Tag Archives: bitcoin

Menari di Atas Gelombang Volatilitas, Harga Bitcoin Turun Tipis

Bitcoin (BTC), sang primadona dunia kripto, kembali menjadi sorotan karena dipaksa tunduk oleh volatilitas pasar.

Dengan harga Bitcoin terbaru yang diperdagangkan di kisaran $115,163.07 per BTC, aset digital ini menunjukkan bagaimana ia tetap kokoh sebagai poros utama pasar meskipun diwarnai fluktuasi yang tajam.

Kapitalisasi pasar mencapai $2,294.22 miliar USD, menjadikan Bitcoin tak tergoyahkan di posisi teratas, sementara volume perdagangan harian menyentuh $51.54 miliar USD, cerminan tingginya aktivitas di pasar.

Baca Juga: Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Gerak Harga: Fluktuasi yang Jadi Identitas

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami sedikit koreksi dengan penurunan -0.28%, setara dengan pelemahan sekitar $421.25.

Meski tampak kecil, perubahan ini menunjukkan bagaimana dinamika pasar kripto begitu sensitif terhadap faktor eksternal.

Dalam rentang 30 hari, harga BTC turun -2.12%, dan dalam 60 hari terakhir, pelemahannya lebih dalam, yakni -4.17%.

Namun, cerita berbeda muncul dalam rentang 90 hari, di mana Bitcoin justru mencatatkan kenaikan signifikan +9.69%.

Tren ini memberi sinyal bahwa meski volatilitas jangka pendek masih menghantui, prospek jangka menengah Bitcoin tetap kuat.

Rekor dan Rentang Harian

Selama 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $114,461.06 hingga $116,747.88.

Angka ini menunjukkan betapa pasar masih mencari keseimbangan antara tekanan jual dan dorongan beli.

Jauh di atas itu, Bitcoin masih menyimpan catatan manis dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, sebuah pencapaian yang masih jadi target psikologis berikutnya bagi banyak investor.

Sirkulasi dan Scarcity: Daya Tarik Utama

Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati puncak kelangkaannya.

Scarcity inilah yang membuat BTC dipandang bukan sekadar aset digital, tetapi juga “emas baru” di era modern.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) bahkan mencapai $2,417.74 miliar USD, menegaskan daya tarik jangka panjang aset ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis: Kenapa Bitcoin Tetap Menarik?

Ada beberapa faktor yang menjaga aura Bitcoin tetap bersinar:

  1. Status sebagai “safe haven digital”
    Di tengah ketidakpastian global, investor melihat Bitcoin sebagai pelindung nilai, mirip emas. Meskipun harganya fluktuatif, BTC tetap dianggap aset yang layak ditahan dalam portofolio jangka panjang.
  2. Institusionalisasi pasar kripto
    Masuknya institusi besar ke pasar, baik melalui ETF Bitcoin maupun investasi langsung, memberi legitimasi baru pada aset ini. Hal ini menambah lapisan kepercayaan dari investor ritel maupun institusional.
  3. Keterbatasan pasokan
    Dengan total maksimum hanya 21 juta BTC, Bitcoin memiliki daya tarik unik dibandingkan aset digital lainnya yang cenderung inflatif.
  4. Narasi adopsi global
    Negara-negara berkembang mulai menjajaki penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi atau cadangan keuangan alternatif, menambah bobot fundamentalnya.

Antara Optimisme dan Realita

Meski Bitcoin kerap dilihat sebagai lambang kebebasan finansial, volatilitasnya tetap menjadi tantangan.

Investor yang masuk ke pasar ini dituntut memiliki kesabaran dan pemahaman mendalam, sebab setiap koreksi harga bisa menjadi peluang maupun risiko.

Saat ini, BTC mungkin belum kembali menembus rekor tertinggi, namun tren kenaikan 3.35% dalam sepekan terakhir menegaskan bahwa momentum masih hidup.

Kombinasi optimisme jangka panjang dan ketidakpastian jangka pendek membuat Bitcoin terus menjadi kisah paling menarik di dunia keuangan modern.

Baca Juga: Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Bitcoin kini bukan lagi sekadar eksperimen digital, melainkan fenomena global yang menghubungkan teknologi, ekonomi, dan bahkan politik.

Dengan harga yang terus menari di atas $115,000, Bitcoin membuktikan dirinya bukan sekadar aset, melainkan simbol perubahan zaman.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 16 September 2025: Level Bitcoin Harus Diperhatikan

Pasar kripto hari ini, Selasa (16/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin bertahan di sekitar $113.000, level yang disebut analis bisa jadi “diskon terakhir” sebelum menuju rekor harga baru, meski volatilitas masih dipengaruhi keputusan FOMC dan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Sementara itu, sejumlah altcoin potensial seperti Ethereum, FLOW, dan Tezos menunjukkan sinyal teknikal bullish yang layak dipantau di minggu ketiga September. Dari sisi makro, sorotan tertuju pada penjualan ritel, klaim pengangguran, dan kebijakan Fed yang bisa mengguncang pasar kripto. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Level Bitcoin $113.000, Bisa Jadi Diskon Terakhir?

  • Level Bitcoin $113.000 muncul sebagai support penting investor akumulasi.
  • Zona $113K mungkin diskon terakhir sebelum capai harga tertinggi baru.
  • FOMC & ekspektasi penurunan suku bunga, BTC mengalami koreksi ringan.

3 Altcoin Potensial di Minggu Ketiga September 2025

  • Ethereum ($4.529) mendekati ATH-nya. Parabolic SAR menunjukkan tren naik.
  • FLOW di $0,413. RSI membaik, dan integrasi Forte meningkatkan prospek.
  • XTZ di $0,766 menunggu upgrade Seoul pada 19 September untuk menembus resistensi $0,779.

Tanding Trading Komunitas Vol. 2 RESMI DIMULAI!

Sorotan Ekonomi dan Kripto AS Minggu Ini

  • Penjualan ritel kuat = dolar naik, kripto turun. Sebaliknya jika lemah.
  • Keputusan FOMC utama. Sinyal The Fed soal suku bunga & likuiditas pengaruhi Bitcoin.
  • Klaim pengangguran = tren tenaga kerja. Kenaikan drastis dapat memicu penghindaran risiko, menekan Bitcoin.

4 Tanda Altcoin Season Meningkat di September

  • Volume perdagangan altcoin lewati BTC & ETH di September, tandai pergeseran modal ke koin kapitalisasi menengah/kecil.
  • Indeks Altcoin Season capai rekor 80, altcoin kini ungguli Bitcoin dalam 90 hari.
  • TOTAL3 dekati breakout bullish; tingkatkan likuiditas dan percepat altseason.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Fear and Greed Index Mendingin, Bitcoin Diam di $114K

Crypto Fear and Greed Index hari ini mencatat angka 51, turun dari 57 kemarin, yang menempatkan sentimen pasar kembali ke zona “netral.” Angka ini menunjukkan pasar masih diliputi keraguan, terutama menjelang keputusan penting The Fed pekan ini.

Bitcoin Menunggu “Sinyal” FOMC

Bitcoin sempat menyentuh resistensi di $116.000, namun aksi jual mulai melambat saat harga mendekati $114.000. Menariknya, level ini kini justru berubah menjadi support kuat lewat rata-rata pergerakan 50 hari. Para analis menilai BTC sedang mencari keseimbangan sementara hingga hasil rapat FOMC diumumkan.

Jika The Fed memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih lanjut, peluang Bitcoin untuk menembus rekor tertinggi baru semakin terbuka lebar. Saat ini, kapitalisasi pasar kripto berada di $4,09 triliun, hanya sedikit di bawah puncak sebulan lalu.

Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 15 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 15 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

Baca juga: Altcoin Season Index Tembus 66! Altseason Dimulai September 2025?

Lonjakan Arus Masuk ETF Kripto

Optimisme pasar juga diperkuat oleh arus dana ke produk ETF:

  • ETF Bitcoin Spot: arus masuk mingguan melonjak hampir 10 kali lipat menjadi $2,34 miliar — tertinggi sejak pertengahan Juli. Total arus masuk sejak Januari 2024 kini mencapai $56,83 miliar.
  • ETF Ethereum Spot: kembali menguat dengan arus masuk $637,7 juta, menutupi 80% arus keluar pekan sebelumnya. Total sejak peluncuran Juli 2024 mencapai $13,36 miliar.

Sorotan Panas di Dunia Kripto

  • Arthur Hayes (BitMEX): memperingatkan investor agar tak mengharapkan keuntungan instan dari Bitcoin, karena fungsinya adalah melindungi dari inflasi.
  • SEC AS: menunda keputusan terkait fitur staking pada ETF Ethereum spot hingga akhir Oktober/November.
  • Mike Novogratz (Galaxy Digital): menyebut industri kripto sedang memasuki “musim Solana.” Galaxy Digital bahkan membeli 2,31 juta SOL senilai $536 juta setelah Forward Industries meluncurkan treasury SOL $1,6 miliar.
  • Gemini (Winklevoss bersaudara): sukses meraih $425 juta lewat IPO, dengan permintaan saham melonjak 20 kali lipat.
  • Tether: resmi memperkenalkan stablecoin USAT yang 100% didukung dolar AS dan patuh regulasi.

Apa Selanjutnya?

Dengan sentimen pasar yang kembali ke zona netral dan FOMC sebagai pemicu berikutnya, pasar kripto berada di titik kritis. Apakah Bitcoin akan melanjutkan reli menuju rekor harga baru, atau justru terjebak dalam fase konsolidasi? Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed.

Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Bitcoin saat ini berdiri di ambang fase penting yang bisa menjadikannya mengalami lonjakan harga yang melampaui semua siklus sebelumnya.

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa beberapa indikator teknis dan institusional sedang bersuara bahwa rally Bitcoin kali ini mungkin akan berbeda dan bahkan lebih kuat daripada yang sudah pernah terjadi.

Baca Juga: Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Zona Resistensi Kritis: $116.963

Harga Bitcoin kini beredar di kisaran $116.000, dan berada di bawah sebuah zona supply penting di $116.963 yang diklasifikasikan sebagai “supply wall”.

Ini adalah level di mana banyak koin pernah diperdagangkan sebelumnya, dan para analis menilai bahwa di sekitar level ini, tekanan jual bisa muncul kembali.

Zona ini juga bersinggungan dengan nilai psikologis sekitar $120.000. Jika Bitcoin mampu menembus supply wall ini dengan volume besar, pintu untuk melanjutkan rally semakin terbuka.

Tren OTC Institutions Menarik: Keseimbangan Menurun

Salah satu temuan menarik dari data CryptoQuant adalah bahwa jumlah koin di meja-over-the-counter (OTC), yang biasanya digunakan oleh institusi untuk transaksi besar di luar bursa publik, justru menurun pada siklus ini.

Sebelumnya, di siklus-siklus kenaikan harga terdahulu, OTC balances sering meningkat seiring harga.

Fenomena menurunnya OTC balances kali ini dianggap sebagai tanda bahwa institusi mungkin lebih sedikit menyediakan pasokan jual langsung, sehingga bisa memperkuat tekanan atas jika permintaan tetap tinggi.

Momentum Teknis Mendukung

Dari sisi teknikal, Bitcoin belum kelebihan muatan (overbought). Indikator momentum seperti RSI berada di wilayah netral hingga sedikit menguat setelah rebound dari sekitar level $110.000.

Konsolidasi harga yang stabil di atas level tersebut, ditambah indikator teknikal yang masih punya ruang naik, memberi optimisme bahwa Bitcoin belum selesai bergerak.

Dukungan Makro & Tema Pasar Lebih Luas

Faktor eksternal juga memperkuat potensi rally ini:

  • Ekspektasi pelonggaran suku bunga dari bank sentral dan kondisi likuiditas yang membaik bisa menyediakan bahan bakar tambahan bagi aset-aset berisiko tinggi seperti Bitcoin.
  • Permintaan institusi yang tetap ada, terutama bila arus modal ke aset digital berlanjut.
  • Keinginan investor untuk menemukan aset dengan resistensi terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” dalam konteks ini.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Namun, optimisme tinggi ini bukan tanpa risiko. Supply wall di $116.963 bisa menjadi penghalang besar jika penjual mulai mendominasi di level tersebut.

Volume yang rendah atau kegagalan untuk menahan support di kisaran $110.000 bisa memicu penurunan kembali.

Investor juga harus memperhatikan bahwa meskipun on-chain data menunjukkan sinyal positif, realisasi rally memerlukan berbagai kondisi: volume perdagangan yang kuat, sentimen institusi tetap positif, dan tidak ada gangguan eksternal besar seperti kebijakan regulasi yang mendadak atau perubahan makroekonomi yang ekstrem.

Baca Juga: Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Data on-chain terbaru membuka kemungkinan bahwa rally Bitcoin kali ini bukan sekadar pengulangan, melainkan potensi lonjakan yang melebihi apa yang pernah dicapai di siklus-siklus sebelumnya.

Supply wall di sekitar $116.963 menjadi titik kritis yang harus ditembus agar momentum bisa berlanjut.

Dengan faktor institusi, teknikal, dan makroekonomi yang semuanya menunjukkan dukungan, investor pun memiliki alasan untuk optimis.

Namun, kehati-hatian diperlukan karena level resistance kritis dan risiko koreksi tetap nyata.

Jika semua berjalan sesuai skrip, Bitcoin bukan hanya akan melampaui batas yang pernah dicapai, tetapi membuka babak baru dalam sejarah aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tertekan Aksi Jual, Fundamental Jangka Panjang Masih Kokoh

Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto terbesar di dunia, kembali menarik perhatian investor global setelah mencatatkan pergerakan harga yang cenderung terkoreksi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $115,532.72 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,301.53 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, BTC melemah tipis -0.22%, meski secara jangka menengah tetap memperlihatkan tren pertumbuhan yang stabil.

Baca Juga: Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Pergerakan Harga Terbaru

Dalam perdagangan harian, Tokocrypto mencatat Bitcoin sempat menyentuh titik terendah $114,903.87 dan tertinggi $116,181.50.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif terkontrol, mengingat sebelumnya BTC sempat mencetak rekor harga tertinggi di $124,457.12.

Jika ditarik ke data 30 hari terakhir, harga BTC mengalami penurunan -1.88%, sedangkan dalam 60 hari turun -2.03%.

Namun, dalam rentang 90 hari, Bitcoin tetap tumbuh positif sebesar +7.46%. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun tekanan koreksi hadir, tren jangka panjang BTC masih dalam jalur bullish.

Alasan Penurunan Harga

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:

  1. Aksi Ambil Untung (Profit-Taking)
    Setelah Bitcoin sempat menembus rekor tertinggi, banyak investor jangka pendek melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Hal ini menekan harga secara alami karena meningkatnya tekanan jual.
  2. Sentimen Makroekonomi Global
    Ketidakpastian global, termasuk potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral, mendorong investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto. Kondisi ini mengurangi arus masuk modal baru ke pasar BTC.
  3. Likuiditas Perdagangan yang Menurun
    Data menunjukkan volume perdagangan harian BTC hanya sekitar $34.10 miliar USD, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sering menembus angka di atas $50 miliar. Menurunnya likuiditas memperbesar dampak fluktuasi harga.
  4. Regulasi Kripto yang Semakin Ketat
    Beberapa negara tengah memperketat regulasi kripto, termasuk kewajiban pajak dan transparansi transaksi. Kebijakan ini memberikan tekanan psikologis kepada investor, meskipun dalam jangka panjang justru bisa memberikan legitimasi lebih bagi BTC.

Posisi Pasar Saat Ini

Dengan kapitalisasi pasar $2,301.53 miliar USD, Bitcoin masih memimpin sebagai aset digital nomor satu, jauh di atas pesaing terdekatnya, Ethereum.

Tingkat sirkulasi mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, menandakan kelangkaan yang semakin nyata.

Hal ini secara fundamental tetap memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value) jangka panjang.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek dan Prediksi Harga

Meski harga mengalami tekanan koreksi, banyak analis melihat momentum bullish BTC belum sepenuhnya pudar.

Selama harga masih mampu bertahan di atas level support psikologis $110,000, peluang untuk kembali menguji level $120,000 hingga $125,000 masih terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual semakin besar dan harga menembus support kuat di bawah $110,000, maka potensi koreksi lebih dalam menuju area $105,000 bisa terjadi.

Faktor penentu ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan makroekonomi global, adopsi institusional, serta regulasi yang diterapkan di berbagai negara.

Bitcoin dalam Konteks Ekosistem Kripto

Sebagai pelopor aset digital, Bitcoin tetap menjadi barometer bagi seluruh pasar kripto. Pergerakan BTC sering kali menentukan arah harga altcoin, termasuk Ethereum, Solana, hingga Dogecoin.

Dominasi BTC yang masih kuat memastikan posisinya tetap vital dalam perkembangan ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Tren Bitcoin 15-19 September 2025: Bocoran FOMC

Koreksi harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian alami dari dinamika pasar kripto yang volatil.

Meskipun sempat melemah -0.22% dalam 24 jam terakhir, tren jangka panjang BTC masih positif.

Dengan fundamental yang kuat, keterbatasan pasokan, serta dukungan komunitas global, Bitcoin tetap menjadi aset digital unggulan yang berpotensi kembali menguat setelah melewati fase konsolidasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 15 September 2025: Trader Perhatikan Posisi BTC Ini

Pasar kripto hari ini, Senin (15/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin berhasil menutup pekan di atas $115.000, level kunci yang dianggap penting untuk menjaga sentimen bullish, sementara pasar menanti keputusan The Fed soal suku bunga pada 17 September serta peluncuran ETF Dogecoin dan XRP yang bisa jadi katalis besar minggu ini.

Selain itu, token unlock besar seperti ARB, APE, VELO, dan KAITO diprediksi turut memengaruhi volatilitas. Di sisi lain, Altcoin Season Index menyentuh rekor baru di angka 84 berkat reli XRP, Solana, dan Dogecoin, menegaskan kuatnya arus masuk ke altcoin. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Trader Bitcoin Sarankan untuk Memantau Harga BTC $115K

  • Bitcoin lewati $115.000 pada penutupan mingguan jelang minggu makro yang krusial.
  • Analisis: BTC perlu ditutup di atas $115.000 secara mingguan agar tetap “bullish.”
  • Pasar antisipasi The Fed akan memangkas suku bunga minggu ini.

Katalis Utama untuk Pasar Kripto Minggu Ini

  • Pasar kripto akan bereaksi terhadap keputusan suku bunga The Fed tgl 17 Sept.
  • Peluncuran ETF Dogecoin dan XRP pertama, kemungkinan pada hari Kamis.
  • Token unlock ARB, APE, VELO, dan KAITO terjadi di minggu ini.

Dapat Cashback Bitcoin Rp100JUTA + Merchandise Eksklusif?*

Altcoin Season Index Capai ATH Baru Seiring Reli SOL dan DOGE

  • Altcoin Season Index naik ke 84 seiring melonjaknya XRP dan Solana.
  • XRP naik 12% setiap minggu, Dogecoin melonjak 10%, Solana bertahan di dekat $240.
  • Reli altcoin terjadi di tengah tekanan beli dari perusahaan perbendaharaan aset digital.

Bitcoin Diprediksi Akan Reli di Q4, Target Harga $150K

  • Pola harga Bitcoin saat ini, seperti falling wedge & megaphone, tunjukkan potensi tren naik.
  • Arus masuk ETF Bitcoin naik menjadi $642 juta dalam sehari, menambah total mingguan menjadi $2,3 miliar.
  • Proyeksi Bitcoin $150K diperkuat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dan faktor makro lainnya.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Bitcoin kembali mencatat pergerakan harga yang relatif stabil dengan sentimen pasar yang cenderung hati-hati.

Per 14 September 2025, Tokocrypto mencatat harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran $115,771.40 per BTC/USD, hanya naik tipis +0,01% dalam 24 jam terakhir.

Meski terlihat stagnan, kapitalisasi pasar tetap solid di level $2,306.23 miliar USD, menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset digital terbesar di dunia.

Baca Juga: BlackRock Buang Ethereum Senilai Rp14 Triliun, Beralih ke Bitcoin!

Pergerakan Harga: Stabil di Tengah Volatilitas

Data menunjukkan, dalam 24 jam terakhir Bitcoin bergerak di rentang $115,248.28 hingga $116,204.48.

Rentang yang relatif sempit ini menandakan fase konsolidasi, di mana pasar masih mencari arah berikutnya.

Jika dibandingkan dengan sepekan terakhir, BTC justru menguat +4,72%, memperlihatkan bahwa tren jangka pendek masih positif meski terhambat oleh tekanan teknikal.

Dalam skala lebih luas, perbandingan harga 30 hingga 90 hari terakhir memperlihatkan dinamika yang cukup beragam.

Selama 30 hari terakhir, harga turun -2,8% atau sekitar $3.337,46. Penurunan juga tercatat dalam periode 60 hari terakhir, yakni -2,12% atau setara $2.508,23.

Namun, bila ditarik ke horizon 90 hari terakhir, Bitcoin justru mencetak lonjakan signifikan sebesar +8,52%, atau setara dengan $9.087,04.

Rekor Tertinggi Masih Jadi Acuan

Rekor harga tertinggi Bitcoin hingga kini tercatat di level $124,457.12.

Dengan posisi saat ini di kisaran $115 ribuan, BTC masih tertinggal sekitar 7% dari puncaknya.

Bagi investor jangka panjang, jarak ini sering dianggap sebagai peluang akumulasi, terutama mengingat supply Bitcoin semakin mendekati batas maksimumnya di 21 juta BTC.

Saat ini, sudah beredar 19,92 juta BTC, atau 94,86% dari total pasokan maksimum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

Meski pergerakan harga terbilang stagnan, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap impresif di atas $2,3 triliun USD.

Angka ini memperlihatkan bahwa kepercayaan investor global terhadap Bitcoin masih sangat kuat. Namun, satu hal yang menarik adalah penurunan pada sisi volume perdagangan.

Dalam 24 jam terakhir, volume transaksi tercatat sekitar $29,60 miliar USD, sedikit lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya yang rata-rata menembus di atas $50 miliar.

Penurunan volume ini biasanya menandakan investor tengah menunggu pemicu baru sebelum kembali melakukan aksi beli besar-besaran.

Analisis Sentimen Pasar

Kondisi saat ini memperlihatkan pasar berada dalam fase menimbang.

Beberapa faktor eksternal seperti kebijakan bank sentral global, perkembangan regulasi aset digital, hingga tensi geopolitik internasional turut berkontribusi pada sikap hati-hati investor.

Namun, tren jangka panjang Bitcoin masih kuat, terutama dengan meningkatnya adopsi institusional dan perkembangan infrastruktur kripto global.

Momentum Jangka Pendek dan Prospek ke Depan

Dalam jangka pendek, stabilnya harga di level $115 ribuan dapat menjadi pondasi penting untuk pergerakan selanjutnya.

Jika mampu menembus kembali level psikologis $120.000, maka peluang menuju rekor tertinggi baru semakin terbuka lebar.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, support kuat diperkirakan berada di kisaran $112.000 hingga $113.000.

Bagi investor ritel, kondisi pasar saat ini bisa dilihat sebagai masa konsolidasi yang sehat, bukan sekadar stagnasi.

Bitcoin telah melalui siklus volatilitas berulang kali, dan setiap fase konsolidasi kerap menjadi awal dari tren bullish berikutnya.

Baca Juga: Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Dengan pergerakan harga yang cenderung stabil di kisaran $115 ribuan, Bitcoin saat ini berada di jalur konsolidasi yang penuh kewaspadaan.

Meski sempat terkoreksi dalam 30–60 hari terakhir, penguatan dalam 90 hari terakhir menunjukkan fondasi tren positif masih terjaga.

Ditopang kapitalisasi pasar raksasa, supply yang semakin terbatas, serta sentimen adopsi yang terus berkembang, Bitcoin tetap menjadi magnet utama dalam ekosistem aset digital global.

Bagi para investor, fase saat ini adalah saat yang tepat untuk mengamati, menilai strategi, dan menentukan langkah cerdas di tengah dinamika pasar kripto yang semakin kompleks.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

iPhone 17 Pro vs Pro Max: Serupa Tapi Tak Sama, Apa Bedanya?

Serupa tapi tak sama, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max sekilas memiliki tampilan yang sangat identik. Keduanya mengusung desain premium khas Apple dengan warna baru Bitcoin Orange, material berkualitas tinggi, layar Super Retina XDR OLED ProMotion 120 Hz, serta performa gahar berkat chipset Apple A19 Pro.

Baca juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Dengan harga awal yang hanya selisih $100 atau sekitar Rp1 jutaan, kira-kira apa saja yang membedakan iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max? Simak uraiannya di bawah.

iPhone 17 Pro Max Hadir dengan Layar Lebih Besar

Ilustrasi ukuran layar iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max. Sumber: Apple

Baik iPhone 17 Pro maupun iPhone 17 Pro Max sama-sama menggunakan panel LTPO Super Retina XDR OLED dengan refresh rate ProMotion 120 Hz, kecerahan puncak hingga 3.000 nit, dukungan HDR10, serta perlindungan Ceramic Shield 2 dan lapisan anti-reflective. Artinya, kualitas visual antar keduanya sama-sama tajam dan memanjakan mata.

Perbedaan utamanya terletak pada ukuran: iPhone 17 Pro memiliki layar 6,3 inci, sedangkan iPhone 17 Pro Max hadir dengan bentang 6,9 inci. 

Layar besar pada Pro Max dapat memberikan pengalaman visual yang lebih imersif, baik untuk menonton film, bermain game, maupun mengedit konten. Namun juga memiliki body yang lebih besar.

Sama-Sama Gahar, iPhone 17 Pro Max Punya Baterai Lebih Besar

Perbandingan baterai iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max. Sumber: Apple Hub

Baik iPhone 17 Pro maupun iPhone 17 Pro Max sama-sama dibekali chipset A19 Pro yang bertenaga dan efisien, sehingga keduanya menawarkan performa yang gahar untuk gaming, editing, maupun multitasking berat. 

Namun, keunggulan iPhone 17 Pro Max terletak pada kapasitas baterainya yang lebih besar berkat bodi yang lebih luas. Apple mengklaim Pro Max mampu memutar video hingga 37 jam, sedangkan iPhone 17 Pro bertahan hingga 31 jam

Perbedaan ini bukan berarti kualitas baterai Pro Max lebih baik secara teknologi, melainkan kapasitas yang lebih besar memberi waktu pakai lebih panjang. Hasilnya, pengguna bisa menikmati performa tinggi lebih lama tanpa khawatir kehabisan daya, terutama saat bepergian atau menjalankan aplikasi berat dalam durasi panjang.

Baca juga: Fitur Unggulan iPhone 17: Chip A19, Wi-Fi 7, Layar 120 Hz, dan N1 Chip

iPhone 17 Pro Max Punya Pilihan Opsi Penyimpanan Exclusive

Perbandingan penyimpanan iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max. Sumber: Apple Hub

iPhone 17 Pro memiliki opsi penyimpanan mulai dari 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB dengan teknologi NVMe berkecepatan tinggi untuk transfer data super cepat.

Yang membedakan, yakni iPhone 17 Pro Max memiliki varian penyimpanan eksklusif 2 TB yang tidak tersedia pada varian iPhone 17 Pro. 

Kapasitas ekstra ini sangat ideal bagi pengguna profesional yang sering merekam video ProRes 4K/60fps, menyimpan file besar, atau mengoleksi game dan aplikasi berukuran masif tanpa khawatir kehabisan ruang serta tidak harus harus bergantung pada layanan cloud.

iPhone 17 Pro Memiliki Desain Lebih Ringkas dan Ringan

Perbandingan spesifikasi iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max. Sumber: Tom’s Guide

Karena memiliki baterai dan layar yang lebih kecil dibandingkan iPhone 17 Pro Max, membuat iPhone 17 Pro memiliki dimensi yang lebih ringkas, kecil, dan compact.

iPhone 17 Pro memiliki berat 204 gram, lebih ringan 27 gram dibanding iPhone 17 Pro Max yang memiliki berat 231 gram.

Desainnya yang lebih compact membuat iPhone 17 terasa lebih nyaman digenggam dan mudah digunakan dengan satu tangan.

Harga

iPhone 17 Pro: Mulai dari Rp18 Jutaan

  • 256GB: $1.099 / Rp18 jutaan
  • 512GB: $1.299  / Rp21 jutaan
  • 1TB: $1.499  / Rp24 jutaan

iPhone 17 Pro Max: Mulai dari Rp19 Jutaan

  • 256GB: $1.199 / Rp19 jutaan
  • 512GB: $1.399 / Rp23 jutaan
  • 1TB: $1.599 / Rp26 jutaan
  • 2TB: $1.999 / Rp32 jutaan

Baca juga: iPhone 17 Punya Fitur Anti-Hack Baru, Bitcoin Hodler Wajib Punya!

Perbandingan Spesifikasi Lengkap: iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max

Perbandingan spesifikasi iPhone 17 Pro vs iPhone 17 Pro Max. Sumber: Apple Hub

iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max memiliki spesifikasi yang identik sama, mulai dari chipset Apple A19 Pro, resolusi layar Super Retina dengan XDR OLED ProMotion 120 Hz pada 460 ppi, hingga sistem kamera triple 48 MP. 

Perbedaan hanya pada ukuran layar, kapasitas baterai, dimensi, bobot, dan opsi penyimpanan 2 TB eksklusif di Pro Max.

Artinya, performa dan kualitas visual keduanya sama, sehingga pilihan lebih bergantung pada preferensi ukuran dan daya tahan baterai.

Baca juga: Perbandingan iPhone Air vs iPhone 17: Mana yang Paling Cocok untukmu?

Jadi Harus Pilih yang Mana?

Kedua model memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, maka dari itu kamu harus menentukan pilihan berdasarkan tujuan penggunaan kamu!

Pilih iPhone 17 Pro jika kamu:

  • Menginginkan iPhone flagship terbaru dengan ukuran lebih compact dan bobot lebih ringan.
  • Sering menggunakan ponsel dengan satu tangan dan mengutamakan kenyamanan genggam.
  • Tidak memprioritaskan layar dan kapasitas baterai besar.
  • Lebih suka perangkat yang mudah dibawa dan disimpan di saku.
  • Menginginkan performa dan kualitas kamera setara Pro Max, tapi dalam bentuk yang lebih compact.

Pilih iPhone 17 Pro Max jika kamu:

  • Suka ponsel dengan layar besar untuk menonton, bermain game, atau bekerja.
  • Membutuhkan daya tahan baterai lebih lama untuk aktivitas seharian penuh.
  • Ingin opsi penyimpanan 2 TB eksklusif untuk file besar atau proyek profesional.
  • Tidak keberatan dengan bobot yang sedikit lebih berat demi baterai dan layar lebih besar.
  • Tidak masalah mengeluarkan uang sedikit mahal untuk manfaat layar dan baterai.

Itu dia perbandingan antara iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli.

Berbicara soal iPhone terbaru, tau gak sih kalau valuasi Bitcoin dibanding harga iPhone dalam beberapa tahun terakhir mengalami apresiasi signifikan? Artinya, jika kamu menabung untuk iPhone terbaru dalam bentuk Bitcoin, nilainya bisa tumbuh jauh melampaui kenaikan harga iPhone itu sendiri lho!

Lihat uraian lebih lengkapnya di sini:  8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Beli Bitcoin atau Ethereum dan Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto, dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Buang Ethereum Senilai Rp14 Triliun, Beralih ke Bitcoin!

Portofolio kripto raksasa manajer aset global, BlackRock, mengalami perubahan besar dalam sepekan terakhir. Data blockchain mengungkapkan bahwa perusahaan ini melepas Ethereum (ETH) dalam jumlah jumbo lebih dari $900 juta, sekaligus memperkuat kepemilikan Bitcoin (BTC)-nya.

Menurut laporan intelijen on-chain dari Arkham yang dikutip Finbold, posisi Ethereum BlackRock turun drastis dari 3,78 juta ETH (senilai $16,82 miliar pada 5 September) menjadi 3,66 juta ETH ($15,91 miliar pada 12 September). Artinya, dalam waktu hanya tujuh hari, BlackRock mengurangi kepemilikan sebesar 115.950 ETH, setara $913 juta atau sekitar Rp14 triliun.

Dilaporkan Finbold, akibat penjualan besar ini, pangsa Ethereum dalam portofolio kripto BlackRock anjlok dari 16,7% menjadi 15,7%, semakin menjauh dari posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

BlackRock Tambah Koleksi Bitcoin Lebih dari $2 Miliar

Di sisi lain, BlackRock justru semakin agresif mengakumulasi Bitcoin. Data menunjukkan kepemilikan BTC meningkat dari 747.470 BTC ($83,53 miliar) menjadi 751.400 BTC ($85,62 miliar) dalam periode yang sama. Penambahan sebesar 3.930 BTC ini bernilai lebih dari $2,09 miliar, membuat dominasi Bitcoin dalam portofolio kripto BlackRock naik dari 83,2% menjadi 84,4%.

Langkah ini mempertegas arah strategi BlackRock yang lebih bullish terhadap Bitcoin dibanding Ethereum.

Kepemilikan Ethereum BlackRock. Sumber: Arkham.
Kepemilikan Ethereum BlackRock. Sumber: Arkham.

Aset Kripto BlackRock Tembus $101,5 Miliar

Meski melepas ETH dalam jumlah besar, total nilai portofolio kripto BlackRock justru melonjak menembus $101,53 miliar per 12 September. Pemulihan ini ditopang oleh reli Bitcoin mingguan sebesar 1,97% serta keuntungan signifikan dari posisi altcoin seperti SPX (+23,28%) dan TUA (+61,15%).

Sebaliknya, Ethereum justru tertahan, turun 2,43% ke $4.345, sehingga memicu kerugian lebih dari $900 juta yang belum terealisasi di alokasi ETH BlackRock. Meski begitu, ETH masih menjadi aset kripto terbesar kedua dalam portofolio BlackRock, jauh di atas aset minor lain seperti IMAGE ($561.000) dan JOE ($6.880).

Apakah Ini Pertanda BlackRock Tinggalkan Ethereum?

Perubahan alokasi ini menimbulkan spekulasi di pasar: apakah BlackRock mulai mengurangi eksposur terhadap Ethereum untuk fokus penuh pada Bitcoin?

Dengan portofolio kripto yang kini didominasi lebih dari 84% BTC, langkah BlackRock bisa menjadi sinyal kuat arah kepercayaan institusional terhadap Bitcoin di siklus pasar saat ini.

Namun, meski tertekan, posisi Ethereum di atas $15 miliar tetap menegaskan perannya sebagai “runner-up” dalam portofolio BlackRock.

Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Setelah sempat menurun beberapa waktu, Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan taringnya sebagai raja aset digital.

Hingga hari ini, harga Bitcoin tercatat berada di level $115,889.74 per koin, dengan kapitalisasi pasar menembus $2,308.52 miliar USD.

Pergerakan dalam 24 jam terakhir mengindikasikan peningkatan +0.49%, sementara volume perdagangan harian mencapai $49.18 miliar USD.

Meski masih sedikit di bawah rekor tertingginya di $124,457.12, Bitcoin tetap menjadi sorotan utama di pasar kripto global.

Baca Juga: Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Faktor di Balik Kenaikan Harga Bitcoin

Kenaikan harga Bitcoin yang stabil di tengah volatilitas pasar kripto didorong oleh beberapa faktor utama:

  1. Arus Modal Institusional
    Produk-produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF spot, terus mencatatkan peningkatan volume. Lonjakan minat dari investor institusi semakin memperkuat BTC sebagai aset lindung nilai dan mendorong likuiditas pasar.
  2. Ketidakpastian Ekonomi Global
    Dengan ancaman resesi, inflasi yang masih membayangi, serta gejolak geopolitik, banyak investor mengalihkan portofolio ke Bitcoin sebagai “safe haven digital.” Kondisi ini menambah dorongan permintaan dan menahan harga BTC tetap kuat di atas $115 ribu.
  3. Optimisme Pasar Kripto
    Meskipun mengalami koreksi dalam 30 hari terakhir sebesar -4.83%, tren jangka panjang Bitcoin tetap bullish. Kenaikan +9.91% dalam 90 hari terakhir membuktikan bahwa BTC masih menjadi aset paling diminati di ekosistem kripto.

Posisi Pasar Bitcoin yang Tak Tergoyahkan

Bitcoin masih menempati peringkat pertama dalam kapitalisasi pasar global, mendominasi dengan $2,308.22 miliar USD.

Dengan jumlah pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total maksimum 21 juta koin, kelangkaan Bitcoin semakin terasa.

Tingkat adopsi juga semakin luas, tidak hanya oleh investor ritel, tetapi juga oleh lembaga keuangan besar, perusahaan publik, dan bahkan beberapa negara yang mulai mempertimbangkan BTC sebagai bagian dari cadangan strategis.

Hal ini memperkuat posisi Bitcoin bukan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai aset bernilai jangka panjang.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga: Menguji Batas Baru

Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan pola konsolidasi yang sehat. Data pergerakan harga mencatat:

  • Hari ini: +0.48% atau naik $549.83
  • 30 hari: turun -4.83%
  • 60 hari: turun tipis -0.96%
  • 90 hari: melonjak +9.91%

Performa ini menandakan adanya fase akumulasi kuat di pasar. Level support jangka pendek berada di kisaran $113,000 – $114,000, sementara resistensi terdekat ada di level $118,000 – $120,000.

Jika Bitcoin mampu menembus batas tersebut, peluang menuju rekor tertinggi baru di atas $124,000 terbuka lebar.

Banyak analis memperkirakan target jangka menengah bisa menyentuh kisaran $130,000 – $135,000, seiring dengan meningkatnya arus masuk modal institusional dan tren adopsi global.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang tak terhindarkan. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi, khususnya jika ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter global atau sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

Dengan harga yang bertahan kokoh di atas $115 ribu, Bitcoin semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset digital paling dominan di dunia.

Dukungan dari investor institusional, kelangkaan pasokan, serta meningkatnya adopsi global menjadi faktor pendorong utama yang menjaga momentum bullish BTC.

Saat pasar menanti langkah selanjutnya, Bitcoin kini berada dalam posisi emas: mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, dengan potensi besar untuk membuka babak baru reli spektakuler di dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com