Tag Archives: bitcoin

Analisa Harga BTC Hari Ini: Tembus $109K, Kembalinya Momen Bullish?

Perlahan tapi pasti, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Tokocrypto mencatat pada Kamis (23/10), harga Bitcoin berada di kisaran $ 109.160,69 per koin.

Sebelum meninjau lebih jauh tentang analisa harga BTC hari ini, terdapat beberapa statistik penting tentang raja kripto tersebut.

  • Kapitalisasi pasar: sekitar jam$ 2.196,45 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: sekitar $ 73,71 miliar
  • Perubahan 24 jam: naik sekitar +1,88%
  • Jumlah koin yang beredar: ±19,94 juta dari total maksimal 21 juta koin

Dari perspektif bisnis, angka ini menandakan bahwa Bitcoin masih berada di zona sangat likuid, dengan minat yang masih aktif dari pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Kondisi Teknis: Dukungan & Hambatan

Dukungan utama

Analisa yang dirangkum menyebut beberapa level dukungan penting untuk Bitcoin:

  • Sekitar $ 111.300
  • Sekitar $ 110.500
  • Bila turun lebih dalam, $ 109.500 atau bahkan $ 107.500 bisa jadi zona kritis.
    Artinya: penurunan di bawah $ 110.000 akan menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai terkikis.

Hambatan utama

Sisi atas, Bitcoin dihadapkan pada resistensi yang cukup kuat:

  • Di kisaran $ 112.400 – Ul$ 112.500 dan $ 113.500.
  • Beberapa analisis menyebut zona $ 120.000 ke atas sebagai “pintu naik” menuju lompatan lebih besar.

Kesimpulan teknis sementara

Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi tepat di atas dukungan penting ($ 110k). Momentum jangka pendek menunjukkan sinyal positif—kompetisi antara bulls dan bears mulai nyata.

Namun, agar kenaikan lebih lanjut terjadi, diperlukan serangan yang berhasil menembus resistensi sekitar $ 112-113k terlebih dahulu.

Sentimen & Faktor Fundamental

Analisa sentimen dan faktor makro-ekonomi memberikan gambaran yang sedikit campur-aduk:

  • Minat lembaga (institusional) terhadap Bitcoin meningkat: misalnya inflow besar ke ETF crypto global menunjukkan bahwa Bitcoin semakin dilihat sebagai aset strategis dalam portofolio besar investor.
  • Siklus pasar menunjukkan bahwa Bitcoin belum diperkirakan mencapai puncaknya. Beberapa analis menempatkan puncak siklus bull saat ini di sekitar November atau Desember 2025.
  • Namun di sisi lain, beberapa indikator memperingatkan bahwa momentum bisa melambat, terutama jika dukungan gagal bertahan atau jika kondisi makro berubah.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisa Harga: Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?

Berdasarkan data hari ini dan konteks pasar, berikut dua skenario yang bisa dijadikan acuan:

Skenario Optimis

Jika Bitcoin berhasil menembus hambatan utama di sekitar $ 112.500 dan punya dukungan kuat dari aliran dana masuk (inflow), maka kenaikan menuju zona $ 115.000–$ 120.000 menjadi sangat mungkin.

Beberapa analis bahkan menetapkan target hingga $ 130.000 atau lebih di sisa tahun ini.

Skenario Hati-hati

Jika Bitcoin gagal mempertahankan level dukungan $ 110.500 atau jatuh di bawah $ 109.500, maka risiko penurunan ke zona $ 107.000 atau di bawahnya mulai nyata. Konsolidasi bisa berlangsung lebih panjang, dengan volatilitas meningkat.

Implikasi untuk Investor dan Trader

  • Trader pendek-jangka: Level $ 110.500–111.300 adalah area penting untuk memantau entry atau stop-loss. Break di atas $ 112.500 bisa menjadi sinyal breakout.
  • Investor jangka panjang: Dengan siklus bull yang masih berjalan dan minat institusional yang kuat, Bitcoin masih bisa dinilai sebagai aset dengan potensi kenaikan, namun tetap dengan risiko—termasuk koreksi.
  • Tips kewaspadaan: Jangan terpaku hanya pada harga—amati juga aliran dana, volume, serta perkembangan regulasi atau makro yang bisa memicu perubahan cepat.

Baca Juga: Altcoin Season Index Naik, Bitcoin Turun: Saatnya Altcoin Tampil?

Harga Bitcoin yang kini berada di atas $ 110.000 menunjukkan bahwa pasar tidak “mati”—ada aktivitas, ada dukungan.

Namun, untuk melaju ke tahap berikutnya, Bitcoin perlu menembus resistensi kritis dan menjaga dukungan utama.

Sementara itu, sinyal teknis dan sentimen menunjuk adanya potensi kenaikan, namun juga memperingatkan bahwa risiko koreksi tetap ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Stabil di Atas $108.000 atau Rebound?

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan ketangguhannya di pasar aset kripto dengan harga terbaru mencapai $108,425.45 per BTC (USD) pada hari ini.

Kenaikan sebesar 0.7% dalam 24 jam terakhir mencerminkan sentimen positif investor, meskipun secara bulanan dan kuartalan harga masih mengalami penurunan moderat.

Dengan kapitalisasi pasar menyentuh $2,161.80 miliar USD, Bitcoin tetap mendominasi sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $103.58 miliar USD, menandakan minat tinggi dari pelaku pasar terhadap aset digital ini.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Fluktuasi Harga dalam Tiga Bulan Terakhir

Data historis menunjukkan bahwa harga BTC mengalami koreksi dalam rentang waktu 30 hingga 90 hari terakhir. Berikut adalah ringkasan perubahannya:

  • 30 hari terakhir: turun sebesar $6,003.88 atau -5.24%
  • 60 hari terakhir: turun sebesar $7,342.19 atau -6.34%
  • 90 hari terakhir: turun sebesar $9,219.06 atau -7.83%

Kendati demikian, pergerakan harian menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek, dengan kenaikan harga $756.80 dalam 24 jam terakhir.

Rentang Harga dan Volume Pasar

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam kisaran harga:

  • Harga terendah: $107,534.75
  • Harga tertinggi: $113,996.35

Hal ini mengindikasikan volatilitas yang relatif tinggi, yang menjadi ciri khas dari pasar kripto. Namun, angka ini masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi Bitcoin yang pernah tercatat di angka $126,198.07.

Adapun kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) kini berada di angka $2,277.98 miliar, menunjukkan potensi valuasi total jika seluruh pasokan maksimum Bitcoin, yaitu 21 juta BTC, telah beredar.

Saat ini, sebanyak 19.94 juta BTC telah beredar, atau sekitar 94.94% dari total pasokan maksimum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Tren dan Sentimen Pasar

Dalam beberapa bulan terakhir, sentimen pasar kripto dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga The Fed, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya minat institusional terhadap aset digital.

Koreksi harga BTC dalam 90 hari terakhir dapat dikaitkan dengan aksi ambil untung setelah lonjakan harga sebelumnya, serta respons pasar terhadap ketidakpastian makroekonomi global.

Namun demikian, adanya stabilisasi harga dalam beberapa hari terakhir dan volume perdagangan yang tinggi memberikan sinyal bahwa pasar mulai menemukan kembali titik keseimbangan.

Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan menguji kembali level resistance di atas $110.000 dalam waktu dekat.

Outlook Jangka Pendek dan Menengah

Dalam jangka pendek, jika harga BTC mampu bertahan di atas level psikologis $108.000 dan menembus kembali area $114.000, peluang untuk menguji ATH (all-time high) baru sangat terbuka.

Sementara itu, jika tekanan jual kembali meningkat, harga berpotensi turun ke area support di kisaran $105.000.

Dalam jangka menengah, outlook Bitcoin masih didukung oleh fundamental yang kuat, termasuk pasokan yang terbatas, adopsi institusional yang meningkat, serta ekspektasi terhadap ETF Bitcoin spot yang telah disetujui di beberapa negara.

Semua faktor ini bisa menjadi pendorong utama harga BTC menuju siklus bullish berikutnya.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 20 Oktober 2025: Bitcoin Ada Potensi Rebound?

Harga Bitcoin hari ini yang mencapai $108,425.45 mencerminkan ketahanan aset ini di tengah ketidakpastian pasar.

Dengan dominasi pasar yang terus berlanjut, volume perdagangan tinggi, serta sentimen yang mulai pulih, Bitcoin menunjukkan potensi untuk kembali ke lintasan bullish dalam waktu dekat.

Bagi investor jangka panjang, kondisi saat ini bisa menjadi peluang akumulasi, terutama dengan memperhatikan pergerakan harga yang mendekati zona support strategis. Namun, volatilitas tetap menjadi faktor risiko utama yang harus diwaspadai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Bitcoin dan Ethereum Digoyang Arus Keluar Besar, Investor Panik?

Arus masuk institusional ke ETF (Exchange-Traded Fund) mata uang kripto terus menurun drastis, menandai geliat kehati-hatian di pasar menjelang akhir tahun. Produk ETF Bitcoin dan Ethereum mencatat arus keluar bersih besar-besaran, sinyal yang semakin memperkuat kekhawatiran investor profesional.

Dilaporkan Finance Feeds, data dari Farside Investors dan The Block menunjukkan ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus keluar sekitar $40,5 juta pada hari Senin, menandai empat hari berturut-turut tekanan jual. Sementara itu, ETF Ethereum lebih parah, dengan arus keluar mencapai $145 juta, mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap stabilitas harga ETH jangka pendek.

Para analis menekankan bahwa rentetan arus keluar ini bukan sekadar angka, ini merupakan cerminan penghindaran risiko yang lebih luas di seluruh kelas aset digital. Penurunan volume perdagangan spot, menurunnya minat pada kontrak berjangka, hingga aktivitas spekulatif yang melemah mempertegas bahwa investor sedang menahan diri. Bitcoin pun kesulitan mempertahankan level support di atas $65.000, menambah tekanan bagi ETF terkait.

Arus Keluar ETF Cerminkan Kehati-hatian

Baca juga: ETF Bitcoin Banjir Modal, Harga BTC Siap Melonjak Menuju $165.000!

Meskipun dana besar seperti iShares Bitcoin Trust (BlackRock) dan Wise Origin Bitcoin Fund (Fidelity) masih mencatat arus masuk moderat, total AUM ETF Bitcoin menurun secara konsisten, membawa kepemilikan ke level terendah dalam lebih dari sebulan. Sementara itu, ETF Ethereum yang dulu digadang sebagai katalis adopsi institusional, kini menghadapi kesulitan menarik minat, menunjukkan bahwa aksi ambil untung dan kehati-hatian terhadap ETH masih tinggi.

Pasar kripto secara keseluruhan juga terkena imbas kondisi makroekonomi: data inflasi yang fluktuatif, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta likuiditas yang lebih ketat menekan partisipasi institusional. Meski begitu, total AUM ETF kripto tetap jauh di atas level pertengahan tahun, menandakan institusi besar masih melihat potensi jangka panjang dalam ekosistem aset digital.

Para pakar memperkirakan arus ETF akan terus berfluktuasi di minggu-minggu mendatang, dipengaruhi perkembangan makro dan pergerakan teknis Bitcoin. Namun tren arus keluar saat ini menjadi pengingat keras: pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap sentimen investor dan kondisi risiko global.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi DCA Bitcoin di Awal Tahun Baru 2025

Volatilitas pasar kripto seperti Bitcoin jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti Emas atau Saham memang terbilang cukup tinggi, oleh sebab itu para investor Bitcoin membutuhkan strategi investasi yang tepat dan terukur. 

Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi yang melibatkan pembelian aset dalam jumlah yang sama secara berkala.

Pendekatan ini dapat membantu mengurangi dampak volatilitas pasar Bitcoin yang tinggi, memungkinkan investor untuk membeli lebih banyak unit saat harga rendah dan lebih sedikit unit saat harga tinggi.

Mengapa Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) Cocok untuk Bitcoin?

Dollar Cost Averaging (DCA) menjadi strategi investasi yang sangat cocok untuk Bitcoin, karena mengingat karakteristik Bitcoin yang terkenal dengan fluktuasi harganya yang ekstrem, dibanding dengan instrumen investasi lain seperti Emas atau Saham.

Ada beberapa alasan kenapa strategi membeli dengan metode pembelian berkala (DCA) cocok untuk Bitcoin, seperti:

  • Mengurangi Risiko Volatilitas: Dengan menggunakan metode DCA, kamu dapat meminimalkan dampak dari volatilitas jangka pendek yang sering terjadi di pasar kripto khususnya Bitcoin.
  • Disiplin Investasi: DCA mendorong disiplin investasi dengan mengatur jadwal pembelian yang konsisten. Ini membantu menghindari keputusan investasi yang didasarkan pada emosi, seperti ketakutan atau keserakahan.
  • Menghindari Timing Pasar: Salah satu tantangan terbesar dalam investasi adalah menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual. Dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir tentang kapan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar, karena dengan membeli secara rutin dalam interval waktu tertentu, kamu bisa mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil.

Bagaimana Metode DCA Bekerja?

Metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian secara berkala bisa kamu lakukan dengan cara menentukan terlebih dahulu jumlah investasi yang akan kamu keluarkan dalam satu periode atau per setiap kami pembeliannya.

Berikut tabel simulasi jika kamu melakukan pembelian berkala Bitcoin selama satu tahun, setiap tanggal 1 dari 1 Januari sampai 1 Desember 2024.

Tanggal Harga Bitcoin Jumlah Investasi per Bulan Total Investasi Valuasi Bitcoin yang Dipegang Return
IDR IDR BTC IDR BTC IDR
1 Jan 2024 681,288,000 1,000,000 0.001468 1,000,000 0.001468 1,000,000 0.00%
1 Feb 2024 978,708,800 1,000,000 0.001022 2,000,000 0.002490 2,436,557 21.83%
1 Mar 2024 1,141,312,000 1,000,000 0.000876 3,000,000 0.003366 3,841,367 28.05%
1 Apr 2024 970,665,600 1,000,000 0.001030 4,000,000 0.004396 4,267,015 6.68%
1 Mei 2024 1,080,481,600 1,000,000 0.000926 5,000,000 0.005321 5,749,762 15.00%
1 Jun 2024 1,004,068,800 1,000,000 0.000996 6,000,000 0.006317 6,343,133 5.72%
1 Jul 2024 1,034,016,000 1,000,000 0.000967 7,000,000 0.007285 7,532,322 7.60%
1 Agt 2024 943,657,600 1,000,000 0.001060 8,000,000 0.008344 7,874,104 -1.57%
1 Sep 2024 1,013,427,200 1,000,000 0.000987 9,000,000 0.009331 9,456,278 5.07%
1 Okt 2024 1,124,508,800 1,000,000 0.000889 10,000,000 0.010220 11,492,779 14.93%
1 Nov 2024 1,542,491,200 1,000,000 0.000648 11,000,000 0.010869 16,764,671 52.41%
1 Des 2024 1,577,912,000 1,000,000 0.000634 12,000,000 0.011502 18,149,644 51.25%

Berdasarkan data pada tabel simulasi tersebut, dengan melakukan investasi atau pembelian Bitcoin menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dari Januari 2024 hingga Desember 2024, dapat disimpulkan bahwa, nilai investasi kamu akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Pada tanggal 1 Desember 2024, valuasi Bitcoin yang kamu pegang adalah Rp 18,149,644 dari total investasi Rp 12,000,000, dengan return akhir sebesar 51.25% meskipun Bitcoin sempat mengalami volatilitas.

Perlu diingat, simulasi ini adalah simulasi hitungan dimana kamu membeli setiap tanggal 1 tanpa melihat harga Bitcoin pada saat itu, kamu bisa memaksimalkan keuntungan yang lebih, seperti dengan melakukan pembelian pada saat ada koreksi di setiap bulannya.

Tips Melakukan Sebelum Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA)

Sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian berkala (DCA) kamu bisa mempertimbangkan beberapa tips berikut:

  • Tentukan Jumlah Investasi: Tentukan jumlah uang yang akan diinvestasikan secara berkala. Pastikan jumlah ini sesuai dengan kemampuan finansial dan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
  • Jadwal Pembelian: Tentukan jadwal pembelian yang konsisten, misalnya setiap minggu atau setiap bulan, baik di tanggal yang sama atau menunggu saat koreksi untuk memaksimalkan keuntungan.
  • Perhatikan Siklus Market: Dengan memperhatikan siklus pasar, kamu dapat mengoptimalkan strategi DCA. Misalnya, kamu bisa meningkatkan jumlah investasi selama fase akumulasi dan mengurangi pembelian selama fase distribusi.
  • Pantau dan Evaluasi: Meskipun DCA adalah strategi jangka panjang, penting untuk tetap memantau dan mengevaluasi kinerja investasi secara berkala.
  • Hindari Emosi: Tetap disiplin dengan jadwal pembelian dan hindari keputusan impulsif berdasarkan fluktuasi pasar jangka pendek.

Cara Melakukan Pembelian Bitcoin dengan Dollar Cost Averaging (DCA) di Tokocrypto

Cara untuk melakukan pembelian Bitcoin dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

  1. Masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Kesimpulan

Strategi DCA merupakan pendekatan yang ideal untuk investor Bitcoin di awal tahun baru, terutama bagi kamu yang ingin memulai untuk membangun portofolio jangka panjang dengan risiko yang lebih terkelola.

Perlu di ingat, bahwa strategi DCA tidak menghilangkan risiko investasi dan volatilitas yang ada, melainkan membantu mengelola risiko dengan cara yang lebih sistematis.

Selalu teliti dalam berinvestasi dan pertimbangkan setiap keputusan pembelian dengan cermat.


DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 22 Oktober 2025: Trump Bikin BTC Koreksi Lagi!

Pasar kripto hari ini, Rabu (22/10) bergerak hati-hati setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan keraguan untuk bertemu Xi Jinping, membuat Bitcoin sempat terkoreksi ke level $109.000.

Di tengah sentimen global tersebut, token $FF justru mencuri perhatian dengan lonjakan harga 14% dalam 24 jam, didukung aksi beli besar dan staking senilai $14,9 juta, serta kini resmi terdaftar di Tokocrypto. Trader juga menyoroti beberapa altcoin potensial minggu keempat Oktober seperti 2Z, EDU, dan TRX, yang menunjukkan pola teknikal bullish. Lihat lebih lengkap di bawah:

Trump Ragukan Pertemuan China; Bitcoin Koreksi ke Level $109K

  • Trump ragu bertemu presiden China, Xi Jinping.
  • Ia ingin kesepakatan yang baik bagi China.
  • Bitcoin turun ke level $109k, di tengah pernyataan presiden.

Momentum $FF Bangkit, Whale Tarik & Staking $14,9$ Juta

  • Whale beli dan stake seiring kenaikan harga $FF.
  • Harga $FF di $0,1609, pasar $316,47 juta, naik 14% 24 jam.
  • $FF pimpin altcoin naik, kini listing di Tokocrypto.

HARI TERAKHIR! Dadakan Cashback ASTER! Hadiah Rp20 JUTA*

Altcoin Menarik Minggu Keempat Oktober 2025

  • 2Z naik 9%; target $0,2796 (di atas $0,2750), bearish di bawah $0,2600.
  • Harga kripto EDU melonjak 4% dalam 24 jam terakhir tunjukkan peningkatan beli.
  • TRON (TRX) mengincar pergerakan menuju titik tertinggi sepanjang masa $0,44.

Mungkinkah BNB Salip Ethereum? 3 Sinyal Utama

  • Data on-chain BNB & pertumbuhan alamat tantang Ethereum.
  • Analis: Kekuatan struktural, rekor volume transaksi tunjukkan kesehatan BNB.
  • Meski BNB naik, ETH masih unggul berkat DeFi, smart contract & market cap.

Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terkoreksi ke $108,031, Market Cap Kokoh di Atas $2 Triliun

Setelah mencatat reli kuat dalam beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin (BTC) kini mengalami koreksi ringan sebesar -2.04% dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data perdagangan terkini, BTC diperdagangkan di level $108,031.77 per token, turun sekitar $2,473 dibandingkan hari sebelumnya.

Meskipun harga terkoreksi, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di kisaran $2,153.89 miliar USD, atau lebih dari $2,1 triliun, yang menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap aset kripto terbesar di dunia ini masih sangat kuat.

Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai $61.05 miliar USD, menandakan masih tingginya aktivitas pasar di tengah volatilitas harga.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Pergerakan Harga: Tertahan di Atas Level Psikologis $100,000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat harga terendah di $107,776.38 dan tertinggi di $111,711.03, memperlihatkan fluktuasi yang masih dalam kisaran wajar bagi aset dengan kapitalisasi raksasa.

Secara historis, rekor tertinggi (all-time high) Bitcoin masih berada di level $126,198.07 USD, sehingga posisi harga saat ini mencerminkan penurunan sekitar 14% dari puncak historisnya.

Meski demikian, banyak analis memandang pergerakan ini sebagai bagian dari fase konsolidasi sehat, yang kerap terjadi setelah reli besar.

Dalam sepekan terakhir, BTC turun sekitar 4.63%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai 6.7%. Namun, dalam jangka panjang, struktur tren masih tergolong bullish.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tren 90 Hari: Tekanan Jangka Pendek di Tengah Optimisme Jangka Panjang

Berdasarkan data historis:

  • 24 jam: -2.24%
  • 30 hari: -6.7%
  • 60 hari: -4.55%
  • 90 hari: -9.23%

Kendati mengalami tekanan jangka pendek, banyak pelaku pasar masih menilai Bitcoin berada di jalur bullish jangka panjang, terutama setelah menembus level psikologis $100,000 beberapa waktu lalu.

Dengan sirkulasi pasokan mencapai 19.94 juta BTC, atau sekitar 94.94% dari total maksimum 21 juta BTC, pasokan Bitcoin yang semakin terbatas secara alami mendukung nilai jangka panjangnya.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) bahkan mencapai $2.26 triliun USD, menegaskan dominasi BTC di pasar kripto global.

Faktor Pendorong Koreksi Harga Bitcoin

Analis pasar kripto menilai bahwa penurunan harga saat ini bukan sinyal bearish, melainkan fase konsolidasi setelah reli panjang. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin antara lain:

  1. Aksi Ambil Untung oleh Investor Besar (Whales)
    Setelah reli signifikan di atas $110,000, sebagian investor institusional dan ritel mulai merealisasikan keuntungan jangka pendek.
  2. Ketidakpastian Makroekonomi Global
    Data inflasi dan kebijakan suku bunga dari bank sentral global memicu fluktuasi di pasar aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Penyesuaian Likuiditas Pasar Derivatif
    Peningkatan open interest di pasar futures dan funding rate tinggi membuat sebagian trader memilih menutup posisi untuk menghindari risiko koreksi lebih dalam.

Outlook: Potensi Rebound Tetap Terbuka

Meski terkoreksi dalam jangka pendek, sebagian besar analis tetap optimis terhadap potensi rebound Bitcoin.

Level psikologis $105,000–$107,000 disebut menjadi zona support kuat, sementara resistance terdekat berada di kisaran $112,000–$115,000.

Jika tekanan jual mereda, Bitcoin berpeluang menguji kembali level $115,000 dalam beberapa hari ke depan, terutama jika didukung oleh peningkatan volume beli dan kondisi makro yang stabil.

Dengan adopsi institusional yang terus meningkat dan keterbatasan pasokan, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap solid dan masih mendukung tren naik menuju siklus bullish berikutnya.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Koreksi Sehat di Tengah Fundamental Kuat

Penurunan harga Bitcoin sebesar 2% dalam 24 jam terakhir tidak serta-merta menandakan pembalikan tren.

Sebaliknya, koreksi ini dipandang sebagai penyesuaian alami setelah reli signifikan di awal kuartal.

Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $2 triliun dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset digital paling dominan di dunia.

Para analis menilai, selama harga BTC bertahan di atas $100,000, tren bullish jangka panjang masih aman.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Comeback! Dominasi Naik ke 59%, Pasar Kripto Bakal Bullish?

Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Total kapitalisasi pasar melonjak ke $3,66 triliun, naik 0,9% dalam 24 jam terakhir, menandakan pemulihan sentimen investor di tengah ketidakpastian global.

Namun, peningkatan ini dibarengi dengan satu fakta penting: Dominasi Bitcoin kini menembus 58,9%, level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, sebuah sinyal kuat bahwa pasar kembali berporos pada aset terbesar di dunia kripto tersebut.

Dominasi Bitcoin Sentuh Puncak Baru

Kenaikan dominasi Bitcoin sebesar 1,07% dalam sehari terakhir menjadi sorotan utama. Data ini menunjukkan bahwa para trader mulai memindahkan likuiditas dari altcoin ke BTC, sebuah pola klasik di tengah pasar yang penuh kehati-hatian.

Dengan dominasi di atas 55%, pasar kini secara historis memasuki fase yang dipimpin Bitcoin, di mana BTC menjadi jangkar stabilitas saat altcoin berfluktuasi tajam.

“Likuiditas kini tertarik ke arah Bitcoin karena faktor kepercayaan institusional dan stabilitas harga yang lebih kuat dibanding altcoin,” tulis laporan XT Exchange yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-7.

ETF Bitcoin & Ether Catat Arus Keluar $599 Juta

Dilaporkan Coinfomania, meski kapitalisasi pasar meningkat, ETF berbasis kripto justru mengalami tekanan. XT melaporkan bahwa ETF Bitcoin mencatat arus keluar sebesar $367 juta, sementara ETF Ether kehilangan $232 juta, sehingga total dana keluar mencapai $599 juta.

Fenomena ini menandakan pengambilan keuntungan atau pengalihan eksposur oleh investor besar. Secara historis, arus keluar ETF sering kali beriringan dengan meningkatnya ketakutan pasar atau risiko global jangka pendek.

Namun menariknya, meskipun ETF keluar, pasar kripto secara keseluruhan justru tumbuh, menandakan adanya pergeseran dana menuju altcoin atau perdagangan langsung.

Indeks Ketakutan Capai 30: Pasar Waspada Tapi Belum Menyerah

Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear & Greed Index) kini berada di angka 30, mencerminkan fase “fear” yang menahan laju investor baru masuk. Meski demikian, para analis menilai kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Fenomena serupa terjadi pada 2022, ketika fase ketakutan diikuti oleh rebound harga besar-besaran.

Rasio posisi long/short Bitcoin juga menunjukkan nilai 0,97, menandakan pasar masih seimbang antara optimisme dan pesimisme, sinyal klasik menjelang pergerakan besar berikutnya.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Altcoin: $LTO Meledak 83% di Tengah Pasar Lesu

Di tengah ketegangan pasar, altcoin tertentu tetap mencuri perhatian. $LTO Network memimpin reli dengan lonjakan 83,78% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh pembaruan proyek di sektor manajemen data.

Token lain seperti $KAS dan $ZIG juga naik lebih dari 10%, menandakan adanya spekulasi selektif di tengah dominasi Bitcoin.

XT mencatat bahwa lonjakan $LTO menjadi pendorong utama aktivitas perdagangan di hari yang relatif tenang, membuktikan bahwa “selalu ada ruang euforia kecil di tengah ketakutan besar.”

Menuju Era Baru: Likuiditas Tinggi, Risiko Terkendali

Kapitalisasi pasar global sebesar $3,66 triliun kini mendekati puncak historis tahun 2021, menunjukkan bahwa pasar kripto telah bangkit dari titik terendah tahun 2022 yang hanya sekitar $800 miliar.
Meskipun arus keluar ETF mengindikasikan manajemen risiko, tingginya likuiditas lintas platform menandakan pasar semakin matang dan terdistribusi.

“Investor kini tampak lebih tenang dan rasional. Mereka mungkin beralih dari ETF ke kepemilikan langsung,” tulis analisis XT. Target teknikal baru Bitcoin kini berada di kisaran $70.000, menjadi batas psikologis yang diawasi ketat para pelaku pasar.

Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketakutan

Kombinasi antara dominasi Bitcoin yang melonjak, arus keluar ETF, dan indeks ketakutan yang tinggi menciptakan lanskap pasar yang kompleks, penuh kehati-hatian, tapi juga penuh peluang.
XT Exchange menilai kondisi ini sebagai fase konsolidasi sehat, di mana pasar menyeimbangkan risiko sebelum potensi reli besar berikutnya.

Ketika Bitcoin kembali mengambil kendali dan altcoin menunjukkan percikan kecil aktivitas, pasar kripto global tampak siap memasuki babak baru yang lebih stabil dan institusional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Setelah sempat melemah selama sepekan, harga Bitcoin (BTC) akhirnya menunjukkan penguatan signifikan.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Senin (20/19), harga Bitcoin tercatat di level $111.334,25 per BTC, naik 4,15% dalam 24 jam terakhir.

Dengan lonjakan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menembus angka $2,22 triliun, menegaskan dominasinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam juga meningkat tajam menjadi $61,56 miliar, menandakan aktivitas pasar yang kembali menggeliat.

Kenaikan ini membawa napas segar bagi investor setelah BTC sempat anjlok lebih dari 3% dalam sepekan dan 3,79% dalam 30 hari terakhir.

Meski secara jangka menengah harga masih lebih rendah dari rekor tertingginya di $126.198,07, tren harian menunjukkan potensi pembalikan arah jangka pendek.

Baca Juga: Altcoin Season Resmi Berakhir? Bitcoin Kembali Kuasai Pasar Kripto!

Pergerakan Harian dan Level Penting BTC

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran terendah $106.157,79 hingga tertinggi $111.400,98.

Kenaikan tajam ini setara dengan $4.505,99 dibandingkan harga penutupan sebelumnya, menandakan momentum bullish yang cukup kuat di pasar spot.

Secara teknikal, BTC berhasil menembus area resistensi penting di $110.000, yang selama dua minggu terakhir menjadi batas psikologis utama.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, analis memperkirakan peluang menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support terdekat berada di sekitar $108.000, yang menjadi area akumulasi potensial bagi investor jangka menengah.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

Kenaikan harga Bitcoin kali ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  1. Kembalinya Likuiditas Pasar Kripto
    Volume transaksi global meningkat lebih dari 20% dibanding pekan lalu. Investor institusional disebut kembali aktif setelah pasar obligasi AS menunjukkan stabilitas, mendorong arus dana kembali ke aset berisiko seperti kripto.
  2. Optimisme terhadap ETF Bitcoin dan Adopsi Institusional
    Permintaan terhadap Bitcoin ETF di Amerika Serikat kembali meningkat, terlihat dari arus masuk bersih yang positif selama tiga hari berturut-turut. Hal ini memperkuat persepsi bahwa Bitcoin tetap menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas makro.
  3. Penguatan Sentimen Pasar Global
    Indeks pasar saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq juga mencatatkan kenaikan harian lebih dari 1%, yang secara historis berkorelasi positif dengan pergerakan Bitcoin. Sentimen risk-on ini turut mendukung momentum bullish di pasar kripto.

Perbandingan dengan Performa Bulanan dan Kuartalan

Meskipun harga harian menunjukkan penguatan signifikan, dalam rentang 30–90 hari terakhir, Bitcoin masih mengalami koreksi moderat.

Dalam 30 hari terakhir, harga turun 3,79%, sementara dalam 90 hari tercatat penurunan 5,98%.

Namun, analis menilai konsolidasi ini justru sehat karena memberi ruang bagi pasar untuk menyerap tekanan jual sebelumnya.

Dengan pasokan beredar mencapai 19,94 juta BTC (94,94% dari total maksimum 21 juta), pasokan Bitcoin di pasar semakin terbatas, faktor yang berpotensi mendukung penguatan harga jangka panjang.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Jika momentum positif ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level psikologis $115.000 hingga $120.000 dalam waktu dekat.

Namun, volatilitas tetap menjadi tantangan utama, terutama menjelang laporan inflasi AS dan keputusan suku bunga bank sentral.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas jaringan dan transaksi on-chain menjadi sinyal positif bahwa adopsi Bitcoin terus tumbuh, baik sebagai alat investasi maupun instrumen pembayaran digital.

Baca Juga: Altcoin Season Resmi Berakhir? Bitcoin Kembali Kuasai Pasar Kripto!

Momentum Bullish Kembali Menguat

Kenaikan 4,15% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin mulai kembali menarik minat pasar, dengan volume perdagangan tinggi dan sentimen global yang membaik.

Selama harga mampu bertahan di atas $110.000, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, meskipun investor tetap disarankan untuk memperhatikan potensi koreksi jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun dan dominasi yang tetap kuat, Bitcoin terus membuktikan posisinya sebagai barometer utama industri kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $107.000: Sinyal Lonjakan atau Koreksi Panjang?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $107.151,64 per BTC, naik tipis sebesar +0,06% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar mencapai $2,13 triliun USD, menjadikannya tetap sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Dengan pasokan sirkulasi 19,94 juta BTC, Bitcoin kini semakin mendekati batas maksimum suplai 21 juta koin, yang menambah daya tariknya sebagai aset langka di tengah tekanan pasar global.

Volume perdagangan 24 jam tercatat $33,10 miliar USD, menunjukkan aktivitas pasar yang stabil meski volatilitas mulai menurun dibanding pekan sebelumnya.

Dalam seminggu terakhir, BTC terkoreksi -3,51%, namun tetap mempertahankan posisi di atas batas psikologis $100.000 yang dianggap sebagai zona pertahanan kuat oleh banyak analis teknikal.

Baca Juga: Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Kondisi Pasar: Sideways di Tengah Sentimen Campuran

Meski harga bergerak datar, data menunjukkan pasar Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi. Dalam 30 hari terakhir, BTC mengalami penurunan -8,45%, turun hampir $9.800 dari harga bulan lalu.

Secara 60 dan 90 hari, koreksi berturut-turut mencapai -5,65% dan -9,66%, menandakan tekanan jual masih cukup terasa sejak puncak harga di atas $126.000 beberapa bulan lalu.

Namun, pergerakan jangka pendek menunjukkan stabilitas.

Dalam 24 jam terakhir, harga terendah tercatat di $106.489,42 dan tertinggi di $107.490,98, memperlihatkan rentang pergerakan sempit, sebuah indikasi kuat bahwa pelaku pasar sedang menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental: Narasi Makro dan Kebijakan Moneter

Konsolidasi harga Bitcoin saat ini tidak lepas dari pengaruh kebijakan suku bunga global dan minat institusional yang berfluktuasi.

Investor tampak menahan diri menunggu sinyal dari Federal Reserve AS terkait potensi penurunan suku bunga pada kuartal IV 2025.

Di sisi lain, permintaan institusional tetap menjadi pendorong jangka panjang. Produk ETF Bitcoin spot dari manajer aset besar seperti BlackRock dan Fidelity terus mencatat arus masuk positif meski dalam volume yang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa Bitcoin tetap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar saham.

Analisis Teknis: Arah BTC Masih di Zona Aman

Secara teknikal, harga Bitcoin masih berada dalam tren bullish jangka panjang, selama mampu bertahan di atas area support kuat $105.000–$106.000.

Jika level ini mampu dipertahankan, peluang rebound menuju $110.000–$112.000 dalam jangka pendek terbuka lebar.

Namun, bila tekanan jual kembali meningkat, potensi retest ke area $100.000 tidak dapat diabaikan. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang mendekati area netral menandakan belum ada sinyal jenuh beli maupun jenuh jual — memperkuat narasi konsolidasi.

Kapitalisasi Pasar & Likuiditas

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2,136 triliun USD dan kapitalisasi terdilusi penuh $2,25 triliun USD, Bitcoin tetap menguasai lebih dari 50% total pasar kripto global.

Likuiditas yang tinggi juga menjaga kestabilan harga, terutama di tengah fluktuasi aset digital lain seperti Ethereum dan Solana yang menunjukkan volatilitas lebih besar.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Menunggu Momentum Baru Menuju Akhir Tahun

Kinerja Bitcoin pada pertengahan Oktober 2025 mencerminkan pasar yang stabil, namun tetap diiringi kewaspadaan.

Investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian makro, sementara sentimen positif dari sisi adopsi dan kelangkaan suplai tetap menjadi penopang utama harga.

Jika arus modal institusional kembali meningkat dan kondisi makro global membaik, BTC berpotensi menguji kembali rekor tertingginya di $126.000 dalam beberapa bulan mendatang.

Namun untuk saat ini, pasar tampaknya memilih strategi bertahan—menunggu sinyal yang lebih kuat sebelum menentukan arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan pada hari Jumat, merosot di bawah $109.000 karena gelombang baru penghindaran risiko mencengkeram pasar global.

Penurunan ini terjadi ketika pasar global menjadi defensif, dengan ekuitas melemah, obligasi menguat, dan emas mencapai rekor tertinggi baru.

Terakhir diperdagangkan 2,4% lebih rendah pada hari ini di sekitar $108.503, dan turun lebih dari 10% dalam seminggu terakhir.

Saham Asia mencerminkan kerugian Wall Street semalam, dengan investor mundur dari aset berisiko setelah tanda-tanda tekanan kredit muncul kembali di antara bank-bank regional AS.

Sentimen di pasar ekuitas juga terpukul oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. 

Beijing pada hari Kamis menuduh Washington memicu kepanikan atas kontrol ekspor tanah jarangnya dan menolak seruan Gedung Putih untuk melonggarkan pembatasan tersebut, yang mengguncang kepercayaan pasar yang sudah rapuh.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Keterangan diantara kedua negara adikuasa itu mengakibatkan gelombang likuidasi yang melebihi $19 miliar.

Aksi jual tersebut melanda berbagai token utama, membuat investor waspada terhadap penurunan lebih lanjut.

Kekhawatiran Jangka Panjang

Sementara itu, Cryptonews melaporkan pada Jumat (17/10) bahwa kekhawatiran di pasar tradisional semakin memperkuat nada kehati-hatian.

Runtuhnya First Brands Group dan Tricolor Holdings memicu kembali kekhawatiran akan kerugian kredit tersembunyi, sementara penurunan nilai akuntansi yang terkait dengan penipuan di Zions Bancorp dan Western Alliance menghapus lebih dari $100 miliar nilai pasar perbankan AS dalam satu hari.

Dengan meningkatnya kekhawatiran kredit, dua aset tradisional: emas dan perak, melanjutkan reli mereka ke level tertinggi baru.

Bitcoin, yang sering disebut-sebut sebagai emas digital, belum mengikuti jejaknya, jatuh 6,3% selama seminggu terakhir, penurunan tertajam sejak Maret.

Baca Juga: Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

Pergerakan Harga Bitcoin Semakin Mencerminkan Pasar Tradisional

Dom Harz, salah satu pendiri BOB, mengatakan semakin terintegrasinya Bitcoin dengan keuangan arus utama dapat menjelaskan keselarasannya yang lebih erat dengan pasar yang lebih luas.

Harz menambahkan bahwa adopsi institusional akan mempercepat inovasi dalam keuangan terdesentralisasi berbasis Bitcoin.

“Institusi-institusi yang memegang BTC ini ingin memanfaatkan kegunaan Bitcoin dan memanfaatkan aset mereka dengan mengintegrasikan BTC secara aman ke dalam protokol DeFi,” ujarnya.

Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas ambang batas $110.000 kemungkinan besar akan bergantung pada katalis makroekonomi.

Para pedagang tetap berhati-hati, mencermati sinyal dari Federal Reserve AS mengenai suku bunga dan bagaimana ketegangan perdagangan dapat memengaruhi selera risiko menjelang kuartal terakhir tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com