Tag Archives: bitcoin

Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar global ketika harga mendadak terjun tajam di tengah likuidasi besar-besaran dan ketidakpastian investor.

Dalam fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasar kripto mengalami likuidasi posisi leverage senilai sekitar USD 20 miliar, peristiwa terbesar dalam sejarah industri ini.

Baca Juga: Konflik China – AS Kembali Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Likuidasi Leverage Besar-Besaran: Pemicu Kejatuhan Harga

Faktor utama yang langsung menekan harga Bitcoin adalah aksi likuidasi posisi leverage yang masif.

Banyak trader yang menggunakan leverage (meminjam modal untuk memperbesar eksposur) terkena margin call ketika harga bergerak melawan posisi mereka.

Pada momen tersebut, posisi beli (long) dipaksa ditutup, memicu penjualan berantai yang mendorong harga semakin turun.

Karena posisi leverage cenderung berisiko tinggi, lonjakan volatilitas seringkali memicu likuidasi massal di pasar kripto.

Dalam kasus kali ini, likuidasi senilai USD 20 miliar menunjukkan bahwa eksposur spekulatif sangat tinggi sebelum tekanan jual datang.

Ambil Untung (Profit-Taking) & Sentimen Global

Sebagian dari tekanan jual juga datang dari trader dan investor yang mengambil keuntungan, terutama setelah lonjakan harga sebelumnya.

Ketika pasar memasuki zona overbought atau ketika target keuntungan tercapai, sebagian investor memilih menjual ke bagian pasar yang lebih aman.

Selain itu, tekanan makroekonomi dan ancaman geopolitik turut memperburuk suasana pasar risiko: ketidakpastian kebijakan moneter (suku bunga), konflik global, atau dinamika pasar tradisional dapat membuat investor kripto menjadi lebih berhati-hati.

Semua ini berkontribusi terhadap tekanan jual tambahan.

Peran Likuiditas dan Permintaan Struktural

Meskipun harga jatuh secara dramatis, analisis dari Glassnode dan CryptoQuant menyebut bahwa di balik gelombang jual ada unsur permintaan struktural yang relatif stabil.

  • Whale accumulation: investor besar (whales) terus mengakumulasi BTC bahkan selama tekanan turun, menunjukkan bahwa sebagian modal besar tetap percaya pada jangka panjang.
  • Aliran ke ETF & stablecoin: aliran masuk ke ETF Bitcoin mencapai USD 3,5 miliar, dan pasokan USDT meningkat tajam sebesar hampir USD 15 miliar dalam 60 hari terakhir — ini menunjukkan bahwa modal baru (atau modal yang berpindah) masih masuk ke ekosistem kripto.
  • Dengan demikian, likuiditas & modal institusional tidak sepenuhnya keluar meskipun terjadi tekanan jual besar. Permintaan struktural ini bisa bertindak sebagai “bantalan” terhadap penurunan yang lebih ekstrem.

Perspektif Berbeda: Reset vs Potensi Titik Balik

Perbedaan interpretasi antara Glassnode dan CryptoQuant mencerminkan suasana pasar yang hati-hati:

  • Glassnode melihat peristiwa ini sebagai semacam “purge struktural” — pasar dibersihkan dari posisi spekulatif, sehingga pasar kembali ke fase defensif sebelum stabilisasi dan pemulihan.
  • CryptoQuant lebih optimistis: mereka menyoroti level penting USD 115.000 (realized price) sebagai titik kunci pengembalian ke trend bullish. Bila Bitcoin mampu menembus dan mempertahankannya, bullish continuation bisa kembali aktif.

Kedua lembaga menyepakati bahwa proses pemulihan butuh waktu — kecepatan rebound akan bergantung pada transformasi permintaan struktural menjadi aksi risiko baru atau pembelian aktif.

Apa yang Bisa Ditunggu Investor dan Trader?

Beberapa poin yang patut diperhatikan:

  • Level support & resistance kritis: USD 115.000 dianggap sebagai resistance psikologis & teknis penting. Jika tembus, sinyal bullish semakin kuat.
  • Perhatikan aliran dana ke ETF & stablecoin: apabila aliran ini terus berlanjut, itu bisa menjadi indikator bahwa modal institusional masih tertarik ke Bitcoin.
  • Volatilitas & likuidasi tetap berisiko tinggi: dalam kondisi pasar ekstrem, aksi leverage masih bisa memicu shock tambahan.
  • Waktu pemulihan: pasar mungkin butuh waktu konsolidasi — rebound tidak akan instan.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini terutama dipicu oleh likuidasi leverage skala besar, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang lebih berhati-hati.

Namun, di balik tekanan tersebut, permintaan struktural, mulai dari whales, aliran ETF, dan suplai stablecoin, bertindak sebagai penahan agar tekanan jual tak semakin parah.

Kedepannya, pemulihan Bitcoin akan sangat tergantung pada apakah modal institusional dan investor besar kembali berani mengambil risiko, serta apakah pasar mampu melewati resistance kunci seperti USD 115.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Presiden Prabowo Ingin Temui Eric Trump, Ada Hubungannya dengan $WLFI?

Peristiwa yang menarik perhatian internasional baru saja terjadi saat Presiden Prabowo Subianto terdengar meminta kepada Presiden AS, Donald Trump, agar bisa bertemu dengan Eric Trump.

Percakapan ini bocor ketika melalui mikrofon yang secara tidak sengaja merekam percakapan tersebut. Dalam rekaman percakapan tersebut, Prabowo berkata, “Can I meet Eric?” Trump menjawab bahwa ia akan meminta Eric untuk menghubungi Prabowo. 

Siapa itu Eric Trump? 

Eric Frederick Trump adalah anak ketiga dan anak laki-laki kedua dari pasangan Donald J. Trump dan Ivana Trump yang lahir pada 6 Januari 1984 di New York City, Amerika Serikat.

Setelah menempuh pendidikan di Trinity School dan kemudian Universitas Georgetown di bidang keuangan dan manajemen, Eric meneruskan bisnis keluarga Trump. 

Sejak 2006, Eric menjabat sebagai Executive Vice President di Trump Organization, mengurus akuisisi properti, pengembangan real estate, proyek hotel, dan resort, serta properti golf di dalam dan luar negeri. 

Eric juga aktif membuat gerakan baru di ranah teknologi dan finansial, termasuk kripto. Misalnya, baru-baru ini Eric terlibat dalam WLFI (World Liberty Financial Institute), proyek kripto dengan kapitalisasi pasar $3.44 miliar yang bertujuan untuk mentransformasi sektor keuangan tradisional melalui teknologi blockchain yang di dalamnya termasuk stablecoin, Real World Asset (RWA), dan token $WLFI.

Eric Trump dan $WLFI (World Liberty Financial Institute)

Harga aset WLFI/USDT

WLFI dikenal karena ikatannya yang kuat dengan keluarga Trump, dengan tujuan memperkuat posisi dolar AS di ruang DeFi melalui token $WLFI, stablecoin USD1, dan layanan seperti pinjaman serta pinjam aset kripto.

Di WLFI, Eric Trump menjabat sebagai co-founder WLFI, bersama saudaranya Donald Trump Jr., Barron Trump sebagai “DeFi visionary”.

Dikutip BBC news, keluarga Trump, termasuk Eric, mengontrol sekitar 22.5% dari total 100 miliar token $WLFI, yang bernilai miliaran dolar (sekitar $5 miliar pada September 2025), serta menerima potongan pendapatan dari penjualan token.

Baru-baru ini, Eric mengkonfirmasi rencana tokenisasi properti real estate melalui WLFI, yang akan dimulai dari salah satu gedung milik Trump Organization. Ini memungkinkan investor ritel membeli saham fraksional mulai $1 menggunakan stablecoin USD1, dengan manfaat seperti akses hotel atau reward, tanpa bergantung pada bank tradisional.

Baca juga: WLFI: Dari Politik Trump ke Blockchain, Token Ini Jadi Bintang Baru DeFi?

Apa Tujuan Presiden Prabowo bertemu Eric Trump?

Dalam percakapan yang terekam mikrofon terbuka tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya meminta Donald Trump agar bisa bertemu dengan Eric Trump. Tapi juga juga sempat menyebut nama “Hary”.

Namun belum jelas siapa yang dimaksud “Harry”. Dikutip dari Reuters, nama yang disebut tersebut mengarah pada Hary Tanoesoedibjo, pendiri sekaligus chairman MNC Group. 

Proyek Trump Organization di Bali. Sumber: Laman resmi Trump.com

Spekulasi ini diperkuat dengan Trump Organization dan MNC Land yang tengah mengembangkan proyek resor mewah dan klub golf di Tabanan, Bali.

Apakah Hubungannya dengan WLFI?

Hingga kini, belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah permintaan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Eric Trump berkaitan langsung dengan World Liberty Financial (WLFI).

Namun, bukan tidak mungkin dengan posisi Eric yang terlibat secara langsung dengan WLFI bukan tidak mungkin integrasi blockchain juga jadi pembahasan.

Baca juga: Efek Trump, Hut8 Beli Token WLFI di Atas Harga Pasar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 16 Oktober 2025: Bitcoin Bertahan di Atas $110K

Pasar kripto hari ini, Kamis (16/10) Harga Bitcoin masih bertahan di atas $110.000 berkat permintaan spot dari investor AS di Coinbase, meski sinyal volatilitas mulai terlihat dari pergerakan besar di dompet derivatif.

Di tengah gejolak pasar, Bella Protocol (BEL) justru mencuri perhatian dengan lonjakan lebih dari 24% berkat kemitraan strategis bersama Solidus AI Tech yang memperkuat kepercayaan di sektor DeFi. Lihat lebih lengkap di bawah:

Harga Bitcoin Berada di Atas Level $110K, Akankah Bertahan?

  • Permintaan spot AS di Coinbase jaga Bitcoin di atas $110.000.
  • 7.300 BTC tidak aktif bergerak, isyaratkan ambil untung.
  • Dompet derivatif mobilisasi 364.000 BTC, sinyal volatilitas.

Bella Protocol (BEL) Pimpin Kenaikan Altcoin di Tengah Gejolak Pasar

  • BEL melonjak di atas 24% di level $0,3298 meski pasar kripto tengah koreksi.
  • Bella Protocol bermitra Solidus AI Tech meningkatkan kepercayaan investor.
  • Kemitraan ini menghilangkan hambatan dan transformasi DeFi, potensi bullish.

HARI TERAKHIR Dadakan USDC! Cashback 100% Hadiah Rp10 JUTA*

DASH Capai $100? 4 Pendorong Utama Potensi Breakout

  • DASH naik pesat, didorong permintaan privasi dan volume tinggi.
  • Akumulasi paus DASH kuat (36% pasokan), sinyal keyakinan harga.
  • Terobosan teknis dukung DASH ke $100; sentimen/volume bullish.

Mengapa Analis Sarankan Beli Altcoin Sekarang?

  • Altcoin di bawah tren jangka panjang karena ketakutan pasar; peluang akumulasi.
  • Dominasi Bitcoin turun, sinyal rotasi modal ke altcoin dan potensi altcoin season.
  • Sentimen pasar terendah dalam beberapa bulan, seringkali sinyal dasar pasar dan pemulihan.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Trader Kripto Dulang Profit Rp2,66 Triliun saat Market Crash Akibat Trump

Seorang crypto whale sukses mengantongi lebih dari US$160 juta profit setelah bertaruh dengan tepat pada crash harga Bitcoin dan Ethereum baru-baru ini.

Pada 11 Oktober, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan bahwa seorang holder Bitcoin jangka panjang telah membuka lebih dari US$1,1 miliar posisi short pada dua aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

Bagaimana Crash Bitcoin Membuat Trader Ini US$160 Juta Lebih Kaya

Sang trader secara efektif bertaruh bahwa kedua aset ini akan turun harganya meski ada momentum bullish baru-baru ini.

Hanya dalam 30 jam, prediksi itu terbukti benar—harga Bitcoin dan Ethereum anjlok tajam, menghasilkan profit terealisasi sekitar US$160 juta bagi sang trader.

Timing manuver ini seketika memantik spekulasi apakah sang whale memiliki wawasan alias insight awal seputar perubahan ekonomi makro yang akan datang dan memicu crash pasar yang lebih luas.

Pada Jumat (10/10), Trump mengumumkan tarif 100% atas impor Cina dan kontrol ekspor baru yang menargetkan industri perangkat lunak kritis.

Tarif tersebut, yang menurut jadwal bakal berlaku per 1 November, membuat investor di pasar tradisional maupun kripto panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran pada aset-aset berisiko.

Menurut data BeInCrypto, harga Bitcoin crash hingga serendah US$105.262 sebelum pulih ke US$111.052 pada waktu publikasi.Adapun barisan aset utama lainnya seperti Ethereum, Solana, Dogecoin, dan XRP mengikuti lintasan serupa. Koreksi tajam mereka memicu angka likuidasi harian tertinggi yang pernah tercatat.

Faktanya, lebih dari 1,6 juta trader terbantai likuidasi, menyapu US$19,31 miliar posisi hanya dalam 24 jam, menurut data CoinGlass.

Crypto Market Record Liquidation.
Likuidasi Rekor Pasar Kripto | Sumber: Coinglass

Trader long—mereka yang mengantisipasi kenaikan harga lebih lanjut—menanggung sebagian besar kerugian, total US$16,82 miliar. Trader short, meskipun terjadi penurunan, juga kehilangan tambahan US$2,5 miliar.

Bitcoin menyumbang US$5,37 miliar dari total likuidasi, diikuti oleh Ethereum dengan US$4,43 miliar. Trader Solana kehilangan US$2 miliar, sementara trader HYPE dan XRP kehilangan masing-masing US$890,37 juta dan US$708,24 juta.

Di tengah volatilitas, decentralized exchange (DEX) Hyperliquid muncul sebagai venue likuidasi terbesar, menangani US$10,3 miliar atau sekitar 53% dari semua likuidasi. Bybit menyusul dengan US$4,65 miliar, sementara Binance dan OKX mencatat masing-masing US$2,39 miliar dan US$1,21 miliar.

Peristiwa ini menegaskan bagaimana guncangan geopolitik dan perdagangan berskala whale dapat dengan cepat membentuk ulang dinamika pasar kripto. Dalam situasi seperti itu, bahkan trader berpengalaman pun bisa terpapar pada kerugian masif ataupun keuntungan luar biasa.

Bagaimana pendapat Anda tentang trader mujur yang sukses cuan 160 juta dolar kala crash pasar imbas tarif Trump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Oluwapelumi Adejumo
Editor:
Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Koreksi terbaru Bitcoin mengguncang trader. Harga BTC amblas dari atas US$120.800 ke hampir US$102.000 sebelum bangkit kembali hampir 9% ke atas US$111.000. Sementara altcoin seperti Ethereum dan XRP crash lebih dari 13%, koreksi Bitcoin sebesar 7% pada waktu publikasi menunjukkan bahwa aset ini bertahan jauh lebih baik — mengisyaratkan adanya kekuatan mendasar bahkan di tengah likuidasi masif.

Namun, pertanyaan besar tetap ada: Bisakah Bitcoin bertahan di atas US$100.000, atau apakah harga akan turun lebih rendah dari level psikologis kunci ini dalam waktu dekat? Tiga chart punya jawabannya.

Holder Naik dan Veteran Tetap Tenang di Tengah Crash

Adapun tanda support pertama datang dari perilaku holder on-chain.

Kendati terjadi crash, total jumlah holder Bitcoin membludak dari 56,92 juta menjadi 56,98 juta sejak Jumat (10/10). Fenomena ini menunjukkan bahwa investor menambah eksposur saat harga turun. Itu khas keyakinan dip-buying, bukan panic selling.

Bitcoin Holders Increase
Peningkatan Holder Bitcoin: Santiment

Spent Coins Age Bands (SCAB) turut mendukung hal ini. Metrik ini melacak usia coin yang dipindahkan, singkatnya, apakah holder lama atau baru yang membelanjakan Bitcoin mereka.

Saat crash dimulai pada 10 Oktober, SCAB keseluruhan berada di sekitar 17.100 BTC, sementara band 180–365 hari (merah) berada di dekat 9.995 BTC, dan band 365 hari–2 tahun (biru) mendekati 2.452 BTC.

Saat aksi jual berlangsung, SCAB keseluruhan melonjak tajam menjadi 23.086 BTC, mengonfirmasi lonjakan aktivitas pembelanjaan di kalangan holder baru.

Sebaliknya, band merah sedikit menurun ke 9.646 BTC, dan band biru anjlok tajam ke 535 BTC — bukti jelas bahwa holder jangka panjang tetap tenang.

Ini berarti panic selling sebagian besar dipimpin oleh wallet baru atau menengah, sementara holder veteran terus HODL. Dan veteran biasanya bertahan kecuali mereka memperkirakan penurunan harga monumental, seperti sesuatu di bawah US$100.000.

Bitcoin Spent Coins Age Band Metric
Metrik Usia Koin yang Dibelanjakan Bitcoin: Santiment

Tatkala holder jangka panjang tetap tidak aktif dan total basis holder bertambah, biasanya itu menandakan bahwa strong hand menggantikan weak hand di pasar. Itulah jenis reset yang menstabilkan penurunan berbasis sentimen sebelum reli berikutnya.

Setup Harga Bitcoin Berbalik dari Bearish ke Bullish

Aksi harga Bitcoin menceritakan kisah yang lebih jelas. Crash terbaru ini bukan murni didorong sentimen — melainkan mengikuti setup teknikal yang umumnya menandai titik balik.

Penggerak utamanya adalah divergensi bearish pada Relative Strength Index (RSI), yang mengukur momentum beli dan jual pada skala 0 hingga 100.

Divergensi terbentuk ketika RSI dan harga bergerak ke arah berlawanan — misalnya, ketika harga membuat higher high tetapi RSI membuat lower high. Pola ini biasanya menandakan momentum melemah sebelum pembalikan.

Itulah yang terjadi antara pertengahan Juli dan awal Oktober. Bitcoin mencetak high baru di chart, tetapi RSI gagal mengonfirmasinya, membuat lower high.

Hasilnya adalah koreksi tajam sebesar 19,1% (10/10), hampir identik dengan penurunan lebih dari 14% awal tahun ini yang juga dipicu divergensi. Setup semacam ini menunjukkan betapa kuatnya reaksi Bitcoin terhadap sinyal RSI.

Bitcoin Price Divergence
Divergensi Harga Bitcoin: TradingView

Kini, pola tersebut berbalik. Antara 25 September dan 11 Oktober, muncul divergensi bullish — harga mencetak lower low sementara RSI membuat higher low. Ini mengisyaratkan tekanan jual mulai kehilangan kekuatan, dan momentum mungkin perlahan terbangun untuk rebound.

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan mendekati US$111.600, sejajar dengan level Fibonacci 0,5 (US$111.400). Penutupan harian di atas level ini bisa mengonfirmasi kekuatan baru menuju US$113.600, US$116.800, dan US$120.800.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Titik invalidasi berada di bawah US$109.100, dengan eksposur downside terbatas di US$106.400 dan US$101.900, membuat penurunan di bawah US$100.000 kecil kemungkinannya dalam jangka pendek. Hanya candle harian yang ditutup di bawah US$101.900 yang bisa menyeret harga Bitcoin di bawah US$100.000.

Bagaimana pendapat Anda tentang peluang harga Bitcoin (BTC) untuk drop ke bawah US$100.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Ananda Banerjee
Editor:
Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

TOTAL3 Altcoin Koreksi Dalam, Harus Hit Bottom Ini untuk Altcoin Season?

Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar selama beberapa hari terakhir, di tengah tingginya Bitcoin Dominance (BTC.D) yang kembali naik, TOTAL3 — yaitu total kapitalisasi pasar seluruh altcoin tanpa Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi tajam, sempat menyentuh lebih dari 35% saat flash crash terjadi.

Benjamin Cowen, pendiri platform quantitative market analysis, Into The Cryptoverse memprediksi bahwa altcoin baru dapat sepenuhnya masuk dalam fase altcoin season ketika TOTAL3/BTC menyentuh level 0.25 seperti 2 altcoin season sebelumnya.

Apa Itu TOTAL3

TOTAL3 adalah grafik yang menggambarkan nilai gabungan dari seluruh altcoin di pasar kripto, kecuali Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). 

Ketika TOTAL3 naik, biasanya menandakan kepercayaan investor terhadap proyek-proyek non-BTC/ETH meningkat, dan dana mulai mengalir ke aset berisiko lebih tinggi. Sebaliknya, saat TOTAL3 turun, itu pertanda rotasi modal kembali ke aset besar atau stablecoin, menandakan fase defensif di pasar.

Outlook TOTAL3 Saat Ini

Grafik TOTAL3 (Total pasar kripto kecuali BTC dan ETH)

Saat ini TOTAL3 berada pada posisi yang sama seperti harga tertinggi di tahun 2021, sebelumnya pada saat pasar kripto mengalami flash crash karena berita tarif Donald Trump, TOTAL3 sempat terjun 35% sebelum akhirnya kembali memantul.

Meskipun TOTAL3 saat ini berada di level yang sama seperti di 2021, banyak investor kripto masih belum merasakan hype altcoin season seperti di tahun 2021 silam. Menurut analis Benjamin Cowen dari Into the Cryptoverse, TOTAL3 bisa naik karena pasar kripto sedang berada di fase bull market yang dipimpin oleh Bitcoin, tapi altcoin cenderung masih “bleeding” terhadap BTC.

Membaca Bottom TOTAL3 dengan TOTAL3/BTC

Grafik (TOTAL3-USDT)/BTC

Menurut Benjamin Cowen, salah satu cara agar lebih mudah membaca pergerakan TOTAL3 adalah dengan mengurangi total TOTAL3 dengan USDT dan membaginya dengan BTC. 

Jika melihat grafik terbaru antara (TOTAL3-USDT)/BTC maka pasar altcoin kini hanya setara dengan 39% dari Bitcoin yang menunjukkan altcoin secara struktural terus melemah terhadap Bitcoin, dan bahwa rotasi modal kembali ke “raja kripto” sedang berlangsung.

Pola historis (TOTAL3-USDT)/BTC

Dari pola historis, (TOTAL3-USDT)/BTC sering kali mengalami kenaikan yang memicu altcoin season setelah mencapai bottom di area 0.25. Sedangkan hingga akhir 2025 ini (TOTAL3-USDT)/BTC masih belum pernah menyentuh level 0.25 dan secara keseluruhan terus menurun dan membentuk lower high.

Grafik (TOTAL3-USDT-USDC)/BTC yang terlihat telah hit bottom pada flash crash

Tapi yang menarik, jika kita mencoba mengurangi index altcoin tersebut dengan USDT dan USDC lalu dibagi dengan Bitcoin, maka flash crash kemarin membuat menyentuh bottom yang dapat mengindikasikan potensi bottoming mungkin telah, atau akan sebentar lagi terjadi.

Tertarik untuk mulai akumulasi altcoin? Beli 400+ aset kripto dan trading langsung dari IDR dengan biaya trading 0% di Tokocrypto, daftar di sini ⤵️

Bagaimana Menurut Analis?

Menurut Benjamin Cowen, analis Into The Cryptoverse, indikator TOTAL3 yang mewakili kapitalisasi pasar altcoin (eksklusif BTC dan ETH) sedang mengalami koreksi mendalam, dan altcoin harus mencapai titik bottom sebelum memasuki fase alt season yang sesungguhnya. 

Cowen menekankan bahwa pasangan ALT/BTC cenderung terus bleeding hingga mencapai level rendah baru, seperti yang terlihat pada siklus sebelumnya di mana alt season baru dimulai setelah ALT/BTC menyentuh range lows yang lebih rendah dari level saat ini.

Dalam analisisnya, ia memperingatkan untuk fade narasi alt season prematur, karena ALT/BTC telah menurun sejak Oktober 2023 dan baru-baru ini menyentuh cycle low baru, dengan target potensial di level 0.25.

Ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergeseran likuiditas, karena altcoin sering kali mengalami penurunan 40-50% saat BTC hanya koreksi 10%, menandakan bahwa alt season baru akan datang setelah fase ini selesai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Permintaan Struktural Tahan Bitcoin dari Likuidasi $20 Miliar

Pasar kripto baru saja mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah, dengan posisi leverage senilai $20 miliar terhapus dalam waktu singkat.

Aksi likuidasi masif ini memicu volatilitas tajam, terutama pada Bitcoin, yang sempat tertekan ke kisaran harga di sekitar $112.700 sebelum stabil kembali.

Namun, meskipun pasar diguncang, para pengamat mencatat bahwa permintaan struktural tetap menjadi pilar penahan, terutama dari dompet besar (whales), likuiditas stablecoin yang terus bertambah, serta aliran masuk dana ke produk ETF Bitcoin spot.

Menurut data dari Glassnode, likuidasi besar ini sebenarnya merupakan pemusnahan spekulasi berlebih yang disebut sebagai “purge” pasar, yang menyisakan peserta pasar yang lebih hati-hati dan terstruktur.

Sementara itu, CryptoQuant menyoroti bahwa supply USDT naik sekitar $15 miliar dalam 60 hari terakhir, memicu arus modal ke dalam ekosistem kripto.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Kembali Menguat, Altcoin Season Mulai Memudar!

Whale Accumulation & Arus Masuk ETF

Walau tekanan jual dominan, beberapa indikasi on-chain menunjukkan bahwa para whale malah melakukan akumulasi. Mereka memanfaatkan harga turun untuk membeli kembali posisi besar.

Selain itu, dana institusional melalui ETF Bitcoin spot juga mencatat arus masuk signifikan, yang menunjukkan bahwa modal besar masih percaya pada jangka panjang Bitcoin.

Menurut laporan CoinDesk pada Rabu (15/10), penembusan konsisten di atas level realisasi rata-rata sekitar $115.000 bisa menjadi sinyal awal fase bullish baru.

Pergerakan Harga & Respons Pasar Asia

Di kawasan Asia, pasar dibuka dengan tekanan jual namun tak meninggalkan optimisme karena adanya sinyal bahwa likuidasi telah menyingkirkan posisi spekulatif.

Meski demikian, sentimen global, terutama pernyataan pejabat AS dan ketegangan perdagangan, turut memicu kekhawatiran investor.

Bitcoin sempat merosot di sesi awal dan berada di bawah level $110.000, sebelum pemulihan parsial. Sedangkan Ethereum juga mengalami tekanan, turun lebih dari 3,7%, seiring berkurangnya open interest di pasar derivatif dan tekanan ambil untung setelah penolakan di area resistance.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Penahan & Katalis Potensial

1. Likuiditas Stablecoin yang Meningkat
Pertumbuhan supply USDT menjadi katalis penting. Dengan lebih banyak likuiditas masuk ke dalam sistem, peluang aliran masuk ke aset kripto seperti Bitcoin meningkat.

2. Akumulasi Whale & Investor Institusional
Meskipun likuidasi besar terjadi, akumulasi dari pemegang besar membantu menjaga tekanan negatif tetap terkendali.

3. Penurunan Leverage & Posisi Spekulatif
Likuidasi berskala besar menghapus posisi spekulatif yang terlalu berisiko, menyisakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

4. Level Teknis Kritis
CryptoQuant menyebut level $115.000 sebagai zona realisasi rata-rata yang harus dijaga untuk mendukung momentum kenaikan selanjutnya. Jika Bitcoin bisa bertahan di atas level ini, pasar bisa menghindari koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik ke $115.827, Ini Alasannya

Momen likuidasi senilai $20 miliar memang mengguncang pasar. Namun di balik aksi jual yang luas, terdapat fondasi struktural yang masih solid: likuiditas stablecoin tinggi, akumulasi dari whale, dan ekspektasi institusional melalui ETF spot.

Pasar kini dalam fase transisi antara penyesuaian risiko dan kesiapan untuk rebound. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level kritis (sekitar $115.000), peluang menuju fase bullish berikutnya jelas terbuka.

Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat — seperti suku bunga atau geopolitik — konsolidasi atau koreksi lebih lanjut tetap menjadi risiko nyata.

Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau data on-chain dan arus ETF, serta mengambil posisi dengan manajemen risiko yang cermat dalam fase pasar yang sangat fluktuatif ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 15 Oktober 2025: Mengapa Harga BTC Koreksi?

Pasar kripto hari ini, Rabu (15/10) tengah bergejolak di tengah tekanan geopolitik dan sinyal kebijakan moneter global. Ketegangan dagang baru antara AS dan China serta arus keluar besar dari ETF Bitcoin dan Ethereum senilai $756 juta membuat investor bersikap hati-hati.

Namun, ada secercah optimisme dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan, faktor yang bisa kembali mendukung reli BTC setelah sempat menyentuh ATH di atas $126.000. Lihat lebih lengkap di bawah:

Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini, Rabu (15/10)?

  • Ketegangan perdagangan AS–China yang baru memicu penurunan.
  • China meluncurkan “biaya khusus” sebagai respons terhadap tarif yang dikenakan AS.
  • ETF Ethereum dan Bitcoin alami arus keluar gabungan $756 juta, investor menjadi berhati-hati.

Ketua The Fed Beri Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Lebih Lanjut

  • Jerome Powell: Tak banyak berubah sejak pertemuan Fed September.
  • Ini berarti pemangkasan mungkin lebih banyak karena pasar kerja melemah.
  • BTC ATH > $126.000 awal bulan, seiring perkiraan pemangkasan suku bunga Oktober.

Dadakan ASTER! Cashback 100% Total Hadiah Rp20 JUTA*

3 Koin AS Patut Diperhatikan Pasca Tarif Trump-China

  • SOL bertahan $202 meski turun 8% mingguan; akumulasi whale sinyal rebound menuju $220–$234.
  • DASH tembus bull flag saat jatuh; CMF di atas nol tunjukkan pembelian besar, target berikutnya $66.
  • SKALE (SKL) naik 4% dalam 24 jam; 100 wallet teratas tambah 6 juta SKL.

Elon Musk Kembali Dukung Bitcoin di Tengah Kerusuhan Kripto

  • Elon Musk puji Bitcoin karena basis energinya, picu spekulasi kripto.
  • Retorika pro-Bitcoin tandai kembalinya kritik konsumsi energi BTC.
  • Harga BTC pulih sedikit setelah Musk dukung.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

Pada tanggal 10–11 Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami salah satu kejatuhan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh sejumlah komunitas kripto, peristiwa ikonik tersebut dijuluki sebagai Crypto Black Friday.

Hanya dalam beberapa jam saja, lebih dari $19,5 miliar dalam posisi leverage hilang, menyebabkan Bitcoin turun hingga 8,4% dan mengguncang kepercayaan investor di seluruh dunia.

Awal Mula

Mulanya, kondisi ini berawal dari reaksi pedagang terhadap pengumuman tarif 100% AS untuk barang-barang China yang dengan cepat mengungkap keretakan yang jauh lebih dalam dalam sistem.

Hal ini menunjukkan bagaimana perdagangan otomatis, likuiditas tipis, dan kelemahan struktural berpadu untuk memicu reaksi berantai di seluruh bursa.

Tanda-tanda kejatuhan itu muncul setelah Presiden Trump mengonfirmasi tarif baru yang tinggi pada impor China, yang memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat.

Para pedagang bergegas melepas posisi berisiko, yang mengakibatkan likuidasi cepat dalam Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Wrapped Beacon ETH (WBETH), dan Solana berbasis Binance-Smart (BNSOL).

Namun, kepanikan geopolitik saja tidak menjelaskan bagaimana miliaran dolar lenyap begitu cepat. Para analis mengatakan faktor teknis dan struktural memperkuat peristiwa tersebut.

Likuiditas di seluruh bursa luar biasa rendah, dan beberapa pengguna Binance melaporkan akun dibekukan selama aksi jual.

Pinjaman berulang dengan leverage tinggi dan pelepasan sementara stablecoin USDE memperburuk keadaan, menciptakan serangkaian penjualan paksa.

Binance kemudian mengonfirmasi masalah sistem dan menawarkan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

Kelemahan Teknis Memperparah Kejatuhan BTC

Selama aksi jual, CoinGlass (situs analitik kripto) menghadapi serangan proksi canggih yang sempat menonaktifkan akses ke data dan layanannya.

Gangguan ini menambah kebingungan pasar saat para pedagang berebut mendapatkan informasi waktu secara real-time.

Pada saat yang sama, serangkaian transaksi luar biasa besar terjadi beberapa saat sebelum beberapa pembaruan oracle.

Oracle, sistem yang memasukkan harga dunia nyata ke dalam kontrak pintar blockchain, bahkan sempat salah memberi harga pada aset tertentu, yang memicu likuidasi otomatis di beberapa pasangan perdagangan.

Kesalahan harga tersebut juga menyebabkan beberapa stablecoin kehilangan patokannya untuk sementara, sehingga menciptakan peluang singkat di mana bot arbitrase dan pedagang frekuensi tinggi dapat memperoleh keuntungan.

Dalam hitungan menit, jutaan dolar berpindah antar bursa karena sistem otomatis merespons volatilitas, yang memperdalam kejatuhan pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dugaan Serangan Terkoordinasi

Tidak semua orang percaya bahwa ini adalah kejatuhan organik. Beberapa analis berpendapat bahwa pola perdagangan dan waktu pembaruan oracle menunjukkan adanya manipulasi yang disengaja.

Data menunjukkan bahwa de-pag yang paling ekstrem memengaruhi pasangan dengan jadwal pembaruan yang diketahui, sementara posisi short skala besar ditempatkan tepat sebelum kaskade likuidasi dimulai.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pelaku pasar tertentu mungkin telah mengeksploitasi struktur pasar kripto itu sendiri dengan menggunakan sistem otomatis dan mekanisme leverage untuk merekayasa volatilitas.

Alibinya adalah, alih-alih meretas dompet atau mencuri dana, penyerang dapat memanipulasi pasar dengan mengeksploitasi perilaku yang dapat diprediksi dalam oracle, bursa, dan algoritma.

Meski begitu, pakar lain berpendapat bahwa ini hanyalah pasar yang terlalu banyak berutang sebagai reaksi terhadap stres.

Ketika pedagang menanggung terlalu banyak utang dan sentimen berubah secara tiba-tiba, likuidasi berjenjang dapat terjadi tanpa campur tangan eksternal apa pun.

Namun jika melihat sifat acara yang disinkronkan di berbagai bursa, mekanisme sepertinya ini terus memicu perdebatan.

Hal yang Terungkap dari Kejatuhan Pasar Kripto

Crypto Black Friday telah menyingkapkan betapa rapuhnya ekosistem aset digital meskipun ukurannya semakin besar.

Dengan $19,5 miliar hilang dalam hitungan jam, peristiwa tersebut menunjukkan betapa cepatnya risiko dapat menyebar ketika sistem sangat bergantung pada leverage, perdagangan otomatis, dan kumpulan likuiditas yang tidak transparan.

Bursa seperti Binance telah meluncurkan audit internal dan berjanji untuk meningkatkan transparansi, tetapi para ahli memperingatkan bahwa ini hanyalah perbaikan jangka pendek.

Tantangan sesungguhnya terletak pada mendesain ulang sistem inti, termasuk bagaimana leverage dikelola, bagaimana oracle memasukkan data, dan bagaimana likuiditas didistribusikan di seluruh pasar.

Insiden ini telah memperbarui seruan untuk pengawasan on-chain yang lebih baik dan standar global untuk manajemen risiko kripto.

Agar pasar senilai triliunan dolar dapat matang, para analis mengatakan inovasi harus diimbangi dengan perlindungan yang lebih kuat terhadap guncangan sistemik dan manipulasi canggih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 14 Oktober 2025: Saylor Borong BTC, Harga Naik?

Pasar kripto hari ini, Selasa (14/10) kembali dinamis pekan ini dengan aksi besar dari institusi dan whale.Michael Saylor melalui Strategy menambah 220 BTC senilai $27,2 juta, melanjutkan tren akumulasi selama sembilan minggu berturut-turut.

Di sisi lain, whale memanfaatkan momentum pemulihan pasca “Black Friday” dengan memborong DOGE, SNX, dan ASTER, memicu potensi reli altcoin. Sementara itu, Grayscale kembali menarik perhatian dengan langkah strategis mengajukan Formulir 10 untuk Bittensor Trust (TAO), yang bisa membuka akses institusional dan membawa TAO ke level ATH baru. Lihat lebih lengkap di bawah:

Saylor Tambah 220 Bitcoin saat Pasar Kripto Turun

  • Strategy beli 220 Bitcoin ($27,2 Juta) minggu lalu (6-12 Oktober).
  • Perusahaan telah membeli BTC selama sembilan minggu berturut-turut.
  • Mereka beli 21.021 BTC $2,46 miliar di bulan Juli, pembelian terbesar tahun ini.

3 Altcoin Dibeli Saat Pasar Pulih Pasca Black Friday

  • DOGE: Whale tambah 2,25 miliar DOGE ($475 juta), dorong harga ke $0,214.
  • Synthetix (SNX): Kepemilikan Whale naik 86%, tambah 560.000 SNX ($1,2 juta).
  • ASTER: Whale tambah 1,82 juta ASTER ($2,7 juta), target terobosan di atas $1,75.

Undang Teman Dapat Cuan OKTOBULL Hadiah Rp50 Juta!

Langkah Grayscale Bisa Mengirim Altcoin Ini ke ATH Baru

  • Grayscale ajukan Formulir 10 untuk Bittensor Trust (TAO), target pelaporan SEC/akses institusional.
  • Persetujuan TAO berpotensi sejajar Bitcoin/Ethereum Trust, tingkatkan likuiditas/kepercayaan.
  • Teknis TAO bullish; penembusan $402,3 dapat naik 236% lewati ATH $1.248.

4 Data Makro AS Penting Minggu Ini Setelah Kejatuhan Pasar

  • Trader siap “minggu super”: Pidato Powell, Beige Book, dan data PPI picu volatilitas makro.
  • Sinyal Fed dovish/inflasi lemah bisa picu reli Bitcoin dan emas, menekan dolar.
  • Keterlambatan rilis akibat penutupan pemerintah berisiko perbesar fluktuasi kripto, obligasi, dan ekuitas.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com