Tag Archives: altcoin

Aster Berpotensi Naik 400% di Tengah Gebrakan YZi Labs

Dunia kripto tengah menyoroti langkah besar yang berkaitan dengan ASTER dan YZi Labs, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai Binance Labs, setelah mengumumkan pendanaan ekosistem senilai $1 miliar untuk mempercepat pengembangan Web3, AI, dan blockchain. Namun di balik gebrakan tersebut, satu nama mencuri perhatian: Aster (ASTER), DEX berbasis BNB Chain yang baru meluncur dan sudah melesat ribuan persen.

YZi Labs Siapkan Dana Jumbo untuk Ekosistem BNB Chain

Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi rebranding YZi Labs untuk memperluas jangkauan investasi dan memperkuat jalur inovasi di dalam ekosistem BNB Chain. Sejarah menunjukkan bahwa inisiatif besar seperti ini sering kali menjadi katalisator bagi pertumbuhan eksplosif proyek-proyek yang terlibat di dalamnya.

YZi Labs juga akan mengintegrasikan program YZi Residency dengan akselerator Most Valuable Builder (MVB) milik BNB Chain, di mana proyek-proyek terpilih bisa memperoleh pendanaan hingga $500.000 serta dukungan langsung dari tim inti BNB Chain.

Aster: Kandidat Potensial dalam Ekosistem Miliaran Dolar

Di antara banyak proyek Web3 yang sedang berkembang di BNB Chain, Aster (ASTER) disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mendapatkan dukungan dari dana ekosistem YZi Labs.

Dilaporkan Coinspeaker, DEX ini dibangun di atas BNB Chain dan telah mencatat lonjakan harga lebih dari 2.000% hanya dalam beberapa minggu sejak diluncurkan. Kecepatan adopsi Aster dan kesesuaiannya dengan visi ekspansi DeFi BNB membuatnya menonjol di antara pesaing lain.

Dengan BNB Chain yang kini memimpin dalam volume transaksi harian, aktivitas DEX, dan jumlah pengguna aktif, mencapai hampir 57,8 juta alamat aktif bulanan, Aster memiliki landasan yang sangat kuat untuk mendorong reli berikutnya.

Analisis Teknis: Aster Bersiap untuk Penembusan Besar

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Prediksi Harga Aster 2025–2026: Potensi & Risiko

Saat ini, harga Aster berada di kisaran $1,76, turun sekitar 3,5% dalam 24 jam terakhir. Pola harga menunjukkan formasi segitiga simetris, yang sering kali menjadi pertanda fase konsolidasi sebelum penembusan volatilitas tinggi.

  • Support kuat berada di sekitar $1,50.
  • Resistance utama berada di level $3, $5, dan $10, dengan target kenaikan potensial mencapai 400% dari harga saat ini.
  • RSI netral dan MACD mendatar menunjukkan pasar tengah menunggu katalis besar berikutnya sebelum arah baru terbentuk.

Jika ASTER berhasil menembus resistance atas, momentum bullish bisa membawa token ini ke level psikologis yang jauh lebih tinggi, sejalan dengan arus investasi baru yang mungkin mengalir dari dana YZi Labs.

Tahap Konsolidasi Sebelum Lonjakan Baru?

Secara fundamental, Aster berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari inisiatif miliaran dolar YZi Labs. Dukungan pendanaan, peningkatan likuiditas, dan kolaborasi dengan ekosistem BNB yang sudah mapan bisa memperkuat posisi ASTER sebagai salah satu pemain utama DeFi generasi baru.

Jika momentum positif di ekosistem BNB Chain terus meningkat, fase konsolidasi Aster saat ini bisa menjadi batu loncatan menuju reli berikutnya. Investor jangka menengah hingga panjang mungkin melihat periode ini sebagai kesempatan akumulasi sebelum proyek memasuki fase pertumbuhan baru.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Lepas XRP Rp7 Triliun! Apakah Support $2,72 Siap Jebol?

Penurunan besar-besaran sedang mengguncang pasar XRP. Dalam 30 hari terakhir, investor besar, atau yang dikenal sebagai “whale” kripto, dilaporkan melepas hampir 440 juta token XRP senilai lebih dari Rp7 triliun, memicu kekhawatiran akan potensi jatuhnya harga ke bawah level krusial $2,72.

Apakah ini sinyal kehancuran selanjutnya, atau justru kesempatan emas untuk masuk?

Aksi Jual Besar-besaran Uji Kekuatan Support XRP

XRP saat ini berada dalam fase genting. Harga terus bergerak di bawah garis tren menurun, berkonsolidasi di kisaran $2,80, hanya sedikit di atas support penting di $2,72.

Sejak Agustus, level ini telah menjadi “benteng pertahanan” bagi XRP, setiap kali harga menyentuhnya, pembeli muncul dan mendorong harga kembali naik. Namun, tekanan jual dari investor besar kini menguji ketahanan zona tersebut.

Jika level $2,72 berhasil dipertahankan, XRP berpeluang rebound ke $3,08. Namun, jika jebol, pasar berisiko menyentuh support berikutnya di $2,39—yang bisa memperpanjang tren bearish.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Prediksi Seram Peter Brandt: XRP Bisa Ambruk 20%, Berapa Harganya?

Data On-Chain Ungkap Sentimen Negatif

Dilaporkan AMBcrypto, aksi jual paus bukan satu-satunya sinyal bahaya. Metrik on-chain juga menunjukkan pelemahan jaringan dan turunnya kepercayaan investor.

Rasio MVRV (Z-Score) XRP kini berada di 2,21, level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Ini berarti rata-rata pemegang XRP kini memiliki margin keuntungan yang menipis. Biasanya, penurunan MVRV bisa menandakan potensi undervaluasi—tapi juga memperlihatkan bahwa investor semakin berhati-hati terhadap prospek jangka pendek.

Sementara itu, rasio NVT (Network Value to Transaction) melonjak ke 393, menandakan valuasi XRP kini lebih tinggi dibanding aktivitas transaksinya. Dengan kata lain, nilai pasar XRP tidak lagi didukung oleh utilitas jaringan yang kuat.

Ketika NVT terlalu tinggi, pasar sering kali memasuki fase overvaluasi—dan bila aktivitas jaringan tak segera pulih, harga bisa kembali tertekan.

Optimisme Investor Mulai Memudar

Kombinasi antara aksi jual paus, penurunan MVRV, dan lonjakan NVT menggambarkan pasar yang rapuh. Investor tampak mulai kehilangan keyakinan, menunggu katalis baru yang bisa menghidupkan kembali momentum bullish XRP.

Namun, masih ada secercah harapan. Pola historis menunjukkan bahwa setiap kali XRP mendekati level $2,70–$2,75, minat beli meningkat. Bila pola itu kembali terulang, kita bisa melihat rebound singkat menuju $3,08 sebelum arah pasar ditentukan.

Akankah XRP Bangkit atau Tumbang?

Pasar saat ini berada di titik kritis. Semua mata tertuju pada zona $2,72, benteng terakhir yang memisahkan XRP dari potensi pemulihan atau penurunan yang lebih dalam.

Jika pembeli mampu mempertahankan level ini, skenario “fake breakdown” bisa terjad, membuka peluang bagi XRP untuk melanjutkan kenaikan jangka menengah. Tapi jika tekanan jual terus meningkat, $2,39 mungkin akan menjadi panggung berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Faktor Pendorong Harga Pi Network Turun Hari Ini

Harga Pi Network turun 3,56% selama 24 jam terakhir menjadi $0,229, sekaligus memperpanjang penurunan mingguan sebesar 12,47%.

Faktor-faktor kunci meliputi penundaan pembaruan protokol, kekhawatiran kelebihan pasokan, dan lemahnya teknikal.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Jumat (10/10), secara umum penurunan harga Pi dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

Baca Juga: Pi Network di Persimpangan: Harga Tertekan, Peluang Masih Terbuka

1. Penundaan Peningkatan Jaringan Utama (Dampak Bearish)

Pembaruan Protokol v23 Pi yang penting untuk skalabilitas dan perangkat DeFi diperkirakan baru akan dirilis pada akhir Q4 2025 atau Q1 2026.

Meskipun pengujian sedang berlangsung, jadwal Tim Inti Pi yang berhati-hati telah membuat frustrasi para pemegang yang mengantisipasi permintaan yang didorong oleh utilitas.

Ini berarti, penundaan tersebut memperpanjang status “aset spekulatif” PI, sehingga mengurangi minat pembeli baru.

Tanpa pencatatan di bursa utama sejak Februari 2025, likuiditas tetap tipis (volume 24 jam $28 juta), yang memperkuat volatilitas.

Menghadapi situasi ini, investor perlu memperhatikan kemajuan peluncuran Testnet 2 dan adopsi pengembang terhadap Rust SDK Pi.

2. Kelebihan Pasokan Token

Lebih dari 120 juta token PI akan dibuka dalam 30 hari ke depan. Dikombinasikan dengan 8,25 miliar pasokan yang beredar, hal ini berisiko mengalami dilusi lebih lanjut di tengah melemahnya permintaan.

Itu berarti, penambang awal dan afiliasi proyek mungkin menjual token yang sudah dibuka, terutama karena PI turun 90% dari harga ATH $2,98.

Namun, perputaran yang rendah (1,83% dari kapitalisasi pasar) menunjukkan pasar tidak dapat menyerap pesanan jual dalam jumlah besar tanpa slippage.

3. Kelemahan Teknis (Dampak Bearish)

PI diperdagangkan 54% di bawah EMA 200 harinya ($0,606) dengan RSI7 di 13,3 yang mengindikasikan kondisi pasar lesu.

Sementara zona $0,23–$0,25 sejajar dengan retracement Fibonacci 78,6%, area support yang krusial.

Meskipun data jual tengah lesu, PI tidak memiliki divergensi bullish dalam MACD atau lonjakan volume yang diperlukan untuk pemulihan.

Artinya, penutupan di bawah $0,22 dapat memicu aksi jual panik menuju $0,15.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Bangkit 2,28% di Tengah Tren Turun

Secara keseluruhan, penurunan harga PI mencerminkan tiga ancaman utama, yaitu katalis utilitas yang tertunda, dilusi tokenomik, dan dukungan teknis yang terputus.

Risiko penurunan tetap dominan hingga Tim Inti Pi Network memberikan peningkatan atau tekanan pasokan mereda.

Dapatkah PI mempertahankan dukungan $0,22 menjelang pembukaan pada bulan Oktober, atau akankah memudarnya likuiditas memicu penurunan baru? Cuma waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ALICE Meroket 30% dalam Sehari: Apa Pemicu Lonjakan Ini?

Harga My Neighbor Alice (ALICE) saat ini berada di $0.465703 per ALICE/USD, mencatatkan kenaikan +30,22% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya mencapai $45,54 juta USD, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak drastis menjadi $516,24 juta USD.

Dengan pasokan yang beredar sebanyak 97,8 juta ALICE, token ini kini menempati peringkat ke-627, menandai kebangkitan signifikan setelah sempat melemah di kuartal sebelumnya.

Dalam seminggu terakhir, harga ALICE telah naik +44,71%, memperlihatkan momentum positif yang kuat di tengah pasar altcoin yang mulai aktif kembali.

Baca Juga: Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

Pergerakan Harga ALICE dalam 90 Hari Terakhir

Periode Perubahan Harga Persentase
24 jam terakhir +$0.0989 +27.59%
30 hari terakhir +$0.0875 +23.65%
60 hari terakhir +$0.0296 +6.92%
90 hari terakhir -$0.0019 -0.43%

Meski masih berada jauh dari puncak harga tertingginya di masa lalu (ATH di atas $25 pada 2021), lonjakan terbaru menunjukkan tanda-tanda rebound kuat bagi proyek ini, terutama di tengah kembalinya minat investor terhadap token metaverse dan play-to-earn (P2E).

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga ALICE

1. Kebangkitan Narasi Game Blockchain

My Neighbor Alice adalah game blockchain yang memungkinkan pemain membeli, membangun, dan memperdagangkan pulau virtual dalam ekosistem metaverse yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Narasi “metaverse revival” yang mulai bergema di komunitas kripto sejak awal Oktober 2025 menjadi pendorong utama lonjakan permintaan terhadap token ALICE.

Kembali meningkatnya minat terhadap proyek seperti The Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA) turut membawa efek positif bagi ALICE sebagai salah satu pelopor game metaverse berbasis blockchain.

2. Volume Perdagangan Meningkat 10 Kali Lipat

Lonjakan volume perdagangan hingga $516 juta USD menunjukkan aktivitas beli yang sangat kuat.

Volume sebesar ini lebih dari 10 kali lipat kapitalisasi pasar saat ini, menandakan masuknya modal spekulatif dari trader jangka pendek.

Selain itu, likuiditas tinggi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas harga di level psikologis $0.45–$0.50.

3. Ekspektasi Pembaruan Ekosistem dan NFT

Tim pengembang My Neighbor Alice dikabarkan tengah mempersiapkan pembaruan besar pada sistem NFT dan interaksi antar-pemain menjelang akhir 2025.

Pembaruan ini diprediksi akan memperluas integrasi NFT lintas metaverse dan meningkatkan utilitas token ALICE, menjadikannya tidak hanya alat transaksi dalam game, tetapi juga aset ekonomi digital yang memiliki nilai kolektibel tinggi.

Pergerakan harga My Neighbor Alice (ALICE/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga My Neighbor Alice (ALICE/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Kenaikan Umum pada Sektor Gaming Token

Selain faktor internal, ALICE juga terdorong oleh tren kenaikan di sektor token game seperti Gala (GALA) dan Immutable (IMX), yang sama-sama mencatatkan penguatan dua digit minggu ini.

Dengan banyaknya minat terhadap konsep ownership economy dan play-to-earn 2.0, token ALICE berpotensi mendapat keuntungan dari arus modal yang mengalir ke proyek gaming berbasis blockchain.

Prediksi dan Prospek Harga ALICE

Jika momentum saat ini bertahan, ALICE berpotensi menguji resistance di $0.50–$0.55 dalam waktu dekat.

Breakout di atas level tersebut bisa membuka peluang menuju target berikutnya di $0.65–$0.70, terutama bila volume perdagangan tetap tinggi.

Namun, jika aksi ambil untung meningkat, area support utama berada di $0.40, yang dapat menjadi titik akumulasi bagi investor jangka menengah.

Secara teknikal, indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan kondisi mendekati overbought, namun belum ekstrem, menandakan ruang kenaikan masih terbuka sebelum koreksi teknis terjadi.

Baca Juga: Memecoin Ghibli: Ketika AI, Budaya Pop, dan Kripto Bertemu di Solana

Lonjakan harga My Neighbor Alice (ALICE) sebesar 30% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan kembalinya optimisme di sektor metaverse dan game blockchain.

Dengan volume perdagangan harian yang sangat tinggi dan ekspektasi pembaruan ekosistem yang positif, ALICE kini menjadi salah satu altcoin paling aktif di pasar minggu ini.

Meskipun risiko volatilitas tetap tinggi, tren kenaikan ini bisa menjadi sinyal bahwa siklus bullish untuk aset gaming berbasis blockchain mulai kembali terbentuk.

Investor disarankan untuk terus memantau level harga kunci dan perkembangan proyek menjelang akhir tahun.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Curi Perhatian Pasar, Harga PIVX Melambung 46% Dalam Sehari

Harga PIVX (Private Instant Verified Transaction) hari ini mencatat lonjakan signifikan sebesar +46,03% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $0.20384 per PIVX/USD.

Kapitalisasi pasar PIVX kini mencapai $19,82 juta USD, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $56,22 juta, add angka yang menunjukkan peningkatan minat besar dari investor dan trader harian.

Lonjakan besar ini menempatkan PIVX di peringkat ke-926 dalam daftar kripto paling popul, dan menandai salah satu kenaikan tertinggi di pasar altcoin dalam periode mingguan.

Dalam 7 hari terakhir, harga PIVX bahkan melonjak lebih dari 53%, menunjukkan tren bullish yang semakin kuat.

Baca Juga: Riset Mingguan Kripto 16-20 Des: BTC Koreksi, Peluang atau Tantangan?

Pergerakan Harga dan Data Teknis PIVX

Sepanjang 24 jam terakhir, harga PIVX bergerak di antara level terendah $0.134452 dan tertinggi $0.211974, mencerminkan volatilitas tinggi yang menjadi ciri khas altcoin dengan kapitalisasi menengah.

Jika menilik data historis, PIVX sempat mencatat rekor tertingginya di $14.56, yang berarti harga saat ini masih turun lebih dari 98% dari puncaknya.

Meski begitu, tren kenaikan beberapa pekan terakhir mengindikasikan adanya potensi kebangkitan di fase akumulasi pasar altcoin.

Secara teknikal, kenaikan harga PIVX dalam sebulan terakhir mencapai +45,38%, dan dalam tiga bulan terakhir naik +36,8%.

Dengan kenaikan konsisten tersebut, indikator momentum seperti RSI dan MACD menunjukkan potensi breakout jangka menengah jika volume tetap tinggi.

Pergerakan harga PIVX (PIVX/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga PIVX (PIVX/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Faktor yang Memengaruhi Lonjakan Harga PIVX

1. Peningkatan Aktivitas Jaringan dan Fokus pada Privasi

PIVX dikenal sebagai salah satu proyek kripto dengan fokus utama pada privasi transaksi dan kecepatan transfer.

Sejak awal, PIVX dibangun di atas kode dasar Dash namun dikembangkan dengan fitur tambahan seperti Proof-of-Stake v3.0 dan zPIV protocol untuk transaksi anonim.

Kenaikan harga baru-baru ini kemungkinan besar didorong oleh meningkatnya perhatian pasar terhadap token privasi (privacy coins), di tengah kekhawatiran global tentang pengawasan data dan regulasi KYC yang semakin ketat di sektor kripto.

2. Volume Perdagangan yang Meledak

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan PIVX mencapai $56 juta, hampir tiga kali lipat dari kapitalisasi pasarnya.

Kondisi ini menunjukkan terjadinya lonjakan permintaan spekulatif, kemungkinan dari para trader yang mencari aset dengan potensi short-term gain di tengah pasar kripto yang cenderung sideways.

Tingginya volume juga sering menjadi sinyal kuat akan momentum jangka pendek, meskipun di sisi lain bisa diikuti oleh koreksi jika tekanan jual meningkat.

3. Spekulasi Pasar Altcoin

Kenaikan PIVX juga bisa dikaitkan dengan rotasi modal ke altcoin berkapitalisasi kecil dan menengah, yang sering terjadi setelah Bitcoin dan Ethereum mengalami fase konsolidasi harga.

Investor mencari peluang di proyek lama dengan fundamental kuat namun undervalued dan PIVX termasuk dalam kategori ini.

4. Narasi Privasi di Tengah Ketatnya Regulasi

Tren global menunjukkan banyak negara mulai memperketat aturan terhadap transaksi kripto.

Namun, sebagian komunitas justru menilai hal ini sebagai alasan kuat untuk kembali ke aset dengan fitur privasi tinggi.

PIVX, yang mengedepankan transaksi anonim dan desentralisasi penuh, menjadi pilihan menarik bagi investor yang mendukung prinsip privacy-first blockchain.

Prospek dan Prediksi Harga PIVX

Jika momentum kenaikan saat ini berlanjut, harga PIVX berpotensi menguji level resistance kuat di $0.25, sementara support terdekat berada di kisaran $0.17.

Breakout di atas $0.25 bisa membuka ruang menuju target psikologis $0.30, terutama jika volume perdagangan tetap di atas $50 juta per hari.

Namun, jika pasar mulai mengalami koreksi atau aktivitas profit-taking meningkat, harga bisa terkoreksi kembali ke area $0.15–$0.16 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

Dalam jangka menengah, kombinasi faktor seperti peningkatan minat terhadap privasi, pembaruan teknologi di jaringan PIVX, dan potensi adopsi baru dari komunitas dapat menjaga momentum positif proyek ini.

Lonjakan harga PIVX hari ini sebesar 46% menjadi bukti bahwa pasar masih memiliki minat besar terhadap aset yang mengedepankan privasi dan kecepatan transaksi.

Dengan volume perdagangan yang melonjak tajam dan tren kenaikan konsisten selama sebulan terakhir, PIVX kembali muncul di radar investor kripto global.

Baca Juga: Curi Perhatian Pasar, Harga PIVX Melambung 46% Dalam Sehari

Meskipun masih jauh dari rekor tertingginya, pergerakan positif ini bisa menjadi sinyal awal dari fase kebangkitan altcoin lama yang memiliki fundamental kuat.

Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati, karena volatilitas tinggi juga membuka peluang koreksi tajam dalam waktu singkat.

Seperti biasa, lakukan riset mendalam (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi di pasar kripto yang dinamis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Rilis Kohaku, Peningkatan Privasi Terbaru untuk Wallet

Dalam upaya memperkuat privasi dan keamanan pengguna, tim pengembang Ethereum baru-baru ini memperkenalkan inisiatif Kohaku.

Kohaku merupakan sebuah roadmap modular yang bertujuan menghadirkan alat privasi dan keamanan baru ke ekosistem wallet Ethereum.

Melalui Kohaku, pengembang berharap agar dompet Ethereum masa depan tidak lagi bergantung pada layanan terpusat yang rentan melacak aktivitas pengguna.

Menurut laporan Cointelegraph pada Jumat (10/10), Kohaku pertama kali diumumkan lewat blog resmi oleh Nicolas Consigny, koordinator di Ethereum Foundation.

Kohaku dirancang sebagai susunan primitives (komponen dasar) yang bisa dipakai pengembang dan pengguna mahir untuk membangun fitur keamanan dan privasi.

Baca Juga: Prediksi Ethereum: Cowen Ramal Kapan Pucuk Siklus & Bear Market

Apa Itu Kohaku dan Tujuan Utamanya

Pada intinya, Kohaku akan menyediakan:

  • SDK modular, software development kit untuk membangun fungsi dompet yang aman.
  • Wallet referensi, dompet contoh (sebagai ekstensi browser) berbasis Ambire yang menunjukkan bagaimana alat-alat privasi bekerja dalam praktik.
  • Fitur-fitur seperti private sending & receiving, menyembunyikan alamat IP, serta broadcasting transaksi secara peer-to-peer (P2P) tanpa melewati RPC (remote procedure call) server terpusat.
  • Mekanisme social recovery berbasis teknologi seperti ZK Email atau Anon Aadhaar, yang memungkinkan pengguna memulihkan akses dompet tanpa mengorbankan privasi. ZK Email menggunakan bukti nol-pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk verifikasi anonim.
  • Ambisi jangka panjang agar dompet menjadi sedekat mungkin ke “silicon” (perangkat keras), termasuk ide browser Ethereum native yang meminimalkan kebocoran data saat pengguna berinteraksi dengan DApp, IPFS, dan jaringan terdesentralisasi lainnya.

Kohaku dibangun dengan kolaborasi dari tim-tim terkenal dalam ekosistem Ethereum, seperti Ambire, Railgun, DeFi Wonderland, Helios, dan Oblivious Labs.

Proyek ini bersifat open source, dan komunitas pengembang didorong untuk berkontribusi melalui GitHub.

Privasi sebagai Fokus Baru Ethereum

Roadmap Kohaku mencerminkan pergeseran dalam fokus Ethereum. Tidak hanya pada skalabilitas atau kecepatan, tapi juga menjaga privasi dan keamanan tingkat tinggi bagi pengguna dompet.

Di samping itu, Ethereum Foundation baru-baru ini meluncurkan inisiatif Privacy Cluster, sebuah kelompok yang terdiri dari puluhan peneliti, insinyur, dan kriptografer untuk mengembangkan fitur privasi di protokol layer-1 Ethereum.

Cluster ini bekerja berdampingan dengan tim PSE (Privacy and Scaling Explorations), dan akan menggarap projek seperti Private Reads & Writes, Private Identities, dan infrastruktur zero-knowledge di lapisan protokol.

Kohaku kemudian menjadi bagian penting dari usaha ini, khusus untuk aspek dompet pengguna.

Tantangan & Implikasi Teknologi

1. Transisi dari Reliansi Sentral ke Desentralisasi Wallet

Salah satu tantangan terbesar adalah memindahkan bagian kritikal dompet (broadcast transaksi, penyembunyian IP) dari layanan pusat ke sistem peer-to-peer, tanpa mengorbankan kegunaan atau kecepatan transaksi.

2. Penggunaan Teknologi Zero-Knowledge & Verifikasi Anonim

Teknologi seperti ZK Email dan Anon Aadhaar memungkinkan verifikasi identitas atau pemulihan akun tanpa membocorkan data. Namun, integrasi teknologi ini secara luas dalam dompet harus mempertimbangkan efisiensi, keamanan, dan adopsi pengguna.

3. Kompleksitas Bagi Pengembang & Pengguna Mahir

Karena Kohaku bersifat modular dan cenderung ditujukan untuk pengguna & pengembang tingkat lanjut, adopsi luas mungkin memerlukan dokumentasi, interoperabilitas, dan antarmuka yang ramah pengguna agar tidak hanya diakses oleh pengembang kripto saja.

4. Risiko Leak Data & Edge Case Keamanan

Saat menambahkan lapisan privasi yang kompleks, harus diuji secara ketat agar tidak muncul celah yang dapat menjadi titik bocor data atau vektor serangan. Implementasi yang buruk justru bisa melemahkan keamanan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak yang Diharapkan & Proyeksi ke Depan

Jika Kohaku diadopsi secara luas, beberapa dampak yang mungkin muncul:

  • Dompet Ethereum menjadi lebih aman dan privat — pengguna bisa mengirim dan menerima aset tanpa jejak eksplisit di layanan pusat.
  • Penurunan ketergantungan terhadap RPC publik / node eksternal, yang selama ini menjadi titik pengawasan potensial terhadap aktivitas transaksi.
  • Meningkatnya kepercayaan di mata pengguna yang peduli privasi, khususnya di negara dengan regulasi yang ketat atau pengawasan digital tinggi.
  • Dorongan inovasi dompet baru yang mengambil SDK Kohaku sebagai fondasi, membuka ekosistem baru aplikasi dompet privacy-first.

Baca Juga: Ethereum Tergelincir 5%! Koreksi Tajam Bikin Pasar Guncang?

Peluncuran Kohaku menunjukkan bahwa pengembang Ethereum melihat privasi sebagai aspek esensial untuk masa depan ekosistemnya — bukan sebagai fitur tambahan semata.

Dengan menyediakan kerangka modular, fitur sosial recovery anonim, broadcasting P2P, dan kolaborasi dengan tim privasi lainnya, roadmap ini punya potensi mengubah cara dompet Ethereum beroperasi.

Namun, jalan menuju implementasi penuh masih panjang: integrasi teknologi zero-knowledge, antarmuka pengguna yang mudah, dan jaminan keamanan adalah tantangan utama.

Bagi pengguna dan developer Ethereum, Kohaku merupakan langkah yang sangat dinantikan dalam evolusi privasi kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Panik, Whale dan Smart Money Keluar Pasca DeFiLlama Delisting Aster

Delisting Aster baru-baru ini dari DeFiLlama telah memicu koreksi dalam permintaan untuk native token-nya, ASTER. 

Setelah penghapusan DEX dan meningkatnya keraguan atas akurasi datanya, kinerja harga ASTER menjadi datar, mencerminkan ketidakpastian di pasar. Saat ini investor utama telah mengurangi kepemilikan token mereka, membuat altcoin ini bersiap mengalami pergerakan ke bawah, seiring melemahnya sentimen.

Hadapi Krisis Kepercayaan Setelah Delisting DeFiLlama

Pada 5 Oktober, pendiri platform analitik decentralized finance (DeFi) terkemuka DeFiLlama0xngmi mengumumkan di X bahwa volume yang dilaporkan Aster tampaknya mencerminkan pasar perpetual Binance, menimbulkan kekhawatiran tentang akurasi datanya. 

Pengungkapan ini mendorong DeFiLlama untuk menghapus Aster dari daftar mereka, memicu perdebatan apakah lonjakan volume perdagangan Aster yang pesat itu organik atau sengaja dibesar-besarkan.

Sejak delisting DEX, native token-nya, ASTER, mengalami sidewaysAltcoin ini menunjukkan keseimbangan relatif antara tekanan beli dan jual seiring kontroversi yang berlanjut. 

Namun, data on-chain menunjukkan bahwa whale telah mendistribusikan kepemilikan mereka secara signifikan, tanda jelas bahwa investor besar berubah menjadi bearish. Menurut Nansen, wallet whale dengan kepemilikan ASTER bernilai lebih dari US$1 juta telah mengurangi pasokan token mereka sebesar 12% sejak hari Minggu.

ASTER Whale Holding
ASTER Whale Holding | Sumber: Nansen

Penurunan akumulasi whale ini memperkuat sentimen bearish terhadap ASTER dan bisa mendorong penurunan di bawah rentang sempitnya dalam waktu dekat.

Selain itu, investor smart money juga mulai mengurangi eksposur. Menandakan bahwa holder utama fokus mencegah kerugian lebih lanjut daripada mengakumulasi. Menurut Nansen, kelompok holder ASTER ini telah mengurangi pasokan mereka sebesar 37% sejak delisting DEX. 

Penyedia data mendefinisikan “smart money” sebagai investor berpengalaman, institusi, dan trader berkinerja tinggi yang aktivitas on-chain-nya sering menandakan tren pasar awal dan peluang berkeyakinan tinggi. 

Oleh karena itu, pengurangan kepemilikan ASTER mereka dapat semakin mengikis kepercayaan trader, membuka jalan untuk potensi penurunan harga.

Harga ASTER di Ambang Jurang, Mampukah Bulls Pertahankan US$2,03

Memulihkan kepercayaan pada datanya mungkin menjadi kunci untuk menstabilkan harga ASTER dan mencegah penurunan pasar yang lebih dalam. Altcoin ini diperdagangkan mendekati lantai support pada saat penulisan di US$2,0303.

Jika tekanan bearish meningkat, ASTER bisa turun, menembus level support ini, dan jatuh menuju US$1,7119.

Analisis Harga ASTER | Sumber: TradingView

Namun, jika permintaan kembali ke pasar, ASTER bisa mencoba untuk mengunjungi kembali harga tertinggi sepanjang masanya di US$2,4360.

Bagaimana pendapat Anda tentang nasib ASTER pascaa delisting DeFiLlama ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Abiodun Oladokun
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Meme Coin Mana yang Bisa Meledak di 2025? Prediksi & Analisis

ChatGPT menelisik lanskap meme coin terkini dan menemukan pola-pola menarik di balik hiruk-pikuknya. Analisis mengungkap bahwa di tengah kesemrawutan pasar, sesungguhnya tersimpan ritme-ritme tertentu, sinyal yang berulang, dan peluang autentik untuk 2025. Namun, apa sebenarnya dinamika yang menentukan apakah sebuah meme token melesat bak roket hype atau justru lenyap tanpa jejak?

Kami “memberi makan” ChatGPT dengan data dan pengamatan tren terbaru untuk menjawab satu tanya besar: meme coin mana yang berpotensi meledak selanjutnya—dan apa yang perlu diwaspadai para investor?

Meme Coin yang Kini Memimpin

Di ranah meme coin, sejumlah token menonjol bukan hanya lewat gaung di media sosial, tetapi juga melalui kapitalisasi pasar dan volume yang menggelegak:

  • PEPE (PEPE) : Mencatat kapitalisasi pasar sekitar US$4,6 miliar pada 2025, ditopang oleh partisipasi komunitas yang sangat aktif. Token ini juga menampilkan minat besar di decentralized exchange (DEX).
  • BONK (Solana) : Salah satu meme coin paling menonjol di ekosistem Solana, yang telah menembus status “mass meme coin”. Kapitalisasi pasarnya nyaris mencapai US$3 miliar tahun ini dan kembali menanjak sejak pertengahan Mei 2025—meski diiringi volatilitas yang terbilang ekstrem.
  • Shiba Inu (SHIB) : Meme coin klasik dengan ekosistem luas (Shibarium, ShibaSwap, dan lainnya). SHIB kerap dijadikan acuan dalam menilai coin baru yang bermunculan.

Ketiga token tersebut membuktikan bahwa tidak semua sekadar sensasi; sebagian di antaranya memadukan infrastruktur, komunitas, dan volatilitas yang menumbuhkan sorotan nyata.

Penilaian ChatGPT: Potensi dan Risiko

Kami meminta ChatGPT menyoroti faktor-faktor yang paling kentara dalam data—meme coin mana yang memiliki prospek menarik di bawah situasi pasar saat ini, serta risiko apa yang tak bisa diabaikan.

Faktor Potensi Menurut ChatGPT:

  • Keterlibatan komunitas sangat krusial. Meme coin yang ramai diperbincangkan biasanya memperoleh visibilitas luar biasa.
  • Tokenomics: Coin dengan struktur suplai yang jelas, mekanisme seperti token burn, atau sistem distribusi transparan cenderung memiliki masa depan lebih solid.
  • Ekosistem blockchain dan struktur biaya: Solana, misalnya, menawarkan biaya transaksi yang jauh lebih rendah dibanding Ethereum—memberi keuntungan tersendiri bagi meme coin di atasnya.

Risiko yang Disorot ChatGPT:

  • Volatilitas & Likuiditas: Banyak meme coin memperlihatkan fluktuasi ekstrem; sebagian besar volume perdagangan terkonsentrasi di tangan segelintir pelaku pasar besar.
  • Minim keberlanjutan: Proyek tanpa utilitas nyata atau peta jalan yang jelas berisiko ambruk begitu gelombang hype reda.
  • Ancaman regulasi: Meme coin lebih rentan menjadi sasaran pengawasan otoritas, terutama jika dianggap terlalu spekulatif.

Berdasarkan data mutakhir, tren komunitas, dan hasil analisis ChatGPT, berikut beberapa coin yang layak diamati lebih saksama:

Meme Coin Kelebihan Hal yang Perlu Diwaspadai
BONK Posisi kuat di Solana, biaya transaksi rendah, momentum komunitas solid. Volatilitas tinggi, koreksi tajam di masa lalu; potensi hype meredup.
PEPE Dukungan komunitas yang fanatik, nama besar dalam kultur meme, telah terbukti bertahan di beberapa siklus pasar. Suplai besar, kompetisi ketat dari meme coin baru; psikologi pasar sangat dipengaruhi dinamika media sosial.
Shiba Inu (SHIB) Sudah memiliki infrastruktur (Shibarium), kesadaran publik tinggi—menurunkan hambatan persepsi bagi investor baru. Suplai relatif tinggi, kompetisi kuat; biaya dan efisiensi transaksi berbasis Ethereum dapat menjadi hambatan.

Kesimpulan

  • Pada 2025, meme coin bukan lagi fenomena pinggiran: beberapa proyek kini memadukan kekuatan komunitas, daya visibilitas, dan kerangka teknologi sehingga mampu memantik potensi harga yang nyata.
  • BONK dan PEPE saat ini menjadi dua meme coin favorit dengan prospek relatif cerah—terutama bagi mereka yang bersedia mencurahkan waktu untuk observasi dan siap menanggung risiko.
  • Namun, tak satu pun meme coin yang bebas dari bahaya. Siapa pun yang hendak terjun perlu sadar bahwa potensi keuntungan besar selalu berdampingan dengan risiko kehilangan yang tak kalah besar.

Satu pesan penting dari ChatGPT:

Catatan: Artikel ini bukan merupakan nasihat keuangan, melainkan penilaian berbasis data. Sebelum berinvestasi, lakukan riset mandiri (due diligence), tinjau distribusi token, mekanisme penyimpanan, biaya, serta toleransi risiko Anda.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi dan analisis ChatGPT tentang meme coin yang berpotensi meroket 2025 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Leonard Schellberg
Editor: Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Token Crypto Anyar Mendadak Viral, Naik +600% Sehari

Sebuah token anyar mencuri sorotan setelah melesat 600% hanya dalam waktu 24 jam. Lonjakan popularitas ini berakar pada satu tren yang sangat spesifik dan tengah mendominasi percakapan pasar.

Saat Bitcoin menembus rekor all-time high (ATH) baru, token ini justru melampaui performa sang pionir, menorehkan kenaikan lebih dari 600% hanya dalam satu hari perdagangan.COAI: Fenomena Baru di Tengah Demam AI

Pada 6 Oktober 2025, ChainOpera AI (COAI) melesat dengan impresif lebih dari 600%, mencapai level tertinggi baru di sekitar US$2,74.

coai course
Harga COAI | Sumber: CoinMarketCap

Lonjakan eksplosif ini bertepatan dengan penambahan COAI di platform derivatif Bybit, yang kini membuka perdagangan dengan leverage hingga 25x. Eksposur tersebut menarik gelombang investor yang haus akan imbal cepat dan peluang volatilitas tinggi.

ntum COAI sejatinya telah terbentuk sejak listing di platform terdesentralisasi Aster dan meningkatnya sentimen pasar atas token AI, diperkuat oleh kemitraan besar antara AMD dan OpenAI. Di jaringan Binance Smart Chain, ChainOpera AI berambisi membangun ekosistem yang memadukan AI agent, development tool, serta antarmuka chat otonom.

Kapitalisasi pasar COAI kini melampaui US$400 juta, dengan volume perdagangan yang mencetak rekor — menjadikannya salah satu token paling dinamis di pasar. Berdasarkan indikator teknikal seperti RSI dan MACD, tren masih terjaga kokoh tanpa indikasi divergensi bearish yang berarti.

Ledakan di Ekosistem BNB Chain

Reli COAI menjadi bagian dari gelombang besar yang melanda proyek-proyek di BNB Chain. BNB menorehkan all-time high (ATH), sementara sepuluh besar token Binance Alpha melonjak antara 40% hingga hampir 100% dalam rentang 24 jam hingga tujuh hari.

Menurut data Dune Analytics, volume harian Binance Alpha meningkat dari US$140 juta pada September menjadi US$390 juta di awal Oktober, menggambarkan hiruk-pikuk spekulatif yang semakin intens.

Imbasnya, para trader kini mencari peluang pendapatan pasif jangka pendek berbiaya rendah lewat Binance Alpha, seiring derasnya arus masuk modal ke dalam ekosistem. Pun, COAI nampaknya belum menutup bab terakhirnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang altcoin yang mendadak viral di atas serta prospek ke depan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Laure Elizabeth IACOUCCI
Editor: Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Ethereum: Cowen Ramal Kapan Pucuk Siklus & Bear Market

Ethereum kini berada dalam fase konsolidasi setelah berbulan-bulan bergerak mendatar (sideways). Namun, analis Benjamin Cowen meyakini jeda ini hanyalah prolog menuju momentum bullish yang baru. Analisisnya mengindikasikan bahwa harga Ethereum berpeluang menembus level tertinggi sepanjang masa (ATH) sebelum 2026, didorong oleh faktor teknikal dan siklus pasar.

Pakar dari Into The Cryptoverse ini menilai bahwa konsolidasi saat ini di kisaran US$4.000 hingga US$4.800 adalah fase yang sehat — mirip dengan periode yang mendahului reli besar pada 2017 dan 2021. Di bawah ini, kami membedah pandangannya dan faktor-faktor yang bisa menentukan arah pergerakan ETH selanjutnya.

Ethereum dalam Fase Konsolidasi: Tahapan Penting sebelum Dorongan Berikutnya

Menurut Cowen, fase konsolidasi Ethereum bukan tanda kelemahan, melainkan proses teknikal yang alami. Ia menerangkan bahwa aset ini sedang diperdagangkan dalam rentang stabil seiring moving average 20 dan 21 minggu yang mulai mendekati harga saat ini. Breakout yang berkelanjutan dapat memicu pergerakan bullish signifikan.

Saat ini, Ethereum parkir di sekitar US$4.500, dengan support perkasa di kisaran US$4.000. Resistance utama berada di antara US$4.700 dan US$4.800, area di mana penjual secara historis cenderung mengambil profit.

Benjamin Cowen menilai performa ini mencerminkan struktur yang matang — mampu menyerap tekanan bearish sebelum potensi breakout menuju US$5.000.

Sang analis membandingkan kondisi saat ini dengan siklus 2016–2017, ketika Bitcoin dan Ethereum bergantian memimpin pergerakan pasar. Kala itu, ETH berkonsolidasi selama beberapa bulan sebelum melonjak lebih dari 150% hanya dalam 8 minggu. Menurut Cowen, sejarah berpotensi berulang jika indikator teknikal terus selaras.

Faktor Ekonomi Makro & Korelasi dengan Bitcoin: Apa yang Bisa Memperlambat atau Mempercepat Reli?

Cowen menekankan bahwa kondisi ekonomi makro tetap menjadi variabel krusial. Ia menyoroti bahwa keputusan seperti potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan atau data ketenagakerjaan Amerika Serikat dapat menimbulkan volatilitas sementara. Meski demikian, ia mempertahankan pandangan optimistis untuk akhir tahun 2025.

Ethereum (ETH) price performance - 3 months. Source: BeInCrypto
Harga Ethereum (ETH) – 3 bulan terakhir | Sumber: BeInCrypto

Adapun faktor relevan lain adalah Bitcoin Dominance (BTC.D), yang baru-baru ini naik dari 57% menjadi 59%. Kendati biasanya hal ini memperlambat pertumbuhan altcoin, Cowen menekankan bahwa fase konsentrasi modal di BTC justru kerap mendahului kebangkitan aset seperti Ethereum. “ETH cenderung bergerak setelah Bitcoin berangsur stabil,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, ia meramal bahwa Ethereum akan terus bergerak sideways selama satu hingga dua bulan sebelum menentukan arah berikutnya. Bila bull market support — yang diwakili oleh moving average mingguan — mencapai harga saat ini, momentum tersebut bisa mendongkrak harga ETH melampaui rekor tertingginya sebelumnya dan mengukuhkan siklus bullish baru.

Pandangan Cowen: Kesabaran sebelum Rebound

Cowen berujar bahwa investor seharusnya memandang fase ini sebagai peluang, bukan risiko. Menurutnya, fundamental teknikal, melambungnya adopsi institusional, dan stabilitas ekosistem DeFi memperkuat sentimen bullish.

Analis ini menyimpulkan bahwa siklus Ethereum saat ini masih memiliki ruang untuk berkembang, tetapi bakal perlu kesabaran dan disiplin. Jika sejarah berulang, breakout dapat terjadi sebelum akhir 2025 — disusul dengan reli berkepanjangan sebelum pasar memasuki fase bearish baru pada 2026.

“Dalam jangka pendek, kemungkinan besar kita akan melihat konsolidasi lanjutan dalam rentang ini sampai bull market support band mencapai harga. Ketika itu terjadi, Ethereum akan ‘dipaksa’ mengambil keputusan, dan hal ini kemungkinan besar terjadi dalam dua bulan ke depan. […] Saya pikir ETH akan berkonsolidasi untuk sementara waktu, lalu breakout, mencapai pucuk siklus pasar, dan setelah itu kita akan memasuki bear market pada 2026,” ujar Cowen menutup pernyataannya.

Ringkasan

Ethereum masih bermanuver di antara US$4.000 – US$4.800, dalam fase konsolidasi yang dinilai Benjamin Cowen sebagai fase yang sehat. Sang analis memprediksi terjadinya breakout bullish dalam beberapa bulan mendatang, terpacu oleh moving average kunci yang mulai mendekat serta meredanya Bitcoin Dominance.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Ethereum (ETH) oleh Cowen ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Luis Blanco
Editor: Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com