Tag Archives: bitcoin

Elon Musk Ambil Alih Twitter, Dogecoin (DOGE) Pimpin Pasar Kripto

Akhirya Elon Musk resmi mengambil alih perusahaan Twitter senilai US$44 miliar, Dogecoin (DOGE) pimpin pasar kripto di 100 besar versi Coinmarketcap. Harga Bitcoin juga turut terdongkrak, menyusul ApeCoin (APE) masih menunjukkan tajinya kendati Instagram NFT BAYC diretas.

Twitter telah menerima tawaran Elon Musk untuk mengakuisisi semua saham biasa perusahaan seharga US$54,20 per saham, 6 jam lalu, Senin (25/4/2022) waktu setempat atau dini hari WIB.

Twitter telah menerima tawaran Musk untuk membeli saham perusahaan dengan harga $54,20 per unit dalam transaksi senilai sekitar $44 miliar. Musk sekarang memiliki 100 persen saham di perusahaan.

CEO Tesla dan SpaceX itu telah mengindikasikan bahwa dia ingin memperjuangkan kebebasan berbicara dan menurutnya Twitter memiliki potensi besar.

Elon musk twitter dogecoin

Elon Musk, orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih diperkirakan $270 miliar, telah menjadi pemegang saham tunggal Twitter.

Elon musk twitter dogecoin

Baca juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

Raksasa media sosial itu mengkonfirmasi pada hari Senin waktu setempat di Amerika Serikat, bahwa mereka telah menerima tawaran Musk untuk membeli saham perusahaan itu dengan harga US$54,20 per lembar saham dan menjadikan perusahaan itu menjai perusahana privat.

Menurut siaran pers, transaksi tersebut bernilai sekitar US$44 miliar. Musk menawarkan untuk membeli perusahaan dengan harga premium pada penilaian pasarnya awal bulan ini, menjelaskan bahwa dia ingin membuka “potensi luar biasa” Twitter.

Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah diketahui bahwa Musk telah mengambil 9,2 persen saham di perusahaan tersebut. CEO Twitter Parag Agrawal kemudian mengumumkan bahwa Musk akan bergabung dengan dewan perusahaan, sebelum mundur dari pengumuman setelah Musk memutuskan untuk tidak bergabung dengan dewan.

Meskipun tawaran CEO Tesla dan SpaceX untuk membeli 100 persen saham di perusahaan itu dilihat sebagai berita besar di dunia teknologi, kemungkinan itu akan diterima tampak lebih kecil ketika dewan perusahaan meluncurkan apa yang dikenal sebagai “pil racun,” sebuah kebijakan yang akan memungkinkan pemegang saham untuk membeli saham perusahaan dengan harga diskon, menipiskan nilai kepemilikan Musk.

Namun, perusahaan sejak itu memastikan bahwa mereka telah menerima tawaran itu dari Musk.

Selain memuji potensi masa depan Twitter, Musk telah berulang kali merujuk minatnya untuk memperjuangkan kebebasan berbicara sehubungan dengan media sosial.

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.
Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

Sebelum mengumumkan bahwa dia telah mengambil 9,2 persen saham di perusahaan, dia mengunggah jajak pendapat yang menanyakan 80 juta pengikutnya apakah Twitter mendukung kebebasan berbicara.

“Konsekuensi dari jajak pendapat ini akan menjadi penting,” tulisnya beberapa pekan lalu.

Elon Musk juga baru-baru ini mengeluh tentang akun spam terkait kripto di Twitter, mengkritik perusahaan karena berfokus pada menawarkan dukungan untuk NFT daripada menyelesaikan masalah spam.

Namun, Musk bisa dibilang lebih dikenal karena kehadirannya yang “sembrono” di media sosial itu. Dia secara rutin menggambarkan tokoh ternama lain dan memposting meme lucu, sering merujuk pada kripto seperti Dogecoin dan bahkan perusahaannya sendiri.

Pandangan pribadinya yang sangat sering tentang aset kripto dan harga saham Tesla telah membuatnya terlibat dalam masalah dengan SEC di masa lalu, karena cuitannya sering menyebabkan goncangan di pasar (Bahkan Dogecoin hari melonjak lagi terkait pemberitaan ini.

Dengan Elon Musk menguasai penuh perusahaan Twitter, Elon Musk diperkiraan akan sulit mengerem kebiasaannya itu dan akan memberi ruang dongkrak yang besar bagi Bitcoin dan Dogecoin.

Baca juga: Aneh! Imbalan Burn Shiba Inu (SHIB) Malah Dapat Token Baru, RYOSHI

Pasar Kripto Sambut Baik Pembelian Twitter 

Terpantau pada Selasa pagi (26/4/2022), harga Dogecoin (DOGE) melonjak 19,78 persen dalam 24 jam terakhir di harga US$0,1531 dampak dari pemberitaan itu. DOGE berkuasa atas 100 besar pasar kripto, disusul oleh ApeCoin (APE), 18,23 persen di kisaran US$19,44.

Sedangkan Bitcoin turun ikut terdongkrak, naik lebih dari 4 persen, US$40.500. Menyusul di bawahnya, ETH, US$3,012.40, menguat 5,40 persen. Sejumlah besar kripto berkapitalisasi pasar besar juga turut melesat.

Spekulasi Dampaknya Terhadap Dogecoin di Masa Depan

Walaupun penafsiran berikut sangat spekulatif, Twitter yang sudah berada di tangan Elon bisa jadi akan lebih kuat dari sisi use case dan perkembangan lainnya. Setidaknya Elon punya kuasa keputusan agar DOGE dijadikan sebagai alat pembayaran di Twitter. Wacana ini sudah lama ia sampaikan.

Ini juga bisa diselaraskan dengan langkah Twitter yang sebelumnya menerapkan metode pembayaran USDCoin dan menggunakan teknologi Polygon (MATIC) untuk layanan Twitter Blue dan tiket Twitter Spaces, atas kemitraan dengan Stripe. Salah seorang investor di Stripe adalah Elon Musk.

Belum lagi mengingat Elon Musk yang diwakili oleh Jared Birchall masih anggota di Dewan Penasihat Dogecoin Foundation. Di sana ada juga Vitalik Buterin sebagai penasihat urusan teknologi yang sebelumnya pernah mengusulkan agar sistem Dogecoin menganut Proof-of-Stake dan ada fitur DAO. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Balik ke Harga $ 38 Ribu, Bagaimana Tren Selanjutnya?

Pasar kripto kembali jatuh pada 27 April 2022 setelah sehari sebelumnya melonjak usai Elon Musk resmi mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh saham Twitter.

Berdasarkan data coinmarketcap, setelah sempat mencapai angka $ 40.643,44, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi 5,24% hingga $ 38,425,06 hari ini dan bahkan mencapai titik rendah $ 37.969,8 pagi tadi.

Penurunan harga BTC dan sejumlah altcoin pada perdagangan hari ini bersamaan dengan menurunnya pasar saham Amerika, terutama bagi saham-saham teknologi. S&P 500 turun 7%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 11%, dan Dow mengalami kerugian 3%.

Namun, secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini masih membentuk pola yang mengindikasikan harga akan kembali memamantul ke $39-40 ribu. Analis Portalkripto, Arly Fauzy mengatakan secara teknikal saat ini pergerakan Bitcoin tengah membentuk pola failing wedge. Atau di mana pola pergerakan harga memantul (bounce) di antara dua garis tren yang konvergen dan miring ke ke bawah. Artinya, dalam pola ini  menunjukkan pembalikan ke atas.

Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

harga bitcoin
BTC/USD 4 jam (Coinbase). By: Arly Fauzi

“BTC/USD saat ini membentuk pola Falling Wedge, peluang pullback ke harga $39,7 ribu,” ujar Arly.

Arly mengatakan, jika pola tersebut tidak berhasil, Bitcoin akan mengalami penurunan ke area $ 37,4-37,5 ribu.

By: Arly Fauzi

Bitcoin sebagai mata uang kripto terbesar di dunia berhasil merangkak naik hingga 16% usai menyentuh titik terendah pada 24 Januari 2022 lalu. Sejak saat itu, Bitcoin terus berusaha mempertahankan harga agar tak kembali ke titik itu.

Namun melihat tren bearish yang terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga Bitcoin bisa jatuh lebih dalam dari titik terendah tersebut. Pembeli berharap Bitcoin bisa terus stabil di atas $ 40.000 setidaknya selama tiga bulan untuk memasuki fase aman.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 April 2022: Pasar kripto Babak Belur di Zona Merah

Penarikan BTC saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada September tahun lalu, ketika pembeli mulai mengambil keuntungan di sekitar zona resistensi $ 46.000-$ 50.000. Namun, tidak seperti situasi sekarang, tahun lalu pembeli diuntungkan oleh momentum positif jangka panjang.

Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai $ 1.605 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin sebesar 45,5%.

Penurunan BTC mengakibatkan sejumlah altcoin berkapitalisasi pasar besar pun terkoreksi. Ether (ETH), koin asli jaringan blockchain ethereum, turun 5,32% dalam 24 jam menjadi $ 2.839,11 hari ini atau kehilangan $ 168,25 dari penutupan sebelumnya.

Sementara Dogecoin (DOGE) ikut turun 8,98% selama 24 jam terakhir meski sempat terimbas euforia Musk. Sedangkan token SHIB Shiba Inu terkoreksi 4,19% selama periode yang sama.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Binance: Bitcoin Tidak Sevolatil Saham Tesla dan Apple

Orang terkaya nomor satu di Industri crypto dan CEO dari pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, Bitcoin saat ini tidak sevolatil pergerakan harga saham teknologi seperti Apple dan Tesla.

Selain itu, Zhao juga mengatakan sebuah “sneak a peek” terkait Binance, yang akan memiliki kabar baik bagi para pecinta crypto, terkait masalahnya dengan regulator global.

Baca juga: 5 Tips Cuan Maksimal Investasi Kripto saat Lebaran

Menurut Zhao, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, pergerakan Bitcoin selama dua tahun terakhir, telah kurang volatil, dibandingkan saham sang produsen mobil listrik, Tesla, dan produsen iPhone, Apple Inc. Ia pun mengungkapkan:

“Jika Anda melihat dua tahun terakhir, jika Anda melihat harga saham teknologi versus harga bitcoin, banyak saham teknologi lebih bergejolak daripada Bitcoin. Jika Anda melihat datanya, Bitcoin lebih stabil dari Tesla, Bitcoin lebih stabil dari Apple.”

CEO Binance, Changpeng Zhao

Beberapa bulan lalu, Tesla telah kehilangan nilai begitu besar, membawa harga dari kisaran $1.240-an, ke $800-an, yang telah naik perlahan ke kisaran $900-an.

Pada saat pers, harga Bitcoin turun $2.000 dari $40.000 menjadi $38.350-an.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

Pergerakan yang sangat volatil juga ditunjukkan oleh saham Apple, yang turun lebih dari 10 persen dari puncaknya, yang tentu terlihat kuat untuk ukuran saham berkapitalisasi gendut.

Selain itu, saham dari Google dan Amazon pun juga sebelas dua belas, bergerak volatil hebat dalam dua tahun belakangan, yang melebihi Bitcoin.

Bagaimana kondisi ekonomi saat ini memaksa banyak uang ditarik dari pasar berisiko, seperti saham dan crypto, yang tentu membuat pusing kepala para investor sektor tersebut, begitu dolar AS lebih diminati karena berbagai upaya kenaikan suku bunga.

Tetapi, ramalan kejatuhan dolar AS pun masih kuat terdengar, sehingga banyak disarankan untuk menyimpan uang dalam bentuk emas, perak dan Bitcoin, seperti saran dari investor properti kawakan, Robert Kiyosaki.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi: Beberapa Target Harga Untuk Bitcoin 2025, Ada $ 400.000 Lho

Sebuah panel yang terdiri dari 35 pakar di industri crypto, yang diadakan oleh platform Finder, melihat bahwa mereka memandang Bitcoin akan mampu mencetak puncak terbaru, melewati ATH-nya di tahun 2022 ini.

Rinciannya, hasil dari panel tersebut mengatakan bahwa harga Bitcoin (BTC) akan mencapai $ 81.680 dan turun kembali ke $ 65.185 di akhir tahun ini. Kemudian, pada tahun 2025, harga akan sudah mencapai $ 179.000 per koinnya.

Ini memang terlihat seperti sebuah pandangan yang bullish, tetapi agak sedikit menurun dibandingkan hasil panel sebelumnya karena keputusan dan sudut pandang para pakar telah dipengaruhi oleh kondisi global dan dasar ekonomi yang baru. Itu termasuk dari langkah bank sentral AS, the Fed, dan juga konflik antara Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021, Berapa?

Target di tahun 2025 juga sudah menurun dibandingkan hasil panel di bulan Januari, yang mencapai $ 192.800 karena faktor global yang lebih menekan selera risiko investor dibandingkan awal tahun ini.

Dan prediksi untuk tahun 2030 adalah, harga satu koin BTC akan mencapai $ 420.420 pada temuan hasil panel terbaru ini.

Bahkan, analis dari Blockware Solutions, Joe Burnett, telah menilai BTC adalah satu-satunya aset di dunia yang tanpa risiko pihak lawan dan tanpa risiko likuidasi. Bitcoin pun ia pandang sebagai teknologi tabungan terbaik di dunia.

Baca juga: Daftar Airdrops April Terbaru | Coin Crypto Gratis 2022 [UPDATED]

Meski harga Bitcoin saat ini masih terseok-seok untuk pulih, tetapi pandangan positif terus berdatangan karena prospek masa depan dan jangka panjangnya, itu termasuk dari investor kawakan Robert Kiyosaki, yang memasukkan Bitcoin dalam daftar aset yang harus dimiliki, bersama dengan emas dan perak, karena AS akan dilanda resesi.

Menurut Cryptoharian, harga Bitcoin mencoba untuk naik keharga lebih tinggi namun masih tertekan karena resistensi. Pada saat pers, harga BTC berada di $ 40.525 dan volume masih mendukung kenaikan secara jangka pendek.

Itu karena langkah the Fed yang sebenarnya palsu dalam mengangkat kekuatan dolar AS, sehingga pada akhirnya ini akan membawa AS ke dalam resesi, bahkan hiper inflasi. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Penambangan Bitcoin Secara Alami Mengarah ke Energi Terbarukan

Pada hari Bumi kemarin, 22 April, pembahasan mengenai kelestarian lingkungan turut menyenggol penambangan Bitcoin, yang memang menjadi sebuah masalah tersendiri karena emisi karbon serta borosnya energi yang digunakan.

Menariknya, pembahasan mengarah ke hal yang positif, di mana para analis menilai industri telah secara alami mengarah ke penggunaan energi hijau, alias energi yang terbarukan.

Energi terbarukan adalah energi yang memanfaatkan tenaga alam, seperti sinar matahari, air, panas bumi, angin, limbah perkebunan dan lainnya. Ini lebih murah dan bebas karbon.

Dan diketahui, menurut laporan Januari oleh Bitcoin Mining Council, pada kuartal ke-4 2021, industri pertambangan Bitcoin global telah menggunakan energi terbarukan sekitar 58,5 persen.

Dengan perkembangan ini, penambangan Bitcoin diharapkan akan mampu memuaskan segala keluhan yang ada, baik dari sisi pecinta lingkungan, pemerintah, politik dan bisnis.

Norwegia adalah contoh nyata dari penggunaan energi terbarukan karena 100% listrik di sana, berasal dari energi hijau.

Baca JugaPrediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis

Tentu saja, penambangan Bitcoin di negara tersebut juga sama, menjadi yang paling bersih karena menggunakan energi hijau secara menyeluruh. Ini adalah contoh yang pantas untuk ditiru.

Norwegia saat ini memanfaatkan energi tenaga air untuk suplai listrik, sisanya adalah angin dan panas bumi.

Selain itu, operator penambangan Bitcoin XBTO Group, asal Miami, mengklaim bahwa mereka sudah sepenuhnya menggunakan energi terbarukan untuk operasionalnya.

Managing Director dari XBTO, Mas Nakachi, mengatakan:

“Tenaga air adalah salah satu sumber energi terbarukan yang paling andal yang tersedia bagi kita.

Memang, air adalah energi melimpah yang sulit habis untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi. Bahkan, di desa terpencil, sudah banyak yang memanfaatkan energi aliran sungai, ataupun air terjun, untuk memasok listrik mereka sendiri.

Baca Juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

Bukan tidak mungkin, energi tenaga air, angin dan panas bumi akan semakin meningkat penggunaannya seiring pengurangan batubara dan nuklir karena semua ingin dunia yang lebih sehat dan hijau. Penambangan Bitcoin akan naik ke level yang lebih tinggi jika sudah lebih dari 85% menggunakan energi terbarukan. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

CEO Celsius Network, Alex Mashinsky, berbagi wawasannya tentang pasar Bitcoin dan Ethereum di Paris Blockchain Week Summit yang digelar 13-14 April 2022 lalu. Mashinky yakin bahwa pergerakan nilai BTC dan ETH akan capai level tertinggi sepanjang masa di tahun 2022.

Menurut laporan Cointelegraph, Mashinsky yang merupakan bos dari perusahaan marketplace berbasis blockchain, Celsius Network, berbicara berbagai topik, termasuk arah pergerakan pasar Bitcoin dan Ethereum selama menjadi pembicara di Paris Blockchain Week Summit 2022.

Mashinsky menjelaskan Bitcoin (BTC) akan menerima dukungan yang sangat kuat di level sekitar $ 30.000 hingga $ 33.000. Pengusaha berusia 56 tahun ini, percaya pembelian BTC oleh Terra baru-baru ini memainkan peran penting dalam mendukung harga BTC, bersama dengan institusi lain yang memasuki pasar.

CEO Celsius Network, Alex Mashinsky
CEO Celsius Network, Alex Mashinsky. Foto: Piaras Ó Mídheach/Web Summit via Sportsfile

Baca juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

“Jika investor ritel bergabung, itu dapat membawa BTC ke level tertinggi baru. Saya benar-benar berpikir bahwa permintaan ada di sini. Jadi, saya tidak melihat, BTC akan berada lebih tinggi dari posisi terendah sebelumnya,” kata Mashinsky.

Di sisi lain, Mashinsky juga mengakui, jika Rusia melanjutkan serangannya ke Ukraina, tekanan akan dirasakan oleh pasar kripto. Selain itu, ia juga mencatat tindakan dari Federal Reserve Amerika Serikat juga dapat menyebabkan sejumlah sentimen yang negatif.

Bitcoin dan Ethereum Bisa Capai Level Tertinggi

Terlepas dari banyak rintangan yang bisa menghalau pergarakan BTC dan ETH, Mashinsky yakin bahwa Bitcoin dan Ethereum akan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa pada tahun 2022.

“Ini akan membawa kita lebih lama untuk mencapai tertinggi baru. Tapi saya masih berharap kita bisa menembus $ 60.000 tahun 2022 ini di Bitcoin, menembus $ 4.500 di Ethereum.”

CEO Celsius Network, Alex Mashinsky

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Selain prediksi harga, Mashinsky juga berbicara tentang topik lain seperti percakapan seputar keuangan terdesentralisasi dan keuangan terpusat. Mengomentari gagasan Vitalik Buterin tentang ruang kripto yang membutuhkan solusi semi-terpusat.

“Dia pada dasarnya berkata, lihat, kita tidak harus 100% DeFi. CeFi dan DeFi adalah dua sisi layanan keuangan yang sama. Dan terkadang Anda perlu CeFi, terkadang Anda perlu menggunakan DeFi, dan itulah yang dilakukan Celsius setiap hari,” pungkasnya.

Sementara, investor Kanada dan bintang Shark Tank, Kevin O’Leary, juga mengatakan saat ini para institusi masih menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah, sebelum benar-benar melepas uang besar mereka ke pasar. Jika regulasi banyak negara sudah mendukung pasar kripto, bukan tidak mungkin nilai Bitcoin bisa meroket.

Baca juga: Kevin O’Leary: Harga Bitcoin Bisa Naik Jika Ini Terjadi



Sumber : news.tokocrypto.com

Band Asal Indonesia Mocca Gelar Konser di Metaverse

Band asal Indonesia Mocca, mencoba pengalaman baru di teknologi blockchain dengan menggelar konser perdananya di metaverse.

Konser bertajuk ‘Mocca Love Fest’ tersebut akan di gelar pada Sabtu, 23 April 2022, pukul 16.00 WIB. Pihak managemen telah bekerja sama dengan Paras dan Reality Chain untuk melangsungkan konser digital tersebut.

“Aku sebagai vokalis Mocca, jujur sudah sangat tidak sabar untuk tampil di konser metaverse Sabtu ini. Ini akan jadi pengalaman pertama aku dan tim setelah hampir 23 tahun memulai perjalanan di dunia musik,” ujar Arina Ephipania saat jumpa pers virtual belum lama ini.

Baca juga: Webinar: Kiat Jitu Investasi Kripto untuk Pemula Dapatkan Untung

Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.
Ilustrasi band Mocca konser di metaverse.

Pada sesi wawancara yang sama, Toma Pratama selaku bassist mengaku jika band mereka memang sejak lama menyukai suatu hal yang baru dan unik. Ia merasa sangat bersyukur dengan kesempatan ini.

Kami senang sekali bisa bikin konsep konser metaverse bersama Paras dan Reality Chain yang di dalamnya seru dibuat seperti event offline.”

Tidak hanya menonton konser, para penonton juga berkesempatan menghadiri pameran NFT bersama Mocca dan artis lain yang mengeluti sektor ini.

Sementara untuk konsep konsernya nanti, Mocca akan tampil live di studio dengan penonton yang mengakses konser dengan mengklik mocca.paras.city. 

Arina kemudian menegaskan jika konser di metaverse yang mereka langsungkan nanti akan berupa live streaming, bukan tapping. Arina cs akan tampil di studio seperti biasa.

Sementara itu, ini bukan pertama kalinya band asal Bandung tersebut terlibat dengan dunia virtual. Sebelumnya, Mocca telah merilis 5 karya NFT untuk membuka langkah mereka di sektor crypto.

Metaverse sendiri memang sudah ramai menjadi wadah acara virtual berlangsung. Sebelumnya, Australia Open hingga peluncuran seri Samsung yang baru juga digelar di sana.

Baca juga: Gandeng Decentraland, Australia Open Digelar Virtual di Metaverse

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

Market kripto belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal pekan terakhir April 2022. Pada Senin (25/4) pagi, sejumlah besar kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih nyaman duduk di zona nyaman.

Melansir Coinmarketcap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap, seperti Bitcoin dan lainnya tenggelam di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai BTC bertengger di $ 39.102 per keping alias turun 1,20% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) runtuh 2,38% ke $ 2.866,17 per keping di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui market kripto memang tertekan selama akhir pekan lalu. Secara umum, performa pasar mengecewakan dan tidak ada sentimen yang bisa mendorong pergerakan nilai aset.

“Di samping itu volume perdagangan melandai sepanjang akhir pekan lalu. Harga aset kripto masih tertekan oleh komentar hawkish The Fed. Sejumlah kripto juga memasuki fase konsolidasi pasca kebakaran akhir pekan lalu,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Steem (STEEM) dan Ramp (RAMP)

Nilai Bitcoin Terus Merosot

Lebih lanjut, Afid mengungkap khusus nilai Bitcoin (BTC) terus merosot di bawah $ 40.000 sejak hari Jumat (22/4), titik tengah dari rentang perdagangan panjang tiga bulan terakhir. Saat ini level support BTC ada di $ 37.500, meskipun sisi atas tampaknya terbatas menuju level resistance $ 46.000.

“BTC masih terus tertekan. Sinyal momentum positif pergerakannya belum kunjung hadir. Ada kemungkinan ada penurunan dan tembus di bawah kisaran harga BTC selama setahun. Peningkatan volume jual baru-baru ini relatif kecil terhadap volume beli, berarti pelaku pasar enggan mempertahankan posisi beli setelah reli pada 2020,” ungkapnya.

Saat ini belum ada sentimen positif yang bisa mendorong performa aset kripto menjadi lebih mantap. Investor dinilai masih kurang percaya diri untuk meramaikan pasar. Meskipun kurang percaya diri, tidak semua orang tertarik untuk meninggalkan kepercayaan mereka pada Bitcoin dalam jangka pendek.

Baca juga: Volume Perdagangan Ethereum (ETH) Turun $ 1,5 Triliun. Apa Penyebabnya?



Sumber : news.tokocrypto.com

IMF Dukung Pajak Kripto 30 Persen di India

Tobias Adrian, Penasihat Finansial dan Direktur Departemen Pasar Modal dan Moneter IMF, berkata IMF mulai memerhatikan India dan mengidentifikasi regulasi kripto sebagai isu prioritas dalam jangka menengah bagi negara tersebut.

Seiring kripto menjadi kian populer dan meluas sebagai alternatif bagi bentuk pembayaran tradisional, pemerintah dan organisasi di seluruh dunia berusaha menerapkan kendali ketat atas bentuk aset baru tersebut. Salah satunya adalah IMF.

Finbold melaporkan, pada acara pertemuan tahunan IMF, Adrian berkata pandangan IMF terhadap India termasuk positif secara keseluruhan.

Ia menjelaskan, “Saya pikir ada banyak peluang dan pertumbuhan dalam ekonomi India yang mulai bergairah. Ada pemulihan dan minat tinggi terhadap peluang pertumbuhan dan perkembangan baru.”

Baca juga: Yuk, Ketahui Pengertian Exchange Peer to Peer dalam Kripto!

Soal agenda IMF bagi India, Adrian menekankan regulasi kripto adalah prioritas tinggi ketika terkait isu struktural jangka menengah yang harus diselesaikan oleh India dalam waktu dekat.

Menurut Adrian, hal tersebut sedang dilaksanakan secara global.

“Di dalam dewan stabilitas keuangan, kami mencoba membuat standar global bagi regulasi aset kripto. Saya pikir hal itu penting untuk diadopsi oleh India,” kata Adrian.

Ia menambahkan, India telah mengubah pajak terhadap aset kripto belum lama ini dan mengenakan pajak 30 persen terhadap keuntungan penjualan kripto. Menurutnya, kebijakan itu adalah langkah yang bagus.

Sementara itu, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mendesak kesepakatan terkait penanganan kripto. Ia menyoroti potensi penyalahgunaan uang digital bagi pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Regulasi memakai teknologi adalah satu-satunya solusi. Regulasi itu harus canggih dan tidak tertinggal teknologi serta harus berada di atasnya,” kata Sitharaman.

Baca juga: Kriptonisasi Perusahaan Sosial Nirlaba BobCoin (BOBC), Telah Hadir di Coinstore

Menurutnya, tidak mungkin satu negara menyelesaikannya sendiri. Semua negara harus bekerjasama menangani regulasi bagi aset kripto.

Menjawab kekhawatiran Sitharaman, Direktur Manajemen IMF Kristalina Georgieva berkata pihaknya akan meningkatkan usaha terkait kripto di India.

IMF akan fokus kepada resiko keamanan siber, regulasi uang digital privat, dan interoperabilitas bagi uang digital bank sentral (CBDC).

Laporan terbaru dari IMF memberikan peringatan terhadap aset kripto. IMF menyebut, penggunaan kripto lebih tinggi di negara-negara dengan tingkat korupsi tinggi dan pengendalian keuangan yang ketat.

Kendati demikian, IMF tidak setuju terhadap pelarangan kripto dan menginginkan regulasi lebih ketat. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kevin O’Leary: Harga Bitcoin Bisa Naik Jika Ini Terjadi

Investor Kanada dan bintang Shark Tank, Kevin O’Leary, telah mengatakan bahwa telah ada “bendungan uang” yang siap meledak dan masuk ke industri crypto.

Tentu saja, yang dimaksud di sini adalah uang dari investor institusi, yang dalam pandangannnya, telah siap untuk memasuki pasar crypto secara besar-besaran.

Dalam sebuah wawancara, Kevin mengungkapkan bahwa para institusi masih menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah, sebelum benar-benar melepas uang besar mereka ke pasar.

Dan pada Konferensi Bitcoin 2022 di Miami, Kevin telah mengomentari proposal baru yang diajukan oleh Senator Wyoming Cynthia Lummis dan Senator New York Kirsten Gillibrand.

Keduanya adalah legislator pro-crypto yang mendorong pemerintah AS untuk mengadopsi kerangka peraturan untuk crypto di negeri Paman Sam.

Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan Pelanggan Tokocrypto di Tokonauts Day 2022

Kepada DailyHodl, Kevin pun mengatakan:

Saya menyimpulkan dari konferensi Bitcoin 2022, bahwa kami akan mengikuti aturan yang diberikan oleh pemerintah.

Aturan boleh saja tidak sempurna, tetapi kita mau Senator Lummis untuk berhasil. Model institusi yang bernilai triliunan dolar belum masuk ke crypto. Bagimana jika masuk ke industri? Dapatkah anda bayangkan?

Dari sudut pandangnya, modal institusi di pasar crypto masih bisa dibilang hampir nol. Artinya, porsi institusi untuk terlibat di crypto masih sangat minim dan kurang berdampak pada kapitalisasi pasar.

Dengan adanya regulasi yang jelas, ini bisa memicu masuknya pemain yang jauh lebih besar dari segi uang dan nama besar. Menurutnya, ETF Bitcoin yang disetujui akan menjadi jalan termudah bagi “bendungan uang” tersebut untuk pecah dan mengalir deras bak banjir bandang. Kita lihat saja!

Sumber

Baca juga: Bagaimana Cara Trading Crypto Selama Masa Bergejolak? Simak Dengan Baik



Sumber : news.tokocrypto.com