Tag Archives: bitcoin

Tren Bitcoin 13-17 Oktober 2025: Bocoran CPI

Minggu ini kebetulan garis kita akurat, walau tanpa data dan sebenernya semakin tak ada data semakin gampang prediksinya karena artinya pemerintah tak punya uang dan hanya akan memiliki uang dari menggandakan uang yang ada yang pada ujungnya adalah inflasi. 

Secara Data:

1. Pada artikel minggu lalu saya tulis tak ada data 6-10 Oktober 20025 karena AS sedang Shutdown, Tiongkok sedang Libur Musim Semi dan Korea Selatan merayakan Chuseok, tetapi saya tetap memprediksi Bitcoin naik dengan 1 x koreksi, namun koreksi itu salah prediksi yang seharusnya hari Senin ternyata terjadi di hari Selasa atas alasan PM Baru Jepang yang cenderung melonggarkan kebijakan sehingga terjadi arus modal keluar besar sekali. Bitcoin ATH dan Yen jatuh ke 151, hal ini kita tulis di langganan. 

2. Pada dasarnya saya tak bisa membahas data karena pemerintah AS shut down, tetapi Pemerintah Tiongkok telah kembali dari libur panjang, Tetapi pada hari Kamis ini ada Powell Berpidato dan Tiongkok suntik 1 Trilyun Yuan. Efeknya adalah Pump, dump and pump. Pump karena Jam Asia, Dump karena menanti Powell berpidato dan Pump karena Powell Dovish

3. Unmich Naik.

Saya ingatkan sekali lagi bahwa Analisa saya cenderung telat seminggu karena pencernaan data saya terlalu cepat sedangkan pasar perlu standar ina ini….

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan, Saya prediksi Minggu depan cenderung koreksi 

Senin 13 Oktober 2025 

Tak ada data. 

Tapi saya sedang mengamati produksi minyak OPEC, jadinya ditambah berapa: 

Pada dasarnya Minyak harus bullrun dengan penambahan demand akibat melonggarnya kebijakan moneter diseluruh dunia dari Swiss yang bunganya 0% hingga Jepang yang tak mampu menaikkan suku bunga ditambah AS yang bahkan kata Miran, Fed berkesempatan untuk membuat neutral rates di 0.5%, Saya kira tak ada alasan emas untuk

koreksi walau sudah tinggi. Analisa ini sejalan dengan analisa Warren Buffet yang bahkan dapat dikatakan kita lebih akurat karena setelah pembelian saham minyak OXY oleh Warren Buffet, OXY longsor hingga -20%. Menurut saya ini kesempatan. Tapi saya belum ada cuan karena masih sangkut. 

00.00 WITA – Trade Balance USD Tiongkok

Jika Trade balance dalam USD naik, maka artinya expor Tiongkok lebih dominan daripada impor yang artinya Yuan menguat, maka itu, jika Yuan menguat DXY jatuh. Tetapi ada hal yang saya tak bisa prediksi yaitu, kapan Pemerintah AS berhenti shut down?

Menurut saya candle hari Senin akan dominan koreksi di jam AS namun naik di jam Asia. 

Selasa, 14 Oktober 2025

07.50 WITA M3 Money Supply Jepang

Setelah kemenangan PM baru, Yen akan cenderung terus melemah, namun pelemahan Yen tidak serta menjadi penguatan Bitcoin, karena saat Yen jatuh DXY naik akibat sifat safe heaven-nya.

Yen dijual oleh masyarkat Jepang untuk ditukar dollar, sehingga dollar menguat. Tetapi saat ketemu Fed yang Dovish maka DXY melemah, sehingga menjadi bensin Bitcoin, perlu waktu dan proses mencerna yang berarti lagging. Sabar. Pelemahan DXY dan Yen tidak seinstant DXY karena makanan utama Bitcoin adalah Dollar. 

09.30 WITA – CPI Tiongkok

Jika AS maju, Tiongkok ga bisa maju, jika Tiongkok maju maka AS mundur. Ilmu ini valid disetiap sendi perekonomian global, maka inflasi AS yang naik, harus diimbangi inflasi Tiongkok yang naik juga. Saya prediksi inflasi Tiongkok naik karena lebih dari 3 minggu Tiongkok suntik tanpa penarikan.

Seharusnya inflasi Tiongkok diatas -0.4% atau sekitar -0.1%. Perhatikan, dengan berbagai macam stimulus itu, jika inflasi Tiongkok masih minus atau Deflasi, itu artinya Bitcoin semakin naik karena diperlukan uang yang jumlahnya lebih banyak dari stimulus trilyunan Yuan yang sudah di gelontorkan sekarang, bukankah itu pilihan antara enak dan enak banget?

09.30 WITA – PPI Tiongkok

PPI yang turun artinya deflasi, yang artinya pemerintah harus segera menaikkan demand agar rakyat bisa bekerja dan makan, ini juga antara enak dan enak banget, jika PPI naik Bitcoin naik jika PPI Tiongkok turun Bitcoin naik. 

Walaupun saya optimis, tetapi masalahnya ada pada Pemerintah AS yang shutdown. Sehingga gerak Bitcoin dapat dimirorring pada belanja aset management, saya pikir Bitcoin masih akan koreksi di Selasa. 

Rabu, 15 Oktober 2025

20.30 WITA – CPI AS

Inflasi Tiongkok yang naik akan dibarengi Inflasi AS yang lebih naik lagi, inilah arti dari menjaga pertumbuhan ekonomi Tiongkok dengan melemahkan dollar – Growing Economy with dollar weakening costs. Bagaimana caranya?

Tiongkok menerbitkan Surat utang dalam bentuk dollar, mengambil dollar di pasar, kemudian membaginya ke dua hal yaitu, meminjamkan dollar hasil surat utang ke negara yang membutuhkan namun dengan janji mengembalikannya dalam bentuk Yuan sehingga otomatis cadevnya berganti dari dollar, serta membeli emas dari bank sentral yang menjual emasnya karena keperluan menjaga kestabilan Rupiah, dan Tiongkok menambah cadev emasnya. Mana buktinya?

FX Reserve Tiongkok naik, bukti bahwa Perdagangan luar negeri Tiongkok masih dominan daripada dalam negeri dan Cadangan Emas Tiongkok kembali meroket, tanda bahwa Tiongkok sedang membuang dollarnya selain Cadev untuk membeli emas. Tiongkok bahkan di curigai akan mempegging Yuan dengan emas. 

Jadi menurut saya inflasi AS akan naik, tetapi semua prediksi ini bubar jika ternyata datanya tidak dikeluarkan akibat pemerintah shutdown. Tapi saya kesampingkan hal itu dan Bitcoin akan naik disini:

Kamis, 16 Oktober 2025

20.30 WITA – Retail Sales AS

Jika Retail Sales AS naik maka DXY naik jika Retail Sales AS turun maka DXY turun, Shutdown adalah tanda bahwa belanja pemerintah berhenti, logikanya retail Sales turun. 

PPI AS

Narasinya adalah Fed harus potong suku bunga, dan Fed cenderung lebih mempertimbangkan PPI daripada CPI. CPI adalah inflasi ke konsumen sedangkan PPI adalah inflasi ke produsen. Maka itu disini kita punya pilihan bahwa jika PPI naik artinya stimulus sudah cair, namun jika PPI turun akan membuat Fed panik, apapun hasil PPI disini akan melemahkan DXY. Alasannya Fed tak punya amunisi lagi. 

22.00 NAHB Housing Market Index

National Association of Home Builders adalah Asosiasi kontraktor pembangunan rumah baru, jika turun maka artinya ekonomi jelek, dan angkanya yang sudah hina di 30-an berarti bahwa AS sebenernya sudah resesi namun tidak mengaku.

NAHB menjadi dasar saya menentukan data perumahan kedepan seperti Housing Starts, New Home Sales, Existing Home Sales, Pending Home Sales dan Building Permit. Jika NAHB naik maka DXY naik, jika NAHB turun maka DXY turun. Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jumat, 17 Oktober 2025

20.30 WITA – Housing Starts

Housing starts adalah Jumlah Rumah yang dibangun untuk mendapatkan Hodler Dollar baru yang berjanji mati memegangnya walaupun nilainya turun terus. Mencicil rumah yang harganya naik terus dengan uang yang nilainya turun terus lalu bangga bahwa harga rumahnya naik karena dirasa menguntungkan padahal itu hanya ilusi saja.

Jika Housing Starts naik maka DXY naik, jika Housing Starts turun, maka Bitcoin yang naik. Saya prediksi Housing Starts naik karena NAHB naik akibat Trump mau mengeluarkan subsidi pembelian rumah baru. 

Kira-kira begini candle Bitcoin: 

Perhatikan ini:

Perhatikan ya, garis ini belum retest dan boleh jadi akan retest, kemungkinannya tinggi jika dibarengi oleh Penjualan receh Blackrock serta Penjualan Besar Fidelity. 

MACD sudah mulai menunjukkan perlambatan pembelian, Saham AVIC Tiongkok yang naik boleh jadi menjadi pertanda bahwa Perang Iran isreal sudah dekat. 

Ingat, analisa saya cenderung selalu telat seminggu. Jadi prediksi koreksi ini masih akan berlaku 2 minggu yang disebabkan oleh hal yang saya tak bisa tahu lebih awal seperti Perang Iran isreal, Naiknya harga minyak dan kekacauan akibat Shutdown. Namun jika kejadian luarbiasa itu dikesampingkan, Bitcoin masih akan naik seperti garis biru. 

Terimakasih sudah membaca, Selalu lakukan analisa sendiri dan ini bukan nasehat keuangan. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali Naik ke $115.827, Ini Alasannya

Harga Bitcoin (BTC) kembali melambung, meski beberapa hari sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup dalam.

Berdasarkan data pasar terbaru yang dipantau via Tokocrypto pada Senin (13/10), harga Bitcoin hari ini berada di level $115,827.68 per BTC, atau naik 5,31% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar menyentuh $2,3 triliun USD.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto kembali bergerak ke arah positif, didorong oleh peningkatan permintaan investor institusional dan sentimen makroekonomi yang membaik.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $110.000, Pasar Kripto Diterpa Sentimen Negatif

Bitcoin Kembali Pulih dari Tekanan Koreksi

Setelah sempat terkoreksi di bawah $110.000 pekan lalu, Bitcoin kini berhasil menembus kembali level psikologis $115.000.

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di kisaran terendah $109.729 hingga tertinggi $115.955, menunjukkan volatilitas yang tinggi namun positif.

Secara mingguan, Bitcoin masih mencatat penurunan -6,66%, tetapi penguatan harian yang signifikan ini memberi sinyal pemulihan yang solid.

Volume perdagangan yang mencapai $93,85 miliar menegaskan kembalinya minat beli investor setelah periode tekanan jual.

Kapitalisasi Pasar Kripto Ikut Menguat

Dengan total pasokan beredar 19,93 juta BTC dan kapitalisasi pasar $2,308 triliun, Bitcoin tetap menjadi pemimpin tak tergoyahkan di pasar aset digital.

Kenaikan harga BTC juga berdampak langsung pada reli altcoin besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang ikut bergerak positif mengikuti momentum bullish.

Analis menilai, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level $115.000 selama beberapa hari ke depan, peluang menuju resistance berikutnya di $118.000–$120.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, penurunan di bawah $112.000 dapat memicu fase konsolidasi baru di kisaran $108.000–$110.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

Kenaikan tajam harga Bitcoin kali ini didorong oleh beberapa faktor fundamental dan makro, di antaranya:

  1. Optimisme terhadap kebijakan moneter global.
    Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi mulai melambat, memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi ini memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali menguat.
  2. Arus masuk modal institusional.
    Laporan dari beberapa bursa besar mengindikasikan adanya peningkatan volume pembelian dari investor institusional, termasuk dana lindung nilai (hedge fund) dan manajer aset kripto. Banyak pihak memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk melakukan akumulasi.
  3. Penguatan sentimen ETF Bitcoin.
    ETF berbasis Bitcoin yang terdaftar di Amerika mencatat peningkatan arus masuk bersih dalam dua hari terakhir, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value).
  4. Perkembangan adopsi global.
    Sejumlah negara, termasuk di kawasan Amerika Latin dan Asia, terus memperluas penggunaan kripto untuk transaksi lintas batas. Hal ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset digital paling likuid dan terpercaya di pasar global.

Momentum Bullish Baru?

Beberapa analis dari platform riset kripto seperti Glassnode dan Santiment menilai kenaikan kali ini merupakan indikasi awal dari recovery jangka menengah.

Data on-chain menunjukkan peningkatan jumlah alamat aktif dan arus masuk Bitcoin ke dompet jangka panjang (long-term holders), menandakan kepercayaan investor terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat.

Namun demikian, pasar masih perlu berhati-hati terhadap potensi volatilitas lanjutan, terutama jika indeks dolar AS kembali menguat atau jika sentimen makro global memburuk.

Dalam skenario terburuk, Bitcoin berpotensi kembali menguji zona support $110.000 sebelum melanjutkan tren naik.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

Bitcoin Siap Menyambut Fase Kenaikan Berikutnya

Dengan fundamental yang terus membaik, sentimen investor yang pulih, dan dukungan kuat dari faktor makro, Bitcoin kini kembali berada di jalur bullish.

Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali mendekati rekor tertingginya di $126.000 dalam waktu dekat.

Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen strategis untuk re-entry dengan manajemen risiko yang ketat. Meski volatilitas masih tinggi, arah tren jangka menengah tampak mulai jelas: Bitcoin kembali memimpin reli pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 13 Oktober 2025: Trump Melunak, Bitcoin Rebound

Pasar kripto hari ini, Senin (13/10) kembali menguat setelah Presiden AS, Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap China. Bitcoin naik ke $115.000 dan Ethereum menembus $4.100 pasca penurunan tajam Jumat lalu, sementara volatilitas akhir pekan memperlihatkan kemampuan kripto untuk menyerap guncangan dan melindungi pasar tradisional. Trader menilai sikap Trump sebagai tanda de-eskalasi, dengan peluang tarif China di Polymarket turun 8%.

Sementara itu, pemulihan pasar juga mendorong total kapitalisasi kripto menembus $4 triliun, dipimpin oleh lonjakan ETH, BNB, dan DOGE yang naik dua digit. Bahkan Synthetix (SNX) mencetak rekor tertinggi baru 2025 setelah melonjak lebih dari 100%. Lihat lebih lengkap di bawah:

Pasar Kripto Menguat Karena Sikap Trump Melunak ke China

  • Respons Trump naikkan Bitcoin ($115.000) dan Ethereum ($4.100) pasca jatuh Jumat.
  • Volatilitas akhir pekan: Kripto 24/7 serap guncangan, lindungi pasar TradFi.
  • Trader anggap Trump melunak sebagai de-eskalasi; peluang tarif China di Polymarket turun 8%.

ETH, BNB, DOGE Pimpin Pasar Kripto Rebound ke $4 Triliun

  • Total kapitalisasi pasar kripto sempat melonjak di atas $4 triliun pada hari Minggu.
  • ETH, BNB, DOGE naik dua digit setelah kejatuhan Jumat yang hapus hampir $500 miliar.
  • Synthetix (SNX) sempat naik >100%, lampaui harga sebelum crash, cetak rekor tertinggi baru 2025.

Dadakan ASTER! Cashback 100% Total Hadiah Rp20 JUTA*

3 Altcoin Dibeli Kembali Besar-besaran, Bangkit dari Kejatuhan

  • World Liberty, Aster, Sonic Labs dibeli kembali token usai tarif Trump.
  • Pembelian $16 juta+ ini kurangi pasokan, pulihkan kepercayaan.
  • Aksi ini sinyal komitmen jangka panjang industri saat pasar bergejolak.

Berita Pasar Kripto Utama yang Pengaruhi Industri Minggu Ini

  • Pasar kripto bereaksi terhadap token unlock APE hingga ARB bernilai jutaan AS.
  • Perang dagang AS-China juga berdampak pada industri.
  • Ada tenggat waktu penting persetujuan ETF altcoin minggu ini.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok ke $110.000, Pasar Kripto Diterpa Sentimen Negatif

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah sempat menguat di awal pekan.

Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Minggu (13/10), harga Bitcoin saat ini berada di $110,781.10 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -1,5% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2,208 triliun, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $92,02 miliar USD.

Tekanan global akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen risiko membuat investor kripto kini berada dalam mode waspada.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan Bitcoin yang kini mencapai -10,51%, memperlihatkan bahwa aset kripto terbesar di dunia tersebut tengah berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

Koreksi Harga: Sinyal Tekanan Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga Bitcoin berada pada kisaran $109.715 hingga $113.080, dengan tekanan jual yang meningkat menjelang pembukaan pasar AS.

Secara historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $126,198.07, yang sempat disentuh pada pertengahan tahun 2025.

Data menunjukkan, Bitcoin telah kehilangan sekitar $10.008 atau -8,29% dalam kurun waktu 90 hari terakhir.

Meskipun pergerakan ini belum menunjukkan pembalikan tren mayor, namun secara teknikal, level $109.000 kini menjadi area support penting yang diawasi oleh para trader institusional.

Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

Beberapa faktor utama yang memicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:

1. Penguatan Dolar AS dan Kebijakan The Fed

Indeks Dolar AS (DXY) yang terus menguat di atas 105 poin memberikan tekanan signifikan pada aset berisiko, termasuk kripto.

Investor cenderung mengalihkan dana ke aset lindung nilai konvensional seperti obligasi dan emas, terutama setelah pernyataan Federal Reserve yang kembali menegaskan sikap “higher for longer” terhadap suku bunga.

2. Kekhawatiran Terhadap Tarif Dagang Baru AS-China

Langkah pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif impor 100% terhadap produk China memicu gejolak baru di pasar global.

Sentimen risk-off meningkat, dan aset kripto seperti Bitcoin terkena imbasnya karena dianggap berisiko tinggi dalam situasi ketidakpastian geopolitik.

3. Penurunan Likuiditas Pasar Kripto

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin yang kini berada di bawah $100 miliar menandakan penurunan partisipasi pasar.

Hal ini diperburuk dengan meningkatnya likuidasi posisi leverage di bursa derivatif, yang menciptakan efek domino penurunan harga dalam jangka pendek

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis: Area Support dan Potensi Rebound

Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati zona support kuat di $109.000–$108.500.

Jika level ini mampu bertahan, potensi rebound menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar. Namun, bila tekanan jual terus berlanjut, penurunan menuju area $105.000 bahkan $100.000 bisa saja terjadi.

Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 42, menunjukkan pasar mulai mendekati kondisi jenuh jual (oversold).

Situasi ini seringkali menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah, meskipun volatilitas yang masih tinggi.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

Momentum Konsolidasi Sebelum Tren Baru?

Harga Bitcoin di kisaran $110.000 saat ini menggambarkan fase transisi pasar antara koreksi dan konsolidasi.

Tekanan dari faktor eksternal seperti tarif perdagangan dan kebijakan moneter AS membuat investor memilih menunggu arah yang lebih jelas.

Jika pasar mampu bertahan di atas $109.000 dalam beberapa hari ke depan, peluang pembalikan menuju zona hijau cukup terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut, investor perlu bersiap menghadapi penurunan lanjutan menuju level psikologis $100.000.

Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi terukur, mengingat fundamental Bitcoin masih kuat dan adopsi institusional terus meningkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?

Pada 6 Oktober 2025, Bitcoin (BTC) mencapai all time high (ATH) baru di level $126.198, melampaui rekor sebelumnya yang dipecahkan beberapa minggu yang lalu. Setelah mencapai ATH baru, Bitcoin mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tanggal 10 Oktober, karena rencana presiden AS Donald Trump yang ingin menaikan tarif dagang bagi barang-barang China.

Kejadian ini tidak hanya mengejutkan pasar kripto, tapi juga memvalidasi sebuah prediksi anonim dari forum 4chan yang diposting pada Desember 2023. Prediksi tersebut secara tepat meramalkan bahwa BTC akan mencapai puncaknya pada 6 Oktober 2025, berdasarkan pola siklus bull dan bear yang berulang setiap empat tahun.

Lanas apakah ini kebetulan belaka, atau bukti bahwa siklus halving Bitcoin masih berlaku? Artikel ini akan mengupas prediksi tersebut, latar belakang siklus BTC, serta implikasinya bagi investor di pasar kripto.

Prediksi Akun Anonim 4Chan

Screenshoot postingan 4chan

Prediksi ini berasal dari sebuah posting anonim di 4chan yang diposting pada akhir tahun 2023, postingan tersebut kemudian viral setelah dibagikan ulang  di X (sebelumnya twitter). Postingan tersebut menggambarkan pola siklus Bitcoin sebagai berikut:

Siklus Bull Run (naik): Terjadi selama ±1064 hari → harga naik signifikan hingga mencapai ATH (All-Time High).

Siklus Bear Market (turun): Terjadi selama ±364 hari → harga turun dari puncak menuju ATL (All-Time Low).

Siklus 1:

  • ATL 2015 → ATH 2017 = 1064 hari
  • ATH 2017 → ATL 2018 = 364 hari

Siklus 2:

  • ATL 2018 → ATH 2021 = 1064 hari
  • ATH 2021 → ATL 2022 = 364 hari (beberapa menyebut 376 hari)

Prediksi Siklus 3:

  • ATL 2022 → ATH 2025 = 1064 hari
  • ATH diprediksi terjadi pada 6 Oktober 2025 kemarin

Menariknya pada tanggal 6 Oktober kemarin BTC berhasil mencapai ATH terbarunya dan membuat banyak pengguna X menyoroti akurasi pola ini.

Baca juga: Sentimen Pasar Kripto Ambruk: Indeks Fear & Greed Jatuh Usai Pengumuman Tarif Trump

Siklus 4 Tahun Bitcoin: Apakah Masih Relevan?

Bitcoin dikenal dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh event halving, di mana reward mining dikurangi setengahnya setiap empat tahun. Siklus ini biasanya mencakup:

  • Fase akumulasi: Pasca-halving, harga stabil sebelum naik secara bertahap.
  • Bull run: Kenaikan eksponensial, sering mencapai ATH, didorong oleh peningkatan kelangkaan BTC dan minat investor.
  • Bear market: Penurunan tajam setelah euforia memudar, diikuti konsolidasi.
  • Pemulihan: Menuju halving berikutnya.

Berdasarkan data historis dari gambar di atas bisa terlihat jika pola siklus bullrun dan bearmarket selalu selalu konsisten, setidaknya selama beberapa siklus terakhir. Pola ini mencakup dari hitungan Halving sampai dengan rentang harga tertinggi untuk merealisasikan profit ada di sekitar 560 hari.

Jika pola ini terus berlanjut maka kemungkinan besar ‘top’ untuk Bitcoin ada di bulan September-Oktober, jika mengikuti pola yang sama.

Pola historis Bitcoin, sumber akun X @spacepixel

Jika dibandingkan dengan prediksi dari postingan anonim dari 4chan, maka siklus ini terlihat match.

Tapi… banyak yang berpendapat bahwa siklus di 2025 ini berbeda, dan akan lebih lama dari pada siklus yang pernah terjadi seperti di atas, faktornya adalah karena pengaruh Presiden Trump yang pro kripto dan semakin masifnya adopsi institusional.

Seperti @coinbureau yang berpendapat bahwa siklus kali ini dapat memanjang lebih lama dari sebelumnya, dengan HODLer yang kuat disertai dengan uptrend yang melambat.

Baca juga: Tren Bitcoin 13-17 Oktober 2025: Bocoran CPI Minggu ini

Implikasi bagi Investor

Jika pola siklus Bitcoin benar-benar berulang seperti yang diprediksi dengan fase bull selama ±1064 hari dan bear selama ±364 hari, maka fase akumulasi berikutnya kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat. Ini membuka peluang bagi investor untuk mulai mengidentifikasi zona harga rendah sebelum potensi kenaikan berikutnya.

Namun, penting untuk diingat bahwa:

  • Siklus bukan jaminan: Meskipun pola historis menunjukkan ritme yang konsisten, pasar kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, geopolitik, dan sentimen global.
  • Manajemen risiko tetap utama: Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan pola waktu, tetapi juga memperhatikan indikator teknikal, volume, dan data on-chain.
  • Don’t timing the market: Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di pasar kripto besok atau bahkan satu jam ke depan, jadi selalu siapkan strategi jangan FOMO atau YOLO.

Seperti adagium yang sering kali diungkapkan para investor:

“History doesn’t repeat itself, but it often rhymes.”

Sejarah mungkin tidak akan berulang, tapi biasanya memiliki pola, dengan memahami pola masa lalu ini, semoga bisa menjadi alat bantu kamu dalam menyikapi hal yang akan datang dan pernah terjadi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Efek Tarif Trump Bikin Pasar Kripto Volatil: Indeks Fear & Greed Anjlok

Baru-baru ini, indeks sentimen pasar kripto Crypto Fear & Greed Index merosot ke level “Fear” sebesar 27, setelah berada di zona “Greed” 64, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang penerapan tarif 100% terhadap China.

Fenomena ini terjadi seiring Bitcoin semakin melemah, sempat turun ke sekitar $102.000 pada pasangan perpetual futures di Binance.

Total likuidasi posisi long dan short dalam 24 jam terakhir menyentuh angka sekitar $19,27 miliar USD, sinyal tekanan jual besar di pasar kripto secara luas.

Perubahan dramatis ini telah memaksa sentimen pasar berbalik tajam dari optimisme menjadi ketakutan, dan memunculkan pertanyaan: apakah ini koreksi sementara, atau awal dari fase pelemahan lebih dalam?

Baca Juga: Donald Trump Siap Luncurkan Game Kripto Bergaya Monopoly

Indeks Fear & Greed: dari Keserakahan ke Ketakutan dalam Sekejap

Indeks Crypto Fear & Greed, yang memadukan data media sosial, volatilitas, volume pasar, serta tren pencarian Google, sebelumnya berada di angka Greed (sekitar 64).

Namun tiba-tiba, level tersebut jatuh ke 27 (zona Fear) dalam satu pembaruan harian mengalami penurunan sebesar 37 poin.

Menurut Bitwise (divisi Eropa), Indeks Sentimen Intraday kripto mereka menunjukkan bahwa level terendah hari itu berada di –2,8 standar deviasi — titik ekstrem terakhir sejak peristiwa Yen Carry Trade Unwind pada musim panas 2024.

Terakhir kali indeks ini berada di level serupa adalah pada 16 April, ketika Bitcoin anjlok ke sekitar $77.000 di tengah eskalasi ketegangan dagang antara AS dan China.

Bitcoin Melemah, Likuidasi Besar, dan Penurunan Volume Euforia

Ketika Bitcoin mencapai rekor lebih dari $125.000, sentimen pasar sebenarnya tidak disertai gelombang antusias besar di media sosial.

Menurut Santiment, interaksi dan percakapan publik terkait lonjakan harga tidak semeriah reli sebelumnya, menunjukkan ada keraguan yang terpendam.

Namun, ketika pengumuman tarif Trump keluar, pasar langsung berbalik. Bitcoin turun tajam, dan likuidasi posisi derivatif (termasuk long leverage) memicu aksi jual berantai. Total likuidasi selama 24 jam mencapai $19,27 miliar, mempercepat keguncangan di pasar.

Sinyal Kontrarian & Peluang Akumulasi

Menurut Bitwise, penurunan ekstrem pada indeks sentimen kini bisa diartikan sebagai sinyal beli kontrarian.

Dalam pandangan mereka, pasar mungkin sudah terlalu jenuh menjual hingga mencapai titik belah optimal.

Apabila pasar mampu menemukan support dan stabil secara teknikal di harga-harga sekitar $100.000–$110.000, kemungkinan rebound kembali ke zona $120.000–$125.000 masih terbuka.

Namun, risiko tetap tinggi. Jika turunnya sentimen berlanjut dan tidak ada katalis baru positif (seperti kabar regulasi, adopsi institusional, atau inovasi protokol), pasar bisa memperpanjang koreksi ke area lebih rendah lagi.

Baca Juga: WLFI: Dari Politik Trump ke Blockchain, Token Ini Jadi Bintang Baru DeFi?

Dengan demikian, Indeks Fear & Greed kripto jatuh drastis dari Greed ke Fear (27) setelah pengumuman tarif 100% AS terhadap China.

Akibatnya, Bitcoin merosot ke sekitar $102.000 di beberapa bursa derivatif, dipicu likuidasi besar senilai $19,27 miliar dalam 24 jam.

Meskipun tekanan pasar sangat besar, beberapa analis menilai kondisi ini sebagai sinyal kontrarian beli, peluang bagi investor jangka menengah untuk mengakumulasi saat harga melemah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $113.289,10 per BTC/USD, mencatat penurunan -6,66% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar kini turun menjadi $2,25 triliun USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $172,73 miliar USD, menandakan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah kepanikan pasar.

Bitcoin kini memiliki pasokan beredar 19,93 juta BTC atau 94,92% dari total suplai maksimum (21 juta BTC), menegaskan bahwa suplai baru yang tersisa semakin menipis.

Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat turun 7,34%, sementara dalam 30 hari terakhir mengalami koreksi -0,76%, menunjukkan tekanan yang mulai terasa setelah reli kuat beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

Rentang Harga dan Rekor Bitcoin

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak antara harga terendah $104.582,41 dan tertinggi $122.509,66 — rentang yang sangat lebar dan mencerminkan volatilitas ekstrem.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini telah turun lebih dari 10% dari puncaknya.

Meski demikian, para analis menilai koreksi ini masih tergolong sehat secara teknikal, terutama setelah lonjakan besar yang terjadi selama kuartal ketiga 2025.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Penurunan Harga Bitcoin

1. Realisasi Keuntungan Pasca-Rekor Tertinggi

Koreksi besar kali ini didorong oleh aksi ambil untung (profit-taking) dari para investor jangka pendek yang telah menikmati kenaikan harga sejak awal tahun.

Setelah Bitcoin mencetak rekor baru di atas $126.000, banyak trader memilih untuk merealisasikan keuntungan, memicu gelombang jual besar di bursa utama seperti Binance dan Coinbase.

2. Tekanan dari Likuidasi Leverage

Data pasar derivatif menunjukkan terjadinya likuidasi posisi long senilai lebih dari $1,2 miliar hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Lonjakan likuidasi ini mempercepat penurunan harga karena posisi leverage tinggi terpaksa ditutup secara otomatis, memperkuat tekanan jual di pasar spot.

3. Kecemasan Terhadap Kebijakan The Fed dan Inflasi

Faktor makroekonomi juga turut menekan pasar. Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga kembali menekan sentimen aset berisiko seperti kripto.

Investor global kini lebih berhati-hati, sementara arus modal beralih sementara ke aset safe haven seperti emas dan obligasi AS.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Aktivitas Whale dan Distribusi Pasar

Beberapa data on-chain menunjukkan bahwa alamat besar (whale) telah melakukan distribusi BTC ke bursa dalam jumlah besar menjelang penurunan harga.

Pergerakan ini biasanya menjadi sinyal awal terjadinya koreksi jangka pendek karena tekanan jual meningkat di pasar terbuka.

Analisis Teknis: Koreksi Masih Dalam Batas Aman

Secara teknikal, meski koreksi terlihat tajam, Bitcoin masih berada di atas area support utama di $105.000.
Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound ke $118.000–$120.000 masih terbuka dalam waktu dekat.

Namun, jika penurunan menembus di bawah $104.000, potensi tekanan lanjutan ke $98.000 tidak dapat diabaikan.

Indikator RSI (Relative Strength Index) kini mendekati area oversold, menandakan bahwa pasar mungkin sudah mulai jenuh jual dan berpotensi mengalami pembalikan arah.

Koreksi Sebagai Peluang Akumulasi

Sementara itu, beberapa analis terkemuka melihat penurunan kali ini bukan sebagai sinyal bahaya, melainkan peluang akumulasi sebelum tren naik berikutnya.

Menurut analis kripto dari Glassnode, “setiap kali Bitcoin terkoreksi 5–10% setelah mencetak ATH, biasanya diikuti oleh fase konsolidasi sehat sebelum melanjutkan kenaikan baru.”

Dengan mendekatnya halving event berikutnya pada tahun 2028, banyak investor institusional masih optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin, terutama dengan semakin terbatasnya suplai.

Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

Koreksi harga Bitcoin ke $113.289 menandai fase penyesuaian alami setelah reli panjang.

Tekanan dari aksi ambil untung, likuidasi leverage, dan faktor makroekonomi memang mempercepat penurunan, namun secara fundamental, Bitcoin tetap kuat.

Dengan volume perdagangan tinggi dan dukungan kuat di area psikologis $105.000, banyak pihak menilai ini sebagai peluang beli strategis bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Selama fundamental jaringan tetap solid dan adopsi institusional terus meningkat, Bitcoin masih berpotensi menjadi aset terbaik dekade ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $121,037.41 per BTC/USD, mengalami penurunan tipis sebesar –0,74% dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Jumat (10/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,412 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $72,24 miliar.

Dari sisi pasokan, Bitcoin yang beredar saat ini berjumlah 19,93 juta BTC, atau sekitar 94,9% dari total maksimum 21 juta BTC.

Artinya, ruang sisa untuk pencetakan Bitcoin baru semakin terbatas. Ini merupakan faktor yang sering dianggap mendukung kelangkaan dan nilai jangka panjang BTC.

Selama 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di antara level terendah $119,812 dan tertinggi $123,739, menandakan volatilitas pasar yang relatif terkendali setelah periode kenaikan kuat di bulan sebelumnya.

Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tetap berada di sekitar $126,198, hanya sekitar 4% dari posisi harga saat ini.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Tipis ke $121.000, Momentum Bullish Mulai Melemah

Perbandingan Harga Bitcoin dalam 30–90 Hari Terakhir

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, harga Bitcoin menunjukkan pola campuran:

  • 30 Hari: naik sebesar +8,68%, menandakan tren kenaikan menengah masih terjaga.
  • 60 Hari: turun tipis –0,7%, menunjukkan adanya fase konsolidasi harga.
  • 90 Hari: masih mencatat kenaikan +2,8%, memperlihatkan kekuatan pasar yang relatif stabil meski sempat terkoreksi.

Secara mingguan, BTC masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan +0,47%, menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk membalik tren jangka pendek.

Faktor yang Memengaruhi Harga Bitcoin Hari Ini

1. Aksi Ambil Untung Setelah Lonjakan ke ATH

Koreksi tipis yang terjadi dalam 24 jam terakhir disinyalir sebagai akibat dari aksi ambil untung (profit-taking) setelah Bitcoin sempat mendekati puncak tertinggi sepanjang masa di kisaran $126.000.

Investor besar (whales) kemungkinan melakukan penjualan sebagian aset untuk mengamankan keuntungan jangka pendek, menekan harga ke bawah.

2. Sentimen Makroekonomi dan Suku Bunga AS

Kebijakan moneter Amerika Serikat terus menjadi katalis utama bagi pasar kripto.

Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed pada kuartal mendatang masih menjadi faktor pendukung, namun data inflasi terbaru yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pelaku pasar bersikap hati-hati.

Kondisi ini menciptakan volatilitas moderat di aset berisiko seperti Bitcoin.

3. Arus Dana ETF Spot Bitcoin

ETF Bitcoin spot yang disetujui sejak awal tahun terus mencatat aliran dana positif, meski dalam beberapa hari terakhir terjadi sedikit arus keluar (outflow).

Data dari berbagai manajer aset menunjukkan bahwa investor institusional masih mempertahankan eksposur jangka panjang terhadap BTC, menandakan kepercayaan fundamental terhadap aset digital ini tetap kuat.

4. Dinamika Halving dan Pasokan yang Kian Langka

Dengan 19,93 juta BTC yang telah beredar, sisa pasokan menuju batas maksimum hanya sekitar 1,07 juta BTC.

Fenomena block reward halving terakhir pada 2024 telah memangkas imbalan penambangan menjadi setengahnya, memperketat pasokan baru yang masuk ke pasar.

Dalam jangka panjang, kelangkaan ini sering kali menjadi katalis kenaikan harga, terlebih jika permintaan tetap tinggi.

5. Aktivitas Pasar Derivatif

Volume tinggi pada pasar futures dan options BTC juga berperan besar dalam memicu fluktuasi harga.

Ketika posisi long terlalu mendominasi, pasar sering mengalami short-term correction sebagai mekanisme penyeimbang.

Koreksi –0,74% dalam 24 jam terakhir kemungkinan merupakan bagian dari siklus teknikal ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tren naik jangka menengah. Selama harga mampu bertahan di atas support $118.000, potensi untuk menguji kembali area resistance $125.000–$126.000 tetap terbuka.

Jika berhasil menembus zona tersebut, peluang menuju target psikologis baru di $130.000 semakin besar.

Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus support utama di $118.000, Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam ke area $112.000–$114.000 sebelum kembali menemukan momentum beli.

Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi setelah reli panjang menuju level tertinggi baru.

Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $2,4 triliun dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin tetap menjadi aset dominan di ekosistem kripto global.

Meskipun ada tekanan jangka pendek akibat aksi ambil untung dan ketidakpastian ekonomi global, prospek jangka panjang BTC masih positif, terutama dengan suplai yang semakin terbatas dan dukungan institusional yang terus bertumbuh.

Bagi investor, fase koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi strategis, asalkan tetap memperhatikan indikator teknikal dan dinamika makroekonomi global.

Seperti biasa, investor disarankan untuk melakukan riset menyeluruh (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.


Apakah kamu ingin saya tambahkan bagian FAQ SEO (pertanyaan populer tentang harga Bitcoin hari ini) agar artikel ini lebih mudah muncul di hasil pencarian Google News dan Google Discover?

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 10 Oktober 2025: Bitcoin Koreksi dari ATH

Pasar kripto hari ini, Jumat (10/10) diramaikan oleh Bitcoin mengalami koreksi ringan ke $122.151 setelah sempat mencetak rekor baru di atas $126.000, namun tren naik jangka menengah masih kuat.

Sementara itu, aliran dana ke ETF spot mencapai lebih dari $2,2 miliar dalam seminggu, sementara dompet menengah terus melakukan akumulasi, menandakan keyakinan investor tetap tinggi meski volatilitas meningkat akibat posisi leverage yang padat. Lihat lebih lengkap di bawah:

Bitcoin Turun dari Puncak $126K; Investor Incar Kenaikan Berikutnya

  • Bitcoin koreksi ke $122.151 dari rekor $126.000+, tapi tren naik kuat.
  • ETF spot serap $2,2M+ seminggu; dompet menengah terus akumulasi.
  • Opsi optimis (panggilan tinggi), namun leverage dan posisi padat picu risiko volatilitas.

TVL Sui Cetak Rekor; Akankah Harga Menyusul?

  • TVL DeFi Sui tembus rekor $2,6 miliar, sinyal adopsi meningkat.
  • SUI pimpin pasar stablecoin dan tarik investasi institusional lewat ETF DIME.
  • Harga SUI tertinggal dari TVL, namun tunjukkan sinyal pemulihan.

Undang Teman Dapat Cuan OKTOBULL Hadiah Rp50 Juta!

ETH Dijual Bersamaan dengan Bitcoin, namun Adopsi Dukung Reli

  • Aktivitas onchain Ethereum tetap tinggi secara struktural, sinyal pertumbuhan tahan lama.
  • Arus masuk institusional dan tokenisasi RWA jadi katalis utama permintaan ETH.
  • Secara teknis, potensi dasar ETH mendekati $4.100 hingga $4.250.

Harga XRP Bertahan di Support $2,70, Falling Wedge Bullish Terbentuk

  • Support $2,70 adalah dasar struktural penting yang sejajar dengan MA utama.
  • Formasi Falling Wedge bullish sinyal potensi penembusan dan kelanjutan.
  • Target kenaikan XRP: $3,55; penembusan akan konfirmasi momentum bullish baru.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Siapa Saja Orang Terpintar di Dunia yang Investasi di Bitcoin?

Penilaian aset kripto oleh para pemikir paling cemerlang di dunia memainkan peran khusus bagi investor. Pasar bereaksi ketika individu dengan reputasi keunggulan intelektual mengungkapkan pandangan mereka tentang Bitcoin atau blockchain. Para investor mencari konfirmasi atas ekspektasi mereka ataupun alasan untuk berhati-hati dalam komentar-komentar ini.

Dalam artikel ini, tim redaksi BeInCrypto mengumpulkan pendapat orang-orang dengan skor IQ luar biasa tentang aset kripto. Inilah yang dikatakan oleh pikiran-pikiran paling cemerlang tentang aset digital.

Kim Young Hoon, IQ 276 (Masih Jadi Perdebatan)

Intelektual asal Korea Selatan, Kim Young Hoon, menyebut dirinya orang paling cerdas di planet ini. Menurut beberapa estimasi, ia memegang rekor IQ dunia: 276. Psikolog menganggap angka seperti itu secara statistik mustahil, tetapi reputasi inilah yang telah membantunya menarik perhatian kepada pernyataannya.

Pada akhir September 2025, ia mengumumkan di X bahwa ia telah mengonversi seluruh kekayaannya ke aset kripto pionir ini. Ia menjelaskan keputusannya dengan mengatakan bahwa ia melihatnya sebagai satu-satunya harapan untuk masa depan ekonomi.

Pada saat pernyataannya mencuat, harga BTC nangkring di dekat US$114.000. Kim memprediksi bahwa BTC akan tumbuh setidaknya 100 kali lipat selama dekade berikutnya. Ia juga memprediksi Bitcoin harusnya menjadi aset cadangan utama di dunia.

Warren Buffett, IQ Sekitar 155-160

Sang “Oracle of Omaha”, Warren Buffett, tidak pernah memublikasikan hasil tes kecerdasannya. Namun, para penulis biografi dan pers bisnis acap kali mengaitkan IQ-nya dengan rentang 155–160. Sang investor sendiri gemar bercanda perihal ini. Ia bergurau, jika Anda memiliki IQ 160, jual saja 30 poin sisanya ke orang lain, karena itu tidak diperlukan untuk sukses.

Dia sangat skeptis pada aset kripto. Pada pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway 2018, ia menyebut Bitcoin “racun tikus kuadrat”, menekankan bahwa ia tidak melihat nilai investasi di dalamnya. Buffett percaya akal sehat dan karakter lebih penting untuk meraih kesuksesan finansial ketimbang mencari untung dalam aset spekulatif baru.

Terlepas dari kritiknya atas aset kripto, Buffett sendiri telah berinvestasi di Bitcoin lewat Nubank.

Bill Gates, IQ Sekitar 160

Co-founder Microsoft, Bill Gates, dikenal sebagai salah satu pengusaha paling cerdas, dengan IQ 160. Tidak seperti Buffett, ia mengakui potensi teknologi blockchain, namun tetap kritis pada aset kripto itu sendiri. Pada Juni 2022, Gates menyatakan bahwa Bitcoin dan NFT didasarkan semata-mata pada “greater fool theory”: nilai aset-aset ini ditentukan semata-mata oleh ekspektasi bahwa mereka akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi. Dalam pandangannya, mereka tidak memiliki nilai fundamental yang dapat diandalkan oleh investor jangka panjang.

Ekonom peraih Hadiah Nobel, Eugene Fama, seorang profesor di University of Chicago Graduate School of Business, menyuarakan skeptisisme tentang Bitcoin pada Januari 2025. Ia memprediksi bahwa “itu [Bitcoin] akan menjadi nol dalam sepuluh tahun” karena tidak lagi berfungsi secara berkelanjutan sebagai alat tukar dan unit hitung. Membahas hasil yang mungkin, Fama menambahkan bahwa bahkan apabila itu crash, investor akan tetap berlari ke pemerintah untuk bailout. “Bitcoin akan menjadi nol,” tuturnya, tatkala membahas volatilitas aset kripto serta minimnya use case yang berkelanjutan.

Robert Shiller, seorang peraih Hadiah Nobel dalam ekonomi dan profesor di Yale University, menyebut Bitcoin sebagai “contoh terbaik dari gelembung spekulatif hingga saat ini” dalam wawancaranya dengan Yale Insights. Ia juga menekankan bahwa fenomena spekulatif semacam itu cenderung kembali secara bergelombang.

Christine Lagarde, Presiden European Central Bank, dalam wawancara Januari 2021 di konferensi Reuters Next, menyerukan regulasi ketat terhadap aset kripto dan menggambarkan Bitcoin sebagai “aset yang sangat spekulatif” yang telah terlibat dalam aktivitas pencucian uang.

Adapun Yanis Varoufakis, seorang ekonom dan mantan menteri keuangan Yunani, menekankan perbedaan antara Bitcoin dan teknologi yang mendasarinya dalam wawancara dengan Wired: “BTC adalah gelembung yang sempurna”. Dia menyebut teknologi blockchain sebagai “solusi luar biasa” dengan potensi untuk mempromosikan transparansi dan memerangi korupsi.

Di samping itu, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, mengatakan pada Januari 2021, “Saya pikir Bitcoin adalah penemuan yang sangat brilian”. Dia memandang aset kripto sebagai alternatif untuk emas di tengah devaluasi mata uang fiat. Namun, dia juga memperingatkan, “Risiko terbesar Bitcoin adalah kesuksesannya”, karena pemerintah bisa bereaksi keras.

Yang terakhir, pada Mei 2021, Gubernur Bank of England Andrew Bailey mewanti-wanti investor bahwa aset kripto “tidak memiliki nilai intrinsik”, sehingga hanya boleh dibeli “jika Anda siap untuk kehilangan semua uang Anda”. Ia menekankan sifat spekulatif dari pasar.

Bagaimana pendapat Anda tentang deretan orang terpintar dunia yang investasi di Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Evgeniya Likhodey
Editor: Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com