Tag Archives: aset kripto

Deposit Tokocrypto Pakai BCA Aman atau Tidak? Ini Faktanya

Investsi dan trading aset crypto sekarang semakin mudah dengan tersedianya exchange resmi yang ada di Indonesia, seperti Tokocrypto. Salah satu kemudahannya adalah tersedianya opsi deposit dengan Virtual Account (VA) BCA yang membuat nasabah BCA bisa melakukan deposit kapan saja, tanpa biaya admin.

Perihal keamanan, deposit dengan BCA di Tokocrypto ternyata tidak usah diragukan lagi. Sebab Tokocrypto telah teregulasi resmi oleh OJK, dan fitur depositnya yang memungkinkan pengguna melakukan deposit menggunakan VA unik untuk setiap pengguna, ditambah dengan dukungan 24/7.

Teregulasi Resmi oleh OJK

Tokocrypto terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memastikan operasi sesuai standar keamanan nasional. Selain diawasi oleh otoritas resmi Indonesia, Tokocrypto juga memiliki sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. 

Tokocrypto juga memiliki fitur Proof of Reserve (PoR) yang telah menjadi standar baru dalam industri kripto untuk menjamin transparansi dan keamanan aset pengguna. Tokocrypto secara rutin melakukan verifikasi cadangan aset yang tersimpan, sehingga pengguna dapat memastikan bahwa setiap token benar-benar didukung oleh aset riil.

Dengan sertifikasi, regulasi, dan pengawasan yang ketat ini membuat fitur deposit Tokocrypto menggunakan BCA aman.

Menggunakan Virtual Account untuk Cegah Penyalahgunaan

Deposit Tokocrypto pakai BCA aman karena telah menggunakan Virtual Account (VA) unik untuk setiap pengguna.

Nomor dari Virtual Account ini berbeda untuk setiap nasabah Tokocrypto, sehingga risiko salah transfer ke akun orang lain bisa dihindari.

Selain itu, nama akun BCA harus sama persis dengan nama yang terdaftar di Tokocrypto. Mekanisme ini menambah lapisan verifikasi identitas, memastikan bahwa dana benar-benar masuk ke rekening milik pengguna yang sah.

Layanan Pelanggan 24/7

Tokocrypto juga menyediakan layanan live chat 24/7. Tim customer support siap membantu pengguna kapan saja, termasuk menangani isu yang sering muncul seperti deposit yang lama masuk atau hal teknik lainnya. 

Dukungan yang selalu tersedia ini menjadi salah satu nilai tambah, karena pengguna tidak perlu menunggu jam kerja untuk mendapatkan solusi atas kendala transaksi mereka.

Tips Menjaga Keamanan Saat Deposit dengan BCA di Tokocrypto

  • Sebelum melakukan transaksi, pastikan nama Virtual Account BCA sama dengan nama akun Tokocrypto
  • Jangan transfer ke rekening yang berbeda dari VA yang tertera di aplikasi.
  • Hindari mengakses link mencurigakan, dan pastikan akses Tokocrypto melalui URL resmi atau aplikasi resmi Tokocrypto yang ada di Play Store dan App Store. 
  • Hindari membagikan detail VA, username, atau password ke pihak lain. Tokocrypto maupun BCA tidak pernah meminta data sensitif melalui chat atau telepon.
  • Jika kamu ragu atau menemukan kendala saat melakukan deposit, pastikan hanya menghubungi customer support resmi Tokocrypto.
  • Aktifkan keamanan berlapis seperti 2FA (SMS & Google Authenticator) agar akun tetap terlindungi.
  • Hindari deposit di jam dini hari (22:59 WIB hingga 05:00 WIB), karena proses kliring bank bisa lebih lambat.

Gimana Cara Deposit Pakai BCA di Tokocrypto?

Proses deposit dirancang agar mudah, dan bisa dilakukan dalam hitungan kurang dari satu menit. Berikut panduan langkah demi langkah:

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “Setoran IDR”.
  2. Pilih metode deposit, lalu klik “Bank Central Asia (BCA)”.
  3. Layar akan menampilkan nomor Virtual Account unik beserta informasi akun bank.
  4. Simpan nomor VA tersebut untuk memudahkan transaksi berikutnya.
  5. Lakukan pembayaran melalui ATM BCA, internet banking, atau mobile banking di aplikasi myBCA atau BCA Mobile seperti biasa. *Pastikan menggunakan akun BCA dan Tokocrypto dengan atas nama yang sama.

Setelah pembayaran, dana akan diproses otomatis. Jika Kamu baru pertama kali, simak panduan lengkap pembayaran VA BCA di sini: Panduan Pembayaran Virtual Account BCA untuk Deposit Tokocrypto.

Belum punya akun Tokocrypto dan ingin beli aset kripto dengan gampang dan mudah lewat BCA? Langsung download, registrasi Tokocrypto dan masukkan kode TEMUTOKO untuk potongan biaya trading sampai 20%!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.266, Sinyal Pemulihan?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $88.266,02 per BTC, naik sekitar 1,52% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini memberikan sinyal optimisme jangka pendek, meski tekanan koreksi dalam jangka menengah masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.762,19 miliar USD, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Dominasi BTC masih menjadi barometer utama pergerakan pasar, terutama di tengah fluktuasi sentimen global dan ketidakpastian makroekonomi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik ke $87.071, Peluang Rebound Menguat

Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di kisaran $86.646,41 hingga $89.339,12.

Level tertinggi harian tersebut menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat, meski belum mampu menembus zona resistensi psikologis di atas $90.000.

Volume perdagangan Bitcoin tercatat sebesar $40,33 miliar USD dalam 24 jam, menandakan aktivitas pasar yang masih relatif aktif.

Namun, volume ini cenderung lebih rendah dibandingkan periode reli besar sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa penguatan saat ini lebih bersifat teknikal daripada didorong oleh sentimen fundamental baru.

Kinerja BTC dalam Jangka Waktu Lebih Panjang

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa Bitcoin dalam periode yang lebih panjang, data menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase koreksi.

Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin turun sekitar 4,32%, sementara dalam 60 hari terkoreksi cukup dalam sebesar 18,29%. Bahkan dalam rentang 90 hari, BTC tercatat melemah hingga 23,68%.

Kondisi ini menegaskan bahwa meski terjadi rebound harian, tren menengah Bitcoin masih berada di bawah tekanan.

Harga BTC juga masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, yang menjadi target jangka panjang bagi investor bullish.

Data Pasar dan Fundamental Bitcoin

Dari sisi pasokan, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,96 juta BTC, atau sekitar 95,07% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Hal ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin tercatat di angka $1.853,02 miliar USD, mencerminkan potensi valuasi BTC apabila seluruh pasokan telah beredar.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam yang berada di kisaran $40,58 miliar USD menunjukkan likuiditas pasar yang masih sehat.

Sentimen Pasar: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

Kenaikan harga BTC hari ini dapat diartikan sebagai respons positif pasar terhadap stabilisasi harga setelah tekanan jual yang cukup panjang.

Namun, penurunan harga sebesar 2,38% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati.

Trader jangka pendek memanfaatkan volatilitas untuk mencari peluang rebound, sementara investor jangka panjang masih menunggu konfirmasi tren yang lebih kuat.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, kebijakan moneter, serta arus dana institusional.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi di Bawah $87.000

Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berusaha membangun momentum pemulihan setelah koreksi cukup dalam.

Selama BTC mampu bertahan di atas area support $86.000, peluang pengujian ulang level $90.000 masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan support tersebut dapat memicu tekanan jual lanjutan.

Bagi investor dan trader kripto, kondisi saat ini menuntut strategi yang lebih disiplin dengan manajemen risiko yang ketat.

Bitcoin masih menawarkan potensi jangka panjang yang menarik, tetapi volatilitas tinggi tetap menjadi karakter utama yang perlu diantisipasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik ke $87.071, Peluang Rebound Menguat

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif Bitcoin setelah beberapa hari berada dalam tekanan.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $87.071,81 per BTC, mencatatkan kenaikan 0,65% dalam 24 jam terakhir.

Penguatan ini memberikan sinyal pemulihan jangka pendek, meski tren yang lebih luas masih menunjukkan tekanan korektif.

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar $1.738,30 triliun USD, mengukuhkan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam mencapai $54,41 miliar USD, menunjukkan aktivitas transaksi yang tinggi dan minat pasar yang tetap kuat di tengah volatilitas.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi di Bawah $87.000

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, Bitcoin bergerak di kisaran $85.107,66 hingga $89.412,66.

Area bawah di sekitar $85.000 kembali berfungsi sebagai zona support jangka pendek, sementara area atas di dekat $89.000 masih menjadi resistance yang cukup kuat.

Dari sisi intraday, harga BTC naik 1,7% dalam 1 jam terakhir, mengindikasikan adanya dorongan beli yang relatif agresif dari trader jangka pendek.

Namun, meski terjadi pemulihan harian, tekanan masih terlihat pada timeframe mingguan, dengan penurunan 5,77% dalam 7 hari terakhir.

Kinerja Bitcoin dalam Jangka Waktu Lebih Panjang

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik ke perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin masih menunjukkan koreksi.

Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun 5,52%, sementara dalam 60 hari penurunan mencapai 20,26%. Tekanan semakin terlihat dalam 90 hari terakhir, dengan koreksi sekitar 24,69%.

Data ini menegaskan bahwa penguatan harian yang terjadi saat ini masih berada dalam konteks rebound teknikal, bukan pembalikan tren jangka menengah yang sepenuhnya terkonfirmasi.

Meski demikian, fase konsolidasi seperti ini sering menjadi periode penting sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

Sebagai catatan historis, rekor tertinggi Bitcoin sepanjang masa berada di level $126.198,07. Level ini masih menjadi acuan utama bagi investor jangka panjang dalam menilai potensi pemulihan siklus berikutnya.

Fundamental Bitcoin Tetap Solid

Di balik fluktuasi harga, fundamental Bitcoin tetap kuat. Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,96 juta BTC, atau sekitar 95,07% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Tingkat kelangkaan yang semakin tinggi ini terus menjadi narasi utama yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $1.828,05 triliun USD, mencerminkan valuasi Bitcoin jika seluruh suplai maksimum telah beredar.

Dengan struktur suplai yang terbatas dan adopsi global yang terus berkembang, Bitcoin tetap dipandang sebagai aset lindung nilai digital oleh sebagian pelaku pasar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, area $85.000–$86.000 kini menjadi support penting bagi Bitcoin.

Selama level ini mampu dipertahankan, peluang rebound lanjutan masih terbuka. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi kembali meningkat.

Di sisi atas, zona resistance kuat berada di kisaran $89.000–$90.000. Penembusan yang disertai volume tinggi diperlukan untuk mengonfirmasi perubahan momentum jangka pendek menjadi lebih bullish.

Dengan volume perdagangan yang tetap tinggi, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan BTC dalam waktu dekat, seiring pasar menanti katalis lanjutan dari sisi makro maupun sentimen industri kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bangkit ke USD 86.943, Sinyal Rebound?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai membangun pemulihan jangka pendek dengan kenaikan ke level $87.000.

Meski demikian, tekanan jangka menengah masih terasa, tercermin dari penurunan dalam rentang 30 hingga 90 hari.

Dengan fundamental yang tetap kuat dan suplai yang semakin terbatas, Bitcoin masih menjadi pusat perhatian pasar kripto global.

Namun, investor dan trader disarankan tetap waspada, mengelola risiko dengan disiplin, dan mencermati level support serta resistance kunci di tengah volatilitas yang tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Delysium Garap AI Agent di Roadmap Baru, Fokus Game Web3

Proyek Web3 berbasis AI dan gaming, Delysium (AGI), resmi merilis roadmap terbaru yang memetakan sejumlah katalis penting sepanjang bulan ini.

Meski belum menghadirkan peluncuran produk secara langsung, roadmap tersebut menjadi sinyal awal dari rangkaian pengembangan yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek hingga menengah.

Roadmap ini berfokus pada pengembangan ekosistem Lucy (AI agent milik Delysium), dengan beberapa agenda utama, mulai dari pengumuman partnership hingga peluncuran fitur baru yang ditargetkan berlangsung dalam waktu berdekatan.

Baca Juga: Koin Kripto Gaming Terbaik untuk Investasi di Tahun 2025

Timeline Katalis yang Padat

Dalam roadmap tersebut, Delysium menjadwalkan dua pengumuman terkait partnership Lucy dalam waktu dekat.

Selain itu, proyek ini juga menargetkan peluncuran Lucy Skills Marketplace pada 14 April, yang akan menjadi platform untuk memperluas utilitas AI agent dalam ekosistemnya.

Puncak dari rangkaian ini dijadwalkan pada 20 April, ketika Delysium berencana mengungkap use case dari kerja sama yang telah dibangun.

Kombinasi agenda ini menciptakan narasi yang cukup kuat bagi pasar, terutama karena seluruh katalis dikemas dalam satu bulan yang sama.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pada tanggal rilis roadmap (2 April), belum ada peluncuran produk, perubahan tokenomik, atau pembaruan teknis yang langsung berdampak pada utilitas token AGI.

Membangun Ekspektasi Pasar

Menurut laporan Coinmarketcal, fungsi utama dari roadmap ini lebih condong pada pembentukan ekspektasi pasar dibandingkan penciptaan dampak langsung terhadap harga.

Dalam dunia kripto, strategi seperti ini sering digunakan untuk menjaga perhatian investor sekaligus membangun momentum sebelum peluncuran aktual.

Dengan narasi yang menggabungkan AI dan gaming, dua sektor yang saat ini sedang menjadi fokus utama pasar, Delysium berpotensi menarik minat spekulatif, terutama dari trader yang mencari peluang jangka pendek berbasis katalis.

Namun, tanpa adanya produk live atau data aktivitas yang dapat diverifikasi, respons pasar cenderung terbatas pada tahap awal.

Potensi Spekulasi vs Realisasi

Menurut laporan dari CoinMarketCal, roadmap ini menjadi salah satu event penting yang perlu dipantau sepanjang April. Namun, efektivitasnya dalam mendorong harga tetap bergantung pada eksekusi.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa roadmap dengan jadwal padat seperti ini memang berpotensi memicu positioning spekulatif di pasar.

“Roadmap seperti ini bisa menarik positioning spekulatif karena beberapa katalis dikemas rapat dalam satu bulan, apalagi narasi AI dan gaming lagi gampang disulut pasar. Tapi tanpa produk live, partner besar, atau lonjakan activity yang bisa diverifikasi pada 2 April, dampak harga langsung kemungkinan tetap tipis dan repricing serius baru datang kalau eksekusinya benar-benar deliver,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan demikian, pengumuman tersebut menyoroti perbedaan penting antara ekspektasi dan realisasi dalam pasar kripto.

Investor cenderung merespons narasi, tetapi pergerakan harga yang berkelanjutan tetap membutuhkan bukti konkret.

Tantangan Eksekusi Jadi Kunci

Ke depan, tantangan utama bagi Delysium bukan hanya menjaga momentum narasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap agenda dalam roadmap dapat dieksekusi sesuai jadwal.

Peluncuran Lucy Skills Marketplace pada 14 April akan menjadi ujian pertama. Jika berhasil menarik pengguna dan menunjukkan utilitas nyata, hal ini dapat menjadi katalis awal yang memperkuat kepercayaan pasar.

Selanjutnya, pengumuman use case partnership pada 20 April juga akan menjadi momen penting.

Detail dari kerja sama tersebut, termasuk siapa mitra yang terlibat dan bagaimana implementasinya, akan sangat menentukan apakah pasar melihatnya sebagai perkembangan signifikan atau sekadar pembaruan biasa.

Outlook: Menunggu Validasi Nyata

Secara keseluruhan, roadmap Delysium untuk April 2026 memberikan arah yang jelas bagi pengembangan proyek, namun belum cukup untuk mendorong perubahan signifikan dalam valuasi tanpa eksekusi yang solid.

Dalam jangka pendek, potensi pergerakan harga AGI kemungkinan akan dipengaruhi oleh sentimen spekulatif menjelang tanggal-tanggal penting yang telah dijadwalkan.

Namun, untuk jangka menengah hingga panjang, validasi nyata dalam bentuk produk, pengguna, dan kemitraan akan menjadi faktor penentu utama.

Baca Juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

Rilis roadmap Delysium menjadi langkah strategis untuk membangun ekspektasi pasar di tengah meningkatnya minat terhadap sektor AI dan gaming.

Dengan jadwal katalis yang padat, peluang untuk menarik perhatian investor terbuka lebar.

Namun, seperti yang sering terjadi di industri kripto, narasi saja tidak cukup. Keberhasilan roadmap ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan tim untuk mengubah rencana menjadi realisasi yang nyata dan terukur.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melonjak $69.173, Sinyal Bullish?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir dengan lonjakan sebesar +3,07% ke level $69,173.92.

Kenaikan ini menandai perubahan sentimen pasar yang mulai beralih ke arah bullish setelah periode konsolidasi dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,38 triliun dan volume perdagangan harian melonjak ke $28,26 miliar, aktivitas pasar terlihat meningkat cukup tajam.

Lonjakan volume ini menjadi indikasi bahwa minat beli kembali masuk ke pasar, memperkuat reli harga yang terjadi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi

Breakout dari Fase Konsolidasi

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar, dari level terendah $66,610 hingga menyentuh puncak $69,527.

Pergerakan ini menunjukkan adanya breakout dari fase konsolidasi sebelumnya, di mana harga sempat tertahan di kisaran $66.000–$67.000.

Kenaikan harian sebesar $1.918 atau sekitar +2,86% memperlihatkan dorongan beli yang cukup kuat. Meski dalam satu jam terakhir terjadi koreksi tipis sebesar -0,19%, hal ini masih tergolong wajar sebagai bagian dari proses stabilisasi setelah kenaikan tajam.

Level $69.000 kini menjadi area krusial yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum bullish tetap berlanjut.

Pemulihan Jangka Pendek Mulai Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC naik sekitar +2,42%, sementara dalam 30 hari terakhir juga mencatat kenaikan +1,61%.

Namun, tekanan masih terlihat dalam jangka menengah, dengan penurunan -2,84% dalam 60 hari dan -26,52% dalam 90 hari terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemulihan mulai terjadi, pasar masih dalam fase transisi dari tren bearish menuju potensi bullish.

Pergerakan saat ini bisa menjadi fase awal dari pembentukan tren naik baru, terutama jika didukung oleh volume dan sentimen positif yang berkelanjutan.

Struktur Fundamental Tetap Solid

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap berada dalam posisi yang sangat kuat. Dengan suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC atau sekitar 95,30% dari total maksimum 21 juta, kelangkaan aset ini semakin nyata.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) saat ini berada di sekitar $1,44 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Dominasi Bitcoin di pasar kripto juga masih tinggi, menandakan bahwa aset ini tetap menjadi pilihan utama investor, baik ritel maupun institusional.

Menuju Level Psikologis $70.000

Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah level psikologis $70.000. Dengan harga yang sudah mendekati angka tersebut, peluang untuk menguji resistance ini semakin besar.

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan dukungan volume yang kuat, maka momentum bullish berpotensi berlanjut ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika gagal, maka kemungkinan terjadi pullback jangka pendek tetap terbuka.

Level support terdekat kini berada di kisaran $66.600–$67.000, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.

Outlook: Bullish Jangka Pendek

Secara keseluruhan, outlook jangka pendek Bitcoin saat ini cenderung bullish. Kenaikan harga yang didukung oleh volume tinggi menjadi sinyal positif bahwa pasar mulai mendapatkan kembali kepercayaan diri.

Namun, untuk mengonfirmasi tren naik yang lebih kuat, BTC perlu mempertahankan momentum dan menembus resistance kunci di sekitar $70.000.

Baca Juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, lonjakan harga Bitcoin ke $69.173 menjadi sinyal awal kebangkitan momentum bullish setelah periode konsolidasi.

Dengan dukungan volume yang meningkat dan sentimen pasar yang membaik, peluang untuk melanjutkan kenaikan terbuka lebar.

Meski demikian, pasar tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Dalam kondisi seperti ini, pemantauan terhadap level teknikal kunci dan dinamika volume menjadi faktor penting dalam menentukan arah selanjutnya.

Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen krusial untuk mengamati apakah Bitcoin mampu menembus level psikologis berikutnya dan memulai tren bullish yang lebih berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis $0,172, Masih Tertinggal Reli Pasar Kripto

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis sebesar 0,69% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172 menurut catatan Coinmarketcap pada Senin (6/4).

Meski berada di zona hijau, performa ini masih tergolong lemah jika dibandingkan dengan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang mencatat kenaikan hingga 2,4% dalam periode yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Pi belum mampu sepenuhnya menangkap momentum bullish yang terjadi di pasar.

Pergerakan harga lebih mencerminkan efek “ikut arus” dibandingkan dorongan dari faktor fundamental internal proyek itu sendiri.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Terdorong Sentimen Pasar, Bukan Katalis Internal

Kenaikan Pi dalam 24 jam terakhir tampaknya didorong oleh meningkatnya kapitalisasi pasar kripto global, yang memberikan dorongan umum (beta lift) bagi sebagian besar aset digital.

Dalam situasi seperti ini, aliran dana masuk ke pasar secara luas biasanya ikut mengangkat harga aset, termasuk yang tidak memiliki katalis spesifik.

Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya perkembangan signifikan terkait Pi, baik dari sisi pengumuman proyek, aktivitas komunitas, maupun indikator on-chain.

Hal ini menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini bukan hasil dari sentimen positif terhadap Pi secara spesifik.

Volume perdagangan PI memang mengalami kenaikan sekitar 20,77% menjadi $13,9 juta, yang menunjukkan adanya peningkatan minat pasar.

Meski demikian, angka ini masih tergolong moderat dan belum cukup untuk mengindikasikan adanya momentum kuat yang dapat mendorong reli berkelanjutan.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Underperformance Jadi Sorotan

Salah satu poin penting dalam pergerakan hari ini adalah underperformance Pi terhadap pasar.

Ketika kapitalisasi pasar kripto global naik signifikan, aset yang memiliki momentum kuat biasanya mampu mencatat kenaikan lebih besar.

Namun Pi justru tertinggal, yang mengindikasikan bahwa minat beli terhadap aset ini masih terbatas. Investor tampaknya lebih fokus pada aset lain yang memiliki katalis lebih jelas atau potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

Fenomena ini juga mencerminkan bahwa Pi saat ini berada dalam fase konsolidasi, di mana pasar belum memiliki keyakinan kuat untuk mendorong harga ke arah tertentu.

Level $0,17 Jadi Penopang Penting

Dari sisi teknikal, level $0,17 menjadi support utama yang perlu diperhatikan. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk melanjutkan konsolidasi dalam kisaran sempit masih terbuka.

Jika momentum pasar tetap positif dan Pi mampu mempertahankan posisi di atas level tersebut, maka potensi kenaikan ke resistance berikutnya di sekitar $0,175 dapat terjadi.

Namun, tanpa dukungan volume yang kuat, pergerakan ini kemungkinan akan tetap terbatas.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah $0,17, maka risiko koreksi ke level support berikutnya di sekitar $0,168 menjadi semakin besar.

Dalam kondisi likuiditas yang tidak terlalu tinggi, pergerakan seperti ini bisa terjadi dengan relatif cepat.

Sentimen Pasar Masih Jadi Penentu

Selain faktor teknikal, sentimen pasar juga turut memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan Pi.

Saat ini, indikator sentimen seperti Fear & Greed Index masih berada di zona “Fear”, yang menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Kondisi ini dapat membatasi potensi kenaikan yang agresif, meskipun pasar secara umum sedang menguat. Dalam situasi seperti ini, reli yang terjadi biasanya bersifat terbatas dan mudah terkoreksi.

Outlook: Netral Cenderung Positif

Secara keseluruhan, outlook jangka pendek Pi berada dalam kondisi netral dengan kecenderungan sedikit positif.

Kenaikan harga menunjukkan adanya dukungan dari pasar secara umum, namun belum cukup kuat untuk mengindikasikan perubahan tren yang signifikan.

Pergerakan ke depan akan sangat bergantung pada dua faktor utama: kemampuan harga bertahan di atas $0,17 dan keberlanjutan momentum pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Kenaikan harga Pi Network ke $0,172 mencerminkan efek dari reli pasar kripto yang lebih luas, bukan hasil dari katalis internal.

Dengan volume yang masih moderat dan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati, pergerakan harga diperkirakan akan tetap dalam fase konsolidasi.

Bagi investor, level $0,17 menjadi titik kunci yang harus diperhatikan dalam jangka pendek. Jika mampu bertahan, peluang stabilisasi tetap terbuka. Namun jika ditembus, tekanan ke bawah bisa kembali mendominasi.

Dalam kondisi pasar seperti ini, disiplin dalam membaca momentum dan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

Saat pertama kamu terjun ke dunia crypto, pasti kamu sering kali mendengar kata Futures atau mungkin yang paling ikonik Margin Call, di grup-grup komunitas crypto. Tapi apa artinya sih?

Tenang… tidak usah bingung, artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu crypto futures, bagaimana cara kerjanya, serta perbedaan utamanya dengan spot trading. Simak lebih lengkap yuk!

Apa Itu Crypto Futures?

Crypto futures trading atau perdagangan kontrak berjangka merupakan kontrak derivatif yang mengikat dua pihak untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu dengan harga yang sudah disepakati, pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan.

Jika kita berbicara tentang crypto futures, jenis futures yang paling populer di dunia crypto adalah kontrak Perpetual Futures, dimana kontrak ini tidak memiliki tanggal kadaluarsa di masa depan, sehingga kamu bisa menahan posisi selama yang kamu inginkan, selama margin mencukupi dan tidak terkena likuidasi.

Berbeda dengan trading spot yang mengharuskan kamu membeli aset secara langsung, melalui futures, kamu tidak langsung menyimpan aset crypto saat melakukan trading, melainkan kamu hanya memegang kontrak yang nilainya bergerak mengikuti harga aset tersebut.

Contoh sederhananya seperti ini:

Misalkan harga Bitcoin saat ini adalah Rp950.000.000 dan melalui analisa yang kamu lakukan dari pergerakan chart dan kondisi pasar, kamu yakin bahwa harga akan naik. 

Sehingga kamu membeli kontrak futures Bitcoin dengan harga Rp950.000.000 menggunakan leverage 2x, maka ketika beberapa waktu kemudian harga Bitcoin naik ke Rp1.200.000.000, kamu mendapat keuntungan Rp500.000.000 dari pembelian tersebut.

Baca juga : Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader

Cara Kerja Crypto Futures

Berikut beberapa istilah yang harus kamu pahami agar mengerti cara kerja crypto futures:

Margin

Margin merupakan dana jaminan atau modal awal yang wajib disetorkan trader ke bursa untuk membuka dan mempertahankan posisi kontrak berjangka (long/short).

Leverage

Leverage menjadi salah satu alasan kenapa para trader memilih untuk menggunakan fitur Futures. Leverage sendiri adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan daya beli modal saat trading. Nah, dengan leverage ini, kamu bisa mendapatkan posisi pembelian yang jauh lebih besar dari modal yang kamu miliki.

Contoh: Dengan modal margin awal Rp10.000.000 dan leverage 10x, kamu bisa membuka posisi senilai Rp100.000.000. Jika harga bergerak 5%, kamu mendapat profit 50% dari modal (Rp5.000.000). Namun jika harga bergerak 5% berlawanan, kamu bisa kehilangan 50% modal.

Posisi Long dan Short

Long (Beli): Membuka posisi Long berarti trader membeli kontrak futures dengan ekspektasi harga aset akan naik. Jika harga benar-benar naik, trader bisa menjual kontrak tersebut dengan keuntungan. 

Short (Jual): Membuka posisi Short berarti trader menjual kontrak futures dengan harapan harga aset akan turun. Jika harga turun, kontrak bisa dibeli kembali dengan harga lebih rendah, sehingga menghasilkan profit dari selisih harga.

Mark Price

Mark price merupakan harga Pasar yang biasanya dihitung berdasarkan rata-rata harga pasar spot selama periode waktu tertentu yang menjadi acuan untuk menghitung unrealized profit/loss dan likuidasi posisi yang kamu miliki.

Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

Margin Call

Margin call adalah peringatan dari exchange bahwa saldo jaminan (margin) kamu telah turun di bawah batas sehingga kamu diminta menambah dana atau menutup posisi dan jika tidak dipenuhi, posisi kamu akan dilikuidasi otomatis.

Likuidasi

Likuidasi (Liquidation) berarti penutupan paksa posisi trading oleh exchange ketika margin trader tidak lagi cukup untuk menahan kerugian. Biasanya karena harga bergerak berlawanan dengan arah posisi, sehingga kerugian melebihi modal jaminan (collateral).

Contoh: Dengan leverage 10x pada posisi senilai $10.000, penurunan harga 10% saja bisa menghapus seluruh margin dan memicu likuidasi.

Collateral 

Collateral merupakan modal jaminan yang disetorkan oleh trader ke bursa atau broker sebagai jaminan atau agunan untuk membuka dan mempertahankan posisi dalam trading futures.

Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

Perbedaan Crypto Futures vs Spot Trading

Perbedaan utama antara crypto futures dan spot trading terletak pada kepemilikan aset, tujuan, serta tingkat risiko.

Dalam spot trading, trader membeli atau menjual aset crypto dengan harga pasar saat ini (spot price) dan langsung memilikinya setelah transaksi selesai, sehingga lebih cocok untuk investasi jangka panjang dengan risiko relatif lebih rendah.

Sementara itu, futures trading melibatkan kontrak derivatif yang mewakili harga aset di masa depan, di mana trader bisa mengambil posisi long (harga naik) atau short (harga turun) tanpa benar-benar memiliki aset. 

Futures memungkinkan penggunaan leverage sehingga potensi keuntungan lebih besar, tetapi risiko kerugian juga meningkat, termasuk kemungkinan terkena likuidasi.

Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

Untuk lebih memberikan kamu gambaran yang lebih lengkap, yuk simak perbedaanya dengan Spot Trading melalui tabel di bawah ini:

Aspek Spot Trading Futures Trading
Kepemilikan Aset Memiliki aset nyata Kontrak, bukan aset fisik
Leverage Tidak ada (1:1) Tersedia (hingga 100x+)
Profit saat Turun Tidak bisa Bisa (short selling)
Tanggal Kedaluwarsa Tidak ada Ada (kecuali perpetual)
Biaya Trading Taker/maker fee Funding rate + fee
Risiko Sedang Tinggi (terutama leverage)
Cocok untuk Investor jangka panjang Trader aktif

Spot Trading Cocok untuk Siapa?

  • Trader yang ingin memiliki aset crypto secara langsung dan menyimpannya di wallet.
  • Fokus investasi jangka panjang dengan potensi pertumbuhan nilai aset seiring waktu.
  • Kamu lebih nyaman dengan risiko rendah karena tidak ada leverage atau liquidasi.
  • Strategi yang kamu pilih adalah beli dan simpan sampai harga mencapai target.

Futures Trading Cocok untuk Siapa?

  • Kamu ingin memaksimalkan peluang profit dengan memanfaatkan leverage.
  • Fokus pada potensi jangka pendek, bukan sekadar menyimpan aset.
  • Kamu ingin bisa untung dari kenaikan harga (long) dan penurunan (short) harga aset .
  • Kamu siap menghadapi risiko tinggi, termasuk kemungkinan terkena liquidasi.

Baca juga: Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

Kesimpulan

Crypto futures menawarkan kesempatan bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan harga crypto, baik saat pasar naik maupun turun dan mendapatkan peluang menarik.

Tapi, meski menawarkan peluang yang menarik, futures juga memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama karena penggunaan leverage. Karena itu, penting bagi trader untuk benar-benar memahami cara kerjanya sebelum mulai mengguna.

Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Investopedia: Spot Price: Definition, Spot Price vs. Futures Price, Examples
Investopedia: Futures Trading: What It Is, How It Works, Factors, and Pros & Cons
Bookmap: What Are Liqiuidations In Crypto: A Practical Guide to Trading
IDX: Futures Investor Book



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 6 April 2026: Pergerakan Cukup Positif

Pada awal pekan ini, Senin (6/4), pasar kripto hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup positif, terutama dari sejumlah altcoin yang tampil impresif. TRU memimpin dengan kenaikan signifikan sebesar 38% hingga menyentuh Rp101,94, diikuti GIGGLE yang menguat 16% ke sekitar Rp448.883,99, serta FOGO yang turut naik 10% ke level Rp324,68.

Di sisi lain, pasar kripto hari ini secara keseluruhan mulai menunjukkan tanda pemulihan menjelang tenggat ultimatum Trump. Bitcoin (BTC) tercatat naik 2,88% ke level $69.104, didorong oleh masuknya aliran dana institusi. Dari perspektif makroekonomi, harga minyak mengalami kenaikan, sementara emas melemah seiring penurunan saham berjangka AS, dengan sentimen risk-off yang masih membayangi dinamika pergerakan harga kripto. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial yang Menguat di Awal Pekan

  • TRU melesat drastis 38% ke harga Rp101,94.
  • GIGGLE naik daun 16%, sekarang di kisaran Rp448.883,99.
  • FOGO ikut merangkak naik 10% ke level Rp324,68.

Pasar Kripto Pulih Jelang Tenggat Ultimatum Trump

  • BTC naik 2,88% ke $69.104, didorong aliran dana institusi.
  • Harga Minyak naik, emas turun seiring pelemahan saham berjangka AS.
  • Sinyal risk-off makro bayangi fluktuasi harga kripto.

Dadakan $XAU₮! Cashback 100% Total Hadiah Rp15 JUTA*

Grayscale: 5 Altcoin masuk ‘Zona Beli’

  • Dukungan penuh untuk SUI sepanjang minggu ini.
  • SUI, ETH, SOL, LINK, dan AVAX di harga terendah sejarah.
  • Portofolio Altcoin anjlok 59% dari level tertinggi (ATH).

3 Faktor Pemicu Pemulihan Altcoin

  • ALT/BTC cetak bar MACD hijau 4 kali berturut-turut.
  • PMI Manufaktur ISM stabil di atas 52 selama 3 bulan.
  • 40% altcoin di harga terendah, lampaui titik jenuh bear market.

Baca juga: Riset Kripto 30 Mar- 3 Apr 2026: Bitcoin Turun, Krisis Energi Naik


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Sebut BIP-110 Ancaman Internal Terbesar bagi Bitcoin!

Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyatakan bahwa Bitcoin telah “menang” dalam narasi global sebagai aset digital utama. Namun di balik optimisme tersebut, ia memperingatkan adanya ancaman serius dari dalam ekosistem sendiri, khususnya terkait proposal perubahan protokol BIP-110 yang kini memicu perdebatan besar di komunitas.

BIP-110 merupakan proposal yang mengusulkan perubahan dalam mekanisme konsensus Bitcoin, termasuk pembatasan penggunaan blockchain untuk data non-finansial seperti Ordinals, token BRC-20, dan payload besar lainnya. Proposal ini juga membuka kemungkinan bagi miner untuk lebih fleksibel dalam memilih blok yang valid, tidak semata-mata mengikuti aturan longest-chain.

Menurut Saylor, risiko terbesar Bitcoin saat ini bukan berasal dari luar, melainkan dari perubahan protokol yang dinilai tidak tepat. Ia menyebutnya sebagai “iatrogenic risk”, istilah medis yang menggambarkan kerusakan yang justru disebabkan oleh tindakan internal.

Perdebatan Komunitas Makin Memanas

Menurut BeInCrypto, proposal BIP-110 langsung memecah komunitas Bitcoin menjadi dua kubu besar. Pendukungnya menilai langkah ini penting untuk menjaga identitas Bitcoin sebagai alat pembayaran yang efisien, tanpa terbebani oleh data non-keuangan yang dianggap “mengganggu”.

Mereka berargumen bahwa penggunaan blockchain untuk hal di luar transaksi finansial dapat meningkatkan biaya transaksi dan membebani node, sehingga merugikan pengguna utama Bitcoin.

Namun di sisi lain, pihak yang menolak melihat proposal ini sebagai bentuk intervensi berlebihan terhadap sistem yang seharusnya tetap netral. CEO Blockstream, Adam Back, memperingatkan bahwa perubahan ini bisa membuka pintu bagi potensi sensor transaksi di masa depan.

Kontroversi juga muncul terkait ambang batas aktivasi proposal ini, yang hanya membutuhkan dukungan 55% hash power, jauh lebih rendah dibanding standar umum Bitcoin sebesar 95%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perubahan besar bisa terjadi tanpa konsensus yang benar-benar kuat.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dampak ke Arah Bitcoin ke Depan

Perdebatan ini terjadi di tengah perubahan dinamika pasar Bitcoin. Saylor menilai bahwa siklus empat tahunan berbasis halving kini tidak lagi menjadi faktor utama, dan pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh aliran dana institusional, kredit digital, dan sistem keuangan yang lebih luas.

Di saat yang sama, diskusi terkait BIP-110 semakin relevan karena menyangkut arah fundamental Bitcoin: apakah tetap menjadi sistem moneter sederhana, atau berkembang menjadi platform yang mendukung berbagai eksperimen on-chain.

Momentum ini juga bertepatan dengan agenda besar seperti Bitcoin Conference 2026 dan pertemuan Federal Reserve pada akhir April, yang dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan harga dan arah kebijakan di ekosistem kripto.

Adopsi Semakin Luas

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perdebatan terkait BIP-110 mencerminkan fase penting dalam evolusi Bitcoin. Ketika adopsi semakin luas, perbedaan pandangan mengenai fungsi utama Bitcoin menjadi semakin terlihat.

Di satu sisi, menjaga kesederhanaan dan efisiensi jaringan adalah hal penting untuk mempertahankan posisi Bitcoin sebagai aset moneter. Namun di sisi lain, inovasi dan eksperimen juga berperan dalam memperluas utilitas dan adopsi.

Risiko terbesar dari situasi ini bukan hanya pada perubahan teknis, tetapi pada potensi fragmentasi komunitas. Jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan pandangan dapat berdampak pada kepercayaan pasar terhadap stabilitas Bitcoin.

Tim Research Tokocrypto juga melihat investor perlu memperhatikan perkembangan ini sebagai faktor fundamental jangka panjang, karena perubahan pada level protokol dapat memengaruhi persepsi nilai dan keamanan jaringan.

Peringatan Michael Saylor terkait BIP-110 menyoroti bahwa tantangan terbesar Bitcoin saat ini datang dari dalam ekosistemnya sendiri. Proposal ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut arah masa depan Bitcoin.

Dengan komunitas yang terbelah dan keputusan yang belum final, perkembangan BIP-110 akan menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

RWA Melambat: Data Terbaru Ungkap Pergeseran Arus Modal Kripto

Setelah mengalami pertumbuhan pesat sepanjang 2024 hingga awal 2025, sektor Real World Asset (RWA) kini mulai menunjukkan tanda perlambatan. Data terbaru menunjukkan bahwa nilai aset yang ditokenisasi hanya tumbuh 1,74% dalam 30 hari terakhir, mencapai total sekitar USD 27,49 miliar.

Meski angka ini masih mencerminkan pertumbuhan, lajunya jauh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat kenaikan hingga ratusan persen. Bahkan, nilai stablecoin—yang menjadi pintu masuk utama ke ekosistem RWA, justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,07%, menjadi sekitar USD 299,88 miliar.

Menariknya, jumlah pengguna justru terus meningkat. Total holder aset RWA naik 5,7% menjadi lebih dari 707 ribu, sementara jumlah pemegang stablecoin tumbuh 4,35%. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi pasar tetap tinggi, namun aliran dana baru cenderung lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Segmen Utama Mulai Kehilangan Momentum

Dilaporkan BeInCrypto, perlambatan ini terjadi di beberapa kategori utama dalam ekosistem RWA. Komoditas seperti emas mengalami stagnasi harga, yang turut berdampak pada aset tokenisasinya. Sementara itu, US Treasury, yang sebelumnya menjadi pendorong utama pertumbuhan, mulai menunjukkan penurunan momentum.

Selain itu, sektor saham dan kredit berbasis aset juga mencatat pertumbuhan yang lebih lambat. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pasar RWA telah beralih dari fase ekspansi agresif menuju fase yang lebih stabil.

Meski demikian, secara jangka panjang tren pertumbuhan masih terlihat positif. Nilai aset RWA yang didistribusikan meningkat dari di bawah USD 5 miliar di awal 2024 menjadi hampir US$28 miliar saat ini.

Baca juga: 3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

Apakah Ini Awal Tren Baru?

Dengan pertumbuhan bulanan 1,74%, sektor RWA masih mencatat potensi pertumbuhan tahunan di atas 20%. Namun, perlambatan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase normalisasi setelah periode hype dan ekspansi cepat.

Penurunan pada stablecoin juga menjadi indikator penting, karena berkurangnya likuiditas dapat mencerminkan penurunan aktivitas on-chain atau minat investasi jangka pendek.

Di sisi lain, peningkatan jumlah pengguna menunjukkan bahwa adopsi tetap berjalan, meskipun dengan pendekatan yang lebih hati-hati dari investor.

Siklus Pertumbuhan Industri

Tim Research Tokocrypto menganalisa perlambatan sektor RWA saat ini merupakan fase yang wajar dalam siklus pertumbuhan industri. Setelah mengalami lonjakan signifikan, pasar cenderung memasuki fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren berikutnya.

Fenomena meningkatnya jumlah pengguna namun tidak diikuti oleh pertumbuhan nilai yang signifikan menunjukkan adanya perubahan perilaku investor. Investor baru masih masuk, tetapi dengan alokasi dana yang lebih konservatif, mencerminkan kondisi pasar yang lebih selektif.

Dari sisi fundamental, sektor RWA tetap memiliki potensi jangka panjang yang kuat, terutama karena menghubungkan aset dunia nyata dengan teknologi blockchain. Namun, keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada kualitas proyek, transparansi, serta regulasi yang mendukung.

Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa fase ini dapat menjadi periode “penyaringan”, di mana hanya proyek dengan utilitas nyata dan model bisnis yang solid yang mampu bertahan dan berkembang.

Perlambatan pertumbuhan RWA tidak serta-merta menandakan berakhirnya tren, melainkan menunjukkan transisi menuju fase yang lebih matang. Dengan pertumbuhan yang lebih stabil dan partisipasi yang tetap meningkat, sektor ini masih memiliki prospek jangka panjang.

Bagi pelaku pasar, kondisi ini menjadi momentum untuk lebih selektif dalam melihat peluang, dengan fokus pada fundamental dan keberlanjutan dibanding sekadar mengikuti tren jangka pendek.

Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com