Tag Archives: aset kripto

Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah sentimen pasar dari “Extreme Fear” menjadi lebih optimistis. Namun sejumlah analis on-chain menilai reli ini masih perlu diuji lebih jauh untuk memastikan apakah merupakan pemulihan yang kuat atau hanya bull trap.

Bitcoin sempat mendekati level US$72.900 pada awal Maret 2026 setelah sebelumnya turun ke kisaran pertengahan US$60.000. Sejumlah indikator on-chain kini menjadi perhatian untuk melihat kekuatan reli tersebut.

Arus Keluar Besar dari Bursa Derivatif

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa lebih dari 30.000 BTC keluar dari bursa derivatif ketika harga Bitcoin mendekati US$72.900.

Pergerakan ini sering dikaitkan dengan penutupan posisi short atau short covering oleh trader. Ketika posisi bearish ditutup, tekanan jual jangka pendek di pasar biasanya berkurang.

Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa sejumlah pelaku pasar besar kemungkinan melihat area harga US$65.000 hingga US$68.000 sebagai titik dasar sementara.

Akumulasi Tersembunyi di Pasar Spot

Sementara itu, pada 18 Februari 2026 sekitar 8.000 BTC tercatat keluar dari bursa spot ketika harga berada di level rendah.

Pergerakan ini sering disebut sebagai “stealth accumulation”, yaitu ketika investor besar membeli aset dan memindahkannya ke penyimpanan jangka panjang seperti cold storage.

Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk menyimpan aset dalam jangka panjang, bukan untuk segera dijual kembali ke pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini reli yang secara struktural sehat (“structurally sound”), bukan sekadar pump kosong. Level psikologis $70.000 adalah garis krusial di pasir.

“Dengan biaya nambang di area yang sama, support ini jadi sangat kuat. DCA tetap jadi strategi terbaik di tengah kebisingan makro,” analisanya.

Baca juga: Bitcoin Bangkit ke US$73.000 Setelah Anjlok, ETF Jadi Penyelamat

Holder Lama Tetap Bertahan

Data UTXO Age Bands menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang masih mempertahankan aset mereka.

Pemegang yang telah menyimpan Bitcoin selama lebih dari lima tahun hampir tidak menunjukkan aktivitas penjualan meskipun terjadi volatilitas harga.

Selain itu, kelompok investor yang memegang BTC selama 6 hingga 12 bulan juga terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor ritel mulai berubah menjadi holder jangka panjang.

Likuiditas Stablecoin Mulai Kembali

Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR) saat ini berada di sekitar angka 10,6.

SSR membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi stablecoin. Nilai yang menurun biasanya menunjukkan lebih banyak stablecoin yang tersedia untuk membeli Bitcoin.

Setelah sempat melonjak pada Januari dan turun pada Februari, indikator ini kini kembali meningkat secara bertahap. Hal ini menunjukkan potensi daya beli di pasar mulai kembali, meski belum mencapai fase euforia.

Biaya Mining Jadi Batas Penting

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah biaya produksi Bitcoin oleh para penambang. Berdasarkan laporan Marathon Digital (MARA), biaya rata-rata penambangan pada kuartal keempat 2025 berada di sekitar US$70.027 per BTC.

Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar US$73.000, jarak dengan titik impas penambangan hanya sekitar US$3.000.

Dalam siklus sebelumnya, penurunan harga di bawah biaya produksi sering memicu capitulation dari para miner. Namun saat ini beberapa perusahaan penambang mulai mendiversifikasi bisnis mereka ke pusat data AI, yang berpotensi memperkuat level dukungan harga tersebut.

Level US$70.000 Jadi Garis Penting

Sejumlah analis menilai reli Bitcoin saat ini memiliki struktur yang cukup kuat, meskipun belum dapat dipastikan akan berlanjut menjadi tren bullish besar.

Level psikologis US$70.000 kini dianggap sebagai garis penting yang menentukan arah pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, sentimen positif dapat terus berlanjut.

Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, pergerakan Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro.

Bagi investor jangka panjang, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) masih dianggap sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi volatilitas pasar.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya mencatat reli kuat sepanjang minggu.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Minggu (8/3), harga PI turun sekitar 6,49% ke level $0,210, menjadikannya salah satu altcoin yang mengalami tekanan jual setelah lonjakan tajam sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang juga melemah. Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin (BTC), tercatat turun sekitar 1,53%, sementara kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut lebih dari $50 miliar dalam periode yang sama.

Meskipun demikian, analis menilai koreksi ini lebih mencerminkan fase konsolidasi alami setelah reli besar, bukan perubahan tren jangka panjang yang signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Profit-Taking Setelah Reli Tajam

Faktor utama yang memicu penurunan harga Pi dalam 24 jam terakhir adalah aksi ambil untung (profit-taking) oleh trader setelah kenaikan harga yang cukup agresif.

Dalam sepekan terakhir, harga PI melonjak lebih dari 23% dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan di sekitar $0,233 pada 7 Maret.

Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah perkembangan positif di ekosistem Pi, termasuk pembaruan protokol versi v19.9 serta rencana pengembangan teknologi distributed AI computing.

Namun dalam pasar kripto, reli tajam sering kali diikuti oleh fase koreksi jangka pendek ketika investor mulai mengamankan keuntungan mereka.

Kondisi ini juga sering terjadi ketika indikator teknikal menunjukkan bahwa aset berada dalam kondisi overbought, sehingga pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian sebelum melanjutkan tren berikutnya.

Jika volume perdagangan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai mereda dan pasar memasuki fase konsolidasi.

Tekanan dari Pasar Altcoin dan Kekhawatiran Token Supply

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain aksi ambil untung, penurunan harga Pi juga dipengaruhi oleh sentimen negatif di pasar altcoin secara keseluruhan.

Ketika Bitcoin mengalami penurunan, banyak altcoin biasanya ikut terdampak karena aliran likuiditas di pasar kripto cenderung mengikuti pergerakan aset utama.

Dalam kondisi pasar yang lebih berhati-hati atau risk-off, investor sering mengurangi eksposur terhadap altcoin yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi.

Selain itu, komunitas juga masih menyoroti jumlah pasokan token Pi yang sangat besar serta potensi unlock token di masa depan.

Faktor tokenomik seperti ini sering kali menjadi perhatian investor karena pelepasan token baru ke pasar dapat meningkatkan tekanan jual dalam jangka panjang.

Meski belum ada perubahan langsung pada jadwal unlock, kekhawatiran tersebut tetap menjadi faktor psikologis yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap Pi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, level $0,200 menjadi area support psikologis yang sangat penting bagi pergerakan harga Pi.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba kembali menguji area $0,233, yang merupakan level tertinggi terbaru.

Namun jika tekanan jual terus meningkat dan harga turun di bawah $0,200, maka potensi koreksi yang lebih dalam menuju area $0,180 bisa terbuka.

Selain faktor teknikal, pasar juga menantikan perkembangan dari tim Pi Network menjelang **Pi Day yang jatuh pada 14 Maret.

Hari tersebut sering menjadi momentum penting bagi komunitas Pi karena proyek ini kerap mengumumkan pembaruan atau inisiatif baru di sekitar tanggal tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 8%, Dipicu Upgrade Jaringan dan Pi Day

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, koreksi harga PI saat ini masih dapat dianggap sebagai konsolidasi sehat setelah kenaikan parabolik dalam beberapa hari terakhir.

Namun, kondisi pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian serta kekhawatiran terkait suplai token membuat prospek jangka pendek Pi berada dalam tekanan moderat.

Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan harga di sekitar support $0,200 akan menjadi indikator penting untuk menentukan arah tren selanjutnya.

Jika level tersebut mampu dipertahankan, Pi berpotensi membangun basis harga baru sebelum mencoba melanjutkan momentum kenaikan.

Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan mendorong harga menuju area support berikutnya di sekitar $0,180.

Bagi investor dan trader, periode ini menjadi fase krusial untuk memantau apakah reli sebelumnya masih memiliki tenaga, atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $66.947, Dibayangi Tekanan

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Minggu (8/3), harga BTC hari ini berada di kisaran $66.947,28 per koin, turun sekitar 1,68% hingga 1,72% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih cukup aktif di pasar kripto global.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $24,1 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC berada di sekitar $1,33 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Meski mengalami tekanan jangka pendek, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin menunjukkan volatilitas yang relatif moderat.

Harga sempat mencapai level tertinggi harian di $68.211, sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di $66.878.

Rentang pergerakan ini menandakan bahwa tekanan jual masih cukup kuat ketika BTC mencoba mendekati area $68.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai bergerak turun dan kembali stabil di kisaran $66.000 hingga $67.000.

Secara jangka sangat pendek, pergerakan harga juga terlihat relatif stabil. Dalam satu jam terakhir, perubahan harga tercatat sekitar -0,15%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Sementara itu, jika dilihat dari perspektif mingguan, Bitcoin mengalami sedikit penurunan sekitar 0,71% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan bahwa pasar masih mencoba mencari arah tren berikutnya.

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup besar.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC justru mencatat kenaikan sekitar $2.144 atau sekitar 3,31%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi harian, tren jangka menengah masih memiliki momentum positif.

Namun jika melihat periode yang lebih panjang, koreksi yang lebih signifikan terlihat.

Dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin turun sekitar $25.711 atau sekitar 27,75%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC juga masih mencatat penurunan sekitar 26,65%.

Koreksi ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Setelah mencetak rekor tersebut, pasar kripto memasuki fase konsolidasi yang cukup dalam, yang sering terjadi setelah reli besar.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin tetap menempati posisi 1 sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,40 triliun, yang mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimal BTC telah beredar di pasar.

Struktur suplai Bitcoin yang terbatas menjadi salah satu faktor utama yang membuat aset ini sering dianggap sebagai “digital gold” oleh banyak investor.

Keterbatasan suplai tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin sering menjadi aset utama dalam portofolio investor kripto, terutama ketika pasar mengalami ketidakpastian.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif analisis teknikal, terdapat beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pelaku pasar.

Area $66.800 hingga $67.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menguji resistance di sekitar $68.000 hingga $69.000.

Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support tersebut, maka BTC berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Untuk kembali membangun momentum bullish yang lebih kuat, Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas area $69.000 hingga $70.000.

Baca Juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan dalam jangka pendek, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas pasar yang tinggi, kapitalisasi besar, serta minat investor institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi indikator utama bagi pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, arus modal investor, serta perkembangan regulasi kripto di berbagai negara.

Bagi trader dan investor, fase volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi periode penting untuk menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga dalam jangka menengah masih tetap terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

dYdX Usul Naikkan Limit Order, Kapasitas Trading Melejit!

Komunitas platform derivatif kripto terdesentralisasi dYdX kembali menggelar proses governance melalui proposal terbaru di jaringan dYdX v4.

Proposal yang dikenal sebagai Prop 357 ini memasuki tahap voting komunitas pada 5–7 Maret, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas perdagangan di jaringan.

Usulan tersebut bertujuan untuk menaikkan batas limit order per 100 block menjadi 50 stateful orders, sebuah parameter teknis yang dinilai penting untuk meningkatkan throughput transaksi serta mendukung aktivitas market-making di platform.

Langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan komunitas dYdX untuk mengoptimalkan performa jaringan, terutama seiring meningkatnya volume perdagangan di sektor decentralized derivatives exchange (DEX).

Baca Juga: Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 29 September 2025

Fokus pada Peningkatan Kapasitas Perdagangan

Dalam proposal tersebut, perubahan utama terletak pada peningkatan jumlah stateful orders yang dapat diproses oleh jaringan dalam setiap interval blok.

Stateful orders merupakan yang Coinmerketkap jenis order yang disimpan langsung di dalam state blockchain, sehingga memungkinkan proses eksekusi yang lebih efisien dan terintegrasi dengan sistem order book on-chain.

Dengan menaikkan batas order menjadi 50 stateful orders per 100 blokjck, jaringan dYdX diharapkan mampu memproses lebih banyak aktivitas perdagangan tanpa mengorbankan stabilitas sistem.

Peningkatan kapasitas ini juga penting bagi para market maker, yaitu pihak yang menyediakan likuiditas di pasar dengan menempatkan order beli dan jual secara simultan.

Semakin tinggi kapasitas order yang tersedia, semakin mudah bagi market maker untuk menjaga likuiditas pasar, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan efisiensi harga dan pengalaman trading bagi pengguna.

Upaya Optimasi Infrastruktur dYdX

Upgrade parameter seperti yang diusulkan dalam Prop 357 merupakan bagian dari pengembangan teknis yang rutin dilakukan dalam ekosistem dYdX.

Sejak peluncuran dYdX v4, komunitas terus melakukan berbagai penyesuaian terhadap parameter jaringan untuk memastikan platform mampu menangani aktivitas perdagangan yang semakin besar.

Sebagai salah satu platform derivatif terdesentralisasi terbesar di industri kripto, dYdX memiliki basis pengguna yang cukup aktif. .Oleh karena itu, peningkatan throughput menjadi faktor penting agar sistem tetap dapat beroperasi secara optimal.

Perubahan teknis ini juga menunjukkan bagaimana model governance berbasis DAO memungkinkan komunitas untuk berpartisipasi langsung dalam pengembangan jaringan.

Dampak terhadap Harga Token

Meski peningkatan kapasitas trading dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dYdX, dampaknya terhadap harga token biasanya tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

Tim Reserach Tokocrypto menilai proposal ini lebih bersifat upgrade teknis dibandingkan perubahan fundamental pada struktur ekonomi token.

“Ini murni upgrade teknis/throughput parameter. Bagus buat kapasitas trading dan MM, tapi nggak nyentuh sisi tokenomik atau revenue sharing. Jarang narik perhatian spekulan besar, jadi dampaknya ke harga kemungkinan minim banget,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investor spekulatif biasanya lebih tertarik pada perubahan yang berkaitan langsung dengan tokenomik, seperti mekanisme pembakaran token, pembagian pendapatan, atau peningkatan utilitas token.

Peran Governance dalam Ekosistem DeFi

Proposal Prop 357 juga menunjukkan bagaimana mekanisme governance memainkan peran penting dalam pengembangan proyek Decentralized Finance (DeFi).

Melalui sistem voting komunitas, pemegang token memiliki kesempatan untuk menentukan arah pengembangan protokol. Hal ini menjadi salah satu ciri khas DeFi yang membedakannya dari platform keuangan tradisional.

Keputusan yang diambil melalui governance tidak hanya memengaruhi parameter teknis, tetapi juga dapat menentukan strategi jangka panjang platform.

Dengan semakin banyaknya pengguna yang terlibat dalam proses voting, sistem DAO seperti yang digunakan oleh dYdX berpotensi menciptakan ekosistem yang lebih transparan dan partisipatif.

Baca Juga: Token COOKIE Naik 26%, Cookie DAO Umumkan Kemitraan Strategis

Prospek dYdX

Jika proposal ini disetujui oleh komunitas, peningkatan limit order dapat membantu memperkuat infrastruktur perdagangan dYdX dan meningkatkan kapasitas platform dalam menangani aktivitas pasar.

Meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan terbatas dalam jangka pendek, peningkatan performa jaringan tetap menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekosistem DeFi secara keseluruhan.

Dengan terus melakukan penyesuaian teknis dan pengembangan infrastruktur, dYdX berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pasar derivatif kripto terdesentralisasi yang semakin kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tingkatkan Transparansi, DAO Bongkar Rahasia Kelola Token!

Ekosistem Decentralized Autonomous Organization (DAO) kembali menghadirkan inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan token.

Proposal BIP045 saat ini sedang menjalani proses voting komunitas pada 3–7 Maret untuk meresmikan Yecho Buyback Dashboard sebagai tracker resmi pembelian kembali (buyback) token BIM di jaringan Base.

Inisiatif ini bertujuan memberikan visibilitas yang lebih jelas kepada komunitas mengenai aktivitas buyback token yang berlangsung di ekosistem BIM.

Dengan adanya dashboard tersebut, data mengenai pembelian kembali token dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berjalan di dalam proyek.

Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

Meningkatkan Transparansi Buyback Token

Buyback token merupakan salah satu strategi yang cukup umum digunakan dalam ekosistem kripto untuk mengelola suplai token di pasar.

Melalui mekanisme ini, proyek membeli kembali token dari pasar dengan tujuan tertentu, seperti stabilisasi harga atau penguatan nilai ekosistem.

Namun, dalam banyak kasus, komunitas sering kali kesulitan memverifikasi sejauh mana proses buyback benar-benar dilakukan oleh tim proyek.

Proposal BIP045 mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan dashboard pelacakan buyback yang dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Melalui Yecho Buyback Dashboard, komunitas dapat melihat aktivitas pembelian kembali token BIM secara langsung di jaringan Base, termasuk volume transaksi dan data yang relevan lainnya.

Dengan pendekatan ini, DAO berharap dapat menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam ekosistem serta memberikan kejelasan mengenai implementasi kebijakan buyback.

Peran Jaringan Base dalam Ekosistem

Menurut laporan Coinmarketcal, integrasi dashboard buyback dengan jaringan Base juga menjadi bagian penting dari proposal ini.

Base merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibanding jaringan utama Ethereum.

Dengan memanfaatkan infrastruktur Base, proses pencatatan dan pelacakan transaksi buyback dapat dilakukan secara efisien sekaligus tetap mempertahankan transparansi berbasis blockchain.

Penggunaan jaringan Layer 2 juga memungkinkan lebih banyak aktivitas on-chain tanpa menimbulkan biaya transaksi yang terlalu tinggi, sehingga mempermudah pemantauan data oleh komunitas.

Fokus pada Transparansi dan Pengalaman Pengguna

Menurut pengamat industri, proposal BIP045 lebih menekankan pada peningkatan transparansi dan pengalaman pengguna (user experience) daripada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi token.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa inisiatif ini dapat memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek, meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

“Ini upgrade di sisi transparansi dan UX, bukan perubahan tokenomik (jumlah buyback nggak nambah). Bagus buat kepercayaan komunitas jangka panjang, tapi pengaruh ke harga kemungkinan minim karena nggak ada mekanisme value-accrual baru,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun langkah ini penting dari sisi tata kelola dan akuntabilitas, investor biasanya mencari mekanisme tambahan yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi token.

Pentingnya Transparansi dalam DAO

Dalam ekosistem DAO, transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang membedakan model ini dari organisasi tradisional.

Karena keputusan dan pengelolaan proyek dilakukan secara kolektif oleh komunitas, akses terhadap informasi yang jelas dan terbuka menjadi hal yang sangat penting.

Dashboard seperti yang diusulkan dalam BIP045 dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mudah diaudit oleh publik.

Dengan data yang tersedia secara real-time, komunitas dapat memantau apakah kebijakan yang disepakati benar-benar dijalankan sesuai rencana.

Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi anggota komunitas dalam proses governance karena mereka memiliki akses terhadap informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan dalam voting.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Dampak terhadap Ekosistem BIM

Jika proposal BIP045 disetujui dalam voting DAO, maka Yecho Buyback Dashboard akan menjadi alat resmi untuk memantau aktivitas buyback token BIM.

Meski tidak menghadirkan perubahan pada jumlah buyback atau mekanisme tokenomik baru, kehadiran dashboard tersebut tetap memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang di dalam komunitas.

Dalam industri kripto yang sering menghadapi isu transparansi dan kepercayaan, inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah strategis untuk menunjukkan komitmen proyek terhadap tata kelola yang lebih terbuka.

Ke depan, keberhasilan implementasi dashboard ini juga dapat menjadi contoh bagi proyek DAO lainnya untuk menghadirkan sistem pemantauan yang lebih transparan bagi komunitas mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Aset kripto tersebut naik sekitar 15,40% ke level $0,228, bahkan ketika kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan justru turun sekitar 2,91%.

Pergerakan yang berlawanan arah ini menunjukkan bahwa Pi saat ini menjadi salah satu altcoin yang diuntungkan oleh rotasi modal dari Bitcoin dan aset besar lainnya ke altcoin berisiko lebih tinggi.

Dalam kondisi pasar yang melemah, kenaikan tajam Pi menunjukkan adanya minat spekulatif terhadap altcoin yang memiliki potensi imbal hasil lebih besar.

Namun, berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang secara langsung memicu lonjakan harga Pi dalam periode tersebut.

Rotasi Altcoin Jadi Pendorong Utama

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga Pi tampaknya berasal dari fenomena rotasi altcoin.

Indikator yang sering digunakan untuk melihat tren ini adalah Altcoin Season Index, yang menunjukkan apakah kinerja altcoin sedang mengungguli Bitcoin.

Dalam 30 hari terakhir, Coinmarketcap mencatat indeks tersebut meningkat sekitar 38,46% hingga mencapai angka 36.

Meskipun angka ini masih berada di bawah ambang batas yang menandakan “altcoin season” penuh, peningkatan tersebut menunjukkan adanya aliran modal yang mulai berpindah dari Bitcoin menuju altcoin.

Kondisi ini menjelaskan mengapa Pi mampu mencatat kenaikan harga yang cukup tajam meskipun pasar kripto secara umum sedang mengalami tekanan.

Dalam fase seperti ini, investor biasanya mencari aset kripto dengan potensi volatilitas lebih tinggi untuk mengejar peluang keuntungan yang lebih besar.

Pi, yang masih tergolong altcoin dengan kapitalisasi relatif kecil dibanding aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum, sering kali bergerak lebih agresif ketika rotasi modal terjadi.

Minim Katalis Fundamental

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meski kenaikan harga Pi cukup signifikan, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya berita besar, pengumuman proyek, atau perkembangan fundamental baru yang menjadi pemicu langsung pergerakan tersebut.

Tidak ada indikasi aktivitas on-chain yang luar biasa, lonjakan minat di pasar derivatif, atau momentum sektor tertentu yang secara khusus berkaitan dengan ekosistem Pi Network.

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan dinamika rotasi modal, bukan oleh perkembangan fundamental proyek itu sendiri.

Situasi seperti ini sering terjadi di pasar kripto, terutama ketika likuiditas berpindah dari aset besar ke altcoin yang lebih spekulatif.

Namun, kenaikan yang tidak didukung katalis kuat juga cenderung lebih rentan terhadap pembalikan arah jika sentimen pasar berubah.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, harga Pi menghadapi level resistensi penting di sekitar $0,25.

Area ini dianggap sebagai batas psikologis sekaligus zona teknikal yang sebelumnya menjadi titik penolakan harga.

Di sisi lain, support utama berada di sekitar $0,20. Jika Pi mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area $0,25 masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $0,20, maka potensi koreksi menuju $0,18 bisa terjadi.

Selain level harga tersebut, investor juga disarankan untuk memantau perkembangan Altcoin Season Index.

Jika indeks ini berhasil menembus angka 50, hal itu biasanya menjadi sinyal bahwa fase altcoin season yang lebih kuat sedang berlangsung.

Sebaliknya, jika dominasi Bitcoin kembali meningkat, aliran modal ke altcoin berpotensi berkurang dan dapat menekan harga aset seperti Pi.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7,55% ke $0,183, Ikuti Arus Reli Pasar Global

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Pi saat ini dapat dikategorikan cautiously bullish atau bullish secara hati-hati.

Momentum kenaikan masih ada, tetapi sangat bergantung pada keberlanjutan rotasi modal ke altcoin.

Jika tren tersebut berlanjut dan Pi berhasil membangun basis harga di atas $0,20, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $0,25 bahkan lebih tinggi masih terbuka.

Namun tanpa katalis fundamental yang jelas, pergerakan harga Pi tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba.

Karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan dua faktor utama dalam waktu dekat, yaitu arah pergerakan Altcoin Season Index serta kemampuan Pi mempertahankan level support $0,20.

Jika kedua faktor tersebut tetap positif, Pi berpotensi melanjutkan momentum kenaikannya di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Walrus Jadi Backend Data untuk AI Agents, Perkuat Narasi AI di Web3

Ekosistem kripto kembali menunjukkan perkembangan menarik di sektor AI dan data verifikasi.

Proyek blockchain Walrus resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab untuk menghadirkan integrasi data terverifikasi yang dapat digunakan oleh AI agents serta platform prediction market.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan.

Melalui integrasi tersebut, data yang digunakan oleh AI maupun platform prediksi dapat diverifikasi secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi, meningkatkan kepercayaan terhadap sistem yang dibangun di atasnya.

Menurut laporan Coinmarketcal, salah satu poin utama dari kerja sama ini adalah keputusan MyriadMarkets untuk sepenuhnya menggunakan infrastruktur Walrus dalam aspek verifiability atau verifikasi data.

Dengan basis pengguna yang telah mencapai lebih dari 500.000 pengguna, integrasi ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi Walrus di lingkungan aplikasi yang sudah aktif digunakan.

Baca Juga: Volume Perdagangan Menguat, Harga Walrus (WAL) Hari Ini Naik 14%

Walrus Perkuat Posisi di Infrastruktur Data AI

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema paling panas di industri blockchain.

Banyak proyek berlomba menghadirkan solusi yang memungkinkan AI beroperasi dengan data yang transparan dan dapat diverifikasi.

Walrus mencoba menempatkan diri sebagai backend data layer yang dapat menyediakan data terpercaya bagi berbagai aplikasi AI.

Dengan menggunakan teknologi blockchain, data yang diproses oleh sistem dapat memiliki jejak verifikasi yang jelas dan tidak mudah dimanipulasi.

Kolaborasi dengan Talus Labs dan ZarkLab juga memperluas potensi penggunaan teknologi ini.

Kedua pihak dikenal aktif dalam pengembangan teknologi berbasis AI serta eksperimen pada model aplikasi Web3 yang memanfaatkan otomatisasi agen cerdas.

Integrasi tersebut memungkinkan AI agents untuk mengambil keputusan berdasarkan data yang telah diverifikasi, sehingga mengurangi risiko manipulasi informasi atau penggunaan data yang tidak valid.

Prediction Market Butuh Data yang Dapat Diverifikasi

Prediction market merupakan salah satu aplikasi blockchain yang bergantung pada akurasi informasi.

Platform ini memungkinkan pengguna untuk memprediksi berbagai peristiwa, mulai dari harga aset kripto hingga hasil peristiwa global.

Namun, keandalan prediction market sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Tanpa mekanisme verifikasi yang kuat, potensi manipulasi data dapat merusak integritas sistem.

Di sinilah teknologi Walrus memainkan peran penting. Dengan menyediakan sistem penyimpanan dan verifikasi data berbasis blockchain, informasi yang digunakan oleh prediction market dapat dipastikan keasliannya.

Integrasi penuh MyriadMarkets dengan Walrus menandai langkah besar menuju sistem prediction market yang lebih transparan dan terpercaya.

Dampak Terhadap Sentimen Pasar

Kolaborasi strategis seperti ini sering kali menjadi katalis positif bagi sentimen pasar, terutama ketika melibatkan proyek dengan basis pengguna yang cukup besar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kerja sama Walrus dengan sejumlah mitra teknologi tersebut memperkuat posisi proyek ini dalam narasi AI yang sedang berkembang pesat.

“Walrus memposisikan diri sebagai backend data untuk narasi AI yang lagi panas. Kolaborasi dengan MyriadMarkets (500k+ users) ngasih real use-case buat Walrus. Sentimen jangka pendek positif, tapi butuh capital commitment yang lebih besar buat pump harga struktural,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun kolaborasi dapat mendorong sentimen positif dalam jangka pendek, kenaikan harga token yang lebih signifikan biasanya membutuhkan faktor tambahan seperti peningkatan penggunaan jaringan dan masuknya modal besar ke dalam ekosistem.

Baca Juga: Sui Network Ungkap Rencana 2025 dalam AMA Tokocrypto

Masa Depan Integrasi AI dan Blockchain

Integrasi antara AI agents, prediction markets, dan blockchain semakin menunjukkan potensi besar di industri kripto.

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang membutuhkan data terpercaya, proyek yang mampu menyediakan infrastruktur verifikasi data berpeluang memainkan peran penting dalam ekosistem tersebut.

Kolaborasi Walrus dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk memperkuat fondasi sistem berbasis AI.

Jika implementasi ini berhasil meningkatkan keandalan prediction market dan memperluas penggunaan AI agents, Walrus berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam sektor data infrastructure untuk AI di Web3.

Ke depan, perkembangan integrasi ini akan menjadi faktor penting yang menentukan seberapa besar adopsi teknologi Walrus di industri kripto dan teknologi terdesentralisasi secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Coreum dan SOLO Resmi Bermigrasi ke Token TX, Supply Awal 1,9 Miliar

Migrasi besar dalam ekosistem kripto kembali terjadi setelah token Coreum dan Sologenic resmi bertransformasi menjadi token baru bernama TX pada 6 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal.

Langkah ini menandai fase penting dalam evolusi proyek blockchain yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Melalui proses Token Generation Event (TGE), kedua ekosistem tersebut kini disatukan dalam satu struktur token yang diharapkan mampu meningkatkan utilitas jaringan sekaligus memperbaiki model ekonomi token.

Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah jumlah pasokan beredar awal (circulating supply) yang hanya sebesar 1,9 miliar token TX.

Angka ini jauh lebih kecil dari rumor yang sempat beredar di komunitas kripto yang menyebut supply token baru tersebut bisa mencapai 100 miliar.

Baca Juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

Klarifikasi Tokenomics: Supply Awal 1,9 Miliar

Sebelum peluncuran resmi, komunitas kripto sempat diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai tokenomics TX.

Salah satu yang paling banyak dibahas adalah potensi jumlah pasokan token yang disebut-sebut bisa mencapai 100 miliar unit.

Rumor ini memicu kekhawatiran mengenai potensi tekanan jual besar di pasar, karena jumlah supply yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko inflasi token.

Namun setelah pengumuman resmi TGE, data menunjukkan bahwa circulating supply awal TX hanya 1,9 miliar token, sehingga kekhawatiran tersebut tidak terbukti.

Tim Research Tokocrypto menilai klarifikasi ini menjadi faktor penting yang dapat memperbaiki sentimen investor terhadap proyek tersebut.

“FUD soal supply 100B terbantahkan. Dengan awal supply yang jauh lebih rendah, tekanan jual (supply overhang) berkurang drastis. Struktur vesting 7 tahun untuk PSE menunjukkan komitmen jangka panjang tim untuk stabilitas ekosistem TX,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan pasokan awal yang lebih kecil, potensi tekanan jual dalam fase awal perdagangan dapat ditekan sehingga memberikan peluang bagi harga token untuk berkembang lebih stabil.

Skema Vesting 7 Tahun untuk Emisi Token

Selain pasokan awal yang relatif terbatas, proyek TX juga menerapkan mekanisme vesting jangka panjang untuk distribusi sisa token.

Sisa emisi token yang dikenal sebagai Programmatic Supply Emissions (PSE) tidak akan dilepas secara langsung ke pasar.

Sebaliknya, token tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui periode vesting selama 7 tahun atau sekitar 84 bulan.

Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas pasar dan stabilitas harga.

Model vesting jangka panjang semakin banyak digunakan oleh proyek blockchain modern karena dinilai mampu mengurangi risiko dump token dalam jumlah besar sekaligus memberikan insentif jangka panjang bagi tim pengembang dan investor awal.

Integrasi Ekosistem Coreum dan Sologenic

Migrasi ke token TX juga membuka peluang integrasi yang lebih dalam antara teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Coreum dan Sologenic.

Coreum dikenal sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), smart contract, serta tokenisasi aset digital dengan performa tinggi.

Di sisi lain, Sologenic memiliki fokus kuat pada tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Melalui penggabungan ini, token TX diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekosistem baru yang menghubungkan berbagai layanan blockchain, mulai dari DeFi, tokenisasi aset, hingga aplikasi finansial berbasis blockchain.

Baca Juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

Peluncuran token TX menjadi salah satu agenda penting dalam kalender kripto pada awal Maret 2026. Bagi investor dan komunitas blockchain, kejelasan tokenomics menjadi faktor penting dalam menilai potensi jangka panjang suatu proyek.

Klarifikasi mengenai pasokan awal serta skema vesting jangka panjang memberikan sinyal bahwa tim pengembang berupaya menjaga stabilitas ekonomi token.

Namun seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan token TX tidak hanya bergantung pada struktur tokenomics, tetapi juga pada tingkat adopsi dan penggunaan nyata di dalam ekosistem.

Jika integrasi antara teknologi Coreum dan Sologenic mampu menghasilkan aplikasi yang menarik bagi pengguna dan pengembang, token TX berpotensi mendapatkan momentum baru di pasar kripto.

Sebaliknya, tanpa pertumbuhan aktivitas jaringan yang signifikan, peluncuran token baru ini bisa saja hanya menjadi momentum sementara di tengah dinamika industri blockchain yang sangat kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan setelah sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Kondisi ini bahkan disebut lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada 2022.

Dilaporkan Cointelegrph, analis CryptoQuant Darkfost menyebut situasi pasar saat ini tidak kondusif bagi aset berisiko seperti altcoin. Menurutnya, investor masih menunjukkan sikap hati-hati dan minat terhadap altcoin terus melemah.

“Untuk perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April 2025 dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini menggambarkan kondisi altcoin saat ini dengan sangat jelas,” kata Darkfost.

Banyak Altcoin Mendekati Rekor Terendah

Beberapa altcoin besar juga tercatat berada sangat dekat dengan titik terendahnya. Cardano (ADA) saat ini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas all-time low di level US$0,17.

Sementara itu Polkadot (DOT) sempat mencetak all-time low di sekitar US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah naik sekitar 33% dari level tersebut. Polygon (POL) juga berada tidak jauh dari rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10 atau hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masa.

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan banyak altcoin masih kesulitan pulih setelah penurunan besar yang terjadi pada Oktober 2025.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan kondisi market sekarang bener-bener gak ramah buat aset berisiko. Altcoin kehilangan narasi “digital gold” dan dukungan institusional yang dinikmati BTC.

“Ini peluang beli buat yang punya napas panjang, tapi hati-hati: oversupply token bikin pemulihan makin berat,” tutur.

Likuiditas Berpindah ke Aset Lain

Menurut Darkfost, salah satu penyebab utama pelemahan altcoin adalah perpindahan likuiditas dari pasar kripto ke aset lain seperti saham dan komoditas.

Volume perdagangan kripto harian sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, hari ketika pasar kripto mengalami penurunan besar. Namun dalam beberapa bulan terakhir, volume harian hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar.

Sementara itu indikator Total3, yang mengukur kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin dan Ethereum, telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November 2024.

Minat Investor Terhadap Altcoin Menurun

Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga menurun secara signifikan. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan pembahasan mengenai altcoin di media sosial turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Pencarian global untuk kata kunci “altcoins” di Google juga jatuh ke level terendah dalam satu tahun berdasarkan data Google Trends.

Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut “liquidity drain”, di mana sedikit perubahan sentimen dapat memicu penurunan harga yang besar.

Hal ini terjadi karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat seperti Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai “emas digital”.

Jumlah Token Terlalu Banyak

Analis juga menyoroti meningkatnya jumlah proyek kripto sebagai salah satu faktor yang menekan pasar altcoin. Saat ini tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap.

Persaingan yang sangat besar untuk menarik modal investor membuat likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek.

Di sisi lain, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar dengan menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mengalir ke altcoin.

Meski demikian, Darkfost menilai penurunan tajam altcoin saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang, karena koreksi besar sering kali terjadi sebelum fase pemulihan pasar berikutnya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Qubic Gelar Livestream All-Hands, Bedah Roadmap AI Terdesentralisasi

Proyek blockchain berbasis kecerdasan buatan terdesentralisasi, Qubic, kembali memperkuat komitmennya terhadap transparansi komunitas dengan menggelar sesi All-Hands Livestream.

Acara dua mingguan ini menjadi forum resmi bagi tim pengembang untuk membagikan pembaruan lintas departemen sekaligus memberikan gambaran terbaru mengenai roadmap teknologi mereka.

Dilansir dari Coinmarketcal, livestream tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi terbuka Qubic kepada komunitas global.

Dalam sesi ini, para pengembang akan menjelaskan perkembangan terbaru dari berbagai divisi proyek, mulai dari riset teknologi hingga implementasi fitur yang berkaitan dengan ekosistem AI terdesentralisasi yang tengah mereka bangun.

Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian industri kripto terhadap integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan.

Dengan menyampaikan perkembangan proyek secara berkala, Qubic berupaya menjaga kepercayaan komunitas sekaligus menunjukkan kemajuan konkret dari platform yang dikembangkan.

Baca Juga: Gila! Token AI Ini Naik Tajam, Kapitalisasi Pasar Tembus Miliaran!

Transparansi dan Komunikasi dengan Komunitas

Dalam industri kripto, komunikasi langsung antara tim pengembang dan komunitas sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga sentimen pasar.

Melalui sesi All-Hands ini, Qubic memberikan ruang bagi para pengikut proyek untuk memahami arah pengembangan teknologi secara lebih jelas.

Sesi livestream biasanya mencakup berbagai topik seperti pembaruan teknis, perkembangan infrastruktur jaringan, hingga diskusi mengenai rencana ekspansi ekosistem.

Tidak jarang pula tim pengembang membahas tantangan yang sedang dihadapi serta strategi untuk mengatasinya.

Dengan pendekatan ini, Qubic mencoba membangun ekosistem yang lebih terbuka dan partisipatif, di mana komunitas dapat mengikuti perkembangan proyek secara langsung dan mendapatkan wawasan mengenai prioritas pengembangan di masa depan.

Fokus pada Pengembangan AI Terdesentralisasi

Qubic dikenal sebagai proyek yang berupaya menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan terdesentralisasi.

Konsep ini memungkinkan komputasi AI dilakukan melalui jaringan terdistribusi, sehingga tidak bergantung pada satu entitas pusat.

Pendekatan tersebut berpotensi membuka berbagai peluang baru, termasuk dalam bidang komputasi terdistribusi, pengolahan data skala besar, serta pengembangan aplikasi berbasis AI yang lebih transparan dan aman.

Dengan meningkatnya minat pasar terhadap teknologi AI, proyek yang menawarkan solusi inovatif dalam sektor ini berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari investor maupun pengembang.

Oleh karena itu, pembaruan roadmap yang disampaikan dalam livestream seperti ini sering menjadi momen penting untuk menilai arah pengembangan teknologi proyek.

Potensi Dampak terhadap Sentimen Pasar

Meski acara komunitas seperti All-Hands Livestream umumnya tidak langsung memengaruhi fundamental ekonomi token, pembaruan roadmap atau pengumuman strategis yang muncul selama acara dapat memicu perubahan sentimen di pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa acara semacam ini tetap memiliki nilai penting bagi investor yang memantau perkembangan proyek.

“Meskipun acara rutin seperti ini jarang mengubah fundamental ekonomi token secara instan, pembaruan roadmap dapat memperbaiki sentimen pasar di tengah tren AI. Investor perlu memantau pengumuman kemitraan besar atau rilis teknis konkret selama livestream untuk mengukur potensi apresiasi harga selanjutnya,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Komentar tersebut menyoroti bahwa nilai utama dari acara komunitas terletak pada informasi strategis yang mungkin diumumkan, seperti kerja sama baru, integrasi teknologi, atau peluncuran fitur utama.

Apa yang Perlu Dipantau Investor?

Bagi pelaku pasar kripto, terdapat beberapa faktor yang patut diperhatikan selama sesi livestream berlangsung. Salah satunya adalah pembaruan terkait roadmap pengembangan teknologi, terutama jika mencakup rencana peluncuran fitur baru dalam waktu dekat.

Selain itu, pengumuman kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi, proyek blockchain lain, atau institusi riset juga bisa menjadi katalis positif bagi ekosistem Qubic.

Kemajuan nyata dalam implementasi AI terdesentralisasi juga menjadi indikator penting bagi investor yang menilai potensi jangka panjang proyek ini.

Dengan semakin berkembangnya sektor AI dalam industri kripto, proyek yang mampu menunjukkan kemajuan teknologi yang nyata berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari pasar.

Baca Juga: DePIN: Inovasi Infrastruktur Fisik Desentralisasi dengan Kripto

All-Hands Livestream yang digelar Qubic menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga transparansi dan komunikasi dengan komunitas global.

Melalui sesi ini, tim pengembang dapat menyampaikan perkembangan terbaru sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah masa depan proyek.

Meskipun dampak langsung terhadap harga token tidak selalu terjadi, informasi yang muncul selama acara dapat memengaruhi sentimen pasar, terutama jika disertai pengumuman strategis atau kemajuan teknologi signifikan.

Bagi investor dan pengamat industri kripto, sesi livestream seperti ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam potensi pengembangan ekosistem Qubic serta peluang pertumbuhan di sektor AI terdesentralisasi yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com