Tag Archives: beasiswa umum

3 Jenis Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 yang Bakal Dibuka, Ada Incaranmu?



Jakarta

Beasiswa LPDP akan kembali membuka pendaftaran tahap 2. Sebelum mendaftar, yuk pahami dulu tiga jenis Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 berikut ini.

Beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) merupakan beasiswa pascasarjana yang diberikan oleh LPDP Kementerian Keuangan. Program beasiswa yang mengirimkan mahasiswa perguruan tinggi dalam dan luar negeri ini selalu ramai digandrungi pendaftar.

Bagaimana tidak, LPDP menawarkan pembiayaan pendidikan secara penuh dengan bantuan tunjangan hidup. Beberapa artis juga pernah menerima Beasiswa LPDP, sebut saja Maudy Ayunda, Tasya Kamila, hingga Gita Gutawa.


Setiap tahunnya, LPDP membuka pendaftaran dalam dua tahap. Tahap 1 pada Januari hingga Juni, sementara Tahap 2 dimulai bulan Juni hingga November.

Memasuki bulan Juni, Beasiswa LPDP akan membuka beasiswa Tahap 2 untuk tiga jenis beasiswa. Apa saja? Yuk simak berikut ini.

3 Jenis Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

Melansir dari laman resmi LPDP, Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 akan dibuka untuk Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted. Adapun pendaftaran akan dibuka pada 19 Juni 2024 mendatang.

Macam-macam beasiswa yang ditawarkan sebagai berikut:

1. Program Beasiswa Umum

Sesuai dengan namanya, Beasiswa Umum LPDP terbuka untuk umum yang memenuhi kriteria. Beasiswa yang bisa dipilih termasuk Beasiswa Reguler, Beasiswa Perguruan Tinggi, dan Beasiswa Parsial.

2. Program Beasiswa Afirmasi

Program Beasiswa Afirmasi ditujukan bagi calon mahasiswa dari kelompok masyarakat tertentu. Adapun beasiswa yang dibuka dalam Beasiswa Afirmasi adalah Beasiswa Penyandang Disabilitas, Beasiswa Putra-putri Papua, Beasiswa Daerah Afirmasi, dan Beasiswa Prasejahtera.

3. Program Beasiswa Targeted

Terakhir, detikers bisa mengikuti Beasiswa Targeted. Beasiswa ini dibuka untuk calon mahasiswa dari kalangan PNS, TNI, Polri, wirausahawan, kader ulama, dokter, dan fellowship. Beasiswa Targeted yang dibuka termasuk Beasiswa PNS, TNI, POLRI, Beasiswa Kewirausahaan. Beasiswa Pendidikan Kader Ulama, Beasiswa Dokter Spesialis & Subspesialis, Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis, Beasiswa Kerja Sama Northeastern University, Tiongkok, dan Beasiswa Kerja Sama Central South University, Tiongkok.

Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024

Memasuki waktu pendaftaran, detikers bisa menyiapkan dokumen pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 berikut:

  1. Biodata Diri (Online Form)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Unggah)
  3. Scan Ijazah S1/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus).
  4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi. (Unggah)
  5. Scan Transkrip Nilai S1/S2 (bukan Transkrip Profesi) (Unggah)
  6. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK (Unggah)
  7. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK (Unggah)
  8. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli) (Unggah)
  9. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi serta Program studi yang dipilih (Unggah)
  10. Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah)
  11. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir) (Online Form)
  12. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan (Unggah)
  13. Profil diri pada formulir pendaftaran online (Online Form)
  14. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (Online Form)
  15. Proposal Penelitian (khusus Doktor) (Online Form)
  16. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (Online Form)

Jadwal Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

  • Pendaftaran: 19 Juni 2024
  • Seleksi administrasi: 22 Juli 2024
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
  • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024
  • Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024
  • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
  • Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
  • Seleksi substansi: 10 September 2024
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 dapat dicek melalui https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Siap jadi awardee?

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi, Catat!


Jakarta

Efisiensi anggaran juga tak luput menjamah kementerian yang mengurusi bidang pendidikan. Terlebih bila efisiensi anggaran tersebut menyasar berbagai beasiswa yang menopang hidup banyak siswa dan mahasiswa Indonesia.

Kendati demikian di hadapan Komisi XI DPR RI, Kamis (13/2/2025) Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji agar tetap berpegang pada amanat UUD 1945. Di mana pemerintah harus mengalokasikan 20 persen belanja APBN untuk anggaran pendidikan.

“Tadi juga diingatkan untuk 20 persen (anggaran pendidikan), sesuai konstitusi pasti kita juga akan jaga,” ujar Menkeu dikutip dari arsip detikEdu.


Selain itu, para menteri juga telah bertemu Kementerian Sekretariat Negara untuk membahas penyesuaian Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Disebutkan pagu belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh terkena efisiensi anggaran.

Beasiswa-beasiswa yang dikeluarkan kementerian pada dasarnya masuk dalam daftar belanja bantuan sosial. Dengan demikian sifatnya tetap dan tak boleh dikurangi.

Adapun daftar beasiswa-beasiswa yang tak kena efisiensi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Agama (Kemenag) yakni sebagai berikut.

Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi

1. Kemendikdasmen

Program Indonesia Pintar

Sebagai informasi, Kemendikdasmen terkena efisiensi anggaran hingga Rp 7,3 triliun. Sehingga terjadi penyesuaian anggaran dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp 26,27 triliun.

Pos beasiswa yang tak terkena efisiensi di Kemendikdasmen adalan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menjelaskan anggaran yang ditetapkan untuk PIP adalah Rp 9,67 triliun bagi 17,9 juta penerima.

Selain itu, Kemenkeu juga dinilai tengah membahas penambahan anggaran sebesar Rp 3,8-3,9 triliun untuk penerima PIP jenjang SMA/SMK yang masih menerima dana PIP sebesar Rp 1 juta padahal seharusnya Rp 1,8 juta. Jumlah penerima yang belum mendapatkan haknya adalah 666 ribu siswa.

“Masih kami cantumkan Rp 9,6 (triliun) untuk 17,9 juta anak dari SD sampai SMA/SMK. Namun, (akan ada) tambahan sekitar 3,8 sampai 3,9 triliun rupiah, sudah mulai dibahas di Kementerian Keuangan,” ujar Suharti pada rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

“Untuk SMA/SMK dengan pagu yang ada sekarang masih kurang sekitar 666 ribu siswa dengan satuan biaya yang masih sebesar Rp 1 juta, harusnya Rp 1,8 juta,” tambahnya.

Kesimpulannya, untuk PIP 2025 Kemendikdasmen menyamakan target sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni 17,9 juta penerima dengan anggaran Rp 9,672 triliun.

Sebagai informasi PIP adalah dana bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Untuk bisa mendapat PIP, siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos). Adapun besaran dana bantuan PIP adalah:

  • Rp 450.000 untuk jenjang SD
  • Rp 750.000 untuk jenjang SMP
  • Rp 1,8 juta untuk jenjang SMA/SMK

2. Kemendiktisaintek

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)

KIP Kuliah adalah beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa ini memungkinkan siswa mendapat tunjangan hidup selama masa kuliahnya dan dibebaskan dari biaya uang kuliah tunggal (UKT).

Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan KIP Kuliah terkena efisiensi anggaran sebesar Rp 1,319 triliun. Padahal pagu awal program ini Rp 13,698 triliun.

Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

“Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).

Di akhir rapat kerja, Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian juga mempertanyakan mengapa anggaran beasiswa Kemendiktisaintek terkena pemotongan anggaran. Ia juga menyatakan akan mengajukan alokasi KIP Kuliah tidak dilakukan efisiensi.

Kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani menyatakan KIP tidak akan mengalami pemotongan atau pengurangan. KIP tetap mendapat anggaran sebesar Rp 14,79 triliun untuk 1.040.192 penerima.

KIP Kuliah saat ini tengah melakukan pendaftaran untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025. Pendaftaran untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ditutup 18 Februari 2025 mendatang.

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

Beasiswa kedua yang dibebaskan dari efisiensi anggaran adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). BPI adalah program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi baik program bergelar (degree) S1, S2, hingga S3 dan tidak bergelar (non-degree) untuk kampus dalam dan luar negeri.

BPI merupakan program kerjasama antara Kemendikbudristek dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Berbagai manfaat yang diterima awardee BPI adalah:

  • Dana Pendidikan
    • Biaya kuliah
    • Biaya pendaftaran
    • Tunjangan buku
    • Bantuan penelitian tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional
    • Bantuan publikasi jurnal internasional
  • Biaya pendukung
    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat
    • Dana tunjangan keluarga

Sebelumnya, BPI masuk dalam daftar efisiensi anggaran sebesar 10% dari pagu awal Rp 194 miliar. Namun seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu Sri Mulyani tegaskan BPI akan berjalan seperti semula dengan anggaran awal.

3. Kemenkeu

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

Beasiswa LPDP menjadi bantuan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang selalu ditunggu masyarakat setiap tahunnya. Menkeu Sri Mulyani memastikan bila LPDP tak terkena efisiensi anggaran.

Saat ini LPDP tengah membuka pendaftaran hingga 17 Februari 2025 mendatang. Beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted.

Untuk melihat daftar beasiswa lebih lengkap detiekrs bisa cek pada artikel berikut:

4. Kemenag

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

Terakhir, beasiswa besar yang tidak terkena efisiensi anggaran adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag. Mirip dengan BPI, BIB adalah program kolaborasi Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Hadir sejak 2022, BIB memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dalam dan luar negeri pada program S1/D4, magister, doktoral, dan nongelar bagi guru dan dosen, pegawai Kemenag, serta calon dosen termasuk mahasiswa berprestasi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenag Ruchman Basori menyatakan BIB segera membuka pendaftaran dalam dua bulan ke depan.

Berbagai komponen biaya yang didapatkan penerima BIB Kemenag bisa dilihat pada artikel berikut:

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com