Tag Archives: altcoin

XRP Siap Tembus US$1,95, Arus Dana ETF Masuk 5 Hari Berturut-turut

Harga XRP menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut setelah mencatat penguatan 5,5% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 3% dalam sepekan. Aset kripto tersebut saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,40 dan mulai menunjukkan sinyal teknikal yang mengarah pada potensi breakout menuju US$1,95.

Analis menilai momentum ini didukung oleh meningkatnya permintaan institusional, khususnya melalui produk investasi berbasis XRP seperti exchange-traded funds (ETF) dan exchange-traded products (ETP).

Arus Dana ETF Terus Mengalir

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CoinShares menunjukkan produk investasi XRP mencatat arus masuk sebesar US$106,8 juta sepanjang Februari dan tambahan US$1,9 juta pada pekan yang berakhir 27 Februari.

Secara keseluruhan, produk investasi XRP telah mencatat arus masuk bersih sekitar US$153 juta sepanjang 2026 dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai sekitar US$2,4 miliar.

Sementara itu, ETF XRP spot mencatat arus masuk selama lima hari berturut-turut. Pada Selasa saja, dana masuk mencapai US$7,53 juta, mendorong total inflow kumulatif hampir mencapai US$1,25 miliar dengan AUM sekitar US$1 miliar.

Kondisi ini menunjukkan minat investor institusi terhadap XRP masih kuat meskipun harga aset tersebut sempat turun sekitar 25% sepanjang tahun ini.

Analis kripto Xaif Crypto menyebut arus masuk dana tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan institusional terhadap XRP belum menunjukkan tanda-tanda melemah.

Baca juga: Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

Sinyal Breakout Menuju US$1,95

Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan pola symmetrical triangle yang biasanya mengindikasikan potensi pergerakan harga signifikan setelah fase konsolidasi.

Untuk menjaga momentum bullish, harga XRP perlu menutup perdagangan di atas garis tren atas pola tersebut di area US$1,40 yang juga bertepatan dengan exponential moving average (EMA) 200 minggu.

Jika penutupan mingguan mampu bertahan di atas level US$1,55, momentum kenaikan dinilai akan semakin kuat.

Target harga dari pola ini diperkirakan berada di sekitar US$1,95, atau sekitar 38% lebih tinggi dari level harga saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi minat institusional yang tetap stabil meskipun harga terkoreksi 25% tahun ini menandakan akumulasi strategis di level bawah.

“Penutupan mingguan di atas EMA 200 ($1,40) akan menjadi kunci pergeseran momentum jangka panjang,” analisanya.

Level Kunci yang Dipantau

Dalam jangka pendek, level resistance terdekat berada di sekitar US$1,43. Jika level ini berhasil ditembus, harga XRP berpotensi naik menuju US$1,50.

Selain itu, penutupan harian di atas EMA 20 hari di kisaran US$1,42 akan memperkuat sinyal perubahan struktur harga dan membuka peluang kenaikan menuju simple moving average (SMA) 50 hari di sekitar US$1,63.

Dengan kombinasi arus dana institusional yang kuat dan sinyal teknikal yang mendukung, pelaku pasar kini memantau apakah XRP mampu mempertahankan momentum untuk melanjutkan reli menuju target berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Baru MANTRA Melonjak 37% Usai Swap OM, Bisa Lanjut Naik?

Token kripto MANTRA mencatat lonjakan harga hingga 37% setelah resmi diluncurkan di sejumlah bursa besar, termasuk Binance. Kenaikan ini terjadi setelah proyek tersebut menyelesaikan proses swap token dari OM ke MANTRA dengan rasio 1:4.

Dengan mekanisme tersebut, setiap 1 token OM ditukar menjadi 4 token MANTRA. Langkah ini langsung memicu minat pasar yang kuat terhadap aset kripto baru tersebut.

Swap Token Dorong Permintaan

Tim MANTRA mengumumkan bahwa proses token swap telah selesai dan token baru kini telah tersedia untuk diperdagangkan di beberapa bursa kripto terpusat (CEX). Kehadiran MANTRA di platform besar seperti Binance turut meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor terhadap proyek ini.

Total suplai MANTRA mencapai sekitar 7,055 miliar token. Saat ini sekitar 67,51% atau sekitar 4,763 miliar token telah beredar di pasar.

Dilaporkan BeInCrypto, data indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan adanya tekanan beli yang konsisten sejak peluncuran. Meskipun sempat mengalami penurunan kecil dalam momentum bullish, indikator tersebut kembali menguat seiring meningkatnya permintaan investor.

Kondisi ini menandakan minat pasar terhadap token baru tersebut masih cukup tinggi pada fase awal perdagangan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun antusiasme pasar sangat besar, penurunan volume perdagangan mulai mengisyaratkan potensi perlambatan momentum menuju resistance $0,026.

“Mempertahankan support di $0,021 sangat krusial untuk mencegah tekanan jual dari para swapper awal,” jelasnya.

Baca juga: Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat

Harga Berpotensi Uji Resistance Baru

Saat ini MANTRA diperdagangkan di kisaran US$0,023, naik sekitar 37% dari harga peluncurannya. Meski demikian, data volume perdagangan menunjukkan momentum pembelian mulai melambat.

Jika tekanan beli kembali meningkat, harga MANTRA berpotensi menembus level US$0,024 dan menguji resistance di sekitar US$0,026. Level ini bertepatan dengan ekstensi Fibonacci 123,6%, yang sering menjadi area penting dalam pergerakan harga.

Namun jika momentum beli melemah atau investor yang sebelumnya menukar OM ke MANTRA mulai mengambil keuntungan, harga berpotensi mengalami koreksi.

Penurunan di bawah support US$0,021 dapat membuka ruang penurunan menuju sekitar US$0,0198. Oleh karena itu, kelanjutan tren kenaikan MANTRA dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan pasar setelah fase peluncuran awal.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat

Perkembangan teknologi blockchain terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab berbagai tantangan di ekosistem kripto, seperti Zama. Salah satu isu yang semakin banyak dibahas adalah tingkat transparansi blockchain yang terlalu tinggi, di mana transaksi dan data smart contract dapat dilihat secara publik. Kondisi ini memicu sejumlah risiko seperti Maximal Extractable Value (MEV) dan dinilai kurang ideal bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data.

Tim Research Tokocrypto menilai kebutuhan terhadap infrastruktur smart contract yang lebih privat mulai menjadi perhatian di industri. Salah satu proyek yang mencoba menjawab tantangan tersebut adalah Zama, sebuah protokol yang mengembangkan teknologi smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE).

“Blockchain pada dasarnya dirancang transparan, namun transparansi yang terlalu tinggi juga menimbulkan tantangan baru, terutama bagi use case yang membutuhkan kerahasiaan data. Di sinilah teknologi seperti FHE mulai menarik perhatian sebagai solusi potensial,” tulis Tim Research Tokocrypto dalam analisisnya.

Apa itu Zama?

Zama merupakan protokol infrastruktur yang berfokus pada pengembangan confidential smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE). Teknologi ini memungkinkan komputasi dilakukan pada data yang tetap dalam keadaan terenkripsi di blockchain, tanpa perlu membuka atau mendekripsi data tersebut selama proses berlangsung.

Melalui pendekatan ini, Zama memosisikan diri sebagai infrastruktur komputasi privat yang dapat diintegrasikan ke berbagai jaringan blockchain Layer 1 maupun Layer 2. Fokus utamanya adalah mendukung berbagai aplikasi DeFi yang membutuhkan tingkat privasi lebih tinggi.

“Konsep confidential smart contract yang dibawa Zama berupaya menjaga data tetap terenkripsi selama proses komputasi berlangsung, sehingga privasi pengguna dapat terjaga tanpa harus mengorbankan transparansi sistem blockchain secara keseluruhan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Teknologi inti: Fully Homomorphic Encryption (FHE)

Teknologi utama yang digunakan Zama adalah Fully Homomorphic Encryption (FHE), sebuah metode kriptografi yang memungkinkan komputasi dilakukan langsung pada data terenkripsi. Dengan pendekatan ini, hasil komputasi tetap valid meskipun data tidak pernah didekripsi selama proses berlangsung.

Dalam implementasinya, Zama memanfaatkan komponen seperti fhEVM dan coprocessor untuk memproses komputasi terenkripsi di luar chain. Sistem tersebut kemudian tetap terhubung dengan jaringan blockchain melalui relayer dan gateway, sementara Key Management System (KMS) berperan mengelola kunci enkripsi untuk menjaga keamanan sistem.

Pendekatan ini memungkinkan berbagai aplikasi berbasis blockchain tetap berjalan dengan tingkat privasi yang lebih tinggi tanpa harus mengubah arsitektur dasar jaringan Layer 1 atau Layer 2.

Potensi use case di ekosistem kripto

Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas, sejumlah use case baru berpotensi muncul di ekosistem blockchain. Salah satunya adalah Confidential DeFi, di mana aktivitas seperti swap, lending, hingga strategi yield farming dapat dilakukan tanpa membuka data transaksi atau strategi pengguna secara publik.

Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk layanan keuangan berbasis blockchain seperti private payments atau transfer stablecoin secara privat. Use case lainnya termasuk voting DAO secara rahasia, distribusi token seperti vesting dan airdrop, hingga mekanisme lelang privat (sealed-bid auction) pada tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA).

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan teknologi ini masih bergantung pada beberapa faktor penting.

“Zama memiliki potensi menjadi infrastruktur komputasi privat bagi ekosistem DeFi dan institusi. Namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada skalabilitas teknologi serta seberapa cepat developer dan ekosistem blockchain mengadopsinya,” tulis tim riset Tokocrypto.

Baca juga: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

Model token dan dukungan pendanaan

Dari sisi tokenomics, proyek ini menggunakan token $ZAMA dengan beberapa fungsi utama, seperti membayar biaya protokol, staking bagi operator jaringan, serta governance. Distribusi tokennya mencakup 30 persen untuk komunitas dan ekosistem, 25 persen untuk investor dengan skema vesting dua hingga tiga tahun, 20 persen untuk tim dengan vesting empat tahun, 10 persen untuk treasury, dan 15 persen untuk auction serta advisor.

Model ekonominya menggunakan mekanisme burn-and-mint, di mana sebagian token dibakar sebagai biaya aktivitas jaringan, sementara token baru dicetak sebagai insentif bagi operator dan partisipan ekosistem.

Proyek ini juga didukung oleh tim riset kriptografi yang cukup kuat. Zama didirikan oleh Dr. Pascal Paillier, pencipta Paillier Cryptosystem, bersama Dr. Rand Hindi yang memiliki latar belakang di bidang kecerdasan buatan dan keuangan. Saat ini tim Zama terdiri dari hampir 100 anggota dari berbagai negara, dengan puluhan peneliti bergelar PhD.

Selain itu, proyek ini telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$130 juta dari beberapa putaran investasi, yang menunjukkan minat investor terhadap potensi teknologi FHE dalam pengembangan blockchain.

Solusi baru atau sekadar narasi?

Meski membawa pendekatan baru dalam sektor privasi blockchain, Tim Research Tokocrypto menilai perjalanan Zama masih berada pada tahap awal dan menghadapi persaingan yang ketat dari berbagai teknologi privasi lain seperti Zero-Knowledge Proof (ZK), Multi-Party Computation (MPC), maupun Trusted Execution Environment (TEE).

Adopsi teknologi, aktivitas jaringan, serta integrasi dengan blockchain besar akan menjadi faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan proyek ini. Di sisi lain, risiko seperti lambatnya adopsi teknologi, tekanan dari distribusi token, serta munculnya solusi privasi lain yang lebih cepat berkembang juga perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

“Zama menawarkan pendekatan baru melalui teknologi FHE untuk menghadirkan smart contract privat tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Namun seperti banyak inovasi blockchain lainnya, potensi jangka panjangnya akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan tingkat adopsi teknologi di masa depan,” tutup Tim Research Tokocrypto.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Espresso Systems Rampungkan Upgrade Protokol Besar, Dampaknya?

Espresso Systems resmi mengumumkan penyelesaian upgrade protokol besar yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat infrastruktur serta meningkatkan utilitas bagi developer dan pengguna di ekosistemnya.

Upgrade tersebut difokuskan pada peningkatan performa jaringan, optimalisasi throughput, serta efisiensi operasional, yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan aplikasi berbasis blockchain secara lebih masif.

Baca Juga: 3 Altcoin Terancam Likuidasi Besar Awal Maret, SOL Masuk Zona Rawan

Fokus pada Kapasitas dan Efisiensi

Dalam lanskap blockchain yang semakin kompetitif, skalabilitas dan efisiensi menjadi dua faktor kunci penentu adopsi.

Upgrade terbaru dari Espresso Systems menargetkan kedua aspek tersebut dengan peningkatan kapasitas transaksi serta optimalisasi proses konsensus.

Peningkatan kapasitas memungkinkan jaringan menangani lebih banyak aktivitas tanpa mengorbankan kecepatan atau stabilitas.

Sementara itu, efisiensi yang lebih baik dapat menekan biaya operasional dan memperbaiki pengalaman pengguna.

Bagi developer, peningkatan ini berarti lingkungan yang lebih stabil untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps), terutama yang membutuhkan latensi rendah dan performa tinggi.

Implikasi bagi Developer dan Ekosistem

Upgrade protokol tidak hanya berdampak pada performa teknis, tetapi juga pada daya tarik ekosistem secara keseluruhan.

Infrastruktur yang lebih efisien dan skalabel dapat mendorong developer untuk membangun lebih banyak aplikasi di atas jaringan tersebut.

Semakin banyak aplikasi yang terbangun, semakin besar pula potensi pertumbuhan aktivitas on-chain, volume transaksi, serta nilai ekonomi yang tercipta dalam jaringan.

Tim Research Tokocrypto menilai upgrade ini berpotensi menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, asalkan diikuti dengan perkembangan ekosistem yang nyata.

“Upgrade Espresso bisa meningkatkan adopsi platform. Monitor perkembangan ekosistem untuk potensi pertumbuhan jangka panjang,” kata Tim Research Tokocrypto.

Dengan demikian, keberhasilan upgrade tidak hanya ditentukan oleh peningkatan teknis, tetapi juga oleh sejauh mana developer dan pengguna memanfaatkan pembaruan tersebut.

Persaingan Infrastruktur Blockchain

Dalam industri blockchain, proyek infrastruktur berlomba-lomba meningkatkan performa untuk menarik likuiditas dan developer.

Upgrade seperti yang dilakukan Espresso Systems menjadi langkah penting untuk tetap kompetitif di tengah banyaknya protokol layer-1 dan layer-2 yang menawarkan solusi skalabilitas.

Jika upgrade ini berhasil meningkatkan throughput dan stabilitas secara signifikan, Espresso berpotensi memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur yang relevan untuk berbagai aplikasi, termasuk DeFi, gaming, hingga solusi enterprise.

Namun, tanpa peningkatan aktivitas riil seperti lonjakan jumlah aplikasi, transaksi, atau integrasi baru, dampak upgrade bisa terbatas pada sentimen jangka pendek.

Apa yang Perlu Dipantau?

Investor dan pelaku industri disarankan untuk memantau beberapa indikator utama pasca-upgrade:

  1. Pertumbuhan jumlah developer aktif
  2. Peningkatan jumlah aplikasi atau integrasi baru
  3. Kenaikan volume transaksi dan aktivitas jaringan
  4. Stabilitas dan performa jaringan dalam kondisi beban tinggi

Indikator-indikator ini akan menjadi tolok ukur apakah upgrade benar-benar mendorong adopsi atau hanya meningkatkan kapasitas tanpa utilisasi optimal.

Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang

Secara strategis, peningkatan kapasitas dan efisiensi merupakan fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Infrastruktur yang kuat memungkinkan ekosistem berkembang tanpa hambatan teknis yang sering menjadi kendala utama blockchain generasi awal.

Jika Espresso Systems mampu memanfaatkan momentum ini untuk menarik kolaborasi dan integrasi baru, upgrade tersebut bisa menjadi titik balik penting dalam siklus pertumbuhannya.

Namun, seperti banyak proyek blockchain lainnya, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada adopsi nyata dan penggunaan riil, bukan sekadar pembaruan teknis.

Baca Juga: Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

Penyelesaian upgrade protokol besar oleh Espresso Systems menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan.

Pembaruan ini membuka peluang bagi pertumbuhan ekosistem melalui peningkatan utilitas bagi developer dan pengguna.

Meski prospeknya positif, dampak jangka panjang akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan adopsi nyata pasca-upgrade.

Pelaku pasar disarankan untuk memantau indikator fundamental guna menilai sejauh mana pembaruan ini mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

Perusahaan blockchain asal AS, Ripple, kembali memperkuat posisinya di sektor pembayaran global dengan memperluas kapabilitas platformnya.

Dalam pembaruan terbaru, Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, serta automated payout capabilities guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset kripto bagi klien enterprise.

Langkah ini menandai transformasi strategis Ripple dari sekadar penyedia solusi remitansi lintas negara menjadi penyedia ekosistem keuangan terpadu berbasis blockchain.

Baca Juga: Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

Dari Remittance ke Infrastruktur Keuangan Terpadu

Selama bertahun-tahun, Ripple dikenal luas melalui solusi pembayaran lintas batas yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi internasional.

Namun, dengan ekspansi terbaru ini, perusahaan mulai merambah layanan yang lebih komprehensif.

Menurut laporan Cryptobriefing, integrasi custody memungkinkan institusi menyimpan aset kripto secara aman dalam infrastruktur terkelola.

Sementara itu, fitur liquidity management membantu perusahaan mengoptimalkan ketersediaan dana di berbagai yurisdiksi dan mata uang digital.

Fitur automated payout capabilities melengkapi sistem dengan kemampuan distribusi dana secara otomatis, yang dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi operasional.

Fokus pada Kebutuhan Enterprise

Ekspansi ini secara jelas menyasar pasar institusional dan korporasi besar yang membutuhkan solusi terpadu untuk mengelola aset kripto secara aman dan efisien.

Bagi perusahaan multinasional, pengelolaan likuiditas lintas negara menjadi tantangan besar.

Dengan adanya sistem manajemen likuiditas terintegrasi, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional sekaligus memanfaatkan kecepatan transaksi blockchain.

Layanan custody juga menjadi faktor krusial, mengingat keamanan aset digital merupakan prioritas utama bagi institusi.

Dengan menyediakan solusi penyimpanan yang sesuai standar enterprise, Ripple berupaya meningkatkan kepercayaan institusional terhadap adopsi aset kripto.

Potensi Dampak terhadap XRP

Ekspansi platform ini juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap utilisasi XRP.

Sebagai aset digital yang digunakan dalam ekosistem Ripple untuk likuiditas dan penyelesaian transaksi, peningkatan penggunaan platform dapat mendorong permintaan XRP secara tidak langsung.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan arah strategis Ripple yang semakin luas.

“Ekspansi platform ini menunjukkan bahwa Ripple bergerak melampaui sekadar remittance menuju ekosistem keuangan terpadu. Jika berhasil, ini bisa meningkatkan utilisasi XRP dan menarik lebih banyak institusi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Artinya, keberhasilan integrasi layanan baru ini dapat memperluas basis klien sekaligus meningkatkan aktivitas dalam jaringan Ripple.

Tantangan dan Peluang

Meski prospeknya positif, Ripple tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Persaingan di sektor infrastruktur blockchain untuk enterprise semakin ketat, dengan banyak perusahaan lain menawarkan solusi serupa dalam hal custody dan manajemen likuiditas.

Selain itu, adopsi institusional masih sangat bergantung pada kepastian regulasi dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, jika Ripple mampu memanfaatkan reputasi dan jaringan globalnya untuk mendorong integrasi lebih luas, perusahaan berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.

Indikator yang Perlu Dipantau

Untuk menilai dampak nyata ekspansi ini, pelaku pasar dapat memantau beberapa indikator utama.

Dimulai dengan peningkatan jumlah klien enterprise yang menggunakan platform Ripple, juga dengan memantau lonjakan volume transaksi dan penyelesaian lintas negara.

Pertumbuhan utilisasi XRP dalam proses likuiditas dan settlement pun tak luput dari pantauan, serta memperhatikan integrasi tambahan dengan institusi keuangan global.

Jika metrik-metrik tersebut menunjukkan tren positif, ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

Langkah Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, dan automated payout menandai evolusi penting dalam strategi bisnisnya.

Perusahaan kini tidak hanya fokus pada remitansi, tetapi membangun ekosistem keuangan digital yang lebih komprehensif untuk kebutuhan enterprise.

Apabila implementasi berjalan optimal dan adopsi institusional meningkat, ekspansi ini berpotensi mendorong utilisasi XRP sekaligus memperkuat posisi Ripple di industri blockchain global.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada seberapa cepat layanan baru ini diadopsi serta dampaknya terhadap pertumbuhan volume dan aktivitas jaringan Ripple secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pump.fun Ekspansi Fitur, Dukung Perdagangan Token Lintas Launchpad

Platform meme coin berbasis Solana, Pump.fun, resmi memperluas cakupan aplikasinya dengan mendukung perdagangan aset di luar token native yang diluncurkan melalui platform mereka.

Dilansir dari Cryptobriefing, ekspansi ini mencakup token dari launchpad lain serta aset populer di jaringan Solana seperti USDC dan Wrapped Bitcoin yang dijembatani melalui Wormhole.

Langkah strategis ini menandai pergeseran posisi Pump.fun dari sekadar launchpad meme coin menjadi antarmuka perdagangan (trading interface) yang lebih umum dan terintegrasi dalam ekosistem Solana.

Baca Juga: 3 Altcoin Pump.fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan

Dari Launchpad ke Trading Hub

Selama ini, Pump.fun dikenal sebagai platform yang mempermudah peluncuran dan perdagangan meme coin secara instan di Solana.

Namun, dengan memperluas dukungan aset, aplikasi tersebut kini berupaya mengurangi kebutuhan pengguna untuk berpindah-pindah aplikasi saat melakukan transaksi lintas token.

Dengan integrasi token dari launchpad lain dan aset besar seperti USDC serta WBTC, pengguna dapat melakukan perdagangan lebih fleksibel langsung dalam satu ekosistem.

Strategi ini berpotensi meningkatkan “stickiness” atau tingkat retensi pengguna, karena trader tidak perlu lagi membuka DEX atau agregator lain untuk menukar aset non-native.

Potensi Kenaikan Volume dan Efisiensi Eksekusi

Ekspansi fitur ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dan aktivitas di dalam aplikasi.

Jika Pump.fun mampu menghadirkan kualitas eksekusi dan sistem routing order yang kompetitif, maka pengalaman pengguna bisa meningkat signifikan.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada kualitas teknis implementasinya.

“Jika kualitas eksekusi dan routing meningkat, ini dapat meningkatkan stickiness dan volume dengan mengurangi friksi multi-aplikasi. Jika tidak, berisiko hanya kosmetik dibandingkan rute DEX utama dan agregator,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, jika sistem order routing tidak optimal atau harga yang diperoleh pengguna kalah kompetitif dibandingkan DEX besar dan agregator likuiditas, maka ekspansi ini hanya akan menjadi fitur tambahan tanpa dampak signifikan terhadap volume.

Tantangan: Bersaing dengan DEX dan Agregator

Ekosistem Solana saat ini telah memiliki sejumlah DEX dan agregator yang menawarkan likuiditas dalam dan harga optimal melalui smart routing.

Pump.fun harus memastikan bahwa fitur barunya mampu bersaing dari sisi slippage rendah, kecepatan eksekusi, kedalaman likuiditas, dan biaya transaksi kompetitif.

Jika kualitas eksekusi tidak optimal, pengguna berisiko kembali menggunakan DEX utama atau agregator yang telah terbukti efisien.

Namun, jika Pump.fun berhasil memadukan kemudahan penggunaan dengan performa eksekusi yang solid, platform ini berpotensi menjadi pintu masuk (gateway) utama bagi trader ritel di Solana.

Dampak bagi Ekosistem Solana

Langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi Solana sebagai ekosistem dengan pengalaman trading yang terintegrasi.

Integrasi USDC dan WBTC melalui Wormhole membuka akses ke likuiditas berbasis stablecoin dan Bitcoin dalam satu antarmuka.

Hal ini penting karena stablecoin seperti USDC sering menjadi pasangan utama perdagangan, sementara WBTC memungkinkan eksposur terhadap Bitcoin dalam ekosistem Solana.

Dengan menyediakan akses langsung ke aset-aset tersebut, Pump.fun memperluas basis pengguna potensialnya dari sekadar trader meme coin menjadi trader kripto umum.

Bakal Jadi Game Changer?

Secara strategis, ekspansi ini menunjukkan ambisi Pump.fun untuk berevolusi dari niche platform menjadi aplikasi perdagangan yang lebih luas.

Namun, dampak nyata terhadap volume dan adopsi masih perlu dibuktikan melalui data aktivitas beberapa minggu ke depan.

Indikator yang perlu diperhatikan meliputi peningkatan volume perdagangan harian, pertumbuhan jumlah pengguna aktif, lonjakan transaksi lintas aset non-native, hingga stabilitas harga dan likuiditas.

Jika metrik-metrik tersebut meningkat, maka ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah.

Baca Juga: PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat

Ekspansi Pump.fun untuk mendukung perdagangan token lintas launchpad serta aset Solana seperti USDC dan WBTC melalui Wormhole menandai langkah penting menuju platform trading yang lebih komprehensif.

Keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh kualitas eksekusi dan efisiensi routing. Tanpa itu, fitur baru berisiko hanya menjadi tambahan kosmetik di tengah persaingan ketat DEX dan agregator.

Namun, jika implementasinya solid, Pump.fun berpeluang meningkatkan retensi pengguna, volume perdagangan, dan perannya dalam ekosistem Solana secara signifikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 7,55% ke $0,183, Ikuti Arus Reli Pasar Global

Harga Pi Network (PI) melonjak 7,55% dalam 24 jam terakhir ke level $0,183, sedikit mengungguli reli pasar kripto secara keseluruhan yang naik 6,21%.

Kenaikan ini terjadi seiring lonjakan aset berisiko global, termasuk saham teknologi AS, yang mencerminkan sentimen makro yang membaik.

Data menunjukkan bahwa pergerakan Pi memiliki korelasi kuat (0,91) dengan ETF Nasdaq-100, yaitu Invesco QQQ Trust (QQQ).

Korelasi tinggi ini menandakan bahwa reli Pi lebih didorong oleh arus modal makro ke aset berisiko ketimbang faktor spesifik proyek.

Baca Juga: Harga Pi Network Menguat 0,80% Saat Pasar Lesu, Kenaikan Rapuh?

Reli Berbasis Makro, Bukan Katalis Internal

Kenaikan harga Pi terjadi di tengah penguatan luas pasar kripto dan ekuitas global.

Total kapitalisasi pasar kripto melonjak lebih dari 6% dalam sehari, mencerminkan masuknya kembali minat investor terhadap aset berisiko.

Dengan korelasi 0,91 terhadap QQQ, Coinmarketcap melaporkan bahwa Pi Network bergerak hampir seirama dengan saham teknologi AS.

Ini menunjukkan bahwa investor memperlakukan Pi sebagai aset beta tinggi, yakni aset yang sensitif terhadap perubahan sentimen makro, khususnya ekspektasi suku bunga dan likuiditas global.

Artinya, pergerakan ini bukan hasil dari pengumuman besar, kemitraan strategis, atau lonjakan aktivitas on-chain spesifik Pi, melainkan bagian dari reli pasar yang lebih luas.

Volume Meledak 127%, Konfirmasi Momentum

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meski tidak ada katalis fundamental khusus, lonjakan harga Pi kali ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan hingga 127%.

Ini menandakan partisipasi pasar yang jauh lebih besar dibandingkan pergerakan sebelumnya.

Namun, volume tinggi hanya mengonfirmasi kekuatan momentum, bukan menjelaskan penyebab utama kenaikan. Tanpa faktor pendorong internal, arah harga Pi tetap sangat tergantung pada kelanjutan reli makro.

Jika arus modal global kembali melemah, Pi berisiko terkoreksi secepat kenaikannya.

Level Teknis Penting: $0,18 dan $0,19

Secara teknikal, Pi kini menghadapi zona resistance krusial di kisaran $0,185–$0,19. Area ini menjadi hambatan utama yang harus ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

Level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support kunci: $0,175
  • Support minor: $0,18
  • Resistance utama: $0,185–$0,19

Jika Pi mampu bertahan di atas $0,18 dan pasar global tetap bullish, peluang untuk menguji bahkan menembus $0,19 cukup besar.

Namun, penurunan di bawah $0,175 dapat mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek.

Faktor Sentimen: Fear & Greed Index

Indeks Fear & Greed kripto saat ini masih berada di zona “Fear” (29). Artinya, meskipun terjadi reli kuat, sentimen pasar secara umum masih berhati-hati.

Jika indeks ini bergerak menuju zona “Neutral”, reli berpotensi mendapat dorongan tambahan. Sebaliknya, jika sentimen kembali memburuk, aset beta tinggi seperti Pi kemungkinan akan mengalami tekanan jual lebih besar dibandingkan aset defensif.

Outlook Jangka Pendek: Cautiously Bullish

Dalam konteks tren saat ini, bias jangka pendek untuk Pi dapat dikategorikan sebagai cautiously bullish: positif namun sangat bergantung pada momentum eksternal.

Skenario yang perlu dipantau:

  1. Bullish breakout: Penutupan harga di atas $0,19 dengan volume tinggi dapat mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
  2. Konsolidasi sehat: Bertahan di atas $0,18 sambil membangun basis volume stabil.
  3. Reversal: Penurunan di bawah $0,175 dapat membatalkan struktur uptrend jangka pendek.

Pertanyaan utama bagi investor adalah apakah Pi mampu “decouple” dari beta makro dan mempertahankan kenaikan jika pasar global mulai mendingin.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound Tipis ke Level $68.284

Kenaikan 7,55% Pi ke $0,183 merupakan bagian dari reli pasar kripto yang lebih luas, dengan korelasi tinggi terhadap pergerakan saham teknologi AS melalui QQQ.

Lonjakan volume memperkuat momentum, tetapi tidak menunjukkan adanya katalis internal spesifik. Selama reli makro berlanjut dan harga bertahan di atas $0,18, peluang pengujian $0,19 tetap terbuka.

Namun, tanpa dukungan fundamental proyek, arah Pi Network tetap sangat bergantung pada sentimen pasar global.

Investor disarankan memantau level teknikal kunci dan dinamika makro sebelum mengambil keputusan dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

Likuiditas XRP di bursa kripto Binance dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari XRP Binance 30-Day Liquidity Index menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan relatif terhadap suplai yang tersedia di platform tersebut.

Indeks likuiditas saat ini berada di sekitar 0,097, sementara tingkat turnover 30 hari tercatat sekitar 7,02 miliar XRP. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan perlambatan aktivitas perdagangan XRP di salah satu bursa terbesar dunia.

Penurunan Aktivitas Sejak 2025

Dilaporkan BeInCrypto, indeks ini mengukur rasio antara volume perputaran token selama 30 hari dengan total suplai yang tersedia di platform. Dengan metode tersebut, indikator mampu menggambarkan tingkat aktivitas perdagangan relatif terhadap cadangan aset di bursa.

Pada periode 2022 hingga 2024, indeks likuiditas XRP sempat menunjukkan lonjakan kuat dengan nilai yang melampaui angka 3. Saat itu, volume turnover bahkan mendekati 180 hingga 240 miliar XRP.

Fase tersebut mencerminkan lingkungan perdagangan yang sangat aktif dengan spekulasi tinggi dan likuiditas yang kuat di pasar.

Namun kondisi mulai berubah sepanjang 2025. Aktivitas perdagangan mengalami penurunan bertahap, membuat indeks likuiditas turun di bawah 1 dan akhirnya mencapai level sangat rendah seperti saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, likuiditas yang rendah bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

“Jika holder mulai distribusi, harga bisa mengalami tekanan jual signifikan,” katanya.

Baca juga: 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

Sensitivitas Harga Bisa Meningkat

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan likuiditas tidak selalu berarti harga akan langsung melemah. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan perputaran suplai di bursa sedang menurun.

Dalam lingkungan likuiditas rendah, pergerakan harga cenderung menjadi lebih sensitif terhadap arus masuk atau keluar dana dalam jumlah besar. Artinya, transaksi berskala besar dapat memicu perubahan harga yang lebih tajam dibandingkan kondisi pasar yang sangat likuid.

Dengan indeks likuiditas yang kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, pasar XRP dinilai berada dalam fase menunggu. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan turnover melonjak, perubahan tersebut dapat dengan cepat memengaruhi dinamika harga di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga

Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.

Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.

Profit Holder Jangka Pendek Naik

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.

Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.

Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.

Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.

Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

Arus Masuk ke Bursa Menguat

Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.

Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.

Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.

Pola Bearish Flag Muncul

Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.

Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.

Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.

Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.

Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Aktivitas penarikan Ethereum (ETH) dari bursa kripto melonjak tajam sepanjang Februari 2026. Data terbaru menunjukkan total penarikan mencapai sekitar 31,6 juta ETH, menjadi angka tertinggi sejak November tahun lalu.

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku investor sekaligus menandakan pergeseran dinamika suplai Ethereum di bursa terpusat (centralized exchanges). Ketika aset dipindahkan keluar dari bursa, jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung menjadi lebih terbatas.

Binance Pimpin Arus Penarikan

Dari sisi bursa, Binance mencatat volume penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Dominasi ini mencerminkan posisi Binance sebagai bursa dengan likuiditas terbesar, sehingga aktivitas besar sering terpusat di platform tersebut saat terjadi perubahan struktur pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, OKX menempati posisi kedua dengan penarikan sekitar 3,83 juta ETH. Sementara itu, Kraken berada di peringkat ketiga dengan total sekitar 1,04 juta ETH yang ditarik selama periode yang sama.

Konsentrasi aktivitas pada bursa besar seperti Binance, OKX, dan Kraken menunjukkan bahwa pergerakan dana skala besar sedang terjadi di ekosistem Ethereum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Penarikan masif dari exchange bisa mendahului rally harga karena berkurangnya supply di bursa.

“Monitor apakah tren ini berlanjut untuk sinyal bullish,” jelasnya.

Sinyal Perubahan Dinamika Pasar

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penarikan aset dalam jumlah besar biasanya diartikan sebagai perpindahan dana ke dompet pribadi atau cold storage. Langkah ini sering diasosiasikan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau reposisi portofolio oleh investor.

Ketika arus keluar terjadi pada level harga yang sensitif, pergerakan tersebut dapat mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang atau strategi pengurangan eksposur perdagangan jangka pendek.

Dengan total penarikan lebih dari 31 juta ETH, pasar kini berada pada titik penting. Jika tren ini berlanjut, pasokan Ethereum di bursa dapat semakin menyusut, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dalam waktu mendatang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com