Tag Archives: altcoin

Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

Harga Solana (SOL) memang mengalami penurunan tajam sejak peluncuran ETF Solana di Amerika Serikat pada Juli 2025. Namun menariknya, produk investasi berbasis ETF tersebut justru masih mencatat arus dana yang kuat.

Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Solana berhasil mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar arus masuk sejak peluncurannya. Hal ini terjadi meskipun harga token SOL telah turun lebih dari 57% dalam periode yang sama.

Menurut Balchunas, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan minat investor institusional terhadap Solana.

“Sekitar 50% arus dana ETF berasal dari investor institusional. Ini menunjukkan basis investor yang serius dan merupakan sinyal positif untuk masa depan,” ujarnya.

ETF Solana Catat Kinerja Kuat

Dilaporkan Cointelegraph, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar, kinerja ETF Solana bahkan disebut melampaui Bitcoin pada tahap awal peluncurannya.

Dengan kapitalisasi pasar Solana sekitar US$50 miliar dibandingkan Bitcoin yang mencapai sekitar US$1,4 triliun, arus dana ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar dalam skala Bitcoin.

Angka tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan arus dana yang diterima ETF Bitcoin pada periode yang sama setelah peluncurannya.

Balchunas menilai angka tersebut cukup mengesankan mengingat kondisi pasar Solana yang sedang mengalami penurunan harga.

Biasanya, ETF yang diluncurkan saat harga aset dasar turun tajam akan kesulitan menarik dana investor.

“Jika sebuah aset turun 57% dalam enam bulan pertama, biasanya hampir mustahil bagi ETF untuk tetap mendapatkan arus masuk dana,” kata Balchunas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, resiliensi institusi di SOL jauh lebih kuat dari ritel. Meski harga lumat, inflow tetap stabil.

“Ini sinyal kalau big money nggak peduli sama volatilitas jangka pendek dan lebih fokus ke akumulasi jangka panjang. SOL bukan cuma mainan memecoin lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

Pergerakan Dana ETF Masih Stabil

Meski secara umum masih mencatat arus dana positif, ETF Solana sempat mengalami arus keluar bersih pertama dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, dengan sekitar US$6 juta keluar dari enam produk ETF yang tersedia.

Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ETF Solana mencatat arus masuk bersih sekitar US$19 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat investor masih kuat, volatilitas tetap terjadi dalam aliran dana ETF.

Harga SOL Masih Tertekan

Harga Solana sendiri masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Token ini sempat mencapai all-time high di sekitar US$293 pada Januari 2025 ketika tren memecoin mendorong aktivitas jaringan.

Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$88, atau sekitar 70% lebih rendah dari puncak tersebut.

Sejak awal 2026, harga Solana juga telah turun hampir 30%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar altcoin secara umum.

Meski demikian, kuatnya arus dana ke ETF menunjukkan sebagian investor institusional masih melihat potensi jangka panjang pada ekosistem Solana.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MYX Anjlok 95% dalam Sebulan, Bisakah Whale Menyelamatkan Harga?

Token MYX Finance mengalami salah satu penurunan paling tajam di pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga MYX tercatat anjlok sekitar 95%, mencerminkan tekanan jual yang terus mendominasi pasar.

Saat ini MYX diperdagangkan di kisaran US$0,30. Penurunan drastis tersebut terjadi di tengah melemahnya kepercayaan investor dan minimnya katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan kondisi yang masih negatif untuk MYX. Selama sebulan terakhir, indikator ini berada jauh di bawah garis nol, menandakan arus keluar dana yang terus berlanjut.

Posisi CMF di wilayah negatif menunjukkan lebih banyak modal keluar dari aset dibandingkan yang masuk. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap MYX masih didominasi oleh sikap pesimistis.

Tekanan jual yang konsisten tersebut membuat peluang pemulihan harga dalam jangka pendek terlihat terbatas tanpa perubahan besar dalam sentimen investor.

Menurut Tim Research Tokocrypto, sentimen negatif di pasar futures semakin memperburuk situasi dengan risiko likuidasi besar jika harga menembus ke bawah $0,45.

“Pemulihan signifikan hanya mungkin terjadi jika bursa mampu membalikkan level $0,399 menjadi support untuk menargetkan kembali angka psikologis $1,” jelasnya.

Baca juga: MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

Risiko Likuidasi di Pasar Derivatif

Selain tekanan dari pasar spot, data dari pasar derivatif juga menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Peta likuidasi menunjukkan bahwa trader bearish bersiap menghadapi kemungkinan penurunan harga tambahan.

Jika harga MYX turun di bawah level US$0,45, likuidasi sekitar US$2,6 juta dapat terjadi di pasar futures. Kondisi ini menunjukkan banyak trader memposisikan diri untuk penurunan harga lebih lanjut.

Dominasi posisi bearish tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar masih memperkirakan tekanan turun pada harga MYX.

Whale Mulai Akumulasi

Di tengah kondisi pasar yang lemah, investor besar atau whale mulai meningkatkan kepemilikan mereka. Data menunjukkan alamat yang memegang lebih dari US$1 juta dalam MYX telah meningkatkan kepemilikannya sekitar 24%.

Saat ini kelompok investor tersebut memegang lebih dari 253.013 token MYX. Meski langkah ini dapat menunjukkan kepercayaan sebagian investor besar, akumulasi tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren penurunan harga.

Analis menilai bahwa tanpa perubahan sentimen pasar secara luas, pembelian oleh whale saja kemungkinan belum cukup untuk menghentikan tekanan jual.

Level Harga Penting MYX

Dari sisi teknikal, MYX masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah support US$0,209, aset ini berpotensi jatuh ke level sekitar US$0,138 bahkan hingga US$0,091.

Namun skenario tersebut dapat berubah jika pasar kripto secara keseluruhan mengalami pemulihan. Jika MYX mampu menembus dan mempertahankan level US$0,399 sebagai support, harga berpotensi naik menuju resistance di sekitar US$1,005.

Untuk saat ini, MYX masih berada dalam tekanan kuat, dengan arah harga ke depan sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta potensi katalis baru yang dapat mengembalikan kepercayaan investor.

Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

Token Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi mencapai rekor tertinggi baru. Sejak 24 Februari, HYPE telah naik sekitar 31% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$32.

Kinerja ini bahkan melampaui beberapa aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang masih mencatat pelemahan dalam periode 30 hari terakhir. Analis menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset keuangan tradisional di platform Hyperliquid.

Hyperliquid Buka Akses TradFi 24 Jam

Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid menarik perhatian karena menawarkan perdagangan derivatif aset tradisional seperti minyak, emas, perak, hingga saham secara 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang memiliki jam operasional terbatas, platform ini memungkinkan trader memperdagangkan aset seperti NVIDIA atau komoditas energi kapan saja menggunakan kontrak perpetual.

Lonjakan aktivitas terlihat pada akhir pekan 1–2 Maret ketika volume perdagangan di platform tersebut melampaui US$6,4 miliar hanya dalam satu hari. Perdagangan kontrak perpetual minyak bahkan dilaporkan melonjak hampir 20%.

Data dari Delphi Digital juga menunjukkan bahwa aset tradisional yang ditokenisasi kini menyumbang sekitar 31,6% dari total volume perdagangan Hyperliquid, meningkat tajam dari kurang dari 5% hanya sebulan sebelumnya.

Baca Juga: Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

Mekanisme Burn Dorong Tekanan Pasokan

Kenaikan aktivitas perdagangan ini berdampak langsung pada mekanisme deflasi token HYPE. Sekitar 97% biaya transaksi di platform dialokasikan ke sistem yang secara otomatis membeli token HYPE dari pasar dan membakarnya secara permanen.

Selain itu, biaya gas dari HyperEVM juga ikut dibakar, sehingga setiap transaksi di platform secara langsung mengurangi suplai token.

Data terbaru menunjukkan platform menghasilkan sekitar US$2,74 juta biaya transaksi dalam 24 jam dan sekitar US$16,96 juta dalam tujuh hari terakhir. Selama periode tersebut, sekitar US$9,22 juta token HYPE telah dibakar.

Saat ini jumlah token yang dibakar setiap hari mencapai lebih dari 48.000 HYPE, sementara emisi token baru dari staking hanya sekitar 26.790 HYPE per hari. Artinya, tingkat pembakaran token sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pencetakan token baru.

Smart Money Dominan Posisi Long

Data on-chain juga menunjukkan perbedaan strategi antara investor institusional dan investor ritel. Menurut analisis Nansen AI, dompet yang dikategorikan sebagai smart money memegang posisi long sekitar US$8,5 juta pada HYPE, sementara posisi short hanya sekitar US$70.000.

Beberapa investor besar seperti Arrington XRP Capital dan Selini Capital juga tercatat membuka posisi long pada token tersebut.

Sebaliknya, trader ritel justru lebih banyak membuka posisi short. Data peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi short cukup besar di atas level harga US$34, yang dapat memicu short squeeze jika harga berhasil menembus area tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme burn flywheel Hyperliquid yang menghanguskan biaya transaksi dari perdagangan aset TradFi menciptakan tekanan suplai negatif yang sangat kuat.

“Secara teknis, keberhasilan menembus resistance $34 dapat memicu short squeeze menuju target jangka panjang di area $62,” jelasnya.

Target Harga Hingga US$62

Dari sisi teknikal, harga HYPE baru saja kembali menembus indikator 20-day exponential moving average (EMA), yang sebelumnya juga menjadi titik awal reli besar pada Januari.

Pada saat itu, harga HYPE melonjak sekitar 81% hingga mencapai US$43 sebelum mengalami koreksi.

Jika pola serupa terulang, analis memproyeksikan beberapa level resistance penting di sekitar US$34, US$39, dan US$43. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran US$48 hingga US$62.

Level US$62 akan menandai rekor harga baru bagi HYPE, melampaui puncak sebelumnya di atas US$59 pada September 2025.

Namun skenario bullish ini dapat berubah jika harga turun di bawah US$30. Penurunan lebih dalam hingga US$25 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Naik, Tapi Sinyal Bahaya Muncul, Harga ADA Bisa Jatuh Lagi?

Harga Cardano (ADA) sempat mencatat pemulihan sekitar 10% dari titik terendah pada 4 Maret seiring dengan kenaikan pasar kripto secara umum. Dalam 24 jam terakhir, token ini juga naik sekitar 5%, memberi sedikit kelegaan bagi investor setelah periode tekanan harga yang berlangsung beberapa minggu.

Namun di balik kenaikan tersebut, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan masih membayangi. Analis menilai reli terbaru Cardano kemungkinan masih menghadapi tekanan jual yang signifikan.

Sinyal Bearish Tersembunyi Muncul

Dari sisi teknikal, grafik 12 jam Cardano saat ini membentuk pola head and shoulders, pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren.

Struktur pola ini mulai terbentuk sejak awal Februari dengan bagian left shoulder, head, dan right shoulder yang kini terlihat jelas. Garis neckline dari pola tersebut berada di sekitar level US$0,26.

Pada 4 Maret, harga sempat mencoba menembus support ini sebelum akhirnya kembali naik mengikuti reli pasar kripto yang lebih luas.

Namun indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal hidden bearish divergence. Dalam periode 2 hingga 4 Maret, harga ADA membentuk lower highs sementara RSI justru mencatat higher highs.

Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa tren turun masih berpotensi berlanjut meskipun harga sempat mengalami kenaikan sementara.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan on-chain coin movement sebesar 54% baru-baru ini menandakan bahwa banyak holder lama mulai memindahkan asetnya untuk melakukan aksi ambil untung atau exit.

“Jika support $0,25 gagal dipertahankan, ADA berisiko merosot lebih dalam hingga 18% menuju area $0,21,” analisanya.

Pergerakan Koin Meningkat

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain dari Santiment memperkuat kekhawatiran tersebut. Metrik Spent Coins Age Band yang melacak aktivitas pergerakan koin lama menunjukkan peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pada 3 Maret, sekitar 93 juta ADA berpindah di jaringan. Dua hari kemudian, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 143 juta ADA atau naik sekitar 54%.

Lonjakan aktivitas ini dapat mengindikasikan banyak investor memindahkan koin mereka selama reli harga, yang berpotensi berkaitan dengan persiapan untuk menjual aset.

Risiko dari Posisi Leverage

Selain itu, pasar derivatif juga menunjukkan potensi risiko tambahan. Data peta likuidasi Binance menunjukkan posisi long pada pasangan ADA/USDT lebih besar dibandingkan posisi short.

Nilai leverage long tercatat sekitar US$22 juta, sementara posisi short sekitar US$17 juta. Artinya, posisi long sekitar 26% lebih besar dari posisi short.

Jika harga mulai turun, posisi long yang terlalu besar dapat memicu likuidasi berantai yang mempercepat penurunan harga.

Sementara itu, data dompet menunjukkan investor besar atau whale belum meningkatkan akumulasi secara signifikan. Sebagian besar alamat dengan kepemilikan lebih dari 100 juta ADA mempertahankan saldo mereka tanpa perubahan besar.

Level Harga Penting

Saat ini Cardano diperdagangkan di sekitar US$0,27, mendekati area support utama dari pola head and shoulders.

Resistance terdekat berada di sekitar US$0,28. Penutupan candle 12 jam di atas level ini dapat menunjukkan bahwa pembeli mulai kembali menguasai pasar.

Jika momentum terus menguat, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di sekitar US$0,29 hingga US$0,31. Penembusan di atas US$0,31 akan membatalkan struktur bearish yang ada.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,25, pola head and shoulders akan terkonfirmasi. Dalam skenario tersebut, ADA berpotensi turun hingga sekitar US$0,21 atau sekitar 18% dari level neckline.

Untuk saat ini, reli 10% Cardano memang berhasil menunda potensi penurunan. Namun kombinasi sinyal teknikal, peningkatan pergerakan koin, dan dominasi posisi long menunjukkan pasar masih menghadapi ujian penting dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya mencatat reli kuat sepanjang minggu.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Minggu (8/3), harga PI turun sekitar 6,49% ke level $0,210, menjadikannya salah satu altcoin yang mengalami tekanan jual setelah lonjakan tajam sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang juga melemah. Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin (BTC), tercatat turun sekitar 1,53%, sementara kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut lebih dari $50 miliar dalam periode yang sama.

Meskipun demikian, analis menilai koreksi ini lebih mencerminkan fase konsolidasi alami setelah reli besar, bukan perubahan tren jangka panjang yang signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Profit-Taking Setelah Reli Tajam

Faktor utama yang memicu penurunan harga Pi dalam 24 jam terakhir adalah aksi ambil untung (profit-taking) oleh trader setelah kenaikan harga yang cukup agresif.

Dalam sepekan terakhir, harga PI melonjak lebih dari 23% dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan di sekitar $0,233 pada 7 Maret.

Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah perkembangan positif di ekosistem Pi, termasuk pembaruan protokol versi v19.9 serta rencana pengembangan teknologi distributed AI computing.

Namun dalam pasar kripto, reli tajam sering kali diikuti oleh fase koreksi jangka pendek ketika investor mulai mengamankan keuntungan mereka.

Kondisi ini juga sering terjadi ketika indikator teknikal menunjukkan bahwa aset berada dalam kondisi overbought, sehingga pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian sebelum melanjutkan tren berikutnya.

Jika volume perdagangan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai mereda dan pasar memasuki fase konsolidasi.

Tekanan dari Pasar Altcoin dan Kekhawatiran Token Supply

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain aksi ambil untung, penurunan harga Pi juga dipengaruhi oleh sentimen negatif di pasar altcoin secara keseluruhan.

Ketika Bitcoin mengalami penurunan, banyak altcoin biasanya ikut terdampak karena aliran likuiditas di pasar kripto cenderung mengikuti pergerakan aset utama.

Dalam kondisi pasar yang lebih berhati-hati atau risk-off, investor sering mengurangi eksposur terhadap altcoin yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi.

Selain itu, komunitas juga masih menyoroti jumlah pasokan token Pi yang sangat besar serta potensi unlock token di masa depan.

Faktor tokenomik seperti ini sering kali menjadi perhatian investor karena pelepasan token baru ke pasar dapat meningkatkan tekanan jual dalam jangka panjang.

Meski belum ada perubahan langsung pada jadwal unlock, kekhawatiran tersebut tetap menjadi faktor psikologis yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap Pi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, level $0,200 menjadi area support psikologis yang sangat penting bagi pergerakan harga Pi.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba kembali menguji area $0,233, yang merupakan level tertinggi terbaru.

Namun jika tekanan jual terus meningkat dan harga turun di bawah $0,200, maka potensi koreksi yang lebih dalam menuju area $0,180 bisa terbuka.

Selain faktor teknikal, pasar juga menantikan perkembangan dari tim Pi Network menjelang **Pi Day yang jatuh pada 14 Maret.

Hari tersebut sering menjadi momentum penting bagi komunitas Pi karena proyek ini kerap mengumumkan pembaruan atau inisiatif baru di sekitar tanggal tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 8%, Dipicu Upgrade Jaringan dan Pi Day

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, koreksi harga PI saat ini masih dapat dianggap sebagai konsolidasi sehat setelah kenaikan parabolik dalam beberapa hari terakhir.

Namun, kondisi pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian serta kekhawatiran terkait suplai token membuat prospek jangka pendek Pi berada dalam tekanan moderat.

Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan harga di sekitar support $0,200 akan menjadi indikator penting untuk menentukan arah tren selanjutnya.

Jika level tersebut mampu dipertahankan, Pi berpotensi membangun basis harga baru sebelum mencoba melanjutkan momentum kenaikan.

Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan mendorong harga menuju area support berikutnya di sekitar $0,180.

Bagi investor dan trader, periode ini menjadi fase krusial untuk memantau apakah reli sebelumnya masih memiliki tenaga, atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

dYdX Usul Naikkan Limit Order, Kapasitas Trading Melejit!

Komunitas platform derivatif kripto terdesentralisasi dYdX kembali menggelar proses governance melalui proposal terbaru di jaringan dYdX v4.

Proposal yang dikenal sebagai Prop 357 ini memasuki tahap voting komunitas pada 5–7 Maret, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas perdagangan di jaringan.

Usulan tersebut bertujuan untuk menaikkan batas limit order per 100 block menjadi 50 stateful orders, sebuah parameter teknis yang dinilai penting untuk meningkatkan throughput transaksi serta mendukung aktivitas market-making di platform.

Langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan komunitas dYdX untuk mengoptimalkan performa jaringan, terutama seiring meningkatnya volume perdagangan di sektor decentralized derivatives exchange (DEX).

Baca Juga: Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 29 September 2025

Fokus pada Peningkatan Kapasitas Perdagangan

Dalam proposal tersebut, perubahan utama terletak pada peningkatan jumlah stateful orders yang dapat diproses oleh jaringan dalam setiap interval blok.

Stateful orders merupakan yang Coinmerketkap jenis order yang disimpan langsung di dalam state blockchain, sehingga memungkinkan proses eksekusi yang lebih efisien dan terintegrasi dengan sistem order book on-chain.

Dengan menaikkan batas order menjadi 50 stateful orders per 100 blokjck, jaringan dYdX diharapkan mampu memproses lebih banyak aktivitas perdagangan tanpa mengorbankan stabilitas sistem.

Peningkatan kapasitas ini juga penting bagi para market maker, yaitu pihak yang menyediakan likuiditas di pasar dengan menempatkan order beli dan jual secara simultan.

Semakin tinggi kapasitas order yang tersedia, semakin mudah bagi market maker untuk menjaga likuiditas pasar, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan efisiensi harga dan pengalaman trading bagi pengguna.

Upaya Optimasi Infrastruktur dYdX

Upgrade parameter seperti yang diusulkan dalam Prop 357 merupakan bagian dari pengembangan teknis yang rutin dilakukan dalam ekosistem dYdX.

Sejak peluncuran dYdX v4, komunitas terus melakukan berbagai penyesuaian terhadap parameter jaringan untuk memastikan platform mampu menangani aktivitas perdagangan yang semakin besar.

Sebagai salah satu platform derivatif terdesentralisasi terbesar di industri kripto, dYdX memiliki basis pengguna yang cukup aktif. .Oleh karena itu, peningkatan throughput menjadi faktor penting agar sistem tetap dapat beroperasi secara optimal.

Perubahan teknis ini juga menunjukkan bagaimana model governance berbasis DAO memungkinkan komunitas untuk berpartisipasi langsung dalam pengembangan jaringan.

Dampak terhadap Harga Token

Meski peningkatan kapasitas trading dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dYdX, dampaknya terhadap harga token biasanya tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

Tim Reserach Tokocrypto menilai proposal ini lebih bersifat upgrade teknis dibandingkan perubahan fundamental pada struktur ekonomi token.

“Ini murni upgrade teknis/throughput parameter. Bagus buat kapasitas trading dan MM, tapi nggak nyentuh sisi tokenomik atau revenue sharing. Jarang narik perhatian spekulan besar, jadi dampaknya ke harga kemungkinan minim banget,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investor spekulatif biasanya lebih tertarik pada perubahan yang berkaitan langsung dengan tokenomik, seperti mekanisme pembakaran token, pembagian pendapatan, atau peningkatan utilitas token.

Peran Governance dalam Ekosistem DeFi

Proposal Prop 357 juga menunjukkan bagaimana mekanisme governance memainkan peran penting dalam pengembangan proyek Decentralized Finance (DeFi).

Melalui sistem voting komunitas, pemegang token memiliki kesempatan untuk menentukan arah pengembangan protokol. Hal ini menjadi salah satu ciri khas DeFi yang membedakannya dari platform keuangan tradisional.

Keputusan yang diambil melalui governance tidak hanya memengaruhi parameter teknis, tetapi juga dapat menentukan strategi jangka panjang platform.

Dengan semakin banyaknya pengguna yang terlibat dalam proses voting, sistem DAO seperti yang digunakan oleh dYdX berpotensi menciptakan ekosistem yang lebih transparan dan partisipatif.

Baca Juga: Token COOKIE Naik 26%, Cookie DAO Umumkan Kemitraan Strategis

Prospek dYdX

Jika proposal ini disetujui oleh komunitas, peningkatan limit order dapat membantu memperkuat infrastruktur perdagangan dYdX dan meningkatkan kapasitas platform dalam menangani aktivitas pasar.

Meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan terbatas dalam jangka pendek, peningkatan performa jaringan tetap menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekosistem DeFi secara keseluruhan.

Dengan terus melakukan penyesuaian teknis dan pengembangan infrastruktur, dYdX berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pasar derivatif kripto terdesentralisasi yang semakin kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tingkatkan Transparansi, DAO Bongkar Rahasia Kelola Token!

Ekosistem Decentralized Autonomous Organization (DAO) kembali menghadirkan inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan token.

Proposal BIP045 saat ini sedang menjalani proses voting komunitas pada 3–7 Maret untuk meresmikan Yecho Buyback Dashboard sebagai tracker resmi pembelian kembali (buyback) token BIM di jaringan Base.

Inisiatif ini bertujuan memberikan visibilitas yang lebih jelas kepada komunitas mengenai aktivitas buyback token yang berlangsung di ekosistem BIM.

Dengan adanya dashboard tersebut, data mengenai pembelian kembali token dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berjalan di dalam proyek.

Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

Meningkatkan Transparansi Buyback Token

Buyback token merupakan salah satu strategi yang cukup umum digunakan dalam ekosistem kripto untuk mengelola suplai token di pasar.

Melalui mekanisme ini, proyek membeli kembali token dari pasar dengan tujuan tertentu, seperti stabilisasi harga atau penguatan nilai ekosistem.

Namun, dalam banyak kasus, komunitas sering kali kesulitan memverifikasi sejauh mana proses buyback benar-benar dilakukan oleh tim proyek.

Proposal BIP045 mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan dashboard pelacakan buyback yang dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Melalui Yecho Buyback Dashboard, komunitas dapat melihat aktivitas pembelian kembali token BIM secara langsung di jaringan Base, termasuk volume transaksi dan data yang relevan lainnya.

Dengan pendekatan ini, DAO berharap dapat menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam ekosistem serta memberikan kejelasan mengenai implementasi kebijakan buyback.

Peran Jaringan Base dalam Ekosistem

Menurut laporan Coinmarketcal, integrasi dashboard buyback dengan jaringan Base juga menjadi bagian penting dari proposal ini.

Base merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibanding jaringan utama Ethereum.

Dengan memanfaatkan infrastruktur Base, proses pencatatan dan pelacakan transaksi buyback dapat dilakukan secara efisien sekaligus tetap mempertahankan transparansi berbasis blockchain.

Penggunaan jaringan Layer 2 juga memungkinkan lebih banyak aktivitas on-chain tanpa menimbulkan biaya transaksi yang terlalu tinggi, sehingga mempermudah pemantauan data oleh komunitas.

Fokus pada Transparansi dan Pengalaman Pengguna

Menurut pengamat industri, proposal BIP045 lebih menekankan pada peningkatan transparansi dan pengalaman pengguna (user experience) daripada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi token.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa inisiatif ini dapat memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek, meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

“Ini upgrade di sisi transparansi dan UX, bukan perubahan tokenomik (jumlah buyback nggak nambah). Bagus buat kepercayaan komunitas jangka panjang, tapi pengaruh ke harga kemungkinan minim karena nggak ada mekanisme value-accrual baru,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun langkah ini penting dari sisi tata kelola dan akuntabilitas, investor biasanya mencari mekanisme tambahan yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi token.

Pentingnya Transparansi dalam DAO

Dalam ekosistem DAO, transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang membedakan model ini dari organisasi tradisional.

Karena keputusan dan pengelolaan proyek dilakukan secara kolektif oleh komunitas, akses terhadap informasi yang jelas dan terbuka menjadi hal yang sangat penting.

Dashboard seperti yang diusulkan dalam BIP045 dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mudah diaudit oleh publik.

Dengan data yang tersedia secara real-time, komunitas dapat memantau apakah kebijakan yang disepakati benar-benar dijalankan sesuai rencana.

Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi anggota komunitas dalam proses governance karena mereka memiliki akses terhadap informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan dalam voting.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Dampak terhadap Ekosistem BIM

Jika proposal BIP045 disetujui dalam voting DAO, maka Yecho Buyback Dashboard akan menjadi alat resmi untuk memantau aktivitas buyback token BIM.

Meski tidak menghadirkan perubahan pada jumlah buyback atau mekanisme tokenomik baru, kehadiran dashboard tersebut tetap memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang di dalam komunitas.

Dalam industri kripto yang sering menghadapi isu transparansi dan kepercayaan, inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah strategis untuk menunjukkan komitmen proyek terhadap tata kelola yang lebih terbuka.

Ke depan, keberhasilan implementasi dashboard ini juga dapat menjadi contoh bagi proyek DAO lainnya untuk menghadirkan sistem pemantauan yang lebih transparan bagi komunitas mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Aset kripto tersebut naik sekitar 15,40% ke level $0,228, bahkan ketika kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan justru turun sekitar 2,91%.

Pergerakan yang berlawanan arah ini menunjukkan bahwa Pi saat ini menjadi salah satu altcoin yang diuntungkan oleh rotasi modal dari Bitcoin dan aset besar lainnya ke altcoin berisiko lebih tinggi.

Dalam kondisi pasar yang melemah, kenaikan tajam Pi menunjukkan adanya minat spekulatif terhadap altcoin yang memiliki potensi imbal hasil lebih besar.

Namun, berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang secara langsung memicu lonjakan harga Pi dalam periode tersebut.

Rotasi Altcoin Jadi Pendorong Utama

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga Pi tampaknya berasal dari fenomena rotasi altcoin.

Indikator yang sering digunakan untuk melihat tren ini adalah Altcoin Season Index, yang menunjukkan apakah kinerja altcoin sedang mengungguli Bitcoin.

Dalam 30 hari terakhir, Coinmarketcap mencatat indeks tersebut meningkat sekitar 38,46% hingga mencapai angka 36.

Meskipun angka ini masih berada di bawah ambang batas yang menandakan “altcoin season” penuh, peningkatan tersebut menunjukkan adanya aliran modal yang mulai berpindah dari Bitcoin menuju altcoin.

Kondisi ini menjelaskan mengapa Pi mampu mencatat kenaikan harga yang cukup tajam meskipun pasar kripto secara umum sedang mengalami tekanan.

Dalam fase seperti ini, investor biasanya mencari aset kripto dengan potensi volatilitas lebih tinggi untuk mengejar peluang keuntungan yang lebih besar.

Pi, yang masih tergolong altcoin dengan kapitalisasi relatif kecil dibanding aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum, sering kali bergerak lebih agresif ketika rotasi modal terjadi.

Minim Katalis Fundamental

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meski kenaikan harga Pi cukup signifikan, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya berita besar, pengumuman proyek, atau perkembangan fundamental baru yang menjadi pemicu langsung pergerakan tersebut.

Tidak ada indikasi aktivitas on-chain yang luar biasa, lonjakan minat di pasar derivatif, atau momentum sektor tertentu yang secara khusus berkaitan dengan ekosistem Pi Network.

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan dinamika rotasi modal, bukan oleh perkembangan fundamental proyek itu sendiri.

Situasi seperti ini sering terjadi di pasar kripto, terutama ketika likuiditas berpindah dari aset besar ke altcoin yang lebih spekulatif.

Namun, kenaikan yang tidak didukung katalis kuat juga cenderung lebih rentan terhadap pembalikan arah jika sentimen pasar berubah.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, harga Pi menghadapi level resistensi penting di sekitar $0,25.

Area ini dianggap sebagai batas psikologis sekaligus zona teknikal yang sebelumnya menjadi titik penolakan harga.

Di sisi lain, support utama berada di sekitar $0,20. Jika Pi mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area $0,25 masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $0,20, maka potensi koreksi menuju $0,18 bisa terjadi.

Selain level harga tersebut, investor juga disarankan untuk memantau perkembangan Altcoin Season Index.

Jika indeks ini berhasil menembus angka 50, hal itu biasanya menjadi sinyal bahwa fase altcoin season yang lebih kuat sedang berlangsung.

Sebaliknya, jika dominasi Bitcoin kembali meningkat, aliran modal ke altcoin berpotensi berkurang dan dapat menekan harga aset seperti Pi.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7,55% ke $0,183, Ikuti Arus Reli Pasar Global

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Pi saat ini dapat dikategorikan cautiously bullish atau bullish secara hati-hati.

Momentum kenaikan masih ada, tetapi sangat bergantung pada keberlanjutan rotasi modal ke altcoin.

Jika tren tersebut berlanjut dan Pi berhasil membangun basis harga di atas $0,20, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $0,25 bahkan lebih tinggi masih terbuka.

Namun tanpa katalis fundamental yang jelas, pergerakan harga Pi tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba.

Karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan dua faktor utama dalam waktu dekat, yaitu arah pergerakan Altcoin Season Index serta kemampuan Pi mempertahankan level support $0,20.

Jika kedua faktor tersebut tetap positif, Pi berpotensi melanjutkan momentum kenaikannya di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Walrus Jadi Backend Data untuk AI Agents, Perkuat Narasi AI di Web3

Ekosistem kripto kembali menunjukkan perkembangan menarik di sektor AI dan data verifikasi.

Proyek blockchain Walrus resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab untuk menghadirkan integrasi data terverifikasi yang dapat digunakan oleh AI agents serta platform prediction market.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan.

Melalui integrasi tersebut, data yang digunakan oleh AI maupun platform prediksi dapat diverifikasi secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi, meningkatkan kepercayaan terhadap sistem yang dibangun di atasnya.

Menurut laporan Coinmarketcal, salah satu poin utama dari kerja sama ini adalah keputusan MyriadMarkets untuk sepenuhnya menggunakan infrastruktur Walrus dalam aspek verifiability atau verifikasi data.

Dengan basis pengguna yang telah mencapai lebih dari 500.000 pengguna, integrasi ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi Walrus di lingkungan aplikasi yang sudah aktif digunakan.

Baca Juga: Volume Perdagangan Menguat, Harga Walrus (WAL) Hari Ini Naik 14%

Walrus Perkuat Posisi di Infrastruktur Data AI

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema paling panas di industri blockchain.

Banyak proyek berlomba menghadirkan solusi yang memungkinkan AI beroperasi dengan data yang transparan dan dapat diverifikasi.

Walrus mencoba menempatkan diri sebagai backend data layer yang dapat menyediakan data terpercaya bagi berbagai aplikasi AI.

Dengan menggunakan teknologi blockchain, data yang diproses oleh sistem dapat memiliki jejak verifikasi yang jelas dan tidak mudah dimanipulasi.

Kolaborasi dengan Talus Labs dan ZarkLab juga memperluas potensi penggunaan teknologi ini.

Kedua pihak dikenal aktif dalam pengembangan teknologi berbasis AI serta eksperimen pada model aplikasi Web3 yang memanfaatkan otomatisasi agen cerdas.

Integrasi tersebut memungkinkan AI agents untuk mengambil keputusan berdasarkan data yang telah diverifikasi, sehingga mengurangi risiko manipulasi informasi atau penggunaan data yang tidak valid.

Prediction Market Butuh Data yang Dapat Diverifikasi

Prediction market merupakan salah satu aplikasi blockchain yang bergantung pada akurasi informasi.

Platform ini memungkinkan pengguna untuk memprediksi berbagai peristiwa, mulai dari harga aset kripto hingga hasil peristiwa global.

Namun, keandalan prediction market sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Tanpa mekanisme verifikasi yang kuat, potensi manipulasi data dapat merusak integritas sistem.

Di sinilah teknologi Walrus memainkan peran penting. Dengan menyediakan sistem penyimpanan dan verifikasi data berbasis blockchain, informasi yang digunakan oleh prediction market dapat dipastikan keasliannya.

Integrasi penuh MyriadMarkets dengan Walrus menandai langkah besar menuju sistem prediction market yang lebih transparan dan terpercaya.

Dampak Terhadap Sentimen Pasar

Kolaborasi strategis seperti ini sering kali menjadi katalis positif bagi sentimen pasar, terutama ketika melibatkan proyek dengan basis pengguna yang cukup besar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kerja sama Walrus dengan sejumlah mitra teknologi tersebut memperkuat posisi proyek ini dalam narasi AI yang sedang berkembang pesat.

“Walrus memposisikan diri sebagai backend data untuk narasi AI yang lagi panas. Kolaborasi dengan MyriadMarkets (500k+ users) ngasih real use-case buat Walrus. Sentimen jangka pendek positif, tapi butuh capital commitment yang lebih besar buat pump harga struktural,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun kolaborasi dapat mendorong sentimen positif dalam jangka pendek, kenaikan harga token yang lebih signifikan biasanya membutuhkan faktor tambahan seperti peningkatan penggunaan jaringan dan masuknya modal besar ke dalam ekosistem.

Baca Juga: Sui Network Ungkap Rencana 2025 dalam AMA Tokocrypto

Masa Depan Integrasi AI dan Blockchain

Integrasi antara AI agents, prediction markets, dan blockchain semakin menunjukkan potensi besar di industri kripto.

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang membutuhkan data terpercaya, proyek yang mampu menyediakan infrastruktur verifikasi data berpeluang memainkan peran penting dalam ekosistem tersebut.

Kolaborasi Walrus dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk memperkuat fondasi sistem berbasis AI.

Jika implementasi ini berhasil meningkatkan keandalan prediction market dan memperluas penggunaan AI agents, Walrus berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam sektor data infrastructure untuk AI di Web3.

Ke depan, perkembangan integrasi ini akan menjadi faktor penting yang menentukan seberapa besar adopsi teknologi Walrus di industri kripto dan teknologi terdesentralisasi secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vana Perkuat Narasi AI dan Data Privacy, Ini Hasilnya

Ekosistem Web3 kembali menghadirkan inovasi di sektor pengelolaan data pribadi.

Teranyar, Coinmarketcal menggambarkan proyek blockchain Vana mengadakan sesi Ask Me Anything (AMA) di Discord pada pukul 17.00 UTC untuk membahas peluang pengembangan aplikasi data portabel menggunakan Vana Connect SDK.

Agenda ini menjadi bagian dari strategi Vana dalam memperkuat ekosistem developer sekaligus mendorong adopsi teknologi data privat berbasis blockchain.

Dalam sesi tersebut, tim Vana memaparkan bagaimana pengembang kini dapat memanfaatkan template starter berbasis Next.js untuk membangun aplikasi yang memungkinkan pengguna mengelola dan memonetisasi data pribadi mereka secara lebih aman dan transparan.

Inisiatif ini dinilai sebagai langkah penting dalam pengembangan konsep Data as an Asset, sebuah narasi yang semakin populer di industri kripto dan Web3.

Melalui Vana Connect SDK, developer dapat mengintegrasikan sistem data portabel langsung ke dalam aplikasi yang mereka bangun.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak lagi hanya menjadi sumber data bagi platform teknologi, melainkan memiliki kendali penuh atas data yang mereka hasilkan.

Baca Juga: Harga Vanar (VANRY) Hari Ini Naik ke $0,0102, Volume Trade $50 Juta

Infrastruktur Penting bagi Ekosistem Data Web3

Peluncuran perangkat pengembangan seperti SDK menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem teknologi.

Dalam konteks Vana, SDK ini dirancang untuk mempermudah developer membangun aplikasi berbasis data pribadi yang dapat digunakan di berbagai platform.

Penggunaan Next.js starter template juga menjadi langkah strategis karena framework tersebut sudah populer di kalangan developer web modern.

Dengan template siap pakai, pengembang dapat mempercepat proses pembangunan aplikasi tanpa harus memulai dari nol.

Hal ini membuka peluang lahirnya berbagai aplikasi berbasis data pribadi, mulai dari platform analitik pribadi, marketplace data, hingga layanan berbasis AI yang memanfaatkan data pengguna secara transparan dan terkontrol.

Jika berhasil menarik minat developer, ekosistem aplikasi yang dibangun di atas teknologi Vana berpotensi menciptakan ekonomi data baru di mana pengguna dapat memperoleh nilai dari data mereka sendiri.

Narasi AI dan Data Privacy Semakin Menguat

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keamanan data dan kecerdasan buatan, pendekatan yang menggabungkan AI dengan privasi data semakin relevan.

Banyak perusahaan teknologi menghadapi kritik terkait penggunaan data pengguna tanpa transparansi yang memadai.

Dalam konteks tersebut, Vana mencoba menawarkan solusi berbasis blockchain yang memungkinkan data tetap berada di bawah kendali pemiliknya. Data dapat digunakan oleh aplikasi atau model AI, tetapi hanya dengan izin pengguna.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah Vana memperkenalkan SDK developer merupakan sinyal penting bagi penguatan narasi ini di industri kripto.

“Vana makin agresif di sektor AI x Data Privacy. Meski AMA jarang gerakin harga secara instan, rilis dev kit (SDK) adalah infrastruktur krusial buat narasi Data as an Asset. Pergerakan harga bakal nunggu adopsi real aplikasi di atas SDK ini,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dampak terbesar dari inovasi seperti ini bukan pada pergerakan harga jangka pendek, melainkan pada perkembangan ekosistem teknologi dalam jangka panjang.

Harga Token Biasanya Menunggu Adopsi Nyata

Dalam banyak kasus di industri kripto, peluncuran produk atau pengumuman teknologi tidak selalu langsung berdampak pada harga token.

Investor biasanya menunggu bukti adopsi nyata, seperti jumlah developer yang menggunakan teknologi tersebut atau banyaknya aplikasi yang dibangun di atasnya.

Hal yang sama kemungkinan terjadi pada Vana. Meski AMA dan rilis SDK dapat meningkatkan perhatian komunitas, katalis harga yang lebih kuat biasanya muncul ketika ekosistem mulai menunjukkan pertumbuhan nyata.

Jika developer mulai memanfaatkan Vana Connect SDK untuk membangun aplikasi data portabel, potensi pertumbuhan ekosistem bisa menjadi faktor utama yang mendorong nilai proyek dalam jangka panjang.

Baca Juga: AI Select Hari Ini: PIVX, VANA, dan MOVR Jadi Sorotan Pasar

Masa Depan Ekonomi Data di Web3

Konsep data sebagai aset digital menjadi salah satu narasi yang berkembang pesat di dunia Web3.

Dalam model ini, pengguna tidak lagi sekadar menjadi objek pengumpulan data, melainkan pemilik yang dapat mengontrol, membagikan, bahkan memperoleh manfaat ekonomi dari data mereka.

Langkah Vana menghadirkan SDK developer menunjukkan bahwa proyek ini berupaya membangun infrastruktur yang memungkinkan konsep tersebut menjadi kenyataan.

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang memanfaatkan data pribadi secara transparan dan terdesentralisasi, masa depan ekonomi data di Web3 berpotensi menjadi salah satu sektor paling menjanjikan dalam industri blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com