Tag Archives: aset kripto

Pasar Kripto Hari Ini 11 Maret 2026: Tunjukan Penguatan Jelang CPI

Pasar kripto hari ini, Rabu (11/3) menunjukkan penguatan menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang menjadi perhatian utama investor. Beberapa altcoin mencatat lonjakan signifikan, dipimpin PIXEL yang meroket 90% ke $0,00956. FLOW juga menguat 20% ke $0,0658, sementara XAI naik 19% ke level yang sama. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar di tengah ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS.

Penguatan kripto hari ini didorong oleh beberapa faktor utama. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mulai mereda, sementara harga minyak mengalami penurunan yang membantu memperbaiki sentimen risiko global. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Potensial di Tengah Pasar Tunggu Rilis CPI

  • PIXEL melesat 90% dan kini menyentuh angka $0,00956.
  • FLOW menguat 20% ke posisi harga saat ini $0,0658.
  • XAI naik tajam 19% hingga mencapai level $0,0658.

Penyebab Kripto Naik Hari Ini: 5 Alasan Utama

  • Kripto pulih saat harga minyak turun dan tensi AS-Iran mereda.
  • Elon Musk luncurkan X Money untuk publik April mendatang.
  • Bitcoin naik berkat rebound saham teknologi dan data properti AS.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

BNB Melonjak Berkat Adopsi Stablecoin

  • BNB Chain kuasai 40% pasar pembayaran ritel global.
  • Stablecoin jadi “dolar paralel” di Amerika Latin ($27M).
  • BNB kini bergerak layaknya saham infrastruktur.

Harga Bitcoin $70.000 Jelang Rilis CPI, Pasar Waspada Inflasi

  • Bitcoin tembus $70.000 sebelum data Rabu keluar.
  • Prediksi CPI naik ke 0,27% (sebelumnya 0,17%).
  • Suku bunga diprediksi tetap; data Rabu jadi kunci.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto, harga BTC hari ini berada di level $68.059,39 per BTC, turun sekitar 3,03% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih tinggi.

Volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam tercatat sekitar $40,45 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC mencapai sekitar $1,36 triliun, menjadikannya aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto global.

Namun, koreksi harga terbaru menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih berhati-hati setelah volatilitas meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak cukup volatil. Harga tertinggi dalam 24 jam tercatat di $71.164, sementara level terendah menyentuh $67.757.

Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat ketika BTC mendekati area $71.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai mengalami koreksi hingga kembali ke kisaran $68.000.

Secara persentase, penurunan harian mencapai sekitar 3,36%, sementara dalam jangka waktu satu jam terakhir harga relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,09%.

Meski demikian, dalam perspektif mingguan Bitcoin masih mencatat kinerja positif.

Harga BTC naik sekitar 3,83% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih memiliki momentum kenaikan meskipun terjadi koreksi harian.

Tren Harga BTC dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari periode yang lebih panjang, Bitcoin mengalami koreksi yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar $2.523 atau sekitar 3,58%. Penurunan menjadi lebih signifikan jika melihat periode yang lebih panjang.

Selama 60 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $25.510 atau sekitar 27,27%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat penurunan sekitar 24,01% atau setara dengan $21.500.

Koreksi tersebut terjadi setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198. Setelah menyentuh level tersebut, pasar mengalami fase konsolidasi yang cukup dalam.

Kondisi ini merupakan pola yang cukup umum dalam siklus pasar kripto, di mana reli besar biasanya diikuti oleh periode koreksi atau konsolidasi sebelum tren berikutnya terbentuk.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,36 triliun, Bitcoin masih memegang posisi sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat 1 dalam daftar kapitalisasi pasar.

Dominasi Bitcoin juga tetap sangat kuat, terutama karena pasokan maksimalnya yang terbatas hanya 21 juta koin.

Saat ini sekitar 95% dari total pasokan maksimum sudah beredar di pasar.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh pasokan maksimal BTC telah beredar.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami koreksi, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling berpengaruh dalam menentukan arah pergerakan pasar secara keseluruhan.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kini memperhatikan beberapa level teknikal penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Area $67.700 hingga $68.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, BTC berpotensi kembali mencoba menguji area $71.000 yang sebelumnya menjadi resistance.

Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan harga menembus level support tersebut, maka Bitcoin berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Sementara itu, untuk kembali membangun momentum bullish yang kuat, BTC perlu menembus dan bertahan di atas $71.000 hingga $72.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.921, Pasar Tunggu Arah

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan harian, fundamental Bitcoin sebagai aset digital terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta minat institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi barometer utama pasar kripto.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen makroekonomi global, arus modal institusional, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Bagi investor dan trader, periode volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi fase penting dalam menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga tetap terbuka dalam jangka menengah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

Kapitalisasi pasar stablecoin kembali mencetak rekor baru pada Maret 2026, menembus angka US$313 miliar. Meski sering dianggap sebagai “dry powder” atau likuiditas siap pakai untuk membeli aset kripto, data terbaru menunjukkan dana tersebut belum sepenuhnya mengalir ke pasar kripto.

Dikutip BeInCrypto, lonjakan kapitalisasi stablecoin terjadi di tengah volatilitas pasar kripto dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang membuat investor cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Kapitalisasi Stablecoin Capai Rekor Tertinggi

Data dari DefiLlama menunjukkan total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai lebih dari US$313 miliar pada 8 Maret 2026. Angka tersebut menandai level tertinggi sepanjang sejarah bagi sektor stablecoin.

Secara keseluruhan, kapitalisasi stablecoin meningkat sekitar 1,8% sejak awal tahun 2026. Dalam ekosistem kripto, stablecoin biasanya berfungsi sebagai mata uang dasar untuk aktivitas perdagangan dan sering dianggap sebagai indikator likuiditas yang siap masuk ke pasar aset digital.

Ketika pasokan stablecoin meningkat, banyak analis biasanya menilai kondisi tersebut sebagai tanda masuknya modal baru yang berpotensi mendorong pembelian kripto.

Namun dalam situasi saat ini, peningkatan pasokan stablecoin tidak sepenuhnya mencerminkan arus dana ke pasar kripto.

Arus Dana ke Bursa Kripto Masih Negatif

Menurut analis on-chain Darkfost, aliran stablecoin ke bursa kripto terpusat (CEX) masih menunjukkan tren negatif sejak awal 2026.

Di antara platform besar, Binance mencatat arus keluar stablecoin sekitar US$2 miliar per bulan. Bitfinex juga mengalami arus keluar sekitar US$336 juta.

Meski begitu, laju arus keluar tersebut mulai melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada pertengahan Februari, arus keluar Binance tercatat mencapai sekitar US$6,7 miliar.

Data ini menunjukkan bahwa sebagian likuiditas stablecoin tidak mengalir ke aktivitas perdagangan kripto, melainkan bergerak ke penggunaan lain di luar pasar aset digital.

Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasinya penting: likuiditas memang ada, tetapi belum tentu siap diputar ke aset berisiko.

“Selama stablecoin lebih banyak diparkir untuk settlement, pembayaran, atau menunggu momentum, pasar crypto bisa tetap terlihat lesu meski basis likuiditas terus tumbuh—artinya masalahnya bukan ketiadaan uang, melainkan rendahnya conviction untuk melakukan risk deployment,” ucapnya.

Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

Stablecoin Digunakan di Luar Perdagangan Kripto

Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin saat ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya penggunaan aset tersebut dalam sektor keuangan digital yang lebih luas.

Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meningkatnya peran stablecoin dalam pembayaran lintas negara. Stablecoin dinilai mampu mengatasi hambatan yang sering muncul dalam sistem pembayaran tradisional.

Survei yang dilakukan oleh BVNK terhadap 4.658 responden di 15 negara menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna, pembayaran dalam bentuk stablecoin bahkan dapat mencapai sekitar sepertiga dari total pendapatan tahunan mereka.

Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) serta berbagai aktivitas ekonomi digital lainnya.

Penggunaan stablecoin kini juga meluas ke sektor baru, termasuk perdagangan saham yang ditokenisasi, lindung nilai terhadap inflasi di negara tertentu, hingga investasi pada infrastruktur komputasi seperti GPU untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Potensi Peran Stablecoin dalam Ekonomi Digital

Sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan juga mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin.

Circle Internet Group dan Stripe, misalnya, tengah mengembangkan sistem pembayaran yang memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom melakukan transaksi menggunakan stablecoin.

Beberapa analis menilai perkembangan ini dapat membuka pasar baru yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan stablecoin hanya untuk perdagangan kripto.

Volume penyelesaian transaksi stablecoin secara global bahkan diperkirakan telah mencapai sekitar US$46 triliun per tahun.

Meski demikian, sebagian analis berpendapat bahwa jika likuiditas stablecoin yang saat ini mengalir ke berbagai sektor tersebut kembali ke pasar kripto, hal itu dapat menjadi katalis penting bagi pemulihan pasar aset digital di masa mendatang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Melihat Efek Real Harga di Balik Dinner with Turbo Ke-16

Proyek memecoin berbasis kecerdasan buatan (AI) yang fenomenal, Turbo, kembali menyapa komunitasnya melalui gelaran rutin “Dinner with Turbo” episode ke-16.

Acara yang dilangsungkan secara live di platform X (dahulu Twitter) melalui StreamYard ini menjadi magnet bagi para pegiat kripto yang mencari bocoran alpha sharing dan wawasan terbaru langsung dari pusat komunitas.

Berbeda dengan konferensi pengembang yang kaku, Dinner with Turbo dikemas dengan nuansa yang lebih santai namun padat informasi.

Menurut laporan Coinmarketcal, Fokus utama dari sesi ini adalah memperkuat interaksi antar anggota komunitas dan mendistribusikan narasi-narasi terbaru yang tengah berkembang di ekosistem Turbo.

Baca Juga: TURBO Melonjak 24%, Reli Kuat Berkat Volume Perdagangan Meluap

Menonjolkan Kekuatan Komunitas dan Alpha Sharing

Dalam dunia memecoin, kekuatan komunitas adalah segalanya. Turbo memahami betul dinamika ini dengan konsisten menggelar sesi berbagi.

Episode ke-16 ini menekankan pada distribusi narasi, di mana para pemegang token (holders) dan penggemar dapat mendengar langsung visi jangka pendek serta tren yang sedang diikuti oleh proyek ini.

Meskipun acara ini dinanti-nantikan, para pengamat pasar menyarankan investor untuk melihat event ini dengan perspektif yang jernih.

Event ini lebih condong sebagai wadah penguatan basis pendukung daripada panggung untuk pengumuman teknis yang revolusioner.

Waspadai Efek Spekulatif

Menanggapi rutinnya agenda Dinner with Turbo, Tim Research Tokocrypto memberikan catatan penting terkait dampaknya terhadap volatilitas harga token TURBO di pasar.

Menurut mereka, investor perlu membedakan antara “sentimen sosial” dan “perubahan fundamental”.

“Untuk TURBO, event seperti ini lebih berfungsi sebagai bahan bakar social buzz ketimbang katalis struktural. Jika muncul hype atau narasi menarik, harga bisa saja bergerak secara intraday, tetapi tanpa katalis konkret seperti listing, burn, upgrade, atau roadmap baru, efeknya cenderung spekulatif dan mudah memudar,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun interaksi komunitas sangat krusial untuk menjaga loyalitas pemegang aset, pergerakan harga yang berkelanjutan biasanya membutuhkan pemicu yang lebih padat, seperti integrasi teknologi baru atau pengumuman kemitraan strategis yang berdampak langsung pada kelangkaan atau kegunaan token.

Strategi Intraday bagi Trader

Bagi para trader harian (intraday), sesi seperti Dinner with Turbo tetap memberikan peluang. Narasi menarik yang dilemparkan selama sesi live sering kali memicu lonjakan volume perdagangan singkat di bursa.

Namun, mengingat sifatnya yang lebih ke arah social buzz, risiko koreksi cepat ( retracement) selalu mengintai segera setelah euforia mereda.

Saat ini, pasar kripto secara keseluruhan memang sangat sensitif terhadap narasi-narasi kecil yang berkembang di media sosial.

Turbo, sebagai salah satu pelopor memecoin yang lahir dari eksperimen ChatGPT, memiliki keunggulan dalam menciptakan percakapan yang organik.

Baca Juga: Naik 269% Sehari, Token AI Meme TURBO Tetap Jawara Rp2,7 Triliun!

Menanti Katalis Konkret

Secara keseluruhan, episode ke-16 dari Dinner with Turbo sukses menjaga api semangat komunitas tetap menyala.

Namun, bagi mereka yang mengharapkan lonjakan harga yang permanen atau breakout dari struktur harga jangka panjang, nampaknya harus bersabar menunggu pengumuman yang lebih fundamental.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $69.000, Sentimen Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif.

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC berhasil menembus level psikologis $70.000, dengan harga saat ini berada di sekitar $70.057 per BTC.

Kenaikan ini mencerminkan penguatan sentimen pasar kripto setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,56% dalam 24 jam, dengan volume perdagangan harian mencapai $48,89 miliar.

Dengan performa tersebut, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,40 triliun.

Baca Juga: Harga Minyak Meledak 60%, Bitcoin Ikut Tertekan?

Bitcoin Kembali Menembus Level Psikologis $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa Bitcoin bergerak dalam kisaran harga $66.902 hingga $70.561.

Lonjakan harga hingga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa minat beli kembali meningkat di pasar kripto. Level $70.000 sendiri merupakan salah satu batas psikologis penting bagi investor.

Ketika harga berhasil menembus zona tersebut, biasanya sentimen pasar menjadi lebih optimistis karena menunjukkan kekuatan tren bullish jangka pendek.

Selain itu, kenaikan harga harian sekitar $2.389 menunjukkan bahwa tekanan beli cukup kuat untuk mendorong BTC keluar dari fase konsolidasi sebelumnya.

Meski demikian, volatilitas masih terlihat. Dalam pergerakan satu jam terakhir, harga BTC sempat mengalami koreksi sekitar 1,22%, yang menunjukkan adanya aksi ambil untung jangka pendek dari para trader.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tetap Dominan

Sebagai aset kripto terbesar, Bitcoin masih mendominasi pasar dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

Angka ini menjadikan BTC sebagai aset digital dengan nilai pasar tertinggi, jauh melampaui altcoin lainnya.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta koin, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan pasokan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” oleh investor.

Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan berada di sekitar $1,46 triliun.

Performa Harga BTC dalam Beberapa Periode

Jika dilihat dari perspektif jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tren yang cukup stabil.

Dalam 7 hari terakhir, harga BTC naik sekitar 1,73%, menandakan adanya pemulihan perlahan setelah periode volatilitas sebelumnya.

Sementara dalam 30 hari terakhir, kenaikan relatif kecil di sekitar 0,48%. Ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pergerakan besar sebelumnya.

Namun jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam. Dalam 60 hari terakhir, harga BTC turun sekitar 23,73%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 24,84%.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan saat ini bisa menjadi bagian dari fase pemulihan setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Jarak Bitcoin dari Rekor Harga Tertinggi

Meskipun kembali menembus $70.000, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Artinya, BTC masih memiliki ruang kenaikan yang cukup besar jika tren bullish kembali terbentuk secara kuat di pasar kripto.

Namun untuk mencapai level tersebut, Bitcoin perlu menembus beberapa zona resistance penting yang kemungkinan berada di sekitar $72.000 hingga $75.000 dalam jangka menengah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti sentimen investor global, arus modal ke pasar kripto, serta pergerakan aset kripto besar lainnya.

Jika momentum beli terus berlanjut dan volume perdagangan tetap tinggi, BTC berpotensi mempertahankan posisi di atas $70.000 dan mencoba menguji level berikutnya.

Namun jika tekanan jual meningkat, Bitcoin bisa kembali menguji area support di sekitar $67.000 hingga $66.000, yang sebelumnya menjadi level terendah dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan dominasi yang kuat di industri kripto, Bitcoin masih menjadi indikator utama arah pasar aset digital secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pergerakan BTC dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian utama para investor dan trader kripto di seluruh dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga PI turun sekitar 1,51% ke level $0,216, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan sekitar 3,14%.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa Pi Network sedang underperform dibandingkan pasar kripto yang lebih luas.

Tanpa adanya katalis positif yang kuat, harga PI cenderung bergerak melemah di tengah minat perdagangan yang relatif rendah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Likuiditas Tipis Tekan Pergerakan Harga

Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (10/3), salah satu faktor utama di balik pelemahan harga PI adalah likuiditas pasar yang tipis.

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi Network tercatat sekitar $34,7 juta, turun sekitar 22,5% dibanding periode sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar PI yang mencapai sekitar $2,09 miliar, rasio perputaran (turnover ratio) hanya berada di kisaran 1,66%.

Angka ini tergolong rendah dan menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di pasar PI masih terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap tekanan jual kecil sekalipun.

Tanpa adanya arus masuk dana baru atau berita besar yang memicu minat investor, harga cenderung bergerak mengikuti tekanan pasar jangka pendek.

Situasi ini juga menjelaskan mengapa PI tidak ikut naik bersama pasar kripto yang lebih luas.

Ketika likuiditas rendah, aset kripto sering kali bergerak lambat atau bahkan berlawanan arah dengan tren pasar utama.

Minim Katalis Pergerakan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor likuiditas, tidak ditemukan katalis khusus yang mendorong sentimen pasar terhadap Pi Network dalam periode pengamatan ini.

Tidak ada pembaruan besar dari ekosistem, peluncuran produk baru, maupun aktivitas signifikan di pasar derivatif yang biasanya dapat memicu lonjakan harga.

Hal ini membuat PI cenderung bergerak datar hingga melemah, sementara investor lebih fokus pada aset kripto lain yang memiliki momentum lebih kuat.

Kondisi tersebut juga terlihat dari absennya rotasi sektor atau lonjakan aktivitas spekulatif yang sering memengaruhi pergerakan altcoin dalam jangka pendek.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, Pi Network saat ini menghadapi beberapa level penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Area $0,21 menjadi zona support terdekat yang saat ini sedang diuji pasar.

Jika level ini mampu bertahan, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam rentang sempit sebelum menentukan arah berikutnya.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,21, pasar kemungkinan akan melihat penurunan lebih lanjut menuju zona psikologis $0,20.

Di sisi lain, resistance terdekat berada di sekitar $0,22, yang merupakan level tertinggi dalam 24 jam terakhir. Penembusan level ini dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Sentimen Altcoin Masih Lemah

Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan Pi Network adalah kondisi pasar altcoin secara keseluruhan.

Saat ini, Altcoin Season Index berada di level 36, yang menandakan bahwa pasar masih belum memasuki fase altcoin season.

Dalam kondisi seperti ini, sebagian besar aliran modal masih berfokus pada aset kripto besar seperti Bitcoin, sementara altcoin dengan likuiditas lebih kecil sering kali tertinggal.

Jika indeks tersebut mulai naik mendekati 50 atau lebih, hal ini dapat menjadi sinyal awal bahwa investor mulai kembali melirik altcoin, termasuk Pi Network.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Prospek Jangka Pendek PI

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi Network diperkirakan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi kecuali muncul katalis baru yang mampu meningkatkan minat pasar.

Investor saat ini disarankan untuk memperhatikan beberapa indikator utama, seperti kenaikan volume perdagangan di atas $50 juta serta pergerakan Altcoin Season Index.

Jika likuiditas meningkat dan sentimen altcoin membaik, PI berpotensi mendapatkan kembali momentum. Namun tanpa faktor tersebut, harga kemungkinan masih akan bergerak terbatas dengan bias netral hingga sedikit bearish.

Dengan demikian, level $0,21 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Pi Network mampu mempertahankan stabilitas harga atau justru melanjutkan penurunan menuju level support berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

Kondisi pasar altcoin saat ini menunjukkan tekanan yang cukup besar. Data analisis on-chain terbaru menunjukkan sekitar 38% altcoin diperdagangkan mendekati harga terendah sepanjang masa atau all-time low (ATL).

Indikator yang dikenal sebagai “Altcoins near ATL” digunakan untuk mengukur persentase altcoin yang berada di dekat level harga terendah historisnya. Dalam metrik ini, altcoin mencakup seluruh aset kripto selain Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir empat dari sepuluh altcoin berada di dekat titik terlemahnya di pasar.

Banyak Altcoin Masuk Fase Tekanan

Grafik yang dikembangkan oleh analis CryptoQuant Darkfost menunjukkan bahwa tingginya rasio altcoin dekat ATL biasanya muncul pada periode tekanan pasar yang kuat.

Ketika indikator ini meningkat, hal tersebut menandakan banyak altcoin berada dalam tren penurunan yang panjang. Pada saat yang sama, sentimen investor terhadap aset yang lebih berisiko juga cenderung melemah.

Kondisi ini membuat sebagian besar altcoin mengalami kesulitan untuk menarik permintaan baru dari pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembacaan setinggi ini biasanya muncul saat pasar altcoin berada di fase stres berat dan sentimen investor terhadap aset spekulatif memburuk tajam.

“Namun secara historis, level ekstrem seperti ini juga sering muncul mendekati fase akhir tekanan jual, artinya banyak downside mungkin sudah terdiskon dan rotasi modal ke altcoin bisa kembali terjadi jika kondisi makro dan kekuatan BTC mulai stabil,” tuturnya.

Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Likuiditas Beralih ke Bitcoin

Salah satu faktor utama yang mendorong kondisi ini adalah konsentrasi likuiditas di Bitcoin.

Arus dana institusional yang masuk melalui produk seperti spot Bitcoin ETF telah menarik sebagian besar likuiditas pasar ke BTC. Sementara itu, banyak token dengan kapitalisasi lebih kecil kesulitan mendapatkan aliran modal baru.

Selain itu, jumlah aset kripto yang terus bertambah juga meningkatkan persaingan dalam menarik dana investor.

Dengan semakin banyak proyek kripto yang bermunculan, modal yang tersedia harus terbagi ke lebih banyak aset.

Faktor Makroekonomi Juga Berpengaruh

Kondisi ekonomi global juga berperan dalam tekanan terhadap altcoin.

Tingkat suku bunga yang tinggi dan likuiditas yang lebih ketat cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya lebih memilih aset yang dianggap lebih stabil atau memiliki kapitalisasi besar.

Akibatnya, aset spekulatif seperti altcoin menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual.

Potensi Sinyal Akhir Siklus

Meski terlihat negatif, level ekstrem seperti ini dalam sejarah pasar kripto sering muncul menjelang tahap akhir suatu siklus pasar.

Ketika sebagian besar altcoin sudah berada di dekat harga terendahnya, sebagian tekanan jual biasanya telah tercermin dalam harga.

Jika kondisi pasar mulai stabil dan Bitcoin menunjukkan penguatan, modal investor dapat secara bertahap kembali mengalir ke altcoin.

Rotasi modal semacam ini dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi awal dari fase pemulihan di pasar altcoin.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP Bergerak Lemah

Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

Potensi Tekanan Harga Berlanjut

Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Harga kripto Pi Network kembali mencatat kenaikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Senin (9/3), aset digital tersebut naik sekitar 4,56% ke level $0,219, melanjutkan tren positif setelah mencatat reli hampir 30% dalam tujuh hari terakhir.

Kenaikan ini terjadi ketika pasar kripto secara umum bergerak relatif datar.

Bahkan Bitcoin sebagai aset kripto terbesar hanya mencatat kenaikan sekitar 0,35%, menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih dipicu oleh momentum internal dibandingkan sentimen pasar secara keseluruhan.

Kinerja tersebut membuat Pi menjadi salah satu aset yang outperform dalam periode perdagangan terbaru, meski analis mencatat bahwa reli ini belum didukung oleh lonjakan volume yang kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Reli Harga Didominasi Momentum

Lonjakan harga terbaru Pi sebagian besar dipandang sebagai kelanjutan momentum dari reli mingguan yang kuat.

Dalam tujuh hari terakhir, harga Pi tercatat naik sekitar 29,73%, menandakan adanya minat beli yang cukup signifikan dari pelaku pasar.

Namun menariknya, kenaikan harga dalam 24 jam terakhir justru terjadi saat volume perdagangan menurun sekitar 40,87%.

Fenomena ini biasanya menandakan bahwa pergerakan harga lebih banyak didorong oleh lanjutan sentimen bullish dari reli sebelumnya, bukan oleh katalis baru seperti pengumuman proyek, kemitraan, atau perkembangan ekosistem.

Dengan kata lain, kenaikan harga Pi saat ini lebih mencerminkan follow-through buying atau pembelian lanjutan dari trader yang memanfaatkan momentum pasar.

Kondisi ini cukup umum terjadi setelah sebuah aset mencatat kenaikan besar dalam periode singkat.

Tidak Ada Katalis Baru yang Terlihat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Hingga saat ini, tidak ada perkembangan signifikan terkait ekosistem atau kemitraan baru yang secara langsung mendorong kenaikan harga Pi.

Data yang tersedia juga tidak menunjukkan adanya faktor eksternal besar seperti rotasi sektor kripto atau lonjakan minat institusional.

Selain itu, pergerakan pasar kripto secara umum juga relatif stabil. Kenaikan moderat pada Bitcoin menunjukkan bahwa reli Pi tidak didorong oleh beta pasar, melainkan lebih merupakan alpha movement atau pergerakan spesifik pada aset tersebut.

Situasi ini membuat banyak analis menilai reli Pi masih berada dalam fase momentum trading, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika jangka pendek dibandingkan fundamental proyek.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi analisis teknikal, Pi saat ini berada dalam fase yang masih relatif bullish, meski ada tanda-tanda keletihan tren akibat volume yang tipis.

Beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader antara lain:

  • Support utama: $0,20 – $0,21
  • Resistance terdekat: $0,23
  • Target resistance berikutnya: $0,24

Selama harga Pi mampu bertahan di atas area support $0,21, peluang untuk menguji kembali zona $0,23 hingga $0,24 masih terbuka.

Namun sebaliknya, jika harga turun dan menembus level $0,20, ada potensi koreksi menuju area $0,19 yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.

Volume Jadi Faktor Penentu

Meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan bias bullish, analis menilai volume perdagangan akan menjadi faktor penentu keberlanjutan reli.

Lonjakan volume yang signifikan biasanya menjadi indikator bahwa pasar menerima harga baru dengan lebih kuat.

Jika volume perdagangan Pi mampu meningkat secara konsisten, peluang untuk melanjutkan tren naik akan semakin besar.

Sebaliknya, jika harga terus naik tanpa dukungan volume yang memadai, risiko profit taking atau aksi ambil untung juga bisa meningkat.

Sebagai indikator, banyak trader memantau kemungkinan lonjakan volume di atas $100 juta sebagai tanda bahwa minat pasar kembali menguat.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Bullish dengan Kehati-hatian

Secara keseluruhan, pergerakan harga Pi saat ini masih berada dalam tren bullish jangka pendek, didukung oleh momentum reli mingguan yang kuat.

Namun, kondisi volume yang menurun menunjukkan bahwa reli ini belum sepenuhnya didukung oleh arus modal baru.

Jika Pi mampu mempertahankan harga di atas $0,21 dan menarik kembali minat perdagangan yang lebih tinggi, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area $0,23–$0,24 tetap terbuka.

Sebaliknya, penurunan di bawah $0,20 dapat menjadi sinyal awal berakhirnya momentum reli dan membuka potensi koreksi yang lebih dalam.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau pergerakan volume dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan sebelum menentukan arah berikutnya bagi Pi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil dalam perdagangan hari ini dengan bertahan di atas level $67.000.

Berdasarkan data pasar terbaru, BTC diperdagangkan di kisaran $67.193 per koin, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,26% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan moderat ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan pelaku pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga yang lebih signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,34 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia dan mendominasi pasar dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Level terendah harian tercatat di sekitar $65.639, sementara itu, Tokocrypto mencatat level tertinggi sempat menyentuh $68.177.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas masih tetap hadir, meskipun tren jangka pendek masih cenderung stabil.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga cukup tinggi, mencapai sekitar $37 miliar, yang menunjukkan aktivitas transaksi yang masih aktif di pasar global.

Namun demikian, pergerakan harga dalam jangka pendek masih relatif terbatas. Dalam satu jam terakhir, harga Bitcoin bahkan sempat mengalami koreksi kecil sekitar 0,61% sebelum kembali stabil di kisaran saat ini.

Kinerja Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa Bitcoin dalam beberapa periode waktu, tren jangka pendek menunjukkan pergerakan yang relatif datar.

Dalam 7 hari terakhir, harga BTC hanya naik sekitar 0,69%, menandakan fase konsolidasi setelah periode volatilitas sebelumnya.

Namun jika ditarik lebih jauh, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam dari beberapa bulan terakhir. Berikut perbandingan pergerakan harga BTC:

  • 24 jam: +0,26%
  • 7 hari: +0,69%
  • 30 hari: -5,76%
  • 60 hari: -25,90%
  • 90 hari: -25,68%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan kecil dalam jangka pendek, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dibandingkan performa beberapa bulan lalu.

Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Bitcoin

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1,34 triliun, menjadikannya aset digital dengan valuasi terbesar di industri kripto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC, berarti lebih dari 95% dari total suplai maksimum telah berada di pasar.

Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin yang sering disebut sebagai salah satu faktor utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

Jika dihitung menggunakan total suplai maksimum, valuasi fully diluted market cap Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,41 triliun.

Di sisi lain, Bitcoin juga masih memegang posisi sebagai aset kripto paling populer di pasar global, menempati peringkat 1 dalam kapitalisasi pasar.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting menjadi perhatian para trader dan analis.

Level support utama saat ini berada di area $65.000–$66.000, yang sebelumnya menjadi zona penahan tekanan jual.

Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran $68.000–$70.000. Jika harga mampu menembus area ini secara konsisten, potensi kenaikan menuju level psikologis berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $65.000, maka Bitcoin berpotensi memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Prospek Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun pergerakan saat ini relatif stabil, banyak pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti adopsi institusional yang terus berkembang, meningkatnya minat terhadap aset digital, serta narasi Bitcoin sebagai store of value di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi sampai muncul katalis baru yang mampu mendorong arus modal yang lebih besar ke pasar kripto.

Untuk saat ini, investor dan trader cenderung memantau perkembangan volume perdagangan serta pergerakan harga di sekitar level support dan resistance utama.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas di atas $67.000, peluang untuk menguji kembali area $70.000 masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com