Situasi pasar kripto, hari ini Kamis (5/3), Bitcoin melanjutkan reli dan menembus level $73.000, mencatat harga tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Penguatan ini didorong arus masuk ETF AS yang solid serta kembalinya minat beli investor seiring membaiknya likuiditas dan volume perdagangan. Sejumlah kripto utama pun ikut terapresiasi di kisaran 5%–8%, menandakan sentimen pasar yang kembali kondusif.
Seiring lonjakan BTC, beberapa altcoin mencuri perhatian. MANTRA melonjak 41% ke $0,02374, PHA naik 30% ke $0,049049, dan RIF menguat 16% ke $0,03616. Kenaikan tajam ini mencerminkan rotasi modal ke aset berisiko lebih tinggi saat momentum bullish kembali menguat. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial di Saat Bitcoin Tembus $73.000
MANTRA naik tajam 41% hingga mencapai level $0,02374.
PHA melesat 30% dan kini menyentuh angka $0,049049.
RIF menguat 16% ke posisi harga saat ini $0,03616.
Bitcoin Tembus $73.000 Berkat Arus ETF dan Aksi Beli
Bitcoin sentuh level tertinggi beberapa minggu terakhir di dekat $73.000.
ETF AS catat arus masuk kuat saat pendanaan dan minat pasar pulih.
Kripto utama naik 5%–8% seiring membaiknya likuiditas dan volume pasar.
Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*
Ramadan makin berkah bareng Tokocrypto 🌙✨
Spesial Ramadan, kamu berkesempatan dapetin total hadiah Rp 250JUTA!* 🎁
Caranya? Makin banyak kamu sebarkan rejeki referral, makin besar juga kesempatan menang! 🚀
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pergerakan harga Bitcoin kembali mendekati level US$70.000, namun dinamika pasar kripto saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz yang mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia mendorong harga minyak melonjak di atas US$77 per barel dan memicu tekanan baru di pasar keuangan global.
Dalam kondisi ini, Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$69.500 dinilai bukan lagi faktor utama penggerak pasar. Sebaliknya, aset kripto terbesar tersebut menjadi bagian dari reaksi pasar terhadap guncangan makro yang dipicu oleh krisis energi dan risiko inflasi.
Dampak Makro Dominasi Pasar
Dilaporkan Crypto Quant, penutupan jalur strategis Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya logistik global dan memperkuat tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) semakin kecil dalam waktu dekat.
Tanpa katalis berupa pelonggaran kebijakan moneter, analis menilai fase pasar bearish berpotensi bertahan lebih lama. Faktor makro ini saat ini menjadi variabel utama yang membatasi pemulihan harga aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau premium AS tetap negatif, reli cenderung rapuh dan lebih reaktif ke headline makro dibanding arus struktural.
“Trigger pembalikan tren yang lebih nyata kemungkinan butuh kombinasi stabilisasi geopolitik + kelegaan ekspektasi rate cuts,” jelasnya.
Di tengah tekanan makro tersebut, data on-chain menunjukkan arus masuk stablecoin sebesar US$2,06 miliar dalam sepekan terakhir. Rinciannya meliputi USDT sebesar US$1,06 miliar, USDC US$993 juta, dan DAI sekitar US$4,1 juta.
Meski terlihat signifikan, jumlah tersebut dinilai masih terlalu kecil untuk memicu reli pasar secara mandiri. Selain itu, indikator Coinbase Premium Index berada di level negatif -0,0276, menandakan minimnya permintaan dari investor institusi di Amerika Serikat.
Sementara itu, arus dana ke ETF Bitcoin spot di AS tercatat sekitar US$787,4 juta. Namun sebagian besar aliran dana ini terjadi sebelum eskalasi konflik, sehingga saat ini ETF lebih berfungsi sebagai penahan tekanan jual dibanding pendorong kenaikan harga.
Peran Investor Besar dan Level Kunci
Data on-chain juga menunjukkan perbedaan perilaku antara kelompok investor. Indikator Coin Days Destroyed yang mencapai 10,03 juta menandakan bahwa pemegang jangka panjang (long-term holders) belum melakukan aksi jual signifikan. Kelompok ini justru dianggap sebagai penopang struktural pasar.
Di sisi lain, indikator ExchangeWhale Ratio berada di level 0,53 yang mengindikasikan potensi tekanan jual dari investor besar di area resistance US$70.000.
Pelaku pasar kini memantau level support penting di US$64.000, sementara area US$60.000 menjadi zona perlindungan kuat dari pasar opsi atau dikenal sebagai “put wall”.
Ke depan, arah pasar kripto diperkirakan tetap bergantung pada dua faktor utama, yakni stabilitas geopolitik dan meredanya tekanan inflasi global. Tanpa perubahan pada kedua faktor tersebut, potensi pembalikan tren besar pada Bitcoin dinilai masih terbatas dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis 0,80% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut catatan Coinmarketcap pada Rabu (4/3).
Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung datar hingga melemah, di mana Bitcoin justru turun sekitar 0,55% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 0,61%.
Kenaikan Pi yang bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan adanya aliran beli independen.
Namun, tanpa dukungan volume yang besar atau katalis fundamental yang jelas, reli ini dinilai masih tetap rapuh.
Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $11,27 juta, turun sekitar 8,77% dibanding hari sebelumnya. Artinya, meskipun harga naik, partisipasi pasar justru melemah.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan harga tidak didorong oleh lonjakan minat besar-besaran, melainkan kemungkinan akibat pembelian dalam kondisi likuiditas tipis (thin market).
Dalam situasi seperti ini, pergerakan harga relatif mudah terdorong naik atau turun dengan volume yang relatif kecil.
Secara teknikal, kenaikan tanpa dukungan volume sering kali tidak memiliki daya tahan kuat.
Pasar cenderung membutuhkan konfirmasi berupa peningkatan volume signifikan untuk memastikan momentum bullish yang berkelanjutan.
Level volume di atas $15 juta dinilai sebagai ambang awal untuk menunjukkan keyakinan beli yang lebih solid.
Tidak Ada Katalis Spesifik
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Dari data yang tersedia, tidak terlihat adanya berita, pembaruan ekosistem, ataupun faktor eksternal yang secara langsung memicu kenaikan harga Pi. Tidak ada pula rotasi sektor besar di pasar altcoin yang bisa menjelaskan lonjakan tersebut.
Absennya katalis fundamental membuat kenaikan ini tampak sebagai pergerakan teknikal semata.
Dalam kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, terutama dengan indeks ketakutan (fear index) berada di level tinggi, pergerakan tanpa dukungan narasi kuat biasanya rentan terhadap aksi ambil untung cepat.
Dengan kata lain, reli kecil ini belum mencerminkan perubahan tren.
Struktur Harga Masih Konsolidasi
Secara teknikal, Pi saat ini bergerak dalam rentang sempit antara support $0,168 dan resistance $0,175. Struktur ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana pasar masih mencari arah berikutnya.
Level yang perlu diperhatikan dalam 24–48 jam ke depan:
Support kunci: $0,168
Resistance terdekat: $0,175
Target bawah jika breakdown: $0,16
Jika harga mampu bertahan di atas $0,168, peluang untuk menguji kembali area $0,175 cukup terbuka. Namun, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa mendorong harga turun cepat ke kisaran $0,16.
Dalam kondisi konsolidasi seperti ini, arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada munculnya katalis baru atau lonjakan volume signifikan.
Decoupling dari Bitcoin: Sinyal Positif atau Sementara?
Salah satu aspek menarik dari pergerakan ini adalah decoupling sementara dari Bitcoin. Ketika BTC melemah, Pi justru mencatat kenaikan tipis.
Meski terdengar positif, decoupling dalam volume rendah belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental. Bisa jadi ini hanya fluktuasi jangka pendek dalam pasar dengan likuiditas terbatas.
Untuk mengonfirmasi bahwa Pi benar-benar menunjukkan kekuatan relatif, diperlukan:
Breakout tegas di atas $0,175.
Volume meningkat secara konsisten di atas rata-rata harian.
Stabilitas harga di atas resistance yang berhasil ditembus.
Tanpa faktor-faktor tersebut, kenaikan ini masih berisiko menjadi false breakout atau sekadar pantulan teknikal ringan.
Netral Cenderung Konsolidatif
Dalam jangka pendek, prospek Pi dapat dikategorikan sebagai netral. Tidak ada sinyal kuat yang menunjukkan pembalikan tren besar, namun juga belum ada tekanan jual agresif.
Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika volume dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Jika pasar global tetap berhati-hati dan tidak muncul katalis baru, Pi kemungkinan akan terus bergerak sideways dalam kisaran sempit.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.284,07 per BTC, mencatat kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/3), BTC menguat sekitar +0,37% hingga +0,61% dalam sehari, menunjukkan adanya upaya rebound meski tekanan jangka menengah masih terasa.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah $66.237,61 hingga level tertinggi di $68.978,02.
Rentang volatilitas ini mencerminkan tekanan beli yang mulai muncul setelah harga sempat mendekati area support $66 ribuan.
Volume perdagangan harian tercatat di kisaran $49,56 miliar hingga $50,39 miliar, menunjukkan likuiditas pasar yang masih cukup solid.
Perubahan harga jangka pendek menunjukkan momentum positif:
1 jam: +0,65%
24 jam: +0,37%
7 hari: +5,05%
Kenaikan mingguan sebesar 5% mengindikasikan adanya fase pemulihan teknikal setelah tekanan jual dalam beberapa bulan terakhir.
Tekanan 30–90 Hari Masih Terasa
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski BTC menunjukkan penguatan jangka pendek, tren 30 hingga 90 hari terakhir masih berada dalam fase koreksi:
30 hari: -9,46% (-$7.127,25)
60 hari: -24,21% (-$21.795,46)
90 hari: -26,63% (-$24.755,17)
Penurunan hampir 27% dalam tiga bulan terakhir mencerminkan tekanan makro dan aksi ambil untung pasca reli sebelumnya.
Namun, stabilisasi di area $68 ribuan membuka peluang terbentuknya basis harga baru jika support mampu dipertahankan.
Kapitalisasi Pasar dan Fundamental
Bitcoin saat ini memiliki:
Kapitalisasi pasar: $1,364 triliun
Kapitalisasi terdilusi penuh (FDV): $1,432 triliun
Sirkulasi pasokan: 20 juta BTC (95,23% dari total maksimum)
Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, struktur suplai Bitcoin semakin ketat. Secara fundamental, hal ini memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) jangka panjang.
Rekor harga tertinggi (All-Time High) Bitcoin sebelumnya berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya.
Ini berarti, secara historis, Bitcoin masih memiliki ruang pemulihan asalkan siklus bullish kembali terbentuk.
Analisa Teknis Singkat
Secara teknikal, area $66.000–$67.000 kini menjadi support penting jangka pendek. Jika BTC mampu bertahan di atas zona ini, potensi pengujian ulang resistance di $69.000–$70.000 terbuka lebar.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $66.000, pasar bisa kembali menguji support psikologis di kisaran $64.000.
Volume yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif, sehingga pergerakan selanjutnya kemungkinan akan dipicu oleh sentimen makro, arus ETF, atau katalis eksternal lainnya.
Rebound atau Dead Cat Bounce?
Kenaikan 5% dalam sepekan terakhir memberi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, dengan koreksi hampir 27% dalam 90 hari terakhir, pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar.
Untuk mengonfirmasi pembalikan tren (trend reversal), BTC perlu menembus dan bertahan di atas $70.000 yang disertai peningkatan volume beli berkelanjutan dan mendapat dukungan sentimen makro positif.
Tanpa konfirmasi ketiga faktor tersebut, kenaikan saat ini bisa dikategorikan sebagai rebound teknikal jangka pendek.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin stabil di kisaran $68.284 dengan penguatan harian tipis dan kenaikan mingguan 5%.
Meski tekanan 30–90 hari terakhir masih membayangi, struktur suplai yang semakin ketat dan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun menegaskan posisi BTC sebagai aset kripto utama.
Investor kini menantikan apakah fase pemulihan ini akan berkembang menjadi tren bullish baru atau hanya jeda sementara dalam siklus koreksi yang lebih panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Ekosistem DeFi kembali mencatatkan perkembangan penting setelah Chainlink melalui protokol CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) mengaktifkan transfer cbBTC dari jaringan Base ke Monad.
Cointelegraphmenyebut, integrasi ini membuka jalur bagi likuiditas berbasis Bitcoin untuk masuk ke dalam ekosistem DeFi Monad.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kolateral berbasis Bitcoin ke pasar lending dan borrowing Monad, sekaligus memperluas utilitas aset wrapped BTC seperti cbBTC dalam sektor keuangan terdesentralisasi.
cbBTC merupakan representasi Bitcoin yang diterbitkan di jaringan EVM tertentu, memungkinkan pemegang BTC untuk mengakses aplikasi DeFi tanpa harus menjual aset utamanya.
Dengan aktivasi transfer lintas jaringan melalui CCIP, pemilik cbBTC di Base kini dapat memindahkan aset mereka ke Monad.
Artinya, Bitcoin yang sebelumnya “diam” sebagai store of value kini bisa dimanfaatkan sebagai kolateral untuk meminjam, memberikan likuiditas, atau mendapatkan yield di protokol DeFi Monad.
Akses terhadap kolateral berbasis BTC selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Total Value Locked (TVL) di berbagai ekosistem DeFi.
Dampak terhadap Ekosistem Monad
Monad, sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk performa tinggi dan kompatibilitas EVM, tengah membangun fondasi likuiditas agar ekosistem DeFi-nya berkembang pesat.
Masuknya cbBTC berpotensi menjadi katalis penting, karena Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan basis pemegang yang luas.
Likuiditas berbasis BTC dapat mempercepat pertumbuhan protokol lending dan borrowing di Monad, terutama jika pengguna mulai aktif memanfaatkan cbBTC sebagai jaminan pinjaman.
Namun, keberhasilan integrasi ini sangat bergantung pada adopsi nyata di lapangan.
Analisis: Potensi Besar, Tapi Belum Tentu Instan
We’ve selected @chainlink CCIP as the exclusive bridge provider to bring Coinbase Wrapped Assets to new blockchains.
Together we’ll expand to new ecosystems using battle-hardened infrastructure. pic.twitter.com/JgRjyVVmd3
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa akses terhadap kolateral BTC memang membuka peluang besar, tetapi dampaknya tidak otomatis terjadi hanya karena pengumuman integrasi.
“Akses ke kolateral BTC bisa mempercepat TVL, tapi itu baru nyata jika pengguna menerapkan cbBTC dalam skala besar. Asumsi keamanan bridge dan permintaan berkelanjutan akan menentukan ini sekadar pengumuman atau perubahan nyata,” ungkap Tim Research Tokocrypto.
Garis besarnya, transfer via cbBTC ini menyoroti dua faktor kunci: keamanan dan permintaan.
Pertama, keamanan bridge menjadi isu krusial dalam ekosistem cross-chain. Sejarah industri kripto mencatat berbagai insiden eksploitasi bridge yang menyebabkan kerugian besar.
Meskipun CCIP dirancang dengan standar keamanan tinggi, kepercayaan pengguna tetap menjadi faktor utama.
Kedua, permintaan riil dari pengguna akan menentukan apakah cbBTC benar-benar digunakan sebagai kolateral atau hanya sekadar dipindahkan tanpa aktivitas signifikan.
Peran Chainlink CCIP dalam Interoperabilitas
CCIP dari Chainlink dirancang untuk menyediakan infrastruktur transfer aset dan pesan lintas jaringan secara aman.
Dengan meningkatnya fragmentasi likuiditas di berbagai blockchain, solusi interoperabilitas menjadi kebutuhan mendesak.
Integrasi ini menunjukkan bagaimana Chainlink memperluas perannya, bukan hanya sebagai oracle harga, tetapi juga sebagai penghubung ekosistem multi-chain.
Jika adopsi CCIP terus berkembang, model interoperabilitas semacam ini dapat menjadi standar baru dalam perpindahan likuiditas lintas jaringan.
Outlook: Katalis TVL atau Sekadar Eksperimen?
Dalam jangka pendek, dampak terhadap TVL Monad kemungkinan bertahap.
Aktivitas lending dan borrowing perlu menunjukkan peningkatan signifikan agar integrasi ini benar-benar mengubah lanskap likuiditas.
Namun dalam jangka panjang, akses terhadap kolateral BTC dapat memperkuat fondasi DeFi Monad, terutama jika dikombinasikan dengan insentif yield atau program likuiditas tambahan.
Bagi pasar DeFi secara keseluruhan, integrasi ini mencerminkan tren besar: Bitcoin semakin terintegrasi ke dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi lintas chain.
Aktivasi transfer cbBTC dari Base ke Monad melalui Chainlink CCIP membuka peluang baru bagi pemanfaatan likuiditas berbasis Bitcoin di DeFi. Potensinya besar, terutama untuk mendorong pertumbuhan TVL dan pasar lending.
Namun, keberhasilan nyata akan ditentukan oleh tingkat adopsi pengguna, keamanan bridge, dan permintaan berkelanjutan terhadap produk DeFi berbasis cbBTC.
Apakah ini akan menjadi lonjakan likuiditas besar bagi Monad atau sekadar integrasi teknis tanpa dampak signifikan, pasar akan segera memberikan jawabannya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Kabar positif datang dari ranah hukum kripto Amerika Serikat.
Pengadilan federal AS resmi membatalkan gugatan class action terkait dugaan scam token terhadap Uniswap dengan prejudice, yang berarti gugatan tersebut tidak dapat diajukan kembali.
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa para penggugat gagal menetapkan kewajiban hukum terhadap pengembang protokol atas tindakan pihak ketiga, termasuk penerbit token yang diduga melakukan penipuan.
Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perdebatan panjang soal tanggung jawab hukum platform DeFi terhadap aktivitas pengguna di atas protokol terbuka.
Gugatan class action sebelumnya menuduh bahwa Uniswap bertanggung jawab atas kerugian investor akibat token scam yang diperdagangkan melalui platform tersebut.
Namun, hakim menilai bahwa protokol terdesentralisasi seperti Uniswap tidak dapat secara otomatis dianggap bertanggung jawab atas token yang dibuat dan diterbitkan oleh pihak ketiga.
Pengadilan menekankan bahwa pengembang protokol tidak memiliki kontrol langsung atas tindakan individu atau entitas yang memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk tujuan ilegal.
Dengan pembatalan “with prejudice”, perkara ini secara hukum dinyatakan selesai, dan penggugat tidak dapat mengajukan ulang gugatan serupa dengan dasar yang sama.
Preseden Penting bagi Industri DeFi
🦄 Uniswap wins another case that sets a new legal prescendent
TLDR: If you write open source smart contract code, and the code is used by scammers, the scammers are liable, not the open source devs
Menurut laporan Cryptobriefing, putusan ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Selama beberapa tahun terakhir, regulasi dan tekanan hukum menjadi salah satu risiko terbesar bagi protokol berbasis smart contract.
Keputusan pengadilan ini memperkuat pandangan bahwa protokol open-source tidak serta merta memikul tanggung jawab atas penyalahgunaan oleh pengguna, selama tidak ada bukti kontrol langsung atau keterlibatan aktif dalam aktivitas ilegal tersebut.
Hal ini dapat menjadi preseden penting bagi proyek-proyek DeFi lain yang menghadapi risiko hukum serupa di masa depan.
Dampak terhadap UNI dan Sentimen Pasar
Token UNI, yang menjadi aset tata kelola ekosistem Uniswap, berpotensi mendapat dorongan sentimen positif dari keputusan ini. Ketidakpastian hukum sering kali menjadi faktor penekan harga dalam industri kripto.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa putusan ini membantu mengurangi beban hukum dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis DeFi.
“Ini mengurangi beban hukum dan memperkuat preseden pro-DeFi yang bisa memperbaiki sentimen di sekitar UNI dan protokol sejenis. Dampak harga masih bergantung pada apakah aktivitas dan fee capture mengikuti, bukan sekadar headline hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.
Artinya, meskipun kabar hukum ini positif, pergerakan harga UNI tetap akan ditentukan oleh fundamental seperti volume perdagangan, pendapatan protokol (fee capture), dan pertumbuhan pengguna.
Implikasi Regulasi Lebih Luas
Putusan ini juga menyoroti tantangan regulator dalam mengatur protokol terdesentralisasi.
Berbeda dengan bursa terpusat, protokol DeFi berjalan melalui smart contract yang bersifat permissionless dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal.
Jika pengembang tidak dapat secara langsung mengendalikan token yang diperdagangkan, maka menetapkan tanggung jawab hukum menjadi lebih kompleks.
Meski demikian, hal ini tidak berarti sektor DeFi sepenuhnya bebas dari risiko hukum.
Regulator masih dapat menargetkan individu atau entitas yang secara aktif mempromosikan, menerbitkan, atau memfasilitasi token ilegal.
Antara Hukum dan Fundamental
Dalam jangka pendek, keputusan ini dapat memperbaiki sentimen terhadap Uniswap dan sektor DeFi secara umum. Risiko litigasi yang berkurang berarti ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembang.
Namun, untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan, Uniswap tetap perlu menunjukkan pertumbuhan aktivitas, peningkatan volume, serta optimalisasi mekanisme pembagian fee kepada pemegang UNI.
Jika pertumbuhan ekosistem sejalan dengan kepastian hukum yang lebih baik, maka keputusan ini bisa menjadi katalis jangka panjang bagi protokol DeFi.
Pembatalan gugatan class action terhadap Uniswap oleh pengadilan federal AS menjadi preseden penting bagi industri DeFi.
Keputusan ini menegaskan bahwa pengembang protokol tidak otomatis bertanggung jawab atas aktivitas ilegal pihak ketiga di atas platform mereka.
Meski sentimen pasar berpotensi membaik, arah harga UNI tetap akan ditentukan oleh performa fundamental dan aktivitas nyata di dalam ekosistem.
Bagi industri kripto secara keseluruhan, putusan ini menjadi langkah maju dalam membangun kepastian hukum yang lebih jelas bagi inovasi berbasis blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Token NEAR Protocol mencatat lonjakan tajam 17% setelah peluncuran Confidential Intents, sebuah lapisan eksekusi privat opsional yang dirancang untuk mengurangi praktik front-running dan melindungi trader dari serangan sandwich attack.
Kenaikan ini memperpanjang reli mingguan NEAR yang sudah berlangsung kuat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut laporan Coindesk, peluncuran fitur tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar, dengan investor melihatnya sebagai langkah strategis untuk menarik partisipasi institusional melalui peningkatan privasi dan keamanan eksekusi transaksi.
Confidential Intents merupakan fitur eksekusi privat yang memungkinkan pengguna menyembunyikan detail transaksi hingga proses finalisasi, sehingga meminimalkan risiko eksploitasi oleh bot MEV (Maximal Extractable Value).
Dalam ekosistem DeFi, front-running dan sandwich attack sering menjadi masalah serius. Bot dapat membaca transaksi di mempool publik dan mengeksekusi transaksi terlebih dahulu untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang diprediksi.
Dengan Confidential Intents, NEAR berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan aman, terutama bagi pelaku pasar besar yang rentan terhadap manipulasi eksekusi.
Reli Dipicu Narasi Privasi, Bukan Lonjakan Pendapatan
Meskipun harga NEAR melonjak signifikan, data menunjukkan bahwa pendapatan on-chain dan metrik fundamental lainnya belum mengalami lonjakan berarti.
Aktivitas jaringan relatif stabil, tanpa lonjakan drastis pada volume transaksi atau fee yang dihasilkan.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa reli ini lebih didorong oleh narasi dan ekspektasi masa depan ketimbang perubahan fundamental saat ini.
“Ini katalis berbasis narasi (privasi eksekusi tingkat institusi), bukan infleksi pendapatan. Kalau adopsi/arus nyata tidak muncul, reli ini rentan koreksi,” kata Tim Research Tokocrypto.
Ini berarti, pasar merespons potensi jangka panjang dari fitur ini, bukan dampak langsung terhadap kinerja ekonomi jaringan.
Mengapa Privasi Eksekusi Penting?
Dalam beberapa tahun terakhir, isu MEV menjadi perhatian utama di berbagai blockchain.
Praktik front-running dan sandwich attack dapat menggerus keuntungan trader ritel maupun institusi, sekaligus menciptakan persepsi bahwa pasar tidak sepenuhnya adil.
Dengan menghadirkan lapisan eksekusi privat opsional, NEAR mencoba menempatkan diri sebagai jaringan yang ramah institusi, terutama bagi pemain besar yang membutuhkan perlindungan terhadap strategi perdagangan mereka.
Langkah ini juga membuat NEAR bersaing lebih langsung dengan blockchain lain yang menonjolkan fitur privasi dan efisiensi eksekusi.
Apakah Reli NEAR Berkelanjutan?
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dari perspektif teknikal, lonjakan 17% memperkuat momentum bullish jangka pendek dan memperpanjang tren kenaikan mingguan.
Namun, tanpa peningkatan signifikan pada Total Value Locked (TVL), volume DeFi, atau pendapatan protokol, reli ini berisiko mengalami koreksi.
Untuk mempertahankan momentum, NEAR perlu menunjukkan:
Peningkatan adopsi Confidential Intents oleh aplikasi DeFi utama.
Lonjakan volume perdagangan yang benar-benar memanfaatkan fitur privasi ini.
Pertumbuhan fee dan pendapatan jaringan yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil.
Jika fitur ini hanya menjadi headline tanpa penggunaan nyata, harga berpotensi kembali terkoreksi setelah euforia awal mereda.
Perspektif Pasar: Antara Harapan dan Realisasi
Pasar kripto sering kali bergerak berdasarkan ekspektasi masa depan.
Peluncuran fitur baru yang relevan dengan kebutuhan institusi dapat menjadi katalis kuat, bahkan sebelum dampaknya terlihat dalam data on-chain.
Namun, investor yang lebih konservatif kemungkinan akan menunggu konfirmasi berupa peningkatan aktivitas dan arus modal nyata sebelum menganggap reli ini sebagai tren jangka panjang.
Dalam konteks makro, sentimen terhadap sektor privasi dan perlindungan MEV juga berperan penting. Jika isu ini terus menjadi perhatian utama, NEAR bisa mendapatkan posisi strategis sebagai solusi eksekusi yang lebih aman.
Lonjakan 17% NEAR pasca peluncuran Confidential Intents menunjukkan kuatnya respons pasar terhadap inovasi yang menyasar privasi dan perlindungan eksekusi transaksi.
Namun, reli ini saat ini masih berbasis narasi, bukan peningkatan pendapatan atau aktivitas on-chain yang signifikan.
Keberlanjutan kenaikan harga akan sangat bergantung pada adopsi nyata dan pertumbuhan ekonomi jaringan.
Jika arus likuiditas dan penggunaan riil mengikuti, fitur ini bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, tanpa realisasi konkret, reli berisiko mengalami koreksi dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Cardano (ADA) sempat melonjak 24% setelah membentuk sinyal bullish divergence pada grafik harian, namun reli tersebut berakhir cepat. Dalam tiga hari, harga kembali terkoreksi 17% setelah aksi jual besar-besaran dari investor kelas kakap (whales) yang melepas sekitar 2,15 miliar ADA senilai kurang lebih US$540 juta.
Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan bahwa lonjakan harga pada 25 Februari yang sempat membawa ADA menyentuh US$0,31 justru dimanfaatkan sebagai momentum distribusi oleh pemegang besar. Saat ini, ADA kembali diperdagangkan di sekitar US$0,27.
RSI dan MFI Sempat Beri Sinyal Positif
Secara teknikal, sejak akhir Desember 2025 hingga 24 Februari 2026, grafik harian ADA membentuk bullish divergence. Harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low, sinyal klasik pelemahan momentum bearish.
Indikator Money Flow Index (MFI), yang menggabungkan harga dan volume, turut mengonfirmasi adanya tekanan beli riil. Antara 24 hingga 28 Februari, harga dan MFI sama-sama bergerak naik tanpa divergensi negatif, menandakan aksi beli dengan dukungan volume.
Namun, meskipun sinyal teknikal valid dan ritel aktif menyerap tekanan jual, reli tetap gagal bertahan.
2,15 Miliar ADA Didistribusikan dalam 72 Jam
Data Santiment menunjukkan seluruh kelompok whale utama kompak mengurangi kepemilikan antara 24–27 Februari.
Kelompok pemegang lebih dari 1 miliar ADA mencatat penjualan terbesar dengan melepas sekitar 1,02 miliar token hanya dalam satu hari. Kelompok 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mengurangi sekitar 860 juta token. Sementara itu, kelompok 10 juta hingga 100 juta ADA menjual sekitar 220 juta token, dan kelompok 1 juta hingga 10 juta ADA melepas sekitar 50 juta token.
Secara total, sekitar 2,15 miliar ADA didistribusikan dalam tiga hari. Dengan harga rata-rata sekitar US$0,27, nilai tekanan jual mencapai kurang lebih US$540 juta.
Tekanan ini melampaui daya serap pembeli ritel yang tercermin dalam indikator MFI.
Pasar Derivatif Melemah
Dari sisi derivatif, open interest futures Cardano telah turun drastis dari puncak US$1,95 miliar pada September menjadi di bawah US$450 juta pada pertengahan Februari. Artinya, leverage ritel sudah banyak berkurang sebelum reli terjadi.
Hal ini mengindikasikan pembelian yang terjadi lebih banyak berasal dari pasar spot, bukan dorongan leverage besar. Namun, pembelian spot tidak cukup untuk menahan distribusi masif oleh whales.
Level Kunci dan Sinyal Berikutnya
Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal teknikal bisa valid, tapi supply whale lebih kuat dari demand spot sehingga bounce berubah jadi exit liquidity.
“Pantau perubahan perilaku whale (berhenti distribusi/akumulasi) sebagai konfirmasi bottom yang lebih “real”,” katanya.
Secara struktur harga, tren lower low masih bertahan. Level US$0,31 menjadi resistensi utama setelah menjadi titik penolakan pada 25 Februari. Penutupan harian di atas level ini dapat membuka peluang menuju US$0,37.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,26, tekanan dapat berlanjut ke US$0,23 dan US$0,21. Jika US$0,21 gagal dipertahankan, level ekstensi Fibonacci di US$0,18 hingga US$0,15 menjadi area berikutnya.
Meski demikian, faktor paling krusial bukan semata level harga, melainkan perilaku whales. Hingga awal Maret, belum terlihat tanda-tanda akumulasi kembali dari pemegang besar.
Analis menilai reli berikutnya hanya akan lebih kuat jika disertai partisipasi whale sebagai pembeli, bukan penjual. Tanpa itu, struktur harga Cardano masih berisiko melanjutkan tekanan turun dalam jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar altcoin menunjukkan tanda-tanda keseimbangan harga di tengah ketegangan geopolitik global. Namun, kondisi ini justru meningkatkan risiko terjadinya likuidasi besar pada posisi leveraged di awal Maret. Sejumlah analis menyoroti Solana (SOL), XRP, dan Tether Gold (XAUT) sebagai tiga aset yang berpotensi memicu gelombang likuidasi baik di posisi long maupun short.
Secara umum, total open interest pasar kripto turun dari lebih dari US$120 miliar di awal tahun menjadi sekitar US$94 miliar saat ini. Trader derivatif jangka pendek tampak mengurangi leverage dan lebih berhati-hati, sembari menunggu arah tren yang lebih jelas.
Solana (SOL): Breakout Bisa Picu Likuidasi Ratusan Juta Dolar
Dilaporkan BeInCrypto, SOL bergerak sideways di sekitar US$84 sejak awal Februari, mencerminkan fase kompresi volatilitas. Pola seperti ini sering kali mendahului pergerakan harga besar.
Indikator Buy/Sell Pressure Delta untuk Solana berubah negatif dan turun tajam. Secara historis, sinyal ini dapat menandai dua skenario: pembentukan dasar sebelum reli kuat, atau awal tren bearish signifikan seperti pada 2022.
Peta likuidasi tujuh hari dari Coinglass menunjukkan jika SOL turun ke US$74, potensi likuidasi posisi long bisa mencapai US$376 juta. Sebaliknya, jika harga melonjak ke US$95, likuidasi posisi short dapat menyentuh US$450 juta.
XRP saat ini bertahan di sekitar US$1,35 meskipun ada sentimen negatif dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Data historis menunjukkan Maret rata-rata memberikan imbal hasil 18% bagi XRP selama 12 tahun terakhir, menjadikannya bulan terkuat di kuartal pertama.
Namun, data on-chain mencatat 472 juta XRP senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Cadangan XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah berbulan-bulan menurun.
Peta likuidasi menunjukkan jika XRP turun ke US$1,20, posisi long berpotensi dilikuidasi lebih dari US$125 juta. Sebaliknya, jika naik ke US$1,50, posisi short berisiko likuidasi lebih dari US$157 juta.
Tether Gold (XAUT): Lonjakan Emas Tingkatkan Risiko
Tether Gold (XAUT), token berbasis emas fisik, juga menjadi sorotan seiring kenaikan harga emas global. Total open interest XAUT baru-baru ini melampaui US$800 juta.
Karena harga XAUT sangat bergantung pada harga emas, peningkatan leverage di tengah reli emas meningkatkan potensi likuidasi. Di Bybit saja, jika XAUT menembus US$5.600 dan mencetak rekor baru, posisi short bisa menghadapi likuidasi lebih dari US$61 juta. Sebaliknya, jika harga turun ke US$5.000, posisi long berpotensi kehilangan lebih dari US$90 juta.
Jika data dari Binance turut diperhitungkan, nilai likuidasi bisa lebih besar lagi. XAUT bahkan telah masuk dalam 10 besar pasangan kontrak perpetual terpopuler di Binance.
Menanti Arah Tren Selanjutnya
Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan prediksi arah, tapi peringatan bahwa break dari range sempit bisa memicu cascade dan slippage tinggi. Strateginya sizing/hedge dan waspada area “liquidation magnet” yang sering dituju harga jangka pendek.
Meskipun altcoin tidak mengalami arus keluar besar akibat ketegangan geopolitik akhir pekan lalu, kondisi harga yang berada di titik keseimbangan justru meningkatkan potensi pergerakan tajam berikutnya.
Dengan leverage yang terkonsentrasi pada aset kapitalisasi besar dan token berbasis aset nyata seperti emas, pasar tampak berada di ambang fase volatilitas baru. Pergerakan harga signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu likuidasi besar di kedua sisi pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat ke level $68.110,56 per koin, naik 2,03% dalam 24 jam terakhir menurut data dari Tokocrypto pada Selasa (3/3).
Kenaikan ini memperpanjang tren positif mingguan yang kini mencatatkan apresiasi 7,65% dalam tujuh hari terakhir.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,36 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $54,8 miliar, Bitcoin kembali menunjukkan dominasi kuat sebagai aset kripto nomor satu di dunia.
Pergerakan 24 Jam: Uji Level US$70.000
Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga $65.303,14 hingga $70.044,00.
Level tertinggi harian tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menembus area psikologis $70.000 sebelum mengalami sedikit koreksi.
Kenaikan harian hampir 2% menandakan adanya minat beli yang cukup solid, meskipun dalam satu jam terakhir harga terkoreksi tipis sebesar 0,48%.
Fluktuasi ini mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek setelah reli cepat mendekati resistance kunci. Secara teknikal, area $70.000 kini menjadi resistance penting.
Jika mampu ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $72.000–$75.000. Sebaliknya, support terdekat berada di kisaran $65.000.
Tren Jangka Menengah Masih Dalam Fase Pemulihan
Meski performa harian dan mingguan terlihat positif, data jangka menengah menunjukkan Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi sebelumnya.
Dalam 30 hari terakhir, BTC masih tercatat turun 13,50%. Bahkan dalam 60 hari dan 90 hari terakhir, penurunan masing-masing mencapai 23,09% dan 27,03%.
Hal ini menandakan bahwa reli saat ini berpotensi menjadi fase recovery rally setelah tekanan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai pengingat, rekor harga tertinggi Bitcoin berada di level $126.198,07.
Dibandingkan dengan level tersebut, harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya, sehingga ruang pemulihan jangka panjang masih terbuka.
Fundamental Tetap Kuat
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dari sisi fundamental, struktur pasokan Bitcoin tetap menjadi daya tarik utama. Saat ini, suplai beredar telah mencapai 20 juta BTC atau sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta BTC.
Dengan sisa kurang dari 1 juta BTC yang belum ditambang, narasi kelangkaan (scarcity) semakin menguat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat di $1,43 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.
Likuiditas yang tinggi, tercermin dari volume transaksi $54,7 miliar dalam 24 jam, juga menunjukkan partisipasi pasar yang aktif.
Sentimen Pasar dan Outlook
Kenaikan 7,65% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan pergeseran sentimen jangka pendek ke arah yang lebih positif. Investor mulai kembali masuk setelah fase koreksi panjang.
Namun, volatilitas tetap menjadi faktor utama. Koreksi intraday setelah menyentuh $70.000 menandakan adanya tekanan jual di area resistance.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:
Kemampuan BTC menembus dan bertahan di atas $70.000
Volume beli yang konsisten di atas rata-rata
Stabilitas sentimen pasar makro dan arus dana institusional
Jika momentum bullish berlanjut, Bitcoin berpotensi membentuk struktur higher high baru dalam jangka pendek.
Namun jika gagal mempertahankan level saat ini, konsolidasi di kisaran US$65.000–US$68.000 kemungkinan terjadi sebelum arah selanjutnya ditentukan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan dengan kenaikan 2,03% ke $68.110.
Dengan kapitalisasi pasar $1,36 triliun dan volume perdagangan tinggi, minat pasar terlihat kembali meningkat.
Meski tren jangka menengah masih dalam fase pemulihan, momentum mingguan yang positif membuka peluang bagi BTC untuk menguji kembali area US$70.000 dan melanjutkan reli.
Bagi investor, level support $65.000 dan resistance $70.000 menjadi titik krusial yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan. Manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.