Tag Archives: kripto

$4,5 Miliar Stablecoin Baru Dicetak: Uang Segar Akan Banjiri Pasar Kripto?

Setelah kejatuhan pasar kripto yang mengguncang beberapa hari terakhir, tiba-tiba muncul kabar mengejutkan: Tether (USDT) dan Circle (USDC) mencetak stablecoin baru senilai $4,5 miliar. Langkah ini memicu spekulasi luas, apakah ini pertanda bahwa “uang baru” siap mengalir kembali ke Bitcoin dan altcoin?

Likuiditas Baru Masuk ke Pasar

Dalam empat hari terakhir, dompet multisig milik Tether melakukan tiga transaksi besar, masing-masing senilai $1 miliar USDT. Tak mau ketinggalan, Circle juga mencetak beberapa batch $250 juta USDC, sehingga total suplai stablecoin baru mencapai $4,5 miliar.

Langkah ini terjadi tepat setelah kejatuhan pasar, memberi isyarat bahwa penerbit stablecoin sedang menyiapkan amunisi likuiditas baru untuk mendukung potensi pemulihan harga aset digital.

Ethereum Jadi Mesin Ganda Keuangan Digital

Menariknya, Ethereum (ETH) kini kembali menjadi pusat pergerakan dana ini. Pasokan USDC di jaringan tersebut telah pulih mendekati $45 miliar, sementara dana BUIDL BlackRock — yang mewakili eksposur pada US Treasury yang ditokenisasi, melonjak hingga $2 miliar.

Kombinasi pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi aset tradisional menandakan perubahan besar:

Blockchain kini bukan hanya tempat untuk kripto, tetapi juga rumah bagi uang dan instrumen keuangan dunia nyata.”

Stablecoin
Stablecoin

Baca juga: Plasma (XPL) Ancam Ethereum: Era Baru Transaksi Stablecoin Instan

Rotasi Likuiditas Sedang Dimulai?

Namun, data terbaru menunjukkan dominasi USDT masih dalam tren turun jangka panjang. Meskipun ada pencetakan baru, stablecoin tersebut tampaknya tidak disimpan diam-diam di kas.

Sebaliknya, investor mungkin bersiap untuk rotasi modal besar-besaran ke aset berisiko seperti Bitcoin (BTC) dan altcoin utama. Jika pola ini berlanjut, pasar kripto bisa segera menyerap aliran dana segar dan memulai fase pemulihan baru.

Lonjakan Stablecoin

Dilaporkan AMBCrypto, lonjakan pencetakan stablecoin $4,5 miliar ini bisa jadi bukan kebetulan. Ini mungkin merupakan tanda awal kembalinya likuiditas yang sangat dibutuhkan setelah periode turbulensi ekstrem.

Dengan Ethereum menjadi tulang punggung bagi uang digital dan rotasi modal mulai tampak di cakrawala, pasar kripto mungkin akan segera mendapatkan napas baru.

Apakah ini awal dari relief rally besar berikutnya? Pasar sedang menahan napas menunggu jawabannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan pada hari Jumat, merosot di bawah $109.000 karena gelombang baru penghindaran risiko mencengkeram pasar global.

Penurunan ini terjadi ketika pasar global menjadi defensif, dengan ekuitas melemah, obligasi menguat, dan emas mencapai rekor tertinggi baru.

Terakhir diperdagangkan 2,4% lebih rendah pada hari ini di sekitar $108.503, dan turun lebih dari 10% dalam seminggu terakhir.

Saham Asia mencerminkan kerugian Wall Street semalam, dengan investor mundur dari aset berisiko setelah tanda-tanda tekanan kredit muncul kembali di antara bank-bank regional AS.

Sentimen di pasar ekuitas juga terpukul oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. 

Beijing pada hari Kamis menuduh Washington memicu kepanikan atas kontrol ekspor tanah jarangnya dan menolak seruan Gedung Putih untuk melonggarkan pembatasan tersebut, yang mengguncang kepercayaan pasar yang sudah rapuh.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Keterangan diantara kedua negara adikuasa itu mengakibatkan gelombang likuidasi yang melebihi $19 miliar.

Aksi jual tersebut melanda berbagai token utama, membuat investor waspada terhadap penurunan lebih lanjut.

Kekhawatiran Jangka Panjang

Sementara itu, Cryptonews melaporkan pada Jumat (17/10) bahwa kekhawatiran di pasar tradisional semakin memperkuat nada kehati-hatian.

Runtuhnya First Brands Group dan Tricolor Holdings memicu kembali kekhawatiran akan kerugian kredit tersembunyi, sementara penurunan nilai akuntansi yang terkait dengan penipuan di Zions Bancorp dan Western Alliance menghapus lebih dari $100 miliar nilai pasar perbankan AS dalam satu hari.

Dengan meningkatnya kekhawatiran kredit, dua aset tradisional: emas dan perak, melanjutkan reli mereka ke level tertinggi baru.

Bitcoin, yang sering disebut-sebut sebagai emas digital, belum mengikuti jejaknya, jatuh 6,3% selama seminggu terakhir, penurunan tertajam sejak Maret.

Baca Juga: Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

Pergerakan Harga Bitcoin Semakin Mencerminkan Pasar Tradisional

Dom Harz, salah satu pendiri BOB, mengatakan semakin terintegrasinya Bitcoin dengan keuangan arus utama dapat menjelaskan keselarasannya yang lebih erat dengan pasar yang lebih luas.

Harz menambahkan bahwa adopsi institusional akan mempercepat inovasi dalam keuangan terdesentralisasi berbasis Bitcoin.

“Institusi-institusi yang memegang BTC ini ingin memanfaatkan kegunaan Bitcoin dan memanfaatkan aset mereka dengan mengintegrasikan BTC secara aman ke dalam protokol DeFi,” ujarnya.

Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas ambang batas $110.000 kemungkinan besar akan bergantung pada katalis makroekonomi.

Para pedagang tetap berhati-hati, mencermati sinyal dari Federal Reserve AS mengenai suku bunga dan bagaimana ketegangan perdagangan dapat memengaruhi selera risiko menjelang kuartal terakhir tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Tak Memberkati, Harga Bless Network (BLESS) Turun 17,4%

Turunnya harga Bitcoin benar-benar mempengaruhi peta pasar kripto global, termasuk pada salah satu altcoin, Bless Network (BLESS).

Dalam pantauan CoinMarketCap pada Jumat (17/10), harga BLESS turun 17,4% dalam 24 jam terakhir menjadi $0,0842.

Jika dicermati lebih jauh, angka tersebut sangat kontras dengan lonjakan harga mingguannya yang mencapai 90,68%. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca Juga: Riset Kripto 15-19 September 2025: Altcoin Season Semakin Menguat!

Aksi Ambil Untung Pasca Reli

BLESS meroket 512% dalam 24 jam pada 16 Oktober, mencapai kapitalisasi pasar $330 juta, didorong oleh hype kompetisi Binance Alpha dan breakout double-bottom.

Penurunan saat ini sejalan dengan retracement yang umum terjadi setelah pergerakan parabola.

Artinya, para trader kemungkinan melikuidasi posisi di dekat puncak $0,231, yang memicu aksi jual berjenjang.

Penurunan volume 24 jam sebesar 67% (-$345 juta hingga $147,5 juta) mengonfirmasi melemahnya permintaan.

Token berkapitalisasi kecil seperti BLESS (kapitalisasi pasar saat ini: $163 juta) rentan terhadap pembalikan tajam setelah lonjakan likuiditas.

Maka dari itu, perhatikan penutupan berkelanjutan di atas $0,075 (level pengujian ulang terobosan utama) untuk mengukur apakah tren naik tetap utuh.

Reset Indikator Teknis

RSI selama 7 hari turun dari level jenuh beli (70+) ke 57,93, sementara RSI dalam 14 hari mendingin ke 55,03. EMA 7 hari ($0,0826) kini bertindak sebagai resistensi.

Ini berarti, pendinginan RSI menunjukkan berkurangnya tekanan beli, alih-alih kerusakan struktural. Namun, kegagalan mempertahankan EMA menandakan sentimen bearish jangka pendek.

Data historis menunjukkan volatilitas BLESS selama 30 hari sebesar 194,67%, sehingga fluktuasi tajam menjadi hal yang biasa.

Hambatan Pasar yang Lebih Luas

Total kapitalisasi pasar kripto turun 5,45% dalam 24 jam, dengan dominasi Bitcoin meningkat menjadi 58,94%. Sialnya, BLESS berkinerja lebih buruk daripada pasar (-11,16% vs. -5,45%).

Akibatnya, sentimen risk-off semakin memukul altcoin, diperparah oleh likuiditas BLESS yang rendah (rasio perputaran: 0,904).

Indeks Fear & Greed di angka 28 (“Fear”) kemungkinan memperkuat aksi jual pada aset spekulatif.

Baca Juga: Pasar Tak Memberkati, Harga Bless Network (BLESS) Turun 17,4%

Dengan demikian, penurunan BLESS mencerminkan aksi ambil untung alami setelah reli yang terlalu panas, diperparah oleh likuiditas yang tipis dan penghindaran risiko di seluruh sektor. 

Akankah arus masuk kompetisi Binance Alpha (berakhir 24 Oktober) memicu kembali momentum, atau akankah tekanan jual pasca-peristiwa memperdalam koreksi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Anjlok 4,45%, Terdorong Sentimen Negatif Bitcoin

Harga Pi Network (PI) hari ini turun 4,43% menjadi $0,20 dalam 24 jam terakhir, memperpanjang penurunan 90 hari sebesar -54,76%.

Menurut laporan CoinMarketCap pada Jumat (17/10), rapor merah token ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama, diantaranya:

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Melemah ke $0,209, Saatnya Waspadai Tekanan Distribusi dan Sentimen Pasar

Technical Breakdown

PI menembus level support $0,21, membentuk pola head-and-shoulders pada grafik 4 jam. Garis leher di $0,199 kini bertindak sebagai support penting.

Artinya, kegagalan mempertahankan $0,199 dapat memicu penurunan 9% ke $0,18, menurut level retracement Fibonacci.

Sementara itu, RSI harian (27,97) menunjukkan kondisi jenuh jual tetapi tidak memiliki divergensi bullish. Sedangkan MACD (-0,0277) tetap di bawah nol, menandakan momentum bearish yang berkelanjutan.

Tantangan Ekosistem

Meskipun ada peningkatan Pi App Studio (alat dApp bertenaga AI), Valor ETP PI hanya memiliki aset senilai $3k – turun 12% sejak September lalu.

Kondisi ini menunjukkan permintaan ETP yang rendah mencerminkan minat institusional yang lemah.

Sialnya lagi, pembukaan token harian (~4 juta PI) terus berlanjut, meskipun berkurang dari 8 juta pada musim panas ini.

Menghadapi situasi ini, investor perlu memperhatikan metrik adopsi mainnet dan penerimaan staking melalui Direktori Ekosistem.

Tekanan Makro Kripto

Sang katalis kripto, Bitcoin, hari ini mengalami penurunan hingga 3% karena penambang memindahkan 51 ribu BTC ($5,6 miliar) ke bursa sejak.

Kondisi ini mendorong volume PI 24 jam ($41,9 juta) naik 45%, menunjukkan aksi jual panik sejalan dengan penurunan BTC.

Indeks Fear & Greed di angka 28 (“Fear”) menghambat spekulasi altcoin, selaras dengan korelasi PI selama 30 hari terhadap BTC: +0,72 (sangat sensitif terhadap fluktuasi BTC).

Baca Juga: Berangsur Pulih, Harga Pi Network Naik Hampir 6%

Secara keseluruhan, penurunan harga PI menggabungkan pemicu teknis, pertumbuhan ekosistem yang lesu, dan tekanan pasar yang didorong oleh Bitcoin.

Meskipun peningkatan Protokol 23 dapat menstabilkan harga dalam jangka panjang, risiko langsungnya cenderung menurun kecuali BTC pulih atau PI mempertahankan level $0,199.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun ke $3.787: Tekanan Pasar Koreksi 6,4%

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali mengalami koreksi tajam di pasar global.

Berdasarkan data terkini, harga Ethereum turun 6,4% dalam 24 jam terakhir dan kini berada di level $3,787 per ETH.

Penurunan ini menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke $457,09 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai $62,79 miliar.

Dengan total pasokan yang beredar sebanyak 120,70 juta ETH, Ethereum tetap menempati posisi ke-2 aset kripto paling bernilai di dunia, hanya berada di bawah Bitcoin (BTC).

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH sempat menyentuh titik terendah di $3,678,62 sebelum mencoba pulih ke level tertinggi $4,068,29, menunjukkan volatilitas yang tinggi di tengah sentimen pasar yang melemah.

Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

Tren Harga Ethereum: Tekanan Berlanjut di Tengah Aksi Jual Global

Data historis menunjukkan tren koreksi Ethereum sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Berikut riwayat pergerakan harga ETH dalam USD:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari ini -$259.38 -6.40%
30 Hari -$707.04 -15.70%
60 Hari -$531.43 -12.28%
90 Hari +$242.29 +6.82%

Koreksi lebih dari 15% dalam 30 hari terakhir menandakan tekanan jual yang cukup kuat, seiring dengan melemahnya harga Bitcoin dan penurunan minat investor terhadap aset berisiko.

Dalam sepekan terakhir, ETH juga tercatat turun -12,62%, menambah tekanan pada pasar altcoin utama.

Penyebab Penurunan Harga Ethereum

Analis pasar mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjadi pemicu turunnya harga Ethereum belakangan ini:

  1. Koreksi Pasar Kripto Global
    Aksi jual besar-besaran di seluruh pasar kripto, termasuk Bitcoin, berdampak langsung terhadap Ethereum. Investor cenderung melakukan risk-off move, yakni mengurangi eksposur terhadap aset volatil seperti kripto.
  2. Tekanan Likuiditas dan Sentimen Makroekonomi
    Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global, terutama dari Federal Reserve yang belum menunjukkan sinyal pelonggaran suku bunga, menekan minat beli investor institusional terhadap aset digital.
  3. Aksi Ambil Untung Setelah Reli Sebelumnya
    Setelah sempat menembus level $4,000 beberapa pekan lalu, banyak trader jangka pendek memanfaatkan momentum untuk profit taking, yang menyebabkan tekanan jual tambahan di pasar spot.
  4. Penurunan Aktivitas DeFi dan NFT
    Aktivitas di ekosistem Ethereum, terutama sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT), menunjukkan penurunan volume transaksi dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan gas fee, sehingga mengurangi tekanan beli pada ETH.

Fundamental Masih Solid, Prospek Jangka Panjang Tetap Positif

Meski harga sedang terkoreksi, para analis menilai fundamental Ethereum tetap kuat. Jaringan Ethereum masih menjadi pusat inovasi untuk aplikasi terdesentralisasi (dApp), DeFi, dan NFT, dengan dominasi pangsa pasar di atas 55%.

Transisi Ethereum ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) pasca “Merge” juga telah membuat jaringan ini lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, peningkatan terbaru seperti EIP-4844 (Proto-Danksharding) yang direncanakan untuk 2025 diharapkan mampu memangkas biaya transaksi layer-2 secara signifikan dan memperkuat skalabilitas jaringan.

Analis dari beberapa lembaga riset blockchain menyebut, area support krusial Ethereum kini berada di kisaran $3,600–$3,700.

Jika level ini mampu bertahan, peluang untuk rebound menuju $4,000–$4,200 masih terbuka, terutama bila kondisi pasar global membaik.

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi ke $4,002: Sinyal Konsolidasi Sebelum Rebound?

Koreksi Sehat di Tengah Siklus Pasar

Dengan harga $3,787 per ETH dan koreksi harian 6,4%, Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli signifikan di awal tahun. Penurunan ini lebih mencerminkan koreksi teknikal dan faktor makro, bukan pelemahan fundamental proyek.

Sebagai salah satu aset kripto dengan ekosistem terbesar, Ethereum masih menjadi pilihan utama bagi investor institusional dan pengembang Web3.

Jika tekanan global mereda dan adopsi teknologi blockchain meningkat, Ethereum berpotensi kembali menguat dan mendekati level psikologis $4,500–$5,000 dalam jangka menengah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dego Finance (DEGO) Naik 8% ke $1,54, Momentum Positif

Pasar altcoin kembali menunjukkan pergerakan positif pada pertengahan Oktober 2025, dengan Dego Finance (DEGO) menjadi salah satu aset kripto yang mencatat performa impresif.

Berdasarkan data terkini via Tokocrypto pada Jumat (17/10), harga DEGO naik 8,05% dalam 24 jam terakhir, mencapai $1,544898 per token.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $32,44 juta dan volume perdagangan harian melonjak hingga $83,41 juta, Dego Finance menunjukkan peningkatan minat dari trader dan investor, terutama di tengah tren konsolidasi di sektor DeFi.

Token DEGO saat ini menempati posisi ke-673 dalam peringkat kripto global berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan jumlah sirkulasi sekitar 21 juta token, atau hampir 99,99% dari total pasokan maksimum.

Artinya, sebagian besar token DEGO sudah beredar di pasar, sehingga risiko dilusi dari pasokan baru relatif kecil.

Baca Juga: Harga Dego Finance (DEGO) Naik 8% ke $1,54, Momentum Positif di Tengah Pasar yang Fluktuatif

Performa Harga: Tren Bullish Jangka Pendek Terbentuk

Data pergerakan historis menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten selama tiga bulan terakhir:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari ini +$0.1143 +8.05%
30 Hari +$0.3354 +27.97%
60 Hari +$0.3175 +26.09%
90 Hari +$0.3850 +33.50%

Lonjakan harga lebih dari 30% dalam tiga bulan terakhir menandakan pembentukan tren bullish jangka menengah.

Selain itu, kenaikan mingguan mencapai +30,18% memperkuat sinyal momentum positif yang sedang berkembang di pasar DEGO.

Meskipun terjadi koreksi kecil intraday sebesar -1,76% dalam satu jam terakhir, tren harian secara keseluruhan masih menunjukkan arah naik yang sehat.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Dego Finance

Kenaikan harga DEGO didorong oleh beberapa faktor yang saling berkaitan:

  1. Peningkatan Volume Perdagangan yang Signifikan
    Dengan rasio volume terhadap market cap mencapai lebih dari 250%, DEGO menunjukkan aktivitas perdagangan yang luar biasa tinggi dibandingkan aset sekelasnya. Ini menandakan adanya arus modal baru yang masuk ke pasar, baik dari investor ritel maupun trader jangka pendek.
  2. Keterbatasan Pasokan (Supply Constraint)
    Total pasokan DEGO telah mencapai 21 juta token, yang hampir seluruhnya beredar di pasar. Kondisi ini menciptakan mekanisme kelangkaan alami (token scarcity) yang dapat memperkuat harga ketika permintaan meningkat.
  3. Rebound Sentimen DeFi
    Dego Finance merupakan salah satu proyek DeFi (decentralized finance) yang berfokus pada NFT-based staking dan gamified yield farming. Peningkatan minat investor terhadap proyek-proyek dengan kombinasi NFT + DeFi dalam beberapa minggu terakhir turut mendorong permintaan terhadap DEGO.
  4. Potensi Kolaborasi dan Integrasi Baru
    Komunitas Dego dikenal aktif membangun integrasi lintas-chain. Kemungkinan pembaruan atau pengumuman kerja sama baru di jaringan Ethereum atau Binance Smart Chain (BSC) dapat menjadi katalis positif bagi harga token.

Analisis Pasar: Apakah DEGO Siap Rebound Lebih Tinggi?

Dari perspektif teknikal, DEGO saat ini bergerak dalam pola konsolidasi naik (ascending channel), dengan support kuat di sekitar $1,40 dan resistance terdekat di $1,65–$1,70.

Jika tekanan beli tetap kuat dan volume tinggi berlanjut, harga berpotensi menembus zona resistance tersebut dan menuju target psikologis $2,00.

Namun, analis memperingatkan agar investor tetap berhati-hati terhadap potensi overbought setelah kenaikan cepat lebih dari 30% dalam sepekan.

Koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi sebelum DEGO melanjutkan tren naik yang lebih stabil.

Baca Juga: Crypto Whale Borong 3 Altcoin untuk Potensi Cuan di Pekan Kedua Oktober 2025

Kenaikan harga Dego Finance (DEGO) ke level $1,5449 menandai optimisme baru di sektor DeFi, dengan dukungan dari volume perdagangan tinggi dan pasokan yang terbatas.

Dalam tiga bulan terakhir, DEGO berhasil mempertahankan tren kenaikan stabil hingga lebih dari 33%, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa terbaik di kelas menengah.

Dengan fundamental yang kuat, ekosistem yang terus berkembang, serta minat investor yang kembali meningkat, Dego Finance berpotensi melanjutkan momentum bullish-nya menuju kuartal akhir 2025 — selama pasar kripto global tetap stabil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar global ketika harga mendadak terjun tajam di tengah likuidasi besar-besaran dan ketidakpastian investor.

Dalam fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasar kripto mengalami likuidasi posisi leverage senilai sekitar USD 20 miliar, peristiwa terbesar dalam sejarah industri ini.

Baca Juga: Konflik China – AS Kembali Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

Likuidasi Leverage Besar-Besaran: Pemicu Kejatuhan Harga

Faktor utama yang langsung menekan harga Bitcoin adalah aksi likuidasi posisi leverage yang masif.

Banyak trader yang menggunakan leverage (meminjam modal untuk memperbesar eksposur) terkena margin call ketika harga bergerak melawan posisi mereka.

Pada momen tersebut, posisi beli (long) dipaksa ditutup, memicu penjualan berantai yang mendorong harga semakin turun.

Karena posisi leverage cenderung berisiko tinggi, lonjakan volatilitas seringkali memicu likuidasi massal di pasar kripto.

Dalam kasus kali ini, likuidasi senilai USD 20 miliar menunjukkan bahwa eksposur spekulatif sangat tinggi sebelum tekanan jual datang.

Ambil Untung (Profit-Taking) & Sentimen Global

Sebagian dari tekanan jual juga datang dari trader dan investor yang mengambil keuntungan, terutama setelah lonjakan harga sebelumnya.

Ketika pasar memasuki zona overbought atau ketika target keuntungan tercapai, sebagian investor memilih menjual ke bagian pasar yang lebih aman.

Selain itu, tekanan makroekonomi dan ancaman geopolitik turut memperburuk suasana pasar risiko: ketidakpastian kebijakan moneter (suku bunga), konflik global, atau dinamika pasar tradisional dapat membuat investor kripto menjadi lebih berhati-hati.

Semua ini berkontribusi terhadap tekanan jual tambahan.

Peran Likuiditas dan Permintaan Struktural

Meskipun harga jatuh secara dramatis, analisis dari Glassnode dan CryptoQuant menyebut bahwa di balik gelombang jual ada unsur permintaan struktural yang relatif stabil.

  • Whale accumulation: investor besar (whales) terus mengakumulasi BTC bahkan selama tekanan turun, menunjukkan bahwa sebagian modal besar tetap percaya pada jangka panjang.
  • Aliran ke ETF & stablecoin: aliran masuk ke ETF Bitcoin mencapai USD 3,5 miliar, dan pasokan USDT meningkat tajam sebesar hampir USD 15 miliar dalam 60 hari terakhir — ini menunjukkan bahwa modal baru (atau modal yang berpindah) masih masuk ke ekosistem kripto.
  • Dengan demikian, likuiditas & modal institusional tidak sepenuhnya keluar meskipun terjadi tekanan jual besar. Permintaan struktural ini bisa bertindak sebagai “bantalan” terhadap penurunan yang lebih ekstrem.

Perspektif Berbeda: Reset vs Potensi Titik Balik

Perbedaan interpretasi antara Glassnode dan CryptoQuant mencerminkan suasana pasar yang hati-hati:

  • Glassnode melihat peristiwa ini sebagai semacam “purge struktural” — pasar dibersihkan dari posisi spekulatif, sehingga pasar kembali ke fase defensif sebelum stabilisasi dan pemulihan.
  • CryptoQuant lebih optimistis: mereka menyoroti level penting USD 115.000 (realized price) sebagai titik kunci pengembalian ke trend bullish. Bila Bitcoin mampu menembus dan mempertahankannya, bullish continuation bisa kembali aktif.

Kedua lembaga menyepakati bahwa proses pemulihan butuh waktu — kecepatan rebound akan bergantung pada transformasi permintaan struktural menjadi aksi risiko baru atau pembelian aktif.

Apa yang Bisa Ditunggu Investor dan Trader?

Beberapa poin yang patut diperhatikan:

  • Level support & resistance kritis: USD 115.000 dianggap sebagai resistance psikologis & teknis penting. Jika tembus, sinyal bullish semakin kuat.
  • Perhatikan aliran dana ke ETF & stablecoin: apabila aliran ini terus berlanjut, itu bisa menjadi indikator bahwa modal institusional masih tertarik ke Bitcoin.
  • Volatilitas & likuidasi tetap berisiko tinggi: dalam kondisi pasar ekstrem, aksi leverage masih bisa memicu shock tambahan.
  • Waktu pemulihan: pasar mungkin butuh waktu konsolidasi — rebound tidak akan instan.

Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini terutama dipicu oleh likuidasi leverage skala besar, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang lebih berhati-hati.

Namun, di balik tekanan tersebut, permintaan struktural, mulai dari whales, aliran ETF, dan suplai stablecoin, bertindak sebagai penahan agar tekanan jual tak semakin parah.

Kedepannya, pemulihan Bitcoin akan sangat tergantung pada apakah modal institusional dan investor besar kembali berani mengambil risiko, serta apakah pasar mampu melewati resistance kunci seperti USD 115.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli 512%, Bless Network (BLESS) Sukses Tembus ATH

16 Oktober 2025 dicatat menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Bless Network (BLESS).

Pasalnya, token ini mencatat lonjakan luar biasa 512% dalam satu hari, menembus harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di $0,231.

Volume perdagangan pun ikut melonjak drastis — menambah tekanan likuiditas dan menarik banyak perhatian dari pasar kripto luas.

Usai reli tersebut, terjadi koreksi tajam dimana sebagian keuntungan dicairkan oleh trader jangka pendek.

Dalam catatan sejarah CoinMarketCap, Bless menunjukkan performa historis yang labil, dengan harga pada awal Oktober hanya beberapa sen.

Namun, lonjakan pada 16 Oktober menjadi titik balik yang menandai bahwa hype dan momentum teknis sedang memegang peranan utama.

Baca Juga: Pasar Tak Memberkati, Harga Bless Network (BLESS) Turun 17,4%

Mengapa BLESS Bisa Melejit?

Beberapa faktor sinergis tampak ikut mendorong lonjakan spektakuler harga BLESS pada hari ini, antara lain:

  1. Kompetisi Binance Alpha & Skema Insentif Trading
    CMC AI menyebutkan bahwa kompetisi perdagangan BLESS di platform Binance Alpha menjadi katalis utama, mendorong aktivitas dagang tinggi dan spekulasi volume besar. Pemberian insentif token kepada trader dalam event ini memicu lonjakan permintaan jangka pendek.
  2. Breakout Teknis & Pola Double-Bottom
    Dalam analisis teknikal, BLESS belakangan membentuk pola double bottom yang berhasil melewati neckline. Ketika harga menembus resistensi ini, gelombang beli otomatis dan aksi algoritma ikut memacu reli.
  3. Antisipasi Roadmap & Fitur GPU Nodes
    Proyek Bless menargetkan integrasi GPU nodes dan rancangan infrastruktur terdesentralisasi untuk komputasi & AI, yang menambah ekspektasi utilitas masa depan untuk token. Kepercayaan pada roadmap ini membuat sebagian investor rela menahan risiko untuk jangka menengah.
  4. Sentimen Hype dan Efek Domino
    Lonjakan cepat pun menarik perhatian media kripto dan komunitas, memperkuat sentimen FOMO (Fear of Missing Out). Banyak trader baru masuk pada momentum tersebut, memperkuat gelombang pembelian.

Namun, lonjakan sebesar itu juga memunculkan tekanan korreksi yang tak terhindarkan. Dalam satu hari setelahnya, harga BLESS jatuh hingga 48,5% dari puncaknya.

Risiko & Tantangan Pasca-Reli

Meskipun reli 16 Oktober sangat impresif, BLESS menghadapi sejumlah tantangan penting agar tidak kembali terkoreksi tajam:

  • Aksi Ambil Untung (Profit Taking)
    Setelah kenaikan ekstrem, banyak trader jangka pendek akan menjual untuk mengamankan keuntungan. Itu sudah terjadi segera di hari-hari pasca-reli.
  • Volume Spekulatif & Ketergantungan pada Event
    Reli sangat bergantung pada event Binance dan insentif pasar. Jika volume organik tak terjaga setelah event selesai, harga bisa kehilangan daya dukungnya.
  • Support Teknis Kritis
    Banyak analisis menyebut level $0,075 sebagai support penting yang harus dipertahankan agar harga tidak jatuh lebih dalam. Jika level tersebut gagal dipertahankan, tren koreksi bisa berlanjut.
  • Risiko Eksekusi Roadmap
    Untuk menjaga apresiasi nilai token jangka panjang, proyek harus menepati roadmap teknis seperti peluncuran mainnet, GPU nodes, serta integrasi nyata dengan aplikasi & pengguna. Jika gagal mengeksekusi, kepercayaan investor bisa merosot cepat.
  • Keterbatasan Likuiditas dan Fluktuasi Tinggi
    Token baru seperti BLESS cenderung mengalami spread lebar di orderbook. Mentok harga bisa lompat ketika pesanan besar masuk atau keluar.

Baca Juga: TOTAL3 Altcoin Koreksi Dalam, Harus Hit Bottom Ini untuk Altcoin Season?

Implikasi Untuk Investor

16 Oktober 2025 menjadi momen krusial bagi Bless Network: lonjakan 512% dan ATH di $0,231 menjadi sorotan utama dalam dunia kripto.

Namun reli sebesar ini datang bersama risiko besar: koreksi tajam, ketergantungan event, dan tekanan jual dari pemegang sementara.

Bagi investor jangka menengah-panjang, kunci kelangsungan harga BLESS akan sangat bergantung pada kemampuan tim proyek dalam merealisasikan roadmap, menjaga volume pasar, dan memastikan adopsi utilitas token.

Bagi trader jangka pendek, momen 16 Oktober bisa menjadi ambang sinyal bahwa momentum besar bisa terjadi, namun harus diimbangi dengan strategi manajemen risiko yang ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bella Protocol (BEL) Melesat 2,5%: Konsolidasi Lanjutan Terjadi

Bella Protocol (BEL) mencatat harga sebagai harga penutupan harian, atau naik sekitar +2,50% dari harga pembukaan $0,319 USD.

Menariknya, harga Bella Protocol sempat bergerak di kisaran terendah $0,269 sebelum akhirnya bisa mencapai hingga tertinggi $0,675 dalam satu hari penuh.

Volume perdagangan BEL hari ini tercatat signifikan, yaitu 297,46 juta USD, menunjukkan ada lonjakan likuiditas dan perhatian pasar luar biasa terhadap token BEL.

Dibandingkan beberapa hari sebelumnya, ini merupakan kenaikan moderat di tengah volatilitas yang tinggi: sehari sebelumnya (15 Oktober) BEL ditutup pada $0,319 USD (+24,46%) dari harga pembukaan $0,257.

Hal ini mencerminkan bahwa BEL telah bergerak secara aktif di bursa lokal Indonesia, seperti Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Bella Protocol (BEL) Melesat 2,5%: Konsolidasi Lanjutan Setelah Lonjakan

Dinamika & Faktor Pendorong di Balik Kenaikan 16 Oktober

Kenaikan harga BEL pada hari ini tidak muncul tanpa penyebab. Berikut sejumlah faktor yang kemungkinan turut mendorong pergerakan tersebut:

  1. Volatilitas tajam dan aksi spekulatif
    Rentang harga intraday yang sangat lebar (dari $0,269 ke $0,675) menunjukkan bahwa pasar BEL pada hari itu sangat fluktuatif. Trader agresif dan algoritma mungkin memanfaatkan pergerakan ekstrim ini untuk mencari keuntungan cepat.
  2. Volume lonjakan & likuiditas sementara meningkat
    Volume perdagangan sebesar hampir $297 juta menunjukkan bahwa banyak modal masuk ke token BEL. Ini bisa berasal dari investor lokal (misalnya via Tokocrypto) maupun entitas global yang bereaksi terhadap momentum teknis.
  3. Momentum teknis & breakout resistensi
    Sebelum 16 Oktober, BEL telah menunjukkan pola kenaikan signifikan (naik +24,46%). Tren kenaikan ini mungkin berpeluang breakout ke resistensi baru, sehingga memicu gelombang beli tambahan.
  4. Media, hype, dan sentimen pasar
    Lonjakan harga amat menarik perhatian komunitas kripto. Publikasi, diskusi di media sosial, dan sorotan pasar lokal Indonesia terhadap BEL bisa memicu FOMO (fear of missing out) yang memperkuat momentum harian.
  5. Potensi listing dan adopsi lokal
    Jika BEL aktif diperdagangkan di Tokocrypto, maka investor di Indonesia bisa lebih mudah mengaksesnya. Listing lokal seringkali mendorong volume lebih tinggi di pasar domestik, yang secara keseluruhan turut mengangkat harga.

Tantangan & Risiko Setelah Reli

Namun, kenaikan yang spektakuler ini tentu saja membawa tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan:

  • Koreksi pasca lonjakan
    Ketika harga naik drastis, aksi ambil untung dari investor awal hampir pasti akan muncul. Jika volume turun, harga bisa kembali terkoreksi.
  • Konsentrasi likuiditas & orderbook dangkal
    Token seperti BEL mungkin memiliki orderbook yang tipis di sisi tertentu. Order besar bisa menyebabkan slippage yang signifikan.
  • Support teknis yang harus dijaga
    Area kisaran $0,269 hingga $0,300 bisa berperan sebagai support penting. Jika harga turun di bawah level tersebut tanpa support kuat, tren negatif dapat berlanjut.
  • Ketergantungan momentum event & hype
    Reli sangat mungkin dipicu oleh kombinasi event internal proyek, listing lokal, atau sorotan media. Namun bila tak ada kelanjutan yang konkret (pengembangan, kemitraan), minat pasar bisa surut.
  • Volatilitas ekstrim
    Range intraday yang sangat lebar memperlihatkan bahwa BEL rentan terhadap pergerakan ekstrim. Bagi investor dengan toleransi rendah, risiko kerugian besar dalam waktu singkat tetap tinggi.

Apa yang Bisa Diperhatikan Investor ke Depan

  • Pantau volume & aktivitas orderbook
    Lonjakan volume mendadak bisa jadi sinyal bahwa momentum akan berlanjut — tetapi jika volume kembali lesu, bisa jadi petunjuk pembalikan.
  • Perhatikan pengumuman proyek & roadmap
    Apabila tim Bella mengumumkan listing baru, integrasi, fitur DeFi tambahan atau kolaborasi strategis, itu bisa menjadi katalis harga jangka menengah.
  • Gunakan stop-loss & target realistis
    Mengingat volatilitas tinggi, strategi manajemen risiko (stop-loss, skala target) sangat penting untuk menghindari kerugian besar.
  • Analisis teknis lanjutan
    Perhatikan level support/resistance baru yang terbentuk setelah lonjakan, serta indikator seperti RSI, MACD, atau Bollinger Bands untuk mendeteksi overbought atau oversold.

Baca Juga: Crypto Whale Borong 3 Altcoin untuk Potensi Cuan di Pekan Kedua Oktober 2025

Pada hari ini, Bella Protocol (BEL) tampil dengan sangat menonjol dengan harga penutupan di $0,327 USD, atau naik +2,50%, dan volume perdagangan besar mencapai $297 juta.

Reli ini didukung oleh lonjakan likuiditas, momentum teknis, dan sorotan pasar, termasuk akses perdagangan lokal melalui platform seperti Tokocrypto.

Namun, reli ekstrem juga membawa risiko koreksi, khususnya untuk token dengan pasar orderbook tipis dan volatilitas tinggi.

Keberlanjutan kenaikan BEL akan sangat tergantung pada akselerasi fundamental proyek, pengembangan utilitas, dan likuiditas yang tetap kuat dalam jangka menengah.

Bagi investor dan trader, 16 Oktober menjadi momentum penting untuk menajamkan strategi, memonitor support/resistance, dan membatasi risiko melalui manajemen posisi yang cermat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkoreksi ke $4,002: Sinyal Konsolidasi Sebelum Rebound?

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan tren koreksi dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terkini, harga ETH berada di level $4,002.33 per ETH, mencatat penurunan sebesar -2.81% dalam satu hari.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $483.08 miliar USD dan volume perdagangan harian mencapai $47.18 miliar, Ethereum tetap mempertahankan dominasinya di posisi ke-2 aset kripto terpopuler di dunia, meskipun pasar sedang mengalami tekanan moderat.

Dalam periode 24 jam terakhir, harga ETH bergerak di kisaran terendah $3,935.16 hingga tertinggi $4,213.86, menandakan volatilitas yang cukup signifikan di tengah aktivitas pasar global yang meningkat.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Koreksi ke $4.096, Pasar Masuki Fase Konsolidasi

Tekanan Mingguan dan Pelemahan Bulanan

Penurunan Ethereum tidak hanya terjadi dalam jangka harian. Jika dilihat secara historis, data menunjukkan tren pelemahan yang konsisten dalam beberapa minggu terakhir:

Periode Perubahan Harga Persentase
Hari ini -$114.00 -2.77%
30 hari -$522.78 -11.55%
60 hari -$487.19 -10.85%
90 hari +$371.24 +10.22%

Meski dalam jangka tiga bulan ETH masih mencatatkan kenaikan positif sebesar 10.22%, penurunan bulanan yang cukup tajam mengindikasikan fase konsolidasi atau akumulasi di kalangan investor besar (whales) dan institusi.

Selain itu, penurunan 9.98% dalam tujuh hari terakhir memperlihatkan tekanan jual yang kuat, kemungkinan dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli besar pada kuartal sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar Tetap Kuat, Fundamental Masih Solid

Walau harga terkoreksi, fundamental Ethereum tetap kokoh. Dengan total sirkulasi pasokan 120.70 juta ETH, ekosistem Ethereum masih menjadi pusat aktivitas untuk berbagai proyek DeFi, NFT, dan smart contract.

Sementara itu, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) berada di level yang sama, yakni sekitar $483.40 miliar USD, menandakan tidak adanya ekspansi pasokan yang signifikan dalam jangka pendek.

Hal ini menjadi indikasi bahwa pergerakan harga ETH lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar global ketimbang faktor teknis dalam jaringan Ethereum sendiri.

Apakah Ini Saatnya Beli atau Tunggu Rebound?

Bagi trader dan investor, koreksi harga seperti ini sering dianggap sebagai peluang akumulasi menjelang potensi rebound.

Mengingat harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Ethereum masih berada di kisaran $4,953.73, ETH kini berada sekitar -19% di bawah rekor puncaknya.

Jika dukungan kuat di level $3,900 mampu bertahan, analis memperkirakan ETH berpotensi melakukan pantulan teknikal menuju kisaran $4,200–$4,400 dalam beberapa hari mendatang.

Namun, bila tekanan jual berlanjut dan harga menembus support tersebut, ETH bisa turun lebih jauh ke zona $3,800–$3,700, yang menjadi area minat beli berikutnya bagi pelaku pasar.

Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

Ethereum Masih dalam Jalur Jangka Panjang Positif

Meski mengalami penurunan harian dan mingguan, namun prospek jangka panjang Ethereum tetap menjanjikan.

Ekosistem yang kuat, dukungan dari pengembang, serta potensi peningkatan adopsi dari sektor institusional menjadi pondasi kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.

Dalam konteks makro, koreksi harga saat ini bisa dilihat sebagai fase sehat dalam siklus pasar kripto, sebelum Ethereum kembali menguji level psikologis $4,500 hingga mendekati rekor tertingginya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com