Tag Archives: bitcoin

Perbandingan iPhone Air vs iPhone 17: Mana yang Paling Cocok untukmu?

Setelah resmi diperkenalkan pada 9 September 2025, iPhone 17 Series. Dari semua model yang diperkenalkan, ada dua model menarik untuk dibahas, yakni iPhone 17 sebagai model standar, dan iPhone Air, yang menjadi pendatang baru dengan konsep desain lebih tipis dan ringan.

iPhone 17 dan iPhone Air memiliki spesifikasi yang mirip—dengan selisih harga yang hanya $150. Lalu desain, fitur, dan harga yang tipis, mana yang sebenarnya paling pas untuk kebutuhanmu?

Baca juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Chipset dan Performa

iPhone 17: Chip A19

iPhone 17 ditenagai chip A19 Bionic terbaru berbasis fabrikasi 3nm generasi ketiga yang mampu memberikan performa optimal untuk kegiatan sehari-hari sampai gaming dengan efisiensi daya tinggi.

Dari segi performa baterai, Phone 17 dibekali baterai berkapasitas sekitar 3.692 mAh, yang diklaim mampu bertahan hingga 30 jam pemutaran video atau sekitar 27 jam streaming.

iPhone Air: Chip A19 Pro

iPhone Air dibekali chip A19 Pro seri prosesor yang lebih kencang jika dibandingkan dengan A19 bisa yang ada di iPhone 17. Perbedaan ini membawa optimisasi AI, cache lebih besar, dan RAM lebih lega, sehingga lebih unggul untuk beban kerja berat dan pemrosesan grafis.

Phone Air mengusung baterai lebih kecil, sekitar 3.149 mAh dengan daya tahan hingga 27 jam pemutaran video atau 22 jam streaming, namun karena desainnya yang super tipis ini Apple juga menawarkan MagSafe Battery Pack tipis sebagai aksesori yang dijual terpisah untuk memperpanjang penggunaan.

Baca juga: Fitur Unggulan iPhone 17: Chip A19, Wi-Fi 7, Layar 120 Hz, dan N1 Chip

Desain dan Material

iPhone 17: Klasik dengan Sentuhan Baru

Secara umum desain iPhone 17 sangat mirip dengan desain klasik khas iPhone 16, modul kamera vertikal, dan Dynamic Island, namun dengan beberapa pembaharuan seperti rangka yang terbuat dari aluminium, Ceramic Shield 2, serta pilihan warna baru warna baru seperti Lavender, Mist Blue, dan Sage.

iPhone Air: Ringan dan Tipis

iPhone Air hadir sebagai inovasi desain paling berani dari Apple, mengusung bodi ultra-tipis hanya 5,64 mm dan bobot ringan 165 gram. Memiliki rangka yang terbuat dari titanium Grade 5 dan layar bagian depan dan belakang yang dilindungi Ceramic Shield 2.

Soal warna, warna iPhone Air yang bisa kamu pilih tersedia mulai dari Sky Blue, Light Gold, Cloud White, dan Space Black.

Kamera

iPhone 17: Dual Camera

iPhone 17 dibekali dengan kamera utama 48 MP dan ultra wide yang dirancang untuk memberikan hasil foto dan video tajam di berbagai kondisi pencahayaan. Serta depan 18 MP dengan fitur Center Stage.

iPhone Air: Single Camera

iPhone Air memiliki satu kamera dengan resolusi 48 MP yang dirancang untuk tetap serbaguna meski dalam bodi ultra-tipis. Meskipun hanya satu kamera, Apple masih melengkapi hilangnya satu kamera yang ada di iPhone 17 dengan fitur multi‑focal length digital yang diklaim memiliki kualitas setara optik. Untuk di bagian depan, terdapat kamera Center Stage 18 MP.

Layar

iPhone 17: 6,3 inci

iPhone 17 hadir dengan layar Super Retina XDR OLED 6,3 inci yang lebih besar dibanding pendahulunya, iPhone 16 yang berukuran 6,1 inci. Panel ini mendukung ProMotion 120Hz, 3.000 nit, HDR dan Ceramic Shield 2.

iPhone Air: 6,5 inci

iPhone Air dibekali layar yang sama seperti iPhone 17 hanya saja memiliki ukuran layar yang lebih besar, yakni 6,5 inci. Fitur seperti ProMotion 120Hz, 3.000 nit, HDR dan Ceramic Shield 2 tentunya juga hadir di iPhone Air.

Harga

iPhone 17: Mulai dari Rp13 Jutaan

  • 256GB: $799 / Rp13 jutaan
  • 512GB: $999  / Rp16 jutaan

iPhone Air: Mulai dari Rp13 Jutaan

  • 256GB: $999 / Rp16 jutaan
  • 512GB: $1.199 / Rp19 jutaan
  • 1TB: $1.399 / Rp23 jutaan

Baca juga: iPhone 17 Punya Fitur Anti-Hack Baru, Bitcoin Hodler Wajib Punya!

Mana yang Paling Cocok untukmu?

Kedua model memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, maka dari itu kamu harus menentukan pilihan berdasarkan tujuan penggunaan kamu!

Pilih iPhone 17 jika kamu:

  • Ingin memiliki iPhone terbaru, tapi dengan harga lebih terjangkau.
  • Menginginkan daya tahan baterai lebih besar.
  • Lebih senang dengan desain kokoh tanpa khawatir kasus ‘bengkok’ seperti iPhone 6.
  • Menyukai layar yang sedikit lebih compact.
  • Fitur optik kamera yang lebih lengkap.

Pilih iPhone Air jika kamu:

  • Menginginkan desain tipis dan ringan dengan performa kencang.
  • Suka ponsel dengan layar besar.
  • Tidak masalah dengan baterai kecil karena SoT (Screen on Time) sehari-hari rendah.
  • Ingin performa lebih kencang dan memori lebih besar.

Itu dia berbandingan antara iPhone 17 dengan iPhone Air yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli.

Berbicara soal iPhone terbaru, tau gak sih kalau valuasi Bitcoin dibanding iPhone terbaru dalam beberapa tahun terakhir mengalami apresiasi lho! Itu artinya jika kamu menabung untuk iPhone terbaru dalam Bitcoin bisa tumbuh jauh melampaui kenaikan harga iPhone itu sendiri.

Baca juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Beli Bitcoin atau Ethereum dan Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto, dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, kembali menunjukkan ketangguhan setelah bertengger di level $115.365,01 per BTC.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,298,04 miliar USD dan volume perdagangan harian $51,08 miliar USD, Bitcoin semakin mengukuhkan dominasinya sebagai penggerak utama pasar kripto global.

Performa Harga Bitcoin yang Konsisten

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $113.453,84 hingga $116.317,21, menandakan volatilitas sehat yang tetap menarik bagi investor maupun trader.

Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12, tren jangka pendek dan menengah masih memperlihatkan momentum positif.

Jika dilihat dari riwayat harga beberapa bulan terakhir:

  • Hari ini: naik +1% atau $1.141,20.
  • 30 hari: terkoreksi -3,54% atau $4.228,03.
  • 60 hari: melemah -4,6% atau $5.558,19.
  • 90 hari: melonjak +9,45% atau $9.962,23.

Data tersebut menunjukkan meski ada tekanan jual dalam jangka 1–2 bulan terakhir, Bitcoin berhasil memulihkan momentum dalam 90 hari terakhir.

Baca Juga: Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

Faktor Pendorong Stabilitas Bitcoin

1. Dominasi Pasar yang Tak Tergoyahkan

Bitcoin masih menempati posisi #1 kripto dengan kapitalisasi pasar hampir $2,3 triliun, atau sekitar 45% dari total market cap kripto global.

Dominasi ini menegaskan status BTC sebagai “emas digital” yang menjadi acuan utama investor institusional maupun ritel.

2. Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

Dengan jumlah sirkulasi 19,92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati batas kelangkaannya.

Situasi ini mendorong sentimen scarcity, di mana permintaan tinggi terhadap aset langka cenderung mengangkat harga.

3. Minat Institusional yang Menguat

Investor besar, termasuk manajer aset global dan perusahaan publik, semakin agresif menambah kepemilikan BTC.

Hal ini memberikan dukungan harga dan mengurangi tekanan jual dari investor jangka pendek.

4. Dampak Halving dan Narasi “Safe Haven”

Meski halving berikutnya baru akan datang dalam beberapa tahun, dampaknya mulai dirasakan dalam ekspektasi investor.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global mendorong Bitcoin dilihat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, mirip peran emas di pasar tradisional.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Bitcoin berada di persimpangan penting. Dari sisi teknikal maupun fundamental, ada dua kemungkinan besar:

  1. Skenario Bullish
    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $113.000 dan melanjutkan momentum bullish, BTC berpotensi menguji ulang rekor tertinggi $124.000 dalam beberapa minggu ke depan. Jika level ini berhasil ditembus, target jangka menengah bisa menuju kisaran $130.000–$135.000.
  2. Skenario Bearish
    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat akibat aksi ambil untung atau faktor eksternal seperti regulasi ketat, BTC bisa kembali terkoreksi ke kisaran $110.000–$112.000. Namun, tren jangka panjang tetap positif selama BTC tidak jatuh di bawah $100.000.

Posisi Bitcoin di Pasar Global

Sebagai kripto pionir, Bitcoin tetap menjadi barometer utama bagi seluruh aset digital lainnya. Setiap pergerakan signifikan BTC hampir selalu diikuti oleh altcoin.

Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,29 triliun USD, Bitcoin jelas berada di level yang tak tertandingi oleh aset digital lain.

Yang menarik, meski volatilitas tetap tinggi, Bitcoin terus dilihat sebagai aset yang matang. Narasi ini diperkuat dengan tingginya aktivitas perdagangan harian dan meningkatnya keterlibatan institusi keuangan besar.

Baca Juga: Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin kini berdiri kokoh di atas $115.000 dengan tren jangka menengah yang menunjukkan sinyal positif.

Dominasi pasar, kelangkaan pasokan, dan meningkatnya minat institusional menjadi bahan bakar utama kenaikannya.

Jika momentum bullish berlanjut, Bitcoin memiliki peluang besar untuk menantang dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.000.

Meski koreksi jangka pendek bisa saja terjadi, arah besar BTC masih menuju penguatan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 15-19 September 2025: Bocoran FOMC

Seperti biasa, analisa kita lagging seminggu:

Secara data:

1. FX Reserve Tiongkok naik, tanda bahwa Tiongkok menerbitkan surat utang untuk menyedot dollar dan membeli emas serta memberikan pinjaman pembangunan yang harus dibayar dengan Yuan ✅

2. Conference Board Employment trend index Turun

3. Trade Balance Tiongkok naik 

4. CPI Tiongkok Turun. Bayangkan Setelah semua stimulus itu, CPI Tiongkok masih negatif, Jika saat CPI Tiongkok naik saja saya prediksi Bitcoin naik, apalagi jika turun, perlu berapa Trilyun Yuan lagi untuk Tiongkok bikin mata uangnya inflasi

5. PPI AS Turun. Ini sama cara mengambil poinnya: Bayangkan Setelah semua stimulus itu, PPI AS masih negatif, Jika saat PPI AS naik saja saya prediksi Bitcoin woles, apalagi jika turun, perlu berapa Milyar dollar lagi untuk AS bikin mata uangnya inflasi

6. CPI AS naik. Tetapi saya juga tekankan, fokus Corenya. Core tidak naik dan CPI naik artinya inflasi tidak naik karena strategi Fed, namun naik karena faktor external seperti minyak dan tariff, tetapi karena harga minyak masih terjaga, pasti karena tariff, sehingga Fed bisa jumawa dan mengatakan yang membuat inflasi naik adalah Presiden-mu

7. Unmich Naik.

Maka sesungguhnya prediksi minggu lalu akan mulai berefek minggu depan. 

Data Minggu Depan

Senin, 15 September 2025

09.30 WITA – House Price Index Tiongkok

House Price Index adalah ukuran harga rumah keluarga individual di Tiongkok. Rumah adalah lubang-lubang inflasi, jika harga rumah naik maka mata uangnya inflasi dan sebagai tanda Pemerintah Tiongkok telah bergerak mencetak uang baru dari uang yang ada, tetapi belum mendistribusikan semua, cara melihatnya adalah di M1.

Namun HPI adalah indikator utama melihat bagaimana inflasi setahun kedepan. Jika HPI naik maka CNY naik dan DXY turun, karena artinya CNY sedang dilemahkan untuk menyedot mata uang lain. Bagaimana caranya? dengan expor barang murah. 

20.30 WITA – NY Empire Index

New York Empire Index adalah ukuran bagus tidaknya bisnis di New York. Karena New York adalah kota besar, maka menjadi acuan indikator nasional. Sama seperti kita, jika Surabaya sepi maka secara umum ekonomi nasional lesu. maka itu jika NY Empire Index naik, DXY naik dan jika NY Empire Index turun, maka DY turun. Saya prediksi angkanya turun dengan alasan PPI nasional turun dan inflasi naik, maka seharusnya Pabrik di New York sepi. 

Kira-kira begini candle hari Senin.

Selasa, 16 September 2025

20.30 WITA – Retail Sales

PPI Nasional AS yang turun itu menggambarkan segala hal bahwa sejatinya AS itu sudah resesi, diperparah dengan NFP yang direvisi berkurang +- 900 ribu pekerjaan, tidak masuk akal jika retail sales naik. Tetapi formula retail sales itu perlu dibedah. Jika tahun lalu saya beli burger 10$ lalu tahun ini menjadi 12$, maka sejatinya retail sales itu naik.

Namun PPI membedah borok itu, dimasa yang lalu saat PPI terus naik, saya prediksi Retail Sales naik, namun karena sekarang retail sales turun dan narasi harus sesuai dengan potong suku bunga, saya prediksi retail sales tetap naik dengan logika, inflasi naik, harga barang naik, dan pengeluaran tetap harus naik, walaupun kenaikan retail sales tidak masuk akal.

22.00 WITA – National of Association Housing Builder Index

Rumah adalah Giffen goods sama seperti emas, dan saya percaya Bitcoin juga. Semakin banyak Rumah dibangun semakin mahal harganya, Bitcoin memang tidak bisa bertambah tetapi Bitcoin punya satuan Sathosi yang sejatinya harganya unlimited juga, apakah rumah bisa dibangun lebih kecil lagi seperti rencan Kementrian Myanmar yang bangun 50M2? hahahaha.

Nasib orang Myanmar kurang bagus. National Association of Housing Builder Index menggambarkan bahwa jika Konstruksi pembangunan rumah naik maka inflasi akan naik, selama Asosiasi ini sepi, maka faktor inflasi bukan dari rumah atau bertambahnya KPR, Bayangin itu index-nya sudah rendah sekali di 32, apa kabar ntar kalau naik 100? Bitcoin dimana itu saat Pemerintah menggandakan uang dengan membangun rumah?

Jika NAHB naik maka DXY naik, karena KPR adalah janji mati menanggung inflasi. Saya prediksi NAHB naik sehingga DXY naik, Kira-kira begini candle hari Selasa: 

Rabu, 17 September 2025

20.30 WITA – Housing Starts

Housing Starts adalah Jumlah rumah baru yang dibangun di bulan itu, jika Jumlah rumah baru naik, maka DXY naik karena rumah baru adalah tanda pemerintah masih membuat lubang untuk inflasi baru. Pada bocoran CPI Goldman Sachs tertulis bahwa komponen inflasi dari shelter (Tempat tinggal) tidaklah diprediksi naik, sehingga menurut saya Jumlah rumah baru akan naik sesuai dengan NAHB, NAHB adalah kunci jika NAHB tidak naik atau naiknya kecil maka housing starts juga akan stuck.

Anyway, apapun hasil Housing Starts, belum akan menggerakan candle secara signifikan karena di hari yang sama ada keputusan FOMC, menurut saya Housing Starts akan naik namun engga banyak. 

02.00 WITA – FOMC Rate Decision

Pemotongan suku bunga di FOMC kali ini sudah pasti, Prediksi saya adalah 25 bps, Prediksi saya akan saya update di subs jika kenaikan inflasi dibawah 58 bps, maka kemungkinan pemotongan suku bunga 50 bps lebih besar, sehingga pilihannya bukan antara suku bunga di potong atau tidak dipotong tetapi suku bunga dipotong 25bps atau 50 bps. Pilihannya Enak atau enak banget. Pertanyaannya apakah ada sell on news? nah itu jawaban dari jam-Jaman yang setiap hari saya update di X. Berikut Contohnya:

Kira-kira Begini Candle hari Rabu:

Kamis, 18 September 2025

20.30 Claim Data

Claim data adalah jumlah pengangguran mingguan yang meminta tunjangan pengangguran pada pemerintah, setiap state berbeda antara 50-300$ per minggu tergantung lama bekerja. Jika claim data naik maka DXY turun jika Claim data turun maka DXY naik.

Prediksi saya turun. Bukan karena orangnya bekerja tapi karena orangnya dideportasi hahahaha. Memprediksi Claim data di jaman Presiden Trump tidak perlu di inverse. 

Philadelphia Fed Manufacturing Index

Philadelphia Manufacturing Index adalah survey belanja pabrik-pabrik yang ada di Philadelphia, Karena besarnya jumlah pabrik disana maka angkanya juga cenderung dapat dijadikan acuan keadaan ekonomi nasional. Misalnya kalau dikita Pabrik mobil banyakan di Jawa Barat lalu Jawa Barat sepi maka secara nasional keadaan pabrik di Indonesia sepi. 

Kira-kira begini candle hari Kamis: 

Jum’at, 19 September 2025 

7.30 WITA – CPI Japan

Jika Ekonomi Tiongkok maju maka Ekonomi Jepang tidak bisa maju karena pasar Jepang direbut pasar ekspor Tiongkok, sebab itu berhubungan antara inflasi Tiongkok, AS dan Jepang, kita dapati inflasi Tiongkok masih minus, Inflasi AS naik maka saya prediksi inflasi Jepang masih belum akan naik. Alasannya Ekonomi Jepang belum akan bergerak karena datangnya Imigran yang menjadi buruh di Jepang.

Pergantian PM baru dari PM Ishiba yang cenderung menaikan suku bunga menjadi PM baru yang lebih dovish dapat menyebabkan pasar berpikir inflasi Jepang akan stuck dan boleh jadi akan kembali ke menahan suku bunga untuk naik. 

11.00 WITA – BOJ Rate Decision

Saya prediksi BoJ masih akan menahan suku bunga. Menaikan suku bunga hanya akan menambah pedih Yen karena semakin ditinggalkan, sedangkan menurunkan suku bunga belum menjadi opsi karena inflasi masih akan membuat penduduk Jepang lebih berhemat lagi akibat daya beli yang turun. 

Kira-kira begini Candle hari Jum’at: 

Terimakasih sudah membaca Tulisan saya , ini semua hanyalah karangan dan fiksi belaka, jika ada kebenaran maka itu hanya kebetulan saja, menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan sudah pasti merugi, tetaplah analisa sendiri dan tetaplah jangan percaya karena kalau analisa sendiri engga ada yang memeriksa. 😮‍💨😮‍💨😮‍💨😮‍💨

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 12 September 2025: BTC Menguat, CPI AS Naik 2,9%

Pasar kripto hari ini, Jumat (12/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin kembali mendekati level tertinggi tiga minggu di kisaran $117.000 setelah data CPI AS sesuai ekspektasi, meski trader masih terpecah antara potensi kenaikan lanjutan atau koreksi singkat.

Aktivitas whale kripto juga meningkat, dengan pembelian besar pada ENA, UNI, dan ONDO senilai ratusan juta dolar yang memberi sinyal bullish. Di sisi lain, analis veteran Peter Brandt memprediksi puncak siklus Bitcoin bisa terjadi bulan ini, bertepatan dengan prospek penurunan suku bunga The Fed. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Bitcoin Mengincar $117K; Trader Berbeda Pendapat

  • Bitcoin dekati titik tertinggi tiga minggu setelah data CPI AS sesuai ekspektasi.
  • Banyak trader perkirakan BTC akan naik, mungkin setelah penurunan singkat.
  • CPI telah picu pergerakan harga BTC signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Whale Kripto Melakukan Pembelian Besar Setelah Rilis Data CPI AS

  • Whale beli 8,25 juta ENA senilai $7 juta, target kenaikan di $0,95 dan $1,16.
  • Arus masuk UNI oleh whale capai 40,82 juta token senilai $398 juta, target harga di $10,70 & $11,60.
  • Kepemilikan ONDO oleh whale naik 310 juta token senilai $300 juta. Target harganya $1,11, level support di $0,91.

Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

Peter Brandt Memprediksi Puncak Siklus Bitcoin Bulan Ini

  • Brandt perkirakan BTC capai puncaknya bulan ini berdasarkan siklus historis.
  • Ada kemungkinan siklusnya dapat diperpanjang.
  • Hal ini terjadi saat Fed bersiap menurunkan suku bunga sebesar 25 bps.

Ethereum Tantang Dominasi Bitcoin, Pimpin Volume Perdagangan

  • Volume perdagangan spot Ethereum secara konsisten melampaui BTC.
  • Tren ini menunjukkan pergeseran minat trader ke altcoin.
  • Prospek altcoin terlihat bullish seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

Pasar kripto tengah menunjukkan dinamika menarik setelah Crypto Fear and Greed Index (FGI) mencatat level 47 (Netral), sementara harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus level resistensi kunci. Sentimen investor kini berayun antara kehati-hatian dan optimisme, terutama setelah data inflasi AS memberikan kejutan positif.

Crypto Fear & Greed Index: Dari Ekstrem ke Netral

Indeks FGI yang dirilis CoinMarketCap hari ini berada di level 47 (Netral), sedikit naik dibandingkan 43 kemarin dan 44 minggu lalu. Namun, jika dibandingkan bulan lalu yang sempat berada di level 62 (Greed), sentimen jelas melunak.

  • Tertinggi tahunan: 88 (Extreme Greed) pada 21 November 2024.
  • Terendah tahunan: 15 (Extreme Fear) pada 11 Maret 2025.

Perubahan ini menandakan pasar sedang mencari keseimbangan di tengah volatilitas makroekonomi.

Crypto Fear and Greed Index pada 11 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Crypto Fear and Greed Index pada 11 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

Baca juga: Crypto Fear and Greed Netral: Saat Tepat untuk Akumulasi?

Bitcoin Reli ke $114.000, Target Selanjutnya $130.000

Harga Bitcoin naik 2,4% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar $114.000, dengan volume perdagangan melonjak 19%. Lonjakan ini dipicu laporan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang secara mengejutkan turun 0,1%, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 0,3%.

Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 17 September, dengan kemungkinan pemangkasan lanjutan di Oktober.

Kebijakan suku bunga lebih rendah biasanya menguntungkan aset berisiko seperti kripto, karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar instrumen tradisional.

Musim Altcoin Mulai Panas

Kenaikan BTC juga menyeret altcoin. Solana (SOL) dan BNB Chain (BNB) mencatatkan reli signifikan, bahkan BNB berhasil mencapai rekor baru di $900.

CoinMarketCap mencatat Indeks Musim Altcoin berada di level 59, mengindikasikan adanya rotasi modal menuju token-token alternatif. Namun, analis menilai reli altcoin ini tidak serta-merta menghambat BTC karena biasanya momentum bullish dimulai dari Bitcoin lalu mengalir ke altcoin.

Analisis Teknis: Sinyal Bullish Kuat

  • BTC menembus resistensi $112K, membuka jalan menuju $130.000.
  • RSI (Relative Strength Index) harian telah melewati rata-rata pergerakan 14 hari, memberikan sinyal beli yang solid.
  • Jika volume perdagangan terus meningkat, tren bullish berpotensi semakin kuat.

Fokus Pasar: Data CPI & Keputusan Fed

Investor kini menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dipublikasikan besok. Jika inflasi konsumen juga lebih rendah dari perkiraan, reli BTC berpeluang semakin tajam.

Bahkan, jika Fed memangkas suku bunga lebih besar dari 25 bps, pasar bisa bereaksi sangat kuat dengan target BTC yang lebih tinggi dari $130.000.

Crypto Fear & Greed Index saat ini menunjukkan sikap netral, tetapi harga Bitcoin berhasil menembus level krusial yang bisa menjadi awal reli besar. Dengan dukungan faktor makro seperti penurunan inflasi dan potensi pemangkasan suku bunga, target $130.000 kini terlihat semakin realistis, meski volatilitas tetap harus diwaspadai.

Baca juga: Crypto Fear and Greed Index Masuk Zona Takut: Sinyal Beli?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fitur Unggulan iPhone 17: Chip A19, Wi-Fi 7, Layar 120 Hz, dan N1 Chip

Apple kembali menggebrak pasar smartphone dengan meluncurkan iPhone 17 pada 9 September 2025. Seri terbaru ini bukan hanya penyegaran desain, tetapi juga membawa teknologi terbaru. Empat fitur baru yang mungkin kamu baru dengar dan paling menonjol adalah Chip A19, Wi-Fi 7, layar 120 Hz, dan N1 Chip, kira-kira apa fungsi dari fitur-fitur tersebut?

Baca juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Chip A19: Otak Super Cepat iPhone 17

Ilustrasi Chipset A19. Sumber: Apple

Chip A19 merupakan prosesor 3 nanometer ke tiga yang ditenagai oleh 6-core CPU dan 5-core GPU yang mampu memberikan peningkatan kecepatan hingga 40% dibanding pendahulunya.

Dilengkapi dengan Neural Engine 16-core, A19 mendukung fitur kecerdasan buatan seperti Apple Intelligence, pemrosesan gambar real-time, dan pengenalan suara yang lebih akurat. Tak hanya CPU nya yang gahar, GPU-nya juga mendukung teknologi visual canggih seperti ray tracing dan MetalFX, menjadikan pengalaman gaming dan multimedia semakin imersif.

Dua inti performa menangani tugas berat seperti gaming dan editing video, sementara empat inti efisiensi menjaga konsumsi daya tetap rendah. Apple mengklaim iPhone 17 mampu bertahan hingga 30 jam untuk menonton video dengan refresh rate 120Hz aktif, dan pengisian daya 50% hanya butuh sekitar 20 menit.

Wi-Fi 7: Koneksi Cepat dan Stabil

Ilustrasi WiFi 7. Sumber: globalxtreme

Fitur Wi‑Fi 7 memang bukan hal yang baru, karena sebelumnya Wi-Fi 7 hadir di iPhone 16. Namun berkat chip konektivitas khusus Apple N1, fitur WiFi 7 di iPhone 17 mampu menghadirkan kecepatan transfer data hingga 46 Gbps dan latensi ultra-rendah dengan lebih efisien.

Teknologi Multi-Link Operation (MLO) memungkinkan perangkat terhubung secara bersamaan ke pita 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz untuk koneksi yang lebih stabil, bahkan di jaringan padat.

Dengan bandwidth 320 MHz dan modulasi 4K-QAM, Wi‑Fi 7 di iPhone 17 mampu memberikan pengalaman streaming 8K tanpa buffering, gaming online bebas lag, serta panggilan video yang jernih. Integrasi erat antara chip N1 dan iOS juga meningkatkan performa fitur seperti AirDrop dan Personal Hotspot, sekaligus mengoptimalkan konsumsi daya untuk masa pakai baterai yang lebih lama.

Baca juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Layar 120 Hz: Jurus Apple Bungkam Olok-Olok User Android

Ilustrasi ProMotion 120Hz. Sumber: Apple

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan sindiran pengguna Android, Apple akhirnya membekali iPhone 17 reguler dengan layar ProMotion 120 Hz.

Teknologi ini menghadirkan refresh rate adaptif yang dapat turun hingga 1 Hz saat layar tidak aktif, sehingga tetap hemat daya tanpa mengorbankan kelancaran visual.

Dengan panel Super Retina XDR OLED 6,3 inci, kecerahan puncak mencapai 3.000 nits—tertinggi dalam sejarah iPhone—dan dilapisi Ceramic Shield 2 yang tiga kali lebih tahan gores. Fitur Always-On Display kini juga tersedia, menampilkan jam, widget, dan Live Activities tanpa harus menyalakan layar sepenuhnya.

Memberikan pengalaman scrolling, gaming, hingga menonton video terasa jauh lebih mulus dan responsif. Kini, pengguna iPhone tak lagi khawatir jadi olok-olok pengguna Android karena masih menggunakan layar 60 Hz.

N1 Chip: Konektivitas Super Cerdas 

Ilustrasi Chipset N1. Sumber: Macrumors

Apple memperkenalkan N1 Chip sebagai prosesor konektivitas khusus di seluruh lini iPhone 17, termasuk iPhone 17 Pro dan iPhone Air. Chipset ini dirancang sepenuhnya in-house, N1 menggabungkan Wi‑Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread dalam satu chip, menggantikan komponen jaringan dari pihak ketiga seperti Broadcom.

Integrasi langsung dengan hardware dan iOS membuat koneksi lebih cepat, stabil, dan hemat daya. Dipadukan dengan Wi‑Fi 7, pengguna mendapatkan kecepatan hingga 46 Gbps dan latensi rendah untuk streaming 8K, gaming online, dan panggilan video tanpa lag. 

Sementara Thread memungkinkan iPhone 17 mengontrol perangkat smart home berbasis Matter secara langsung, tanpa hub tambahan.

N1 Chip juga mengoptimalkan fitur seperti AirDrop dan Personal Hotspot, sekaligus membantu memperpanjang daya tahan baterai, bahkan iPhone 17 Pro mampu memutar video hingga 37 jam tanpa henti.

Baca juga: iPhone 17 Punya Fitur Anti-Hack Baru, Bitcoin Hodler Wajib Punya!

Tertarik Buat Beli iPhone 17 Tapi Uang Belum Cukup? Ini Solusinya

Illustrasi perbandingan harga iPhone dan BTC dari tahun ke tahun. Sumber: bitcoinist

Bagi banyak orang, harga iPhone 17 di angka USD $799 (sekitar Rp14–15 jutaan) terasa cukup tinggi. Namun, jika kamu adalah pemegang Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), kenyataannya iPhone 17 justru semakin “murah”.

Menurut data, harga iPhone 17 dalam ukuran aset kripto mengalami penurunan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Jika pada tahun lalu iPhone 16 dibanderol setara 0,0140 BTC, kini iPhone 17 hanya membutuhkan sekitar 0,0072 BTC saja. 

Hal serupa juga terjadi pada Ethereum: dari yang sebelumnya mencapai 0,3386 ETH untuk iPhone 16, kini cukup dengan 0,1866 ETH saja kamu sudah bisa membawa pulang iPhone 17. 

Dengan kata lain, apresiasi harga Bitcoin dan Ethereum membuat daya beli pemegang kripto meningkat, sehingga dengan jumlah koin yang sama mereka bisa memperoleh hampir dua unit iPhone 17 dibandingkan hanya satu unit pada tahun lalu.

Ini bisa jadi solusi untuk kamu yang masih menabung atau menyimpan uang untuk membeli iPhone dalam Rupiah.

Beli Bitcoin atau Ethereum dan Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto, dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali mencatatkan kinerja mengesankan di awal September 2025.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Kamis (11/9), harga BTC berada di level $114,289.85 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,276.57 miliar USD.

Angka ini menegaskan dominasi Bitcoin sebagai aset digital terbesar di dunia, di tengah geliat pasar kripto yang kian solid.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik +2.54%, setara dengan tambahan $2,824.89.

Pergerakan ini menempatkan BTC semakin dekat dengan level psikologis $115,000, yang bisa menjadi batu loncatan untuk kembali menguji rekor tertinggi (ATH) sebelumnya.

Baca Juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Performa Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

Jika ditarik ke belakang, performa BTC masih menunjukkan tren positif secara keseluruhan:

  • Hari ini: naik +2.53%.
  • 7 hari terakhir: bertambah +2.74%.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi tipis -3.84% atau sekitar $4,561.37.
  • 60 hari terakhir: turun moderat -2.97%.
  • 90 hari terakhir: justru naik signifikan +9.33% atau sekitar $9,752.33.

Dengan volatilitas yang masih dalam batas wajar, Bitcoin tetap menunjukkan tren bullish jangka menengah hingga panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Antisipasi Terhadap Kebijakan Ekonomi Global

Investor global tengah mengantisipasi langkah-langkah kebijakan moneter dari bank sentral besar, khususnya Federal Reserve AS.

Ekspektasi terhadap pelonggaran suku bunga memberi dorongan positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin. Sebagai aset lindung nilai alternatif, BTC semakin dipandang sebagai instrumen diversifikasi investasi.

2. Permintaan Tinggi dari Institusi

Masuknya arus modal institusional melalui produk-produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF spot, terus mendorong permintaan.

Lonjakan volume perdagangan harian hingga $54.13 miliar USD menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset arus utama.

3. Keterbatasan Pasokan

Dengan total pasokan maksimum 21 juta BTC dan jumlah yang beredar saat ini mencapai 19.92 juta BTC (94.85% dari total), kelangkaan pasokan menjadi faktor fundamental yang memperkuat nilai Bitcoin.

Menjelang siklus halving berikutnya, tekanan suplai diperkirakan akan semakin memperkokoh tren bullish jangka panjang.

4. Ketahanan Harga di Level Support Kuat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di kisaran $111,396.63 hingga $114,306.26. Penembusan ke atas $114,000 memperlihatkan kekuatan demand, sekaligus membuka peluang menuju resistance berikutnya di sekitar $118,000 sebelum menguji rekor tertinggi $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin Menuju Rekor Baru

Dengan kapitalisasi pasar yang telah menembus $2,276.74 miliar USD, Bitcoin tidak hanya menjadi aset kripto, tetapi juga mulai sejajar dengan instrumen keuangan tradisional kelas berat.

Banyak analis memperkirakan bahwa jika tren positif ini bertahan, Bitcoin berpeluang kembali mencatatkan ATH baru di atas $125,000 dalam beberapa bulan mendatang.

Adapun beberapa katalis yang dapat memperkuat momentum kenaikan meliputi:

  • Stabilitas makroekonomi dan potensi penurunan suku bunga global.
  • Pertumbuhan adopsi institusional lewat ETF dan tokenisasi aset digital.
  • Siklus halving 2026 yang semakin dekat, mengurangi pasokan baru BTC.
  • Meningkatnya kepercayaan investor ritel yang kembali masuk ke pasar setelah fase konsolidasi.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai faktor risiko seperti regulasi ketat di sejumlah yurisdiksi, volatilitas pasar kripto yang tinggi, serta kemungkinan aksi ambil untung ketika BTC mendekati rekor tertinggi.

Bisa saja, kenaikan harga Bitcoin hingga $114,289.85 menandai momentum positif yang semakin kuat di pasar kripto.

Dengan dukungan sentimen global, adopsi institusional, dan keterbatasan pasokan, BTC kembali memantapkan diri sebagai aset digital utama dunia.

Jika tren ini terus berlanjut, Bitcoin bukan hanya berpotensi menguji kembali level ATH di $124,457.12, tetapi juga membuka jalan menuju tonggak sejarah baru di atas $125,000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 11 September 2025: Bitcoin Bangkit, BNB Raih ATH

Pasar kripto hari ini, Kamis (11/9) diramaikan dengan kabar Bitcoin berhasil menembus $113.000 setelah data inflasi PPI AS menurun tajam, memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan September, meski harga BTC berpotensi alami turbulensi jangka pendek sebelum melanjutkan tren naik.

Sementara itu, BNB cetak rekor tertinggi baru berkat kemitraan strategis Binance dengan Franklin Templeton dalam tokenisasi sekuritas patuh regulasi, serta langkah CEA Industries menambah simpanan BNB hingga $368 juta. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Bitcoin Tembus $113K, Dipicu Data Inflasi AS yang Mendingin

  • Inflasi PPI Agustus turun tajam, mendorong Bitcoin menembus $113.000.
  • Trader yakin The Fed akan pangkas suku bunga September.
  • Harga BTC potensi alami turbulensi jangka pendek, lalu naik jangka panjang.

BNB Capai ATH Baru Berkat Kemitraan Franklin Templeton

  • Adopsi institusi dan kemitraan dorong harga BNB ke rekor baru.
  • Binance dan Franklin Templeton bermitra untuk tokenisasi sekuritas yang patuh regulasi.
  • CEA Industries tingkatkan simpanan BNB menjadi $368 juta, targetkan 1% pasokan beredar.

Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

Bisakah DogecoinCapai $1 Saat Peluncuran ETF?

  • Harga Dogecoin naik, sejalan dengan kripto lain.
  • ETF Dogecoin pertama diperkirakan akan rilis Kamis ini.
  • Harga DOGE kemungkinan bisa melonjak hingga $1.

Ketua SEC Mengklaim “Waktu Kripto Telah Tiba”

  • Ketua SEC Paul Atkins umumkan kebijakan pro-kripto di OECD Roundtable.
  • Atkins menjanjikan kejelasan regulasi token, penggalangan dana, dan platform perdagangan.
  • Atkins fokus membatasi penegakan, dorong inovasi, dan jalin kemitraan internasional.

Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Setelah banyak spekulasi dan rumor menjelang perilisan iPhone 17 terbaru, akhirnya iPhone 17 resmi dirilis pada 9 September 2025 melalui acara Apple bertajuk “Awe Dropping”

Tradisi tahunan Apple dalam memperkenalkan lini terbaru iPhone kali ini membawa beberapa varian, seperti iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan yang terbaru iPhone Air.

Tentunya semua iPhone terbaru ini dibekali dengan peningkatan desain, kamera, hingga performa yang ditenagai chipset gahar terkini dari Apple—A19  dan A19 pro yang semakin cepat, efisien, dan dirancang untuk mengoptimalkan fitur AI.

Salah satu hal yang menarik dari iPhone 17 series terbaru ini adalah hadirnya varian warna Orange yang bisa mengingatkan investor kripto pada logo Bitcoin.

Spek dan Harga Varian iPhone 17 Terbaru

Apple merilis empat varian iPhone 17 dengan target pengguna berbeda. Berikut ringkasan spesifikasi utama dan perkiraan harga tiap model:

iPhone 17 

Ilustrasi warna iPhone 17. Sumber: Apple

iPhone 17 hadir dengan desain yang indah dan tangguh, tersedia dalam lima warna elegan. Dilengkapi sistem kamera baru 48MP Dual Fusion, kamera depan Center Stage untuk selfie grup, serta fitur video Dual Capture yang memudahkan pengambilan momen dari dua sudut sekaligus. 

Chip A19 yang bertenaga menghadirkan performa canggih dan daya tahan baterai sepanjang hari. Layar Super Retina XDR berukuran 6,3 inci kini mendukung ProMotion hingga 120Hz, memberikan pengalaman visual yang lebih halus dan responsif.

Perlindungan Ceramic Shield 2 di bagian depan membuatnya tiga kali lebih tahan gores. Pengisian daya cepat hingga 50% hanya dalam 20 menit. Ditambah lagi, fitur Apple Intelligence seperti Clean Up siap membantu menyempurnakan foto dan aktivitas harian kamu.

Harga: 

256GB: $799 / Rp13 jutaan
512GB: $999  / Rp16 jutaan

iPhone 17 Pro

Ilustrasi iPhone 17 Pro. Sumber: Apple

iPhone 17 Pro mengusung desain baru dengan warna “Bitcoin Orange” yang tidak hanya tangguh, tetapi juga mendukung performa maksimal dan daya tahan baterai luar biasa berkat chip A19 Pro.

Sistem kamera 48MP Pro Fusion menghadirkan Telephoto terpanjang dalam sejarah iPhone dengan zoom hingga 8x, serta kamera depan Center Stage untuk selfie grup yang lebih cerdas dan fitur video Dual Capture. 

Perlindungan layar juga semakin kuat dengan Ceramic Shield 2 yang tiga kali lebih tahan gores, sementara aluminium unibody membantu meredam panas secara efisien. Dilengkapi pula dengan fitur Apple Intelligence seperti Clean Up, yang membuat pengalaman pengguna semakin praktis dan intuitif.

Harga: 

256GB: $1.099 / Rp18 jutaan
512GB: $1.299  / Rp21 jutaan
1TB: $1.499  / Rp24 jutaan

iPhone 17 Pro Max

Ilustrasi perbandingan iPhone 17 Pro Max dengan iPhone 17 Pro. Sumber: Apple

iPhone 17 Pro Max memiliki spesifikasi yang mirip dengan iPhone 17 Pro, namun dengan ukuran layar, kapasitas baterai, dan opsi penyimpanan yang lebih besar serta hadir juga dengan warna ikonik “Bitcoin Orange”. Dengan layar Super Retina XDR yang lebih besar, yakni berukuran 6,9 inci, perangkat ini menawarkan pengalaman visual yang imersif dan responsif berkat ProMotion hingga 120Hz. 

Sama seperti iPhone 17 Pro, kamera iPhone 17 Pro Max juga dilengkapi kamera Pro Fusion 48MP dengan Telephoto terpanjang dalam sejarah iPhone serta zoom optik hingga 8x dan digital hingga 40x. Kamera depannya dilengkapi juga dengan Center Stage untuk selfie grup yang lebih cerdas dan fleksibel. 

Chip A19 Pro di iPhone 17 Pro Max menghadirkan performa luar biasa dengan efisiensi daya yang mendukung hingga 37 jam pemutaran video dan pengisian daya cepat hingga 50% hanya dalam 20 menit.

Harga: 

256GB: $1.199 / Rp19 jutaan
512GB: $1.399 / Rp23 jutaan
1TB: $1.599 / Rp26 jutaan
2TB: $1.999 / Rp32 jutaan

iPhone 17 Air

Ilustrasi iPhone 17 Air. Sumber: Apple

iPhone Air hadir sebagai iPhone tertipis yang pernah dibuat, namun tetap menghadirkan kekuatan luar biasa berkat chip A19 Pro di dalamnya. Desainnya menggabungkan keindahan dan ketangguhan, dengan rangka titanium yang dipoles elegan, Ceramic Shield 2 di bagian depan yang tiga kali lebih tahan gores, serta perlindungan belakang yang 4x lebih tahan retak dibanding generasi sebelumnya.

Kamera depan Center Stage memudahkan pengambilan selfie grup yang lebih cerdas, sementara fitur Dual Capture memungkinkan perekaman video dari dua sudut sekaligus. Kamera utama 48MP Fusion dengan 2x Telephoto. Layar Super Retina XDR 6,5 inci dengan ProMotion hingga 120Hz memberikan pengalaman visual yang halus dan memukau.

Harga: 

256GB: $999 / Rp16 jutaan
512GB: $1.199 / Rp19 jutaan
1TB: $1.399 / Rp23 jutaan

Baca juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Jadwal Pre-Order iPhone 17 Series

Apple resmi membuka pre-order iPhone 17 Series mulai Jumat, 12 September 2025 pukul 19.00 WIB

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jadwal ini terbagi menjadi beberapa gelombang. Negara-negara yang masuk dalam gelombang pertama meliputi Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, serta lebih dari 60 negara lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Sementara itu, untuk pasar Indonesia, meski Apple Indonesia sudah menampilkan materi promosi iPhone 17 Series di website resmi Apple Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai tanggal PO, harga resmi, atau ketersediaan di pasar Indonesia.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, iPhone 16 masuk Indonesia tujuh bulan setelah peluncuran global. Namun bukan tidak mungkin jika iPhone 17 Series lebih masuk lebih cepat, seperti iPhone 15 yang masuk selang beberapa bulan, jika tidak ada kendala seperti pemenuhan TKDN.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar Crypto dengan Analisis Fundamental: Nilai Proyek & Utility Token

Banyak orang masuk ke dunia crypto hanya karena melihat harga naik drastis atau mendengar cerita sukses orang lain. Masalahnya, tanpa analisis yang tepat, banyak juga yang berakhir rugi karena salah pilih aset. Di sinilah analisis fundamental (FA) jadi penting.

Berbeda dengan analisis teknikal (TA) yang fokus pada grafik harga dan pola pergerakan, analisis fundamental melihat nilai intrinsik sebuah proyek: seberapa solid teknologi, tim pengembang, dan apakah tokennya benar-benar punya kegunaan nyata.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian analisis fundamental, alasan mengapa ia penting, komponen utama yang harus diperhatikan, hingga tips strategi lanjutan untuk memilih aset crypto yang lebih aman dan berpotensi jangka panjang.

Apa itu Analisis Fundamental dalam Crypto?

Analisis fundamental adalah pendekatan untuk menilai suatu proyek crypto berdasarkan aspek paling fundamental (mendasar), seperti whitepaper, tim pengembang, tokenomics, komunitas, hingga keuangan, dan faktor-faktor yang ada di dalam jaringan proyek crypto tersebut. 

Tujuannya tidak lain untuk mengetahui nilai intrinsik dari proyek tersebut. Apakah aset crypto undervalued atau overvalued, sehingga kamu bisa mempertimbangkan potensi proyek crypto tersebut ke depannya.

Kenapa Analisis Fundamental Penting?

Menurut data dari Dune, hingga September 2025, terdapat lebih dari 47 juta token crypto yang masih terus bertambah setiap harinya. 

Banyak proyek crypto tersebut lahir dengan membawa narasi besar dan janji inovasi revolusioner. Mulai dari teknologi blockchain generasi baru, solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi), hingga ekosistem metaverse yang digadang-gadang menjadi masa depan interaksi digital.

Namun, realitas di lapangan seringkali berbeda. Tidak sedikit dari proyek-proyek tersebut yang kehilangan arah pengembangan, gagal membangun basis pengguna, atau bahkan terhenti total karena masalah pendanaan, lemahnya manajemen, hingga skema penipuan (rug pull).

Memahami aspek fundamental menjadi aspek penting yang membantu investor memahami nilai sebenarnya dari sebuah aset dan potensi ke depannya—karena terdapat jutaan token crypto yang tersedia, kamu butuh filter untuk menyaring proyek potensial atau yang hanya hype.

Analisa Fundamental ini yang bisa menjadi salah satu filter tersebut, agar keputusan investasi kamu jadi lebih rasional, dan fokus pada aset yang memiliki peluang bertahan di tengah volatilitas pasar.

Terdapat tiga aspek utama yang dapat digunakan dalam analisis fundamental, yaitu faktor proyek, faktor keuangan, dan faktor on-chain. Penjelasan lengkapnya bisa kamu temukan pada artikel Apa Itu Altcoin Terbaik dan Bagaimana Cara Menilainya.

Selanjutnya, kita akan membahas metode untuk menghitung nilai sebuah proyek dan utility token crypto yang dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi.

Cara untuk Mengetahui Nilai Proyek & Utility Token Crypto

Untuk mengetahui nilai dari suatu proyek crypto maka kamu harus tahu nilai riil sebuah aset yang dihitung berdasarkan karakteristik fundamentalnya. Dalam saham, ini bisa berasal dari pendapatan, arus kas, atau potensi pertumbuhan. Namun, di crypto, penilaiannya lebih kompleks karena aset digital tidak memiliki pendapatan tetap atau aset fisik sebagai penopang.

Faktor utama yang membentuk nilai intrinsik crypto meliputi:

  • Utility (Kegunaan) – Masalah apa yang diselesaikan proyek? Apakah memiliki use case nyata?
  • Scarcity (Kelangkaan) – Apakah suplai token terbatas atau inflasi tinggi?
  • Network Value (Nilai Jaringan) – Seberapa besar dan aktif ekosistemnya?
  • Security (Keamanan) – Seberapa kuat blockchain terhadap serangan?

Contoh:

  • Bitcoin mendapatkan nilai dari suplai tetap 21 juta koin, desentralisasi, dan keamanan proof-of-work.
  • Ethereum memperoleh nilai dari perannya sebagai tulang punggung DApps dan smart contract.

Untuk menghitung nilai proyek crypto, ada 3 metode umum yang bisa digunakan, seperti:

Metcalfe’s Law

Metcalfe’s Law adalah sebuah konsep yang menjelaskan bahwa nilai sebuah jaringan (network) akan meningkat seiring dengan jumlah penggunanya. Lebih tepatnya, nilai tersebut akan tumbuh sebanding dengan kuadrat dari jumlah pengguna aktif.

Sederhananya:

  • Jika hanya ada 2 orang dalam sebuah jaringan, mereka hanya bisa saling terhubung 1 kali.
  • Kalau ada 5 orang, koneksinya bisa jauh lebih banyak karena tiap orang bisa berhubungan dengan beberapa orang lain sekaligus.
  • Semakin banyak orang yang bergabung, semakin banyak juga interaksi yang mungkin terjadi—dan ini membuat jaringan jadi jauh lebih berharga.

Artinya, pertumbuhan nilai tidak sekadar naik linear (sedikit demi sedikit), melainkan bisa meningkat secara eksponensial.

Bagaimana cara menerapkannya?

Metode ini sangat relevan untuk menilai potensi aset proyek crypto yang memiliki ekosistem kuat dan banyak pengguna aktif—dengan cara kalkulasi sebagai berikut:

Nilai Jaringan∝n2

  • n = jumlah pengguna aktif
  • Nilai jaringan = bertambah secara kuadrat dari n.

Mari kita coba masukkan rumusnya ke dalam salah satu proyek crypto populer yakni—Solana.

Data Q3 2025 dari Token Terminal menunjukan jika Solana memiliki 2,9 juta daily active addresses.

Maka: 

Nilai Jaringan = (2,900,000)2 = 8.410.000.000.000

Jadi berdasarkan Metcalfe’s Law, Solana memiliki nilai proyek sekitar 8,41 triliun unit (ukuran relatif yang bisa digunakan untuk dibandingkan dengan jaringan lain, bukan dalam USD).

Artinya, jika jumlah pengguna aktif Solana terus meningkat, nilai jaringannya akan naik jauh lebih cepat dari pertumbuhan pengguna itu sendiri. Misalnya, kenaikan 10% pengguna bisa membuat nilai jaringan bertumbuh lebih dari 20%.

Meskipun berguna sebagai gambaran besar, Metcalfe’s Law bukan alat analisis yang sempurna. Ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:

  1. Oversimplifikasi
    Rumus ini hanya menghitung jumlah pengguna, tanpa melihat kualitas interaksinya. Jaringan dengan 1.000 akun pasif jelas jauh kurang bernilai dibandingkan 100 akun yang aktif bertransaksi setiap hari.
  2. Akurasi Data
    Menentukan angka “active users” tidak selalu mudah. Di blockchain, satu orang bisa memiliki banyak alamat dompet. Selain itu, bot dan spam account dapat memperbesar angka pengguna aktif secara semu, sehingga hasil analisis bisa bias.
  3. Keterbatasan Perbandingan
    Tidak semua blockchain bisa dinilai hanya dari banyaknya pengguna. Ada jaringan dengan user base lebih kecil, tapi unggul di aspek lain seperti kecepatan transaksi, biaya lebih murah, atau skalabilitas lebih tinggi. Faktor-faktor ini sama pentingnya, namun tidak tercermin dalam perhitungan Metcalfe’s Law.

Baca juga: 5 Cara Analisa Harga Altcoin Tanpa Harus Melihat Chart

Cost of Production

Metode ini menghitung nilai proyek crypto berdasarkan biaya yang diperlukan untuk memproduksinya. Pada blockchain berbasis Proof of Work (PoW) yang bisa ditambang (mining) misalnya seperti Bitcoin, dengan biaya produksi mencakup:

  • Listrik untuk menjalankan perangkat keras penambangan.
  • Hardware (misalnya ASIC miner) yang digunakan untuk menambang.
    Biaya operasional lain seperti pendinginan, sewa tempat, hingga perawatan peralatan.

Dalam beberapa kasus, ketika harga pasar sebuah aset crypto turun di bawah biaya produksinya, para penambang berisiko mengalami kerugian dan sebagian memilih untuk menghentikan operasinya. 

Berkurangnya jumlah penambang dapat menurunkan laju suplai koin baru yang masuk ke pasar. Jika pada saat yang sama permintaan tetap stabil atau meningkat, kondisi ini dapat menciptakan kelangkaan yang berpotensi mendorong harga kembali naik, mendekati atau bahkan melampaui biaya produksinya.

Maka dari itu biaya produksi sering dijadikan indikator batas bawah nilai wajar (intrinsic floor value) sebuah aset crypto berbasis Proof of Work.

Contohnya saat pasar bearish 2022, harga Bitcoin sempat jatuh ke $16.000, sementara biaya produksi rata-rata mencapai $20.998.

Selisih negatif sekitar -$4.998 artinya banyak penambang merugi setiap kali mereka menghasilkan 1 BTC dan penambang kecil atau yang tidak efisien terpaksa berhenti beroperasi karena tidak lagi menguntungkan.

Akibatnya, hashrate jaringan menurun, sehingga protokol Bitcoin melakukan difficulty adjustment yang secara otomatis menyesuaikan kesulitan menambang agar probabilitas penambang menemukan blok meningkat, sehingga potensi profitabilitas mereka juga naik dan membuat harga produksi sesuai dengan harga pasar.

Baca juga: Altcoin Melonjak: Tiga Kategori Kripto yang Menarik Minat Pasar Global

 Discounted Utility Model

Metode ini menilai nilai intrinsik crypto dengan cara memproyeksikan manfaat di masa depan—seperti volume transaksi atau tingkat adopsi, lalu menghitung kembali nilainya ke saat ini menggunakan discount rate. Konsepnya mirip dengan discounted cash flow (DCF) di analisis keuangan tradisional.

Bagaimana cara menerapkannya?
Analis biasanya memperkirakan:

  • Use case yang mungkin berkembang di masa depan.
  • Tingkat adopsi (berapa banyak orang yang akan menggunakan).
  • Aktivitas transaksi (berapa banyak transaksi yang akan terjadi).

Setelah itu, proyeksi manfaat ekonomi tadi “didiskon” agar sesuai dengan nilai saat ini, karena uang atau manfaat masa depan nilainya selalu lebih rendah dibanding hari ini.

Mari kita coba ke satu proyek crypto populer yakni—TRON (TRX).

Tron mendapatkan nilai intrinsiknya dari perannya sebagai pembayaran digital, DeFi, dan transfer stablecoin.

Menurut data Token Terminal, total transaksi harian Tron mencapai 9 juta dengan rata-rata biaya transaksi $0.8186.

Dengan asumsi biaya rata-rata per transaksi adalah $0,8186, maka total biaya transaksi harian adalah:

9.000.000×0,8186=$7.367.400 per hari

Ini setara dengan biaya transaksi tahunan sebesar:

7.367.400×365=$2,689 miliar per tahun

Untuk menghitung nilai intrinsik Tron selama 10 tahun ke depan, kamu bisa menerapkan discount rate sebesar 10%. Dengan menggunakan rumus discounted value, total nilai terdiskon dari biaya transaksi Tron selama 10 tahun kedepan diperkirakan mencapai sekitar $16,52 miliar.

Jadi  hasil estimasi discounted utility model nilai intrinsik Tron berdasarkan data tadi ada di $16,52 miliar.

Contoh tersebut hanya ilustrasi untuk menunjukkan cara kerja discounted utility model dalam memperkirakan nilai intrinsik Tron, sementara dalam kenyataannya biaya transaksi tidak tetap dan bisa berubah karena faktor jaringan, jenis transaksi, maupun insentif pengguna.

Penutup

Analisis fundamental crypto adalah metode untuk menilai nilai intrinsik sebuah proyek berdasarkan faktor mendasar seperti teknologi, tim pengembang, tokenomics, komunitas, dan data on-chain. Dengan lebih dari 47 juta token crypto yang beredar, FA menjadi filter penting untuk membedakan proyek potensial dari sekadar hype.

Tiga pendekatan populer untuk menghitung nilai proyek dan utility token adalah Metcalfe’s Law (mengukur nilai jaringan dari jumlah pengguna aktif), Cost of Production (biaya produksi sebagai batas bawah harga wajar), dan Discounted Utility Model (memproyeksikan manfaat ekonomi masa depan lalu mendiskontokannya ke nilai saat ini).

Memahami metode ini membantu investor mengidentifikasi aset undervalued atau overvalued, mengurangi risiko, dan fokus pada crypto dengan prospek jangka panjang.

Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto dan dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Referensi:

Cointelegraph. Intrinsic value of crypto: What is it and how to calculate it. 2024

CFX. Mengenal Analisis Fundamental dalam Aset Kripto. 2025



Sumber : news.tokocrypto.com