Tag Archives: whale

Oktober Berakhir, Whale Agresif Jual 3 Altcoin ini

Whale menjual beberapa altcoin utama dengan cepat saat Oktober akan berakhir. Sejak 13 Oktober, total kapitalisasi pasar altcoin (tidak termasuk Bitcoin) telah turun lebih dari 11%, dari US$1,62 triliun menjadi US$1,45 triliun.

Penurunan ini bukan hanya karena harga altcoin yang jatuh. Karena holder besar secara bertahap mengurangi eksposur. Saat beberapa proyek masih menarik akumulasi secara diam-diam, ada tiga altcoin yang whale jual dengan cepat. Penjualan besar-besaran ini terjadi di tengah breakout yang tertunda, profit taking, dan pudarnya kepercayaan.

Shiba Inu (SHIB)

Whale nampaknya kehilangan minat pada Shiba Inu. Secara bertahap pemilik dana jumbo itu mengurangi kepemilikan mereka sejak 18 Oktober.

Data menunjukkan bahwa wallet yang memegang meme coin SHIB dalam jumlah besar menurunkan simpanan gabungan mereka dari 697,88 triliun menjadi 694,26 triliun. Menunjukkan pengurangan sekitar 3,62 triliun SHIB, atau senilai sekitar US$355.000 pada harga saat ini US$0,0000098.

SHIB Whales | Sumber: Santiment

Ingin lebih banyak wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Penjualan ini sejalan dengan setup grafik Shiba Inu. Token ini terjebak dalam pola segitiga simetris sejak 10 Oktober, menandakan ketidakpastian. Antara 14 dan 20 Oktober, harga membentuk lower high sementara Relative Strength Index (RSI), yang mengukur momentum harga, membuat higher high.

Pola ini dikenal sebagai hidden bearish divergence, yang sering menandakan bahwa tren turun akan berlanjut.

SHIB Price Analysis
Analisis Harga SHIB | Sumber: TradingView

Gambaran yang lebih luas mendukung pandangan tersebut. SHIBA INU turun 27,2% selama tiga bulan terakhir, mengonfirmasi tren turun yang sedang berlangsung.

Penutupan harian di bawah US$0,0000097 bisa mengirimnya ke US$0,0000092, sementara breakout di atas US$0,000010 mungkin membuka jalan menuju US$0,000011. Namun, whale sepertinya tidak yakin bahwa rebound harga SHIB sudah dekat.

Cardano (ADA)

Crypto whale yang memegang ADA antara 100 juta dan 1 miliar token mulai mengurangi posisi mereka sejak 17 Oktober. Kepemilikan gabungan mereka turun dari 4,07 miliar ADA menjadi 4,04 miliar ADA, pengurangan sekitar 30 juta ADA, senilai hampir US$19 juta pada harga saat ini US$0,63.

Cardano Whales Offloading
Cardano Whales Offloading | Sumber: Santiment

Waktu penjualan ini penting. Pada 17 Oktober, ADA sempat turun di bawah garis tren bawah channel naik, yang hanya memiliki dua titik sentuh dan secara struktural lemah. Penurunan ini nampaknya memicu kepanikan ringan di antara whale.

Walaupun harga ADA pulih kemudian, penjualan belum berhenti, menunjukkan kepercayaan tetap rendah.

Antara 13 dan 20 Oktober, harga membuat lower high sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk slightly higher high, menunjukkan hidden bearish divergence. Pola ini biasanya menunjukkan kelanjutan tren (turun 21% selama tiga bulan terakhir) daripada pembalikan. Jika ADA gagal bertahan di US$0,61, bisa turun menuju US$0,59 atau bahkan US$0,50.

Cardano Price Analysis
Analisis Harga Cardano | sumber: TradingView

Untuk membatalkan pandangan bearish ini, ADA harus melewati US$0,86, level resistance, 36% lebih tinggi dari level saat ini. Level ini telah membatasi beberapa reli Cardano sebelumnya. Sampai saat itu, target kenaikan dekat US$1,12 (titik breakout channel) tetap tidak mungkin — setidaknya untuk saat ini.

Zora (ZORA)

Whale ZORA sedang mencairkan aset mereka. Mereka mungkin mengambil keuntungan setelah reli bulanan yang kuat. Token ini telah naik lebih dari 61% dalam 30 hari terakhir tetapi turun 15,6% dalam seminggu terakhir saat holder besar mulai menjual.

Wallet whale telah mengurangi kepemilikan mereka sebesar 6,71%, memotong simpanan kolektif mereka menjadi 5,45 juta ZORA. Itu berarti sekitar 390.000 token ZORA telah dijual dalam tujuh hari terakhir.

ZORA Whales
ZORA Whales | Sumber: Nansen

Pergerakan harga ZORA mencerminkan pendinginan ini. Setelah breakout dari pola inverse head-and-shoulders seperti yang diprediksi awal bulan ini, sekarang ZORA berkonsolidasi dalam segitiga simetris, menunjukkan jeda dalam momentum.

Jika US$0,091 gagal bertahan, koreksi lebih dalam menuju US$0,083 atau bahkan US$0,065 bisa terjadi.

ZORA Price Analysis
Analisis Harga ZORA | Sumber: TradingView

Namun, ini lebih terlihat seperti fase pengambilan keuntungan daripada pembalikan tren penuh. Penutupan harian di atas US$0,10 dan kemudian US$0,11 akan membatalkan setup bearish jangka pendek, membuka ruang untuk dorongan lebih tinggi lagi — dan mungkin menghidupkan kembali minat whale.

Bagaimana pendapat Anda tentang altcoin yang banyak crypto whale jual di akhir Oktober ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Ananda Banerjee
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Whale Borong 3 Altcoin untuk Potensi Cuan di Pekan Kedua Oktober 2025

Pekan ini, penurunan mencolok dalam aktivitas pasar kripto telah mendorong sejumlah aset jatuh, sementara yang lain sebagian besar diperdagangkan sideways di tengah momentum yang memudar.

Dengan sentimen yang berubah jadi hati-hati, investor berkantong tebal yang dikenal sebagai crypto whale secara selektif mengakumulasi beberapa aset yang koreksinya menawarkan peluang beli strategis.

World Liberty Financial (WLFI)

WLFI yang terhubung dengan Donald Trump muncul sebagai salah satu altcoin unggulan yang menarik perhatian whale pekan ini. Harga altcoin ini turun 12% dalam tujuh hari terakhir, menciptakan sinyal beli menurut sebagian whale.

Menurut Nansen, investor raksasa yang memegang lebih dari US$1 juta dalam token WLFI telah mendongkrak pasokannya sebesar 4,82%, memanfaatkan pelemahan harga untuk membangun posisi. Saat ini, kelompok investor ini memegang 20,18 juta WLFI.


Aktivitas Whale WLFI
Aktivitas Whale WLFI | Sumber: Nansen

Akumulasi whale yang berkelanjutan bisa mendukung reversal atau pembalikan tren WLFI saat ini dan mengerek harganya di atas US$0,1814.

Analisis Harga WLFI
Analisis Harga WLFI | Sumber: TradingView

Di sisi lain, melandainya pembelian whale bisa membuka token ini pada drop jangka pendek lebih lanjut. Dalam skenario ini, harganya bisa terpuruk ke US$0,1611.

PEPE

Meme coin berbasis Solana, PEPE, juga menyita perhatian investor besar pekan ini. Menurut data on-chain dari Santiment, alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 token PEPE secara kolektif telah menambah 8 juta token ke wallet mereka selama pekan yang ditinjau.

Distribusi Pasokan PEPE.
Distribusi Pasokan PEPE | Sumber: Santiment

Diperdagangkan seharga US$0,00000932 pada waktu publikasi, nilai PEPE turun 5% dalam sepekan terakhir. Minat baru dari whale ini mengisyaratkan bahwa akumulasi sedang berlangsung di level harga yang lebih rendah, kemungkinan memosisikan diri menjelang rebound jangka pendek dalam permintaan meme token.

Apabila hal ini terjadi, bisa mengerek harganya di atas US$0,00000984.

Analisis Harga PEPE | Sumber: TradingView

Namun, bila aktivitas pasar tetap lesu, token ini bisa kembali menguji support di kisaran US$0,00000830.

The Sandbox (SAND)

Altcoin yang berfokus metaverse, SAND, juga mengukir akumulasi whale yang substansial. Kendati sebagian besar diperdagangkan sideways pekan ini, kelemahan harga SAND nampaknya menarik sejumlah investor besar.

Data Santiment menguak bahwa alamat yang menampung antara 100 juta hingga 1 miliar SAND telah menggenjot saldo mereka sebesar 20 juta token dalam sepekan terakhir.

Distribusi Pasokan SAND
Distribusi Pasokan SAND | Sumber: Santiment

Seumpama pola ini berlanjut, SAND bisa breakout menuju US$0,2899 dalam jangka pendek.

Analisis Harga SAND
Analisis Harga SAND | Sumber: TradingView

Namun, token ini bisa terkoreksi ke US$0,2545 jika aktivitas whale melambat.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang jadi incaran crypto whale di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Abiodun Oladokun
Editor:
Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

Menjelang akhir Februari, pergerakan whale kripto menunjukkan reposisi altcoin yang cukup agresif di tengah pasar yang masih dibayangi ketidakpastian. Data on-chain memperlihatkan akumulasi selektif pada tiga token utama: Uniswap (UNI), Bitcoin Cash (BCH), dan Chainlink (LINK).

Meski harga belum sepenuhnya stabil, pola teknikal dan arus dana besar mengindikasikan potensi pergerakan signifikan pada Maret 2026.

Uniswap (UNI): Akumulasi Diam-Diam di Tengah Pola Segitiga

Dilaporkan BeInCrypto, UNI naik hampir 15,5% dalam 24 jam terakhir dan sempat menyentuh $4,29 sebelum terkoreksi. Di balik volatilitas tersebut, whale justru menambah kepemilikan.

Dompet besar meningkatkan kepemilikan dari 639,06 juta menjadi 640 juta UNI hanya dalam satu hari. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut bernilai sekitar $1 juta.

Secara teknikal, UNI sedang bergerak dalam pola symmetrical triangle, ditandai dengan lower highs dan higher lows yang semakin menyempit. Dua percobaan breakout sebelumnya gagal ditembus, namun Smart Money Index masih berada di atas garis sinyal, menjaga peluang breakout tetap terbuka.

Jika UNI mampu ditutup di atas $4,21 pada timeframe 12 jam, peluang kenaikan ke $4,88 bahkan $5,95 terbuka. Sebaliknya, support kunci berada di $3,81.

Bitcoin Cash (BCH): Whale Tambah $50 Juta Setelah Pola Bullish Terbentuk

Bitcoin Cash mencatat akumulasi paling agresif. Wallet dengan kepemilikan 100.000 hingga 1 juta BCH meningkatkan saldo dari 4,3 juta menjadi 4,4 juta BCH—setara hampir $50 juta.

Menariknya, sebelum 25 Februari kelompok whale ini justru mengurangi kepemilikan. Akumulasi dimulai setelah terbentuknya pola inverse head-and-shoulders, yang biasanya mengindikasikan pembalikan tren.

Dalam 8 jam terakhir, BCH sempat naik sekitar 10% sebelum terkoreksi ringan. Saat ini harga mendekati neckline di sekitar $598. Jika level ini ditembus, target proyeksi teknikal mengarah ke $777.

Namun, resistance kuat masih berada di $570. Kegagalan bertahan di atas $508 akan menjadi peringatan awal, sementara penutupan di bawah $423 akan membatalkan struktur bullish sepenuhnya.

Chainlink (LINK): Breakout Terkonfirmasi, Whale Tambah $3,5 Juta

Chainlink menunjukkan perubahan sentimen yang jelas. Setelah periode distribusi sepanjang Februari, whale kembali membeli pada 26 Februari.

Kepemilikan meningkat dari 591,96 juta menjadi 592,33 juta LINK—tambahan sekitar 370.000 LINK atau senilai $3,5 juta.

Akumulasi ini terjadi setelah LINK mengonfirmasi breakout inverse head-and-shoulders di timeframe 12 jam. Artinya, pembelian dilakukan setelah sinyal teknikal valid, bukan spekulasi awal.

Harga saat ini tertahan di resistance $9,62 dan bertahan di support $9,28. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) telah menembus garis nol sejak 20 Februari dan kini berada di 0,13, mengindikasikan arus dana institusional masuk sebelum breakout terjadi.

Jika harga menembus $9,62 dan $10,05, target berikutnya berada di sekitar $11,70. Namun, penurunan di bawah $8,04 akan melemahkan struktur bullish secara signifikan.

Apa Artinya untuk Maret 2026?

Menurut Tim Research Tokocrypto, pergerakan paus ini adalah sinyal ‘Smart Money’ yang sudah mulai mencuri start sebelum retail sadar.

“Akumulasi agresif di BCH dan LINK setelah konfirmasi pola teknikal menunjukkan bahwa investor besar lebih mementingkan bukti breakout daripada sekadar spekulasi harga murah,” analisanya.

Pergerakan whale pada UNI, BCH, dan LINK menunjukkan pendekatan yang terukur. Pada UNI, akumulasi terjadi sebelum potensi breakout. Pada BCH dan LINK, pembelian terjadi setelah pola teknikal mulai terkonfirmasi.

Meski pasar masih dibayangi ketidakpastian makro, data on-chain memperlihatkan bahwa pemegang besar mulai membangun posisi lebih awal. Apakah ini awal rotasi altcoin di bulan Maret, akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing token menembus level resistance kunci dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Di tengah tren penurunan harga Ethereum (ETH), para whale justru menunjukkan aktivitas akumulasi besar. Data terbaru mencatat penarikan ETH dari exchange mencapai lebih dari $400 juta, menjadi yang tertinggi sejak Oktober tahun lalu.

Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa investor besar melihat area harga saat ini sebagai zona menarik untuk akumulasi, meskipun pasar kripto masih berada dalam tekanan.

Outflow ETH Tembus 220.000 Koin, Binance Dominan

Analis kripto Arab Chain dalam laporan CryptoQuant menyebut bahwa data netflow exchange menunjukkan percepatan signifikan dalam aktivitas penarikan ETH dalam beberapa hari terakhir. Secara total, arus keluar bersih Ethereum dari seluruh exchange telah melampaui 220.000 ETH, level tertinggi sejak Oktober 2025.

Khusus di Binance, arus keluar harian bersih mencapai hampir 158.000 ETH pada 5 Februari, terbesar sejak Agustus tahun lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penarikan terpusat di exchange dengan likuiditas terdalam.

Dilaporkan Newsbtc, Arab Chain menilai bahwa pergerakan ini menunjukkan perubahan perilaku whale, di mana mereka memindahkan aset ke wallet pribadi atau protokol penyimpanan jangka panjang. Pola seperti ini umumnya dikaitkan dengan fase akumulasi atau strategi pengurangan risiko.

Menariknya, aktivitas tersebut terjadi saat harga ETH berada di kisaran $1.800 hingga $2.000, yang diduga menjadi zona akumulasi bagi investor besar.

Tekanan Jual Berkurang, Support Jangka Pendek Menguat?

Penarikan besar dari exchange secara teori mengurangi suplai yang siap dijual di pasar, sehingga dapat menekan potensi aksi jual dalam jangka pendek. Jika momentum pasar kembali menguat, kondisi ini berpotensi menjadi katalis pendukung harga.

Saat artikel ini ditulis, harga Ethereum diperdagangkan di sekitar $1.965 dan masih bergerak volatil dalam 24 jam terakhir.

Staking Ethereum Tembus 30% dari Total Supply

Selain akumulasi whale, data dari Token Terminal menunjukkan bahwa rasio staking Ethereum kini telah melampaui 30% dari total suplai, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sebanyak 36,8 juta ETH—setara sekitar $72 miliar, kini terkunci dalam staking, didukung oleh hampir satu juta validator yang mengamankan jaringan. Analis dari The Milk Road menyebut kondisi ini sebagai bukti kuatnya keyakinan investor terhadap ekosistem Ethereum, meskipun pasar sedang dalam tren turun.

Saat ini, antrean keluar staking (staking exit queue) berada di sekitar 4,1 juta ETH, jumlah yang dinilai relatif kecil dibanding total ETH yang telah dikunci. Di sisi lain, waktu tunggu untuk staking baru mencapai sekitar 72 hari, menunjukkan tingginya permintaan untuk mengunci ETH.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Supply Ketat Jadi Katalis Potensial

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan semakin banyak ETH yang dipindahkan ke wallet pribadi dan terkunci dalam staking, suplai likuid di pasar terus menyusut. Kondisi ini berpotensi menciptakan tekanan pasokan (supply restriction) yang dapat menjadi katalis positif bagi harga ETH jika permintaan kembali meningkat.

Meski tren harga jangka pendek masih menghadapi tekanan, kombinasi akumulasi whale dan lonjakan staking menunjukkan bahwa pelaku pasar besar belum meninggalkan Ethereum. Pasar kini menunggu apakah pergerakan senyap para whale ini akan menjadi awal dari fase pemulihan berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penarikan masif ETH ke dompet pribadi ini adalah sinyal klasik dari akumulasi kuat dan keyakinan jangka panjang oleh pemegang besar, bahkan di tengah tren penurunan harga. Pengurangan pasokan yang beredar di bursa sering kali menjadi pendahulu bullish yang berpotensi memicu kejutan pasokan di masa depan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

Bitcoin kembali mendapat dukungan dari para pemegang besar setelah tekanan jual tajam dalam beberapa pekan terakhir. Namun, meski aksi beli whale meningkat, permintaan dari investor lain masih terlihat lemah sehingga pemulihan harga dinilai belum sepenuhnya solid.

Berdasarkan data Glassnode, wallet yang menyimpan lebih dari 1.000 BTC tercatat mengakumulasi sekitar 53.000 Bitcoin dalam sepekan terakhir. Ini menjadi gelombang pembelian whale terbesar sejak November, dengan nilai pembelian diperkirakan melampaui $4 miliar pada harga saat ini.

Meski begitu, data juga menunjukkan bahwa sejak pertengahan Desember, whale masih mencatat arus keluar lebih dari 170.000 BTC atau sekitar $11 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa tren de-risking oleh pemegang besar sebenarnya masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir.

Harga Pulih ke $69.100, Tapi Keyakinan Pasar Masih Dipertanyakan

Pergerakan harga Bitcoin mencerminkan dukungan yang belum merata. Setelah sempat turun ke sekitar $60.000 pekan lalu, Bitcoin kembali naik mendekati $70.000 seiring meningkatnya akumulasi whale. Pada Rabu pagi waktu Asia, BTC diperdagangkan di kisaran $69.100.

Meski aksi beli whale membantu menahan penurunan, reli ini belum berhasil menarik partisipasi luas dari investor ritel maupun institusi. Banyak pelaku pasar masih bersikap hati-hati, sehingga rebound yang terjadi lebih terlihat sebagai fase stabilisasi dibanding awal reli besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Harga Bitcoin saat ini juga masih berada sekitar 40% di bawah puncaknya pada Oktober, menandakan bahwa tekanan koreksi masih cukup dalam dan pasar membutuhkan katalis tambahan untuk memulihkan momentum.

Baca juga: Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

Investor ETF dan Korporasi Masih Menahan Diri

Dilaporkan Equiti, permintaan dari US spot Bitcoin ETF juga mulai melambat. Banyak investor ETF kini berada dalam posisi rugi secara unrealized (paper losses), sehingga minat untuk melakukan pembelian agresif saat harga turun dinilai menurun, terutama di tengah kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian.

Selain itu, pembelian dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menambah Bitcoin sebagai strategi treasury juga disebut ikut melambat. Tekanan valuasi saham dan kondisi pendanaan yang semakin ketat membuat sebagian korporasi menahan ekspansi eksposur kripto.

Dengan belum adanya sumber arus modal baru yang kuat, aksi akumulasi whale saat ini dinilai berpotensi hanya bersifat taktis, bukan perubahan struktural sentimen pasar.

Risiko Konsentrasi Masih Jadi Sorotan

Glassnode menekankan bahwa data whale yang digunakan merupakan pemetaan berdasarkan klaster wallet, bukan individu secara langsung. Aktivitas whale dapat mencakup investor kaya, akun kustodian, maupun entitas yang terhubung institusi.

Secara historis, bull market yang berkelanjutan biasanya tidak hanya ditopang oleh akumulasi whale, tetapi juga membutuhkan peningkatan partisipasi dari berbagai kelompok investor. Saat ini, dukungan luas tersebut masih belum terlihat.

Pasar kini menunggu apakah pembelian whale mampu memulihkan kepercayaan dan memicu arus masuk baru, atau hanya menjadi bantalan sementara untuk mengurangi volatilitas. Hingga kondisi likuiditas membaik dan minat risiko kembali meningkat, pemulihan Bitcoin masih dinilai rapuh dan belum sepenuhnya meyakinkan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, agresivitas para whale dalam menyerap pasokan pasar di harga saat ini mengindikasikan keyakinan kuat bahwa fase konsolidasi akan segera berakhir menuju penembusan harga baru.

“Hal ini memberikan sinyal psikologis penting bagi investor ritel bahwa pemain besar masih melihat nilai intrinsik yang belum terefleksi sepenuhnya di harga pasar saat ini,” tulisnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah turun tajam ke kisaran $1,42. Meski tekanan jual terlihat kuat, data on-chain menunjukkan bahwa penurunan ini tidak disertai aksi jual besar dari para whale. Sebaliknya, metrik Whale to Exchange Flow masih berada di level terendah secara historis, mengindikasikan bahwa tekanan jual saat ini lebih banyak datang dari investor ritel.

Pola ini memunculkan spekulasi bahwa para pemegang besar XRP justru memilih menunggu momen reli sebelum mulai mendistribusikan aset mereka ke pasar.

Pola Historis: Whale Jual Saat Harga Naik, Bukan Saat Turun

Data historis menunjukkan perilaku whale yang konsisten dalam beberapa periode penting. Pada Maret–April 2025, aliran whale ke exchange tercatat sangat rendah, sementara harga XRP bergerak lemah. Kondisi tersebut menandakan suplai yang mengetat karena whale tidak menjual, yang kemudian diikuti reli tajam pada Juli 2025.

Dilaporkan Crypto Quant, memasuki Juni–Juli 2025, rasio whale to exchange flow masih berada dekat level terendah historis ketika reli awal dimulai. Namun, seiring harga terus naik, aksi ambil untung mulai muncul dan aliran whale ke exchange melonjak tajam di dekat puncak harga. Lonjakan tersebut menjadi sinyal distribusi, yang kemudian diikuti koreksi.

Desember 2025–Januari 2026: Tekanan Jual Datang dari Ritel

Pola serupa kembali terlihat pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, rasio whale to exchange flow tetap rendah meski harga XRP terus melemah. Data menunjukkan bahwa tekanan jual kala itu sebagian besar berasal dari investor ritel, bukan dari whale.

Situasi ini memperkuat pandangan bahwa whale cenderung tidak menjual saat harga turun tajam, melainkan menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

Baca juga: Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Harga Turun ke $1,42, Whale Masih Menahan Diri

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, meskipun harga XRP telah jatuh ke sekitar $1,42, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan pada aliran whale ke exchange. Penurunan harga tersebut tidak disertai distribusi besar dari pemegang utama, menandakan bahwa panic selling lebih didorong oleh investor kecil.

Berdasarkan perilaku historis, harga XRP berpotensi bergerak sideways atau sedikit lebih rendah dalam jangka pendek seiring menurunnya volatilitas. Fase ini dapat diikuti oleh lonjakan harga mendadak dengan volume rendah. Ketika reli yang sesungguhnya dimulai, aksi jual dari whale diperkirakan akan muncul, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam.

Binance Jadi Kunci Pantau Pergerakan Whale XRP

Analis menekankan bahwa pemantauan metrik whale to exchange flow sebaiknya difokuskan pada Binance. Bursa ini memiliki volume spot dan derivatif XRP terbesar, serta order book terdalam, menjadikannya pusat aktivitas whale dan institusi.

Pergerakan di exchange lain bisa mencerminkan transfer atau perpindahan wallet, namun modal yang benar-benar mampu menggerakkan harga XRP secara signifikan sebagian besar terkonsentrasi di Binance. Karena itu, metrik Binance Whale to Exchange Flow dinilai sebagai indikator utama yang mencerminkan aksi nyata, bukan sekadar ekspektasi pasar, dan sering memberi sinyal sebelum harga bereaksi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pola historis menunjukkan bahwa ketika whale diam saat harga turun, sering diikuti oleh rally tajam. Whale cenderung menunggu likuiditas beli yang lebih baik (saat harga naik) untuk distribusi. Absennya inflow whale ke exchange saat ini adalah sinyal bahwa “smart money” belum menyerah pada tren.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Di Balik Harga yang Stabil, Whale Ethereum Mulai Bergerak

Aktivitas jaringan Ethereum menunjukkan lonjakan whale yang mencolok di awal 2026. Di tengah harga ETH yang cenderung stabil, pertumbuhan wallet baru melesat ke level historis dan memunculkan perhatian baru terhadap kemungkinan pergerakan “whale” atau pemilik dana besar yang mulai aktif mengakumulasi, mendistribusikan, atau menata ulang posisi mereka.

Wallet Baru Ethereum Meledak, Sinyal Akumulasi Whale?

Ethereum mencatat rata-rata 327.000 wallet baru per hari dan sempat menyentuh puncak harian 393.600 wallet. Lonjakan ini menjadi sorotan karena terjadi tanpa diiringi lonjakan harga yang signifikan, yang kerap diartikan sebagai indikasi bahwa aktivitas berasal dari kebutuhan ekosistem—atau setidaknya, ada arus masuk yang tidak semata-mata berburu volatilitas.

Dilaporkan Analytics Insight, total wallet yang menyimpan ETH kini berada di kisaran 173 juta alamat, dengan banyak di antaranya menunjukkan aktivitas yang konsisten. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa jaringan tidak hanya “ramai karena hype”, melainkan sedang mengalami ekspansi penggunaan yang lebih merata.

Dalam konteks pelaku besar, ledakan wallet kerap dikaitkan dengan beberapa pola yang umum terjadi saat whale bergerak: pemecahan dana ke banyak alamat, persiapan aktivitas DeFi, atau distribusi aset untuk efisiensi operasional. Meski data yang ada menekankan pertumbuhan jumlah alamat, peningkatan skala jaringan semacam ini biasanya membuat pasar lebih sensitif terhadap pergerakan dana besar.

Efek Upgrade Fusaka: Biaya Turun, Aktivitas Naik

Salah satu faktor yang disebut terkait dengan pertumbuhan ini adalah upgrade Fusaka pada Desember, yang menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan performa aplikasi di jaringan Ethereum. Dampaknya, pengalaman pengguna menjadi lebih mulus dan Ethereum terasa lebih “terjangkau” untuk digunakan secara aktif.

Perbaikan ini mendorong partisipasi lebih besar dalam dApps dan Dhttps://x.com/lookonchain/status/2015267884910760221eFi, di mana whale umumnya menjadi kelompok yang paling aktif mengelola likuiditas, memindahkan aset lintas protokol, dan mengoptimalkan posisi mereka. Dengan biaya yang lebih rendah, aktivitas pemindahan dan pengelolaan aset berskala besar menjadi lebih efisien, sehingga potensi pergeseran strategi whale ikut menguat.

Pasar Stabil, Aktivitas Jalan Terus

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dari fase pasar yang hanya bergantung pada kenaikan harga, tren Ethereum kali ini menonjol karena pertumbuhan terjadi saat harga relatif tidak banyak berubah. Situasi ini sering dibaca sebagai sinyal bahwa pasar sedang bergerak pada fase “akumulasi dan ekspansi penggunaan”, periode ketika pelaku besar bisa menata ulang portofolio tanpa memicu euforia harga.

Dengan pertumbuhan wallet yang tajam dan peningkatan aksesibilitas pasca-upgrade, perhatian pasar kini tertuju pada apakah gelombang aktivitas ini akan berlanjut menjadi dorongan yang lebih besar bagi ekosistem, atau justru menjadi fase penataan posisi oleh pemilik modal besar sebelum pergerakan berikutnya.

Ke Depan: Fokus pada Jejak On-Chain Whale

Tren Ethereum saat ini menggambarkan jaringan yang semakin aktif secara struktural. Lonjakan wallet baru, total alamat pemegang ETH yang terus naik, serta efek efisiensi jaringan pasca-upgrade membentuk kombinasi yang sering menjadi latar bagi pergerakan whale.

Jika aktivitas ini terus berlanjut, pasar kemungkinan akan memantau lebih ketat indikator on-chain seperti perpindahan dana besar antar alamat, perubahan pola penyimpanan, serta intensitas interaksi dengan protokol DeFi, untuk membaca arah berikutnya dari para pemain besar di Ethereum.

Baca juga: Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi ke $2.928, Tekanan Pasar Dominan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Besar Whale Mengalir, Sinyal Bullish Kripto Baru?

Aktivitas derivatif kripto mengalami peningkatan signifikan seiring terjadinya relief rally pada pekan ketiga Maret. Lonjakan ini tercermin dari kenaikan open interest (OI) pada kontrak perpetual futures Bitcoin dan Ethereum yang mencapai sekitar US$30 miliar pada 16 Maret, tertinggi sejak akhir Januari.

Data menunjukkan open interest Bitcoin menyentuh sekitar US$23 miliar, sementara Ethereum mendekati US$16 miliar. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan leverage di tengah penguatan harga aset kripto.

Binance Dominasi Arus Modal

Dilaporkan Crypto, Quant, bursa kripto Binance tercatat sebagai kontributor utama dalam lonjakan open interest. Peningkatan terbesar terjadi pada kontrak Bitcoin dengan tambahan sekitar US$829 juta, sementara Ethereum mencatat kenaikan sekitar US$1,6 miliar.

Kondisi ini mengindikasikan masuknya arus modal baru dari trader yang membuka posisi long, memanfaatkan momentum kenaikan harga di pasar.

Selain Binance, platform lain seperti Bybit dan Gate.io juga mencatat peningkatan aktivitas derivatif yang cukup signifikan, meski tidak sebesar Binance.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini bilang pasar sedang kembali mengambil risiko lewat leverage, dan mayoritas modal itu larinya ke bursa-bursa paling besar.

“Itu bagus buat likuiditas jangka pendek, tapi juga berarti kalau momentum harga patah, area yang sama bisa berubah jadi pusat unwind leverage yang brutal,” analisanya.

Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

Aktivitas Terkonsentrasi di Bursa Besar

Data heatmap menunjukkan bahwa pertumbuhan open interest terkonsentrasi pada bursa-bursa besar dengan likuiditas tinggi. Binance menjadi pusat utama, diikuti oleh Gate.io dan Bybit.

Fenomena ini menegaskan bahwa dalam kondisi pasar yang bullish, trader dan investor cenderung memusatkan aktivitas pada platform utama yang dianggap lebih aman dan likuid.

Indikasi Ekspansi Leverage

Peningkatan open interest yang signifikan di tengah kenaikan harga mencerminkan ekspansi penggunaan leverage di pasar derivatif. Hal ini biasanya terjadi ketika pelaku pasar memiliki ekspektasi lanjutan terhadap tren naik.

Namun, tingginya leverage juga meningkatkan risiko volatilitas, terutama jika terjadi pembalikan arah harga secara tiba-tiba.

Lonjakan open interest hingga US$30 miliar menunjukkan bahwa arus modal besar kini mulai kembali ke pasar derivatif kripto. Dominasi Binance serta meningkatnya posisi long menandakan optimisme jangka pendek, namun juga membuka potensi risiko akibat penggunaan leverage yang semakin agresif.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

Harga Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian setelah berhasil menembus level 2.200 dolar AS pada sesi perdagangan Asia, Senin (16/3). Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir, sekaligus melanjutkan tren positif sejak akhir pekan.

Di tengah penguatan harga tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa investor besar atau crypto whales активно meningkatkan akumulasi mereka, memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat.

Akumulasi Paus Meningkat Seiring Kenaikan Harga

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu aktivitas signifikan datang dari Erik Voorhees, pendiri ShapeShift dan pendukung awal Bitcoin, yang kembali membeli Ethereum setelah sempat berhenti selama sekitar satu tahun. Sebelumnya, ia diketahui menjual 12.886 ETH senilai sekitar 42,83 juta dolar AS dengan harga rata-rata 3.324 dolar AS.

Pada Maret 2026, dua wallet yang terhubung dengannya tercatat mengakumulasi 23.393 ETH senilai sekitar 49,08 juta dolar AS, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 2.098 dolar AS. Selain itu, ia masih memegang sekitar 35,25 juta USDT yang berpotensi digunakan untuk akumulasi lanjutan.

Aktivitas serupa juga terlihat dari wallet lain yang terhubung dengan kontributor awal Ethereum. Wallet tersebut dilaporkan mengeluarkan sekitar 17,46 juta dolar AS untuk membeli 7.769 ETH di harga rata-rata 2.248 dolar AS.

Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

Tren Pembelian Besar Terus Berlanjut

Aksi akumulasi ini bukan fenomena baru dalam beberapa hari terakhir. Sejak 11 Maret, sebuah wallet diketahui telah menarik 80.157 ETH dari exchange, yang umumnya mengindikasikan niat penyimpanan jangka panjang.

Selain itu, investor besar lainnya juga dilaporkan membeli 11.985 ETH senilai sekitar 24,79 juta dolar AS. Secara keseluruhan, kepemilikan ETH oleh wallet besar meningkat dari 113,47 juta menjadi 121,45 juta ETH dalam periode 12 Maret hingga saat ini, atau bertambah sekitar 7,98 juta ETH berdasarkan data Santiment.

Permintaan Institusi Ikut Menguat

Tidak hanya dari sisi whale individu, permintaan institusional juga menunjukkan peningkatan. Data menunjukkan bahwa ETF Ethereum spot mencatat arus masuk dana bersih selama tiga minggu berturut-turut.

Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa minat terhadap Ethereum tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari pelaku pasar besar dengan horizon investasi jangka panjang.

Arah Harga Bergantung pada Momentum Pasar

Meski tren akumulasi terlihat kuat, keberlanjutan kenaikan harga Ethereum masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan. Konsistensi pembelian oleh whale dan aliran dana institusi menjadi faktor kunci yang akan menentukan apakah ETH mampu bertahan di level tinggi atau mengalami koreksi dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma satu-dua wallet besar, tapi fakta bahwa akumulasi whale terjadi saat harga sudah bergerak naik, bukan ketika pasar sedang panik di dasar.

“Itu cenderung konstruktif buat ETH karena menunjukkan pemain besar masih melihat upside lanjutan, meski risiko tetap ada kalau reli ini gagal dipertahankan dan whale berubah dari akumulasi jadi distribusi cepat,” analisanya.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Cs Melempem Jelang Pidato Jerome Powell


Jakarta

Pasar aset mata uang kripto menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (19/8) pagi. Tekanan umumnya dialami oleh mata uang Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin terpantau berada di zona merah.

Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, Bitcoin (BTC) terkoreksi lebih dari 1,12% dalam 24 jam terakhir dan melemah 2,27% sepanjang sepekan. Saat ini, harga BTC menyentuh level US$ 113,000 atau sekitar Rp 1,83 miliar (asumsi kurs Rp 16.218).

Sementara untuk mata uang Ethereum (ETH) berada di harga US$ 4,200 atau sekitar Rp 68,24 juta. Cardano (ADA) tercatat anjlok 3,84% di harga US$ 0,92, Solana (SOL) di harga US$ 179, XRP di harga US$ 3, dan Dogecoin (DOGE) di harga US$ 0,21.


Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global turun menjadi US$ 3,8 triliun atau sekitar Rp 61,74 kuadriliun, melemah dalam 24 jam terakhir. Indeks Sentimen Pasar Kripto (Crypto Fear and Greed Index) tercatat berada pada level 53, menunjukkan kondisi netral dengan kecenderungan waspada.

Indodax menilai, pelemahan harga kripto terjadi akibat sentimen pasar yang cenderung melemah jelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang diperkirakan memberi sinyal arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Selain itu, regulator keuangan Korea Selatan baru saja memerintahkan bursa kripto lokal untuk menghentikan layanan pinjaman kripto.

Dua sentimen ini dinilai meningkatkan kecemasan investor terkait stabilitas pasar regional. Sementara dari sisi on-chain, tercatat adanya pergerakan signifikan dari investor whale dan institusi.

Data menunjukkan sebanyak 12.000 BTC dikirim ke bursa, indikasi aksi ambil untung oleh pemegang besar. Namun, akumulasi tetap terjadi di sisi treasury: Di sisi lain, Metaplanet menambah 775 BTC senilai sekitar US$ 93 juta, sementara MicroStrategy membeli tambahan 430 BTC.

Vice Presiden Indodax, Antony Kusuma menyebut, kombinasi sentimen ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks. Menurutnya, jika deposit whale terus meningkat, potensi kepanikan investor ritel bisa muncul.

Sebaliknya, akumulasi oleh perusahaan publik menjadi faktor penopang jangka panjang, meskipun efek jangka pendeknya terbatas. “Pasar kripto sering kali bergerak lebih cepat dalam merespons sinyal kebijakan makroekonomi dibanding instrumen lain. Tekanan harga yang terjadi saat ini mencerminkan sikap investor yang menahan posisi sambil menunggu kejelasan dari bank sentral Amerika,” jelas Antony dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/8/2025).

Antony menjelaskan, deposit besar ke bursa dari whale seringkali memicu volatilitas jangka pendek. Jika tren ini berlanjut, ia menilai investor ritel bisa terdorong melakukan aksi jual.

Namun, Antony menyebut akumulasi yang dilakukan institusi justru mencerminkan kuatnya keyakinan terhadap nilai BTC dalam jangka panjang. Perbedaan perilaku antara trader jangka pendek dan strategi perbendaharaan jangka panjang membuat dinamika pasar BTC semakin unik.

Antony menambahkan, meski pembelian oleh institusi memberikan fondasi jangka panjang, dampaknya terhadap harga tidak serta-merta langsung terasa dibandingkan dengan tekanan jual dari whale.

“Saat ini pasar berada di titik keseimbangan antara aksi ambil untung whale dan strategi akumulasi institusi. Investor perlu berhati-hati dalam jangka pendek, namun tetap melihat adanya struktur penopang yang terbentuk untuk jangka panjang,” ujarnya.

Meski demikian, Antony menekankan kondisi pasar saat ini justru bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang. Strategi seperti dollar-cost averaging dinilai dapat membantu menghadapi volatilitas yang tinggi. Menurutnya, pelemahan altcoin seperti ETH, ADA, maupun SOL saat ini bagian dari pola rotasi pasar.

“Investor cenderung mengalihkan likuiditas ke aset yang dianggap lebih aman ketika volatilitas meningkat. Pola ini bukan berarti altcoin kehilangan potensi, melainkan refleksi dari sikap konservatif sementara,” jelasnya.

Secara historis, menurut Antony, volatilitas kripto yang tinggi justru membuka ruang bagi inovasi. Di tengah tekanan harga, ia mengingatkan pentingnya disiplin manajemen risiko. Ia juga menekankan bahwa transparansi bursa menjadi kunci menjaga kepercayaan publik

“Setiap fase koreksi biasanya diikuti oleh lahirnya tren baru. Investor yang mampu melihat peluang di balik volatilitas akan lebih siap menghadapi perubahan siklus berikutnya,” ujar dia.

Tonton juga video “Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?” di sini:

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com