Tag Archives: aset kripto

Harga Pi Network Hari Ini Naik 1,33% ke $0,171, Ikuti Reli Pasar Kripto

Harga Pi Network (PI) menguat 1,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,171 berdasarkan data Coinmarketcap pada Selasa (3/3).

Kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan, dipimpin oleh penguatan Bitcoin yang naik 1,96% dalam periode yang sama.

Secara umum, pergerakan PI mencerminkan korelasi kuat terhadap pasar, bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Total kapitalisasi pasar kripto juga naik 1,46%, memperkuat indikasi bahwa reli ini bersifat broad-based atau menyeluruh.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,37% ke $0,169, Ini Faktor Penyebabnya

Mengikuti Beta Positif Pasar

Kenaikan harga PI dalam 24 jam terakhir menunjukkan karakter sebagai aset dengan beta tinggi, yakni bergerak searah dengan sentimen pasar yang lebih luas.

Perubahan sentimen dari “Extreme Fear” ke “Fear” pada indeks Fear & Greed turut memberikan dorongan psikologis bagi pelaku pasar.

Meski belum masuk kategori netral atau greed, pergeseran ini cukup untuk memicu aksi beli jangka pendek di sejumlah altcoin, termasuk PI.

Dengan kata lain, kenaikan 1,33% pada PI lebih dipicu arus modal yang kembali masuk ke pasar kripto secara umum, bukan oleh pengumuman kemitraan, upgrade jaringan, atau perkembangan fundamental baru.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Tidak Ada Katalis Spesifik

Berdasarkan data yang tersedia, tidak terdapat berita signifikan, aktivitas derivatif mencolok, maupun rotasi sektor tertentu yang dapat menjelaskan pergerakan independen PI.

Absennya katalis tambahan ini menegaskan bahwa reli PI masih sangat bergantung pada arah pergerakan Bitcoin dan sentimen global kripto.

Dalam situasi seperti ini, altcoin cenderung mengikuti arah BTC dengan volatilitas yang sedikit lebih besar. Jika Bitcoin stabil atau melanjutkan kenaikan, PI berpotensi ikut terdorong.

Namun jika BTC berbalik arah, tekanan jual dapat dengan cepat kembali mendominasi.

Level Teknis Penting: US$0,168 dan US$0,175

Secara teknikal, PI saat ini bergerak dalam rentang sempit antara $0,168 hingga $0,175. Area $0,168 menjadi support jangka pendek yang sudah diuji beberapa kali dalam beberapa hari terakhir.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk menguji resistance di $0,175 tetap terbuka.

Breakout di atas $0,175 dengan volume yang meningkat dapat menjadi sinyal bullish lanjutan dan membuka ruang kenaikan lebih tinggi.

Sebaliknya, jika support $0,168 gagal dipertahankan, PI berisiko turun kembali ke area $0,162 sebagai target support berikutnya.

Pergerakan Bitcoin di atas level $68.500 menjadi salah satu pemicu eksternal yang perlu diperhatikan. Stabilitas BTC di atas area tersebut berpotensi memberikan tailwind tambahan bagi altcoin seperti PI.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Bullish

Dengan kenaikan moderat dan struktur harga yang masih dalam fase konsolidasi, bias jangka pendek PI dapat dikategorikan netral hingga sedikit bullish.

Namun, karena tidak ada katalis independen yang mendorong pergerakan, arah harga tetap sangat bergantung pada kondisi pasar makro kripto.

Faktor yang perlu dipantau oleh investor antara lain ketahanan support $0,168, breakout valid di atas $0,175, volume transaksi yang meningkat sebagai konfirmasi tren, dan pergerakan harga Bitcoin sebagai indikator utama

Tanpa dukungan volume yang kuat, reli berpotensi menjadi sekadar pantulan teknikal dalam fase sideways.

Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan bahwa kenaikan 1,33% ke $0,171 merupakan refleksi dari beta positif terhadap pasar kripto yang sedang menguat. Tidak ada katalis spesifik yang mendorong pergerakan independen PI.

Selama harga bertahan di atas $0,168, peluang menguji resistance $0,175 tetap terbuka. Namun jika sentimen pasar kembali melemah, risiko penurunan ke $0,162 harus diwaspadai.

Untuk saat ini, PI masih bergerak dalam range konsolidasi yang jelas, dengan arah selanjutnya sangat bergantung pada momentum Bitcoin dan sentimen pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hacker Kripto Mendadak Sepi, Kerugian Anjlok 90% di Februari

Aktivitas peretasan kripto tercatat turun drastis pada Februari 2026. Total kerugian akibat eksploitasi hanya mencapai US$35,7 juta, merosot lebih dari 90% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi bulan paling tenang bagi sektor keamanan kripto sejak Maret 2025.

Dilaporkan BeInCrypto, data dari firma keamanan blockchain CertiK menunjukkan penurunan tajam secara bulanan maupun tahunan. Sebagai perbandingan, Februari tahun lalu diwarnai peretasan besar senilai US$1,5 miliar terhadap bursa Bybit yang mendistorsi statistik keamanan tahunan.

Meski angka total menurun signifikan, serangan terarah tetap menguras jutaan dolar dari sejumlah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Serangan Oracle dan Private Key Jadi Sorotan

Baca juga: Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

Insiden terbesar bulan ini terjadi pada 22 Februari di jaringan Stellar. Menurut Quill Audits, peretas mengeksploitasi pool YieldBlox Blend dan mencuri lebih dari US$10 juta melalui manipulasi oracle berbasis likuiditas tipis.

Pelaku melakukan satu transaksi abnormal di pasar USTRY/USDC yang sangat tidak likuid, sehingga harga token melonjak hingga 100 kali lipat. Manipulasi ini menipu sistem valuasi protokol dan memungkinkan pelaku melakukan pinjaman besar dengan jaminan yang tidak memadai.

Sehari sebelumnya, proyek blockchain Internet-of-Things IoTeX juga mengalami pelanggaran keamanan setelah private key dikompromikan. CertiK memperkirakan kerugian hampir US$9 juta, namun tim IoTeX menyebut angka yang terverifikasi mendekati US$2 juta.

Peneliti keamanan mencatat bahwa pelaku menggunakan private key tersebut untuk mengakses token safe, menukar aset curian menjadi ETH, lalu memindahkannya ke Bitcoin melalui bridge lintas jaringan guna menyulitkan pelacakan.

Insiden besar lainnya adalah eksploitasi senilai US$2,2 juta terhadap protokol privasi Foom.Cash. Dalam kasus ini, peretas memanfaatkan celah kriptografi untuk memalsukan bukti zkSNARK, sehingga dapat membuat kredensial digital palsu dan menarik token dalam jumlah besar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Penurunan hack kemungkinan besar karena volatilitas market yang bikin hacker ‘tiarap’. Jangan kendor pas market sepi, ‘drainer-as-a-service’ tetep ngincer wallet lo yang nggak dijaga ketat.

Phishing Masih Mengintai

Selain eksploitasi kontrak pintar, serangan phishing tetap menjadi ancaman utama dengan total kerugian US$8,5 juta sepanjang Februari.

Fenomena “drainer-as-a-service” turut mendorong maraknya phishing. Platform seperti Angel Drainer dan Inferno Drainer menyediakan perangkat lengkap bagi pelaku, mulai dari situs tiruan, akun media sosial palsu, hingga skrip kontrak pintar otomatis.

Model ini memungkinkan pelaku dengan keahlian teknis minim untuk menjalankan operasi penipuan skala besar. Operator layanan tersebut biasanya mengambil persentase dari dana yang berhasil dicuri.

Meskipun Februari menjadi bulan paling tenang dalam hampir setahun, para analis keamanan menilai ancaman belum sepenuhnya mereda. Serangan kini cenderung lebih terarah dan canggih, menandakan bahwa risiko di ekosistem kripto tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Bitcoin Tertahan, Sinyal Peringatkan Tren Bearish Bisa Lebih Dalam

Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan meski sempat mencatat reli jangka pendek. Hingga saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$66.443 dan belum mampu kembali menembus level psikologis US$70.000.

Struktur teknikal menunjukkan Bitcoin masih tertahan di bawah garis resistance menurun yang aktif hampir sebulan terakhir. Upaya penembusan berulang kali gagal, mencerminkan lemahnya momentum beli di tengah sentimen pasar yang belum pulih sepenuhnya.

Indikator Siklus Tunjukkan Fase Bearish Menengah

Dilaporkan BeInCrypto, data historis melalui Pi Cycle Top Indicator memberikan gambaran bahwa Bitcoin saat ini berada di fase konsolidasi bearish menengah. Indikator ini membandingkan rata-rata pergerakan 111 hari dengan dua kali lipat rata-rata 350 hari.

Dalam siklus saat ini, kedua rata-rata tersebut tidak menunjukkan kondisi ekstrem, baik overheat maupun undervalued. Posisi ini mengindikasikan pasar berada di pertengahan fase bearish yang lebih luas.

Secara historis, fase bearish di tengah siklus empat tahunan Bitcoin dapat berlangsung selama satu tahun atau lebih sebelum pemulihan terjadi. Divergensi saat ini antara 111-day SMA dan 350-day SMA x2 masih mencerminkan tekanan turun yang berlanjut.

Baca juga: Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

Investor Masih Jual di Bawah Harga Beli

Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) turut memperkuat pandangan hati-hati. SOPR yang berada di bawah level 1 menunjukkan banyak investor menjual dalam kondisi rugi.

Pembacaan yang terus bertahan di bawah angka 1 biasanya menandakan tekanan psikologis dan dominasi aksi jual berbasis ketakutan. Selama SOPR belum konsisten bergerak di atas 1, potensi kenaikan berkelanjutan dinilai terbatas.

Selain itu, Money Flow Index (MFI) menunjukkan arus keluar modal masih lebih dominan dibandingkan arus masuk. Ketidakpastian makroekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memperkuat sikap defensif pelaku pasar.

Level Kritis di US$65.000

Secara teknikal, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat. Penurunan di bawah US$65.000 dapat membuka jalan menuju support berikutnya di US$62.893. Level tersebut telah dua kali diuji pekan ini, sehingga semakin rentan jika tekanan jual meningkat.

Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$66.224 dan menarik arus masuk baru, harga berpeluang menguji resistance di US$68.830.

Penembusan tegas di atas US$70.000 akan membatalkan skenario bearish saat ini dan menandakan penguatan struktural baru. Namun hingga itu terjadi, indikator teknikal dan on-chain masih menunjukkan bahwa fase tekanan belum sepenuhnya berakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Jangan fomo sama pantulan kecil. Resiko turun ke $62K masih besar kalau support $65K jebol.

“Tetap main defensif sampe SOPR balik di atas 1 secara konsisten,” jelasnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aleo Luncurkan Kartu Pembayaran Kripto Berbasis Privasi, Seperti Apa?

Jaringan blockchain berbasis zero-knowledge, Aleo, resmi meluncurkan kartu pembayaran native pertama yang memungkinkan transaksi dunia nyata dengan pendekatan private-by-default.

Inovasi ini memanfaatkan teknologi ZK-proofs (zero-knowledge proofs) untuk melindungi data finansial sensitif pengguna saat bertransaksi di merchant fisik maupun digital.

Peluncuran Aleo Card menjadi langkah penting dalam evolusi penggunaan kripto untuk pembayaran sehari-hari, khususnya dalam menjawab isu privasi yang selama ini menjadi sorotan di industri aset digital.

Baca Juga: TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

Pembeda Aleo Card

Berbeda dari sebagian besar kartu kripto yang mencatat transaksi di blockchain publik, Aleo Card dirancang dengan sistem privasi bawaan. Artinya, detail transaksi pengguna tidak dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Teknologi ZK-proofs memungkinkan validasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif seperti jumlah dana, identitas pengguna, atau detail transaksi lainnya.

Konsep ini menjadikan privasi sebagai fitur utama, bukan tambahan.

Dalam ekosistem blockchain yang sebagian besar transparan secara default, pendekatan ini menawarkan solusi bagi pengguna yang menginginkan kerahasiaan dalam aktivitas finansial mereka.

Privasi Jadi Nilai Tambah di Era Transparansi Blockchain

Blockchain publik seperti Bitcoin dan Ethereum memungkinkan siapa pun melacak alamat dan riwayat transaksi.

Meski bersifat pseudonim, data tetap dapat dianalisis melalui alat pelacakan on-chain. Pasalnya, Aleo mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan privasi sebagai fondasi sistem.

Dengan kartu pembayaran native, pengguna dapat melakukan transaksi di dunia nyata tanpa mengekspos data finansial mereka ke publik.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai terobosan di segmen retail.

“Aleo memecahkan masalah privasi retail. Saat kartu kripto lain bersifat publik, Aleo kasih proteksi data di kasir. G-Protocol Filter: Privasi adalah kemewahan baru. Aleo Card bisa jadi standar baru buat user yang low-profile,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Garis besarnya bahwa di era digital seperti saat ini, privasi finansial semakin dianggap sebagai nilai premium.

Potensi Dampak bagi Industri Pembayaran Kripto

Kartu kripto telah menjadi jembatan penting antara aset digital dan ekonomi tradisional.

Namun, sebagian besar produk yang ada tetap bergantung pada sistem konversi ke fiat atau menggunakan blockchain publik untuk pencatatan.

Dengan pendekatan private-by-default, Aleo berpotensi menciptakan kategori baru dalam industri pembayaran kripto:

  1. Privasi sebagai fitur utama
  2. Transaksi retail tanpa eksposur data publik
  3. Penguatan narasi zero-knowledge sebagai solusi skalabilitas dan keamanan

Jika adopsi meningkat, Aleo Card bisa menjadi standar baru bagi pengguna yang mengutamakan anonimitas dan perlindungan data.

Tantangan Regulasi dan Adopsi

Meski inovatif, Coinmarketcal mencatat bahwa solusi berbasis privasi tinggi sering menghadapi tantangan regulasi.

Otoritas keuangan di berbagai negara cenderung berhati-hati terhadap teknologi yang mempersulit pelacakan transaksi, terutama dalam konteks anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme.

Keberhasilan Aleo Card akan sangat bergantung pada keseimbangan antara privasi pengguna dan kepatuhan regulasi.

Selain itu, faktor adopsi merchant dan integrasi infrastruktur pembayaran juga menjadi kunci.

Tanpa dukungan luas dari ekosistem pembayaran, produk inovatif sekalipun bisa menghadapi hambatan penetrasi pasar.

Privasi sebagai “Kemewahan Baru”

Dalam lanskap digital yang semakin terbuka, data menjadi komoditas berharga. Banyak platform teknologi memonetisasi informasi pengguna, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aleo memposisikan diri sebagai alternatif dengan filosofi bahwa privasi adalah hak dasar, bukan fitur tambahan.

Jika tren ini berlanjut, solusi berbasis zero-knowledge dapat menjadi fondasi generasi berikutnya dari aplikasi Web3.

Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

Awal Era Baru Pembayaran Kripto

Peluncuran Aleo Card menandai langkah strategis dalam membawa teknologi zero-knowledge ke penggunaan sehari-hari.

Dengan sistem private-by-default, Aleo menawarkan pendekatan berbeda dibanding kartu kripto konvensional.

Bagi investor dan pengamat industri, produk ini dapat memperkuat posisi Aleo sebagai pemain utama di sektor blockchain berbasis privasi.

Ke depan, pasar akan menilai apakah Aleo Card mampu mencapai adopsi luas dan menjadi standar baru bagi transaksi kripto yang aman, privat, dan relevan untuk kebutuhan retail modern.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Avalanche Rilis Builder Console 2.0, Kuatkan Ekosistem dan Infrastruktur

Ekosistem Avalanche kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi Web3 dengan merilis Builder Console 2.0.

Dalam laporan Coinmarketcal, pembaruan ini membawa perubahan signifikan: dukungan dompet EVM pihak ketiga seperti MetaMask dan Rabby Wallet untuk membangun L1 (Subnet) tanpa harus menggunakan Core Wallet bawaan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Avalanche dalam memangkas hambatan teknis bagi pengembang (developer) yang ingin membangun jaringan khusus di atas infrastrukturnya.

Baca Juga: Avalanche Comeback: Volume DeFi Melejit Rp17 Miliar!

Bangun Subnet Kini Lebih Fleksibel

Builder Console 2.0 dirancang untuk menyederhanakan proses pembuatan Subnet, atau yang kini lebih dikenal sebagai Avalanche L1.

Sebelumnya, developer diwajibkan menggunakan Core Wallet untuk mengakses dan mengelola proses deployment jaringan.

Kini, dengan integrasi dompet EVM populer seperti MetaMask dan Rabby, pengalaman tersebut menjadi jauh lebih fleksibel.

Karena MetaMask dan Rabby telah menjadi standar de facto di ekosistem Ethereum Virtual Machine (EVM), integrasi ini membuka pintu bagi lebih banyak developer lintas ekosistem untuk membangun di Avalanche tanpa harus beradaptasi dengan tool baru yang berbeda.

Secara teknis, Subnet memungkinkan proyek menciptakan blockchain khusus dengan parameter sendiri, mulai dari mekanisme konsensus, biaya transaksi, hingga aturan validasi, namun tetap terhubung ke jaringan utama Avalanche.

Developer Experience Jadi Fokus Utama

Tim Research Tokocrypto menilai pembaruan ini sebagai sinyal kuat bahwa Avalanche serius menggarap sisi developer experience (DX).

“Avalanche serius soal developer experience. Dengan membuka akses dompet non-native, hambatan bangun subnets runtuh. G-Protocol Filter: AVAX makin solid sebagai pondasi Web3 yang ramah pengembang,” kata Tim Research Tokocrypto.

Dalam industri blockchain yang sangat kompetitif, pengalaman pengembang menjadi faktor penentu.

Platform seperti Ethereum, Solana, hingga Cosmos berlomba menghadirkan tooling yang intuitif dan kompatibel dengan standar industri.

Dengan membuka dukungan dompet non-native, Avalanche mengurangi friction atau gesekan awal yang kerap menjadi penghalang adopsi.

Dampak terhadap Ekosistem AVAX

Token asli Avalanche, AVAX, berpotensi mendapatkan sentimen positif dari pembaruan ini.

Semakin mudah developer membangun Subnet, semakin besar kemungkinan lahirnya proyek-proyek baru di atas jaringan tersebut.

Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan staking, validasi, serta utilitas token AVAX dalam jangka panjang.

Avalanche sendiri dikenal dengan arsitektur uniknya yang mendukung skalabilitas tinggi melalui pendekatan multi-chain.

Dengan Builder Console 2.0, proses orkestrasi jaringan menjadi lebih streamlined dan ramah pengguna. Selain itu, integrasi dengan dompet populer juga meningkatkan interoperabilitas lintas ekosistem EVM.

Artinya, developer yang sebelumnya aktif di Ethereum atau jaringan EVM lain dapat dengan mudah melakukan ekspansi ke Avalanche tanpa perlu perubahan infrastruktur yang signifikan.

Persaingan L1 Semakin Ketat

Rilis Builder Console 2.0 juga terjadi di tengah persaingan ketat antar layer-1 blockchain. Banyak jaringan kini berlomba menarik developer melalui grant, tooling, dan kemudahan deployment.

Avalanche mengambil pendekatan pragmatis: alih-alih memaksa penggunaan produk internal, mereka membuka akses ke tool yang sudah familier bagi komunitas kripto global.

Strategi ini berpotensi mempercepat adopsi dan meningkatkan jumlah Subnet aktif.

Jika tren ini berlanjut, Avalanche dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur Web3 paling fleksibel dan scalable di pasar.

Baca Juga: Avalanche dan BNB Menguat: Apakah Siap Cetak ATH Baru di Q4?

Outlook: Fondasi Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, dampak harga AVAX mungkin tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, dari sisi fundamental, peningkatan pengalaman pengembang merupakan katalis jangka panjang yang kuat.

Builder Console 2.0 bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan sinyal arah strategi Avalanche: membangun ekosistem yang terbuka, interoperable, dan ramah developer.

Dengan semakin rendahnya hambatan membangun Subnet, Avalanche berpotensi menarik gelombang baru proyek Web3, mulai dari DeFi, gaming, hingga enterprise blockchain.

Jika adopsi meningkat dan Subnet terus bertambah, AVAX bisa semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung infrastruktur Web3 generasi berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $66.741, Tekanan Menengah

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.741,36 per koin, melemah 0,99% dalam 24 jam terakhir.

Meski tekanan harian relatif tipis, data historis menunjukkan koreksi jangka menengah masih membayangi pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,33 triliun, Bitcoin tetap kokoh di peringkat 1 aset kripto global, menguasai sekitar 95,22% dari total suplai maksimum 21 juta BTC yang telah ditambang, dengan suplai beredar saat ini menyentuh 20 juta BTC.

Pergerakan Harga 24 Jam: Fluktuasi Terbatas

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (2/3) bahwa BTC bergerak di rentang $65.076,73 hingga $67.550,66.

Rentang ini mencerminkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang masih mampu ditekan oleh minat beli di area support psikologis $65.000.

Secara intraday, harga sempat mencatat kenaikan 0,31% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka pendek. Namun secara keseluruhan, perubahan 24 jam masih berada di zona negatif.

Volume perdagangan harian tercatat sebesar $38,51 miliar, menunjukkan likuiditas tetap tinggi meski pasar sedang dalam fase konsolidasi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

Tekanan 30–90 Hari: Koreksi Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa dalam periode lebih panjang, tekanan harga terlihat lebih signifikan.

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $17.199 atau setara 20,49%. Sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 23,72%, dan dalam 90 hari tercatat penurunan 23,37%.

Data ini mengindikasikan bahwa BTC masih berada dalam fase retracement dari level yang lebih tinggi sebelumnya.

Sebagai catatan, rekor harga tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang kini menjadi resistance psikologis jangka panjang.

Meski demikian, dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih membukukan kenaikan 2,67%, yang bisa menjadi sinyal awal stabilisasi setelah tekanan panjang.

Struktur Pasar dan Sentimen

Dengan kapitalisasi pasar $1,33 triliun dan fully diluted market cap di kisaran $1,40 triliun, struktur fundamental Bitcoin tetap kuat.

Rasio suplai beredar yang sudah mencapai 95% dari maksimum 21 juta BTC mempertegas narasi kelangkaan (scarcity) yang selama ini menjadi daya tarik utama BTC sebagai “digital gold”.

Namun, koreksi jangka menengah menunjukkan investor masih berhati-hati, kemungkinan dipengaruhi sentimen makro global, kebijakan suku bunga, serta arus dana institusional.

Secara teknikal, area $65.000 menjadi support penting. Jika level ini ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi menguji area psikologis berikutnya di kisaran $62.000–$60.000.

Sebaliknya, jika mampu bertahan dan menembus resistance $67.500 secara konsisten, peluang menuju $70.000 kembali terbuka.

Likuiditas dan Dominasi Pasar

Volume transaksi US$38 miliar per hari menunjukkan minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi.

Likuiditas yang besar ini membuat BTC relatif lebih stabil dibanding altcoin, meskipun tetap sensitif terhadap arus keluar dana besar.

Dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC juga menjadi faktor penting. Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, tekanan pasokan jangka panjang cenderung terbatas.

Faktor ini sering kali menjadi katalis bullish dalam siklus berikutnya.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, harga BTC berada di fase konsolidasi dengan bias netral hingga sedikit bearish.

Penurunan harian 0,99% belum cukup untuk mengubah struktur besar, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan.

Kunci pergerakan selanjutnya akan bergantung pada ketahanan support $65.000, volume beli saat mendekati area resistance $67.500, sentimen makro, dan arus dana institusi.

Jika BTC mampu mempertahankan kenaikan mingguan 2,67% dan memperluas momentum positif, peluang pemulihan menuju $70.000 tetap terbuka.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah meski fluktuasi harian relatif terkendali.

Dengan harga Bitcoin yang berada di level di $66.741 dan kapitalisasi pasar $1,33 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto paling dominan.

Investor kini menantikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan support krusial di $65.000 atau justru melanjutkan fase koreksi.

Dalam kondisi pasar yang dinamis, manajemen risiko dan pemantauan level teknikal menjadi kunci bagi pelaku pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,37% ke $0,169, Ini Faktor Penyebabnya

Harga Pi Network (PI) melemah 1,37% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169 menurut pantauan Coinmarketcap pada Senin (2/3).

Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pasar kripto secara keseluruhan, di mana Bitcoin juga turun 1,13% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 1,33% dalam periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan PI lebih dipengaruhi sentimen pasar global dibanding faktor fundamental atau katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Tekanan Jual Dipicu Sentimen Risk-Off

Penurunan harga PI mencerminkan pergeseran sentimen ke mode risk-off di pasar kripto.

Indikator CMC Fear & Greed Index saat ini berada di level 15 atau kategori “Extreme Fear”, menandakan investor cenderung defensif dan menghindari aset berisiko tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, aset dengan karakter beta tinggi, yakni aset yang cenderung bergerak lebih agresif mengikuti arah pasar biasanya mengalami tekanan lebih besar.

PI dalam 24 jam terakhir bergerak hampir seirama dengan Bitcoin dan total market cap, menunjukkan korelasi kuat terhadap sentimen makro kripto.

Artinya, penurunan ini bukan disebabkan oleh kabar negatif internal, melainkan karena arus keluar likuiditas secara luas dari pasar kripto.

Tidak Ada Katalis Spesifik

Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan pengumuman kemitraan baru, pembaruan jaringan, atau lonjakan aktivitas on-chain yang dapat menjelaskan pergerakan independen harga PI.

Bahkan, volume perdagangan PI justru turun 42,9% menjadi US$12,1 juta dalam 24 jam terakhir.

Penurunan volume ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak disertai lonjakan likuiditas besar, melainkan lebih pada minimnya minat beli di tengah sentimen negatif.

Dengan kata lain, pelemahan harga terjadi dalam kondisi volume yang menyusut, yang biasanya mencerminkan kurangnya conviction atau keyakinan kuat dari pelaku pasar untuk melakukan akumulasi.

Level Kritis: Support $0,165

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,165 menjadi support jangka pendek yang krusial.

Jika PI mampu bertahan di atas area ini, maka potensi konsolidasi masih terbuka sebelum menentukan arah selanjutnya.

Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,165 dengan volume yang meningkat, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,16 menjadi skenario realistis.

Sebaliknya, untuk mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif, PI perlu merebut kembali area $0,175.

Level tersebut dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren dan membuka ruang menuju kelanjutan tren naik 7 hari sebelumnya.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Dalam jangka pendek, arah PI kemungkinan besar masih sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

Jika BTC berhasil menemukan titik keseimbangan dan memulihkan momentum, altcoin seperti PI berpotensi ikut rebound.

Namun jika Bitcoin melanjutkan koreksi, PI sebagai aset dengan likuiditas lebih tipis berisiko mengalami volatilitas lebih besar.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih dominan dibanding perkembangan internal proyek.

Hal ini menegaskan bahwa PI masih berada dalam fase sensitif terhadap dinamika makro kripto.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, tren jangka pendek PI cenderung bearish mengikuti tekanan pasar global.

Tanpa katalis baru yang mampu mendorong minat beli, harga kemungkinan akan tetap bergerak dalam bayang-bayang sentimen Bitcoin.

Faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar antara lain ketahanan support $0,165, perubahan indeks Fear & Greed dari “Extreme Fear”, stabilitas harga Bitcoin, dan kenaikan volume beli sebagai tanda akumulasi.

Jika sentimen pasar membaik dan volume mulai meningkat, peluang stabilisasi terbuka. Namun untuk saat ini, tekanan masih mendominasi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan bahwa penurunan 1,37% ke $0,169 merupakan bagian dari gelombang koreksi pasar kripto yang lebih luas. Tanpa katalis spesifik, PI bergerak mengikuti arah Bitcoin dan total market cap.

Dengan support penting di $0,165, pasar kini menanti apakah PI mampu bertahan dan berkonsolidasi, atau justru melanjutkan tren turun menuju $0,16.

Dalam kondisi “Extreme Fear”, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi investor yang ingin tetap aktif di pasar kripto yang volatil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

Perdagangan Bitcoin futures dilaporkan memasuki “zona bahaya” seiring meningkatnya frekuensi transaksi ritel dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan potensi squeeze di dua arah, baik short squeeze maupun long squeeze, di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di kisaran 66.794,95 dolar AS per BTC atau sekitar 67.010,46 dolar AS, menguat lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar 1.335 miliar dolar AS dengan volume perdagangan harian mencapai 45,70 miliar dolar AS.

Menurut Tim Research Tokocrypto, market lagi ‘over-leveraged’ oleh ritel. Secara historis, kondisi ini adalah bahan bakar sempurna buat ‘Short/Long Squeeze’ yang brutal.

“Volatilitas bakal meledak dalam waktu dekat. G-Protocol Filter: Waspada sapuan harga dua arah (wipeout), jangan trading pake leverage tinggi saat ritel lagi fomo di futures,” ungkapnya.

Bitcoin Bergerak Naik

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang 63.388,87 dolar AS hingga 68.162,82 dolar AS. Secara mingguan, harga tercatat turun 1,7%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin masih terkoreksi 19,19%. Dalam periode 60 dan 90 hari, pelemahan masing-masing mencapai 24,34% dan 22,38%.

Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan aktivitas ritel di pasar futures menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meningkatnya frekuensi trading biasanya mencerminkan tingginya spekulasi jangka pendek, terutama saat harga bergerak agresif. Kondisi ini kerap memicu likuidasi massal ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi mayoritas trader.

Analis menilai risiko squeeze saat ini terbuka di dua sisi. Jika mayoritas pelaku pasar membuka posisi short dan harga terus menguat, potensi short squeeze dapat mendorong harga naik lebih tinggi dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika dominasi terjadi pada posisi long dan harga tiba-tiba berbalik turun, long squeeze bisa mempercepat tekanan jual.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat pertama berdasarkan kapitalisasi pasar. Saat ini, suplai yang beredar telah mencapai 20 juta BTC atau sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta BTC. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh tercatat sebesar 1.404 miliar dolar AS.

Perhatikan Fundamental

Meskipun harga mencatat kenaikan harian yang signifikan, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun lebih dari 15.800 dolar AS, mencerminkan fase konsolidasi yang belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.

Pelaku pasar kini mencermati apakah penguatan 24 jam terakhir menjadi awal pembalikan tren atau sekadar rebound teknikal di tengah sentimen derivatif yang memanas. Dengan frekuensi trading futures yang tinggi, volatilitas diperkirakan tetap dominan dalam waktu dekat.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama di tengah potensi pergerakan tajam akibat likuidasi beruntun di pasar futures.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuk Konsolidasi, Bitcoin Menguat 1,28%

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan penguatan moderat setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $87.394,11, menguat +1,28% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini disertai volume perdagangan harian yang cukup besar, mencapai $61,49 miliar, yang menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin tetap berada di posisi nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai $1,743 triliun.

Pergerakan positif hari ini memberikan sedikit sentimen optimis bagi investor, meskipun secara jangka menengah BTC masih menunjukkan tren bearish.

Pergerakan Harian BTC: Konsolidasi Dengan Momentum Penguatan

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran $85.404 hingga $88.038, menandakan volatilitas yang cukup stabil.

Kenaikan harian sebesar +1,28% menunjukkan adanya peningkatan minat beli dari pelaku pasar.

Sementara itu, perubahan per jam yang mencapai +1,02% mencerminkan adanya uptrend jangka pendek, meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren bearish yang terbentuk dalam beberapa minggu terakhir.

Dari sisi performa mingguan, BTC masih mencatat penurunan sebesar -7,98%, yang memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi, terutama dari investor jangka pendek yang memilih melakukan profit-taking.

Tren 30–90 Hari: Tekanan Pasar Masih Terlihat Jelas

Jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi yang cukup signifikan. Data menunjukkan:

  • 30 hari: -$23.737 (-21,37%)
  • 60 hari: -$25.695 (-22,74%)
  • 90 hari: -$22.386 (-20,40%)

Tren penurunan ini menandakan melemahnya momentum bullish yang sebelumnya mengangkat Bitcoin mendekati level tertingginya.

Koreksi ini juga didorong oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan moneter global yang ketat; penurunan risk appetite investor; rotasi portofolio ke aset yang lebih aman; dan sentimen pasar kripto yang masih penuh ketidakpastian.

Meski demikian, penurunan yang cukup dalam ini justru memberikan peluang bagi investor yang menerapkan strategi akumulasi jangka panjang.

Fundamental Pasar Bitcoin: Suplai Terbatas Mendukung Nilai

Bitcoin tetap menjadi aset paling populer di pasar kripto dengan tingkat dominasi yang kuat.

Pasokan beredar saat ini mencapai 19,95 juta BTC, atau sekitar 95,01% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang menjadi faktor fundamental utama mengapa Bitcoin tetap menarik dalam jangka panjang.

Dengan tingkat inflasi yang semakin kecil setelah setiap halving, BTC dipandang oleh banyak investor sebagai aset dengan sifat penyimpan nilai (store of value) mirip emas digital.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $1,833 triliun, menunjukkan potensi valuasi maksimum Bitcoin bila seluruh suplai beredar.

Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

Saat ini, harga Bitcoin masih berada cukup jauh dari All-Time High (ATH) sebesar $126.198,07. Jarak sekitar 30% ini memberikan gambaran bahwa Bitcoin berada dalam fase koreksi yang sehat setelah reli besar sebelumnya.

Bagi trader, level ini memberikan peluang swing trade, sementara bagi investor jangka panjang, posisi harga saat ini bisa dianggap sebagai area akumulasi yang menarik.

Prospek Jangka Pendek dan Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Resistance terdekat:

Jika BTC mampu menembus level-level ini, peluang momentum bullish kembali terbuka.

Support kuat:

Penurunan di bawah area ini berpotensi membawa BTC ke fase koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 2% ke $86K di Zona Koreksi

Kenaikan harga Bitcoin hari ini sebesar +1,28% memberikan sinyal positif, meski tren jangka menengah masih bearish.

Volatilitas yang stabil dan volume perdagangan tinggi menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi dan menunggu katalis baru.

Bagi investor, penting untuk memperhatikan level support dan resistance utama, sementara bagi trader harian, momentum jangka pendek bisa dimanfaatkan untuk peluang perdagangan yang lebih cepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Menguat Tipis ke $2.838

Harga Ethereum (ETH) hari ini mencatatkan penguatan ringan setelah beberapa pekan bergerak dalam tekanan jual.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $2.838,75, naik +0.43% dalam 24 jam terakhir. Meski kenaikan ini tidak signifikan, hal tersebut menunjukkan adanya stabilisasi harga di tengah volatilitas pasar kripto global.

Ethereum tetap berada di posisi kedua sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sebesar $342,62 miliar.

Volume perdagangan selama 24 jam mencapai $21,63 miliar, menegaskan ETH sebagai aset dengan permintaan tinggi di pasar spot maupun derivatif.

Baca Juga: Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Rebound 3% di Tengah Tekanan

Pergerakan Harian ETH: Kenaikan Tipis di Tengah Volatilitas

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH bergerak pada kisaran $2.763 hingga $2.863, mencerminkan volatilitas yang cukup moderat.

Kenaikan 0,43% sejalan dengan penguatan tipis Bitcoin, yang biasanya memberikan sentimen positif bagi altcoin besar seperti Ethereum.

Perubahan harga dalam 1 jam sebesar +1,16% menandakan adanya peningkatan aktivitas beli di sesi perdagangan terbaru.

Namun, secara mingguan ETH masih turun -9,93%, yang menunjukkan tekanan pasar masih kuat, terutama dari investor jangka pendek.

Tren 30–90 Hari: Koreksi Masih Mendominasi

Jika dilihat dalam rentang yang lebih panjang, Ethereum masih mengalami fase koreksi yang cukup dalam. Data riwayat harga menunjukkan:

  • 30 hari: -$1.103 (-28,03%)
  • 60 hari: -$1.265 (-30,88%)
  • 90 hari: -$1.564 (-35,58%)

Koreksi tajam selama tiga bulan terakhir ini dipengaruhi oleh:

  • Kapitalisasi pasar kripto yang melemah akibat tekanan makroekonomi
  • Turunnya minat investor pada aset berisiko
  • Ketidakpastian seputar regulasi global
  • Perlambatan aktivitas DeFi dan NFT di jaringan Ethereum

Kendati demikian, volatilitas ini tidak mengubah posisi ETH sebagai aset kripto fundamental dengan ekosistem terbesar di industri, berkat ribuan dApps, smart contract, dan proyek inovatif yang terus berkembang.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Fundamental Pasar ETH: Ekosistem Kuat, Minat Investor Stabil

Ethereum tetap menjadi pusat aktivitas blockchain global. Dengan 120,70 juta ETH yang beredar, Ethereum tidak memiliki batas pasokan maksimum seperti Bitcoin.

Namun mekanisme burn fee (EIP-1559) membantu mengontrol suplai dan menjaga nilai ETH tetap stabil dalam jangka panjang.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya — yang identik dengan market cap saat ini — mencapai $341,90 miliar, menegaskan dominasi ETH di pasar altcoin.

Salah satu pendorong utama stabilitas ETH adalah penggunaan jaringan yang tinggi, khususnya dalam sektor DeFi (decentralized finance), Layer-2 scalability (Arbitrum, Optimism, Base), NFT marketplace, serta Tokenization dan real-world assets.

Meningkatnya aktivitas pada layer-2 juga memberikan dampak positif pada kecepatan transaksi dan biaya gas, menjaga Ethereum tetap kompetitif.

Posisi ETH terhadap Rekor Tertinggi

Dengan harga saat ini di kisaran $2.838, ETH masih berada jauh dari level All-Time High (ATH) $4.953, sekitar 42% di bawah puncaknya.

Kondisi ini menunjukkan ruang kenaikan masih terbuka lebar apabila pasar kembali memasuki fase bullish.

Sentimen positif dapat datang dari persetujuan ETF Ethereum spot, peningkatan adopsi institusional, lonjakan aktivitas DeFi dan tokenisasi aset, serta upgrade lanjutan Ethereum, termasuk penguatan efisiensi jaringan.

Level Harga Penting yang Perlu Diperhatikan

Resistance terdekat:

Jika ETH mampu menembus $3.000, peluang terbentuknya tren bullish jangka pendek semakin besar.

Support kuat:

Penurunan di bawah support ini dapat memperpanjang fase koreksi.

Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

Harga Ethereum hari ini menunjukkan penguatan tipis ke $2.838, memberi sinyal stabilisasi setelah tekanan berat dalam beberapa minggu terakhir.

Meski tren 30–90 hari masih negatif, fundamental Ethereum tetap kuat dan ekosistemnya terus berkembang.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan mencermati level resistance dan support utama untuk strategi perdagangan yang lebih optimal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com