Tag Archives: bitcoin

Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

Bitcoin (BTC), raja mata uang kripto, kembali menjadi sorotan pasar setelah harganya mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga BTC saat ini berada di kisaran $111.733,97, turun -0,28% dari hari sebelumnya.

Meski penurunan tampak kecil dalam skala harian, tren jangka pendek menunjukkan sinyal yang lebih mengkhawatirkan: Bitcoin melemah -4,86% dalam sepekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di level $2,22 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $49 miliar.

Angka-angka ini menegaskan bahwa meski harga menurun, aktivitas perdagangan tetap tinggi yang menandakan ketidakpastian besar di kalangan investor.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Seberapa Serius Penurunan Ini?

Jika ditarik ke belakang, performa Bitcoin dalam 30 dan 90 hari terakhir masih menunjukkan sisi positif.

Dalam 30 hari terakhir, BTC naik +1,58%, sementara dalam 90 hari terakhir tumbuh +3,92%.

Namun, data 60 hari terakhir memperlihatkan penurunan cukup tajam sebesar -5,44%, yang menjadi indikasi volatilitas masih sangat tinggi.

Di sisi teknikal, pergerakan BTC dalam 24 jam terakhir mencatat level terendah di $111.682,34 dan tertinggi di $113.986,27. Jarak yang cukup lebar ini menunjukkan volatilitas intraday yang signifikan.

Lebih jauh lagi, bila dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa ($124.457,12), harga Bitcoin saat ini masih terpaut sekitar 10% lebih rendah.

Pertanyaan besarnya: apakah ini tanda awal tren bearish yang lebih dalam, atau justru fase konsolidasi sebelum kenaikan berikutnya?

Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

  1. Kondisi Makroekonomi Global
    Gejolak pasar saham global, kenaikan suku bunga di beberapa negara, serta ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama yang menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka di aset volatil seperti Bitcoin.
  2. Pengambilan Keuntungan oleh Investor
    Setelah sempat menyentuh level di atas US$113.000, banyak investor jangka pendek melakukan aksi profit-taking. Tekanan jual ini menciptakan arus keluar likuiditas yang cukup besar dan menekan harga.
  3. Volatilitas Pasar Kripto Secara Umum
    Penurunan harga altcoin besar seperti Ethereum dan BNB juga ikut menyeret sentimen pasar. Karena Bitcoin sering menjadi indikator utama, tekanan pada altcoin bisa memperkuat tren negatif di BTC.
  4. Sentimen Regulasi
    Perdebatan mengenai regulasi kripto di Amerika Serikat dan Eropa membuat sebagian investor ragu. Ketidakjelasan aturan masih menjadi “bayangan gelap” yang menahan pertumbuhan harga Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?

Meski saat ini Bitcoin berada dalam tekanan, sejumlah analis melihat ada peluang rebound dalam jangka menengah.

Jika BTC mampu bertahan di atas level $111.000 sebagai support psikologis, maka ada potensi harga kembali menguji area resistance di kisaran $114.000 – $115.000.

Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan support $111.000 ditembus, maka Bitcoin berpotensi turun ke level berikutnya di sekitar $108.000 – $109.000.

Faktor yang bisa menjadi katalis pemulihan antara lain:

  • Masuknya investor institusional baru melalui produk-produk ETF Bitcoin yang semakin populer.
  • Peningkatan adopsi dalam ekosistem pembayaran dan DeFi.
  • Stabilitas makroekonomi, khususnya bila bank sentral melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga: Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Penurunan harga Bitcoin ke level $111.733,97 bukanlah sekadar angka statistik, melainkan cerminan sentimen pasar yang sedang rapuh.

Tekanan global, aksi jual investor, hingga faktor regulasi membentuk badai yang menekan BTC. Namun, sejarah telah membuktikan bahwa Bitcoin kerap mampu bangkit setelah periode koreksi tajam.

Kini, pasar berada di persimpangan jalan: apakah Bitcoin akan melanjutkan penurunannya menuju level support baru, atau justru bangkit dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa?

Satu hal yang pasti, volatilitas tetap menjadi sahabat sekaligus musuh bagi investor kripto. Bagi mereka yang berani mengambil risiko, momen seperti ini bisa menjadi peluang emas.

Tetapi, bagi yang kurang siap menghadapi gejolak harga, kehati-hatian adalah kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Bitcoin Dominance kembali mencatat lonjakan signifikan, mendekati 57,5%, memicu kekhawatiran bahwa reli altcoin mulai kehilangan tenaga. Sementara itu, pangsa volume perdagangan Ethereum (ETH) terus merosot, menandakan rotasi modal ke altcoin berkapitalisasi kecil mulai mencapai titik jenuh.

Menurut data dari CryptoQuant dan CryptoELITES, tren on-chain menunjukkan bahwa rotasi altcoin yang sempat memperpanjang siklus pasar kini mulai kelelahan. Dominasi BTC yang semakin kuat ini bisa menjadi sinyal pergeseran kepemimpinan pasar, di mana Bitcoin kembali merebut spotlight setelah periode “musim altcoin” yang lebih panjang dari perkiraan.

Ethereum Kehilangan Momentum, Altcoin Mulai Loyo

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum sebelumnya memimpin rotasi dengan peningkatan pangsa volume, tetapi tren tersebut mulai memudar. Data menunjukkan modal yang semula berpindah ke ETH kini menyebar ke altcoin menengah dan kecil. Sayangnya, siklus ini tidak mampu bertahan lama.

Analis on-chain mignoletkr menegaskan: “Rotasi altcoin telah berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, dan pola ini kini semakin jelas melemah.”

Penurunan pangsa volume ETH memperkuat sinyal bahwa investor mulai kembali melirik Bitcoin sebagai aset utama. Ditambah lagi, penarikan Ethereum di beberapa bursa mempertegas sentimen kehati-hatian.

Dominasi Bitcoin Sentuh Level Kritis

Data Bitcoin Dominance pada tanggal 24 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Data Bitcoin Dominance pada tanggal 24 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

Sejarah menunjukkan bahwa dominasi BTC pernah melonjak dari 35% hingga 70% pada siklus sebelumnya, sebelum stabil di kisaran 40%–45%. Kini, pergerakan menuju 57,5% menempatkan BTC di zona resistensi historis yang sering kali menjadi titik balik besar.

CryptoELITES menyoroti hubungan terbalik antara dominasi Bitcoin dan performa altcoin: ketika dominasi naik, altcoin biasanya tertahan atau bahkan anjlok. Artinya, reli altcoin saat ini mungkin benar-benar memasuki fase akhir.

Apa Artinya untuk Trader?

Dengan dominasi Bitcoin mendekati level penting, para trader altcoin menghadapi titik balik krusial. Jika BTC.D berhasil menembus dan bertahan di atas 57,5%, pasar bisa menyaksikan gelombang konsolidasi besar-besaran ke Bitcoin, sekaligus mengakhiri momentum altcoin.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi sinyal untuk mengevaluasi ulang strategi portofolio, apakah tetap bertahan di altcoin berisiko tinggi, atau mengamankan keuntungan dengan kembali ke Bitcoin yang kini menunjukkan tanda-tanda kembali menguasai pasar.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gawat! Harga Bitcoin Terjebak di $112 Ribu, Apakah Ini Akhir dari Reli?

Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya sebagai aset kripto terbesar dunia.

Per hari ini, Rabu (24/9), Tokocrypto mencatat harga Bitcoin berada di level $112,171.57 per BTC, menandai kenaikan tipis sebesar +0.08% dalam 24 jam terakhir.

Meski pergerakannya terbilang stabil, aset digital ini tetap menjadi sorotan utama para investor global karena kapitalisasi pasarnya yang mencapai $2,235.06 miliar USD, menjadikannya penguasa tak tergoyahkan di posisi nomor satu dalam ekosistem kripto.

Performa Harga Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111,535.57 sebagai titik terendah hingga $113,351.91 sebagai titik tertinggi.

Meski fluktuasi ini tergolong wajar, volatilitas tetap menjadi karakteristik utama aset digital ini. Adapun rekor tertinggi Bitcoin masih bertengger di level $124,457.12, sehingga harga saat ini masih sekitar 10% di bawah puncaknya.

Secara historis, data perbandingan harga menunjukkan dinamika yang menarik:

  • Hari ini: naik tipis $85.70 (+0.08%)
  • 30 hari terakhir: turun $1,208.90 (-1.07%)
  • 60 hari terakhir: terkoreksi $5,397.11 (-4.59%)
  • 90 hari terakhir: justru menguat $4,460.72 (+4.14%)

Tren ini menegaskan bahwa meski jangka pendek cenderung melemah, Bitcoin tetap menunjukkan potensi pemulihan di horizon menengah.

Posisi Fundamental

Pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada di angka 19.93 juta BTC, atau sekitar 94.88% dari total maksimum 21 juta BTC yang dapat ditambang.

Dengan keterbatasan suplai ini, banyak analis menilai Bitcoin tetap memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam terakhir mencapai $46.17 miliar USD, mencerminkan tingginya minat pasar sekalipun kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.

Proyeksi Harga Bitcoin

Beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak dalam kisaran $110,000–$115,000 dalam waktu dekat, dengan catatan volatilitas masih mungkin menekan harga ke bawah.

Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta regulasi kripto global akan sangat menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dalam jangka menengah hingga panjang, Bitcoin tetap dipandang memiliki potensi bullish, terutama dengan mendekatnya halving berikutnya yang historisnya sering menjadi katalis kenaikan harga signifikan.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai koreksi jangka pendek yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saran bagi Investor

Bagi investor baru, kondisi harga saat ini bisa dianggap sebagai momen akumulasi hati-hati. Dengan posisi Bitcoin yang masih jauh di bawah rekor tertingginya, peluang profit jangka panjang tetap terbuka.

Namun, penting untuk memperhatikan prinsip manajemen risiko karena pergerakan harga Bitcoin sering kali tidak terduga.

Untuk investor berpengalaman, strategi dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pilihan bijak. Dengan membeli Bitcoin secara bertahap dalam jumlah tetap, risiko volatilitas harian dapat diminimalkan.

Di sisi lain, trader jangka pendek mungkin dapat memanfaatkan fluktuasi harian antara level support di sekitar $111,000 dan resistance di kisaran $113,500.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Bitcoin kembali menunjukkan posisinya sebagai aset dominan di dunia kripto dengan kapitalisasi pasar yang menembus lebih dari $2.2 triliun USD.

Meski kenaikan harga harian relatif kecil, potensi jangka panjangnya tetap menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, ditambah momentum fundamental seperti halving yang akan datang, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, volatilitas jangka pendek tak bisa diabaikan, sehingga investor diingatkan untuk selalu disiplin dalam strategi, baik dalam investasi jangka panjang maupun trading harian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 24 September 2025: Bitcoin Bergerak Fluktuatif

Pasar kripto hari ini, Rabu (24/9) bergerak fluktuatif setelah pidato Powell yang mendinginkan spekulasi suku bunga, membuat Bitcoin turun di bawah $113.000, sementara Ethereum justru bertahan di level support utama $4.100 dan berpotensi reli menjelang akhir 2025.

Tokocrypto juga menghadirkan promo Undang Teman Dapat Cuan dengan hadiah total Rp35 juta. Di sisi lain, Arthur Hayes memproyeksikan harga Bitcoin bisa menembus $250.000 berkat likuiditas AS. Lihat lebih lengkap di bawah:

Powell Dinginkan Spekulasi Soal Suku Bunga, Bitcoin Terkoreksi

  • Powell memperingatkan ketidakpastian inflasi yang tinggi.
  • Kebijakan moneter tidak memiliki arah yang pasti dan akan ditentukan oleh data.
  • Bitcoin turun di bawah $113.000 selama pidatonya.

ETH Berada di Level Support Utama dan Siap untuk Reli

  • Ethereum bertahan di $4.100, mengisyaratkan potensi kenaikan kuat.
  • Harga terkonsolidasi di dekat MA 20 minggu; zona support utama adalah $3.550–$3.750.
  • Berdasarkan riwayat, ETH mungkin akan reli lagi di akhir tahun 2025.

Undang Teman Dapat Cuan Raih Hadiah Rp35 Juta!

Arthur Hayes: Bitcoin Akan Mencapai $250.000 pada Akhir Tahun

  • Hayes prediksi Bitcoin mencapai $250.000, didorong oleh likuiditas AS.
  • Era pencetakan uang baru akan dimulai saat pemerintahan Trump perluas The Fed.
  • Dia optimistisEthena (ENA) namun telah menjual token lain yang ia promosikan.

ADA Mungkin Turun, tapi Berpotensi Mencapai ATH di Desember

  • Analis memprediksi ADA turun ke $0,70-$0,75, lalu naik ke $1,00 saat Natal.
  • Whale memindahkan 160 juta ADA, sementara permintaan tetap stabil.
  • Kenaikan transaksi dan peluang persetujuan ETF mendorong minat pada ADA.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Terseret Arus Koreksi, Harga Bitcoin Jatuh Hingga $111 Ribuan

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas tajam. Per hari ini, Bitcoin diperdagangkan di level $111,676.05 per BTC, turun -2,39% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya ikut tergerus menjadi $2,225.13 miliar, sementara volume perdagangan harian justru meningkat tajam hingga $65,12 miliar.

Angka ini menandakan tekanan jual yang cukup kuat dari investor, baik ritel maupun institusional.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Tren Penurunan dalam Tiga Bulan Terakhir

Jika ditelusuri lebih jauh, pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan pola yang cukup jelas:

  • Hari ini: turun $-2,536.45 (-2,22%)
  • 30 hari terakhir: melemah $-3,030.42 (-2,64%)
  • 60 hari terakhir: terkoreksi $-4,186.36 (-3,61%)
  • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan $+5,374.62 (+5,05%)

Data ini menunjukkan bahwa meskipun dalam horizon tiga bulan Bitcoin masih mencatatkan kenaikan, tren jangka pendek dalam 1–2 bulan terakhir justru lebih condong pada pelemahan.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat diperdagangkan di rentang $111,591.45 (terendah) hingga $114,711.77 (tertinggi).

Angka ini cukup jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, yang kini terasa semakin sulit dijangkau tanpa adanya katalis positif dari pasar global.

Faktor Penyebab Tekanan Harga

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Sentimen Pasar Global yang Negatif
    Kondisi makroekonomi global yang tidak menentu, termasuk ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral, membuat investor lebih berhati-hati. Risiko di aset kripto kembali dipandang tinggi dibandingkan aset tradisional seperti emas atau obligasi.
  2. Profit Taking dari Investor Besar
    Setelah reli kuat pada kuartal sebelumnya, banyak investor besar (whales) yang memilih untuk mengamankan keuntungan. Tekanan jual ini mempercepat pelemahan harga dalam jangka pendek.
  3. Kenaikan Volume Perdagangan
    Menariknya, volume perdagangan harian Bitcoin melonjak hingga lebih dari $65 miliar. Lonjakan ini biasanya menandakan pergeseran besar, baik karena panic selling maupun reposisi portofolio oleh investor institusional.
  4. Minimnya Katalis Positif
    Tidak ada kabar besar yang cukup kuat untuk menopang harga Bitcoin. Adopsi institusional masih stabil, tetapi belum ada perkembangan baru yang bisa menjadi penggerak utama ke level harga lebih tinggi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi untuk Pasar Kripto

Sebagai aset kripto nomor satu dengan dominasi pasar yang tinggi, setiap penurunan Bitcoin berdampak langsung pada altcoin.

Penurunan lebih dari 2% dalam sehari ini membuat sebagian besar altcoin juga ikut tertekan, memperdalam koreksi di pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, meningkatnya volume perdagangan bisa dilihat sebagai tanda bahwa minat pasar masih ada.

Artinya, meskipun harga Bitcoin menurun, likuiditas tetap terjaga, sehingga membuka peluang bagi rebound dalam jangka menengah.

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Ada tiga skenario yang bisa menjadi gambaran arah Bitcoin dalam waktu dekat:

  • Skenario Bullish (Optimis): Jika tekanan jual mereda dan ada kabar positif, Bitcoin bisa kembali menembus level $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu ke depan.
  • Skenario Bearish (Pesimis): Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi turun lebih dalam hingga ke kisaran $108,000–$110,000, terutama jika volume jual tidak mereda.
  • Skenario Konsolidasi (Netral): Bitcoin mungkin bergerak sideways di kisaran $111,000–$114,000, menunggu katalis eksternal dari pasar global.

Antara Tekanan dan Peluang

Penurunan harga Bitcoin hari ini mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar kripto.

Dari sisi teknis, BTC masih dalam jalur bullish jangka panjang, namun koreksi jangka pendek tidak bisa dihindari.

Bagi trader harian, volatilitas ini bisa menjadi peluang emas untuk meraih keuntungan dari pergerakan cepat harga.

Namun, bagi investor jangka panjang, penurunan ini bisa dimaknai sebagai fase akumulasi, dengan catatan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Dengan sirkulasi pasokan yang kini mencapai 19,92 juta BTC (94,88% dari total 21 juta BTC), kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang diyakini akan menopang harga dalam jangka panjang, meski saat ini pasar masih diliputi sentimen negatif.

Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin tidak pernah datar. Setiap penurunan tajam selalu diikuti oleh fase kebangkitan baru.

Bagi mereka yang sabar, volatilitas ini bukan akhir dari cerita, melainkan bagian dari dinamika pasar kripto yang penuh kejutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 23 September 2025: Bitcoin Masuki Fase Volatil

Pasar kripto hari ini, Selasa (23/9) memasuki fase penuh dinamika, dengan Bitcoin terkoreksi 4% ke $112.000 dan melikuidasi $1,6 miliar, memunculkan spekulasi bahwa tren bullish sudah mencapai puncaknya sementara fokus investor mulai bergeser ke altcoin.

Menjelang akhir September, altcoin seperti JUP, FET, dan ASTER jadi sorotan dengan potensi pergerakan signifikan, baik peluang reli maupun risiko penurunan. Tokocrypto juga menghadirkan promo eksklusif untuk VIP berupa cashback Bitcoin hingga Rp100 juta plus merchandise spesial. Lihat lebih lengkap di bawah:

​Bitcoin Melemah Koreksi ke $112.000, Bagaimana Potensinya?

  • Harga Bitcoin anjlok 4% ke $112.000, melikuidasi $1,6 miliar.
  • Analis menduga pasar bullish Bitcoin telah mencapai puncaknya.
  • Fokus investasi kemungkinan beralih ke altcoin bahkan saat Bitcoin capai ATH.

Altcoin yang Perlu Dipantau Akhir September 2025

  • JUP: Hadapi token unlock $26,71 juta. Pertahanan di $0,507 krusial untuk hindari penurunan.
  • FET: Perdagangan di $0,604. Peluncuran ETP AFET bisa dorong harga naik, tapi berisiko turun.
  • ASTER naik 64% ke $1,45. Gagal pertahankan dukungan $1,39, berisiko turun ke $1,17

Dapat Cashback Bitcoin Rp100JUTA + Merchandise Eksklusif?*

3 Sinyal Ekonomi AS untuk Bitcoin

  • Pidato Powell dan debut Miran bisa picu volatilitas Bitcoin.
  • Klaim pengangguran naik, dorong permintaan Bitcoin jangka pendek.
  • Data inflasi PCE pengaruhi pemulihan Bitcoin.

Pendorong Harga BNB Ke depan Jalur Institusional

  • ​BNB dorong investasi institusi lewat BNB Treasury yang terdaftar di AS.
  • BNB berevolusi menjadi ekosistem multi-chain untuk DeFi dan stablecoin.
  • Stablecoin dan tokenisasi RWA jadi pendorong utama pertumbuhan BNB.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 22 September 2025: BTC Koreksi, Investor Bertahan

Pasar kripto hari ini, Senin (22/9) menunjukkan dinamika beragam, di mana laju Bitcoin tertahan akibat pernyataan Powell soal suku bunga, sementara Ethereum terkoreksi 4,25% dan pidato pejabat Fed minggu ini berpotensi memicu volatilitas.

Di sisi lain, whale kripto aktif mengakumulasi LINK, CRO, dan TON dengan target harga masing-masing $26,89, $0,27, dan $3,20. Tokocrypto pun kembali menghadirkan program LAUNCH-DROP SOON berhadiah Rp75 juta bagi pemegang TKO. Lihat lebih lengkap di bawah: ini:

Laju Bitcoin Terhenti Sementara, Harapan Penurunan Suku Bunga Memudar?

  • ​Pemangkasan suku bunga The Fed & pernyataan Powell meredam sentimen kripto.
  • ​Harga Bitcoin stagnan, sedangkan Ethereum turun 4,25%.
  • ​Pidato pejabat Fed minggu ini berpotensi memicu volatilitas pasar.

Whale Kripto Beli Altcoin Ini di Minggu Ketiga September 2025

  • ​Pada pertengahan September, whale kripto aktif mengakumulasi LINK, CRO, dan TON.
  • ​Whale Chainlink menambah 2,5 juta LINK, berpotensi naik ke $26,89.
  • ​Pembelian CRO dan TON oleh whale meningkat, dengan target harga masing-masing $0,27 dan $3,20.

Ikut LAUNCH-DROP SOON Raih Hadiah Rp75 Juta*

Dukungan CZ Menyebabkan Token Aster Melonjak 1.500%

  • ​Token Aster melonjak 1.500% setelah direkomendasikan CZ dan dibeli whale.
  • ​Seorang trader untung jutaan dolar dari perdagangan Aster.
  • Aster mengungguli Hyperliquid dalam TVL, tetapi kalah dalam volume perdagangan.

Tiga Altcoin Tunjukkan Akumulasi Kuat, tetapi Belum Melonjak

  • PEPE, JASMY, dan SAND menunjukkan akumulasi kuat karena cadangan devisa mencapai titik terendah.
  • ​Pola teknis tunjukkan PEPE dan SAND berpotensi breakout, JASMY bisa reli di atas $0,30.
  • ​Volume, cadangan & perkembangan ekosistem tunjukkan kondisi bullish untuk ketiga altcoin.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Kabar buruk menghampiri para investor aset digital. Pasalnya, harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (22/9), harga BTC saat ini berada di level $114,340.36 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,278.04 miliar.

Kemudian dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi -1,14%, dengan volume perdagangan sebesar $27,18 miliar. Angka ini menandai penurunan harian sebesar $1,319.29 (-1,14%), serta penurunan mingguan -0,97%.

Dalam jangka waktu 30 hari, BTC turun -1,25%, bahkan lebih dalam di 60 hari terakhir dengan koreksi -3,97%.

Meski demikian, jika melihat pergerakan 90 hari, Bitcoin masih membukukan kenaikan +8,81%, mencerminkan bahwa tren bullish jangka menengah belum sepenuhnya.

Baca Juga: Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Alasan Harga Bitcoin Turun

Hasil minor yang didapatkan oleh Raja aset digital ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir, diantaranya:

  1. Koreksi Pasar Global
    Pasar keuangan global tengah menghadapi tekanan dari ketidakpastian makroekonomi, termasuk kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi yang dipertahankan The Fed. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto.
  2. Minimnya Volume Perdagangan
    Volume perdagangan BTC dalam 24 jam terakhir berada di kisaran $27 miliar, relatif rendah dibanding periode volatil sebelumnya. Minimnya likuiditas sering kali menjadi sinyal lemahnya minat beli sehingga harga lebih mudah terdorong turun.
  3. Tekanan Jangka Pendek dari Whale
    Aktivitas penjualan dari investor besar (whales) turut menambah tekanan. Setiap aksi ambil untung di area $115K tampaknya menjadi penghalang Bitcoin untuk melanjutkan reli.
  4. Keterkaitan dengan Altcoin
    Pasar altcoin yang juga mengalami koreksi memberikan efek domino terhadap BTC. Sebagai aset kripto utama, arah Bitcoin biasanya sangat berkorelasi dengan performa altcoin besar.

Gambaran Teknis: Level Penting BTC

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat titik terendah di $114,237.21 dan tertinggi di $115,901.09. Angka ini menunjukkan rentang perdagangan yang cukup sempit, menandakan fase konsolidasi.

Support kuat diperkirakan berada di kisaran $113K – $114K. Jika level ini ditembus, BTC berpotensi turun ke bawah $112K.

Resistance terdekat ada di $116K – $117K, yang menjadi kunci bagi Bitcoin untuk memulihkan tren bullish jangka pendek.

Sedangkan rekor tertinggi Bitcoin masih tercatat di $124,457.12, yang kini menjadi target jangka menengah apabila sentimen positif kembali.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun koreksi jangka pendek sedang berlangsung, prospek jangka menengah dan panjang BTC masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa Bitcoin bisa kembali pulih:

  1. Adopsi Institusional Terus Meningkat
    Masuknya institusi besar ke dalam pasar kripto, termasuk melalui produk ETF Bitcoin spot, terus mendorong legitimasi aset digital ini. Arus modal institusional dapat memperkuat harga dalam jangka panjang.
  2. Halving Efek Masih Berlanjut
    Halving Bitcoin terakhir masih berpotensi memberikan efek bullish dalam beberapa bulan ke depan. Secara historis, periode setelah halving sering diikuti kenaikan signifikan.
  3. Narasi Safe Haven
    Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Bitcoin semakin dipandang sebagai “emas digital”. Permintaan dari investor ritel maupun korporasi bisa meningkat seiring kebutuhan diversifikasi aset.
  4. Tren Teknologi dan Regulasi
    Dukungan regulasi di beberapa negara besar serta adopsi blockchain untuk infrastruktur keuangan dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Konsolidasi Sebelum Pergerakan Besar

Penurunan Bitcoin ke level $114 ribu saat ini bisa dipandang sebagai fase konsolidasi alami setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir. Meski sentimen jangka pendek masih tertekan, indikator fundamental menunjukkan bahwa BTC belum kehilangan momentumnya.

Jika BTC mampu bertahan di atas $114 ribu dan menembus resistance $116 ribu, potensi reli menuju $120 ribu terbuka lebar. Namun, bila support jebol, investor harus waspada dengan risiko koreksi lebih dalam ke bawah $112 ribu.

Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, sementara bagi trader, volatilitas saat ini menjadi ajang untuk mencari momentum breakout berikutnya.

Satu hal yang pasti: Bitcoin masih menjadi pusat perhatian dunia kripto, dan setiap pergerakannya tetap memegang kunci arah pasar aset digital global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 19 September 2025: Bitcoin Potensi Cetak Rekor Lagi!

Pasar kripto hari ini, Jumat (19/9) tengah bergairah dengan beragam sentimen positif. Bitcoin berpotensi cetak rekor baru usai pemangkasan suku bunga The Fed, didukung lonjakan posisi beli berjangka.

Solana juga meniru reli BNB dengan target jangka pendek di $295 dan peluang menembus $540 lewat pola cup and handle. Sementara itu, Tokocrypto menghadirkan program LAUNCH-DROP SOON berhadiah Rp75 juta bagi pemegang TKO. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Tiga Syarat Penentu Rekor Baru Bitcoin

  • ​The Fed pangkas suku bunga; Bitcoin berpotensi naik.
  • ​Posisi beli berjangka melonjak, harga berjangka di atas harga spot.
  • ​Rekor tertinggi baru jika premi berjangka dan bunga terbuka naik dalam dua minggu.

Solana Meniru Kenaikan BNB, Potensi Capai Rekor Tertinggi Baru

  • ​Mencerminkan reli BNB 2024-25, SOL mengincar $295.
  • ​Harga SOL bisa naik 20% dalam beberapa minggu.
  • ​Pola cup and handle tunjukkan target kenaikan SOL mendekati $540.

Ikut LAUNCH-DROP SOON Raih Hadiah Rp75 Juta*

15 ETF Kripto Bisa Disetujui SEC Lebih Cepat

  • ​XRP, SHIB & HBAR adalah 15 aset kripto yang memenuhi syarat untuk peluncuran ETF lebih cepat.
  • ​Hal ini terjadi setelah SEC AS menyetujui standar pencatatan generik untuk ETF kripto.
  • Harga XRP, SHIB, dan HBAR naik lebih dari 4%.

Performa Chainlink Terbaik Wejak 2021, Target LINK $100

  • ​Harga LINK naik 82,5% kuartal ini, terkuat sejak Q1 2021.
  • ​Pola cup and handle 45 bulan targetkan LINK mendekati $125.
  • ​Adopsi RWA dan dominasi Oracle dukung harga LINK di atas $100.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tarik-ulur harga yang ketat.

Data terbaru di Tokocrypto pada Minggu (21/9) memperlihatkan bahwa harga BTC berada di level $115,610.52 per koin, nyaris tidak bergerak dengan penurunan tipis -0,04% dalam 24 jam terakhir.

Meski koreksi harian terlihat kecil, dinamika pasar kripto saat ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Bitcoin sedang bersiap melanjutkan reli, atau justru terancam koreksi lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harian: Stabil tapi Rawan

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $115,519.08 (terendah) hingga $116,191.15 (tertinggi).

Rentang ini cukup sempit, menandakan adanya fase konsolidasi. Dengan kapitalisasi pasar $2,303.34 miliar USD dan volume perdagangan harian $23.27 miliar, BTC tetap menjadi jangkar utama industri kripto.

Namun, penurunan volume perdagangan juga bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang menahan diri, menunggu katalis besar berikutnya.

Tren Jangka Pendek dan Menengah

Jika melihat riwayat harga, Bitcoin masih memperlihatkan performa campuran:

  • Harian: turun tipis -0,04%
  • 7 hari terakhir: melemah -0,19%
  • 30 hari terakhir: naik +2,42%
  • 60 hari terakhir: terkoreksi -2,73%
  • 90 hari terakhir: menguat signifikan +13,86%

Artinya, meski jangka pendek memperlihatkan sedikit pelemahan, secara jangka menengah tren masih cenderung positif.

BTC berhasil mempertahankan posisi kuat di atas $115.000, bahkan setelah sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Alasan Harga Bitcoin Menurun

Beberapa faktor utama yang mendorong pelemahan tipis BTC hari ini antara lain:

  1. Likuiditas Pasar Menyusut
    Volume perdagangan harian yang menurun ke $23,27 miliar menunjukkan berkurangnya minat beli. Investor cenderung wait and see menjelang data ekonomi global baru.
  2. Tekanan Makroekonomi
    Ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Jangka Pendek
    Setelah reli panjang dalam 90 hari terakhir yang mengangkat BTC lebih dari +13%, aksi ambil untung (profit-taking) dari investor jangka pendek mulai terlihat.
  4. Level Psikologis $120,000
    Gagalnya BTC menembus kembali resistance kuat di sekitar $120,000 membuat pasar sedikit kehilangan momentum, sehingga harga bergerak datar.

Analisis Pasar dan Proyeksi Harga

Dengan 19,92 juta BTC yang sudah beredar atau sekitar 94,87% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin langka.

Namun, kelangkaan ini justru memperbesar spekulasi dan volatilitas harga.

  • Skenario Bullish:
    Jika BTC mampu bertahan di atas support $115,000, peluang untuk kembali menguji level $118,000 hingga $120,000 masih terbuka. Katalis positif seperti arus masuk dana institusi atau sentimen regulasi yang lebih ramah dapat mendorong reli lebih lanjut.
  • Skenario Bearish:
    Jika harga tembus di bawah $114,500, pasar bisa menyaksikan koreksi yang lebih dalam, dengan target berikutnya di kisaran $110,000. Sentimen negatif dari ekonomi global atau tekanan regulasi bisa memperkuat skenario ini.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Bitcoin di Persimpangan Jalan

Meski terlihat stabil di $115,610, kondisi pasar Bitcoin saat ini sedang berada di persimpangan.

Investor dihadapkan pada dilema: apakah menunggu momentum bullish baru atau bersiap menghadapi koreksi jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,3 triliun, BTC tetap menjadi jangkar industri kripto. Namun, arah selanjutnya sangat ditentukan oleh kekuatan pembeli menghadapi tekanan global.

Satu hal yang pasti: volatilitas tetap menjadi “jiwa” Bitcoin. Dan seperti biasa, pasar bisa berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

Intinya, Bitcoin hari ini seolah tampak tenang di permukaan, tetapi potensi gelombang besar bisa segera datang.

Apakah akan mengarah ke reli baru atau koreksi lebih dalam, investor perlu bersiap sejak sekarang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com