Tag Archives: altcoin

Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15

Harga Dogecoin (DOGE) menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah beberapa hari terakhir bergerak di kisaran US$0,14–US$0,15. Konsolidasi ini terjadi meskipun DOGE mencatatkan kenaikan sekitar 20% dalam sepekan, memicu pertanyaan di kalangan investor: apakah fase terburuk meme coin ini benar-benar telah berlalu?

Dalam rebound pasar kripto secara keseluruhan, sektor meme coin justru tampil sebagai pemimpin penguatan. Dogecoin tercatat telah melonjak hampir 35% dari level terendah Desember. Hingga Selasa (7/1/2026), DOGE diperdagangkan di sekitar US$0,147 dengan volume transaksi harian menembus US$2 miliar.

Dogecoin akan Sulit Melonjak Tinggi?

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, sejumlah analis menilai Dogecoin akan sulit mengulangi lonjakan ekstrem seperti siklus sebelumnya. Kapitalisasi pasar DOGE yang sudah besar dinilai membatasi ruang pertumbuhan agresif. Kondisi ini mendorong sebagian investor mulai melirik meme coin berkapitalisasi kecil yang dianggap memiliki potensi kenaikan lebih tinggi.

Rotasi modal ke meme coin kecil mulai terlihat, termasuk ke token presale tahap awal seperti Maxi Doge, yang belakangan menarik perhatian komunitas karena potensi pertumbuhan dan momentum awalnya.

Baca juga: Dogecoin Bangkit 20%, Sinyal Kuat DOGE Berpeluang Naik Hingga $0.80

Minat Investor Menguat Lewat ETF dan Derivatif

Dilaporkan ICO Bench, minat terhadap Dogecoin juga tercermin dari data derivatif dan produk ETF. Sepanjang awal 2026, ETF Spot Dogecoin mencatat arus dana masuk positif. Dalam tiga hari perdagangan di Januari, total inflow DOGE ETF mencapai US$3,9 juta, dengan total aset bersih sekitar US$10,35 juta.

Meski angkanya relatif kecil, aliran dana tersebut dinilai konsisten, terutama saat ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami arus keluar yang cukup besar.

Dari sisi derivatif, open interest (OI) Dogecoin melonjak mendekati US$2 miliar, level tertinggi sejak Oktober. Sebelumnya, OI sempat turun ke US$1,26 miliar saat koreksi pasar, namun rebound ini mengindikasikan kembalinya posisi bullish di pasar derivatif DOGE.

Tren Bullish Masih Belum Terkonfirmasi

Meski data ETF dan derivatif menunjukkan peningkatan minat, analis menilai tren bullish Dogecoin belum sepenuhnya terkonfirmasi. Pergerakan harga DOGE masih tergolong indecisive, sehingga investor disarankan tetap waspada dan melakukan diversifikasi aset.

Secara teknikal, Dogecoin saat ini bergerak dalam pola konsolidasi sempit. Resistance terdekat berada di US$0,156, sementara support utama di US$0,143. Rata-rata pergerakan jangka pendek (MA 10 dan MA 20) serta MA 50 hari juga berada tak jauh dari area support tersebut.

Meski telah ada peluncuran produk institusional, harga Dogecoin masih berada sekitar 64% di bawah puncak tahun 2025. Namun, jika DOGE mampu menembus resistance terdekat, target US$0,20 berpotensi tercapai dalam beberapa pekan ke depan.

Untuk proyeksi jangka panjang, skenario bullish memperkirakan Dogecoin bergerak di rentang US$0,20–US$0,40 sepanjang 2026. Sementara skenario konservatif menempatkan DOGE di kisaran US$0,10–US$0,30 dengan volatilitas tinggi.

Level support di US$0,14 dan US$0,12 akan menjadi penentu arah harga jangka menengah. Jika gagal bertahan di area tersebut, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan memperpanjang fase konsolidasi Dogecoin.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan

Solana Mobile resmi mengumumkan peluncuran token terbarunya, SKR, yang dijadwalkan rilis pada 21 Januari 2026. Token ini akan menjadi fondasi utama dalam ekosistem smartphone Solana, mencakup fungsi staking, tata kelola (governance), serta sistem keamanan perangkat berbasis blockchain.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Solana Mobile di platform X. Kehadiran SKR disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pengguna, pengembang, dan pemilik perangkat dalam ekosistem mobile berbasis Solana.

Model Staking Guardian Jadi Tulang Punggung Keamanan

SKR memperkenalkan mekanisme staking baru berbasis agen yang disebut Guardian. Melalui sistem ini, pengguna dapat melakukan staking token SKR ke Guardian untuk membantu proses verifikasi perangkat serta penetapan standar keamanan platform.

Dilaporkan Coingape, model Guardian dirancang untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan keamanan perangkat. Pengguna tidak hanya menjadi pemilik token, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga integritas dan pengelolaan ekosistem Solana Mobile.

Selain itu, token SKR memberikan hak tata kelola kepada pemiliknya. Staker dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan platform, aturan masuk ekosistem, hingga distribusi insentif keuangan. Sistem ini ditujukan untuk mendorong stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan pengembang.

Solana Mobile dikenal sebagai produsen smartphone yang terintegrasi langsung dengan teknologi blockchain, termasuk aplikasi terdesentralisasi dan sistem keamanan on-chain yang dioptimalkan untuk jaringan Solana. Detail lanjutan mengenai SKR dijadwalkan akan diumumkan pada ajang Solana Breakpoint mendatang.

Baca juga: Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

Airdrop 30 Persen, Pemilik Seeker Jadi Target Utama

Token SKR akan memiliki total suplai 10 miliar token dengan mekanisme inflasi linear. Inflasi dimulai sebesar 10% pada tahun pertama dan akan berkurang 25% setiap tahun hingga mencapai tingkat terminal 2% setelah enam tahun.

Sebanyak 30% dari total suplai dialokasikan untuk airdrop komunitas. Penerima airdrop mencakup pemilik perangkat Seeker, pengguna dApp, pengembang, serta peserta aktif ekosistem Solana lainnya.

Selain itu, 25% token dialokasikan untuk pertumbuhan dan kemitraan, 10% untuk likuiditas dan peluncuran, serta 10% untuk treasury komunitas Solana. Solana Mobile akan menerima 15% suplai, sementara Solana Labs mendapatkan 10% sisanya.

General Manager Solana Mobile, Emmett, menyatakan bahwa airdrop SKR memberi kesempatan bagi pendukung awal untuk turut membentuk aturan partisipasi serta arsitektur ekonomi platform ke depan.

Sebagai informasi, smartphone Seeker merupakan generasi kedua dari lini Solana Mobile yang dirilis pada Agustus lalu. Perangkat ini merupakan pengembangan dari model Saga dengan peningkatan spesifikasi hardware serta integrasi on-chain yang lebih dalam.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP atau Solana? Aset Kripto Ini Diprediksi Lebih Unggul di Januari 2026

XRP dan Solana kembali menjadi sorotan investor kripto menjelang Januari 2026, seiring keduanya menunjukkan pemulihan harga setelah melewati fase koreksi panjang. Meski sama-sama bangkit, struktur pergerakan harga dan faktor pendukung di balik kenaikan kedua aset ini menunjukkan arah yang berbeda, memunculkan pertanyaan aset mana yang berpotensi mencatat kinerja lebih unggul.

Harga XRP Tunjukan Pemulihan

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Harga XRP menunjukkan pemulihan yang relatif stabil setelah berhasil mempertahankan level support jangka panjang di area USD 1,80. Pertahanan ini menghentikan pola lower low sebelumnya dan mendorong harga keluar dari kanal penurunan yang menekan pergerakan XRP sepanjang periode koreksi.

Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di kisaran USD 2,02, dengan area USD 2,00 kini berfungsi sebagai support utama. Konsolidasi yang terjadi cenderung mengarah ke kompresi harga, bukan penurunan agresif, mengindikasikan perubahan struktur yang lebih berkelanjutan dibanding sekadar pantulan teknikal.

Baca juga: XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?

Pemulihan XRP turut diperkuat oleh meningkatnya visibilitas institusional. CNBC mencatat XRP sebagai salah satu aset dengan performa terbaik menjelang 2026. Selain itu, akuisisi Solvexia oleh GTreasury yang didukung Ripple memperkuat infrastruktur treasury dan tooling institusional untuk XRP dan RLUSD.

Dengan struktur ini, XRP berpotensi menguji area USD 2,35 hingga USD 2,60 selama level USD 2,00 tetap terjaga. Sebaliknya, penurunan di bawah USD 2,00 berisiko membuka kembali pelemahan menuju USD 1,80.

Solana Catat Breakout

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, Solana telah mencatatkan breakout dari kanal penurunan yang membatasi pergerakan harga hingga akhir 2025, menandakan berakhirnya dominasi penjual dalam tren utama. Namun, reli tersebut tertahan setelah harga ditolak di area resistensi USD 143. Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 135 dan berpotensi melakukan pullback ke zona USD 127–130, yang sebelumnya merupakan batas atas kanal penurunan.

Dilaporkan Coingape, zona tersebut menjadi area krusial untuk menguji validitas breakout. Pullback yang terkendali ke area ini dipandang sebagai proses konfirmasi support, bukan sinyal kelemahan. Sentimen positif juga datang dari pengelolaan treasury Solana yang mulai diarahkan ke on-chain, termasuk strategi yield oleh DeFi Dev Corp yang mendorong akumulasi SOL.

Jika area support berhasil dipertahankan, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju USD 167 hingga USD 200. Namun, kegagalan menjaga level USD 127 dapat membatalkan struktur breakout dan membuka risiko penurunan ke area USD 120.

Secara keseluruhan, XRP dinilai memiliki struktur pemulihan yang lebih bersih dan stabil menjelang Januari 2026, ditopang oleh dukungan institusional dan pemulihan support yang jelas.

Sementara itu, Solana menawarkan potensi kenaikan yang lebih agresif, tetapi bergantung pada keberhasilan mempertahankan area support pasca-breakout. Selama XRP mampu bertahan di atas USD 2,00, aset ini dinilai memiliki profil outperform yang lebih konsisten dibanding Solana, kecuali SOL mampu membuktikan konversi resistance menjadi support secara berkelanjutan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Suku Bunga Turun, Institusi Masuk, Market Bangkit?

Tim Riset Tokocrypto mencatat tahun 2025 sebagai salah satu tahun terberat dalam sejarah pasar kripto dari sisi performa harga. Bagaimana dengan di tahun 2026?

Namun di balik tekanan tersebut, justru terjadi perubahan struktural yang penting. Kripto mulai dipandang lebih serius sebagai bagian dari sistem keuangan global. Masuknya institusi besar, perbankan, serta hadirnya produk seperti ETF membuat kripto tidak lagi sekadar dianggap sebagai aset spekulatif jangka pendek.

Sayangnya, kondisi makroekonomi global yang ketat membuat kinerja pasar kripto secara keseluruhan melemah. Bitcoin cenderung stagnan, sebagian besar altcoin terkoreksi dalam hingga 50–70%, sementara hanya sektor tertentu seperti Real World Assets (RWA) yang mencatatkan kenaikan signifikan. Lalu, bagaimana prospek pasar kripto di tahun 2026?

Prediksi 1: Era Suku Bunga Tinggi Akan Berakhir

Suku bunga tinggi tidak dapat bertahan dalam jangka panjang, terutama di tengah beban utang Amerika Serikat yang terus membengkak. Tekanan pembayaran bunga utang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat.

Pada 2026, suku bunga diperkirakan turun ke kisaran 2%. Kondisi ini secara historis mendukung aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin, sekaligus mendorong minat investor kembali ke aset berisiko, termasuk kripto.

Prediksi 2: Utang AS Mempercepat Penurunan Suku Bunga

Tingginya utang pemerintah AS membuat suku bunga tinggi semakin sulit dipertahankan. Untuk menjaga stabilitas fiskal, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga secara bertahap hingga mendekati 2%.

Penurunan suku bunga ini berpotensi mengembalikan likuiditas global. Dana institusi yang sebelumnya tertahan mulai kembali masuk ke aset kripto. Seiring meningkatnya aliran modal, regulator dan pemerintah juga terdorong menghadirkan aturan yang lebih jelas demi menjaga stabilitas dan keamanan pasar.

Prediksi 3: Regulasi Makin Matang, Adopsi Terus Meningkat

Di Indonesia, perpindahan pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tonggak penting bagi kepastian hukum industri kripto. Kerangka regulasi yang lebih jelas ini diperkirakan akan terus berkembang sepanjang 2026.

Dari sisi adopsi, data OJK mencatat jumlah investor kripto Indonesia mencapai 18,1 juta orang pada 2025, tumbuh sekitar 36%. Chainalysis juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia dalam adopsi kripto. Dengan regulasi yang semakin matang, tren pertumbuhan adopsi ini diproyeksikan berlanjut di 2026.

Prediksi 4: Bitcoin Berpeluang Cetak All-Time High Baru

Sepanjang 2025, Bitcoin mengalami dua koreksi besar, masing-masing sekitar -30% pada April dan -35% pada November. Meski demikian, Bitcoin tetap mampu bertahan di atas area $75.000–$100.000, menunjukkan struktur pasar yang semakin matang dibanding siklus sebelumnya.

Dengan inflow ETF mencapai sekitar $26 miliar, valuasi on-chain yang wajar di kisaran $125.000, serta target harga minimum 2026 di $150.000, Bitcoin diprediksi memiliki peluang besar untuk mencetak rekor harga tertinggi (all-time high) baru pada 2026.

Prediksi 5: Valuasi Layer 1 Naik Meski Pendapatan Turun

Token Layer 1 (L1) menunjukkan fenomena unik. Rasio valuasi L1 melonjak dari sekitar 40x pada 2021 menjadi 536x di 2025, meskipun pendapatan jaringan justru turun hingga 52%.

Di 2026, Layer 1 diperkirakan tetap menjadi aset inti dalam portofolio investor. Minat terhadap L1 bukan semata karena kinerja bisnis jangka pendek, melainkan karena perannya sebagai fondasi utama ekosistem blockchain, mirip dengan posisi Bitcoin dan Ethereum di pasar kripto.

Prediksi 6: Prediction Market Masuk Arus Utama

Prediction market mengalami pertumbuhan pesat dengan total volume mencapai $36,3 miliar sepanjang 2025. Sekitar 98% volume tersebut dikuasai oleh Polymarket dan Kalshi, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap instrumen ini.

Kripto menjadi pendorong utama pertumbuhan prediction market. Di Polymarket, kategori kripto menyumbang sekitar 28% dari volume mingguan. Dengan masuknya pasar Amerika Serikat, sektor ini diperkirakan akan semakin berkembang pada 2026.

Prediksi 7: Real World Assets Memasuki Fase Pertumbuhan

Sektor Real World Assets diproyeksikan memasuki fase ekspansi besar. Total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi diperkirakan menembus $500 miliar pada 2026, melonjak tajam dari sekitar $35 miliar di 2025.

Tokenisasi kredit diprediksi melampaui $50 miliar, sementara tokenisasi saham yang saat ini bernilai sekitar $700 juta berpotensi tumbuh hingga lebih dari $10 miliar. Masuknya institusi keuangan tradisional menjadi katalis utama pertumbuhan ini.

Prediksi 8: Stablecoin Menjadi Infrastruktur Inti Kripto

Pada 2025, total nilai stablecoin mencapai sekitar $306 miliar, tumbuh 57% secara tahunan. Angka ini diproyeksikan menembus $1 triliun pada akhir 2026.

Stablecoin seperti USDT dan USDC semakin banyak digunakan untuk pembayaran, remitansi lintas negara, hingga DeFi. Hal ini menandakan stablecoin telah berevolusi dari sekadar alat trading menjadi infrastruktur keuangan digital yang krusial.

Prediksi 9: Perpetual DEX Semakin Dominan

Volume transaksi perpetual DEX terus meningkat. Pada 2025, pangsa volume Perp DEX terhadap CEX hampir mencapai 19%, menunjukkan pergeseran minat trader ke platform on-chain.

Hyperliquid mencatat volume transaksi sekitar $3 triliun sepanjang 2025, naik signifikan dari sekitar $565 miliar pada 2024. Kehadiran pemain baru diperkirakan akan memperketat persaingan dan mendorong inovasi lebih lanjut di sektor ini pada 2026.

Kesimpulan

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase pematangan pasar kripto. Penurunan suku bunga, regulasi yang semakin jelas, serta masuknya dana institusi menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Fokus pasar diperkirakan bergeser ke sektor-sektor dengan penggunaan nyata seperti Bitcoin, stablecoin, Real World Assets, serta layanan blockchain yang memiliki permintaan riil. Era spekulasi jangka pendek perlahan berganti menuju ekosistem kripto yang lebih matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Melejit 39% Dalam Sehari, Harga GUNZ Tembus $0,021

Harga GUN hari ini menunjukkan performa yang sangat impresif.

Di platform Tokocrypto pada Kamis (8/1), Token GUNZ (GUN) tercatat diperdagangkan di level $0.021967 per GUN, melonjak sekitar +39,56% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan tajam ini mendorong kapitalisasi pasar GUNZ ke kisaran $32,23 juta, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $54,82 juta, lebih besar dari market cap-nya.

Tentunya, ini menjadi sebuah indikasi kuat meningkatnya minat spekulatif dan aktivitas trader.

Baca Juga: Harga GUNZ Melonjak Tajam, Volume Tinggi Dorong Optimisme

Lonjakan Harga GUNZ dalam 24 Jam

Dalam satu hari terakhir, GUN bergerak agresif di rentang harga terendah $0.015519 dan tertinggi $0.022091.

Kenaikan harga yang sangat cepat ini juga tercermin pada timeframe pendek, di mana perubahan 1 jam terakhir masih positif +1,05%, menandakan momentum bullish masih bertahan.

Performa GUN dalam Berbagai Periode

Pergerakan harga GUNZ (GUN/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga GUNZ (GUN/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat pergerakan historisnya, GUNZ sedang berada dalam fase pemulihan kuat:

  • 24 jam: +$0.006222 (+39,58%)
  • 7 hari: +96,29%
  • 30 hari: +$0.009497 (+76,32%)
  • 60 hari: +$0.008225 (+59,97%)
  • 90 hari: -$0.005779 (-20,85%)

Data ini menunjukkan bahwa meskipun secara 3 bulanan GUN masih berada di zona negatif, reli besar dalam 1–2 bulan terakhir telah mengubah struktur tren jangka pendek menjadi sangat bullish.

Data Pasar GUNZ Saat Ini

Dari sisi metrik pasar, GUNZ masih tergolong aset kripto berkapitalisasi kecil (small-cap), yang umumnya memiliki volatilitas tinggi:

  • Peringkat pasar: 581
  • Kapitalisasi pasar: sekitar $32,19 juta
  • Volume 24 jam: $54,81 juta
  • Sirkulasi suplai: 1,47 miliar GUN (14,67% dari maksimum)
  • Total suplai maksimum: 10 miliar GUN
  • Fully diluted market cap: sekitar $219,41 juta

Rasio suplai beredar yang masih relatif kecil dibanding total suplai maksimum menunjukkan potensi tekanan inflasi token di masa depan, namun juga memberi ruang besar bagi ekspansi valuasi jika adopsi meningkat.

Jarak Harga GUNZ dengan Rekor Tertinggi

Saat ini, harga GUN masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $0.115194.

Artinya, meskipun reli yang terjadi sangat agresif, secara teknikal masih ada jarak yang lebar sebelum GUN memasuki zona euforia ATH, yang sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi trader momentum.

Analisa Singkat dan Prospek

Lonjakan hampir 40% dalam sehari dan kenaikan mingguan mendekati 100% menunjukkan bahwa GUNZ sedang berada dalam fase breakout kuat.

Area $0.022 kini menjadi resistance terdekat. Jika mampu ditembus dan dikonfirmasi sebagai support, potensi kelanjutan tren naik masih terbuka.

Namun, dengan kenaikan setajam ini, risiko koreksi cepat (pullback) juga tinggi, terutama jika volume mulai melemah.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 8 Januari 2026: Koreksi Tipis, BTC Turun ke $91.000

Harga GUN hari ini mencerminkan euforia pasar terhadap GUNZ, ditandai lonjakan harga, volume besar, dan minat trader yang meningkat tajam.

Meski peluang jangka pendek terlihat menarik, investor tetap disarankan memperhatikan manajemen risiko mengingat karakter GUN sebagai aset small-cap yang sangat volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Stratis (STRAX) Hari Ini Naik 16%, Volume Besar Picu Rebound

Harga STRAX hari ini menjadi sorotan pasar kripto setelah token Stratis (STRAX) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Tokocrypto mencatat (8/1), STRAX diperdagangkan di level $0.026252 per koin, menguat sekitar +16,35%, mendorong kapitalisasi pasar ke kisaran $53,71 juta.

Di saat yang sama, volume perdagangan 24 jam melonjak hingga $78,63 juta, menandakan meningkatnya aktivitas transaksi dan minat spekulatif.

Kenaikan ini terasa semakin kuat karena datang setelah periode tekanan panjang yang membuat STRAX tertekan lebih dari 32% dalam 90 hari terakhir.

Baca Juga: Harga STRAX Naik Usai Peluncuran Protokol Masternode Staking

STRAX Bergerak Agresif dalam 24 Jam

Sepanjang perdagangan harian, STRAX sempat berfluktuasi tajam di rentang $0.022073 (terendah) dan tertinggi $0.031782.

Sempat menyentuh area di atas $0.031, STRAX menunjukkan adanya dorongan beli yang kuat.

Meski pada timeframe sangat pendek tercatat koreksi -2,73% dalam 1 jam terakhir, secara umum struktur pergerakan masih mencerminkan dominasi buyer.

Secara mingguan, STRAX telah menguat +27,94%, memperkuat narasi bahwa token ini sedang berada dalam fase rebound.

Kilas Balik Performa Harga STRAX

Pergerakan harga Stratis (STRAX/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Stratis (STRAX/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat kinerja lintas periode:

  • 24 jam: +16,13%
  • 30 hari: +6,53%
  • 60 hari: -9,92%
  • 90 hari: -32,42%

Data ini menggambarkan bahwa reli STRAX saat ini lebih menyerupai pemulihan jangka pendek setelah fase koreksi yang cukup dalam, bukan tren naik jangka panjang yang sepenuhnya mapan.

Apa Penyebab Harga STRAX Naik?

Lonjakan STRAX hari ini tidak terjadi tanpa alasan. Sejumlah faktor pasar dapat menjelaskan mengapa Stratis mendadak ramai diburu:

1. Lonjakan Volume yang Ekstrem

Volume perdagangan STRAX menembus $78 juta, bahkan lebih besar dari kapitalisasi pasarnya. Kondisi ini sering menjadi indikasi masuknya modal spekulatif jangka pendek, baik dari trader ritel maupun bot trading, yang mempercepat pergerakan harga.

2. Rebound Setelah Tekanan Panjang

Dengan penurunan lebih dari 30% dalam 90 hari, STRAX berada dalam kondisi jenuh jual secara sentimen.

Kenaikan ini banyak dibaca sebagai rebound teknikal, di mana pelaku pasar mulai memburu aset yang dianggap sudah “terlalu murah”.

3. Breakout dari Zona Konsolidasi

STRAX berhasil keluar dari area datar di sekitar $0.021–$0.022 dan melesat ke atas $0.03.

Pergerakan cepat ini memicu efek FOMO, terutama di kalangan trader yang mencari koin berkapitalisasi menengah dengan volatilitas tinggi.

4. Daya Tarik Harga Rendah dan Jarak ATH

Dengan harga saat ini yang masih sangat jauh dari rekor tertinggi $22.66, STRAX sering dipersepsikan sebagai aset yang “punya ruang naik besar”, sebuah narasi klasik yang kerap mendorong reli spekulatif.

Potret Pasar Stratis Saat Ini

Dari sisi data pasar:

  • Peringkat: 426
  • Kapitalisasi pasar: $53,36 juta
  • Volume 24 jam: $80,28 juta
  • Sirkulasi suplai: 2,05 miliar STRAX
  • Fully diluted market cap: $55,31 juta

Rasio volume yang melampaui market cap menegaskan bahwa STRAX sedang berada dalam fase perdagangan yang sangat aktif dan berisiko tinggi.

Analisa dan Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, area $0.022 kini menjadi support penting. Selama bertahan di atas level ini, peluang kelanjutan reli masih terbuka.

Sementara itu, zona $0.030 – $0.032 menjadi resistance kunci yang akan menentukan apakah STRAX mampu membangun tren naik lanjutan atau justru kembali terkoreksi.

Namun, dengan struktur tren 90 hari yang masih negatif, pergerakan STRAX saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound agresif dalam fase volatil, bukan konfirmasi pembalikan tren jangka panjang.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 8 Januari 2026: Koreksi Tipis, BTC Turun ke $91.000

Harga STRAX hari ini mencerminkan kebangkitan minat pasar terhadap Stratis, ditopang lonjakan volume, rebound teknikal, dan dorongan spekulatif. Meski momentum jangka pendek terlihat kuat, volatilitas tinggi membuat STRAX tetap menjadi aset yang membutuhkan kehati-hatian ekstra.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun 3,05% ke $3.151, Tetap Menguat

Harga Ethereum hari ini tercatat berada di level $3.151,04 per ETH.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (8/1), Ethereum mengalami penurunan 3,05% dalam 24 jam terakhir, atau setara koreksi sekitar $99,20.

Pelemahan ini terjadi setelah ETH sempat mencatatkan pergerakan positif dalam beberapa hari terakhir, sehingga banyak pelaku pasar menilai penurunan hari ini lebih sebagai koreksi sehat dibandingkan sinyal pembalikan tren.

Dalam perdagangan harian, harga Ethereum bergerak cukup aktif dengan rentang terendah di $3.126,55 dan tertinggi di $3.259,23.

Fluktuasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih penuh dinamika, di mana aksi ambil untung mulai muncul, namun minat beli juga belum sepenuhnya menghilang.

Bahkan, dalam satu jam terakhir, pergerakan ETH relatif stabil dengan perubahan hanya -0,04%, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melambat dan pasar sedang mencari keseimbangan baru.

Baca Juga: Ethereum Bertahan di Atas $3.200, Volume Tinggi Sinyalkan Minat Kuat

Fase Transisi

Jika melihat performa jangka pendek, Ethereum sebenarnya masih menunjukkan sinyal yang cukup positif.

Dalam tujuh hari terakhir, ETH masih mencatatkan kenaikan sekitar 5,86%. Ini menjadi indikator bahwa secara mingguan, Ethereum masih berada dalam fase pemulihan.

Namun, gambaran yang lebih panjang menunjukkan bahwa proses pemulihan ini belum sepenuhnya berjalan mulus.

Dalam 30 hari terakhir, ETH masih naik tipis sekitar 1,5%, sementara dalam 60 hari terakhir tercatat turun 7,47%.

Bahkan dalam periode 90 hari, Ethereum masih terkoreksi cukup dalam, yakni sekitar 27,70%.

Data ini menegaskan bahwa Ethereum saat ini berada dalam fase transisi, mencoba membangun kembali momentum setelah tekanan yang cukup panjang.

Lalu Lintas Perdagangan

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi kekuatan pasar, posisi Ethereum masih sangat solid. Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $380,31 miliar, Ethereum kokoh di peringkat dua aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $21,17 miliar menunjukkan bahwa aktivitas transaksi ETH masih sangat tinggi.

Tingginya volume ini menjadi sinyal bahwa Ethereum tetap menjadi pusat perhatian pelaku pasar, baik trader jangka pendek maupun investor yang membidik potensi jangka menengah hingga panjang.

Saat ini, jumlah pasokan Ethereum yang beredar berada di kisaran 120,69 juta ETH. Jika dibandingkan dengan harga tertinggi sepanjang masa di $4.953,73, level harga ETH saat ini masih cukup jauh.

Jarak ini sering dipandang sebagai ruang spekulasi sekaligus peluang, di mana sebagian investor melihat Ethereum masih undervalued relatif terhadap puncaknya, sementara sebagian lainnya menilai pasar masih membutuhkan waktu untuk membangun tren naik yang lebih kuat.

Pertimbangan Investor

Koreksi harga Ethereum hari ini juga tidak bisa dilepaskan dari faktor psikologis pasar. Setelah mencatatkan kenaikan mingguan, banyak trader jangka pendek memanfaatkan momentum untuk mengamankan keuntungan.

Selama harga ETH masih mampu bertahan di atas area psikologis sekitar $3.100, sentimen jangka pendek cenderung masih netral ke positif.

Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, Ethereum berpotensi kembali menguji area konsolidasi yang lebih rendah sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Baca Juga: Jaga Momentum Bullish, Harga Ethereum (ETH) Menguat ke Area $3.200

Secara keseluruhan, harga Ethereum hari ini memang sedang melemah, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan ekstrem.

Kombinasi antara kenaikan mingguan, volume perdagangan yang besar, dan kapitalisasi pasar yang kuat mengindikasikan bahwa Ethereum masih memiliki basis minat yang kokoh.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga Ethereum berpotensi tetap volatil, sekaligus membuka peluang bagi pelaku pasar yang mampu membaca arah tren dengan cermat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,209: Lemah Ekosistem Tekan Pergerakan

Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan. Dalam pantauan Coinmarketcap selama 24 jam terakhir, harga PI tercatat turun 1,05% ke level $0,209, melemah di tengah koreksi pasar kripto yang lebih luas yang turun sekitar 2,06%.

Meski secara persentase penurunannya tidak ekstrem, pergerakan Pi Network kembali menyorot tiga isu utama yang terus membayangi aset ini, yakni unlock token dalam jumlah besar, stagnasi ekosistem, dan struktur teknikal yang rapuh.

Koreksi terbaru ini terjadi saat sentimen pasar terhadap Pi Network masih cenderung berhati-hati.

Sepanjang setahun terakhir, PI telah kehilangan sekitar 87% dari nilainya, membuat setiap tekanan tambahan dari sisi suplai maupun sentimen mudah tercermin pada harga.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Melemah 0,88%, Tertekan Isu Sentralisasi

Tekanan Unlock Token Kian Dekat

Salah satu faktor paling dominan yang menekan harga Pi Network saat ini datang dari sisi tokenomics. Dalam 30 hari ke depan, sekitar 172,5 juta PI dijadwalkan akan terbuka dan masuk ke pasar.

Dengan estimasi nilai sekitar $36 juta, gelombang unlock ini berpotensi menambah tekanan jual yang signifikan.

Sebelumnya, pada awal bulan ini saja, sekitar 117 juta PI sudah lebih dulu terbuka, yang meningkatkan pasokan beredar sekitar 2%.

Setiap kali unlock terjadi, token yang sebelumnya terkunci dapat dipindahkan atau dijual oleh miner dan pemegang awal, sehingga meningkatkan suplai di pasar terbuka.

Kondisi ini menjadi semakin sensitif karena likuiditas PI tergolong rendah. Dengan rasio perputaran sekitar 0,44%, volume perdagangan relatif tipis dibandingkan total pasokan.

Dalam situasi seperti ini, bahkan aksi jual dalam jumlah moderat bisa berdampak besar terhadap harga.

Pasar kini memberi perhatian khusus pada jadwal unlock besar pada 16 Januari, di mana sekitar 97 juta PI akan kembali dilepas ke pasar, sebuah momen yang berpotensi memicu volatilitas lanjutan.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Keraguan Terhadap Ekosistem dan Utilitas

Selain faktor suplai, Pi Network juga masih menghadapi tantangan dari sisi fundamental.

Di komunitas kripto global, Pi kerap mendapat label sebagai “ghost chain”, karena aktivitas jaringan yang minim.

Saat ini, jaringan Pi hanya didukung sekitar 28 node dan kurang dari 100 aplikasi terdesentralisasi, sebuah angka yang dinilai belum sebanding dengan ambisi dan ukuran komunitasnya.

Kondisi ini semakin kontras ketika dibandingkan dengan blockchain mapan seperti Ethereum atau Solana, yang memiliki ribuan dApps aktif dan ekosistem developer yang agresif.

Bahkan, proyek-proyek baru seperti BlockDAG mulai mencuri perhatian investor setelah mencatatkan lonjakan besar pada fase awal pengembangannya, memperkuat persaingan dalam memperebutkan minat pasar.

Meski Pi Network telah mengumumkan beberapa kolaborasi, termasuk di sektor game, langkah tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah persepsi pasar.

Keraguan terhadap sentralisasi pasokan, di mana sebagian besar token masih berada di bawah kendali entitas inti, juga menjadi faktor yang membebani kepercayaan investor jangka panjang.

Struktur Teknikal Masih Rapuh

Dari sisi analisis teknikal, Pi Network saat ini masih bergerak di area yang dianggap rentan. Harga PI diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah, mencerminkan lemahnya momentum.

Indikator kekuatan relatif atau RSI berada di kisaran 47, menandakan kondisi netral, tetapi belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang meyakinkan.

Kegagalan PI untuk kembali dan bertahan di atas area $0,21 meningkatkan risiko penurunan lanjutan. Jika tekanan jual berlanjut, pasar berpotensi menguji kembali area support di sekitar $0,195, yang menjadi salah satu zona psikologis penting.

Volatilitas yang sangat rendah dalam beberapa waktu terakhir juga menunjukkan bahwa banyak trader jangka pendek memilih menjauh, menunggu kepastian arah sebelum kembali masuk.

Dalam skenario yang lebih negatif, penurunan di bawah $0,20 berpotensi memicu gelombang penjualan lanjutan, terutama dari sistem trading otomatis yang sensitif terhadap level support psikologis.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Turun ke $0,212, Token Unlock Membayangi

Penurunan harga Pi Network hari ini mencerminkan kombinasi antara tekanan suplai akibat unlock token, lambannya perkembangan ekosistem, dan kondisi teknikal yang belum kuat.

Meski pelemahan 24 jam terakhir relatif kecil, konteks penurunan tahunan yang sangat dalam membuat sentimen terhadap PI tetap cenderung defensif.

Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan Pi Network untuk mempertahankan area $0,20, terutama menjelang jadwal unlock token besar pada pertengahan Januari.

Pergerakan token keluar dari bursa juga akan menjadi indikator penting, apakah investor mulai melakukan akumulasi, atau justru mempersiapkan diri untuk tekanan jual berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Tipis, BTC Turun ke $91.000

Pasar kripto hari ini, Kamis (8/1) mengalami koreksi tipis dengan Bitcoin turun di bawah $93.000, dipicu arus keluar ETF dan aksi jual penambang, meski sejumlah altcoin seperti GUN, STRAX, dan BABY tetap mencatat kenaikan tajam.

Ke depan, pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi menjadi katalis pemulihan. Di sisi aset utama, XRP menunjukkan pemulihan berkat adopsi institusional dan penguatan infrastruktur, sementara peluang lanjutan Solana bergantung pada kekuatan support dan aktivitas on-chain. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Deretan Altcoin Potensial di Tengah Pasar yang Koreksi Tipis

  • Lonjakan 43% membawa harga GUNZ ke titik $0,02225.
  • STRAX mencatatkan kenaikan 18% dan mencapai level $0,02577.
  • BABY tumbuh 17% menjadi $0,02089 pada perdagangan hari ini.

Mengapa Harga Kripto Turun Hari Ini?

  • Harga kripto turun karena Bitcoin jatuh di bawah angka $93.000.
  • Arus keluar ETF dan penjualan penambang menekan harga kripto ke bawah.
  • Pelonggaran kebijakan The Fed dapat mendukung harga kripto.

Tahun Baru, Cashback langsung GAS! Total Hadiah Rp25 JUTA!*

XRP vs Solana: Mana yang Lebih Unggul di Januari 2026?

  • Harga XRP pulih berkat adopsi institusional dan infrastruktur baru.
  • Breakout Solana bergantung pada dukungan harga dan sistem on-chain.
  • Pemulihan ini tunjukkan perbedaan antara stabilitas dan momentum pasar.

Prediksi Harga Meme Coin Januari 2026: DOGE, SHIB & PEPE

  • DOGE, SHIB, dan PEPE pimpin reli meme coin
  • Pasar berbalik arah usai Bitcoin tertahan di $94.000.
  • Pola bullish flag PEPE sinyalkan potensi breakout.

Baca juga: Riset Kripto 29 Des 2025 – 02 Jan 2026: Nasib Pasar di Awal Tahun 2026


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?

Harga XRP mencatat lonjakan signifikan setelah berhasil menembus level psikologis USD 2,13. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan institusional melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF), yang memicu optimisme baru di pasar kripto global. Sejumlah analis mulai merevisi proyeksi mereka dan menilai XRP berpotensi mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) dalam waktu dekat.

Sentimen pasar terhadap XRP saat ini terpantau sangat bullish. Dukungan fundamental dari adopsi institusi membuat aset kripto besutan Ripple ini tampil lebih dominan dan tidak sekadar mengikuti pergerakan pasar secara umum. Jika tekanan beli tetap terjaga, XRP dinilai berada pada fase awal reli lanjutan.

Volume Perdagangan Meroket, Short Seller Tertekan

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Siap Lanjut Reli? Break US$2,41 Bisa Buka Jalan ke US$2,69

Dalam 24 jam terakhir, XRP melonjak sekitar 10%, jauh melampaui kinerja sejumlah altcoin utama seperti Ethereum dan Solana yang hanya mencatatkan kenaikan di kisaran 1%. Penguatan tersebut dibarengi lonjakan volume perdagangan hingga 130% menjadi sekitar USD 7,8 miliar.

Dilaporkan Crypto News, kondisi ini memicu short squeeze besar-besaran di pasar derivatif. Data CoinGlass mencatat likuidasi posisi short XRP mencapai USD 24 juta, salah satu angka tertinggi sejak November. Secara keseluruhan, kebangkitan pasar kripto turut mendorong total likuidasi lintas aset hingga ratusan juta dolar.

Peningkatan minat institusi melalui ETF dan menguatnya dominasi pasar menempatkan XRP dalam posisi strategis untuk melanjutkan reli, sekaligus meninggalkan pesaingnya di jajaran 10 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Arus Dana ETF Dorong Optimisme Menuju Level $3

XRP kini mencatatkan penguatan selama enam hari berturut-turut. Salah satu faktor utama di balik tren positif ini adalah derasnya arus dana masuk ke ETF berbasis XRP. Data dari SoSoValue menunjukkan total aset kelolaan ETF XRP melonjak dari USD 861 juta menjadi sekitar USD 1,2 miliar hanya dalam satu bulan.

Sejak diluncurkan di Amerika Serikat, ETF XRP juga belum pernah mencatatkan arus keluar bersih (net outflow), yang mencerminkan tingkat kepercayaan institusi yang masih solid.

Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan harga berhasil keluar dari pola bullish falling wedge, yang kerap menjadi sinyal awal penguatan lanjutan. Meski indikator Relative Strength Index (RSI) mulai memasuki area jenuh beli (overbought), momentum bullish dinilai masih bertahan.

Selama harga mampu bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, sejumlah analis memproyeksikan target jangka pendek XRP berada di level psikologis USD 3.

Di tengah sentimen positif ini, reli XRP juga dinilai berpotensi membawa dampak lanjutan bagi pasar altcoin secara keseluruhan, seiring kemungkinan aliran likuiditas yang semakin meluas ke berbagai proyek kripto lainnya pada awal tahun ini.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com