Harga Bitcoin mengalami fluktuasi tajam pada Desember lalu setelah gagal bertahan di atas angka psikologis $100.000. Meski demikian, menurut laporan “The Bitcoin Monthly” dari ARK Invest, pergerakan tersebut masih berada dalam batas wajar.
ARK Invest mencatat bahwa volatilitas yang terjadi tidak signifikan dalam konteks historis dan memberikan harapan akan potensi kenaikan lebih lanjut pada tahun 2025.
Volatilitas Bulanan vs Tahunan Bitcoin
Laporan tersebut membandingkan volatilitas bulanan dan tahunan Bitcoin sebagai indikator utama dalam memahami pergerakan harga aset ini. Berdasarkan grafik yang disajikan oleh ARK, volatilitas bulanan Bitcoin pada Desember menunjukkan tingkat yang relatif rendah dibandingkan dengan volatilitas tahunannya. Tren ini dianggap sebagai tanda bahwa Bitcoin belum memasuki fase mania dalam siklus pasar.
“Titik-titik data ini menunjukkan ruang untuk perluasan pasar lebih lanjut selama tahun 2025,” tulis laporan ARK. Dengan volatilitas yang jinak, Bitcoin dinilai memiliki peluang besar untuk terus naik, terutama dalam konteks pasar bullish.
Indikator Bullish Lainnya
Volatilitas bulanan Bitcoin (garis hijau) relatif jinak dibandingkan dengan volatilitas tahunannya (garis ungu) pada kuartal keempat. Sumber: ARK Invest.
Selain volatilitas, ARK Invest juga mengidentifikasi beberapa indikator bullish lainnya untuk Bitcoin:
Kesulitan Penambangan: Kesulitan yang terus meningkat menunjukkan kekuatan jaringan dan kepercayaan para penambang terhadap masa depan Bitcoin.
Perilaku Pemegang: Data menunjukkan bahwa 62% pasokan Bitcoin tidak berpindah tangan selama lebih dari setahun, meskipun Bitcoin mencatat kenaikan lebih dari 100% pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan keyakinan kuat di antara para pemegang aset.
Basis Biaya Pemegang Jangka Pendek: Indikator ini menunjukkan bahwa banyak pemegang baru telah memasuki pasar pada tingkat harga yang lebih rendah, memberikan pondasi kuat untuk kenaikan harga di masa depan.
Momentum bullish Bitcoin juga didorong oleh faktor politik. Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat menciptakan antisipasi besar di kalangan komunitas kripto.
Selama kampanye, Trump berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai ibu kota Bitcoin dan kripto dunia. Ia juga menunjuk tokoh-tokoh pro-kripto seperti Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa serta David Sacks sebagai penasihat kripto dan AI utamanya.
Pantera Capital memperkirakan bahwa kepresidenan Trump akan memberikan legitimasi lebih besar kepada Bitcoin dan kripto secara umum, mendorong harga ke titik tertinggi baru dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut laporan The Washington Post, Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif khusus kripto pada hari pertama jabatannya, 20 Januari 2025. Langkah ini diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait prioritas kripto bagi pemerintahan mendatang.
Dengan kombinasi volatilitas yang terkendali, indikator bullish yang kuat, dan dukungan politik dari pemerintahan baru, prospek Bitcoin di tahun 2025 tampak cerah. ARK Invest optimistis bahwa kondisi pasar saat ini memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan signifikan dalam siklus bullish yang sedang berlangsung. Momentum ini menjadikan Bitcoin sebagai salah satu aset yang patut diperhatikan di tahun mendatang.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Tahun 2024 menjadi salah satu tahun yang bersejarah bagi Bitcoin, di mana Bitcoin berhasil mencatatkan pergerakan yang mengesankan dengan menembus level $100.000.
Di tengah harapan bull run yang didambakan setahun setelah Bitcoin Halving, para analis dan pelaku industri crypto mulai menaruh perhatian pada prospek Bitcoin di tahun 2025.
Sejumlah faktor krusial seperti perkembangan teknologi, regulasi global, dan tingkat adopsi pasar diprediksi akan sangat mempengaruhi perjalanan Bitcoin ke depan.
Lalu bagaimana potensi Bitcoin di 2025 nanti? Yuk, kita bahas!
Potensi Adopsi yang Semakin Masif karena Terpilihnya Presiden Trump
Dengan terpilihnya kembali Presiden Donald Trump dan akan dilantik pada Januari 2025, harapan optimis di kalangan investor dan pengamat kripto kembali muncul, terlebih dengan janji-janji Trump yang akan pro terhadap kripto.
Salah satu yang membuat potensi adaptasi kripto akan semakin masif adalah usaha Trump yang mengajukan proposal pemerintahan untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve (SBR), sebuah konsep dimana pemerintahan dapat menyimpan cadangan Bitcoin sebagai aset strategis.
Meskipun hal ini memicu perdebatan dan spekulasi yang luas, namun hal ini dapat membawa negara lain terpacu untuk melakukan adopsi yang sama terhadap Bitcoin.
Jika langkah Donald Trump ini terealisasi, tidak hanya akan memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset cadangan global, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap keuangan internasional secara mendasar.
Potensi Peningkatan Harga Bitcoin dengan Adanya ETF
Bitcoin mencatatkan sejarah baru di awal 2024 dengan disetujuinya Bitcoin ETF oleh SEC AS. Disetujuinya Bitcoin ETF menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Bitcoin, karena membuka pintu bagi investor institusional dan ritel untuk berinvestasi di Bitcoin melalui instrumen keuangan yang diregulasi.
Menurut data CoinGecko, volume transaksi ETF Bitcoin mencapai $1 miliar dalam minggu pertama peluncuran.
Transaksi ETF Bitcoin diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya investor yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pasar kripto tanpa harus memiliki Bitcoin secara langsung.
Didukung dengan masuknya investor besar investasi institusional melalui ETF, Analis dari Bitwise dan Standard Chartered, VanEck memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai antara $180.000 hingga $200.000 pada tahun 2025.
Meskipun ada potensi pertumbuhan, volatilitas pasar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Analis juga memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa mengalami fluktuasi signifikan sepanjang tahun
Potensi kenaikan harga Bitcoin setahun setelah halving sangat menarik untuk diperhatikan. Berdasarkan data historis dari dua proses halving sebelumnya menunjukkan pola kenaikan harga yang signifikan.
Berdasarkan pola historisnya, Bitcoin telah mengalami tiga kali halving yang memberikan dampak signifikan terhadap harganya.
Dikutip dari data CoinGecko, pada halving pertama yang terjadi pada 28 November 2012, reward block Bitcoin berkurang dari 50 BTC menjadi 25 BTC.
Dalam kurun waktu 12 bulan setelahnya, harga Bitcoin melonjak drastis dari sekitar $12 menjadi $1,075, menghasilkan kenaikan valuasi hingga 8,858%. Tingkat inflasi Bitcoin juga turun dari 25.75% menjadi 12% pada Januari 2022.
Halving kedua terjadi pada 9 Juli 2016, dimana reward block berkurang dari 25 BTC menjadi 12.5 BTC. Dalam 12 bulan berikutnya, harga Bitcoin naik dari sekitar $650 ke $2,560, memberikan kenaikan valuasi sebesar 294%. Tingkat inflasi Bitcoin turun dari 8.7% menjadi 4.1% pada Agustus 2016.
Pada halving ketiga yang berlangsung 11 Mei 2020, reward block Bitcoin kembali terpangkas dari 12.5 BTC menjadi 6.25 BTC. Dampaknya sangat signifikan dimana dalam 12 bulan kemudian, harga Bitcoin meroket dari $8,727 ke $55,847, menghasilkan kenaikan valuasi sebesar 540%. Tingkat inflasi Bitcoin juga mengalami penurunan dari 3.7% menjadi 1.8% pada Juni 2020.
Pola ini menunjukkan bahwa setiap event halving selalu diikuti dengan kenaikan harga yang substansial dalam 12 bulan setelahnya, meski dengan persentase yang bervariasi.
Dengan melihat pola historis yang ada, bukan tidak mungkin jika Bitcoin mampu mencapai harga tertingginya di 2025, antara $180.000 hingga $200.000 seperti prediksi analis Bitwise dan Standard Chartered, VanEck.
Kesimpulan
Bitcoin menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan di tahun 2025 didukung oleh tiga faktor seperti: adopsi institusional yang semakin luas, dampak positif Bitcoin ETF, dan pola historis kenaikan harga pasca-halving.
Secara keseluruhan, meskipun ada risiko dan ketidakpastian, potensi kenaikan harga Bitcoin setahun setelah halving tetap tinggi berdasarkan tren historis dan analisis pasar. Dengan prediksi harga yang bisa mencapai $200.000, ini menjadi momentum tepat untuk mulai berinvestasi di Bitcoin.
Jika kamu tertarik untuk melakukan investasi Bitcoin, kamu bisa mulai investasi Bitcoin di Tokocrypto melalui fitur Beli/Jual hanya mulai dari Rp1.600.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Benarkah Bitcoin sedang mendekati level psikologis US$100.000? Analisa Bitcoin hari ini mengungkapkan petunjuk yang tak terduga
Tekanan Jual Menurun, Bitcoin Berpotensi Naik
Pergerakan harga Bitcoin saat ini menunjukkan adanya potensi penguatan yang signifikan.
Bitcoin sedang diperdagangkan di sekitar harga US$94.474, seperti terlihat pada grafik 13 Januari 2025.
Tekanan jual menurun, yang terlihat dari volume beli yang konsisten dalam 24 jam terakhir.
Harga terendah hari ini adalah US$93.711, sementara harga tertinggi mencapai US$95.940, mencerminkan pergerakan stabil dalam kisaran yang relatif sempit.
Bitcoin Butuh Tembus US$98.000 untuk Mencapai US$100.000
Ada level resistensi penting yang perlu dicapai untuk memastikan Bitcoin bisa tembus ke level psikologis US$100.000.
Harga Bitcoin perlu melewati level resistensi US$98.000, yang merupakan ambang penting dalam tren kenaikan.
Data grafik menunjukkan pola kenaikan bertahap setelah level US$93.711, dengan momentum beli yang terus meningkat.
Konsistensi volume beli akan menjadi kunci dalam mendorong harga menuju level psikologis tersebut.
Bitcoin Diperdagangkan di Atas Basis Holder Jangka Pendek
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level yang menarik bagi investor jangka pendek.
Holder jangka pendek memiliki rata-rata harga pembelian lebih rendah dari harga pasar saat ini, memberikan kepercayaan pada potensi kenaikan.
Analisa grafik mencatat volatilitas yang berkurang, menandakan bahwa pasar mulai stabil.
Dengan volume perdagangan 24 jam sebesar 11.265 BTC, ada indikasi kepercayaan yang semakin tinggi dari pelaku pasar.
Secara keseluruhan, analisa Bitcoin hari ini menunjukkan potensi penguatan menuju level US$100.000 jika resistensi kunci bisa dilalui. Para investor disarankan untuk memantau pergerakan harga di sekitar US$98.000 sebelum melakukan keputusan penting.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini hanyalah informasi bukan ajakan membeli atau menjual suatu aset kripto. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Pakistan telah mengumumkan alokasi 2.000 megawatt (MW) listrik untuk mendukung aktivitas penambangan Bitcoin dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini menandai komitmen negara tersebut dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
Transformasi Energi untuk Teknologi Digital
Dengan mengalokasikan 2.000 MW listrik, Pakistan menunjukkan keseriusannya dalam mendukung sektor teknologi digital.
Penambangan Bitcoin, yang memerlukan daya komputasi tinggi, dan pengembangan AI, yang membutuhkan infrastruktur energi yang stabil, akan mendapat manfaat langsung dari kebijakan ini.
Investasi dalam penambangan Bitcoin dan AI dapat membuka peluang ekonomi baru bagi Pakistan.
Penambangan kripto dapat menghasilkan pendapatan tambahan melalui ekspor digital, sementara pengembangan AI dapat meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pertanian.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 26 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tantangan dan Pertimbangan
Meskipun langkah ini menjanjikan, Pakistan perlu mempertimbangkan tantangan yang mungkin timbul, seperti dampak lingkungan dari penambangan kripto dan kebutuhan akan regulasi yang tepat untuk mengatur sektor ini.
Penggunaan energi yang besar juga harus diseimbangkan dengan kebutuhan energi domestik lainnya.
Alokasi 2.000 MW listrik untuk penambangan Bitcoin dan AI oleh Pakistan mencerminkan visi negara tersebut dalam memanfaatkan teknologi untuk pembangunan ekonomi.
Dengan pendekatan yang tepat, langkah ini dapat menjadi pendorong utama bagi transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi di Pakistan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Jumat (23/5) diramaikan dengan Bitcoin tetap bullish meski data pengangguran AS campuran! Target $112K masih di depan mata, sementara altseason mulai mengintip seiring dominasi BTC melemah.
Di sisi lain, drama di ekosistem Sui mencuat — validator membekukan dana hasil retasan Cetus senilai $220 juta, bikin HIPPO & LOFI tertekan. Tapi tokenTRUMP dan MELANIA justru naik tajam, jadi sorotan menjelang Trump Gala Dinner. Pasar kripto makin panas, awas jangan sampai ketinggalan! Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
BTC Target $112K, Pasar Abaikan Data Pengangguran AS
– Klaim pengangguran AS variatif, pasar tetap optimis. – Bitcoin dan saham stabil, obligasi lesu. – BTC tetap bullish, volatilitas dan aksi jual rendah.
Validator Sui Bekukan Dana Hasil Retasan Cetus $220 Juta
– Cetus berhenti usai diretas $260 juta di SUI. – Dana curian diubah ke USDC, dikirim ke Ethereum. – Retasan buat SUI terguncang, HIPPO dan LOFI jatuh.
Analis Prediksi Altseason Saat Bitcoin Lewati $111K
– BTC tembus $111K, dominasi turun, altseason dimulai. – Modal mulai pindah ke altcoin usai halving. – Q2 kripto kuat, altcoin mulai unjuk gigi.
TRUMP dan MELANIA Melonjak, LOFI Hadapi Dampak Sui
– TRUMP naik 71,7% sebulan, volume 29% naik jelang Trump Gala Dinner. – MELANIA naik 12% minggu ini, dekat golden cross. – LOFI pulih 9% pasca-peretasan Cetus, namun support kunci rapuh.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto makin panas jelang akhir Mei! Bitcoin bangkit dekati $110K meski obligasi global anjlok—makro justru jadi bahan bakar. Di sisi altcoin, Fartcoin, Jupiter, dan WLD mencuri perhatian dengan lonjakan harga solid.
Sementara itu, whale akumulasi DOGE dan MKR besar-besaran, sinyal kuat altcoin season belum usai! XRP pun makin matang, meski korelasinya dengan BTC mulai memudar. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Diprediksi Naik Seiring Obligasi Global Anjlok
– Bitcoin bangkit, dekati $110.000 awal pekan ini. – Kekhawatiran stabilitas fiskal dan inflasi akibat imbal hasil obligasi. – Bitcoin naik justru karena memburuknya kondisi makro.
3 Altcoin Patut Diperhatikan Akhir Pekan Ini
– Fartcoin melonjak 14% target $2,00; waspada jika gagal bertahan di $1,54. – Jupiter (JUP) naik 17,6% target $0,68; hati-hati jika di bawah $0,57. – WLD melonjak 37% setelah penjualan token $135 juta; bidik ekspansi program ID biometrik AS.
Whale Kripto Beli Altcoin Ini Minggu Keempat Mei 2025
– Whale beli 740 juta DOGE ($180 juta), sinyal permintaan pasar kuat. – Aktivitas paus MKR melonjak 469%, tunjukkan kepercayaan tinggi. – Trump resmi (TRUMP) tarik $1,45 juta dari investor, tunjukkan optimisme.
XRP Matang, Korelasi Bitcoin Pudar, Harga ke Mana?
– Korelasi XRP-BTC turun, isolasi berisiko turun. – XRP tidak aktif meningkat, pemegang matang redam volatilitas. – XRP hadapi resistensi $2,58, support $2,12; $2,27 bisa rebound.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) terus menunjukkan kekuatan baru setelah menembus rekor tertinggi baru di atas $111.000, memicu semangat positif di pasar kripto. Salah satu analis teknikal terkemuka, TradingShot, memproyeksikan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $200.000 pada akhir tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap pola historis dan indikator teknis yang dipublikasikan melalui TradingView pada 23 Mei.
Dalam laporannya, TradingShot menyebut bahwa pergerakan harga Bitcoin mengikuti prinsip Diminishing Returns Theory—di mana setiap siklus bull market menunjukkan kenaikan yang lebih moderat seiring bertambahnya usia pasar. Dengan menelaah siklus sebelumnya, seperti periode 2009–2011, 2012–2013, 2015–2017, dan 2019–2021, terlihat pola konsisten: lonjakan awal yang tajam diikuti dengan pertumbuhan yang lebih stabil namun tetap signifikan.
Pola Kenaikan BItcoin
Siklus saat ini, menurut TradingShot, bergerak dalam pola channel naik yang terstruktur dengan baik. Meskipun diperkirakan akan terjadi koreksi singkat sekitar Februari 2025, harga Bitcoin diyakini akan kembali ke jalur bullish berkat momentum pemulihan enam minggu terakhir.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Berdasarkan perhitungan teknikal, puncak siklus ini diprediksi terjadi antara Oktober hingga Desember 2025, dengan target harga di kisaran $150.000 hingga $200.000. TradingShot menekankan pentingnya strategi keluar yang tepat waktu dibanding hanya berpegang pada target harga tertentu.
Menurut laporan Cointrackdaily, pandangan optimistis ini juga didukung oleh analis lainnya. Peter Brandt, seorang trader berpengalaman, memperkirakan Bitcoin akan menyentuh $150.000 pada Agustus 2025 berdasarkan pola teknikal yang sedang berkembang.
Pendapat Ahli
Sementara itu, analis Gert van Lagen dalam postingannya di X (24 Mei), menyoroti kecenderungan Bitcoin untuk mengalami pertumbuhan eksponensial. Ia merujuk pada pola cup-and-handle yang berulang dalam sejarah BTC, dan menyebut bahwa puncak harga selanjutnya bisa mencapai tiga hingga enam kali dari level saat ini.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di harga $108.811, turun 2% dalam 24 jam terakhir namun masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 5%. Dengan posisi harga yang berada jauh di atas moving average 50 dan 200 hari, sentimen pasar secara umum tetap bullish dan mendukung tren kenaikan jangka menengah hingga panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Saat melakukan trading, banyak strategi yang bisa digunakan tergantung pada time frame, risiko, dan tujuan. Pemilihan strategi yang tepat dapat berpengaruh besar terhadap hasil trading, baik dari sisi profit maupun manajemen risiko.
Beberapa strategi yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading, Day Trading, dan Scalping. Ketiga strategi ini memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda—mulai dari durasi posisi yang diambil, tingkat aktivitas trading, hingga potensi keuntungan dan risiko yang dihadapi.
Lalu apa perbedaan dari ketiga strategi ini dan mana yang paling menguntungkan? Simak ulasannya di bawah ini.
Apa Itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping?
Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai apa itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping, mari kita pelajari terlebih dahulu pengertian dari ketiga strategi trading tersebut.
Swing trading: Swing trading merupakan strategi trading di mana trader mempertahankan posisinya dalam jangka waktu hitungan hari hingga minggu.
Day trading: Day trading merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi di hari yang sama.
Scalping: Scalping merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan detik hingga menit.
Perbandingan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping
Gaya Trading
Time Frame
Durasi Posisi
Frekuensi Transaksi
Fokus
Swing Trading
4 Jam – 1 Minggu
Beberapa Hari hingga Minggu
Beberapa per minggu
Tren jangka menengah
Day Trading
15 Menit – 1 Jam
Beberapa Jam (dalam satu hari)
1 – 5 transaksi per hari
Menangkap pergerakan harga dalam satu hari perdagangan
Scalping
1 – 5 Menit
Beberapa detik hingga menit
Puluhan per hari
Eksekusi cepat dalam hitungan menit.
Swing Trader
Trader dengan strategi ini menunggu peluang besar dengan menahan posisi dalam jangka menengah, biasanya beberapa hari hingga minggu. Mereka mencari momen di mana harga mengalami perubahan tren atau reversal yang signifikan, memanfaatkan pergerakan yang lebih luas dibandingkan scalping atau day trading.
Biasanya para trader yang menggunakan strategi swing trading mereka menggunakan time frame di H4 – Daily – Weekly untuk melihat tren lebih luas tanpa gangguan noise dari pergerakan kecil.
Frekuensi entry yang mereka lakukan juga tidak terlalu sering, hanya membuka posisi saat ada sinyal kuat bahwa tren akan berlanjut atau mengalami reversal.
Day Trading
Day Trading berada di antara Swing Trading dan Scalping dalam hal durasi dan pendekatan. Seorang day trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari perdagangan, tanpa membiarkan posisi terbuka hingga hari berikutnya.
Mereka mencari keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, tetapi dengan risiko yang lebih terkendali dibandingkan scalping.
Biasanya para trader yang menggunakan strategi day trading memantau pasar menggunakan time frame M15 hingga H1 (15 menit – 1 jam), namun tidak jarang juga menggunakan H4 untuk konfirmasi tren.
Frekuensi entry dari day trading lebih sedikit sedikit dibandingkan scalping, tetapi lebih sering daripada swing trading. Hal ini karena day trading memiliki tidak menunggu membentuk besar yang berlangsung berhari-hari seperti swing trading, namun tidak juga menangkap pergerakan harga mikro seperti scalping. Bisa dibilang day trading ini berada di tengah-tengah swing trading dan scalping.
Scalping
Scaling berfokus pada keuntungan kecil pergerakan harga mikro, dengan frekuensi transaksi tinggi dalam waktu singkat. Seorang trader yang melakukan scalping bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam sehari, mengeksploitasi fluktuasi harga yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit.
Time frame yang biasa digunakan adalah M1 – M5 ( 1-5 menit) karena strategi ini membutuhkan reaksi cepat terhadap pergerakan harga.
Frekuensi dari scalping ini sangat tinggi, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali buka posisi dalam sehari untuk mendapatkan target profit kecil namun sering.
Keuntungan dan Kekurangan
Swing Trading
Keuntungan
Kekurangan
Tidak perlu memantau pasar sepanjang hari.
Risiko pergerakan harga saat tidak memperhatikan pasar karena posisi ditahan semalaman atau lebih.
Potensi keuntungan besar jika berhasil menangkap tren yang kuat.
Perlu kesabaran ekstra karena posisi bisa berlangsung beberapa hari.
Cocok untuk trader dengan waktu terbatas, seperti pekerja kantoran.
Perlu pemahaman kombinasi teknikal dan fundamental yang baik.
Day Trading
Keuntungan
Kekurangan
Semua posisi ditutup di hari yang sama, menghindari risiko saat tidak memperhatikan harga seperti saat tidur atau beraktivitas.
Butuh waktu dan fokus tinggi selama jam trading berlangsung.
Banyak peluang harian untuk mendapat profit dari pergerakan jangka pendek.
Risiko kehilangan besar jika tidak disiplin.
Cocok untuk trader aktif yang senang membaca pasar.
Rentan terhadap emosi karena harus membuat keputusan cepat.
Scalping
Keuntungan
Kekurangan
Potensi profit cepat dari banyak transaksi kecil.
Sangat melelahkan dan menuntut fokus penuh.
Risiko per porsi kecil karena target profit dan loss ketat.
Spread dan biaya transaksi bisa menggerus keuntungan jika tidak efisien.
Tidak tergantung arah tren jangka panjang, bisa profit di pasar datar.
Tidak cocok untuk trader yang mudah stres atau impulsif.
Koin Kripto yang Cocok untuk Swing Trading, Day Trading, dan Scalping
Swing Trading
Koin dengan likuiditas tinggi dan tren yang lebih stabil, akan sangat cocok untuk swing trading, contohnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan PaxGold (PAXG).
Day Trading
Koin dengan likuiditas tinggi namun tidak terlalu volatil bisa menjadi opsi untuk day trading, seperti Bitcoin (BTC), BNB, Ethereum (ETH), dan berbagai koin dengan kapitalisasi pasar besar serta menengah lain.
Scalping
Agar bisa memanfaatkan pergerakan harga dalam waktu singkat, koin yang digunakan untuk scalping biasanya koin dengan volatilitas sangat tinggi, seperti meme coin. Contohnya seperti FARTCOIN, Pepe, BONK, dan meme coin lainnya.
Contoh koin yang cocok untuk digunakan baik swing trading, day trading, maupun scalping bisa kamu tradingkan dengan mudah mulai dari deposit Rp20.000 saja di Tokocrypto lho!
Swing trader mirip seperti pemancing yang sabar, menunggu ikan besar datang dan menangkapnya pada waktu yang tepat.
Day trader, di sisi lain, mirip dengan nelayan yang berburu ikan di lautan dan menangkap ikan beberapa kali dalam satu hari sebelum akhirnya kembali ke daratan.
Scalper lebih seperti nelayan yang menggunakan jaring kecil, menangkap ikan kecil sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
Masih bingung perbedaannya? Gabung komunitas Tokocrypto di Telegram dan buka diskusi hingga tanya jawab santai bareng ribuan trader lainnya GRATIS! Daftar di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial
Mana yang Paling Menguntungkan?
Tidak ada strategi trading yang benar-benar unggul dalam segala situasi karena setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung pada gaya trading, toleransi risiko, dan kondisi pasar.
Jika kamu seorang pekerja kantoran dengan waktu terbatas, Swing Trading bisa jadi pilihan karena kamu hanya perlu memantau pasar sesekali dan menahan posisi dalam jangka menengah.
Untuk kamu yang punya fleksibilitas waktu dan bisa menganalisis pasar setiap hari, Day Trading memungkinkanmu memanfaatkan pergerakan harian tanpa harus memegang posisi terlalu lama.
Dan jika kamu ingin melakukan trading cepat dengan eksekusi instan dan sering, serta siap menghadapi tekanan tinggi, maka Scalping bisa jadi strategi yang cocok.
Sudah yakin dengan strategi yang akan kamu gunakan untuk melakukan trading? Yuk, mulai perjalanan trading kamu bareng Tokocrypto mulai dari Rp20.000 aja! Download aplikasinya sekarang di sini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Penerapan Bitcoin sebagai aset neraca diprediksi akan melonjak signifikan. Menurut laporan terbaru dari Bitwise dan UTXO Management yang dirilis pada 23 Mei 2025, hingga 20% dari total pasokan Bitcoin (BTC) dapat dimiliki oleh institusi pada akhir 2026.
Laporan bertajuk “Exploring the Game Theory of Hyperbitcoinization” ini mengidentifikasi lima jalur utama yang dapat mendorong permintaan Bitcoin secara institusional.
Dilaporkan Cryptoslate, Pemerintah negara menjadi pendorong terbesar, dengan proyeksi alokasi dana sebesar $161,7 miliar yang berasal dari konversi 5% cadangan emas global menjadi Bitcoin. Jumlah ini setara dengan 1,62 juta BTC, atau sekitar 7,7% dari total 21 juta BTC yang akan pernah beredar.
Selain itu, platform manajemen kekayaan global dengan aset kelolaan sekitar $60 triliun berpotensi mengalokasikan $120 miliar ke ETF Bitcoin, hanya dengan asumsi alokasi 0,2% oleh klien mereka.
Perusahaan publik, yang saat ini telah memegang lebih dari 600.000 BTC secara kolektif, diperkirakan akan menambah 1,18 juta BTC (senilai sekitar $117,8 miliar) sebagai respon terhadap dorongan aturan akuntansi nilai wajar dan persaingan korporat.
Di sisi lain, investasi dari pemegang obligasi cadangan AS diantisipasi mencapai $19,6 miliar, sementara dana kekayaan negara berkontribusi sebesar $7,8 miliar. Jika digabungkan, total arus dana institusional diperkirakan mencapai $427 miliar atau sekitar 4,27 juta BTC—setara dengan 20% dari seluruh pasokan Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Laporan tersebut juga menyoroti performa luar biasa ETF Bitcoin spot di AS dalam tahun pertamanya, dengan arus masuk bersih mencapai $36,2 miliar. Ini melampaui pencapaian ETF emas SPDR dalam waktu yang jauh lebih singkat, menjadi bukti meningkatnya minat investor terhadap aset kripto.
Bitwise dan UTXO memperkirakan bahwa akses terhadap ETF Bitcoin akan semakin terbuka melalui perusahaan sekuritas dan bank-bank besar, yang dapat mengubah minat pasif menjadi arus modal nyata.
Setelah institusi mengakumulasi BTC, laporan memprediksi transisi menuju sistem keuangan berbasis Bitcoin, termasuk pasar pinjaman on-chain dan perdagangan derivatif, dengan potensi pasar mencapai $100 miliar jika hanya 5% dari kapitalisasi pasar BTC yang terlibat.
Perusahaan seperti Strategy dan Metaplanet disebut telah memanfaatkan pasar ini untuk memperbesar cadangan mereka tanpa perlu menerbitkan saham baru.
Dorongan Kebijakan Pro-Bitcoin
Kebijakan pemerintah juga menjadi pendorong penting. Senator Cynthia Lummis mengusulkan kembali BITCOIN Act pada Maret lalu, yang menganjurkan Departemen Keuangan AS untuk membeli 200.000 BTC setiap tahun selama lima tahun.
Langkah ini diperkuat oleh kebijakan eksekutif Presiden Donald Trump, yang memerintahkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve dengan 198.000 BTC hasil sitaan.
Beberapa negara bagian di AS juga telah mengesahkan undang-undang yang membatasi alokasi BTC hingga 10% dari dana darurat negara bagian, menciptakan tekanan kompetitif antar entitas untuk mengadopsi Bitcoin sebagai aset strategis.
Menuju Era Hiperbitcoinisasi
Bitwise dan UTXO menyimpulkan bahwa kombinasi antara tekanan kompetitif, inovasi korporat, dan dukungan kebijakan dapat mendorong Bitcoin melewati fase spekulatif menuju adopsi sistemik. Institusi yang mengakumulasi hingga seperlima dari total pasokan BTC pada 2026 dapat menandai awal dari fase hiperbitcoinisasi, di mana Bitcoin berperan penting dalam neraca keuangan dan kebijakan ekonomi global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tanggal 22 Mei 2025, menandai 15 tahun sejak transaksi pertama Bitcoin di dunia nyata terjadi—momen penting yang kini dikenang sebagai Bitcoin Pizza Day. Pada 22 Mei 2010, seorang programmer asal Florida, Laszlo Hanyecz, menggunakan 10.000 BTC untuk membeli dua pizza dari Papa John’s. Saat itu, nilai transaksi hanya sekitar $41.
Namun di tahun 2025, angka tersebut berubah drastis: 10.000 BTC kini setara dengan lebih dari $1,1 miliar, menjadikan dua pizza tersebut sebagai pembelian makanan termahal sepanjang sejarah.
Nilai 10.000 BTC Hari Ini
Dengan harga Bitcoin mencapai $111.504 per koin di pasar Asia, nilai 10.000 BTC cukup untuk membeli sekitar 55,7 juta pizza besar dengan asumsi harga rata-rata $20 per pizza. Namun, jika Anda tidak ingin mengulang sejarah dengan membeli pizza, pilihan lainnya jauh lebih spektakuler.
Dari Dua Pizza ke Deretan Properti Mewah
Dilaporkan BeInCrypto, uang sebesar $1,1 miliar dapat membuka pintu ke properti-properti paling elit di dunia:
Xanadu 2.0 – Rumah milik Bill Gates senilai $127 juta bisa dibeli sebanyak 8 unit, dengan sisa dana sekitar $99 juta.
Penthouse Odeon Tower, Monaco – 10.000 BTC cukup untuk memiliki tiga unit penthouse ultra-mewah yang masing-masing bernilai $330 juta.
One Hyde Park, London – Dengan nilai rata-rata penthouse $209 juta, Anda bisa memiliki lima unit di kompleks elit ini.
Armada Hypercar: Mewah di Atas Roda
Ilustrasi mobil mewah Ferrari. SUmber: REUTERS/Guglielmo Mangiapane.
Pasar otomotif 2025 menyuguhkan kendaraan ultra-eksklusif dengan harga fantastis:
Rolls-Royce La Rose Noire Droptail – $30 juta per unit. Anda bisa membeli lebih dari 37 unit.
Bugatti La Voiture Noire – Dibanderol $18,7 juta, memungkinkan pembelian hingga 59 unit.
Pagani Zonda HP Barchetta – Dengan 10.000 BTC, Anda dapat membentuk koleksi lebih dari 65 unit.
Menjelajahi Langit dan Laut dengan Bitcoin
Kekayaan dalam bentuk BTC juga bisa dialihkan ke moda transportasi mewah:
Superyacht Scheherazade – Dengan harga $700 juta, Anda masih menyisakan $415 juta setelah membelinya.
Koru milik Jeff Bezos – Kapal layar terbesar di dunia, Anda bisa membeli hampir dua unit.
Air Force One – Meskipun tidak realistis, Bitcoin senilai $1,1 miliar cukup untuk menandingi harga pesawat presiden AS sebesar $660 juta.
Boeing 747-8 VIP – Jet mewah senilai $367 juta per unit, memungkinkan pembelian sekitar tiga unit.
Barang Mewah: Seni, Jam Tangan, dan Koleksi Langka
Bitcoin juga dapat membuka akses ke dunia barang koleksi berharga tinggi:
Salvator Mundi karya da Vinci – Terjual seharga $450 juta pada 2017, kini bernilai sekitar $540 juta.
Instalasi seni “Comedian” – Pisang yang direkatkan ke dinding, seharga $6,2 juta. Bisa beli hingga 179 buah.
Jam tangan Graff Diamonds Hallucination – Bernilai $55 juta. Anda bisa memiliki lebih dari 20 buah.
Patek Philippe Supercomplication – Dengan harga $24 juta, Anda dapat mengoleksi 46 unit jam tangan paling kompleks di dunia.
Dari Emas Digital ke Logam Mulia
Ilustrasi Bitcoin vs emas.
Sebagai “emas digital”, Bitcoin bisa dengan mudah dikonversi menjadi logam mulia:
Emas – Dengan harga $3.332 per ons, Anda bisa mendapatkan sekitar 9.500 kg emas.
Perak – Harga $33,4/oz memungkinkan pembelian 33,4 juta ons.
Platinum – Dengan $1.075/oz, Anda bisa membeli sekitar 1 juta ons.
Diversifikasi Portofolio Kripto
Alih-alih barang mewah, 10.000 BTC juga dapat digunakan untuk investasi dalam aset digital lain:
Ethereum (ETH) – Dengan harga $2.617, Anda bisa membeli sekitar 425.955 ETH.
Solana (SOL) – Pada harga $175,9, Anda bisa memiliki sekitar 6,31 juta koin.
XRP – Dengan harga $2,4, bisa membeli 464,6 juta XRP.
Bitcoin Pizza Day adalah pengingat bahwa kesabaran dalam menyimpan aset bisa menghasilkan hasil luar biasa. Contohnya, perusahaan seperti Strategy milik Michael Saylor kini memegang lebih dari 576.230 BTC, senilai $63,8 miliar, dengan keuntungan terapung sebesar $23,6 miliar.
Demikian juga Metaplanet, yang sejak April 2024 mengadopsi Bitcoin dan kini mencatatkan keuntungan belum terealisasi sebesar $152 juta. Bahkan CEO Simon Gerovich menyebut saham perusahaannya sebagai yang paling aktif diperdagangkan di pasar OTC.
Penutup
Dari dua loyang pizza hingga kapal pesiar dan real estat kelas dunia, perjalanan nilai Bitcoin selama 15 tahun sungguh luar biasa. Tapi yang lebih penting, Bitcoin Pizza Day bukan hanya perayaan sejarah transaksi—tetapi juga refleksi tentang keyakinan, kesabaran, dan visi masa depan terhadap aset digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.