Tag Archives: kripto

Bitcoin Terkoreksi ke US$66.000, INDODAX Sebut Fase Konsolidasi Bitcoin Sebagai Siklus Wajar

Jakarta, 19 Februari 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir menyusul rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pejabat bank sentral AS. Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin terkoreksi sebesar -1,25% ke kisaran US$66.450 (setara Rp1,11 miliar). Menurunnya harapan akan adanya pelonggaran suku bunga global dalam waktu dekat ini secara langsung mendorong indeks sentimen pasar kripto anjlok ke level “Extreme Fear”.

Notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, pasar merespons negatif adanya perbedaan pandangan terkait langkah The Fed selanjutnya. Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten, sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda.

Sikap higher for longer yang masih membayangi ini memberikan tekanan pada likuiditas global, tercermin dari penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,7 berdampak langsung pada terkoreksinya instrumen aset berisiko. Hal ini memicu aksi jual yang membuat total kapitalisasi pasar kripto ikut menyusut. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini bersikap pesimistis, dengan probabilitas kurang dari 50% untuk pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum pertemuan bulan Juni mendatang.

Menanggapi dinamika global ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengungkapkan bahwa fondasi Bitcoin saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat terjaga di tengah fase konsolidasi. 

“Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah US$67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” ujar Antony.

Lebih lanjut, Antony menyoroti kaitan kondisi global ini dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) terkait BI Rate yang saat ini berada di 4,75%, – 5,5% dinilai akan menentukan arah likuiditas investor domestik.

“Langkah Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tentu memberikan kepastian bagi perekonomian domestik. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, investor kripto tidak perlu panik. Justru, kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang yang tangguh. Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” tambah Antony.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar dan mengimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang ketat. Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

INDODAX Raih Fortune Indonesia Change the World 2025 atas Komitmen Edukasi dan Pengembangan Ekosistem Kripto

Jakarta, 13 Februari 2026 – Fortune Indonesia merilis daftar 40 tokoh paling berpengaruh di bawah 40 tahun (Fortune 40 Under 40) edisi 2026 yang menampilkan deretan figur berpengaruh dari berbagai sektor industri. Pada tahun ini, CEO INDODAX, William Sutanto terpilih atas kontribusinya dalam mendorong perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia. 

Memasuki tahun kelima sejak penerbitan pertama pada tahun 2022, edisi kali ini menampilkan tokoh-tokoh dari beragam latar belakang, mulai dari bisnis, olahraga, hiburan, sosial, hingga pemerintahan, yang telah melalui proses kurasi ketat. Kehadiran William dalam daftar tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran industri kripto dalam ekosistem ekonomi digital.

Di bawah kepemimpinannya, INDODAX terus memperkuat posisi sebagai market leader industri kripto Indonesia. Di tengah dinamika pasar, William dinilai mampu menjaga pertumbuhan perusahaan secara konsisten di samping memperkuat ekosistem yang mengedepankan keamanan, kepatuhan regulasi, dan edukasi publik.

“Di industri aset digital, trust adalah fondasi utama. Tanpa kepercayaan, konsumen bisa pergi hanya dalam hitungan menit. Karena itu, setiap tantangan harus dijawab dengan tanggung jawab dan transparansi penuh. Bagi kami, peran INDODAX bukan sekadar tempat titip aset dan transaksi, tetapi menjadi mitra dalam pertumbuhan aset para konsumen. Ketika nasabah merasa aman dan lancar, di situlah keberlanjutan bisnis tercipta,” ujar William dalam acara Fortune Indonesia Summit 2026 di The Westin Jakarta, 12 Februari 2026.

Pencapaian ini menjadi salah satu pembuka jalan bagi INDODAX di tahun 2026, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun industri aset digital yang terpercaya dan memperkuat kredibilitas perusahaan di mata media, investor, regulator, dan pengguna.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa industri kripto dibangun di atas kepercayaan. Di INDODAX, kami percaya bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan transparansi, kepatuhan, dan perlindungan terhadap member. Kepercayaan publik adalah aset terbesar dalam ekosistem aset digital, dan itulah yang terus kami jaga melalui penguatan sistem keamanan, tata kelola yang baik, serta edukasi berkelanjutan,” tambah William. 

Komitmen tersebut sejalan dengan visi INDODAX untuk menjadi exchange  yang aman dan menguntungkan bagi member, perusahaan berkomitmen menempatkan kepentingan dan profitabilitas anggota sebagai dasar setiap kebijakan, menjaga keamanan aset melalui standar perlindungan tertinggi dan tata kelola yang prudent, serta menghadirkan inovasi produk yang memberikan nilai tambah bagi member.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

CEO INDODAX Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia, Industri Kripto Kian Diakui

Jakarta, 13 Februari 2026 – Fortune Indonesia merilis daftar 40 tokoh paling berpengaruh di bawah 40 tahun (Fortune 40 Under 40) edisi 2026 yang menampilkan deretan figur berpengaruh dari berbagai sektor industri. Pada tahun ini, CEO INDODAX, William Sutanto terpilih atas kontribusinya dalam mendorong perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia. 

Memasuki tahun kelima sejak penerbitan pertama pada tahun 2022, edisi kali ini menampilkan tokoh-tokoh dari beragam latar belakang, mulai dari bisnis, olahraga, hiburan, sosial, hingga pemerintahan, yang telah melalui proses kurasi ketat. Kehadiran William dalam daftar tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran industri kripto dalam ekosistem ekonomi digital.

Di bawah kepemimpinannya, INDODAX terus memperkuat posisi sebagai market leader industri kripto Indonesia. Di tengah dinamika pasar, William dinilai mampu menjaga pertumbuhan perusahaan secara konsisten di samping memperkuat ekosistem yang mengedepankan keamanan, kepatuhan regulasi, dan edukasi publik.

“Di industri aset digital, trust adalah fondasi utama. Tanpa kepercayaan, konsumen bisa pergi hanya dalam hitungan menit. Karena itu, setiap tantangan harus dijawab dengan tanggung jawab dan transparansi penuh. Bagi kami, peran INDODAX bukan sekadar tempat titip aset dan transaksi, tetapi menjadi mitra dalam pertumbuhan aset para konsumen. Ketika nasabah merasa aman dan lancar, di situlah keberlanjutan bisnis tercipta,” ujar William dalam acara Fortune Indonesia Summit 2026 di The Westin Jakarta, 12 Februari 2026.

Pencapaian ini menjadi salah satu pembuka jalan bagi INDODAX di tahun 2026, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun industri aset digital yang terpercaya dan memperkuat kredibilitas perusahaan di mata media, investor, regulator, dan pengguna.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa industri kripto dibangun di atas kepercayaan. Di INDODAX, kami percaya bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan transparansi, kepatuhan, dan perlindungan terhadap member. Kepercayaan publik adalah aset terbesar dalam ekosistem aset digital, dan itulah yang terus kami jaga melalui penguatan sistem keamanan, tata kelola yang baik, serta edukasi berkelanjutan,” tambah William. 

Komitmen tersebut sejalan dengan visi INDODAX untuk menjadi exchange  yang aman dan menguntungkan bagi member, perusahaan berkomitmen menempatkan kepentingan dan profitabilitas anggota sebagai dasar setiap kebijakan, menjaga keamanan aset melalui standar perlindungan tertinggi dan tata kelola yang prudent, serta menghadirkan inovasi produk yang memberikan nilai tambah bagi member.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Investor Kripto Capai 20,19 Juta, INDODAX: Perkuat Transparansi Lewat PoR

Jakarta, 12 Februari 2026 – Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2026 mencatat jumlah investor kripto di Indonesia sudah mencapai 20,19 juta orang, hal ini menandakan adopsi aset digital yang semakin meluas dan inklusif di masyarakat. Secara akumulatif, OJK membukukan total nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp482,23 triliun di sepanjang 2025. Tren positif ini berlanjut hingga awal tahun 2026, per Januari, nilai transaksi kripto nasional tercatat sebesar Rp29,24 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, INDODAX sebagai pionir crypto exchange Indonesia mencatat total volume transaksi sebesar Rp201 triliun selama tahun 2025, ditambah dengan Rp11,3 triliun pada bulan Januari 2026 dari 9,7 juta total pengguna menjadikan INDODAX sebagai yang terdepan. 

Vice President INDODAX, Antony Kusuma menyatakan bahwa pertumbuhan ini adalah bukti atas kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap aset digital. 

“Pencapaian 20,19 juta investor ini adalah sinyal kuat bahwa kripto telah diterima sebagai instrumen investasi populer. Sejalan dengan itu, volume transaksi yang menembus Rp201 triliun sepanjang tahun 2025, membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap INDODAX. Likuiditas yang memadai menjadi faktor investor merasa aman bertransaksi, ditambah status INDODAX sebagai perusahaan yang beroperasi di bawah pengawasan OJK yang menjunjung tinggi transparansi. Kombinasi ini yang membuat INDODAX terus dipercaya oleh investor kripto,” ujar Antony.

“Regulasi dari OJK memberikan kami fondasi kuat untuk menyediakan lingkungan investasi yang aman dan tepercaya. Kepatuhan pada aturan adalah prioritas kami untuk memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga,” tambah Antony.

Sebagai bagian dari penguatan kepercayaan publik, INDODAX juga menerapkan publikasi Proof of Reserve (PoR) berbasis on-chain, yang memungkinkan verifikasi cadangan aset secara transparan. Informasi cadangan aset tersebut dapat diakses publik melalui halaman profil INDODAX di platform CoinMarketCap. Berdasarkan pembaruan data per 12 Februari 2026, total nilai aset yang tercatat dalam Proof of Reserve INDODAX mencapai sekitar Rp9,3 triliun dan dapat diverifikasi secara publik. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga akuntabilitas serta memberikan visibilitas kepada pengguna atas pengelolaan aset.

Guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, INDODAX terus menjalankan program literasi keuangan digital lewat INDODAX Academy. Inisiatif ini memastikan agar pertumbuhan jumlah pengguna dibarengi dengan pemahaman risiko dan menghadapi volatilitas pasar kripto melalui pendekatan yang relevan dan mudah dipahami.

Dengan fundamental yang kokoh dan dukungan regulasi yang makin matang, INDODAX optimis bahwa industri kripto Indonesia akan terus tumbuh dan memberi kontribusi positif bagi ekonomi digital nasional ke depan.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,7 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Midnight Gelar Edukasi Komunitas Jelang Peluncuran Produk Baru

Tim pengembang Midnight mengadakan sesi livestream bertajuk “Fireside Dev Hang” guna membahas simulasi Midnight City, pembaruan ekosistem, serta panduan dokumentasi terbaru bagi developer dan komunitas.

Acara ini digelar sebagai bagian dari upaya membangun ekspektasi publik menjelang peluncuran produk masa depan.

Dalam industri kripto, sesi diskusi pengembang seperti ini sering menjadi ajang transparansi sekaligus strategi komunikasi untuk menjaga antusiasme komunitas.

Namun, apakah acara ini cukup kuat untuk menggerakkan harga token NIGHT?

Baca Juga: X Spaces BAT x Midnight Network Mythical: Perkenalan Brave Games

Fokus pada Simulasi Midnight City dan Dokumentasi Developer

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal, Salah satu agenda utama dalam livestream tersebut adalah pembahasan simulasi “Midnight City”, yang disebut sebagai gambaran ekosistem atau lingkungan aplikasi yang sedang dikembangkan.

Selain itu, tim juga memperkenalkan pembaruan dokumentasi teknis untuk membantu developer memahami infrastruktur dan integrasi jaringan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Midnight sedang berada dalam fase penguatan fondasi teknis dan edukasi komunitas.

Penyediaan dokumentasi terbaru menjadi faktor penting untuk mendorong partisipasi developer, yang pada akhirnya berperan dalam memperluas adopsi jaringan.

Di sektor blockchain, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh hype peluncuran, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan ekosistem pengembang.

Lebih ke Edukasi dan Branding, Bukan Katalis Harga

Meski demikian, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa acara ini belum dapat dikategorikan sebagai katalis harga yang dapat diperdagangkan (tradeable catalyst).

“Acara ini lebih bersifat edukasi komunitas dan pemasaran daripada penggerak harga (tradeable catalyst). Investor mungkin mencari petunjuk tersirat mengenai tanggal peluncuran mainnet atau airdrop, namun tanpa pengumuman resmi, volatilitas token NIGHT diprediksi akan tetap rendah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tanpa pengumuman konkret seperti tanggal mainnet atau detail distribusi token, pasar cenderung merespons secara netral.

Dalam banyak kasus, token kripto baru mengalami lonjakan signifikan ketika ada kepastian peluncuran produk atau airdrop yang dapat menarik arus spekulatif.

Ekspektasi Komunitas dan Spekulasi Tersirat

Meski tidak ada pengumuman resmi terkait mainnet atau airdrop, investor biasanya tetap memantau acara seperti ini untuk mencari “kode” atau sinyal tersirat dari tim pengembang.

Beberapa hal yang kemungkinan menjadi perhatian komunitas antara lain indikasi timeline peluncuran mainnet, potensi snapshot atau airdrop, roadmap kuartal berikutnya, atau kolaborasi strategis yang sedang dijajaki.

Jika tidak ada konfirmasi eksplisit, maka sentimen pasar cenderung bergerak stabil dengan volatilitas rendah.

Bangun Fondasi Sebelum Peluncuran

Pendekatan yang diambil Midnight mencerminkan strategi bertahap: memperkuat dokumentasi, membangun simulasi ekosistem, serta memastikan kesiapan komunitas sebelum peluncuran besar.

Model ini sering digunakan oleh proyek blockchain yang ingin menghindari lonjakan spekulatif berlebihan sebelum infrastruktur benar-benar siap.

Dengan kata lain, Midnight tampaknya lebih fokus pada pembangunan berkelanjutan dibanding menciptakan hype jangka pendek.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 31 Desember 2025: Rebound Jelang Akhir Tahun!

Sentimen Positif, Tapi Harga Tetap Stabil

Livestream “Fireside Dev Hang” dari Midnight merupakan langkah penting dalam menjaga komunikasi dan transparansi kepada komunitas.

Fokus pada simulasi Midnight City dan pembaruan dokumentasi menunjukkan kesiapan teknis yang semakin matang.

Namun, tanpa pengumuman resmi terkait mainnet atau airdrop, dampak terhadap harga token NIGHT diperkirakan terbatas.

Bagi investor, acara ini lebih relevan sebagai indikator progres pengembangan daripada peluang trading jangka pendek. Volatilitas NIGHT kemungkinan tetap rendah hingga ada katalis yang lebih konkret.

Ke depan, pasar akan menunggu konfirmasi resmi mengenai peluncuran produk utama sebagai pemicu pergerakan harga yang lebih signifikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

Negara bagian Indiana resmi mengirimkan RUU HB1042 kepada Gubernur untuk disahkan menjadi undang-undang.

Regulasi ini dinilai sebagai salah satu kebijakan paling progresif di Amerika Serikat karena memberikan perlindungan luas terhadap hak pengguna kripto sekaligus membuka akses investasi aset digital dalam dana pensiun publik.

RUU Pro-Kripto tersebut mencakup tiga poin utama: pelarangan pajak diskriminatif terhadap kripto, perlindungan hak self-custody dan mining, serta kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menawarkan opsi investasi kripto.

Jika disahkan, Indiana berpotensi menjadi pionir dalam integrasi aset digital ke sistem keuangan publik di tingkat negara bagian.

Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

Larangan Pajak Diskriminatif Jadi Sorotan

Salah satu pasal terpenting dalam HB1042 adalah larangan penerapan pajak yang lebih tinggi terhadap aset kripto dibandingkan instrumen tradisional seperti saham atau obligasi.

Artinya, negara tidak boleh “mendiskriminasi” aset digital dari sisi beban fiskal. Kebijakan ini memberi kepastian hukum bagi investor ritel maupun institusi.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketidakjelasan pajak menjadi salah satu hambatan utama dalam adopsi kripto secara luas.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai terobosan besar bagi investor.

“Indiana jadi pionir di AS yang mewajibkan opsi kripto masuk ke dana pensiun publik. Ban terhadap pajak diskriminatif adalah kemenangan besar buat retail—aset digital lo nggak boleh diperas lebih tinggi dari aset tradisional,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pendapat tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesetaraan perlakuan pajak untuk menciptakan ekosistem investasi yang adil.

Self-Custody dan Mining Dilindungi

Selain pajak, Cointelegraph melaporkan bahwa RUU ini juga menegaskan perlindungan terhadap hak self-custody, yakni hak individu untuk menyimpan dan mengelola aset digitalnya sendiri tanpa perantara pihak ketiga.

Isu ini menjadi semakin relevan setelah sejumlah platform kripto global mengalami kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan perlindungan hukum, warga Indiana tetap memiliki kebebasan penuh atas kendali aset digital mereka.

Tak hanya itu, aktivitas mining juga mendapat jaminan hukum. Pemerintah negara bagian tidak dapat melarang atau membatasi kegiatan penambangan kripto secara sewenang-wenang, selama tetap mematuhi regulasi energi dan lingkungan yang berlaku.

Langkah ini berpotensi menarik investasi infrastruktur blockchain dan pusat data ke Indiana.

Opsi Kripto di Dana Pensiun Publik

Poin paling revolusioner dari HB1042 adalah kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menyediakan opsi investasi kripto. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu yang pertama di AS.

Integrasi aset digital dalam portofolio dana pensiun publik memiliki dampak besar:

  • Meningkatkan legitimasi kripto sebagai kelas aset
  • Mendorong partisipasi institusional
  • Membuka arus modal jangka panjang ke pasar kripto

Dana pensiun umumnya berorientasi jangka panjang dan konservatif.

Masuknya kripto dalam skema ini menjadi sinyal bahwa aset digital semakin diterima dalam sistem keuangan arus utama.

Potensi Dampak Nasional

Langkah Indiana dapat menjadi preseden bagi negara bagian lain di AS.

Regulasi pro-kripto yang jelas dan tegas berpotensi memicu efek domino di tengah persaingan antarnegara bagian untuk menarik inovasi dan investasi teknologi.

Jika Gubernur menandatangani HB1042, Indiana akan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kebijakan kripto paling progresif di Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

RUU HB1042 menandai babak baru regulasi kripto di Indiana.

Dengan melarang pajak diskriminatif, melindungi hak self-custody dan mining, serta mewajibkan opsi investasi kripto dalam dana pensiun publik, negara bagian ini menunjukkan dukungan kuat terhadap ekosistem aset digital.

Kini, perhatian tertuju pada keputusan Gubernur. Jika disahkan, kebijakan ini bisa menjadi model regulasi kripto tingkat negara bagian dan mempercepat adopsi aset digital secara nasional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat 2,18% dalam 24 jam terakhir ke level $67.141 per koin, menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (1/3).

Kenaikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang melonjak ke $47,82 miliar, menunjukkan peningkatan aktivitas pasar setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,34 triliun dan suplai beredar 20 juta BTC (sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta), Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar global.

Namun, apakah kenaikan ini menandai awal pembalikan tren, atau hanya relief rally dalam fase koreksi menengah?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Pergerakan Harga 24 Jam: Volatilitas Tinggi

Dalam perdagangan harian, BTC bergerak di rentang yang cukup lebar, yakni $63.062 (terendah) dan $68.162 (tertinggi).

Rentang lebih dari $5.000 ini mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.

Meski harga saat ini berada dekat area atas rentang harian, indikator jangka sangat pendek menunjukkan fluktuasi masih aktif, dengan perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,94%.

Sementara itu, dalam 7 hari terakhir, BTC masih turun 1,37%, menandakan pemulihan belum sepenuhnya menghapus tekanan sebelumnya.

Tren 30–90 Hari: Koreksi Masih Terlihat

Secara historis, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah:

  • 30 hari: turun 19,10%
  • 60 hari: turun 24,09%
  • 90 hari: turun 21,97%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi rebound harian, struktur tren jangka menengah masih belum sepenuhnya bullish.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga saat ini masih terkoreksi sekitar 46–47%.

Namun, dalam siklus kripto, retracement 20–40% bukanlah hal yang tidak biasa sebelum tren naik berlanjut.

Likuiditas dan Struktur Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai hampir $48 miliar menandakan likuiditas pasar masih sangat kuat.

Lonjakan volume bersamaan dengan kenaikan harga biasanya menjadi indikasi partisipasi pasar yang lebih sehat dibanding kenaikan tipis dengan volume rendah.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat di $1,40 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai 21 juta BTC telah beredar.

Dengan dominasi pasar yang tetap tinggi, Bitcoin masih menjadi acuan utama arah pergerakan altcoin.

Analisis Teknikal: Level Kunci BTC

🔹 Support Penting

  • $63.000 – $64.000
    Area ini menjadi fondasi kuat dalam pergerakan 24 jam terakhir. Jika ditembus, potensi penurunan lanjutan ke $60.000 bisa terbuka.

🔹 Resistance Terdekat

  • $68.000 – $70.000
    Area psikologis krusial yang harus ditembus untuk mengonfirmasi momentum bullish jangka pendek.

Jika BTC mampu menembus $70.000 dengan volume tinggi dan bertahan di atasnya, potensi pembalikan tren jangka menengah akan semakin besar.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area $67.000 dapat memicu tekanan jual ulang.

Sinyal Awal Bullish?

Rebound 2,18% dalam 24 jam bisa menjadi tanda awal akumulasi, terutama jika didukung oleh peningkatan volume dan sentimen risiko yang membaik di pasar global.

Namun, trader jangka pendek tetap perlu waspada karena volatilitas intraday masih tinggi. Pergerakan harga Bitcoin sering kali disertai koreksi cepat sebelum arah tren lebih jelas terbentuk.

Untuk investor jangka panjang, struktur suplai yang hampir mencapai batas maksimum tetap menjadi faktor fundamental kuat yang mendukung narasi kelangkaan (scarcity).

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pemulihan jangka pendek dengan kenaikan 2,18% ke $67.141. Volume besar mendukung reli ini, namun tren 30–90 hari masih mencerminkan fase koreksi.

Outlook jangka pendek:

  • Bullish ringan selama bertahan di atas $64.000
  • Breakout di atas $70.000 diperlukan untuk konfirmasi tren naik
  • Waspadai volatilitas tinggi dalam beberapa sesi ke depan

Pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan membangun basis harga baru di atas $67.000, atau kembali terseret dalam pola konsolidasi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

Harga Pi Network (PI) tercatat turun tipis 0,327% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (1/3).

Penurunan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang justru menguat 2,7%, sementara Bitcoin (BTC) naik 2,53% pada periode yang sama.

Pergerakan ini menunjukkan adanya decoupling atau pelepasan korelasi antara PI dan sentimen pasar secara umum.

Di saat mayoritas aset kripto menikmati dorongan positif, PI justru bergerak stagnan hingga cenderung melemah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

Minim Katalis Jadi Faktor Utama

Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang dapat mendorong minat beli terhadap PI.

Tidak ada pengumuman proyek baru, kemitraan strategis, maupun pembaruan teknis yang signifikan dalam periode 24 jam terakhir.

Kondisi ini membuat PI kehilangan momentum, terutama saat pasar secara keseluruhan bergerak naik. Ketika Bitcoin memimpin reli, altcoin biasanya ikut terdorong oleh sentimen risiko yang membaik. Namun dalam kasus ini, PI tidak mampu mengikuti arus.

Artinya, pelemahan PI lebih mencerminkan lemahnya permintaan spesifik terhadap koin tersebut dibandingkan tekanan jual pasar secara luas.

Lonjakan Volume, Tapi Arah Negatif

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, volume perdagangan harian PI justru melonjak 38,8% menjadi sekitar $21 juta. Biasanya, peningkatan volume menjadi indikasi meningkatnya minat pasar.

Namun, dalam konteks harga yang turun, lonjakan volume ini bisa mencerminkan tekanan distribusi atau aksi jual.

Tanpa data tambahan dari pasar derivatif, arus on-chain, atau pergerakan whale, lonjakan volume ini belum cukup untuk mengidentifikasi penyebab pasti.

Namun, kombinasi harga turun dan volume naik sering kali menandakan adanya tekanan jual jangka pendek.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa likuiditas PI masih relatif tipis dan spekulatif.

Dalam pasar dengan kedalaman terbatas, pergerakan harga bisa terjadi cukup cepat dengan tekanan beli atau jual yang tidak terlalu besar.

Analisis Teknikal: Level Kunci $0,17

Dalam jangka pendek, level $0,17 menjadi area support krusial bagi PI.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini dengan volume stabil, potensi konsolidasi atau stabilisasi harga terbuka.

Namun, jika terjadi penembusan dan penutupan harga harian di bawah $0,17, risiko penurunan menuju area $0,165 semakin besar. Area tersebut merupakan level terendah terbaru yang berpotensi diuji ulang.

Di sisi atas, resistance penting berada di sekitar $0,175. Untuk mengubah bias jangka pendek menjadi bullish, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume yang lebih kuat.

Pengaruh Sentimen Pasar Global

Secara umum, sentimen pasar kripto saat ini masih berada dalam zona “Extreme Fear” berdasarkan indeks Fear & Greed.

Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko, meskipun terjadi kenaikan harga di beberapa aset utama seperti Bitcoin.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.000 dan melanjutkan reli, tekanan turun terhadap PI mungkin dapat terbatas.

Namun, apabila BTC kembali melemah, PI berpotensi mengalami tekanan tambahan mengingat lemahnya momentum internal.

Dengan kata lain, PI saat ini sangat bergantung pada sentimen pasar makro dan belum memiliki katalis mandiri yang cukup kuat untuk mendorong reli signifikan.

Outlook Jangka Pendek: Netral ke Bearish Ringan

Secara keseluruhan, tren PI saat ini dapat dikategorikan netral hingga sedikit bearish.

Ketiadaan katalis, likuiditas tipis, dan pelepasan korelasi dari reli pasar menjadi faktor utama yang menahan pergerakan harga.

Beberapa hal yang perlu dipantau investor:

  • Apakah PI mampu mempertahankan support $0,17
  • Apakah volume tetap tinggi yang mengindikasikan distribusi
  • Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan
  • Potensi pengumuman proyek atau kemitraan baru

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Penurunan tipis Pi Network sebesar 0,32% di tengah reli pasar kripto menunjukkan lemahnya permintaan spesifik terhadap aset ini. Tanpa katalis baru, PI berisiko terus bergerak datar atau bahkan terkoreksi lebih dalam.

Kunci pergerakan selanjutnya berada pada kemampuan mempertahankan level $0,17 dan munculnya minat beli baru yang signifikan.

Jika tekanan jual berlanjut, uji ulang ke $0,165 menjadi skenario yang patut diwaspadai.

Untuk saat ini, PI masih mencari arah dan tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana ETF Masuk US$30 Juta Tertinggi 2,5 Bulan, Tapi Harga SOL Lemah?

Solana ETF mencatat inflow sebesar US$30,86 juta pada 25 Februari. Angka ini menjadi inflow harian tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan terakhir dan mencerminkan peningkatan minat institusional terhadap eksposur SOL melalui instrumen investasi yang teregulasi.

Meski begitu, lonjakan satu hari belum cukup untuk mengonfirmasi tren permintaan yang berkelanjutan. Tanpa aliran dana yang konsisten, dorongan dari ETF berpotensi belum mampu menjadi pemicu breakout harga SOL dalam waktu dekat.

indikator teknikal mengarah ke potensi volatilitas

Di sisi teknikal, Squeeze Momentum Indicator menunjukkan fase “squeeze” yang aktif, kondisi kompresi volatilitas yang sering kali berujung pada pergerakan harga yang lebih tajam ketika tekanan tersebut “lepas”. Namun arah pergerakannya tetap bergantung pada dominasi pembeli atau penjual saat momen pelepasan volatilitas terjadi.

Berbeda dengan sentimen institusional, aktivitas on-chain mengindikasikan sikap lebih defensif dari sebagian pelaku pasar. Sekitar 3,9 juta SOL (setara lebih dari US$298 juta) dilaporkan berpindah ke bursa dalam tiga minggu terakhir.

Perpindahan aset ke bursa kerap dibaca sebagai peningkatan kesiapan likuiditas untuk menjual. Jika arus masuk ke bursa berlanjut, potensi tekanan jual dapat menahan kenaikan harga, sekalipun inflow ETF menunjukkan dukungan dari sisi institusi.

Saat ini SOL bergerak dalam rentang konsolidasi antara support US$77 dan resistance US$88. Beberapa upaya menembus resistance tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan, menandakan pasar masih berada pada fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Skenario Level yang Perlu diPantau

Dilaporkan BeInCrypto, jika SOL mampu menembus dan bertahan di atas US$88, peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target area US$97. Apabila US$97 berhasil dilampaui, level psikologis US$100 berpotensi kembali menjadi fokus, terutama bila tekanan jual dari sisi on-chain mereda dan sentimen pasar kripto lebih luas tetap stabil.

Sebaliknya, bila tekanan jual meningkat dan SOL kembali melemah ke bawah support, fase konsolidasi berisiko berlanjut lebih lama, dengan area US$77 tetap menjadi batas bawah yang krusial.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ada dikotomi antara institusi (via ETF) dan pemain on-chain. Institusi lagi akumulasi, tapi retail/OG malah lagi distribusi.

“Squeeze Momentum Indicator nunjukin volatilitas bakal meledak. Jika tembus $88 jalan ke $100 terbuka, tapi tekanan jual bursa masih jadi penghambat,” jelasnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Target $2.000! Sinyal On-Chain Isyaratkan Bottom Terbentuk

Harga Ethereum (ETH) melonjak sekitar 18% sejak sempat turun di bawah $1.800 pada 6 Februari, dan kini kembali merebut level psikologis $2.000. Pemulihan ini terjadi di tengah lonjakan volatilitas dan sinyal on-chain yang menunjukkan kemungkinan terbentuknya dasar harga makro.

Beberapa indikator utama kini mengarah pada potensi pembalikan tren, selama area support krusial tetap terjaga.

Volatilitas Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

Data dari CryptoQuant menunjukkan volatilitas realisasi 30 hari ETH di Binance melonjak tajam ke 0,97, naik dari 0,37 pada pertengahan Januari. Ini menjadi level tertinggi sejak Maret 2025.

Lonjakan volatilitas seperti ini biasanya menandakan pasar keluar dari fase tenang dan memasuki periode repricing agresif. Secara historis, kondisi serupa kerap mendahului reli signifikan.

Pada akhir Maret hingga awal April 2025, lonjakan volatilitas terjadi ketika ETH membentuk area bottom di kisaran $1.500–$1.700. Setelah itu, harga melonjak 77% ke $2.700 dalam kurang dari 30 hari. Pola serupa juga terlihat pada kuartal IV 2024 sebelum reli 74%.

Jika pola historis kembali terulang, lonjakan volatilitas saat ini bisa menjadi sinyal akhir tren turun dan awal reli multi-bulan.

Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

MVRV Z-Score Masuk Zona Akumulasi

Dilaporkan Cointelegraph, indikator on-chain MVRV Z-Score, yang sering digunakan untuk mengidentifikasi puncak dan dasar pasar, kini turun ke zona akumulasi historis.

Level terbaru sekitar -0,31 mencerminkan kondisi undervalued atau oversold. Terakhir kali MVRV berada di kisaran ini adalah April 2025, setelah koreksi 66%, yang kemudian diikuti reli 258% hingga mencapai $4.950.

Masuknya MVRV ke zona hijau memperkuat narasi bahwa ETH mungkin telah membentuk bottom di bawah $1.800. Dalam jangka pendek, target likuiditas berikutnya berada di area $2.200 hingga $2.500.

Support Multi-Tahun $1.800–$1.900 Tetap Bertahan

Secara teknikal, ETH masih bertahan di atas garis tren naik multi-tahun yang telah menjadi support sejak 2018–2020. Area ini berada di kisaran $1.800–$1.900.

Heatmap distribusi cost basis Glassnode menunjukkan sekitar 2,9 juta ETH terakhir dibeli di zona ini, menjadikannya area pertahanan penting bagi investor.

Pola teknikal saat ini bahkan menyerupai struktur sebelum reli eksplosif 2020–2021. Dalam periode tersebut, setiap kali harga bertahan di atas garis tren naik, reli parabola terjadi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data on-chain ETH berteriak ‘Bottom is In’. Lonjakan volatilitas dibarengi MVRV rendah adalah indikator kuat ETH jenuh jual.

“Jika tren multi-year di $1.800-$1.900 bertahan, sejarah 2020 bisa terulang dan bawa ETH ke kenaikan eksplosif ke target $2.500,” jelasnya,

Level Kunci Berikutnya: $2.100 dan $2.540

Meski sinyal pemulihan menguat, konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan. Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.100, momentum dapat berlanjut menuju rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar $2.540.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan zona $1.800–$1.900 berisiko melemahkan struktur bullish yang mulai terbentuk.

Dengan volatilitas di level tertinggi dalam setahun, MVRV masuk zona akumulasi, dan support multi-tahun bertahan, Ethereum menunjukkan tanda-tanda pembentukan bottom makro. Namun, kelanjutan reli akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support dan menembus resistance kunci dalam beberapa sesi mendatang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com