi investor institusional, mereka masih menantikan langkah besar berikutnya seperti ekspansi listing ke bursa tier-1 yang lebih luas atau perubahan signifikan pada mekanisme staking.

Baca Juga: 3 Narasi Kripto Terpanas di Minggu Kedua Feb: DeFAI, RWA, dan WLFI

Event Community X Space antara Velvet dan Webacy adalah langkah strategis untuk memperkuat basis pengguna dan mengedukasi pasar tentang pentingnya keamanan di ekosistem DeFAI.

Meski memberikan dorongan pada sisi social engagement, investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan tetap fokus pada perkembangan roadmap fundamental untuk melihat potensi pertumbuhan VELVET yang berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga PI turun sekitar 1,51% ke level $0,216, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan sekitar 3,14%.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa Pi Network sedang underperform dibandingkan pasar kripto yang lebih luas.

Tanpa adanya katalis positif yang kuat, harga PI cenderung bergerak melemah di tengah minat perdagangan yang relatif rendah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Likuiditas Tipis Tekan Pergerakan Harga

Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (10/3), salah satu faktor utama di balik pelemahan harga PI adalah likuiditas pasar yang tipis.

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi Network tercatat sekitar $34,7 juta, turun sekitar 22,5% dibanding periode sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar PI yang mencapai sekitar $2,09 miliar, rasio perputaran (turnover ratio) hanya berada di kisaran 1,66%.

Angka ini tergolong rendah dan menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di pasar PI masih terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap tekanan jual kecil sekalipun.

Tanpa adanya arus masuk dana baru atau berita besar yang memicu minat investor, harga cenderung bergerak mengikuti tekanan pasar jangka pendek.

Situasi ini juga menjelaskan mengapa PI tidak ikut naik bersama pasar kripto yang lebih luas.

Ketika likuiditas rendah, aset kripto sering kali bergerak lambat atau bahkan berlawanan arah dengan tren pasar utama.

Minim Katalis Pergerakan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor likuiditas, tidak ditemukan katalis khusus yang mendorong sentimen pasar terhadap Pi Network dalam periode pengamatan ini.

Tidak ada pembaruan besar dari ekosistem, peluncuran produk baru, maupun aktivitas signifikan di pasar derivatif yang biasanya dapat memicu lonjakan harga.

Hal ini membuat PI cenderung bergerak datar hingga melemah, sementara investor lebih fokus pada aset kripto lain yang memiliki momentum lebih kuat.

Kondisi tersebut juga terlihat dari absennya rotasi sektor atau lonjakan aktivitas spekulatif yang sering memengaruhi pergerakan altcoin dalam jangka pendek.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, Pi Network saat ini menghadapi beberapa level penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Area $0,21 menjadi zona support terdekat yang saat ini sedang diuji pasar.

Jika level ini mampu bertahan, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam rentang sempit sebelum menentukan arah berikutnya.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,21, pasar kemungkinan akan melihat penurunan lebih lanjut menuju zona psikologis $0,20.

Di sisi lain, resistance terdekat berada di sekitar $0,22, yang merupakan level tertinggi dalam 24 jam terakhir. Penembusan level ini dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Sentimen Altcoin Masih Lemah

Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan Pi Network adalah kondisi pasar altcoin secara keseluruhan.

Saat ini, Altcoin Season Index berada di level 36, yang menandakan bahwa pasar masih belum memasuki fase altcoin season.

Dalam kondisi seperti ini, sebagian besar aliran modal masih berfokus pada aset kripto besar seperti Bitcoin, sementara altcoin dengan likuiditas lebih kecil sering kali tertinggal.

Jika indeks tersebut mulai naik mendekati 50 atau lebih, hal ini dapat menjadi sinyal awal bahwa investor mulai kembali melirik altcoin, termasuk Pi Network.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Prospek Jangka Pendek PI

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi Network diperkirakan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi kecuali muncul katalis baru yang mampu meningkatkan minat pasar.

Investor saat ini disarankan untuk memperhatikan beberapa indikator utama, seperti kenaikan volume perdagangan di atas $50 juta serta pergerakan Altcoin Season Index.

Jika likuiditas meningkat dan sentimen altcoin membaik, PI berpotensi mendapatkan kembali momentum. Namun tanpa faktor tersebut, harga kemungkinan masih akan bergerak terbatas dengan bias netral hingga sedikit bearish.

Dengan demikian, level $0,21 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Pi Network mampu mempertahankan stabilitas harga atau justru melanjutkan penurunan menuju level support berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

Kondisi pasar altcoin saat ini menunjukkan tekanan yang cukup besar. Data analisis on-chain terbaru menunjukkan sekitar 38% altcoin diperdagangkan mendekati harga terendah sepanjang masa atau all-time low (ATL).

Indikator yang dikenal sebagai “Altcoins near ATL” digunakan untuk mengukur persentase altcoin yang berada di dekat level harga terendah historisnya. Dalam metrik ini, altcoin mencakup seluruh aset kripto selain Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir empat dari sepuluh altcoin berada di dekat titik terlemahnya di pasar.

Banyak Altcoin Masuk Fase Tekanan

Grafik yang dikembangkan oleh analis CryptoQuant Darkfost menunjukkan bahwa tingginya rasio altcoin dekat ATL biasanya muncul pada periode tekanan pasar yang kuat.

Ketika indikator ini meningkat, hal tersebut menandakan banyak altcoin berada dalam tren penurunan yang panjang. Pada saat yang sama, sentimen investor terhadap aset yang lebih berisiko juga cenderung melemah.

Kondisi ini membuat sebagian besar altcoin mengalami kesulitan untuk menarik permintaan baru dari pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembacaan setinggi ini biasanya muncul saat pasar altcoin berada di fase stres berat dan sentimen investor terhadap aset spekulatif memburuk tajam.

“Namun secara historis, level ekstrem seperti ini juga sering muncul mendekati fase akhir tekanan jual, artinya banyak downside mungkin sudah terdiskon dan rotasi modal ke altcoin bisa kembali terjadi jika kondisi makro dan kekuatan BTC mulai stabil,” tuturnya.

Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Likuiditas Beralih ke Bitcoin

Salah satu faktor utama yang mendorong kondisi ini adalah konsentrasi likuiditas di Bitcoin.

Arus dana institusional yang masuk melalui produk seperti spot Bitcoin ETF telah menarik sebagian besar likuiditas pasar ke BTC. Sementara itu, banyak token dengan kapitalisasi lebih kecil kesulitan mendapatkan aliran modal baru.

Selain itu, jumlah aset kripto yang terus bertambah juga meningkatkan persaingan dalam menarik dana investor.

Dengan semakin banyak proyek kripto yang bermunculan, modal yang tersedia harus terbagi ke lebih banyak aset.

Faktor Makroekonomi Juga Berpengaruh

Kondisi ekonomi global juga berperan dalam tekanan terhadap altcoin.

Tingkat suku bunga yang tinggi dan likuiditas yang lebih ketat cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya lebih memilih aset yang dianggap lebih stabil atau memiliki kapitalisasi besar.

Akibatnya, aset spekulatif seperti altcoin menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual.

Potensi Sinyal Akhir Siklus

Meski terlihat negatif, level ekstrem seperti ini dalam sejarah pasar kripto sering muncul menjelang tahap akhir suatu siklus pasar.

Ketika sebagian besar altcoin sudah berada di dekat harga terendahnya, sebagian tekanan jual biasanya telah tercermin dalam harga.

Jika kondisi pasar mulai stabil dan Bitcoin menunjukkan penguatan, modal investor dapat secara bertahap kembali mengalir ke altcoin.

Rotasi modal semacam ini dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi awal dari fase pemulihan di pasar altcoin.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP Bergerak Lemah

Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

Potensi Tekanan Harga Berlanjut

Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Salah satu pendiri Ethereum, Jeffrey Wilcke, kembali menjadi sorotan setelah dompet kripto yang dikaitkan dengannya memindahkan puluhan ribu ETH ke bursa kripto Kraken. Transaksi besar ini memicu spekulasi di pasar mengenai potensi tekanan jual dari pemegang besar.

DIlaporkan Crypto Briefing, data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 79.358 ETH senilai kurang lebih US$157 juta atau sekitar Rp2,4 triliun dipindahkan ke Kraken. Transaksi tersebut pertama kali dilaporkan oleh analis blockchain @ai_9684xtpa.

Langkah ini terjadi setelah dompet tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Transfer Besar Setelah Lama Tidak Aktif

Pergerakan dana ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir dari dompet yang diduga milik Wilcke.

Sebelumnya, sekitar delapan bulan lalu, dompet tersebut juga sempat memindahkan ETH senilai sekitar US$41 juta. Saat itu, data dari Lookonchain menunjukkan Wilcke masih memegang sekitar 95.897 ETH.

Transaksi ke bursa kripto sering kali menarik perhatian karena aset yang dikirim ke exchange berpotensi untuk dijual di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma potensi tekanan jual, tapi sinyal sentimen: wallet pendiri yang kirim size besar ke exchange bisa memperbesar rasa takut pasar bahkan sebelum ada penjualan yang benar-benar terkonfirmasi.

“Untuk ETH, ini menegaskan bahwa trader masih sangat memperhatikan wallet insider lama sebagai indikator risiko distribusi dan volatilitas jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Peran Jeffrey Wilcke di Ethereum

Jeffrey Wilcke merupakan salah satu tokoh awal dalam pengembangan Ethereum. Ia bergabung dengan tim Ethereum pada akhir 2013 dan dikenal sebagai pencipta Geth.

Geth merupakan klien Ethereum yang paling banyak digunakan untuk menjalankan node di jaringan tersebut.

Wilcke berperan dalam menjaga infrastruktur inti Ethereum hingga sekitar 2018 sebelum akhirnya mundur dari pengembangan aktif dan beralih ke industri gim melalui proyek Grid Games.

Sebagai salah satu pendiri awal Ethereum, Wilcke diperkirakan menerima sekitar 463.000 ETH pada masa awal proyek tersebut.

Harga ETH Masih Berfluktuasi

Saat ini harga Ethereum berada di sekitar US$1.900 menurut data pasar terbaru. Dalam tujuh hari terakhir, ETH tercatat naik sekitar 4%.

Namun secara jangka panjang, harga Ethereum masih berada sekitar 60% di bawah rekor tertingginya yang mencapai sekitar US$4.900 pada Agustus tahun lalu.

Pergerakan dana dari tokoh besar seperti Wilcke sering kali menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen investor.

Dalam sejarah pasar kripto, transaksi besar dari figur terkenal atau whale kerap memicu reaksi harga yang lebih kuat dibandingkan pergerakan dari dompet anonim.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Harga kripto Pi Network kembali mencatat kenaikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Senin (9/3), aset digital tersebut naik sekitar 4,56% ke level $0,219, melanjutkan tren positif setelah mencatat reli hampir 30% dalam tujuh hari terakhir.

Kenaikan ini terjadi ketika pasar kripto secara umum bergerak relatif datar.

Bahkan Bitcoin sebagai aset kripto terbesar hanya mencatat kenaikan sekitar 0,35%, menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih dipicu oleh momentum internal dibandingkan sentimen pasar secara keseluruhan.

Kinerja tersebut membuat Pi menjadi salah satu aset yang outperform dalam periode perdagangan terbaru, meski analis mencatat bahwa reli ini belum didukung oleh lonjakan volume yang kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Reli Harga Didominasi Momentum

Lonjakan harga terbaru Pi sebagian besar dipandang sebagai kelanjutan momentum dari reli mingguan yang kuat.

Dalam tujuh hari terakhir, harga Pi tercatat naik sekitar 29,73%, menandakan adanya minat beli yang cukup signifikan dari pelaku pasar.

Namun menariknya, kenaikan harga dalam 24 jam terakhir justru terjadi saat volume perdagangan menurun sekitar 40,87%.

Fenomena ini biasanya menandakan bahwa pergerakan harga lebih banyak didorong oleh lanjutan sentimen bullish dari reli sebelumnya, bukan oleh katalis baru seperti pengumuman proyek, kemitraan, atau perkembangan ekosistem.

Dengan kata lain, kenaikan harga Pi saat ini lebih mencerminkan follow-through buying atau pembelian lanjutan dari trader yang memanfaatkan momentum pasar.

Kondisi ini cukup umum terjadi setelah sebuah aset mencatat kenaikan besar dalam periode singkat.

Tidak Ada Katalis Baru yang Terlihat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Hingga saat ini, tidak ada perkembangan signifikan terkait ekosistem atau kemitraan baru yang secara langsung mendorong kenaikan harga Pi.

Data yang tersedia juga tidak menunjukkan adanya faktor eksternal besar seperti rotasi sektor kripto atau lonjakan minat institusional.

Selain itu, pergerakan pasar kripto secara umum juga relatif stabil. Kenaikan moderat pada Bitcoin menunjukkan bahwa reli Pi tidak didorong oleh beta pasar, melainkan lebih merupakan alpha movement atau pergerakan spesifik pada aset tersebut.

Situasi ini membuat banyak analis menilai reli Pi masih berada dalam fase momentum trading, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika jangka pendek dibandingkan fundamental proyek.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi analisis teknikal, Pi saat ini berada dalam fase yang masih relatif bullish, meski ada tanda-tanda keletihan tren akibat volume yang tipis.

Beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader antara lain:

  • Support utama: $0,20 – $0,21
  • Resistance terdekat: $0,23
  • Target resistance berikutnya: $0,24

Selama harga Pi mampu bertahan di atas area support $0,21, peluang untuk menguji kembali zona $0,23 hingga $0,24 masih terbuka.

Namun sebaliknya, jika harga turun dan menembus level $0,20, ada potensi koreksi menuju area $0,19 yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.

Volume Jadi Faktor Penentu

Meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan bias bullish, analis menilai volume perdagangan akan menjadi faktor penentu keberlanjutan reli.

Lonjakan volume yang signifikan biasanya menjadi indikator bahwa pasar menerima harga baru dengan lebih kuat.

Jika volume perdagangan Pi mampu meningkat secara konsisten, peluang untuk melanjutkan tren naik akan semakin besar.

Sebaliknya, jika harga terus naik tanpa dukungan volume yang memadai, risiko profit taking atau aksi ambil untung juga bisa meningkat.

Sebagai indikator, banyak trader memantau kemungkinan lonjakan volume di atas $100 juta sebagai tanda bahwa minat pasar kembali menguat.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Bullish dengan Kehati-hatian

Secara keseluruhan, pergerakan harga Pi saat ini masih berada dalam tren bullish jangka pendek, didukung oleh momentum reli mingguan yang kuat.

Namun, kondisi volume yang menurun menunjukkan bahwa reli ini belum sepenuhnya didukung oleh arus modal baru.

Jika Pi mampu mempertahankan harga di atas $0,21 dan menarik kembali minat perdagangan yang lebih tinggi, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area $0,23–$0,24 tetap terbuka.

Sebaliknya, penurunan di bawah $0,20 dapat menjadi sinyal awal berakhirnya momentum reli dan membuka potensi koreksi yang lebih dalam.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau pergerakan volume dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan sebelum menentukan arah berikutnya bagi Pi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP masih berada dalam tren penurunan sepanjang 2026 dan belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Dalam beberapa minggu terakhir, aset kripto ini bergerak dalam fase konsolidasi di antara level harga penting.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35, terjebak dalam rentang antara support US$1,34 dan resistance US$1,47. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat dan membuat pergerakan harga relatif terbatas.

Indikator MVRV Tunjukkan Tekanan Pasar

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Extreme Ratio, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi aset.

Data menunjukkan rasio MVRV XRP berada di bawah level 1,0 sekitar 15% dari hari perdagangan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa aset berada dalam kondisi undervalued, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum pasar.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, kondisi ini dapat memicu pemulihan jangka pendek. Namun dalam situasi pasar yang lemah, rasio MVRV rendah juga dapat diikuti penurunan harga lebih lanjut.

Baca juga: XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

Sentimen Pasar Masih Lemah

Selain indikator valuasi, tekanan juga terlihat dari perubahan momentum pasar secara keseluruhan.

Data Exchange Net Position Change menunjukkan peningkatan arus masuk XRP ke bursa. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal meningkatnya potensi penjualan karena investor memindahkan aset ke bursa untuk diperdagangkan.

Ketika arus masuk ke bursa meningkat sementara permintaan melemah, tekanan jual di pasar biasanya ikut meningkat.

Kombinasi antara rendahnya momentum beli dan meningkatnya aktivitas penjualan membuat prospek jangka pendek XRP masih terlihat terbatas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa menjadi bantalan, tapi jika mereka mulai distribusi, penurunan bisa tajam karena pasokan efektif terpusat.

“Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning,” jelasnya.

Level Harga Penting XRP

Dari sisi teknikal, level US$1,34 menjadi support penting yang telah beberapa kali diuji. Jika level ini ditembus, harga XRP berpotensi turun ke sekitar US$1,21.

Penurunan tersebut dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Sebaliknya, jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, XRP berpeluang menembus resistance di US$1,47.

Jika berhasil melewati level tersebut, harga dapat bergerak menuju US$1,58 dan bahkan membuka peluang menuju area US$1,70.

Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta kekuatan permintaan dari investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Ether di Bursa Turun ke Level Terendah, Harga ETH Melonjak?

Cadangan Ether (ETH) di bursa kripto terpusat dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi ketika harga ETH masih berjuang bertahan di sekitar level US$2.000.

Dilaporkan Cointelegraph, data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 31,6 juta ETH ditarik dari bursa selama Februari 2026. Angka tersebut menjadi arus keluar bulanan terbesar sejak November dan memunculkan spekulasi mengenai potensi tekanan pasokan di pasar.

Arus Keluar ETH dari Bursa Meningkat

Analis kripto Arab Chain menyebut bahwa arus keluar ETH dari bursa kripto meningkat signifikan sepanjang Februari.

Binance mencatat penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Sementara itu, OKX mencatat sekitar 3,83 juta ETH dan Kraken sekitar 1,04 juta ETH.

Ketika aset kripto ditarik dari bursa dan dipindahkan ke dompet pribadi atau platform staking, ketersediaan koin untuk diperdagangkan di pasar spot biasanya berkurang.

Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas di order book dan meningkatkan volatilitas harga jika permintaan tiba-tiba meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, supply di exchange yang rendah bisa memperketat likuiditas dan mendorong harga naik jika demand meningkat.

“Namun, ini juga berarti selling pressure langsung bisa terbatas karena token berada di wallet dingin,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Cadangan ETH di Binance Sentuh Level Terendah

Selain arus keluar besar, cadangan Ether di Binance juga turun tajam. Data CryptoQuant menunjukkan cadangan ETH di bursa tersebut kini berada di sekitar 3,46 juta ETH.

Angka ini menjadi level terendah sejak 2020.

Pada siklus pasar sebelumnya, cadangan ETH di Binance sempat berada di atas 5 juta ETH sebelum kemudian mengalami tren penurunan bertahap.

Penurunan cadangan ini membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan permintaan, terutama ketika harga ETH masih berada di bawah level psikologis US$2.000.

Jika permintaan meningkat sementara cadangan terus berkurang, tekanan pasokan dapat mendorong pergerakan harga yang lebih tajam.

Pasar Terbelah antara Investor Ritel dan Whale

Data perdagangan menunjukkan adanya perbedaan perilaku antara investor kecil dan investor besar.

Menurut data Hyblock, cumulative volume delta (CVD) untuk transaksi kecil bernilai US$0 hingga US$10.000 menunjukkan angka positif sekitar US$95 juta. Hal ini menandakan adanya tekanan beli dari investor ritel.

Namun situasi berbeda terlihat pada transaksi bernilai lebih besar. Transaksi US$10.000 hingga US$100.000 mencatat CVD sekitar minus US$162 juta, sementara transaksi di atas US$100.000 mencapai sekitar minus US$357 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa investor besar atau whale masih cenderung melakukan penjualan.

Open Interest Turun Saat Harga Konsolidasi

Data derivatif juga menunjukkan penurunan open interest di pasar Ether.

Total open interest saat ini berada di sekitar US$9,41 miliar, turun dari hampir US$10 miliar pada akhir Februari.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sebagian posisi leverage telah ditutup ketika harga ETH bergerak dalam fase konsolidasi antara US$1.900 hingga US$2.000.

Jika akumulasi dari investor ritel terus berlanjut dan tekanan jual dari whale mulai berkurang, pasar berpotensi memasuki fase yang lebih seimbang.

Dalam skenario tersebut, berkurangnya cadangan ETH di bursa dapat memperbesar pergerakan harga jika ETH berhasil menembus area resistensi sekitar US$2.000 hingga US$2.150.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token VVV Melejit 20% Saat Pasar Kripto Merah, Apa yang Terjadi?

Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto global, Venice Token (VVV) justru mencatat kenaikan harga yang signifikan. Token ini melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir dan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di antara 300 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

Data pasar menunjukkan VVV sempat menyentuh harga intraday sekitar US$6,78, level tertinggi sejak Februari 2025. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto justru turun hampir 1%, dengan sebagian besar aset utama mengalami pelemahan.

Kenaikan ini membuat VVV menonjol di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish.

VVV Melonjak Saat Pasar Kripto Tertekan

Dilaporkan BeInCrypto, Venice Token merupakan token asli dari ekosistem Venice AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang berfokus pada privasi dan akses tanpa sensor terhadap model AI open-source. Platform ini menyediakan layanan pembuatan teks, gambar, video, hingga kode.

Proyek ini didirikan oleh Erik Voorhees, mantan CEO ShapeShift. Token VVV sendiri diluncurkan pada Januari 2025 dan berfungsi terutama sebagai token staking dalam ekosistem Venice AI.

Melalui mekanisme staking, pengguna dapat memperoleh imbal hasil atau mencetak token DIEM. Setiap token DIEM memberikan akses API senilai US$1 per hari secara permanen.

Dalam beberapa bulan terakhir, performa VVV juga terbilang kuat. Data CoinGecko menunjukkan token ini telah mencatat pertumbuhan sekitar 7,5 kali lipat dalam tiga bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar yang kini melampaui US$290 juta.

Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Pengurangan Emisi Token Dorong Kelangkaan

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga VVV adalah perubahan pada mekanisme pasokan token. Venice AI mengumumkan pengurangan emisi tahunan token dari 8 juta VVV menjadi 6 juta VVV mulai 10 Februari.

Pemotongan sekitar 25% ini mengurangi jumlah token baru yang masuk ke pasar, sehingga berpotensi menekan tekanan jual dari sisi suplai.

Dengan berkurangnya emisi token, tingkat kelangkaan VVV meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan dukungan terhadap harga.

Integrasi DeFi dan Pertumbuhan Pengguna

Selain perubahan pada sisi suplai, peningkatan utilitas token juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga. VVV kini telah terintegrasi dengan beberapa platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Beberapa integrasi tersebut mencakup Aerodrome untuk penyediaan likuiditas, Morpho sebagai jaminan (collateral), serta Plena untuk fitur swap tanpa biaya gas.

Di sisi lain, pertumbuhan pengguna juga menunjukkan tren positif. Venice AI dilaporkan telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna terdaftar, dengan jumlah pengguna API yang juga terus meningkat.

Data dari platform analisis LunarCrush menunjukkan interaksi sosial terhadap VVV melonjak signifikan. Tingkat engagement tercatat 255% di atas rata-rata harian, sementara dominasi percakapan di media sosial naik hingga 424% dibandingkan pekan sebelumnya.

Prospek VVV Masih Terbuka

Meski mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat, harga VVV saat ini masih sekitar 70% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa.

Kombinasi antara pengurangan suplai token, integrasi DeFi, dan pertumbuhan ekosistem Venice AI menjadi faktor utama yang mendorong reli terbaru.

Namun, keberlanjutan tren kenaikan tersebut masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com