Tag Archives: kripto

Pasar Kripto Hari Ini 22 Desember 2025: Awal Pekan Rebound Tipis!

Pasar kripto hari ini, Senin (22/12) mengawali pekan dengan rebound tipis, dipimpin altcoin seperti ASR yang melonjak 19%, POLX naik 20%, dan BANK menguat 14%, sementara perhatian investor tertuju pada Bitcoin yang bergerak sensitif di area $90.000 setelah Michael Saylor memberi sinyal potensi akumulasi dan likuiditas di level tersebut dinilai krusial.

Di tengah dinamika pasar, Tokocrypto menghadirkan promo Dadakan Cashback 100% dengan total hadiah hingga Rp20 juta khusus deposit via VA BCA menjelang akhir tahun. Sementara itu, Solana masih berjuang mempertahankan area $125 dengan potensi menuju $160 jika support bertahan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di Awal Pekan yang Rebound Tipis

  • ASR mencatat penguatan harian 19%, harganya naik $1,807.
  • Harga POLX mengalami kenaikan 20%, harga mencapai $0,0569.
  • BANK melonjak 14%, saat ini diperdagangkan di level $0,0429.

Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin di Level $90.000

  • Cuitan Saylor picu spekulasi beli saat BTC dekati $90.000.
  • Likuiditas $90.000 buat pasar waspada pergerakan besar.
  • ETF dan obligasi jaga kuatnya minat institusi.

Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*

Prediksi SOL: Mampukah Bertahan di $125 pada Akhir 2025?

  • Per 19 Desember, SOL fluktuatif di $117,3–$128,8 karena pasar waspada.
  • SOL di $125,9, pulih tipis pasca turun 10% akibat data CPI AS.
  • Target $160 jika support kuat; tembus di bawah $125 picu jatuh ke $100.

Pembeli XRP Jaga Support Kunci, Analis Peringatkan Risiko Jatuh

  • XRP turun 6% ke zona rebound usai tembus rentang harga tahunan.
  • Analis: Tembus level rendah saat ini bisa seret XRP ke MA-200.
  • Sebagian analis optimis akumulasi XRP bakal picu breakout hingga 2026.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

Tom Lee, seorang analis keuangan yang cukup terkenal di Wall Street dan kini ikut berkecimpung di dalam industri kripto dengan menjadi Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. menjadi sorotan di kalangan investor kripto setelah pernyataannya yang membandingkan Ethereum (ETH) dengan momen bersejarah tahun 1971.

Pernyataan ini ia lontarkan di Binance Blockchain Week 2025, di mana Lee menekankan bahwa Ethereum sedang memasuki fase transformasional yang mirip dengan“Nixon Shock”, yakni fase ketika Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar AS ke emas pada 15 Agustus 1971.

Guna memahami maksud Tom Lee tentang  bagaimana kaitan momentum 1971 dengan Ethereum, mari kita bedah latar belakang sejarah pada tahun 1971 yuk!

Maksud dari Ethereum Ethereum Dalam Momentum 1971

Tahun 1971 dikenal sebagai tahun yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods (1944–1971), sebuah mekanisme yang menetapkan bahwa Dolar AS dijamin dapat dikonversi menjadi emas dengan harga tetap, yaitu USD 35 per ons.

Sejak konvertibilitas itu dibatalkan oleh Presiden Richard Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971 (Nixon Shock), Dolar AS yang sebelumnya didukung oleh cadangan emas resmi berubah menjadi mata uang fiat penuh, yakni uang yang nilainya hanya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran inflasi, namun justru membuka pintu bagi Wall Street untuk berinovasi. Institusi keuangan kemudian menciptakan produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen keuangan kompleks guna mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hasilnya adalah ekspansi ekonomi global, pertumbuhan pesat pasar keuangan, serta semakin kokohnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial internasional.

Lee melihat hal yang sama terjadi di Ethereum sekarang, dimana Ethereum bukan dipandang sebagai “emas digital” seperti Bitcoin, melainkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi segala aset.

Tom Lee kemudian membandingkan “Nixon Shock” tahun 1971, dengan  regulasi crypto AS tahun 2025 yang sama-sama berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan menciptakan kekayaan triliunan di pasar tradisional.

Aturan seperti:

  • GENIUS Act: Undang-undang federal pertama yang mengatur stablecoin (kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan USD), dengan aturan cadangan, penerbit, dan pengawasan. Ini meningkatkan legitimasi dan adopsi.
  • Project Crypto SEC: Inisiatif SEC untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang, isinya seperti aturan tentang self-custody, kapan token dianggap sekuritas atau bukan), dan mendorong inovasi seperti tokenisasi saham/obligasi.

Perubahan aturan seperti di atas dipandang mampu memberikan kejelasan regulasi, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong institusi besar yang dulu hanya bermain di Wall Street untuk mulai masuk ke dalam kripto.

Tom Lee melihat potensi hal tersebut dapat memicu “supercycle” di mana Ethereum sebagai proyek smart contract terdepan, dapat diuntungkan sebab Ethereum akan menjadi platform blockchain utama yang banyak digunakan ketika adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) menjadi new normal sama seperti uang fiat setelah era Nixon.

Tokenisasi (RWA) sendiri adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi token digital di blockchain, memungkinkan perdagangan 24/7, likuiditas, dan akses global tanpa intermediary. 

Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di Ethereum, termasuk Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang mendominasi sekitar 70% pasar RWA. 

Ini termasuk tokenisasi saham, obligasi, real estate, dan bahkan dolar AS melalui stablecoins seperti USDT atau USDC. Institusi besar seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di Ethereum, dengan pertumbuhan stablecoins mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan settlement lintas batas.

Lee percaya bahwa kedepannya adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200x. Alasan utamanya adalah adanya regulasi yang mendukung, seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari SEC yang sebelumnya telah dijelaskan di atas, karena dapat memudahkan migrasi aset ke blockchain. 

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Target Harga: Ethereum Bisa Tembus $62.000

Tom Lee memperkirakan ETH bisa mencapai $62.000 dalam beberapa bulan jika rasio ETH/BTC naik ke 0,25 dengan asumsi BTC mencapai $250.000. Jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH bisa ke $12.000.

Saat ini, ETH di sekitar $3.000 dianggap “grossly undervalued” karena telah keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine, perusahaan yang dipimpin Lee sendiri telah mengakumulasi 1,52 juta ETH (sekitar 1,3% suplai total) senilai $6,6 miliar, menjadikannya pemegang treasury ETH terbesar dunia, mereka bertujuan setidaknya menguasai 5% suplai ETH untuk staking dan DeFi.

Secara keseluruhan, apa yang dimaksud Tom Lee dengan Ethereum dalam momentum 1971 adalah momen dimana Ethereum bukan lagi dianggap sebagai altcoin biasa, tapi aset strategis untuk era tokenisasi.

Bagi investor Indonesia, dengan regulasi pemerintah yang mendukung adopsi aset kripto, Ethereum bisa jadi salah satu aset yang dapat kamu pertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio. Selain karena menjadi aset yang konsisten duduk sebagai aset kedua terbesar setelah Bitcoin dari segi kapitalisasi pasar, potensi adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga semakin lebar.

Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki aset kripto Ethereum—di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!

Baca juga: Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sumber:

YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025

Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Monero! 3 Altcoin Privacy Ini Diam-Diam Meledak di Pasar Kripto

Pasar kripto sektor privacy blockchain kembali mencuri perhatian. Sejumlah altcoin yang fokus pada perlindungan data dan anonimitas transaksi mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam 24 jam hingga 7 hari terakhir.

Berdasarkan kapitalisasi pasar, berikut 3 altcoin privacy blockchain teratas yang saat ini mendominasi pasar dikutip CoinMarketCap.

1. Midnight (NIGHT) Pimpin Pasar Privacy Blockchain

Midnight (NIGHT) menjadi aset privacy blockchain dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga NIGHT tercatat di level $0.09097, naik 31.85% dalam 24 jam dan melonjak 33.27% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Midnight mencapai $1,510,794,289 dengan volume perdagangan harian sebesar $5,381,306,557. Jumlah suplai beredar berada di angka 16.6B NIGHT dari total suplai 59.23B NIGHT. Lonjakan volume menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap proyek ini.

2. Humanity Protocol (H) Tembus Lonjakan Mingguan 83%

Di posisi berikutnya ada Humanity Protocol (H) yang mencatat performa paling agresif dalam periode mingguan. Harga token H berada di level $0.1390, naik 23.82% dalam 24 jam dan melonjak tajam 83.15% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar Humanity Protocol kini mencapai $305,912,522 dengan volume transaksi harian sebesar $76,444,118. Total suplai beredar tercatat 2.2B H, menjadikan token ini salah satu proyek privacy blockchain dengan likuiditas kuat di pasar.

3. Keep Network (KEEP) Masih Bertahan di Papan Atas

Keep Network (KEEP) menutup daftar 3 besar privacy blockchain berdasarkan kapitalisasi pasar. Token KEEP diperdagangkan di harga $0.1156, naik 15.14% dalam 24 jam dan 14.12% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Keep Network mencapai $111,970,264 dengan suplai beredar sebanyak 967.78M KEEP. Meski volume harian relatif lebih kecil di angka $9,732, KEEP tetap menunjukkan stabilitas di tengah volatilitas pasar.

Secara keseluruhan, sektor privacy blockchain menunjukkan sinyal kebangkitan dengan lonjakan harga dan volume perdagangan. Midnight, Humanity Protocol, dan Keep Network menjadi bukti bahwa altcoin bertema privasi masih memiliki daya tarik kuat di mata investor kripto.

Baca juga: Update Harga Zcash (ZEC) Terbaru: Lonjakan Harian 16%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

ETF Ripple (XRP) terus mencuri perhatian investor global. Di saat dana berbasis Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) justru mengalami arus keluar, ETF XRP mencatat kinerja konsisten dengan aliran dana masuk sejak pertama kali melantai di Wall Street.

Sudah lebih dari satu bulan sejak ETF spot XRP pertama, Canary Capital’s XRPC, resmi diperdagangkan pada 13 November 2025. Saat debutnya, XRPC langsung mencetak rekor volume perdagangan hampir USD 60 juta dalam sehari. Sejak itu, empat ETF XRP lainnya menyusul, yakni Grayscale GXRP, Bitwise XRP, Franklin Templeton XRPZ, dan 21Shares TOXR.

ETF XRP tetap Lebih Tinggi

Inflow ETF XRP.
Inflow ETF XRP.

Meski permintaan mulai melandai seiring waktu, minat investor terhadap ETF XRP tetap lebih tinggi dibandingkan hampir seluruh ETF kripto spot lainnya. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa selama 25 hari perdagangan berturut-turut, tidak satu pun dari lima ETF XRP tersebut mencatat arus keluar dana. Total net inflow pun melonjak hingga USD 1,07 miliar per penutupan perdagangan Jumat (20/12).

Dilaporkan Crypto Potato, dalam sepekan terakhir saja, kelima ETF tersebut membukukan tambahan dana masuk sebesar USD 82,04 juta. XRPC masih menjadi yang terbesar dengan akumulasi inflow USD 384 juta, disusul GXRP, Bitwise XRP, dan XRPZ. Sementara itu, TOXR mencatat inflow paling kecil sebesar USD 23,05 juta.

Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

Kinerja Kontras dengan ETF Kripto

Kinerja ini kontras dengan ETF kripto utama lainnya. ETF spot Bitcoin hanya mencatat satu hari positif dalam sepekan terakhir dan berakhir dengan arus keluar hampir USD 500 juta. ETF Ethereum bahkan belum mencatat hari hijau sejak 10 Desember, dengan total outflow hampir USD 650 juta dalam satu minggu.

ETF Solana menjadi satu-satunya yang mendekati performa XRP dengan 12 hari berturut-turut mencatat inflow. Namun, total dana masuk mingguan ETF SOL masih berada di bawah ETF XRP, yakni USD 66,56 juta.

Analis menilai daya tarik ETF XRP bukan semata karena statusnya sebagai produk baru di Wall Street. Pasalnya, ETF Dogecoin yang juga tergolong baru hanya menarik inflow sekitar USD 2 juta.

Faktor utama diduga berasal dari kinerja Ripple sepanjang 2025. Perusahaan di balik XRP itu mencatat tahun yang solid dengan berbagai kemitraan strategis, perolehan lisensi, serta aksi akuisisi. Ripple juga telah menyelesaikan gugatan panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) beberapa bulan lalu, yang selama ini menjadi bayang-bayang bagi XRP.

Langkah terbaru Ripple termasuk persetujuan bersyarat dari US Office of the Comptroller of the Currency (USOCC) untuk peluncuran Ripple National Bank Trust, serta kerja sama strategis dengan lembaga keuangan asal Swiss, AMINA Bank. Kombinasi kepastian hukum dan ekspansi bisnis inilah yang dinilai membuat ETF XRP lebih menarik di mata investor dibandingkan produk kripto lainnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Bangkit Lagi? Pola Langka Muncul, Analis Bidik Harga $1,10

Dogecoin (DOGE) menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Meski sempat terpuruk akibat aksi jual agresif dan likuidasi besar-besaran investor jangka pendek, pergerakan harga terbaru mengindikasikan kondisi pasar mulai stabil.

Pada saat penulisan, DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,132, mencatatkan kenaikan sekitar 1,9% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Dilaporkan Coinpaper, sejumlah analis teknikal mencermati bahwa momentum bearish Dogecoin mulai melemah. Beberapa sinyal teknikal penting muncul di berbagai kerangka waktu, memunculkan spekulasi bahwa DOGE berpotensi membentuk pola bullish yang terakhir kali terlihat pada 2021.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Support Kunci Bertahan, Struktur Harga Mulai Berubah

Analis kripto Tony mencatat bahwa DOGE sebelumnya mengalami aksi jual tajam dari level US$0,1360, sebelum turun hingga di bawah US$0,1240. Penurunan tersebut diduga sebagai liquidity sweep karena diikuti oleh pemulihan yang relatif cepat.

Sejak menyentuh level terendah tersebut, harga DOGE membentuk pola higher low di sekitar US$0,1260. Meski kenaikannya belum eksplosif, pola ini menunjukkan adanya minat beli pada level harga yang semakin tinggi, sebuah perubahan signifikan dibandingkan struktur tren turun sebelumnya.

Zona US$0,1280–US$0,1300 kini menjadi area krusial. Jika DOGE mampu merebut kembali area ini, struktur pasar jangka pendek berpotensi berbalik menjadi bullish, dengan target lanjutan di US$0,1350 hingga US$0,1400. Sebaliknya, kegagalan menembus zona tersebut dapat mendorong harga kembali ke area support US$0,1200.

Baca juga: Dogecoin Tertekan! Harga Terancam Ambles ke $0,115, Sinyal Bearish?

Divergensi Bullish Perkuat Peluang Reversal

Analis lain, Trader Tardigrade, mengidentifikasi adanya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam. Saat harga DOGE terus menurun dari atas US$0,1400, RSI justru membentuk higher low. Pola ini kerap muncul menjelang pembalikan arah harga setelah tren turun yang panjang.

Dari sisi volume, tekanan jual dinilai mulai melemah. Gelombang penjualan masih terjadi, namun dengan intensitas yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan tekanan distribusi mulai mereda.

Secara teknikal, penembusan di atas swing high US$0,1320 dapat menjadi konfirmasi awal perubahan momentum. Jika level ini berhasil dilewati, DOGE berpeluang melaju cepat menuju area US$0,1450–US$0,1500. Namun, jika harga justru jatuh di bawah level terendah divergensi, skenario bullish akan gugur dan membuka risiko penurunan ke sekitar US$0,1180.

Sejumlah analis bahkan menyoroti kemunculan pola teknikal jangka panjang yang menyerupai struktur bullish besar seperti pada 2021—periode ketika Dogecoin mencatat reli masif. Meski target US$1,10 masih bersifat spekulatif, sinyal teknikal terbaru membuat pasar mulai kembali melirik potensi kebangkitan koin meme tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL tercatat bergerak di kisaran US$126 dan belum mampu menembus level resistensi penting di US$130.

Kondisi ini membuat arah pergerakan Solana ke depan dinilai sangat bergantung pada perilaku pemegang lama (existing holders), bukan dari masuknya investor baru.

Beberapa Pemegang Solana Menunjukkan Ketahanan

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan adanya sinyal stabilisasi awal. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski masih berada di bawah garis nol, pergerakan naik CMF mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal melambat. Kondisi tersebut sering kali menjadi fase awal sebelum pasar beralih dari outflow ke inflow.

Pelemahan tekanan jual ini menjadi faktor penting bagi peluang pemulihan Solana. Jika pemegang lama tetap mempertahankan asetnya atau mulai melakukan akumulasi, harga SOL berpotensi merespons positif dalam waktu singkat. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh tanpa dukungan permintaan baru.

Di sisi lain, indikator makro jaringan menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat turun signifikan dalam 10 hari terakhir. Data menunjukkan penurunan dari 6,077 juta alamat menjadi 5,390 juta alamat, atau turun sekitar 11,3%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi jaringan dan rendahnya minat spekulatif dari investor baru.

Baca juga: Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

Pemulihan Harga SOL Dimungkinkan

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Minimnya pertumbuhan alamat baru menandakan bahwa pelaku pasar belum melihat insentif jangka pendek yang cukup menarik. Akibatnya, stabilitas harga Solana saat ini sangat bergantung pada kepercayaan dan ketahanan pemegang lama dalam menahan tekanan jual.

Secara teknikal, SOL masih berada di fase konsolidasi. Level US$130 menjadi target terdekat yang harus direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih bullish. Penurunan arus keluar modal meningkatkan peluang terjadinya rebound, namun penembusan resistensi membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

Meski demikian, risiko penurunan tetap terbuka. Jika sentimen pasar kembali memburuk dan tekanan jual meningkat, SOL berpotensi turun menembus support US$123. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga Solana berisiko meluncur ke area US$118. Penurunan ke bawah level ini dapat membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan memperkuat tren pelemahan.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Diramal Melejit Tajam di 2026, Target Harga Tembus $8?

Aset kripto XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memprediksi lonjakan harga signifikan pada 2026. Optimisme ini muncul seiring membaiknya iklim regulasi di Amerika Serikat, berakhirnya sengketa hukum Ripple dengan regulator, serta hadirnya produk ETF berbasis XRP.

Analis Standard Chartered Bank, Geoffrey Kendrick, memperkirakan harga XRP dapat mencapai US$8 pada 2026, atau melonjak sekitar 315% dari level saat ini di kisaran US$1,9 per koin. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya kepastian regulasi dan persetujuan beberapa spot XRP ETF di pasar AS.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan proyeksi agresif tersebut. Sejumlah analis menilai target yang lebih realistis untuk XRP pada 2026 berada di kisaran US$3, atau naik sekitar 58% dari harga saat ini.

Sengketa Hukum Mereda, Regulasi Lebih Ramah

Dilaporkan The Montle Fool, salah satu sentimen positif utama datang dari keputusan Securities and Exchange Commission (SEC) yang resmi menghentikan upaya banding terhadap Ripple. Sebelumnya, SEC menggugat Ripple pada 2020 atas dugaan penjualan XRP sebagai sekuritas ilegal.

Pada 2023, pengadilan AS mengeluarkan putusan terbelah: penjualan XRP ke investor institusi dinilai melanggar hukum, sementara penjualan melalui bursa ke investor ritel dinyatakan tidak melanggar aturan. Dengan dihentikannya banding, hambatan hukum utama XRP dinilai telah berakhir.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang lebih pro-kripto, termasuk pembentukan cadangan aset digital nasional serta penunjukan figur pendukung kripto sebagai pimpinan SEC.

Baca juga: Bukan Bitcoin! XRP Disebut Bisa Jadi Kuda Hitam Kripto 2026

Ambisi Ripple Tantang Dominasi SWIFT

XRP merupakan aset digital utama di jaringan XRP Ledger, yang dirancang untuk mendukung transaksi lintas negara dengan biaya murah dan waktu settlement cepat. Ripple, perusahaan di balik ekosistem ini, menggunakan XRP sebagai aset perantara dalam layanan pembayaran globalnya.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, XRP Ledger dapat menangani sekitar 14% volume transaksi global yang saat ini diproses oleh sistem SWIFT, setara lebih dari US$20 triliun.

Meski demikian, klaim tersebut dinilai terlalu optimistis oleh sebagian pengamat. Pasalnya, penggunaan aset kripto yang volatil sebagai alat transfer dana masih kalah bersaing dengan stablecoin yang nilainya lebih stabil. Bahkan, volume transaksi bulanan XRP tercatat mengalami tren penurunan dalam dua tahun terakhir.

ETF XRP Jadi Katalis Baru

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen positif lainnya datang dari peluncuran spot XRP ETF di Amerika Serikat sejak November lalu. Beberapa produk ETF tersebut dikelola oleh manajer aset besar, termasuk Franklin Templeton, yang masuk dalam jajaran 25 pengelola dana terbesar dunia.

Keberadaan ETF dinilai dapat mendorong adopsi XRP, terutama di kalangan investor institusi dan ritel, karena menghilangkan hambatan teknis seperti penggunaan bursa kripto dan pengelolaan dompet digital. Sebagai perbandingan, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 90% sejak ETF Bitcoin spot disetujui pada awal 2024.

Prospek Masih Diperdebatkan

Meski memiliki sejumlah katalis positif, analis menilai XRP tetap memiliki risiko. Dibandingkan Bitcoin, kepercayaan jangka panjang terhadap XRP dinilai masih lebih rendah, sehingga investor disarankan bersikap selektif dan membatasi porsi investasi.

Saat ini, XRP berada di peringkat lima kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar US$117 miliar. Pergerakan harganya ke depan akan sangat bergantung pada realisasi adopsi institusional dan perkembangan regulasi global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Turun ke $0,206, Tekanan Teknis Likuiditas Tipis

Harga Pi Network (PI) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mencatat penurunan sekitar 2,1% dalam 24 jam terakhir ke level $0,206.

Pelemahan ini membuat PI berkinerja lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang relatif datar dengan kenaikan tipis sekitar 0,05%.

Penurunan harga ini memicu kekhawatiran investor, terutama karena terjadi bersamaan dengan rusaknya level teknikal penting, penurunan tajam likuiditas, serta perubahan sentimen pasar terhadap prospek jangka panjang Pi Network.

Baca Juga: Pi Network (PI) Menguat 3,08%, Terkatrol Upgrade Testnet DEX

Breakdown Teknis Jadi Pemicu Utama

Dari sisi analisa teknikal, Pi Network mengalami breakdown signifikan setelah harga menembus ke bawah level $0,2106, yang sebelumnya berperan sebagai area support kunci sekaligus neckline pola double top.

Kontan saja, penembusan ini langsung memicu aksi jual lanjutan karena banyak trader teknikal menutup posisi mereka.

Saat ini, harga PI diperdagangkan di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. Rata-rata pergerakan sederhana 7 hari berada di sekitar $0,205, sementara EMA 200 hari jauh lebih tinggi di level $0,347, menunjukkan tren jangka panjang yang masih sangat bearish.

Indikator momentum juga memperkuat sinyal pelemahan. Histogram MACD telah berbalik ke zona negatif, menandakan momentum bearish mulai mendominasi.

Sementara itu, RSI di level 43 menunjukkan kondisi netral, yang berarti pasar belum memasuki area jenuh jual dan belum ada sinyal rebound teknikal yang kuat.

Level krusial yang kini menjadi perhatian pasar adalah $0,20. Jika harga ditutup di bawah level ini, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka jalan menuju area terendah tahun ini di sekitar $0,1585.

Likuiditas Tipis Perparah Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Selain faktor teknikal, krisis likuiditas menjadi masalah struktural yang memperburuk pergerakan harga PI.

Volume perdagangan 24 jam anjlok sekitar 42% menjadi hanya $12,3 juta, menghasilkan rasio perputaran (turnover ratio) sekitar 0,7%, sebuah angka yang menandakan pasar sangat tipis.

Dalam kondisi likuiditas rendah seperti ini, bahkan transaksi jual dalam jumlah moderat dapat menyebabkan penurunan harga yang tajam akibat minimnya penyerapan order beli.

Situasi ini membuat pergerakan harga PI menjadi tidak stabil dan mudah terpengaruh oleh aksi jual dari pemain besar.

Volatilitas harga selama 30 hari terakhir yang mencapai -13,5% mencerminkan proses price discovery yang belum sehat dan minimnya kepercayaan pasar.

Sentimen Negatif dan Tekanan Fundamental

Tekanan pada harga PI juga diperparah oleh sejumlah katalis negatif dari sisi sentimen dan fundamental.

Beberapa laporan dan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) menyoroti skeptisisme terhadap utilitas jangka panjang Pi Network jika dibandingkan dengan proyek mapan seperti XRP dan Cardano (ADA).

Selain itu, muncul laporan hukum pada pertengahan Desember terkait gugatan senilai $10 juta terhadap pendiri Pi Network yang dituding melakukan dump token. Meski belum terbukti, isu ini cukup untuk mengguncang kepercayaan investor ritel.

Dari sisi suplai, tekanan juga datang dari unlock sekitar 6,1 juta token PI per hari yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2025.

Pasokan tambahan yang terus mengalir ke pasar ini berpotensi menekan harga jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan yang signifikan.

Perkembangan Teknologi Belum Cukup Angkat Harga

Di sisi positif, Pi Network masih menunjukkan progres pengembangan, termasuk pembaruan Testnet DEX yang dijadwalkan pada 20 Desember.

Namun, pasar tampaknya masih menilai bahwa risiko eksekusi dan ketidakjelasan utilitas nyata lebih dominan dibandingkan potensi jangka panjangnya.

Reaksi harga menunjukkan bahwa investor saat ini lebih fokus pada risiko jangka pendek ketimbang roadmap pengembangan.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik 0,63%, Rebound Teknis di Tengah Tekanan

Ujian Berat di Area $0,20

Penurunan harga Pi Network hari ini merupakan hasil dari kombinasi breakdown teknikal, likuiditas yang sangat tipis, serta sentimen pasar yang memburuk.

Meski masih ada perkembangan dari sisi teknologi, pasar tampaknya telah memasukkan berbagai risiko struktural ke dalam harga.

Level $0,20 kini menjadi titik krusial. Jika PI mampu bertahan di atas area ini, peluang konsolidasi masih terbuka.

Namun, penembusan ke bawah level tersebut berpotensi mempercepat tren turun menuju level terendah tahunan.

Bagi investor dan trader, kondisi Pi Network saat ini menuntut kehati-hatian tinggi, manajemen risiko yang ketat, serta pemantauan ketat terhadap perkembangan fundamental dan likuiditas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

The AI Prophecy (ACT) Melejit 35%, Reli Kuat Token AI

Harga Act I : The AI Prophecy (ACT) hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga ACT berada di level $0,038993 per token, melonjak sekitar 35% secara harian.

Kenaikan ini menjadikan ACT sebagai salah satu token bertema kecerdasan buatan (AI) dengan performa paling agresif dalam beberapa hari terakhir.

Seiring reli harga tersebut, kapitalisasi pasar ACT mencapai sekitar $36,97 juta USD, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sangat tinggi di angka $121,08 juta USD.

Lonjakan volume yang jauh melampaui kapitalisasi pasar menunjukkan minat spekulatif yang sangat kuat dari pelaku pasar.

Baca Juga: Reli Singkat ACT, Harga Act I: The AI Prophecy Naik Lebih dari 25%

Volume Tinggi Jadi Penopang Pergerakan Harga

Salah satu indikator paling menonjol dari pergerakan ACT adalah rasio volume terhadap market cap yang sangat besar.

Volume perdagangan yang mencapai lebih dari tiga kali kapitalisasi pasar menandakan bahwa token ini tengah menjadi sasaran trader jangka pendek yang memanfaatkan volatilitas tinggi.

Namun, kondisi ini juga mencerminkan risiko yang tidak kecil. Volume besar dalam waktu singkat sering kali diikuti oleh koreksi harga jika sentimen pasar berubah atau aksi ambil untung meningkat.

Hal ini tercermin dari penurunan 4,48% dalam satu jam terakhir, yang mengindikasikan mulai munculnya tekanan jual setelah reli cepat.

Pergerakan harga Act I : The AI Prophecy  (ACT/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Act I : The AI Prophecy (ACT/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja ACT dalam Perspektif Waktu

Jika dilihat dari data historis, reli ACT hari ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Dalam 30 hari terakhir, harga ACT telah melonjak sekitar 79,36%, sementara dalam 60 hari, kenaikannya mencapai 78,20%.

Bahkan secara mingguan, ACT mencatat kenaikan impresif sebesar 86,04% dalam tujuh hari terakhir.

Namun, dalam rentang 90 hari, kenaikan ACT relatif terbatas di kisaran 4,68%, yang mengindikasikan bahwa lonjakan besar lebih terkonsentrasi dalam beberapa pekan terakhir.

Pola ini menegaskan bahwa ACT tengah berada dalam fase euforia jangka pendek yang dipicu oleh sentimen kuat terhadap token bertema AI.

Faktor Daya Tarik: Narasi AI dan Momentum Pasar

Narasi kecerdasan buatan masih menjadi salah satu tema paling panas di pasar kripto.

Act I : The AI Prophecy memanfaatkan momentum ini dengan positioning sebagai proyek yang mengusung konsep AI dalam ekosistem blockchain.

Meski detail utilitas dan roadmap proyek masih perlu diamati lebih lanjut, kombinasi antara tema AI dan harga token yang relatif rendah sering kali menjadi magnet bagi investor ritel.

Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 948,24 juta token, ACT menawarkan likuiditas yang cukup besar, namun juga menyimpan potensi tekanan suplai jika minat pasar melemah.

Risiko Volatilitas dan Ketidakpastian Data

Meski performa harga ACT terlihat sangat menarik, investor perlu mencermati sejumlah risiko.

Data historis menunjukkan belum adanya catatan rekor tertinggi (all-time high) yang jelas, sehingga pasar tidak memiliki acuan kuat untuk menentukan level resistensi utama.

Selain itu, tidak adanya batas maksimum pasokan yang ditentukan secara eksplisit membuka kemungkinan risiko dilusi di masa depan, tergantung pada kebijakan tokenomics proyek.

Kondisi ini membuat ACT lebih cocok untuk strategi trading jangka pendek dibandingkan investasi jangka panjang bagi investor konservatif.

Baca Juga: Harga ACT Melonjak 67,81%, Token Ini Tunjukkan Momentum Bullish

ACT Menanjak Tajam, Tapi Risiko Tetap Tinggi

Harga ACT hari ini mencerminkan euforia pasar terhadap token bertema AI, dengan kenaikan harian 35% dan volume perdagangan yang sangat besar.

Kinerja mingguan dan bulanan yang impresif menunjukkan bahwa momentum masih berpihak pada pembeli.

Namun, volatilitas tinggi, rasio volume ekstrem, serta keterbatasan data fundamental menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan. Bagi trader agresif, ACT menawarkan peluang menarik dalam jangka pendek.

Sementara bagi investor jangka panjang, kehati-hatian dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menyikapi reli cepat seperti ini.

Seperti biasa di pasar kripto, lonjakan harga yang cepat sering kali datang dengan risiko koreksi yang sama cepatnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Animecoin (ANIME) Hari Ini Naik 26%, Volume Tembus $258 Juta

Harga Animecoin (ANIME) hari ini kembali mencuri perhatian pelaku pasar kripto setelah mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Minggu (21/12), harga ANIME berada di level $0,007473 per token, naik sekitar 26,77% secara harian.

Kenaikan tajam ini menempatkan ANIME sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik hari ini, sekaligus memicu lonjakan minat dari trader ritel.

Seiring reli harga tersebut, kapitalisasi pasar ANIME meningkat menjadi sekitar $41,39 juta USD, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak drastis hingga $258,58 juta USD.

Angka ini jauh melampaui kapitalisasi pasar, menandakan aktivitas trading yang sangat intens dan dominasi spekulasi jangka pendek.

Baca Juga: Harga Animecoin (ANIME ) Meledak 29%, Jadi Rebutan Wibu Kripto

Volume Perdagangan Melejit, Apa Artinya?

Lonjakan volume perdagangan menjadi indikator utama yang perlu dicermati.

Dengan rasio volume terhadap market cap lebih dari enam kali lipat, pasar ANIME saat ini berada dalam fase high turnover.

Kondisi ini biasanya mencerminkan masuknya banyak trader jangka pendek yang mengejar volatilitas sangat tinggi.

Meski demikian, volume ekstrem juga sering kali menjadi sinyal peringatan. Dalam situasi seperti ini, harga dapat bergerak sangat cepat ke dua arah.

Data menunjukkan ANIME sempat mengalami koreksi kecil sebesar 1,08% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung setelah reli cepat.

Pergerakan harga Animexoin (ANIME/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Animexoin (ANIME/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kinerja Harga dalam Perspektif Waktu

Jika dilihat dalam cakupan waktu yang lebih luas, performa ANIME menunjukkan dinamika yang menarik. Dalam 30 hari terakhir, harga ANIME masih mencatat kenaikan sekitar 20,52%, menunjukkan bahwa reli saat ini bukan sekadar lonjakan sesaat.

Secara mingguan, token ini juga menguat 12,19% dalam tujuh hari terakhir. Namun, gambaran jangka menengah hingga panjang masih mengandung tekanan.

Dalam 60 hari, harga ANIME tercatat turun sekitar 19,96%, dan dalam 90 hari, koreksi bahkan mencapai 50,16%.

Data ini menegaskan bahwa meskipun momentum jangka pendek sangat bullish, tren besar ANIME masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan sebelumnya.

Faktor Pendorong: Narasi Komunitas dan Harga Murah

Salah satu daya tarik utama Animecoin adalah narasi komunitas yang kuat, khususnya di kalangan penggemar budaya anime dan pop culture.

Dalam pasar kripto, narasi sering kali menjadi katalis utama pergerakan harga, terutama untuk token berkapitalisasi menengah seperti ANIME.

Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 5,54 miliar token, harga ANIME yang masih berada di bawah satu sen dolar memberikan persepsi “murah” bagi investor ritel.

Namun, perlu dicatat bahwa ANIME tidak memiliki batas maksimum pasokan yang jelas, sehingga risiko dilusi tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) ANIME saat ini berada di kisaran $74,64 juta USD, hampir dua kali lipat dari market cap beredar.

Hal ini mencerminkan potensi tekanan harga di masa depan jika suplai tambahan masuk ke pasar.

Risiko Volatilitas dan Kehati-hatian Investor

Meski reli ANIME hari ini terlihat sangat atraktif, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama.

Tidak tersedianya data rekor tertinggi (all-time high) yang jelas membuat pasar kekurangan referensi teknikal untuk menentukan area resistensi kuat.

Selain itu, dominasi volume spekulatif membuat pergerakan harga sangat sensitif terhadap perubahan sentimen.

Jika minat trader menurun secara tiba-tiba, koreksi tajam dapat terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga: Animecoin (ANIME) Bangkit di Arbitrum: Kripto Bertema Anime Terbaik

Momentum Kuat, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Harga ANIME hari ini mencerminkan euforia pasar yang kuat, ditopang oleh lonjakan volume perdagangan dan sentimen komunitas yang positif.

Kenaikan hampir 27% dalam sehari menjadi sinyal peluang jangka pendek yang menarik bagi trader aktif.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati mengingat volatilitas ekstrem, struktur suplai yang besar, serta tren jangka menengah yang masih belum sepenuhnya pulih.

Animecoin menawarkan potensi, tetapi juga menyimpan risiko tinggi yang harus dikelola dengan strategi dan disiplin yang matang.

Di pasar kripto, momentum bisa berubah cepat dan ANIME saat ini berada tepat di titik antara peluang besar dan risiko besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com