Tag Archives: bitcoin

Whale Misterius Akumulasi $ 117.000.000 dalam Bitcoin

Whale misterius yang menjadi pemborong Bitcoin terbesar ketiga di dunia telah memasuki ‘mode akumulasi’ atau serok menyerok aset dengan pembelian BTC dalam jumlah sangat besar.

Menurut data yang dilansir BitInfoCharts, whale dengan entitats non-exchange tersebut telah menyerok 2.822 Bitcoin dalam tujuh hari terakhir.

Penyerokan ini diduga karena harga Bitcoin yang tengah ambles di minggu kemarin dengan diperdagangkan di bawah $ 40 ribu . Namun untungnya, BTC alami sedikit pemulihan minggu ini dan pada penulisan sudah bernilai $ 41.381.

Dengan penambahan 2.822 Bitcoin baru atau setara dengan $117.144.042, menandakan whale raksasa tersebut telah mengakumulasi $5.202.214.689 dalam BTC yang tersimpan pada walletnya.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Bagaimana Tanggapan Analis Mengenai Akumulasi Ini?

Salah satu analis crypto terkemuka bernama Benjamin Cowen, menunjukkan bahwa akumulasi yang dilakukan whale misterius itu tidak seperti kebanyakkan entitas teratas lainnya yang befokus untuk menimbun aset.

Menurut Cowen, whale yang satu itu tampaknya telah memperdagangkan kisaran dalam aksi harga Bitcoin, membeli penurunan dan menjual harga tertinggi lokal.

Sederhananya, ia hanya fokus pada keuntungan jangka pendek.

Karena biasanya, strategi perdagangan whale yang relatif aktif menurut Cowen adalah, mayoritas Bitcoin wallet terkaya cenderung membeli hanya sesekali ketika fase-fase koreksi besar, bukan koreksi sedikit. 

Sumber

Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Glassnode: Bitcoin (BTC) Sedang di Mata Badai

Co-founder dari perusahaan analitik Glassnode mengatakan bahwa aksi jual terbaru pada Bitcoin (BTC) masih bisa terjadi karena kondisi ekonomi global.

Menurut laporan Glassnode, Jan Happel dan Yann Allemann mengatakan bahwa crypto utama sebagai aset berisiko masihlah tinggi di mata investor. Itu artinya, jika pasar saham AS terkoreksi, maka begitu pula dengan BTC. Buletin tersebut pun mengungkapkan:

“Analisa dari kami menunjukkan bahwa kepekaan baru terhadap risiko pasar dan kemungkinan penarikan yang lebih kuat ini bukan karena kurangnya kepercayaan kepada BTC melainkan karena lingkungan ekonomi makro yang dibebankan.”

Itu artinya, meski secara fundamental Bitcoin masih bagus dan dipercaya, namun keadaan ekonomi yang luas bisa saja memaksa banyak uang untuk lari darinya dan beralih ke aset yang lebih aman dan menyesuaikan selera risiko yang menyusut.

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

Salah satu pendiri Glassnode pun melihat bahwa lanskap ekonomi makro terlihat goyah setelah bank sentral AS, the Fed, mengumumkan pengurangan neraca menjadi $ 95 miliar per bulan untuk “melawan inflasi.”

Mereka juga menyebutkan risiko yang mengancam bahwa agresi militer Rusia dapat meluas dan menargetkan wilayah Uni Eropa.

Buletin tersebut juga mengungkapkan bahwa telah ada lebih dari $ 100 juta yang keluar dari Bitcoin, dan ini tampaknya belum berakhir.

“Memperbesar ke ruang crypto, minggu lalu melihat arus keluar dana $ 134 juta, menandai arus keluar mingguan tertinggi kedua pada tahun 2022. Solana menerima arus masuk $ 3,7 juta, dan Altcoin mencatat arus masuk $ 5 juta, sementara $ 131 juta mengalir keluar dari Bitcoin.”

Baca juga: CEO Amazon: Platform Bisa Menjual NFT di Masa Depan

Namun, jika mengabaikan faktor ekonomi global, Glassnode memandang bahwa BTC telah secara konsisten menunjukkan kekuatan on-chain.

Saat investor memilih menarik BTC mereka dari pertukaran ke dompet pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa Bottom akan segera terlihat di grafik harganya.

Secara jelas, fundamental Bitcoin tidaklah buruk, justru bagus dan positif. Kita hanya tinggal menunggu kondisi ekonomi global mereda, atau pun membaik, baru akan melihat kembali pertumbuhan yang semestinya terjadi di aset crypto ini. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun

Market kripto tampaknya mengalami tren bearish yang berkepanjangan sejak akhir Desember 2021. Salah satu bukti indikator tren tersebut ditunjukan dari volume perdagangan Bitcoin terus turun.

Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021.

Volume perdagangan yang dicatat untuk Bitcoin selama kuartal pertama tahun ini adalah sekitar $ 2,42 triliun. Ini adalah penurunan 60% dalam volume perdagangan yang tercatat antara Januari dan Maret 2021 sekitar $ 6,02 triliun.

Minat Investor Terhadap Bitcoin Turun

Be[In]Crypto melaporkan tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Pada Januari 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 2,15 triliun dan mencapai angka tertinggi satu hari sekitar $ 123 miliar. Sementara, Januari 2022 setelah tren bearish Desember 2021, volume Bitcoin menyusut. Pada Januari 2022, volume perdagangan BTC adalah $ 923 miliar dengan tertinggi satu hari di angka $ 84 miliar.

Selanjutnya, pada Februari 2021, volume perdagangan BTC adalah $ 2,26 triliun dengan tertinggi satu hari sekitar $ 350 miliar. Sentimen pasar crypto negatif berlanjut dan diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina. Selama waktu ini, volume Bitcoin turun menjadi $ 671 miliar dengan tertinggi satu hari sebesar $ 46 miliar.

Pada Maret 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 1,61 triliun dengan tertinggi satu hari di wilayah $ 70 miliar. Meskipun, harga sebagian besar aset digital utama pulih dalam dua minggu terakhir kuartal ini, volume perdagangan BTC akhirnya turun pada bulan ketiga tahun ini. Pada Maret 2022, volume perdagangan $ 830 miliar dengan tertinggi satu hari sekitar $ 39 miliar.

Baca juga: MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)



Sumber : news.tokocrypto.com

MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)

MicroStrategy, perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, memastikan pihaknya akan terus membeli Bitcoin (BTC) sebanyak mungkin. Perusahaan pimpinan Michael Saylor ini yakin pembelian Bitcoin adalah strategi ampuh untuk mempertahankan nilai perusahaannya.

Hal itu disampaikan perusahaan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para pemegang saham MicroStrategy, Kamis (14/4/2022). Salinan surat itu diunggah di situs Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat.

Dokumen itu pada prinsipnya adalah materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan digelar pada 22 Mei 2022, di mana aksi pembelian Bitcoin disebutkan akan terus dilakukan. MicroStrategy sendiri mengakumulasi kripto itu sejak tahun 2020, walaupun beberapa tahun sebelumnya sangat pesimis dengan kelas aset baru itu.

Dalam dokumen itu sang CEO, Michael Saylor juga berjanji bahwa MicroStrategy, perusahaan publik dengan jumlah kepemilikan bitcoin terbanyak, akan terus membeli lebih banyak BTC dan tetap menyediakan layanan intelijen perangkat lunaknya ke basis pelanggan yang lebih luas.

Saylor menguraikan strategi Bitcoin perusahaan sebagai “pelengkap untuk perangkat lunak analitik dan bisnis layanan kami,” cara yang akan meningkatkan pertumbuhan basis pelanggan perusahaan.

Selain memperkuat strategi bisnisnya untuk mengejar visi Intelligence Everywhere, perusahaan menganggap strategi paralelnya untuk memperoleh dan menyimpan Bitcoin adalah satu titik penting.

Strategi Saylor untuk mengakuisisi BTC telah terdiversifikasi menjadi penggunaan hasil transaksi utang dan ekuitas sejak 2011. Perusahaan intelijen bisnis ini mulai mengumpulkan Bitcoin pada Agustus 2020 melalui kelebihan arus kas dari operasinal perusahaan.

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

Kemudian, perusahaan memperkuat laju akumulasinya dengan menggunakan penawaran wesel konversi, penawaran saham, dan pinjaman dengan jaminan kripto untuk membeli lebih banyak Bitcoin yang menjadi bagian dari neraca keuangan. Belum lama ini MicroStrategy mendapatkan pinjaman dari Silvergate Bank untuk membeli Bitcoin tambahan.

Saylor juga menggambarkan perusahaannya sebagai “inovasi dalam DNA perusahaan kami.”

Dia mencatat bahwa MicroStrategy memelopori perangkat lunak penambangan data pada 1980-an, awal revolusi web pada 1990-an, dan mendukung analitik seluler serta analitik berbasis cloud pada 2000-an.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Beli Bitcoin, Emas dan Perak untuk Hadapi Potensi Badai Resesi

129.218 BTC Milik MicroStrategy

Sejauh ini MicroStrategy bersama dengan anak perusahaannya, saat ini memegang 129.218 BTC, dengan total biaya pembelian US$3,97 miliar dengan rata-rata harga US$30.700 per BTC.

Di konferensi Bitcoin Miami 2022, ia sependapat dengan pandangan CEO Ark Invest Cathie Wood. Saylor mengatakan dia lebih bullish daripada sebelumnya terhadap Bitcoin dan setuju dengan prediksi Wood bahwa BTC dapat mencapai US$1 juta per BTC pada tahun 2030, berdasarkan fakta bahwa adopsi pasar kripto dan Bitcoin kian luas. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekomendasi Cloud Mining Terpercaya Yang Bikin Kamu Auto Cuan!

Manakah situs cloud mining terpercaya?

Mining atau menambang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan aset kripto. Metode mining sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu personal mining, pool mining, dan terakhir cloud mining.

Hingga saat ini, cloud mining dianggap sebagai metode mining aset kripto yang paling efisien. Sebab, metode ini memungkinkan Anda melakukan penambangan tanpa harus membeli alat yang mahal.

Untuk memahami tentang cloud mining dan keuntungannya, simak ulasan berikut ini. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan rekomendasi beberapa situs cloud mining, lho! Terpercaya.

Baca juga: Inilah 4 Cara Mining Bitcoin Paling Mudah dan Menguntungkan

Pengertian Cloud Mining

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pembuka, cloud mining merupakan salah satu metode mining atau menambang aset kripto.

Bagaimana cara kerja cloud mining ini?

Ketika memilih metode cloud mining untuk mendapatkan aset kripto, Anda tidak perlu membeli alat atau membangun mining rig berharga mahal untuk bisa mulai menambang.

Sebagai gantinya, metode ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan penyedia hash power. Dengan hash power tersebut, Anda bisa tetap menambang tanpa harus memiliki alat sendiri. Anda pun cukup membuat sebuah akun untuk mulai menambang. Selain itu, cloud mining juga mendukung penambangan jarak jauh.

Apa itu hash power?

Untuk perolehan aset, penyedia hashpower memiliki ketentuan pembagiannya masing-masing. Semakin besar hash power yang Anda pilih, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan didapat.

Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

Lalu, apa keuntungan cloud mining jika dibandingkan dengan metode mining lainnya? Mari kita bahas satu persatu:

1. Efisien

Keuntungan utama dari metode cloud mining tentu terletak pada efisiensinya. Dengan memilih metode ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun mining rig yang harganya cukup mahal.

2. Praktis

Selain itu, cloud mining juga mudah dioperasikan dan praktis. Ini karena seluruh peralatan untuk menambang, baik hardware maupun software, sudah disediakan oleh pihak penyedia hash power. Proses penambangannya pun bisa dikontrol dari jarak jauh. Maka, tidak mengherankan lagi jika metode ini cocok bagi pemula.

3. Lebih Hemat Listrik

Penggunaan listrik menjadi concern Anda saat melakukan mining? Tidak perlu khawatir, di cloud mining, daya listrik pun telah disediakan oleh penyedia hash power. Jadi, konsumsi listrik di tempat Anda tidak akan terganggu selama proses mining. Bukan hanya itu, Anda juga tidak perlu bingung dengan urusan perawatan hardware. Sebab, proses perawatan telah dilakukan oleh penyedia layanan.

Situs Cloud Mining Terpercaya

Situs Cloud Mining Terpercaya

Masih bingung menentukan situs cloud mining terpercaya? Untuk membantu Anda memilih, berikut daftar situs cloud mining terpercaya yang bisa dipertimbangkan.

1. Bitcoin Pool

Bitcoin Pool merupakan layanan cloud mining yang disediakan oleh Bitcoin.com. Jika dibandingkan dengan situs lain, Bitcoin Pool memang memberikan penawaran yang paling kompetitif. Untuk PPS (Pay per Share), mereka berani memberikan gift block sebesar kurang lebih 98%.

Bitcoin Pool menawarkan dua opsi cloud mining, yaitu BCH (Bitcoin Cash) dan BTC (Bitcoin Core). Selain itu, situs ini juga menyediakan fitur monitoring yang memudahkan Anda untuk mengamati proses mining. Fitur tersebut bahkan bisa diakses melalui gadget Android atau iOS.

2. Bitcoinrain

Berikutnya ada Bitcoinrain. Di situs ini, Anda bisa menemukan beberapa layanan yang berhubungan dengan aset kripto, termasuk opsi cloud mining. Jika dilihat dari kontrak yang ditawarkan, Bitcoinrain memang tergolong lama. Durasi kontraknya yang paling singkat adalah satu tahun. Meski begitu, untuk setoran awalnya, mereka menyediakan opsi pembayaran yang ringan.

Untuk masalah profit, Bitcoinrain menawarkan profitability rate sebesar kurang lebih 0,5%. Bukan hanya itu, situs ini juga membebaskan Anda untuk menggunakan hash power sesuai keinginan.

3. Hashnet

Hashnet merupakan pionir penyedia layanan cloud mining tepercaya. Sebagai pionir, jumlah penggunanya merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Hingga saat ini, situs tersebut sudah memiliki lebih dari 400.000 pengguna yang tersebar di seluruh dunia.

Kelebihan Hashnet terletak pada durasi kontrak. Hashnet menawarkan kontrak seumur hidup yang berlaku selama pasar aset kripto masih ada. Selain itu, Anda juga bisa menambang beberapa jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Dash, hingga Litecoin.

4. Genesis Mining

Genesis Mining dikenal karena kemudahannya dalam melakukan penyetoran dan penarikan saat menambang Bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Apalagi sekarang cloud mining satu ini mendukung penambangan Bitcoin, Ethereum, Dash, Litecoin, dan lebih dari 7 cryptocurrency lainnya untuk ditambang di 6 algoritme penambangan utama.

Keuntungan menggunakan cloud mining satu ini adalah penawaran dari berbagai kapasitas penambangan cryptocurrency, membuatnya cocok untuk semua jenis penambang — baik itu pendatang baru, penambang rumah, atau investor skala besar dan dengan cepat menjadikan salah satu pilihan situs cloud mining terpercaya dan legal.

5. Mine Dollars

MineDollars adalah cloud mining untuk smartphone anda yang memungkinkan siapa saja untuk menambang Bitcoin dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

Mine Dollars sendiri sudah memiliki lebih dari 320.000 pengguna dan lebih dari 1 juta transaksi sejak didirikan. Maka dari itu dengan cepat menjadi pilihan populer para cloud miners.

Keuntungan dari Minedollars adalah Cloud mining ini menggunakan teknologi cloud mining yang sangat canggih dan dapat memberikan cloud miners biaya yang sangat kompetitif.

Itulah beberapa rekomendasi situs cloud mining terpercaya yang bisa Anda pertimbangkan. Perlu diingat, selain mining, Anda juga bisa mendapatkan aset kripto melalui cara lain, salah satunya adalah trading mata uang kripto.

Kini, Anda bisa trading mata uang kripto melalui Tokocrypto, platform jual beli aset kripto teregulasi pertama di Indonesia. Dengan fitur stop-limit, Anda bisa mendapatkan atau menjual aset kripto dalam harga yang paling menguntungkan. Jadi, Anda bisa trade mata uang yang didapat dari situs cloud mining terpercaya dan menjualnya di Tokocrypto. Daftar sekarang juga di sini!



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 13 April 2022: Pasar Kripto Terjebak Zona Merah

Pergerakan market kripto pada pekan kedua April ini, perlahan tapi pasti nyaman mendarat di zona merah. Situasi ini membuat pelaku pasar banyak yang mengambil sikap wait and see untuk terus memantau pergerakan ke depan. 

Melansir Coinmarketcap, Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big semua dalam posisi nyaman berada zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) sempat anjlok di bawah $ 39.000 dan sejumlah altcoin pun juga bernasib sama.

Namun, berkah ada pada bintang utama, Shiba Inu (SHIB) yang sempat meroket 35% dalam sehari terakhir. Nilai SHIB meroket berkat dampak dari listing di platform investasi AS, Robinhood.

“Selain itu sentimen SHIB juga datang dari Unification Foundation, perusahaan solusi blockchain yang mengumumkan akan melakukan testnet Shibarium, yakni jaringan blockchain layer-2 Shiba Inu,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono pada Rabu (13/4).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan overall market masih kuat untuk bearish pada minggu ini. Pergerakan market kripto mungkin akan sedikit alami pullback untuk melanjutkan penuruan.

“Secara umum, pasar kripto hari ini masih tertekan berkat aksi jual besar-besaran setelah pelaku pasar. Kuat dugaan, aksi jual ini dilakukan karena pelaku pasar mengantisipasi data inflasi AS pada Maret lalu dan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat,” jelasnya.

Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

Namun di sisi baiknya, banyak investor kawakan mungkin akan melakukan akumulasi aset kripto, karena harganya sedang murah atau melakukan strategi buy the dip, sehingga tekanan aksi beli tersebut lebih kuat dibanding aksi jualnya. Hal tersebut bisa jadi sedikit banyak akan mempengaruhi penguatan pasar kripto sepekan ke depan.

Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Reserve Rights (RSR)

Ilustrasi analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $1,00 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan RSR akan menuju fase bullish pada pekan ini. Hal tersebut dampak dari kabar Mainnet Launch yang akan dilaksanakan pada 30 April dan bisa lebih cepat.

“Para RSR holders akan menahan token mereka sebelum Mainnet diluncurkan untuk dapat keuntungan. Dari analisis teknikalnya, RSR sudah membentuk pola cup and handle yang sering dianggap sebagai sinyal bullish, dengan pola sisi kanan biasanya mengalami trading volume yang lebih rendah. Peningkatan harga kemungkinan bisa capai 23%,” kata Afid.

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 193.407.005. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

2. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Token kripto DAR masih kemungkinan akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Mines of Dalarnia Mainnet pada 26 April mendatang. Kemudian, dibukanya penjualan tanah virtual Mines of Dalarnia Land membuat harga DAR melonjak.

“Mines of Dalarnia akhirnya resmi mengumumkan peluncuran Mainnet pada 26 April mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 12% dari harga sekarang di kisaran $ 1,05,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #263, dengan kapitalisasi pasar $ 196.313.041. Jumlah koin yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

3. Secret (SCRT)

Ilustrasi analisis teknikal Secret (SCRT).

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

Afid mengungkap peningkatan Mainnet pada jaringan Secret Network membuat nilai token SCRT melonjak. Dalam pengumumannya, upgrade Mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar.

“Secret Network akan upgrade Mainnet Shockwave Alpha pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 9% sampai harga kisaran $ 5,9,” katanya.

Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar $ 801.834.568. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Secret Network, Kripto Diklaim Pesaing Ethereum & Polkadot

4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Ilustrasi analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.

Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network. 

Menurut Afid, KNC akan berpotensi bullish. Posisi harga KNC naik lebih dari 50% setelah memperluas akses ke sepuluh jaringan blockchain dan integrasi dengan Uniswap v3.

“Kyber Network kemungkinan akan mengalami bullish pada pekan ini. pada tanggal 8 April saja, KNC udah naik 55,4%. Dari teknik analisisnya, pekan ini KNC rata-rata akan mengalami kenaikan 17%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #100, dengan kapitalisasi pasar $ 674.734.856. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. NEAR Protocol (NEAR)

Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

NEAR Protocol (NEAR) bisa menjadi salah satu aset kripto yang bersinar dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, pekan ini NEAR kembali masuk dalam kripto potensi bullish. Ini ketiga kali berturut-turut NEAR masuk ke dalam daftar.

“NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 14 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17,8. Penyebabnya masih dampak dari pengumuman peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #18, dengan kapitalisasi pasar $ 10.986.886.660. Jumlah koin yang beredar  667.451.644 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Pekan ini memang menjadi waktu yang sulit bagi Bitcoin (BTC). Harga BTC sempat jatuh kembali di bawah $ 40.000. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak karena metrik on-chain menunjukkan kurangnya permintaan dari investor baru dan institusi yang sebagian besar mendominasi pasar.

“Bitcoin sempat reli di atas $ 40.000 dan menabrak dinding resistensi di $ 40.650, namun akhirnya harga BTC jatuh kembali di bawah $ 39.600. Secara keseluruhan, Bitcoin masih sideways dengan pasar menunggu momentum baru dan arus masuk dana baru ke pasar kripto,” kata Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar $ 761.068.274.689. Jumlah koin yang beredar 19.010.225 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Ethereum (ETH)

Ilustrasi analisis teknikal Ethereum (ETH).

Tidak jauh beda nasibnya dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan harga. Sepanjang Selasa (12/4), ETH mengalami penurunan nilai hingga 4,4%. Namun, Rabu (13/4) harganya terpantau bergerak naik, tapi Afid melihat ini tidak akan lama.

“ETH kemungkinan besar akan bearish. Dari analisis teknikalnya, ETH mungkin akan turun hingga 9% mencapai harga bawah di kisaran $ 2.800. Ini masih berdampak dari market yang tertekan dan pergerakan BTC yang turun,” jelasnya. 

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar $ 367.141.139.995. Jumlah koin yang beredar 120.355.434 koin ETH dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Volume Perdagangan Kripto di India Runtuh Setelah Pajak Baru Berlaku

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) juga berdampak dari pergerakan Bitcoin. Seperti dietahui pergerakan BTCUP mengikuti Bitcoin, apabila BTC naik, maka token ini akan menghasilkan keuntungan berkali lipat. Jumlah keuntungan yang kelipatannya ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

“BTCUP belum bisa keluar dari masa bearish-nya. BTCUP ini kan menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot, jadi sangat berpengaruh dengan harga BTC yang pekan ini sedang turun. Penurunannya bisa capai 17% hingga harga bawah $ 31,” ungkap Afid.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2957, dengan kapitalisasi pasar $ 3.768.583. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

4. Cocos-BCX (COCOS)

Ilustrasi analisis teknikal Cocos-BCX (COCOS).

COCOS adalah aset kripto dari blockchain Cocos-BCX dan digunakan untuk membayar biaya transaksi dan gas fee, tetapi juga dapat dipertaruhkan untuk berpartisipasi dalam konsensus DPoS dan tata kelola blockchain yang mendasarinya.

“COCOS terlihat jelas dalam analisis teknikalnya akan masuk bearish. Terlihat ada pola reverse cup and handle sebagai tanda-tanda penurunan. Nilai COCOS kemungkinan besar turun hingga 10% hingga harga bawah $ 1,3,” jelas Afid.

Peringkat COCOS di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #477, dengan kapitalisasi pasar $ 65.247.168. Jumlah koin yang beredar 42.015.868 koin COCOS dan maksimal pasokan 100.000.000 koin COCOS.

5. Coin98 (C98)

Ilustrasi analisis teknikal Coin98 (C98).

Coin98 (C98) adalah aset kripto asli dari protokol blockchain Coin98 Finance. Protokol Coin98 Finance adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam staking, pertukaran lintas-rantai, dan pertanian hasil. Ini diluncurkan di Binance Smart Chain (BSC) pada Juli 2021.

“Sama seperti COCOS, C98 juga sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Pekan ini akan menjadi berat untuk C98 bisa bergerak naik. C98 juga sudah overbought sehingga akan terkoreksi hingga 10%,” kata Afid.

Peringkat C98 di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #169, dengan kapitalisasi pasar $ 286.892.706. Jumlah koin yang beredar 185.000.000 koin C98 dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin C98.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Baca juga: Dua Bocah Ini Bisa Cuan Rp 430 Juta per Bulan dari Tambang Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri PayPal Beberkan Alasan Bitcoin Gagal Tembus $ 100.000

Pendiri PayPal, Peter Thiel beberkan alasan Bitcoin gagal tembus $ 100.000 yang menurutnya disebabkan oleh beberapa ‘musuh’. Thiel menyebut-nyebut Warren Buffet, Larry Fink, dan Jamie Dimon sebagai orang-orang yang menghambat pertumbuhan aset digital nomor satu ini. 

Thiel diketahui marah-marah kepada ketiga orang tersebut di Konferensi Bitcoin yang diselenggarakan di Miami. Thiel bahkan menyebut Warren Buffet sebagai ‘musuh nomor satu’ dan dengan berani serta secara terang-terangan menuliskan kata-kata ‘racun tikus’ pada layar tampilan saat sedang berpidato dalam acara tersebut. 

Lebih parahnya lagi, ketika suasana semakin panas, Thiel bahkan menyebut Buffet sebagai ‘kakek sosiopat dari Omaha’. Aksi Thiel ini disebabkan oleh komentar Buffet yang menurutnya merugikan pertumbuhan Bitcoin, lantaran komentar tersebut dinilai Thiel telah menimbulkan kekhawatiran pada calon investor. 

Baca jugaPrediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis

“Saya tidak memiliki apa pun dan tidak akan pernah,” komentar Buffet tentang Bitcoin dalam sebuah wawancara. Buffet juga menyebutkan bahwa Bitcoin tidak punya nilai intrinsik dan bukan alat pertukaran yang tahan lama. Sementara salah satu mitranya, Chalie Munger, menyebut Bitcoin sebagai ‘penyakit kelamin’.

Selain Buffet, CEO JPMorgan, Jamie Dimon juga tak lepas dari caci maki Thiel. Dimon disebut Thiel sebagai ‘bias banker New York’. Sementara ketua BlackRock, Larry Fink disebut-sebut juga oleh Thiel karena dianggap sudah menyimpan sentiment anti-Bitcoin.

Baru-baru ini, surat pemegang saham justru menunjukkan bahwa Fink meningkatkan penggunaan Bitcoin dan crypto setelah gejolak geopolitik Russia – Ukraina pecah. 

Dalam pidatonya, Thiel berpendapat bahwa kritikus yang dia sebutkan itu menjadi alasan utama kenapa Bitcoin gagal mencapai $100K. “Mengapa Bitcoin belum naik menjadi $100K hingga satu juta dolar? Mengapa tidak menyatu dengan emas atau bahkan dengan pasar ekuitas secara lebih luar?” tanya Thiel dalam acara tersebut. 

Baca juga: Maksimalkan Cuan dengan Beli Koin Duluan

Selama acara berlangsung, Thiel cenderung memberikan pidato politis dan merenungkan apakah ‘gerakan musuh akan berhasil’ dalam menghentikan pertumbuhan Bitcoin ke $100K.

Akhir pidatonya, Thiel menyeret-nyeret Fed dan ketua SEC, Gary Gensler karena telah memilih untuk bersikap tidak peduli sehingga mereka harus membayar konsekuensinya di tahun-tahun mendatang.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Perhatikan! Inilah Titik Penting Agar Harga Bitcoin Menguat Lagi

Ada sejumlah titik penting bagi Bitcoin agar bisa menguat lagi, terkait erat dengan kebijakan The Fed, jika bank sentral AS itu gagal mengendalikan inflasi dan ekonomi menuju resesi.

Ketika artikel ini ditulis, Senin (11/4/2022) malam, nilai pasar aset kripto terdepak menjadi $ 1,8 triliun. Harga Bitcoin (BTC) sendiri tersengal-sengal gagal naik lebih tinggi daripada $ 43.000 per BTC. Senin malam kemarin, harga BTC bahkan ambrol hingga $ 40.800 per BTC. Kripto 20 besar lainnya setali tiga uang terhempas karena aksi jual massal.

TradingView Chart

Untuk memetakan penyebabnya, sejatinya cukup sederhana, yakni penguatan dolar AS. Pangkalnya adalah kebijakan Bank Sentral AS alias The Fed yang diprediksi akan jauh lebih agresif untuk menjual asetnya dan menaikkan lebih besar lagi suku bunga acuan.

Mari kita uraikan satu per satu, berdasarkan struktur fundamental yang umum. Pertama, relasi nilai dolar AS dan Bitcoin. Nilai Bitcoin tetap berpatokan pada nilai dolar AS, mengingat mata uang ini masih menjadi idaman banyak negara dan masih digunakan dalam perdagangan internasional, walaupun selama dua dekade banyak negara yang mulai membuang mata uang itu dari cadangan devisanya, seperti Rusia dan Tiongkok dan beberapa negara di Afrika. Pelemahan dolar sejak 1982 adalah fakta yang sulit dibantah.

Dinamika dolar AS ini dapat dengan mudah diukur dari indeks dolar AS (DXY). Artinya, jika indeks dolar melemah secara signifikan, maka itu akan menguatkan pasar kripto, termasuk Bitcoin. Dan sebaliknya, jika indeks DXY menunjukkan penguatan, maka pasar kripto tertekan. Relasi ini terjadi lebih sering daripada tidak, secara historis.

TradingView Chart
TradingView Chart

Rumusan sederhana ini dapat diterapkan pula pada pasar saham dan pasar jenis lainnya, termasuk emas.

Relasi seperti ini sudah terjadi, setidaknya antara Desember 2016 dan Desember 2017 silam. Pada 16 Desember 2016 indeks dolar mencapai kisaran 103,829, setelah melaju dari kisaran 71,211 pada 17 Maret 2008. Ini adalah capaian yang luar bisa bagi dolar, setelah melalui krisis ekonomi global kala itu.

Nilai 103,829 adalah resisten yang amat kuat yang sulit ditembus (termasuk ketika menguat pada medio Maret 2020), hingga akhirnya rontok di 88,727 pada 14 Februari 2018.

Apa yang terjadi pada Bitcoin kala itu adalah ledakan harga, menjulang dari kisaran US$708,50 per BTC menjelang akhir 2016, lalu memuncak di 20.000 per BTC pada 17 Desember 2017. Pada tanggal itu indeks dolar berada di kisaran 94, menjelang dolar AS menemui support level, yakni 88,601 pada 16 Februari 2018, lalu menguat.

Dan faktanya sejak awal tahun 2018 itu harga pasar kripto dan Bitcoin memanglah rontok karena green back sedang mengambil alih. Pada 15 Desember 2018 saja harga Bitcoin menemui kisaran US$3.288.

Baca Juga: Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

Kebijakan The Fed Tentukan Harga Bitcoin

Nah, sejauh ini Anda bisa menemukan pola dari relasi Bitcoin dan dolar AS ini, dalam konteks narasi Bitcoin adalah “a new gold in a digital form“: langka, berseberangan dengan dolar AS sebagai akibat dari kebijakan The Fed.

Kedua, pasokan dan dinamika nilai dolar. Melemahnya dolar berpangkal dari banyaknya jumlah pasokan mata uang itu di dalam ekonomi. Ekonomi pasar bebas mengambil alih kendalinya, bahwa dolar yang banyak itu harus dialihkan ke aset yang lebih menguntungkan.

Perhatikan bahwa tahun 2008 masa di mana bank sentral AS menggelontorkan banyak dolar ke pasar demi menyelamatkan ekonomi. Itulah alasan lahirnya Bitcoin dari tangan Satoshi Nakamoto.

Jadilah pasokan dolar yang tak terkendali, menjurus kepada inflasi yang besar-besaran, ditambah datangnya pandemi pada Maret 2020, dolar rontok dan Bitcoin mulai dilirik lagi. Pandemi itu juga yang memaksa AS menggelontorkan dolar lagi ke ekonomi dengan menambah aset ke neraca keuangannya.

Hingga Desember 2021 The Fed sebenarnya sudah tidak bisa lagi menahan untuk mengendalikan situasi. Pasalnya inflasi di AS sudah mencapai lebih dari 7 persen secara year-on-year. Itu yang tertinggi sejak tahun 1982 di periode serupa. Parah! Para ahli pun menyudutkan The Fed, bahwa lembaga moneter raksasa itu sangat terlambat untuk mengatasinya, terlena dengan kebijakan pelonggarakan kuantitatif dan suku bunga acuan hampir nol persen.

Nah, tindakan The Fed apa? Seperti biasa yakni menarik dolar AS itu dari ekonomi dengan cara menjual aset keluar dari neraca keuangannya serta meningkatkan suku bunga acuan. Nah, karena pasokan dolar jauh lebih langka daripada sebelumnya, maka nilai dolar terdongkrak naik.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Pada November 2021 misalnya, indeks dolar masuk wilayah 93,985 melampaui resisten Maret 2020, yakni 93. Dan pada 8 April 2022 naik terus hingga di kisaran 100, mencoba membidik penguatan 20 Maret 2020, yakni 103.

Ingat, bahwa pada Januari 2021, walaupun indeks dolar masuk di wilayah support 90 dan mencoba menaik ke atas, Bitcoin malah ikut serta. Dalam hal ini belum ada sinyal dari kuat The Fed untuk mengantisipasi keadaan ekonomi dan dolar masih membanjiri pasar.

Lantas pada harapan pasar kripto di situasi yang belum terjadi sebelumnya seperti ini? Bahwa jika dolar terus menguat dan pasar kripto rontok, di titik mana ia akan berbalik arah?

Catatan awal untuk menjawab ini adalah dikembalikan lagi apakah kebijakan The Fed dalam relasi dengan harga Bitcoin ini, apakah akan sukses mengendalikan inflasi atau sebaliknya? Pasalnya, jikalau terlalu lambat ataupun agresif untuk menaikkan suku bunga misalnya, justru yang terjadi ada resesi gila-gilaan.

Ingatlah, dampak pandemi saja belum usai, ditambahkan parah oleh aksi militer Rusia ke Ukraina. Ini berdampak buruk pada naiknya harga energi di negara-negara barat. Inflasi parah! The Fed sejatinya dalam posisi dilematis dan terus terpojok.

Sejauh ini, sejumlah pengamat memperkirakan The Fed akan lebih agresif lagi untuk menaikkan suku bunga acuan dibandingkan di awal yang dimulai pada Maret 2022 lalu.

Jajak pendapat Reuters, 4-8 April 2022 lalu mengungkapkan, bahwa lebih dari 100 ekonom memperkirakan dua kenaikan setengah poin suku bunga tahun ini. Ini adalah langkah pertama sejak 1994 menjadi 1,25 persen-1,50 persen. Ini bisa terjadi pada Juni 2022.

Dari jajak pendapat yang sama, 85 dari 102 ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 50 basis poin pada Mei 2022, dan mayoritas 56 yang masih solid mengatakan The Fed akan menindaklanjuti dengan 50 basis poin juga pada Juni. Singkat kata kebijakan ini sangat monumental dari sisi sejarah dalam konteks dan kondisi berbeda.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Dari fakta itulah, para ekonom yakin jika kenaikan suku bunga sebesar itu benar-benar terjadi demi mengatasi inflasi yang tak terkendali, maka kemungkinan akan terjadi resesi, karena komponen pasar dipaksa untuk menghemat pengeluaran dalam investasi alias tidak ada ekspansi.

Potensi itu pun ditegaskan oleh Bank of America beberapa hari yang lalu. Bagi mereka, jika resesi terjadi, maka pasar valas, obligasi termasuk Bitcoin menjadi lirikan sejumlah besar pihak. Saham diperkirakan akan rontok besar. Artinya, arus modal keluar dari pasar saham dan akan masuk ke pasar kripto, karena The Fed gagal.

Hal senada disampaikan pula oleh Mohamed El-Erian Ekonom di Allianz beberapa hari lalu. Menurutnya kebijakan menaikkan suku bunga secara agresif kemungkinan akan menjadi kesalahan kebijakan yang lebih besar daripada salah menilai inflasi. The Fed berisiko mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Baca Juga: Terungkap! Ini Bukti Konflik Kepentingan Mantan Pejabat SEC Terkait Ripple Labs

Ini Titik Terpentingnya Agar Bitcoin Bangkit

Benang merah inilah yang diuntai oleh pendukung pasar kripto, setidaknya oleh Mike Novogratz Pendiri Galaxy Digital. Asal tahu saja, perusahaan ini banyak menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan investasi papan atas dalam menciptakan sejumlah produk investasi bernilai kripto.

Novogratz bilang begini, seperti yang dikutip dari Kitco: “Meskipun pasar bersiap untuk kebijakan The Fed yang agresif di paruh pertama tahun ini, bank sentral AS kemungkinan harus berhenti sejenak setelah ekonomi AS justru melambat. Inilah saatnya bagi Bitcoin menguat.” Kalimat itu ia gaungkan di acara konferensi akbar Bitcoin 2022 di Miami.

Mudah ditafsirkan, bahwa Novogratz justru sangat mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin itu terjadi pada tahun ini, karena ia percaya itu justru membawa dampak buruk pada ekonomi, yakni resesi. Tafsiran seperti ini cukup tercerminkan dari menguat tipisnya harga Bitcoin selama 3 pekan terakhir.

TradingView Chart

Situasi ini yang mungkin akan membuat The Fed banting setir, enggan melanjutkan kebijakannya menaikkan suku bunga dan berlanjut pada pelonggaran kuantitatif lagi alias menambah dolar AS ke pasar.

Hal ini selaras dengan anjuran El-Erian, bahwa The Fed jangan terpaku pada pasar keuangan yang membuatnya bertindak sangat agresif. Ia menyarankan The Fed untuk memulihkan sektor rill. Nah, secara teoritis ini adalah arah pelonggaran kuantitatif itu dan akan mengarahkan pasar masuk ke pasar kripto. Ini semakin menegaskan relasi antara kebijakan The Fed dan harga Bitcoin.

Namun jika skenarionya adalah kebijakan agresif sepanjang tahun ini, maka dampak positif seperti yang diharapkan The Fed, setidaknya baru bisa dirasakan pada tahun 2023. Ini adalah pola historisnya. Jika ini terjadi, maka dolar akan semakin menguat, melemahkan pasar saham dan kripto. Pun jika terjadi sebaliknya, maka skenario yang di pikiran Novogratz adalah yang terjadi: Bitcoin menuju ke utara.

Jadi, kita masih menantikan di awal Mei dan Juni 2022 ketika hasil rapat para petinggi The Fed diumumkan apakah sangat agresif sehingga berdampak negatif terhadap harga Bitcoin. Di antara hari-hari itu, kita hanya bisa menanti dan memantau. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Dua Bocah Ini Bisa Cuan Rp 430 Juta per Bulan dari Tambang Kripto

Aset kripto bisa mendatangkan keuntungan bagi siapa saja yang mau berusaha. Salah satu contohnya dua kakak beradik berusia muda, Ishaan Thakur (14) dan saudara perempuannya Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto.

Dilaporkan CNBC, dua Thakur bersaudara ini bisa menghasilkan pendapatan dari menambang sejumlah aset kripto sampai $ 30.000 (setara Rp 430 juta). Bagi dua bocah ini untuk menambang kripto, bukanlah hal yang mudah dan tentu memerlukan biaya modal yang tak sedikit.

Ishaan dan Aanya yang tinggal di Frisco, Texas, AS pertama kali belajar cara menambang dengan menonton video di YouTube dan mempelajari segala hal teknisnya di internet. Ini tidak hanya sulit, tetapi bisa sangat mahal, karena membutuhkan banyak alat komputer dan sumber daya listrik yang besar.

Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.
Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.

Mulai Tambang Kripto dari PC Gaming

Ishaan bercerita mereka memulai menambang aset kripto sejak April 2021. Musim panas mereka kala itu dimanfaatkan untuk membangun bisnis penambangan kripto yang menguntungkan

Setelah menonton video di YouTube dan mencari hal tekni menambang kripto di internet, Ishaan mengubah PC gaming, Acer Alienware miliknya, menjadi rig penambangan Ethereum pada saat itu. Dia melakukan ini dengan menggunakan kartu grafis, yang dapat melakukan perhitungan volume tinggi untuk penambangan.

“Kami bisa menghabiskan seluruh musim panas bermain video game, tetapi kami menggunakan waktu luang kami untuk belajar tentang teknologi,” kata Ishaan dikutip CNBC Make It.

Pada penambangan hari pertama, mereka hanya menghasilkan $ 3 (Rp 43 ribu). Namun, dalam tujuh bulan terakhir, operasi mereka telah tumbuh secara substansial. Pada bulan Oktober 2021 saja, Ishaan dan Aanya menghasilkan $ 64.000 (Rp 919 juta).

Baca juga: Tokocrypto dan FEB UGM Kolaborasi Dirikan BlockSpace, Tempat Belajar Ekosistem Blockchain

Tambang Ethereum dan Bitcoin

Setelah berbulan-bulan sejak pertama kali menambang, dua saudara kandung ini sudah menghasilkan alat yang dapat memproses 15 hingga 16 miliar algoritma Ethereum per detik. Dan ini sudah menjadi bisnis yang menguntungkan, sehingga mendirikan perusahaan sendiri bernama Flifer Technologies.

Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.
Ishaan Thakur (14) dan Aanya Thakur (9) sukses mendapatkan profit dari menambang aset kripto. Foto: Dok. Manish Raj.

“Kami telah mengonfigurasi komputer kami untuk terus memindai koin yang paling menguntungkan dan beralih ke koin itu secara otomatis,” kata Ishaan. “Eter adalah koin dominan yang kami tambang, dengan Bitcoin dan Ravencoin menjadi yang kedua dan ketiga.”

Bitcoin adalah aset kripto terbesar berdasarkan nilai pasar. Ether adalah yang terbesar kedua dan asli dari blockchain Ethereum. Sementara, Ravencoin adalah altcoin yang masuk daftar 100 teratas kripto berkapitalisasi besar.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Uang Menambang Kripto untuk Ditabung dan Biaya Kuliah

Setelah melihat potensi bisnis yang besar, ayah mereka, Manish Raj, mantan bankir investasi, membantu mendanai dengan mengambil pinjaman. Raj menolak untuk mengungkapkan jumlah pinjaman yang tepat, tetapi kekurangan chip komputer di seluruh dunia membuat pencarian peralatan jauh lebih sulit dan menetapkan harga yang sangat mahal.

Kini, Ishaan dan Aanya memiliki sekitar 100 unit Nvidia RTX 3090, 50 unit Nvidia RTX 3070Ti, campuran prosesor Nvidia 30-series dan 24 unit mesin penambangan Bitcoin khusus. Kartu grafis Nvidia RTX 3090, misalnya, masing-masing dapat berharga sekitar $ 2.500 hingga $ 3.000.

Meskipun operasi penambangan awalnya dari garasi rumah, saat ini mereka telah pindah ke pusat data di Dallas, Texas. Biaya operasionalnya lebih dari $ 5.000 per bulan untuk tagihan listrik dan sekitar $ 4.000 per bulan untuk teknisi memantau rig.

“Meskipun kami sekarang menghasilkan banyak uang, kami sama bangganya seperti ketika kami hanya menghasilkan $ 3 per hari, karena hadiah utama kami bukanlah uangnya,” kata Ishaan.

“Bagian favorit saya tentang pengalaman kami adalah bahwa kami belajar tentang teknologi baru.”

Ishaan Thakur

Ishaan dan Aanya berharap untuk terus berinvestasi kembali dalam bisnis mereka, tetapi juga menggunakan pendapatan untuk menabung untuk kuliah. Bagi mereka, menambang adalah permulaan. Mereka berencana untuk meluncurkan aset kripto sendiri yang disebut Flifercoin.

Baca juga: Bitcoin akan Diterima di McDonalds dan Walmart



Sumber : news.tokocrypto.com

Walikota Ini Masih Bela Bitcoin: BTC Harus Jadi Keseharian Kita

Francis Suarez, walikota Miami, Florida, mengungkap program “Visi Bagi Bitcoin Amerika 2024.” Ia menekankan AS harus memilih presiden pro-Bitcoin dan mengintegrasikan Bitcoin (BTC) ke dalam setiap aspek masyarakat serta memanfaatkan daya makro Bitcoin.

Suarez menyampaikan hal tersebut pada acara konferensi Bitcoin 2022 yang berlangsung di Miami pekan ini. Walikota pro-Bitcoin tersebut telah menjalankan sejumlah gerakan Bitcoin baik di tingkat kota maupun tingkat negara bagian Florida.

Stadion bola basket Miami Heat Arena diubah menjadi FTX Arena, setelah Komisi Miami-Dade County, Florida, menyetujui niatan bursa aset kripto FTX.com untuk mengubah nama arena itu.

Baca juga: Shiba Inu (SHIB) Tak Masuk Laman Acuan Harga Kripto di Raksasa CME Group Ini

Upah walikota sudah dibayar dalam BTC dan pegawai negeri sipil dapat memilih untuk diupah dalam aset kripto tersebut. Gaji tahunan walikota Miami adalah US$187.500 yang saat ini setara dengan sekitar 4 BTC.

“Saya perlu menyampaikan visi bagi negara ini. Visi ini simpel dan saya sebut Visi Bitcoin Amerika 2024,” jelas Suarez. Berikut adalah tiga poin visi tersebut, dilansir dari News.Bitcoin.com.

Pertama, Amerika harus memilih presiden dan petinggi negara yang pro-Bitcoin. Pasalnya, legislasi federal dapat mendorong AS maju di generasi berikutnya atau mundur ke belakang.

Kedua, Suarez menghimbau agar tahun ini Bitcoin perlu menjadi keseharian setiap lapisan masyarakat. Ia memberikan contoh, seseorang harus dapat memasuki toko dan membeli makanan ringan memakai satoshi.

Ketiga, hal terakhir yang dibutuhkan adalah memanfaatkan daya makro Bitcoin. Bitcoin memiliki kekuatan untuk mendemokrasikan dan menciptakan kekayaan bagi warga yang tidak memilik akses terhadap sistem keuangan.

“Terutama bagi warga miskin yang menjadi korban inflasi serta pembelanjaan negara yang mulai menjadi liar,” tambah Suarez.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Decred (DCR) dan Frax Share (FXS)

Walikota pro-Bitcoin itu menegaskan Bitcoin membantu masyarakat untuk mentransfer uang ke luar sistem perbankan secara efisien dan cepat. Hal ini memberikan kebebasan bagi warga yang berada di negara rezim sosialis dan komunis.

“Masyarakat dapat membelanjakan uang dengan bebas di negara sendiri dan membeli barang kebutuhan tanpa harus khawatir uang yang mereka pakai dikendalikan pemerintah yang mengawasi setiap keputusan mereka,” kata Suarez.

Walikota tersebut ingin menciptakan dunia yang memiliki kesejahteraan dan kedamaian. Bitcoin telah menjadi faktor yang mendukung hal tersebut di seluruh dunia.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com