Tag Archives: whale

Pergerakan Whale Senilai $17,55 Juta Mengguncang Harga Solana (SOL)

Pada awal Mei 2025, pasar kripto dikejutkan oleh aksi seorang investor besar alias whale yang melakukan unstake terhadap 120.197 token Solana (SOL) senilai sekitar $17,55 juta dan mentransfernya ke bursa Binance.

Langkah ini memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual yang signifikan terhadap harga SOL.

Detail Transaksi Whale

Whale tersebut telah mengunci token SOL-nya selama enam bulan dan memperoleh imbalan staking sebesar 3.802 SOL.

Namun, meskipun mendapatkan imbalan tersebut, whale ini mengalami kerugian sebesar $7,8 juta akibat penurunan harga SOL selama periode staking.

Transfer ke Binance sering kali diinterpretasikan sebagai niat untuk menjual, yang dapat menambah tekanan jual di pasar.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Solana Potensi Menguat Seiring Pump.fun Lampaui Ethereum

Dampak terhadap Harga SOL

Pada saat kejadian, harga Solana sempat turun di bawah level dukungan kritis $143,5.

Namun, berkat lonjakan harga Bitcoin sebesar 3%, SOL berhasil pulih dan diperdagangkan di sekitar $147,50, dengan volume perdagangan meningkat 40% dalam 24 jam terakhir.

Analisis Teknikal dan Prospek Harga

Secara teknikal, SOL menunjukkan pola konsolidasi dalam rentang $143,5 hingga $154 selama dua minggu terakhir.

Pola ini sering kali dianggap sebagai fase akumulasi sebelum pergerakan harga selanjutnya.

Jika SOL berhasil menembus di atas $154, ada potensi kenaikan hingga 15% menuju $180. Sebaliknya, jika harga turun di bawah $143,5, SOL mungkin mengalami penurunan lebih lanjut ke sekitar $132.

Sentimen Pasar dan Aktivitas Whale Lainnya

Selain aksi whale ini, terdapat juga laporan tentang whale lain yang mentransfer 494.153 SOL senilai $72 juta ke Coinbase Institutional, yang juga memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual lebih lanjut.

Namun, laporan AMB Crypto pada Kamis (8/5) menyebut bahwa tidak semua aktivitas whale bersifat bearish.

Beberapa whale justru memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi SOL, menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang aset ini.

Baca Juga: Memecoin Solana Menarik Saat Ini, Potensi Persetujuan ETF SOL Spot

Dengan begitu, aksi whale yang melakukan unstake dan mentransfer SOL ke bursa menunjukkan potensi tekanan jual jangka pendek terhadap harga SOL.

Namun, pola konsolidasi harga dan aktivitas akumulasi oleh whale lain memberikan harapan akan stabilitas dan potensi kenaikan harga di masa depan.

Investor disarankan untuk memantau level dukungan dan resistensi kunci serta aktivitas whale untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

Baca Juga: Harga Solana Potensi Menguat Seiring Pump.fun Lampaui Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Pindahkan Bitcoin Senilai $170 Juta, Apa Artinya?

Pasar kripto dikejutkan oleh transfer besar-besaran Bitcoin senilai lebih dari $170 juta. Pergerakan ini terjadi saat pasar tengah mengalami tekanan jual yang meningkat, memicu spekulasi apakah aksi ini merupakan strategi akumulasi di harga diskon, atau sinyal awal dari likuidasi besar-besaran.

Transaksi Besar di Tengah Koreksi Pasar

Dilaporkan AMB Crypto, sebanyak 1.811 BTC berpindah tangan antar dua dompet anonim—transaksi bernilai sekitar $170 juta yang terjadi bersamaan dengan koreksi pasar 1,5%. Harga Bitcoin sendiri turun dari $95.000 menjadi $93.000 dalam waktu singkat, memperburuk kekhawatiran pelaku pasar.

Meskipun transfer besar antar dompet bukan hal baru, waktu pelaksanaannya di tengah penurunan harga membuat pergerakan ini menonjol. Apalagi, transaksi tidak melibatkan pertukaran langsung di bursa, mengindikasikan bahwa ini bukan aksi jual di pasar terbuka, tetapi tetap memberi sinyal penting di tengah kondisi pasar yang rapuh.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Tembus $97.000, Level Tertinggi Sejak Koreksi Februari

Pasar Kripto Melanjutkan Tren Melemah

Aksi whale ini terjadi seiring dengan turunnya total kapitalisasi pasar kripto sebesar 1,5%. Setelah reli yang kuat dari akhir 2024 hingga awal 2025, momentum pasar kini tampak kehilangan tenaga. Kenaikan harga yang sebelumnya mendorong optimisme kini dibayangi oleh ketidakpastian dan volatilitas yang meningkat.

Data on-chain terbaru menunjukkan penurunan tajam dalam minat beli. Delta Volume Spot Bitcoin—indikator selisih antara volume pembelian dan penjualan di bursa—turun ke area negatif, mencerminkan dominasi penjual. Rata-rata pergerakan 7 hari juga memperlihatkan pola bearish yang konsisten.

Puncaknya terjadi pada 30 April, dengan volume jual mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa investor kemungkinan mulai melepas aset di harga tinggi, mengantisipasi koreksi yang lebih dalam.

Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?

Jika tren tekanan jual berlanjut dan tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan beli yang signifikan, harga Bitcoin berisiko turun lebih jauh. Dalam jangka pendek, pasar berpotensi mengalami peningkatan volatilitas, terutama jika lebih banyak whale mengikuti langkah serupa.

Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa transfer besar ini adalah bagian dari strategi akumulasi jangka panjang di tengah diskon harga, terutama oleh institusi atau investor besar yang melihat peluang di balik koreksi.

Baca juga: Tren Bitcoin 5-9 Mei 2025: Minggu Depan TP-TP by Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Altcoin yang Crypto Whale Borong Untuk Oktober, Termasuk ONDO dan SPX

Paruh pertama bulan September terjadi peningkatan dalam aktivitas perdagangan. Banyak aset yang berhasil memanfaatkan membaiknya sentimen. Mayoritas token bahkan naik ke puncak lokal karena menguatnya tekanan beli di seluruh pasar.

Namun, momentum mulai bergeser secara bertahap pada 14 September. Ketika permintaan untuk Bitcoin melemah, tekanan bearish menyebar ke pasar dan meredam sentimen secara keseluruhan. Meskipun terdapat perlambatan, investor besar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kepemilikan mereka atas aset tertentu, memposisikan diri untuk potensi keuntungan di bulan Oktober.

Baca Juga: Whale Akumulasi US$3,8 Miliar, XRP Berpeluang Cetak ATH

Litecoin (LTC)

Pada saat penulisan, koin layer-1 (L1) LTC bergerak di kisaran US$65, turun 5% dalam 30 hari terakhir. Kondisi itu memberikan jendela akumulasi, karena whale sepertinya percaya bahwa pemulihan akan terjadi dalam dalam beberapa minggu mendatang.

Menurut Santiment, whale yang memegang antara 10.000 dan 100.000 token telah mengumpulkan 300.000 LTC yang bernilai sekitar US$31,6 juta selama sebulan terakhir.

Untuk TA token dan update pasar: Ingin lebih banyak wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

LTC Supply Distribution.
Distribusi Pasokan LTC | Sumber: Santiment.

Jika akumulasi ini berlanjut ke bulan-bulan berikutnya, akan mendorong harga koin melewati resistance di US$109,91 dan menuju US$119,47.

LTC Price Analysis
Analisis Harga LTC | Sumber: TradingView.

Di sisi lain, jika bear memperkuat cengkeraman mereka, mereka bisa memaksa penurunan menuju US$98,43.

SPX6900 (SPX)

Meme coin terdesentralisasi SPX adalah altcoin lain yang crypto whale akumulasi untuk potensi keuntungan di bulan Oktober. Nilai altcoin ini turun hampir 15% dalam sebulan terakhir, membuka pintu untuk akumulasi strategis oleh beberapa holder terbesarnya.

Menurut Santiment, alamat yang memegang antara 10 juta dan 100 juta token SPX telah mengumpulkan 23,04 juta koin dalam 10 hari terakhir saja, menunjukkan keyakinan yang meningkat di antara kelompok investor ini.

Distribusi Pasokan SPX | Sumber: Santiment.

Jika tren pembelian ini berlanjut, berpotensi menembus resistance di US$1,0286 dan mendorong harga SPX menuju US$1,2681.

SPX Price Analysis
Analisis Harga SPX | Sumber: TradingView.

Namun, begitu penjualan kembali dimulai, harganya bisa turun ke US$0,8189, level terendah yang terakhir dicapai pada bulan Mei.

Menurut data dari Nansen, whale spot yang memegang token ONDO senilai lebih dari US$1 juta telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 10% selama sebulan terakhir.

Aktivitas Holder ONDO | Sumber: Nansen.

Selama periode yang sama, 100 whale kripto terbesar juga meningkatkan posisi ONDO mereka sebesar 1%, menambah optimisme untuk Oktober yang menguntungkan bagi altcoin ini.

Peningkatan aktivitas oleh holder token besar menunjukkan kepercayaan institusional yang meningkat dan menggambarkan bahwa whale memposisikan diri lebih awal untuk potensi kenaikan.

Jika tren akumulasi berlanjut, harga ONDO bisa naik di atas US$0,8955.

ONDO Price Analysis.
Analisis Harga ONDO | Sumber: TradingView.

Namun, jika permintaan melemah, harga ONDO berisiko turun kembali menuju US$0,8308.

Bagaimana pendapat Anda tentang deret altcoin yang crypto whale borong untuk Oktober ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Abiodun Oladokun
Editor: Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Ethereum kembali membuat heboh setelah sebuah dompet kripto anonim secara tiba-tiba melakukan staking masif sejumlah 269.000 ETH, atau sekitar $2,5 miliar USD, pada tanggal 25 Agustus.

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, seluruh ETH tersebut ditransfer ke satu kontrak staking pada Beacon Chain.

Ini merupakan sebuah langkah yang langsung melampaui jumlah staking milik Ethereum Foundation (~231.000 ETH) dan menjadikan dompet ini salah satu validator tunggal terbesar di jaringan Proof-of-Stake Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Aksi Spekulatif atau Komitmen Jangka Panjang?

Alamat dompet ini diidentifikasi sebagai Hyperunit. Setelah akuisisi ETH besar-besaran, semua dana langsung distake dalam hitungan jam.

Langkah ini menunjukkan sinyal kuat bahwa investor tersebut memiliki horizon investasi jangka panjang dan percaya penuh pada mekanisme yield dari staking Ethereum.

Geser Dominasi Ethereum Foundation

Dengan jumlah stake yang kini lebih besar dari Ethereum Foundation, alamat ini otomatis mengukuhkan posisinya sebagai salah satu validator individual paling dominan di ekosistem Ethereum.

Hal ini menyulut pertanyaan tentang distribusi kekuasaan dan potensi sentralisasi dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake

Dampak Penjelasan
Sentimen Institusional Menguat Langkah ini menegaskan kepercayaan besar terhadap Ethereum, menandai potensi masuknya modal institusional.
Stabilitas Jaringan Besarnya stake ini bisa meningkatkan validitas dan stabilitas jaringan secara keseluruhan—selama tidak terjadi konsentrasi berlebihan.
Pasokan Aktif Menyusut ETH yang distake tidak tersedia untuk trading spot, sehingga pasokan aktif berkurang dan potensi tekanan ke atas pada harga meningkat.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • Konsentrasi Kekuasaan: Jika terlalu banyak ETH dikendalikan oleh pihak tunggal, risiko manipulasi atau lompatan jaringan meningkat, meski PoS memiliki mekanisme slashing sebagai penyeimbang.
  • Identitas yang Misterius: Tanpa transparansi, sulit memahami motif pengelolan dana, apakah murni investasi jangka panjang, treasury, atau strategi pengaruh.
  • Potensi Slavish Dominance: Jika dompet besar ini melakukan exit staking secara bersamaan, bisa menimbulkan tekanan liquidity besar dalam satu waktu.

Dampak Jangka Panjang

  • Harga ETH: Pasokan aktif yang berkurang bisa menambah tekanan bullish, terutama jika aksi serupa terjadi terus.
  • Kepercayaan Pasar: Whale ini bisa dianggap sebagai barometer besar—jika Ethereum layak mendapat kepercayaan besar, mayoritas investor pun kemungkinan mengikuti.
  • Komunitas Ethereum: Kebijakan distribusi validator dan konsensus jangka panjang mungkin direvisi guna menghindari dominasi entitas tertentu.

Baca Juga: Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Secara keseluruhan, aksi staking dengan jumlah masif ini bukan hanya soal nilai moneter, tetapi juga simbol kepercayaan terhadap Ethereum sebagai jaringan keuangan global.

Meski membawa dampak positif seperti stabilitas dan kepercayaan institusional, risiko konsentrasi dan kurangnya transparansi tetap harus diwaspadai oleh komunitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Bitcoin Rela Korbankan BTC Demi Long Ethereum $577 Juta

Pasar kripto kembali bergemuruh setelah terungkap aktivitas mengejutkan dari salah satu dompet Bitcoin (BTC) yang telah lama tidak aktif, yang dikenal sebagai Bitcoin OG.

Dari domisili aset miliaran dolar, sang whale ini mengambil langkah dramatis dengan menjual sebagian besar Bitcoin-nya untuk membuka posisi long Ethereum (ETH) senilai $577 juta.

Siapa Whale Ini dan Apa Aksinya?

Mulanya, dompet Bitcoin ini pertama kali menerima 100.784 BTC (sekitar $642 juta) tujuh tahun lalu.

Setelah lama tertidur, kini whale tersebut melego sebagian besar BTC-nya via Hyperliquid dan sangat agresif membeli Ethereum: membeli 62.914 ETH secara spot (sekitar $267 juta USD) serta membuka posisi long senilai 135.265 ETH (sekitar $577 juta USD).

Lima hingga enam dompet lain juga terkait dengan whale ini, mencerminkan kendali atas lebih dari 83.585 BTC (sekitar $9,42 miliar USD), menjadikannya salah satu pemain paling signifikan di ekosistem.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Arti Langkah Ini bagi Pasar Kripto

Langkah ini tidak sembarangan. Taktik seperti ini menyingkap dinamika institusional yang mulai dominan di pasar.

Posisi short BTC ini mungkin berfungsi sebagai lindung nilai (hedge), tentu saja untuk menjaga keuntungan sambil mengalihkan modal ke ETH, yang dinilai punya potensi lebih kuat dalam jangka pendek hingga menengah.

BTC di Titik Kritis: Sideways Range dan Resistensi Kuat

Grafik 8-jam menunjukkan Bitcoin saat itu sedang berkonsolidasi di kisaran sekitar $112.779 USD, hanya sedikit di atas moving average 200-periode (~$113.498).

BTC gagal menembus zona resistance di sekitar $123.217, dan terus bergerak di bawah EMA 50 dan EMA 100. Ini menandai bias bearish jangka pendek.

Support kunci kini berada di sekitar $112 ribu USD. Jika pecah, harga bisa turun lebih dalam ke $110 ribu USD, sementara dorongan bullish ke atas EMA50 dapat membuka peluang menuju $118–120 ribu USD.

Dampaknya terhadap Ethereum

Pengalihan dana dan spekulasi besar dari whale ini jelas menambah bobot sentimen bullish terhadap Ethereum.

Aksi ini mencerminkan kepercayaan pasar institusi terhadap ETH dibandingkan BTC dalam jangka menengah yang menjadi indikasi adanya ekspektasi atas performa relatif yang lebih baik.

Baca Juga: 10 Token Berbasis Ethereum yang Wajib Dipantau pada Agustus 2025

Strategi, Indikator, dan Momentum

Pergerakan tajam dan strategis ini menandai fase baru dalam ekosistem kripto, di mana aksi dompet besar (whales) bukan hanya soal spekulasi, tetapi bagian dari strategi investasi berlapis.

Jika BTC gagal mempertahankan level kritis, momentum ETH bisa semakin dijaga bahkan diperkuat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun: Whale Hengkang, Sinyal Bahaya?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan signifikan setelah turun sekitar 6% dari rekor tertingginya di kisaran $123.000. Di balik koreksi ini, data on-chain menunjukkan sinyal kekhawatiran yang lebih besar: para whale atau pemegang besar mulai menarik diri dari pasar.

Whale Menyusut, Tekanan Jual Meningkat

Selama 10 hari terakhir, jumlah alamat whale — yaitu dompet yang menyimpan antara 1.000 hingga 10.000 BTC — turun dari 2.037 menjadi 1.982. Penurunan sebesar 2,7% ini merupakan yang paling tajam dalam lebih dari setengah tahun terakhir, menandakan potensi pergeseran kepercayaan dari investor besar.

Harga Bitcoin dan jumlah alamat paus: Glassnode.
Harga Bitcoin dan jumlah alamat paus: Glassnode.

Baca juga: Tren Bitcoin 28 Juli-1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi Adalah Berkah, Kapan Alt Season?

Tak hanya itu, rasio whale ke bursa (exchange whale ratio) juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Rasio ini mengukur seberapa besar volume deposit ke bursa yang berasal dari para whale. Nilai rasio ini meningkat dari 0,5 pada 22 Juli menjadi 0,52 pada 24 Juli — saat harga BTC mulai anjlok. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak whale yang memindahkan aset mereka ke bursa, biasanya sebagai persiapan untuk menjual.

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal institusional yang memicu kekhawatiran adalah laporan bahwa Galaxy Digital mentransfer 10.000 BTC ke bursa, menambah tekanan jual dari kalangan pemain besar.

Sinyal Teknis Tambah Suram: Cross Bearish di Depan Mata

Harga Bitcoin dan Rasio Whale Bursa: Cryptoquant
Harga Bitcoin dan Rasio Whale Bursa: Cryptoquant

Dari sisi teknikal, grafik 4 jam Bitcoin mengonfirmasi kelemahan jangka pendek. BTC baru saja menembus di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 — level support teknikal penting. Lebih jauh, EMA 20 tampak akan melintasi ke bawah EMA 50, membentuk pola “death cross” yang menandakan dominasi penjual jangka pendek.

Jika crossover ini terjadi, tren bearish bisa semakin menguat. EMA 200 pada grafik 4 jam, yang berada di sekitar $113.000, menjadi level support utama berikutnya. Jika tidak mampu bertahan di level tersebut, BTC bisa tertekan lebih dalam.

Target Koreksi: $113.000 Jadi Garis Pertahanan Terakhir?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pada grafik harian, BTC saat ini diperdagangkan di kisaran $115.000, setelah gagal mempertahankan zona $117.000. Jika level $113.000 jebol, target penurunan berikutnya berada di $110.000 dan $107.000 — dua level Fibonacci retracement yang menjadi titik penting dalam pola pergerakan harga.

Namun, semua belum sepenuhnya gelap. Jika BTC mampu kembali menembus $117.000 dan menargetkan rekor sebelumnya di $123.000, maka tekanan jual bisa mereda. Tetapi untuk hal ini terjadi, keterlibatan kembali dari whale dan institusi besar sangat diperlukan.

Saat ini, pasar Bitcoin berada dalam posisi krusial. Koreksi harga, penarikan dana oleh whale, serta sinyal teknikal bearish mengindikasikan potensi tekanan lebih lanjut. Bagi investor ritel, penting untuk memantau level support $113.000 dan pergerakan lebih lanjut dari dompet whale sebagai indikator utama arah pasar selanjutnya.

Baca juga: Menimbang Peluang Harga Bitcoin Meroket Hingga $130.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terancam Koreksi 12%, Holder Ambil Untung?

Harga Bitcoin (BTC) berisiko mengalami koreksi hingga 12% menyusul meningkatnya aksi ambil untung dari pemegang jangka panjang dan aktivitas paus yang mengirim koin ke bursa.

Data dari platform analitik on-chain CryptoQuant menunjukkan Rasio Output Profitabilitas Spent (SOPR) untuk pemegang jangka panjang mencapai 1,96 per 21 Juli 2025. Angka ini menandakan bahwa para investor yang telah memegang BTC lebih dari 155 hari mulai menjual dengan keuntungan hampir dua kali lipat dari harga beli.

Secara historis, lonjakan SOPR kerap mendahului penurunan harga. Tercatat, pada 9 Februari 2025 saat SOPR menyentuh angka 5,77, harga BTC turun lebih dari 12%. Lonjakan SOPR terbaru juga tercatat pada 4 Juli, namun hingga kini belum diikuti oleh koreksi harga yang signifikan.

Indikator Whale Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Selain itu, indikator Whale-to-Exchange Ratio (W2E) juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 16 Juli, rasio ini mencapai 0,649, bersamaan dengan stagnasi harga BTC di level $118.682. Peningkatan rasio tersebut menandakan bahwa paus — pemegang besar BTC — mulai memindahkan aset mereka ke bursa, yang umumnya menjadi sinyal distribusi atau aksi jual.

Dari sisi teknikal, harga BTC saat ini berada di kisaran $117.500, dengan support kuat di level $116.456. Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat membawa harga menuju $107.343 hingga $103.355, yang merupakan retracement Fibonacci dari tren naik sebelumnya.

Namun, jika BTC mampu menembus kembali ke atas $122.086, tekanan koreksi jangka pendek dapat mereda, dan momentum bullish berpeluang kembali terbentuk.

Laporan BeInCrypto, analis memperingatkan bahwa meskipun pasar tampak stabil, tekanan jual dari pemegang jangka panjang dan paus dapat memicu koreksi mendalam dalam waktu dekat.

Baca juga: Dominasi Bitcoin Turun 4 Bulan Terendah, Altseason Tiba?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tertahan Aksi Whale, Akankah Rekor Tertinggi Terwujud?

Bitcoin tengah menghadapi tekanan jual signifikan yang datang dari para “whale” atau pemegang besar, mendorong kekhawatiran akan koreksi jangka pendek sebelum harga kembali melanjutkan tren naiknya.

Pada 17 Juli, lebih dari 50.000 BTC dilaporkan mengalir ke bursa kripto dari dompet-dompet besar yang dikategorikan sebagai whale (1.000–10.000 BTC) dan mega whale (>10.000 BTC). Dengan harga BTC mendekati $120.000, aliran masuk ini setara dengan potensi likuiditas jual lebih dari $6 miliar. Aktivitas ini menjadi arus masuk whale terbesar dalam lebih dari sebulan, mengindikasikan distribusi besar-besaran yang dapat menekan harga dalam waktu dekat.

Sinyal Tekanan Jual dari Whale dan Trader Ritel

Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan serupa sebelumnya terjadi pada 15 Juni dan 7 Juli lalu, yang masing-masing diikuti oleh penurunan harga Bitcoin sebesar 1,7% dan $947. Berdasarkan pola historis, pergerakan whale ke bursa biasanya menandakan tekanan jual dan koreksi jangka pendek.

Selain itu, indikator SOPR (Spent Output Profit Ratio) untuk pemegang jangka pendek juga menunjukkan aktivitas ambil untung. Pada 16 Juli, nilai SOPR mencapai 1,05—level tertinggi dalam lebih dari sebulan—menandakan banyak trader eceran merealisasikan keuntungan. Meskipun indikator ini telah turun ke 1,02, levelnya masih tergolong tinggi, yang memperkuat potensi tekanan harga dalam waktu dekat.

Harga Bitcoin dan arus masuk whale. Sumber: CryptoQuant.
Harga Bitcoin dan arus masuk whale. Sumber: CryptoQuant.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 18 Juli 2025: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Reli!

Harga Bitcoin di Titik Kritis, Potensi Koreksi Hingga 3%

Saat ini, Bitcoin bergerak dalam rentang sempit antara $117.293–$123.203. Meski telah mencetak rekor tertinggi baru di awal Juli, harga BTC hanya naik 2% selama sepekan terakhir, tertinggal dibandingkan reli altcoin yang mencatat kenaikan dua digit.

Data menunjukkan bahwa jika pola arus masuk dari whale pada Juli ini berulang seperti pada pertengahan Juni, harga BTC berisiko mengalami koreksi sebesar 2,5–3%, membawa harga kembali ke kisaran $117.000. Level ini merupakan area support penting yang telah diuji beberapa kali selama bulan Juli. Jika jebol, support selanjutnya berada di sekitar $113.637 berdasarkan analisis Fibonacci.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun, tekanan ini bisa mereda jika arus masuk whale berkurang dan SOPR jangka pendek mendekati 1,00—menandakan pasar mulai stabil. Sebaliknya, jika BTC mampu menembus kembali di atas $123.203, momentum jangka pendek bisa berbalik positif, membuka peluang menuju rekor tertinggi berikutnya.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun, Para Raja Crypto Ramai Terbang ke Abu Dhabi, Ada Apa?

Sejumlah tokoh besar industri kripto dunia ramai-ramai mendatangi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk mencari suntikan dana besar dari investor kaya Timur Tengah. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasar kripto yang melemah selama dua bulan terakhir.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan, para eksekutif kripto tertarik datang setelah beredar kabar bahwa investor besar, termasuk perwakilan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) senilai sekitar US$330 miliar, berada di Abu Dhabi bertepatan dengan penyelenggaraan konferensi kripto. Meski demikian, para investor kelas kakap tersebut disebut sulit dilacak keberadaannya.

Para pemimpin industri kripto diketahui berpindah dari satu konferensi ke konferensi lain, menghadiri jamuan makan malam tertutup, serta berupaya menjalin koneksi dengan kalangan elite dan keluarga kerajaan setempat. UEA sendiri kini semakin dipandang sebagai pusat baru investasi kripto global.

Michael Saylor ke Abu Dhabi

Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2025 Catat Rekor Kehadiran 10.000+ Peserta

Salah satu figur yang terlihat di Abu Dhabi adalah Michael Saylor, pendiri sekaligus Executive Chairman Strategy. Ia hadir dalam ajang Bitcoin MENA Conference. Kepada wartawan, Saylor mengakui harga saham perusahaannya telah turun lebih dari 50 persen sejak pertengahan tahun.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, Saylor mengatakan dirinya mempresentasikan strategi perusahaan kepada ratusan calon investor, termasuk dari sovereign wealth fund. Strategi itu digambarkan sebagai upaya menjadikan Strategy “roket berbahan bakar Bitcoin” dengan visi investasi senilai US$20 triliun. Demi menjangkau para investor tersebut, Saylor menyebut kawasan Teluk sebagai tujuan utama.

Upaya serupa juga dilakukan perusahaan lain. Presiden Metaplanet, operator hotel asal Jepang yang bertransformasi menjadi investor Bitcoin, mengungkapkan rencana penggalangan dana melalui proyek saham preferen baru bernama “MARS”, setelah saham perusahaannya turut tertekan.

Selain itu, beberapa calon investor potensial yang disebut aktif di Abu Dhabi antara lain Dominari Holdings, bank investasi yang kerap dikaitkan dengan keluarga Trump, serta divisi investasi dan sekuritas Hanwha Group dari Korea Selatan. Hanwha secara terbuka menyatakan ambisinya menjadikan Abu Dhabi sebagai pusat utama pengembangan produk kripto.

Situasi Bitcoin Lagi Turun

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, kondisi pasar kripto global masih menimbulkan kekhawatiran. Penurunan harga Bitcoin dan aksi jual di berbagai pasar mengejutkan banyak pelaku industri, terutama setelah sebelumnya ada ekspektasi bahwa sikap pro-kripto Presiden AS Donald Trump akan mendorong pertumbuhan pesat sektor ini.

Meski pasar saham AS masih berada dekat level tertinggi, Bitcoin justru melambat sejak Oktober. Selain itu, rencana legislasi kripto di AS juga menghadapi hambatan, menyusul kritik dan perlambatan pembahasan dari sejumlah legislator Partai Demokrat.

Namun demikian, minat terhadap kripto di kawasan UEA justru menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini menjadikan Abu Dhabi magnet baru bagi para raksasa kripto dunia yang tengah berburu modal besar untuk menopang strategi mereka di tengah pasar yang bergejolak.

Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Habis Diserap! Aksi Whales Picu Spekulasi Rally Besar Bitcoin

Investor besar atau whales tengah membeli Bitcoin pada tingkat tercepat dalam sejarah, meski harga aset kripto itu turun 2,41% ke level US$90.460 pada Jumat (5/12). Penurunan harga hingga menyentuh US$80.000 justru memicu aksi borong masif, menandai perubahan drastis dalam sentimen pasar.

Data pasar menunjukkan para pemegang besar beralih dari menjual menjadi agresif melakukan akumulasi, di tengah realisasi kerugian yang mencapai US$5,7 miliar, salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi Beli Terbesar Sepanjang Siklus Bitcoin

Aksi serap Bitcoin oleh dompet besar terjadi pada level yang belum pernah terlihat di siklus-siklus sebelumnya. Menurut analisis terkini, whales kini menyerap hingga 240% dari total pasokan baru tahunan Bitcoin, jauh melampaui tingkat normal pasar.

Indikator akumulasi dari Glassnode menunjukkan nilai mendekati 1—level yang menandakan tekanan beli ekstrem. Tren serupa terakhir kali muncul pada Juli lalu, sebelum Bitcoin melesat ke rekor US$124.500 pada Agustus.

Selain pemegang besar, kelompok pemilik 10–1.000 BTC juga tercatat agresif membeli dalam beberapa minggu terakhir, memperkuat sinyal bahwa akumulasi terjadi di hampir seluruh kategori investor.

Pasokan di Bursa Menyusut Drastis

Saldo Bitcoin di bursa turun ke level terendah dalam sejarah, dengan tingkat penyusutan tahunan mencapai -130%. Investor memilih menarik aset ke penyimpanan pribadi (self-custody), biasanya sebagai indikasi strategi penyimpanan jangka panjang.

Pemegang yang menguasai lebih dari 100 BTC mencatat laju akumulasi 1,5 kali lebih tinggi dari tingkat pasokan tahunan, menjadikannya kecepatan pembelian tercepat kelompok sharks dan whales sejak Bitcoin diciptakan.

Dilaporkan Coinpaper, institusi keuangan tradisional juga memperbesar eksposur mereka, didorong oleh meningkatnya permintaan ETF dan perusahaan treasury yang kini memasukkan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan.

Kerugian Terealisasi Mencapai Rekor Baru

Di sisi lain, gejolak harga memicu lonjakan kerugian terealisasi terbesar sejak runtuhnya FTX pada 2022.

  • US$3 miliar kerugian dialami short-term holders pada 22 November
  • US$1,78 miliar dicatat long-term holders
  • US$5,78 miliar total kerugian terealisasi pasca jatuhnya harga ke US$80.000

Kerugian terbesar diderita investor baru yang membeli pada level harga tinggi. Sementara itu kontribusi ETF terhadap tekanan jual hanya sekitar 3%, menunjukkan aksi distribusi lebih banyak datang dari investor individu dan entitas kecil.

Kesimpulan
Aksi borong masif dari investor besar di tengah koreksi harga menunjukkan perubahan struktural dalam pasar Bitcoin. Dengan pasokan terus diserap secara agresif dan saldo bursa jatuh ke titik terendah, beberapa analis menilai pasar mungkin sedang memasuki fase akumulasi besar sebelum potensi pergerakan baru.

Baca juga: Perilaku Investor Bitcoin: Kunci Dibalik Tren Harga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com