Tag Archives: bitcoin

Top 5 Kripto Cadangan Strategis AS Hari Ini

Cadangan strategis kripto Amerika Serikat semakin jadi sorotan. Laporan terbaru menampilkan lima aset digital yang menempati posisi puncak sebagai bagian dari “US Strategic Crypto Reserve” berdasarkan kapitalisasi pasar. Daftar ini menegaskan peran kripto bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga aset strategis yang diperhitungkan dalam ekonomi digital global.

1. Bitcoin (BTC)

Dengan harga menembus $115,972 per BTC, Bitcoin tetap menjadi raja kripto. Kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari $2,3 triliun, menjadikannya tulang punggung cadangan kripto AS. Likuiditas tinggi dengan volume perdagangan harian di atas $29 miliar memperkuat posisinya sebagai aset strategis nomor satu.

2. Ethereum (ETH)

Sebagai blockchain smart contract terbesar, Ethereum diperdagangkan di harga $4,470 dengan kapitalisasi pasar $539 miliar. Kenaikan mingguan +4,54% menunjukkan bahwa ETH masih jadi motor utama sektor DeFi dan NFT, sehingga wajar masuk dalam cadangan strategis AS.

3. XRP (XRP)

XRP

Token yang banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara ini kini di harga $2,98 dengan market cap mencapai $178 miliar. Meski sering berhadapan dengan regulasi ketat, XRP menunjukkan reli +4,95% dalam sepekan terakhir, membuktikan kekuatan fundamentalnya di sektor pembayaran global.

Baca juga: Top Token Cadangan Strategis Kripto AS Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

4. Solana (SOL)

Dikenal sebagai “Ethereum Killer,” Solana diperdagangkan di harga $237,64 dengan kapitalisasi pasar $129 miliar. Ekosistem DeFi, NFT, dan game di Solana berkembang pesat, menjadikannya salah satu blockchain tercepat yang dipercaya masuk cadangan strategis.

5. Cardano (ADA)

cardano
cardano

Meski harganya relatif rendah di $0,89, Cardano berhasil masuk daftar dengan kapitalisasi pasar $32 miliar. Dengan roadmap teknologi yang terus diperbarui, ADA dipandang sebagai aset kripto berkelanjutan dengan adopsi global yang kian meluas.

Masuknya Bitcoin, Ethereum, XRP, Solana, dan Cardano dalam daftar cadangan strategis AS menegaskan bahwa kripto bukan sekadar tren, melainkan pilar baru dalam sistem keuangan digital global. Investor ritel dan institusi kini semakin yakin bahwa aset digital punya peran strategis di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali mengalami tekanan harga di tengah volatilitas pasar.

Data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (20/9) menunjukkan bahwa BTC diperdagangkan di level $115,517.04 per koin, mencatat penurunan sebesar -1,28% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar senilai $2,301,48 miliar USD, Bitcoin tetap memimpin pasar kripto global, namun tren penurunan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar fluktuasi jangka pendek, atau tanda dimulainya fase koreksi yang lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harga Bitcoin: Antara Resistensi dan Tekanan Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $115,141.82 (terendah) hingga $117,140.42 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas harian yang cukup ketat, dengan tekanan jual mendominasi.

Meski harga saat ini masih jauh di atas level psikologis $100,000, tren penurunan kecil tetapi konsisten dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran investor.

Secara mingguan, BTC mengalami penurunan -0,36%, memperlihatkan adanya hambatan pertumbuhan meski kapitalisasi pasar tetap solid.

Riwayat Harga 30–90 Hari: Naik-Turun dalam Gelombang Pasar

  • 30 hari terakhir: BTC justru sempat menguat +1,34%, menandakan adanya sentimen positif di awal bulan.
  • 60 hari terakhir: harga terkoreksi -1,44%, menunjukkan pola sideways dengan kecenderungan lemah.
  • 90 hari terakhir: BTC masih unggul +12,88%, membuktikan bahwa dalam jangka menengah tren masih berada di wilayah bullish.

Dengan pola ini, terlihat jelas bahwa pasar sedang berada di fase tarik ulur antara dorongan naik jangka menengah dan tekanan koreksi jangka pendek.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rekor Tertinggi Jadi Tolok Ukur

Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Penurunan saat ini sebesar hampir 7% dari ATH menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pasar kesulitan menembus kembali level tersebut.

Para analis menilai, jika BTC terus gagal melewati level resistance di atas $120,000, koreksi yang lebih dalam bisa saja terjadi.

Faktor yang Memengaruhi Penurunan

  1. Likuiditas Menurun
    Volume perdagangan harian BTC kini berada di angka $37,20 miliar, lebih rendah dibandingkan beberapa pekan lalu. Turunnya volume ini menandakan melemahnya minat beli, sehingga penjual lebih dominan.
  2. Ketidakpastian Makroekonomi
    Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakstabilan ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Pasar
    Walau optimisme jangka panjang masih kuat, berita-berita regulasi dan aksi ambil untung dari investor besar bisa memicu koreksi singkat.

Analisis Pasar

Dengan suplai beredar mencapai 19,92 juta BTC atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

Namun, kondisi ini tidak selalu membuat harga stabil. Justru, semakin dekat dengan batas suplai maksimal, volatilitas bisa meningkat akibat spekulasi.

Bagi investor jangka panjang (HODLers), penurunan -1,28% dalam sehari hanyalah “riak kecil” di lautan tren besar.

Namun, bagi trader jangka pendek, pergerakan harga ini adalah sinyal waspada bahwa pasar bisa saja bergerak lebih tajam dalam beberapa hari mendatang.

Prospek ke Depan

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $115,000, ada peluang untuk kembali menguji resistance di $118,000–$120,000.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah $114,000, tren bearish jangka pendek bisa menguat dan membawa BTC mendekati $110,000.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Koreksi atau Awal Aksi Jual Besar?

Harga Bitcoin saat ini memperlihatkan dinamika khas pasar kripto: volatil, penuh kejutan, dan sarat spekulasi.

Penurunan -1,28% dalam 24 jam terakhir belum bisa disebut sebagai tren bearish yang besar, tetapi cukup untuk memunculkan keraguan di kalangan investor.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih menjadi jangkar utama industri kripto. Namun, perjalanan menuju ATH baru mungkin akan penuh tantangan.

Investor perlu mencermati level support dan resistance kunci, serta mengantisipasi faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi arah harga dalam waktu dekat.

Meski Bitcoin tergelincir tipis, magnet utamanya sebagai “emas digital” belum luntur.

Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda sebelum reli besar berikutnya, atau awal dari penurunan panjang? Pasar akan segera menjawabnya.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Setelah mengalami kenaikan beberapa saat, harga Bitcoin (BTC) dipaksa turun ke level $116,950.01 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,329.99 miliar USD.

Meski secara jangka panjang Bitcoin masih berada pada tren positif, dalam 24 jam terakhir harga mengalami koreksi tipis sebesar -0.26%.

Koreksi ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada pada fase konsolidasi setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di $124,457.12.

Dalam rentang 24 jam terakhir, pergerakan BTC cukup terbatas, dengan level terendah di $116,695.89 dan tertinggi di $117,911.79.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Analisis Posisi Pasar Bitcoin

Saat ini, Bitcoin masih berada di peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan total kapitalisasi $2,33 triliun USD, Bitcoin menguasai hampir 50% dari total pasar kripto secara global.

Namun, data pergerakan harga terbaru memperlihatkan adanya fase tarik-ulur antara buyer dan seller.

Di satu sisi, investor ritel masih optimis pada potensi jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value).

Namun di sisi lainnya, tekanan makroekonomi justru membuat momentum bullish sedikit tertahan.

Faktor yang Menurunkan Harga Bitcoin

1. Tekanan dari Kebijakan The Fed

Penurunan tipis BTC dalam beberapa hari terakhir tidak bisa dilepaskan dari kebijakan moneter Amerika Serikat.

The Federal Reserve baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 bps, namun masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap inflasi.

Ketidakpastian arah kebijakan ini membuat investor lebih berhati-hati, khususnya mereka yang mengelola portofolio besar.

2. Aksi Ambil Untung di Level Rekor

Setelah Bitcoin mencatat rekor tertinggi baru di atas $124 ribu, banyak investor jangka pendek melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Hal ini wajar terjadi dalam pasar yang sangat volatil, dan biasanya menjadi bagian dari siklus alami koreksi.

3. Tekanan dari Pasar Tradisional

Selain faktor internal kripto, kondisi pasar saham global yang berfluktuasi juga memengaruhi.

Risiko resesi ringan di AS serta ketidakpastian geopolitik membuat beberapa investor lebih memilih aset aman seperti emas dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto.

4. Tingginya Aktivitas Derivatif

Data on-chain juga memperlihatkan tingginya volume perdagangan derivatif, termasuk futures dan opsi. Saat leverage terlalu tinggi, pergerakan harga cenderung lebih liar, sehingga koreksi tajam bisa terjadi dalam waktu singkat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meski ada penurunan jangka pendek, banyak analis melihat posisi Bitcoin saat ini sebagai fase konsolidasi sehat.

Selama harga Bitcoin tetap bertahan di atas level psikologis $110.000, tren bullish jangka menengah masih terjaga.

Beberapa faktor yang bisa menjadi katalis positif ke depan:

  • Adopsi institusional meningkat: ETF Bitcoin spot yang terus mengalirkan dana baru.
  • Momentum halving 2024 yang masih berpengaruh: Sejarah menunjukkan harga BTC cenderung naik dalam 12–18 bulan setelah halving.
  • Pelonggaran moneter global: Jika bank sentral semakin agresif menurunkan suku bunga, Bitcoin bisa diuntungkan sebagai aset dengan pasokan terbatas.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Harga Bitcoin di level $116.950 saat ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, namun tren jangka panjang tetap terjaga.

Penurunan -0.26% dalam 24 jam terakhir mencerminkan fase konsolidasi wajar setelah reli panjang.

Investor disarankan tetap waspada pada volatilitas jangka pendek, terutama terkait keputusan makroekonomi global.

Namun bagi investor jangka panjang, level saat ini masih dianggap menarik untuk akumulasi bertahap.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap kokoh di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih memegang status sebagai raja aset digital, dan konsolidasi ini bisa menjadi batu loncatan menuju reli berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 22-26 September 2025: Bitcoin Decoupling dari data AS secara perlahan

Prediksi Seminggu ini dalam artikel Tren Bitcoin sebelumnya, akurat. juga termasuk laggingnya, itu sebabnya saya tidak menghapus garis:

Secara data:

1. House Price Index Tiongkok naik✅

2. NY State Empire Index turun

3. Retail Sales Naik.✅

Ini lucu banget sih, forecast turun tapi kita tetep prediksi naik. dan bener. Alasannya karena formula dia ngitung retail salesnya bucuk. ingat ngga tweet ini: 

4. NAHB tetap di 32.

Inilah hot takes -nya saya, Jika NAHB naik saja saya prediksi DXY naik sedikit, apalagi kalau NAHB ngga naik, parahnya itu adalah angka yang sudah berbulan-bulan. Bayangin ajah tuh, dan NAHB adalah dasar, NAHB turun, kecenderungan data perumahan lain turun juga. Buktinya adalah Housing Starts

5. Housing starts turun.

Saya tulis di artikel sebelumnya, apapun hasil housing starts mau naik mau turun, tidak akan berefek banyak karena ini adalah hari FOMC. DXY junam tapi Bitcoin tetap di 115K pada jam itu. Maka itu saya claim prediksi ini benar. 

6. FOMC Potong 25bps dan kita prediksi Pump and dump and pump

7. Claim data turun

8. Philadelphia Fed Index Woles

9. CPI Jepang Stuck

10. BOJ menahan suku bunga.

Ini hot takes-nya sama jika BoJ menahan suku bunga saja Bitcoin naik apalagi menurunkan suku bunga. 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan: 

Senin, 22 September 2025

09.00 WITA – Suku Bunga Pinjaman Premium Tiongkok 

Dunia ini satu, sistemnya sama. Yaitu sumber utama liquidity bukanlah uang, bukanlah emas, tapi utang. Jika Suku Bunga turun maka Jumlah edar uang naik, cara memahaminya sederhana, Suku bunga naik adalah burning koin, dan suku bunga turun adalah unlocked koin.

Tetapi secara sistem berbeda karena Suku Bunga naik tidak membakar jumlah edar uang tetapi hanya mengunci angkanya, itu sebabnya sistem keuangan perlu inflasi agar uangnya tetap bernilai dan agar tetap bernilai maka harus terus ada utang, utang adalah lubang inflasi yang dibuat disetiap penduduk, caranya dengan menyentuh kebutuhan hidup seseorang yang paling dasar yaitu Papan atau Tempat Tinggal, yang diproses dalam bentuk kredit kepemilikan rumah.

Maka Uang yang sejatinya adalah store of value dirubah menjadi alat untuk mentrasnfer nilai, sehingga Uang yang kita pegang bukanlah uang namun surat utang yang dicetak bank sentral dengan janji menjaga nilainya, namun alih-alih menjaga nilainya bank sentral merampok nilainya lewat inflasi.

Maka Jika Suku Bunga Pinjaman Premium Tiongkok dipelihara 3% saja, jumlah edar uangnya sudah pasti naik, apalagi jika turun, pada keadaan deflasi ini, belum ada kemungkinan suku bunga pinjaman premium Tiongkok akan naik menurut saya. Jika Loan Prime Rate turun maka DXY turun, dan Bitcoin naik. alasannya harga barang made in Tiongkok akan lebih murah lagi dan merampok pasar AS apalagi dengan catatan pembayaran barang tersebut tidak menggunakan dollar. 

20.30 WITA – Chicago Fed National Activities

Chicago Federal Fed Index adalah ukuran untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di 5 provinsi seperti Indiana, Wincousin, Iowa, Illinois dan Michigan. Jika index ini naik maka DXY naik, jika Index ini turun maka Bitcoin naik. Kenapa? karena Chicago adalah kota penting yang punya bagian besar dalam pertumbuhan nasional. Itu sebabnya dapat menjadi acuan karena memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam. 

Kira- Kira Begini Candle Hari Senin:

Chicago Fed turun artinya selama masih minus atau pergerakannya woles seperti diantara -18 atau -17 atau -16 itu tetap dipertimbangkan turun. 

Selasa, 23 September 2025  

21.45 WITA -S&P Global Manufacturing PMI

S&P Global Manufacturing PMI adalah survey belanja pabrik-pabrik di AS yang masuk kedalam daftar Standard and Poor 500 di Bursa Saham AS. Jika Manufacturing PMI naik maka DXY naik, jika Manufacturing PMI turun maka Bitcoin yang naik. Why? karena Fed tidak boleh hawkish jika melihat pengangguran turun akibat dari melambatnya belanja perusahaan yang akan membuat belanja masyarakat juga melambat. Ingat melonggarnya kebijakan Fed (Dovish) artinya jumlah edar uang naik.

Kira-kira begini Candle hari Selasa:

Rabu, 24 September 2025

22.00 WITA – New Home Sales

New Home Sales adalah jumlah rumah baru yang terjual di bulan itu. Menurut saya ini sederhana jika seperti pelajaran yang kita ambil bahwa Presiden Trump tidak mempolitisasi data sebesar Presiden Biden. Maka kita dapati Index Asosiasi Pembangunan Rumah stagnan (NAHB) dibarengi jumlah pembangunan rumah baru turun (Housing Starts), maka prediksi saya Jumlah Penjualan Rumah Baru turun (New Home Sales), Perhatikan Postingan Powell ini: 

Rumah adalah giffen goods, semakin banyak dibangun, harganya bukan semakin turun tetapi semakin naik. Maka pernyataan Powell tentang kekurangan rumah di seluruh Amerika sedangkan banyak orang dideportasi bukanlah untuk menurunkan harga rumah tetapi untuk menambah jumlah hodler dollar.

Agar inflasi dapat ditransfer ke pencicil KPR tersebut. Sehingga AS harus mendatangkan imigran yang mau mencicil rumah untuk menjaga demand dollar tetap ada, karena dollar bukanlah uang namun utang. Jika New Home Sales naik maka DXY naik jika New Home Sales turun maka Bitcoin yang naik, Saya prediksi New Homes Sales turun. 

Kira-kira begini candle hari Rabu: 

Kamis, 25 September 2025

20.30 WITA – GDP

Rumusnya sederhana jika GDP naik maka inflasi naik, kenapa? karena dalam pertumbuhan GDP tidak dimasukkan pertumbuhan utang. Prediksi Saya GDP AS akan naik karena inflasi naik. Jika GDP naik, DXY naik, tetapi kenaikan DXY karena kenaikan Jumlah hutang nasional tidaklah perlu dikhawatirkan. 

22.00 WITA – Existing Home Sales

Kita dapati NAHB stagnan, Housing Starts turun, Prediksi New Home Sales jatuh, dan boleh jadi Existing home sales turun secara logika. Tetapi dalam runtutan data itu selalu harus ada yang di dapuk sebagai kabar gembira. Bitcoin sudah diprediksi naik dalam beberapa hari kebelakang, menurut saya harus ada kalem dulu dan ini dibarengi oleh Prediksi GDP yang naik dan prediksi jumlah pengangguran yang turun.

Maka saya kira hari Kamis Candlenya woles, kira-kira seperti ini: 

Jumat, 25 September 2025

20.30 WITA – Personal Consumption Expenditure

CPI adalah inflasi ke konsumen

PPI adalah inflasi ke produsen

Sedangkan PCE adalah pengaruh inflasi terhadap belanja pribadi. Mau senaik apapun barangnya, jika masyarakat masih mampu belanja maka Fed akan tetap hawkish. Itu sebabnya trading itu tidak diajarkan disekolah karena kalau semua orang pinter trading, siapa yang kerja? Kemiskinan itu membuat orang bersatu, orang kaya ngga bisa bersatu. Coba lihat bangsa Arab itu, kurang apa, tetapi mereka saling menghamba pada Amerika.

Maka itu kadang-kadang Myanmar itu dibuat tetap miskin karena kalau kaya, nanti mereka minta merdeka dari pemerintah Junta. Apapun yang dilakukan pemerintah kita harus selamat dari menjadi exit liquidity, apapun mau pemerintah pasti akan terjadi, kan ngga mungkin mencegah pemerintah dari gaya hidupnya yang gendeng itu, masa alokasi dana pijat 30 juta, udah edan. Pemerintah AS itu kalau meeting kan ga mau di hotel bintang tiga pasti di hotel luhuri. 

Berikut Bocoran PCE: 

Bank of America 2,7% Core 2,9%

Barclays 2,7% Core 2,9%

Employ America 2,7% Core 2,9%

Goldman Sachs 2,7% Core2,9%

Nomura 2,7% Core 2,9%

Oxford 2,7% Core 2,9%

TD Securities Core 2,7% Core 2,9%

Median 2,7% Core 2,9%

Bulan Lalu 2,6% Core 2,9%

Perhatikan ini, Core PCE yang tidak naik tetapi PCE yang naik artinya inflasi naik karena komponen luar negeri, biasanya karena minyak, karena kita dapati minyak tidak naik signifikan dan cadangan minyak AS naik kencang, maka alasan minyak tidaklah dapat dipilih untuk saat ini. Sehingga alasan kenaikan PCE adalah Tariff. Bagaimana saya tahu? Powell dengan Jumawa menyatakan bahwa inflasi naik bukan karena strategi Fed, tetapi naik karena Tariff. Powell dalam pidatonya menyombingkan diri dengan mengatakan bahwa “We were right to wait” : 

22.00 WITA- Unmich 1 Year Inflation 

Unmich 1 Year 2 Minggu lalu stagnan di 4,8%, menurut saya itu adalah bottom Unmich dan dari sini Unmich akan kembali naik karena Fed sudah potong suku bunga. 

Pada 2 Minggu lalu Unmich 5 tahun naik dari 3,5% ke 3,9% tanda bahwa inflasi double digit adalah nyata. Pemerintah AS akan mencari exit liquidity baru yaitu Senjata, Mata Uang lain dan Bitcoin, dan itu sudah dalam proses, perhatikan kekacauan dunia yang terjadi. 

Terimakasih sudah membaca. 

Semua analisa saya adalah cocoklogi, saya pas-paskan berdasarkan narasi sesuka mood hati saya, jika benar itu hanyalah kebetulan, hanya hoki dan jarang sekali terulang, jika salah memang sewajarnya begitu karen ini hanya fiksi berfakta. Sehingga menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan pasti rugi serta sesat, karena ini semua bukanlah nasehat keuangan, tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya juga karena didunia ini tak ada yang bisa dipercaya kecuali duit. 

Udah gede kamu, anakmu mau kelas 3 SD, masih ajah disuruh DYAR, DYER, DYOR. Mendewasalah. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Bitcoin (BTC) kembali mencatat pergerakan harga yang solid di pasar kripto.

Pada perdagangan terbaru, BTC diperdagangkan di level $117,243.77 per koin, naik tipis sebesar +0.08% dalam 24 jam terakhir.

Meski kenaikan harian terlihat moderat, secara keseluruhan Bitcoin masih memegang posisi kuat sebagai pemimpin pasar kripto dengan kapitalisasi mencapai $2,335.78 miliar USD.

Pergerakan harga BTC dalam 90 hari terakhir memperlihatkan tren menguat signifikan dengan lonjakan hingga +11.89%, meskipun sempat terkoreksi sekitar -0.62% dalam 60 hari terakhir.

Rekor tertinggi Bitcoin saat ini masih tercatat di $124,457.12, yang tidak terlalu jauh dari level harga saat ini.

Dengan sirkulasi pasokan 19.92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, pasar terus menunjukkan keyakinan terhadap kelangkaan aset digital ini.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Fondasi Kenaikan Harga Bitcoin

Ada beberapa faktor utama yang mendukung stabilnya reli harga Bitcoin hingga menembus kisaran $117 ribu:

  1. Sentimen Makroekonomi Positif
    Tren suku bunga global yang mulai stabil, bahkan kemungkinan penurunan di beberapa negara maju, memberikan dorongan besar bagi aset berisiko seperti kripto. Investor kembali melihat Bitcoin sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, sekaligus sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian pasar saham.
  2. Adopsi Institusional yang Menguat
    Masuknya dana besar melalui ETF Bitcoin spot dan semakin banyaknya perusahaan publik yang menambahkan BTC ke portofolio keuangan mereka menjadi katalis utama. Kapitalisasi pasar BTC yang tembus di atas $2,3 triliun menunjukkan bahwa Bitcoin kini bukan lagi aset spekulatif semata, melainkan instrumen investasi yang semakin mapan.
  3. Kelangkaan Pasokan
    Dengan 94.87% total supply sudah beredar, Bitcoin semakin langka di pasar. Hal ini diperkuat oleh aksi akumulasi dari investor jangka panjang (whales) yang memilih menyimpan BTC mereka, sehingga mengurangi likuiditas di bursa. Kondisi ini menciptakan tekanan permintaan yang lebih tinggi dibanding pasokan.
  4. Kedekatan dengan Rekor Tertinggi
    Level harga tertinggi sepanjang masa di $124,457.12 hanya berjarak sekitar 6% dari harga saat ini. Kedekatan ini memicu optimisme bahwa BTC akan segera menguji level resistance psikologis tersebut, memicu FOMO (fear of missing out) di kalangan investor baru.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Perbandingan Performa Harga

Dalam beberapa rentang waktu, performa BTC menunjukkan tren positif:

  • Hari ini: naik tipis +0.03% atau sekitar $37.71.
  • 30 hari terakhir: menguat +1.74% dengan tambahan lebih dari $2,000.
  • 90 hari terakhir: lonjakan impresif +11.89% atau sekitar $12,442.39.

Meski ada sedikit tekanan di periode 60 hari dengan penurunan -0.62%, tren jangka menengah tetap mengarah naik.

Hal ini memperlihatkan bahwa koreksi minor hanyalah bagian dari konsolidasi pasar sebelum menguji level lebih tinggi.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Dengan dukungan fundamental yang kuat, peluang Bitcoin untuk kembali menembus rekor tertinggi terlihat cukup besar.

Beberapa analis memperkirakan harga BTC bisa menyentuh kisaran $125,000 – $130,000 dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika arus masuk dari ETF dan investor institusional terus meningkat.

Namun, investor juga perlu mewaspadai faktor risiko seperti regulasi baru di sektor kripto, potensi aksi ambil untung ketika BTC mencapai level ATH, serta kondisi makroekonomi global yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: Menari di Atas Gelombang Volatilitas, Harga Bitcoin Turun Tipis

Bitcoin kembali menegaskan posisinya sebagai raja aset digital dengan pergerakan harga yang stabil di atas $117 ribu.

Dukungan sentimen makro positif, arus investasi institusional, serta kelangkaan pasokan menjadi motor utama reli ini.

Dengan tren yang masih mengarah naik, BTC berpotensi kembali mencetak sejarah baru dalam waktu dekat.

Optimisme pasar tetap tinggi, dan sekali lagi Bitcoin menunjukkan bahwa statusnya sebagai emas digital bukan hanya sekadar narasi, melainkan realitas yang kini diakui oleh investor global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BI Rate Turun 25 Basis Poin, Apa Artinya untuk Pasar Kripto?

Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00%. Pemotongan suku bunga pada bulan Agustus ini menjadi kali ke empat BI memotong suku bunga acuan di tahun ini.

Langkah ini diambil BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang rendah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, BI juga memberi sinyal bahwa masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut, tergantung pada proyeksi inflasi dan stabilitas nilai tukar kedepannya.

Bagi investor kripto yang selalu menantikan pemotongan suku bunga The Fed, pasti penasaran bagaimana pengaruh dari pemotongan suku bunga ini terhadap pasar kripto.

Lalu apa saja sebenarnya pengaruh suku bunga acuan BI dan apakah pemotongan suku bunga acuan ini berpengaruh terhadap pasar kripto, seperti suku bunga The Fed? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu BI Rate?

BI rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga acuan ini menjadi referensi utama bagi perbankan dalam menetapkan suku bunga kredit dan deposito.

Singkatnya seperti ini:

Jika BI Rate naik, bunga kredit ikut naik → konsumsi dan investasi bisa melambat → inflasi ditekan

Jika BI Rate turun, bunga kredit turun → konsumsi dan investasi naik → ekonomi terdorong

BI Rate juga jadi acuan dalam penentuan instrumen pasar uang seperti SBN, SRBI, dan DNDF, serta jadi pertimbangan investor asing dalam menilai daya tarik Rupiah.

BI-Rate Agustus 2025. Sumber: Bank Indonesia

Dikutip dari rilis resmi Bank Indonesia (BI), penurunan 25 basis poin menjadi 5,00% di bulan Agustus ini sejalan dengan inflasi yang tetap rendah dalam target 2,5±1%, stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekaligus merespon atas kondisi ekonomi global seperti: ekonomi dunia melemah akibat tarif resiprokal AS yang meluas ke 70 negara, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed meningkat, dan ketidakpastian global.

Sepanjang perjalanannya, BI rate sendiri kerap mencerminkan kondisi makroekonomi Indonesia. Misalnya, selama masa pandemi COVID-19 (2020–2021), Bank Indonesia (BI) secara agresif menurunkan BI-Rate untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh krisis global—dengan total lima kali pemotongan sepanjang tahun 2020.

Baca juga: 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

Pahami Terlebih Dulu: Pengaruh BI Rate Dibanding The Fed Rate

Meski BI Rate memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik, investor global cenderung menaruh perhatian lebih besar pada arah kebijakan suku bunga The Fed. Mengapa demikian?

Salah satu alasannya adalah skala dan dampak sistemik dari ekonomi Amerika Serikat terhadap pasar keuangan dunia. Perubahan kecil pada Fed Funds Rate bisa mengguncang pasar modal, memicu arus modal keluar dari negara berkembang, dan memengaruhi nilai tukar berbagai mata uang—termasuk Rupiah.

Baca juga: Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

Lalu Bagaimana BI Rate Terhadap Pasar Kripto?

Secara historis, kebijakan moneter Indonesia seperti BI Rate tidak memiliki hubungan kausalitas langsung dengan pergerakan harga pasar kripto.

Sebab investor pasar kripto lebih memperhatikan faktor yang lebih besar, yaitu kebijakan moneter global—seperti suku bunga acuan The Fed.

Tapi, penurunan suku bunga biasanya menyebabkan depresiasi Rupiah, karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri dan melepas Rupiah. Sehingga nilai tukar dari Rupiah terhadap Dolar AS menjadi melemah.

Jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar melemah, secara tidak langsung harga kripto terhadap Rupiah tentu akan naik—sebab umumnya pasar kripto menggunakan Dolar sebagai pasangan dagang utama.

Sebagai studi kasus, mari kita lihat data berikut:

Tanggal BTC/USD USD/IDR BTC/IDR
1 Januari 2025 $94,560.20 16,090.00 Rp1,544,354,048
1 Mei 2025 $96,499.30 16,600.00 Rp1,602,599,936
Data historis diambil dari: Investing.com

Ketika Bitcoin menguat terhadap pasangan dagang utamanya—Dolar AS (USD) dan Rupiah melemah terhadap USD, harga Bitcoin dalam Rupiah (BTC/IDR) cenderung mengalami kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan harga Bitcoin dalam USD (BTC/USD).

Ini terjadi karena dua faktor yang saling memperkuat: Kenaikan harga Bitcoin dalam USD, dan Depresiasi Rupiah terhadap USD.

Jika dilihat dari tabel harga di atas, antara Januari dan Mei 2025, BTC/USD naik 2,1%, USD/IDR naik 3,2%, sehingga BTC/IDR naik sekitar 3,8%—lebih tinggi dari kenaikan BTC/USD.

Bagi kamu yang ingin memiliki eksposur terhadap Dolar AS atau aset lindung nilai seperti emas, di Tokocrypto, kamu bisa mulai trading aset kripto setara USD seperti USDT dan USDC, atau eksposur emas digital seperti PAX Gold dengan 0% trading fee lho!

Penutup

Penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00% mencerminkan langkah Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang terkendali. Meski tidak berdampak langsung pada pasar kripto, kebijakan ini berpotensi memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

Ketika suku bunga turun, Rupiah berpeluang melemah karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri. Akibatnya, harga aset kripto dalam Rupiah bisa naik—bukan hanya karena larinya likuiditas Rupiah ke pasar kripto, tapi karena depresiasi Rupiah.

Perlu dicatat, ini hanya berlaku jika The Fed tidak menurunkan suku bunga, namun seperti yang disebutkan di atas, pemotongan suku bunga BI adalah langkah antisipasi penurunan suku bunga The Fed. 

Jadi harus tetap pantau terus arah kebijakan moneter global, karena jika The Fed juga memangkas suku bunga, tekanan terhadap Rupiah bisa berkurang. Dalam skenario tersebut, apresiasi aset kripto mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental dan sentimen pasar, bukan sekadar pelemahan mata uang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber gambar: Bank Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 18 September 2025: Fed Pangkas Suku Bunga, BTC Naik?

Pasar kripto hari ini, Kamis (18/9) bergerak beragam setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, dengan Bitcoin sempat naik sebelum terkoreksi lebih dari 1%. Meski begitu, sebagian trader tetap optimis BTC bisa kembali menuju $120K–$125K pasca-FOMC, ditopang sentimen bullish dari data opsi.

Di sisi lain, kabar menarik datang dari Tuttle Capital yang mengajukan ETF untuk BONK, SUI, dan Litecoin, mendorong harga ketiganya naik lebih dari 3%. Sementara itu, rumor kembalinya CZ ke Binance usai perubahan bio X memicu reli BNB 5% ke rekor $960. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Pasar Kripto Bereaksi Beragam Pasca Keputusan Suku Bunga FED

  • Powell pangkas suku bunga 0,25% karena lemahnya data pekerjaan & risiko inflasi.
  • Bitcoin dan kripto lain sempat naik, lalu langsung turun lebih dari 1% setelah FOMC.
  • Powell tegaskan independensi Fed saat menanggapi tekanan Trump.

Akankah Bitcoin Kembali ke $120K, Pasca-FOMC?

  • Trader Bitcoin targetkan kenaikan ke $120.000 bahkan $125k setelah FOMC.
  • Data opsi BTC menunjukkan sentimen bullish mendominasi pasar.
  • Powell beri sinyal tak perlu terburu-buru pangkas suku bunga, BTC koreksi.

Ikut LAUNCH-DROP SOON Raih Hadiah Rp75 Juta*

BONK, SUI & LTC Melonjak Setelah Tuttle Capital Ajukan ETF

  • Tuttle Capital mengajukan ETF Bonk, Sui, dan Litecoin.
  • Perusahaan itu mengajukan ETF Blast Income yang menghasilkan pendapatan dari penyebaran kredit.
  • Harga BONK, SUI, dan LTC naik lebih dari 3% karena pengajuan tersebut.

Rumor Kembalinya CZ ke Binance Membuat BNB Melonjak 5%

  • CZ mengubah bio X-nya kembali ke @binance, hampir dua tahun setelah mundur.
  • Rumor muncul karena Binance dilaporkan hampir sepakat dengan DOJ.
  • Harga BNB naik 5% ke rekor $960, dengan open interest berjangka di atas $1,83 miliar.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Bitcoin (BTC), raja kripto yang terus mendominasi pasar global, kembali menunjukkan taringnya dengan lonjakan harga harian +1,35%.

Saat ini, BTC diperdagangkan di level $116,764 per koin, dengan kapitalisasi pasar fantastis mencapai $2,326 miliar.

Volume perdagangan 24 jam yang menembus $46 miliar menandakan geliat transaksi yang sangat aktif, menegaskan bahwa Bitcoin masih menjadi pilihan utama investor di tengah dinamika pasar kripto.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Mendingin, Bitcoin Diam di $114K

Posisi Pasar Bitcoin

Sebagai aset kripto nomor satu, Bitcoin menguasai hampir seluruh perhatian pasar dengan sirkulasi pasokan 19,92 juta BTC, atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas akhir, kelangkaan (scarcity) kian memperkuat nilai intrinsik Bitcoin.

Dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat pertumbuhan mengesankan sebesar +11,27%, meski sempat terkoreksi tipis -1,35% dalam 60 hari terakhir.

Jika ditarik ke periode 30 hari, harga masih naik +1,11%, menunjukkan tren yang relatif stabil di tengah volatilitas.

Menariknya, dalam sepekan terakhir, Bitcoin juga sudah tumbuh +4,65%, mengindikasikan adanya dorongan baru yang bisa membawa BTC mendekati kembali level tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

Beberapa faktor kunci memengaruhi pergerakan bullish Bitcoin saat ini:

  1. Optimisme Makroekonomi
    Pasar kripto mendapatkan dorongan dari spekulasi penurunan suku bunga global dan pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi ini membuat investor melirik aset berisiko seperti Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai.
  2. Arus Masuk Dana Institusional
    Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin semakin menyedot minat investor besar. Lonjakan volume perdagangan harian yang tinggi menjadi indikasi bahwa dana institusional semakin agresif mengakumulasi BTC.
  3. Halving Effect Masih Terasa
    Efek psikologis dan fundamental dari halving terbaru masih berpengaruh. Dengan semakin terbatasnya pasokan baru, tekanan suplai memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga.
  4. Sentimen Positif dari Pasar Kripto Secara Umum
    Lonjakan minat terhadap aset kripto lain, terutama Ethereum dan beberapa altcoin papan atas, turut meningkatkan kepercayaan pasar. Namun, Bitcoin tetap menjadi “safe haven” di ekosistem kripto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga Bitcoin

Jika momentum bullish berlanjut, analis memperkirakan BTC berpotensi menguji ulang level ATH di $124,000 – $125,000 dalam waktu dekat.

Level resistance terdekat ada di sekitar $117,500, sementara support kuat berada di area $114,800.

Dalam jangka menengah, target ambisius Bitcoin berada di rentang $130,000 – $135,000, terutama jika arus masuk dana institusional terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu waspada karena potensi koreksi sehat bisa saja terjadi, terutama jika BTC gagal menembus resistance psikologis di atas $120,000.

Baca Juga: Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,3 triliun, Bitcoin kembali membuktikan diri sebagai aset kripto yang tidak tergoyahkan.

Kenaikan harian sebesar +1,35% mungkin terlihat kecil, tetapi dalam konteks pasar kripto, ini adalah sinyal kuat bahwa BTC masih berada dalam tren naik yang sehat.

Kombinasi antara kelangkaan pasokan, arus modal institusional, dan optimisme makroekonomi menjadikan Bitcoin sebagai kandidat kuat untuk kembali mencetak rekor harga baru dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 17 September 2025: Bitcoin Mulai Rebound ke $116K

Pasar kripto hari ini, Rabu (17/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin bertahan di atas $116K dengan potensi menembus $120K minggu ini, didukung penurunan pasokan 44.000 BTC dan arus masuk ETF spot senilai $2,2 miliar.

Di sisi lain, Binance hampir mencapai kesepakatan dengan DOJ untuk mengakhiri compliance monitor, membuat BNB tembus rekor baru di atas $950. Pasar kini menanti keputusan The Fed, apakah akan memangkas suku bunga 25 bps atau 50 bps, yang bisa jadi katalis besar bagi altcoin maupun risiko koreksi. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Harga Bitcoin Bisa Sentuh $120K Minggu Ini?

  • Pasokan Bitcoin berkurang 44.000 BTC pada September, kurangi tekanan jual.
  • ETF Bitcoin spot AS tambah $2,2 miliar, permintaan terus naik.
  • Harga Bitcoin stabil di atas $116K jelang potongan suku bunga Fed.

Binance Hampir Sepakat dengan DOJ, BNB Capai Rekor Baru

  • Binance bernegosiasi dengan DOJ mengakhiri compliance monitor.
  • Binance akan beralih ke pengawasan independen.
  • Harga BNB naik ke rekor tertinggi di atas $950 di tengah perkembangan ini.

Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

Arti Pemotongan Suku Bunga AS 0,25 atau 50 bps Bagi Pasar Kripto

  • Pemotongan 25 bps Fed bisa picu “sell news,” jadi investor berhati-hati.
  • Kejutan 50 bps bisa tingkatkan likuiditas dan dorong kenaikan altcoin.
  • Tanpa pemotongan, pasar bisa anjlok; pernyataan Powell akan tentukan arah.

Apakah ETF XRP Pertama AS Diluncurkan Minggu Ini?

  • REX Shares dan Osprey Funds akan luncurkan ETF XRP minggu ini, dengan 25% investasi langsung ke XRP.
  • ETF ini pakai Act 40, gabungkan XRP dengan aset lain seperti obligasi & uang tunai.
  • ETF Dogecoin sedang disiapkan dan segera rilis, menandai pasar ETF makin luas.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar Crypto dengan Simulasi Trading: Latihan Aman Tanpa Takut Rugi

Sebelum kamu memulai trading crypto menggunakan modal yang kamu miliki, ada baiknya kamu pahami dulu cara kerja pasar.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan simulasi trading, simulasi ini adalah semacam latihan trading, tapi tanpa menggunakan modal.

Simulasi trading akan sangat cocok untuk kamu yang ingin mencoba menggunakan strategi trading yang telah dipelajari, sebelum menerapkannya secara langsung di pasar.

Simak penjelasan dan tutorial lebih lengkap mengenai cara melakukan simulasi trading di bawah.

Apa itu Simulasi Trading?

Simulasi trading merupakan metode untuk melatih strategi investasi dengan melakukan transaksi jual beli aset, tanpa menggunakan uang sungguhan.

Kegiatan ini sering juga disebut dengan paper trading, di mana pengguna bisa menguji strategi dan memahami dinamika pasar tanpa khawatir akan risiko kehilangan modal yang dimiliki.

Jangan sampai terlewat: Cara Belajar Crypto dengan Modal Kecil dan Risiko Terkendali

Kenapa Simulasi Trading Cocok untuk Pemula?

Bagi pemula, melakukan simulasi trading menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana pasar bergerak, mengamati pola candlestick, hingga bagaimana membaca tren.

Bayangkan kamu mengendarai mobil tanpa latihan. Tentu rasanya menegangkan, penuh risiko, dan bisa berbahaya. Begitu pula dalam investasi dan trading, simulasi dapat memberi ruang aman untuk mencoba kesalahan, tanpa konsekuensi finansial.

Cara Simulasi Trading Crypto dengan TradingView

Kamu bisa melakukan simulasi trading crypto dengan platform TradingView melalui Replay Trading dan Paper Trading, berikut beberapa langkah-langkahnya:

Replay Trading

Salah satu fitur menarik dari TradingView yang bisa membantu belajar crypto adalah Replay Trading. Fitur ini memungkinkan kamu memutar ulang pergerakan harga seolah-olah sedang trading pada periode tersebut.

Caranya sangat mudah. Pertama, buka TradingView lalu pilih chart dari koin yang ingin kamu pelajari, misalnya pasangan populer BTC/USDT

Setelah itu, pada bagian bawah chart, klik menu “Replay Trading”.

Lalu kamu bisa memotong grafik di titik tertentu, misalnya sebelum harga mengalami lonjakan atau penurunan besar. 

Di sinilah simulasi dimulai. Kamu bisa lakukan analisis seperti biasa seperti menggunakan indikator teknikal, tarik garis support dan resistance, atau amati pola candlestick.

Begitu selesai melakukan analisa, klik tombol “play” untuk melihat bagaimana harga bergerak setelah itu.

Jangan sampai terlewat: Belajar Crypto dengan Analisis Teknikal: Indikator Dasar yang Harus Diketahui

Paper Trading

Selain replay, TradingView juga menyediakan fitur Paper Trading, yaitu simulasi trading dengan uang virtual. Dengan ini, kamu bisa melakukan eksekusi order seolah-olah sedang trading nyata, lengkap dengan panel order dan daftar posisi terbuka.

Untuk memulai Paper Trading, buka chart koin pilihan kamu di TradingView, misalnya BTC/USDT.

Lalu arahkan ke bagian bawah chart dan klik tab “Trading Panel”. Dari sana, pilih “Paper Trading” dan tekan “Connect”.

Setelahnya, kamu bisa melakukan analisis berdasarkan time frame yang kamu mau, baik itu dalam time frame menit, jam, atau harian. Setelah yakin dengan rencana trading, eksekusi order lewat panel di sebelah kanan chart.

Semua posisi yang kamu lakukan akan tercatat otomatis di bagian “Positions”, lengkap dengan detail profit dan loss virtual.

Jangan sampai terlewat: Belajar Crypto dengan Analisis Fundamental: Nilai Proyek & Utility Token

Kekurangan Simulasi Trading

Meski sangat bermanfaat, untuk melakukan latihan yang aman dan tanpa takut rugi. Melakukan simulasi trading biasanya tidak menimbulkan tekanan emosional seperti saat melakukan trading secara nyata. Dalam simulasi, kamu mungkin tenang saat rugi 30%, tetapi realitanya kamu mungkin akan merasa panik bisa membuat keputusan menjadi kacau.

Itulah sebabnya, meski simulasi adalah langkah awal yang sangat penting, tetap diperlukan transisi perlahan ke trading sungguhan dengan modal kecil untuk membantu menjembatani perbedaan antara teori dan dinamika yang sebenarnya terjadi.

Sebagai solusinya, kamu bisa coba melakukan trading dengan modal kecil, seperti mulai dari Rp50.000 di Tokocrypto untuk mendapatkan pengalaman nyata bertransaksi di pasar crypto.

Dapatkan juga biaya trading 0% setiap transaksi dengan fitur Beli/Jual. Daftar di sini untuk mulai trading dan investasi crypto dengan minimal Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com