Tag Archives: altcoin

Coreum dan SOLO Resmi Bermigrasi ke Token TX, Supply Awal 1,9 Miliar

Migrasi besar dalam ekosistem kripto kembali terjadi setelah token Coreum dan Sologenic resmi bertransformasi menjadi token baru bernama TX pada 6 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal.

Langkah ini menandai fase penting dalam evolusi proyek blockchain yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Melalui proses Token Generation Event (TGE), kedua ekosistem tersebut kini disatukan dalam satu struktur token yang diharapkan mampu meningkatkan utilitas jaringan sekaligus memperbaiki model ekonomi token.

Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah jumlah pasokan beredar awal (circulating supply) yang hanya sebesar 1,9 miliar token TX.

Angka ini jauh lebih kecil dari rumor yang sempat beredar di komunitas kripto yang menyebut supply token baru tersebut bisa mencapai 100 miliar.

Baca Juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

Klarifikasi Tokenomics: Supply Awal 1,9 Miliar

Sebelum peluncuran resmi, komunitas kripto sempat diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai tokenomics TX.

Salah satu yang paling banyak dibahas adalah potensi jumlah pasokan token yang disebut-sebut bisa mencapai 100 miliar unit.

Rumor ini memicu kekhawatiran mengenai potensi tekanan jual besar di pasar, karena jumlah supply yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko inflasi token.

Namun setelah pengumuman resmi TGE, data menunjukkan bahwa circulating supply awal TX hanya 1,9 miliar token, sehingga kekhawatiran tersebut tidak terbukti.

Tim Research Tokocrypto menilai klarifikasi ini menjadi faktor penting yang dapat memperbaiki sentimen investor terhadap proyek tersebut.

“FUD soal supply 100B terbantahkan. Dengan awal supply yang jauh lebih rendah, tekanan jual (supply overhang) berkurang drastis. Struktur vesting 7 tahun untuk PSE menunjukkan komitmen jangka panjang tim untuk stabilitas ekosistem TX,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan pasokan awal yang lebih kecil, potensi tekanan jual dalam fase awal perdagangan dapat ditekan sehingga memberikan peluang bagi harga token untuk berkembang lebih stabil.

Skema Vesting 7 Tahun untuk Emisi Token

Selain pasokan awal yang relatif terbatas, proyek TX juga menerapkan mekanisme vesting jangka panjang untuk distribusi sisa token.

Sisa emisi token yang dikenal sebagai Programmatic Supply Emissions (PSE) tidak akan dilepas secara langsung ke pasar.

Sebaliknya, token tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui periode vesting selama 7 tahun atau sekitar 84 bulan.

Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas pasar dan stabilitas harga.

Model vesting jangka panjang semakin banyak digunakan oleh proyek blockchain modern karena dinilai mampu mengurangi risiko dump token dalam jumlah besar sekaligus memberikan insentif jangka panjang bagi tim pengembang dan investor awal.

Integrasi Ekosistem Coreum dan Sologenic

Migrasi ke token TX juga membuka peluang integrasi yang lebih dalam antara teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Coreum dan Sologenic.

Coreum dikenal sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), smart contract, serta tokenisasi aset digital dengan performa tinggi.

Di sisi lain, Sologenic memiliki fokus kuat pada tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Melalui penggabungan ini, token TX diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekosistem baru yang menghubungkan berbagai layanan blockchain, mulai dari DeFi, tokenisasi aset, hingga aplikasi finansial berbasis blockchain.

Baca Juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

Peluncuran token TX menjadi salah satu agenda penting dalam kalender kripto pada awal Maret 2026. Bagi investor dan komunitas blockchain, kejelasan tokenomics menjadi faktor penting dalam menilai potensi jangka panjang suatu proyek.

Klarifikasi mengenai pasokan awal serta skema vesting jangka panjang memberikan sinyal bahwa tim pengembang berupaya menjaga stabilitas ekonomi token.

Namun seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan token TX tidak hanya bergantung pada struktur tokenomics, tetapi juga pada tingkat adopsi dan penggunaan nyata di dalam ekosistem.

Jika integrasi antara teknologi Coreum dan Sologenic mampu menghasilkan aplikasi yang menarik bagi pengguna dan pengembang, token TX berpotensi mendapatkan momentum baru di pasar kripto.

Sebaliknya, tanpa pertumbuhan aktivitas jaringan yang signifikan, peluncuran token baru ini bisa saja hanya menjadi momentum sementara di tengah dinamika industri blockchain yang sangat kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan setelah sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Kondisi ini bahkan disebut lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada 2022.

Dilaporkan Cointelegrph, analis CryptoQuant Darkfost menyebut situasi pasar saat ini tidak kondusif bagi aset berisiko seperti altcoin. Menurutnya, investor masih menunjukkan sikap hati-hati dan minat terhadap altcoin terus melemah.

“Untuk perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April 2025 dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini menggambarkan kondisi altcoin saat ini dengan sangat jelas,” kata Darkfost.

Banyak Altcoin Mendekati Rekor Terendah

Beberapa altcoin besar juga tercatat berada sangat dekat dengan titik terendahnya. Cardano (ADA) saat ini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas all-time low di level US$0,17.

Sementara itu Polkadot (DOT) sempat mencetak all-time low di sekitar US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah naik sekitar 33% dari level tersebut. Polygon (POL) juga berada tidak jauh dari rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10 atau hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masa.

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan banyak altcoin masih kesulitan pulih setelah penurunan besar yang terjadi pada Oktober 2025.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan kondisi market sekarang bener-bener gak ramah buat aset berisiko. Altcoin kehilangan narasi “digital gold” dan dukungan institusional yang dinikmati BTC.

“Ini peluang beli buat yang punya napas panjang, tapi hati-hati: oversupply token bikin pemulihan makin berat,” tutur.

Likuiditas Berpindah ke Aset Lain

Menurut Darkfost, salah satu penyebab utama pelemahan altcoin adalah perpindahan likuiditas dari pasar kripto ke aset lain seperti saham dan komoditas.

Volume perdagangan kripto harian sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, hari ketika pasar kripto mengalami penurunan besar. Namun dalam beberapa bulan terakhir, volume harian hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar.

Sementara itu indikator Total3, yang mengukur kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin dan Ethereum, telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November 2024.

Minat Investor Terhadap Altcoin Menurun

Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga menurun secara signifikan. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan pembahasan mengenai altcoin di media sosial turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Pencarian global untuk kata kunci “altcoins” di Google juga jatuh ke level terendah dalam satu tahun berdasarkan data Google Trends.

Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut “liquidity drain”, di mana sedikit perubahan sentimen dapat memicu penurunan harga yang besar.

Hal ini terjadi karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat seperti Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai “emas digital”.

Jumlah Token Terlalu Banyak

Analis juga menyoroti meningkatnya jumlah proyek kripto sebagai salah satu faktor yang menekan pasar altcoin. Saat ini tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap.

Persaingan yang sangat besar untuk menarik modal investor membuat likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek.

Di sisi lain, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar dengan menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mengalir ke altcoin.

Meski demikian, Darkfost menilai penurunan tajam altcoin saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang, karena koreksi besar sering kali terjadi sebelum fase pemulihan pasar berikutnya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Harga Ether (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melonjak hingga menyentuh US$2.200 pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini terjadi setelah ETH sempat jatuh ke bawah US$1.800, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Analis pasar menilai tren kenaikan mulai terbentuk setelah Ether berhasil mencatat pemulihan sekitar 25% dari titik terendahnya. Namun, momentum bullish ini dinilai sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level support penting di sekitar US$2.100.

Permintaan ETH Mulai Kembali

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan tekanan jual di pasar derivatif mulai melemah. Hal ini terlihat dari indikator net taker volume yang kembali berubah menjadi positif setelah hampir dua bulan berada di zona negatif.

Net taker volume merupakan indikator yang mengukur ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar derivatif. Ketika indikator ini berada di wilayah positif, hal tersebut menandakan aktivitas pembelian mulai mengungguli tekanan jual.

Analis CryptoQuant MorenoDV_ menyebut perubahan ini sering kali menjadi tanda awal reli jangka pendek yang dipicu oleh short covering dan peningkatan likuiditas pasar.

“Perubahan dari tekanan jual berkepanjangan ke wilayah positif sering kali mendahului reli rebound setelah periode penjualan besar,” tulisnya.

Permintaan Investor AS Menguat

Kembalinya permintaan terhadap ETH juga tercermin dari Coinbase Premium Index, yang kembali naik ke level yang terakhir terlihat pada Desember 2025.

Indikator ini sebelumnya berada di wilayah negatif selama beberapa bulan terakhir. Perubahan menjadi positif menunjukkan meningkatnya tekanan beli dari investor di Amerika Serikat.

Analis CryptoQuant lainnya, CW8900, menilai kenaikan indeks ini menjadi sinyal penting bagi potensi lanjutan reli harga Ether.

“Jika Coinbase Premium terus meningkat, reli harga ETH berpotensi semakin kuat,” ujarnya.

Selain itu, produk ETF Ether spot juga mencatat arus masuk dana yang cukup besar. Pada Rabu, ETF Ether mencatat inflow sebesar US$169,4 juta, yang menunjukkan kembalinya minat investor institusional terhadap aset tersebut.

Level Harga yang Dipantau

Meski menunjukkan pemulihan, analis menilai beberapa level harga tetap menjadi penentu arah pergerakan ETH berikutnya.

Menurut analis Crypto Patel, support utama yang harus dipertahankan berada di sekitar US$1.750. Jika level ini ditembus, tekanan bearish berpotensi kembali mendominasi pasar.

Sebaliknya, jika momentum kenaikan tetap terjaga, ETH berpotensi menuju kisaran US$2.500 hingga US$2.600 dalam jangka menengah.

Analis lain juga menyebut bahwa jika harga mampu bertahan di atas US$2.100 setelah koreksi jangka pendek, ETH dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut bahkan menuju US$3.400.

Selain itu, penutupan harga harian di atas US$2.100 dinilai dapat membuka jalan menuju level rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$2.381, yang menjadi indikasi bahwa fase koreksi kemungkinan telah berakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi seller mulai pudar, dan ini biasanya awal dari short covering rally. $2.100 jadi support krusial; kalau bertahan, target berikutnya $2.500-$2.600.

“Bullish divergen di Coinbase Premium adalah sinyal kuat kalau institusi US mulai “belanja” lagi di harga diskon,” analisanya.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

Harga Solana (SOL) mencatat lonjakan signifikan sebesar 14% dalam 24 jam terakhir, mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung hampir empat minggu. Reli ini membawa SOL menembus kisaran harga sebelumnya di antara US$77 hingga US$88, sekaligus menghidupkan kembali sentimen positif di pasar.

Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$90,5 dan berhasil bertahan di atas level support baru di US$88. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jaringan serta dukungan investor yang kembali mengalir ke ekosistem Solana.

Alamat Baru Solana Naik 17%

Salah satu faktor utama yang mendorong reli SOL adalah meningkatnya jumlah alamat baru di jaringan Solana. Dalam dua minggu terakhir, jumlah alamat baru harian naik sekitar 17%, dari 7,42 juta menjadi sekitar 8,7 juta.

Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dan minat terhadap jaringan Solana. Pertumbuhan alamat baru sering dianggap sebagai indikator masuknya modal baru ke dalam ekosistem kripto.

Semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap token SOL.

Baca juga: Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

Tekanan Beli Mulai Menguat

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI), yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume transaksi, juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Setelah sebelumnya berada dalam fase tekanan jual, MFI kini kembali masuk ke wilayah positif. Hal ini menandakan bahwa aliran modal mulai kembali masuk ke Solana dan permintaan mulai mengungguli tekanan jual.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga SOL tidak semata dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi juga oleh peningkatan aktivitas dan minat investor terhadap jaringan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat baru adalah bukti aktivitas real network, bukan cuma spekulasi. Kalau 8 bertahan, target berikutnya 7.

“Solana ngebuktiin dirinya masih jadi “center of attention” buat on-chain activity meskipun market lagi tertekan,” jelasnya.

Dominasi Whale Sedikit Menurun

Di sisi lain, data distribusi suplai menunjukkan perubahan kecil dalam dominasi pemegang besar atau whale. Investor yang memegang lebih dari 100.000 SOL tercatat sedikit mengurangi kepemilikannya dalam dua minggu terakhir.

Porsi suplai yang mereka kuasai turun dari sekitar 59% menjadi 58,6%. Hal ini mengindikasikan sebagian whale menjual aset mereka saat reli terjadi.

Namun penjualan tersebut tampaknya diserap oleh investor yang lebih kecil dan alamat baru di jaringan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

Level Penting Harga SOL

Setelah menembus kisaran konsolidasi, Solana kini menghadapi resistance berikutnya di sekitar US$97. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga berpotensi melanjutkan reli menuju US$105 dalam jangka pendek.

Namun skenario bullish ini dapat berubah jika tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah level support US$88 berpotensi membawa harga kembali ke area konsolidasi sebelumnya di sekitar US$77.

Jika support tersebut juga gagal dipertahankan, harga SOL berpotensi turun lebih dalam menuju sekitar US$67.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

Data cadangan XRP di bursa Binance menunjukkan penurunan tajam sejak puncaknya pada 2025. Nilai cadangan XRP yang sebelumnya sempat melampaui US$10 miliar kini turun menjadi sekitar US$3,9 miliar per 6 Maret, memunculkan spekulasi apakah pasar telah mendekati titik terendah harga.

Cadangan bursa sering digunakan sebagai indikator untuk membaca perubahan dinamika suplai dan likuiditas di pasar kripto. Pergerakan besar aset masuk atau keluar dari bursa dapat mencerminkan perubahan perilaku investor serta potensi tekanan jual di pasar.

Cadangan XRP di Binance Turun Tajam

Data aliran harian XRP di Binance menunjukkan nilai cadangan aset tersebut kini berada di kisaran US$3,9 miliar. Metrik ini tidak hanya mencerminkan jumlah token XRP yang tersimpan di bursa, tetapi juga memperhitungkan harga pasar XRP saat itu.

Dengan demikian, perubahan nilai cadangan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah token XRP yang berada di Binance serta harga XRP di pasar.

Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance sempat mencapai lebih dari US$10 miliar, menandai periode ketika likuiditas XRP di bursa berada pada level tertinggi.

Namun setelah periode tersebut, harga XRP mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 60% dan sempat berada di bawah level US$1,35.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” ungkapnya.

Cadangan Bursa Jadi Indikator Tekanan Jual

Dalam analisis pasar kripto, cadangan aset di bursa sering dianggap sebagai indikator potensi suplai yang siap diperdagangkan.

Dilaporkan Crypto Quant, jika jumlah aset di bursa meningkat, kondisi ini dapat menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi karena lebih banyak aset tersedia untuk dijual.

Sebaliknya, penurunan cadangan dapat mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi atau cold storage, yang berarti jumlah aset yang tersedia untuk dijual di pasar menjadi lebih sedikit.

Kondisi ini dapat mengurangi tekanan jual jika permintaan tetap stabil.

Sinyal Potensi Perubahan Tren

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan cadangan XRP di Binance ke level US$3,9 miliar dapat menandakan perubahan struktur suplai di pasar. Jika tren penarikan aset dari bursa terus berlanjut, jumlah XRP yang tersedia untuk dijual bisa semakin terbatas.

Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami penyesuaian jika permintaan pasar tetap terjaga.

Meski demikian, analis menilai data cadangan bursa perlu dilihat bersama indikator pasar lain, termasuk sentimen investor, arus dana institusional, serta kondisi makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Qubic Gelar Livestream All-Hands, Bedah Roadmap AI Terdesentralisasi

Proyek blockchain berbasis kecerdasan buatan terdesentralisasi, Qubic, kembali memperkuat komitmennya terhadap transparansi komunitas dengan menggelar sesi All-Hands Livestream.

Acara dua mingguan ini menjadi forum resmi bagi tim pengembang untuk membagikan pembaruan lintas departemen sekaligus memberikan gambaran terbaru mengenai roadmap teknologi mereka.

Dilansir dari Coinmarketcal, livestream tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi terbuka Qubic kepada komunitas global.

Dalam sesi ini, para pengembang akan menjelaskan perkembangan terbaru dari berbagai divisi proyek, mulai dari riset teknologi hingga implementasi fitur yang berkaitan dengan ekosistem AI terdesentralisasi yang tengah mereka bangun.

Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian industri kripto terhadap integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan.

Dengan menyampaikan perkembangan proyek secara berkala, Qubic berupaya menjaga kepercayaan komunitas sekaligus menunjukkan kemajuan konkret dari platform yang dikembangkan.

Baca Juga: Gila! Token AI Ini Naik Tajam, Kapitalisasi Pasar Tembus Miliaran!

Transparansi dan Komunikasi dengan Komunitas

Dalam industri kripto, komunikasi langsung antara tim pengembang dan komunitas sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga sentimen pasar.

Melalui sesi All-Hands ini, Qubic memberikan ruang bagi para pengikut proyek untuk memahami arah pengembangan teknologi secara lebih jelas.

Sesi livestream biasanya mencakup berbagai topik seperti pembaruan teknis, perkembangan infrastruktur jaringan, hingga diskusi mengenai rencana ekspansi ekosistem.

Tidak jarang pula tim pengembang membahas tantangan yang sedang dihadapi serta strategi untuk mengatasinya.

Dengan pendekatan ini, Qubic mencoba membangun ekosistem yang lebih terbuka dan partisipatif, di mana komunitas dapat mengikuti perkembangan proyek secara langsung dan mendapatkan wawasan mengenai prioritas pengembangan di masa depan.

Fokus pada Pengembangan AI Terdesentralisasi

Qubic dikenal sebagai proyek yang berupaya menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan terdesentralisasi.

Konsep ini memungkinkan komputasi AI dilakukan melalui jaringan terdistribusi, sehingga tidak bergantung pada satu entitas pusat.

Pendekatan tersebut berpotensi membuka berbagai peluang baru, termasuk dalam bidang komputasi terdistribusi, pengolahan data skala besar, serta pengembangan aplikasi berbasis AI yang lebih transparan dan aman.

Dengan meningkatnya minat pasar terhadap teknologi AI, proyek yang menawarkan solusi inovatif dalam sektor ini berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari investor maupun pengembang.

Oleh karena itu, pembaruan roadmap yang disampaikan dalam livestream seperti ini sering menjadi momen penting untuk menilai arah pengembangan teknologi proyek.

Potensi Dampak terhadap Sentimen Pasar

Meski acara komunitas seperti All-Hands Livestream umumnya tidak langsung memengaruhi fundamental ekonomi token, pembaruan roadmap atau pengumuman strategis yang muncul selama acara dapat memicu perubahan sentimen di pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa acara semacam ini tetap memiliki nilai penting bagi investor yang memantau perkembangan proyek.

“Meskipun acara rutin seperti ini jarang mengubah fundamental ekonomi token secara instan, pembaruan roadmap dapat memperbaiki sentimen pasar di tengah tren AI. Investor perlu memantau pengumuman kemitraan besar atau rilis teknis konkret selama livestream untuk mengukur potensi apresiasi harga selanjutnya,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Komentar tersebut menyoroti bahwa nilai utama dari acara komunitas terletak pada informasi strategis yang mungkin diumumkan, seperti kerja sama baru, integrasi teknologi, atau peluncuran fitur utama.

Apa yang Perlu Dipantau Investor?

Bagi pelaku pasar kripto, terdapat beberapa faktor yang patut diperhatikan selama sesi livestream berlangsung. Salah satunya adalah pembaruan terkait roadmap pengembangan teknologi, terutama jika mencakup rencana peluncuran fitur baru dalam waktu dekat.

Selain itu, pengumuman kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi, proyek blockchain lain, atau institusi riset juga bisa menjadi katalis positif bagi ekosistem Qubic.

Kemajuan nyata dalam implementasi AI terdesentralisasi juga menjadi indikator penting bagi investor yang menilai potensi jangka panjang proyek ini.

Dengan semakin berkembangnya sektor AI dalam industri kripto, proyek yang mampu menunjukkan kemajuan teknologi yang nyata berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari pasar.

Baca Juga: DePIN: Inovasi Infrastruktur Fisik Desentralisasi dengan Kripto

All-Hands Livestream yang digelar Qubic menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga transparansi dan komunikasi dengan komunitas global.

Melalui sesi ini, tim pengembang dapat menyampaikan perkembangan terbaru sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah masa depan proyek.

Meskipun dampak langsung terhadap harga token tidak selalu terjadi, informasi yang muncul selama acara dapat memengaruhi sentimen pasar, terutama jika disertai pengumuman strategis atau kemajuan teknologi signifikan.

Bagi investor dan pengamat industri kripto, sesi livestream seperti ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam potensi pengembangan ekosistem Qubic serta peluang pertumbuhan di sektor AI terdesentralisasi yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

GameFi Bangkit! Shrapnel Resmi Hadir, Sinyal Hijau Proyek Blockchain?

Industri GameFi kembali mendapatkan sorotan setelah proyek game blockchain Shrapnel resmi membuka Early Access untuk fase “Stockpile” pada 5 Maret 2026 melalui platform distribusi game populer Steam.

Dilaporkan Coinmarketcal, peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi proyek tersebut karena memungkinkan para pemain awal untuk merasakan langsung gameplay first-person shooter (FPS) kelas AAA yang terintegrasi dengan ekonomi berbasis blockchain.

Fase Early Access ini dirancang sebagai tahap uji coba publik bagi mekanisme gameplay, sistem ekonomi, serta interaksi pemain dengan aset digital berbasis blockchain sebelum peluncuran penuh di masa mendatang.

Baca Juga: Harga AXS Terkapar di $2,07, Prospek GameFi Masih Bisa Bangkit?

Tonggak Baru untuk GameFi

Sebagai salah satu proyek GameFi yang cukup dinantikan, Shrapnel mengusung konsep permainan FPS kompetitif dengan integrasi ekonomi on-chain, yang memungkinkan aset dalam game memiliki nilai nyata di ekosistem blockchain.

Dalam fase Stockpile, pemain dapat mulai menjelajahi mekanisme dasar permainan, termasuk sistem loot, pengumpulan aset, serta interaksi ekonomi digital yang menjadi fondasi ekosistem Shrapnel.

Pendekatan ini menandai evolusi baru dalam industri game berbasis blockchain.

Jika sebelumnya GameFi identik dengan game kasual atau berbasis strategi sederhana, Shrapnel berupaya menghadirkan kualitas produksi AAA yang biasanya hanya ditemukan pada game dari studio besar.

Dengan membuka akses melalui Steam, proyek ini juga mencoba menjangkau basis pemain yang lebih luas, termasuk gamer tradisional yang belum terbiasa dengan teknologi blockchain.

Integrasi Ekonomi Blockchain dalam Gameplay

Salah satu fitur utama yang membedakan Shrapnel dari game FPS konvensional adalah integrasi ekonomi berbasis blockchain yang memungkinkan pemain memiliki dan memperdagangkan aset digital dalam ekosistem game.

Aset seperti item, perlengkapan, atau hasil loot dapat memiliki nilai ekonomi yang tercatat secara on-chain. Konsep ini membuka peluang baru bagi pemain untuk memperoleh nilai dari aktivitas bermain game.

Model ekonomi seperti ini merupakan bagian dari tren yang berkembang dalam sektor GameFi, di mana kepemilikan digital dan interoperabilitas aset menjadi komponen utama ekosistem.

Namun, implementasi ekonomi blockchain dalam game AAA juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara gameplay yang menarik dan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Potensi Katalis bagi Token SHRAP

Peluncuran Early Access ini juga dipandang sebagai salah satu katalis penting bagi ekosistem token proyek tersebut, yaitu Shrapnel (SHRAP).

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa milestone produk nyata seperti ini dapat memperkuat narasi GameFi yang saat ini sedang kembali mendapat perhatian di pasar kripto.

“Peluncuran ini merupakan katalis produk nyata dalam narasi GameFi yang sedang populer, namun volatilitas ‘sell-the-news’ tetap mengintai pasca event. Kesuksesan jangka panjang SHRAP akan sangat bergantung pada retensi pengguna dan kekuatan sink ekonomi di dalam game tersebut,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Istilah sell-the-news merujuk pada fenomena di mana harga aset sering kali mengalami kenaikan menjelang suatu peristiwa penting, namun kemudian mengalami koreksi setelah peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Tantangan Retensi Pemain

Meskipun peluncuran Early Access merupakan langkah penting, keberhasilan jangka panjang Shrapnel tidak hanya bergantung pada teknologi blockchain atau ekonomi digital semata.

Faktor yang lebih krusial adalah kemampuan game tersebut untuk mempertahankan pemain dalam jangka panjang.

Dalam industri game modern, retensi pengguna sering menjadi indikator utama kesuksesan sebuah judul game.

Gameplay yang kompetitif, pembaruan konten yang konsisten, serta sistem ekonomi yang seimbang akan menjadi elemen penting untuk memastikan ekosistem game tetap aktif.

Jika Shrapnel berhasil membangun komunitas pemain yang kuat sekaligus mempertahankan keseimbangan ekonomi dalam game, proyek ini berpotensi menjadi salah satu contoh sukses integrasi blockchain dalam game AAA.

Baca Juga: Tokocrypto dan Avalanche Kupas Tuntas Update Terbaru di 2024

Masa Depan Game Blockchain

Peluncuran Early Access Shrapnel mencerminkan perkembangan baru dalam industri GameFi yang semakin berupaya mendekati kualitas game mainstream.

Dengan semakin banyak proyek yang mencoba menghadirkan pengalaman bermain yang setara dengan game tradisional, sektor ini berpotensi menarik lebih banyak pemain dari komunitas gaming global.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap akan ditentukan oleh kualitas gameplay, stabilitas ekonomi digital, serta kemampuan proyek untuk mempertahankan basis pengguna aktif.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah Shrapnel membuka Early Access di Steam dapat menjadi indikator penting bagaimana teknologi blockchain mulai terintegrasi ke dalam ekosistem game yang lebih luas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 8%, Dipicu Upgrade Jaringan dan Pi Day

Harga token dari proyek kripto Pi Network menunjukkan lonjakan signifikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coinmarketcap, aset digital tersebut naik sekitar 8,43% ke level $0,197, bahkan mampu mengungguli performa Bitcoin yang justru bergerak lebih lemah pada periode yang sama.

Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor penting, mulai dari pembaruan teknis jaringan hingga spekulasi komunitas menjelang perayaan Pi Day yang diperingati setiap 14 Maret.

Kombinasi katalis tersebut membuat Pi menjadi salah satu altcoin dengan performa menonjol dalam waktu singkat.

Upgrade Protokol Dorong Kepercayaan Pasar

Salah satu pendorong utama kenaikan harga adalah keberhasilan tim inti Pi Network menyelesaikan migrasi ke protokol v19.9, sebuah pembaruan teknis yang bertujuan meningkatkan stabilitas dan infrastruktur jaringan.

Upgrade ini dinilai sebagai sinyal bahwa pengembangan ekosistem Pi terus bergerak maju menuju tahap yang lebih matang.

Dalam industri kripto, peningkatan teknis semacam ini sering menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek blockchain.

Selain itu, momentum upgrade juga bertepatan dengan meningkatnya ekspektasi komunitas terhadap pengumuman besar pada Pi Day, yang setiap tahun menjadi momen penting bagi proyek tersebut.

Banyak pengguna berspekulasi bahwa tim inti Pi Network dapat mengumumkan perkembangan baru, seperti peluncuran layanan perdagangan atau fitur ekosistem baru, yang berpotensi memperluas utilitas token PI.

Sentimen positif ini mendorong peningkatan minat beli dari trader dan komunitas yang ingin mengambil posisi sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Rotasi Modal ke Altcoin

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor internal proyek, reli harga Pi juga didukung oleh fenomena rotasi modal ke altcoin yang mulai terlihat di pasar kripto.

Indikator Altcoin Season Index dilaporkan naik hingga sekitar 68% dalam 30 hari terakhir, menandakan semakin banyak aset kripto selain Bitcoin yang mulai menarik minat investor.

Dalam kondisi seperti ini, trader biasanya mencari altcoin dengan momentum kuat atau katalis spesifik.

Pi Network menjadi salah satu aset yang memenuhi kriteria tersebut berkat kombinasi upgrade jaringan dan sentimen komunitas.

Dari sisi teknikal, harga Pi juga berhasil menembus area resistensi penting di sekitar $0,18. Level ini sebelumnya menjadi batas yang sulit ditembus selama beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Breakout tersebut semakin diperkuat oleh lonjakan volume perdagangan yang meningkat lebih dari 95%, menandakan masuknya likuiditas baru ke pasar.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 65, menunjukkan momentum bullish yang kuat namun belum memasuki wilayah overbought.

Kondisi ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan selama tekanan beli tetap bertahan.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Meski tren jangka pendek terlihat positif, analis pasar tetap mengingatkan adanya beberapa level teknikal penting yang perlu diperhatikan investor.

Jika harga Pi mampu bertahan di atas level support $0,18, maka target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di kisaran $0,207 hingga $0,222.

Area tersebut menjadi zona resistensi berikutnya yang kemungkinan akan menguji kekuatan tren bullish.

Namun di sisi lain, ada juga potensi tekanan jual yang perlu diwaspadai. Dalam waktu dekat, sekitar 21 juta token PI dijadwalkan untuk dibuka (token unlock) pada 7 Maret.

Peristiwa ini dapat meningkatkan suplai token di pasar dan berpotensi memicu aksi ambil untung dari sebagian investor.

Jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support $0,18, maka kemungkinan koreksi menuju area $0,166 bisa terjadi.

Baca Juga: Harga Pi Network Menguat 0,80% Saat Pasar Lesu, Kenaikan Rapuh?

Menunggu Momentum Pi Day

Dengan berbagai katalis yang sedang berkembang, arah pergerakan Pi Network dalam jangka pendek kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh dua faktor utama: reaksi pasar terhadap token unlock serta pengumuman resmi menjelang Pi Day.

Jika sentimen positif terus berlanjut dan pasar mampu menyerap tambahan suplai token, reli harga Pi berpotensi berlanjut.

Sebaliknya, jika ekspektasi pasar tidak terpenuhi atau tekanan jual meningkat, volatilitas harga kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Untuk saat ini, Pi Network menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat, menjadikannya salah satu altcoin yang menarik perhatian komunitas kripto di tengah dinamika pasar yang terus berubah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda potensi pembalikan tren setelah beberapa minggu berada di bawah tekanan. Meski masih turun sekitar 13% dalam sebulan terakhir, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan kemungkinan pemulihan mulai terbentuk.

Namun di saat yang sama, satu metrik penting juga meningkat dan secara historis sering mendahului koreksi harga sekitar 7% hingga 10%. Kondisi ini membuat pergerakan Solana dalam waktu dekat berpotensi tetap volatil sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

Sinyal Bullish Divergence Muncul

Salah satu sinyal awal pembalikan berasal dari struktur momentum pada grafik harga Solana. Antara 28 Januari hingga 1 Maret, harga SOL membentuk lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mencatat higher low.

Dikutip BeInCrypto, pola ini dikenal sebagai bullish divergence, yang biasanya muncul ketika tekanan jual mulai melemah dalam tren turun.

Setelah sinyal tersebut muncul, harga Solana sempat naik sekitar 10% sebelum kembali kehilangan momentum akibat volatilitas pasar yang lebih luas. Struktur bullish ini masih dianggap valid selama harga tetap berada di atas swing low yang terbentuk pada 1 Maret.

Selain itu, Solana juga sedang menguji level 20-day Exponential Moving Average (EMA), indikator yang sering digunakan untuk mengidentifikasi perubahan momentum jangka pendek. Pada awal Januari, penembusan level ini sempat memicu reli sekitar 17%.

Holder Jangka Panjang Tambah Akumulasi

Data on-chain dari Glassnode menunjukkan investor jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Metrik Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan posisi dari sekitar 642.906 SOL menjadi 819.114 SOL antara 1 hingga 3 Maret.

Kenaikan sekitar 27% dalam dua hari ini menunjukkan investor berpengalaman mulai menambah eksposur meskipun kondisi pasar masih bergejolak.

Namun akumulasi dari investor jangka panjang tidak selalu menjamin pemulihan harga berjalan mulus.

Peringatan dari Holder Jangka Pendek

Indikator Short-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menunjukkan kerugian investor jangka pendek mulai berkurang. Nilainya naik dari -0,71 menjadi -0,49 sejak 23 Februari.

Secara historis, kondisi ini sering memicu tekanan jual karena trader yang sebelumnya mengalami kerugian cenderung menjual aset saat harga kembali mendekati titik impas.

Contoh serupa terjadi pada 24 Februari ketika NUPL mencapai sekitar -0,50 dan harga Solana berada di US$88. Dalam tiga hari berikutnya, harga turun sekitar 7%.

Peristiwa lain terjadi pada 6 Februari ketika harga berada di sekitar US$87 dan kemudian turun hampir 10% dalam enam hari.

Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $86-$89 menjadi filter krusial bagi kelanjutan tren SOL untuk mencapai kembali target psikologis $101.

“Jika gagal menembus area klaster suplai tersebut, risiko koreksi menuju $77 tetap terbuka lebar,” jelasnya.

Zona Resistance Penting di US$86–US$89

Data distribusi harga menunjukkan klaster suplai besar di kisaran US$86 hingga US$88, di mana sekitar 14,19 juta SOL sebelumnya diakumulasi.

Zona ini berpotensi menjadi resistance kuat karena investor yang membeli di area tersebut mungkin menjual ketika harga kembali mendekati titik impas.

Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$83, tepat di bawah area resistance tersebut.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$89, potensi kenaikan menuju US$92, US$96, hingga US$101 dapat terbuka.

Namun jika gagal menembus resistance dan turun di bawah support US$82, harga berpotensi kembali menguji area US$77, yang akan mencerminkan koreksi sekitar 7–10%.

Dengan kombinasi sinyal pembalikan dan potensi tekanan jual jangka pendek, arah harga Solana dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menembus zona resistance utama tersebut.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Dana ETF Ethereum Berbalik Positif, Harga Berpeluang Naik 10%?

Harga Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah arus dana ke ETF Ethereum kembali positif selama dua pekan berturut-turut. Pola ini sebelumnya kerap mendahului kenaikan harga sekitar 10%, memicu spekulasi bahwa ETH dapat kembali menguat dalam waktu dekat.

Saat ini Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.960. Dalam tujuh hari terakhir, harga tercatat naik sekitar 2,7%, meskipun masih turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir.

Arus Dana ETF Berbalik Arah

Dikutip BeInCrypto, data menunjukkan aliran dana ke ETF Ethereum spot mulai pulih setelah periode panjang arus keluar. Pekan terakhir dengan arus keluar tercatat pada 20 Februari, ketika ETF mencatat outflow sekitar US$123 juta dengan harga ETH berada di sekitar US$1.970.

Sejak saat itu, dua pekan berikutnya menunjukkan arus masuk dana yang positif. Dalam sejarah pergerakan pasar, perubahan arus dana dari negatif ke positif ini pernah memicu reli Ethereum.

Pada November lalu, perubahan serupa dari arus keluar US$500 juta menjadi arus masuk US$313 juta diikuti lonjakan harga ETH sebesar 11,6%. Contoh lainnya terjadi pada Januari, ketika perubahan arus dana dari -US$68 juta menjadi +US$479 juta diikuti kenaikan harga sekitar 7,1%.

Rata-rata kenaikan dari dua peristiwa tersebut berada di kisaran 10%.

Sinyal Teknis Mendukung

Selain arus dana ETF, indikator teknikal juga mulai menunjukkan sinyal positif. Grafik harian Ethereum memperlihatkan bullish divergence pada Relative Strength Index (RSI).

Antara 25 Januari hingga 3 Maret, harga Ethereum membentuk lower low, sementara RSI justru mencatat higher low. Pola ini biasanya menandakan melemahnya tekanan jual dan potensi rebound harga.

Namun sinyal ini akan melemah jika harga turun di bawah level US$1.920 yang saat ini menjadi titik swing low.

Baca juga: Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Zona Resistance Penting

Data on-chain dari Glassnode menunjukkan beberapa klaster suplai yang berpotensi menjadi area tekanan jual. Klaster pertama berada di sekitar US$2.020, tempat sekitar 1,47% suplai ETH terakhir diperdagangkan.

Di atasnya terdapat zona resistance lebih kuat di kisaran US$2.120 hingga US$2.170, yang mencakup sekitar 1,5% dari total suplai Ethereum.

Jika ETH mampu menembus area ini dan bertahan di atasnya, target pemulihan berikutnya berada di sekitar US$2.140. Level tersebut juga bertepatan dengan proyeksi kenaikan sekitar 10% dari level harga ketika arus dana ETF kembali positif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, analisis teknis URPD dan Fibonacci menunjuk pada target pemulihan di area $2.140 jika inflow institusional terus berlanjut.

“Konvengensi indikator ini memberikan basis kuat bagi holder untuk mempertahankan posisi di atas support $1.920,” terangnya.

Level Support yang Dipantau

Di sisi lain, level support terdekat berada di sekitar US$1.930. Penurunan di bawah US$1.920 dapat melemahkan skenario rebound jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut hingga menembus US$1.810, sinyal divergensi bullish akan batal dan membuka potensi penurunan lebih dalam menuju US$1.720 bahkan hingga US$1.460.

Dengan kombinasi arus dana ETF yang kembali positif dan sinyal teknikal yang mulai membaik, pelaku pasar kini memantau apakah Ethereum mampu mempertahankan momentum untuk memulai fase pemulihan baru.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com