Tag Archives: bitcoin

Bitcoin akan Diterima di McDonalds dan Walmart

Langkah adopsi Bitcoin tampak akan kian semakin luas berkat dompet Lightning Network, Strike, yang telah bermitra dengan Shopify, NCR dan Blackhawk Network.

Jack Mallers, sosok di balik wallet Strike, mengatakan bahwa semua situs yang menggunakan transaksi kartu online Shopify, akan bisa memproses pembayaran menggunakan Bitcoin melalui Lightning Network.

Tentu saja, ini adalah dasar adopsi yang lebih luas bagi crypto utama, yang akan mengakar pada fundamental yang lebih kuat.

Mallers pun mengatakan:

“Setiap pedagang online yang menggunakan Shopify dapat menerima pembayaran tanpa jaringan boomer 1949, menerimanya secara instan, pembayaran tunai, tanpa perantara, tanpa biaya 3%.”

Selain itu, ada sajian yang mengungkapkan bahwa Bitcoin juga akan merambah perusahaan ritel besar seperti Walmart, McDonalds dan Best Buy.

Baca juga: Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Dan juga, NCR dan Blackhawk juga melayani Starbucks, Staples dan masih banyak lagi ritel besar di AS.

Meski secara rinci belum ada penjelasan mengenai bagaimana dan kapan Bitcoin akan hadir sebagai opsi pembayaran di perusahaan ritel tersebut, tetapi Mallers mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 40.000 bisnis yang siap menerima BTC melalui Lightning Network.

Memang, mengadopsi jaringan layer-2 Lightning Network akan lebih baik lagi untuk menggunakan Bitcoin sebagai opsi pembayaran.

Mengapa? Itu karena jaringan ini mampu mempercepat proses transaksi sekaligus menekan biaya gas.

Ini mampu mendukung upaya Bitcoin untuk menjadi mata uang digital, sehingga tidak ada lagi keluhan terkait biaya dan kecepatan, meski sebenarnya BTC sendiri sudah jauh lebih cepat dibandingkan pengiriman uang tradisional, terlebih jika untuk pengiriman lintas negara.

Baca juga: Michael Saylor dan Cathie Wood: Bitcoin akan Mencapai $1 Juta

Mallers meyakini pula bahwa Lightning Network bisa menjadi solusi pembayaran sehari-hari, yang telah mendapatkan dukungan kuat dari pemuja Bitcoin, Jack Dorsey, CEO dari Twitter dan Block.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan pertama April 2022 ini. Bitcoin masih dalam kondisi sideways, sehingga market cenderung masuk altcoin season atau altseason.

Kondisi market langsung mendadak “sakit” ini merupakan imbas dari Bank Sentral Amerika atau The Fed yang menegaskan kembali sikap hawkish di risalah rapat yang dirilis Rabu (6/4) waktu setempat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

“Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto,” kata Afid.

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal

Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat market kripto reli pada pekan lalu, datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai $ 190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) juga ikutan memborong BTC senilai $ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

Bulan April Jadi Altcoin Season?

Afid melihat saat ini market kripto sudah memasuki musim altcoin atau altcoin season. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

“Sebenarnya kita lihat ini sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir nih pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100%. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping,” ungkap Afid.

investor crypto memegang bitcoin
Ilustrasi aset kripto altcoin.

Baca juga: Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40%. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60% masuk ke altcoin.

Saat ini nampak para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik. Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).



Sumber : news.tokocrypto.com

Mike Novogratz Prediksi Bitcoin Bernilai $500,000

Mike Novogratz sekali lagi menegaskan dukungannya atas prediksi masa depan senilai $500.000 untuk Bitcoin

CEO Galaxy Digital yang baru-baru ini menghadiri konferensi Bitcoin 2022 di Miami tersebut bahkan memberikan prediksinya disana, namun tentu saja ini bukan pertama kalinya ia mengungkapkan itu.

Mike Novogratz Yakin BTC Bernilai $500,000

Mike Novogratz telah menempatkan prediksi Bitcoin senilai $500.000 dalam setengah dekade. Di tahun 2022 ini, miliarder tersebut akhirnya berbagi pemikiran di balik prediksi itu. 

“Menurutnya, salah satunya faktor yang akan secara konsisten mendorong harga Bitcoin di masa depan adalah permasalahan ekonomi dan tingkat inflasi yang terus meningkat.

Seperti yang kebanyakan orang tahu, Federal Reserve telah bekerja tanpa henti untuk meningkatkan suku bunga dan hal-hal lain, tetapi miliarder itu mencatat bahwa begitu The Fed mulai mengambil jeda dari semua ini, maka aset digital akan melanjutkan pergerakannya ke atas.

Baca Juga: TokoMall Bakal Hadir di Indo NFT Festiverse, Festival NFT Terbesar di Indonesia

Inilah yang diharapkan Novogratz akan mendorong harga Bitcoin setinggi prediksi $500.000-nya.

Pergerakan Harga Bitcoin

Meski target tersebut masih jauh dari harga Bitcoin saat ini yang masih diperdagangkan pada rentan $43.000, sang CEO bahkan tidak menghentikan angannya pada $500.000 aja.

Pendukung dan maksimalis Bitcoin juga menjelaskan bahwa ia mengharapkan mata uang crypto raksasa tersebut pada akhirnya mencapai 1 juta Dollar.

Baca Juga: Shiba Inu Masuk Daftar Listing Operator ATM Bitcoin of America

Sementara itu, meski terobsesi pada Bitcoin, nyatanya aset tersebut bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian Novogratz selama konferensi Miami. 

Ia juga menyinggung Dollar Amerika Serikat dan mengutarakan harapan bahwa mata uang fiat itu akan terus menguat dengan pengelolaan yang baik dari ekonom negara setempat.

“Saya terus berdia dan mengharapkan para pengelola ekonomi AS tidak mengacaukannya.”

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

Generasi milenial tampaknya telah lebih melek soal kehidupan di hari tua, ataupun masa depan mereka, dengan berinvestasi jangka panjang, di antaranya adalah di aset kripto.

Investopedia telah melakukan sebuah survei yang melibatkan beberapa generasi, yakni Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer.

Menariknya, ada perubahaan sudut pandang yang drastis untuk menangani masa pensiun dari para generasi muda.

Survei yang disebut “ Literasi Keuangan Investopedia 2022” itu melibatkan 4.000 orang sebagai peserta, dengan masing-masing generasi adalah 1.000 orang.

Pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut meliputi pengetahuan keuangan, kebiasaan, hal-hal yang membuat mereka khawatir dan rencana pensiun.

Yang menarik perhatian adalah, generasi muda rupayanya berpegang pada aset berisiko untuk mendanai masa tua mereka kelak.

Baca jugaMicroStrategy Kembali Memborong Bitcoin Sebanyak 4.197 Koin, Harga BTC Malah Turun

Dalam satu survei, didapatkan informasi bahwa 38% milenial memiliki kemungkinan yang sama untuk diinvestasikan dalam mata uang cryto seperti halnya di pasar saham.

25 persen dari itu mengatakan bahwa mereka mengandalkan crypto untuk membantu mendanai rencana pensiun mereka.

Dan bagi generasi muda, sumber informasi terkait keuangan, justru banyak didapatkan dari Youtube dan TikTok, yang sebenarnya adalah aplikasi hiburan dan tayangan.

Para generasi muda ini pun menyadari bahwa skor kredit adalah sangat penting, sehingga ini adalah fakta baru yang menarik karena di masa lalu, jumlah untuk pemaham skor kredit masihlah rendah.

Caleb Silver, Pemimpin Redaksi Investopedia mengatakan bahwa, hubungan generasi muda dan di atasnya dengan uang, investasi dan perencanaan keuangan telah berubah drastis hanya dalam beberapa tahun ke belakang ini.

Kelas aset baru seperti crypto dan NFT juga telah muncul tepat ketika jutaan orang mengambil langkah pertama mereka untuk berinvestasi.

Baca juga: Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

Baginya, perubahan ini memerlukan pendekatan yang uptodate untuk pendidikan keuangan, serta segala tentang produk dan layanan keuangan baru yang bisa dipahami semua orang di berbagai lingkup usia, karena crypto benar-benar sedang berkembang.

Caleb pun merasa bertanggungjawab untuk  urusan literasi ini karena Investopedia memang ada untuk mendidik siapa saja yang tertarik dengan kelas aset investasi, termasuk crypto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Intel Luncurkan Chip Alat Tambang Bitcoin Generasi Kedua

Intel mengumumkan peluncuran chip generasi kedua alat tambang Bitcoin bernama Intel Blockscale ASIC. Chip ini fokus kepada efisiensi energi dan keberlanjutan serta beroperasi dengan daya 26 J/TH. Chip ini diklaim lebih hemat daripada pesaingnya.

Chip tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi penambangan Proof of work (PoW). Intel memakai pengalaman penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun di bidang chip.

Bitcoin Magazine melaporkan, Jose Rios, General Manager Solusi Bisnis dan Blockchain Grup Sistem Komputasi dan Grafik Terakselesari Intel, mengatakan Blockscale ASIC akan berperan besar membantu perusahaan penambangan Bitcoin mencapai sasaran keberlanjutan dan penambahan hash rate di masa depan.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Intel Masuk Industri Tambang Bitcoin

Setiap chip Blockscale ASIC memiliki hash rate 580 GH/s dengan efisiensi daya 26 J/TH serta mendukung hingga 256 sirkuit terintegrasi (IC). Selain itu, chip ini memiliki kapabilitas pengukuran suhu dan voltase.

Sistem penambangan yang terdiri dari 256 chip Intel tersebut menghasilkan 148 TH/s dan “hanya” mengonsumsi listrik sebesar 3.860 W. Alat tambang terkemuka saat ini, yakni besutan Bitmain menghasilkan 140 TH/s dengan konsumsi energi 3.010 W dan 21,5 J/TH efisiensi daya.

Sebelumnya, chip tambang Bitcoin generasi pertama Intel mencakup total 4.248 mm persegi silikon yang mampu kekuatan hingga 40 Terahash per detik dengan konsumsi daya 3.600 W. Generasi pertama ini tentu saja belum sanggup berkompetisi ketat dengan Bitmain atau MicroBT asal Tiongkok.

Dengan generasi baru ini Intel hanya menjualnya kepada pihak-pihak tertentu saja, alih-alih mengirim sistem penambangan ASIC lengkap seperti pada umumnya. Argo Blockchain, Block Inc, Hive Blockchain dan GRIID Infrastructure adalah beberapa perusahaan penambang pertama yang akan sudah memesan chip Intel itu.

Baca juga: CME Group Incar Kripto Cardano (ADA) dan Solana (SOL), Untuk Apa?

Intel Ketat Bersaing dengan Pemain Lama

Industri penambangan Bitcoin mengalami kekurangan pasokan ASIC akibat gangguan rantai pasokan di tengah pandemi. Kendati Intel Blockscale bersaing dengan produsen ASIC lain, penerbitan chip baru ini justru akan membantu pertumbuhan industri penambangan Bitcoin secara jangka menengah.

Langkah Intel tersebut dapat membantu industri aset kripto memenangkan debat lingkungan, sosial dan pengaturan (ESG), terutama persoalan lingkungan. Penambang semakin mendongkrak daya agar tetap kompetitif sehingga menuai pengawasan dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Dikutip dari Coindesk, pada  Maret lalu, Komite Konservasi Lingkungan pemerintah daerah New York memilih untuk mencanangkan aturan melarang penambangan PoW di negara bagian tersebut. Selain itu, sejumlah pembuat kebijakan yang dipimpin Senator Elizabeth Warren mengkritik penambangan kripto akibat dampak terhadap lingkungan. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Studi Goldman Sachs: Eksposur Crypto Institusional Mencapai 51%

Dalam studi yang dilakukan oleh raksasa perbankan Goldman Sachs yang diterbitkan oleh Arcane Research, dari 172 klien institusi, didapatkan 51 persen suara yang menginginkan eksposur ke aset crypto.

Survei tersebut mencatat bahwa minat institusi terhadap aset crypto telah bertumbuh dengan cepat dan kuat, terutama eksposurnya yang naik dari 40 persen pada tahun lalu, menjadi 51 persen pada tahun 2022. Diperkirakan, persentase ini akan kembali meningkat di masa mendatang.

Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Laporan tersebut juga mengatakan:

“Dari 172 klien yang disurvei, 60% menjawab bahwa mereka berharap untuk meningkatkan kepemilikan aset digital mereka dalam satu hingga dua tahun ke depan.”

Bersiap akan hal tersebut, Goldman Sachs telah memutuskan untuk masuk ke industri crypto, yang tampaknya akan menjadi tembakan peringatan dimulainya langkah raksasa ini ke aset digital.

Baca juga: PancakeSwap Beri Opsi Taruhan Jangka Tetap yang Lebih Menguntungkan

Kepala Aset Digital Global baru di divisi manajemen kekayaan pribadi Goldman, March Rich, telah mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan investasi di aset crypto melalui derivatif, Bitcoin fisik, atau moda investasi tradisional.

Tentunya, melalui manajemen kekayaan pribadi, Goldman akan menghadirkan produk pertamanya untuk eksposur institusi ke aset crypto.

March Rich pun mengatakan:

“Beberapa klien Goldman merasa seperti kita sedang duduk di awal Internet baru dalam beberapa hal dan mencari cara untuk berpartisipasi dalam ruang ini.”

Ia pun menegaskan bahwa seluruh tim akan bekerja sama untuk mencari cara yang terbaik dalam menawarkan eksposur tersebut. Dalam waktu dekat, diharapkan ini akan terlaksana.

Regulasi  yang kian dimatangkan untuk aset crypto juga diperkirakan akan memperlancar semua langkah besar ini, karena tentu investor akan tetap berpegang pada sisi keamanan sebelum membicarakan potensi keuntungan yang akan didapatkan dari eksposur aset crypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

FBI Menyita Kripto Setara Rp488 Miliar dari Warga Florida

Pada 4 April 2022, Departemen Kehakiman (DOJ) dan Kantor Kejaksaan AS Florida Selatan mengungkapkan bahwa FBI telah menyita aset kripto senilai US$34 juta (Rp488 miliar) dari seorang pria, warga Florida.

Menurut aparat pria tersebut diduga melakukan lebih dari 100 ribu transaksi di pasar darknet, menjual informasi akun daring yang terkait dengan akun Netflix, HBO dan Uber milik orang lain.

DOJ dan Kantor Pengacara Florida Selatan mengumumkan pada hari Senin bahwa US$34 juta dalam bentuk kripto itu telah diserahkan kepada pemerintah federal, dilansir dari Bitcoin.com.

Baca juga: 19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

Dana tersebut berasal dari penduduk Florida Selatan yang diduga menjual informasi secara daring, seperti rincian keuangan yang terkait dengan layanan web tertentu seperti Netflix, Uber, HBO dan banyak lainnya.

Dilaporkan, pria tersebut menawarkan data informasi pribadi ke pasar darknet di Internet menggunakan browser Tor. Data itu dijual menggunakan kripto.

Pria yang tak disebutkan namanya itu dituduh melakukan lebih dari 100 ribu penjualan dengan informasi curian.

Sementara otoritas federal menyita aset kripto senilai US$34 juta, dari tersangka dari kota pinggiran Parkland, Florida.

Penegakan hukum AS memang mengatakan itu adalah salah satu tindakan penyitaan kripto terbesar yang pernah diajukan oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Ini Aturan Lengkap Pajak Aset Kripto di Indonesia, Berlaku Mulai 1 Mei 2022

Menurut siaran pers DOJ, tersangka di Parkland itu diduga menggunakan layanan “crypto mixing” untuk mengaburkan jejak transaksi.

Penyitaan berdasarkan operasi khusus yang dijuluki “TORnado,” dan melibatkan sejumlah besar lembaga penegak hukum federal, negara bagian, dan lokal.

Selain DOJ, “RS-CI, FBI, DEA, Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI), dan Layanan Inspeksi Pos AS (USPIS) menyelidiki kasus ini” juga.

Penegakan hukum AS, khususnya DOJ, belakangan disibukkan dengan berbagai kasus kriminal yang melibatkan aset kripto.

Pada akhir Maret, DOJ mengungkapkan bahwa agensi tersebut mendakwa dua orang dalam penipuan “NFT rug pull” bernilai jutaan dolar.

Pada pertengahan November 2021, DOJ membuka kasus US$56 juta dana Bitconnect yang disita yang berasal dari “promotor nomor satu” Ponzi kripto. DOJ juga terlibat dengan penyitaan 94.636 BTC baru-baru ini yang berasal dari peretasan Bitfinex 2016. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Bitcoin memasuki pergerakan yang lebih tinggi sejak 3 Maret. Pada saat penulisan, aset crypto raksasa tersebut berhasil menetapkan level harga $ 46.499. 

Dengan relinya BTC, deretan altcoin terkemuka seperti Ethereum dan Cardano juga mendapat sentimen positif. Sikap bullish ini telah terbentuk pada grafik crypto setelah dampak invasi Rusia ke Ukraina yang membawa pandangan bearish.

Akankah aset crypto akan melanjutkan kenaikan harga mereka pada kuartal 2 2022? Simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Bitcoin Akan Semakin Reli di Kuartal 2?

Harga Bitcoin saat ini telah mencapai level tertingginya selama tiga minggu. Pada 1 Maret lalu, BTC diperdagangkan di rentan $ 43.000 dengan resistance harga $ 45.000 yang akhirnya berhenti pada supportnya di sekitar wilayah $ 39.000 pada tanggal 6 Maret.

Pergerakan harga di periode tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan perselisihan antara Rusia dan Ukraina, karena sejak peperangan berlangsung memang banyak sentimen yang dengan cepat mendorong dan menjatuhkan harga aset.

Pergerakan Harga Bitcoin. Sumber: TradingView

Sementara momentum harga BTC selama beberapa hari terakhir sebagian besar berkaitan dengan fenomena di market saham, termasuk perombakan Wall Street minggu lalu.

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Sebuah perusahaan bank investasi Goldman Sachs belum lama ini mengumumkan, bank yang berbasis di AS telah melakukan transaksi over-the-counter (OTC) revolusioner di Bitcoin, di mana mereka membeli opsi non-deliverable (NDO) dari Galaxy Digital.

Ditambah lagi, sudah lebih banyak perusahaan investasi crypto yang mulai bertindak sebagai mitra bank likuiditas untuk Bitcoin futures trading desk. 

Hal ini menandakan transaksi Bitcoin kini sudah lebih mainstream dilakukan, yang mana investor tidak perlu ragu lagi untuk mengadopsi aset.

Jika sentimen berlanjut, kemungkinan harga Bitcoin akan membaik di kuartal 2 tahun ini dan mendorong harga altcoin lainnya.

Bagaimana Nasib Altcoin?

Jika membahas tentang performa, kinerja Ethereum bahkan telah melampaui BTC. Pada saat penulisan, Ethereum telah berkonsolidasi di harga $3.490 dengan pergerakan harga seperti yang diilustrasikan pada grafik di bawah ini.

Pergerakan Harga Ethereum

Sentimen positif ini dihasilkan dari desas-desus seputar migrasi jaringan Ethereum ke Proof-of-Stake yang saat ini menggunakan Proof-of-Work. 

Penggabungan ini telah dicoba dan terbukti efektif di testnet ‘Kiln’ yang secara luas dianggap sebagai pengubah permainan untuk ekosistem Ethereum.

Dengan pemberitaan upgrade tersebut saja, sentimen investor telah meningkat secara positif. Dan sekarang, pengembang tengah mencari solusi yang baru untuk memasok permintaan Ethereum yang akan segera terjadi.

Akahkan skenario tersebut akan di jalankan pada kuartal 2 tahun ini?

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: KAVA, MBOX, SNP, EOS, IRIS

Menutup soal Ethereum, kini saatnya berpindah ke grafik Cardano yang juga mengikuti reli Bitcoin dengan kenaikan 5,9% selama seminggu, dan menetapkan harga $1,18 pada saat penulisan.

Indikator MA-7 dan 21 pada Cardano berpotongan di level $1,2 yang menandakan reli naik berkelanjutan mengawali periode kuartal 2 ini.

Cardano sendiri terus membangun keuntungannya dengan peningkatan jaringan yang akan segera terjadi. Selain itu, pengembang Cardano, IOG, baru-baru ini mengumumkan proposal untuk meningkatkan memori skrip Plutus jaringan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

Tanggal 1 April 2022 jadi momen penting bagi Bitcoin. Aset kripto terpopuler sejagat itu telah mencapai 19 juta keping BTC yang ditambang. Artinya sisa 2 juta keping BTC lagi dari total 21 juta. Lalu, apa dampaknya?

Analisis dari blockchain memperlihatkan blk 730.034 dari blockchain menghasilkan penambangan Bitcoin ke-19 juta pada 1 April 2022, sehingga Bitcoin mencapai tonggak sejarah baru.

Mengutip Gizchina, penambangan Bitcoin yang terakhir diperkirakan terjadi pada 2140, sesuai prediksi Satoshi Nakamoto, pria yang disebut-sebut sebagai pembuat Bitcoin.

Total Jumlah Bitcoin Telah Berkurang

Ketika Satoshi Nakamoto menciptakan jaringan Bitcoin, telah menetapkan pasokan maksimum menjadi 21 juta, dan penelitian menunjukkan bahwa jumlahnya kurang dari 21 juta. Beberapa perkiraan menunjukkan hanya akan ada 20.999.817,31 BTC.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Transaksi Aset Kripto di Indonesia Bakal Kena Pajak, Kapan dan Berapa Tarifnya?

Dasbor bitcoin di clarkmoody.com , yang dimanfaatkan untuk mencatat 19 juta bitcoin yang ditambang menjadi ada pada hari Jumat, menunjukkan hanya ada 1.999.781,23 BTC yang tersisa untuk ditemukan.

Setiap kali sebuah blok ditemukan oleh penambang, penerbitan koin meningkat sebesar 6,25 bitcoin per blok ($ 289.656) yang ditemukan. Sebuah blok ditemukan kira-kira setiap sepuluh menit dan pembagian hadiah blok berikutnya diharapkan terjadi pada atau sekitar 3 Mei 2024.

Setelah halving berikutnya terjadi, penambang akan mendapatkan 3.125 bitcoin per blok dan halving berikutnya akan terjadi pada tahun 2028. Penerbitan BTC diprogram, matematis, dan pada akhirnya dapat diprediksi dan inilah mengapa orang dapat memperkirakan kerangka waktu antara perubahan penyesuaian kesulitan dan ketika halving berikutnya terjadi.

Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Langka

Bitcoin pun jadi mata uang kripto yang kian langka. Pasalnya kini 90 persen Bitcoin sudah beredar di pasaran.

Satoshi Nakamoto memperhitungkan dilema koin yang hilang ketika penemunya mengatakan bahwa Bitcoin yang tidak dapat diperoleh akan membuat aset kripto lebih langka dan karenanya lebih berharga.

Ilustrasi penambang kripto, Bitcoin.
Ilustrasi penambang kripto, Bitcoin.

Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Bitcoin Bisa di Atas Level $ 47.000

“Koin yang hilang hanya membuat koin orang lain sedikit lebih berharga. Anggap saja sebagai sumbangan untuk semua orang,” kata Nakamoto dikutip Bitcoin.com.

Setelah 21 juta Bitcoin telah ditambang, nantinya tak bisa lagi untuk menambang uang baru. Pasalnya, kode Bitcoin tidak mengizinkan penambangan token baru setelah mencapai ambang batas ini.

Jumlah Bitcoin juga ada batas layaknya emas. Kini, Bitcoin tengah memantapkan diri sebagai bentuk penyimpanan nilai. Pengurangan jumlah Bitcoin membuat nilainya makin meningkat.

Inilah yang membuat analis percaya, harga Bitcoin akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuk Bulan April, Market Kripto Kehabisan Bensin untuk Bull Run?

Memasuki bulan April 2022, pasar kripto mulai terlihat tanda-tanda terjerembab. Apakah ini tanda bahwa market sudah kehabisan bensin untuk terus bull run? Pada selama delapan hari berturut-turut 10 aset kripto berkapitalisasi besar duduk nyaman di zona hijau.

Tapi, terpantau harga Bitcoin (BTC) sudah jatuh, setelah pada awal pekan ini nilainya melewati $ 48.000. Bitcoin diperdagangkan pada $ 46.557 pada saat berita ini dimuat, turun 2% pada Senin (4/4) pukul 07.00 WIB.

Sejumlah altcoin terkemuka bahkan bernasib lebih buruk dan menunjukkan investor sudah mulai kehilangan minat terhadap aset kripto tersebut. Misalnya, memecoin DOGE dan SHIB baru-baru ini turun masing-masing sekitar 3% dan 4,5%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kini pasar kripto tengah mengalami konsolidasi, pasca reli kencang selama dua pekan terakhir. Menurutnya, situasi ini bisa berarti positif karena menjaga stabilitas market ke depan.

“konsolidasi tersebut sejatinya positif bagi pasar kripto, karena bisa menjaga stabilitas market dan membangun dasar baru bagi investor untuk menemukan titik-titik harga baru ke depan untuk beberapa aset kripto,” jelas Afid.

Market Kripto Masih Dalam Tekanan

Selain itu, tekanan juga datang dari memburuknya angka inflasi dan pemungutan suara oleh Uni Eropa tentang undang-undang kripto yang dipandang industri tidak menguntungkan. komunitas kripto menganggap bahwa langkah tersebut dapat menghambat inovasi dan melanggar aspek privasi pelaku transaksi kripto.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

“Olengnya pasar kripto juga pas terjadi setelah Biro Analisis Ekonomi Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data inflasi AS versi PCE pada Kamis (31/3) kemarin. Beberapa trader kripto memang bereaksi keras terhadap data inflasi, karena terkadang melakukan aksi jual atau cut loss setelah indikator ekonomi dirilis,” ungkap Afid.

Meski saat ini adopsi aset kripto sudah mulai marak di beberapa institusi yang diharapkan bisa menjaga stabilitas market, namun rupanya belum berpengaruh besar. Afid melihat, adopsi kripto butuh waktu untuk mendorong stabilitas jangka panjang.



Sumber : news.tokocrypto.com